<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>shava &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/shava/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "shava"</description>
	<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 16:40:03 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Say Shava, Shava!]]></title>
<link>http://noeltorres.wordpress.com/?p=20</link>
<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 22:57:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>noeltorres</dc:creator>
<guid>http://noeltorres.wordpress.com/?p=20</guid>
<description><![CDATA[ 
Varen ser dues hores plenes de coregrafíes, ball i música, amb una posada en escena que desde el]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://noeltorres.wordpress.com/files/2008/03/img6940.jpg" alt="Bollywood The Show" align="right" /></p>
<p align="left">Varen ser dues hores plenes de coregrafíes, ball i música, amb una posada en escena que desde el primer moment contagia al públic amb un ritme exòtic!</p>
<div align="justify"></div>
<p align="left">Si no hagués estat per les <a href="http://www.fotolog.com/verushkaia/17914121" target="_blank">noies</a> m'hagués perdut aquesta representació...quin fart d'aplaudir, sobre tot al final de la funció: el públic dempeus aplaudint i ballant (i jo n'era un més!!) al ritme del 'Say Shava!'.</p>
<p align="left">No coneixia res de Bollywood. N'havía escoltat a parlar però ni he vist mai cap pel·lícula ni res que em donés una idea del qué tractava; potser els que conèixin els 'ets i uts' d'aquesta industria del cinema originaría de l'Índia (Bollywood es una paraula sorgida de la únio de les paraules <b>Bo</b>mbay + Ho<b>llywood</b>)  se'n riuran si gosso dir que assistir a aquest espectacle fa que sàpiga alguna cosa d'aquesta mena de películes, però si més no si que m'he fet una idea d'aquest producte i el que representa... ei! i ademés he descobert que m'agrada!</p>
<p align="justify">Ni la roba, ni els balls, ni l'escenografía... res sobreviuria fora d'aquest context, estic segur que resultaria absurd veure ballar algú vestit amb una americana a l'alçada de la tercera costella, amb lluentons a les solapes i tota la paleta de colors repartida per la roba sense cap criteri! Però tot plegat encaixa perfectament quan es barreja en aquesta batedora capaç de destilar-ne de tot plegat el ritme més encomanadís que he tingut l'oportunitat d'escoltar en molt i molt de temps!!!</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Som-hi! Prepareu-vos per dir <b><i>Shava</i></b> !! ;)</p>
<p align="left"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/qxf77aOnkhM'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/qxf77aOnkhM&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Denno Coil (preview)]]></title>
<link>http://gilafilm.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 05:16:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>shava08</dc:creator>
<guid>http://gilafilm.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[
Denno Coil menceritakan tentang Yuko, seorang perempuan yang baru saja tiba di kota Daikoku bersama]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img SRC="http://i139.photobucket.com/albums/q317/ivantasia/0104-tn.jpg" BORDER="0" ALIGN="top" /></p>
<p>Denno Coil menceritakan tentang Yuko, seorang perempuan yang baru saja tiba di kota Daikoku bersama dengan adiknya dan anjing. Mungkin ini terdengar seperti premise cerita biasa kalau saja setting tempatnya tidak berada di masa depan dimana tamagotchi bukan lagi berupa gadget kecil yang bergambar hitam putih melainkan hewan dengan ukuran seperti asli dan hanya bisa dilihat dengan kacamata yang berfungsi juga sebagai komputer. Dengan setting seperti ini, maka sudah sepantasnya saya sedikit <i>kebingungan </i>di awal - awal episode ini. Namun setelah 1/2 episode, alur ceritanya mulai agak sedikit jelas dan semakin menarik.</p>
<p>Tema seperti ini mungkin bukan hal yang baru di dalam anime. Sekilas, anime ini mengingatkan saya dengan Serial Experiment Lain namun tanpa ada kritik sosial dan dengan tone yang lebih ceria. Walaupun mungkin tidak akan sekompleks SeLain, namun saya berharap anime ini bisa membawakan tema yang lebih "dalam" daripada anime - anime sejenis. Secara garis besar, episode 1 ini sudah cukup bagi saya untuk menyaksikan kembali episode - episode yang lain.</p>
<p><img SRC="http://i139.photobucket.com/albums/q317/ivantasia/0105-tn.jpg" BORDER="0" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Levres de Sang (1975)]]></title>
<link>http://gilafilm.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 04:32:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>shava08</dc:creator>
<guid>http://gilafilm.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[
directed by Jean Rollin
Jean Rollin bisa jadi salah satu sutradara film B-Horror yang paling menari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://202.3.216.21/i139.photobucket.comm/albums/q317/ivantasia/519ECMQNCML_SS500_.jpg" border="0" alt="" width="500" height="500" align="top" /></p>
<p>directed by <strong>Jean Rollin</strong></p>
<p>Jean Rollin bisa jadi salah satu sutradara film B-Horror yang paling menarik. Hampir semua filmnya memiliki nuansa vampirism dan surreal yang kental. Di tengah film - filmnya yang "naik-turun", Lips of Blood sering disebut - sebut sebagai salah satu film terbaik milik Rollin. Berbekal predikat itu, maka saya memilih film ini sebagai film Rollin pertama saya.Sebenarnya, ketertarikan saya terhadap Jean Rollin, dimulai saat saya terkagum - kagum dengan film Venus in Furs karya Jess Franco. Di mata saya, visual dan cara penyampaian Jess Franco sangat menarik dan kreatif sekali. Karena itu saya berusaha mencari film - film serupa, sampai saya membaca kalau Jean Rollin termasuk salah satu sutradara papan atas di genre ini.<br />
<img src="http://202.3.216.18/i139.photobucket.comm/albums/q317/ivantasia/LipsOfBlood197504-tn.jpg" border="0" alt="" width="640" height="480" align="middle" /><br />
Dalam suatu pesta, Frederic (Jean-Loup Phillipe) melihat sebuah poster bergambarkan sebuah bangunan tua sebagai latarnya. Seketika, ia ingat dengan pengalaman masa kecilnya dimana dia bertemu dengan seorang wanita muda misterius di bangunan tua yang mirip dengan itu. Ia lalu berusaha mencari tahu tentang bangunan ini. Namun tak disangka, ada beberapa orang yang tidak ingin Frederic mengetahui lebih jelas siapa wanita muda itu. Selama investigasinya ini, ia sering melihat penampakan dari wanita muda itu. Penampakan ini membawanya ke sebuah kuburan tua . Tanpa sadar, ia telah membangunkan sekelompok vampire muda telanjang yang selalu membantu dia di saat dia dihadang oleh orang - orang misterius itu.</p>
<p>Dengan alur cerita yang sangat sederhana, sulit untuk bisa melihat ini sebagai masterpiece dari film - film sejenis, melihat tingginya kebebasan kreativitas si sutradara dalam film - film seperti ini. Bumbu misteri dan investigasi di sini terasa kurang menggigit. Sepertinya Jean Rollin tidak tertarik untuk membuat suatu cerita yang complicated. Hal ini yang membuat film ini tidak begitu menarik untuk mereka yang memposisikan film ini sebagai film horror.</p>
<p><img src="http://202.3.216.18/i139.photobucket.comm/albums/q317/ivantasia/LipsOfBlood197502-tn.jpg" border="0" alt="screenshot LoB02" width="640" height="480" /></p>
<p>Tapi memang bisa dibilang, ini bukan film horror, melainkan sebuah kisah cinta klasik dengan nuansa gothic yang kental. Dengan bekal sebuah cerita sederhana, Jean Rollin menambahkan bumbu - bumbu Gothic dan gambar - gambar surrealis yang bisa menghipnotis kita. Dengan musik jazzy yang corny dan atmosfer yang kelam, Paris diubah bagaikan sebuah dunia kelam dimana tokohnya berusaha untuk keluar dari situ. Gambar - gambar yang simbolis dan puitis membuat film ini menjadi semakin menarik dan cantik.</p>
<p>Akting para pemainnya sendiri tidak begitu luar biasa, Jean-Loup Phillipe sebagai tokoh utama mampu menghadirkan sosok pria metropolis yang merasa hilang dan kosong. Sosok wanita muda misterius juga diperankan dengan pas oleh Annie Brilland. Mimik mukanya yang dingin sudah cukup untuk menghadirkan misteri dan nuansa yang gelap untuk film ini. Sayangnya, ia terlihat kaku pada saat berdialog. Vampire - vampire di sini menjadi titik lemah film ini. Mereka seperti tidak tahu apa yang harus diperbuat. Ada satu adegan dimana saat Rollin memberikan porsi close up bagi mereka, dan mereka seperti bingung dan mati gaya.</p>
<p>Bagi saya yang belum pernah menonton film - film Rollin, film ini memiliki unsur yang sangat menarik terutama dari gaya puitisnya yang menghipnotis. Endingnya yang indah menjadi nilai tambah tersendiri untuk film yang sederhana seperti ini. Bisa jadi inilah kelebihan Rollin, dengan bekal cerita seperti itu, ia bisa memberikan  suatu lapisan - lapisan yang menjadikan film ini menarik dan memorable. Di tangannya, Lips of Blood menjadi suatu kisah cinta surrealis yang kelam dan indah.</p>
<p><img src="http://202.3.216.18/i139.photobucket.comm/albums/q317/ivantasia/LipsOfBlood197503-tn.jpg" border="0" alt="screenshot LoB 03" width="640" height="480" align="middle" /></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
