<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pendidikan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/pendidikan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pendidikan"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 12:37:58 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[SPMBpun Mengalahkan Blogging]]></title>
<link>http://fivyokvita.wordpress.com/?p=126</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 10:14:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fivy Okvita</dc:creator>
<guid>http://fivyokvita.wordpress.com/?p=126</guid>
<description><![CDATA[Dua bulan yang dipenuhi oleh masa-masa bimbel-pun berakhir sudah. Dan akhirnya bisa ngeblog lage,, h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dua bulan yang dipenuhi oleh masa-masa bimbel-pun berakhir sudah. Dan akhirnya bisa ngeblog lage,, horreee horreee *teriak ampe kuping tetangga bebusa* Kepala gue hampir pecah gara-gara udah lama nggak ngeblog, buat gue ngeblog jauh lebih bermanfaat dari pada chatting ato nge-add orang lewat fs. Meskipun temen-temen gue lebih suka fs dari pada ngeblog, gue kekeuh cinta mati ma blogging. Eh, tapi nggak usah ampe cinta mati deh, cinta mati gue cuma buat Kurt Cobain tercinta, sampe kapanpun *keluar jalur bhuuk*</p>
<p>Setelah UN dijalani dengan sukses, apakah SPMB demikian yak ?? Nggak tau deh, yang penting gue udah berusaha semampunya. Walaupun nggak lulus gue bisa terima itu koq, karena gue sadar hal sekecil apapun di dunia ini nggak akan gampang diraih begitu aja. Harus disertai usaha dan tentunya doa. Gue udah pasrah, kalo nggak lulus gue bisa nyante-nyante dulu lah. Nolongin kakak jagain warnet, so gue bisa ngenet setaon penuh tanpa apsen, meskipun itu hari Minggu *sanggup ??* Mmmmmh, tapi mudah-mudahan gue bisa kuliah. Gue terima keputusan yang datang pada gue nantinya, dan gue yakin itu adalah jalan yang terbaik yang dikasih Allah buat gue *CHAYYO !!!*</p>
<p>Ngomong-ngomong SPMB nih, kenapa ya perjuangan buat sekolah ntu susah banget ?? Buat lulus dari SD/SMP/SMA susahnya minta ampun. Teyus, ujian buat masuk perguruan tinggi negeri. Hal ini nggak jarang ngebikin orang-orang males cekolah lho. Tapi nggak tau juga ne fakta bener ato nggak. Menurut gue yang udah ngejalanin ne, susaaah banget !! Apa ilmu pengetahuan ntu cuma buat orang pinter ?? Na kami yang dudulz ini gimana ?? Hehhe, nggak deng.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GEREJA GKPS 1 (IMMANUEL) DAN SUASANA TIGA DI HARI RABU]]></title>
<link>http://saribudoloksilimakuta.wordpress.com/?p=138</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 09:52:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>saribudoloksilimakuta</dc:creator>
<guid>http://saribudoloksilimakuta.wordpress.com/?p=138</guid>
<description><![CDATA[
teringat pada comen sherly, akhirnya saya membongkar lagi stok foto. dan syukurlah ada gereja imanu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://saribudoloksilimakuta.wordpress.com/files/2008/07/img_0650.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-139" src="http://saribudoloksilimakuta.wordpress.com/files/2008/07/img_0650.jpg" alt="" width="400" height="256" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">teringat pada comen sherly, akhirnya saya membongkar lagi stok foto. dan syukurlah ada gereja imanuel walau tak terlihat mimbarnya . ini gereja GKPS kedua di saribudolok. sekarang sudah banyak gereja di saribudolok, 1 masjid.</p>
<p style="text-align:justify;">ini bulan 12, menjelang natal. dan cat merah muda yang baru. saya beberapa kali menonton natal di gereja ini, yang ada di kompleks yayasan sekolah GKPS (dulu dari sd hingga smp, lalu smp tak ada lagi dan muncul smk, sayang cuma beberapa tahun).</p>
<p style="text-align:justify;">mungkin bagian kita anak saribudolok silimakuta yang nantinya membangun lagi pendidikan di saribudolok, mengingat sumber daya manusianya sebenarnya mumpuni untuk memajukan kampung kita itu. tidak ada salahnya kan? kita mengambil peran, seperti sherly yang bercita-cita suatu saat akan marambilan/berkhotbah di mimbar gereja itu.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HANYA generasi umur 30an, yang bisa selamatkan INDONESIA]]></title>
<link>http://limpo50.wordpress.com/?p=284</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 09:11:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>limpo50</dc:creator>
<guid>http://limpo50.wordpress.com/?p=284</guid>
<description><![CDATA[Saya mendambakan pemimpin negara dengan umur 30 tahunan kebawah. Itulah generasi penerus yang harus ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://limpo50.files.wordpress.com/2008/07/indonesia2.jpg"><img src="http://limpo50.wordpress.com/files/2008/07/indonesia2.jpg?w=116" alt="" width="116" height="116" class="alignleft size-medium wp-image-287" /></a>Saya mendambakan pemimpin negara dengan umur 30 tahunan kebawah. Itulah generasi penerus yang harus dicari untuk memperbaiki Indonesia dalam semua hal.  Terlalu banyak gaya yang memuakkan <!--more--><br />
Betapa mengecewakan perilaku umumnya pemimpin negara yang disiarkan setiap hari di Televisi, Radio dan Surat Kabar.  Padahal Disisi lain generasi muda 30 tahunan begitu banyak yang tidak diberi kesempatan untuk memimpin upaya percepatan perbaikan Indonesia.<br />
Mari berhenti mempersoalkan apa yang harus dilakukan oleh Indonesia,... serahkan itu semua pada generasi muda yang bersih, cerdas dan mampu.<br />
Mereka bisa memimpin negara ibarat OBAMA, agar mencari pembantu-pembantunya untuk semua bidang, semua level dan semua.... semua.<br />
Terlalu payah generasi tua ini tak mau turun dan memberikan tongkat estafetnya. PAYAH...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sistem Pembelajaran dari Behaviouristik ke Konstruktivistik]]></title>
<link>http://lumansupra.wordpress.com/?p=227</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 08:42:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>lumansupra</dc:creator>
<guid>http://lumansupra.wordpress.com/?p=227</guid>
<description><![CDATA[seperti yang kita tahu sebelumnya bahwa manusia di Indonesia (bahkan sampe saat ini) masih terjangki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>seperti yang kita tahu sebelumnya bahwa manusia di Indonesia (bahkan sampe saat ini) masih terjangkit sebuah penyakit 'keseragaman'. hal ini dibuktikan dengan budaya copy&#38;paste yang banyak dilakukan di berbagai aspek kehidupan. ciri2nya mungkin bisa dilihat dan dirasakan bahwa mempunyai pola pikir sentral monoton (tanpa kreatifitas), dan mengakibatkan keseragaman.</p>
<p>nah, kehidupan di Indonesia kebanyakan masih tidak bisa menerima keragaman, dan masih menjunjung tinggi keseragaman, padahal kita udah didoktrin untuk menghapalkan 'bhineka tunggal ika'. namun entah karena kebanyakan orang indonesia mempunyai otak mahal ato penjajah terdahulu sukses mencuci otak bangsa Indonesia sampai 9 turunan, sampai sekarang keseragaman masih sulit untuk diterima.</p>
<p>saya jadi ingat peribahasa jaman dulu (SD, SMP, mungkin SMK juga)<!--more--> bahwa ada yang mengatakan 'berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang ke tepian' ato 'gantungkan cita2mu setinggi langit'. sebagai kata mutiara mungkin itu adalah cocok. tapi jika kita menghadapi dunia sekarang hanya dengan mutiara tersebut, bisa jadi kita yang akan dianggap sebagai orang jaman pra-modern. trus yang modern itu apa? beberapa waktu lalu saya baru mengerti bahwa sistem modernisasi membuat kita menerima kenyataan dengan akal sehat dan jiwa yang sehat. seperti 'hidup ini adalah perjuangan', trus 'benar-salah saya adalah saya'.</p>
<p><strong>8 Kunci di Kehidupan ala Semrawut</strong></p>
<ol>
<li>Kejujuran</li>
<li>Kegagalan awal kesuksesan</li>
<li>Bicara dengan niat baik</li>
<li>Pola pikir kekinian</li>
<li>Komitmen</li>
<li>Tanggung jawab</li>
<li>Sikap luwes</li>
<li>Hidup seimbang</li>
</ol>
<p>baik, sekarang kita bicara tentan <strong>sistem pembelajaran</strong> di Indonesia (<em>kebanyakan</em>)</p>
<p>jika dikelompokkan sistem pembelajaran <strong>behaviouristik </strong>adalah yang:</p>
<blockquote><p>mempunyai pengetahuan yang bisa dibilang objektif, pasti, tetap dan yang itu2 saja<br />
sistem pembelajaran didasarkan atas kapasitas pengetahuan yang diperolah<br />
dan juga caranya seperti 'hanya' mentransfer pengetahuan kepada orang yang diajar<br />
diri sendiri difungsikan sebagai alat penjiplak struktur pengetahuan</p></blockquote>
<p>trus yang <strong>konstruktivistik </strong>bisa dikatakan seperti ini:</p>
<blockquote><p>pengetahuan yang didapat selalu berubah, entah itu penyampaian dan temporeritas<br />
pemaknaan atas pengetahuan lebih ditutamakan<br />
didasari oleh hal tersebut, kita akan menggali makna seluas dan sedalam mungkin<br />
Mind berfungsi sebagai alat menginterpretasi sehingga muncul makna yang unik</p></blockquote>
<p>oleh karena itu muncul perbedaan pada siswa yang sistem pembelajarannya behaviouristik dan tidak,</p>
<p>yang behaviouristik (si A, red) dihadapkan dengan masalah bahwa ia harus mempunyai pemahaman yang sama dengan apa yang diberikan oleh si pengajar, sedangkan yang tidak (sebut saja si B, red) bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih dan berbeda dari yang diajarkan.</p>
<p>si A juga di ajarkan bahwa di dunia ini sudah tersusun rapi, terstruktur secara sistematis, dan pengetahuannya juga tersusun rapi. sedangkan si B dapat memahami bahwa segala sesuatu bersifat temporary, berubah dan tidak tentu. dan manusialah yang memberi makna atas realitas.</p>
<p>mungkin juga si A pada waktu belajar dihadapkan pada aturan2 yang ditentukan lebih dulu dan ketat, dan pembiasaan disiplin adalah sebagai faktor utama. trus si B dihadapkan dengan lingkungan belajar yang bebas karena kebebasan adalah hal yang penting dalam pembelajaran.</p>
<p><strong>behaviouristik </strong>juga mempunyai ciri ciri sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Kegagalan atau ketidak-mampuan dalam menambah pengetahuan dikategorikan sebagai KESALAHAN, HARUS DIHUKUM</li>
<li>Keberhasilan atau kemampuan dikategorikan sebagai bentuk perilaku yang pantas dipuji atau diberi HADIAH</li>
<li>Ketaatan kepada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan Kontrol belajar dipegang oleh sistem di luar diri si-belajar</li>
<li>Tujuan pembelajaran menekankan pada penambahan pengetahuan<br />
<em>'Seseorang dikatakan telah belajar apabila mampu mengungkapkan kembali apa yang telah dipelajari'</em></li>
</ul>
<p>sedangkan <strong>konstruktivistik</strong>:</p>
<ul>
<li>Memandang sebuah kegagalan atau keberhasilan, kemampuan atau ketidakmampuan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda yang perlu DIHARGAI</li>
<li>Kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan Kontrol belajar dipegang oleh si-belajar</li>
<li>Tujuan pembelajaran menekankan pada penciptaan pemahaman, yang menuntut aktivitas kreatif-produktif dalam konteks nyata</li>
</ul>
<p>trus,</p>
<p>Sosok manusia yang bagaimana yang akan dihasilkan oleh pembelajaran yang Behavioristik? trus Konstruktivistik?<br />
Akapah mereka mampu menghadapi tantangan Melinium baru? Kesemrawutan global?</p>
<p>si A mempunyai ketrampilan terisolasi, mengikuti urutan kurikulum ketat, dan segala aktivitas mengacu pada teks atau buku, penekanan kepada hasil, mempunyai respon pasif, menuntuk hanya satu jawaban, dan proses evaluasi adalah sebuah bagian yang terpisah dari pembelajaran.</p>
<p>sedangkan si B mempunyai penggunaan pengetahuan secara bermakna, mengikuti pandangan si-belajar, aktivitas belajar dalam konteks nyata, menekankan pada proses, penyusunan makna secara aktif,menuntut pemecahan ganda, dan menekankan proses evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar</p>
<p>sebuah proposisi yang berkaitan dengan pembelajaran bisa disebutkan di bawah ini:</p>
<p><strong>bahwa belajar adalah mempelajari sesuatu yang baru</strong></p>
<ul>
<li>Dorong munculnya diskusi pengetahuan yang dipelajari</li>
<li>Dorong munculnya berpikir divergent, bukan hanya satu jawaban benar</li>
<li>Dorong munculnya berbagai jenis luapan pikiran/aktivitas</li>
<li>Tekankan pada keterampilan berpikir kritis</li>
<li>Gunakan informasi pada situasi baru</li>
</ul>
<p><strong>kebebasan merupakan unsur penting dalam belajar</strong></p>
<ul>
<li>Sediakan pilihan tugas</li>
<li>Sediakan pilihan cara memperlihatkan keberhasilan</li>
<li>Sediakan waktu yang cukup memikirkan dan mengerjakan tugas</li>
<li>Jangan terlalu banyak menggunakan tes yang telah ditetapkan waktunya</li>
<li>Sediakan kesempatan berpikir ulang</li>
<li>Libatkan pengalaman konkrit</li>
</ul>
<p><strong>Strategi belajar yang digunakan menentu-kan proses dan hasil belajarnya</strong></p>
<ul>
<li>Berikan kesempatan untuk menerapkan cara berpikir dan belajar yang paling cocok dengan dirinya</li>
<li>Berdayakan melakukan evaluasi diri tentang cara berpikirnya, cara belajar, atau lainnya</li>
</ul>
<p><strong>Motivasi dan usaha mempengaruhi belajar dan unjuk-kerja</strong></p>
<ul>
<li>Motivasilah dengan tugas-tugas riil dalam kehidupan sehari-hari dan kaitkan tugas dengan pengalaman pribadi</li>
<li>Dorong  untuk memahami kaitan antara usaha dan hasil</li>
</ul>
<p><strong>Belajar pada hakekatnya memiliki aspek sosial.</strong><br />
(Kerja kelompok sangat berharga)</p>
<ul>
<li>Beri kesempatan untuk melakukan kerja kelompok</li>
<li>Dorong untuk memainkan peran yang bervariasi</li>
<li>Perhitungkan proses dan hasil kerja kelompok</li>
</ul>
<p>sumber: <em>materi Universitas Negeri Malang</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Jaksa Dituding "Ular"]]></title>
<link>http://ksemar.wordpress.com/?p=133</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 06:45:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>ksemar</dc:creator>
<guid>http://ksemar.wordpress.com/?p=133</guid>
<description><![CDATA[Ketika Jaksa Dituding &#8220;Ular&#8221;
Oleh : Togar Lubis
Kisruh di Istititusi Kejaksaan  akhir-ak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Ketika Jaksa Dituding "Ular"</strong></p>
<p style="text-align:center;">Oleh : Togar Lubis</p>
<p style="text-align:left;">Kisruh di Istititusi Kejaksaan  akhir-akhir ini  sebenarnya sudah lama  diprediksi  bakal terjadi. Ibarat Bom, tinggal menunggu meledaknya saja.  Dibawah ini kami sajikan sebuah photo unjuk rasa ratusan warga Desa P. Cengal Kecamatan Tanjung Pura di Kantor Kejaksaan Negeri Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara tahun 2004 silam.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="alignleft" src="http://i255.photobucket.com/albums/hh135/ksemar/jaksaular.jpg" alt="" width="430" height="299" /></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Unjuk rasa tersebut terjadi akibat ulah oknum Kajari Stabat yang saat itu dipimpin oleh Bukti Tarigan,SH  menangguhkan penahanan 2 orang terdakwa bernama J amian dan Hermansyah. Keduanya  adalah terdakwa kasus penipunan dan penggelapan uang warga disana. Keduanya ditangguhkan setelah memberikan uang puluhan juta rupiah kepada sang Kajari.</p>
<p style="text-align:left;">Sedangkan salah satu terdakwa lainnya bernama Triogo yang berdasarkan BAP Kepolisian dan disangkakan hanya turut membantu  penipuan tetap ditahan disebabkan tidak memiliki uang. Triogo juga merupakan Kepala Dusun di Desa tersebut sekaligus pelapor kasus ini. Dirinya melaporkan kasus tersebut karena dia juga menjadi korban penipuan Jamian dan Hermansyah. Dia minta kepada Kepolisian Sektor Tanjung Pura  agar menahan dirinya agar aktor kasus tersebut dapat ditangkap dan ditahan. Ya, Triogo adalah pahlawan dimata dan hati warganya, tapi bukan dimata Kejaksaan negeri Stabat.</p>
<p style="text-align:left;">Akibat aksi unjuk rasa ini, akhirnya Kejari Stabat kembali menahan Jamian dan Hermansyah. Mungkin karena malu, Kajari Stabat Bukti Tarigan, SH menyuruh Jamian dan Hermansyah agar melaporkan Koordinator K-SEMAR Sumut Togar Lubis ke Polres Langkat dengan sangkaan membuat fitnah dan perasaan tidak senang. Togar Lubis akhirnya diperiksa di Polres Langkat sebagai tersangka namun sampai saat ini penyidik tidak dapat membuktikan sangkaannya. Itulah realita hukum di negeri ini.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UNDANG UNDANG PENDIDIKAN]]></title>
<link>http://muhsyams.wordpress.com/?p=12</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 06:42:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>muhsyams</dc:creator>
<guid>http://muhsyams.wordpress.com/?p=12</guid>
<description><![CDATA[




















 Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2006 




Anggaran Pendapatan dan Belanja Negar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="97%" align="center">
<tbody>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td class="teks2" align="center" valign="top" bgcolor="#ffffff">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top">
<table border="0" width="23">
<tbody>
<tr>
<td width="24" align="center"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="95%" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<div class="teks5"><strong> <a href="http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/uu/uu_18_2006.pdf" target="_blank">Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2006</a> </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="18" valign="top">
<div class="teks5">Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td class="teks2" align="center" valign="top" bgcolor="#ffffff">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top">
<table border="0" width="23">
<tbody>
<tr>
<td width="24" align="center"><img src="http://www.depdiknas.go.id/dir_images/valid.png" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="95%" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<div class="teks5"><strong> <a href="http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/uu/uu_14_2005.pdf" target="_blank">Undang - Undang Nomor 14 Tahun 2005</a><br />
</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="18" valign="top">
<div class="teks5">Guru dan Dosen</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td class="teks2" align="center" valign="top" bgcolor="#ffffff">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top">
<table border="0" width="23">
<tbody>
<tr>
<td width="24" align="center"><img src="http://www.depdiknas.go.id/dir_images/valid.png" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="95%" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<div class="teks5"><strong> <a href="http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/uu/uu_32_2004.pdf" target="_blank">Undang -Undang Nomor 32 Tahun 2004</a><br />
</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="18" valign="top">
<div class="teks5">Pemerintahan Daerah</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr bgcolor="#ffffff">
<td class="teks2" align="center" valign="top" bgcolor="#ffffff">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="5%" valign="top">
<table border="0" width="23">
<tbody>
<tr>
<td width="24" align="center"><img src="http://www.depdiknas.go.id/dir_images/valid.png" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td width="95%" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<div class="teks5"><strong> <a href="http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/uu/uu_20_2003.pdf" target="_blank">Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003</a><br />
<a href="http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/uu/uu_20_2003_en.pdf" target="_blank">Undang - Undang Nomor 20 Tahun 2003 versi Berbahasa Inggris</a> </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="18" valign="top">
<div class="teks5">Sistem Pendidikan Nasional</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KOTORAN SAPI = PEMANASAN GLOBAL]]></title>
<link>http://iisk4.wordpress.com/?p=153</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 06:16:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>iisk</dc:creator>
<guid>http://iisk4.wordpress.com/?p=153</guid>
<description><![CDATA[Apasih relasi antara kotoran sapi dengan pemanasan global? Eh, ngacau kali. Pemanasan global tuh dis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Apasih relasi antara kotoran sapi dengan pemanasan global? Eh, ngacau kali. Pemanasan global tuh disebabkan oleh gas emisi kendaraan bermotor, semakin berkembangnya industri di negara maju, dan semakin cueknya kepedulian manusia terhadap bumi kita yang cuman atu ini. Tentu saja masih banyak lagi alasan yang dapat menambah beban bumi kita ini. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Jumlah kendaraan bermotor di dunia semakin hari semakin meningkat. Hal ini menyebabkan semakin parahnya akibat dari pemanasan global. Tentu semua orang percaya akan hal ini. Memang fakta bahwa gas buangan kendaraan sangat berbahaya terhadap kelangsungan bumi. Namun percayakah Anda jika kotoran sapi pun turut memperparah efek pemanasan global? Dari mana? Jawabnya dari kotoran sapi. Kotoran sapi mengandung gas meta yang notabene lebih berbahaya dari gas emisi kendaraan bermotor. Apalagi jumlah populasi sapi di dunia yang sekitar dua milyar. Bisa dibayangkan berapa besar prosentase yang ditimbulkan kotoran sapi terhadap gas ozon kita. Kotoran sapi yang mengandung gas meta terbukti cukup ampuh dalam merusak lapisan ozon. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Solusi dari masalah tersebut sebenarnya sudah ada, yaitu dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai energi alternatis berupa bio gas. Dengan begitu kandungan gas meta yang ditimbulkan dapat disalurkan menjadi energi yang cukup ramah lingkungan. Dari sini kita mendapatkan dua keuntungan, yang pertama kita memperoleh energi alternatif (dengan kemungkinan menguntungkan secara finansial), dan secara tidak langsung kita turut menyelamatkan bumi dari serangan gas meta terhadap lapisan ozon kita.</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SATU BUMI DENGAN TUJUH MATAHARI]]></title>
<link>http://iisk4.wordpress.com/?p=152</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 06:00:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>iisk</dc:creator>
<guid>http://iisk4.wordpress.com/?p=152</guid>
<description><![CDATA[Gurauan, bercanda, atau memang serius? Ya, ini adalah hal yang serius!! Beberapa bulan lalu saya ban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Gurauan, bercanda, atau memang serius? Ya, ini adalah hal yang serius!! Beberapa bulan lalu saya banyak membaca blog tentang nasib bumi ribuan bahkan jutaan tahun kedepan. Di situ dikatakan bahwa bumi akan kering kerontang seperti kerupuk yang bener-bener garing dan nggak ada kehidupan. Banyak teori dikemukakan dan diulas. Ada saya baca tentang teori bahwa letupan gas dari matahari yang menimbulkan energi begitu besar membuat ukuran matahari menjadi semakin besar. Hal itu menyebabkan medan magnetnya (gravitasi) turut membesar, yang mengakibatkan panas matahari semakin tinggi dan mampu menarik planet-planet disekitarnya . Dari tingginya panas matahari yang kian waktu kian meningkat, menjadikan bumi menjadi begitu kering, ditambah dengan semakin dekatnya jarak antara planet-planet dengan matahari sebagai pusat tata surya kita. Dari teori tersebut terungkap bahwa jutaan milyar tahun ke depan bumi akan benar-benar kering seperti sebuah kerupuk.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Beberapa hari lalu saya menonton sebuah siara TV swasta yang menyajikan tentang diskoveri angkasa raya. Di situ diulas tentang bumi mempunyai tujuh matahari. Dari situ pula saya mencoba memahami teori di atas, bahwa bumi akan kering seperti kerupuk. Teori satu bumi tujuh matahari menjelaskan bahwa bumi berputar mengelilingi matahari melalui garis edarnya yang elips. Semakin lama, garis edar itu akan semakin membesar dan menjauhi matahari dengan semakin bertambahnya waktu, dan matahari juga semakin membesar. Hal tersebut disebabkan karena perputaran yang dilakukan bumi yang semakin cepat akan memungkinkan bumi berada jauh dengan matahari. Dengan semakin membesarnya garis edar bumi dan planet yang lain menyebabkan ukuran galaksi semakin besar. Dari pembesaran itu, galaksi bima sakti akan bersinggungan dengan galaksi lain yang mempunyai matahari sendiri. Dari situ bumi akan mempunyai dua matahari.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Semakin berjalannya waktu, semakin luas pula garis edar bumi dan planet yang lain. Dengan kata lain, jutaan milyar tahun ke depan dapat dipastikan (jika teori berjalan seperti yang diprediksikan) maka bumi akan mempunyai tujuh matahari. Wow, bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika bumi mempunyai tujuh matahari. Mungkin tidak akan ada yang namanya malam. Nasib para dugem mania pasti terancam punah. Eh nggak cuma itu ding, nasib semua orang yang tinggal di bumi pasti terancam punah. Bisa kebayang nggak dengan hanya satu matahari saja sudah banyak AC diproduksi untuk mengurangi efek panas matahari. Bagaimana dengan tujuh matahari? Entahlah, mungkin kita sementara akan cemas dengan hal ini. Namun hal ini juga nggak akan bertahan lama, coz masih terjadi jutaan milyar tahun ke depan. Itu juga kalau teori itu benar. </span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Benarkah KPK Tidak Takut Pada Aulia Pohan ???]]></title>
<link>http://ksemar.wordpress.com/?p=131</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:39:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>ksemar</dc:creator>
<guid>http://ksemar.wordpress.com/?p=131</guid>
<description><![CDATA[http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=48051
KPK tidak takut pada Aulia Pohan



]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=48051</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#0041a5;">KPK tidak takut pada Aulia Pohan</span></strong></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Tanggal</strong> :</td>
<td><span style="color:#008200;">05 Jul 2008</span></td>
</tr>
<tr>
<td><strong>Sumber</strong> :</td>
<td><span style="color:#ff00ff;">Harian Terbit</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img src="http://www.harianterbit.com/ast/img/pic/pic_2085403362.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="297" height="188" align="right" /><strong>JAKARTA -</strong> Benarkah Aulia Pohan, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), dilindungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga besan SBY itu lolos dari jeratan hukum? Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Joha Budi membantah tudingan itu.</p>
<p><strong><em>"Negeri ini negara hukum, jadi gak mungkin dan gak benar bapak presiden melindungi Aulia Pohan. Biarlah fakta hukum yang berbicara," </em></strong>kata Andi menjawab Harian Terbit lewat pesan singkat (SMS), Sabtu pagi (5/7).</p>
<p>Hal senada dikemukakan Johan Budi, menurutnya, KPK terus mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan seluruh pejabat BI. <strong><em>"Gak benar kami melindungi Aulia Pohan. Beliau belum ditetapkan menjadi tersangka karena hingga kini belum cukup bukti. Jadi bukan karena KPK nggak berani,"</em></strong> ujar Johan.</p>
<p>Apa ada titipan dari atas? Johan menjawab: Tidak ada itu. Kalau cukup bukti siapa pun dia akan kita tindak. <em><strong>"Anggota DPR yang punya kekuasaan saja kita tangkap,"</strong></em> tambah Johan dihubungi terpisah.</p>
<p>Tapi kan persetujuan mengalirkan dana dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) atas persetujuan pimpinan BI secara kolegial termasuk Aulia Pohan. Apa bedanya dengan Burhanuddin Abdullah? Johan mengatakan terhadap Burhanuddin Abdullah sudah cukup bukti, tapi saya tidak bisa sebutkan. Itu sudah masuk materi perkara.</p>
<p>Sementara itu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Arbab Pabroeka mengatakan, KPK hendaknya tidak pilih kasih dalam menangani kasus korupsi aliran dana BI yang melibatkan mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah sebagai tersangka.</p>
<p><em><strong>"Karena itu tidak ada alasan bagi KPK untuk tidak menyeret mantan Deputi Gubernur BI, Aulia Pohan ke Pengadilan seperti yang dilakukan terhadap petinggi BI lainnya,"</strong></em> kata Arbab saat dihubungi, Sabtu pagi.</p>
<p>Alasannya, kata Arbab, komitmen Presiden SBY terhadap pemberantasan korupsi sudah jelas. Beliau menyatakan bakal berada pada posisi paling depan dalam pemberantasan tindak kejahatan yang satu ini.</p>
<p>Menurut Arbab, belum cukup barang bukti untuk menjadikan Aulia sebagai tersangka seperti dikemukakan KPK diberbagai media massa, jelas tidak bisa diterima. <em><strong>"KPK adalah lembaga super body yang mempunyai kewenangan menyeret siapapun ke pengadilan bila terbukti merugikan keuangan negara. Saya desak KPK mencari barang bukti untuk menetapkan Aulia sebagai tersangka,"</strong></em> kata dia.</p>
<p>Ditanya apakah tidak dijadikannya Aulia sebagai tersangka karena yang bersangkutan adalah besannya Presiden SBY? Arbab mengaku tidak tahu persis. <em><strong>"Keterangan yang saya dapat dari KPK, komisi ini belum cukup bukti untuk menjadikan Aulia sebagai tersangka,"</strong></em> katanya.</p>
<p>Kalau alasannya seperti yang Anda katakan tadi, ucap Arbab, alasan itu sangat tidak bisa diterima. <em><strong>"Seperti saya katakan tadi, komitmen Presiden SBY mengenai pemberantasan korupsi sudah sangat jelas. Kenapa KPK harus takut?"</strong></em> kata Arbab.</p>
<p>Seperti diketahui nama Aulia Pohan sempat disebut-sebut dalam dakwaan jaksa pada persidangan Tipikor. Pencairan dana dari YPPI atas persetujuan pimpinan BI termasuk Aulia Pohan. Namun sampai kini statusnya masih sebagai saksi. <strong>(art/lam/pnb)</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Posko PSB Online di 6 Titik Layananan]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=823</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 02:19:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>indonesianic</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=823</guid>
<description><![CDATA[Pendaftaran siswa baru (PSB) jalur online, dibuka hari ini. Janji Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pendaftaran siswa baru (PSB) jalur online, dibuka hari ini. Janji Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang untuk memberikan pelayanan yang simple, sepertinya bukan hanya sekadar janji.</p>
<p>Selain tahun ini tidak ada lagi rekomendasi untuk siswa luar kota, juga ada layanan baru yang diberikan. Yaitu dibukanya enam posko PSB online di enam titik layananan.<br />
Yaitu di Pemkot, Telkom Pusat, Perpustakaan, Telecenter Kedungkandang kawasan Sekolah Model, Kelurahan Jodipan dan Disdik Kota Malang.</p>
<p>‘’Untuk masyarakat yang masih bingung dengan pendaftaran online ini bisa bertanya di enam titik layanan itu. Sehingga semua bisa mendaftar dengan mudah dan layanan bisa diberikan maksimal,’’ ungkap Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Malang Drs Sugiharto <!--more-->kepada Malang Post.</p>
<p>Selain enam posko, masyarakat juga bisa bisa menghubungi call center PSB online Disdik Kota Malang di nomor 0341 551555. tidak hanya itu, bahkan kepala disdik Kota Malang Dr HM SHofwan juga membuka layanan sms di ponselnya.</p>
<p>Pendaftaran PSB online tahun ini sistemnya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Hanya saja beberapa kebijakan pendidikan yang baru membuat sistem mengikuti perubahannya. Misalnya saja, untuk mendaftar di SMAN, yang digunakan untuk passing gradenya bukanlah jumlah Nilai Ujian nasional (NUN), melainkan rata-rata per mata pelajaran.</p>
<p>Sebab tahun ini jumlah mata pelajaran yang di UN kan lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Sehingga agar semua siswa terlayani baik lulusan tahun ini maupun lulusan tahun lalu, maka kebijakan rangking passing grade adalah pada jumlah NUN.</p>
<p>Sugiharto menuturkan, biasanya di hari pertama pendaftaran PSB online, NUN yang masuk masih didominasi NUN rendah yang jumlahnya cukup banyak.</p>
<p>Di hari pertama, NUN ini mungkin saja masih aman bertengger di sekolah-sekolah pilihannya, namun di hari ke dua atau bahkan hari ke tiga bisa terjadi pergeseran yang dilakukan oleh pemiliki NUN tinggi. Sebab pemilik NUN tinggi ini lebih senang mendaftar di hari terakhir karena sudah merasa aman mendaftar di mana saja.</p>
<p>‘’Karena itu kami himbau agar pendaftar memilih semua sekolah peserta PSB online ini. Sehingga kalaupun ada pergeseran tidak sampai terlempar dan tidak bisa menikmati kursi di sekolah negeri,’’ ungkapnya.</p>
<p>Ia menghimbau agar pendaftar tidak terlalu percaya diri dengan hanya memilih satu atau dua sekolah saja. Sebab kemungkinan kemungkinan bisa saja terjadi.</p>
<p>Sementara untuk pendaftar luar kota , tahun ini kembali mendapatkan kesempatan mengisi 10 persen kuota sekolah negeri. NUN siswa luar kota ini bisa menjadi ancaman juga meskipun sudah ada pembatasan. Sebab jika NUN yang masuk tinggi bisa jadi pergeseran pun semakin tajam. ‘’Karena itulah kami memberikan porsi siswa luar kota hanya 10 persen saja. Supaya siswa dari dalam kota terlindungi,’’ imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, PSB online untuk SMK Negeri, pagu yang dibuka untuk pendaftaran online adalah pagu sisa pendaftaran jalur mandiri yang dibuka 30 Juni sampai 5 Juli lalu.</p>
<p>Seperti diungkapkan Kepala SMKN 7 Malang Hari Sunyoto. Menurutnya masih tersisa  108 kursi untuk dimasuki melalui jalur online. Dari total pagu 240 kursi, sebelumnya telah terisi sebanyak 132 siswa. ‘’Pendaftaran online ini kami lakukan untuk memenuhi pagu saja. Sebab sebelumnya sudah dibuka jalur mandiri,’’ ungkapnya.</p>
<p>Menurut Hari, jika di jalur online ini pagu masih juga belum terpenuhi maka kemungkinan pihaknya akan membuka pendaftaran. Yaitu melalui jalur mandiri II.</p>
<p>Untuk sementara pagu di SMKN 7 Malang memang masih sedikit dibandingkan SMK yang lain. Sebab saat ini gedung SMK masih jadi satu dengan SMP. Namun dalam waktu dekat menurutnya gedung SMK akan bisa ditempati dan pagunya bisa diperbesar. Sehingga bisa menampung lebih banyak siswa baru.<br />
Ia mengakui minat masyarakat untuk memilih SMK masih terbatas pada jurusan tertentu saja. Di SMKN 7 Malang misalnya, jurusan atau program yang favorit adalah Restoran.</p>
<p>Program ini dipandang paling memiliki peluang bsnsis yang tinggi. Sementara urutan ke dua adalah program analisis kimia. Sementara jurusan tata busana hanya sedikit sekali peminatnya bahkan cenderung menurun. (oci/avi) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IPS VS IPA Di SMA]]></title>
<link>http://bandungvariety.wordpress.com/?p=112</link>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 01:37:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kang Aom</dc:creator>
<guid>http://bandungvariety.wordpress.com/?p=112</guid>
<description><![CDATA[Tepatnya tanggal 28 Juni 2008, saya diundang untuk hadir di salah satu SMAN di kawasan Buahbatu Band]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;line-height:115%;" lang="EN-CA">Tepatnya tanggal 28 Juni 2008, saya diundang<span> </span>untuk hadir di salah satu SMAN di kawasan Buahbatu Bandung tempat anak saya menuntut ilmu.<span> </span>Sudah menjadi tradisi jika pembagian raport mesti diambil oleh orangtua, apalagi pembagian raport kali ini menyangkut kenaikan atau ketidaknaikan siswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;line-height:115%;" lang="EN-CA">Sehari sebelum pembagian, anak saya kelihatan gelisah, tapi saya yakin bukan karena bakal tidak naik kelas….! Saya tahu persis pada kemampuan anak saya kalau hanya sekedar untuk naik kelas mah..!<span> </span>Lantas apa yang membuatnya<span> </span>gelisah ?<span> </span>Ternyata, <span> </span>hanya<span> </span>karena takut masuk jurusan (ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) !! Wueleh… apa yang salah di jurusan IPS ?<span> </span>Pada tahap ini jawaban anak saya tidak cukup menyakinkan <span> </span>atas pertanyaan <span> </span>“kenapa enggan masuk jurusan IPS ?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;line-height:115%;" lang="EN-CA">Entah kenapa sejak saya SMA dulu <em>image</em> IPS selalu digambarkan sebagai <span> </span>jurusan <span> </span>yang <strong><em>tidak prestisius</em></strong><em>, </em>bahkan teman saya dulu memilih mengulang di kelas satu walau naik kelas hanya karena oleh wali kelasnya memilihkan masuk Jurusan IPS. Keengganan masuk Jurusan IPS bisa jadi karena sistem pada waktu itu Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bisa bebas memilih masuk<span> </span>fakultas apapun baik kelompok fakultas IPS maupun IPA, sedangkan Jurusan IPS hanya bisa memilih kelompok fakultas IPS saja.<span> </span><span> </span>Mungkin inilah salah satu faktor penyebab IPS tidak terlalu diinginkan oleh para siswa SMA. Jika benar begitu maka kegelisahan siswa enggan masuk IPS tidak dilandaskan pada esensi yang sebenarnya. Artinya bukan dilandaskan pada bakat dan kemampuannya. Lantas siapa yang mestinya meneropong bakat dan kemampuan siswa sehingga ketepatan penjurusan dapat dipertanggungjawabkan dan meyakinkan siswa bahwa jurusan yang dipilihkan wali kelas cocok untuk siswa yang bersangkutan ? Tentunya bukan hanya dilihat dari nilai matematiknya saja. Di lain pihak Gurupun tampaknya memang menganggap Jurusan IPS adalah jurusan khusus bagi para siswa yang pemalas.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;line-height:115%;" lang="EN-CA">Pengalaman menunjukkan dari 10 orang teman saya yang masuk jurusan IPA di SMA dulu, 8 orang diantaranya <span> </span>memilih Fakultas Ekonomi di Perguruan Tingginya… dan Jurusan IPA yang dulu dibanggakannya ketika di SMA dikubur dalam-dalam tertimbun kesuksesan karir di bidang yang selama ini digelutinya… Ekonomi, yang <span> </span>tentunya berbasis IPS….! <span> </span>Bahkan tokoh beken di negeri ini yang lulusan Fakultas IPA malah banyak membelot mendalami <span> </span>perilaku Sosial dibandingkan mendalami keIPAannya. Apa yang salah di IPS ?</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ETIKA PENDIDIK ISLAM MENURUT  KH. HASYIM  ASY’ARI]]></title>
<link>http://riwayat.wordpress.com/?p=78</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 23:27:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>riwayat</dc:creator>
<guid>http://riwayat.wordpress.com/?p=78</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Riwayat
Menurut Hasyim Asya’ri ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pendidik is]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Riwayat<br />
Menurut Hasyim Asya’ri ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pendidik islam, bebera hal tersebut adalah adab atau etika bagi alim / para guru. Paling tidak menurut Hasyim Asy’ari ada dua puluh etika yang harus dipunyai oleh guru ataupun calon guru.<br />
 Pertama, selalu berusah mendekatkan diri kepada Allah dalam keadaan apapun, bagaimanapun dan dimanapun.<br />
 Kedua, mempunyai rasa takut kepada Allah, takut atau khouf dalam keadaan apapun baik dalam gerak, diam, perkataan maupun dalam  perbuatan.<br />
Ketiga, mempunyai sikap tenang dalam segala hal.<br />
 Keempat, berhati-hati atau wara dalam perkataan,maupun dalam perbuatan.<br />
Kelima, tawadhu, tawadhu adalah dalam pengertian tidak sombong, dapat juga dikatakan rendah hati.<br />
 Keenam, khusyu dalam segala ibadahnya.<br />
 Ketujuh, selalu berpedoman kepada hokum Allah dalam segala hal.<br />
kedelapan,  tidak menggunakan ilmunya hanya untuk tujuan duniawi semata.<br />
kesembilan, tidak rendah diri dihadapan pemuja dunia.<br />
Kesepuluh, zuhud, dalam segala hal.<br />
Kesebelas, menghindarai pekerjaan yang menjatuhkan martabatnya.<br />
Kedua belas, menghindari tempat –tempat yang dapat menimbulkan maksiat.<br />
 ketigabelas, selalu menghidupkan syiar islam.<br />
Keempat belas, menegakkan sunnah Rasul.<br />
 Kelimabelas, menjaga hal- hal yang sangat di anjurkan.<br />
 Keenam belas, bergaul dengan sesame manusia secara ramah,<br />
ketujuhbelas, menyucikan jiwa. Kedelapan belas selalu berusaha  mempertajam ilmunya.<br />
Delapan belas, terbuka untuk umum, baik saran maupun kritik.<br />
Sembilan belas,selalu mengambil ilmu dari orang lain tentang ilmu yang tidak diketahuinya.<br />
Duapuluh, meluangkan waktu untuk menulis atau mengarang buku.<br />
Dengan memiliki dua puluh etika tersebut diharapkan para guru menjadi pendidikan yang baik, pendidik  yang mampu menjadi teladan anak didik. Di sisi lain, ketika  pendidik mempunyai etika, maka yang terdidik pun akan menjadi anak didik yang beretika juga, karena keteladanan mempunyai peran penting dalam mendidik akhlak anak.<br />
Untuk itu perlu kiranya para calon pendidik maupun yang telh menjadi pendidik untuk memiliki etika tersebut.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reformasi Pendidikan: Belajar dari Jepang]]></title>
<link>http://nihondaisuki.wordpress.com/?p=54</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 23:09:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ryou</dc:creator>
<guid>http://nihondaisuki.wordpress.com/?p=54</guid>
<description><![CDATA[
Reformasi Pendidikan: Belajar dari Jepang 

Meta Sekar Puji Astuti
Ketua Unit Kajian Kebudayaan Jep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>
<span class="judul">Reformasi Pendidikan: Belajar dari Jepang </span><br />
<span class="underdeck"><strong></strong></span></p>
<p><span class="deskripsi"><strong>Meta Sekar Puji Astuti</strong><br />
Ketua Unit Kajian Kebudayaan Jepang Unhas</span></p>
<p>Titik balik sejarah reformasi pendidikan di Jepang dapat ditilik sejak 140 tahun lalu di era yang dikenal Restorasi Meiji (1868-1912). Reformasi pendidikan merupakan salah satu agenda utama modernisasi negara Jepang.</p>
<p>Sebagai awal modernisasi, Jepang membentuk beberapa misi khusus yang dikirim ke luar negeri. Misi-misi ini mengunjungi beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat, dan juga Asia. Para pemimpin Jepang ini yang kebanyakan dari golongan samurai, pergi mempelajari peradaban Barat termasuk sistem pendidikannya.<!--more--></p>
<p>Tak dimungkiri lagi reformasi pendidikan di Jepang merupakan salah satu kunci keberhasilan negara ini baik di bidang ekonomi, teknologi, dan industri. Negara jiran kita, Malaysia, di era PM Mahathir Muhammad melalui kebijakan <em>Look to East</em> pada 1980-an secara terang-terangan mengaku mengadaptasi model sistem pendidikan Jepang.</p>
<p>Topik dan isu pendidikan Jepang telah banyak mengundang perhatian peneliti Barat dan Jepang sendiri. G Sougen Victor Hori dan Thomas Rohlen (2006) menyatakan bahwa sistem pendidikan Jepang unik karena proses sejarah akulturasi yang panjang. Proses ini menghasilkan semangat spiritualisme kuno Jepang termasuk adaptasi budaya kuno (Buddha dan Confucianism) dari Cina.</p>
<p>Kenyataannya, belum banyak ahli pendidikan di Indonesia memberi perhatian khusus untuk meneliti reformasi pendidikan Jepang. Timbul sebuah pertanyaan, apakah proses dan sejarah reformasi pendidikan Jepang dapat menginspirasi reformasi pendidikan di Indonesia?</p>
<p><strong><em>Perubahan radikal</em></strong><br />
Gerakan reformasi Indonesia telah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu. Tapi agenda reformasi, khususnya di bidang pendidikan, tampak masih berjalan terseok-seok. Masih banyak agenda reformasi pendidikan yang belum terselesaikan.</p>
<p>Belum ada gerakan radikal yang berkelanjutan dilakukan pemerintah Indonesia. Reformasi pendidikan pada masa awal modern Jepang sudah dilakukan secara radikal (Okano dan Tsuchiya, 2003). Awalnya, reformasi pendidikan dilakukan untuk mengubah sistem sekolah tradisional (terakoya) ke sistem modern.</p>
<p>Sekolah yang awalnya hanya diperuntukkan bagi kaum bangsawan (samurai) diubah menjadi sistem pendidikan modern yang demokratis dan bagi semua golongan. Sistem pendidikan sempat dipolitisasi untuk mendukung gerakan nasionalisme dan militerisme negara pada masa perang.</p>
<p>Pascaperang (setelah 1945), melalui pengaruh pemikiran kolonial Amerika Serikat, reformasi pendidikan fokus ke pengembangan individu untuk industrialisasi negara. Tahun 1960-an kebijakan pelaksanaan ujian nasional (UN) juga pernah menjadi isu besar di Jepang. Dimotori oleh Serikat Guru Jepang (Nikkyouso) pemerintah dikritik habis dalam pelaksanaan ujian ala Jepang ini.</p>
<p>Setelah terjadi konflik berkepanjangan antara pemerintah dan nikkyouso serta gerakan masyarakat di tingkat akar rumput, tahun 1969 kebijakan UN dihapus. Pada 1980-an reformasi pendidikan menjadi isu nasional ketika PM Yasuhiro Nakasone menghapus kebijakan pengaruh kolonial Amerika yang dianggap tidak sesuai lagi.</p>
<p>Melalui reformasi ini pendidikan lebih fokus untuk pembentukan identitas diri masyarakat Jepang sesuai pribadi asli bangsa Jepang. Mulai 1990 reformasi pendidikan menghasilkan kebijakan yang mendukung pengembangan <em>lifelong learning</em>. Pada 1886 Arinori Mori, menteri pendidikan pertama di Jepang, memisahkan antara institusi untuk studi akademis (gakumon) dan pendidikan (secara umum) atau kyouiku. Meski sistem ini dihapus pada 1945, pada praktiknya komponen gakumon dan kyouiku tetap ada di kurikulum sekolah modern.</p>
<p>Menurut kajian para peneliti, pendidikan Jepang lebih menekankan moral dan spiritual (Hori; Rohlen, 2006) dan <em>soft-skill</em> (termasuk kyouiku). Pendidikan Barat dianggap cenderung lebih menitikberatkan pengembangan kognitif.</p>
<p>Dari fakta yang ada hasil pencapaian tes internasional matematika dan sains murid-murid di Jepang selalu menunjukkan angka tertinggi (Lynn, 1988; NCES, 2003). Richard Lynn, pakar psikologi dari University of Ulster, Inggris, dalam bukunya yang berjudul <em>Educational Achievement in Japan: Lessons for the West</em> menyarankan dunia Barat perlu belajar dari sistem pendidikan Jepang. Para peneliti rata-rata juga menyatakan bahwa spiritualisme (moral), pengembangan pribadi seutuhnya, sistem pendidikan yang efisien dan disempurnakan (kaizen) merupakan beberapa kunci keberhasilan pendidikan Jepang.</p>
<p><strong><em>Pendidikan berpihak rakyat</em></strong><br />
Yukichi Fukuzawa, seorang pembaharu modernisasi Jepang (potret dirinya terdapat di kertas nominal tertinggi, 10 ribu yen), dikenal juga sebagai tokoh pendidikan dan penulis yang sangat produktif pada masanya. Dulu sebelum memublikasikan artikel atau tulisannya ia berikan kepada pembantunya. Bila pembantunya dianggap telah mengerti tulisannya maka tulisan tersebut layak diterbitkan.</p>
<p>Prinsipnya, hasil karya tulisannya harus dapat dipahami oleh semua kalangan. Melihat kebijakan-kebijakan Jepang di bidang pendidikan bisa dikatakan reformasi pendidikan di Jepang dimaksudkan untuk kepentingan seluruh rakyat bukan golongan tertentu. Bagaimana dengan Indonesia?</p>
<p>Setidaknya Indonesia dapat belajar dua hal dari proses reformasi pendidikan Jepang. Pertama, reformasi pendidikan di Jepang dimulai perubahan pola berpikir (<em>mind-set</em>) pemimpin Jepang. Mempelajari model-model baru dan berani membuat langkah kebijakan radikal untuk berubah. Kedua, kebijakan pemerintah Jepang dalam bidang pendidikan dilakukan secara serius, berkelanjutan, dan terus disempurnakan.</p>
<p>Tidak ada gading yang tak retak. Sistem pendidikan Jepang pun juga memiliki beberapa sisi negatif (Lynn, 1988; Okano dan Tsuchiya, 2003). Namun, ada pepatah Jepang yang mengatakan <em>mane wa manabu</em> atau meniru adalah belajar. Indonesia pun dapat belajar dengan meniru dari pengalaman Jepang. Siapa takut?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Home Schooling Sebagai Aternatif Pendidikan Berbasis Hak Asasi Manusia]]></title>
<link>http://krishnahp.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 13:54:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>krishnaheryputra</dc:creator>
<guid>http://krishnahp.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Berawal dari Pendidikan
Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei dan Hari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Berawal dari Pendidikan</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei dan Hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei mengajak kita untuk kembali membaca sejarah. Sejarah selalu mengandung nilai-nilai, pelajaran, semangat, dan hikmah yang dapat diadaptasi dan dikontekstualiasasi. Salah satu pelajaran berharga dalam sejarah berdirinya bangsa Indonesia yang bisa kita adaptasi adalah bahwa kemerdekaan dan kebangkitan nasional berawal dari sebuah embrio bernama pendidikan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Pendidikan telah mencetak pemimpin-pemimpin besar seperti Soekarno, Muhammad Hatta, R.A Kartini, Ki Hajar Dewantara, dll. Mereka menjadi lokomotif pembaharuan dan perubahan di masyarakat pada zaman masing-masing. Mereka mengobarkan nasionalisme dan semangat persatuan di tengah carut marutnya kondisi bangsa pada saat itu. Hingga akhirnya kemerdekaan diraih dan mampu dipertahankan hingga sekarang.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Puluhan tahun berlalu sejak kemerdekaan. Di zaman yang serba tidak pasti ini, eksistensi Indonesia sebagai sebuah negara, serta prestasinya di kancah persaingan global, akan ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Pesatnya perkembangan sains dan teknologi, globalisasi, semakin sempitnya lapangan pekerjaan, tingginya kebutuhan negara akan SDM berkualitas dan berakhlak mulia, meroketnya angka pengangguran tiap tahunnya, dan harapan akan lahirnya pahlawan-pahlawan yang bisa membawa bangsa ini keluar dari badai krisis multidimensi, merupakan tantangan bagi dunia pendidikan di Indonesia saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Potret Pendidikan Nasional saat ini</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Adalah tanggung jawab pemerintah terhadap pemenuhan hak warga negara atas pendidikan. Demikian pula dengan upaya penyatuan berbagai komitmen global guna mencapai pendidikan untuk semua (<em>education for all</em>). Pendidikan merupakan hak asasi manusia (HAM) sehingga pemerintah harus berkomitmen mewujudkan pendidikan berbasis HAM yang diimplementasikan pada semua pada ruang lingkup negara.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Sayangnya, angan akan terciptanya pendidikan berbasis HAM yang dapat dinikmati semua kalangan ternyata masih jauh dari kenyataan. Program pendidikan nasional yang berlangsung saat ini ternyata justru menggerogoti kinerja sistem pendidikan nasional dan terlalu berorientasi pada aspek penyediaan layanan pendidikan. Banyak Peraturan Pemerintah dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional yang tidak memperkuat Sistem Pendidikan Nasional. Potret pendidikan nasional masih ditandai dengan formalisme luar biasa dengan jadwal belajar yang sangat kaku dan amat berorientasi pada kurikulum dan guru, bukan pada peserta didik. Padahal, peserta didik seharusnya menjadi subjek, bukan objek. Kurikulum dan gurulah yang seharusnya diorientasikan bagi kebutuhan dan kepentingan peserta didik dengan kebutuhan mereka yang unik dan beragam.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Kewajiban pemerintah untuk memastikan layanan pendidikan yang bermutu melalui akreditasi sekolah tidak berjalan secara baik. Pemerintah sibuk menagih kinerja belajar peserta didik melalui Ujian Nasional. Namun lalai menagih kinerja sekolah (melalui akreditasi) dan kinerja guru (melalui sertifikasi guru). Akibatnya, kesenjangan sarana dan prasarana sekolah, bahkan antar satuan pendidikan negeri, masih amat lebar. Setiap Penerimaan Siswa Baru (PSB) berbagai macam pungutan harus dihadapi oleh wali murid. Favouritisme sekolah menjadi gejala yang umum. Timbul kesan kuat bahwa sekolah dan guru adalah institusi yang suka ”meminta”. Baik SD, SMP, SMA negeri melakukan berbagai macam seleksi masuk, termasuk seleksi yang didasarkan pada kemampuan finansial calon peserta didik.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Penyeragaman yang luar biasa akibat didorong oleh Ujian Nasional sebagai penentu kelulusan siswa telah mengakibatkan penyeragaman sajian layanan pendidikan: skolastik-akademik. Minat, bakat, kecerdasan, perkembangan psikis dan fisik, serta kemampuan anak yang beragam dan unik diabaikan secara sistematik.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Budaya birokrasi pendidikan nasional tidak akan berubah walaupun dilakukan restrukturisasi karena pemerintah masih terjebak dalam orientasi pada sisi penyediaan layanan pendidikan (<em>supply side</em>). Inipun masih amat jauh dari harapan. Sedangkan sisi kebutuhan (<em>demand side</em>) pendidikan belum ditangani secara memadai. (Daniel M Rosyid, Ph.D dalam www.dmrosyid.wordpress.com)</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Home Schooling Sebagai Alternatif</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Seharusnya pemerintah menjamin pelayanan pendidikan dengan prinsip penyelenggaraan pendidikan seperti yang tercantum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal 4, bahwa (1) pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi HAM; (2) pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna; (3) pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat; dan (4) pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Selain itu, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 menyebutkan: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Mengingat banyaknya persoalan kompleks yang belum tertangani oleh metode pendidikan konvensional yang belum seluruhnya mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik, khususnya kekhasan karakter, kecerdasan, latar belakang, perkembangan fisik mental, minat, bakat, dan kecenderungan, maka inovasi pendidikan harus terus ditingkatkan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Oleh karena itu, <em>home schooling</em> (sekolah rumah) muncul sebagai salah satu solusi inovatif atas kompleksnya permasalahan pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan alternatif ini bukan merupakan pengganti sistem persekolahan formal yang ada. Namun dimaksudkan sebagai <em>complementary and supplementary education services</em>. Justru dengan adanya <em>home schooling</em> maka sistem pendidikan nasional akan menjadi lebih lentur dan memperoleh umpan-balik yang positif untuk meningkatkan kinerja sistem persekolahan formal. (Ir. Daniel M Rosyid, Ph.D dalam www.dmrosyid.wordpress.com)</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Secara etimologis, <em>home schooling</em> adalah sekolah yang diadakan di rumah, namun secara hakiki ia adalah sebuah sekolah alternatif yang menempatkan anak sebagai subjek dengan pendekatan pendidikan secara personal. Dengan model pendekatan ini anak akan merasa nyaman. Mereka bisa belajar sesuai keinginan dan dengan gaya belajar masing-masing. Tempat belajarnya pun tidak harus di rumah. Bisa di mana saja asalkan suasana dan kondisinya betul-betul nyaman seperti di rumah. Begitupula dengan waktu belajarnya yang sangat fleksibel, yaitu dari bangun tidur hingga berangkat tidur.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Sementara itu, pengamat pendidikan Dr. Arief Rachman MpD mengatakan, materi bersekolah di rumah sebenarnya tidak ada bedanya dengan pendidikan di sekolah. Namun metode penyampaiannya yang berbeda. Bersekolah di rumah mengembalikan konsep dasar pendidikan, yakni keluarga sebagai pelaku utama, bukan pihak lain seperti sekolah.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Menurut Seto Mulyadi, klasifikasi bentuk persekolahan di rumah ada tiga macam,yaitu tunggal, majemuk, dan komunitas. Persekolahan di rumah dalam bentuk tunggal apabila diselenggarakan oleh sebuah keluarga tanpa bergabung dengan keluarga lain. Dia dikategorikan majemuk apabila dilaksanakan secara berkelompok oleh beberapa keluarga. Adapun disebut komunitas bila persekolahan di rumah itu merupakan gabungan beberapa model majemuk dengan kurikulum yang lebih terstruktur sebagaimana pendidikan nonformal.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Ditinjau dari kacamata hukum, kegiatan sekolah rumah ini dilindungi oleh undang-undang. Sebagaimana tercantum dalam UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdikna, dalam pasal 27 ayat 1 dikatakan: “Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”. Lalu pada ayat 2 dikatakan bahwa: “Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.”<em></em></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Homeschooling </span></em><span lang="IN">sebenarnya bukanlah program pendidikan yang baru di dunia. Di Amerika </span>S<span lang="IN">erikat program ini telah dilakukan sejak tahun 1993 dan pada tahun 2003 pesertanya sudah mencapai 1,1 juta orang. Demikian pula Inggris, Australia dan New zealand juga telah menerapkan metode ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah lama bangsa kita mengenal konsep sekolah rumah, bahkan jauh sebelum sistem pendidikan model Barat masuk. Di pesantren-pesantren misalnya, para kiai, buya, dan tuan guru secara khusus mendidik putra-putrinya secara pribadi di rumah atau di padepokan masing-masing daripada mempercayakannya kepada orang lain. Para tokoh besar seperti K.H Agus Salim, Ki Hajar Dewantara, dan Buya Hamka juga mengembangkan cara belajar dengan sistem ini.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Kelebihan Sekolah Rumah</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Berdasarkan analisis para pakar pendidikan terhadap metode sekolah rumah. Ternyata ban<span lang="IN">yak kelebihan dari <em>Homeschooling </em>dibandingkan </span>metode pendidikan konsvensional di <span lang="IN">sekolah</span>.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Pertama, belajar di rumah lebih menyenangkan. Jumlah mata pelajaran yang dibebankan kepada peserta didik di sekolah formal saat ini sangatlah memberatkan sehingga mereka merasa terbebani ketika mempelajari suatu bidang studi. Padahal belajar akan lebih efektif jika dilakukan dalam kondisi yang menyenangkan (tanpa tekanan).</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Pelajaran juga bisa disesuaikan dengan kemampuan si anak. Kalau daya tangkap si anak lambat, di sekolah biasa, dia akan terpontang-panting mengikuti si guru, akibatnya stress, dan tidak naik kelas. Hal ini akan mempengaruhi percaya dirinya. Dengan metoda sekolah rumah dia bisa mengulang bagian yang belum dimengerti tanpa harus merasa risih dianggap bodoh oleh teman-temannya. Sebaliknya, kalau daya tangkap si anak cepat. dia tidak harus membuang-buang waktunya menunggu si guru menerangkan hal yang sama berulang-ulang. Dia bisa belajar ke bab selanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Kedua, belajar di rumah akan mendukung terhadap terciptanya lingkungan yang lebih komunikatif antar anggota keluarga. Di tengah kecenderungan merenggangnya rasa kekerabatan dan kekeluargaan, terutama di daerah urban, menyediakan ruang belajar terbuka di rumah akan kembali menumbuhkan dan mempererat persaudaraan dan kekeluargaan.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Selain itu mereka juga akan belajar lebih bersikap kooperatif, tidak hanya mementingkan keberadaan dan prestasi dirinya sendiri namun juga membantu kesulitan saudaranya. Hal ini berbeda dengan kondisi di sekolah formal pada umumnya. Hanya nilai yang selalu diagung-agungkan tanpa melihat proses. Anak dikatakan cerdas apabila nilai sain dan matematikanya bagus, tanpa melihat potensi-potensi di bidang lain. Padahal semua anak tidaklah sama kemampuan, kecerdasan, minat, dan bakatnya. Akibatnya praktik-praktik kecurangan menjamur. Dari yang terkecil seperti mencontek hingga yang kelas kakap seperti kebocoran soal Ujian Nasional. Budaya-budaya negatif yang lestari seperti ini tidak baik bagi tumbuh kembang anak didik. Negara ini akan semakin dipenuhi oleh koruptor-koruptor karena semasa kecil mereka terbiasa dengan jalan pintas yang menghalalkan segala cara dalam menyelesaikan persoalan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Ketiga, sekolah rumah akan mendukung proses pematangan jiwa anak. Hampir seluruh perkembangan kejiwaan anak bisa terpantau karena setiap masalah dan hambatan dalam belajar, baik fisik mapun psikis, relatif lebih cepat diketahui dan selesaikan. Proses kematangan jiwa ini sengatlah membantu terhadap rasa kepercayaan diri untuk selalu belajar dan berjuang. Hal ini berbeda dengan sistem pendidikan konvensional dimana <span lang="IN">ada banyak aspek dalam diri anak yang tidak terpantau oleh guru mereka di sekolah</span> karena perbandingan guru murid yang tidak seimbang.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Keempat, metode sekolah rumah<span lang="IN"> dapat membekali anak dengan ketrampilan khusus yang sesuai </span>d<span lang="IN">engan keinginan dan kebutuhan di masyarakat serta memberikan pembelajaran langsung secara kontekstual, tematik, ataupun nonscholastik </span>yang t<span lang="IN">idak tersekat oleh batasan ilmu</span>.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Kelima, dengan metode ini anak-anak diajak untuk tidak hanya berkutat dengan buku-buku. Mereka diajak ke alam terbuka seperti di sawah, sungai, dan hutan atau ke tempat-tempat sosial seperti panti asuhan dan panti jompo. Melalui cara belajar seperti ini lambat laun mereka akan mempunyai kesadaran bahwa pengetahuan yang diperoleh akan betul-betul diketahui manfaat dan fungsinya, bukan sekadar pengetahuan kognitif.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Keenam, sistem ini sangat bagus apabila dikembangkan guna mendukung program pendidikan kesetaraan. Khususnya terhadap anak-anak bermasalah, seperti anak jalanan, buruh anak, anak suku terasing, anak yang tidak termotivasi sekolah, sampai anak yang memiliki keunggulan seperti atlet atau artis cilik dengan jadwal yang padat.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Ketujuh, sekolah rumah tidak harus mahal. Besarnya biaya tergantung pada bagaimana proses pembelajaran. Terlebih untuk pendidikan dasar. Untuk sumber belajar dapat digunakan buku bekas atau sumber materi lain seperti internet, televisi, dan radio. Siapapun yang memiliki keahlian tertentu dapat menjadi guru. Intinya, segala yang ada di lingkungan dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Setiap anak dilahirkan dengan beragam potensi yang berbeda satu dengan lainnya. Setiap anak bangsa adalah calon pahlawan yang akan menyelamatkan negeri ini nantinya.<span> </span>Namun, banyak sekali faktor yang menjadi penghambat meledaknya potensi-potensi itu. Salah satunya adalah metoda pendidikan yang tidak sesuai dengan karakter anak tersebut. Pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah saat ini belum benar-benar berbasis pada hak asasi manusia. Oleh karena itu, sekolah rumah muncul sebagai alternatif yang mampu memenuhi kebutuhan asasi seorang anak yaitu pendidikan yang tepat. Peran orangtua dalam layanan sekolah rumah akan lebih menentukan, sehingga perlu adanya <em>parent education</em> untuk mendukung pelaksanaan sekolah rumah.</p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;">Sekolah rumah tidak dimaksudkan untuk mengganti layanan pendidikan berbasis sekolah, namun dimaksudkan sebagai <em><span>complementary and supplementary education services</span></em>, sekaligus untuk menjadi umpan-balik bagi sistem pendidikan nasional</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ekspose PNFI Bojonegoro 2008]]></title>
<link>http://dikmasbojonegoro.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 13:30:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>dikmasbojonegoro</dc:creator>
<guid>http://dikmasbojonegoro.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[selamat datang pembaca&#8230;.. di blog dikmas Bojonegoro!
Kami mengundang pada teman-teman untuk ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>selamat datang pembaca..... di blog dikmas Bojonegoro!</p>
<p>Kami mengundang pada teman-teman untuk yang punya aktivitas pada dunia pendidikan untuk bepartisipasi dalam acara EKSPOSE PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL Kabupaten Bojonegoro tahun 2008 yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 dan 27 juli 2008, yang dikemas dengan peingatan HARI ANAK NASIONAL.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PSB Online 2008 Untuk SMP dan SMA Dibuka Senin 7 Juli ]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=821</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 12:19:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>hotelmalang</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=821</guid>
<description><![CDATA[Pendaftaran Siswa Baru (PSB) jalur tes Sabtu (5/7) kemarin diumumkan di sekolah Rintisan SMP SMA Ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-822" src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/psb-grafis.gif" alt="" width="315" height="287" />Pendaftaran Siswa Baru (PSB) jalur tes Sabtu (5/7) kemarin diumumkan di sekolah Rintisan SMP SMA Bertaraf Internasional (RSBI) di Kota Malang. Pendaftar akan memperebutkan pagu 6618 untuk SMPN dan pagu 2563 untuk SMAN. Bagi siswa yang belum beruntung, bisa kembali mendaftar di sekolah negeri melalui jalur online.  Pendaftarannya dibuka Senin (7/7) hingga Rabu (9/7).</p>
<p>Tahun ini jalur pendaftaran PSB online lebih mudah dan simpel karena tidak ada rekomendasi bagi pendaftar luar kota dan hanya wajib registrasi yang berakhir Sabtu (5/7) lalu.<!--more--></p>
<p>Kemudahan PSB online ini diantaranya adalah pendaftar bisa mendaftar di mana saja dan memilih semua sekolah. Sebenarnya aturan ini sudah lama diberlakukan, namun faktanya pendaftar banyak yang memilih mendaftar di sekolah tertentu. Akibatnya pendaftaran menjadi berjubel dengan antrean panjang.</p>
<p>“Saya sarankan untuk pendaftar agar tidak berjubel di sekolah tertentu. Sebab daftar di manapun bisa, supaya lebih mudah dan tidak antri,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr HM Shofwan kepada Malang Post.</p>
<p>Seperti halnya tahun lalu, pendaftar masih dominan mendaftar di sekolah favorit saja. Seperti di SMPN 5 Malang yang tahun lalu juga dibanjiri pendaftar. Bahkan sekolah sampai berinisiatif mendirikan tenda tambahan agar orang tua siswa tidak kepanasan saat mendaftar. SMA Tugu juga banyak diserbu oleh pendaftar. Sehingga antrian pun tidak terelakkan di sana.</p>
<p>Selain mengimbau agar tidak berjubel di satu sekolah, Shofwan menyarankan agar pendaftar memilih semua sekolah peserta PSB Online. Jika tidak, dikhawatirkan pendaftar akan mengalami pergeseran dari sekolah yang dipilihnya. Sebab selama tiga hari pendaftaran, passing grade di semua akan terus berubah. Nilai Ujian Nasional (NUN) tinggi akan dengan mudah menggeser NUN yang pas-pasan.</p>
<p>Diprediksikan persaingan NUN tahun ini juga sama ketat dengan tahun lalu. Apalagi ada siswa dengan NUN tinggi enggan mengikuti PSB jalur tes. NUN tinggi ini akan mengancam bagi NUN pas-pasan. NUN 36,00 ke atas bisa sedikit lega karena bisa memilih SMAN Favorit di Kota Malang. Yaitu SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4 dan<br />
SMAN 5.</p>
<p>Hanya saja persaingannya sangat ketat direntang NUN 36,00 sampai 36,95 karena jumlahnya cukup banyak yaitu ada 177 siswa. Sementara prediksi NUN terendah yang bisa menikmati bangku SMA negeri adalah NUN minimal 31,00. Tahun ini bukan jumlah nilai yang akan diadu. Melainkan rata-rata nilai hasil UN siswa. Dimana untuk SMAN favorit rata-rata minimalnya tahun lalu diatas 9 koma. Begitupun diprediksi untuk persaingan tahun ini, NUN minimalnya untuk bersaing yaitu diatas 36,00</p>
<p>Prediksi NUN SMP jika dilihat dari rentangan yang ada untuk bersaing di PSB online SMP negeri favorit yaitu SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 5 adalah nilai UASBN 27,01 ke atas. Yang jumlahnya sebanyak 1263 orang. Itupun untuk nilai 27,01-28,00 akan bersaing sangat ketat. Sebab jumlah nilai itu di Kota Malang sebanyak 992 orang. Yang harus merebutkan sisa 289 kursi di SMP negeri favorit.<br />
Kasi Kurikulum SMP SMA Dinas Pendidikan Kota Malang, Drs. Suyitno mengatakan, masyarakat sudah bisa mendapatkan informasi mengenai pagu peserta PSB online. Data pagu resmi yang ditetapkan adalah sebagai berikut;<br />
<strong>Pagu SMP Negeri</strong>, SMPN 1 = 180, SMPN 2 = 360, SMPN 3 = 280, SMPN 4 = 28, SMPN 5 = 320, SMPN 6 = 320, SMPN 7 = 294, SMPN 8 = 320, SMPN 9 = 280, SMPN 10 = 342, SMPN 11= 280, SMPN 12 = 280, SMPN 13 = 280, SMPN 14 320, SMPN 15 = 303, SMPN 16 = 280<br />
SMPN 17 = 300, SMPN 18 = 234, SMPN 19 = 360, SMPN 20 = 320, SMPN 21 = 160, SMPN 22 = 160, SMPN 23 = 225, SMPN 24 = 200.</p>
<p><strong>Pagu SMA Negeri</strong>, SMAN 1 = 160, SMAN 2 = 320, SMAN 3 = 256, SMAN 4 = 228, SMAN 5 = 360, SMAN 6 = 252, SMAN 7 = 320, SMAN 8 = 280, SMAN 9 = 255, SMAN 10 = 252.</p>
<p>(oci) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[FE Unmer Buka Kelas Internasioal]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=815</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 12:06:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>hotelmalang</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=815</guid>
<description><![CDATA[Sarasehan bersama alumni Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Merdeka (Unmer) Malang kemarin berlangsun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sarasehan bersama alumni Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Merdeka (Unmer) Malang kemarin berlangsung penuh keakraban. Beberapa alumni yang sudah menjadi pejabat dan pimpinan berbagai perusahaan ikut hadir.</p>
<p>Di antaranya ada Miguel Dos Santos Lobatu, alumni Unmer yang kini menjabat sebagai Direktur Nasional Pariwisata dan Perdagangan Dirjen Pariwisata Timor Leste, Jacinto Soaros, alumni Unmer yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik Timor Leste, Andiyanto, Personal Manager Bank Danamon Kediri, dan beberapa alumni lainnya. Termasuk Bupati Malang Sujud Pribadi.<!--more--></p>
<p>Ada banyak masukan yang diberikan alumni untuk mengembangkan Unmer Malang termasuk mendukung program Unmer go Internasional. Salah satunya seperti diungkapkan Miguel. Menurutnya sangat mungkin sekali dikembangkan kerjasama baik untuk penelitian atau lainnya dengan Pemerintah Timor Leste.</p>
<p>“Saat saya menerima undangan untuk temu alumni ini, saya langsung menghadap ke Menteri. Dan saya mencoba membuka jalan agar ada kerjasama antara Unmer dengan Departemen Pariwisata ini. Apalagi Unmer juga punya program Pariwisata yang sudah terkenal,” ungkap pria yang mengaku sudah 14 tahun tidak kembali ke Malang ini.</p>
<p>Masukan lain juga datang dari Andiyanto. Menurutnya keberadaan alumni Unmer di dunia perbankan selama ini belum dimanfaatkan dengan optimal. Seharusnya Unmer lebih proaktif untuk menawarkan lulusan terbaiknya terutama di Danamon. Hal ini penting dilakukan, sehingga saat ada rekrutmen maka tenaga dari Unmer yang akan diprioritaskan.</p>
<p>“Ini bukan KKN, tapi kalau memang ada alumni Unmer yang juga berkualitas dan punya daya saing maka kami akan siap memprioritaskannya,” tegasnya.</p>
<p>Sementara Sujud Pribadi menuturkan masih banyak yang bisa dikembangkan oleh almamater para alumni ini. Terutama bagaimana pengembangan fakultas ke depan. Seperti upaya untuk mengubah bangunan kampus yang menurutnya masih sederhana menjadi lebih bagus. Dan untuk itu dibutuhkan peran alumninya.</p>
<p>Dekan FE Drs Burhan MM menuturkan, jaringan yang dimiliki para alumni ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan target Unmer go Internasional. Apalagi pada tahun ajaran baru nanti akan dibuka kelas internasional di FE Unmer Malang.(oci/lim) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Konsep USI SMAN 10 Malang Berbeda dengan SBI program pemerintah]]></title>
<link>http://indonesianic.wordpress.com/?p=813</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 12:02:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>hotelmalang</dc:creator>
<guid>http://indonesianic.wordpress.com/?p=813</guid>
<description><![CDATA[Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang dikembangkan oleh Sampoerna Foundation (SF) di SMAN 10 Mal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://indonesianic.wordpress.com/files/2008/07/sman-10-adv.gif?w=300" alt="" width="300" height="211" class="alignright size-medium wp-image-777" />Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) yang dikembangkan oleh Sampoerna Foundation (SF) di SMAN 10 Malang memang beda dibandingkan SBI program pemerintah. Meski sama-sama bilingual di enam mata pelajaran, biayanya pun terjangkau. Sebab semua kebutuhan disediakan oleh SF. Selain buku-buku gratis, SF juga memberikan fasilitas asrama dan beasiswa bagi siswa yang berprestasi.<!--more--></p>
<p>Menurut Project Officer (PO) SF Fikri Muhammad Al Ahzar, asrama akan dibangun pada 2009 nanti. Pembangunannya sepenuhnya ditanggung oleh SF. “Kami mencoba menghadirkan konsep pembelajaran berasrama, dimana siswa benar-benar dididik dan dibina tidak hanya di sekolah saja. Melainkan akan ada banyak kegiatan di asrama yang tujuannya untuk peningkatan mutu siswa,” ungkapnya kepada Malang Post.</p>
<p>Menurut Fikri bangunan asrama ini akan dibangun di lingkungan sekolah. Fasilitas ini diberikan kepada 100 siswa yang dianggap berprestasi. Dengan pembagian 50 siswa dari dalam kota, dan 50 dari luar kota Malang. Di asrama ini nantinya para siswa juga akan diajari banyak hal, sehingga ada pendalaman setelah menempuh studi di kelas.</p>
<p>Lebih jauh ia menuturkan, program USI ini memberikan kesempatan untuk seluruh siswa menikmati layanan pendidikan internasional di enam mata pelajaran. Dan tidak perlu ada seleksi khusus dan tidak ada tuntutan kemampuan berbahasa Inggris yang tinggi. Sebab proses satu tahun di kelas 10 nanti, diharapkan bisa meng up grade siswa yang dari kemampuan biasa menjadi luar biasa. Dan siswa yang bisa membuktikan kemampuannya, akan dibina di kelas 11 dalam asrama. Sementara siswa yang tidak mampu akan dikembalikan di kelas reguler.<br />
“Untuk membuktikan kualitas pengajaran yang ada, setiap dua minggu akan datang dua konsultan yang sangat mengerti tentang kurikulum Cambridge yang menjadi acuan USI ini,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu pendaftaran SMAN 10 program USI ini dibuka sejak Senin besok, tanpa ada tes khusus. Siswa cukup mendaftar melalui PSB online.</p>
<p>Kepala Disdik Kota Malang Dr HM Shofwan menuturkan konsep RSBI di SMAN 10 bisa menjadi alternatif pilihan. Sebab konsepnya berbeda dengan SMAN 3 ataupun SMAN 5 Malang. Menurutnya konsep SMAN 10 Malang ini adalah konsep yang bagus. Sebab dengan input yang tidak terlalu tinggi, sekolah bertugas untuk mengantarkan siswa agar mampu bersaing secara internasional. (oci/adv) (Rosida/malangpost)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Radiasi Ponsel Bikin Anak Emosional]]></title>
<link>http://mancung64.wordpress.com/?p=32</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 10:28:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>mancung64</dc:creator>
<guid>http://mancung64.wordpress.com/?p=32</guid>
<description><![CDATA[Bagi Anda yang tengah mengandung, sebaiknya kurangi pemakaian ponsel. Hal tersebut dapat menyebabkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi Anda yang tengah mengandung, sebaiknya kurangi pemakaian ponsel. Hal tersebut dapat menyebabkan anak menjadi emosional.</p>
<p>Sebuah penelitian dilakukan oleh peneliti di Universitas California, Amerika Serikat (UCLA) terhadap 13.000 anak di usia sekolah. Dalam penelitian tersebut terbukti bahwa anak yang lahir dari ibu yang sering memakai ponsel saat kehamilannya memiliki gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit mengontrol emosinya. Selain itu anak-anak tersebut juga memiliki kesulitan dalam bersosialisasi dengan temannya.<br />
Dari penelitian itu ditemukan 54 persen dari  anak-anak tersebut lahir dari ibu yang sering menggunakan ponsel saat kehamilannya.</p>
<p>Dikutip detikhot dari The Independent, Senin (23/5/2008) 80 persen dari anak-anak tadi menderita gangguan perilaku. 25 persen dari mereka memiliki kesulitan dalam mengontrol emosinya. 34 persen dari mereka memiliki kesulitan bersosialisasi. 35 persen dari anak-anak itu hiperaktif.</p>
<p>Hal tadi disebabkan oleh radiasi dari ponsel yang menyebabkan gangguan dalam pertumbuhan biologis janin saat di dalam kandungan. Untuk itu disarankan untuk para ibu hamil untuk mengurangi frekuensinya memakai ponsel.<br />
Sumber : Amelia Ayu Kinanti - detikhot</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Asal Mula Pulau Bangka]]></title>
<link>http://mancung64.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 10:22:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>mancung64</dc:creator>
<guid>http://mancung64.wordpress.com/?p=30</guid>
<description><![CDATA[Sejarah mengungkapkan bahwa Pulau Bangka pernah dihuni oleh orang-orang Hindu dalam abad ke-7. pada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mancung64.files.wordpress.com/2008/07/bangka.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-31" src="http://mancung64.wordpress.com/files/2008/07/bangka.jpg?w=119" alt="" width="119" height="96" /></a>Sejarah mengungkapkan bahwa Pulau Bangka pernah dihuni oleh orang-orang Hindu dalam abad ke-7. pada masa Kerajaan Sriwijaya pula Bangka termasuk pula sebagai daerah yang takluk dari kerajaan yang besar itu. Demikian pula kerajaan Majapahit dan Mataram tercatat pula sebagai kerajaan-kerajaan yang pernah menguasai Pulau Bangka.<br />
Namun pada masa itu pulau Bangka baru sedikit mendapat perhatian, meskipun letaknya yang strategis ditengah-tengah alur lalu lintas setelah orang-orang daratan Asia maupun Eropa berlomba-lomba ke Indonesia dengan ditemukannya rempah-rempah. Kurangnya perhatian dari para bajak laut yang menimbulkan penderitaan bagi penduduknya.<br />
Untuk mengatasi kekacauan yang terjadi, Sultan Johor dengan sekutunya Sutan dan Raja Alam Harimau Garang. Setelah melakukan tugasnya dengan baik, juga mengembangkan Agama Islam ditempat kedudukannya masing-masing Kotawaringin dan Bangkakota. Namun sayangnya hal ini tidak berlangsung lama, kemudian kembali pulau Bangka menjadi sarang kaum bajak laut.<!--more--></p>
<p>Karena merasa turut dirugikan dengan dirampasnya kapal-kapalmya maka Sultan Banten mengirimkan Bupati Nusantara untuk membasmi bajak-bajak laut tersebut, kemudian Bupati Nusantara untuk beberapa lama memerintah Bangka dengan gelar Raja Muda. Diceritakan pula bahwa Panglima Banten, Ratu Bagus yang terpaksa mundur dari pertikaiannya dengan Sultan Palembang, menuju ke Bangka Kota dan wafat disana.<br />
Setelah Bupati Nusantara wafat, kekuasaan jatuh ketangan putri tunggalnya dan karena putrinya ini dikawinkan dengan Sultan Palembang, Abdurrachman (1659-1707), dengan sendirinya pulau Bangka menjadi bagian dari Kesultanan Palembang.<br />
Pada tahun 1707 Sultan Abdurrachman wafat, dan ia digantikan oleh putranya Ratu Muhammad Mansyur (1707-1715).</p>
<p>Namun Ratu Anum Kamaruddin adik kandung Ratu Muhammad Mansyur kemudian mengangkat dirinya sebagai Sultan Palembang, menggantikan abangnya (1715-1724), walaupun abangnya telah berpesan sebelum wafat, supaya putranya Mahmud Badaruddin menyingkir ke Johor dan Siantan, sekalipun secara formal sudah diangkat juga rakyat menjadi Sultan Palembang.</p>
<p>Tetapi pada tahun 1724 Mahmud Badaruddin dengan bantuan Angkatan Perang Sultan Johor merebut kembali Palembang dari pamannya.<br />
Kekuasaan atas pulau Bangka selanjutnya diserahkan oleh Mahmud Badaruddin kepada Wan Akup, yang sejak beberapa waktu telah pindah dari Siantan ke Bangka bersama dua orang adiknya Wan Abduljabar dan Wan Serin.<br />
Kemudian atas dasar Konversi London tanggal 13 Agustus 1814, Belanda menerima kembali dari Inggris daerah-daerah yang pernah didudukinya ditahun 1803 termasuk beberapa daerah Kesultanan Palembang. Serah terima dilakukan antara M.H. Court (Inggris) dengan K. Heynes (Belanda) di Mentok pada tanggal 10 Desember 1816.</p>
<p>Kecurangan-kecurangan, pemerasan-pemerasan, pengurasan dan pengangkutan hasil Timah yang tidak menentu, yang dilakukan oleh VOC dan Ingris (EIC) akhirnya sampailah pada situasi hilangnya kesabaran rakyat. Apalagi setelah kembali kepada Belanda. Yang mulai menggali timah secara besar-besaran dan ang sama sekali tidak memikirkan nasib pribumi. Perang gerilya yang dilakukan di Musi Rawas untuk melawan Belanda, juga telah membangkitkan semangat perlawanan rakyat di Pulau Bangka dan Belitung.<br />
Maka pecahlah pemberontakan-pemberontakan, selama bertahun-tahun rakyat Bangka mengadakan perlawanan, berjuang mati-matian utnuk mengusir Belanda dari daerahnya, dibawah pimpinan Depati Merawang, Depati Amir, Depati Bahrin, dan Tikal serta lainnya.</p>
<p>Kemudian istri Mahmud Badaruddin yang karena tidak serasi berdiam di Palembang diperkenankan suaminya menetap di Bangka dimana disebutkan bahwa istri Sultan Mahmud ini adalah anak dari Wan Abduljabar. Sejarah menyebutkan bahwa Wan Abduljabar adalah putra kedua dari abdulhayat seorang kepercayaan Sultan Johor untuk pemerintahan di Siantan, Abdulhayat ini semula adalah seorang pejabat tinggi kerajaan Cina bernama Lim Tau Kian, yang karena berselisih paham lalu melarikan diri ke Johor dan mendapat perlindungan dari Sultan. Ia kemudian masuk agama Islam dengan sebutan Abdulhayat, karena keahliannya diangkat oleh Sultan Johor menjadi kepala Negeri di Siantan.<br />
Sekitar tahun 1709 diketemukan timah, yang mula-mula digali di Sungai Olin di Kecamatan Toboali oleh orang-orang johor atas pengalaman mereka di semenanjung Malaka. Dengan diketemukannya timah ini, mulailah pulau Bangka disinggahi oleh segala macam perahu dari Asia maupun Eropa. Perusahaan-perusahaan penggalian timah pun semakin maju, sehingga Sultan Palembang mengirimkan orang-orangnya ke Semenanjung Negeri Cina untuk mencari tenaga-tenaga ahli yang kian terasa sangat diperlukan.</p>
<p>Pada tahun 1717 mulai diadakan perhubungan dagang dengan VOC untuk penjualan timah. Dengan bantuan kompeni ini, Sultan Palembang berusa membasmi bajak-bajak laut dan penyelundupan-penyelundupan timah. Pada tahun 1755 pemerintah Belanda mengirimkan misi dagangnya ke Palembang yang dipimpin oleh Van Haak, yang bermaksud untuk meninjau hasil timah dan lada di Bangka. Pada sekitar tahun 1722 VOC mengadakan perjanjian yang mengikat dengan Sultan Ratu Anum Kamaruddin untuk membeli timah monopoli, dimana menurut laporan Van Haak perjanjian antara pemerintah Belanda dan Sultan Palembang berisi :<br />
Sultan hanya menjual timahnya kepada kompeni<br />
Kompeni dapat membeli timah sejumlah yang diperlukan.<br />
Sebagai akibat perjanjian inilah kemudian banyak timah hasil pulau Bangka dijual dengan cara diselundupkan.<br />
Selanjutnya tahun 1803 pemerintah Belanda mengirimkan misi lagi yang dipimpin oleh V.D. Bogarts dan Kapten Lombart, yang bermaksud mengadakan penyelidikan dengan seksama tentang timah di Bangka.</p>
<p>Perjanjian Tuntang pada tanggal 18 September 1811 telah membawa nasib lain bagi pulau Bangka. Pada tanggal itu ditandatanganilah akta penyerahan dari pihak Belanda kepada pihak Inggris, dimana pulau Jawa dan daerah-daerah takluknya, Timor, Makasar, dan Palembang berikut daerah-daerah takluknya menjadi jajahan Inggris.<br />
Raffles mengirimkan utusannya ke Palembang untuk mengambil alih Loji Belanda di Sungai Aur, tetapi mereka ditolak oleh Sultan Mahmud Badaruddin II, karena kekuasaan Belanda di Palembang sebelum kapitulasi Tuntang sudah tidak ada lagi. Raffless merasa tidak senang dengan penolakan Sultan dan tetap menuntut agar Loji Sungai Aur diserahkan, juga menuntut agar Sultan menyerahkan tambang-tambang timah di pulau Bangka dan Belitung.</p>
<p>Pada tanggal 20 Maret 1812 Raffles mengirimkan Ekspedisi ke Palembang yang dipimpin oleh Jendral Mayor Roobert Rollo Gillespie. Namun Gillespie gagal bertemu dengan Sultan lalu Inggris mulai melaksanakan politik “Devide et Impera”nya. Gillespie mengangkat Pangeran Adipati sebagai Sultan Palembang denga gelar Sultan Ahmad Najamuddin II (tahun 1812).<br />
Sebagai pengakuan Inggris terhadap Sultan Ahmad Najamuddin II dibuatlah perjanjian tersendiri agar pulau Bangka dan Belitung diserahkan kepada Inggris. Dalam perjalanan pulang ke Betawi lewat Mentok oleh Gillespie, kedua pulau itu diresmikan menjadi jajahan Inggris dengan diberi nama “Duke of Island” (20 Mei 1812).</p>
<p>Sumber : Bangka ( AMCA :The Spirit of Budak Bangka )</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peduli Pendidikan Indonesia]]></title>
<link>http://cepiar.wordpress.com/?p=245</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 09:56:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>cepiar</dc:creator>
<guid>http://cepiar.wordpress.com/?p=245</guid>
<description><![CDATA[Krisis multidimensi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini seolah belum menampakkan tanda-tanda ke ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:Tahoma;">Krisis multidimensi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini seolah belum menampakkan tanda-tanda ke arah perbaikan yang signifikan. Hal ini dapat terlihat dari kian meningkatnya angka kemiskinan pada sebagian besar rakyat Indonesia. Mereka berjuang menjalani kehidupan yang tampak semakin sulit. Meningkatnya angka kemiskinan akan menimbulkan masalah-masalah baru dalam masyarakat, misalnya ketidakmampuan dalam menjalani pendidikan karena keterbatasan yang mereka alami. Di satu sisi mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran guna mengembangkan keahlian dan kualitas yang mereka miliki, namun di sisi lain mereka tidak memiliki kemampuan yang dapat menunjang mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan karena ketidaktersediaan dana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:Tahoma;"><span></span>Sebagai insan akademis sudah selayaknya kita peduli pada realitas sosial yang dihadapi masyarakat kita saat ini. Mereka berharap banyak pada kemampuan yang kita miliki untuk dapat memberikan kontribusi positif kita guna pengembangan masyarakat ke arah yang lebih baik. Berangkat dari hal di atas, kami mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Indonesia membentuk suatu forum yang bernama Forum Peduli Pendidikan Indonesia atau disingkat Forum PPI, yang berkonsentrasi pada masalah pendidikan dan pelatihan informal bagi masyarakat miskin.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:#009999;">Sejarah Singkat Forum PPI </span></span><span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;color:#009999;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;color:#009999;"></span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;" lang="EN"></span><span><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:Tahoma;">Ide membuat forum ini berawal dari beberapa mahasiswa fakultas teknik yang mengumpulkan pengurus Sekolah Nonformal Fakultas pada satu tempat (di ruang sekretariat SNF FE UI) dengan tujuan awal mempererat tali silaturahmi dan saling berbagi pengalaman dalam mengurus sekolah non-formal (selanjutnnya disebut SNF). Setelah diadakan perbincangan lebih lanjut, dapat diketahui bahwa<span> </span>pada hampir semua fakultas di UI memiliki program pendidikan sekolah non-formal. Dari pertemuan tersebut kami menyepakati nama kegiatan yang akan menjadi landasan kami ke depan yaitu Peduli Pendidikan Indonesia (PPI). Setelah itu kami melakukan berbagai pertemuan secara intensif guna menentukan kemana arah tujuan dari kegiatan ini, akhirnya tercetuslah gagasan bahwa kegiatan ini berbentuk Forum, (walau tidak menutup kemungkinan akan mengalami perubahan seiring berjalannya kegiatan ini). Fokus utama kami berada pada masalah pendidikan, terutama pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kemampuan masyarakat miskin. Kami berharap agar tercipta suatu pendidikan yang berkeadilan bagi setiap lapisan masyarakat.<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEPUTAR  PERJALANAN MENJADI SEORANG BIDAN DAN MEMBERIKAN PERTOLONGAN KEPADA MASYARAKAT]]></title>
<link>http://petromandauhusada.wordpress.com/?p=52</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 08:37:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>petromandauhusada</dc:creator>
<guid>http://petromandauhusada.wordpress.com/?p=52</guid>
<description><![CDATA[
SEPUTAR PERJALANAN MENJADI SEORANG BIDAN DAN MEMBERIKAN PERTOLONGAN KEPADA MASYARAKAT
OLEH : DELIMA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;">SEPUTAR<span> </span>PERJALANAN MENJADI SEORANG BIDAN DAN MEMBERIKAN PERTOLONGAN KEPADA MASYARAKAT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;">OLEH : DELIMAYANI, SST</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Menjadi seorang bidan terkadang bisa dikatakan gampang-gampang susah, selain ilmu yang harus benar-benar dimiliki, juga harus memiliki keterampilan khusus dalam bidang menolong dan memberikan asuhan kebidanan sesuai dengan kebutuhan dari pasien tersebut. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">Pengembangan karir merupakan kondisi yang menunjukkan adanya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">peningkatan jenjang jabatan dan jenjang pangkat bagi seorang pegawai negri pada</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">suatu organisasi dalam jalur karir yang telah ditetapkan dalam</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">organisasinya.Pengembangan karir bidan meliputi karir fungsional dan karir struktural. Pada saat ini pengembangan karir bidan secara fungsional telah disiapkan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">dengan jabatan fungsional bagi bidan,serta melalui pendidikan berkelanjutan baik</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">secara formal maupun non formal yang hasil akhirnya akan meningkatkan</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">kemampuan profesional bidan dalam melaksanakan fungsinya.Fungsi bidan nantinya</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">dapat sebagai pelaksana,pendidik,peneliti, bidan koordinator dan bidan penyelia.</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&#34;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">Sedangkan karir bidan dalam jabatan struktural tergantung dimana bidan bertugas apakah dirumah sakit,puskesmas,bidan didesa atau instansi swasta.Karir tersebut dapat dicapai oleh bidan ditiap tatanan pelayanan kebidanan/kesehatan sesuai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;">dengan tingkat kemampuan ,kesempatan,dan kebijakan yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Times-Roman;"><span> </span>Untuk menjadikan diri anda seperti bidan-bidan yang lain, segera datang bergabung bersama kami untuk mewujudkan cita-cita yang mulai dalam menolong orang lain.</span></p>
<p>AKADEMI KEBIDANAN PETRO MANDAU HUSADA</p>
<p>JLN . JEND. SUDIRMAN NO. 246 SAMPING GANG. HORAS</p>
<p style="text-align:center;">TELP. 08286541238</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Times-Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:Times-Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembuktian Matematis Bahwa 0.99 = 1]]></title>
<link>http://cesarzc.wordpress.com/?p=164</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 07:54:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>cesar zehan camille</dc:creator>
<guid>http://cesarzc.wordpress.com/?p=164</guid>
<description><![CDATA[Ternyata 0.99 meski dibulatkan atau tidak dibulatkan memang sama dengan satu (0.99=1). Tulisan ini s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata 0.99 meski dibulatkan atau tidak dibulatkan memang sama dengan satu (0.99=1). Tulisan ini saya dapatkan di sebuah forum, dan karena cukup unik maka saya posting di blog ini. Lihat sendiri kenyataannya melalui pembuktian dibawah ini:</p>
<p>0.33 = 1/3.<br />
3 dikali 1/3 = 3/3.<br />
3/3 = 1.<br />
0.33 dikali 3 = 0.99.<br />
3/3 = 0.99.<br />
0.99 = 1.</p>
<p>Nah lho...? Bingung atau mengerti? Apa komentar anda?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Panduan Pelaksanaan Sertifikasi Tahun 2007 dan 2008]]></title>
<link>http://smamuga.wordpress.com/?p=36</link>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 05:44:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>SMA MUHAMMADIYAH 3 GENTENG</dc:creator>
<guid>http://smamuga.wordpress.com/?p=36</guid>
<description><![CDATA[

Panduan Pelaksanaan Sertifikasi
Pemerintah secara resmi telah mencanangkan bahwa profesi guru dise]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="postentry">
<div class="snap_preview">
<h2>Panduan Pelaksanaan Sertifikasi</h2>
<p>Pemerintah secara resmi telah mencanangkan bahwa profesi guru disejajarkan dengan profesi lainnya sebagai tenaga profesional. Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan karena guru sebagai agen pembelajaran merupakan ujung tombak peningkatan proses pembelajaran di dalam kelas yang akan berujung pada peningkatan mutu pendidikan. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sebuah sertifikat profesi guru yang diperoleh melalui uji sertifikasi. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan sebagai guru profesional.</p>
<p>Proses sertifikasi guru akan segera dimulai setelah rancangan peraturan pemerintah tentang guru dan dosen disyahkan menjadi Peraturan Pemerintah dalam waktu dekat. Namun, persiapan guru untuk mengikuti sertifikasi sudah dapat dimulai. Oleh karena itu, buku panduan pelaksanaan sertifikasi guru ini disusun agar seluruh unit yang terkait dengan pembinaan guru dapat memahami mekanisme dan prosedut pelaksanaan sertifikasi guru.</p>
<p>Buku Panduan Pelaksanaan Sertifikasi Guru ini berisi informasi tentang mekanisme uji sertifikasi guru dalam jabatan dan proses pendaftaran guru khusus untuk tahun 2006. Tersusunnya buku ini atas kerjasama yang harmonis antara Direktorat Profesi Pendidik, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan Direktorat Ketenagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.</p>
<p>Semoga buku Panduan Pelaksanaan Sertifikasi Guru ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.</p>
<h3>Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2008</h3>
<p>Berikut adalah dokumen Panduan Sertifikasi untuk Dinas dalam format pdf :</p>
<ul>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/sertif08/buku1_Pedoman_Penetapan_Peserta.pdf">Pedoman Penetapan Peserta</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/sertif08/buku2_Ped_Sertifikas_Guru_dlm_Jabatan_Melalui_Penilaian_Portofolio.pdf">Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan Melalui Penilaian Portofolio</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/sertif08/buku3_Pedoman_Penyusunan_Portofolio.pdf">Pedoman Penyusunan Portofolio</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/sertif08/buku4_Ped_Sertif_Guru_dlm_Jbt_Melalui_Penilaian_Portofolio_utk_Guru.pdf">Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan Penilaian Portofolio untuk Guru</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/sertif08/buku5_Rambu_Rambu_Pelaksanaan_PLPG.pdf">Rambu-Rambu Pelaksanaan PLPG</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/sertif08/buku6_Ped_Sertifikasi_Guru_dlm_Jabatan_melalui_Jalur_Pendidikan.pdf">Pedoman Sertifikasi Guru dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/sertif08/buku7_Rambu_Rambu_Penyusunan_Kurikulum.pdf">Rambu-Rambu Penyusunan Kurikulum</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/sertif08/format_A1.pdf">Format A1</a></li>
</ul>
<p>Panduan Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2008 selengkapnya dapat dilihat di <a href="http://sertifikasiguru.org/index.php?page=sg2008">sini</a></p>
<h3>Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2007</h3>
<p>Berikut adalah dokumen Panduan Sertifikasi untuk Dinas dalam format pdf :</p>
<ul>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/panduan/pedoman_penetapan_peserta.pdf">Pedoman Penetapan Peserta</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/panduan/Pedoman_2007_guru.pdf">Pedoman Sertifikasi Guru 2007 untuk Guru</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/panduan/Pedoman_2007_LptkDinas.pdf">Pedoman Sertifikasi Guru 2007 untuk LPTK-Dinas</a></li>
<li><a href="http://sertifikasiguru.org/uploads/File/panduan/naskah_perangkat_portofolio.pdf">Naskah Perangkat Portofolio</a></li>
</ul>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
