<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>parenting-umum &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/parenting-umum/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "parenting-umum"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 12:42:30 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Dakwah dan Keluarga: Kesempurnaan Iman Seseorang (part 2 - tamat)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=107</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 16:55:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=107</guid>
<description><![CDATA[Menyambung tulisan sebelumnya, saya lanjutkan dalam baris-baris kalimat berikut ini
Tugas kita sekar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung <a href="http://parentingislami.wordpress.com/2008/06/22/dakwah-dan-keluarga-kesempurnaan-iman-seseorang-part-1/">tulisan sebelumnya</a>, saya lanjutkan dalam baris-baris kalimat berikut ini</p>
<p>Tugas kita sekarang adalah melanjutkan apa yang sudah ditanam, dengan tugas terbesarnya adalah memimpin dunia, mengajak seluruh manusia kepada sistem Islam, membimbing mereka kepada cara hidup Islam, kepada ajaran yang baik, karena tanpa Islam manusia tidak mungkin mendapatkan bahagia. Berat sekali tugas kita itu. Pertanyaannya sekarang adalah, darimana kita mulai?<br />
<!--more--><br />
Tentu saja dari diri pribadi dan diri-diri yang ada di sekitar kita; <strong>keluarga</strong>, teman jauh dan dekat, kerabat dan orang yang kita kenal atau belum kita kenal. Sebagaimana dahulu Rasulullah memulai mendakwahkan kalimat Laa illaha Illallah dengan mentarbiyah diri-diri asbiqunal awwalun di rumah Al Arqam. Beliau tidak mendahulukan membangun negara atau kekhalifahan, tapi dengan membangun jiwa-jiwa yang merupakan motor utama dari setiap kebangkitan dan pergerakan. Bangun orangnya! dengan sendirinya kekhalifahan akan terbentuk. Dan itulah yang jalan <strong>dakwah</strong> ini lakukan, mentarbiyah diri-diri pribadi, kemudian keluarga, kemudian masyarakat, kemudian negara, kemudian kekhalifahan: khalifah fil ardi sampai pada khalifah fil alam. Persis sama dengan apa yang dilakukan Rasulullah!</p>
<p>Mengapa sebelum mengenal dakwah jiwa akan terasa kosong? Ternyata karena keimanan kita belum sempurna. Ternyata menjadi seorang mu’min tak cukup shalat, puasa, birul walidain dan sederetan ibadah habluminallah saja. Tapi satu lagi, yaitu <strong>dakwah</strong>, saling nasehat menasehati di jalan kebenaran dan mencegah kemungkaran. Dakwah adalah potongan jiwa yang harus kita pilih untuk melengkapi keimanan diri, hingga lengkaplah sudah setengah dien. Ya, setengah dien, hanya setengah, karena setengahnya lagi hanya bisa didapatkan ketika kita sudah berkeluarga.  Misi besar dakwah ini adalah membangun umat baru, yaitu khairu ummah. Pilar pertamanya adalah para kader Islam yang militan. Pilar kedua adalah <strong>keluarga-keluarga da’wah</strong> yang menjadi marja’ bagi masyarakat.</p>
<p>Berbicara mengenai keluarga, selain sebagai marja’ bagi masyarakat, keluarga adalah madrasah dakwah. Madrasah tempat mentarbiyah mujahid dan mujahidah kecil untuk siap menegakan kalimat Laa Illaha Ilallah atau dengan kata lain untuk siap berjihad. Keluarga adalah marhalah dakwah kedua setelah kita memperbaiki pribadi diri. Selain sebagai  penyempurnaan dien seseorang, keluarga memiliki kedudukan penting dan esensi dalam <strong>dakwah</strong>.</p>
<blockquote><p>Keluarga adalah sebuah perjanjian dakwah ketika dua potensi manusia disatukan sehingga menjadi kekuatan besar yang siap memberi kontribusi untuk dakwah.<br />
Keluarga adalah perwujudan ibadah dengan mencontoh  sunah Rasul-Nya.<br />
Keluarga adalah sebuah institusi tempat merauk amal ketika suami dan istri saling berlomba memberi kebaikan.<br />
Keluarga adalah madrasah tempat jundullah kecil belajar tentang Tuhannya, idolanya, pedoman hidupnya dan jalan jihadnya.<br />
Keluarga adalah ”oase” tempat para Jundullah menghirup energi setelah dia lelah di medan dakwah.<br />
Keluarga adalah benteng perjuangan yang memberikan spirit menjadi celah bagi arus kejahiliyahan yang datang dari luar.</p></blockquote>
<p>Selain keidealismean kedudukannya dalam dakwah, keluarga merupakan perwujudan nilai fitrah kemanusiaan. Setiap diri memiliki naluri-naluri kemanusiaan yang hanya bisa disalurkan dalam sebuah institusi dakwah terkecil tersebut. Naluri sifat kebapaan dan keibuan, naluri saling berbagi kasih sayang, naluri melindung dan dilindungi dan sederetan naluri fitrah yang telah Allah berikan tidak mungkin bisa tersalurkan tanpa berkeluarga. Dan hanya dengan tersalurkannya potensi fitrahiah itulah, ketentraman dan ketenangan jiwa dan roh dapat terwujud. Hingga sakinah, mawadah warahmah bisa dirasakan setiap insan.</p>
<blockquote><p>"Dialah Yang Menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya" (Q.S Al- A'raaf 189)<br />
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri daripada jenismu supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa mawaddah dan rahmat. Sesungguhnya pada yang demikian benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. "(Q.S. Ar-Rum ayat 21).</p></blockquote>
<p>Ketika seseorang menyatakan iman, maka wajiblah baginya menyembah dan meng-Illah-kan Rabbnya, kemudian menyebarkan ke seluruh penjuru dunia sampai habis masa nafasnya. “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau Muhammad, melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.” Meskipun Allah sudah ada dalam hati, tapi jika dakwah belum ada dalam nadi, belum lengkaplah iman seseorang.<br />
Wallahualam.<br />
<em>Semoga Allah senantiasa menjaga diri dari keterlebihan dan kekhilafan kata dalam berpendapat. Hanya Allah yang maha sempurna.</em></p>
<p>Endah Silawati,  Blog <a href="http://parentingislami.wordpress.com">Parenting Islami</a><br />
<a href="http://parentingislami.wordpress.com">http://parentingislami.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dakwah dan Keluarga: Kesempurnaan Iman Seseorang (part 1)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=106</link>
<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 16:14:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=106</guid>
<description><![CDATA[Dakwah dan Keluarga: Kesempurnaan Iman Seseorang
	 Pernahkan kita merasa jiwa kosong meski telah kit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dakwah dan Keluarga: Kesempurnaan Iman Seseorang</strong></p>
<p>	 Pernahkan kita merasa jiwa kosong meski telah kita isi dengan banyak shalat, puasa, zakat dan sederetan ibadah lainnya? Pernahkan merasa diri tidak lengkap hingga jiwa memberontak dan meminta untuk mencari sesuatu? Apakah sebenarnya ”itu” ?<br />
<!--more--></p>
<blockquote><p>Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasehat yang baik (Q.S. An-Nahl: 125)</p>
<p>Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru manusia kepada Allah dan beramal shaleh dan berkata: ’sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri’. Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.olaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yangh setia (Q.S. Fushilat: 33-34)</p>
<p>Maka serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: ’aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah. (Q.S. As-Syuura: 15)</p></blockquote>
<p>Setelah ibadah, Allah memerintahkan kita untuk dakwah, saling menetapi kebenaran dan mencegah kemungkaran. Itu ternyata yang sering kita lupakan. Kita terlalu sibuk mensholehkan diri sendiri, hingga lupa mensholehkan saudara-saudara di sekitar kita. Ternyata saling memberi, berbagi nasehat dan bergandengan tangan menuju surga-Nya adalah hal yang sering kita lupakan. Kita menganggap memberi adalah ’mengurangi’, padahal sebenarnya memberi adalah ’menambah’ : menambah cinta, menambah saudara dan menambah ilmu.  </p>
<blockquote><p>Katakanlah: Inilah Jalan (agama), aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik (Q.S. Yusuf:108)
</p></blockquote>
<p><strong>Dakwah</strong> adalah nikmat yang sangat besar, amal yang terbaik, jalan Rosul dan kehidupan Rabaniyah yang akan berbuah Ridho, Cinta dan Rahmat Allah serta balasan yang terus menerus dan berlipat ganda. Jalan dakwah adalah jalan yang satu. Di atas jalan inilah Rasulullah saw dan para sahabat ra. berjalan. Tarbiyah adalah perahunya, perahu yang mengantarkan kita pada pemahaman yang utuh akan Islam dan dakwah serta mengikatkan kita dan saudara kita dalam ukhuwah yang mempersaudarakan. Seperti halnya dulu ketika Rasulullah memulai dakwah ini, beliau menyeru manusia pada <strong>iman</strong> dan amal dengan mendidik (mentarbiyah) mereka, kemudian menyatu padukan hati-hati mereka atas dasar cinta dan ukhuwah. Berpadulah kekuatan <strong>iman</strong> dan kekuatan aqidah dengan kekuatan persatuan. Jadilah mereka jamaah contoh tauladan yang mendobrak kejahiliahan dengan sinar terang, sampai akhirnya sinar itu sampai pada kita sekarang.</p>
<p>bersambung...</p>
<p>Endah Silawati,  Blog <a href="http://parentingislami.wordpress.com">Parenting Islami</a><br />
<a href="http://parentingislami.wordpress.com">http://parentingislami.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=77</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 04:40:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=77</guid>
<description><![CDATA[Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi/anak umur 0-24 bulan melalui perbaikan perilaku mas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 3pt 0.25in;"><span style="font-size:10pt;">Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi/anak umur 0-24 bulan melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian makanan merupakan bagian yang dapat dipisahkan dari upaya perbaikan gizi secara menyeluruh.<br />
Ketidaktahuan tentang cara pemberian makanan bayi dan anak, dan adanya kebiasaan yang merugikan kesehatan, secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab utama terjadinya masalah kurang gizi pada anak, khususnya pada umur dibawah 2 tahun (baduta).</span></p>
<p><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 3pt 0.25in;"><span style="font-size:10pt;">Bertambah umur bayi bertambah pula kebutuhan gizinya. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan ke atas, beberapa elemen nutrisi seperti karbohidrat, protein dan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI atau susu formula tidak lagi mencukupi. Sebab itu sejak usia 6 bulan, kepada bayi selain ASI mulai diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI) Agar kebutuhan gizi bayi/anak terpenuhi.Dalam pemberian MPASI perlu diperhatikan  waktu pemberian MP-ASI ,frekuensi porsi,  pemilihan bahan makanan,  cara pembuatan dan  cara pemberiannya. Disamping itu perlu pula diperhatikan pemberian makanan  pada waktu anak sakit dan bila ibu  bekerja di luar rumah.Pemberian  MP-ASI yang tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, namun juga merangsang keterampilon makan dan merangsang rasa percaya diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 3pt 0.25in;"><strong>Pengertian MP-ASI</strong><br />
•  Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya.<br />
•  MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata berbASIs susu menuju ke makanan yang semi padat.  Untuk  proses ini  juga dibutuhkan ketrampilan motorik oral. Ketrampilan motorik oral berkembang dari refleks menghisap  menjadi menelan makanan yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari lidah bagian depan ke lidah bagian belakang.<br />
•  Pengenalan dan pemberian  MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak .<br />
•  Pemberian  MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 3pt 0.25in;"><span style="font-size:10pt;"><strong>Indikator bahwa bayi siap untuk menerima makanan padat :</strong><br />
•  Kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya untuk tegak  tanpa disangga<br />
•  Menghilangnya refleks menjulurkan lidah<br />
•  Bayi mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk mrnunjukkan rasa lapar, dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan</p>
<p><strong>Permasalahan dalam pemberian MP-ASI</strong><br />
Dari hASIl beberapa penelitian menyatakan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat. Selain itu ibu-ibu kurang menyadari bahwa setelah bayi berumur 6 bulan memerlukan MP-ASI dalam jumlah dan mutu yang semakin bertambah, sesuai dengan pertambahan umur bayi dan kemampuan alat cernanya.</p>
<p><strong>Beberapa permasalahan dalam pemberian makanan bayi/anak umur 0-24 bulan :</strong><br />
1.  Pemberian Makanan Pralaktal (Makanan sebelum ASI keluar)<br />
Makanan pralaktal adalah jenis makanan seperti air kelapa, air tajin, air teh, madu, pisang, yang diberikan pada bayi yang baru lahir sebelum ASI keluar. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan bayi, dan mengganggu keberhASIlan menyusui.</p>
<p>2.  Kolostrum dibuang<br />
Kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. MASIh banyak ibu-ibu yang tidak memberikan kolostrum kepada bayinya. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan mengandung zat gizi tinggi.  Oleh karena itu kolostrum jangan dibuang.</p>
<p>3.  Pemberian <strong>MP-ASI</strong> terlalu dini atau terlambat<br />
Pemberian MP-ASI yang terlalu dini (sebelum bayi berumur 6 bulan) menurunkan konsumsi ASI dan gangguan pencernaan/diare. Kalau pemberian MP-ASI terlambat bayi sudah lewat usia 6 bulan dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan anak.</p>
<p>4.  <strong>MP-ASI</strong> yang diberikan tidak cukup<br />
Pemberian MP-ASI pada periode umur 6-24 bulan sering tidak tepat dan tidak cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Adanya kepercayaan bahwa anak tidak boleh makan ikan dan kebiasaan tidak menggunakan santan atau minyak pada makanan anak, dapat menyebabkan anak menderita kurang gizi terutama energi dan protein serta beberapa vitamin penting yang larut dalam lemak.</p>
<p>5.  Pemberian <strong>MP-ASI</strong> sebelum <strong>ASI</strong><br />
Pada usia 6 bulan, pemberian ASI yang dilakukan  sesudah MP-ASI dapat menyebabkan ASI kurang dikonsumsi. Pada periode ini zat-zat yang diperlukan bayi terutama diperoleh dari ASI. Dengan memberikan MP-ASI terlebih dahulu berarti kemampuan bayi untuk mengkonsumsi ASI berkurang, yang berakibat menurunnya produksi ASI. Hal ini dapat berakibat anak menderita kurang gizi. Seharusnya ASI diberikan dahulu baru  MP-ASI.</p>
<p>6.  Frekuensi pemberian <strong>MP-ASI</strong> kurang<br />
Frekuensi pemberian MP-ASI dalam sehari kurang akan berakibat kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi.</p>
<p>7.  Pemberian <strong>ASI</strong> terhenti karena ibu kembali bekerja<br />
Di daerah kota dan semi perkotaan, ada kecenderungan rendahnya frekuensi menyusui dan ASI dihentikan terlalu dini pada ibu-ibu yang bekerja karena kurangnya pemahaman tentang manajemen laktASI pada ibu bekerja. Hal ini menyebabkan konsumsi zat gizi rendah apalagi kalau pemberian MP-ASI pada anak kurang diperhatikan.</p>
<p>8.  Kebersihan kurang<br />
Pada umumnya ibu kurang menjaga kebersihan terutama pada saat menyediakan dan memberikan makanan pada anak. MASIh banyak ibu yang menyuapi anak dengan tangan, menyimpan makanan matang tanpa tutup makanan/tudung saji dan kurang mengamati perilaku kebersihan dari pengasuh anaknya.  Hal ini memungkinkan timbulnya penyakit infeksi seperti diare (mencret) dan lain-lain.</p>
<p>9.  Prioritas gizi yang  salah pada keluarga<br />
Banyak keluarga yang memprioritaskan makanan untuk anggota keluarga yang lebih besar, seperti ayah atau kakak tertua dibandingkan untuk anak baduta dan bila makan bersama-sama anak baduta selalu kalah.</p>
<p>dr. Ariani, Blog <a href="http://parentingislami.wordpresss.com">Parenting Islami</a><br />
<a href="http://parentingislami.wordpresss.com">http://parentingislami.wordpresss.com</a></p>
<p>Sumber :<br />
1.  Departemen <a href="http://parentingislami.wordpress.com/category/kesehatan/">Kesehatan</a>.  Pedoman Pemberian Makanan Pendamping ASI.  Jakarta : 2000<br />
2.  Dr.dr. Hananto Wiryo,SpA.  Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil dan menyusui dengan Makanan Lokal.Sagung Seto. Jakarta :2002</p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah haru : Nilai sebuah Apresiasi Bagi Anak]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=73</link>
<pubDate>Mon, 19 May 2008 02:24:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=73</guid>
<description><![CDATA[
Dalam sebuah buku berjudul “Seni Mendidik Anak” karya Syaikh Muhammad Said Mursi, ada hal yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dalam sebuah buku berjudul “Seni Mendidik Anak” karya Syaikh<span> </span>Muhammad Said Mursi, ada hal yang sangat menarik tentang Apresiasi untuk anak. Berikut kutipannya:</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:0.5in;">Anak haruslah merasa bahwa dirinya merupakan kebanggan orang tua, keluarga, guru, dan orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span>Dia harus diperlakukan sebagai seorang yang berharga, serta keberadaaan dan usahanya harus dianggap diperlukan oleh orang lain. Untuk membangkitkan perasaan tersebut dapat dilakukan dengan melibatkannya dalam memberikan bantuan yang sederhana kepada orang lain yang ada di sekelilingnya, dilibatkan dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah sesuai kemampuannya. Seperti menyapu, menghilangkan debu, membuang sampah, membawakan sesuatu untuk ibu dan ayahnya, membawa sesuatu untuk tamu dan kerabat ketika ada kunjungan keluarga dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span> </span>Tidak dibenarkan bila seorang bapak berkata kepada anaknya, ‘Pergilah kamu, karena kamu masih kecil, jangan banyak bicara’. Atau melarangnya untuk bermain besama kakaknya, seraya dikatakan kepadanya, “Kalau kamu sudah seumur dengan saya, kamu baru boleh bermain dengan saya. Nanti kalau sudah besar baru boleh bermain dengan saya”. Jangan salahkan apabila ia sering pergi bersama anak perempuan tetangga yang suka menghargainya, atau ia pergi ke lingkungan yang rusak, karena di sana ia merasa dihargai, atau lebih mencintai gurunya karena ia suka memujinya ketika ia menjawab pertanyaan, atau bermain dengannya pada mata pelajaran olah raga. Sehingga gurunya menjadi panutan yang utama dan bukan bapak atau saudaranya</p>
<p class="MsoNormal">Saya jadi teringat suatu ketika dalam sebuah forum reuni, di sana kami saling curhat. Salah seorang teman menceritakan tentang masa lalunya. Allah menakdirkan kakinya tidak “sempurna”. Ada perasaan minder pada dirinya, beliau melihat dirinya berbeda, dirinya tidak “sempurna”. Tapi ternyata, itu tidak membuatnya putus asa. Beliau lakukan berbagai hal untuk membuat dirinya berarti dan membuat orang tuanya bangga. Alhamdulillah, di sekolahnya, beliau masuk 10 besar. Tentunya beliau senang. Guru dan temannya memberikan selamat kepadanya. Namun, ketika menyampaikan pada ayahnya, ternyata jauh dari harapan. Tak ada ucapan selamat. Dingin. Kering. Kecewa ? sudah pasti.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Namanya kehidupan, tentu ada pasang surutnya. Suatu ketika, ternyata prestasi beliau tidak seperti biasanya. Beliau tidak masuk 10 besar di kala itu. Dan ayahnya marah luar biasa. Kata demi kata bertubi-tubi menghujani dirinya. Padahal, baru sekali tidak masuk 10 besar. Dan beliau pun masih di rangking belasan, bukan di papan bawah. Tapi seolah itu adalah kesalahan fatal yang tak termaafkan. Beliau menangis. Hatinya hancur. Pikirannya kalut. Di benaknya berseliweran pikiran-pikiran buruk. Beliau berpikir, di saat mendapat prestasi, tak ada sedikitpun penghargaan. Padahal itu dicapai dengan perjuangan luar biasa. Tapi, ketika sedikit saja ‘kesalahan’, luapan kemarahan seakan tak terbendung. Dan itu dilakukan oleh ayahnya sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><!--more--></p>
<p class="MsoNormal">Kemudian beliau melanjutkan ceritanya “Dan tahukah apa yang gue lakuin?? Gue pergi ke loteng rumah. Ya, ke loteng rumah gue yang tinggi. Di situlah kemudian gue loncat. Gue loncat.. Gue bunuh diri!!”, kemudian pecahlah tangisnya.<span> </span>Tangis seorang anak yang begitu rindu ucapan sayang orang tuanya. Rindu akan kata “Anakku, subhanallah, kau hebat!”. Anak yang butuh pengakuan bahwa dirinya berarti, walaupun Allah menakdirkan ‘ketidaksempurnaan’ pada fisiknya. Dan beliau ingin bahwa pengakuan itu muncul dari orang tuany, orang tua yang membesarkannya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tapi ternyata, Allah SWT punya lain rencana. Beliau tidak meninggal. Allah masih memberikan kehidupan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Hal itu terjadi berulang-ulang, katanya. Bahkan lolosnya beliau di UMPTN dan masuk perguruan tinggi paling ternama di Indonesia, tidak membuat sang ayah mengahargainya. Di akhir curhatnya, beliau berkata “Kenapa gue bilang ini ke kalian semua dan enggak ke orang lain, karena kalian mau nerima gue. Kalian mau nerima gue apa adanya. Walaupun gue cacat…. “ isak tangisnya kembali pecah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Gue pengen kejadian itu enggak terjadi ke kalian semua. Cukup gue aja. Cukup gue aja… Entah juga kenapa Allah masih memberi gue hidup. Padahal gue udah coba bunuh diri 3 kali!…”, Tangisnya semakin keras, tubuhnya berguncang, beliau menangis sejadi-jadinya. Kemudian seorang teman kami segera memeluknya</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bapak, Ibu, Dads, Moms, Abi dan ummi, semoga kisah ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua, bahwa begitu besar pengaruh sebuah penghargaan bagi seorang anak. Walaupun hanya sebuah senyuman, sebuah kata penyemangat atau hadiah sebatang coklat, itu cukup membuat mereka merasa berarti di hadapan kita orang tunya. Dan semoga harapan teman saya ini bisa terwujud. Bukankah indah jika harapannya terwujud?</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Priyanto Hidayatullah,<span> </span>http://parentingislami.wordpress.com</p>
<p><!--more--></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Agar Anak Berani Berpendapat]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=70</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 04:58:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=70</guid>
<description><![CDATA[
 Memberikan perhatian serius dan kontak mata ketika anak menyampaikan pendapat atau perasaannya.
Me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li> Memberikan perhatian serius dan kontak mata ketika anak menyampaikan pendapat atau perasaannya.</li>
<li>Mendengarkan dengan sabar tentang apa yang coba diutarakannya. Kemampuan anak dalam memilih kosa kata lebih lambat daripada orang dewasa.</li>
<li>Mendengarkan tanpa memotong pembicaraan.  Jangan menyela sebelum ia selesai berbicara.  Sulit memang untuk menyimak dan menangkap isi pembicaraannya, tapi hargai hak mereka untuk berbicara dan memberi pendapat.</li>
<li>Menunjukkan ketertarikan ketika anak berbicara.  Mintalah anak untuk berpendapat tentang hal yang dilakukannya.  Bila Anda menunjukkan ketertarikan akan ide dan perasaannya, tentu ia akan merasa nyaman memberikan pendapatnya pada Anda.</li>
<li>Memperhatikan hal menarik yang diungkapkan anak.  Dalam obrolannya, ada suatu hal yang membuat Anda tertarik.  Gali dengan pertanyaan baru tentang hal menarik itu, maka anak akan merasa dihargai akan merangsang kepercayaan dirinya dalam berpendapat.</li>
<li>Merefleksikan perasaan kita pada anak.  Kunci sukses mengobrol dengan anak adalah menempatkan diri kita pada ’sepatu’ lawan bicara.  Gunakan gaya empati saat berbicara dengan anak.  Caranya bisa dengan membantu anak mengenali perasaannya sendiri.  Misalnya, ”Mama ngerti kenapa kamu sebal sama gurumu itu”.</li>
<li> Mempertegas hal-hal yang disampaikan anak dengan bahasa kita.  Kosa kata kita yang beragam akan membantunya mengenali konsep dan ide.</li>
</ol>
<p>Endah Silawati, S.Pd</p>
<p>http://parentingislami.wordpress.com</p>
<ol></ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jerit Hati Seorang Kartini]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=62</link>
<pubDate>Mon, 05 May 2008 14:01:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=62</guid>
<description><![CDATA[Jerit Hati seorang Kartini
Priyanto Hidayatullah,  http://parentingislami.wordpress.com
Sebelumnya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Jerit Hati seorang Kartini</p>
<p>Priyanto Hidayatullah,  http://parentingislami.wordpress.com<br />
<em>Sebelumnya saya mohon maaf, khususnya pada Ibu Yanti, karena baru sekarang tulisan ini dimuat. Maklum, harus bongkar-bongkar dulu kardus untuk dapat referensinya. Tulisan ini mencoba untuk menanggapi uneg-uneg beliau. Semoga bermanfaat.<br />
</em></p>
<p>Sebelum membahas tentang pandangan Islam terhadap wanita, ada baiknya kita lihat dulu bagaimana pandangan kaum lain terhadap wanita. Supaya apa? Supaya kita bisa membandingkan, apakah Islam itu lebih baik atau lebih buruk.</p>
<p><strong>Wanita dalam pandangan Yunani dan Romawi<br />
</strong>Yunani adalah peradaban yang dianggap paling tinggi dan modern pada masanya. Tapi seperti apa pandangan mereka terhadap wanita, berikut adalah jawabannya:</p>
<ul>
<li>Wanita diangap penyebab segala penderitaan dan musibah yang menimpa manusia</li>
<li>Wanita tidak boleh duduk di depan meja makan sebagaimana laki-laki</li>
<li>Wanita diberikan kebebasan penuh dalam hal seksual, sehingga pelacur dan pezina menempati kedudukan yang tinggi</li>
<li>Cupid, adalah buah yang dihasilkan dari dewi yang berhubungan dengan tiga dewa padahal dia hanya memiliki seorang suami saja. Kemudian dewi itu berhubungan dengan laki-laki dari manusia sehingga lahirlah Cupid. Anehnya, Cupid dianggap sebagai dewa cinta.</li>
<li>Ikatan suami istri bukanlah suatu hal yang penting, sehingga wanita menjadi objek pemuasan nafsu masyarakatnya.</li>
</ul>
<p><!--more--><br />
<strong>Wanita dalam pandangan Yahudi<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Mereka menganggap wanita adalah salah satu pintu jahannam karena wanitalah yang dituduh menggerakkan dan membawa mereka kepada dosa.</li>
<li>Ketika wanita haid, mereka tidak boleh duduk dan tidak boleh pula makan-makan, dan tidak boleh menyentuh bejana karena dianggap najis. Mereka pun dilarang memasuki rumah.</li>
<li>Bagi mereka, berzina dengan wanita lain tidak dilarang bahkan dianggap sebagai bentuk taqarrub kepada tuhan mereka</li>
</ul>
<p><strong>Wanita dalam pandangan bangsa Arab jahiliyah<br />
</strong></p>
<ul>
<li>•	Wanita tidak memiliki hak untuk mengungkapkan pikirannya</li>
<li>•	Tidak berhak mendapatkan warisan</li>
<li>•	Tidak berhak mengajukan usul untuk calon suaminya, semuanya terserah wali.</li>
<li>•	Para bapak-bapak merasa kecewa apabila dikabarkan bahwa istrinya melahirkan anak wanita seperti yang digambarkan dalam surat An-Nahl : 58-59</li>
</ul>
<p><em>“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. “<br />
</em>Anak perempuan dikubur hidup-hidup seperti yang tercantum pada At-Takwir :8-9<br />
“dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?”</p>
<p>Wanita dalam pandangan Islam</p>
<ul>
<li><em>“Syurga di bawah telapak kaki Ibu”</em>, itu artinya Islam memuliakan kedudukan seorang wanita</li>
<li>Seorang wanita mendapatkan waris</li>
<li>Seorang wanita boleh menolak jika calon suami yang ditawarkan tidak disetujuinya.</li>
<li>Seorang wanita bisa memiliki profesi sesuai dengan bidang keahliannya, asal bisa tawazun dengan perannya sebagai ibu dan istri. Sebagai contoh Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib, seorang bidan. Asy-Syifa binti Al-Harits seorang guru bahkan Hindun binti ‘Uthbah seorang yang ikut berperang bersama Rasulullah SAW mengahadapi Romawi. dll</li>
<li>Kesalehan, adalah yang paling utama ditonjolkan dalam pemilihan istri.</li>
<li>Semua muslimah diwajibkan berjilbab, artinya kemudian seorang muslimah tidak lagi (dominan) dinilai dari fisik oleh orang lain, tetapi prestasi dan akhlaknya. Selain itu, wanita menjadi lebih terlindungi dari tangan jail para lelaki.</li>
<li>Wanita yang haid, tidak dikucilkan. Justru dibebaskan dari beberapa kewajiban (shalat, puasa, dll)</li>
<li>Dll</li>
</ul>
<p>Dari sini kita bisa melihat, begitu besar perhatian Islam terhadap para wanita. Wanita begitu mendapat posisi yang mulia dalam Islam.</p>
<p>Lalu bagaimana cerita tentang Ibu Kartini, seorang yang begitu bersemangat belajar Islam, yang kemudian mencoba untuk membumikannya di Indonesia semampu dia?<br />
Mari kita coba selami surat-surat beliau yang dikirimkan kepada para tokoh-tokoh Belanda</p>
<p>Pada masa kecilnya, Kartini mempunyai pengalaman yang tidak menarik ketika belajar mengaji (membaca AlQur’an). Ibu guru mengajinya memarahi dia dan menyuruh Kartini keluar ruangan karena Kartini menanyakan makna dari kata-kata AlQur’an yang diajarkan kepadanya. Ya betul, pada masa itu, membaca AlQur’an diperbolehkan, tetapi menerjemahkan adalah hal yang sangat tabu. Namun, setelah pertemuannya denagn Kyai Haji Muhammad Sholeh bin Umar (Kyai Sholeh Darat) dalam sebuah pengajian keluarga, minat Kartini untuk mendalami ajaran Islam demikian tinggi. Karena pengajian itu sangat berbeda dengan pengajian-pengajian lainnya, di situ AlQur’an dibahas maknanya. Sampai-sampai suatu saat, dalam sebuah suratnya beliau berkata</p>
<p><em>“Dan saya menjawab, Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Kami mengatakan bahwa kami beriman kepada Allah dan kami tetap beriman kepada-Nya. Kami ingin mengabdi kepada Allah dan bukan kepada manusia. Jika sebaliknya, tentulah kami sudah memuja orang dan bukan Allah”</em>, surat Kartini kepada Nyonya Abendanon 12 Oktober 1902<br />
Inilah seorang Kartini yang tidak banyak orang tahu, walaupun tidak seluruh pemikirannya Islami karena Kyai Sholeh Darat keburu meninggal, sesungguhnya Ibu Kartini adalah orang yang berusaha untuk menerapkan nilai-nilai Islam. Sejak pertemuan dengan Kyai Sholeh Darat, terjadi perubahan besar pada diri Kartini. Pandangan terhadap masyarakat Eropa pun berubah. Berikut ini suratnya: <em>“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu, terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?”</em>. Surat Kartini kepada Ny. Abendanon 27 Oktober 1902.</p>
<p>Lalu apa cita-cita kartini, berikut ini suratnya: <em>“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak peremupuan, BUKAN SEKALI-SEKALI KARENA KAMI MENGINGINKAN ANAK-ANAK PEREMUPUAN ITU MENJADI SAINGAN LAKI-LAKI DALAM PERJUANGAN HIDUPNYA. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya: </em><em>MENJADI IBU</em><em><strong>, </strong>PENDIDIK MANUSIA YANG PERTAMA-TAMA”</em>. Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902.</p>
<p>Itulah perjuangan Kartini, itulah cita-citanya. Bukan! Sama sekali bukan mengenakan konde-konde atau lipstik merah di bibir disertai bedak tebal yang menempel di pipi seperti yang terjadi pada anak-anak sekarang ini. Kini sudah saatnya bagi kita untuk berbagi secara proporsional, karir dan keluarga, umat dan anak, seorang professional dan seorang ibu/ayah.</p>
<p>Wallahu’alam bishawwab</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong><br />
Asma Karimah, 2001. <em>“Tragedi Kartini : Sebuah Pertarungan Ideologi”, </em>Bandung: Asy Syaamil<br />
Mahmud Mahdi Al Istanbuli, Musthafa Abu An Nashr Asy Syalabi, tt. <em>“Wanita-Wanita Teladan di Masa Rasulullah”</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAGAIMANA MEMBUAT ANAK “CEREWET”?   ]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=37</link>
<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 14:38:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=37</guid>
<description><![CDATA[“Umi kenapa ayam kakinya dua? Kenapa kucing kakinya empat? Kenapa ikan gak ada kakinya dan hidup d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>“Umi kenapa ayam kakinya dua? Kenapa kucing kakinya empat? Kenapa ikan gak ada kakinya dan hidup di air?” Celotehan anak seperti itu kadangkala sering membuat kita sebagai orangtua cukup kewalahan dalam menjawab. Bahkan banyak diantara kita yang kesal kemudian menegurnya. Padahal sebenarnya kekritisan anak yang kita anggap sebagai “cerewet” tersebut merupakan salah satu tanda bahwa dia memiliki kecerdasan linguistik yang baik. Kecerdasan linguistik sangat berkaitan erat dengan kecerdasan kognitif anak. Berarti ketika anak “cerewet” berarti kecerdasan kognitif anak pun berkembang dengan baik.<br />
Sebagai orang tua yang merupakan madrasah utama dan pertama bagi anak, sangat penting untuk memberikan stimulai positif supaya perkembangan linguistik anak bisa optimal. Bagaimana melakukannya? Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam mengembangkan kecerdasan liguistik anak.<br />
<strong>1.	menyediakan bermacam media  literasi untuk anak</strong><br />
Media literasi seperti koran, buku anak, iklan, kertas, pensil, dan semacamnya harus disediakan di tempat yang bisa diakses oleh anak yang sedang belajar. Misalnya meja belajar anak atau rak buku pendek yang bisa diakses anak. Ketersediaan media literasi ini bisa mengembangkan kesadaran awal literasi, terutama dalam aspek tertulis (print). Menurut Larrick (1988) berbagai alat dan bahan untuk membaca dan menulis akan memperkuat perkembangan literasi dini. Anak akan terbiasa berinteraksi dengan media literasi dan bereksplorasi dengannya.</p>
<p><strong>2.	mendemonstrasikan beragam kegiatan literasi dan libatkan anak untuk mengalaminya</strong><br />
Anak belajar dari keteladanan. Jika orangtua terbiasa membaca dan menulis, maka anak akan mencontoh hal tersebut. Karena itu, pada saat orang tua melakukan kegiatan literasi baik membaca atau menulis, libatkan anak dalam kegiatan tersebut.. Hal ini kadangkala jarang dilakukan orang tua karena biasanya mereka tidak mau di ganggu ketika membaca atau menulis. Jika memang ada hal penting yang harus segera diselesaikan, dan tidak ingin mendapat gangguan, lakukan aktifitas tersebut di malam hari dan sediakan waktu luang khusus untuk kegiatan literasi dengan anak. Perkembangan anak tidak kalah pentingnya dengan masalah pekerjaan.</p>
<p><strong>3.	melibatkan anak dalam interaksi literasi.</strong><br />
Salah satu ciri keluarga yang baik adalah keluarga yang literat yang didalamnya terjadinya diskusi tentang apa yang anggota keluarga lihat, lakukan, dan alami termasuk berbagai buku yang mereka baca, musik yang mereka dengar, atau film yang mereka lihat. Ketika orang tua membicarakan pengalaman sehari-hari, disarankan  melibatkan anak dalamnya.  Atau, ketika orang tua dan anak anak yang sedang membaca dongeng sebelum tidur, orang tua mungkin dapat menceritakannya dari beragam aspek dongeng yang berbeda misalnya mengangkat aspek latar, alur cerita, dan penokohan tanpa menggunakan istilah literasi yang abstrak. Interaksi literasi inii akan mempercepat dan meningkatkan pembelajaran dan apresisasi literasi anak.</p>
<p>[Endah,  http://parentingislami.wordpress.com]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SITEMAP : Fasilitas Baru Parenting Islami]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=33</link>
<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 10:28:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=33</guid>
<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wrwb
Untuk kemudahan Anda dalam mencari artikel atau file yang diinginkan, ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu'alaikum wrwb</p>
<p>Untuk kemudahan Anda dalam mencari artikel atau file yang diinginkan, kami menyediakan fasilitas Sitemap. Anda bisa mengaksesnya pada tab di sebelah atas website ini.</p>
<p>URUTAN artikel pada sitemap adalah dari yang paling BARU KE yang paling LAMA. Setiap artikel yang baru diposting, akan ditambahkan di bagian paling atas Sitemap.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Wassalamu'alaikum wrwb<br />
Tim Parenting Islami</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengelola Kelas PAUD yang Sehat (part 1)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=23</link>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:43:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=23</guid>
<description><![CDATA[Panduan Bagi Pendidik PAUD




Ten and a half million children will die this year from easily preven]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Panduan Bagi Pendidik PAUD</p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a title="whp_2005.jpg" href="http://parentingislami.wordpress.com/files/2008/03/whp_2005.jpg"><img src="http://parentingislami.wordpress.com/files/2008/03/whp_2005.jpg" alt="whp_2005.jpg" /></a></td>
<td><em>Ten and a half million children will die this year from easily preventable causes such as diarrhea, pneumonia, and malaria. Many of these children would survive if they were treated with inexpensive, effective, lifesaving interventions (World Health International)</em>Prediksi WHO yang menyatakan bahwa akan ada 10,5 juta anak yang akan meninggal tahun ini diakibatkan diare, penemonia dan malaria sungguh mencengangkan. Kondisi fisik anak yang masih labil (Decker &#38; Decker, 1988) ditambah lingkungan tempat dia bertumbuh dan berkembang yang mulai terkotori polusi menjadikan prediksi tersebut bisa jadi akan menjadi kenyataan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Selain kondisi kesehatan anak yang mulai terancam, WHO pun menyatakan bahwa kekurangan gizi menjadi salah satu kendala yang harus diwaspadai. Bahkan pada tahun 2005, 50% permasalahan yang mengancam kesehatan anak adalah kurang gizi selain infeksi pernafasan, diare, malaria, HIV, kecelakaan, permasalahan ketika proses melahirkan dan penyakit lainnya.Masih banyaknya anak yang mengalami kondisi kesehatan dan gizi yang buruk, padahal pembentukan SDM yang berkualitas, baik sehat secara fisik maupun psikologis sangat bergantung dari proses tumbuh dan kembang anak pada usia dini. Pada masa ini, anak mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, baik dari segi fisik motorik, emosi, kognitif maupun psikososial. Perkembangan kecerdasan pada masa ini mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Usia dini pun merupakan masa peka bagi anak. Anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap mereson stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan masa untuk meletakan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral dan nilai-nilai agama. Oleh sebab itu diperlukan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal. Kondisi kesehatan anak yang buruk akan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Akibatnya kualitas SDM secara otomatis anak menurun.Kondisi yang mendukung proses dan perkembangan anak yang baik adalah kondisi lingkungan fisik yang sehat dan terhindar dari penyebaran kuman dan penyakit. Selain itu, asupan gizi yang baik pun tentu saja sangat mempengaruhi pertumbuhan anak, terutama otak yang sedang berkembang pesat pada masa ini.<br />
Seorang pendidik yang baik, dituntut untuk dapat menyediakan lingkungan yang sehat agar anak dapat berkembang dengan baik. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dan difahami pendidik dalam mengelola lingkungan belajar yang sehat akan disajikan dalam makalah ini.</p>
<p><strong>Jadi Apa yang harus kita lakukan sebagai seorang pendidik untuk menciptakan kelas yang sehat?</strong></p>
<p>Pengelolaan kelas yang sehat berkaitan erat dengan penusunan program pembelajaran yang mengajarkan anak tentang pola hidup yangh sehat itu sendiri. Decker &#38; Decker dalam hal ini mengemukakan setidaknya ada tiga point utama yang bisa dijadikan dasar dalam perumusan program, yaitu (1) Mengajarkan siswa manfaat nutrisi dan hubungan antara nutrisi dan kesehatan, (2) Melatih staf nutrisi dengan prinsip-prinsip managemen layanan makanan, (3) memahamkan guru tentang pendidikan makanan dan (4) mengembangkan dan menggunakan materi pembelajaran di kelas dan kurikulum dalam hal makanan.</p>
<p>Cara yang efektif untuk mengajarkan prilaku sehat pada anak-anak adalah dengan keteladanan orang dewasa di sekitar anak.  sebagaimana ketika mereka bermain, bercerita dan mendapatkan pengalaman langsung yang melibatkan anak. Contohnya dalam hal mengajarkan makanan, bagi anak akan lebih bermakna dengan menggunakan makanan asli, bukan gambar atau daftar makanan. Anak-anak pun belajar mencuci tangan mereka sebelum makan bukan karena mereka tahu tentang kuman, tapi karena mereka melihat guru melakukannya. Berikut ii adalah penjabaran lebih detail tentang kegiatan apa saja yang bisa diajarkan pada anak dalam menerapkan pola hidup sehat.</p>
<p><strong>1.	Olah Raga<br />
</strong><br />
Menurut dr. Karel A.L. Staa, M.D olah raga memberi manfaat bagi perkembangan motorik anak. Selain untuk perkembangan fisiknya, olahraga juga amat baik untuk perkembangan otak serta psikologis anak. Mengikutkan anak pada kelompok olahraga akan meningkatkan kesehatan fisik, psikologis serta psikososialnya. Anak menjadi senang mendapat stimulasi kreativitas yang baik untuk perkembangannya.</p>
<p>Selain olah raga dengan menggunakan peralatan di ruangan, sekali-kali perlu mengajak anak untuk berlari dan bergerak bebas di gymnasium atau taman bermain. Jika tidak ada ruang olah raga indoor atau outdoor, cukup dengan lapangan yang luasnya memadai untuk bergerak. Sedangkan bagi anak yang tidak bisa berlari, ijinkan bermain tongkat atau kegiatan lain yang membuat mereka bergerak. Misalnya, bermain menyentuh kaki, lutut, pundak dan kepala sambil berdiri.</p>
<p>bersambung...<br />
[Endah, http://parentingislami.wordpress.com]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Ibu ... (part 3 - tamat)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/2008/03/07/tentang-ibu-part-3-tamat/</link>
<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 23:27:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/2008/03/07/tentang-ibu-part-3-tamat/</guid>
<description><![CDATA[Bentuk-bentuk Birrul walidain
1.      Memandang orangtua dengan pandangan cinta, penuh kasih da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Arial;">Bentuk</span></b><b><span style="font-family:Arial;">-</span></b><b><span style="font-family:Arial;">bentuk Birrul walidain</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Memandang orangtua dengan pandangan cinta, penuh kasih dan gembira</span></b><b><span style="font-family:Arial;"></span></b></p>
<p class="MsoBlockText"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">“Seorang anak yang memandang kepada orangtuanya dengan pandangan cinta, akan dicatat Allah seperti amalan orang yang naik Haji Mabrur” (HR Ar-Rafi’i dan Al-Baihaqi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Bersikap lemah lembut dan ucapan yang baik </span></b></p>
<p class="MsoBlockText" style="text-indent:17.85pt;margin:6pt 0.3pt 6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"><span>       </span>“Dan Tuhanmu<span>  </span>telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat<span>  </span>baik<span>  </span>kepada ibu bapak. JIka salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah<span>  </span>kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil ( <span> </span>Qur’an surat Al-Isra (17): 23-24)</span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Imam Al-Bukhari menjelaskan tentang firman Allah diatas. </span><span style="font-family:Arial;">Katanya: </span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">“Tunduklah kepada ibu-bapakmu seperti seorang hamba kepada majikannya yang keras dan ganas.”</span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin:6pt 0.3pt 6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">“Janganlah kau berjalan di depannya, jangan duduk sebelum dia duduk, jangan kau panggil dengan namanya, dan jangan kau memancing amarahnya.”</span></p>
<p class="MsoBlockText" style="text-indent:17.85pt;margin:6pt 0.3pt 6pt 0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">. <span>    </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;">Suatu saat, ketika Rasulullah<span>  </span>sedang berada di Madinah, ibu susuannya datang mengetuk pintu rumahnya. Dengan segala hormat beliau mempersilakan ibunya masuk dan sorban yang melilit di kepala, dilepaskan, dan dihamparkan untuk alas duduk ibunya. .<span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Meminta izin sebelum masuk ke kamarnya</span></b></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:18pt;text-indent:45pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">“Dan apabila anak-anakmu sudah mencapai usia baligh, maka haruslah mereka meminta izin padamu (untuk masuk), seperti halnya orang-orang sebelum mereka.”</span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;"> (QS. An Nur 24:59)</span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Berdiri menyambut ibu-bapak</span></b></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:18pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">“Siti Fatimah binti Rasul apabila ia datang mengunjungi Rasulullah saw beliau bangkit menyongsongnya, mencium dan mempersilahkan sang puteri duduk di tempat duduk beliau. Begitu juga jika Nabi Saw datang mengunjungi buah hatinya, Fatimah bangun menyongsong beliau, mencium dan mempersilahkan duduk di tempat duduknya.” </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;">(HR. Abu Daud dan At-Turmudhi)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Mendoakan ibu-bapak </span></b></p>
<p class="MsoBlockText" style="text-indent:36pt;margin:0 0.2pt 0.0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;">Di antara do’a yang diajarkan Alloh swt. untuk orangtua<span>  </span>adalah QS. Al-Israa’ (17):24, &#38; QS. Al-Mukmin (40):8. </span></p>
<p class="MsoBlockText" style="text-indent:36pt;margin:6pt 0.2pt 6pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;">Seorang anak boleh mendoakan orang tuanya yang non muslim agar dia mendapat hidayah. Akan tetapi jika orang tuanya telah meninggal, dalam keadaan kafir, maka seorang anak tidak perlu lagi mendoakannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Meringankan beban keduanya</span></b></p>
<p class="MsoBlockText" style="text-indent:36pt;margin:6pt 2.2pt 6pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;">Dalam sebuah riwayat, di pelataran ka’bah terdapat seorang yang sedang thawaf sambil menggendong ibunya. Tujuh putaran sambil menggendong ibu tentu bukan pekerjaan ringan. Selesai putaran thawaf, orang itu menemui Rasululloh sambil bertanya, “Ya Rasululloh apakah berarti aku telah memberikan hak ibuku?” Rasul menjawab seketika itu,”Tidak bahkan seujung kuku pun tidak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Mentaati selama bukan maksiat</span></b></p>
<p class="MsoBlockText" style="text-indent:36pt;margin:0 2.2pt 0.0001pt 18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">“Aku orang yang sangat berbakti pada ibuku” kata Saad bin Abi Waqqas. Saad memang dikenal sebagai orang yang sangat hormat dan taat pada ibunya. Hubungan antara anak dan ibu ini membuat banyak orang iri. </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Sangat harmonis. Penuh kasih sayang.</span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;"></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;margin:6pt 2.25pt 6pt 18pt;"><span style="font-family:Arial;">Hingga suatu hari, Mekkah jadi saksi keislaman Saad. Ibunya, Hamnah binti Abu Sufyan segera mengetahui keislaman putranya yang dikasihinya itu. Dari sinilah munculnya persoalan. Sang Ibu tidak menyetujui perubahan pada anaknya. Ibunya tetap menginginkan Saad pada keyakinan nenek moyangnya.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;margin:6pt 2.2pt 6pt 18pt;"><span style="font-family:Arial;">Sebagai usaha agar Saad mau mengurungkan niatnya, ibunya mengancam, “Kamu tinggalkan agamamu itu atau aku tidak makan dan tidak minum hingga aku mati dan kamu akan dihina manusia sebagai pembunuh ibunya sendiri.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;margin:6pt 0 6pt 18pt;"><span style="font-family:Arial;">Pagi itu ibunya benar-benar tidak makan. Hingga malam tiba tidak sebutir gandum dan setetes air pun yang masuk ke tubuhnya. Saad hanya diam. Pagi hari kedua, ibunya tetap bersiteguh tidak mau makan dan minum. Kondisinya menjadi lemah. Malam itu Saad yang menyaksikan ibunya yang tidak memiliki tenaga, masih tetap diam. Memasuki hari ketiga, ibunya tidak main-main. Dia tetap tidak mau menyentuh makanan dan minuman. Keadaannya makin memprihatinkan.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:36pt;margin:6pt 0 6pt 18pt;"><span style="font-family:Arial;">Barulah pada hari berikutnya, Saad menunjukkan sikapnya, “Ibunda, kalau ibu mempunyai seratus nyawa dan nyawa ibu keluar satu persatu, aku tidak akan meninggalkan agamaku ini. Jika ibu mau, makanlah dan jika ibu memilih tidak mau makan maka silakan."”Melihat kesungguhan Saad, ibunya yang sudah tidak berdaya itu akhirnya mau makan.</span><span style="font-family:Arial;">Mengenai kisah Sa’ad ini Rasul pernah memberikan batasan,<span></span></span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:18pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">“Tidak boleh taat kepada makhluk untuk maksiat kepada Kholik (Pencipta).” </span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;">(HR. Muslim dan Tirmidzi)</span><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">.</span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Wallahu ‘alam bishowab</span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:0;text-indent:18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Alhamdulilaahirabbil’alamiin</span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:0;text-indent:18pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Umina_Fatih, Jum,at 23-01-08</span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:0;"><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoBlockText" style="margin-left:0;"><b><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;">Referensi</span></b><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;font-style:normal;"> : Dari berbagai sumber</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aspek Perkembangan Motorik dan Keterhubungannya dengan Aspek Fisik dan Intelektual Anak (tamat)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/2008/03/05/aspek-perkembangan-motorik-dan-keterhubungannya-dengan-aspek-fisik-dan-intelektual-anak-tamat/</link>
<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 07:31:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/2008/03/05/aspek-perkembangan-motorik-dan-keterhubungannya-dengan-aspek-fisik-dan-intelektual-anak-tamat/</guid>
<description><![CDATA[C. Deskripsi Perkembangan Motorik Usia 3-5 tahun
 Tim penulis CRI (1997) menjelaskan bahwa anak usia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span>C. Deskripsi Perkembangan Motorik Usia 3-5 tahun</span></strong></p>
<p><span> Tim penulis CRI (1997) menjelaskan bahwa anak usia 3 tahun memiliki kekuatan fisik yang mulai berkembang, tapi rentang konsentrasinya pendek, cenderung berpindah-pindah dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Meskipun memiliki rentang konsentrasi yang relatif pendek, mereka menjadi ahli pemecah masalah dan dapat memusatkan perhatian untuk suatu periode yang cukup lama jika topik yang diajarkan menarik bagi mereka. Permainan mereka bersifat sosial dan sekaligus pararel. Pada usia ini, anak mengembangkan keterampilan motorik kasar dan melakukan gerakan fisik yang sangat aktif. Energi mereka seolah-olah tiada habisnnya. </span></p>
<p><span> Pada usia 5 tahun, rentang konsentrasi anak menjadi agak lama. Kemampuan mereka untuk berfikir dan memecahkan masalah juga semakin berkembang. Anak dapat memusatkan diri pada tugas-tugas dan berusaha untuk memenuhi standar mereka sendiri. Secara fisik, pada usia ini fisik anak sangat lentur dan tertarik pada senam dan olah raga yang teratur. Mereka mengembangkan kemampuan motorik yang lebih baik. Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dilakukan. Secara terperinci, deskripsi perkembangan fisik anak usia 3-5 tahun adalah sebagai berikut.</span></p>
<p><strong><span>Tahap Perkembangan Motorik Anak</span> </strong></p>
<table class="MsoTableGrid" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal" align="center"><strong>Usia</strong></p>
</td>
<td width="451" valign="top">
<p class="MsoNormal" align="center"><strong>Tahap Perkembangan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal">Tiga tahun</p>
</td>
<td width="451" valign="top">
<ul>
<li class="MsoNormal"><span>Berdiri di atas salah satu kaki selama 5-10 detik</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Berdiri di atas kaki lainnya selama beberapa saat</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menaiki dan menuruni tangga, dengan berganti-ganti dan berpeganngan        pada peganngan tangga</span></li>
<li class="MsoNormal">Berlari berputar-putar tanpa        kendala</li>
<li class="MsoNormal"><span>Melompat ke depan dengan dua kaki 4 kali</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Melompat dengan salah satu kaki 5 kali</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Melompat dengan sebelah kaki lainnya dalam satu lompatan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menendang bola ke belakang dan ke depan dengan mengayunkan kaki</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menangkap bola yang melambung dengan mendekapnya ke dada</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mendorong, menarik dan mengendarai mainan beroda atau sepeda roda        tiga</span></li>
<li class="MsoNormal">Mempergunakan papan luncur tanpa        bantuan</li>
<li class="MsoNormal">Membangun menara yang terdiri dari        9 atau 10 kotak</li>
<li class="MsoNormal">Menjiplak garis vertical,        horizontal dan silang</li>
<li class="MsoNormal">Menjiplak lingkaran</li>
<li class="MsoNormal"><span>Mempergunakan kedua tangan untuk mengerjakan tugas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Memegang kertas dengan satu tangan dan memepergunakan gunting untuk        memotong selembar kertas berukuran 5 inci persegi menjadi dua bagian. </span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal">Empat tahun</p>
</td>
<td width="451" valign="top">
<ul>
<li class="MsoNormal">Berdiri di atas satu kaki selama        10 detik</li>
<li class="MsoNormal">Berjalan maju dalam satu garis lurus        dengan tumit dan ibu jari sejauh 6 kaki</li>
<li class="MsoNormal">Berjalan mundur dengan ibu jari ke        tumit</li>
<li class="MsoNormal">Lomba lari</li>
<li class="MsoNormal">Melompat ke depan 10 kali</li>
<li class="MsoNormal">Melompat kebelakang sekali</li>
<li class="MsoNormal">Bersalto/ berguling ke depan</li>
<li class="MsoNormal">Menendang secara terkoordinasi ke        belakang dank e depan dengan kaki terayun dan tangan mengayun kea rah        berlawanan secara bersamaan.</li>
<li class="MsoNormal"><span>Dengan dua tangan menangkap bola yang dilemparkan dari jarak 3 kaki</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Melempar bola kecil dengan kedua tangan ke pada seseorang yang        berjarak 4-6 kaki darinya</span></li>
<li class="MsoNormal">Membangun menara setinggi 11 kotak</li>
<li class="MsoNormal"><span>Menggambar sesuatu yang berarti bagi anak tersebut. </span>Dapat        dikenali orang lain</li>
<li class="MsoNormal"><span>Mempergunakan gerakan-gerakan jemari selama permainan jari</span></li>
<li class="MsoNormal">Menjiplak gambar kotak</li>
<li class="MsoNormal">Menulis beberapa huruf</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="139" valign="top">
<p class="MsoNormal">Lima tahun</p>
</td>
<td width="451" valign="top">
<ul>
<li class="MsoNormal"><span>Berdiri di atas kaki yang lainnya selama 10 detik</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Berjalan di atas besi keseimbangan ke depan, ke belakang dan ke        samping</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Melompat ke belakang dengan dua kali berturut-turut</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Melompat dua meter dengan salah satu kaki</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Mengambil satu atau dua langkah yang teratur sebelum menendang bola</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menangkap bola tennis dengan kedua tangan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Melempar bola dengan memutar badan dan melangkah ke depan</span></li>
<li class="MsoNormal">Mengayun tanpa bantuan</li>
<li class="MsoNormal">Menangkap dengan mantap</li>
<li class="MsoNormal">Menulis nama depan</li>
<li class="MsoNormal">Membangun menara setinggi 12 kotak</li>
<li class="MsoNormal">Mewarnai dengan garis-garis</li>
<li class="MsoNormal"><span>Memegang pensil dengan benar antara ibu jari dan 2 jari</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menggambar orang beserta rambut dan hidung</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Menjiplak persegi panjang dan segi tiga</span></li>
<li class="MsoNormal">Memotong bentuk-bentuk        sederhana.<span> </span></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><em>Diadaptasi dari CRI (1997)</em></p>
<p class="MsoNormal"><em></em><span>Perkembangan motorik anak bisa di pantau dengan melakukan suatu tes. Tes yang umum dilakukan untuk memantau perkembangan motorik adalah tes Denver. Tes ini membagi perkembangan anak jadi empat, yaitu perkembangan personal sosial, perkembangan bahasa, serta perkembangan motorik kasar dan motorik halus adaptif. Perkembangan bayi akan diamati setiap 1 bulan sekali. Sedangkan balita, atau tepatnya setelah anak menginjak usia 2 tahun ke atas, cukup 3 bulan sekali. Tes Denver merupakan checklist untuk mempermudah pemantauan akan perkembangan anak, apakah anak sesuai dengan perkembangan usianya saat itu atau tidak.</span><span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><span>D.<span> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>KESIMPULAN DAN SARAN</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Motorik anak perlu dilatih agar dapat berkembang dengan baik. Perkembangan motorik anak berhubungan erat dengan kondisi fisik dan intelektual anak.<span> </span>Faktor gizi, pola pengasuhan anak, dan lingkungan ikut berperan dalam perkembangan motorik anak. Perkembangan motorik anak berlangsung secara bertahap tapi memiliki alur kecepatan perkembangan yang berbeda pada setiap anak. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pada umumnya anak usia 3 sampai 4 tahun memiliki kekuatan fisik yang mulai berkembang, tapi rentang konsentrasinya pendek, cenderung berpindah-pindah dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Sedangkan pada usia 5 tahun Secara fisik, pada usia ini fisik anak sangat lentur dan tertarik pada senam dan olah raga yang teratur. Mereka mengembangkan kemampuan motorik yang lebih baik. Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dilakukan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menstimulasi perkembangan motorik anak adalah sebagai berikut:</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal">Memberikan kesempatan belajar anak untuk mempelajari kemampuan      motoriknya, agar ia tak mengalami kelambatan perkembangan.</li>
<li class="MsoNormal">Memberikan kesempatan mencoba seluas-luasnya agar ia bisa      menguasai kemampuan motoriknya.</li>
<li class="MsoNormal">Memberikan contoh yang baik, karena mempelajari dan      mengembangkan kemampuan motoriknya lewat cara meniru, si kecil perlu      mendapat contoh (model) yang tepat dan baik.</li>
<li class="MsoNormal"><span>Memberikan      bimbingan karena meniru tanpa bimbingan tak akan mendapatkan hasil      optimal. </span>Ini penting agar ia mengenali kesalahannya.</li>
<li class="MsoNormal">Penggunaan KMS (Kartu Menuju Sehat) yang bisa memantau perkembangan      motorik anak secara praktis, untuk melihat apakah anak berkembang sesuai      dengan tahapannya atau tidak.</li>
</ul>
<p>[Endah, <a href="http://parentingislami.wordpress.com">http://parentingislami.wordpress.com</a>]</p>
<p class="MsoNormal"><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p class="MsoNormal">CRI Team, Pembelajaran Berpusat pada Anak,  Washington: CRI</p>
<p class="MsoNormal">Petterson, Candida (1996) Looking forward through the Lifespan, Australia: Prentice Hall</p>
<p class="MsoNormal">Santrock, John (2007) Child Development, New York: McGrow</p>
<p class="MsoNormal">Yusuf, Syamsu   LN (2002) Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: PT Remaja Rosdakarya</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg05719.html">http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg05719.html</a></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/art-2.htm">http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/art-2.htm</a></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=549">http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=549</a></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=7202">http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=7202</a></p>
<p class="MsoNormal"><span>http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=5496</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Ibu… (part 2)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=13</link>
<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 10:47:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=13</guid>
<description><![CDATA[Keutamaan berbakti kepada orang tua :
1.      Berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Arial;">Keutamaan berbakti kepada orang tua :</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama.</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span><span>           </span>Dengan dasar diantaranya yaitu hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu."Artinya : Dari Abdullah bin Mas'ud katanya, <i>"Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah" </i>[Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]<br />
Dengan demikian jika ingin kebajikan harus didahulukan amal-amal yang paling utama di antaranya adalah birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua. </span></b><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan."Artinya : <i>Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu 'anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ridla Allah tergantung kepada keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua"</i> [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu dengan cara bertawasul dengan amal shahih tersebut</span></b><span style="font-family:Arial;">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari Ibnu Umar.<br />
"Artinya : R<span style="color:#333333;">asulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, <i>"Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yang lain, 'Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan'. Kemudian mereka memohon kepada Allah dan bertawasul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, "Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dapati kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan kepada anak-anaku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena Engkau ya Allah, bukakanlah. "Maka batu yang menutupi pintu gua itupun bergeser"</i> [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;color:#333333;">Ini menunjukkan bahwa perbuatan berbakti kepada kedua orang tua yang pernah kita lakukan, dapat digunakan untuk bertawassul kepada Allah ketika kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yang dialami seseorang saat ini diantaranya karena perbuatan durhaka kepada kedua orang tuanya.<br />
<span> </span><span>           </span>Dalam riwayat Abdullah bin Mas'ud yang disampaikan sebelumnya disebutkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua harus didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.<br />
<span> </span><span>           </span>Begitu besarnya jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yang kita lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tua tidak akan dapat membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka'bah dan ke mana saja 'Si Ibu' menginginkan, orang tersebut bertanya kepada, <i>"Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?" Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu 'anhuma, "Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu"</i> [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]<br />
<span> </span><span>           </span>Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dengan beban yang dirasakannya sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwanya antara hidup dan mati. </span><span style="font-family:Arial;color:#333333;">Ketika kita lahir, ibu lah yang menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semuanya dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tidak ada yang bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dengan membawa ke dokter atau yang lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;color:#333333;"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;color:#333333;">Dengan berbakti kepada kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur.</span></b><span style="font-family:Arial;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;color:#333333;">Sebagaimana dalam hadits yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."Artinya : <i>Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi"</i> [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]<br />
<span> </span><span>           </span>Dalam ayat-ayat Al-Qur'an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. </span><span style="font-family:Arial;color:#333333;">Dalam silaturahmi, yang harus didahulukan silaturahmi kepada kedua orang tua sebelum kepada yang lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yang sering ziarah kepada teman-temannya tetapi kepada orang tuanya sendiri jarang bahkan tidak pernah. Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia tidak pernah berkumpul bahkan tidak kenal dengan kedua orang tuanya. Sesulit apapun harus tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tua. Karena dengan dekat kepada keduanya insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dengan silaturahmi akan diakhirkannya ajal dan umur seseorang.Walaupun masih terdapat perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendapat yang lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umurnya memang benar-benar akan dipanjangkan.<br />
<!--[endif]--></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;color:#333333;"><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;color:#333333;">Manfaat dari berbakti kepada kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. </span></b><span style="font-family:Arial;color:#333333;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;color:#333333;">Di dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yang durhaka tidak akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yang berbuat baik kepada kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ke jannah (surga).<br />
<span> </span><span>           </span>Dosa-dosa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala segerakan adzabnya di dunia diantaranya adalah berbuat zhalim dan durhaka kepada kedua orang tua. Dengan demikian jika seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya, Allah Subahanahu wa Ta'ala akan menghindarkannya dari berbagai malapetaka, dengan izin Allah.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><b>Lalu apa</b> </span><b><span style="font-family:Arial;">Bentuk</span></b><b><span style="font-family:Arial;">-</span></b><b><span style="font-family:Arial;">bentuk Birrul walidain...?</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">bersambung...</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">[umina_fatih]<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aspek Perkembangan Motorik dan Keterhubungannya dengan Aspek Fisik dan Intelektual Anak (part 2)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=12</link>
<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 09:28:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=12</guid>
<description><![CDATA[B. Urgensi Perkembangan Motorik Anak
Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><strong>B. Urgensi Perkembangan Motorik Anak</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor<span> </span>yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Beberapa pengaruh perkembangan motorik terhadap konstelasi perkembangan individu dipaparkan oleh Hurlock (1996) sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>a.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:400;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span>Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. </span>Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat mainan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>b.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:400;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, ke kondisi yang independent. Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>c.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:400;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><!--[if !supportLists]--><span>Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Pada usia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar, anak sudah dapat dilatih menulis, menggambar, melukis, dan baris-berbaris.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span><span>d.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:400;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>e.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:400;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Perkembangan keterampilan motorik sangat penting bagi perkembangan self-concept atau kepribadian anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Stimulasi yang bisa diberikan unruk mengoptimalkan <strong>perkembangan motorik anak</strong> adalah:</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Dasar-dasar keterampilan untuk menulis (huruf arab      dan latin) dan menggambar.</li>
<li class="MsoNormal">Keterampilan berolah raga (seperti senam) atau      menggunakan alat-alat olah raga.</li>
<li class="MsoNormal"><span>Gerakan-gerakan      permainan, seperti meloncat, memanjat dan berlari.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Baris-berbaris      secara sederhana untuk menanamkan kebiasaan kedisiplinan dan ketertiban.</span></li>
<li class="MsoNormal">Gerakan-gerakan ibadah shalat</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Perkembangan motorik anak akan lebih teroptimalkan jika lingkungan tempat tumbuh kembang anak mendukung mereka untuk bergerak bebas. Kegiatan di luar ruangan bisa menjadi pilihan yang terbaik karena dapat menstimulasi perkembangan otot (CRI, 1997). Jika kegiatan anak di dalam ruangan, pemaksimalan ruangan bisa dijadikan strategi untuk menyediakan ruang gerak yang bebas bagi anak untuk berlari, berlompat dan menggerakan seluruh tubuhnya dengan cara-cara yang tidak terbatas. Selain itu, penyediaan peralatan bermain di luar ruangan bisa mendorong anak untuk memanjat, koordinasi dan pengembangan kekuatan tubuh bagian atas dan juga bagian bawah. Stimulasi-stimulasi tersebut akan membantu pengoptimalan motorik kasar. Sedangkan kekuatan fisik, koordinasi, keseimbangan dan stamina secara perlahan-lahan dikembangkan dengan latihan sehari-hari. Lingkungan luar ruangan tempat yang baik bagi anak untuk membangun semua keterampilan ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Kemampuan motorik halus bisa dikembangkan dengan cara anak-anak menggali pasir dan tanah, menuangkan air, mengambil dan mengumpulkan batu-batu, dedaunan atau benda-benda kecil lainnya dan bermain permainan di luar ruangan seperti kelereng. Pengembangan motorik halus ini merupakan modal dasar anak untuk menulis.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Keterampilan fisik yang dibutuhkan anak untuk kegiatan serta aktifitas olah raga bisa dipelajari dan dilatih di masa-masa awal perkembangan. Sangat penting untuk mempelajari keterampilan ini dengan suasana yang menyenangkan, tidak berkompetisi agar anak-anak mempelajari olah raga dengan senang dan merasa nyaman untuk ikut berpartisipasi. Hindari permainan di mana seseorang atau sekelompok orang menang dan kelompok lain kalah. Anak-anak yang secara terus menerus kalah dalam sebuah permainan memiliki kecenderungan merasa kurang percaya akan kemampuannya dan akan berkenti berpartisipasi. Tujuan pendidikan fisik untuk anak-anak yang masih kecil adalah untuk mengembangkan keterampilan dan ketertarikan fisik jangka panjang (CRI, 1997).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Perkembangan motorik berbeda tingkatannya pada setiap individu. Anak usia empat tahun bisa dengan mudah menggunakan gunting sementara yang lainnya mungkin akan bisa setelah berusia lima atau enam tahun. Anak tertentu mungkin akan bisa melopmat dan menangkap bola dengan mudah sementara yang lainnya mungkin hanya bisa menangkap bola yang besar atau berguling-guling. Dalam hal ini orang tua dan orang dewasa di sekitar anak harus mengamati tingkat perkembangan anak-anak dan merencanakan berbagai kegiatan yang bisa menstimulainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Menurut dr. Karel A.L. Staa, M.D olah raga memberi manfaat bagi perkembangan motorik anak. </span>Selain untuk perkembangan fisiknya, olahraga juga amat baik untuk perkembangan otak serta psikologis anak. <span>Mengikutkan anak pada kelompok olahraga akan meningkatkan kesehatan fisik, psikologis serta psikososialnya. </span><span>Anak menjadi senang mendapat stimulasi kreativitas yang baik untuk perkembangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Selain berbagai kegiatan stimulai, hal lain yang mempengaruhi perkembangan motorik anak adalah gizi anak. Banyak penelitian yang menerangkan tentang pengaruh gizi terhadap kecerdasan serta perkembangan motorik kasar. Levitsky dan Strupp pada penelitiannya terhadap tikus mengungkapkan bahwa kurang gizi menyebabkan <em>functional isolationism</em> 'isolasi diri' yaitu mempertahankan untuk tidak mengeluarkan energi yang banyak (<em>conserve energy</em>) dengan mengurangi kegiatan interaksi sosial, aktivitas, perilaku eksploratori, perhatian, dan motivasi. Aplikasi teori ini kepada manusia adalah bahwa pada keadaan kurang energi dan potein (KEP), anak menjadi tidak aktif, apatis, pasif, dan tidak mampu berkonsentrasi. Akibatnya, anak dalam melakukan kegiatan eksplorasi lingkungan fisik di sekitarnya hanya mampu sebentar saja dibandingkan dengan anak yang gizinya baik, yang mampu melakukannya dalam waktu yang lebih lama. Model <em>functional isolationism</em> yang dilukiskan ini sama dengan teori sebelumnya bahwa aspek-aspek essensial dan universal untuk perkembangan kognitif ditekan oleh mekanisme penurunan aktivitas pada keadaan kurang gizi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Untuk melakukan suatu aktivitas motorik, dibutuhkan ketersediaan energi yang cukup banyak. Tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari melibatkan suatu mekanisme yang mengeluarkan energi yang tinggi, sehingga yang menderita KEP (Kurang Energi Protein) biasanya selalu terlambat dalam perkembangan <em>motor milestone. </em>Sebagai contoh, pada anak usia muda, komposisi serat otot yang terlibat dalam pergerakan kontraksi kurang berkembang pada anak yang kurang gizi. Keadaan ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tulang sehingga terjadi pertumbuhan badan yang terlambat3.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Tengkurap, merangkak, dan berjalan menurunkan ketergantungan atau kontak yang terus-menerus dengan pengasuhnya. Keadaan ini berpengaruh nyata terhadap mekanisme <em>self-regulatory</em>, sehingga anak menjadi lebih bersosialisasi dan ramah dengan lingkungannya. Sebaliknya, bila terjadi keterlambatan dalam <em>locomotion</em> dan perkembangan motorik akan merusak akses terhadap sumber-sumber eksternal yang berpengaruh kurang baik terhadap regulasi emosional, sehingga akan mengakibatkan terhambatnya perkembangan kecerdasan anak. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, telah dilakukan penelitian di daerah Jawa Barat yang dilakukan <span>Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Bogor dan University of California, Davis, USA</span> untuk dapat menerangkan tentang bagaimana mekanisme gizi berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak. Sebanyak tidak kurang dari 17 buah makalah ilmiah dan hasil penelitian ini telah diterbitkan di dalam beberapa jurnal di luar negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang di usia awalnya mendapat makanan suplemen, pada 8 tahun kemudian nilai tes intelektualnya lebih baik dari pada anak yang tidak mendapatkan suplemen. Sesudah memperhitungkan faktor <em>confounder </em><span>peneliti</span> berkesimpulan bahwa suplemen makanan pada waktu bayi adalah faktor yang menyebabkan perbedaan. Hasil penemuan ini mendemonstrasikan bahwa suplemen makanan selama tiga bulan pada waktu bayi berumur kurang dari 18 bulan membawa keuntungan yang nyata terhadap kecerdasan anak sampai 8 tahun kemudian. Sedangkan terhadap anak yang berumur lebih dari 18 bulan yang sekarang berumur antara 10--12 tahun, keuntungan tersebut tidak nyata. Hasil penelitian tersebut pun menghasilkan suatu dugaan bahwa perkembangan neurologi sebelum berumur 18 bulan berhubungan erat dengan defisiensi gizi yang dapat bersifat permanen. </span>Umur 18 bulan dari hasil penelitian ini dapat merupakan batas atau <em>cut off point</em>. Hasil-hasil penelitian pada tikus menunjukkan bahwa gizi kurang dapat berakibat defisit myelinisasi pada otak yang <em>irreversibel</em>. Pada tikus, masa-masa kritis terjadi pada saat umur 8--14 hari, dan berdasarkan periode puncak pertumbuhan maka pada manusia dapat terjadi pada usia 6--18 bulan15. <span>Sehubungan dengan hal tersebut, maka bayi kurang gizi yang tidak mendapat suplemen diduga mengalami defisit myelinisasi. Artinya terjadi kesulitan dalam menghantarkan informasi dari satu neuron ke neuron yang lain dan mengakibatkan intelektual anak rendah. Hal ini pun pada akhirnya mempengaruhi perkembangan motorik anak. Refleks anak terhadap lingkungannya akan terhambat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Data hasil penelitian kroseksional tersebut tidak merupakan data yang representatif dari perubahan dalam diri seorang anak. Walaupun dalam banyak hal perkembangan motorik <em>milestone</em> tidak selamanya mengikuti suatu perubahan kronologi yang ketat, data dari hasil penelitian tersebut dapat dipergunakan sebagai dasar untuk mengestimasi perkembangan motorik pada umur anak tertentu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Apabila dibandingkan dengan negara-negara Barat, maka perkembangan <em>motorik milestone</em> pada anak Indonesia tergolong rendah. Di Amerika, anak mulai berjalan pada umur 11,4--12,4 bulan11, dan anak-anak di Eropa antara 12,4--13,6 bulan12. Sedangkan di Indonesia, pada sampel yang diteliti adalah 14,02 bulan. Informasi yang cukup untuk menerangkan perbedaan tersebut belum ada, namun besar kemungkinan bahwa faktor gizi, pola pengasuhan anak, dan lingkungan ikut berperanan. Penjabaran tersebut di atas, menghasilkan suatu kesimpulan bahwa pember ian stumulasi untuk mengembangkan kemampuan motorik merupakan hal yang urgen atau penting. </span><strong><br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong>Bagaimanakah<span> Perkembangan Motorik Usia 3-5 tahun ??</span></strong></p>
<p>bersambung...</p>
<p>[Endah, <a href="http://parentingislami.wordpress.com">http://parentingislami.wordpress.com</a>]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Ibu… (part 1)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=11</link>
<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 09:23:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=11</guid>
<description><![CDATA[Berbahagialah jika ukhti telah menjadi seorang ibu, teruskan perjuangan muliamu! Dan bagi saudariku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;color:windowtext;">Berbahagialah jika ukhti telah menjadi seorang ibu, teruskan perjuangan muliamu! Dan bagi saudariku<span>  </span>yang belum menjadi seorang ibu, berbekallah dengan sebanyak-banyaknya bekal, karena menjadi seorang ibu, satu kata yang hanya<span>  </span>tersusun dari tiga huruf ini mempunyai peran yang sangat signifikan bagi peradaban umat manusia. Gelar ini<span>  </span>diraih setelah Allah mengamanahkan anak yang masih suci dari dosa dan noda dan harus ia jaga <span>   </span>: <i>“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manuasia dan batu“</i> (Q.S. At-Tahrim :7). Rasulullah bersabda : <i>“Setiap anak yang baru dilahirkan itu lahir dengan membawa fitrah. Orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Majusi atau Nasrani “</i></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;color:windowtext;"><span> </span>Seorang ibu mempunyai peran domestik, yang berhubungan dengan anak dan suaminya dan peran publik yang berhubungan dengan masyarakat luas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Arial;color:black;">Peran Domestik seorang ibu</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Ibu Sebagai Istri<br />
</span></b><span style="font-family:Arial;">Seorang ibu harus<span>  </span>menunaikan kewajibannya dan mendapatkan haknya sebagai sebagai seorang istri, Sehingga muncul ketentraman lahir dan batin, menjadi patner yang sinergis untuk suaminya dalam berjuang membangun keluarga sakinah, mawaddah , warahmah dan da’wah yang mampu memberikan energi positif, tidak hanya untuk anak-anaknya, tetapi untuk masyarakat secara umum.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Ibu Sebagai Orang Tua</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39.6pt;text-align:justify;text-indent:-21.6pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Mengandung dan melahirkan anak-anaknya</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><i><span style="font-family:Arial;">“Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari saripati berasal dari tanah. Kemudian kami menjadikannya air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim)</span></i><span style="font-family:Arial;"> “(Q.S. Al-Mu’minun; 12-13).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Sabda Rasulullah SAW : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><i><span style="font-family:Arial;">“ Wahai Kaum wanita, apakah kamu tidak rela bila salah seorang diantara kamu<span>  </span>hamil dari hubungannya dengan suami sedangkan suaminya ridho padanya, lalu dia beroleh pahala seperti pahala orang yang berpuasa yang<span>  </span>aktif berjihad di jalan Allah. Apabila dia merasa sakit akan melahirkan, lalu penduduk langit dan bumi belum pernah melihat pahala yang disediakan buatnya, yang sangat menyenangkan pandangan mata. Dan ketika mereka melahirkan, kemudian keluar seteguk air susu dan anaknya menetek seteguk demi seteguk, lalu setiap tetes tegukan itu berpahala satu kebaikan. Dan jika dia tidak tidur semalaman maka mereka memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan tujuh puluh budak di jalan Allah dengan penuh keikhlasan </span></i><span style="font-family:Arial;">(HR.Daelami dan Ibnu Asakir)<span>  </span><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><b><span style="font-family:Arial;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39.6pt;text-align:justify;text-indent:-21.6pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Menyusui<span>    </span></span></b><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;color:#02283b;"><br />
</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;color:#02283b;">Wajib atas s</span><span style="font-family:Arial;color:#02283b;">eorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil, sebagaimana firman Allah yang artinya<b>: </b></span><b><i><span style="font-family:Arial;">Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.</span></i></b><b><span style="font-family:Arial;"> (QS AI Baqarah: 233). Di<span>  </span>ayat lain Allah berfirman:<i>Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. lbunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkanya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan</i>.(QS Al Ahqaf:15).<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--><span></span></span></b>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:39.6pt;text-align:justify;text-indent:-21.6pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;"><span>2.3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">  </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Mendidik dan mengasihinya</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Peran Ibu terhadap anak-anaknya di rumah sebagai pendidik dan pengayom pertama<span>  </span>sebelum masuk pendidikan forma. Ibu sangat berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan segala potensi anak dan memberikan rasa aman untuk anak.<br />
<span>       </span><span>     </span><span style="color:black;">Bahkan seorang penyair menggambarkan bahwa Ibu adalah sebuah sekolah, yang apabila engkau persiapkan (dengan baik), berarti engkau telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.</span></span><b><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;color:black;"> </span></b><span style="font-family:Arial;color:black;">Ungkapan tersebut menunjukkan betapa besarnya peran seorang ibu dalam membentuk sebuah generasi yang kelak akan menentukan kualitas suatu bangsa.Ibu bagaikan wadah pendidikan yang mengajarkan dan mendidik berbagai macam ilmu dalam kehidupan anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang. Sebagai pendidik awal, ibulah yang pertama kali meletakkan fondasi dasar -terutama dalam aspek keimanan- kepada anak dalam proses pendewasaan mental dan pematangan jiwa. Sehingga sangat penting bagi seorang calon ibu untuk membekali diri dengan berbagai ilmu pendidikan anak. Oleh karena itu<span>  </span>Rasulullah menyuruh kaum laki-laki<span>  </span>untuk berusaha menikah dengan wanita shalihah yang berjiwa pendidik. Rasulullah bersabda : <i><span> </span>“Pilihlah untuk meletakkan benih (keturunanmu) pada tempat yang baik (shalihah)</i> (dari Aisyah diriwayatkan oleh Daruquthni). Rasulullah memuji wanita-wanita Quraisyi karena sifat mereka yang penyayang terhadap anak-anak dan perhatian terhadap suami mereka (Dari Abu Hurairah, diriwayatkan oleh Bukhari).</span><b><span style="font-family:Arial;color:#02283b;"><br />
</span></b><span style="font-family:Arial;">Berikut beberapa perkara yang wajib diperhatikan oleh ibu dalam mendidik anak-anaknya:</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:61.2pt;text-align:justify;text-indent:-25.2pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span style="font-family:Arial;color:black;font-weight:normal;"><span>2.3.1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Menanamkan Aqidah Yang Bersih</span></b><b><span style="font-family:Arial;color:black;font-weight:normal;"></span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Menanamkan aqidah yang bersih, yang bersumber dari Kitab dan Sunnah yang shahih.Allah berfirman yang artinya: <i>“Maka ketahuilah bahwa <span style="color:black;">sesugguhnya tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah.</span></i><span style="color:black;"> (QS Muhammad: 19)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Rasulullah bersabda, yang artinya: Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas, dia berkata: <i>Pada suatu hari aku membonceng di belakang Nabi, kemudian beliau berkata, 'Wahai anak, Sesungguhnya aku mengajarimu beberapa kalimat, yaitu: jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapatiNya di hadapanmu. Apablla engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau mohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu satu manfaat, niscaya mereka tidak akan dapat memberimu manfaat, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk memberimu satu bahaya, niscaya mereka tidak akan bisa membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.Pena-pena telah diangkat dan tinta telah kering." </i></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Dan dalam riwayat lain (Beliau berkata), </span><i><span style="font-family:Arial;">"Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Perkenalkanlah dirimu kepada Allah ketika kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kesulitan. Ketahuilah, apa apa yang (ditakdirkan) luput darimu, (maka) tidak akan menimpamu. Dan apa-apa yang (ditakdirkan) menimpamu, ia tidak akan luput darimu. Ketahuilah, bahwa pertolongan ada bersama kesabaran, kelapangan ada bersama kesempitan, dan bersama kesusahan ada kemudahan." </span></i><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Seorang anak terlahir di atas fitrah, sebagaimana sabda Rasulullah maka sesuatu yang sedikit saja akan berpengaruh padanya. Dan wanita muslimah adalah orang yang harus bersegera menanamkan agama yang mudah ini, serta menanamkan kecintaan tehadap agama ini kepada anak-anaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;color:#02283b;"> <span>2.3.2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Mengajari Anak Shalat</span></b><span style="font-family:Arial;"><br />
<span> </span><span>           </span>Mengajarkan anak-anak shalat yaitu dalam hal-hal yang utamanya, wajib-wajibnya, waktunya, cara berwudhu dan dengan shalat dihadapan mereka. Demikian pula dengan pergi bersama mereka ke masjid, berdasarkan sabda Nabi dan hadits Sabrah, ; <i>Perintahkanlah anak untuk shalat apabila mereka telah berumur tujuh tahun. Dan jika mereka telah berumur sepuluh tahun (tetapi tidak shalat), maka pukullah mereka<span style="color:#009900;">.</span></i><span style="color:#02283b;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:0;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;"><span>2.3.3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Menanamkan Kecintaan Kepada Allah dan RasulNya, dan Mendahulukan Keduanya</span></b><span style="font-family:Arial;"><br />
<span> </span><span>           </span>Dari Anas dia berkata, Rasulullah bersabda,<i>"Tidak sempurna imam seseorang diantara kalian sampai aku menjadi orang yang lebih dicintainya daripada bapaknya, anaknya dan seluruh manusia." </i><br />
<span>         </span>Dengan menanamkan kecintaan kepada Allah dan RasulNya di hati anak-anak akan mengantarkan mereka menyambut seruan Allah dan RasulNya. Dan ini menjadi motivasi dasar untuk seluruh yang mengikutinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:0;"><b><span style="font-family:Arial;font-weight:normal;"> </span></b><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Arial;"><span>2.3.4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><b><span style="font-family:Arial;">Mengajarkan Al Qur'an dan Menyuruh Anak-Anak Menghafalkannya</span></b><span style="font-family:Arial;"><br />
<span> </span><span>           </span>Ini merupakan masalah besar yang hanya akan didapatkan oleh orang yang secara sungguh-sungguh berusaha menghafal dan mengamalkannya.<br />
<span>     </span><span>       </span>Hadits-hadits Nabi telah menunjukkan keutamaan itu semua. Diantaranya yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan dari Nabi beliau bersabda, <i>"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."</i><span>  </span><br />
<span> </span><span>           </span>Para ibu pada masa kejayaan Islam, benar-benar memotivasi anak-anaknya untuk mendapatkan kebaikan, terlebih lagi dari Al Qur'an, sebagaimana mereka mengusahakan kebaikan bagi jiwa anak-anaknya</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Arial;">Begitu besarnya<span>  </span>peranan seorang ibu<span>  </span>bagi seorang anak, sehingga wajar<span>  </span>jika<span>  </span>Allah<span>  </span>memerintahkan manusia untuk berbakti kepada<span>  </span>ibunya khususnya dan orang tua pada umumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#160;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-family:Arial;">Apakah keutamaan berbakti kepada orang tua ??</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">bersambung...</span></p>
<p>[umina_fatih]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aspek Perkembangan Motorik dan Keterhubungannya dengan Aspek Fisik dan Intelektual Anak]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/2008/03/01/aspek-perkembangan-motorik-dan-keterhubungannya-dengan-aspek-fisik-dan-intelektual-anak/</link>
<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 12:15:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/2008/03/01/aspek-perkembangan-motorik-dan-keterhubungannya-dengan-aspek-fisik-dan-intelektual-anak/</guid>
<description><![CDATA[I. PENDAHULUAN
Pembentukan kualitas SDM yang optimal, baik sehat secara fisik maupaun psikologis san]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><!--[if !supportLists]--><strong><span>I.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:400;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pembentukan kualitas SDM yang optimal, baik sehat secara fisik maupaun psikologis sangat bergantung dari proses tumbuh dan kembang pada usia dini.<span> </span>Perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik perubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi, maupun perkembangan psikososial yang terjadi dalam usia anak (infancytoddlerhood di usia 0 ­ - 3 tahun, early childhood usia 3 ­ - 6 tahun, dan middle childhood usia 6-11 tahun). Masing-masing aspek tersebut memiliki tahapan-tahapan sendiri. Pada usia 1 bulan, misalnya pada aspek <strong>motorik</strong> kasarnya, anak sudah bisa menggerakkan tangan dan kakinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Masa balita adalah masa emas (golden age) dalam rentang perkembangan seorang individu. Pada masa ini, anak mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, baik dari segi fisik motorik, emosi, kognitif maupun psikososial. Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang holistic atau menyeluruh. Karena itu pemberian stimulasinya pun perlu berlangsung dalam kegiatan yang holistik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Demikian pun dalam kaitan dengan kecerdasan motorik anak, tentu saja dipengaruhi oleh <strong>aspek perkembangan yang lainnya, terutama dengan kaitan fisik dan intelektual anak</strong>. </span><span>Dalam makalah ini akan coba di paparkan apa yang dimaksud dengan kecerdasan motorik, pentingnya perkembangan motorik anak, bagaimana proses perkembangan motorik anak pada usia <em>middle age</em> atau anak anak ( 3 – 5) tahun dan stimulasi apa saja yang bisa diberikan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik anak usia 3 – 5 tahun.</span></p>
<p><strong></strong><!--[if !supportLists]--><strong><span>II.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:400;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>PEMBAHASAN</strong><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>A.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:400;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Berbagai Pandangan Mengenai Perkembangan Motorik Anak<span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong></strong><br />
<span> Fisik atau tubuh manusia merupakan system organ yang komples dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode prenatal (dalam kandungan). Kuhlen dan Thomshon. </span>1956 (Yusuf, 2002) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu (1) system syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi; (2) otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik; (3) kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis; dan (4) struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proposi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Usia emas dalam perkembangan motorik adalah <em>middle childhood</em> atau masa anak-anak, seperti yang diungkapkan Petterson (1996)</p>
<blockquote><p><em>During middle childhood, the body and brain undergo important growth changes, leading to better motor   coordinator, greater strength and more skilfull problem-solving. Health and nutrition play an important part in these biological developments.</em></p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pada usia ini, kesehatan fisik anak mulai stabil. Anak tidak mengalami sakit seperti uasia sebelumnya. Hal ini menyebabkan perkembangan fisik jadi lebih maskimal dari pada usia sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><em>The period of middle childhood, from age six to age twelve is, also remarkably free from desease. The average child suffers fewer bouts of illness than during the years before school entry, and the risk of death for a contemporary Australian or New Zealand child is lower than at any earlier or later period during the life span.</em> (Petterson, 1996)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan <em>spinal cord</em>. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.<br />
Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal. .<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak lah yang mensetir setiap gerakan yang dilakukan anak.Semakin matangnya perkembangan system syaraf otak yang mengatur otot m,emungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. </span>Perkembangan motorik anak dibagi menjadi dua:</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan,      berlari, mmelompat, naik turun tangga.</li>
<li class="MsoNormal">Keterampilan motorik halus atau keterampilan      manipulasi seperti menulis, menggambar, memotong, melempar dan menagkap      bola serta memainkan benda-benda atau alat-alat mainan (Curtis,1998;      Hurlock, 1957 dalam Yusuf 2002)</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Perkembangan motorik berbeda dari setiap individu, ada orang yang perkembangan motoriknya sangat baik, seperti para atlit, ada juga yang tidak seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik. Gender pun memiliki pengaruh dalam hal ini, sesuai dengan pendapat Sherman (1973) yang menyatakan bahwa anak perempuan pada usia <em>middle childhood</em> kelenturan fisiknya 5 %- 10 % lebih baik dari pada anak laki-laki, tapi kemampuan fisik atletis seperti lari, melompat dan melempar lebih tinggi pada anak laku-laki dari pada perempuan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak,<em> Motor development comes about through the unfolding of a genetic plan or maturation</em> (Gesell, 1934 dalam Santrock, 2007). <span>Anak usia 5 bulan tentu saja tidak akan bisa langsung berjalan. Dengan kata lain, ada tahapan-tahapan umum tertentu yang berproses sesuai dengan kematangan fisik anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Teori yang menjelaskan secara detai tentang sistematika motorik anak adalah <em>Dynamic System Theory</em> yang dikembangkan Thelen &#38; whiteneyerr. Teori tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><em>“…….to develop motor skill, infants must perceive something in the environment that motivates them to act and use their perceptions to fine-tune their movement. Motor skills represent solutions to the infant’s goal.” </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak factor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika system syarafnya sudah<span> </span>matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Selain berkaitan erat dengan fisik dan intelektual anak, kemampuan motorik pun berhubungan dengan aspek psikologis anak. Damon &#38; Hart, 1982 (Petterson 1996) menyatakan bahwa kemampuan fisik berkaitan erat dengan self-image anak. Anak yang memiliki kemampuan fisik yang lebih baik di bidang olah raga akan menyebabkan dia dihargai teman-temannya. Hal tersebut juga seiring dengan hasil penelitian yang dilakukan Ellerman, 1980 (Peterson, 1996) bahwa kemampuan motorik yang baik berhubungan erat dengan self-esteem.</p>
<p>besambung...</p>
<p>[Endah, <a href="http://parentingislami.wordpress.com">http://parentingislami.wordpress.com</a>]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajarnya Anak ya.. Bermain]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/2008/02/28/belajarnya-anak-ya-bermain/</link>
<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 12:26:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/2008/02/28/belajarnya-anak-ya-bermain/</guid>
<description><![CDATA[Sekilas tentang hakikat pendidikan anak

(Bagian Pertama)
Seorang guru Play Group dalam rapat harian]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><span>Sekilas tentang hakikat pendidikan anak</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>(Bagian Pertama)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Seorang guru Play Group dalam rapat harian melaporkan pada kepala sekolah, “bu kepala, tolong dalam pertemuan orang tua nanti, dibahas tentang hakikat pendidikan pra sekolah ya, terutama difahamkan pada ibu-ibunya. Saya sering melihat salah seorang ibu yang memaksa bahkan mencubit anaknya karena tidak mau terlibat dalam pembelajaran dan asyik bermain balok.” </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span>Seorang guru lain menambahkan,”iya bu, sepertinya harus segera di jelaskan. Ada kasus lain lagi bu, ketika saya menanyakan pada mama Arif kenapa Arif tidak bisa ikut tamasya minggu depan, alasannya, karena Arif ikut les privat membaca dan matematika.”</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span>Cerita di atas adalah sebuah realita di sekitar kita. Bahkan mungkin sebenarnya lebih parah dari itu. Jika pada cerita tersebut sepertinya kedua guru sudah memahami hakikat pendidikan anak usia dini, bisa jadi pada kenyataannya masih banyak para pendidik anak usia dini sendiri yang belum faham tentang hakikat pendidikan anak usia dini. Terlebih lagi para orang tua yang tidak memiliki latar belakang keilmuan tentang pendidikan anak usia dini. Kebanyakan mereka terlalu memaksakan anaknya untuk ”belajar” sesuatu dengan metoda konvensional yang diterapkan untuk orang dewasa saja sudah tidak efektif lagi. Duduk, diam, dengarkan, tulis dan bacakan kembali, itulah yang dikatakan sebagai belajar. Jika diterapkan pada orang dewasa mungkin mereka mampu protes dan menuntut tehnik pembelajaran lain yang lebih menarik. Tapi apa daya anak-anak, mereka tidak bisa melawan. Apalagi dengan ancaman cubitan atau bahkan pululan.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span>Sebuah Teori <em>Tabularasa</em> memang menyatakan bahwa anak-anak diibaratkan seperti kertas kosong yang bisa diisi apapun. Ya, memang benar, demikian luar biasanya anak-anak, sampai-sampai mereka bisa menghafal banyak hal di luar kepala. Dengan asumsi tersebut, beramai-ramailah orang tua mengisi kertas kosong tersebut. Dan akhirnya, anak-anak pun tumbuh seperti kertas berisi berbagai ilmu yang kumpulannya bisa membentuk sebuah buku. Mungkin terlihat tebal dan pintar. Tapi kaku dan pasif. Tak bisa bergerak dan berbuat. </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span>Bukan wahai para orang tua, mereka bukanlah kertas. Mereka bukan pembelajar pasif. Tapi mereka pembelajar aktif. Tahukah wahai para orang tua, banyak teori belajar lain yang lebih moderen telah dilahirkan. Teori konstruktivisme menyatakan bahwa anak adalah pembelajar aktif. Setiap pori-pori tubuh mereka menyerap apa yang mereka lihat, dengar, sentuh, dan apapun yang berinteraksi dengan mereka. Hebatnya lagi, mereka menganalisis dari setiap interaksi mereka dengan lingkungannya. Tapi sayang, kehebatan itu kita sia-siakan. Kita patahkan dengan tehnik belajar yang tidak sesuai. Mereka kita bentuk, bukan kita arahkan. Mereka kita isi, bukan kita fasilitasi. Strategi belajar terbaik bagi mereka adalah adalah apa yang kita namakan dengan <strong>bermain</strong>. Bukan duduk, diam, dengarkan dan hafalkan. </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span>Orang tua pasti bangga ketika anaknya yang masih usia TK sudah bisa membaca dan berhitung. Orang tua pasti semakin bangga ketika anaknya yang masih kecil itu bisa menghafal berbagai kosa kata dalam bahasa Inggris. Orang tua pasti lebih bangga lagi jika memiliki anak yang selalu menurut ketika di suruh duduk di meja belajar menghafalkan segala sesuatu yang dianggap perlu. Mengikuti berbagai les yang melelahkan. Tapi tahukah anda <strong>wahai para orang tua</strong>, bahwa kebanggaan anda, bahwa kebahagiaan anda <strong>sungguh membuat anak-anak anda menderita! </strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal">Orang tua pasti jengkel ketika ada anaknya yang aktif bergerak, menaiki meja, memegangi benda yang menarik dan baru dilihatnya, menggigit dan mengulumnya atau membongkar mainan yang baru di beli. <span>Orang tua pasti semakin jengkel ketika ada anaknya yang menggambar tidak sesuai dengan perintah ibu gurunya. Orang tua pasti sangat jengkel ketika ada anaknya yang terus menerus bertanya tentang sesuatu yang dia lihat. Orang tua pasti lebih jengkel lagi ketika rumah berantakan setelah anaknya dan teman-temannya bermain dokter-dokteran. Orang tua pasti sangat lebih jengkel lagi ketika anaknya lebih asyik bermain galah di lapangan atau sekedar bermain sepak bola dari pada duduk di meja belajar dan membaca.<span> </span>Tapi tahukah anda <strong>wahai para orang tua bahwa seharusnya anda berbahagia</strong> karena anak <strong>anda bahagia</strong> dan karena kelak dia akan tumbuh<strong> </strong>menjadi<strong> individu yang kreatif dan cerdas. </strong>Karena sesungguhnya ketika dia sedang membuat anda jengkel, dia sedang belajar. </span>Sebenar-benarnya makna belajar bagi dia.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bersambung…………….</p>
<p>[Endah]</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
