<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>pemilihan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/pemilihan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "pemilihan"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 12:34:14 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bedakah PEMILU dulu dan SEKARANG ???]]></title>
<link>http://limpo50.wordpress.com/?p=252</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 02:39:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>limpo50</dc:creator>
<guid>http://limpo50.wordpress.com/?p=252</guid>
<description><![CDATA[Dulu mencoblos disaat Pemilu dilakukan dengan pelobangan, dan kini dengan cara menggunakan pulpen un]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://limpo50.files.wordpress.com/2008/07/pulpen.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-254" src="http://limpo50.wordpress.com/files/2008/07/pulpen.jpg?w=123" alt="" width="94" height="98" /></a>Dulu mencoblos disaat Pemilu dilakukan dengan pelobangan, dan kini dengan cara menggunakan pulpen untuk menandai dan dianggap sebuah perbedaan yang menunjukkan kemajuan... bahkan mencerdaskan rakyat... astaga !!! ... Bagaimana bisa disetujui anggaran untuk alasan yang begini !<!--more--><br />
Ini dijelaskan oleh pihak KPU Sulsel melalui siaran warancara di Radio SCFM Makassar hari ini Jumlat, 04 Juli 2008 sekitar jam 11 siang.<br />
Rasanya... walau tidak disebut cerdas<br />
Mungkin lebih baik mencoblos lain kali dilakukan dengan mencoret muka, yang penting kita bisa mendapatkan pemimpin yang bisa memperbaiki kerusakan dan memajukan negara ini.<br />
Mengapa ya ... semakin diharapkan perbaikan semakin payah praktek yang dijalankan.<br />
Tidak ada kemajuan yang rasional !!!<br />
Aduh ... KPU. Kok kecerdasan berarti begitu ??? masak maksud Qur'an diartikan begitu !.  Bebaskan dong rakyat di seluruh dunia dengan mencerdaskannya lewat bagi-bagi pulpen dan mengisi form pelilihan kita.....<br />
Apakah Pemilu adalah sebuah proses pembelajaran ??? Akirnya kembali lagi, kita tidak mencari pemimpin yang baik ! tapi untuk belajar mencoblos atau menandai ...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ketika politik menyambangi dunia kampus]]></title>
<link>http://bengkuluutara.wordpress.com/?p=72</link>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 05:59:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>bengkuluutara</dc:creator>
<guid>http://bengkuluutara.wordpress.com/?p=72</guid>
<description><![CDATA[sumatera selatan; pemilihan langsung gubernur yang bakal berlangsung sekitar 3bulan lagi. kini mulai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>sumatera selatan; pemilihan langsung gubernur yang bakal berlangsung sekitar 3bulan lagi. kini mulai menjalankan aksi ditengah aktivitas mahasiswa.</p>
<p>ini terlihat dari aksi para calon kandidak yang bakal mencalonkan diri, mereka mulai mengadakan kegiatan yang menyangkut kemahasiswaan seperti seminar sungguh pendekatan yang sangat halusnamun mengena.</p>
<p>namun sangat disayangkan bilamahasiswayang dikatakan sebagai manusia yang intelektual harus terpengaruh dengan keadaan ini sangat ironis dan teramat menyedihkan.</p>
<p>kembali lagi bila kita lihat para kandidat mulai menyusun strategi dan taktik untukmencari masa.mulai mengaet para artis sebagai pendaping mereka juga melibatkan sumbangan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat disaat mereka ada kepentingan dibalikitu semua.</p>
<p>sungguh awal kehancuran bila sampai para kandidakmemilih calon wakil yang salah,mengapa dikatakan demikian??karena apabila kandidat calan wakil hanya mendompleng namatenar mereka sebagai artis tampa ada pengetahuan sedikit pun mengenai politik dan masyarakat betapa tidak itu akan menjadi bumerang yang panjang untuk limatahun kedepan.</p>
<p>mahasiswa yang seharusnya sebagai orang yang bisa menjadi preasurru dalam masyarakat  hendaknya bisa mencerminkan diri sebagai kaum intelektual yang bisa membaca keadaan masyarakat untuk lima tahun  jangan menjadikan diri sebagai objek uang dari para kandidat.</p>
<p>semoga mahasiswa tetap menjadi kaum intelektual yangn bisa diandalkan oleh masyarakat.</p>
<p>selamat berjuang!!!!!!</p>
<p>by: darmanto</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pasangan Yang COCOK untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2008-2013]]></title>
<link>http://pilgubri2008.wordpress.com/?p=17</link>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 05:57:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>daeng limpo</dc:creator>
<guid>http://pilgubri2008.wordpress.com/?p=17</guid>
<description><![CDATA[Menurut pendapat saya pribadi, pasangan gubernur dan wakil gubernur Riau periode 2008-2013 sebaiknya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Menurut pendapat saya pribadi, pasangan gubernur dan wakil gubernur Riau periode 2008-2013 sebaiknya pasangan muda atau minimal kombinasi tua dan muda.  Disamping hal tersebut pasangan ini setidaknya pernah memiliki pengalaman dibidang politik, atau pernah memegang jabatan politik di eksekutif maupun legislatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang saya rekomendasikan untuk maju dalam PILGUBRI 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">Rusli Zainal - wakil PKS</p>
<p style="text-align:justify;">Rusli Zainal - Instiawaty Ayus/Tokoh Wanita Riau</p>
<p style="text-align:justify;">Wan Abubakar - Instiawaty Ayus/Tokoh Wanita Riau</p>
<p style="text-align:justify;">Chaidir-Tokoh Wanita Riau</p>
<p style="text-align:justify;">Instiawaty Ayus - perwakilan dari PKS</p>
<p style="text-align:justify;">Wan Abubakar - Raja Thamsir Rahman</p>
<p style="text-align:justify;">Raja Thamsir Rachman - Instiawaty Ayus/Tokoh Wanita Riau</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa saya mengandalkan Instiawaty Ayus, tidak lain karena menurut saya, siapapun yang berpasangan dengan Instiawaty Ayus maka mereka telah mengantongi "suara kaum perempuan".  Saya mendukung peningkatan peran perempuan MELAYU dalam ikut menentukan arah kebijakan pembangunan di  Propinsi Riau untuk periode lima tahun kedepan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Instiawaty Ayus dalam Debat Balon Gubri 2008-2013 di RTV]]></title>
<link>http://pilgubri2008.wordpress.com/?p=15</link>
<pubDate>Wed, 28 May 2008 03:46:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>daeng limpo</dc:creator>
<guid>http://pilgubri2008.wordpress.com/?p=15</guid>
<description><![CDATA[Debat lima Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau periode 2008-2013 yang berlangsung pada Selasa (27/5), ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Debat lima Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau periode 2008-2013 yang berlangsung pada Selasa (27/5), disiarkan langsung oleh RTV bekerjasama dengan Riau Pos bertempat di Hotel Pangeran.   Beberapa balon yang hadir antara lain Chaidir MM, Instiawati Ayus, Soemardi Taher, Raja Thamsir Rachman, dan Wan Abubakar.  Bagi saya ada beberapa poin yang menjadi catatan dari hasil debat tersebut.</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li> Bahwa debat tersebut kurang greget karena ada salah satu calon kuat yang justru tidak hadir untuk menjelaskan visi dan misinya yaitu Rusli Zainal (pejabat Gubernur saat ini).</li>
<li> Ada kemajuan dalam Pilgubri kali ini karena Instiawaty Ayus sebagai satu-satunya perempuan yang muncul sebagai salah satu petarung dalam Pilgubri mendatang</li>
<li> Debat tersebut tidak dapat dijadikan tolak ukur bagaimana Riau kedepan jika dipimpin oleh salah satu dari mereka berlima yang hadir pada saat itu, karena tidak ada satupun yang dengan tegas menyatakan perkiraan berapa persen porsi APBD yang akan mereka anggarkan untuk sektor Pendidikan dan Kesehatan jika mereka terpilih nanti.</li>
<li> Salah satu pertanyaan dari Yusmar Yusuf yang menyinggung tentang "Gubernur Melayu" atau "Gubernur Riau",  jawaban dari Instiawati Ayus yang menarik menurut saya.  Bahwa menurutnya,"Gubernur Riau haruslah orang yang bisa memiliki rasa toleransi yang tinggi".</li>
<li> Juga mengenai kasus sengketa tanah, hanya jawaban Instiawati Ayus yang memberikan solusi bagaimana membela hak-hak tanah rakyat dalam sengketa tanah yang banyak terjadi di Riau.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Saya yakin bahwa Instiawati Ayus akan memiliki kans yang lebih besar daripada ke empat balon lain.  Mengapa saya katakan demikian, karena ketika ditanyakan prediksinya tentang peluang menang dalam Pilgubri, Ia menjawab peluangnya 70 % (sama dengan Soemardi Thaher).  Kans 70% yang dikatakan oleh Instiawaty Ayus lebih masuk akal menurut saya dibandingkan dengan kans 70% yang dikatakan Soemardi Thaher, salah satu faktor penentu adalah pemilih perempuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalahnya sekarang adalah siapa yang akan berpasangan dengan Instiawati Ayus?, atau apakah Instiawaty Ayus bersedia untuk menjadi orang nomor 2 (wakil Gubernur)?.   Saya sendiri berharap bahwa Jika dapat Gubernur kita kedepan adalah orang muda yang memiliki visi memajukan masyarakat Riau secara umum, bukan sekedar menjadikan istilah MELAYU sebagai tameng politik tetapi menjadikan MELAYU dan budayanya  sebagai perekat diantara berbagai suku-suku lain di Propinsi Riau.  Jangan lagi muncul issue seperti pada saat pemilihan Gubernur Riau sebelumnya, dimana saat itu dihembuskan issue bahwa istri Gubernur Riau haruslah orang Melayu (waktu itu istri Gubernur adalah orang Sumatera Barat).  Tidak pada tempatnya lagi bersaing dengan melakukan politisasi SUKU, dan para pemilih hendaknya berfikir dewasa agar tidak dimanfaatkan oleh "pihak-pihak tertentu" untuk meraih kemenangan.  Lihatlah profil para kandidat dan juga sepak terjangnya, lalu anda analisa supaya tidak keliru memilih.  Yang anda pilih sebaiknya memiliki kriteria jujur, tegas, punya visi untuk memajukan seluruh komponen masyarakat Riau, tidak proyek oriented tetapi lebih kepada bagaimana memberdayakan masyarakat menengah kebawah, dan sebaiknya yang masih muda.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Enter Keyword atau Keywords : Tips Mencari High Keyword, Best Keyword, atau malah Download Keyword Gratis]]></title>
<link>http://wongsinting.wordpress.com/?p=33</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 04:31:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>wongsinting</dc:creator>
<guid>http://wongsinting.wordpress.com/?p=33</guid>
<description><![CDATA[Sudah Pasti banyak yang tahu tentang keyword, maksudnya yang berhubungan dengan mesin pencari. Jika ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah Pasti banyak yang tahu tentang keyword, maksudnya yang berhubungan dengan mesin pencari. Jika kita mau mencari sesuatu pastilah akan melakukan enter keyword atau keywords yang merupakan kata kunci di kotak pencarian. Nah, sebagai pemilik situs atawa blog, apalagi sebagai penggila pagerank sekaligus memburu peningkatan setiap page rank halaman, maka pemilihan keyword menjadi prioritas yang wajib. Setiap pemburu page rank pasti mencari best keyword bila perlu sekaligus download keyword tersebut supaya bisa diotak atik.</p>
<p>Kali ini, dari hasil tapa brata di kawah gunung runcing, wongsinting kembali mempersembahkan hasil semedi mengenai keyword. Namun keyword disini baru yang favorit dulu ya, alias yang paling banyak dicari orang dimana?.. tentu saja di google... Untuk info tarif pasaran keyword, nanti aja kalo ilmu wongsinting bertambah lagi.</p>
<p>Sumber yang gratis dan dari empunya sendiri disini:</p>
<p><span style="color:#ffff99;">https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal?defaultView=2</span></p>
<p>Bagaimana memanfaatkannya?</p>
<p>Jika kita membuka halaman tersebut, kita bisa memilih keyword tertentu dan melihat seberapa populernya keyword tersebut. Dan yang lebih asyik, dari hasil penerawangan gue,.. result yang keluar itu bisa dengan sinonim-sinonim nya.. Gue kira hal ini sangat membantu sekali ya...</p>
<p><span style="color:#ff99cc;"><strong>Langkah Utama Operasional</strong></span></p>
<p>Pertama, Bahasa dan Konsumen. Ini kita bisa otak atik lokasi pangsa pasarnya (pengakses) dan bahasanya.</p>
<p>Kedua, ketik kata atau keyword yang diinginkan. Misalnya "Resep makanan", "Primbon terlengkap", "Ilmu Kanuragan", "Pusat Pengobatan Orang SInting", dll. (bisa 1 kata atau lebih)</p>
<p>Ketiga, Conteng hasil menggunakan sinonim, hal ini supaya seluruh pencarian yang berhubungan dengan keyword yang kita cari itu ikut nongol juga, jadi kita bisa mencari alternatif yang lebih populer. (bukannya selingkuh loh ya.. kalau ada yang lebih baik kenapa kagak?.. hehehe)</p>
<p>Selanjutnya tinggal di eksekusi dech..</p>
<p>Terus,.. coba aja sendiri ya.. kalo dijelasin semua ntar yang udah senior bisa sakit perut trus muntah2 bacanya..</p>
<p>Okay, jangan banyak cakap, bagi yang mau tuker link silahkan kesini: <a href="http://wongsinting.wordpress.com/tukar-link/" target="_self">TUKER LINK</a></p>
<p>atau tukeran banner kesini aja: <a href="http://wongsinting.wordpress.com/tukar-banner/" target="_self">TUKER BANNER</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rakyat Butuh Didengar]]></title>
<link>http://abasosay.wordpress.com/?p=200</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 09:17:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>abasosay</dc:creator>
<guid>http://abasosay.wordpress.com/?p=200</guid>
<description><![CDATA[Banyak media telah memuat berbagai keluhan rakyat kecil. Baik itu media lokal maupun nasional. Sebua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Banyak media telah memuat berbagai keluhan rakyat kecil. Baik itu media lokal maupun nasional. Sebuah komitmen yang bagus untuk menyebarluaskan kenyataan. Hanya saja mereka, rakyat kecil, tidak memiliki akses langsung untuk menulis di media. Opini dan keluhan mereka hanya berupa reportase wawancara saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah sangat lama saya tidak mendengar ada dialog yang mengajak rakyat kecil. Jaman Orba yang lalu, sering saya menemui berita mengenai dialog dengan kelompok kecil manapun. Kalau sekarang sepertinya dialog hanya terjadi di kelompok atas. :evil:</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more Tulisan ga jelas...-->Kebanyakan dialog berjalan dengan pengaturan terlebih dahulu. Siapa nanti yang harus bertanya, pertanyaan apa yang harus diajukan, dan di mana dia harus duduk. Ini guna memudahkan sang pembicara untuk menjawabnya. Bayangkan bila ternyata pembicaranya tidak menguasai hal yang ditanyakan. :twisted:</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya rakyat sendiri senang dengan acara dialog tersebut. Mereka merasa lebih dekat dengan pembicara. Makanya demonstrasi itu selalu menuju kantor kepala atau wakil. Karena mereka ingin didengar. Buat apa demonstrasi kalau hanya bertemu dengan aparat, dan dilakukan di lapangan bola? *ga nyambung* :twisted:</p>
<p style="text-align:justify;">Namun tidak sedikit yang terjebak dalam pemahaman singkat dialog. Mereka mengadakan acara dengan nama dialog, namun keseluruhan acara hanya berisi presentasi <span style="text-decoration:line-through;">(bila tidak ingin dikatakan indoktrinasi)</span>. Kemudian setelah dialog berakhir, tidak ditemui tindak lanjut dari acara dialog tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih mendalam lagi dalam masalah dialog adalah pembicara-pendengar. Jadi, pembicara yang menjadi sentral dialog seharusnya adalah pendengar yang baik. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat (walaupun acaranya hanya keakraban) ditampung untuk menjadi masukan ketika kembali ke kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Hati-hati dengan dialog. Kadangkala ketika tenggelam dalam dialog yang mengasyikkan, dengan tidak sengaja mengucapkan janji. Janji ini yang dapat ditagih oleh siapapun yang mengetahuinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan masalah pencalonan ketua kelas kemarin. <em>Cakeke </em>(Calon Ketua Kelas) harus bisa menahan diri. Dialog memang dapat dipancing dari para calon pemilih. Namun di balik itu terdapat jebakan yang dalam dan menghancurkan. Sebaiknya sekarang hanya membuka jalur khusus melalui sms atau telepon atau surat atau lapor ke alamat tertentu. Bukan untuk membatasi kedekatan dengan anggota kelas. Namun ini berkaitan dengan masalah <em>Jadual Iklan</em>. Jujur, saya tidak mengetahui jadual iklannya. Bagi ketua kelas yang lain yang ingin berhati-hati dan tidak ingin dikatakan pemilihnya "Mau mimpin kok melanggar aturan" silahkan komen atau msg atau email. :mrgreen:</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber celoteh:</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="Masyarakat Berharap" href="http://kupalima.wordpress.com/2008/05/14/masyarakat-bawah-berharap-banyak/" target="_blank">Masyarakat Bawah Berharap Banyak</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Independen yang independen dan independen]]></title>
<link>http://abasosay.wordpress.com/?p=198</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 18:15:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>abasosay</dc:creator>
<guid>http://abasosay.wordpress.com/?p=198</guid>
<description><![CDATA[Pemilihan Ketua Kelas semakin dekat. Banyak calon mulai bermunculan. Yang menarik dari pemilihan kal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pemilihan Ketua Kelas semakin dekat. Banyak calon mulai bermunculan. Yang menarik dari pemilihan kali ini adalah para calonnya yang independen. Menarik untuk dibahas karena baru kali ini bermunculan banyak calon yang mengaku independen. Beberapa diantaranya memang sungguh-sungguh independen dengan niat menjadikan kondisi yang lebih kondusif.</p>
<p style="text-align:justify;">Keberhasilan calon independen ini sebagian besar ditentukan oleh calon independennya itu sendiri. Bagaimana kerja keras yang dilakukan dengan dukungan tim sukses yang minimal menjadi tantangan tersendiri. Bahkan ada diantara calon independen ini yang lebih banyak menyaring aspirasi masyarakat untuk direalisasikan. Tentu saja calon independen seperti ini yang tidak hanya mengumbar janji demi jabatan Ketua.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more Tulisan yang asal ketik...-->Seperti umumnya pemilihan lain, pemilihan ketua kelas kali ini tidak dapat terlepas dari banyaknya kepentingan yang beterbangan. Konflik kepentingan ini yang memicu timbulnya calon independen lainnya. Masing-masing calon ketua memiliki visi dan misi yang berbeda. Masing-masing calon ketua memiliki kepentingan yang berbeda. Entah kepentingan itu sejalan atau berseberangan dengan kepentingan anggota kelas tersebut, yang penting independen terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja kondisi ini dipandang mengkhawatirkan bagi calon independen yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap anggota kelas. Akan terjadi penurunan yang signifikan atas suara yang diperoleh calon ketua independen ini. Massa yang mengambang bebas mencari tempat berpijak dapat saja terjebak dalam situasi kebingungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sempat tercetus ide untuk membuat koalisi independen. Namun adanya konflik kepentingan antar anggota kelas yang tidak terakomodasi dapat membuat perpecahan seperti trend yang terjadi akhir-akhir ini. Bila perpecahan terjadi, sudah dapat dipastikan suara pendukung akan banyak yang hilang. Ketidakpercayaan anggota kelas akan meningkat seiring temperatur konflik di dalamnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ambisi untuk menjadi ketua kelas seringkali tidak dapat dibendung. Jabatan ketua kelas yang dianggap 'basah' karena dekat dengan dosen menarik minat banyak anggota kelas. Peluang untuk mendapat keuntungan pribadi berupa nilai sangat menggiurkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Terbatasnya anggota kelas mendorong beberapa calon ketua melakukan konsolidasi. Keterbatasan waktu mencari dukungan memicu para calon ketua menggabungkan dukungan yang mereka peroleh. Namun itu sesungguhnya bukanlah acuan mereka akan terpilih sebagai ketua kelas. Tidak ada jaminan untuk itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemilihan ketua kelas seringkali dimanfaatkan oleh pihak ketiga. Tidak hanya dengan menyaru sebagai tim sukses yang mengumpulkan KTP. Namun juga banyak telepon, sms atau amplop yang beredar guna mengumpulkan dana dukungan. Tentu saja hasilnya belum tentu diterima sang calon.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya, niat yang tulus jangan sampai terkotori dengan dosa. Godaan memang selalu datang. Hanya orang-orang yang sabar dan ikhlas yang dapat terlepas dari godaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk calon independen kota Bandung. Jangan sampai niatan baik terbutakan oleh ambisi memimpin. Kalah menang itu biasa. Yang penting sekarang ajak pendukung untuk melakukan perubahan dengan konsisten.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga bermanfaat dan terima kasih.</p>
<blockquote><p>Apakah selamanya politik itu kejam,<br />
Apakah selamanya dia datang tuk menghantam,<br />
Ataukah memang itu yang sudah digariskan,<br />
Menggilas, menghasut, menindas,<br />
Memperkosa hak-hak sewajarnya...<br />
<em> (Iwan Fals, Sumbang)</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sumber ide tulisan:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><a title="Mengapa independen sulit bersatu by AA Arman" href="http://kupalima.wordpress.com/2008/05/13/mengapa-independen-sulit-bersatu/" target="_blank">Mengapa independen sulit bersatu?</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hade Verus Golput]]></title>
<link>http://yusranpare.wordpress.com/?p=236</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 10:35:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusranpare</dc:creator>
<guid>http://yusranpare.wordpress.com/?p=236</guid>
<description><![CDATA[


AKHIRNYA saling berpelukan. Air mata haru pun menitik menghiasi kebahagiaan anggota dan staf Komi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/04/heryawan2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-237" src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/04/heryawan2.jpg?w=249" alt="" width="268" height="323" /></a></p>
<h3 style="text-align:left;"><a href="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/04/hade3.jpg"><img class="size-medium wp-image-238" style="vertical-align:top;" src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/04/hade3.jpg?w=170" alt="" width="179" height="318" /></a><span style="color:#008080;"><br />
<strong></strong></span></h3>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#008080;"><strong>AKHIRNYA </strong>saling berpelukan. Air mata haru pun menitik menghiasi kebahagiaan anggota dan staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menyusul selesainya penghitungan hasil pemilihan gubernur secara manual.</span></h3>
<p style="text-align:left;">Padahal di luar gedung KPU Jabar di Jalan Garut Bandung, suasananya penuh gejolak. Massa pendukung Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman) berdemo memprotes hasil pemilihan yang dimenangkan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade).</p>
<p style="text-align:left;">Terhitung mulai Selasa (22/4), duet Hade bukan lagi sekadar gubernur dan wakil gubernur quick count. Jago Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini dinyatakan resmi memenangi pemilihan gubernur yang digelar 13 April lalu.</p>
<p style="text-align:left;">Dalam pengumuman yang disampaikan Ketua KPU Jabar, Setia Permana, pasangan Hade meraup 7.287.647 suara. Sementara dua pesaingnya, Aman meraih 6.217.557 suara, dan pasangan Danny Setiawan dan Iwan Sulandjana (Dai) hanya mendapat 4.490.901 suara.</p>
<p style="text-align:left;">Total suara pesaing tak bisa mengalahkan Hade. Namun Hade harus mengakui keunggulan jumlah pemilih yang tak menggunakan hak pilihnya, biasa disebut golput. Golongan ini mencapai 9.130.594 dari total jumlah pemilih hampir 28 juta orang.</p>
<p style="text-align:left;">Ketua KPU Jabar Setia Permana mengaku bangga atas kinerja anggota dan stafnya. "Saya tahu betul bagaimana mereka bekerja. Tidak sedikit mereka yang harus tidur di kantor kelurahan. Ini tidak pantas kalau diganti dengan materi. Ini sangat membuat saya terharu, dan saya senang akhirnya penghitungan suara selesai," tutur Setia.</p>
<p style="text-align:left;">Menanggapi adanya pasangan calon yang tidak mau menandatangani berita acara penghitungan suara, Setia mengatakan hal ini menjadi koreksi bagi pihaknya agar ke depannya tidak lagi terjadi.</p>
<p style="text-align:left;">"Yang jelas, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja. Memang dalam setiap pilkada, kalau ada yang salah, pasti KPU yang dijadikan sasaran. Kalau mau protes silakan lapor ke panwas, dan mengenai suara, silakan melapor ke Mahkamah Agung," ujar Setia, sembari mengatakan hasil penghitungan selanjutnya akan disampaikan ke DPRD Jawa Barat.</p>
<p style="text-align:left;">Di luar gedung, ratusan pendukung Aman mendesak agar KPU Jabar menetapkan jago koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai pemenang.</p>
<p style="text-align:left;">Koordinator demonstran, Setyowekti dari Forum Penyelamat Lingkungan Hidup Jawa Barat menyatakan menolak hasil rapat pleno terbuka KPU tersebut.</p>
<p style="text-align:left;">Para demonstran tetap bersikukuh bahwa pasangan Aman sebagai pemenang. Perwakilan ormas diikuti massa pendukung Aman lainnya dengan tangan mengepal mengacungkan tangan sambil mendeklarasikan bahwa gubernur dan wakil gubernur Jabar adalah Agum Gumelar dan Nu’man Abdul Hakim.</p>
<p style="text-align:left;">"Kami tidak akan pernah menganggap Hade sebagai gubernur dan wakil gubernur, kami tetap akan patuh pada Agum dan Nu’man sebagai gubernur dan wakil gubernur," seru Setyo.</p>
<p style="text-align:left;">Dalam orasinya Setyo pun menyerukan akan membawa pasangan Aman ke Gedung Sate. "Mari kita bawa Agum dan Nu’man ke Gedung Sate sekarang," tegas Setyo.<strong></strong></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#ff0000;"><a href="http://banjarmasinpost.co.id/">http://www.banjarmasinpost.co.id</a></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akibat Golput]]></title>
<link>http://abasosay.wordpress.com/?p=164</link>
<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 14:45:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>abasosay</dc:creator>
<guid>http://abasosay.wordpress.com/?p=164</guid>
<description><![CDATA[Fenomena Golput ini memang menarik untuk diulas dan digali. Selain dilihat sebab-sebabnya, kemudian ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena Golput ini memang menarik untuk diulas dan digali. Selain dilihat <a title="Mengapa Memilih Golput?" href="http://abasosay.wordpress.com/2008/04/20/mengapa-memilih-golput/" target="_self">sebab-sebabnya</a>, kemudian digali <a title="Statistik Pilkadus" href="http://abasosay.wordpress.com/2008/04/20/statistik-pilkadus/" target="_self">perhitungannya</a>, sekarang mencoba memikirkan akibat yang ditimbulkan oleh Golput. Bisa jadi akibatnya mengganggu masa depan bangsa atau bahkan merusaknya.</p>
<p>Bila menginginkan perubahan untuk menjadi lebih baik, perlu adanya penyaluran aspirasi. Namun bila aspirasi tidak disalurkan, kekecewaan yang besar akan muncul. Kekecewaan yang besar memicu ketidakpercayaan. Logis bukan?</p>
<p><!--more Baca lanjutannya-->Golput dengan jumlah yang cukup besar dan tidak diperhitungkan dalam hasil pemilihan ternyata dapat menimbulkan banyak masalah. Penggalian akibat ini nantinya akan dimasukkan dalam posting berikutnya berkaitan dengan solusi.</p>
<p>Permasalahan yang pertama adalah, persentase suara Golput dimasukkan sebagai bagian suara sah atau dibagi menurut persentase pemilih sah. Maksudnya gimana kok mbulet? Blunder nih. Baik, dicontohkan begini. Suara tidak sah karena rusak sebanyak 126 dan tidak datang sebanyak 347 (dari <a title="Statistik Pilkadus" href="http://abasosay.wordpress.com/2008/04/20/statistik-pilkadus/" target="_self">Statistik Pilkadus</a>) yang berarti 55,85% dari total 847 pemilih terdaftar.</p>
<p>Kemudian Salak menang dengan 35,83% pemilih sah. Ini juga berarti 35,83% suara Golput masuk dalam kemenangan Salak. Artinya 35,83% dari 473 suara Golput dimasukkan dalam kemenangan Salak. Salak mendapatkan sejumlah 169 suara Golput yang 'dianggap' sebagai pemilih Salak dan harus bertanggungjawab bila Salak menyimpang dari tanggungjawabnya. :mrgreen:</p>
<p>Permasalahan yang kedua, apakah Golput itu dapat mendorong untuk memperbaiki sistem? Sepertinya sistem akan adem ayem tanpa guncangan yang berarti dengan adanya Golput. Dalam Pilkadus tidak mengakomodasi suara Golput. Tidak disediakan pilihan 'Golput' dalam kertas suara. :mrgreen:</p>
<p>Permasalahan yang ketiga, Golput tidak mengajarkan untuk menganalisa masing-masing calon dan visinya. Mungkin perlu pendidikan memilih dengan analisa dan <a title="Bermain TOWS" href="http://abasosay.wordpress.com/2008/04/10/bermain-tows/" target="_self">TOWS</a>. Jadi kemungkinan terbaik yang nantinya dipilih.</p>
<p>Sementara tiga permasalahan ini yang ditemukan sebagai akibat Golput. Mungkin dari pembaca dapat memberikan masukan untuk hal ini. :mrgreen:</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Statistik Pilkadus]]></title>
<link>http://abasosay.wordpress.com/?p=163</link>
<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 12:38:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>abasosay</dc:creator>
<guid>http://abasosay.wordpress.com/?p=163</guid>
<description><![CDATA[Pilkadus yang berlangsung kali ini cukup ramai. Selain ramai dengan calon yang bersemangat melakukan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pilkadus yang berlangsung kali ini cukup ramai. Selain ramai dengan calon yang bersemangat melakukan kampanye, baik yang standar maupun curi start :mrgreen: , juga ramai ketika dilakukan penghitungan suara. Banyak ditemui surat suara yang rusak juga menyemarakkan suasana penghitungannya.</p>
<p>Beberapa sebab munculnya Golput telah diungkapkan dalam posting <a title="Mengapa Memilih Golput?" href="http://abasosay.wordpress.com/2008/04/20/mengapa-memilih-golput/" target="_self">Mengapa Memilih Golput</a>. Namun sebelum melakukan posting mengenai solusi menghindari Golput, maka sekarang diposting mengenai statistik penghitungannya. Mengitung dan berurusan dengan statistik lagi rupanya. Yah, memang hidup ini sulit untuk tidak berstatistik. :mrgreen:</p>
<p><!--more Baca selanjutnya-->Proses penghitungan dimulai dengan membuka kotak suara. Seperti biasa, surat suara akan dikeluarkan satu per satu dari dalam kotak. Namun para saksi yang ingin terciptanya pemilihan yang jujur dan terbuka meminta untuk isi kotak suara ditumpahkan di atas meja terlebih dahulu sebelum dihitung.</p>
<p>Setelah surat suara ditumpahkan di atas meja, mulailah satu-persatu surat suara dibuka dan ditunjukkan kepada saksi yang hadir. Jarak yang cukup jauh rupanya membuat saksi yang hadir di lokasi penghitungan merasa kesulitan untuk meneliti surat suara atas kerusakan atau kesalahan penghitung. Lalu sebagian saksi memaksa untuk memperpendek jarak antara penghitung dan saksi yang tentu saja ditolak oleh keamanan.</p>
<p>Hingga penghitungan selesai, tercatat bahwa Durian mendapatkan 125 suara dari total 374 pemilih sah. Sementara Salak mendapatkan 134 suara dari total 374 pemilih sah. Dan Jeruk mendapatkan 115 suara dari total 374 pemilih sah. Sementara sisanya sebanyak 126 suara dinyatakan tidak sah karena rusak. Berarti pemilih yang datang ke tempat pemilihan sebanyak 500 pemilih. Sementara dalam daftar pemilih sendiri terdapat 847 pemilih. Berarti sebanyak 347 pemilih tidak mendatangi tempat pemilihan. Perhitungannya mulai memusingkan. :mrgreen:</p>
<p>Perhitungannya demikian:</p>
<p>Durian 125 suara dari 374 pemilih sah atau 500 pemilih yang hadir atau 847 pemilih terdaftar. Ini berarti Durian mendapatkan 33,42% suara sah atau 25% suara hadir atau 14,76% suara terdaftar.</p>
<p>Salak 134 suara dari 374 pemilih sah atau 500 pemilih yang hadir atau 847 pemilih terdaftar. Ini berarti Salak mendapatkan 35,83% suara sah atau 26,8% suara hadir atau 15,82% suara terdaftar.</p>
<p>Jeruk 115 suara dari 374 pemilih sah atau 500 pemilih yang hadir atau 847 pemilih terdaftar. Ini berarti Jeruk mendapatkan 30,75% suara sah atau 23% suara hadir atau 13,58% suara terdaftar.</p>
<p>Suara rusak 126 dari 500 pemilih yang hadir atau 847 pemilih terdaftar. Ini berarti suara rusak mendapatkan 25,2% suara hadir atau 14,88% suara terdaftar.</p>
<p>Suara tidak datang 347 pemilih dari 847 pemilih terdaftar. Ini berarti suara yang tidak mendatangi tempat pemilihan sebanyak 40,97% pemilih terdaftar.</p>
<p>Bila diperhitungkan dari jumlah pemilih terdaftar maka yang tidak hadir jelas memenangkan pemilihan. Tapi apa yang dimenangkan? Tidak ada. Bila suara rusak dan yang tidak hadir dimasukkan dalam Golput, maka 14,88% ditambah dengan 40,97% menjadi 55,85%. Yang memenangkan pemilihan adalah Golput. Apakah seharusnya diulang?</p>
<p>Sayangnya pemilihan di dusun saya tidak mengakomodasi suara Golput. Yang diperhitungkan adalah suara yang sah. Jadi pemilihan di dusun dimenangkan oleh Salak. Apakah kemudian perlu mengakomodasi suara Golput dengan membentuk partai Golput tersendiri? :mrgreen: Ah, itu juga tidak mungkin.</p>
<p>Bagaimana pendapat Anda?</p>
<p><em><strong>Disclaimer:</strong></em></p>
<ol>
<li>Ini hanya sekedar perhitungan asal-asalan.</li>
<li>Tidak ada tendensi untuk menjelek-jelekkan pihak tertentu.</li>
<li>Tidak ada maksud untuk mengajak siapapun.</li>
<li>Golput tidak memberikan solusi.</li>
<li>Ini hanya hasil pemikiran iseng semata.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Memilih Golput?]]></title>
<link>http://abasosay.wordpress.com/2008/04/20/mengapa-memilih-golput/</link>
<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 09:33:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>abasosay</dc:creator>
<guid>http://abasosay.wordpress.com/2008/04/20/mengapa-memilih-golput/</guid>
<description><![CDATA[Fenomena Golput atau Golongan Putih selalu membayangi dalam setiap pemilihan kepala dusun di daerah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Fenomena Golput atau Golongan Putih selalu membayangi dalam setiap pemilihan kepala dusun di daerah saya. Bahkan dari pemilihan ke pemilihan, Golput cenderung untuk semakin besar. Beberapa waktu yang lalu, sempat terjadi pemilihan dimenangkan oleh kotak kosong. Demi menjalankan demokrasi dan obyektifitas, kemudian pemilihan diulang kembali. Wow, biaya yang lumayan besar juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak beberapa hari yang lalu saya sempat melakukan penggalian terhadap beberapa orang. Walaupun mereka belum tentu Golput dalam pilihan mereka, namun yang saya cari adalah <strong><em>"alasan munculnya Golput"</em></strong>. Hal yang ditanyakan berkaitan dengan "apakah mereka mengetahui Golput, mengapa Golput bisa muncul, apa solusi agar Golput tidak muncul". Untuk tulisan kali ini yang akan ditekankan adalah "mengapa muncul Golput". Untuk solusinya akan dibahas di tulisan berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more Baca selanjutnya-->Semua yang sempat ditemui untuk penggalian ini ternyata mengetahui apa itu Golput. Rata-rata menjawab bahwa Golput tidak melakukan pemilihan atau tidak memilih atau tidak menggunakan hak pilihnya dalam acara pemilihan. Aksi yang dilakukan oleh Golput dalam tidak menggunakan hak pilihnya bermacam-macam. Ada yang tidak datang ke tempat pemungutan suara, ada juga yang merusak surat suara dengan memilih lebih dari satu, atau datang ke tempat pemungutan mengambil kertas suara namun tidak memilih salah satunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan tidak menggunakan hak pilih menurut mereka beragam. Sebagian dari Golput itu merasa dikecewakan dengan sistem pemilihan. Mulai dari pencalonan, kampanye, hingga proses penghitungan mereka keluhkan. Ada yang menyatakan bahwa pencalonan dengan syarat-syarat tertentu tidak dilandasi dengan kejujuran. Ada juga yang menyatakan bahwa kampanye yang dilakukan oleh para calon tersebut hanya untuk menarik para pemilih. Proses penghitungan suara juga dipandang kurang jujur.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian Golput juga disebutkan merasa dibohongi oleh cakadus ketika berkampanye. Mereka merasakan bahwa kampanye yang dilakukan cakadus berbeda dengan kenyataan yang terjadi setelah cakadus diangkat menjadi kadus. Janji-janji yang diberikan cakadus tidak terlaksana ketika menjadi kadus. Hal ini menyebabkan mereka tidak mempercayai begitu saja pemilihan yang dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian Golput dinyatakan bahwa mereka merasa bahwa aspirasi mereka tidak dibawa oleh cakadus yang mendaftar. Menurut mereka cakadus yang seharusnya mengayomi masyarakatnya lebih banyak untuk mengayomi keluarganya. Sehingga apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh masyarakat tidak terakomodasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa pemilih baru yang sempat ditemui menyatakan bahwa mereka sesungguhnya tidak ingin untuk Golput. Namun ada beberapa sebab yang memaksa mereka untuk Golput. Salah satunya adalah tidak diperolehnya kartu pemilih.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara memang hanya hal-hal tersebut yang ditemukan dari beberapa wawancara dengan pemilih. Ada yang ingin memberikan masukan? Silahkan comment.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pilkada Langsung]]></title>
<link>http://soldieroffortune.wordpress.com/?p=31</link>
<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 10:53:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>soldieroffortune</dc:creator>
<guid>http://soldieroffortune.wordpress.com/?p=31</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, ada acara pemilihan Gubenur Jawa Barat; cuma kok tidak berasa ramenya [hala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, ada acara pemilihan Gubenur Jawa Barat; cuma kok tidak berasa ramenya [halah sekalian aja bikin dangdutan biar rame]. SEcara rumah deket banget dengan Depok, salah satu daerah pemilihan. Tapi memang tingkat partisipasi pemilih untuk pilkada kali ini sangat rendah; kurang dari 70%. Cuma bukan ini masalahnya, yang membuat tergelitik membuat postingan ini adalah pernyataan dari salah satu partai pemenang pemilu 2009 yang merasa bahwa mereka kalah dalam pemilihan kali ini. Terbukti dari calon gubernur yang mereka diusung kali ini kalah oleh calon laen yang didukung oleh partai lain.</p>
<p>Aduh ini adalah pemikiran yang salah.....dalam pilakada langsung pemenangnya adalah rakyat atau mereka yang tidak memilih atau golput. Cuma bagian golput ini tidak usah dibahas karena akan menimbulkan polemik yang berkepanjangan nantinya. <span style="color:#ff0000;"><strong>Kenapa Rakyat yang Menang.....</strong></span> adalah karena kali ini mereka memilih langsung calon yang mereka pilih, siapa yang mereka kenal itu yang mereka coblos; bukan siapa partai mengusungnya!!!!  Rakyat yang semula loyal dengan suatu partai belum tentu akan memilih calon dari partai yang diusung partai tersebut. Ini yang patut oleh partai politik di pemilu tahun 2009, jika paradigma untuk rakyat tidak dicermati niscaya tahun depan partai2 tidak akan mendulang jumlah suara yang banyak. Sebetulnya ada dua faktor yang bisa dicermati, pertama faktor kepopuleran wakil rakyat tersebut di mata rakyat, hihiiihii gmana kalo dewi persik ikut mencalonkan jadi anggota mpr ya [yang pasti saya pasti akan memilihnya....]. Faktor kedua adalah rakyat tidak tertarik dengan tokoh tua lagi, mereka butuh pembaharu yang mengenal karakter dari masyarakat lokal.</p>
<p>Menarik juga pembelajaran demokrasi ini di bumi pertiwi, patut dicermati.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apakah Tidak Memilih adalah Pilihan?]]></title>
<link>http://abasosay.wordpress.com/?p=156</link>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 13:10:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>abasosay</dc:creator>
<guid>http://abasosay.wordpress.com/?p=156</guid>
<description><![CDATA[Setiap ada pemilihan Kadus (Kepala Dusun) saya selalu bingung menentukan pilihan. Semua calon menjan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setiap ada pemilihan Kadus (Kepala Dusun) saya selalu bingung menentukan pilihan. Semua calon menjanjikan yang terbaik yang mereka bisa janjikan. Namun dengan melihat pengalaman pemilihan Kadus yang sudah berlalu, banyak janji yang tidak ditepati oleh Kadus terpilih. Menjadi semakin tidak percaya dengan calon jadi nih.</p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya ada beberapa calon yang jadi dalam pemilihan Kadus. Ada yang menggunakan lambang jagung, cabai, kelapa, durian, dan sebagainya. Apakah penggambaran itu menunjukkan sifat yang mencalonkan ya? Entahlah. Tapi kalau dibahas sepertinya lucu juga nih. Cabai, pedas di mulut, bikin keringetan. Jagung, habis manis sepah dibuang (sepertinya). Kelapa, bermanfaat banyak. Durian, tajam di luar, tapi di dalamnya manis (bagi yang suka). :mrgreen:</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more Baca selengkapnya disini.-->Melihat pengalaman pemilihan yang lalu dimana Kadus terpilih tidak menepati janji-janjinya, maka rakyat merasa dikhianati. Terlebih bila banyak kebijakan yang dibuat oleh Kadus ternyata malah memperkaya Kadus dan keluarganya. Bagaimana rakyat Dusun tidak merasa disakiti hatinya dengan kejadian itu? Layak kiranya bila muncul kritikan yang pedas dan gosip yang beredar membuat kuping panas.</p>
<p style="text-align:justify;">Akibatnya, pada pemilihan Kadus berikutnya rakyat memilih untuk tidak mengikuti pemilihan Kadus. Apakah ini berarti tidak memilih adalah pilihan?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kejutan 13 April]]></title>
<link>http://yusranpare.wordpress.com/?p=220</link>
<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 14:37:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusranpare</dc:creator>
<guid>http://yusranpare.wordpress.com/?p=220</guid>
<description><![CDATA[
BANYAK pihak terkejut melihat hasil (sementara) penghitungan cepat (quick count) empat lembaga surv]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/04/130408-gani-kurniawan-pilgub-jabar-2008-051.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-222" src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/04/130408-gani-kurniawan-pilgub-jabar-2008-051.jpg?w=655" alt="" width="655" height="422" /></a></p>
<h3><span style="color:#ffcc00;"><strong>BANYAK</strong> pihak terkejut melihat hasil (sementara) penghitungan cepat (quick count) empat lembaga survei terhadap hasil Pemilihan Gubernur Jabar 2008, Minggu (13/4), membukukan kemenangan untuk pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf yang diusung PKS-PAN.</span></h3>
<p style="text-align:left;">Keempat lembaga itu adalah Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Dr Denny JA, Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Dr Saiful Mujani, Litbang <em>Kompas</em>, dan Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).</p>
<p style="text-align:left;">Pilgub Jabar 2008 diikuti lebih kurang 27,9 juta pemilih sesuai dengan daftar pemilih tetap dari sekitar 42 juta penduduk Jabar. Penghitungan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jabar dimulai kemarin, dan diperkirakan tuntas sepekan ke depan.</p>
<p style="text-align:left;">Yang menarik dari perhitungan cepat ke-4 lembaga itu, akhir perhitungan dengan metode berbeda, jumlah sampel TPS yang tidak sama, margin perbedaan hasilnya tidak terpaut jauh. LSI-nya Denny JA, misalnya, mencatat pasangan Hade meraup 39,97 persen.</p>
<p style="text-align:left;">LSI-nya Saiful Mujani mencatat 39,46 persen. Litbang Kompas menyatakan pasangan Hade membukukan 40,37 persen. Adapun Puskaptis melansir angka kemenangan 41,74 persen untuk pasangan yang uniknya kemarin tidak ikut mencoblos karena tak punya hak pilih di Jabar.</p>
<p style="text-align:left;">Da'i Center tadi malam sekitar pukul 21.00 merilis penghitungan versi mereka dengan hasil kemenangan tipis untuk Danny-Iwan atas Agum-Nu'man. Pasangan Da'i meraih 36,66 persen, Aman 36,40 persen, dan pasangan Hade jeblok di angka 27,20 persen.</p>
<p style="text-align:left;">KPU Jabar pada pukul 20.45 merilis hasil sementara rekapitulasi suara dari daerah-daerah dengan keunggulan untuk pasangan Hade. Dari 358.201 suara yang masuk, Hade mengumpulkan 140.435 (39,21 persen) suara. Disusul pasangan Agum-Nu'man dengan raihan 112.033 (31,28 persen) suara. Danny-Iwan meraup 105.735 (29,52 persen) suara. Jumlah ini akan terus berubah sesuai dengan pertambahan suara yang masuk dari daerah-daerah.</p>
<p style="text-align:left;">Para kandidat gubernur pascapengumuman hasil perhitungan cepat kemarin memberikan komentar  beragam. Ada yang pesimistis dan sinis dengan hasil penghitungan cepat, ada yang datar-datar saja, dan ada yang optimistis hasil penghitungan cepat takkan berubah.</p>
<p style="text-align:left;">Pengamat politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan melihatnya sebagai hal yang fenomenal. Menurutnya, kemenangan Hade dipengaruhi  kecenderungan pemilih tidak melihat pada esensi visi misi yang disampaikan para kandidat pada saat kampanye.</p>
<p style="text-align:left;">Visi misi terlalu abstrak bagi para konstituen untuk melakukan penilaiannya. Bahkan mungkin juga publik tidak begitu paham akan visi misi calon. Kemenangan Hade juga dipengaruhi pilihan segmentasi politik dari generasi muda, ibu-ibu, kalangan kampus, kaum intelektual, pendidik, dan masyarakat menengah perkotaan.</p>
<p style="text-align:left;">Selain itu, bola liar sekitar 9 jutaan pemilih pemula (usia 17 sd 25 tahun) banyak menjatuhkan pilihan pada Hade. Dede Yusuf, yang memiliki ketampanan dan popularitas, menjadi faktor penentu pilihan kaum muda. Meski diakui bahwa Hade hanya didukung oleh dua partai (PAN dan PKS), infrastuktur politik PKS dan juga popularitas Dede Yusuf cukup menjadi daya tawar politik.</p>
<p style="text-align:left;">Seperti yang dialami oleh Rano Karno, popularitas Dede Yusuf yang muncul dari kalangan  selebriti ternyata mampu membius para konstituen khususnya pemilih pemula dan kaum perempuan (muda). Jika di California, AS, seorang aktor Arnold Schwarzenegger menjadi gubernurnya, maka Jabar sebentar lagi memiliki wagub yang juga aktor, Dede Yusuf.</p>
<p style="text-align:left;">Becermin dari kemenangan Hade, pilgub Jawa Barat telah mengindikasikan bahwa rakyat adalah sentral bagi kedaulatan. Rakyat merupakan bagian penting dalam proses berdemokrasi. Dengan demikian, setidaknya kesadaran berdemokrasi masyarakat Jabar pada umumnya telah sedang memasuki tahap kemandirian (kematangan).</p>
<p style="text-align:left;">Setidaknya, dengan bermodalkan dana yang tidak begitu besar, pasangan ini bisa meyakinkan publik bahwa tanpa iming-iming, amang-amang, dan omong-omong, Hade telah meluluhkan hati sebagian besar rakyat Jabar untuk memilihnya.</p>
<p style="text-align:left;">Sesuai dengan jargon politiknya "Harapan Baru Masyarakat Jabar", semoga Hade menjadi figur-figur yang tumbuh dan besar dari dan bersama rakyat. Mereka mesti tahu dan paham kebutuhan, keinginan, kegalauan, dan berbagai masalah rakyat Jawa Barat. (*)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berita Sekitar Mengenai Pemilihan UMNO]]></title>
<link>http://pemudaenggang.wordpress.com/?p=196</link>
<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 11:51:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>pemudaumno</dc:creator>
<guid>http://pemudaenggang.wordpress.com/?p=196</guid>
<description><![CDATA[Abdullah umum tanding jawatan Presiden
KUALA LUMPUR 14 April – Perdana Menteri, Datuk Seri Abdulla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3>Abdullah umum tanding jawatan Presiden</h3>
<p>KUALA LUMPUR 14 April – Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi berkata, beliau akan mempertahankan jawatan Presiden pada pemilihan UMNO Disember ini.</p>
<p>Mengenai pelan peralihan kuasa, beliau berkata, perkara itu akan dibincangkan dengan timbalannya, Datuk Seri Najib Tun Razak untuk menentukan bila ia akan dilaksanakan. - sumber Utusan</p>
<h3>Rais tidak tanding pada pemilihan UMNO</h3>
<div id="dateline">14/04/2008 1:41pm</div>
<p>PUTRAJAYA 14 April — Menteri Luar dan anggota Majlis Tertinggi Umno Datuk Seri Rais Yatim hari ini mengumumkan beliau tidak akan bertanding sebarang jawatan pada pemilihan Umno yang dijadual akhir tahun ini.</p>
<p>“Saya tidak ada hasrat untuk bertanding sebarang jawatan pada pemilihan parti akan datang. Sebagai anggota Majlis Tertinggi saya lebih suka memainkan peranan untuk menyatu dan mengukuhkan parti,” katanya kepada pemberita selepas mengadakan pertemuan dengan delegasi 15 orang pemimpin politik dan ahli perniagaan dari Australia dan New Zealand di Wisma Putra di sini.</p>
<p>Beliau berkata pada masa ini ramai di kalangan pemimpin dan anggota Umno leka untuk bertanding pada pemilihan parti tetapi tiada yang berebut untuk menyatu dan mengukuhkan parti.</p>
<p>“Saya tidak mengejar apa-apa dalam pemilihan Umno. Kerja saya mulai sekarang ialah untuk menyatukan parti dan menjadikannya kuat semula,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Rais berkata adalah menjadi hak anggota Umno untuk meminta Perdana Menteri dan presiden Umno Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi meletak jawatan atau mengumumkan pelan peralihan kuasa.</p>
<p>“Saya rasa jika pelan peralihan kuasa diumumkan, pemimpin-pemimpin di peringkat akar umbi akan tahu tempoh yang ditetapkan dan ia adalah baik untuk menstabilkan parti. Peringkat akar umbi sepatutnya dibenar menyatakan apa yang mereka rasa,” katanya.</p>
<p>Semalam, Menteri Perdagangan Antarabangsa dan Indsutri Tan Sri Muhyiddin Yassin, yang juga naib presiden Umno berkata parti itu, yang merupakan tulang belakang kepada Barisan Nasional (BN), akan hanyut dan tidak boleh bangkit lagi sekiranya tidak dilakukan perubahan segera terhadap pucuk pimpinan parti.</p>
<p>Rais juga merasakan bahawa sistem kuota yang dikenakan untuk mereka yang ingin bertanding jawatan tertinggi dalam Umno, perlu dihapuskan.</p>
<p>“Sistem kuota yang diamal sekarang saya percaya adalah satu halangan kepada demokrasi. Era sistem itu telah berlalu. Jika kita tidak perbetulkannya sekarang, ia akan menjadi kesalahan paling besar dibuat oleh Umno. Parti-parti komponen lain tidak mempunyai sistem ini, hanya Umno,” katanya.</p>
<p>Beliau berkata sistem kuota yang dilaksanakan oleh Umno hanya akan menimbulkan amalam rasuah kerana pemimpin-pemimpin yang ingin bertanding jawatan itu perlu ’memujuk’ bahagian-bahagian untuk mencalonkan mereka.</p>
<p>“Walaupun ramai yang tidak mahu mendedahkan pemimpin-pemimpin yang melakukannya pada masa lepas, masalah itu ada dan telah berlaku. Sistem itu jelas menimbulkan kelam kabut jadi tidak ada sebab untuk mengekalkannya,” katanya. -  sumber BERNAMA</p>
<p>nota: muka-muka lama ahli MT seperti Dato' Seri Utama Rais dan Dato Nazri Aziz sudah menyuarakan bahawa mereka tidak akan bertanding...ini memberi laluan kepada muka-muka baru untuk menjadi Ahli Majlis Tertinggi UMNO...Pak Lah telah menyatakan hasrat beliau untuk mempertahankan kerusi Presiden...Ku Li pula sebelum ini difahamkan ingin bertanding bagi kerusi yang sama sekiranya ada pencalonan utk beliau...diharap muka-muka baru sekiranya terpilih sebagai ahli MT dapat memberikan perkhidmatan terbaik demi perpaduan orang melayu. Walaubagaimanapun, Ahli Parlimen yang baru seperti Tan Sri Nor Yaakop telah menyatakan pendirian beliau untuk tidak bertanding sebagai ahli MT. Kerusi-kerusi panas seperti Ketua Pemuda, Puteri yang penyandangnya tidak akan mempertahankan kerusi tersebut sehingga hari ini masih belum ada pihak menyatakan berminat utk mengisi kekosongan selain dari Dato' Sri Khir Toyo dan dato' Mukhriz Mahathir. Naib ketua pemuda Khairy Jamaluddin masih lagi membisu tentang jawatan yang beliau ingin bertanding.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nor tidak mahu tanding MT - Utusan]]></title>
<link>http://beritamalaysiakini.wordpress.com/?p=271</link>
<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 23:47:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>penulis_cyber</dc:creator>
<guid>http://beritamalaysiakini.wordpress.com/?p=271</guid>
<description><![CDATA[
Oleh Habibah Omar
TASEK GELUGOR 13 April – Menteri Kewangan II, Tan Sri Nor Mohamed Yakcop tidak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3></h3>
<p>Oleh Habibah Omar</p>
<p>TASEK GELUGOR 13 April – Menteri Kewangan II, Tan Sri Nor Mohamed Yakcop tidak berhasrat untuk bertanding sebarang jawatan pada pemilihan UMNO Disember ini.</p>
<p>Menurutnya, sekalipun dicalonkan oleh mana-mana UMNO bahagian, beliau akan tetap menolak pencalonan tersebut.</p>
<p>Beliau mengakui tidak ada cadangan langsung untuk bertanding dan akan berpegang kepada janji itu.</p>
<p>‘‘Tidak ada cadangan untuk bertanding langsung, ini saya boleh jawab, tidak ada langsung, saya pegang pada janji, tidak ada langsung,’’ katanya pada sidang akhbar di sini hari ini.</p>
<p>Beliau yang juga Ahli Parlimen Tasek Gelugor berkata demikian selepas menyampaikan sumbangan wang tunai kepada 134 penduduk dari 10 kampung di kawasan berkenaan yang terlibat dengan kejadian ribut pada Khamis lalu.</p>
<p>Nor Mohamed berkata demikian ketika ditanya mengenai pendiriannya sama ada akan bertanding apa-apa jawatan pada pemilihan UMNO Disember ini.</p>
<p>Beliau sebelum ini telah berjanji tidak akan mengganggu kedudukan Datuk Seri Mohd. Sharif Omar sebagai Ketua UMNO Bahagian Tasek Gelugor.</p>
<p>Sementara itu, pada sidang akhbar sama, Nor Mohamed berkata, kerajaan sedar tentang pentingnya memastikan kenaikan harga makanan di negara ini dibendung dalam usaha mengelak inflasi daripada meningkat.</p>
<p>‘‘Seperti semua sedia maklum, Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi dan Timbalan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak telah mewujudkan Jawatankuasa Kabinet untuk memperhalusi dan mengkaji perkara ini (inflasi dan kenaikan harga barang).</p>
<p>‘‘Ini bagi membolehkan langkah-l angkah perlu diambil untuk memastikan kualiti hidup rakyat di negara ini akan terus kekal serta dapat dipertingkatkan,’’ katanya.</p>
<p>Jawatankuasa itu katanya, akan mengadakan mesyuarat setiap minggu dan Perdana Menteri dijangka mengumumkan langkah-langkah untuk membendung inflasi dan kenaikan harga barang pada waktu yang difikirkan sesuai.</p>
<p>Isu-isu yang dibincangkan, katanya, turut melibatkan isu subsidi petroleum yang diberi kepada semua pihak ekoran ada bukti berlakunya penyalahgunaan pemberian subsidi berkenaan.</p>
<p>Justeru, katanya, pemberian subsidi perlu difokuskan kepada golongan yang tidak mampu dan dalam masa yang sama langkah-langkah yang diambil itu perlu dipastikan tidak mempunyai sebarang kelemahan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Pemimpin Menurut Islam"]]></title>
<link>http://maaini.wordpress.com/?p=146</link>
<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 21:58:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>yanti</dc:creator>
<guid>http://maaini.wordpress.com/?p=146</guid>
<description><![CDATA[Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `al]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh</p>
<p>Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,</p>
<p>Indonesia sedang melakukan pemilihan pemimpin... daril evel terendah... (RT) hingga sekarang sudah mulai memasuki level propinsi.<br />
Dan pagi ini, dari hasil penghitungan "Quick Count" (hingga jam 7 pagi tadi).., Jawa Barat, meletakkan pasangan "Hade.." diatas 2 pasangan kandidat lainnya. </p>
<p>saya terus-terangtidak memihak pada salah satupun pasangan kandidat diatas..., pertama karena saya kurang "kenal" mereka... kedua... he he he... kemarin saya salah satu dari sekian banyak warga Jawa Barat yang gak bisa milih karena administrasi... "gak ada kartu pemilih" + "gak tercantum di daftar pemilih..."  padahal udah ngurus... (sampai gak enak deh... sama Bu RT.... Tenang ya bu... saya gak nyalahin kok)</p>
<p>{ <em>sebetulnya....Saya... sangat awam tentang kepemimpinan dalam Islam... (karena sejak kecil yang saya baca adalah sejarah tokoh-tokoh pemimpin dunia bukan tokoh pemimpin Islam) karena itu... dengan penasaran... saya mencoba dan mencari... seperti apa.. kriteria pemimpin dalam Islam... Mudah-mudahan ada yang mau mengingatkan saya, bila ada yang tidak tepat.}</em></p>
<p>Oke.. cerita sedikit ya... menurut sejarah, setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia,  , masyarakat Jazirah Arab melaksanakan pemilihan pemimpin (khalifah) dengan cara menyampaikan suaranya ke kabilahnya kemudian para pemimpin kabilah tersebut berkumpul melakukan musyawarah (syuro) kemudian memilih (mem-baiat) Abu Bakar Sidiq sebagai Khalifah melalui proses pemilihan yang sangat demokratis dan tulus. (Pesta demokrasi pertama)</p>
<p>Kepemimpinan (ke-khalifah-an) dalam Islam sangatlah penting melihat posisi itu lebih dari sekedar tugas dan tanggung jawab, melainkan sebagai amanah yang harus diemban sebaik-baiknya.  Itu sebabnya, pemimpin (imam) semacam itu harus dicari melalui sebuah proses pemilihan umum yang jujur, adil dan demokratis disertai hati yang tulus tanpa unsur paksaan apalagi politik uang (money politics).  Sehingga kita bisa menemukan pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan ummat, yang Islami.</p>
<p><strong><em>"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi"<br />
 (Q.S Al-Baqarah (2) : 30)</em></strong></p>
<p>Jadi menurut apa yang saya ketahui, Islam akan mengangkat seseorang sebagai seorang pemimpin berdasarkan :</p>
<p>1.. Beraqidah yang bersih dari syirik, khurafat, tahayyul serta tidak percaya atau menggantungkan diri kepada jin, syetan dan dukun. Tuntunan daria aqidahnya pun jelas.. Al-Qur'an dan Al-Hadist... Aqidah dengan dasar ini, akan membangun hubungan antara manusia dengan Allah. Sehingga sang Pemimpin akan sadar benar rasa tanggung jawabnya sebagai manusia dihadapan Allah</p>
<p><strong><em>"Dan jadikanlah kami pemimpin (imam) bagi orang-orang yang bertaqwa"<br />
 (Q.S Al-Furqon (25) 74).</em><br />
</strong><br />
<em>"<strong>Sungguh, Ibrahim adalah Imam (Pemimpin) yang dapat dijadikan teladan, patuh  kepada Allah SWT dan hanif . Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (mempersekutukan    Allah)."</strong></em><br />
 (Q.S An-Nahl/16: 120) </p>
<p>   2. Minimal dia seorang muslim yang baik, tidak pernah tinggal shalat wajib 5 waktu, tidak pernah tinggalkan puasa Ramadhan, tidak pernah lupa atau pura-pura lupa bayar zakat dan pernah pergi haji bila mampu.</p>
<p>   3. Fasih membaca Al-Quran, Al-Karim dan tahu bahwa Al-Quran Al-Karim adalah sumber dari segala sumber hukum. Sehingga tidak ada hukum baginya kecuali yang berdasarkan Al-Quran Al-Karim. Maka setiap masalah selalu dirujuknya kepada kitab dari Allah SWT ini.</p>
<p>         4. Tahu batas halal dan haram yang bentuknya adalah penerapan dalam diri, keluarga dan lingkungannya. Sehingga dengan mudah dia bisa membedakan mana praktek haram dan mana halal.</p>
<p>       5. Mempunyai hubungan yang dekat dengan para ulama.. agar dapat meningkatkan ilmu-ilmu yang telah di miliki dan memberikan pemahaman yang cukup tinggi,  sehingga dalam memimpim... akan ada peningkatan kualitas diri sebagai pemimpin sekaligus... akan selalu berhati-hati untuk tidak secara sengaja  berbuat salah.</p>
<p>   6. Tidak pernah mencuri, berzina, minum khamar, berjudi, menipu rakyat, makan uang negara, manipulasi, korupsi, kolusi dan tidak makan uang riba.<br />
Bersedia secara terbuka dan jujur tentang jumlah harta yang dimilikinya.</p>
<p>   7. Menegakkan selalu amar makruh dan nahi mungkar dalam setiap kesempatan. Sebab sebagai penguasa, di tangannya ada kekuatan. Bila tidak dimanfaatkannya untuk amar makruf nahi mungkar, maka dia harus bertanggung-jawab di akhirat.</p>
<p>   8. Siap menerima teguran kapan dan dimana saja,  berani bertanggung jawab, cepat tanggap, berada dibarisan terdepan ketika ada masalah yang harus segera diselesaikan,  berani mengakui kesalahan dan menanggung akibatnya. </p>
<p>    9. Tidak menggunakan fasilitas negara untuk masalah yang bersifat pribadi atau pun kepentingan di luar negara secara langsung. Sebab semua fasilitas negara itu adalah amanat yang harus dipertanggung-jawabkan di akhirat nanti.</p>
<p>   10. Tidak akan makan atau mengisi perutnya sebelum yakin bahwa semua rakyatnya sudah makan. Tidak pernah berani tidur malam hari sebelum yakin rakyatnya tentram dan sejahtera. Dan tidak enak-enakan berpesta sebelum anak yatim terjamin masa depannya atau pun fakir miskin punya sumber rezeki yang jelas. (Sangat mencintai rakyatnya)</p>
<p>  11. Memjadi fasilitator untuk kecerdasan bangsa.</p>
<p>  12. Mampu mengelola kekayaan negara dengan baik. </p>
<p>  13. Bersikap adil kepada semua pemeluk agama dan memberikan jaminan dan hak-hak mereka untuk bisa hidup dengan damai di bawah jaminan dirinya. Tetapi bersikap tegas bila terjadi kecurangan dan pelanggaran antara sesama pemeluk agama.</p>
<p>   14. Dapat menegakkan hukum-hukum Islam.. walaupun yang melakukan pelanggaran hukum adalah.. orang-orang terdekat ataupun keluarga.</p>
<p>  15. Memanfaatkan jabatannya ini untuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.</p>
<p>  16. Bercita-cita untuk bisa mati dalam keadaan syahid. Karena itu<br />
satu-satunya pilihan</p>
<p>Nabi Muhammad saw bersabda...<br />
<em><strong>"Setiap kamu adalah pengembala dan setiap kamu akan diminta pertanggung jawabannya. Seorang pemimpin adalah pengembala bagi rakyatnya, maka ia akan ditanya tentang apa yang digembalakannya"    (HR. Ahmad)  </strong><br />
</em></p>
<p>      Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,<br />
      Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh</p>
<p>PS: Sekali lagi... ini saya angkat menurut "kriteria" Islam... Kriteria Indonesia saya gak bahas disini. Dan... ketika Allah berkehendak... siapapun itu, jalan dan cara apapun yang ditempuh.. pasti akan jadi pemimpin... </p>
<p>Referensi:<br />
Departemen Pendidikan YISC Al-Azhar 2006-2007<br />
Syariah Online.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["SISTEM KUOTA UMNO: APA KATA Tun Mahathir Dan APA KATA Mat Taib???"]]></title>
<link>http://epemudapas.wordpress.com/2008/03/30/sistem-kuota-umno-apa-kata-tun-mahathir-dan-apa-kata-mat-taib/</link>
<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 04:35:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>e Pemuda PAS</dc:creator>
<guid>http://epemudapas.wordpress.com/2008/03/30/sistem-kuota-umno-apa-kata-tun-mahathir-dan-apa-kata-mat-taib/</guid>
<description><![CDATA[
***********************************************************************************************
“]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/DQ876LgPGNU'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/DQ876LgPGNU&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
<p>***********************************************************************************************<br />
“JOM! Kita Pakat-pakat Sokong PAS!!!”</p>
<p>berapa ramaikah yang berani menyatakan sokongan mereka terhadap PAS?</p>
<p>untuk lebih lanjut, <a href="http://epemudapas.wordpress.com/2008/02/29/survey-suara-ahli-pas-seluruh-negara/">klik di sini</a>.<br />
***********************************************************************************************</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemilihan Peneraju Tampuk Legasi Penderitaan]]></title>
<link>http://qdetactive.wordpress.com/?p=54</link>
<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 20:40:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>qdetactive</dc:creator>
<guid>http://qdetactive.wordpress.com/?p=54</guid>
<description><![CDATA[Buat pertama kali dan rasminya Jemaah Mantan Penghulu Bac. Pend. (PBMP) sebulat suara memperkenalkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Buat pertama kali dan rasminya Jemaah Mantan Penghulu Bac. Pend. (PBMP) sebulat suara memperkenalkan sistem pemilihan penghulu baru bagi semester akan datang secara e-undi yang bagi aku telus lagi meletup gitu. sistem pemilihan secara e-undi ini bertujuan untuk memilih bakal penghulu untuk sem 5 kita tanpa ada rasa tidak puas hati (kalau ada yang tak puas hati "APAHAL TAK UNDI")</p>
<p>Kalau nak ikut pengalaman aku sepanjang memegang jawatan ini, aku mula sedar akan pentingnya menjaga nilai persahabatan dan mengekalkannya. cabaran yang ditemuh juga bukan calang-calang. tapi aku nak ucapkan beribu-ribu lemon terima kasih kepada semua terutamanya kepada exco tertinggi yang banyak bantu aku (tanpa korang sapelah aku). JASEMU TOTAP DEN KONANG EH...</p>
<p>menurut Redaples (Mantan penghulu pertama), "Jadi Penghulu Semesta yang pertama memang mencabar sebab kami semua masih belum mengenali dan memahami antara satu sama lain. Perpaduan dan ikatan persaudaraan menjadi agenda utama walaupun agak mustahil untuk direalisasikan. Namun menjadi Penghulu Semester memang pengalaman yang hebat dalam mengasah bakat kita sebagai mahasiswa dan anda hanya akan tahu bila anda merasainya". "Cubalah sekarang!!!" katanya ketika cuba mengubah topik.</p>
<p>Setelah hampir genap setahun aku memegang jawatan penghulu sem merangkap pemegang amanah dan amarah, kini tiba masanya aku melepaskan 'cokmar kebesaran' kepada sahabat yang lain. "kalau nak ikutkan hati memang aku tak terima jawatan ni". kata-kata inilah yang aku lafazkan semasa mula-mula aku dilantik. namun atas rasa tanggungjawab dan sayang akan rakan-rakan yang lain aku terima dengan hati terbuka. namun kini rasa sedih makin tiba, bagai melepaskan harta berada dan aku harap pewarin LEGASI PENDERITAAN ini akan dapat menaikkan lagi nama kos kita.....tidak,tidak.tidak.......batch kita di mata dunia khususnya dan kosmos amnya (hahaha...).</p>
<div style="text-align:center;">UNDIAN BOLEH DILAKUKAN DI</div>
<div style="text-align:center;">http://manasiqama.blogspot.com</div>
<div style="text-align:center;">ATAUhttp://akuwandypoet.blogspot.com</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[REKSIKO REKSIKO (TAKTIKAL)]]></title>
<link>http://pembebasan.wordpress.com/2007/12/02/282/</link>
<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 12:08:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pembebas</dc:creator>
<guid>http://pembebasan.wordpress.com/2007/12/02/282/</guid>
<description><![CDATA[REKSIKO
REKSIKO
PERBURUHAN
&nbsp;
REVOLUSIONER
&nbsp;
&nbsp;
&nbsp;
TANAH dan Alat (Terbuatkan Primi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font size="4"><strong>REKSIKO</strong></font></p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font size="4"><strong>REKSIKO</strong></font></p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font size="4"><strong>PERBURUHAN</strong></font></p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><font size="4"><strong>REVOLUSIONER</strong></font></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><strong>TANAH </strong>dan Alat (Terbuatkan Primitif, Moderen, Teknologik) untuk Kerja</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<ol>
<li>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">a. Tanam untuk Pangannya</p>
</li>
</ol>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;margin-left:1.27cm;line-height:150%;">b. Perkebunan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<ol>
<li>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Produksi. Dari Bahan ke Bentuk jadi Barang :</p>
</li>
</ol>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;margin-left:0.64cm;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;margin-left:1.27cm;line-height:150%;">c. These – “Alam (= di Pikiran”)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;margin-left:1.27cm;line-height:150%;">d. Revolusioner</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;margin-left:1.27cm;line-height:150%;">e. Utopia ke Politik (Materialisasi)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Tenaga Produksi Hubungan Sosial – Nasional (Alam) Industrial</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#60;Jeda</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Berlangsung Politik Materialisasi, yang diperhitungkan. Atas Reksiko reksiko (Taut, antara) Perburuhan jua.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Ketika Kelas Pekerja Masyarakat mulai Mempolitisasi “Ekonomi Bertujuan”. Dasar Produksi Kerja</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Reksiko reksiko :</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<ol>
<li>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Reksiko Pekerjaan. Misal, di PHK kan</p>
</li>
</ol>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<ol>
<li>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Reksiko Industrialisme Dikendalikan “Lawan” (Sementara/Tetap)</p>
</li>
</ol>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<ol>
<li>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Reksiko Ekonomik Politis</p>
</li>
</ol>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<ol>
<li>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Reksiko Turun Produksi</p>
</li>
</ol>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<ol>
<li>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Reksiko Keuangan (Saingan)</p>
</li>
</ol>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Pemerintahan tidak mampu, menyuruh Kekuatan Yang “Lain”. Bentuk Kontra Revolusioner</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><strong>S E K I A N</strong></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;line-height:150%;">&#160;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PERBEDAAN SOSIALISME - INDIVIDUALISME]]></title>
<link>http://pembebasan.wordpress.com/2007/12/02/perbedaan-sosialisme-individualisme/</link>
<pubDate>Sun, 02 Dec 2007 12:05:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pembebas</dc:creator>
<guid>http://pembebasan.wordpress.com/2007/12/02/perbedaan-sosialisme-individualisme/</guid>
<description><![CDATA[ 
PERBEDAAN
Antara SOSIALISME – INDIVIDUALISME
(POLITIK)
&nbsp;
&nbsp;
&nbsp;
DI DUNIA hanya 2 (d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;"><strong>PERBEDAAN</strong></p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;"><strong>Antara SOSIALISME – INDIVIDUALISME</strong></p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;"><strong>(POLITIK)</strong></p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;"><strong>DI DUNIA</strong> hanya 2 (dua) Politisasi Ekonomi :</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">1. Sosio – Ekonomi (Sosialisme – “Kiri”)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">2. a. Individualisme</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">(ciptaan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. Kapitalisme)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;"><strong>Pertarungan</strong></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">1. Keuangan (Dicetak)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">a. Kegunaan (Function), Jumlah</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. Transaksi (Edar) Proses - Materialisme</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c. Emas (Jaminan, Nilai)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">2. Perdagangan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">3. Industrialisme – Produksi</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">a. Barang</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. - Penyaluran</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">- Distribusi</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">- Pemakaian</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c. Pekerja</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Dalam Sosialisme, Tenaga Kerja atau Pekerja</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">1. Hubungan Sosial – Tenaga dan Alam</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">2. a. Produksi Barang barang Kebutuhannya (Manusia)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. Buruh – Kelas Pekerja (dalam) Masyarakat</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c. Proses Kerja Industrialisme – Pengupahan (Jamin)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">3. Saluran Keuangan ke Masyarakat (Ditransaksikan)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#60;<strong>Jeda</strong></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;"><strong>Mengapa Terjadi ? (Berbeda)</strong></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;">Perbedaan antara Sosial dengan Individualisme Ekonomisasi atas Tanahnya. Sumber sumber Alam. Sosialisme untuk Kemanusiaan belaka. Sedangkan Individualisme Bertujuan Kapitalisme (= “Material” kah ?) Bukan Materialisme dengan Non – Kebendaan … Dalam Moderen Falsafati. Kebebasan dan Materialisme atas “Barang Ekonomik”</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Bentuk bentuk Sosial – Perekonomian (baca, Industrial) :</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">1. Nasionalisasi Industrialisme (dalam Politisasi)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">2. Penyaluran Hasil Produksi</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">a. Barterisasi Perdagangan Tradisional Sosialisme</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. Keuangan Perlabaan, yang Terbagi (untuk Masyarakat – “Negara”)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c. Usaha usaha Kemasyarakatan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">3. Industrialisasi dalam Kemasyarakatan (Masyarakat masyarakat)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">4. Pasar pasar Ekonomik – Kebutuhan Sosial</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">a. Barang barang Manfaati (Antara Pasar pasar Tradisi).</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. Anti Monopoli</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c. “Pertukaran” Dagang (Rasionalisasi)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">5. Pembentukan Harga Transaktif Ekonomis Industrialisasi</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;"><strong>Dasar Berbeda – Politik</strong></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;">Dari Bahasan di atas mengacukan Ekonomi Politik Sosial. Tidak sama dengan Kapitalisme “dalam Individual”. Penyerangan Individualisme menghancurkan Kemasyarakatan Ekonomi di Dunia</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;">Terlihat dari</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">1. a. Tujuan.</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Sosial Politik (= Utopia, Materialisasi) Ekonomi karena Kekuasaan Rakyat</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Miskin.Melalui</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">- Membebaskan Rakyat dari Pemiskinan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">- Mempersiapkan “Negara” – Ide (Sosial)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">- Melaksanakan Politik Nasional Industri</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">2. a. Individualisme akan membentuk Kekuasaan Ekonomi Kapitalis</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. Sosial Perekonomian jelas Membentuk Masyarakat Sosialisme</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c. Produksi bukanlah Kepemilikan Individualisme</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;"><strong>Hubungan dengan Negara</strong></p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Dasar dasar Ekonomi Sosial – “Kiri”</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">1. Pemenuhan Kebutuhan (Manusiawi)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">2. Kerakyatan, yang memang Berdaulat atas Masyarakat (Nasional)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">3. Sosial Kelas – Tanah (Hak hak)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Hubungan Sosial antara Ekonomi – Negara</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">1. Nasional – Kesatuan Wilayah wilayah (Alam)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">a. Kependudukan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. Sumber sumber Alam</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c. Produksi</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">2. Politisasi Isme</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">a. Pembentukan Masyarakat Ekonomi (Sosialisme)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. Perjuangan Buruh (Masyarakat)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c. Rasionalisme Ekonomi Industri Teknologik – Alam</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">3. Uang (Dicetak).</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">a. Fungsi Keuangan – Sosial (karena di Konstitusi Amandeer Kerakyatan)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b. Perlabaan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c. “Pemakaian” Keuangan Negara</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">Tanggung jawab (namun Bukan Kewajiban kewajiban dari Hukum) Pemerintahan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">1. Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat dalam Masyarakat</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">2. a. Pemerintahan dibentuk (Demokrasi)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">b, Sikap Revolusioner (= Kepartaian)</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">c, Material Historik Kebangsaan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">3. Terselenggarakan lah Pemerintahan Ekonomi – Kenegaraan</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="justify" style="margin-bottom:0;">&#160;</p>
<p align="center" style="margin-bottom:0;"><strong>SELESAI</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PRESIDEN YANG KERAKYATAN]]></title>
<link>http://pembebasan.wordpress.com/2007/11/29/presiden-yang-kerakyatan/</link>
<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 10:28:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pembebas</dc:creator>
<guid>http://pembebasan.wordpress.com/2007/11/29/presiden-yang-kerakyatan/</guid>
<description><![CDATA[PRESIDEN“YANGKERAKYATAN” (KONTRA – ISU NASIONAL) BEBERAPA cara Konstitusional “menjadi” ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">PRESIDEN</font></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">“YANG</font></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">KERAKYATAN”</font></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">(KONTRA – ISU NASIONAL)</font></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span></strong><font face="Times New Roman"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">BEBERAPA </span></strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">cara Konstitusional “menjadi” Presiden/ Kepala Pemerintahan (Baca, Politik).</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">a. - <span>  </span>Pencalonan (Mencalonkan, Dicalonkan – Bersedia) ;</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>         </span>- <span>  </span>Pemilihan ;</font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">b. Menggantikan karena Wakil “Presiden” (Lembaga Negara kah ?) ;</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">c. Diangkat MPR (sudah tidak) ;</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>         </span>Karena, Majelis Permusyaratan Rakyat :</font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Pemegang Kekuasaan Tertinggi (sudah tidak) ;</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Pelaksana Kedaulatan Rakyat (masih kah) ;</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Mengangkat/ Memberhentikan Presiden (sudah tidak) ;</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">GBHN = Pemerintahan, dibentuk ;</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>-<span style="font:7pt 'Times New Roman';">         </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Hukum (= Negara) karena Keanggotaan MPR = DPR (Suara) ;</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">Namun, berdasarkan apa ? Kerakyatan, Kekuasaan dan atau Hukum – Kelembagaan (Organisasi) ? Ini, Politik. Bukan Ilmiah yang dipolitisasi. Atau, Politik (= Cita cita “Bangsa”) menjadi Ilmu (= Ilmu ilmu Pengetahuan atau Pengetahuan Ilmu ilmu ?) Sehingga, enggan Politik (baca, Politikus) walaupun sedang Berpolitik. (“Ingin” Kekuasaan juga) ……</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">&#60;Jeda</font></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>          </span>Presiden </font></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>          </span>(Figur, yang</font></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>           </span>Ber – “Lembaga” kah ?)</font></span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span></strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">Presiden (Figur. Kelembagaan ?)</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Politik ke Tujuan (Rakyat)</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Kelembagaan. Bukan karena Hukum tetapi “Negara” (Bentuk)</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Figur (Baca, Kepartaian)</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>4.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Terpilih</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>5.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Perbuatan perbuatan (dalam) Menyelenggarakan</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>6.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Tugas tugas (Pemerintahan)</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>7.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Pertanggung jawaban (Kepemimpinan)</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">--- o0o ---</font></span></strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">Dasar Politik untuk menjadi Presiden (= Pemerintahan)</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Dipilih (Hak Azasi Manusia) ;</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Kerakyatan</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">a.<span>  </span>Tujuan Kekuasaan Rakyat ;</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">b.<span>  </span>Kedaulatan Rakyat (= “Hak” Memilih) ;</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">c.<span>   </span>Pencalonan dari Kerakyatan (Baca, Demokrasi) ;</font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Sosial – Keanggotaan dalam Masyarakat (Partai) ;</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">Maka, Pemilihan, yang dilaksanakan untuk membentuk Pemerintahan dalam Masyarakat. Sekali-gus “Masyarakat Politik”. Utopia ke Politik (Materialisasi) Sosialisme.</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span>          </span>Pemerintahan dalam Masyarakat melaksanakan</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Materialisasi</span></em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> Sosial Kelas (= Hak hak)</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">a.<span>  </span>Hak atas Tanahnya. (Pembebasan = Kemerdekaan). </font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">b.<span>  </span>Nasional – Kesatuan Wilayah wilayah (Alam)</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">c.<span>   </span>Pertanian Kepemilikan Hak – Sosial (Pangan)</font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Membentuk Pemerintahan</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">a.<span>  </span>Isme – Politik (“Negara” Sosial)</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">b.<span>  </span>Dari Kelompok kelompok Nasional di Kemasyarakatan</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">c. <span>  </span>Kepartaian</font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Kepentingan kepentingan Sosial Ekonomi HAN Masyarakat dalam Program program</span></font><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">Yaitu, a.l.</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">a.<span>  </span>Perdagangan Sosio – Ekonomik</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">b. <span> </span>Nasionalisasi Industrialisme</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">c.<span>   </span>Sosial – Isme HAN (Keamanan)</font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">SELESAI</font></span></strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
