<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>siswa &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/siswa/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "siswa"</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 22:59:36 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[percobaan]]></title>
<link>http://kado35.wordpress.com/?p=4</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 14:31:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>smpm35</dc:creator>
<guid>http://kado35.wordpress.com/?p=4</guid>
<description><![CDATA[ini adalah posting pertama yang isinya percobaan
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>ini adalah posting pertama yang isinya percobaan</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tahun Ajaran 2008/2009, Siswa Kejuruan Lebih Banyak]]></title>
<link>http://silentboys.wordpress.com/?p=71</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 12:57:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>silentboys</dc:creator>
<guid>http://silentboys.wordpress.com/?p=71</guid>
<description><![CDATA[Siswa lulusan tingkat pertama tahun ajaran 2008/2009 ini lebih cenderung mengambil sekolah lanjutan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Siswa lulusan tingkat pertama tahun ajaran 2008/2009 ini lebih cenderung mengambil sekolah lanjutan kejuruan dibandingkan dengan sekolah umum, hal itu karena jumlah siswa yang mengambil di sekolah kejuruan tahun ajaran 2008/2009 ini sangat meningkat, baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Tangerang.</p>
<p>Kepala SMKN 1 Panongan <strong>Drs Jamas Sopiandi, M.Pd</strong> mengungkapkan, siswa yang mendaftar di sekolah SMKN 1 Panongan, Panongan, Kab. Tangerang pada tahun 2008/2009 mencapai 738 orang, dibuka sejak bulan Juni 2008. Sedangkan tahun ajaran 2007/2008 lalu hanya mencapai 600 orang di berbagai program keahlian yang meliputi, teknik listrik pemakaian, teknik elektronika industri, teknik pendingin dan tata udara hingga teknik komputer dan jaringan."Memang tahun ajaran 2008/2009 ini yang mendaftar disini membeludak sekali dibandingkan tahun yang lalu," kata Jamas.</p>
<p>Jamas menambahkan, wilayah Tangerang ini merupakan wilayah kawasan industri, oleh karena itu masing-masing perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan atau keterampilan yang lebih seperti, kemampuan menganalisa listrik untuk perusahaan, kemampuan membubut, mengelas hingga merakit benda yang ada diperusahaan yang dikelolanya.</p>
<p>"Kami memberikan metode pembelajaran ilmu pendidikan kepada siswa ini dengan cara bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Tangerang. Lanjutnya, semua kemampuan siswa yang mengambil program keahlian itu diberikan arahan sesuai perusahaan misalkan, perusahaan yang mengelola keahlian instalansi listrik, maka siswa diberikan arahan sesuai dengan program keahlian listrik," tambahnya.</p>
<p>Ditempat terpisah salah satu praktisi pendidikan STIE LEPISI Tangerang <strong>Roberto Tomahuw, SE, MM </strong>mengungkapkan, kemampuan siswa kejuruan dengan siswa sekolah umum tersebut memang sangat berbeda sekali. Pasalnya, siswa kejuruan diberikan program keahlian sesuai dengan jurusan. Oleh karena itu siswa lulusan kejuruan memiliki daya saing bekerja lebih unggul dibandingkan dengan lulusan sekolah umum bagi masing-masing perusahaan.</p>
<p>"Sesuai dengan keinginan atau keputusan masing-masing perusahaan untuk menarik tenaga kerja yang memiliki kualitas yang lebih, saya menyarankan kepada masing-masing sekolah kejuruan itu harus memberikan metode pembelajaran pendidikan berkualitas untuk persaingan era globalisasi," kata Roberto.</p>
<p>Kepala Seksi SMK Kabupaten Tangerang, <strong>Wahyono</strong> menambahkan, potensi kemampuan siswa lulusan kejuruan dengan siswa lulusan sekolah umum bisa dikatakan lebih menguntungkan siswa lulusan kejuruan. "Saya yakin siswa lulusan kejuruan itu lebih mudah diterima kerja yang sesuai dengan program keahlian yang telah diambil siswa tersebut, dan selain itu, siswa lulusan kejuruan tersebut akan melakukan usaha sendiri seperti, buka bengkel kendaraan, seorang teknisi komputer, seorang listrik hingga seorang teknisi elektonik," kata Wahyono.</p>
<p>Sementara menurut salah satu siswa lulusan SMPN 3 Cikupa, Cikupa, Kabupaten Tangerang, <strong>Wahyudin </strong>Aliansyah membenarkan bahwa siswa lulusan kejuruan itu memiliki keterampilan yang berbeda dengan lulusan sekolah umum, karena siswa yang mengambil sekolah umum tidak bisa melakukan sesuatu seperti, elektronik, mesin kendaraan hingga instalansi listrik.</p>
<p>"Saya sudah mendaftarkan diri di sekolah kejuruan, karena saya ingin bisa merancang atau merakit kendaran sepeda motor," kata Wahyudin.</p>
<p>Source : http://www.serpongkita.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Google Code Jam: Kompetisi coding bagi programmer profesional dan pelajar]]></title>
<link>http://solommon.wordpress.com/?p=79</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 12:44:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>solommon</dc:creator>
<guid>http://solommon.wordpress.com/?p=79</guid>
<description><![CDATA[Google Code Jam adalah kompetisi coding bagi programmer professional dan pelajar. Pada kompetisi itu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">Google Code Jam</span> adalah kompetisi coding bagi programmer professional dan pelajar. Pada kompetisi itu peserta diminta untuk memperbaiki algoritma yang kompleks pada waktu yang terbatas. Peserta bebas memilih bahasa pemrograman yang disukai.</p>
<blockquote><p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Artikel selengkapnya bisa Anda temukan di: --&#62;<a href="http://momonsolommon.blogspot.com/2008/07/google-code-jam-kompetisi-coding-bagi.html">Google Code Jam: Kompetisi coding bagi programmer profesional dan pelajar</a></strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LOMBA BAHASA JAWA]]></title>
<link>http://kebumensatu.wordpress.com/?p=99</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 10:44:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>SD N 1 KEBUMEN</dc:creator>
<guid>http://kebumensatu.wordpress.com/?p=99</guid>
<description><![CDATA[
ARUM ASOKA RINI mewakili SD N 1 Kebumen dalam lomba Bahasa Jawa, pada tanggal 29 Juni 2008 kemarin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kebumensatu.wordpress.com/files/2008/07/dsc00572.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-100" src="http://kebumensatu.wordpress.com/files/2008/07/dsc00572.jpg?w=225" alt="" width="154" height="202" /></a></p>
<p><strong>ARUM ASOKA RINI</strong> mewakili SD N 1 Kebumen dalam lomba Bahasa Jawa, pada tanggal 29 Juni 2008 kemarin Arum berhasil meraih <strong>Juara pertama</strong> pada saat lomba tingkat Kecamatan Kebumen.</p>
<p>Dua hari kemudian Arum mewakili Kecamatan Kebumen di tingkat Kabupaten. Lomba dilaksanakan di Hotel Candisari Karanganyar Kebumen. <strong>Arum berhasil meraih Juara Ke 2 tingkat Kabupaten.</strong></p>
<p><a href="http://kebumensatu.files.wordpress.com/2008/07/foto3991.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-102" src="http://kebumensatu.wordpress.com/files/2008/07/foto3991.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SISWA]]></title>
<link>http://dikbudtakengon.wordpress.com/?p=174</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 06:00:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abd. Rahman, ST</dc:creator>
<guid>http://dikbudtakengon.wordpress.com/?p=174</guid>
<description><![CDATA[JUMLAH SISWA SELURUHNYA
 





 NO


Jenjang


Jumlah




1


TK/RA


2,718




2


SD/MI


26,207]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">JUMLAH SISWA </span></span></strong><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">SELURUHNYA</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<div>
<table class="MsoTableList1" style="width:205.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="274">
<tbody>
<tr style="height:15.05pt;">
<td style="border-right:#ece9d8;border-top:teal 1.5pt solid;background:silver;border-left:teal 1pt solid;width:39.4pt;border-bottom:#ece9d8;height:15.05pt;padding:0 5.4pt;" width="53" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Tahoma;"><span> </span></span></strong><strong><span style="font-family:Tahoma;">NO</span></strong></span></p>
</td>
<td style="border-right:#ece9d8;border-top:teal 1.5pt solid;background:silver;border-left:#ece9d8;width:96.8pt;border-bottom:#ece9d8;height:15.05pt;padding:0 5.4pt;" width="129" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Tahoma;">Jenjang</span></strong></span></p>
</td>
<td style="border-right:teal 1pt solid;border-top:teal 1.5pt solid;background:silver;border-left:#ece9d8;width:69.2pt;border-bottom:#ece9d8;height:15.05pt;padding:0 5.4pt;" width="92" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Tahoma;">Jumlah</span></strong></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:8.75pt;">
<td style="border-right:#ece9d8;border-top:#ece9d8;border-left:teal 1pt solid;width:39.4pt;border-bottom:#ece9d8;height:8.75pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="53" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">1</span></span></p>
</td>
<td style="width:96.8pt;height:8.75pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0 5.4pt;" width="129" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">TK/RA</span></span></p>
</td>
<td style="border-right:teal 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:69.2pt;border-bottom:#ece9d8;height:8.75pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="92" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">2,718</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:12.75pt;">
<td style="border-right:#ece9d8;border-top:#ece9d8;background:silver;border-left:teal 1pt solid;width:39.4pt;border-bottom:#ece9d8;height:12.75pt;padding:0 5.4pt;" width="53" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">2</span></span></p>
</td>
<td style="background:silver;width:96.8pt;height:12.75pt;border:#ece9d8;padding:0 5.4pt;" width="129" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">SD/MI</span></span></p>
</td>
<td style="border-right:teal 1pt solid;border-top:#ece9d8;background:silver;border-left:#ece9d8;width:69.2pt;border-bottom:#ece9d8;height:12.75pt;padding:0 5.4pt;" width="92" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">26,207</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:7.75pt;">
<td style="border-right:#ece9d8;border-top:#ece9d8;border-left:teal 1pt solid;width:39.4pt;border-bottom:#ece9d8;height:7.75pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="53" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">3</span></span></p>
</td>
<td style="width:96.8pt;height:7.75pt;background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0 5.4pt;" width="129" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">SMP/MTs</span></span></p>
</td>
<td style="border-right:teal 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:69.2pt;border-bottom:#ece9d8;height:7.75pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="92" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">9,844</span></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:10.35pt;">
<td style="border-right:#ece9d8;border-top:#ece9d8;background:silver;border-left:teal 1pt solid;width:39.4pt;border-bottom:teal 1.5pt solid;height:10.35pt;padding:0 5.4pt;" width="53" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">4</span></span></p>
</td>
<td style="border-right:#ece9d8;border-top:#ece9d8;background:silver;border-left:#ece9d8;width:96.8pt;border-bottom:teal 1.5pt solid;height:10.35pt;padding:0 5.4pt;" width="129" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma;">SMA/MA/SMK</span></span></p>
</td>
<td style="border-right:teal 1pt solid;border-top:#ece9d8;background:silver;border-left:#ece9d8;width:69.2pt;border-bottom:teal 1.5pt solid;height:10.35pt;padding:0 5.4pt;" width="92" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-family:Tahoma;"><span style="font-size:small;">8,457</span></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kegiatan Akhir Tahun SD Internasional Bani Hasyim]]></title>
<link>http://sdbanihasyim.wordpress.com/?p=106</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 07:51:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>sdbanihasyim</dc:creator>
<guid>http://sdbanihasyim.wordpress.com/?p=106</guid>
<description><![CDATA[Setelah Ujian Akhir Semester 2 berakhir, SD Bani Hasyim mengajak santri-santrinya untuk bermain bers]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Ujian Akhir Semester 2 berakhir, SD Bani Hasyim mengajak santri-santrinya untuk bermain bersama. kegiatan ini merupakan kegiatan refreshing untuk menyegarkan kembali otak dan psikologis anak setelah sekian lama bergelut dengan buku-buku pelajaran yang setiap hari harus dipelajari dan dipahami.</p>
<p>Kegiatan tersebut antara lain:</p>
<ul>
<li>Kelas 1 dan kelas 2, studi tour ke Kebun Raya Purwodadi</li>
<li>Kelas 3 melakukan olahraga renang di kolam renang SD Internasinal Bani Hasyim yang representatif</li>
<li>Kelas 4 dan 5, kegiatan Kampung Rakyat (mengenal berbagai permainan daerah+makanan tradisionalnya) di bumi perkemahan SD Bani Hasim. Permainan daerah yang dimainkan dalam kegiatan ini anatar lain gobak sodor, kelereng, petak umpet, enggrang, dll. makanan tradisionalnya yaitu gethuk, singkong rebus, gatot, urap-urap, dll. Selain itu juga diadakan kegiatan renungan, sehingga santri-santri dilatih untuk introspeksi diri bagaimana dirinya selama satu tahun melakukan kegiatan sekolah dan kesehariannya di lingkungan tempat tinggalnya.</li>
</ul>
<p>Kegiatan akhir tahun untuk menutup tahun pelajaran 2007/2008 ini mendapat antusiasme dari semua pihak, tak hanya santri dan guru yang mengikuti tetapi wali santri pun juga turut serta dalam berbagai kegiatan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[saat gue mesti ambil rapot? Oh,sh*t!]]></title>
<link>http://bayusaja.wordpress.com/?p=175</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 12:27:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>bayusaja</dc:creator>
<guid>http://bayusaja.wordpress.com/?p=175</guid>
<description><![CDATA[libur tlah tiba..
libur tlah tiba..
(tasya versi minta²)
Ohya, ngambil rapot ternyata membosankan y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>libur tlah tiba..<br />
libur tlah tiba..</em><br />
(tasya versi minta²)</p>
<p>Ohya, ngambil rapot ternyata membosankan ya. Gue ditugaskan nyokap untuk ngambilin rapor adek di sekolahnya. Adek gue tu SMA dan baru mo naek kelas 3 nih. Sebenarnya sih gue ga mao, kenapa? Karena, masa gue seeh??! Gila ja, tampang masih keren gini, masa disamain ma bapak² yang mao ambil rapot anaknya. Samprit, kesal abiz!<br />
Tapi ga pa pa, lagian nyokap sibuk. Fajar, adek gue yang SD mo disunat hari itu juga.Hihihi...seperti udah budaya, gue takut²in fajar dengan cerita² horor tentang dunia persunatan. Sedikit mistis dan berbau kanibalisme terhadap si "burung". Biasa, cerita dari senior ke junior. Gue juga dulu sebelum disunat, rada ngeri tuh karena sebelumnya dah dengar cerita² pahit penuh perjuangan dari kakak yang "burung"-nya udah dipotong duluan.<br />
Ga banyak yang gue bagi, cuman tentang "kepala" burung yang kalo ga bisa dipotong dengan cara burungisme, terpaksa harus dipenggal dengan paksa dan merajalela, yaitu dengan pedang, kampak, pisau atau sejenisnya (pohon kaktus, pecahan kaca dan gergaji besi).</p>
<p><!--baca dongkz--></p>
<p><a href="http://bayusaja.wordpress.com/files/2008/07/dsc00039.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-177" src="http://bayusaja.wordpress.com/files/2008/07/dsc00039.jpg?w=224" alt="" width="126" height="169" /></a></p>
<p><strong>dah sunat, mana bisa loncat!</strong></p>
<p>Oke, kembali ke masalah rapot. Jadilah, gue dengan keterpaksaan ke sekolah adek gue. Gue sengaja pake kemeja, celana jeans, dan rambut ga dibediriin. Pokoknya, rapi banget. Yah, mana tau tu sekolah mo cari guru silat. Gue siap!GUE SIAP!!(iye,gue juga kaga tau hubungan apa!). Atau, mana tau ada siswi yang kecantol dengan muke gue. Ga bakal!Oo,ya udah deh.<br />
Sesampe di sekolah tersebut, gue males masuk. Seperti biasa, waktu gue ambil rapot dulu, gue tau persis apa yang dilakukan pihak sekolah melalui wali kelas, yaitu "ceramah" berisikan nominal² angka yang harus dikeluarkan nantinya pada saat pengambilan rapot. Sesekali diselingi tentang prestasi si siswa juga. Hehehehe<br />
Gue cuman manyun di luar. Menatap dari bingkai jendela kaca kelas tersebut. Sedang apa mereka. Sepertinya, ibu yang berdiri di depan itu semangat bener. Lagi demo yak ?</p>
<p>"<em>ayo..bapak² dan ibu² sekalian, mari kita tingkatkan prestasi dan mutu pendidikan anak didik kita, ngomong-ngomong anak kita sudah dibagikan kalender dan harga kalender tersebut sebesar Rp 10.000</em>"</p>
<p>Setelah selesai berorasi. Ibu berpostur pendek, gemuk dan item tersebut  duduk. Cape ya? Hihihi..nah, inilah saatnya gue masuk. Baca doa dulu, biar ga dikira gue salah masuk. Kan ga cihuy aja, kalo tiba² ada yang nyetop trus ngomong gini, "dek..dek..gudang yang mau dibongkar ada di sebelah sana, KELUAR! ". Tengsin gue!<br />
Sukses, gue duduk. Pilih bangku paling belakang aja ah.</p>
<p>5 menit..10 menit..45 menit.. nama adek gue kepanggil. Spontan gue langsung berdiri, "hader!" (sumpah, semangat bener). Astagfiruloh, tiba² aja si ibu guru bilang gini, "eh, adek baru datangkan? Ntar, belakangan..". Ngik! Sial, apa²an tuh. Untung gue manusia yang penyabar dan lucu (mang apa hubunganya). Okelah buk, gue duduk lagi.<br />
Gue duduk aja manyun, sabaar..sabaar. Monyet! Ada ibu² yang baru datang, masuk trus langsung ke meja guru. Grrr..pasti ada apa apanya ini. Ternyata bener, tapi gue, masih mencoba sabar. Fyuu..<br />
Kuda!(tadi monyet) tiba² aja jadi banyak bermunculan ibu² yang ga sabar banget kepingin ngambil rapot anaknya. Mereka berdiri, trus bilang "saya buk..anak saya..ANAK SAYA.. " wah gila, semua panik. Semua panik! Gue udah lumutan nih dari tadi duduk termangu dalam penantian. Oh, rembulan. Kirimkan cahayamu... cinta... (apa sih)</p>
<p>Akhirnya..(back sound : indonesia raya - wr supratman). Argh, ngaruh koq.</p>
<p>Gue berdiri. Ga lupa pasang muke serem dikit dan bernuansa mengancam, " awas ya, kalo ga giliran gue, GUE KAWININ LUNA MAYA!! " (jangan heran! Ini nyata) Wakakakakakak..<br />
Daradam..daradam..Suara langkah gue terdengar paten dan mantap. Suatu pijakan yang pasti dari seorang Bayu. Luar biasa para hadirin. LUAR BIASA!!! kita kembali ke studio 6 rcti.</p>
<p>Seperti gue udah mulai esmosi banget nih. Gue sampai di meja perundingan tersebut. Rasanya lamaa banget. Langkah demi langkah gue tata dari bangku belakang ke meja depan tersebut. Hikz.</p>
<p>" bu, giliran saya kapan bu "<br />
" ... "<br />
" bu, dengar ga bu apa yang saya bilang ? "<br />
" ... "</p>
<p>Anjrit! Gue dicuekin abis. Sepertinya tragedi cuek mencuek di UNP kembali terjadi. Fyuu..apa daya. Pokoknya jangan salahkan diriku jika nanti terjadi apa-apa dengan anakmu *kyk sinetron ja ya*</p>
<p>" buu..buuk... " (pake irama, mungkin dangdut)<br />
" .... " (Padahal gue udah nyindir dia, masih aja ga ngaruh)<br />
" buk, apa-apaan sih buk, saya wali dari salah satu siswa disini "<br />
" mungkin ada orang tua yang udah nunggu dari tadi, silahkan kedepan " (sumpah, gue ga dianggap banget nih)</p>
<p>Mo duit ? Nih gue kasih. Loe minta 10.000 gue kasih 50.000. Apa tampang gue miskin banget ya. Tapi, untuk hal tersebut mestinya dalam dunia pendidikan ga ada diskriminasi. Apa karena muda ? Terus diacuhkan saja. Apa loe cari muka didepan orang² yang selama  ini memberikan sebagian dari gaji mereka untuk buku-buku yang kalian jual ? Persetan dengan semuanya. Setan, kuntilanak, jailangkung, pulau hantu, hantu ambulance (lho koq malah nyebutin nama film horor)</p>
<p>" bu, jadi bener nih saya ga dianggap disini "</p>
<p>(seisi ruangan hening..) "ga sopan banget ni anak" , mungkin orang tua yang laen berpikiran demikian. Kaga peduli!!</p>
<p>" eh, iya.. jangan didesaklah " (akhirnya guru tersebut menyadari ancaman marabahaya yang akan datang padanya,kalo saja...)</p>
<p>" desak apaan buk, saya ngomong halus. Sama kayak orang tua lainya, yang ga ngerti aturan dari budaya antri! " (wuih, ni mulai memanas nih )</p>
<p>" ... " (takut)</p>
<p>Akhirnya, rapot adek gue dikasih juga. Gue cuman tinggal bayar, trus rapot dapat. Ga ada obrolan , karena nilai adek gue bagus semua. Nah lho, dimana lama nya sih. Koq gue bisa nunggu sampe 2 jam. Bener-bener udah ga aman nih. Huuf...<br />
Btw, si ibu kaga berani natap gue..hihihi,maaf de buuk..</p>
<p>NB : hikz..besok mo ujian nih, feluang kedua ikut SPMB (atau afalah namanya yang laen).. doain ya ^_^</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kabar dari Waghete - Rm Mardi Santosa SJ]]></title>
<link>http://ratnaariani.wordpress.com/?p=485</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 04:27:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
<guid>http://ratnaariani.wordpress.com/?p=485</guid>
<description><![CDATA[
Sejak akhir Mei romo Mardi Santosa SJ berkarya di waghete, sebuah desa di pedalaman Nabire. Saya me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><em>Sejak akhir Mei romo Mardi Santosa SJ berkarya di waghete, sebuah desa di pedalaman Nabire. Saya mengenal romo Mardi yang sangat peduli dengan pertanian rakyat sejak di desa Danan Wonogiri yang sering kesulitan air. Berikut saya sertakan kabar terakhir dari romo Mardi agar menjadi doa kita bersama serta membangun rasa solidaritas umat beriman.</em></div>
<div><a href="http://ratnaariani.wordpress.com/files/2008/06/waghete_rm-mardi-bersama-2-katekis.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-486" src="http://ratnaariani.wordpress.com/files/2008/06/waghete_rm-mardi-bersama-2-katekis.jpg?w=225" alt="" width="181" height="241" /></a></div>
<div>Dear ibu Ratna sekeluarga,</div>
<div>Sekarang saya ditugaskan di pedalaman Papua, tepatnya di paroki Waghete. Belum ada listrik, telpon dan jalan aspal. Air saja kami harus puas dengan air hujan. Daerah amat dingin, dan tiap hari turun hujan. Untuk mencapai daerah ini dari kota Nabire bisa ditempuh dengan jalan darat. Dalam keadaan normal, mobil penumpang bisa mencapainya dalam 15-20 jam, sedang untuk angkutan barang bisa jauh lebih lama. Selain itu bisa juga ditempuh dengan menggunakan pesawat jenis twin otter atau pilatus, mendarat di kota Enarotali dan dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan umum bisa mencapai tempat ini.</div>
<p>Sore ini saya tiba di Nabire, maka bisa kirim email. Saya turun untuk berobat, karena saya diserang sejenis kutu yang dalam bahasa setempat namanya DIDIPA. Kutunya kecil, keras, berwarna hitam dan meloncat kesana-kemari. Disemprot hit juga tidak mati. Luka yang ditinggalkan kemudian melepuh, terasa panas dan dari hari ke hari semakin besar. Tadi siang langsung ke dokter dan sudah mendapatkan obatnya. Binatang ini munculnya pada musim-musim tertentu, dan sekarang sedang akan mewabah. Semoga segera mendapat penanganan dari puskesmas. Sebenarnya saya ingin menggunakan transportasi darat, namun karena jalan yang menghubungkan Paniai dsk (termasuk Waghete) dengan Nabire terputus sejak berapa waktu yang lalu, maka arus transportasi barang dan manusia melalui jalan darat amat terganggu. Truk-truk banyak menumpuk di jalan yang rusak, dan bisa lebih dari dua minggu menunggu untuk bisa lewat. Tak pelak lagi di beberapa daerah seperti Enarotali, Waghete, Moenamani, Eupoto, dll terjadi kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok seperti: sembako, bensin, minyak tanah, dll. Khusus di Waghete, sudah lima hari ini tidak ada lagi beras dan bensin, sementara barang-barang kebutuhan yang lain semakin menipis.</p>
<p>Beberapa hari sebelum barang benar-benar langka di pasaran, harga barang-barang tersebut sudah amat mahal. Sebagai contoh harga bensin sudah mencapai Rp. 35.000,00/ltr, Raskin sudah Rp. 15.000,00/kg. Harga barang-barang lain setali tiga uang. Tiga hari yang lalu beberapa umat sedang mendiskusikan jalan keluar atas krisis ini. Salah satu ide yang muncul adalah mencarter pesawat AMA milik missi untuk mengangkut bensin dan beras dari Nabire, namun akhirnya dibatalkan karena untuk pesawat jenis pilatus yang hanya berani membawa barang sekitar 700 kg, beaya yang harus dibayar konon tidak kurang dari 10 juta rupiah. Syukur bahwa mayoritas masyarakat asli masih bisa bertahan dengan ubi dan talas. Hanya masyarakat pendatang dan penduduk asli yang sudah bergaya sebagai pendatang (makan nasi) sudah mulai kelimpungan.</p>
<p>Kendaraan umum (jenis kijang) yang menjalani rute Enarotali - Waghete yang biasa melintas tiap hari Senin, Rabu dan Jumat, dalam keadaan normal sehari bisa sekitar 10 kendaraan yang masuk dan keluar Waghete, namun saat ini terasa berkurang cukup drastis. Beberapa sopir yang ditemui mengatakan, jika dalam minggu ini tidak ada pasokan bensin dari Nabire, maka sebagian besar kendaraan bermotor akan dengan sendirinya berhenti menggelinding di beberapa daerah yang pasokannya tergantung dari Nabire. Karena tadi sudah menunggu sekitar 3 jam tidak ada kendaraan melintas, maka saya tadi menggunakan motor pastoran dari Waghete menuju Enarotali. Bak seorang crosser saya menyusuri jalan berlumpur dan banjir masih tersisa disana sini. Dari Enarotali saya melanjutkan perjalanan dengan pesawat jenis twin otter, yang selain mengangkut manusia juga mengangkut babi, itik dll.</p>
<p><a href="http://ratnaariani.wordpress.com/files/2008/06/waghete_-mama-di-depan-rumah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-487" src="http://ratnaariani.wordpress.com/files/2008/06/waghete_-mama-di-depan-rumah.jpg?w=287" alt="" width="218" height="166" /></a>Kemarin siang ada beberapa ibu-ibu datang ke pastoran, bertanya apa bisa membeli beras dari pastoran? Bruder Norbert yang mengurusi rumah tangga pastoran menjawab bahwa beras juga amat tipis dan selama ini penghuni pastoran hanya membeli beras jatah para guru SD yang tidak mereka ambil. Bruder menyarankan agar ibu-ibu itu mendatangi rumah para guru SD tersebut, siapa tahu mereka masih menyimpan beras.<br />
Saya kira inilah salah satu akibat dari gagasan/konsep kesejahteraan yang kebablasan. Orang-orang pedalaman papua yang makanan pokoknya adalah ubi dan talas, dikondisikan untuk menggantinya dengan beras yang tidak pernah mereka tanam. Nah ketika mereka sudah terbiasa dengan beras dan sekarang mengalami krisis pangan seperti ini, beberapa dari mereka sudah susah untuk diajak berbalik makan ubi dan talas. Memang makan nasi terasa jauh lebih enak daripada makan ubi. Saya makan ubi rebus beberapa hari saja perut terasa sebah, mulas dan tidak nyaman, dan yang lebih parah adalah kentut tak pernah henti, he.. Namun talas jauh lebih enak, karena lebih nyaman di perut daripada beras jatah PNS di pedalaman papua, bapak bisa dibayangkan sendiri lah.<br />
<strong><br />
Berita kelulusan:</strong><br />
Saya tidak tahu apakah ini berita duka atau berita gembira. Para siswa dari SMP Negeri maupun SMP Katolik Waghete semua dinyatakan lulus. Saya sendiri meragukan akan hasil ini, dalam arti kemurnian nilainya. Lha membaca saja tidak lancar, untuk bidang studi matematika mereka belum lancar pada operasi perkalian, pembagian serta operasi untuk bilangan-bilangan negatif serta pecahan, he. ya sudahlah itu urusan mereka yang berwenang disitu. Bukan hal luar biasa bila kami mendengar komentar miring, bahwa banyak rekayasa dalam pengejaan soal UAN. SMA yang ada di waghete juga meluluskan semua siswanya, hebat kan? Entah yang pinter gurunya, entah siswanya entah siapa lagi, yang jelas mereka semua lulus. SMA ini beberapa tahun yang lalu mulai meluluskan siswanya, dan yang masih dikenang sampai sekarang, ketika meluluskan siswa angkatan pertama, ada siswa yang sudah mempunyai tiga orang anak, hebat kan? Saya angkat jempol untuk SMA Negeri I Biak Numfor yang kelulusannya adalah nol (0) % alias tidak ada yang lulus. Dan itu pasti nilai murni dari anak-anak. Kejujuran dalam bidang pendidikan rasanya semakin jauh panggang dari api, maka siap-siap saja bahwa mereka nanti bila sudah menjadi petinggi juga akan meneruskan tradisi KORUPSI HATI NURANI. Untuk merayakan sukses besar kelulusan ini (dimana kelulusan 100% konon amat jarang terjadi) mereka dan sebagian warga berpawai sambil berlari bolak-balik di sepanjang jalan utama Waghete yang jaraknya sekitar 2 km. Mereka berteriak-teriak dengan pakaian seadanya yang sudah bercampur lumpur. Teriakan bak kemenangan perang bergema sejak diumumkan pada jam 12 siang dan baru berhenti pada jam 5 sore.<br />
<strong><br />
Berita kesehatan:</strong><br />
Wabah kolera sudah dapat ditanggulangi di beberapa daerah. Masalah pokoknya adalah kurangnya pengertian warga masyarakat untuk hidup sehat. Pergi ke mana-mana tanpa alas kaki, maka penyakit cacingan menjadi hal yang terjadi di mana-mana. Beberapa kali saya melihat dengan mata kepala sendiri, ada warga masyarakat yang langsung meminum dari air selokan. Rumah mereka juga tidak sehat. Tidak ada kamar, meja kursi dll. Babi kadang juga masuk di dalam rumah. Karena suhu udara amat dingin, maka mereka memasang tungku di tengah ruangan. Kaki-kaki mereka didekatkan pada tungku agar tidak kedinginan. Akibatnya selain kaki sering terbakar juga penyakit infeksi saluran pernafasan menjadi hal yang biasa.<br />
Jika ada teman-teman yang berminat pada SARANG SEMUT, yang konon dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kanker dll, silahkan kontak kepada saya. Anak-anak sedang giat mencari dan mengolah barang ini. Artikel untuk sarang semut ini bisa bapak dapatkan di majalah Trubus atau menjelajah dunia maya internet. Di waghete sekarang ada wartel yang konon menggunakan koneksi satelit, maka beaya juga amat mahal.<br />
Karena koneksi internet amat lambat dan juga mahal, maka saya berharap  tidak dikirimi berita disertai attachment yang memuat file besar, sering putus di jalan, he…</p>
<p>Saling doa dari jauh ya, agar apa yang kita lakukan dan perbuat kian berkenan di hadapan Tuhan dan berguna bagi sesama.</p>
<p>Salam dan doa<br />
Mardi Santosa, SJ</p></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mobil Polisi Tabrak Mahasiswa]]></title>
<link>http://rudyhilkya.wordpress.com/?p=425</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 14:32:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>rudyhilkya</dc:creator>
<guid>http://rudyhilkya.wordpress.com/?p=425</guid>
<description><![CDATA[Breaking ! Glass !
Pada siaran Insert sore di TransTV pukul 18.30 tadi senja, saya menonton berita t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Breaking ! Glass !</p>
<p>Pada siaran Insert sore di TransTV pukul 18.30 tadi senja, saya menonton berita tersebut dimana <strong>mobil <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121804/korban-tabrak-mobil-polisi-belum-sadarkan-diri">patroli polisi dengan sengaja menabrak seorang pendemo</a></strong><a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121804/korban-tabrak-mobil-polisi-belum-sadarkan-diri"> <strong>yang mengacung-acungkan tongkat</strong> di <strong>tengah jalan tol</strong></a>. :evil:  Kejadian tersebut serta-merta memicu kemarahan beberapa rekannya atau warga yang murka melihat tindakan anarkis oknum polisi tersebut.  Kabarnya pendemo ini adalah mahasiswa IAIN Jambi yang bernama Arpi yang berkumpul di Jakarta dalam rangka demo besar-besaran mengepung gedung MPR/DPR menolak kenaikan harga BBM. Akibatnya korban mengalami patah tulang setelah terlempar lebih dari 10 meter dan membentur pinggiran jalan dengan tulang-tulang pasti remuk (dihantam dengan kendaraan berkecepatan minimal 80 km/jam)</p>
<p>Ditempat lain, <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121866/situasi-di-kampus-atma-jaya-kembali-normal">mahasiswa Atmajaya</a> di <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121815/bakar-ban-di-atma-jaya-30-bus-transjakarta-macet">Jakarta berdemo</a> hingga <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121855/jalan-sudirman-dibuka-sebagian-mahasiswa-balik-kanan">membakar sebuah mobil Avanza</a><a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121811/mobil-pelat-merah-dihancurkan-massa-di-atma-jaya"> </a>.. polisi cuma terbengong-bengong saja. Dan baru bisa menguasai keadaan setelah pukul 18.00 wib. Akibatnya beberapa <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121838/atma-jaya-bantah-mahasiswanya-demo-anarkis">mahasiswa </a>yang bertindak sebagai <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121850/polisi-amankan-10-mahasiswa-dari-atma-jaya">provokator ditangkap polisi berpakaian preman</a> (atau preman berpakaian polisi) atau Mahasiswa polisi atau polisi mahasiswa ? Mahasiswa mengaku polisi ? <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121813/pria-tegap-diduga-intel-diamankan-mahasiswa">Polisi mengaku mahasiswa</a> ?</p>
<p>Pertanyaannya apakah <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121782">mobil </a>itu direbut sengaja? Ataukah ada seseorang yang merelakan <a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/24/1/121811">mobilnya dibakar</a> supaya mendapatkan asuransi kecelakaan ? Padahal dalam pasal asuransi disebut force majeur kan ya ? mana ada diganti oleh perusahaan asuransi, kecuali brokernya sama sama mau dengan tidak menolak uang haram :lol:</p>
<p>Tunggu berita kilas selanjutnya di setiap channel televisi anda.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[To live and to Die @ LA – serial baru ]]></title>
<link>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=441</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 06:55:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>hmcahyo</dc:creator>
<guid>http://hmcahyo.wordpress.com/?p=441</guid>
<description><![CDATA[Alhamdulillah dah setaun saya ngeblog…
Tapi setelah saya pikir-pikir… kok saya saya ini nggak ad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah dah setaun saya ngeblog…<br />
Tapi setelah saya pikir-pikir… kok saya saya ini nggak adil banget… nggak pernah cerita tentang kota kelahiran saya.. yang dari kecil hingga sekarang saya tinggal di sana.. untuk itu mulai sekarang saya mau certia tetang my beloved hometown..</p>
<p>Tapi sayangnya cumin satu.. saya belum punya camdig… jadi belum bisa nampilin gambar-gambar dari kota saya yang indah… makanya saya undang khusus sahabat-sahabat saya: Pak Saiful, Pak Munir, Ustadz Abrar, Dito dan semuanya yang punya koleksi foto digital sekitar kegiatan dan pemandangan di kota kita bloeh dong saya kopi..</p>
<p>Oh iya LA kepanjangan dari Lawang … dan kebetulan nama LA ini dipakai sebagai nama jalur angkutan kota dari terminal Arjosari menuju Lawang…</p>
<p><a href="http://hmcahyo.wordpress.com/files/2008/06/jalan-ke-mendek23.jpg"><img src="http://hmcahyo.wordpress.com/files/2008/06/jalan-ke-mendek23.jpg?w=200" alt="" width="250" height="184" class="alignnone size-medium wp-image-446" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengumuman Nilai UN-SMP: 3.206 Siswa Gagal Lulus]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=497</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 22:48:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>hotelmalang</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=497</guid>
<description><![CDATA[
Angka kelulusan siswa SMP dan MTS di Malang Raya, benar-benar mencengangkan. Dari total 35.229 sisw]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft alignnone size-full wp-image-498" style="float:left;margin-left:7px;margin-right:7px;" src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/06/smp-lulus.gif" alt="wali murid resah menerima pengmuman kelulusan" width="372" height="256" /></p>
<p>Angka kelulusan siswa SMP dan MTS di Malang Raya, benar-benar mencengangkan. Dari total 35.229 siswa yang ikut dalam ujian nasional (UN), ada 3.206 siswa tidak lulus.<br />
Perinciannya, untuk Kota Malang, dari total peserta 11.642 siswa, ada 1.256 siswa yang tidak lulus. Di Kabupaten Malang, total 21.426 siswa, yang tidak lulus 1.798. Sementara di Kota Baru, ada 152 dari 2161 siswa yang tidak lulus.</p>
<p>Banyaknya siswa yang tidak lulus tersebut, semakin memperkuat indikasi kacaunya pengumuman kelulusan. Karena Dinas Pendidikan, sampai harus menunda beberapa kali pengumuman kelulusan.<br />
Awalnya kelulusan diumumkan pada 21 Juni, tapi kemudian mundur menjadi 24 Juni. Namun akhirnya, pengumuman kembali dilakukan pada Sabtu kemarin, bersamaan dengan pengumuman kelulusan SD.<br />
Tragisnya, untuk Kota Malang yang dikenal sebagai kota Pendidikan Internasional, angka kelulusannya cukup tinggi. Angka ketidaklulusan SMP, sebesar 1.053 siswa atau 10,01 persen dari total peserta UN SMP sebanyak 10.515.<!--more--></p>
<p>Sementara untuk MTS, prosentase ketidaklulusannya mencapai 18 persen dari total peserta 1.127 ada 203 yang tidak lulus. Angka ketidaklulusan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 8,8 persen.<br />
Bahkan satu sekolah rintisan bertaraf internasional (RSBI) yaitu SMPN 5 Malang, tahun ini harus rela menyisakan satu siswanya tidak lulus UN.</p>
<p>‘’Memang ada satu siswa kami yang tahun ini tidak lulus UN. Rata-ratanya hanya 18 koma saja. Dan kami akui keseharian yang bersangkutan memang kurang. Nilai Ujian Pengendali Mutu (UPM) SD buktinya memang tidak bisa menjadi jaminan,’’ ungkap Kepala SMPN 5 Malang, Drs Hadi Hariyanto MPd saat dikonfirmasi Malang Post di sekolahnya kemarin.</p>
<p>Yang lebih dramatis lagi adalah angka ketidaklulusan yang ada di sekolah-sekolah negeri yang cukup tinggi. Diantaranya di SMPN 7 dengan jumlah siswa tidak lulus mencapai 33 siswa, dan di SMPN 17 Malang dengan jumlah 51 siswa tidak lulus. Sementara itu hanya ada enam SMPN yang mampu meluluskan siswanya 100 persen. Padahal tahun lalu ada delapan SMPN yang bisa berhasil meluluskan seratus persen.</p>
<p>Sayangnya saat dikonfirmasi mengenai angka ketidaklulusan ini Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr HM Shofwan enggan memberikan komentarnya. Bahkan Disdik terkesan menutupi hasil perolehan siswanya dalam UN tahun ini.</p>
<p>‘’Maaf, belum bisa kami beritahukan berapa kelulusan SMP. Nanti saja setelah jam 12 siang ya, begitu pesan dari dinas,’’ ungkap Kepala SMPN 1 Malang Drs Burhanudin M.Pd ketika dihubungi Malang Post kemarin pagi.</p>
<p>Di Kabupaten Malang, angka kelulusan juga menurun. Yakni mencapai 91,14 persen di tingkat SMP. Berarti dari 21.426 peserta ujian negara, ada 19.528 siswa yang lulus.<br />
Angka ini meningkat dibandingkan UN tahun 2006 yang hanya 87,10 persen, akan tetapi menurun bila diperbandingkan dengan UN 2007 yang mencapai angka kelulusan 93,12 persen atau 20.108 siswa dari 21.593 perserta ujian.</p>
<p>‘’UN tahun 2008 ini, angka ketidaklulusan terbanyak di SMP Terbuka mencapai 60,73 persen atau 183 dari 466 peserta. Ini bisa dimaklumi, sebab siswa di SMP Terbuka hanya berlajar dua kali seminggu. Itu pun mereka sambil kerja atau tanpa kelengkapan modul pengajaran,’’ jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Drs Suwandi.</p>
<p>Dikatakan, siswa yang tidak lulus sebanyak 1.798 atau 8,39 persen dengan rincian dari total 64 sekolah SMP Negeri tidak lulus 254 atau 2,3 persen, 192 sekolah SMP Swasta tak lulus 1.361 atau 13,5 persen, dan di 27 sekolah SMP Terbuka tidak lulus sebanyak 183 atau 60,73 persen.<br />
Suwandi meminta, masyarakat jangan hanya melihat dari sisi prosentase kegagalannya saja. Tapi lebih kepada peningkatan mutu kelulusannya.</p>
<p>Di Kota Batu, tingkat kelulusan justru menurun dari tahun sebelumnya. Tahun ini, siswa yang lulus mencapai 92 persen lebih. Dari 2.161 siswa SMP yang mengikuti ujian nasional, 152 siswa dinyatakan tidak lulus.</p>
<p>Tahun lalu, jumlah siswa SMP yang tidak lulus mencapai 97 siswa dari 2240 siswa yang mengikuti UN atau prosentase kelulusannya mencapai 95 persen lebih.</p>
<p>‘’Tapi hasil ini cukup memprihatinkan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus melakukan evaluasi total terhadap hasil UN tahun ini. Tidak hanya di daerah, evaluasi secara total juga harus dilakukan Depdiknas terhadap sistem yang digunakan dalam UN,’’ kata Sekretaris Komisi C DPRD Kota Batu, Hariono.<br />
Dari 21 sekolah SMP di Kota Batu hanya empat sekolah yang berhasil meluluskan siswanya 100 persen antara lain, SMPN 1 Batu.</p>
<p>Sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Batu, Mistin MPd enggan berkomentar terhadap hasil kelulusan yang diraih pelajar Kota Batu tahun ini. Saat dikonfirmasi hal ini di Balaikota, Mistin memilih meninggalkan wartawan dan pergi dengan mobilnya. (oci/nov/aim/aim)<br />
(rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dokumentasi UASBN]]></title>
<link>http://sdn3bojonglopang.wordpress.com/?p=10</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 17:47:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>sdn3bojonglopang</dc:creator>
<guid>http://sdn3bojonglopang.wordpress.com/?p=10</guid>
<description><![CDATA[Tulisan ini untuk anda para pemerhati pendidikan dan pihak yang berkepentingan dengan SDN 3 Bojonglo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini untuk anda para pemerhati pendidikan dan pihak yang berkepentingan dengan SDN 3 Bojonglopang.</p>
<p>Ini adalah gambaran UASBN di Sekolah kami</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kelulusan]]></title>
<link>http://anoeri.wordpress.com/?p=50</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 15:16:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>anoeri</dc:creator>
<guid>http://anoeri.wordpress.com/?p=50</guid>
<description><![CDATA[Walaupun Telat Di Publish karena kesempatan menulis sedikit, untuk informasi kelulusan SMK Negeri 1 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Walaupun Telat Di Publish karena kesempatan menulis sedikit, untuk informasi kelulusan SMK Negeri 1 kawali Angkatan 2007/2008 adalah 100 %. kegiatan pelulusan di konsentrasikan di Mesjid dengan acara sujud syukur, siraman rohani dan pembagian surat tanda kelulusan.</p>
<p><a href="http://anoeri.wordpress.com/files/2008/06/img_0486.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-51" src="http://anoeri.wordpress.com/files/2008/06/img_0486.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Sujud Syukur adalah cerminan ungkapan rasa suka ci -<br />
ta  yang tiada terkira dari siswa - siswi SMK Negeri 1 kawali</p>
<p>Angkatan Ke 3 Teknik Mekanik Otomotif</p>
<p>Angkatan Pertama Teknik Komputer Jngan</p>
<p><a href="http://anoeri.files.wordpress.com/2008/06/img_0497.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-52" src="http://anoeri.wordpress.com/files/2008/06/img_0497.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Acara pembagian surat keterangan lulus dan penandatanganan surat perjanjian tidak akan curat - coret dan melakukan tindakan yang melanggar hukum paska kelulusan</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LOMBA BLOG PENDIDIKAN (Khusus yang punya account PLASA.COM)]]></title>
<link>http://azn360.wordpress.com/?p=136</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 09:38:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>azn360</dc:creator>
<guid>http://azn360.wordpress.com/?p=136</guid>
<description><![CDATA[“How Smart Are You?”
Sebuah tantangan bagi para guru, siswa maupun sekolah untuk  bisa ikut berp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“How Smart Are You?”</strong></p>
<p align="left">Sebuah tantangan bagi para guru, siswa maupun sekolah untuk  bisa ikut berpartisipasi dalam Blogfest2008 dengan tagline di atas. Dalam lomba ini dibagi menjadi 3 kategori yang sekaligus menentukan syarat peserta yaitu :</p>
<p align="left">1. Kategori<strong> Siswa</strong> setingkat SD, SMP dan SMU to be A “<strong><em>Smart Student</em></strong>“</p>
<p align="left">2. Kategori <strong>Pendidik/Guru</strong> setingkat SD, SMP dan SMU to be A “<em><strong>Smart Teacher</strong></em>“</p>
<p align="left">3. Kategori <strong>Sekolah</strong> setingkat SD, SMP dan SMU to be A “<em><strong>Smart School</strong></em>“</p>
<p align="left">Pada event ini, Anda sebagai siswa, sebagai guru maupun sebagai perwakilan sebuah sekolah akan dinilai ide, sharing knowledge, pengalaman dan ekspresi terkait kegiatan belajar mengajar.</p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Prasyarat</span></strong><span> <strong>peserta</strong> :</span></p>
<ol>
<li><span>Harus mempunyai account di plasa.com</span></li>
<li><span>Membuat blog menggunakan blog Plasa.com (</span><span>www.blog2.plasa.com)</span></li>
<li><span>Mendaftarkan blog tersebut dengan cara klik <a href="http://blog2.plasa.com/blogfestsemarang/daftar.php">DI SINI</a></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Metode Seleksi</span></strong><span> :</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span>Peserta di kelompokkan berdasarkan KORLIN DIKNAS JATENG</span>
<ol>
<li><span>KORLIN I : Semarang, Kendal, Salatiga, Grobogan, Demak, Pati Kudus, Jepara, Blora dan Rembang</span></li>
<li><span>KORLIN II : Surakarta, Kedu, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Magelang, Temanggung, Purwodadi, Kebumen, Wonosobo.</span></li>
<li><span>KORLIN III : Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Brebes, Tegal, Pekalongan, Batang, Pemalang</span></li>
</ol>
</li>
<li class="MsoNormal"><span>Dari keseluruhan Peserta tingkat KORLIN Jateng<span> </span>dipilih masing-masing<span> </span>5 blog terbaik per kategori untuk diikutkan dalam tahap FINAL.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Penjurian babak Final dilakukan untuk meperebutkan juara 1, 2, 3 per kategori tingkat DIKNAS Jawa Tengah.</span></li>
</ol>
<p><strong><span>Kriteria Penilaian &#38; bobot ( total nilai 110 )</span></strong></p>
<ol>
<li><span>Kualitas tulisan &#38; kesesuaian Tema (50)</span></li>
<li><span>Kreatifitas Design (30)</span></li>
<li><span>Keaktifan updating (20)</span></li>
<li><span>Diutamakan akses dari IP TELKOM ( TeNI, Speedy, PDN &#38; Astinet ). Bonus ( max 10)</span></li>
</ol>
<p>Kalau anda tertarik dapat mendaftar disini  <a href="http://blogfest2008.blog2.plasa.com/get-start/"><big><strong>GET START !</strong></big></a></p>
<p><strong>Penghargaan buat para pemenang</strong></p>
<p>Sesuai dengan aturan lomba, yang dimana nanti setiap peserta akan diseleksi di tingkat Datel, maka di pemenang tingkat Datel ini..</p>
<ul>
<li><strong>Smart Learning</strong> mendapatkan uang/barang senilai Rp.500.000,-</li>
<li><strong>Smart Teaching</strong> mendapatkan uang/barang senilai Rp.1.000.000,-</li>
<li><strong>Smart School</strong> mendapatkan uang/barang senilai Rp.1.500.000,-</li>
</ul>
<p>Nah, untuk para pemenang tingkat Datel akan diadu di tingkat Jateng/DIY, dimana nantinya akan diseleksi langsung oleh dewan juri yang berpengalaman. Tentunya akan memperebutkan hadiah yang lebih keren!</p>
<ul>
<li><strong>Smart Learning</strong>
<ol>
<li><strong>Juara Pertama</strong> akan mendapatkan uang / barang senilai Rp. 1.000.000,-</li>
<li><strong>Juara Kedua</strong> akan mendapatkan uang / barang senilai Rp. 750.000,-</li>
<li><strong>Juara Ketiga</strong> akan mendapatkan uang / barang senilai Rp. 500.000,-</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Smart Teaching</strong>
<ol>
<li><strong>Juara Pertama</strong> akan mendapatkan uang / barang senilai Rp. 1.500.000,-</li>
<li><strong>Juara Kedua</strong> akan mendapatkan uang / barang senilai Rp. 1.250.000,-</li>
<li><strong>Juara Ketiga</strong> akan mendapatkan uang / barang senilai Rp. 1.000.000,-</li>
</ol>
</li>
<li><strong>Smart School</strong>
<ol>
<li><strong>Juara Pertama</strong> akan mendapatkan uang / barang senilai Rp. 2.000.000,-</li>
<li><strong>Juara Kedua</strong> akan mendapatkan uang / barang senilai Rp. 1.750.000,-</li>
<li><strong>Juara Ketiga</strong> akan mendapatkan uang / barang senilai Rp. 1.500.000,-</li>
</ol>
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kejar Kualitas Bukan Kuantitas]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/?p=360</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 05:56:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>SAMAN UI</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/?p=360</guid>
<description><![CDATA[Minimnya angka persentase kelulusan Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Aceh Timur tahun ini, disebabka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Minimnya angka persentase kelulusan Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Aceh Timur tahun ini, disebabkan pendidikan di Aceh Timur lebih mengejar kualitas kelulusan bukan kuantitas. Tahun lalu, misalnya, tingkat kelulusan 80%, tapi tahun ini angka kelulusan UN hanya 61%.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal itu dikatakan Kadis Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Aceh Timur Agussalim kepada Medan Bisnis, Kamis (19/6) di ruang kerjanya. Menurutnya, persentase kelulusan itu merupakan angka objektif nilai UN siswa di Aceh Timur.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau tahun lalu memang kelulusan UN di Aceh Timur mencapai 80% lebih, tapi tahun ini saya mau nilai objektif kelulusan dan ternyata hanya 61%. Maka dengan demikian kita dapat melihat sisi mana dalam dunia pendidikan kita yang harus diperbaiki demi peningkatan mutu pendidikan kita ke depan,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Agussalim mengatakan, dirinya tetap akan membantu para siswa gagal UN yang 39 persen lagi dengan mengikutsertakan mereka (siswa gagal-red) dalam ujian penyetaraan yang akan digelar pada Rabu mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan dirinya juga siap membantu para siswa yang akan masuk ke perguruan tinggi bila memerlukan surat keterangan sedang ikut penyetaraan dari Dikjar. “Namun ini bila diminta oleh pihak perguruan tinggi tentunya,” ujar Agussalim lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu Agussalim menyebutkan, rendahnya mutu pendidikan di Aceh Timur selama ini tidak terlepas dari minimnya kucuran dana dari APBD bagi dunia pendidikan itu sendiri. Sehingga dengan dana yang minim tersebut, banyak langkah peningkatan mutu pendidikan yang jadi terkendala dan tidak dapat dilaksanakan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Namun demikian kita sudah bertekat tetap akan memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Timur dengan semaksimal mungkin, tentunya juga harus didukung oleh dana yang memadai serta didukung oleh semua pihak,” kata Agussalim.<strong>[<a href="http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=119483&#38;more=1#more119483">mbo</a>]</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Proyek PSB Gresik Online]]></title>
<link>http://prasetyo2008.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 20:33:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>prasetyo2008</dc:creator>
<guid>http://prasetyo2008.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Mengerjakan proyek PSB Gresik Online ternyata memberikan pengalaman tersendiri buat aku. Banyak masu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mengerjakan proyek PSB Gresik Online ternyata memberikan pengalaman tersendiri buat aku. Banyak masukan ilmu yang akau dapatkan, mulai dari improve di PHP, MySQL sekalian model pemrogrman aplikasi berbasis web dengan kinerja yang ringan, cepat dan hemat bandwith. Pengabdian juga aku tunaikan..... Salah satu Tri Dharma Perguruan tinggi. Semoga apa yang sudah aku tunaikan dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Alamatnya bisa anda coba di www.psb-gresik.com Inilah hasil karyaku bersama TIM di Quartindo. Posisi aku sebagai salah satu programmer PSB online (yang langsung diakses dari internet).</p>
<p>Tanggal 23 Juni 2008 adalah pengumuman penerimaan sekolah RSBI. Silahkan klik www.psb-gresik.com untuk melihat hasil penerimaan.</p>
<p>25 Juni 2008 :</p>
<p>Dari tanggal 24 Juni 2008 malam capek berat buat mem-fix-kan penentuan peringkat siswa yang mendaftar sekolah. Hari ini adalah keputusan hasil seleksi RSBI</p>
<p>26 Juni 2008 :</p>
<p>Hari ini beberapa report juga diminta oleh sekolah dengan bermacam model. Misalnya (kalo dari SMANSA) minta report <strong>siswa yang gagal dalam seleksi RSBI, tapi siswa tersebut juga tidak diterima di sekolah yang lain (sekolah pilihan siswa selain SMANSA)</strong>, ini untuk pemenuhan kuota jika ada peserta yang telah dinyatakan diterima tapi <strong>tidak melakukan daftar ulang</strong>. Jadi..... <strong>yang merasa pilihan pertama SMANSA tapi gagal terus diterima disekolah pilihan berikutnya, jangan harap dipanggil oleh SMANSA untuk diterima</strong>. Ada lagi, meski semua pilihan sekolah RSBI untuk siswa tersebut gagal tapi SMANSA bukan pilihan pertama maka juga jangan harap dipanggil SMANSA.</p>
<p>OK. itu saja info pada hari ini. Moga bermanfaat. Tunggu info selanjutnya, karena yang membuat programnya adalah saya ... heheee.... (narsis dikit gak papa :D).</p>
<p>28 Juni 2008 :</p>
<p>Perbaikan bug sudah banyak dilakukan pada hari ini. Cuma yang masih dalam pertimbangan adalah bagaimana mengatasi masalah sekolah yang belum online. APakah di handle oleh sekolah lain yang online ataukah satu buah penyelenggara dapat mengolah semua data peserta dalam 1 sub rayon nya. Hal tersebut masih dalam pertimbangan.</p>
<p><strong>Informasi yang tidak kalah PENTING</strong> : Bagi semua peserta PSB Reguler baik SMP maupun SMA mohon anda memastikan bahwa<strong> nilai anda (NUN, TES PSB, PA dan PNA) telah masuk dengan benar</strong>, hal ini untk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan (yang dapat mengecewakan anda) dikemudian hari karena hasil pengolahan data tidak sesuai dengan yang anda harapkan (karena nilai anda yang diolah oleh program keliru). Termasuk teman2 anda juga sebaiknya ajak untuk Croscek. Jika ada nilai yang keliru segera laporkan ke sekolah tempat anda mendaftar PSB. Demi keberhasilan anda. Saya do'akan saja semoga semua peserta PSB dapat berhasil diterima disekolah yang anda pilih.. AMin..... Tanggal proses seleksi PSB Reguler adalah 1-5 Juli 2008.</p>
<p>Untuk pemilihan sekolah, sebaiknya kita berpikir Rasional saja. Misalnya, jika kita ingin memilih SMPN1 Gresik sebagai pilihan 1 maka sebaiknya cek nilai dulu, jika nilai kita di bawah nilai terkecil maka percuma dipilih karena langsung gagal di SMPN1 Gresik, sebaiknya pilih sekolah yang nilai kita berada diantara nilai tertinggi dan terenda atau lebih tinggi dari nilai tertinggi. Dan yang perlu diingat bahwa : jika anda gagal dalam semua pilihan (dan anda tidak mengganti pilihan) maka ada harapan bahwa anda akan dipanggil oleh sekolah pilihan pertama anda jika quota di sekolah tadi berkurang karena ada peserta yang diterima tapi tidak daftar ulang.</p>
<p>Nah, sekian info hari ini. Jika ada pertanyaan, kritikan,saran atau tips2 seputar PSB online yang anda inginkan, jangan sungkan2 untuk menyampaikan. :)</p>
<p>3 Juli 2008 : Jika semua pilihan sekolah anda sudah gagal, maka anda dapat melakukan pemilihan lagi dengan penarikan berkas di sekolah penyelenggara, kemudian anda memlih lagi, atau dengan pindah sub rayon untuk memilih sekolah yang baru.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MAU LIHAT BANG PENA]]></title>
<link>http://sdnbaktijaya01.wordpress.com/?p=66</link>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 12:56:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>uchonrara</dc:creator>
<guid>http://sdnbaktijaya01.wordpress.com/?p=66</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sdnbaktijaya01.files.wordpress.com/2008/06/pict0148.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-74" src="http://sdnbaktijaya01.wordpress.com/files/2008/06/pict0148.jpg?w=300" alt="TABLOID PENA PENDIDIKAN" width="300" height="225" /></a><a href="http://sdnbaktijaya01.files.wordpress.com/2008/06/pict0010.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-81" src="http://sdnbaktijaya01.wordpress.com/files/2008/06/pict0010.jpg?w=300" alt="artis baktijaya1" width="300" height="225" /></a><a href="http://sdnbaktijaya01.files.wordpress.com/2008/06/pict0054.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-82" src="http://sdnbaktijaya01.wordpress.com/files/2008/06/pict0054.jpg?w=300" alt="pacar bang pena" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mr.uchon]]></title>
<link>http://sdnbaktijaya01.wordpress.com/?p=67</link>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 11:52:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>uchonrara</dc:creator>
<guid>http://sdnbaktijaya01.wordpress.com/?p=67</guid>
<description><![CDATA[
&#8221; ARTIS YANG BERALIH PROFESI MENJADI GURU &#8220;
Mungkin aja ada sekian banyak artis yang in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sdnbaktijaya01.files.wordpress.com/2008/06/uchon.jpeg"><img class="alignnone size-medium wp-image-69" src="http://sdnbaktijaya01.wordpress.com/files/2008/06/uchon.jpeg?w=225" alt="Mr.uchon" width="114" height="153" /></a></p>
<p>" ARTIS YANG BERALIH PROFESI MENJADI GURU "</p>
<p>Mungkin aja ada sekian banyak artis yang ingin menjadi guru, kalau pun ada mungkin suatu yang istimewa bagi siswanya juga lingkungannya</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[(Bagian 2) Strategi Model Pembelajaran Unggul: Model Ko-Kreasi dalam Interaksi Pembelajaran]]></title>
<link>http://apiqquantum.wordpress.com/?p=237</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 03:11:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>apiqquantum</dc:creator>
<guid>http://apiqquantum.wordpress.com/?p=237</guid>
<description><![CDATA[Pada akhirnya ujung tombak paling menentukan dalam proses pembelajaran adalah interaksi siswa, guru,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pada akhirnya ujung tombak paling menentukan dalam proses pembelajaran adalah interaksi siswa, guru, dan materi pembelajaran. Kita akan mendiskusikan tiga model interaksi. Kemudian kita dapat menganalisis model yang mana yang paling berpeluang untuk mendorong terjadinya MESTAKUNG.</p>
<p>Model 1: subyek dominan, guru menyampaikan kepada siswa. Dengan perencanaan dan persiapan yang matang, subyek – materi ajar -  telah tersusun rapi. Guru tinggal menyampaikan, menjelaskan, atau sedikit membantu siswa untuk memahaminya. Keunggulan model ini adalah kurikulum tersusun rapi, beban guru ringan, mudah menetapkan standar, dan terkendali.</p>
<p>Contoh paling sukes pendekatan model 1 ini adalah lembaga pendidikan matematika Kumon. Seorang guru di Kumon, dengan disiplin mengikuti prosedur yang telah diatur dengan rapi. Siswa menerima lembaran-lembaran kerja yang telah tersusun dengan urut. Metode Kumon banyak membantu anak-anak belajar matematika. Kumon termasuk lembaga pendidikan paling sukses di Indonesia bahkan di dunia. Kumon telah membuka cabang di puluhan negara.</p>
<p>Apakah metode Kumon dapat kita implementasi untuk sistem pendidikan secara umum? Ada beberapa keuntungan bila kita meniru metode Kumon. Di antaranya, kita akan melatih insan pendidikan kita untuk mempersiapkan perencanaan pendidikan dengan rapi. Jika ini berhasil, ini merupakan kemajuan besar dalam pendidikan kita. Kita jadi lebih mudah untuk memanage pendidikan kita. Tentu saja, kita juga menjadi lebih mudah untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita.</p>
<p>Tetapi beberapa kesulitan juga tidak mudah kita selesaikan. Sudah siapkah insan pendidikan kita menyusun rencana yang matang? Rintangan yang lebih serius adalah bagaimana kita dapat menumbuhkan kreativitas siswa-siswi bila semuanya telah ditetapkan dengan pasti?</p>
<p>Model 2: guru dominan, memilihkan subyek untuk siswa. Dalam model ini guru memiliki keleluasaan untuk menyelenggarakan pembelajaran. Model ini memacu guru untuk terus belajar, menemukan inovasi-inovasi, dan bertanggung jawab terhadap hasil lulusan.</p>
<p>Contoh sukses yang menerapkan model ini adalah ITB ( Institut Teknologi Bandung), secara umum. Dosen-dosen di ITB memiliki keleluasaan bagaimana menyelenggarakan perkuliahan. Bahkan kadang nyaris bebas. Seperti kita ketahui ITB menjadi salah satu lembaga pendidikan terbaik yang dimiliki Indonesia. Tampaknya, kurikulum kita saat ini menuju ke model 2 ini. KTSP memberikan keleluasaan penuh pada setiap satuan pendidikan. Pada gilirannya satuan pendidikan akan menyerahkan tanggung jawab ini kepada para guru.</p>
<p>Apakah model 2 ini akan berhasil untuk pendidikan di Indonesia? Semoga! ITB berhasil dengan model 2 ini juga karena ITB telah memiliki sejarah yang panjang. Dosen ITB sebagian besar pernah kuliah di luar negeri. Mereka tetap menjalin hubungan dengan luar negeri. Bahkan beberapa dosen terjun langsung ke dunia industri. Mereka terus mempelajari sains dan teknologi mutakhir. Sehingga materi yang dipilihkan oleh para dosen hampir selalu materi yang paling mutakhir.</p>
<p>Bila kita mencermati kondisi pendidikan Indonesia secara umum, kita temukan variasi yang sangat beragam. Ada sekolah yang guru-gurunya lulusan dari universitas-universitas besar dunia. Namun ada juga sekolah yang guru-gurunya tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Jadi, tampaknya akan banyak kesulitan di lapangan bila kita mengimplementasikan model 2 ini. Tetapi bukankah kita harus terus berjuang, pantang menyerah, berani menghadapi segala kesulitan agar terjadi MESTAKUNG?</p>
<p>Model 3: interaksi siswa dan subyek adalah utama, guru memfasilitasi. Dalam model ini kualitas interaksi siswa dengan subyek menjadi paling penting. Sebenarnya kualitas interaksi guru dan siswa juga penting. Yang jelas, model ini sangat memperhatikan kualitas dari interaksi itu sendiri.</p>
<p>Dalam model 3 ini perlu persiapan yang matang dan rapi mengenai subyek yang akan diajarkan. Sekolah juga telah mengondisikan agar siswa-siswanya mau berperan aktif dalam pembelajaran. Guru berperan ”sekedar” sebagai fasilitator. Siswa dengan antusias akan mendalami pembelajaran secara mandiri dengan sedikit bantuan guru.</p>
<p>Contoh sukses model 3 ini adalah Stanford University terutama pada disiplin sains komputer. Mahasiswa belajar dari kuliah yang sudah disiapkan dengan rapi oleh para dosen. Mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan para wirausahawan Silicon Valey. Biasanya mahasiswa menjadi sangat aktif dengan kuliah itu. Dan dosen memfasilitasi interaksi-interaksi itu serta menjamin kualitas interaksinya. Dari kampus ini sering dilahirkan inovasi-inovasi baru dalam teknologi terdepan. Bahkan Bill Gates – pimpinan Microsoft – memiliki gedung khusus di kampus untuk menampung mahasiswa-mahasiswa berbakat. Dua mahasiswa Stanford beberapa tahun lalu mendirikan perusahaan internet yang sangat sukses yaitu Google.</p>
<p>APIQ mengadopsi model 3 ini. Para guru dan tim APIQ telah menyiapkan materi ajar yang rapi. Tujuan persiapan ini adalah untuk memicu interaksi kreatif antara guru, siswa, dan materi ajar yang berkualitas. Karena kualitas interaksi menjadi fokus utama dalam pembelajaran APIQ maka improvement menjadi sebuah keharusan. Jadi, tidak ada kata sempurna dalam pembelajaran. Selalu ada peluang untuk perbaikan.</p>
<p>Apakah model 3 ini akan sesuai untuk pendidikan Indonesia? Ada banyak keunggulan bila kita menerapkan model 3 ini. Model 3 ini menuntut agar insan pendidikan kita melakukan perencanaan yang matang dan rapi. Tetapi perencanaan yang matang ini berbeda dengan perencanaan yang disiapkan model 1. Model 3 ini meskipun sudah memiliki perencanaan yang matang tetap fleksibel dalam implementasinya. Karena yang paling utama dalam model 3 ini adalah kualitas interaksi antara siswa, subyek, dan guru. Jadi, perencanaan berperan untuk memicu terjadinya interaksi berkualitas. Interaksi berkualitas inilah yang mengarah ke ko-kereasi: kreasi bersama guru dan siswa.</p>
<p>Dalam interaksi ini berpeluang muncul inovasi-inovasi baru baik dari siswa mau pun dari guru. Mungkin juga terjadi masalah-masalah baru karena interaksi ini. Hal ini dapat mengantarkan pada kondisi kritis. Bila benar-benar kita pantang menyerah untuk terus maju, kondisi kritis ini akan mengantar pada MESTAKUNG.</p>
<p>Dari tiga model yang kita diskusikan di sini, model 3 yang paling berpeluang untuk mengantarkan peningkatan kualitas pendidikan kita. Bahkan model 3 dapat mengundang terjadinya MESTAKUNG. Tetapi tidak mudah. Bukankah pendidikan kita pernah menerapkan model 3 ini? Dan ternyata gagal, CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif).</p>
<p>CBSA memang mengarah ke model 3 ini. Tetapi kenyataan di lapangan CBSA sangat berbeda dengan model 3. Perbedaan utamanya adalah model 3 menuntut persiapan yang matang dari guru dan lembaga pendidikan sehingga terpicu interaksi yang berkualitas berupa ko-kreasi. Siswa dan guru bersama-sama aktif. Meskipun peran aktif guru terutama sebagai fasilitator. Sedangkan CBSA, kenyataan di lapangan, mengarah pada memindahkan tanggung jawab pembelajaran kepada siswa. Peran guru dan lembaga pendidikan tampak masih kurang untuk menciptakan lingkungan yang memicu ko-kreasi.</p>
<p>Belajar dari pengalaman kita dan teori yang terus berkembang, kita dapat optimis bahwa kualitas pendidikan kita akan terus bertambah unggul. Model 3 juga menjanjikan bahwa kita dapat melahirkan inovasi-inovasi baru dalam pendidikan. Semoga!</p>
<p>Bagaimana pendapat Anda?</p>
<p>Semoga bermanfaat...</p>
<p>Salam hangat...</p>
<p>(angger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Welcome our Next Graphic Designer ]]></title>
<link>http://jarwadi.wordpress.com/?p=333</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 03:06:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>jarwadi</dc:creator>
<guid>http://jarwadi.wordpress.com/?p=333</guid>
<description><![CDATA[Ini oleh oleh saya kemarin, menjadi pengamat generasi IT masa depan yang saat ini sedang belajar.
Pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ini oleh oleh saya kemarin, menjadi pengamat generasi IT masa depan yang saat ini sedang belajar.</p>
<p>Pasti mereka kelah akan lebih pintar dari kita kita (generasi saat ini)</p>
<p>[ Saya mengambil screen shot dengan ponsel, khawatir mengganggu perhatian mereka]<img class="alignleft" style="float:left;" src="//lh5.ggpht.com/jarwadiphoto/SFcjYZc8EOI/AAAAAAAAAmE/3movjcy5hpo/s800/DSC00067-739401.JPG" alt="" width="480" height="360" /><!--more--><img class="alignleft" style="float:left;" src="//lh5.ggpht.com/jarwadiphoto/SFcjWt0TvBI/AAAAAAAAAl8/1bELy1IOtN4/s800/DSC00068-733935.JPG" alt="" width="480" height="360" /></p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="//lh3.ggpht.com/jarwadiphoto/SFcjYjSZVmI/AAAAAAAAAmM/4Wm7pyrV1c4/s800/DSC00065-742155.JPG" alt="" width="480" height="360" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UN 2008 banyak tidak lulus. Bagaimana dengan UASBN...??]]></title>
<link>http://sdn3bojonglopang.wordpress.com/?p=9</link>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 12:56:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>sdn3bojonglopang</dc:creator>
<guid>http://sdn3bojonglopang.wordpress.com/?p=9</guid>
<description><![CDATA[Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah bagi para siswa, khususnya siswa SMA. Karena kemarin adal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah bagi para siswa, khususnya siswa SMA. Karena kemarin adalah hari diumumkannya UN 2008 yang menyisakan kegembiraan sekaligus duka lara bagi mereka yang tidak lulus.</p>
<p>Bagaimana tidak lebih dari 30% siswa SMA tidak lulus ujian nasional. Menangis sejadi-jadinya mungkin tidak dapat menolong apalagi merubah nasib mereka, tetapi paling tidak itulah bentuk kekecewaan dari para siswa.</p>
<p>Bila sudah begini siapa yang salah? Apakah para guru yang belum maksimal "memeras" kemampuan intelektual siswa? ataukah sistem pendidikan yang belum masak? TANYA KENAPA....?????</p>
<p>Berita ini tentu saja membuat siswa di jenjang dasar menjadi gundah. ini terlihat dari sikap mereka, perkataan mereka kepada kami (guru). Mereka menanyakan "Apakah mungkin kami (siswa) lulus UASBN, Pak?" katanya.</p>
<p>Bagi anda yang kebetulan membaca artikel ini, mohon komentar tentang Fenomena ini. Apakah mutu pendidikan yang masih kurang...? atau sistem pendidikan yang terlalu memaksa...?</p>
<p>salam</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UN Aceh Utara Melebih Target]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/?p=343</link>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 06:46:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>SAMAN UI</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/?p=343</guid>
<description><![CDATA[Di Kabupaten Aceh Utara, 1.451 siswa gagal lulus Ujian Nasional (UN), dari jumlah siswa SMA/MA dan S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Di Kabupaten Aceh Utara, 1.451 siswa gagal lulus Ujian Nasional (UN), dari jumlah siswa SMA/MA dan SMK sebanyak 6.476 pelajar. Begitupun, angka kelulusan UN Aceh Utara tahun ini melebihi target capai 78 persen dari target kelulusan 70 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">"Ada yang tidak ikut ujian dan kebanyakan, para pelajar yang tidak lulus UN, karena tidak mampu mencapai target nilai 5,00 dari setiap mata pelajaran yang di ujiankan," kata Abdul Jaban, M.Pd, Kasi Kurikulum di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Aceh Utara, kepada Waspada, Minggu (15/6).<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Dari jumlah 1451 pelajar yang tidak lulus UN itu masing-masing IPS 763 pelajar dari jumlah siswa yang ikut UN sebanyak 2413 oran g atau 28,69 persen, IPA sebanyak 622 orang dari jumlah siswa 4002 siswa atau 15,534 persen, dan untuk SMK sebanyak 66 orang dari jumlah pelajar sebanyak 299 orang atau 09 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal, kata Abdul Jaban, beberapa bulan sebelum pelaksanakan UN, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan seperti memberikan remedial, les dan berbagai pelatihan untuk menguji kompetensi para guru. Namun, kata A Jaban, pihaknya, tahun ini tidak begitu kecewa dengan hasil kelulusan tersebut, karena tahun ini pihaknya mampu meraih persentase kelulusan capai 78 persen, dari tahun sebelumnya hanya 61 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">"Kita tahun ini naik tingkat hingga 17 persen dari tahun lalu. Tahun ini, angka kelulusan siswa yang telah berhasil kita raih melebihi target. Target kelulusan kita tahun ini hanya 70 persen, tapi ternyata kita sanggup meraih 78 persen," ucapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata dia, tahun ini nilai UN tertinggi untuk jurusan IPA mencapai 10, mata pelajaran Kimia, sementara IPS sebanyak 9,5 mata pelajaran Ekonomi. 78 persen angka kelulusan UN tahun ini dengan rincian kelulusan IPA sebanyak 80 persen dari jumlah siswa 4002 oran g dan IPS sebanyak 74,17 persen dari jumlah siswa 2413 orang, dan SMK sebanyak 79, 97 persen dari jumlah siswa 299 orang.<strong>[<a href="http://www.waspada.co.id/Berita/Aceh/Di-Aceh-Utara-1.451-Siswa-Gagal-UN.html">waspada</a>]</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UN Aceh Besar Memprihatikan]]></title>
<link>http://samanui.wordpress.com/?p=342</link>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 06:39:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>SAMAN UI</dc:creator>
<guid>http://samanui.wordpress.com/?p=342</guid>
<description><![CDATA[Angka ketidaklulusan siswa dari hasil pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Angka ketidaklulusan siswa dari hasil pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kabupaten Aceh Besar tahun ini sangat memprihatinkan dan sangat jauh dari target sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sebanyak 3.304 siswa peserta UN di kabupaten tersebut, yang berhasil lulus hanya sekitar 45,25 persen atau 1.504 siswa, sementara yang tidak lulus mencapai 54,75 persen atau 1.800 siswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar, HM Daud, S.Pd melalui Kasubdin Pendididikan Menengah (Dikmen), Drs. Ramli Yahya ketika dikonfirmasi Analisa, Minggu (15/6) mengakui, rendahnya siswa lulus UN tahun ini.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Dijelaskan, untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), siswa yang lulus mencapai 55, 68 persen, jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 25,75 persen dan bahasa mencapai 54,20 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">Ramli Yahya merincikan, dari puluhan sekolah di Aceh Besar, hanya lima sekolah yang berhasil meluluskan 100 persen siswanya dalam UN tahun ini, yakni SMA Negeri 2 Modal Bangsa, MAS Oemardiyan Indrapuri, MAN Montasik, MAS Ruhul Islam Anak Bangsa Darul Imarah dan MAS Al-Manar Krueng Barona Jaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, terdapat tiga sekolah lainnya yang tidak berhasil meluluskan satu pun siswanya, yakni SMA Bina Nusa Lampanah Leungah dengan peserta 25 orang, SMA Al-Istiqamah Lhoknga peserta 20 orang dan MAS Nurul Hikmah Samahani 23 peserta UN.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Banda Aceh dilaporkan, angka ketidaklulusan siswa dari hasil UN tingkat SMA sederajat di Ibu Kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tersebut tahun ini, persentasenya juga mengalami peningkatan yang cukup drastis dibandingkan tahun lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sebanyak 4.555 siswa peserta UN tahun pelajaran 2007/2008, yang berhasil lulus sebanyak 4.030 siswa atau 88,47 persen, sementara 525 lagi atau 11,53 persen gagal terdiri dari siswa SMA/MA sebanyak 417 orang atau 10,52 persen dan siswa SMK sebanyak 108 orang atau 18,31 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun pelajaran 2006/2007, dari 4.633 peserta, siswa yang lulus sebanyak 4.235 siswa atau 91,41 persen, yang tidak lulus hanya 398 siswa atau 8,59 persen terdiri dari siswa SMA 303 orang, SMK 73 orang dan MA 22 orang.</p>
<p><strong>Menurun</strong></p>
<p style="text-align:justify;">“Jika dibandingkan tahun lalu, memang angka kelulusan UN tahun menurun. Siswa yang tidak lulus tahun ini mencapai 11,53 persen, sementara tahun lalu hanya 8,59 persen,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Drs Sofyan Sulaiman kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu (14/6).</p>
<p style="text-align:justify;">Dijelaskan, dari sebanyak 25 SMA Negeri/Swasta, 7 Madrasah Aliyah, dan 7 SMK yang ada di Kota Banda Aceh, 11 sekolah di antaranya berhasil meluluskan siswanya mencapai 100 persen, sementara sekolah yang kelulusannya paling rendah adalah SMA Granada, yakni jurusan IPA 18 persen dan IPS 12 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan 11 sekolah yang siswanya lulus 100 persen adalah SMA Negeri 2 Banda Aceh, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4, SMA Negeri 10 Fajar Harapan, SMA Safiatuddin, SMA Methodist, SMA Katholik, SMA Fatih Bilingual School, MAN 2, SMTI dan SPK Kesdam Iskandar Muda (IM) Banda Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang membanggakan, kata Sofyan Sulaiman yang didampingi Kasubdin SMA/SMK Dinas Pendidikan Banda Aceh, Drs Muzakkir HI, ada 40 siswa di Banda Aceh yang berasal SMA Negeri 10 Fajar Harapan dan SMA Fatih Bilingual School yang berhasil meraih nilai 10 untuk mata pelajaran matematika dan kimia.</p>
<p><strong>Aceh Barat Daya<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Gembar gembor kebangkitan dunia pendidikan di Aceh Barat Daya (Abdya) oleh Kepala Dinas Pendidikan setempat Drs.Nasruddin,M.Hum mengalami kegagalan. Pasalnya ada dua sekolah gagal 100 persen siswanya lulus UN.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal, sebelumnya, Kadis Pendidikan setempat telah menargetkan sekolah di Abdya untuk jenjang SMA dan sederajad bisa lulus 100 persen dalam UN tahun 2008, yang diumumkan, Sabtu (14/6) sore.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, Kadis Pendidikan Abdya Nasruddin mengklaim bahwa hasil UN yang diraih tersebut adalah yang terbaik untuk ukuran wilayah pantai barat selatan, karena dari 22 kabupaten yang ada di NAD, Abdya mencatat rangking ke-9.</p>
<p style="text-align:justify;">“Untuk keseluruhan daerah kita terbaik nomor 9 dari 22 kabupaten di Aceh, dan dengan persentase kelulusan 79 persen lebih tentu bukan hasil yang mengecewakan,” ungkap Nasruddin.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari 19 sekolah yang mengikuti UN, ada dua sekolah 100 persen siswanya tidak lulus, yakni SMA Negeri 2 Blangpidie dan SMK Lembah Sabil.</p>
<p style="text-align:justify;">Tercatat SMA Negeri Harapan Persada menduduki peringkat teratas kelulusan mencapai 100 persen, SMA Negeri Lembah Sabil juga mencapai kelulusan 100 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa tokoh pendidikan dan LSM di Abdya menanggapi beragam terkait hasil pengumuman UN di Abdya tersebut, seperti dituturkan T.M. Daud Yuska dari Gardamadina Institute dan Mus Mulyadi Lingga dari Pillar Development Consultant kepada Analisa yang di temui secara terpisah.</p>
<p style="text-align:justify;">T.M. Daud Yuska mensinyalir kinerja Dinas Pendidikan Abdya masih belum maksimal bahkan terkesan tidak memiliki strategi yang jelas dalam meningkatkan kapasitas pendidikan termasuk untuk menghadapi UN.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dari awal kita sudah memprediksi hasil yang terjadi ini. Karena ada keheranan mengapa Kadis Pendidikan berani berkoar-koar di media menargetkan kelulusan UN 100 persen,” kata Daud Yuska.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara Mus Mulyadi Lingga menilai bahwa apa yang telah terjadi dengan hasil UN di Abdya adalah bentuk manajemen “aneh” dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan  sehingga memberikan hasil yang juga “cukup aneh”.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kita memiliki beberapa data tentang lemahnya manajemen di institusi pendidikan Abdya, mulai dari program pengembangan sekolah sampai peningkatan mutu pendidik. Jadi jika hasilnya seperti itu ya wajar sajalah karena dikelola dengan manajemen yang tidak jelas,”ujar Mus Muliadi.<strong>[<a href="http://www.analisadaily.com/3-1.htm">analisa</a>]</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UAN (semestinya tidak) Tentukan Kelulusan Siswa]]></title>
<link>http://harysoemarwoto.wordpress.com/?p=66</link>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 00:25:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>harysoemarwoto</dc:creator>
<guid>http://harysoemarwoto.wordpress.com/?p=66</guid>
<description><![CDATA[Sujud syukur, sorak sorai dan sedih pilu mewarnai suasana pengumuman hasil UAN SMA &amp; SMK kemarin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sujud syukur, sorak sorai dan sedih pilu mewarnai suasana pengumuman hasil UAN SMA &#38; SMK kemarin pagi, 14 Juni 2008. Tingkat kelulusan bervariasi antara daerah propinsi, misal DKI sekitar 91,98% (SMA lulus 52.537 siswa dari 56.953 peserta, SMK lulus 53.940 siswa dari 57.515 dan SMA Luar Biasa lulus 42 siswa dari 42 siswa --jumlah siswa yang tidak lulus 7.991, dengan rincian 4.416 siswa SMA dan 3.575 siswa SMK -- kompas, 15 Juni 2008)  dan DIY sekitar 93%. Kira-kira berapa % untuk luar Jawa, yang umumnya keadaannya tidak sebaik sekolah yang ada di Jawa?.  Tragis memang, proses belajar 3 tahun hanya ditentukan oleh hasil ujian beberapa matapelajaran, itu pun hanya mencakup aspek kognitif saja. Selama ini, proses pendidikan yang dikembangkan oleh lembaga pendidikan kita meliputi aspek kognitif (pengetahuan), psikomotorik (ketrampilan) dan afektif (perilaku), sehingga unfair apabila hasil belajar/kelulusan siswa hanya ditentukan oleh UAN. Secara matematis, mestinya <!--more-->ke-3 aspek tersebutlah yang dijadikan penentu kelulusan. Jadi UAN semestinya tidak tentukan kelulusan siswa. </p>
<p>Mendiknas-Prof Bambang Sudibyo diharapkan untuk tidak memaksakan kehendaknya sendiri, terlebih merujuk UU No 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional menyebutkan bahwa yang berhak menentukan hasil belajar adalah lembaga pendidikan. UAN tepat untuk menentukan pemetaan kelulusan siswa tingkat nasional, propinsi dan kabupaten/kota sehingga dapat diambil langkah-langkah standarisasi guna meningkatkan mutu pendidikan. Standarisasi bukan hanya aspek kurikulum saja (yang kini terkesan berubah tiap ganti pejabat), tetapi juga perlu penstandaran sarana/prasarana, guru, anggaran pendidikan. Dengan demikian, ke depan diharapkan mutu pendidikan meningkat secara signifikan. Saya sangat setuju dengan pendapat Prof.Arif Rahman yang mengatakan bahwa UAN digunakan bukan untuk menentukan kelulusan siswa, tetapi untuk pemetaan tingkat &#38; mutu pendidikan.</p>
<p>Menurut Rusydi Hikmawan (website Pelajar Islam Indonesia) dijelaskan bahwa dalam UU Sisdiknas, telah dibedakan antara evaluasi dengan ujian. Evaluasi dalam pasal 58 ayat (1) UU Sisdiknas pendidik/guru adalah sebagai pemantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil peserta didik secara berkesinambungan dan ini berarti ujian dalam UU seharusnya dilakukan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi dan bukan oleh pemerintah pusat.<br />
Dampak-dampak negatif tersebut akan semakin mendominasi bila dasar hukum pelaksanaan dan hak pedagogis guru terabaikan.<br />
Dalam UU Sisdiknas, tidak ada pasal yang mengatur pelaksanaan UN sebagai bentuk kelulusan murid. Pada Bab XVI tentang Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi tidak ada satu pasal pun memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk melaksanakan UN dan UN sebagai bentuk kelulusan murid.<br />
Yang perlu diketahui, pada pasal 58 ayat (1) disebutkan evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan, artinya dalam hal kelulusan pun, pendidik atau guru harus terlibat. Dan bukan pemerintah.<br />
Wewenang yang diberikan kepada pemerintah dan pemerintah daerah dalam hal evaluasi terdapat pada pasal 59 ayat (1) hanya mengenai evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.<br />
Namun, dalam PP No. 19 Tahun 2005 pasal 72 ayat (1), murid dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah (a). Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; (b). Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; (c). Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (d) lulus UN.<br />
Hal tersebut di atas jelas membuktikan katidakberpihakan UN sebagai sistem penilaian proses pendidikan nasional dan pembelajaran murid dan adanya ketidaksesuaian yang terjadi antara PP No. 19 Tahun 2005 dengan UU Sisdiknas.</p>
<p>Atas uraian diatas, mestinya PP yang bertentangan dengan UU tidak dapat dilaksanakan dan dinyatakan batal demi hukum sehingga kelulusan siswa akan ditentukan oleh ke3 aspek diatas, bukan hanya aspek kognitif saja, seperti UAN.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
