by studiohanafi

orang negeri seberang

Aku lahir di sebuah desa dengan satu kali kecil yang membelah dada, dan satu sungai besar penuh batu-batu besar yang bergerak di malam hari membuat suara gemuruh dalam tidurku, di kepala kecilku : awan mendung tidak hanya membuat guntur di langit tetapi juga di dasar sungai-sungai besar dan laut.

Di seberang sungai besar itu tinggal satu famili dari ibuku, kenapa setiap pergi ke seberang bersama ibu aku merasa telah pergi jauh menembus “guntur” besar di bawah deras air dibawah perahu rakit bambu, aku selalu merasa telah menaklukan batu-batu besar yang menekan setiap tidur malamku, yang dibuat oleh orang-orang seberang.

Di musim kemarau, tak ada hujan di atas genting rumahku, tak ada guntur lagi aku pergi sendiri mendatangi sungai besar itu, sungai itu penuh batu-batu besar yang kering, air hanya setinggi mata kakiku.

Aku bisa menyeberangi sungai itu tanpa perahu, melompat dari punggung batu ke punggung batu yang lain, ikan-ikan kecil membuat jalan-jalan kecil di bawah kakiku. Tetapi ikan-ikan itu milik orang sebrang yang membuat guntur juga, aku hanya diam di punggung batu, dan perahu bambu juga diam di ujung sebrang.

Waktu-waktu yang lain aku selalu di situ, di punggung batu, mandi dan menjemur bajuku di punggung batu, aku bahkan seperti duduk di punggung kerbau yang sedang menyusuri sungai untuk migrasi ke negeri seberang.

 

12 April 2007
h a n a f i

 

galeri:
orang negeri seberang

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Tags