<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>penetapan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/penetapan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "penetapan"</description>
	<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 18:19:36 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Penetapan Kadar Cinta dalam H4Tl]]></title>
<link>http://anggavantyo.wordpress.com/?p=84</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 09:26:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>anggavantyo</dc:creator>
<guid>http://anggavantyo.wordpress.com/?p=84</guid>
<description><![CDATA[



Kutimbang 1 gram rasa kagum dalam otakku
Dan cukup untuk membuatku
Terus berfikir tentangmu…
K]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Love" href="http://anggavantyo.wordpress.com/files/2008/04/logo2.gif"></a></p>
<p><a title="Love" href="http://anggavantyo.wordpress.com/files/2008/04/logo2.gif"></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><img style="width:167px;height:148px;" src="http://anggavantyo.wordpress.com/files/2008/04/logo2.gif" alt="Love" width="528" height="518" /></p>
<p></a></p>
<p>Kutimbang 1 gram rasa kagum dalam otakku<br />
Dan cukup untuk membuatku<br />
Terus berfikir tentangmu…<br />
Kularutkan kekaguman itu dalam labu hatiku<br />
Kutambahkan asam resah kedalamnya agar<br />
Rasa cinta ini tak berkurang<br />
Karena hidrolisis oleh rasa cemburu<br />
Kuhimpitkan perasaan ini dengan setiap pertemuan kita…<br />
Kuhomogenkan semua, agar bercampur merata dalam hatiku</p>
<p>Kau pipet 25 ml rasa sayang dari labu hatiku<br />
Dan kau pun mulai jatuh cinta padaku<br />
Perasaan kita bertaut di erlenmeyer rasa!!!<br />
Bersama-sama……..<br />
Kita tambahkan indikator rindu kedalamnya<br />
Cinta ini terasa indah bagiku<br />
Begitu bahagia aku menjalaninya<br />
Tanpa ada rasa jenuh membilasnya<br />
Sehingga…..<br />
Aku selalu merasa nyaman bila didekatmu</p>
<p>Kisah cinta ini terus menerus kita titar dengan larutan cinta 100%<br />
Hingga aku dan kamu, kita sama-sama tahu<br />
Semua, telah mencapai titik akhir<br />
Berwarna merah jambu<br />
Hingga engkau menjadi pengantinku<br />
Kadar cinta ini akan 100% kemurniannya<br />
Dan cinta ini akan selalu terjaga</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keistimewaan JOGJA]]></title>
<link>http://jarwadi.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 04:20:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>jarwadi</dc:creator>
<guid>http://jarwadi.wordpress.com/?p=109</guid>
<description><![CDATA[Everyday is Sunday in Jogja
Itu. Dulu tertulis di kaos kaos dagadu. Sekitar tahun berapa ya 97 an ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><font color="#808080">Everyday is Sunday in Jogja</font></p></blockquote>
<p>Itu. Dulu tertulis di kaos kaos dagadu. Sekitar tahun berapa ya 97 an kali. Everyday is Sunday in Jogja. (Kota) Istimewa. Sangking istimewanya sehingga Setiap Hari adalah Hari Minggu. Luar Biasa ya. Istimewa banget.</p>
<p>Iya memang Keistimewaan (seharusnya) selalu melekat dengan Jogja, dan semua yang ada di Jogja tanpa terkecuali</p>
<p><font color="#808080">[ Termasuk aku juga, sangat Istimewa, unik, <strike>mbedani</strike> dan tidak ada duanya he he he ]</font></p>
<p>Tetapi mengapa pembahasan tentang keistimewaan Jogja menjadi begitu berlarut larut. Padahal masalah ini sudah ada sejak jaman Orla, Orba, sampai era Mendagrinya Mr Mardiyanto. Masyarakat Jogja termasuk dan tidak terbatas pada Paguyupan Ismawa menuntut untuk segera ditetapkan/disahkanya UU tentang Keistimewaan Jogja. Segera ...</p>
<p>"Keistimewaan Jogja harus diposisikan pada tempat yang pas. Dalam konteks penegakan Demokrasi ( dalam hukum legal RI tidak dikenal Gubernur/Presiden Seumur Hidup), keutuhan NKRI dan Pemahaman Kesejaharan D I Y"</p>
<p><font color="#808080">[ Omongan siapa ya, WoooOoooW ... Lha Embuuuh ]</font></p>
<p>Yang jelas sebagai warga Ngayogyakarto hadingingrat,</p>
<p>Saya ingin UU Keistimewaan Jogja segera ditetapkan dengan mengacu pada pemahaman <strong>Sejarah, Aspirasi Warga Jogja</strong> Bukan kepentingan politik praktis partai partai yang oportunis ( --- mengingat setahun lagi akan berlangsung pesta <strike>Demo Crazy</strike> ... eh maaf "Demokrasi") dan <strong>Kemaslahatan Bangsa INDONESIA</strong> ( dalam konteks penegakan Demokrasi )</p>
<p>Lan dumatheng sedoyo warga Ngayogyakarto, Monggo sami sami mberjuangaken Keistimewaan Jogja, mawi cara cara ingkang "ISTIMEWA", kanthi adab budaya inggil, sopan santun tata kromo, penggalihan ingkang tepo sarira.</p>
<p>Mugi ingkang mekaten saget dados tepo thulodo tumrap daerah sanes? Ngatonaken budoyo lan peradapan Inggil Ngayogyakarto</p>
<p><strong>[ Nggiiiih Mmmbbaaaah ....]</strong></p>
<p><strong>Bagaimana "Keistimewaan Jogja menurut Anda?"</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peringatan Kemaskini yg Menjengkelkan..]]></title>
<link>http://senyumansedekah.wordpress.com/2007/12/10/peringatan-kemaskini-yg-menjengkelkan/</link>
<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 16:41:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Idris Yussof</dc:creator>
<guid>http://senyumansedekah.wordpress.com/2007/12/10/peringatan-kemaskini-yg-menjengkelkan/</guid>
<description><![CDATA[Pernahkah anda mendapat peringatan kemaskini (update alert) yg menjengkelkan seperti ini?

Bagi mere]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda mendapat peringatan kemaskini (<em>update alert</em>) yg menjengkelkan seperti ini?</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://senyumansedekah.wordpress.com/files/2007/12/baloon.png" alt="baloon.png" /></p>
<p align="left">Bagi mereka yg tidak suka dengan sistem pengemaskinian automatik(<em>Auto-update</em>), pasti cukup sakit hati apabila setiap kali komputer dibuka belon tips kuning seperti gambar di atas keluar. Walaupun tidaklah begitu mengganggu tumpuan tetapi sedikit sebanyak rasa geram tetap ada.Biasanya ia terjadi kpd mereka yg tidak berminat dengan kemaskini automatik xp atau mereka menggunaka sistem operasi winXP <strong>cetak rompak</strong>.</p>
<p align="left">Jadi penyelesaiannya mudah. Mungkin anda sebelum ini tak perasan dengan kewujudan penetapan itu.</p>
<p align="left"><!--more-->Mula-mula sekali klik-butang-kanan tetikus anda pada ikon <strong>peringatan-kemaskini</strong> it,</p>
<p align="left">&#160;</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://senyumansedekah.wordpress.com/files/2007/12/bbaloon_right_click.png" alt="bbaloon_right_click.png" /></p>
<p align="left">Kemudian, klik pada <em>Open Security Center</em>.</p>
<p align="left">&#160;</p>
<p align="left">Tetingkap <em>Security Center</em> akan keluar. Pada bahagian kiri-atas tetinkap tersebut, ada bahagian dipanggil <em>Resources. </em>Klik pada pilihan yg terakhir iaitu <em>Change the way Security Center alerts me</em>.</p>
<p align="left">&#160;</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://senyumansedekah.wordpress.com/files/2007/12/change-way.png" alt="change-way.png" /></p>
<p align="left"> Pilihan ini untuk mengubahpenetapan cara peringatan Windows tentang pengemaskinian terhadap penggunanya.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://senyumansedekah.wordpress.com/files/2007/12/alert-setting.png" alt="alert-setting.png" /></p>
<p align="left">Setelah pilihan itu dibuat, tetingkap ini akan keluar. Biasanya pilihan yg bertanda secara umumnya pada penetapan peringatan (<em>alert setting</em>) adalah  pada ketiga-tiga pilihan (<em>firewall, automatic updates &#38; virus protection)</em>.  Anda hanya perlu membuang tanda pada pilihan kedua iaitu pilihan <em>Automatic updates</em> seperti yg telah dilakukan pada gambar di atas. Kemudian klik <em>Ok</em>.</p>
<p align="left">Selesai sudah. Tidak ada lagi amaran atau peringatan yg menyakitkan mata.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Don't linger over smal problem]]></title>
<link>http://hsakti.wordpress.com/2007/10/14/dont-linger-over-smal-problem/</link>
<pubDate>Sun, 14 Oct 2007 06:27:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>hsakti</dc:creator>
<guid>http://hsakti.wordpress.com/2007/10/14/dont-linger-over-smal-problem/</guid>
<description><![CDATA[Don&#8217;t linger over smal problem&#8230;!
Jangan terpaku pada masalah-masalah yang sepele..!
Kada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">Don't linger over smal problem...!</span><br />
<span style="font-weight:bold;">Jangan terpaku pada masalah-masalah yang sepele..!</span></p>
<p>Kadang kita picik melihat sesuatu masalah, sehingga kita lupa terhadap esensi dan lupa akan permasalah yang lebih besar.</p>
<p>Sebagai contoh, penetapan Idul Fitri, awal 1 Syawal , di Indonesia setiap tahun selalu menjadi kontroversi dan masalah, temasuk dalam penetapan Idul Fitri 1428H ini.</p>
<p>Saya menyadari bahwa setiap kelompok mempunyai argumentasi masing2 dalam menetapkan 1 Syawal, khususnya kelompok NU dan Muhammadiyah yang dianut oleh sebagian besar umat Islam di Indonesia.<br />
Namun yang tidak habis pikir.., kenapa kesannya selalu ingin mencari-cari pembedaan..?</p>
<p>Bukankah kita tahu, bahwa di dunia ini selalu ada perbedaan.., sebagai misal, angka digital itu kalo tidak nol ya satu, dalam satu hari kalo tidak siang ya.. malam, angka setelah 29 ya.. 30, jika angka 29 ditambah satu...hasilnya ya 30..!<br />
Semuanya sudah jelas..., yang jadi masalah kenapa kita tidak bisa mengambil 'iktibar dari semuanya ini.</p>
<p>Kalo hanya membeda-bedakan sesuatu, itu sih gampang, karena pada hakikatnya dunia ini tidak ada yang sama. Justru tugas manusialah yang mengaturnya, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik. Tujuan besar dari mengatur itu adalah terciptanya ukhuwah (=persaudaraan) diantara semua umat manusia.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Jangan terpaku pada masalah-masalah yang sepele..!</span><br />
<span style="font-weight:bold;"></span>Problem kita bukan mencari kapan hari yang paling tepat dalam menentukan jatuhnya 1 Syawal ..? Itu masalah kecil..., yang seharusnya sangat mudah bisa diselesaikan dengan cara ilmu dan musyawarah.<br />
Ada masalah yang lebih besar lagi, dan itu esensi dari semuanya..!<br />
Problem kita, umat manusia, yang masih besar adalah bagaimana menyatukan ukhuwah islamiah baik diantara umat islam sendiri dan atau dengan seluruh umat manusia?<br />
Bagaimana caranya agar seluruh umat manusia menjadi bagian satu saudara dengan yang lainnya, bersahabat, saling membantu, tolong-menolong dan tidak ada permusuhan? Itu esensi dari kehidupan manusia..!</p>
<p>Makanya, di budaya kita untuk mencapai hal tsb, diadakan ungkapan silahturahmi, berjabatan tanggan, saling mengunjungi, saling maaf memaafkan, untuk menjadi bagian dari upaya bahwa sesungguhnya kita semua bersaudara.</p>
<p>Jadi.., kenapa kita masih terpaku dengan masalah-masalah kecil, seperti dalam penentuan 1 Syawal ini?<br />
Perbedaan merayaka hari 1 Syawal, jelas memunculkan perbedaan diantara kita sendiri. Dengan perayaan yang berbeda, secara tidak sadar, kita sudah mengambil jarak dengan satu saudara kita yang lain. Itutah essensi yang kita harapkan dalam merayakan Idul Fitri..?</p>
<p>Untuk itu, marilah kita berhenti menciptakan perbedaan-perbedaan. Selagi kita bisa melakukan persamaan, mengapa tidak kita lakukan..?<br />
Bagi pengambil keputusan (Ulama&#38;Umaro'), ambil keputusan yang tepat, tentukan kapan jatuhnya hari 1 Syawal, dan setelah itu, marilah kita semua mengikutinya.</p>
<p>Insyaalloh, <span style="font-weight:bold;">baldatun toyyibatun wa rabbun ghaffur, </span>dapat kita raih.<span style="font-weight:bold;"><br />
</span><span style="font-weight:bold;"><br />
</span>hsakti</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
