<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>psb &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/psb/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "psb"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 15:44:37 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[PSB Online Hari Pertama, Hanya Karena Selisih Koma Pendaftar Rawan Tegeser]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=845</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 14:02:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=845</guid>
<description><![CDATA[Pergerakan nilai batas atas dan batas bawah pada hari pertama pendaftaran siswa baru (PSB) online cu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/psb-operator.gif" alt="" width="400" height="266" class="alignright size-full wp-image-846" />Pergerakan nilai batas atas dan batas bawah pada hari pertama pendaftaran siswa baru (PSB) online cukup tajam. Diprediksikan, hari ini nilai-nilai rendah yang masih bertengger di SMAN akan tergeser karena adanya perang koma.</p>
<p>Beberapa pemilik nilai tinggi, memang sudah tampak tenang di urutan teratas. Sementara pemilik NUN pas-pasan seperti 31,00 termasuk dalam kategori NUN rawan.</p>
<p>Sehingga perlu berhati-hati dengan kemungkinan terlempar dari sekolah idamannya. Sementara di sekolah negeri favorit, nilai 8 koma masih bertengger. Nilai ini diprediksikan pada hari ke dua besok akan tergeser.<!--more--></p>
<p>Seperti diungkapkan Kepala SMAN 1 Malang, Drs HM Shulton MPd. Menurutnya, jika mengaca tahun lalu, maka NUN yang bisa lolos di SMA tugu minimal adalah 9 koma.</p>
<p>Dan diprediksikan tahun ini juga berada di kisaran yang sama atau bahkan lebih tinggi. Sebab pagu SMA Tugu tahun ini berkurang karena ada jalur Mandiri.</p>
<p>‘’Kemungkinan bisa saja pemilik NUN rata-rata delapan akan tergeser. Sebab persaingan akan semakin ketat hari ini dengan perang koma,’’ ungkapnya.</p>
<p>Hingga pukul 19.07 kemarin, NUN rata-rata yang masuk di SMAN 3 Malang masih tertinggi yaitu 9,13 dengan nilai terendah 8,82. Sementara nilai 5,5 masih bisa masuk di beberapa SMAN seperti SMAN 2, SMAN 9, dan SMAN 10. Nilai ini diprediksi akan terlempar dari kursi SMAN. Sebab diprediksi nilai terendah yang bisa lolos di kursi SMAN minimal 7,00.</p>
<p>Sementara itu, dihari pertama mendaftar PSB online kemarin, beberapa pendaftar sudah kehilangan haknya mengikuti jalur online. Penyebabnya, pendaftar salah memilih sekolah.</p>
<p>Seperti dialami Paidiyanto. Warga Sawojajar ini sudah mendaftarkan anaknya di jalur Mandiri SMKN 3 Malang dan diterima di sana. Namun kali ini, ia ingin mendaftarkan kembali anaknya di SMAN 10 Malang.<br />
Alasannya, sang anak lebih suka melanjutkan ke SMA. Sayangnya saat didata oleh petugas, data sang anak selalu saja terpental. Padahal Nilai Ujian Nasional (NUN) nya tidak terlalu rendah. Yaitu 31,45.</p>
<p>‘’Karena tidak bisa didata di sekolah, saya disuruh ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang. Tapi jawabannya sangat mengejutkan, kata petugas saya tidak bisa mendaftar online,’’ ungkapnya lemas.<br />
Wajah pria ini nampak sangat lelah dan tampak kebingungan dengan sistem PSB online ini. Menurutnya, saat mendaftar di SMKN ia sudah bertanya apakah ia masih bisa mendaftar di SMAN. Informasi yang didapatkannya, dia masih punya kesempatan mendaftar.</p>
<p>Sayangnya saat hari yang ditunggu pendaftaran PSB online dibuka, ia harus menerima kenyataan pahit tidak bisa mendaftarkan diri. Padahal, pria ini akan mendaftarkan anaknya di SMAN 10 Malang yang lokasinya lebih dekat dari rumah.</p>
<p>Seperti pernah diberitakan Malang Post sebelumnya, Disdik mengambil kebijakan untuk mem-protect data siswa yang diterima di jalur Mandiri. Sehingga jika data itu masuk ke online, tidak akan bisa terdata.</p>
<p>Pria ini sangat menyayangkan minimnya informasi dari Disdik Kota Malang. Seharusnya info-info penting seputar sistem PSB online ini diinformasikan dengan gamblang dan menyeluruh.</p>
<p>Anaknya yang dulu bersekolah di SMPN 21 Malang yang masih dalam kota saja tidak faham informasi. Selain itu ia pun mengaku tidak habis pikir ternyata petugas di sekolah pun tidak faham dengan aturan tentang proteksi siswa yang sudah diterima di jalur Mandiri itu.</p>
<p>Kasus yang dialami Paidiyanto ini berbeda dengan yang dialami Ny Desi. Putrinya bernama Dara dinyatakan tidak diterima di jalur Mandiri SMKN 4 Malang.</p>
<p>Namun saat mendaftar di jalur online, tetap saja data Dara terpental. Padahal kebijakan proteksi data seharusnya hanya berlaku untuk siswa yang diterima di jalur Mandiri saja. Sementara putrinya belum diterima.</p>
<p>‘’Kami bingung, kok tidak bisa dientry ke sistem, petugas juga tidak tahu kenapa. Kami hanya disuruh ke kantor Disdik untuk menanyakannya,’’ ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, saat dikonfirmasi Malang Post, Koordinator Pendaping PSB online Telkom Malang, Nanang Yudi menuturkan, setelah pengumuman PSB Mandiri, sekolah-sekolah memang telah mendaftarkan data siswa yang diterima di sana.</p>
<p>Data itu kemudian diblokir dari sistem sehingga tidak bisa ikut PSB online. ‘’Itu kebijakan dari Disdik. Kami hanya menyesuaikan dengan sistem saja,’’ ungkapnya.</p>
<p>Kepala Disdik Kota Malang, Dr HM Shofwan yang ditemui di lokasi Posko Disdik kemarin menuturkan, kebijakan proteksi data untuk siswa yang sudah diterima di jalur Mandiri agar tidak mendaftar di jalur online dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pendaftar yang lain. Sehingga pendaftar tidak coba-coba saja dan mendaftar tanpa tanggung jawab. Artinya memilih sekolah tapi tidak mau daftar ulang di sana.</p>
<p>Karena itulah ia menghimbau agar semua pendaftar berhati-hati dan bertanggung jawab memilih sekolah. ‘’Pilih saja semua sekolah, tidak perlu pusing lagi. Tinggal mantau sambil tiduran di rumah. tidak sulit kok,’’ ungkapnya. (oci) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[3.129 lulusan SMA/SMK masuk PTN tanpa tes]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=825</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 13:32:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=825</guid>
<description><![CDATA[Ribuan lulusan SMA/SMK tampak serius mengikuti tes seleksi masuk PTN melalui jalur SNMPTNSebanyak 3.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>[wp_caption id="attachment_826" align="aligncenter" width="350" caption="Ribuan lulusan SMA/SMK tampak serius mengikuti tes seleksi masuk PTN melalui jalur SNMPTN"]<a href="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/snmptn-pengawas.gif"><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/snmptn-pengawas.gif" alt="Ribuan lulusan SMA/SMK tampak serius mengikuti tes seleksi masuk PTN melalui jalur SNMPTN" width="350" height="221" class="size-full wp-image-826" /></a>[/wp_caption]Sebanyak 3.129 lulusan SMA/SMK melenggang masuk PTN tanpa tes. Mereka terdiri 1525 mahasiswa baru (maba) diterima di Universitas Negeri Malang (UM) melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) dan 1604 diterima di Universitas Brawijaya (UB) Malang melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB). Akhir pekan kemarin, para siswa beruntung itu melakukan registrasi di dua PTN di Malang itu.</p>
<p>“Registrasinya dibuka kemarin, tapi rupanya masih saja ada beberapa yang tidak melakukan daftar ulang. Padahal sudah diterima tanpa tes,” kata Humas UB Malang, Farid Atmadiwirja.<!--more--></p>
<p>Menurutnya, dari 1604 calon yang diterima melalui jalur seleksi PSB ternyata hanya 1202 calon yang melakukan daftar ulang. Persentase yang tidak melakukan daftar ulang mencapai 25,1 persen. Persentase terbesar tidak melakukan daftar ulang ada pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Sedangkan dari 118 calon yang diterima, ada 42 orang yang tidak daftar ulang.</p>
<p>Dikatakan Farid, banyak faktor yang mungkin mengapa mereka tidak daftar ulang. Bisa jadi pilihan penerimaan itu adalah pilihan kedua saat mengikuti penjaringan, sehingga saat diterima mereka enggan memasukinya.</p>
<p>Sementara itu, UM kembali dipilih sebagai universitas pilihan siswa peringkat 1 dan II Nilai Ujian Nasional (NUN) Jatim. Dua siswa terbaik itu bahkan mendapat fasilitas masuk UM tanpa tes. Masing-masing Yustan Okta Diansyah dari SMAN 1 Bangil diterima di Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (S1) Fakultas Teknik UM dan Selvy Rizky Amalia dari SMAN Manyar Gresik diterima di Pendidikan Guru SD FIP UM.</p>
<p>“Dua lulusan terbaik Jatim itu diterima di UM tanpa tes. Mereka masuk melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK),” kata Kepala Humas UM Drs Zulkarnain Nasution M.Pd.</p>
<p>Zulkarnain menuturkan, tahun ini UM menerima sebanyak 864 calon maba jalur reguler PMDK. Terdiri dari 573 maba jenjang S1 kependidikan, 156 maba program non kependidikan, dan 135 maba program Diploma. Jumlah itu diseleksi dari 5581 pendaftar dari berbagai SMA/SMK se Indonesia. Sementara calon maba program S1 dan Diploma yang diterima melalui jalur PMDK Mandiri sebayak 661 maba.</p>
<p>Maba yang diterima di jalur PMDK dijadwalkan melakukan registrasi pada minggu ini. “Tahun ini sistem registrasi maba dilakukan dalam pelayanan satu atap. Bertempat di Gedung Sasana Budaya UM. Mulai dari pembayaran di BTN, pengambilan berkas registrasi dan mengisi biodata, tes kesehatan, hingga pembuatan foto ID Card,” tuturnya. (oci/udi) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Posko PSB Online di 6 Titik Layananan]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=823</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 02:19:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=823</guid>
<description><![CDATA[Pendaftaran siswa baru (PSB) jalur online, dibuka hari ini. Janji Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pendaftaran siswa baru (PSB) jalur online, dibuka hari ini. Janji Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang untuk memberikan pelayanan yang simple, sepertinya bukan hanya sekadar janji.</p>
<p>Selain tahun ini tidak ada lagi rekomendasi untuk siswa luar kota, juga ada layanan baru yang diberikan. Yaitu dibukanya enam posko PSB online di enam titik layananan.<br />
Yaitu di Pemkot, Telkom Pusat, Perpustakaan, Telecenter Kedungkandang kawasan Sekolah Model, Kelurahan Jodipan dan Disdik Kota Malang.</p>
<p>‘’Untuk masyarakat yang masih bingung dengan pendaftaran online ini bisa bertanya di enam titik layanan itu. Sehingga semua bisa mendaftar dengan mudah dan layanan bisa diberikan maksimal,’’ ungkap Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Malang Drs Sugiharto <!--more-->kepada Malang Post.</p>
<p>Selain enam posko, masyarakat juga bisa bisa menghubungi call center PSB online Disdik Kota Malang di nomor 0341 551555. tidak hanya itu, bahkan kepala disdik Kota Malang Dr HM SHofwan juga membuka layanan sms di ponselnya.</p>
<p>Pendaftaran PSB online tahun ini sistemnya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Hanya saja beberapa kebijakan pendidikan yang baru membuat sistem mengikuti perubahannya. Misalnya saja, untuk mendaftar di SMAN, yang digunakan untuk passing gradenya bukanlah jumlah Nilai Ujian nasional (NUN), melainkan rata-rata per mata pelajaran.</p>
<p>Sebab tahun ini jumlah mata pelajaran yang di UN kan lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Sehingga agar semua siswa terlayani baik lulusan tahun ini maupun lulusan tahun lalu, maka kebijakan rangking passing grade adalah pada jumlah NUN.</p>
<p>Sugiharto menuturkan, biasanya di hari pertama pendaftaran PSB online, NUN yang masuk masih didominasi NUN rendah yang jumlahnya cukup banyak.</p>
<p>Di hari pertama, NUN ini mungkin saja masih aman bertengger di sekolah-sekolah pilihannya, namun di hari ke dua atau bahkan hari ke tiga bisa terjadi pergeseran yang dilakukan oleh pemiliki NUN tinggi. Sebab pemilik NUN tinggi ini lebih senang mendaftar di hari terakhir karena sudah merasa aman mendaftar di mana saja.</p>
<p>‘’Karena itu kami himbau agar pendaftar memilih semua sekolah peserta PSB online ini. Sehingga kalaupun ada pergeseran tidak sampai terlempar dan tidak bisa menikmati kursi di sekolah negeri,’’ ungkapnya.</p>
<p>Ia menghimbau agar pendaftar tidak terlalu percaya diri dengan hanya memilih satu atau dua sekolah saja. Sebab kemungkinan kemungkinan bisa saja terjadi.</p>
<p>Sementara untuk pendaftar luar kota , tahun ini kembali mendapatkan kesempatan mengisi 10 persen kuota sekolah negeri. NUN siswa luar kota ini bisa menjadi ancaman juga meskipun sudah ada pembatasan. Sebab jika NUN yang masuk tinggi bisa jadi pergeseran pun semakin tajam. ‘’Karena itulah kami memberikan porsi siswa luar kota hanya 10 persen saja. Supaya siswa dari dalam kota terlindungi,’’ imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, PSB online untuk SMK Negeri, pagu yang dibuka untuk pendaftaran online adalah pagu sisa pendaftaran jalur mandiri yang dibuka 30 Juni sampai 5 Juli lalu.</p>
<p>Seperti diungkapkan Kepala SMKN 7 Malang Hari Sunyoto. Menurutnya masih tersisa  108 kursi untuk dimasuki melalui jalur online. Dari total pagu 240 kursi, sebelumnya telah terisi sebanyak 132 siswa. ‘’Pendaftaran online ini kami lakukan untuk memenuhi pagu saja. Sebab sebelumnya sudah dibuka jalur mandiri,’’ ungkapnya.</p>
<p>Menurut Hari, jika di jalur online ini pagu masih juga belum terpenuhi maka kemungkinan pihaknya akan membuka pendaftaran. Yaitu melalui jalur mandiri II.</p>
<p>Untuk sementara pagu di SMKN 7 Malang memang masih sedikit dibandingkan SMK yang lain. Sebab saat ini gedung SMK masih jadi satu dengan SMP. Namun dalam waktu dekat menurutnya gedung SMK akan bisa ditempati dan pagunya bisa diperbesar. Sehingga bisa menampung lebih banyak siswa baru.<br />
Ia mengakui minat masyarakat untuk memilih SMK masih terbatas pada jurusan tertentu saja. Di SMKN 7 Malang misalnya, jurusan atau program yang favorit adalah Restoran.</p>
<p>Program ini dipandang paling memiliki peluang bsnsis yang tinggi. Sementara urutan ke dua adalah program analisis kimia. Sementara jurusan tata busana hanya sedikit sekali peminatnya bahkan cenderung menurun. (oci/avi) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PSB Online 2008 Untuk SMP dan SMA Dibuka Senin 7 Juli ]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=821</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 12:19:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>hotelmalang</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=821</guid>
<description><![CDATA[Pendaftaran Siswa Baru (PSB) jalur tes Sabtu (5/7) kemarin diumumkan di sekolah Rintisan SMP SMA Ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-822" src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/psb-grafis.gif" alt="" width="315" height="287" />Pendaftaran Siswa Baru (PSB) jalur tes Sabtu (5/7) kemarin diumumkan di sekolah Rintisan SMP SMA Bertaraf Internasional (RSBI) di Kota Malang. Pendaftar akan memperebutkan pagu 6618 untuk SMPN dan pagu 2563 untuk SMAN. Bagi siswa yang belum beruntung, bisa kembali mendaftar di sekolah negeri melalui jalur online.  Pendaftarannya dibuka Senin (7/7) hingga Rabu (9/7).</p>
<p>Tahun ini jalur pendaftaran PSB online lebih mudah dan simpel karena tidak ada rekomendasi bagi pendaftar luar kota dan hanya wajib registrasi yang berakhir Sabtu (5/7) lalu.<!--more--></p>
<p>Kemudahan PSB online ini diantaranya adalah pendaftar bisa mendaftar di mana saja dan memilih semua sekolah. Sebenarnya aturan ini sudah lama diberlakukan, namun faktanya pendaftar banyak yang memilih mendaftar di sekolah tertentu. Akibatnya pendaftaran menjadi berjubel dengan antrean panjang.</p>
<p>“Saya sarankan untuk pendaftar agar tidak berjubel di sekolah tertentu. Sebab daftar di manapun bisa, supaya lebih mudah dan tidak antri,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr HM Shofwan kepada Malang Post.</p>
<p>Seperti halnya tahun lalu, pendaftar masih dominan mendaftar di sekolah favorit saja. Seperti di SMPN 5 Malang yang tahun lalu juga dibanjiri pendaftar. Bahkan sekolah sampai berinisiatif mendirikan tenda tambahan agar orang tua siswa tidak kepanasan saat mendaftar. SMA Tugu juga banyak diserbu oleh pendaftar. Sehingga antrian pun tidak terelakkan di sana.</p>
<p>Selain mengimbau agar tidak berjubel di satu sekolah, Shofwan menyarankan agar pendaftar memilih semua sekolah peserta PSB Online. Jika tidak, dikhawatirkan pendaftar akan mengalami pergeseran dari sekolah yang dipilihnya. Sebab selama tiga hari pendaftaran, passing grade di semua akan terus berubah. Nilai Ujian Nasional (NUN) tinggi akan dengan mudah menggeser NUN yang pas-pasan.</p>
<p>Diprediksikan persaingan NUN tahun ini juga sama ketat dengan tahun lalu. Apalagi ada siswa dengan NUN tinggi enggan mengikuti PSB jalur tes. NUN tinggi ini akan mengancam bagi NUN pas-pasan. NUN 36,00 ke atas bisa sedikit lega karena bisa memilih SMAN Favorit di Kota Malang. Yaitu SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4 dan<br />
SMAN 5.</p>
<p>Hanya saja persaingannya sangat ketat direntang NUN 36,00 sampai 36,95 karena jumlahnya cukup banyak yaitu ada 177 siswa. Sementara prediksi NUN terendah yang bisa menikmati bangku SMA negeri adalah NUN minimal 31,00. Tahun ini bukan jumlah nilai yang akan diadu. Melainkan rata-rata nilai hasil UN siswa. Dimana untuk SMAN favorit rata-rata minimalnya tahun lalu diatas 9 koma. Begitupun diprediksi untuk persaingan tahun ini, NUN minimalnya untuk bersaing yaitu diatas 36,00</p>
<p>Prediksi NUN SMP jika dilihat dari rentangan yang ada untuk bersaing di PSB online SMP negeri favorit yaitu SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 5 adalah nilai UASBN 27,01 ke atas. Yang jumlahnya sebanyak 1263 orang. Itupun untuk nilai 27,01-28,00 akan bersaing sangat ketat. Sebab jumlah nilai itu di Kota Malang sebanyak 992 orang. Yang harus merebutkan sisa 289 kursi di SMP negeri favorit.<br />
Kasi Kurikulum SMP SMA Dinas Pendidikan Kota Malang, Drs. Suyitno mengatakan, masyarakat sudah bisa mendapatkan informasi mengenai pagu peserta PSB online. Data pagu resmi yang ditetapkan adalah sebagai berikut;<br />
<strong>Pagu SMP Negeri</strong>, SMPN 1 = 180, SMPN 2 = 360, SMPN 3 = 280, SMPN 4 = 28, SMPN 5 = 320, SMPN 6 = 320, SMPN 7 = 294, SMPN 8 = 320, SMPN 9 = 280, SMPN 10 = 342, SMPN 11= 280, SMPN 12 = 280, SMPN 13 = 280, SMPN 14 320, SMPN 15 = 303, SMPN 16 = 280<br />
SMPN 17 = 300, SMPN 18 = 234, SMPN 19 = 360, SMPN 20 = 320, SMPN 21 = 160, SMPN 22 = 160, SMPN 23 = 225, SMPN 24 = 200.</p>
<p><strong>Pagu SMA Negeri</strong>, SMAN 1 = 160, SMAN 2 = 320, SMAN 3 = 256, SMAN 4 = 228, SMAN 5 = 360, SMAN 6 = 252, SMAN 7 = 320, SMAN 8 = 280, SMAN 9 = 255, SMAN 10 = 252.</p>
<p>(oci) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[psbsidoarjo.net (pengumuman DITUTUP *FINAL*)]]></title>
<link>http://diorosso.wordpress.com/?p=77</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 04:13:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>diorosso</dc:creator>
<guid>http://diorosso.wordpress.com/?p=77</guid>
<description><![CDATA[Sehari saja mungkin cukup. Yuupz.. mungkin itu kata yg tepat buat pengumuman hasil PSB kota Sidoarjo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sehari saja mungkin cukup. Yuupz.. mungkin itu kata yg tepat buat pengumuman hasil PSB kota Sidoarjo yg dimuat lewat media Internet (psbsidoarjo.net). Sebenernya pengumuman (FINAL)<!--more--> sudah selesai diumumkan / ditutup kemaren malem ( 5 Juli 08 ) tepat pukul 23:00 WIB. Tapi saia batu tw tadi setelah pulang dr sebuah undangan, dan langsung d beritahu oleh adik (pendaftar PSB juga lho..) kalo pengumumannya udah FINAL.</p>
<p>Tapi kalo udah final, kenapa lantas ditutup ? Iuupz.. mungkin ini salah satu siasat dr team webMasternya dengan Diknas Sidoarjo agar besok (Senin, 7 Juli) disekolah-sekolah yg memajang hasil PSB tidak sepi pengunjung :D</p>
<p>O iya, menurut prediksi saia sendiri (ghayamu iio) BESOK insya allah pukul 12:00 WIB, pengumuman PSB <strong>FINAL</strong> secara online akan dimuat kembali. Ingat, menurut prediksi saia saja. Maaf kalo besok salah :D</p>
<p>OK.. Mungkin cukup sekian pemberitahuan dr saia..</p>
<p>Terima kasih atas event ini, gara2 event PSB ini trafik BLOG saia jadi padet.. :D</p>
<p>Terima kasih untuk para pengunjung BLOG saia nie :)</p>
<p>Terima kasih untuk penyedia WebProxy yg kmaren telah saia ulas sedikit agar kita bisa mengakases situs PSB Sidoarjo 2008/2009</p>
<p>Terima kasih untuk semua pihak2 yg telah membantu saia, maupun yg segaja / yg 'tidak sengaja' ikut membantu saia</p>
<p>Thx</p>
<p>~DioRosso~</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengumuman PSB 2008]]></title>
<link>http://sharingbareng.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 03:05:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>sharingbareng</dc:creator>
<guid>http://sharingbareng.wordpress.com/?p=30</guid>
<description><![CDATA[Pada pemberitahuan di situs PSB Real Time Online 2008 untuk kota Malang, tertulis bahwa data &#8220;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pada pemberitahuan di situs PSB Real Time Online 2008 untuk kota Malang, tertulis bahwa data "daya tampung" dapat di akses pada tanggal 5, 6 dan 7 Juli 2008. Tapi nyatanya setelah saya lihat, (Sabtu,5/7) data masih dalam taraf perbaikan. Lalu saya lihat lagi (Minggu,6/7) hasilnya sama dengan hari kemarin, <strong>NIHIL. </strong></p>
<p>Data yang tersedia hanyalah "Arsip tahun lalu" dan "Sebaran NUN tahun sebelumnya"</p>
<p>Kenapa pihak diknas tidak secepatnya memberikan data tersebut ?? Dengan lebih cepatnya data diperoleh oleh para calon pendaftar SD,SMP,SMU kan lebih memudahkan para orangtua siswa untuk menentukan kemana arah anak-anak mereka bersekolah nantinya. Jadi para orang tua tidak kelabakan.</p>
<p>Apalagi jika siswa tersebut berasal dari luar kota. Mereka banyak juga mengandalkan data dari situs <a title="PSB ONLINE" href="http://malang.psb-online.or.id/cont/tampung/dt.php" target="_blank">psb real time online 2008</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A esquerda precisa ser reinventada em Mato Grosso]]></title>
<link>http://jbas.wordpress.com/2008/07/05/a-esquerda-precisa-ser-reinventada-em-mato-grosso/</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 18:13:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Autores Diversos</dc:creator>
<guid>http://jbas.wordpress.com/2008/07/05/a-esquerda-precisa-ser-reinventada-em-mato-grosso/</guid>
<description><![CDATA[Enock Cavalcanti* 
Meus amigos, meus inimigos: a esquerda chega combalida ao gride de largada desta ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3"><strong><em>Enock Cavalcanti*</em></strong></font> </p>
<p><font size="3">Meus amigos, meus inimigos: a esquerda chega combalida ao gride de largada desta campanha para prefeito em Cuiabá. O PT, dito principal partido de esquerda no Brasil e também aqui em nossa capital, teve a oportunidade de contar com a integridade de José Afonso Portocarrero em sua cabeça de chapa,</font></p>
<p><!--more-->
<p><font size="3"> mas preferiu se subordinar à chapa dos botinudos endinheirados, encabeçada por um candidato (como é mesmo o nome dele?) que terá que ser inventado durante a campanha. O Partido Socialista Brasileiro, capitaneado por Valtenir Pereira, lançou chapa pura, mas, antes disso se efetivar, andou batendo cabeça em negociação aberta e vergonhosa para ser vice do tucanato direitoso da capital. O PC do B, que queria ser vice do Valtenir e foi estranhamente rejeitado, se assustou com os rachas dentro do PT – só que imitou os petistas, que parecem embebedados de soja transgênica e acabou indo pro colo do Wilson Santos para ver se mama um “estruturazinha”. O PDT se rachou em mil pedaços, em mil picuinhas e também caiu na cesta do prefeito candidato à reeleição. Restou, no podium da esquerda, mas mais isolada do que nunca, a candidatura abertamente sectária do promotor Mauro César, do Partido Socialismo e Liberdade, o PSOL , que só dá as caras em época de eleição.</font> </p>
<p><font size="3">Com uma esquerda desta laia me parece que a direita não precisa se preocupar muito em ter seu avanço e a sua permanência questionados. A antiga esquerda e a sempre renovada direita cada vez mais se confundem em suas táticas, de tal forma que muitos até haverão de dizer que esta minha insistência em tentar diferenciá-los não passa de um esquizofrênico exercício retórico. Basta ver que a salada ideológica que se montou, pelo Mato Grosso afora, é qualquer coisa de kafkaniana multiplicada por cinco.</font> </p>
<p><font size="3">Por que será que o PT, partido do presidente Lula, não conseguiu aparecer em cabeça de chapa em um município de maior expressão, entregando tão antecipadamente a rapadura para seus adversários? Como explicar o descrédito com que o prefeito Zózimo Chaparral, antigo ícone da esquerda e dos comunistas mato-grossenses, chega à disputa da reeleição em Barra do Garças? Como justificar a omissão do verborrágico Carlos Abicalil na disputa eleitoral, o que favoreceu a luta fratricida em que o PT acabou mergulhando na capital? Como explicar que o partido do grande empresariado mato-grossense, que é o PR, tenha se transformado no desaguadouro das esperanças de esquerdistas mal nutridos? Como explicar que o “socialismo moreno” de Brizola tenha acabado sob a batuta de um dos mais ricos patrões de Mato Grosso, o Piveta, linha auxiliar de Maggi na Assembléia? Como explicar a incapacidade do PV de defender nas ruas um programa ambientalista nesta terra de tantos desmates e depredações?</font> </p>
<p><font size="3">Só sei que nada sei. A esquerda chega à campanha com as bandeiras arriadas, a militância paralisada e a ideologia batendo pino. Nenhuma ameaça ao capital e à sua natural capacidade de excluir e vitimar pode vir deste lado. Muito pelo contrário - a nossa esquerda, majoritariamente, elegeu o capital como principal insumo para sua atuação, aposentando os slogans, as passeatas, as gritarias. Está me parecendo que a esquerda precisa ser reinventada em Mato Grosso.</font> </p>
<p><font size="3">*<em>Enock Cavalcanti</em> é jornalista, blogueiro, proprietário do saite <a href="http://www.paginadoe.com.br/">Página do E</a></font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[psbsidoarjo.net (Tips *WebProxy*)]]></title>
<link>http://diorosso.wordpress.com/?p=59</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 08:23:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>diorosso</dc:creator>
<guid>http://diorosso.wordpress.com/?p=59</guid>
<description><![CDATA[Awal tahun pelajaran menurut kalender pendidikan sebentar lagi akan d mulai.
Tentu tak lepas dr itu,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Awal tahun pelajaran menurut kalender pendidikan sebentar lagi akan d mulai.</p>
<p>Tentu tak lepas dr itu, pasti ada murid baru kan ? yuppz..  Salah satunya yg terjadi d kota saia, Sidoarjo <span style="text-decoration:line-through;">tercinta</span>. Setelah menjalani beberapa tes dan seleksi, saatnya pengumuman. Pengumuman yg paling realtime tentu saja lewat media Internet :) Tentu saja pihak penyelenggara adalah dari diknas kab. Sidoarjo. Tapi banyak juga yg ga` bisa masuk ke webnya ntuh. Termasuk juga saia tadi :P</p>
<p>OK</p>
<p>Saia kasih 1 cara biar kita bisa ngalahin request dr komp. laen. Apa ntuh request ? ah.. sulid jelasinnya :D</p>
<p>Cara paling mudah dan paling gampang <!--more-->(apa bedanya ??) adalah dengan WebProxy. Apa itu WebProxy ? Mungkin bisa dilihat <a title="DISINI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Proxy_website" target="_blank">DISINI</a> OK.. langsung d mulai ajha !! (*timpuk pake sendal*)</p>
<p>Ikuti langkah2nya...</p>
<p style="padding-left:30px;">1. Buka www.quickbrowsing.com dimana, itu tempat webProxynya</p>
<p style="padding-left:30px;">2. Masukkan link ke web PSB Sidoarjo (psbsidoarjo.net)</p>
<p style="padding-left:30px;">3. Klik Browse</p>
<p style="padding-left:30px;">4 Tarra.. sampe deh d webnya... tanpa terganggu dengan error2 yg sebelumnya ada saat tidak pake WebProxy</p>
<p style="padding-left:30px;">5. Selamat ber surfing ria mencari pengumuman hasil PSB d kota kita <span style="text-decoration:line-through;">tercinta</span>. Dan tidak lupa untuk.. berdoa agar d terima sekolah yg d inginkan...</p>
<blockquote><p><strong>Quick</strong>Link to psbsidoarjo.net with this WebProxy :</p>
<p><strong><a title="KLIK DISINI" href="http://www.quickbrowsing.com/proxy.php?q=aHR0cDovL3BzYnNpZG9hcmpvLm5ldA%3D%3D&#38;p=17f" target="_blank">KLIK DISINI</a></strong></p></blockquote>
<p>Selesai..</p>
<blockquote><p>quickbrowsing bukan <strong>SATU2NYA</strong> WebProxy yg ada d internet. Untuk WebProxy yg laen, silahkan tanya om Google.</p>
<p>quickbrowsing <strong>tidak hanya bisa digunakan untuk membuka web PSB</strong> itu ajha, bisa juga d gunakan untuk web2 yg laen.</p></blockquote>
<p>Thx</p>
<p>~DioRosso~</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peserta Jalur Mandiri Tak Bisa Daftar di PSB Online]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=799</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 03:37:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=799</guid>
<description><![CDATA[Pendaftaran Siswa Baru (PSB) online Kota Malang dibuka Senin (7/7) mendatang. Jalur ini bisa dimanfa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/06/batu-unpk.gif?w=300" alt="" width="300" height="158" class="alignright size-medium wp-image-578" />Pendaftaran Siswa Baru (PSB) online Kota Malang dibuka Senin (7/7) mendatang. Jalur ini bisa dimanfaatkan oleh semua siswa, termasuk siswa yang salah pilih saat mendaftar di PSB online tahun lalu. </p>
<p>‘’Pendaftaran PSB online bisa diikuti oleh siswa lulusan tahun ini, siswa lulusan tahun lalu, baik dari  luar dan dalam kota. Termasuk  siswa luar kota maupun siswa lulusan kejar paket A dan B,’’ ungkap Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Malang Drs Sugiharto kepada Malang Post.<!--more--></p>
<p>Hanya untuk siswa lulusan tahun lalu yang saat ini mengulang, atau bahkan menganggur di rumah, harus mengikuti pendaftaran registrasi siswa yang berakhir Sabtu, hari ini. </p>
<p>Pendaftaran registrasi ini bisa dilakukan di semua sekolah negeri. Jika tidak mengikuti registrasi, maka siswa tersebut tidak akan bisa mendaftar. </p>
<p>Registrasi ini dimaksudkan untuk memasukkan database siswa yang belum ada di dalam sistem PSB online. Dan siswa pun bisa mendaftar Senin nanti tanpa harus meminta rekomendasi dari Disdik Kota Malang.</p>
<p>Sementara kasus salah pilih dalam PSB online ini bisa saja terjadi dan pernah terjadi tahun sebelumnya. Dimana siswa salah mengurutkan pilihan sekolah yang akan dimasukinya. </p>
<p>Misalnya saja, ada siswa dengan Nilai Ujian Nasional (NUN) 27,00. Seharusnya NUN ini bisa lolos di SMAN favorit, namun karena salah mengurutkan pilihan akhirnya ia diterima di SMAN lainnya. Karena itulah Sugiharto mengingatkan meskipun semua sekolah bebas dipilih, namun pilihan harus bertanggung jawab.<br />
Terkait siswa yang sudah diterima di PSB Jalur tes, menurut dia tidak mungkin bisa menembus PSB online. Karena data mereka sudah di protect oleh sistem PSB yang didesain oleh Disdik itu.</p>
<p>‘’Kalau pun ada siswa di jalur Mandiri yang ingin mencoba-coba jalur online tidak akan bisa mendaftar. Karena data mereka sudah kami protect,’’ tegasnya.</p>
<p>Sementara itu pendaftaran PSB online ini rencananya akan dibuka selama tiga hari saja. Yaitu 7,8 dan 9 Juli. Pendaftarannya bisa dilakukan di semua sekolah peserta PSB online. </p>
<p>Pendaftaran di buka pukul 08.00 Wib sampai pukul 14.00 WIB. Hasil seleksi akan diumumkan pada 10 Juli. Khusus SMK pendaftar harus mengikuti tes khusus yang dimulai pada 30 Juni sampai 7 Juli. Dan pendaftarannya bisa dilakukan pada semua SMK sesuai dengan program keahlian yang dibuka. (oci/avi)<br />
 (rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kepala Sekolah Diperingatkan Soal Pungutan]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=787</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 03:11:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=787</guid>
<description><![CDATA[Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwandi mewarning semua Kepala Sekolah SMP dan SMA sederaja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwandi mewarning semua Kepala Sekolah SMP dan SMA sederajat, kemarin lusa. Suwandi memperingatkan agar sekolah tak melakukan pungutan sebelum SK Bupati yang mengatur pungutan turun. Dia juga menegaskan agar pihak sekolah menyerahkan RAPBS (Rencana Anggaran Pengeluaran dan Belanja Sekolah) paling lambat akhir bulan ini.</p>
<p>Menurut Suwandi, Kepala Sekolah juga dilarang memungut iuran Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang telah dicover BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Dia menegaskan, pihaknya bakal memberi teguran khusus jika ditemukan muncul pungutan liar. <!--more--></p>
<p>“Tidak boleh ada pungutan jika SK Bupati belum terbit, mekanismenya RAPBS agar diserahkan paling lambat akhir bulan ini, Agustus nanti bisa digarap bagian Hukum dan September sudah turun SK Bupati,” teriaknya dihadapan para KS.</p>
<p>Saat ini, dikatakan Suwandi pihaknya terus bergiat mengecek mekanisme pungutan di sekolah-sekolah. Dia pun menegaskan, pihak sekolah memberi batasan pembayaran bagi wali murid hingga menyebabkan siswa tak bisa sekolah. Hal semacam itu dia nilai sebagai bentuk pembebanan biaya pada wali murid yang berlebihan.</p>
<p>“Misalnya tidak membayar hingga 10 jam akan dikeluarkan dari sekolah, ini keterlaluan. Kalau sampai ditemukan saya akan panggil kepala sekolah bersangkutan,” tegasnya.</p>
<p>Hanya saja, Suwandi tidak berjanji bakal memberhentikan Kepala Sekolah yang ditemukan berbuat seperti itu. Dia hanya menghimbau bahwa bagi sekolah yang terlanjur melakukan pungutan agar dikembalikan. Dia menilai kadang-kadang pungutan tersebut hanya dilakukan dengan mengantongi tanda tangannya saja.<br />
“Wah tidak sampai diberhentikan, itu bukan wewenang saya,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu disaat Suwandi memberikan peringatan keras terhadap para Kepala Sekolah SMP dan SMA sederajat. Malang Post mendapat laporan bahwa SD Negeri I Bedali melakukan pungutan hingga Rp 575 Ribu. Menurut sumber yang enggan disebut namanya, dana itu terdiri dari Rp 300 Ribu uang gedung dan Rp 275 Ribu perlengkapan sekolah (seragam, buku dan kaos kaki).(ary/eno)<br />
(Ary Wicaksono/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekolah Tidak Boleh Jual Buku]]></title>
<link>http://mukhdan.wordpress.com/?p=227</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 01:10:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>mukhdan</dc:creator>
<guid>http://mukhdan.wordpress.com/?p=227</guid>
<description><![CDATA[TENGGARONG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menyerukan bahwa sekolah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>TENGGARONG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menyerukan bahwa sekolah tidak boleh menjual buku dan melakukan pungutan-pungutan terhadap siswa baru. Buku-buku penunjang dapat dibeli di toko-toko tanpa melibatkan pihak sekolah. Larangan melakukan pungutan kepada siswa baru karena Pemkab Kukar sudah memberikan subsidi biaya administrasi Pendaftaran Siswa Baru (PSB) mulai dari TK-SMA sederajat. <!--more--></p>
<p>“Sekolah dan guru-guru tidak boleh menjual buku di sekolah. Silakan orangtua dan pelajar mencari buku-buku penunjang itu di toko-toko buku sendiri. Ini untuk menghindari jangan sampai ada asumsi yang mengatakan bahwa sekolah mengambil untung dan sebagainya,” kata Kepala Disdik Kukar Bahrul kepada Kaltim Post belum lama ini.</p>
<p>Bahrul kembali mengingatkan kepada sekolah agar tidak melakukan pungutan apa pun kepada siswa baru tanpa persetujuan dari Komite Sekolah (KS) atau perwakilan para orangtua pelajar. Pungutan-pungutan hanya dapat dilakukan jika untuk kepentingan kegiatan-kegiatan yang bersifat penting seperti perpisahan.</p>
<p>Larangan pungutan terhadap siswa baru karena seluruh kegiatan penerimaan siswa baru maupun kegiatan operasional sekolah sudah disubsidi pemerintah. Kecuali biaya buku dan seragam sekolah.</p>
<p>"Semua sekolah negeri mulai dari SD hingga SMA tidak boleh melakukan pungutan-pungutan kepada orangtua murid. Kalau sampai ada yang melakukannya, maka Disdik akan memberikan sanksi,” tegasnya.</p>
<p>Dikatakan bahwa subsidi diberikan sebagai pengganti iuran BP3 yang ditarik tiap bulan kepada siswa. Karena itu semua kegiatan rutin sekolah sudah dibiayai pemerintah. Bahkan kegiatan ekstrakurikuler dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) juga disubsidi.</p>
<p>“Karena itu tidak ada alasan sekolah untuk melakukan pungutan kepada siswa. Apalagi atas nama uang gedung. Karena gedung-gedung sekolah telah menjadi tanggungan pemerintah. Kalau memang memerlukan bangunan baru silakan sekolah dan Komite Sekolah membuat proposal. Masukkan permohonan melalui Dinas Pendidikan dan ditembuskan ke DPRD supaya dapat dianggarkan,” jelasnya.</p>
<p>Bahrul mengakui bahwa untuk memacu mutu pendidikan mustahil tanpa biaya yang besar. Karena itu sistem subsidi silang bisa dilakukan tergantung keputusan Komite Sekolah yang beranggotakan orangtua murid. Namun di luar tanggungan yang sudah disubsidi pemerintah. Misalnya kegiatan perpisahan pelajar atau syukuran sekolah. Meski begitu tetap tidak boleh dibebankan kepada pelajar yang orangtuanya tidak mampu.</p>
<p>“Mereka harus dibebaskan dari segala pungutan. Bagi orangtua pelajar yang mampu saya harapkan dapat membantu mereka. Terutama untuk membeli baju seragam sekolah dan buku penunjang. Karena biaya pembelian seragam dan buku belum disubsidi pemerintah,” paparnya.</p>
<p>Seperti diketahui bahwa Pemkab Kukar melalui APBD 2008 mengalokasikan sekitar Rp 25 miliar untuk subsidi kegiatan administrasi dan belajar mengajar di tingkat TK-SMA. Biaya Ujian Nasional (UN) dianggarkan Rp 4,5 miliar dan semester Rp 3,4 miliar untuk semua tingkat pendidikan. Sedangkan untuk kegiatan PSB dan orientasi sekolah dianggarkan sekira Rp 900 juta.<br />
Sumber : http://www.kaltimpost.web.id/</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[May you live in interesting times]]></title>
<link>http://chamberoftenthousandflowers.wordpress.com/?p=199</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 00:39:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>克莱夫</dc:creator>
<guid>http://chamberoftenthousandflowers.wordpress.com/?p=199</guid>
<description><![CDATA[The PRC government is making an effort to systematically clear out foreigners residing and working i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>The PRC government is making an effort to systematically clear out foreigners residing and working in China, particularly those in Beijing.  That the clear-out is widespread is not disputed and no one with a non-Chinese skin is safe no matter how long they have lived in China and no matter what they are there for.  For any government to expel illegal immigrants is not unreasonable; there are expatriates living in China with no visa, expired visas or<a href="http://chamberoftenthousandflowers.files.wordpress.com/2008/07/male-psb.gif"><img class="alignright size-full wp-image-203" src="http://chamberoftenthousandflowers.wordpress.com/files/2008/07/male-psb.gif" alt="" width="49" height="80" /></a> inappropriate visas, so they should not be too surprised when the PSB comes knocking on their door, but this goes much further.  The rules regarding the issue of visas have been changed drastically and extensions to existing visas and residency permits are becoming very hard to obtain.  Read through almost any blog written by an expatriate in China and you'll soon get a feel of the problem.  What is not so easy to ascertain is why this is happening.</p>
<p style="margin-bottom:0;">The process started, in a low key way, some time last year when the PRC government began rounding up and deporting evangelists and missionaries [foreign evangelists are illegal in China], as reported on several websites, <a href="http://china.notspecial.org/archives/2007/10/tough_times_for.html">click here for one of them</a>.  Then early this year <a href="http://www.topnews.in/china-clear-out-students-refugees-olympics-236558">foreign students</a> in Beijing were told they would have to vacate their quarters during the summer months.  At the time a few people thought this a little odd, while others, myself included, felt there was probably a rational explanation somewhere and this was nothing to fuss about. During the Spring the process was extended to illegal migrant workers from neighbouring countries such as North Korea.  Several of these ended up in the UK as asylum seekers as they dared not return to face Kim Jong-Il's regime; several passed through the reception centre not far from where I live. Since then the net has spread and no one seems to be beyond its reach.</p>
<p style="margin-bottom:0;">As work ['Z'] and business ['F''] visas have expired renewal has been denied or the application process made so long and tortuous people have given up and gone away.  When 'Z' visas have been issued they have been limited to single entry only. Travel visas ['L'], which once were available in a variety of formats have been reduced to one type only, 30 days, single entry.  The days of multiple entry visas are over for now.  One very odd rule of thumb has emerged, no one born after 1984 has been granted renewal of a 'Z' visa. So if you are a tourist and just wish to make one visit of 2 or 3 weeks this summer, no problem, but if you require anything else be prepared for a long wait and possible disappointment.</p>
<p style="margin-bottom:0;">If it were just the ne'er-do-wells, who occasionally land up in China, who were affected I would have no qualms and might even congratulate the government but this simply isn't the case.  <a href="http://cupofcha.com/2008/06/20/goodbye-foreign-visitors.html">This report</a> on the <em>Cup Of Cha</em> weblog gives a general outline of the picture and <a href="http://simpsonsparadox.com/2008/06/goodbye-foreigners/">this</a>, <a href="http://simpsonsparadox.com/2008/06/bye-sven/">this</a> and <a href="http://simpsonsparadox.com/2008/07/abrupt-change-of-plans/">this</a> report from <em>Simpson's Paradox</em> details the departure of, first, two of the blogger's friends and not long after, her boyfriend's sudden departure which will be followed soon by her own.  Another well-known blogger has had to return to his home country to go through the visa application process, to the amusement of one or two of the commenters, <a href="http://china.notspecial.org/archives/2008/07/my_own_personal.html">as detailed in this report</a> on <em>The Opposite End Of China</em> blog.  A 71 year old man who who has been running his own company in China for several years has had to leave at short notice, as <a href="http://online.wsj.com/article/SB121450338158707795.html" target="_blank">reported on the <em>Wall Street Journal</em></a>.  And <a href="http://www.time.com/time/world/article/0,8599,1819373,00.html">this report</a> on the TIME<a href="http://chamberoftenthousandflowers.files.wordpress.com/2008/07/female-psb1.gif"><img class="alignright size-full wp-image-205" src="http://chamberoftenthousandflowers.wordpress.com/files/2008/07/female-psb1.gif" alt="" width="64" height="104" /></a> magazine website outlines the problem and details a few more cases. Root around on the web long enough and you will accumulate a list as long as your arm of expulsion stories.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Another clearing out process has been taking place which doesn't involve foreigners but could be equally relevant to this question.  Dissenters and other trouble makers have been locked up, petty dissenters, petitioners and other undesirables who were a regular feature of the Beijing streets have been moved as far away from tourist areas as possible.  This has all been part of the campaign to tidy up the streets and make them more agreeable for western eyes.  Walk along any city centre street in Beijing and how many beggars do you see? <a href="http://www.benross.net/wordpress/?p=189" target="_blank">See Ben's Blog</a>.</p>
<p style="margin-bottom:0;">One of the effects, which I find hard to believe was intended, has been a downturn in international tourist traffic.  Bookings this year are lower than for the same period last year and even for the month of August itself the figures are not good – see <a href="http://www.economist.com/blogs/gulliver/2008/06/beijings_hotels_getting_nervou.cfm">this report</a> on the <em>Economist</em> website.</p>
<p style="margin-bottom:0;">But as to why this has happened we can only theorise.  The official reason is 'security'. Whether this makes<a href="http://chamberoftenthousandflowers.files.wordpress.com/2008/07/segway-patrol.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-200" src="http://chamberoftenthousandflowers.wordpress.com/files/2008/07/segway-patrol.jpg" alt="" width="152" height="98" /></a> any sense or not doesn't seem to matter as the Chinese authorities are determined to put on a show of strength, as shown on <a href="http://chinadaily.com.cn/olympics/2008-07/03/content_6816695.htm">this <em>China Daily</em> report</a>.  Some of the measures shown are ideal for TV/Photo-ops but not a lot use for dealing with real terrorism or civil disturbances.  In previous months the PLA and police have been hard at work undertaking training exercises and now it all comes to fruition in the form of a <a href="http://news.qq.com/a/20080626/000124.htm">massive mobilisation</a> and a string of spectacular displays of Chinese <a href="http://chamberoftenthousandflowers.files.wordpress.com/2008/07/mobilisation.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-201" src="http://chamberoftenthousandflowers.wordpress.com/files/2008/07/mobilisation.jpg" alt="" width="187" height="104" /></a>strength and prowess.  Click on to any Chinese media website [e.g. Xinhua, QQ news] and you will see propaganda photos showing the PSB, PAP, PLA, PLAN and almost anyone else who wears a government uniform, going through their paces valiantly defending the motherland and fighting off the evils of the outside world.  The PRC government claims to be fighting insurgents in the far west province of Xinjiang in the form of the East Turkistan Independence Movement [ETIM] which is claimed to be linked to Al'Qaeda.  While resentment against the governing Han does exist amongst<a href="http://chamberoftenthousandflowers.files.wordpress.com/2008/07/flame-spray.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-206" src="http://chamberoftenthousandflowers.wordpress.com/files/2008/07/flame-spray.jpg" alt="" width="100" height="144" /></a> the Uygur people of Xinjiang no-one seems to know if ETIM itself genuinely exists. Early this year Xinhua reported a raid on an alleged ETIM gang in Urumqi – <a href="http://china.notspecial.org/archives/2008/02/the_annual_terr.html">click here</a> – and during the spring an airline hi-jacking/sabotage incident was reported – <a href="http://china.notspecial.org/archives/2008/03/and_so_it_begin.html">click here</a>.  A search on the internet will produce alternative reports of the same incidents but in not one of them is there one item evidence, photographic or otherwise, cited or referred to to prove that these incidents occurred.   Even the Xinhua reports themselves, usually published some time after each incident, are devoid of any reference to evidence that the incident took place.  One incident was purported to have taken place in a residential neighbourhood and was said to have resulted in several deaths, but none of the neighbours knew anything of it.  All of which calls into question just how real terrorism in China is. Even if it were real, in what way does expelling foreign residents make the Olympic games any more safe? Or is it, as some suggest, just an excuse for a continuing crackdown on anyone the authorities don't like?</p>
<p style="margin-bottom:0;">But back to the expulsions. If security is not the real reason for this, what is?  Millions of tourists are expected to arrive in Beijing during the Games, and along with them will be thousands of news reporters.  The authorities want them all to see China at its best and to this end they have been beevering away for several years preparing the infrastructure, the amenities, environment and the people.  Over all these elements the government has some degree of control and is probably feeling reasonably confident, i.e. the people have been put through many re-education programmes, such as how to queue in a civilised manner, how to not spit, how to clap harmoniously, etc, but the one thing the government cannot control is the foreign population [said by some to be around quarter of a million in Beijing]. To speak to a native Beijinger [北京公民] a reporter will probably need an interpreter, and the native Beijinger will probably already know what he must [and not] say to foreign reporters.  To speak to a foreign resident would not be quite so irksome - and finding foreigners is remarkably easy, just stand in the high street of any large city and see how easy it is to spot the laowai amongst the surrounding sea of jet black hair and tanned faces -  and if the questions became too probing who knows what might be said and then reported?  Could there be a risk in this?  So, to present the world with a picture of an unflawed harmonious society the way ahead is to make sure that the only people available on the streets are re-educated natives and first time tourists, that way there will be no embarrassing stories to deal with.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><a href="http://chamberoftenthousandflowers.files.wordpress.com/2008/07/fuwa.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-211" src="http://chamberoftenthousandflowers.wordpress.com/files/2008/07/fuwa.png" alt="" width="130" height="82" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;">北京欢迎您</p>
<p style="margin-bottom:0;text-align:center;"><a href="http://www.sznet110.gov.cn/netalarm/index.jsp" target="_blank"><img src="http://img1.qq.com/www/pics/816/816587.gif" border="0" alt="" hspace="5" width="52" height="64" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PSB SMP dan SMA Jalur Tes Hari Ini Diumumkan]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=770</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 17:01:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=770</guid>
<description><![CDATA[Hari ini, pengumuman penerimaan siswa baru jalur tes di rintisan SMP dan SMA Bertaraf Internasional ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-771 alignright" src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/psb-jalur-test.gif" alt="" width="350" height="228" />Hari ini, pengumuman penerimaan siswa baru jalur tes di rintisan SMP dan SMA Bertaraf Internasional (RSBI) digelar. Tingginya animo pendaftar di jalur tes ini, sedikit banyak membuat sekolah kelabakan.<br />
Di SMAN 1 Malang misalnya, hingga sore kemarin sekolah dibuat sibuk. Sebab ada beberapa siswa yang gradenya sama. Bisa jadi ramainya pendaftaran karena gratis.</p>
<p>‘’Karena gratis jadi pendaftarnya banyak. Meski demikian seleksi kami lakukan dengan ketat untuk mendapatkan input yang siap menerima pembelajaran di kelas SBI ini,’’ ungkap Kepala SMAN 1 Malang Drs HM Shulton M.Pd <!--more-->kepada Malang Post kemarin.</p>
<p>Selain seleksi yang ketat, menurut Sulthon, di jalur ini Nilai Ujian Nasional (NUN) tinggi tidak bisa menjadi jaminan diterima. Sebab ada tes potensi akademik dan tes wawancara bahasa Inggris yang menjadi ukuran sebenarnya kemampuan siswa.</p>
<p>Ia mencontohkan, ada beberapa peserta yang NUN nya tinggi di atas 37 koma. Namun saat wawancara ternyata bahasa Inggrisnya kurang bagus. Sebaliknya ada pendaftar dengan NUN 32,00 bahkan 31,00 yang ternyata lancar berbahasa Inggris saat wawancara.</p>
<p>‘’Ternyata kebijakan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk memperbolehkan NUN di bawah 32 mendaftar di jalur tes ini beralasan. Buktinya saat tes TPA dan wawancara mereka juga lebih baik dibandingkan peraih NUN tinggi,’’ tegasnya.</p>
<p>Meski seleksi cukup ketat, namun SMAN 1 Malang siap mengumumkan hasil seleksinya hari ini sekitar pukul 09.00 WIB. Dari 359 pendaftar untuk jalur ini rencananya akan diterima 108 siswa dengan rincian 96 diterima dan 12 orang cadangan.</p>
<p>Sementara itu SMAN 3 Malang pun siap mengumumkan hasil seleksi jalur tes hari ini. Menurut Penanggung Jawab Program SBI SMAN 3 Malang Abdul Tedy Rahman ada 174 siswa yang akan diterima di jalur ini.</p>
<p>Sementara di SMPN 5 Malang yang juga membuka kelas RSBI rencananya akan mengumukan hasil seleksi hari ini. Ada 99 siswa yang akan diterima dari 173 pendaftar.</p>
<p>Menurut Humas SMPN 5 Malang Budi Santoso siswa jalur ini kualitasnya cukup bagus. Sehingga sekolah menambah satu kelas untuk RSBI dari semua dua kelas menjadi tiga kelas.</p>
<p>SMPN 1 Malang juga sudah menyiapkan pengumuman untuk SBI nya. Meski koreksi hasil seleksi hanya melibatkan guru-guru namun dijamin proses seleksi dilakuakn dengan transparan.</p>
<p>‘’Seleksi didasarkan dari kualitas, sebab kelas SBI ini berat. Tidak mungkin kami menerima siswa yang tidak mampu akademisnya,’’ tegas Ketua Program SBI SMPN 3 Malang Dra Dewi Rukiati. (oci/avi) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Langgar Rambu-rambu PSB, Tiga Sekolah SBI Diperingatkan]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=764</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 10:28:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=764</guid>
<description><![CDATA[Lantaran dianggap tidak mematuhi aturan, tiga sekolah dasar (SD) favorit dan berstandar internasiona]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Lantaran dianggap tidak mematuhi aturan, tiga sekolah dasar (SD) favorit dan berstandar internasional, disemprit Dinas Pendidikan. Gara-garanya, mereka sudah berani menyodorkan kesanggupan membayar sumbangan.</p>
<p>Padahal sejak awal disebutkan, seluruh sekolah tidak boleh menarik sumbangan sebelum ada peraturan dari walikota. Diperkirakan, peraturan itu akan turun September mendatang.</p>
<p>SD yang kena semprit itu adalah SDBI Tlogowaru, SDN Kauman I, dan SDN Gadang I. Selain itu ada juga satu sekolah SMAN SBI yang hampir kena teguran karena mulai menyodorkan kesanggupan sumbangan kepada orang tua siswa.<!--more--></p>
<p>‘’Yang melanggar sudah saya ingatkan. Sekarang sudah tidak ada lagi. Tahun ini, hanya tiga saja yang melanggar, tahun lalu kan banyak. Targetnya tahun depan sudah tidak ada lagi yang melanggar,’’ ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Dr HM Shofwan, kemarin.</p>
<p>Ia menegaskan, sekolah-sekolah di Kota Malang yang membuka pendaftaran untuk siswa baru, harus mematuhi aturan bahwa belum boleh ada pungutan untuk orang tua siswa hingga SK walikota diterbitkan.</p>
<p>Walaupun dalam batas sodoran pernyataan kesanggupan saja, menurutnya tidak dibenarkan. Seperti dilakukan di SDN Kauman I yang menyodorkan komitmen kesanggupan untuk calon siswanya.</p>
<p>Meski belum memungut, namun tindakan itu tidak dibenarkannya. Yang benar menurut Shofwan, siswa diterima dulu di sekolah. Setelah diterima baru sekolah melakukan pemetaan untuk membedakan mana orang tua yang dianggap mampu dan mana siswa yang harus digratiskan.</p>
<p>‘’Pemetaan ini pun baru boleh dilakukan Agustus nanti. Bulan Juli biarlah anak menikmati kenyamanan di sekolah dulu,’’ tegasnya.</p>
<p>Pemetaan untuk melihat potensi sumber dana dari masyarakat ini menurutnya bisa dilakukan sekolah dengan cara home visit.</p>
<p>Sekolah menurunkan tim ke rumah-rumah orang tua siswa untuk membuktikan apakah memang tidak mampu dan butuh digratiskan. Sofwan mengaku dirinya siap melayani keluhan orang tua siswa yang merasa dipersulit untuk mendaftar. Bahkan ia membuka pengaduan untuk semua wali siswa melalui nomor handphonenya. Yaitu di nomor 08123305645.</p>
<p>‘’Tapi harus sabar, karena banyak sms yang masuk. Jadi setiap hari penuh sms sampai masuknya sms baru agak tertunda,’’ ungkapnya.</p>
<p>Kalau Sofwan membuka pengaduan melalui SMS, beda halnya dengan Malang Coruption Watch (MCW).<br />
Sejak kemarin MCW membuka posko pengaduan pendidikan untuk wali murid selama pendaftaran siswa baru di sekolah-sekolah di Kota Malang.</p>
<p>Lokasi posko ini berada di beberapa kawasan strategis di Kota Malang dan tersebar di lima kecamatan. Hingga kemarin sudah ada 22 pengaduan masyarakat yang masuk ke posko. Diantaranya terkait PSB dan juga kebijakan-kebijakan sekolah yang dianggap memberatkan masyarakat.</p>
<p>‘’Selain membuka posko ini, kami juga akan menggelar forum warga di pertemuan ibu-ibu misalnya. Sehingga masyarakat kita ini sadar hak pendidikan untuk mereka dan kewajiban pemerintah seperti apa,’’ ungkap Seksi Advokasi MCW, Ziaulhaq. (oci/avi) (rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PSB SD, SMP, SMA dan SMK Negeri Kota Batu Digelar Mulai Kemarin Sampai Senin Depan]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=751</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 09:12:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=751</guid>
<description><![CDATA[Pendaftaran siswa baru (PSB) SD, SMP, SMA dan SMK Negeri Kota Batu digelar serentak mulai kemarin hi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/batu-psb.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-752" src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/batu-psb.gif" alt="" width="350" height="213" /></a>Pendaftaran siswa baru (PSB) SD, SMP, SMA dan SMK Negeri Kota Batu digelar serentak mulai kemarin hingga Senin (7/7) mendatang. Meski tidak ada pungutan uang gedung, tetap saja orang tua harus merogoh kocek cukup dalam untuk menyekolahkan anaknya di sekolah pilihan.</p>
<p>Seperti di SMAN 2 Batu, selain membeli formulir pendaftaran Rp 50 ribu, orang tua harus membayar dana peningkatan mutu pendidikan yang besarnya mencapai jutaan rupiah. Pihak sekolah tidak memberikan batasan besarnya biaya, tapi disesuaikan dengan kemampuan orang tua yang bersangkutan.<!--more--></p>
<p>“Dana itu akan diserahkan setelah murid yang bersangkutan lolos seleksi dan diterima di SMAN 2 Batu. Besarnya dana disesuaikan dengan kemampuan orang tua masing-masing,” kata Kepala Sekolah SMAN 2 Batu, Suprayitno, M.Pd kepada Malang Post, kemarin.</p>
<p>Untuk menarik dana peningkatan mutu pendidikan itu, pihak sekolah telah memberitahukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Batu. SMAN 2 Batu tidak dilarang menarik dana peningkatan mutu pendidikan asalkan siswa yang tidak mampu dibebaskan dari beban biaya itu. Dana itu ditarik dari siswa yang berasal dari keluarga yang mampu.</p>
<p>Kendati jumlah besarnya dana peningkatan mutu pendidikan yang diberikan kepada sekolah bervariasi, Suprayitno menjamin tetap melakukan proses seleksi dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sumbangan besar tidak menjamin akan diterima di sekolah yang dipimpinnya.</p>
<p>“Tahun lalu ada orang tua siswa yang siap memberikan dana peningkatan mutu pendidikan yang jumlahnya cukup besar, tapi dalam proses seleksi dia tidak lolos akhirnya tidak diterima di sekolah kami,” ungkapnya.</p>
<p>Tahun lalu, kesanggupan orang tua memberikan dana peningkatan mutu pendidikan dilakukan saat tes wawancara dengan calon orang tua. Mereka diminta mengisi jumlah nominal yang tertera dalam formulir yang harus diisi. Besarnya mulai Rp 1,5 juta sampai tidak terhingga. “Sekarang tidak ada batas minimal berapa mereka akan memberikan dana peningkatan mutu pendidikan,” jelasnya.</p>
<p>Dana peningkatan mutu pendidikan itu akan digunakan melengkapi sarana belajar. Misalnya, masing-masing sekolah akan dilengkapi dengan LCD dan laptop. Sebagian lagi untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) guru melalui berbagai pelatihan guru dan siswa. “Semuanya dikembalikan untuk peningkatan mutu pendidikan,” imbuhnya.</p>
<p>Proses seleksi menurutnya, dari nilai NUN siswa, domisili dan bakat prestasi yang dimiliki siswa. Masing-masing akan dibuat peringkat sesuai kemampuan.</p>
<p>Hingga kemarin, sebanyak 184 formulir telah diambil calon siswa di SMAN 2 Batu dengan pagu 216 siswa untuk 6 kelas. (aim)</p>
<p><strong>PAGU SD, SMP dan SMA Negeri Kota Batu<br />
</strong>Sekolah        Rombel    Pagu        Total<br />
SMAN 1        9        32 siswa    288<br />
SMAN 2        6        36 siswa    216<br />
SMKN 1        6        36 siswa    216<br />
SMKN 2        4        36 siswa    144<br />
SMKN 3        4        36 siswa    144<br />
SMPN 1        9        32 siswa    288<br />
SMPN 2        8        36 siswa    288<br />
SMPN 3        7        36 siswa    255<br />
SMPN 4        5        36 siswa    180<br />
SMPN 5        2        36 siswa    72<br />
SMPN 6        3        36 siswa    108<br />
SMPN 1 atap        2        36 siswa    72<br />
SDN Ngagglik 01    3        28 siswa    84  (SSN)<br />
SDN Sisir 03        2        28 siswa    56  (SSN)</p>
<p>(muhaimin/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SMA N 10 Jadi Pilot Project Program USI (United Schools Internasional)]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=746</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 08:43:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=746</guid>
<description><![CDATA[Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online di SMAN 10 Malang tahun ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-747" src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/sofwan-sman10.gif" alt="" width="384" height="280" />Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online di SMAN 10 Malang tahun ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya, tahun ini sekolah ditunjuk Sampoerna Foundation (SF) sebagai pilot project di Malang untuk program United Schools Internasional (USI). Sehingga semua siswa yang mendaftar dan diterima di SMAN 10 akan mendapatkan pembelajaran dengan kurikulum nasional plus. Program USI yang dilaunching kemarin itu, konsepnya hampir sama dengan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang diprogramkan pemerintah.</p>
<p>Hadir dalam acara launching tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr HM Shofwan dan Project Officer (PO) Sampoerna Foundation Fikri Muhammad Al Ahzar.<!--more--> “Penunjukan dari Sampoerna itu merupakan bentuk penghargaan dan tantangan untuk sekolah. Dan perlu disambut dengan kesiapan guru dan dewan sekolah,” kata Sofwan, saat membuka acara launching, kemarin.<br />
Sofwan mengakui SMAN 10 Malang saat ini menunjukkan prestasi yang luar biasa. Sebab sekolah ini mampu melampaui sekolah negeri yang lain dari sisi akademik, prestasi dan dinamika sekolah. Sehingga menurutnya sangat layak jika dipilih Sampoerna untuk program USI.</p>
<p>Menurutnya, USI adalah kelanjutan dari program United School Program (USP) yang sudah dijalin antara SMAN 10 Malang dan SF. Meskipun SMAN 10 Malang akan ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), kata Fikri, namun tidak akan ada perubahan biaya pendidikan. “Semua kebutuhan penunjang mulai dari SDM guru, hingga buku-buku pelajaran di support SF. Sehingga pendidikan internasional ini bisa dinikmati semua kalangan. Kelas internasional tidak harus mahal,” tambahnya.</p>
<p>Lebih jauh Fikri menuturkan, USI merupakan sebuah program pendidikan yang dibentuk untuk menciptakan model sekolah menuju standar internasional. Program USI memadukan kurikulum internasional Cambridge dengan kurikulum nasional. Program ini juga didukung dengan pendampingan guru yang berkualifikasi. Ada enam guru yang akan dikirimkan ke SMAN 10 Malang untuk mengajar enam mata pelajaran yang berskala Internasional.</p>
<p>Mata pelajaran itu Matematika, Fisika, Kimia Biologi, Bahasa Inggris, dan TI. Selain itu, ada satu guru yang dikirim American-Indonesian Exchange Foundation (AMINEF). Total ada tujuh guru outside SMAN 10 Malang yang akan menjadi guru pokok untuk mata pelajaran tersebut. Sedangkan guru SMAN 10 Malang menjadi guru pendamping dan akan belajar dari guru pokok tersebut.</p>
<p>Ditegaskan Fikri, kelas internasional akan dimulai di kelas 10 untuk berlaku semua kelas. Pada tahun pertama, siswa harus mengikuti ujian akhir untuk menentukan kelas selanjutnya. Apakah di kelas 11 siswa akan dikelompokkan di kelas internasional atau akan dikelompokkan di kelas reguler. Untuk mendukung program USI ini, rencananya pada tahun kedua atau 2009 akan dibangun sebuah asrama untuk membangun sistem yang lebih kondusif.</p>
<p>Secara terpisah, Kepala SMAN 10 Malang Dra Niken Asih Santjojo menuturkan terpilihnya SMAN 10 Malang sebagai pilot project USI sangat menggembirakan bagi sekolah. Namun menurutnya hal ini adalah tantangan besar. “Dengan support dari SF, kami ingin memberikan layanan kepada masyarakat yang ingin menikmati sekolah berkualitas tanpa biaya yang tinggi. Kami tidak akan menyeleksi khusus untuk input siswa, cukup melalui PSB online,” tegasnya. (oci/adv)<br />
<em> (Rosida/malangpost)</em></p>
<p><strong> SBI Ikut PSB Online, SMAN 10 Buka 7 Kelas</strong></p>
<p>Sekitar 60 persen peserta ujian sekolah berstandar internasional (SBI) di SMAN 1, 3, dan 5 Malang dipastikan tersingkir karena keterbatasan pagu. Namun, para orangtua yang anaknya tak lolos di SBI tiga sekolah itu tidak perlu putus asa. Sebab, Dinas Pendidikan (Dindik) juga akan me-launching penyelengaraan SBI di SMAN 10 Malang.</p>
<p>Pendaftaran SBI di SMAN 10 akan diikutkan PSB Online, Senin (7/7). Seleksi SBI melalui PSB Online ini diharapkan mampu menepis anggapan bahwa SMAN yang berlabel internasional sulit dimasuki dan mahal.</p>
<p>Biaya pendidikan SBI SMAN 10 yang ditawarkan juga sama dengan sekolah non-internasional lainnya. “SPP yang kami pungut sama dengan tahun lalu yakni Rp 70.000 per bulan, sedang biaya pembangunannya masih menunggu Peraturan Wali Kota Malang (Perwakot). Kami akan buka tujuh kelas dengan total pagu 252 siswa,” beber Dra Hj Niken Asih Santjojo, Kepala SMAN 10 Malang, Kamis (3/7).<br />
Mengingat dana partispasi masyarakat tetap sama seperti tahun sebelumnya, SMAN 10 Malang mengaku sudah bekerja sama dengan Sampoerna Foundation (SF). Seluruh biaya opersional penerapan kurikulum Cambridge hingga menghadirkan enam guru dari luar negeri akan ditanggung sepenuhnya oleh SF.</p>
<p>“Sekolah dan pihak SF sepakat bahwa pendidikan berkelas internasional tak hanya bisa diakses masyarakat yang memiliki dana lebih saja, tetapi untuk seluruh anak bangsa. Program ini memang sangat pas bagi sekolah kami yang siswanya berasal dari ekonomi menengah ke bawah,” ungkap Niken.</p>
<p>Hal senada diungkapkan Project Officer SF, Muhammad Fikri. Menuru Fikri, sekolah internasional yang dikembangkan di SMAN 10 Malang itu tak akan memakai label RSBI seperti program dari Depdiknas. Nama, program internasional yang akan diselenggarakan itu adalah United School Internasional (USI) karena kurikulumnya langsung dari Cambridge. Untuk tahap awal kurikulum Cambridge akan diterapkan untuk enam pelajaran di antaranya rumpun pelajaran IPA, bahasa Inggris, dan Teknologi Informasi. st11</p>
<p><strong>Fasilitas USI SMAN 10 Malang</strong></p>
<hr />1.	Seluruh siswa baru akan mengenyam program USI.<br />
2.	Laboratorium dan perpustakaan berstandar internasional.<br />
3.	Enam guru SMA dari luar negeri dan seluruh guru lokal memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif.<br />
4.	Penerapan kurikulum Cambridge.<br />
5.	Biaya pendidikan yang sama dengan siswa SMAN lainnya yang tak membuka RSBI atau SBI.</p>
<p><em>(koran surya)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PSB Online Kota bandung]]></title>
<link>http://azulkipli.wordpress.com/?p=28</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 07:44:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>azul</dc:creator>
<guid>http://azulkipli.wordpress.com/?p=28</guid>
<description><![CDATA[Kemaren-kemaren Nezar cerita tentang PSB Online katanya adiknya mau masuk SMA. Pas dia buka web-nya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kemaren-kemaren Nezar cerita tentang PSB Online katanya adiknya mau masuk SMA. Pas dia buka web-nya (entah URLnya mah) katanya ga bisa diakses oleh warnet, terlalu banyak akses. Padahal dia buka web tersebut di rumah pake <em>speedy </em>. Alah web-nya nganggap Nezar lagi di warnet :)</p>
<p>Trus pagi tadi ke rumah saya datang tetangga menanyakan cara melihat grade masuk SMP di internet, terus terang saya tidak tahu menahu tentang berita ini sebelumnya karena jarang membaca koran ataupun mendengarkan berita(nonton pilem wae si :D). Dalam benak saya terpikirkan "Wah ada kemajuan juga ya kota Bandung khususnya Dinas Pendidikan-nya, uda bisa nyuruh masyarakatnya liat grade masuk SMP/SMA di internet.</p>
<p>Kira-kira dialog tadi pagi tentang PSB Online sbb :</p>
<p><strong>A</strong>:azul, <strong>T</strong>:Tetangga, <strong>Ika</strong>:anaknya tetangga (maaf dialog ga ditranslate ke Bhs. Indonesia apalagi ke English :))</p>
<pre>T:"Cep terang teu kumaha carana ningal grade masuk SMP di internet ?"

A:"Grade masuk SMP ? di internet ? Oh..kedah muka website/situs panginten"

A: "Bi, Iim terang teu alamat website/situs nu kedah dikunjungina naon ?"

T: "Duka atuh, da saur guru SMPna ge,
    Mun bade daftar ka SMP tingal heula gradena di internet cenah.
    Bade daptar ka SMP 18 tapi saur bagean pendaptaranna kitu oge."

T: "Tiasa teu ku acep pang ningal keun di internet"

A: "Nya jigana mah tiasa dipilari di internet alamat websitena."

T: "Nuhun atuh ari kitu mah,
    Bade sakola teh ayeuna mah meni hararese meni ripuh kudu muka internet sagala.
    Naha pamarentah teh teu lewat SMS wae lah.
    SMS mah leuwih deukeut ka masyarakat, sanes kitu ?"

A: "Nya panginten engke mah tiasa ningal gradena lewat SMS he..he..he"</pre>
<p>Sekarang sambil online cari web PSB Online kota bandung, dapet alamat http://www.psbkotabandung.web.id/ ama http://www.psbkotabandung.com/ . Namun sayang kedua-duanya tidak dapat diakses. Entah penyebabnya apa. Mungkin servernya sibuk ngelayanin masyarakan sebandung :D.</p>
<p>Saya punya saran buat Dinas Pendidikan/Pemkot Bandung/Sekolah bersangkutan gimana klo permintaan tetangga saya itu (grade SMP/SMA bisa diliat lewat SMS) direalisasikan. Soalnya yang lebih murah saat ini bagi masyarakat adalah SMS dibanding dengan Internet, lagi pula belum semua masyarakat di bandung bisa menggunakan komputer, apalagi internet. Teknologi handphone lebih dekat kepada masyarakat dibandingkan dengan teknologi internet.</p>
<p>Yah begitulah Indonesia, ....:?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kuota SMA Menyusut, PSB Online Dibuka 7 Juli]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=775</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 00:53:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=775</guid>
<description><![CDATA[Kuota siswa untuk SMP dan SMA di Kota Malang lewat jalur penerimaan siswa baru (PSB) Online semakin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kuota siswa untuk SMP dan SMA di Kota Malang lewat jalur penerimaan siswa baru (PSB) Online semakin menyusut. Ini terjadi seiring penerimaan siswa untuk kelas rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) melalui jalur PSB Mandiri. Di Kota Malang ada tiga SMA yang menggelar tes RSBI yaitu SMAN 1, 3 dan 5. Sedang SMP ada dua yaitu SMPN 1 dan 5.  </p>
<p>Terkait menyusutnya kuota itu, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang meminta agar siswa memilih semua pilihan sekolah yang disediakan dalam formulir PSB Online. Pendaftaran lewat PSB Online untuk SMA/SMK dan SMP akan digelar<!--more-->, Senin (7/7).</p>
<p>Menurut Kabid Pendidikan Menengah Dindik Kota Malang, Drs Sugiharto, pihaknya sudah menyediakan 62 pilihan SMP, termasuk 38 SMP swasta, serta 24 SMA negeri dan swasta. “Tentukan pilihan sesuai prioritas minat dan kedekatan sekolah dengan tempat tinggal. Dengan begitu saat tidak lolos di pilihan pertama, siswa masih mendapat sekolah berdasarkan pilihan berikutnya,” beber Drs Sugiharto, Selasa (1/7).</p>
<p>Dikatakan Sugiharto, jika orangtua siswa tetap ngotot hanya mau memilih satu atau dua sekolah saja dan akhirnya tak lolos maka tak akan ada kesempatan kedua untuk daftar PSB online. Sebab, pendaftaran PSB online hanya dilakukan sekali dan pilihan yang sudah dimasukkan ke dalam data PSB tidak bisa diubah lagi.</p>
<p>“Jadi hati-hati menentukan pilihan. Salah memilih siswa bisa tidak lolos, sehingga harus daftar kembali tahun depan,” ungkap Sugiharto.</p>
<p>Sementara seluruh SDN di Kota Malang mulai  Selasa (1/7) menggelar PSB. Beberapa SDN favorit seperti SDN Percobaan I, SDN Dinoyo 2, dan SDN Lowokwaru 2, hanya membuka pendaftaran dua hari saja. Sedang non favorit, pendaftaran hingga 5 Juli.   Bahkan SDN Sawojajar 1-5, dan Lesanpuro 1 serta sejumlah SDN yang ada di Kedung Kandang hanya membuka pendaftaran satu hari dan tes akan dilakukan Rabu (2/7) pagi.<br />
“Ini sangat menyulitkan kami. Sebab kalau anak kami tak lulus tes di sini maka kami harus mencari sekolah di luar Sawojajar,” keluh seorang calon wali murid di Sawojajar. st11   </p>
<p><strong>Pagu PSB Online SMAN 2008</strong><br />
==================================<br />
Sekolah                                    Pagu<br />
SMAN 1                                    160<br />
SMAN 2                                    320<br />
SMAN 3                                    102<br />
SMAN 4                                    228<br />
SMAN 5                                    245<br />
SMAN 6                                    252<br />
SMAN 7                                    320<br />
SMAN 8                                    320<br />
SMAN 9                                    280<br />
SMAN 10                                  252<br />
=====================================<br />
(koran surya)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SBI, Ketika Pendidikan Tak Ramah Biaya]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=730</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 17:40:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=730</guid>
<description><![CDATA[Image mahal, melekat pada sekolah-sekolah yang berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RS]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/06/psb-sbi-sman3.gif"><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/06/psb-sbi-sman3.gif?w=300" alt="" width="300" height="207" class="alignleft size-medium wp-image-660" /></a>Image mahal, melekat pada sekolah-sekolah yang berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Meski demikian, sekolah-sekolah itu tetap diburu. Di SMA RSBI misalnya, jalur tes yang dibuka untuk menyeleksi siswa, kini sedang diburu.</p>
<p>Pantauan Malang Post di SMAN 3 Malang kemarin, mayoritas pendaftar di sana pun berasal dari kalangan menengah ke atas. Dari sisi ekonomi mereka merasa siap untuk menyekolahkan siswanya di SMAN 3 yang favorit di Malang.<!--more--></p>
<p>‘’Di SMAN 3 Malang saya lihat bagus dan pilihan anak saya di sekolah ini. Kalau memang nanti biayanya mahal, itu sudah menjadi komitmen orang tua untuk mendukung anak-anak di sini,’’ ungkap salah satu pendaftar yang enggan dikorankan namanya.</p>
<p>Orang tua siswa ini berprofesi sebagai seorang dokter. Ia mengaku beberapa teman seprofesinya memang banyak yang memilih mendaftar di SMAN 3 Malang. Selain dari kalangan dokter, ada juga beberapa direktur bank yang mendaftar di sana.</p>
<p>Hal senada diungkapkan Endang, salah satu calon wali siswa di SMAN 5 Malang yang juga SBI. Meski ia hanya seorang PNS guru di Wajak, tapi ia siap dengan komitmen untuk membayar lebih di sekolah SBI.<br />
Apalagi di SMAN 5 Malang yang baru saja mendapatkan predikat Sekolah Adiwiyata dan ISO 9001:2000. Menurutnya akan banyak program yang harus ditanggung oleh orang tua siswa.</p>
<p>Menurut sumber Malang Post di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, sekolah SBI memang mahal. Sebab standar sekolah SBI harus memenuhi beberapa fasilitas seperti laboratorium bahasa Inggris, Laboratorium IPA meliputi Biologi, Fisika, dan Kimia, laboratorium komputer dengan standar pentium 4, jaringan internet yang terpasang lengkap ke sistem lab komputer, perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, TU dan multimedia. Masih ada pula persyaratan penyediaan peralatan media pembelajaran di kelas seperti TV, VCD, Tape, OHP, laptop dan lainnya.</p>
<p>‘’Idealnya memang sekolah melengkapi fasilitas dulu baru siap menjadi SBI. Kalau sekarang ini kan sekolah ditunjuk karena pertimbangan bahwa orang tua siswa di sana pasti mampu. Tidak mungkin Disdik menunjuk sekolah pinggiran yang dari sisi kemampuan orang tuanya rendah,’’ ungkapnya.<br />
Meskipun diakuinya untuk RSBI, pemerintah sudah memiliki anggaran dana blockgrant untuk stimulan. Yang besarannya berkisar antara Rp 450-500 juta.</p>
<p>Namun jumlah itu diberikan secara bertahap dan hanya diperuntukkan bagi pengembangan fasilitas. Belum untuk kebutuhan kesetaraan kurikulum standar internasional sehingga lulusannya diakui secara internasionak, biaya untuk meng up grade kemampuan guru berbahasa Inggris dan kompetensi untuk mengajar mata pelajaran yang diajarkan dalam bahasa Inggris.</p>
<p>Karena itulah untuk penyelenggaraan pendidikan bertaraf internasional memerlukan biaya besar, khususnya untuk pengembangan fasilitas pembelajaran, SDM serta operasional.</p>
<p>‘’Butuh sinergi antara sekolah, komite, dinas pendidikan, dan dirjen untuk pengembangan sekolah SBI ini,’’ tambahnya.</p>
<p>Sementara untuk pengembangan program seperti meningkatkan kualitas dan kompetensi guru harus dilakukan sekolah dengan cara menggali potensi di masyarakat.</p>
<p>Menurut Kepala SMAN 5 Malang Dwi Retno UN, biaya untuk peningkatan kualitas guru dan siswa memang tidak kecil. Misalnya saja biaya untuk mengkursuskan guru hingga level tiga, in house training, penyediaan buku dalam bahasa Inggris, dan lainnya.</p>
<p>Selain itu sekolah SBI memiliki 200 instrumen yang harus selalu dalam kondisi baik dan akan terus dinilai. Sayangnya ia enggan menyebutkan angka berapa pengeluaran sekolah untuk peningkatan mutu yang terstandar internasional ini.</p>
<p>Sementara Ketua Program RSBI SMAN 3 Malang Abdul Tedy Rahman menuturkan, mahalnya pendidikan di sekolah RSBI ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa.</p>
<p>Misalnya di SMAN 3 Malang, ada fasilitas laboratorium komputer dan internet yang bisa diakses gratis untuk siswa hingga pukul 17.00 WIB. Dan masih banyak lagi operasional sekolah yang harus ditanggung.<br />
Karena penyelenggaraan program yang berbeda dengan sekolah reguler inilah SMAN 3 Malang melakukan sosialisasi kepada calon wali siswa sebelum diterima di sekolah SBI. (oci/avi) (rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SD Favorit Masih Diburu Orangtua]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=711</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 16:45:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=711</guid>
<description><![CDATA[Sekolah favorit masih menjadi tujuan orangtua siswa untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar (SD]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/pendaftaran-sd-um.gif" alt="" width="350" height="181" class="alignleft size-full wp-image-712" />Sekolah favorit masih menjadi tujuan orangtua siswa untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar (SD). Seperti yang terjadi di beberapa SD di Malang, praktis ada yang baru satu hari pendaftaran di buka, langsung ditutup hari itu juga. Seperti di SDN Sawojajar I Kota Malang kemarin. Hari pertama pendaftaran langsung formulir yang disediakan habis.</p>
<p>“Pendaftaran sudah kami tutup, karena formulir yang kami sediakan sudah habis. Besok (hari ini, red) pengumumannya,” kata Kepala SDN Sawojajar I, Drs Munawar<!--more--> kepada Malang Post, kemarin.<br />
Animo tinggi itu, menurutnya, terjadi di beberapa SDN di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Diantaranya di SDN Sawojajar V, SDN Sawojajar VI, dan juga SDN Lesanpuro VI. SDN Sawojajar I menyediakan 173 lembar formulir untuk pendaftaran siswa baru. Rencananya ada 100 siswa yang akan diterima.</p>
<p>Sekolah sengaja mengambil kebijakan membuka pendaftaran hanya satu hari karena animo masyarakat cukup tinggi. Sehingga jumlah siswa yang tidak diterima nantinya tidak terlalu banyak. Demikian pengumuman juga dilakukan lebih cepat supaya yang tidak diterima bisa mendaftar ke sekolah lain.<br />
Untuk menyeleksi siswa, ada beberapa pertimbangan yang diberlakukan sekolah. Pertimbangan utama, yaitu umur siswa saat pendaftaran. Siswa yang umurnya tertua yang akan diterima. Setelah itu pertimbangan hasil seleksi yang meliputi pengetahuan awal seperti baca tulis dan hitung (calistung). “Sebenarnya tes ini tidak diperkenankan untuk dilakukan di usia SD, tapi karena banyaknya pendaftar sehingga diberlakukan tes,” tambahnya.</p>
<p>Faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah domisili siswa. Siswa yang rumahnya paling dekat dengan sekolah yang akan diprioritaskan untuk diterima. Sementara itu, di SDN Percobaan I Kota Malang masih membuka pendaftaran siswanya hingga hari ini. Pendaftar di SD itu sudah ratusan jumlahnya mencapai 180 pendaftar. Rencananya yang akan diterima sebanyak 80 siswa.</p>
<p>Pendaftaran siswa baru di tingkatan SD bebas biaya alias gratis. Hanya saja, jika sudah diterima, siswa harus mulai menyiapkan pembayaran SPP ataupun uang seragam yang harus segera dibayarkan. Sementara sumbangan, besarannya masih menunggu kebijakan wali kota baru.  (oci/udi) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jurnal Penerimaan Peserta Didik Hari Kamis]]></title>
<link>http://sman1wonosari.wordpress.com/?p=4</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 06:02:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>aby1923</dc:creator>
<guid>http://sman1wonosari.wordpress.com/?p=4</guid>
<description><![CDATA[JURNAL PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
SMA NEGERI 1 WONOSARI
TAHUN 2008/2009
HARI KAMIS, 3 JULI 2008

]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>JURNAL PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU<br />
SMA NEGERI 1 WONOSARI<br />
TAHUN 2008/2009</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>HARI KAMIS, 3 JULI 2008<br />
</strong><br />
No.     Rentang Nilai                           Jumlah                           Jumlah Pendaftar</p>
<p style="text-align:left;">1.               &#62; 30,00                                                  80                                                        80</p>
<p style="text-align:left;">2.             29,00 - 29,99                    36                                                          116</p>
<p style="text-align:left;">3.             28,00 - 28,99                    49                                                          165</p>
<p style="text-align:left;">4.         27,00 - 27,99                55                                                          220</p>
<p style="text-align:left;">5.         26,00 - 26,99                        42                                                          262</p>
<p style="text-align:left;">6.         25,00 - 25,99                    34                                                  296</p>
<p style="text-align:left;">7.         24,00 - 24,99                        31                                                          327</p>
<p style="text-align:left;">8.         &#60; 23,99                                                    28                            355</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Catatan, daya tampung 320 siswa</p>
<p style="text-align:left;">Demikian update dari panitia seleksi peserta didik SMA Negeri 1 wonosari tahun 2008/2009 yang dirilis pada hari kamis 3 juli 2008 pada jam 12.00.<br />
Panitia mengucapkan banyak terima kasih <strong>*abY</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Foto:  Michel Filho / O Globo]]></title>
<link>http://fatosemcharges.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 03:46:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>nogueirajr</dc:creator>
<guid>http://fatosemcharges.wordpress.com/?p=30</guid>
<description><![CDATA[
PSD apóia Jandira Feghalli (PC do B) na corrida a Prefeitura do  Rio de Janeiro. Jandira tinha pou]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://fatosemcharges.files.wordpress.com/2008/07/129_19-janda.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-31" src="http://fatosemcharges.wordpress.com/files/2008/07/129_19-janda.jpg" alt="" width="500" height="319" /></a><br />
PSD apóia Jandira Feghalli (PC do B) na corrida a Prefeitura do  Rio de Janeiro. Jandira tinha pouco tempo na propaganda eleitoral (rádio e TV), com o apoio do PSDB a candidata dobra o tempo e ameaça o líder nas pesquisas. A conferir</p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">---------------------------------------------------------------------------------------------------</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadwal Penerimaan Siswa Baru]]></title>
<link>http://psbsmaneta.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 03:34:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>psbsmaneta</dc:creator>
<guid>http://psbsmaneta.wordpress.com/?p=7</guid>
<description><![CDATA[
Jadwal Penerimaan Siswa Baru
 




NO.


JENIS KEGIATAN


TANGGAL


KETERANGAN




1.


Pendaftaran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &#60;![endif]--><!--[if gte mso 9]&#62;                                                                                                                                            &#60;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN">Jadwal Penerimaan Siswa Baru</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span lang="IN"><span> </span></span></strong></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;margin-left:5.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="564">
<tbody>
<tr style="height:26.2pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:0.5in;height:26.2pt;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">NO.</span></strong></p>
</td>
<td style="width:2.25in;height:26.2pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">JENIS KEGIATAN</span></strong></p>
</td>
<td style="width:116.15pt;height:26.2pt;padding:0 5.4pt;" width="155" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">TANGGAL</span></strong></p>
</td>
<td style="width:108.85pt;height:26.2pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">KETERANGAN</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:29.55pt;">
<td style="width:0.5in;height:29.55pt;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">1.</span></p>
</td>
<td style="width:2.25in;height:29.55pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pendaftaran </span></p>
</td>
<td style="width:116.15pt;height:29.55pt;padding:0 5.4pt;" width="155" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">3, 4, 5, dan 7 Juli 2008</span></p>
</td>
<td style="width:108.85pt;height:29.55pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pukul 08.00-12.00</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:35.25pt;">
<td style="width:0.5in;height:35.25pt;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">2.</span></p>
</td>
<td style="width:2.25in;height:35.25pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Seleksi dan Pengolahan</span></p>
</td>
<td style="width:116.15pt;height:35.25pt;padding:0 5.4pt;" width="155" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">8, 9 dan 10 Juli 2008</span></p>
</td>
<td style="width:108.85pt;height:35.25pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:36.2pt;">
<td style="width:0.5in;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">3.</span></p>
</td>
<td style="width:2.25in;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pengumuman</span></p>
</td>
<td style="width:116.15pt;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="155" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">11 Juli 2008</span></p>
</td>
<td style="width:108.85pt;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">08.30</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:36.2pt;">
<td style="width:0.5in;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">4.</span></p>
</td>
<td style="width:2.25in;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Daftar Ulang</span></p>
</td>
<td style="width:116.15pt;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="155" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">11 Juli 2008 </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">12 Juli 2008</span></p>
</td>
<td style="width:108.85pt;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">09.00 – 11.30</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">08.00 – 13.00</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:36.2pt;">
<td style="width:0.5in;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">5.</span></p>
</td>
<td style="width:2.25in;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemanggilan Cadangan</span></p>
</td>
<td style="width:116.15pt;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="155" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">12 Juli 2008</span></p>
</td>
<td style="width:108.85pt;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">13.30 – 17.00</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:36.2pt;">
<td style="width:0.5in;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="48" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">6.</span></p>
</td>
<td style="width:2.25in;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Permulaan Tahun Ajaran Baru, Persiapan dan Pelaksanaan MOS</span></p>
</td>
<td style="width:116.15pt;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="155" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">14, 15 dan 16 Juli 2008</span></p>
</td>
<td style="width:108.85pt;height:36.2pt;padding:0 5.4pt;" width="145" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Jadwal Menyusul</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[:: Pendaftaran Siswa Baru, Ibu-Ibu Jadi Melek Internet]]></title>
<link>http://kotadepok.wordpress.com/?p=25</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 02:18:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>kotadepok</dc:creator>
<guid>http://kotadepok.wordpress.com/?p=25</guid>
<description><![CDATA[Untuk keperluan penerimaan siswa baru tahun 2008 ini, Kantor Dinas Pendidikan Depok meluncurkan webs]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kotadepok.wordpress.com/files/2008/07/psb.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-26" src="http://kotadepok.wordpress.com/files/2008/07/psb.jpeg?w=103" alt="" width="113" height="84" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Untuk keperluan penerimaan siswa baru tahun 2008 ini, Kantor Dinas Pendidikan Depok meluncurkan website “Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Periode 2008” yang alamatnya dapat diakses di <a href="http://www.psb-depok.com/home.php">www.psb-depok.com</a>. Website tersebut berisi segala sesuatu informasi yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru di SMP, SMA, SMK Negeri di Depok. Di website ini kita dapat memantau langsung daftar siswa yang diterima maupun tidak diterima di suatu sekolah, lengkap dengan daftar nilai dan urutannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mereka yang mempunyai nilai UAS BN bagus tentu akan sedikit tenang memilih sekolah yang menjadi favoritnya. Mereka yang mempunyai nilai pas-pasan, harus rajin memelototi jurnal nilai dan harus siap-siap mencari sekolah lain jika terlempar dari jurnal tersebut.<span> </span>Mereka yang nilainya rendah, ya harap tahu diri untuk tidak mendaftar di sekolah idamannya. Mau daftar sih boleh-boleh saja, tapi akan sia-sia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dengan sistem informasi ini, penerimaan siswa baru menjadi lebih transparan dan memperkecil peluang main lewat jalan belakang seperti yang sering digunjingkan selama ini. Insya allah juga lebih efisien dan memuaskan semua pihak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Salah satu dampak positif dari penerimaan model ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang biasanya lebih banyak berkutat dengan urusan dapur, jadi sedikit melek dengan dunia internet. Mereka mau tak mau harus menemani putra-putri tercintanya untuk memantau<span> </span>terus jurnal yang urutannya selalu berubah setiap saat tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mereka yang diterima <span> </span>tentu harus banyak bersyukur karena mendapat kesempatan untuk bersekolah di sekolah negeri yang umumnya biayanya lebih murah dengan mutunya lebih baik. Mereka yang tidak diterima, juga tidak perlu berkecil hati, sekarang ini banyak sekolah swasta yang mutunya tidak kalah dengan sekolah negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Yang jelas, setelah masa pengumuman ini, para orang tua sisa harus mempersiapkan dana yang tidak sedikit jumlahnya, untuk keperluan pendaftaran, pembelian buku, seragam dan perlengkapan sekolah lainnya. Demi masa depan putra-putri tercintanya, semuanya siap  dilakukan oleh orangtua. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dan jangan lupa sertakan juga anak-anak kita dalam setiap doa kita, “Rabbi habli minash sholihin”, Ya Allah tumbuhkanlah anak-anak kami menjadi generasi yang soleh dan solihah, Amiin. </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pendidikan yang Tak Gratis]]></title>
<link>http://qizinklaziva.wordpress.com/?p=329</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 01:38:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>qizinklaziva</dc:creator>
<guid>http://qizinklaziva.wordpress.com/?p=329</guid>
<description><![CDATA[Masa penerimaan siswa baru (PSB) telah tiba. Pada masa seperti ini, orangtua siswa dibuat deg-degan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Masa penerimaan siswa baru (PSB) telah tiba. Pada masa seperti ini, orangtua siswa dibuat deg-degan dengan biaya pendidikan yang mahal, seolah berkejaran dengan harga sembako yang sedang menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Meski para pejabat telah menggembor-gemborkan pendidikan gratis atau pendidikan murah, realita di lapangan berbeda jauh. Pendidikan ternyata tak gratis. Biaya sekolah tetap melangit. Bahkan biaya PSB di beberapa sekolah negeri ada yang melebihi biaya di sekolah swasta. Padahal sekolah negeri sudah mendapatkan banyak suntikan dana dari pemerintah (baca: uang rakyat) untuk menjalankan proses pendidikan di sekolah.<img class="alignnone" src="http://www.laymark.com/i/m/m011.gif" alt="" /></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;margin:0;"><!--more--></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Biaya sumbangan pengembangan pendidikan (SPP), BP3, atau uang buku memang sudah dihapus, seiring dengan hadirnya bantuan keuangan biaya operasional sekolah (BOS). Namun hal itu bukan berarti sekolah benar-benar menggratiskan biaya pendidikan. Nyatanya, biaya pendidikan tetap dibebankan kepada orangtua dengan berganti nama, misalnya biaya investasi (biasanya untuk pengembangan sarana prasarana), biaya operasi, atau biaya personal (biasanya untuk kegiatan siswa, seperti OSIS, pramuka, dan sebagainya).</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Besarnya biaya pendidikan yang telah ‘berganti rupa’ tersebut bisa mencapai jutaan rupiah. Di Banten, biaya pendidikan bagi siswa baru di tingkat SMA/SMK saja bisa berkisar minimal Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. Angka yang cukup besar bagi masyarakat kelas bawah yang kini masih tertatih-tatih akibat beban ekonomi yang harus ditanggungnya.<img class="alignnone" src="http://www.laymark.com/i/m/m182.gif" alt="" /></span></p>
<p class="MsoPlainText" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Undang-Undang Sisdiknas memang mengamanatkan bahwa biaya pendidikan ditanggung pemerintah, pemerintah daerah, dan juga partisipasi masyarakat. Kalimat partisipasi ini kerap dijadikan semacam dalil pembenaran untuk membebani orangtua dengan macam biaya pendidikan. Dengan dalih sudah rapat pengelola sekolah, komite, dan orangtua murid, biaya pendidikan tetap diberlakukan kepada masyarakat.</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Padahal, pada setiap kampanye calon bupati, gubernur, ataupun presiden, si calon kerap melontarkan janji-janji pendidikan gratis, pendidikan murah, memperbesar anggaran pendidikan, dan lain-lain. Nyatanya, pendidikan tetap tak gratis. Janji itu hanya tinggal janji tanpa bukti. Sekarang, rakyat menunggu, kapan pendidikan yang "benar-benar" gratis itu bakal terwujud? (qizink)</span></p>
<p class="MsoPlainText" style="margin:0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
