<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pemimpin &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/pemimpin/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pemimpin"</description>
	<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 00:09:49 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Pemimpin Kelas Salon]]></title>
<link>http://vgsiahaya.wordpress.com/?p=1473</link>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 03:19:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>vq</dc:creator>
<guid>http://vgsiahaya.wordpress.com/?p=1473</guid>
<description><![CDATA[Keseimbangan alam dijaga oleh kekuatan serba dua, yang berpasang-pasangan, saling melengkapi, tetapi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" style="margin-left:10px;margin-right:10px;" src="http://www.tinyd.net/misspiggy.jpg" alt="" width="210" height="236" />Keseimbangan alam dijaga oleh kekuatan serba dua, yang berpasang-pasangan, saling melengkapi, tetapi sering juga berlawanan: rendah-tinggi, hina-mulia, kotor-bersih, bengkok-lurus, pamrih-tulus, palsu-sejati.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua ukuran normatif itu memberi arah, ”kiblat” hidup. Tatanan pribadi maupun kolektif, di berbagai bidang lebih kurang juga ”berkiblat” ke situ.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengubah wajah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di bidang politik, urusannya agak berbeda. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi membuat perbedaan itu menjadi lebih mencolok. Orang bisa bicara lebih meyakinkan tentang politik pencitraan: sebuah politik salon kecantikan yang mengurus <em>make up</em>, bedak dan gincu, untuk merebut posisi kepemimpinan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sini kita terjebak ke dalam anggapan dan kesadaran palsu bahwa ”ilmu kulit” (polesan bedak dan gincu) itu ”penting”. Namun, jangan salah, para tokoh itu sengaja memalsukan kesadaran umum dan membiarkan kepalsuan berkembang demi keuntungan politik mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, suatu citra ”dibuat”. Ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi bisa ”membuat” seseorang tampak lebih unggul dari yang lain. Karena itu, dalam ”pilkada” atau ”pemilu” si unggul buatan dan palsu inilah yang menang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilmu manipulatif itu bisa membuat seorang tokoh otoriter dan rasis menjadi seolah begitu demokratis dan peduli pada kemanusiaan. Tokoh yang tak tahu apa-apa tentang dunia anak seolah begitu protektif terhadap anak-anak dan tokoh yang berwatak sektarian, fanatik, dan memuja kekerasan, bisa ”dicitrakan” sebagai orang toleran, inklusif, dan akomodatif terhadap pluralitas kebudayaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendek kata, selain operasi plastik di dunia kedokteran yang bisa mengubah wajah manusia, ilmu komunikasi juga mampu memanipulasi jiwa dan perilaku manusia sesuai kehendak pemesan. Di sana-sini lalu tampil watak hipokrit yang difasilitasi media yang kelihatannya melek tetapi tertidur.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepalsuan demi kepalsuan perilaku para tokoh mendominasi kita setiap detik, setiap menit, setiap jam dalam hari-hari yang terpolusi iklan yang mengumbar kata-kata normatif, klise, dan bohong, disertai foto orang-orang narsistik yang dipajang di mana-mana, tetapi tak memberi inspirasi apa-apa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita sedang memasuki peradaban dungu, yang memuja apa saja yang palsu. Kedunguan massal itu membuat kita lupa akan pentingnya sejarah. Kita tak lagi kritis membaca jejak mereka. Kita juga tak lagi merasa perlu bertanya bagaimana sebenarnya sejarah hidup orang-orang itu dan modal apa yang membuat mereka berani begitu jemawa?</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, mengapa seluruh bangsa bagai tersihir pesona kepalsuan dan memuja mereka yang pada masa lalu belum punya catatan apa pun dan tak pernah melakukan amal apa pun? Seolah mereka sama mulianya bagi kita. Padahal, rekam jejak masa lalu mereka begitu kelam dan menjadi musuh nurani bangsa karena secara sistematik pernah merusak sendi kehidupan yang dengan susah payah dibangun bersama? Selembar daun apakah yang kini sedang menutup nalar kritis seluruh bangsa sehingga kita begitu nerimo dinistakan seperti ini?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Citra buatan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hidup modern, yang gugup, tergesa-gesa, dan serba instan, seluruh kesadaran kita terbelenggu oleh ”citra” buatan itu. Lalu kita pun—selain lupa menengok sejarah mereka—tak sempat pula bertanya adakah tokoh ini cocok, atau bertentangan, dengan citra yang dibuatnya. Dan, sekali lagi, dalam pilkada dan pemilu yang dikotori politik uang, kita pun memilihnya sebagai pemimpin.</p>
<p style="text-align:justify;">Haruskah kita memercayai kesimpulan yang tampak logis bahwa kini perkembangan kesadaran politik bangsa kita baru sampai tahap mengagumi foto, kata-kata, dan tampilan ”rapi jali” buatan salon yang memiliki selera kecantikan, tetapi sama sekali—dan dengan sendirinya—tak memiliki otentisitas pemikiran tentang pemimpin dan kepemimpinan?</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak. Nalar politik bangsa kita tak senaif itu. Di kalangan masyarakat pedesaan pun, orang tahu apa arti kepalsuan seperti itu. Di antara warga kota yang kurang terdidik dan hidup di lapis bawah secara sosial maupun ekonomi pun paham akan kesejatian pemimpin yang kira-kira dapat diandalkan untuk membuat hidup seluruh bangsa lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendeknya kita tahu, politik ”pencitraan” itu barang palsu, sepalsu permainan panggung drama modern dan lenong, atau ketoprak. Tampilan ”rapi jali” bedak dan gincu itu bukan identitas sejati mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, tahukah kita, saat memilih tokoh macam itu dalam pilkada atau pemilu akan berakibat parah bagi kehidupan kita sendiri? Tahukah kita, dalam suatu ”momen pendek”—beberapa detik saat mencoblos dan menentukan pilihan—sebenarnya kita mempertaruhkan nasib bangsa?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya belum meneliti ke arah itu. Maka, saya beralih pada perilaku orang-orang yang menekuni ilmu pencitraan. Mereka menjadi konsultan, penasihat, atau tim sukses para calon, yang minta ”didandani” dan bisa mendadak kaya raya.</p>
<p style="text-align:justify;">Persekongkolan antara mereka dan para tokoh yang bersedia berjualan wajah dan jiwa palsu itulah yang melahirkan salon-salon kecantikan yang lihai memoles citra pemimpin bangsa. Inilah era getir sejarah kita. Rakyat 200 juta dipimpin oleh ”pemimpin palsu” yang dipoles di salon-salon kecantikan yang tak mempunyai tanggung jawab politik maupun moral.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah tragedi kita abad ini. Kita tertipu ilmu dan teknologi, yang berusaha memenuhi tuntutan integritas, hanya dengan polesan bedak dan gincu di salon kecantikan yang tak mungkin tahu malu.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#999999;"><em><strong>Mohamad Sobary </strong><em>Direktur Eksekutif Partnership for Governance Reform</em></em></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tujuh Kriteria Kepala Negara Menurut Al-Mawardi]]></title>
<link>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=289</link>
<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 05:12:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>ahmadnurcholish</dc:creator>
<guid>http://ahmadnurcholish.wordpress.com/?p=289</guid>
<description><![CDATA[Tujuh Kriteria Kepala Negara Menurut Al-Mawardi
 
Menelisik motivasi dan alasan diperlukannya lemba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;color:#0000ff;font-family:&#34;"><a href="http://ahmadnurcholish.wordpress.com/files/2008/09/ahkam_sulthaniyah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-290" title="ahkam_sulthaniyah" src="http://ahmadnurcholish.wordpress.com/files/2008/09/ahkam_sulthaniyah.jpg?w=62" alt="" width="62" height="96" /></a>Tujuh Kriteria Kepala Negara Menurut Al-Mawardi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#800000;font-family:&#34;">Menelisik motivasi dan alasan diperlukannya lembaga negara (imamah) dalam satu komunitas, menunjukkan bahwa tanggung jawab seorang kepala negara tidaklah ringan. Ia diharapkan bisa menjaga keutuhan negara, melindungi hahk-hak dasar setiap pribadi, dan sekaligus mengusahakan pemenuhan kebutuhan hidup bersama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"><!--more--> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#993300;font-family:&#34;">Demikian dikatakan Abd Moqshid Ghazali dalam Tadarrus Ramadhan Jaringan Islam Liberal, tadi malam (4/9) di Teather Utan Kayu, Jakarta, yang khusus mengkaji </span><em><span style="font-size:11pt;color:#000080;font-family:&#34;">al-Ahkam al-Sulthaniyah</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000080;font-family:&#34;"> </span><span style="font-size:11pt;color:#993300;font-family:&#34;">karya al-Mawardi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">Untuk dapat menjalankan fungsi pemerintahan itu, kata doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, kepala negara harus memiliki sejumlah kelebihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">Al-Mawardi, terang Moqshid, menyodorkan beberapa syarat seorang kepala negara:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">Pertama</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">, bersifat adil (<em>al-’adalah</em>). Sifat adil ini bagi Al-Mawardi, adalah fundamental. ”Tanpa <em>al’adalah</em>, kepemimpinan negara tak ideal,” tutur Moqshid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">Kedua</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">, berpengetahuan (al-’alim). Pengetahuan yang luas dibutuhkan untuk menopang kepala negara dalam berjihad dan berijtihad. ”Dalam proses pengambilan keputusan, ijtihad kepala negara mutlaq diperlukan,” paparnya mengutip Al-Mawardi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">Ketiga</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">, memiliki kemampuan mendengar, melihat dan berbicara secara sempurna, sehingga ia dapat mengenali masalah dengan teliti dan dapat mengakomodasikannya dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">Keempat</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">, seorang kepala negara, menurut Al-Mawardi, seperti dijelaskan Moqshid, harus mempunyai kondisi fisik yang sehat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">Kelima</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">, memiliki kearifan dan wawasan yang memadai untuk mengatur kehidupan rakyat dan mengatur kepentingan umum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">Keenam</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">, memiliki keberanian untuk melindungi wilayah kekuasaan Islam dan untuk mempertahankannya dari serangan musuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">Ketuju</span></em><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">h, berasal dari keturunan quraissy. Menurut Moqshid, para penulis Barat menilai persyaratan ketujuh ini sengaja diungkap al_Mawardi untuk melanggengkan kekuasaan Bani Abbas yang telah dirongrong Bani Buwaih dan Bani Fatimiyah yang Syi’ah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:11pt;color:#000000;font-family:&#34;">”Ini juga menutup kemungkinan adanya khalifah dari kalangan non-Arab, seperti Persia dan Turki yang pada waktu itu sudah banyak yang mengendalikan roda pemerintahan,” jelasnya. [ ] Ahmad Nurcholish</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cahaya Hati Bocah penjual kue]]></title>
<link>http://milham.wordpress.com/?p=93</link>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 23:50:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>muhammadilham</dc:creator>
<guid>http://milham.wordpress.com/?p=93</guid>
<description><![CDATA[Suatu siang dalam perjalanan menuju kampus, terlintas keinginanku untuk naik kereta api. Padahal har]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Suatu siang dalam perjalanan menuju kampus, terlintas keinginanku untuk naik kereta api. Padahal hari-hari biasanya, aku selalu menaiki angkot D-128 rute Warung silah-Depok yang setia mengantarku sampai kampus dan aku cukup turun di depan Toko Buku daerah Margonda. Cukup sekali naik angkot dan hanya membayar Rp2.500, 00.</p>
<p>Tapi entah kenapa tiba-tiba saja saat itu muncul keinginan di luar kebiasaan. Aku ingin berangkat ke kampus naik kereta api. Pikirku, yah sekali-kali tak apalah, lagipula aku kuliah jam satu siang dan sekarang masih jam sebelas.<br />
Setengah dua belas aku sampai di stasiun kereta Lenteng Agung. Bagi orang lain, mungkin hal ini sangat membuang-buang waktu.</p>
<p>Sampai stasiun, menunggu kereta. Padahal kalau aku mau lebih cepat sampai kampus, cukup naik angkot satu kali lagi ke arah Depok. Tetapi aku tetap menunggu kereta jurusan Bogor tiba. Memang, aku hanya turun tiga stasiun berikutnya, yaitu stasiun Pondok Cina.</p>
<p>Sambil menunggu kereta tiba, kubuka tas dan kuambil salah satu buku yang dihadiahkan oleh salah seorang sahabat pada milad (ulang tahun-red)-ku Oktober lalu. Hampir pukul dua belas kereta api jurusan Bogor baru tiba. Kulangkahkan kaki kananku masuk ke dalam kereta. Setelah melihat sekeliling, tak ada tempat duduk kosong. Berdiri pun tak apa. Lagipula alat transportasi rakyat murah meriah begini, untung-untungan bisa dapat tempat duduk.</p>
<p>Tak jauh dari tempatku berdiri, seorang anak laki-laki kecil penjual kue —yang kutaksir usianya baru enam tahunan—menjajakan dagangannya. Satu hal yang membuatnya berbeda dengan pedagang lainnya di kereta yang aku tumpangi, adalah caranya menawarkan kue dagangannya. Saat ia menghampiriku, dia menawarkan dagangannya kepadaku sama seperti yang ditawarkannya kepada penumpang kereta lainnya.</p>
<p>“Assalamualaikum… kakak, apakah kakak mau membeli kue? Hany a lima ratus rupiah saja, Kak, ” tawarnya.<br />
“Wa alaikum salam. Nggak Dik, makasih, ” jawabku.<br />
“Baiklah. Permisi kak…, ” Tanpa berlama-lama, anak itu segera meninggalkanku dan kembali menawarkan dagangannya kepada penumpang kereta yang lain dengan pertanyaan yang sama.</p>
<p>Dalam hati aku bergumam, hari gini masih ada jajanan harga lima ratus? Modalnya berapa? Aku terus memperhatikan anak laki-laki kecil itu. Sejurus kemudian, anak itu kembali menghampiri salah seorang penumpang kereta yang telah ditawari kue jualannya barusan.</p>
<p>“Mungkin untuk bekal di tempat kerja, Kak?” tanyanya kembali dengan penuh harap yang ditawarinya barusan bersedia membeli kue dagangannya itu. Kembali si penumpang tersebut menolak tawaran anak penjual kue dengan sama ramahnya. Anak itu pun meninggalkan gerbong kereta tempat aku berdiri dan ia menuju ke gerbong sebelah. Untuk menjajakan kue jualannya tentunya.</p>
<p>Segenap rasa sesal memasuki hatiku saat melihat bocah penjual kue itu berjalan menuju gerbong sebelah. Jadi kasihan aku terhadapnya. Kenapa pula tidak kubeli kue jualannya? Cuma lima ratusan dan penumpang satu gerbong tidak ada yang mau membeli kue jualannya. Padahal masih ada dua lembar ribuan di saku kemejaku, tapi urung kukeluarkan untuk membeli kue itu. Ah… penyesalan memang selalu datang belakangan.</p>
<p>Baru saja anak laki-laki penjual kue itu hendak masuk ke gerbong sebelah, seorang pria setengah baya memanggilnya. Pikirku, mungkin pria tersebut berniat membeli kue anak tadi. Segera anak penjual kue itu berbalik setelah dipanggil oleh pria yang duduk tidak jauh dari tempatku berdiri.</p>
<p>“Ini untuk adik, ” katanya sambil memasukkan (sedikit memaksa) selembar uang sepuluh ribuan ke dalam saku anak penjual kue tadi. Tanpa sempat bicara, bahkan mengucapkan terima kasih pun belum, si anak sudah diminta untuk segera melanjutkan aktivitas menjual kue-kuenya. Anak tersebut hanya tersenyum diam dan melanjutkan berjalan ke gerbong sebelah.</p>
<p>Yang mengherankan, justru sebelum ia masuk ke gerbong sebelah, anak penjual kue tersebut memberikan uang yang diterimanya barusan kepada sepasang pengemis buta (yang menurut dugaanku mereka suami-isteri) yang berada di gerbong yang kami tumpangi. Aku masih saja terus memperhatikan bocah kecil itu. Bahkan kuperhatikan, pria setengah baya yang barusan memberikan uang tersebut juga memperhatikannya.</p>
<p>Dan benarlah dugaanku, pria tersebut memanggil bocah penjual kue tadi dan menanyakan kenapa uangnya diberikan kepada pengemis buta. Anak itu hanya menjawab,</p>
<p>“Emak saya bilang saya tidak boleh mengemis. Saya hanya boleh menerima uang kalau ada yang membeli kue dagangannya, ” jelasnya dengan bahasa Indonesia yang begitu baik dan benar. Deg… Tergetar hati ini mendengar jawaban bocah penjual kue itu.</p>
<p>“Tapi saya ngasih uang emang buat kamu, sedekah, ” lanjut pria setengah baya kemudian.</p>
<p>“Uang sedekah juga sama saja dengan saya mengemis. Emak bilang saya harus jualan kalau mau mendapat uang, bukan mengemis, ” jawab bocah penjual kue itu membuat desiran dalam hatiku semakin menjadi.</p>
<p>“Emang kalo saya beli kue kamu semuanya berapa?” tanya pria setengah baya itu setelah beberapa saat terdiam.<br />
“Dua puluh ribu rupiah, Pak, ” jawab si bocah singkat.</p>
<p>Tak lama kemudian, pria setengah baya itu mengeluarkan selembar uang dua puluh ribuan dari dompetnya yang ia serahkan kepada bocah penjual kue yang masih tidak kuketahui siapa namanya.</p>
<p>“Ini, saya beli semuanya ya…” pinta pria setengah baya itu dan langsung si bocah dengan sigap membungkus semua kue dagangannya lalu diberikannya kepada pria setengah baya yang masih mengulurkan selembar uang dua puluh ribuan.<br />
“Terima kasih, Pak, semoga rezekinya berkah, ” ujar si bocah penjual kue itu sambil menerima uang dua puluh ribuan darinya dengan penuh senyum. Ah, doa yang menyejukkan, batinku.</p>
<p>Tak terasa kereta sudah sampai di Stasiun Pondok Cina. Banyak juga penumpang kereta yang turun. Termasuk bocah penjual kue tadi. Tampak kesenangan meliputi wajahnya dengan nampan kue yang telah kosong. Mungkin ia akan kembali pulang. Pastilah ibunya merasakan kesenangan yang tak jauh berbeda dengan dirinya, pikirku.</p>
<p>Sepanjang perjalanan menuju kampus tercinta, hati dan pikiranku masih saja tertuju pada bocah laki-laki penjual kue di kereta tadi. Di tengah kesulitan hidup, seorang anak kecil dengan sebegitu konsistennya tetap teguh menjaga harga dirinya dari meminta-minta kepada orang lain. Dia yakin bahwa dengan berusaha, segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya. Bukan dengan berpangku tangan, mengemis, memohon belas kasihan orang lain, karena kita memang hanya boleh memohon belas kasih padaNya.</p>
<p>Seorang bocah yang usianya mungkin hanya terpaut satu tahun lebih tua dari keponakanku di rumah, sudah harus turut merasakan pahitnya kesulitan hidup. Terlintas dalam pikiranku seandainya yang menjadi bocah tadi adalah keponakanku. Ah, tak tega aku. Bahkan untuk membayangkannya saja. Keteguhan hatinya yang tidak menjadikan tubuh kecilnya sebagai alat mengundang rasa kasihan orang lain patut kuacungi jempol. Ia tahu bahwa semua rezeki sudah diatur secara adil oleh Allah SWT. Tak ada satu pun makhluk kecuali sudah ditetapkan rezekinya. Tugas kita adalah menjemput dan mencari berkah dari karunia Allah SWT tersebut.</p>
<p>Bila ingat diri ini yang mudah mengeluh dan merasa lemah, tentu aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bocah penjual kue tadi. Seharusnya aku bersyukur, rasa lelah yang kurasakan karena harus mencari penghasilan tambahan untuk biaya kuliah dengan mengajar dan berjualan kue—juga— pastilah tidak selelah bocah kecil tadi. Bersyukur, karena aku masih bisa kuliah, di saat banyak orang lainnya yang putus sekolah.</p>
<p>Terima kasih ya Allah. Rasa syukur tak terhingga terus kulafalkan atas hikmah yang kudapat hari itu. Waktu yang lebih lama kubutuhkan untuk menunggu kereta ternyata tak sebanding dengan pelajaran berharga yang disampaikan olehNya melalui kehadiran bocah kecil penjual kue di kereta tadi. Mungkin keadaannya akan berbeda bila aku tidak naik kereta ke kampus hari itu.</p>
<p>Ya Allah, jadikan aku hamba yang pandai bersyukur dan bersabar….</p></blockquote>
<p>----</p>
<p>Dikutip dari <a href="http://eramuslim.com">eramuslim</a></p>
<p>Kisah yang benar-benar mengharukan. Jika saya ke Jakarta, saya sering memanfaatkan jasa kereta Api ini. Walaupun saya belum pernah menemukan penjualnya yang seperti dideskripsikan cerita ini.</p>
<p>Termasuk kemulian seorang muslim adalah tidak meminta-minta. mencukupkan dengan apa yang Allah sudah berikan kepada kita. Dari republika (saya membaca kolom hikmah) dikisahkan ada seorang peminta-minta mendatangi Nabi SAW. Peminta-minta itu masih muda, kuat dan segar. Nabi SAW  menegur kenapa orang itu menjadi pengemis. Kemudian Nabi SAW masuk ke rumahnya dan mengambil kapak. Nabi SAW menyuruh pengemis itu ke hutan dan menebang pohon disana lalu dijual. Sejak saat itu, orang itu menjadi pedagang kayu bakar.</p>
<p>Terkait dengan realita zaman sekarang, pemerintah memberikan BLT kepada masyarakt. Apakah ini solusi yang tepat? Karena jika dilihat, BLT memposisikan rakyat miskin bagaikan pengemis. Saya yakin kepada pemerintah ingin berbuat yang terbaik, jadi tolonglah!</p>
<p>Untuk [ara pemimpin: Dalam hadist nabi SAW, disebutkan 7 golongan yang Allah berikan lindungan saat hari dibangkitkan (hari yang tiada lindungan selain lindunganNya), salah satunya adalah pemimpin yang adil. Krena itu, jika kamu pemimpin tolonglah bersikap adil. Tolonglah bersikap adil. Tolonglah bersikap adil.</p>
<p>Anda pemimpin sudah memiliki kendaraan untuk menyelamatkan Anda kelak. Tinggal bagaimana anda menyetir kendaraan anda. Bagaimana pak pemimpin? Mau beriman atau kufur?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keseimbangan Optimisme]]></title>
<link>http://matahatikita.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 06:12:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>sadadi</dc:creator>
<guid>http://matahatikita.wordpress.com/?p=39</guid>
<description><![CDATA[Betapapun baiknya suatu pemikrian atau kegiatan di dunia akan cenderung memburuk pada saat hal itu m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Betapapun baiknya suatu pemikrian atau kegiatan di dunia akan cenderung memburuk pada saat hal itu melampaui batas. Misalnya makan dan minum adalah suatu hal wajar dan positif bagi kesehatan tubuh kita, namun ketika makan dan minum terlalu banyak...apa yang terjadi? buruk bukan?</p>
<p>Kali ini saya akan sedikit mengupas tentang optimisme, suatu sifat karakter yang dapat dikatakan positif bagi perjalanan hidup kita. Optimisme tidak muncul tiba-tiba, melainkan dibangun secara bertahap hingga mencapai puncaknya. Beberapa golongan manusia memiliki optimisme yang sangat tinggi, dan biasanya hal itu dikarenakan mereka telah mencapai bagian yang tinggi atau tertinggi dari suatu pencapaian hidup baik secara materi maupun immateri.</p>
<p>Secara material kita bisa mencapai posisi puncak pada organisasi yang dibentuk oleh manusia seperti negara, perusahaan, organisasi masyarakat, dll. Para pemimpin pada umumnya memiliki optimisme yang tinggi dan hal ini sebenarnya secara natural menjadi syarat karena para anggota organisasi dan masyarakat membutuhkan pemimpin yang optimis.  Sifat dan karakter optimis dari seorang pemimpin akan menular kepada segenap masyarakat yang dipimpinnya.</p>
<p>Meskipun demikian, upaya-upaya para pemimpin menampilkan optimisme seringkali terjebak dalam keadaan yang berlebihan, misalnya dengan menetapkan target yang melampaui batas kemampuannya. Pada saat demikian, optimisme pemimpin justru melahirkan pesimisme pada sebagian anggotanya yang sensitif dan kritis.</p>
<p>Bagaimanapun juga, optmisme harus berada dalam keseimbangan antara harapan pencapaian tujuan dan kenyataan kemampuan yang dimiliki, tidak memaksakan sesuatu yang jelas-jelas di luar kemampuan. hal ini bukan membatasi mimpi atau semangat optimisme, melainkan membumikan kenyataan hidup dalam gerak semangat optimis.</p>
<p>Akhir kata, janganlah terjebak dalam optimisme berlebihan, tetapi jangan pula tenggelam dalam pesimisme. Ketelitian dalam mencermati perjalanan hidup kita akan membimbing matahati kita dalam mewujudkan optimisme secara seimbang.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ciri Perempuan Pemimpin]]></title>
<link>http://malangoke.wordpress.com/?p=938</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 07:17:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Khristian</dc:creator>
<guid>http://malangoke.wordpress.com/?p=938</guid>
<description><![CDATA[


TPG IMAGES


/

  


Perusahaan sumber daya manusia internasional, Caliper pernah melakukan studi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="width:300px;float:left;margin-right:10px;text-align:justify;">
<div style="width:298px;padding:0 0 5px;">
<div id="loadarea" style="margin-bottom:5px;width:298px;"><img src="http://kompas.com/data/photo/2008/09/01/125310p.jpg" border="0" alt="" width="298" /></div>
<div id="boxpoto" style="margin-bottom:0;text-align:right;font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;"><a href="http://kompas.com/index.php/read/xml/2008/09/01/12532216/ciri.perempuan.pemimpin#">TPG IMAGES</a></div>
</div>
<p><!--- video --></p>
<div id="boxpoto" style="margin-bottom:0;text-align:right;font-family:arial;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:9px;line-height:normal;color:#666666;"><a href="http://kompas.com/index.php/read/xml/2008/09/01/12532216/ciri.perempuan.pemimpin" target="_blank">/</a></div>
<div style="border-top:1px solid #eeeeee;border-bottom:1px solid #eeeeee;margin-bottom:20px;height:25px;padding:10px 0;">
<div class="artikelkiriman"><a href="http://kompas.com/index.php/read/xml/2008/09/01/12532216/ciri.perempuan.pemimpin#"> <img src="http://kompas.com/data/photo/logo/logo_chic.gif" border="0" alt="" /> </a></div>
</div>
</div>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perusahaan</strong> sumber daya manusia internasional, Caliper pernah melakukan studi terhadap pemimpin perempuan di berbagai perusahaan di Asia Pasifik. Studinya membuktikan, gaya kepemimpinan perempuan yang komprehensif, serta nilai-nilai positif lainnya, dianggap lebih pas dengan gaya kepemimpinan masa kini. Menurut Dr. Herbert, pendiri dan CEO Caliper, bakat alam yang terdapat dalam diri seorang perempuan menjadi modal untuk menapak sukses karier.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>- Kepiawaian Membujuk</strong><br />
Studi yang dilakukan Caliper membuktikan, pemimpin perempuan lebih persuasif dibandingkan laki-laki. Perempuan memang terlahir jadi pembujuk ulung. Mungkin karena jiwa keibuannya, perempuan lebih pandai membujuk daripada laki-laki. Dan kemampuan ini sangat penting bagi seorang atasan. Laki-laki maupun perempuan sebenarnya punya kecenderungan untuk memaksakan kehendak. Yang membedakan, saat memaksakan kehendaknya, perempuan tak akan meninggalkan sisi sosial, feminin dan sifat empatinya sehingga terkesan lebih halus dan menggiring.<br />
<!--more--><br />
<strong>- Tidak Termakan Ego<br />
</strong>Perempuan memiliki tingkat kekuatan ego yang lebih rendah dibanding pria. Makanya, Anda tak bisa bermuka tebal dan menghalalkan segala cara demi memuaskan ego pribadi. Perasaan perempuan juga lebih sensitif. Itu yang membuat Anda tak tahan kritik dan kerap <em>down</em> ketika mendapat penolakan. Meski begitu, tingkat keberanian, empati, keluwesan dan keramahan yang tinggi membuat perempuan cepat pulih dari rasa sakit, belajar dari kesalahan, dan bergerak maju dengan sikap positif. “Lihat saja nanti, pasti akan saya buktikan.” Semangat ini yang membuat Anda cepat bangkit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>- Pemain Tim</strong><br />
Ketika bekerja, pria lebih individualis. Mereka punya keinginan besar untuk menyelesaikan persoalan seorang diri. Sedang perempuan, terbiasa bekerja sama. Ketika menghadapi masalah biasanya Anda akan melakukan sharing dan berusaha mencari penyelesaian bersama. Perempuan juga lebih fleksibel, penuh pertimbangan dan punya jiwa menolong yang sangat tinggi. Meski begitu, Anda harus banyak belajar dari pria dalam hal ketelitian saat memecahkan masalah dan membuat keputusan. Maklum terkadang perempuan gampang terpengaruh oleh pendapat orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>- Memiliki Kharisma</strong><br />
Kharisma yang dimiliki seorang perempuan tidak kalah dengan laki-laki, bahkan lebih. Anda mempunyai integritas, kejujuran, percaya diri, serta berkemauan kuat untuk menyelesaikan tugas. Meski banyak hal yang menyita pikiran, Anda tetap berhasil menuntaskan pekerjaan dan tanggung jawab di kantor.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>- Berani Mengambil Risiko</strong><br />
Siapa bilang keberanian perempuan mengambil risiko lebih rendah dibanding pria? Kenyataannya, perempuanlah yang lebih berani. Contohnya, siapa target dari berbagai tawaran kredit konsumsi? Perempuan. Kalau laki-laki, ketika mendapat tawaran kredit, mereka akan berpikir panjang. Kenyataan ini sejalan dengan hasil studi Caliper. Menurut Caliper, pemimpin perempuan yang dijadikan bahan studinya juga berani melanggar aturan dan mengambil risiko, sama seperti pria. Mereka berspekulasi di luar batas-batas toleransi perusahaan, dan tak sepenuhnya menerima aturan struktural yang ada.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yang Lebih Muda Yang Gak Dipercaya]]></title>
<link>http://noanggie.wordpress.com/?p=121</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 06:20:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>noanggie</dc:creator>
<guid>http://noanggie.wordpress.com/?p=121</guid>
<description><![CDATA[Sebuah iklan rokok mengambil kalimat, “Yang Lebih Muda Yang Gak Dipercaya” sebagai tag-linenya. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><a href="http://evelynpy.files.wordpress.com/2008/04/a-mild.jpg"><img class="aligncenter" src="http://evelynpy.files.wordpress.com/2008/04/a-mild.jpg" alt="" width="400" height="252" /></a>Sebuah iklan rokok mengambil kalimat, “Yang Lebih Muda Yang Gak Dipercaya” sebagai <em>tag-line</em>nya. Bahkan versi televisi dari iklan tersebut secara gamblang memperlihatkan ketidakpercayaan kaum tua kepada kaum muda. Bagi sebagian besar orang mungkin kamu muda masih dianggap belum cukup makan asam garam sehingga belum layak untuk dipercayai, terutama untuk menjadi seorang pemimpin. Apakah pemikiran demikian dapat dibenarkan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Pada dasarnya dan memang dibenarkan oleh hukum, tiap orang bebas untuk berpendapat. Yang terpenting adalah pendapat tersebut didukung oleh bukti-bukti dan fakta-fakta. Lalu apa yang mendasari munculnya pendapat “yang muda yang gak dipercaya” tersebut?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Jika kita lihat sejarah bangsa Indonesia ke belakang, kaum muda banyak berperan dalam perjalanan bangsa. Sebut saja peranan para pemuda pada masa perjuangan pergerakan kemerdekaan dengan mendirikan berbagai organisasi kepemudaan, yang pada akhirnya memunculkan kesadaraan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mulai bangkit dan bersatu untuk melawan penjajah, dan kemudian diperingati sebagai momen Kebangkitan Nasional. Selanjutnya pada era reformasi, para pemuda bangsalah yang mengambil bagian terbesar dalam mewujudkan proses reformasi pada tahun 1998. Berbagai pergerakan dan pemikiran generasi muda tersebut menjadi pendorong terjadinya reformasi di negara kita. Bahkan secara khusus pemerintah Indonesia telah menetapkan tanggal 28 Oktober sebagai hari Sumpah Pemuda, sebagai suatu bentuk penghargaan terhadap para pemuda yang telah mempelopori kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan Indonesia. Berbekal dari rentetan peranan pemuda dalam proses besar sejarah bangsa ini, apakah masih pantas untuk tidak memberikan kepercayaan kepada generasi muda untuk menjadi pemimpin?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sudah saatnya paradigma lama tersebut dihapuskan. Dan sudah saatnya pula generasi muda tampil membuktikan diri layak menjadi pemimpin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sikap dan pemikiran. Dua hal inilah yang selalu menjadi sorotan dari seorang pemimpin. Sikap yang tegas dan mengayomi. Pemikiran yang luas dan berakhlak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sudah merupakan syarat mutlak bahwa seorang pemimpin harus tegas. Tegas dalam artian mampu meyakinkan dan mengarahkan orang lain untuk menjalankan hal-hal yang telah menjadi tanggung jawab orang tersebut. Tegas juga berarti harus dapat memutuskan dan melaksanakan tindakan-tindakan yang diperlukan pada saat yang tepat. Dalam hal generasi muda sebagai pemimpin, sikap tegas merupakan hal yang sulit untuk dijalankan. Benturan akan adanya rasa kesetiakawanan dan rasa hormat kepada orang lain, khususnya orang yang lebih tua, menjadi penghalang pemimpin muda untuk bersikap tegas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Namun hal ini bisa diatasi dengan sikap pemimpin yang berikutnya, yaitu mengayomi. Dalam pengertian ini, seorang pemimpin muda harus mampu menempatkan diri secara tepat kepada orang-orang yang berbeda. Tidak melulu seorang pemimpin harus menempatkan dirinya sebagai atasan. Ada kalanya seorang pemimpin harus menempatkan dirinya setara dengan orang-orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus mampu memimpin tanpa terkesan menggurui. Pemimpin muda yang memiliki sikap mengayomi niscaya akan mendapatkan respek dari banyak pihak, karena mereka merasa dihargai oleh sang pemimpin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Sikap tegas dan mengayomi yang dilaksanakan secara beriringan akan membuat seorang pemimpin muda menjadi dipercaya, dan pada akhirnya berhasil untuk melaksanakan amanat kepemimpinan yang diberikan kepadanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan luas. Suatu permasalahan tidak bisa dipandang hanya dari satu sisi saja. Perlu banyak aspek untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan. Oleh karena itu, bagi seorang pemimpin muda, diperlukan kemampuan untuk dapat melihat permasalahan dari banyak segi. Namun demikian, bukan berarti pemimpin tersebut harus mahir dalam banyak bidang ilmu. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa sang pemimpin muda harus terbuka terhadap semua ide dan masukan yang ada. Walaupun ide dan masukan tersebut tidak sejalan dengan pemikirannya, selama mengarah kepada sesuatu yang positif, seorang pemimpin yang baik harus mempertimbangkan ide dan masukan itu. Permasalahan akan timbul jika ternyata ide dan masukan itu tidak sesuai dengan prinsip, budaya, dan norma-norma bangsa Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Untuk mengatasi hal ini, maka diperlukan seorang pemimpin muda yang berakhlak. Akhlak diperlukan untuk menjadi penyaring, agar setiap ide dan masukan yang akan digunakan dan diterima, tetap sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Jika seorang pemimpin muda tidak memiliki akhlak yang baik, dikhawatirkan akan melunturkan nilai-nilai prinsip, budaya, dan norma positif yang selama ini dianut oleh bangsa Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Penggabungan antara sikap tegas dan mengayomi dengan pemikiran yang luas dan berakhlak diharapkan dapat menjadi cerminan pemimpin muda yang ideal, yang dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Maka sudah sepantasnya generasi muda diberikan kesempatan menjadi pemimpin, dan kemudian paradigma lama akan berubah menjadi, “Yang Lebih Muda Seharusnya Dipercaya!”</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SOSOK SEORANG PEMIMPIN SEJATI]]></title>
<link>http://endragu.wordpress.com/?p=114</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 10:15:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>endragu</dc:creator>
<guid>http://endragu.wordpress.com/?p=114</guid>
<description><![CDATA[Tuhan mencintai siapa yang merendah dalam kehidupan pribadinya!
TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan mencintai siapa yang merendah dalam kehidupan pribadinya!</p>
<p>TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden Iran Ahmedi Najad; “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”</p>
<p>Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”</p>
<p>Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan dirinya.<br />
Ahmedi Najad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang<br />
mudah dibersihkan.</p>
<p>Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.</p>
<p>Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.</p>
<p>Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.</p>
<p>Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.<br />
Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.</p>
<p>Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.</p>
<p>Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.</p>
<p>Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.</p>
<p>Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet<br />
merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.</p>
<p>Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.</p>
<p>Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?</p>
<p>Lihat foto2 berikut yang menegaskan penjelasan di atas.<br />
<a href="http://endragu.wordpress.com/files/2008/08/iranpresidenae5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-115" src="http://endragu.wordpress.com/files/2008/08/iranpresidenae5.jpg" alt="" width="420" height="315" /></a><br />
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.</p>
<p>kapan ya indonesia memiliki pemimpin seperti itu?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rakyat berdukacita]]></title>
<link>http://heyme.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 01:31:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>heyme</dc:creator>
<guid>http://heyme.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Dengan Nama Allah Yang maha Tinggi,
Allahumma solli 3ala Muhammad wa aali Muhammad.
Di tengah kemelu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan Nama Allah Yang maha Tinggi,</p>
<p>Allahumma solli 3ala Muhammad wa aali Muhammad.</p>
<p>Di tengah kemelut politik negara, tahukah wahai para pemimpin yang berebut kekuasaaan untuk memimpin anda membuat rakyat menderita?</p>
<p>Jika memang pemimpin itu ikhlas menjadi kuli rakyat, rakyat juga berduka kerana inginkannya jadi pemimpin mereka tetapi hakikatnya masa itu sangat singkat dan maut itu wujud di setiap nafas yang di hembus. Dan shaitan selalu menghalang rakyat mendekati pemimpin itu dengan ketaksuban pada dunia.</p>
<p>Segala puji hanya bagi Allah.</p>
<p>Dan sesungguhnya rakyat itu lebih menderita kerana pemimpin yang palsu dan hanya mahu kesenangan untuk dirinya. Janji2 manis yang di taburinya membuatkan rakyat terpegun dan menunggu untuk merasai kemanisan yang telah di taburinya dalam bentuk hembusan sahaja. Sayang seribu kali sayang wahai rakyat, penantian terus menjadi penantian. Ketaksubanmu membunuh anak cucu mu.</p>
<p>........</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kasih Sayang Berbuah Durhaka]]></title>
<link>http://ppkiatarakan.wordpress.com/?p=29</link>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 01:21:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>ppkiatarakan</dc:creator>
<guid>http://ppkiatarakan.wordpress.com/?p=29</guid>
<description><![CDATA[Memberi kasih sayang adalah fitrah yang lahir dari setiap insan sebagai refleksi tanggung-jawab dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Memberi kasih sayang adalah fitrah yang lahir dari setiap insan sebagai refleksi tanggung-jawab dan upaya melindungi keturunannya. Hidup tanpa kasih sayang bak ruang hampa udara, badan tanpa jiwa, roda kehidupan berputar tak bermakna. Tatkala kepekaan sosial dalam kondisi memprihatinkan menunjukan indikasi kehidupan yang <span> </span>bergulir tanpa mengenal arti kasih sayang. Status selaku makhluk sosial hanya legitimatif ketika kondisi kemasyarakatan tidak memiliki alternatif yang lain selain individu tersebut untuk berperan di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kasih sayang yang berlebihan melebihi standart kasih sayang itu sendiri kelak memicu kecemburuan sosial diantara para penerima kasih sayang tersebut. Betapapun upaya yang dilakukan untuk memenuhi standart adil dalam memberi kasih sayang tersebut, namun defenisi keadilan dari masing-masing individu punya asumsi yang berbeda, sehingga membentuk tembok pemisah yang bila tidak disiasati dengan cerdas akan menjadi potensi pemicu konflik intern keluarga yang tidak menutup kemungkinan merembet pada pembentukan watak negatif ketika bergaul dengan kehidupan masyarakat yang lebih luas. Rasa kasih yang berlebihan memberi dampak yang positif bagi perkembangan jiwa sang anak, namun perlu diwaspadai juga akan dampak negatif yang akan diperoleh oleh sang anak. Sikap manja, rasa ketergantungan yang besar, sikap kurang mandiri bahkan sikap mendramatisir keadaan yang tidak proporsional kelak akan membentuk kepibadian yang tidak pantas untuk direkomendasikan ketika lingkungan membutuhkan figure seorang pemimpin, figure suami bagi seorang istri yang mendambakan pelindung, pembimbing, pengayom, figure seorang istri shalehah bagi seorang suami yang membutuhkan penyejuk hati, mendidik anak-anak, mengatur rumah tangga, serta figure ayah bagi seorang anak yang membutuhkan teladan terbaik, idola dan pahlawan serta pendidik yang komitmen membina keluarga sakinah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tatkala seleksi alam menyerap potensi pemimpin yang bertanggung jawab, kekuatan kasih sayang tidak banyak memberi bantuan pada reputasi sang anak sebab dominasi sikap manja dan porsi ketergantungan pada orang lain sangat tinggi membentengi terbentuknya kepribadian yang berorientasi kemandirian dalam usaha, kematangan dalam emosional, mantap dalam proses pengambilan keputusan dan tegar menghadapi problema hidup serta komitmen pada kebijakan-kebijakan yang telah dibuat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seiring berjalannya waktu kehidupan pada rel keseimbangan alam, perbendaharaan kasih sayang mulai berkurang, sang anak mulai merasakan perubahan kasih yang memberi efek pada berkurangnya perhatian orang tua pada anak, memberi implikasi pada jiwa sang anak yang adiktif pada kasih sayang yang tidak semestinya, melahirkan sikap berontak dan muncul perasaan <em>unsafety</em> dari sang anak, puncaknya menghalalkan segala cara untuk memenuhi kembali kebutuhan perhatian dan kasih sayang karena kondisi mental tidak seperti yang semestinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Harapan pemberi kasih sayang jauh dari sasaran  yang diinginkan. Kebaikan yang diharapkan berujung dengan kedurhakaan yng berakar dari ketidakpuasan sang anak dalam memenuhi kebutuhan bathin akan kasih sayang tidak seperti yang diharapkannya. Muncul prasangka dari sang anak yang mengklaim kasih sayang yang selama ini yang dia peroleh akan beralih ke orang  lain, suatu hal kecil yang kadang luput bahkan dianggap remeh oleh para orang tua yang memang sudah bingung mewujudkan kasih sayangnya setelah mem-porsir-nya ketika sang anak belum terlalu membutuhkannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tatkala sang anak kecewa bersamaan dengan jiwanya yang labil, dilain pihak para orang tua sudah merasa cukup memberi perhatian dan kasih sayangnya, pengaruh lingkungan adalah alternatif jawaban bagi sang anak. Ketika pengaruh lingkungan itu bermuatan positif maka jiwa labil sang anak akan kembali pada fitrahnya, namun bila sebaliknya, jiwa labil sang anak akan berubah menjadi watak frontal, pribadi yang bringas, kehilangan kendali diri, kepedulian sosialnya hilang, tanggung jawab moralnya tidak ada, bahkan keselamatan dirinya sekalipun, luput dari perhatiannya. semua itu terjadi sebagai wujud sikap protes dan mencari-cari perhatian untuk memperoleh kembali porsi kasih sayang yang kian hari kian berkurang.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemimpin Yang Tulen]]></title>
<link>http://ikatemia.wordpress.com/?p=282</link>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 04:13:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>ikatemia</dc:creator>
<guid>http://ikatemia.wordpress.com/?p=282</guid>
<description><![CDATA[  
            Ramai orang dewasa ini berebut-rebut hendak menjadi pemimpin atau ketua.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Ramai orang dewasa ini berebut-rebut hendak menjadi pemimpin atau ketua. Bagi mereka yang menyedari tentang besarnya risiko memegang jabatan sebagai ketua sudah tentu keberatan menerima jabatan tersebut. Saiyidina Abu Bakar sendiri semasa hendak meninggal dunia, mengeluh dan kesal karena dilantik sebagai ketua (khalifah). </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Begitu juga dengan Saiyidina Umar yang dilantik sebagai khalifah selepas kematian Saiyidina Abu Bakar. Saiyidina Umar sangat berat hati tentang kebajikan rakyatnya. Pada suatu malam sedang dia meronda di sekeliling kota dan kampung untuk melihat<span>  </span>rakyatnya, dia mendengar tangisan kanak-kanak. Saiyidina Umar menghampiri pondok buruk tempat tinggalnya kanak-kanak itu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Dia mendengar ibunya menyiapkan sesuatu. Kanak-kanak tadi senyap seketika apabila melihat ibunya sedang memasak. Namun masakannya tidak siap-siap sehinggalah anaknya tertidur dalam kelaparan. Melihat keadaan yang menyayat hati itu, Sayidina Umar memberi salam dan meminta izin untuk masuk. Wanita itu tidak sadar bahwa tamu itu ialah Sayidina Umar. Sayidina Umar bertanya tentang perihal kehidupan wanita itu. Wanita itu mengadu yang dia dan anaknya sudah berhari-hari tidak makan. Apabila anaknya menangis hendak makanan, dia pura-pura memasak dengan memasukkan beberapa buah batu ke dalam periuk. Melihat keadaan itu, anaknya diam sebentar kerana menyangka ibunya memasak sesuatu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Wanita itu mengadu dan mengutuk Khalifah Sayidina Umar karena tidak bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Mendengar kutukan wanita itu, Sayidina Umar terdiam sejenak. Sebentar kemudian, dia memohon diri meninggalkan keluarga wanita itu. Dalam kegelapan malam, Sayidina Umar terus menuju ke Baitul Mal lalu mengambil sendiri beberapa pundi gandum untuk dihantar ke rumah wanita itu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sesampai di rumah wanita itu, Sayidina Umar memberi salam dan masuk ke rumahnya untuk kali kedua. Dia mengambil gandum dari pundi lalu terus memasakkan untuk wanita dan anaknya. Wanita itu masih tidak sadar bahwa orang yang datang membawa gandum dan memasak itu ialah khalifah sendiri. Setelah siap, Sayidina Umar sendiri menghidangkan makanan untuk wanita dan anaknya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Melihat mereka gembira mengdapat makanan, Sayidina Umar merasa amat senang hati dan pergi dari situ. "Kalaulah Sayidina Umar berbuat begini, alangkah baiknya....", kata wanita itu tanpa menyadari orang yang berada di hadapannya ialah Sayidina Umar sendiri. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Moral &#38; Iktibar</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tanggungjawab sebagai pemimpin amat berat. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda , Setiap umat adalah gembala dan akan ditanya tentang hewan gembalaannya. Ini bermaksud kita akan ditanyakan tentang orang di bawah jagaan/tanggungan kita. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pemimpin yang benar-benar bertanggungjawab terhadap rakyat sentiasa memastikan kebajikan mereka dijaga dengan baik. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pemimpin tulen ialah mereka yang sentiasa mengutamakan kebajikan rakyat terutama yang lebih miskin daripada kepentingan sendiri. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Amalan yang ikhlas tanpa mengharapkan pujian makhluk adalah satu amalan yang terpuji. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Setiap pemimpin (raja, menteri, atau wakil rakyat) sepatutnya sanggup turun tangan ketika untuk melihat sendiri kehidupan rakyat dan ulurkan bantuan kepada mereka yang miskin dan memerlukan dengan ikhlas karena Allah, bukan mengharapkan pujian dan sanjungan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Kegagalan seseorang pemimpin memimpin negara dengan adil dan saksama akan menyebabkan dirinya jauh dari syurga dan singgah dengan neraka. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Walau setinggi manapun pangkat dan derajat kita tidak akan dinilai Allah. Apabila yang diamalkan ialah amalan yang tidak diikhlaskan untuk Allah. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Untuk keselamatan dunia dan akhirat hendaklah kita mencontohi pekerti Nabi Muhammad dan sahabat-sahabat Baginda. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>            </span>Pemimpin yang baik ialah mereka yang sanggup mendengar kritikan rakyat jelata serta mengambil tindakan segera untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;" align="right"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>                                                                       </span></span></span></span><span lang="IN"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketidakadilan ada di mana-mana]]></title>
<link>http://aflah.wordpress.com/?p=51</link>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 01:47:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>aflah</dc:creator>
<guid>http://aflah.wordpress.com/?p=51</guid>
<description><![CDATA[Tangisan rakyat kecil sekarang ada di Indonesia yang telah 63 tahun merdeka, penderitaan ada di mana]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tangisan rakyat kecil sekarang ada di Indonesia yang telah 63 tahun merdeka, penderitaan ada di mana, para bayi menangis, karena kehabisan air susu, anak-anak menangis mencari perlindungan, para remaja menjerit histeris, meratapi nasibnya, para orang tua berontak, meratapi nasibnya yang malang. Mengapa.... mengapa?... itulah yang timbul pertanyaan para pendiri negeri ini di alam kubur. Hal ini adalah merupakan kecerminan ketidakadilan para pemimpin negeri ini, ambil contoh di Jakarta berapa ribu kepala keluarga kena gusur, padahal mereka sudah menempati lahan berpuluh-puluh tahun. kenapa pada waktu mereka mendirikan rumah tidak dicegah, mungkin ada oknum yang menarik uang pada mereka, dan sekarang ganti gubernur atau walikota mereka tergusur. Adalagi yang mencengangkan di negeri ini, apa itu KONVERSI MINYAK TANAH KE GAS ramai-ramai orang disuruh pemerintah mengganti kebutuhan memasak mereka dari minyak tanah ke gas. dengan dalih semunya gratististis..... Eh ahlah pancen pemimpin tidak punya hati, dalih penghematan bbm, tapi menguntungkan pengusaha gas, dengan menaikan harga. apakah ini merupakan keadilan?... Sekarang rakyat begitu kebingungan mana yang dianut pemimpin atau bertindak sendiri-sendiri saja tanpa harus ada pemimpin? Ya sudalah nasi sudah menjadi bubur, kalau gitu gimana buburnya dimasak agar menjadi enak. Kalau gitu pemimpin yang tidak jujur, tidak adil lebih baik dimasak aja oke?....... Kemudian mari kita pilih pemimpin yang betul-betul adil, jujur, dan bijaksana. Eh... eh tapi sulit juga ya!  siapa ya? .....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Abah Tanya Kenapa?]]></title>
<link>http://psittacula.wordpress.com/?p=1359</link>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 04:08:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bayan</dc:creator>
<guid>http://psittacula.wordpress.com/?p=1359</guid>
<description><![CDATA[
Katanya, aku pentafsir yang gagal mencari makna air di mata&#8230;
Ramai yang gagal dalam hidup ker]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://psittacula.files.wordpress.com/2008/08/dsc_0507.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1360" src="http://psittacula.wordpress.com/files/2008/08/dsc_0507.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<blockquote><p><strong>Katanya, aku pentafsir yang gagal mencari makna air di mata...</strong></p></blockquote>
<p>Ramai yang gagal dalam hidup kerana malas berfikir dan mentafsir. Itu kata abah yang sehingga kini silih berganti memperkaya hidup seorang anak. Kata abah lagi, setiap yang berlaku ada sebabnya. Sebab musabab yang melingkari hukum karma.</p>
<p>Setiap apa yang dilakukan hari ini ada kesannya di masa hadapan.</p>
<p>Setiap apa yang dilakukan hari ini ada balasannya di masa hadapan.</p>
<p>Abah memahami anak-anak dengan mengkaji setiap apa yang berlaku.</p>
<p>Kenapa ibu kepenatan walaupun bergelar suri rumah? Kerana banyak kerja rumah yang harus diselesaikan atau kerana tiada yang membantu ibu melaksanakan tugasan itu?</p>
<p>Kenapa adik mahukan sangat motosikal untuk ke sekolah? Adakah mahu menghargai masa agar tidak terlewat ke sekolah ataupun mahu menunjuk-nunjuk dengan teman yang lain?</p>
<p>Kenapa kakak berdiam durja mengurung diri di dalam bilik? Adakah kerana pertama kali datang haid atau pertama kali didatangi cinta?</p>
<p>Kenapa angah ligatnya bukan main? Kerana pengaruh teman atau salah asuhan?</p>
<p>Bermain dengan sebab musabab menjadikan abah manusia yang memanusiakan orang lain terutama anak-anaknya.</p>
<p>Tapi hari ini, manusia malas berfikir dan mentafsir. Senang-senang meletak atau menjatuh hukum tanpa usul periksa, gerangan apakah kesalahan itu dilakukan. Apa puncanya atau apa gelodak yang melanda.</p>
<p>Kalaulah abah punya banyak masa, mahu sahaja saya tanyakan pada abah mengapa ada manusia yang sanggup menyongsang arus, melakukan sesuatu yang menjadi kemarahan orang lain.</p>
<p>Jawapan abah yang paling saya pasti ialah, abah akan kaji mengapa si polan jadi begitu, si anu lakunya begini.</p>
<p>Tapi, tak semua abah begitu kan? Ada juga abah yang tak suka fikir-fikir, Tak suka kaji-kaji. Apa yang berlaku itulah dia. Maka kata putus segera dilontarkan, hukum segera dijatuhkan.</p>
<p>"Huisssh....bahaya tu," kata abah.</p>
<p>Abah memahami anak-anak dengan mengkaji setiap apa yang berlaku. Dan seharusnya pemimpin memahami rakyat dengan mengkaji apa tindak tanduk yang diambil oleh rakyatnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemimpin &amp; Pedoman]]></title>
<link>http://njeplax.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 03:12:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>njeplax</dc:creator>
<guid>http://njeplax.wordpress.com/?p=8</guid>
<description><![CDATA[Tadi malem saya bermimpi pak SBY berpidato. Dalam pidatonya itu pak SBY berpesan, pilihlah pemimpin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi malem saya bermimpi pak SBY berpidato. Dalam pidatonya itu pak SBY berpesan, pilihlah pemimpin yang berpedoman, bukan berarti untuk memilih dia. Setelah itu muncul tulisan-tulisan dalam bahasa inggris, saat itu saya tidak terlalu memperhatikan tulisan dalam bahasa inggris itu, karena memang saya dasarnya gak bisa bahasa inggris. Dan pak SBY juga berpesan setiap orang adalah pemimpin dan selayaknya juga dalam bertindak berdasarkan pada sebuah pedoman.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Arti dari mimpi di atas mungkin cuman klise, tapi mungkin itulah pelajaran yang harus saya cerna hari ini secara pribadi mungkin juga buat orang lain. Pedoman yang dimaksud jelas sekali adalah pedoman hidup yang telah diyakini setiap individu. Untuk yang beragama bisa menggunakan kitab sucinya masing2, dan untuk yang tidak menganut salah satu agama di indonesia, bisa menggunakan pedoman hidup dari ajaran2 yang telah diyakininya. Dan yang tidak kalah penting, mendarma baktikan setiap langkahnya untuk kebaikan umat yang dipimpinnya yang disimbolkan oleh sosok seorang presiden.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Budi Suhaili]]></title>
<link>http://jawaipost.wordpress.com/?p=111</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 07:38:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>jawaipost</dc:creator>
<guid>http://jawaipost.wordpress.com/?p=111</guid>
<description><![CDATA[Budi Suhaili
Info terbaru…Sosok Budi Suhaili sangat pantas mewakili Warga Kec Jawai pada tahun 200]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_116" align="alignleft" width="200" caption="Budi Suhaili"]<a href="http://jawaipost.wordpress.com/files/2008/08/foto2681.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-116 " src="http://jawaipost.wordpress.com/files/2008/08/foto2681.jpg?w=200" alt="Budi Suhaili" width="200" height="266" /></a>[/caption]
<p>Info terbaru…Sosok Budi Suhaili sangat pantas mewakili Warga Kec Jawai pada tahun 2009, Beliau adalah seorang Nasionalis dan bisa bergaul dengan semua kalangan masyarakat dari golongan manapun. Beliau sangat paham dengan kehidupan masyarakat bawah di Kec Jawai. Mungkin sosok inilah yang di tunggu-tunggu warga Jawai. Generasi Muda harus berani tampil dan ikut membangun Daerah. Kapan baru bisa maju kalau Generasi Muda tidak Berani tampil. Kobarkan Semangat kita bersama untuk membangun Daerah kita, adakan perubahan menuju masyarakat yang lebih adil, aman dan damai Sejahtera. Bersatu kita Teguh-Bercerai Kita Runtuh. Marilah kita bersatu dan berpartisipasi membangun Daerah Kita, yaitu tempat kelahiran kita, berjuang untuk kemajuan kita bersama. Jangan tinggalkan Barang Rusak Untuk Generasi Muda yaitu termasuk anak cucu kita.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bukan cuma pemimpin yang harus baik, kita juga harus baik!]]></title>
<link>http://kamal87.wordpress.com/?p=95</link>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 12:24:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamal87</dc:creator>
<guid>http://kamal87.wordpress.com/?p=95</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya mendapat email forward-an dari milis yang menceritakan tentang betapa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Beberapa waktu yang lalu saya mendapat email forward-an dari milis yang menceritakan tentang betapa bersahajanya kehidupan sang pemimpi Iran, Ahmadinejad. Mungkin Anda juga sudah pernah melihat email tersebut. Jadi saya tidak akan menjelaskan bagaimana cara hidup bersahajanya sang Ahmdinejad. Dalam email tersebut sang forwarder menambahkan dengan kalimat: "Semoga kita bisa mendapat pemimpin yang seperti ini nanti".</p>
<p style="text-align:justify;">Saya melihat banyak sekali orang yang berharap, dan sayangnya hanya berharap, akan mendapatkan pemimpin yang baik. Pemimpin yang sederhana, jujur, amanah, profesional dan segala macam kebaikan lainnya. Tapi saya juga banyak melihat mereka yang menyampaikan harapan tersebut ternyata dirinya sendiri termasuk orang yang tidak sederhana, tidak jujur, tidak amanah dsb. Banyak dari mereka yang ingin mendapatkan pemimpin yang sempurna sementara mereka sendiri seolah tak ingin berusaha menyempurnakan dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah yang ingin saya angkat kali ini. Banyak dari kita yang bisanya hanya terus merongrong pemimpin kita jika dia melakukan kesalahan, sekecil apapun kesalahan itu. Lalu saat kita merasa frustasi dengan pemimpin tersebut, kita mulai berharap lagi, dan sayangnya HANYA berharap, suatu saat nanti kita akan medapatkan pemimpin yang lebih baik dari pemimpin yang sekarang. Paradigma seperti itu sebenarnya tidak salah. Tentu wajar bagi kita kalau kita ingin mendapatkan pemimpin yang baik. Wajar kalau kita ingin suapay kita dipipin dengan baik. Tapi menjadi tidak wajar kalau kita hanya bisa meminta dan berharap sementara kita sendiri sama sekali tak berusaha untuk tidak meminta dari orang lain dan berharap akan diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sadarilah, negeri kita ini tidak cuma butuh pemimpin yang baik tapi juga butuh RAKYAT yang baik. Sehebat apapun pemimpin Indonesia kelak, tapi jika 200 juta warganya berakhlak buruk, maka negeri ini dijamin tetap tidak akan bisa maju. Memang betul jika dikatakan bahwa pemimpin yang baik akan mampu menghantarkan seluruh rakyatnya supaya menjadi baik. Tapi bukan itu yang ingin saya tekankan disini. Yang ingin saya tekankan adalah: Kalau Anda ingin Indonesia menjadi negeri yang kokoh, maka perkokohlah juga diri Anda sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan cuma mengeluh dengan buruknya kondisi Indonesia saat ini. Jangan cuma merungut dengan kinerja pemimpin yang buruk. Indonesia tidak butuh 1 orang hebat untuk dijadikan pemimpin. Indonesia butuh ribuan bahkan jutaan orang hebat untuk jadi pemimpin di semua lininya masing-masing. Bahkan Indonesia butuh seluruh rakyatnya menjadi hebat, cerdas, berkepribadian kuat, serta dekat dengan Allah supaya bisa menjadi pemimpin. Paling tidak pemimpin bagi dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Baca artikel lainnya di <a href="http://mustafakamal.biz" target="_blank">MustafaKamal.biz </a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muna? Jangan deh..]]></title>
<link>http://ratnaariani.wordpress.com/?p=934</link>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 00:58:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
<guid>http://ratnaariani.wordpress.com/?p=934</guid>
<description><![CDATA[“Celakalah kamu  karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><strong>“Celakalah kamu  karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.”</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><img class="alignleft" src="http://www.parliament.tas.gov.au/lc/Images/PresChair.jpg" alt="" width="166" height="230" />Iseng-iseng cek definisi kata Munafik di Wikipedia, ternyata berdasarkan hadits<a title="Hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits"></a>, Nabi Muhammad  SAW dikatakan :"Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya" <em>(HR. Bukhari dan Muslim)</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Soal dusta, ingkar janji dan tidak bisa dipercaya rasanya menjadi karakter sebagian pemimpin bangsa yang ada sekarang ini. Sebagian besar rakyat sudah bingung dan bertanya-tanya siapakah pemimpin yang masih bisa dipercaya saat krisis multi dimensi begini? Bila ada satu masalah, yang ada saling tunjuk kesalahan. Contoh terlantarnya <a href="http://www.detiknews.com/read/2008/08/22/145724/992865/10/terlantar-3-hari,-penari-tamu-istana-asal-ntt-sakit">30 penari dari NTT</a> dan <a href="http://www.detiknews.com/read/2008/08/21/180353/992346/10/terlantar-juara-dunia-catur-dijemput-depdiknas-di-posko-pdip">juara catur tingkat dunia</a> asal Riau sebagai pengisi acara dan tamu di Istana Negara, hanya salah dua kisah miris dibalik kemegahan acara seremonial ditempat paling terhormat yang hanya bisa ditembus dengan "By Invitation Only".</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Pada akhirnya perilaku muna para pemimpin hanyalah membawa kesengsaraan bagi mereka yang paling lemah seperti halnya anak-anak, perempuan, kaum miskin dan rakyat yang tak berdaya menghadapi sikap dan keputusan para pemimpin yang menduduki "kursi Musa". Maka Injil hari ini sungguh pedas, menyebut kan bahwa pemimpin demikian dosanya akan menghadapi tuntutan berlapis. "<em><span style="font-size:10pt;">Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk." </span></em>Sudah pasti orang  'muna' sendiri tidak bisa masuk Kerajaan Surga,  karena kesombongannya. Masih ditambah lagi, mereka ini membuat orang lain pun menjauh dan tidak bisa masuk Kerajaan Surga.<!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Teguran Yesus ini tidak hanya berlaku bagi kelompok terpandang yaitu kaum Farisi dan Ahli Taurat saat itu, tapi juga berlaku bagi kita semua yang memiliki kedudukan dan kekuasaan di berbagai area. Siapapun yang memiliki otoritas membuat aturan, baik peraturan hukum di tingkat negara, kota bahkan di tingkat perusahaan sampai di tingkat aturan di dalam rumah tangga sekalipun. Jangan sampai kita sendiri menjadi penganut " Sudah Duduk, Lupa Berdiri". Tergoda untuk terus menerus menduduki "kursi Musa" tapi lupa bahwa segala aturan itu dibuat bedasarkan hukum Kasih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Tidak hanya para pemimpin bangsa, pemimpin dan para manajer perusahaan bahkan ketua RT sampai para orang tua bisa 'terperangkap' pada perilaku 'muna'; maka bisa dibayangkan para korban kemunafikan tersebut adalah orang-orang yang paling lemah dan tak berdaya disekeliling mereka.  Di lingkungan keluarga, maka anak-anak lah yang paling menderita bila orang tua berperilaku otoriter tanpa disertai  kasih. Jangan sampai kita sendiri lupa diri dan secara tidak sadar menginjak hak orang lain bahkan menghilangkan kesempatan orang lain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Duh.. jangan sampai deh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">====================================================================</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-size:10pt;">Bacaan Mat </span><span style="font-size:10pt;">23:13</span><span style="font-size:10pt;">-22</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p><em><span style="font-size:10pt;">“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri. Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya</span></em><span style="font-size:10pt;">.”</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ganteng]]></title>
<link>http://elfarizi.wordpress.com/?p=42</link>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 03:47:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>elfarizi</dc:creator>
<guid>http://elfarizi.wordpress.com/?p=42</guid>
<description><![CDATA[Tak, ada ide. Itu yang ane rasakan ketika berhadapan dengan layar monitor ini. Apa ya, yang musti an]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tak, ada ide. Itu yang ane rasakan ketika berhadapan dengan layar monitor ini. Apa ya, yang musti ane tulis? Kayaknya ane tak terlalu mood membahas sebuah isu yang lagi hangat. Misalnya, fatwa MUI tentang rokok, harga minyak non-subsidi yang mulai diberlakukan di Bandung, sampai anggota DPRD Kota Cimahi yang "doyan" rapat di luar kota sehingga menyebabkan pemborosan.</p>
<p>Tapi neh, ane punya bidikan menarik. Menarik bagi ane sendiri.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-43" src="http://elfarizi.wordpress.com/files/2008/08/20080824jbr.jpg" alt="" width="377" height="176" /></p>
<p><em><span style="font-weight:bold;">FUN BIKE</span> Ahmad Heryawan berada di barisan terdepan diantara peserta lain. </em></p>
<p><em>BANDUNG (SINDO) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta wali kota dan bupati se-Jawa Barat meluangkan waktu satu hari bersepeda ke kantor. “Program ini tidak berat kok, sekalian agar masyarakat dan juga pejabat pemerintahan sehat dan fit ketika beraktivitas,” kata Heryawan sebelum mengikuti Fun Bike For Nation 2008 yang digelar oleh Koran Seputar Indonesia (SINDO) Jawa Barat kemarin pagi.</em></p>
<p><em></em><br />
Itu orang nomor wahid di Jawa Barat. Begitu gayanya waktu mengikuti Fun Bike 2008. Cukup sederhana dan merakyat. Mudah-mudahan memang begitu adanya. Jadi para pendukungnya di Pilgub dulu tak kecewa. Namanya tidak terlalu populer waktu itu. Paling-paling di kalangan PUI (Persatuan Umat Islam) atau mahasiswa yang ikut Hima-PUI atau KAMMI atau LDM. Hanya saat menjelang Pilgub Jabar, sosoknya yang terlihat segar --itu yang ane liat dari pamflet kampanye-- juga bersanding dengan aktor Dede Yusuf sebagai wakilnya, membuat orang-orang percaya bahwa ia bisa jadi pembaharu di Tanah Pasundan.</p>
<p>Tanya saja ke tetangga ane. Dulu ibu-ibu antusias untuk memilih Hade karena divonis "gararanteng" alias pada ganteng. Jadi inget Pemilu Presiden 2004 dulu. Banyak ibu-ibu yang ngebet banget sama SBY. Dulu juga ane pernah tanya sama salah seorang ibu. Begitulah kira-kira jawabannya. SBY ganteng, katanya. Uh, ibu!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemerintah Mesir Larang Ikhwanul Muslimin Gelar Acara Buka Puasa Bersama]]></title>
<link>http://suara01.wordpress.com/?p=139</link>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 16:52:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jaisy01</dc:creator>
<guid>http://suara01.wordpress.com/?p=139</guid>
<description><![CDATA[
Untuk pertama kalinya selama 20 tahun, pemerintah Mesir melalui departemen dalam negerinya melarang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://suara01.files.wordpress.com/2008/08/pic3711.jpg" height="220" alt="pic3(71)[1]" hspace="0" width="330" align="top" border="0" /><br />
Untuk pertama kalinya selama 20 tahun, pemerintah Mesir melalui departemen dalam negerinya melarang Ikhwanul Muslimin menggelar acara buka puasa bersama yang digelar di hotel berbintang lima di Kairo. Padahal acara buka puasa bersama yang melibatkan sekitar 1. 500 undangan itu, sudah menjadi tradisi tahunan organisasi Ikhwanul Muslimin.</p>
<p>Perihal larangan itu disampaikan oleh Muhammad Mahdi Akef, pemimpin Ikhwanul Muslimin. &#34;Larangan ini membuat buruk reputasi dan martabat Mesir, serta memberikan kesan bahwa situasi Mesir tidak stabil, yang berdampak negatif pada kondisi ekonomi, politik dan sosial, &#34; kata Akef.</p>
<p>Akef tidak memberitahukan apa alasan kementerian dalam negeri melarang acara buka puasa bersama yang digelar ala gala dinner itu. Ia hanya menyatakan, dirinya berharap Tuhan akan memulihkan &#34;kewarasan&#34; mereka yang melarang acara tersebut. Sejauh ini, kementerian dalam negeri Mesir belum memberikan komentar atas larangan tersebut.<!--more--></p>
<p>Ikhwanul Muslimin rencananya akan mengadakan buka puasa bersama itu pada hari Sabtu (22/9), namun aparat keamanan Mesir menolak permohonan izin penyelenggaran acara tersebut. Acara gala dinner yang akan digelar Ikhwanul Muslimin kebetulan bersamaan dengan acara konferensi tahunan Partai Nasional Demokrat, partai yang saat ini berkuasa di Mesir.</p>
<p>Pemerintah Mesir sejak lama sudah menyatakan organisasi Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi ilegal dan kerap melakukan penangkapan terhadap para anggotanya, meski faktanya Ikhwanul Muslimin memiliki perwakilan sekitar seperlima dari jumlah kursi di parlemen Mesir.</p>
<p>&#34;Mereka ingin menghancurkan semua entitas yang bisa mengungkap kegagalan-kegagalan pemerintah Mesir, &#34; kata tokoh Ikhwanul Muslimin, Dr. Abdel-Moneim Aboul Foutouh.</p>
<p>Sejumlah kalangan yang mengkritik larangan terhadap acara buka puasa Ikhawanul Muslimin mengatakan, larangan tersebut menunjukkan kelemahan pemerintah Mesir yang merasa terancam oleh eksistensi Ikhwanul Muslimin. (ln/al-arby)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Easier Said Than Done]]></title>
<link>http://ratnaariani.wordpress.com/?p=927</link>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 00:39:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>ratna ariani</dc:creator>
<guid>http://ratnaariani.wordpress.com/?p=927</guid>
<description><![CDATA[“Turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu”
Menjadi pemimpin mungkin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><strong>“Turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu”</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Menjadi pemimpin mungkin bisa jadi impian banyak orang. Selain menjadi pusat perhatian,juga pusat kekuasaan dan biasanya menjadi pusat kekayaan dan menikmati berbagai fasilitas. Maka sering juga kursi Musa,kursi terhormat, bisa berubah menjadi kursi panas. Kursi yang diperebutkan banyak orang tapijuga bisa menggulingkan mereka seketika. Hal ini juga tampak dalam persiapan pencalegan di beberapa parpol, mereka yang namanya tidak mendapat nomor 'jadi' dalam urutan DCS Daftar Caleg Sementara, bisa mengamuk dan melakukan anarkis. Bahkan dilansir ada parpol yang menawarkan nomor urut kursi no 1 di daerah pemilihan DKI Jakarta bisa dipatok harga ber M-M an, bener tidaknya walahualam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><a href="http://blogs.zdnet.com/projectfailures/images/data-loss-ceos-should-go-to-jail.jpg"><img class="alignleft" src="http://blogs.zdnet.com/projectfailures/images/data-loss-ceos-should-go-to-jail.jpg" alt="" width="141" height="131" /></a>Maka bisa dibayangkan mereka-mereka yang duduk di kursi pimpinan akan mudah menjadi sorotan. Mereka yang terpilih sebagai anggota wakil rakyat terhormat akan dituntut berkelakuan juga terpandang. Time will tell, setelah satu periode muncul lah daftar nama politikus busuk yang sebaiknya memang tidak dipilih kembali. Satu persatu anggota dewan terhormat, termasuk para pengusaha dan pejabat tinggi berpindah duduk dibalik terali besi; dari tempat yang terutama menjadi tersisihkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Injil hari ini mengingatkan kita, dimanapun kita ditempatkan kita diminta untuk melakukan dan menaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.  Terlepas dari perilaku si pembuat aturan, kita diajak untuk tidak berbuat 'sama' dengan mereka, yang mengajarkan tapi tidak melakukan apa yang dikatakannya. Jadilah manusia yang berintegritas, melakukan apa yang dikatakan dan menyatakan apa yang akan dilakukan.<!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">Menjadi pemimpin yang 'melayani' bisa menjadi suatu jargon politik di saat kampanye ini. Banyak dijumpai di berbagai spanduk, poster dan iklan di media. Melayani siapa kah mereka selama ini kalau tidak dikatakan melayani dirinya sendiri? Tetapi sebagai pengikut Kristus kita memiliki teladan pemimpin yang mau merendahkan dirinya untuk melayani orang-orang yang dipimpinnya. Dibutuhkan keahlian dan kerendahan hati untuk setia mendengarkan kebutuhan orang lain serta melakukan apa yang diinginkan dan dibutuhkan orang banyak. Kepentingan pribadi menjadi urutan paling buncit bila kita ingin meneladani Kristus. Memang tidak mudah, easier said than done but still possible if we do that with God. Bersama Tuhan pasti kita mampu melakukannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;">====================================================================</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-size:10pt;">Bacaan Mat 23:1-12</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p><em><span style="font-size:10pt;">“Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid- Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan</span></em><span style="font-size:10pt;">.”</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saya layak!]]></title>
<link>http://coretanpinggir.wordpress.com/?p=362</link>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 15:52:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>coretanpinggir</dc:creator>
<guid>http://coretanpinggir.wordpress.com/?p=362</guid>
<description><![CDATA[Saya layak!


]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saya layak!</p>
<p><!--more--></p>
<p><a href="http://coretanpinggir.files.wordpress.com/2008/08/saya-layak.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-361" src="http://coretanpinggir.wordpress.com/files/2008/08/saya-layak.jpg" alt="" width="457" height="588" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Anwar,PAS dan UMNO : Apakah ada pilihan?]]></title>
<link>http://cekka.wordpress.com/?p=545</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 20:18:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>cekka</dc:creator>
<guid>http://cekka.wordpress.com/?p=545</guid>
<description><![CDATA[Saya rakyat biasa Malaysia, yang tidak mempunyai apa-apa jawatan dalam politik, yang tidak mempunyai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://cekka.wordpress.com/files/2008/07/pena1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-293" src="http://cekka.wordpress.com/files/2008/07/pena1.jpg?w=150" alt="" width="79" height="79" /></a>Saya rakyat biasa Malaysia, yang tidak mempunyai apa-apa jawatan dalam politik, yang tidak mempunyai apa-apa pengaruh dalam masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti rakyat kebanyakkan.. kami bangun awal pagi, berkemas dan bergegas untuk pergi bekerja dan menghantar anak kesekolah. Kami balik lewat petang.. kalau tubuh masih berasa segar, kami keluar bersosial dan memikirkan apa yang patut kami buat esok hari agar taraf hidup kami meningkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Cukup bulan, kami dapat gaji.. Sampai tengah bulan kami kena berjimat-cermat semula.</p>
<p style="text-align:justify;">Kerana itulah, kos sara hidup amat penting bagi kami. Kalau minyak naik, kami gelisah.. bukan gelisah harga minyak, kami gelisah sebab harga barang-barang akan naik. Harga beras naik, harga susu naik dan sebagainya lagi berlumba-lumba mahu naik. Puncanya dari minyak..</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, adakah kerajaan peduli rantaian ekonomi ini? Adakah kerajaan peduli keadaan kami?</p>
<h2 style="text-align:justify;">Kegagalan BN dan UMNO</h2>
<p style="text-align:justify;">Kami tidak sepatutnya marah kepada kerajaan dan para menteri kalau mereka mahu berbelanja sakan di Paris atau Singapura..</p>
<p style="text-align:justify;">Kami tidak boleh marah kalau para menteri memakai kereta Mercedes atau BMW. Atau ahli korporat mempunyai sederet kereta Ferrari, Lamborgini mahupun Rolls-Royce. Itu hak mereka kerana mereka mampu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi kami marah kepada para menteri kerana tidak ambil kisah keperitan kami, luahan hati kami cuma diatas meja dalam bentuk data dan statistik.. kekadang luahan hati kami berada dalam bakul sampah dalam pejabat para menteri.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang para menteri dengar ialah keluhan peniaga-peniaga besar dan syarikat korporat.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya sekali dalam 5 tahun, bila tiba musim pilihanraya, kami menjadi buruan para menteri untuk bertanya khabar. Dapatlah duit poket sikit RM 50 dan sehelai kain pelikat..</p>
<p style="text-align:justify;">Kami dijanjikan projek mega dan pembangunan.. apa ertinya buat kami? Kami tak mampu nak beli rumah kedai, kalau terlibat sebagai kontraktor sekalipun.. belum tentu kami dapat tender. Itu semua halwa untuk mata kami sahaja sedangkan tiada apa-apa faedah untuk kehidupan kami secara langsung.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang kami mahu ialah ruang ekonomi agar kami dapat menambahkan pendapatan, mengurangkan kos sara hidup kami dan menambahkan tabungan kami. Bukannya menghakis pendapatan dan simpanan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami semua.. Melayu, Cina, India dan lain-lain.. berusaha untuk kehidupan kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian para menteri mahu menjadi juara kaum. Masing-masing mahu mendabik dada demi mengekalkan kekuasaan. Para menteri melaga-lagakan sesama kami agar menaruh rasa curiga dan prejudis, hasilnya kami jadi berburuk sangka kepada Cina, Melayu dan India.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami mula berasa sangsi kepada kawan-kawan kami..</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang kami dengar dari orang-orang UMNO ialah tender itu-ini, berebut projek sana-sini, ampu-mengampu ketua masing-masing, cakap-cakap tidak puas hati kepada sipolan dan sipolan kerana tidak dapat jawatan dan projek. Kemana pergi cerita tuntutan dan keperluan kami?</p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan kami mula tidak ceria.. demi mengejar tuntutan ekonomi, kami bekerja lebih. Masa kami sudah mula berkurang, jiran sebelah rumah sakit pun kami tidak tahu. Apatah lagi jika bukan sebangsa dengan kami.. hasil benih kesangsian dan kebencian yang ditabur oleh para menteri.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan kami mula terasa kelam..Kami hanyut dengan hal-hal kehidupan dunia kami. Segala janji-janji para menteri kepada kami hanya tinggal janji.. Kami sudah TIDAK PERCAYA kepada para menteri dan kami jadi MUAK dan BENCI dengan kerakusan orang BN dan UMNO.</p>
<h2 style="text-align:justify;">PAS sebagai pilihan</h2>
<p style="text-align:justify;">Kami lihat orang PAS selalu ke masjid dan ceramah-ceramah agama. Kami lihat orang PAS sentiasa memakai kopiah dan berlilit serban. Anggapan kami, PAS mesti orang baik-baik..</p>
<p style="text-align:justify;">Kami lihat orang PAS sentiasa bercakap tentang Islam, hukum-hakam, istilah-istilah Arab dan nilai-nilai Islam. Anggapan kami, orang PAS mesti tinggi ilmunya dan mestilah akhlaknya juga baik..</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba pilihanraya.. undi kami kepada PAS.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami mula berjinak-jinak mendengar ceramah, apa yang kami dengar ialah kritikan yang berapi-api kepada kerajaan BN dan UMNO.. diselang-selikan kutukan serta kata nista yang beremosi. Tetapi, kami suka mendengarnya kerana kami sudah muak dan benci kepada BN dan UMNO.</p>
<p style="text-align:justify;">Di kedai-kopi kopi, kami lihat orang PAS yang fanatik sanggup bercekak pinggang dan bertegang leher mempertahankan prinsip perjuangan PAS. Orang-orang UMNO dipulau dari majlis-majlis dan tiada tali persaudaraan dengan mereka lagi. Sudah putus.. sebab mereka orang UMNO.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang UMNO sudah dianggap kafir kerana tidak bersama PAS.. Padahal kami lihat orang UMNO itu bersolat juga dan mengaku Allah itu tuhan mereka, Muhammad nabi mereka.. Barangkali kita kena memaksa orang lain mengikut jalan kita.. Kalau kita tak berkopiah putih, ilmu agama kita belum cukup, kena belajar lagi..</p>
<p style="text-align:justify;">Kami lihat orang PAS hebat bercerita hal ekonomi negara dan dunia, tapi esoknya meminta sedekah sana-sini juga.. Keluar berdakwah berbulan-bulan, tapi anak isteri di rumah meminjam beras dengan jiran-jiran sebelah rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Barangkali inilah Islam yang PAS maksudkan..</p>
<p style="text-align:justify;">Kami kagum dengan ketaksuban orang PAS kepada pemimpin, 'hitam' kata pemimpin..hitamlah ia, 'putih' kata pemimpin.. putihlah ia. Tak pernah menyanggah sikit pun, seolah-olah ketaatan anak terhadap ibunya. Anak-anak kami pun pandai komen kalau susu dia tak sedap, pertikai kalau dapat duit saku sikit dari kebiasaan..</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang kami lihat, orang UMNO gigih memperbaiki taraf kehidupan mereka tetapi orang PAS selalu pasrah dan berserah kepada takdir. Tetapi orang PAS tak lekang dengan masjid juga walau susah, orang UMNO hanya seminggu sekali pada hari Jumaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami sentiasa pergi ceramah, dan kami pasti tidak lupa menghulurkan wang untuk bersedekah kepada PAS. Tetapi, kami tidak tahu kemana derma kami pergi dan tiada siapa yang memberitahu kami. Apatah lagi dengan laporan audit.. tetapi kami tidak kisah pun..</p>
<p style="text-align:justify;">Kami percaya orang PAS mesti hebat ilmu agamanya dan akhlaknya baik, tetapi kami KURANG YAKIN orang PAS boleh mengajar kami bagaimana mencari duit..</p>
<h2 style="text-align:justify;">Kemunculan Anwar Ibrahim</h2>
<p style="text-align:justify;">Saat berita Anwar Ibrahim dibebaskan dicanangkan keseluruh negara.. hati kami mula berbunga harapan. Bibit-bibit harapan kepada keadilan ekonomi dan kemajuan insaniah timbul kembali..</p>
<p style="text-align:justify;">Anwar mengajar kami tentang keadilan dan hak-hak individu. Kami mula berbaik-baik semula dengan kawan-kawan lama, sikap prejudis masih ada tetapi sudah berkurangan.. satu keadaan dan perasaan aneh berbaur kegembiraan yang tiada semasa Anwar berada dalam penjara.</p>
<p style="text-align:justify;">Apatah lagi, PAS dan DAP juga bersama Anwar.. PAS orang-orangnya baik dan tidak tamak harta, DAP pula orang-orangnya rasional dan konsisten membangkang ketidak-adilan ajaran ekonomi para menteri BN.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai bekas Menteri Kewangan dan Timbalan PM, Anwar mesti pandai mentadbir dan bijak dalam hal ekonomi. Dengan kata lain, Anwar bijak.. Lagipun, isteri dan anak-anaknya nampak macam orang baik-baik dan bersopan, tidak seperti isteri para menteri UMNO dan BN yang nampak bergaya, angkuh dan boros.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2008.. sekali lagi kami disogok dengan kes liwat Anwar. Kes tahun 1998 mula terbayang kembali.. tapi, kami tidak percaya kepada BN.. Anwar juga kata begitu. Kami TIDAK PERCAYA kepada BN.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi.. kami berasa hairan kerana Anwar lari bersembunyi ke Kedutaan Turki, di mana Anwar tahun 1998 dulu yang TIDAK TAKUT bicara tentang perjuangan, tetapi Anwar tahun 2008 ini seolah-olah TAKUT bicara tentang perjuangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami mula rasa ragu-ragu apabila Anwar enggan bersumpah, fikiran kami mula celaru dengan kenyataan berbelit-belit Anwar.. seolah-olah terjerut dengan belitan ular sawa. Padahal si pendakwa sentiasa konsisten dengan tuduhannya dan sanggup berbuat apa sahaja agar tuduhannya diambil berat. Di suruh bersumpah.. dia bersumpah, disuruh ke mahkamah.. dia sanggup ke mahkamah, ..mahkamah syariah pun dia pergi juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi Anwar pula sanggup berbuat apa sahaja, asalkan dia tidak perlu bersumpah.. Tapi, kami masih percaya kepada Anwar dan ini mesti politik UMNO. Tapi jauh disudut hati.. kami mula berasa SANGSI. Kami tetap tidak mahu percaya kepada UMNO, tetapi akal kami mahu hidup juga.. memikirkan fakta-fakta.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami berasa pelik kerana Amerika dan kroni-kroninya bersungguh-sungguh menyokong Anwar. Padahal kami tahu sejarah.. Amerika "tidak menolong dengan percuma". Apa sudah jadi Saddam yang ditolong Amerika ketika dahulu, apa dah jadi kepada Pervez Musharraf sekarang, apa dah jadi kepada Iraq, Georgia, Pakistan, Korea Selatan dan Indonesia?</p>
<p style="text-align:justify;">Amerika cuma menolong orang yang menentang musuh-musuhnya, kita lihat Amerika tolong India vs Pakistan, Korea Selatan vs Korea Utara, Iraq vs Iran, Taiwan vs China, Georgia vs Rusia. Seperkara lagi, Amerika mahu jaga bekalan minyaknya.. adakah Amerika juga berminat dengan minyak di rantau ASEAN ini. Mungkin juga Amerika melihat Anwar sebagai proksi yang berguna suatu hari nanti..</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi adakah kami ada pilihan untuk melemahkan UMNO? Kami tidak mampu..</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun kami SANGSI dan RAGU-RAGU kepada Anwar, kami tiada pilihan.. Kami berharap Anwar dapat membantu kami melemahkan UMNO yang kami BENCI dan TIDAK PERCAYA. Kami TIDAK YAKIN dengan PAS 100% boleh melemahkan UMNO. Kami cuma rakyat biasa..</p>
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
