<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>palestina &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/palestina/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "palestina"</description>
	<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 22:53:43 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Guerras en paz: la guerra de los seis días, 1995]]></title>
<link>http://horadelsur.wordpress.com/2008/08/07/guerras-en-paz-la-guerra-de-los-seis-dias-1995/</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 08:40:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Horadelsur</dc:creator>
<guid>http://horadelsur.wordpress.com/2008/08/07/guerras-en-paz-la-guerra-de-los-seis-dias-1995/</guid>
<description><![CDATA[
more about &#8220;Guerras en paz: la guerra de los seis&#8230;&#8220;, posted with vodpod
 

]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="display:block;width:425px;margin:0 auto;">[vodpod id=Groupvideo.1456480&#38;w=425&#38;h=350&#38;fv=docId%3D8033602673242738947%26playerMode%3Dsimple%26hl%3Den]</p>
<div style="font-size:10px;">more about "<a href="http://vodpod.com/watch/926205-guerras-en-paz-la-guerra-de-los-seis-d%C3%ADas-1995?pod=horadelsur">Guerras en paz: la guerra de los seis...</a>", posted with <a href="http://vodpod.com/wordpress">vodpod</a></div>
<p> </p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A ler]]></title>
<link>http://ladodefora.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 02:28:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>rjmfernandes</dc:creator>
<guid>http://ladodefora.wordpress.com/?p=16</guid>
<description><![CDATA[El fuerte crecimiento de la población árabe hace saltar la alarma en Israel
ANA CARBAJOSA - El Pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.elpais.com/articulo/internacional/fuerte/crecimiento/poblacion/arabe/hace/saltar/alarma/Israel/elpepiint/20080806elpepiint_7/Tes" target="_blank"><strong>El fuerte crecimiento de la población árabe hace saltar la alarma en Israel</strong><br />
ANA CARBAJOSA - El País</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kartun Anak Israel VS Palestina Menangkan Lomba Karikatur]]></title>
<link>http://amaduq01.wordpress.com/?p=362</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 17:57:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>amaduq01</dc:creator>
<guid>http://amaduq01.wordpress.com/?p=362</guid>
<description><![CDATA[Sebuah lembaga karikatur di Amerika Serikat mengadakan perlombaan kartun terbaik pada bulan ini. Lan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amaduq01.wordpress.com/files/2008/08/kartun-plestina.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-361" style="border:5px solid black;margin:5px;" src="http://amaduq01.wordpress.com/files/2008/08/kartun-plestina.jpg" alt="" width="340" height="278" /></a>Sebuah lembaga karikatur di Amerika Serikat mengadakan perlombaan kartun terbaik pada bulan ini. Lantas, kartun seperti apa yang kemudian menjadi juara dalam kompetisi tersebut?</p>
<p>Seperti dikutip dari situs factjo.com, Senin (4/8/2008), kartun yang menggambarkan persetruan anak Israel dan Palestina lah yang menjadi pemenang lomba tersebut.</p>
<p>Kartun itu kemudian diberikan judul seperti judul film Jet Lee yang terkenal "Once Upon A Time in China" yang kemudian diplesetkan menjadi "Once Upon A Time in Rafah". Rafah adalah nama salah satu kota di Palestina yang kini sedang mengalami ketegangan antara Palestina dan Israel.</p>
<p>Ide pembuatan kartun itu sendiri tercetus dan direfleksikan dari perasaan benci kaum Zionis Yahudi terhadap Palestina yang kemudian menurunkan kebencian itu hingga ke anak-anak mereka sampai pada tahap yang paling benci.</p>
<p>Dalam gambar kartun itu juga terjadi percakapan antara anak kecil berbendera Israel yang sedang menunjuk seorang bocah yang membawa bendera Palestina yang sudah compang-camping.</p>
<p>Dalam dialog kedua anak itu disebutkan;<!--more--></p>
<p>Anak Israel: "Ayah saya berkata kepada ku jika kalian orang Arab adalah teroris paling kejam!</p>
<p>Anak Palestina: Ayah saya tidak mengatakan apa-apa. Karena dia telah tewas dibunuh bangsa kalian!</p>
<p>(ok)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dur dan Duka Palestina]]></title>
<link>http://uswahasan.wordpress.com/?p=45</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 13:42:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>uswah</dc:creator>
<guid>http://uswahasan.wordpress.com/?p=45</guid>
<description><![CDATA[Illan Pape, sejarawan Israel, pernah memaparkan bagaimana cara yang dilakukan teroris Zionis-Yahudi ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Illan Pape, sejarawan Israel, pernah memaparkan bagaimana cara yang dilakukan teroris Zionis-Yahudi untuk mengusir bangsa Palestina dari rumah dan kampung mereka di tahun 1948. Kala itu bangsa Palestina masih mendiami sebagian besar tanah airnya, di saat bersamaan, orang-orang Zionis-Yahudi dari segala penjuru dunia didatangkan oleh komplotan teroris Zionis Internasional ke tanah Palestina untuk mengusir orang-orang Palestina dan mendirikan negara Yahudi di sana.</p>
<p><!--more--></p>
<p>“Salah satu cara orang-orang Yahudi untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah dan kampungnya adalah dengan mengepung desa mereka dari tiga arah. Satu arah dibiarkan terbuka. Setelah dari tiga sisi dikepung, orang-orang Yahudi yang bersenjata itu menembaki orang-orang Palestina, siapa saja. Tujuannya adalah untuk menimbulkan ketakutan sehingga mereka, orang-orang Palestina itu, keluar dari rumah-rumah mereka dan meninggalkan kampung mereka. Cara-cara ini biasa dilakukan pada malam hari tatkala orang-orang Palestina tengah terlelap sehingga ketika mereka berlari meninggalkan rumahnya, mereka tidak membawa bekal apa pun.”</p>
<p>“Setelah desa berhasil dikosongkan, maka orang-orang Yahudi itu saat itu juga menduduki wilayah tersebut dan mengklaim tanah itu sebagai tanah milik orang Yahudi. The Homeland.”</p>
<p>“Selain cara mengepung dari tiga arah, orang-orang Yahudi juga menggunakan cara pengepungan empat arah. Jika cara ini yang dipakai maka yang terjadi adalah pembantaian terhadap seisi desa. Orang-orang Palestina, besar-kecil, tua-muda, dibantai dan dibunuh. Setelah semuanya menemui ajal, maka desa itu pun diduduki oleh orang-orang Yahudi dan diberi nama dengan bahasa Ibrani, ” ujar Pape yang atas kejujurannya ini menuai kecaman dari banyak tokoh Israel dan dianggap sebagai sangat berlebihan.</p>
<p>Di saat-saat itu, ada tiga organisasi teroris Israel yang terkenal yakni Stern, Haganah, dan Irgun. Dengan cara teror, pembantaian, pemerkosaan, kriminal, inilah “negara” Israel didirikan. Dan ironisnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa merestuinya. Padahal, apa yang dilakukan Israel adalah ilegal dan kriminal.</p>
<p>Dur Peringati Berdirinya “Negara” Israel </p>
<p>Sepanjang tahun, setiap Mei dirayakan oleh orang-orang Palestina dan juga orang-orang Israel. Bangsa Palestina memperingati sebagai momentum pengusiran mereka dari tanah airnya (Palestine Nakba), sebuah momentum yang sangat pedih dan pahit, yang harus dibayar dengan nyawa dan darah jutaan bangsa Palestina sampai sekarang.</p>
<p>Sedang orang-orang Zionis-Israel merayakannya dengan penuh sukacita dan menganggap momentum itu sebagai hari kemerdekaan bagi negara mereka.</p>
<p>Orang waras yang tidak pernah makan bangku sekolahan pun, asal masih punya nurani, akan berdiri di sisi bangsa Palestina dan mengecam orang-orang Israel. Tapi sayangnya, seorang Abdurahman Wahid malah memilih bersama orang-orang Israel. Bahkan Dur menyatakan akan menghadiri peringatan hari kemerdekaan “Negara” Israel.</p>
<p>Dur pun pergi ke Amerika Serikat memenuhi undangan organisasi Zionis Yahudi “Simon Wiesenthal Center” untuk menerima penghargaan The Jewish Medal of Varlor, sebuah medali penghargaan bagi orang-orang yang terbukti berani menjadi tameng bagi kepentingan Zionis-Yahudi di dunia.</p>
<p>Dalam wawancara dengan Hidayatullah, tokoh HAMAS Musa Abdul Marzuq mengomentari kelakuan Dur ini dengan mengatakan, “Sungguh memalukan! Ini sama saja dengan merayakan dan mensyukuri pembantaian yang menimpa rakyat Palestina yang dilakukan oleh kaum Zionis-Israel!” Namun apa pun yang terjadi, ya inilah sosok Dur. (rz)</p>
<p>eramuslim.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kartun Anak Israel VS Palestina Menangkan Lomba Karikatur]]></title>
<link>http://d3n1z.wordpress.com/?p=59</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 12:44:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3n1z</dc:creator>
<guid>http://d3n1z.wordpress.com/?p=59</guid>
<description><![CDATA[ 
MERIKA - Sebuah lembaga karikatur di Amerika Serikat mengadakan perlombaan kartun terbaik pada bu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> <a href="http://d3n1z.wordpress.com/files/2008/08/kartun.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-60" src="http://d3n1z.wordpress.com/files/2008/08/kartun.jpg?w=250" alt="" width="250" height="205" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;"><strong>MERIKA -</strong> Sebuah lembaga karikatur di Amerika Serikat mengadakan perlombaan kartun terbaik pada bulan ini. Lantas, kartun seperti apa yang kemudian menjadi juara dalam kompetisi tersebut?<!--more--></p>
<p>Seperti dikutip dari situs factjo.com, Senin (4/8/2008), kartun yang menggambarkan persetruan anak Israel dan Palestina lah yang menjadi pemenang lomba tersebut.</p>
<p>Kartun itu kemudian diberikan judul seperti judul film Jet Lee yang terkenal "Once Upon A Time in China" yang kemudian diplesetkan menjadi "Once Upon A Time in Rafah". Rafah adalah nama salah satu kota di Palestina yang kini sedang mengalami ketegangan antara Palestina dan Israel.</p>
<p>Ide pembuatan kartun itu sendiri tercetus dan direfleksikan dari perasaan benci kaum Zionis Yahudi terhadap Palestina yang kemudian menurunkan kebencian itu hingga ke anak-anak mereka sampai pada tahap yang paling benci.</p>
<p>Dalam gambar kartun itu juga terjadi percakapan antara anak kecil berbendera Israel yang sedang menunjuk seorang bocah yang membawa bendera Palestina yang sudah compang-camping.</p>
<p>Dalam dialog kedua anak itu disebutkan;</p>
<p>Anak Israel: "Ayah saya berkata kepada ku jika kalian orang Arab adalah teroris paling kejam!</p>
<p>Anak Palestina: Ayah saya tidak mengatakan apa-apa. Karena dia telah tewas dibunuh bangsa kalian</p>
<p style="margin-bottom:0;"> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kafka, Libano y Marcel Khalife]]></title>
<link>http://elmejordelosmundosposibles.wordpress.com/?p=141</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 10:18:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>faceglass</dc:creator>
<guid>http://elmejordelosmundosposibles.wordpress.com/?p=141</guid>
<description><![CDATA[Hemos tardado mas de cuatro dias en salir de Beirut. Pili perdio el pasaporte. Yo casi pierdo la pac]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hemos tardado mas de cuatro dias en salir de <strong>Beirut</strong>. <strong>Pili</strong> perdio el pasaporte. Yo casi pierdo la paciencia. La burocracia en este pais es digna de un cuento de <strong><a href="http://es.wikipedia.org/wiki/El_proceso">Kafka</a></strong>. Lamentablemente, no he podido acceder a los edificios oficiales por cuestiones de seguridad. En su lugar vivi la  otra cara de la moneda: tres dias en las salas de espera de los edificios de la policia secreta haciendo amigos militares. Toda una experiencia. Aqui la poblacion esta dividida tanto por politica como por religion; he podido hablar con un militar cristiano que perdio a su hermana pequenya en manos de un militar sirio, con un grupo de jovenes libaneses que afirmaban en voz baja que todo el ejercito en <strong>Libano</strong> es de <a href="http://es.wikipedia.org/wiki/Hezbol%C3%A1"><strong>Hezbollah</strong></a> y con un coronel que no paraba de hablar de mis pantalones anchos (de nuevo) y del <strong>Real Madrid</strong>.  Conversaciones alinyadas con zumo de naranja y magdalenas, que los militares me ofrecian encantados. Un batiburrillo de esperanzas, miedos y hormonas... Esta ha sido mi experiencia, Pili contara pronto la suya...</p>
<p style="text-align:justify;">Mientras tanto os dejo con la primera de las cronicas de Pili y con un video de <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Marcel_Khalife">Marcel Khalife</a>, libanes muy comprometido con la causa palestina y un musico excelente.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/OPOeclYkF18'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/OPOeclYkF18&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
<blockquote>
<div style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Llevo 2 meses aqui. En Oriente Medio, en Oriente Proximo, en el Mundo Arabe, en el Levante del Mediterraneo, en la Cuna de la Civilizacion, en Mesopotamia, en el antiguo Imperio Otomano, en Territorio Fenicio, en tierra de Cruzadas (antiguas y modernas), en Zona Terrorista, Tierra en Conflicto. Aqui. Hoy estoy en Beirut, que como decimos todos los turistas llevandonos las manos a la cabeza a la vez, impresiona por el <strong>contraste, (e</strong>s la palabra clave, palabra fetiche, cliche,pero cuando el rio suena...) Los restaurantes de disegno y las discotecas mas sofisticadas dan a la mezquita de <strong>Hariri</strong>, (por el exPresidente asesinado en el 2005 y que ha cambiado radicalmente la politica del pais); su tumba-monumento al lado, junto a la <strong>Plaza de los Martires</strong> (los de la guerra civil); en frente el mar; no lejos esta la linea verde, que dividia a los bandos de la guerra y alrededor muchas gruas, mil edificios ametrallados y con heridas de granada y en medio de las ruinas, los rascacielos de arquitectura hipermoderna. No muy lejos estan los barrios de Hizballah y a los alrededores se nota mas aun. Las banderas amarillas del partido politico / grupo terrorista bordean las calles de muchos pueblos, incluso estan a la entrada de las imponentes ruinas de <strong>Baalbeck</strong>. Manyana sera otro dia...</span></div>
</blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Burgeroorlog in Palestina?]]></title>
<link>http://yvespernet.wordpress.com/?p=365</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 09:57:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>yvespernet</dc:creator>
<guid>http://yvespernet.wordpress.com/?p=365</guid>
<description><![CDATA[De recente clashes in de Palestijnse gebieden tussen het seculiere nationalistische Fatah en het isl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">De recente clashes in de Palestijnse gebieden tussen het seculiere nationalistische Fatah en het islamistische Hamas doet het slechtste vermoeden. Fatah en Hamas staan nu met getrokken messen tegenover elkaar en meer en meer beginnen Gaza en de Westelijke Jordaanoever zich als twee aparte entiteiten te gedragen. Na de aanval op Fatahmensen en de arrestatie van dozijnen Fatahleden door Hamas, laten de Al Aqsa-Brigades van Fatah van zich horen. En het voorspelt niet veel goeds voor de toekomst.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/1jH0Lpv2loM'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/1jH0Lpv2loM&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[jihad palestina]]></title>
<link>http://ukhtisyarifah.wordpress.com/?p=86</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 05:15:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>ukhtisyarifah</dc:creator>
<guid>http://ukhtisyarifah.wordpress.com/?p=86</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Dari bawah reruntuhan rumah-rumah kami ,
Tempat-tempat kerja, kota-kota,
Kamp-kamp pengungsia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><a href="http://ukhtisyarifah.files.wordpress.com/2008/08/nablus.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-87" src="http://ukhtisyarifah.wordpress.com/files/2008/08/nablus.jpg?w=125" alt="" width="125" height="83" /></a>"Dari bawah reruntuhan rumah-rumah kami ,</p>
<p class="MsoNormal">Tempat-tempat kerja, kota-kota,</p>
<p class="MsoNormal">Kamp-kamp pengungsian,</p>
<p class="MsoNormal">kami bangkit untuk mngatakan kepada</p>
<p class="MsoNormal">penjajah Israel :</p>
<p class="MsoNormal">kalian telah gagal mematahkan semangat kami</p>
<p class="MsoNormal">Dan kalian tidak akan pernah berhasil !!!</p>
<p class="MsoNormal"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal">Kalian telah membantai, mencincang,</p>
<p class="MsoNormal">Memenjarakan,</p>
<p class="MsoNormal">Menyiksa, menjarah dan merusak,</p>
<p class="MsoNormal">Tapi kalian tidak akan pernah</p>
<p class="MsoNormal">Menaklukkan semangat kami</p>
<p class="MsoNormal">Untuk hidup meredeka dan bermartabat.</p>
<p class="MsoNormal">Di sini, kelak di hari akhirat,</p>
<p class="MsoNormal">Kami akan tetap berdiri di atas</p>
<p class="MsoNormal">Jalan keadilan……………….”</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sumber : unknown</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Olmert: Miércoles reunión con Abbas, Viernes interrogatorio policial]]></title>
<link>http://corresponsalisraelpalestina.wordpress.com/?p=172</link>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 18:02:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>corresponsalisraelpalestina</dc:creator>
<guid>http://corresponsalisraelpalestina.wordpress.com/?p=172</guid>
<description><![CDATA[Luego de la huída de Gaza de un gran número de combatientes de Al Fatah, el Movimiento Islámico H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Luego de la huída de Gaza de un gran número de combatientes de Al Fatah, el Movimiento Islámico Hamas dice haber arrancado de raíz al último factor de oposición a su mandato en Gaza.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Hamas tomó el control de Gaza por la fuerza hace 14 meses, luego de varios días de combates que dejaron el saldo de más de un centenar de muertos.</p>
<p class="MsoNormal">Ochenta y ocho hombres del Clan Hilles de Gaza, transferidos el Lunes a Jericó permanecen en instalaciones de la Autoridad Palestina, para ser rehubicados en la Ribera Occidental.</p>
<p class="MsoNormal">Algunos de ellos, sospechosos de haber participado en acciones terroristas contra Israel, permanecen aún en manos de los servicios de seguridad de Israel y están siendo interrogados.</p>
<p class="MsoNormal">Otra veintena de hombres del Clan Hilles, están aún internados en hospitales israelíes, donde se atienden sus heridas.</p>
<p class="MsoNormal">Hussein A Sheij, uno de los principales comandantes de Al Fatah en la Ribera Occidental, agradeció la ayuda de Israel.<span> </span>"Estamos en completa cooperación con el lado israelí y quiero aprovechar la oportunidad para agradecer a israel por su ayuda en el traspaso de éstos hombres y por la atención de los heridos en los hospitales".</p>
<p class="MsoNormal">El Miércoles volverán a reunirse en Jerusalén el Primer Ministro Ehud Olmert y el Presidente del Gobierno Autónomo Palestino, Mahmud Abbas.<span> </span>Abbás agradecerá el gesto, pero pedirá también que Israel deje en libertad a los presos palestinos que cumplen condenas carcelarias en Israel previas a la firma de los acuerdos de Oslo, al pincipio de los años 90.</p>
<p class="MsoNormal">Olmert aseguró que continuará con las negociaciones de paz, a pesar de haber anunciado su renuncia.<span> </span>El Viernes, el Primer Ministro Israelí volverá a ser interrogado por la policía en los casos de corrupción pendientes en su contra.</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Omzwervingen in Palestina]]></title>
<link>http://yvespernet.wordpress.com/?p=363</link>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 17:06:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>yvespernet</dc:creator>
<guid>http://yvespernet.wordpress.com/?p=363</guid>
<description><![CDATA[Vandaag op gewezen door een kennis die actief is in de N-VA:
http://www.jongnva.be/index.php?page=vi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Vandaag op gewezen door een kennis die actief is in de N-VA:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.jongnva.be/index.php?page=viewarticle&#38;id=601&#38;page_id=36">http://www.jongnva.be/index.php?page=viewarticle&#38;id=601&#38;page_id=36</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Bas Luyten bestudeert samen met 15 medereizigers de Palestijnse kwestie. Tot 10 augustus kan je hier dagelijks een reisverslag lezen van de omzwervingen in Palestina. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>De auteur is Algemeen Voorzitter van Jong N-VA, maar schreef deze bijdrage in eigen naam.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ik kan alleen maar mijn respect betuigen aan deze jonge militanten van de N-VA. Het is niet evident om te gaan rondreizen in Rammalah of Hebron. Zij stappen ook niet mee in de fabel "De Palestijnen zijn onze vijand want het zijn moslims", maar kiezen hier duidelijk voor een objectief standpunt. Een aanrader voor elke consequente volksnationalist! Hieronder een paar uittreksels, de rest uiteraard te vinden op de verwijzing die bovenaan dit bericht staat.</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>Het gaat zelfs zo ver dat kolonisten een gat in de muur maken om zo de Palestijnen uit het naburige huis te verdrijven. Dit geeft het woord 'stadskanker' een heel andere betekenis. Ondertussen zijn ook de grote verbindingswegen verboden voor Palestijnen. Dit zorgt ervoor dat de straat oversteken, bijvoorbeeld naar de begraafplaats, een wandeling van 12km wordt langs verschillende controleposten. Er bestaat zelfs een éénrichtingsstraat voor voetgangers., volgens mij de enige in de wereld. Gewoon te krankzinnig om waar te kunnen zijn. Ook de Moskee, waar ondermeer de aartsvaders Abraham, Izaäk en Jakob begraven werden, werd in twee verdeeld door de Joden. Schokkend zijn de camera’s in gebedsruimten. God ziet alles, de Israëli’s net iets meer. De verschillende controleposten voor de moskee lijken eerder pesterijen dan strikt noodzakelijk.</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>[...]</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>De wijze waarop de militairen de Palestijnen behandelen is mensonwaardig. De Israëli’s noemen de hen niet voor niets honden. Wie mij een beetje kent weet dat zulke onrechtvaardigheid het ergste in mij naar boven brengt. Ik hield mijn mond niet en zei waar het op stond, aangevuld met de nodige verwijten van weerszijden. Op zo’n ogenblik stop je mij niet. Ik ga door tot op het uiterste punt, voor een arrestatie of uitzetting deins ik niet terug, het zou zelfs nog de nodige media-aandacht kunnen opleveren. Spijtig genoeg voor de andere leden van ons gezelschap ben ik tot de grens van aanvaardbare gegaan, met mijn arrestatie tot gevolg. Militairen ‘hinderen’ in hun werk is namelijk een misdrijf. Na wat tegenstribbelen moest ik mee naar hun bureel. Enkel mijn partner mocht mee. Zoals verwacht werd het een rondje pesten. Het feit dat ik voor het Vlaams Parlement werk heeft misschien de afwikkeling toch een beetje versneld. Na twee uur oponthoud, een preek rijker en een lading Zionistische argumenten later werd ik eindelijk gelost.</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>[...]</em></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em>Palestijnen hebben namelijk geen recht op vakbondsvertegenwoordiging. Wat nog meer choqueert is het feit dat Palestijnen tien keer minder verdienen dan een Israëli, maar dat ze wel hetzelfde bedrag moeten uitgeven aan verbruiksgoederen. Reken daar nog de financiële voordelen bij die kolonisten genieten en het verschil aan koopkracht is hemelsbreed. De Palestijnen lijken wel de slaven van de 21ste eeuw…</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iran y Siria / Iran and Syria]]></title>
<link>http://fpsobreorientemedio.wordpress.com/?p=122</link>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 06:29:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>girani</dc:creator>
<guid>http://fpsobreorientemedio.wordpress.com/?p=122</guid>
<description><![CDATA[ 
La visita del pasado fin de semana del Presidente de Siria Bashar al-Asad a Teherán es otra demo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>La visita del pasado fin de semana del Presidente de Siria Bashar al-Asad a Teherán es otra demostración de que la alianza estratégica entre los dos países es sólida. Han pasado casi 29 años desde que el difunto presidente sirio Hafez al-Asad decidiera apoyar la guerra de Irán contra Irak y la intervención militar de EE.UU en Kuwait. Esta es la tercera visita del presidente Bashar al- Asad a Irán desde la elección del antiguo alcalde de Teherán Mahmoud Ahmadinejad como presidente de la República Islámica de Irán (2005). </p>
<p>Damasco y Teherán están de acuerdo en muchos asuntos incluidos: su fuerte apoyo a grupos anti-occidentales y anti-israelíes como Hamás e Hizbulá y en la oposición a la política de EE.UU en la zona. La reciente visita del presidente de Siria  a París ha sacado a su país del aislamiento y Siria ahora está recogiendo los resultados de los fallos de las políticas de EE.UU y de Arabia Saudí en  Oriente Medio. </p>
<p>En Teherán se discutieron varios asuntos entre los líderes de Siria e Irán. La agenda incluía temas tales como: relaciones bilaterales, las actuales negociaciones indirectas entre Siria e Israel, el programa nuclear de Irán y la situación en Irak, Líbano y Palestina. </p>
<p>En lo que respecta al programa nuclear de Irán y las negociaciones en curso con Occidente, el presidente Asad quería dejar claro que él no estaba haciendo el papel de mediador. Durante el último viaje de Asad a París su anfitrión francés  Sarkozy le pidió que explorara las posibles soluciones para disminuir las diferencias entre Occidente e Irán. Asad manifestó: "Ante todo, el objetivo de Siria es entender la postura de Irán y después determinar el papel que podríamos desempeñar." El presidente de Siria le había oído decir a  Sarkozy que si Irán decidía no suspender su programa de enriquecimiento de uranio aunque fuera por un periodo corto (de seis semanas a seis meses), Francia y EE.UU no podrían evitar que Israel lanzara un ataque de desgaste contra las instalaciones militares y nucleares de Irán. Si Irán decidiera cooperar, Occidente incluido EE.UU estarán dispuestos a aceptar a Irán como un país importante en las tomas de decisiones en la zona. </p>
<p>Los líderes sirios e iraníes también expresaron su incondicional apoyo a Hamás en Palestina y a Hizbulá en Líbano. En su declaración  conjunta los dos participantes "expresaron su satisfacción por la situación en Líbano desde la firma del Acuerdo de Doha (final de mayo)" y reiteraron su apoyo al "derecho del pueblo libanés a resistir las constantes violaciones israelíes de la soberanía libanesa". Ahmadinejad  y al-Asad pidieron la reconciliación entre las facciones palestinas y la necesidad de establecer la reconciliación nacional en Irak y la retirada de "todas las fuerzas extranjeras de Irak para garantizar la unidad de su territorio y de su población " </p>
<p>La visita del presidente de Siria a Irán también puso punto final a las especulaciones relativas a que Damasco estaba dispuesta a terminar su estrecha alianza con Teherán como precio a un posible tratado de paz con Israel. En el comunicado final Irán expresó  "su apoyo al derecho del pueblo sirio a recuperar el control de sus territorios ocupados en el Golán." </p>
<p>Siria e Israel son países que juegan un papel relevante  en Oriente Medio y este comunicado será una ayuda importante para los intentos de conseguir una estabilidad duradera en el Golfo y en Oriente Próximo. Ambos países están haciendo tiempo, consolidando sus estrategias de cooperación y esperando a los dirigentes de la nueva administración en la Casa Blanca, a menos que Israel golpee. Pero esta posibilidad parece cada vez más remota, si se mira a la crisis política actual en Israel. </p>
<p>P.D. Durante su visita a Irán, uno de los asesores militares de inteligencia próximos a al-Asad, General Mohammad Suleiman, fue asesinado en su ciudad natal cerca de la ciudad puerto siria  de Tartus. Algo pasa en el seno del régimen sirio cuando Suleiman es el tercer militar de alta graduación muerto en pocos años.</p>
<p>  </p>
<p align="center"><strong>IRAN</strong><strong> AND SYRIA</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>The visit this past weekend of Syrian President Bashar al-Asad to Tehran is another demonstration that the strategic alliance between the two countries is solid. Almost 29 years have gone by since the late Syrian president Hafez al-Asad decided to support Iran's war against Iraq and the US military intervention in Kuwait. This is the third visit by President Bashar al-Asad to Iran since the election of former Tehran mayor Mahmoud Ahmadinejad as president of the Islamic Republic of Iran (2005). </p>
<p>Damascus and Tehran see eye to eye on many issues including their strong support for anti-Western and anti-Israeli groups such as Hamas and Hezbollah and opposing American policies in the region. The Syrian president's recent visit to Paris has brought his country out of isolation and Syria is now reaping the results of the failures of US and Saudi policies in the Middle East.</p>
<p> Several issues were discussed in Tehran between Syrian and Iran leaders. The agenda included items such bilateral relations, the current indirect negotiations between Syria and Israel, Iran's nuclear program, and the situation in Iraq, Lebanon and Palestine. </p>
<p>Regarding Iran's nuclear program and the ongoing negotiations with the West, President Asad wanted to make sure that he was not playing the role of mediator. During his last trip to Paris Asad was asked by his French host Sarkozy to explore possible solutions to narrow differences between the West and Iran. "First of all, Syria's objective is to understand Iran's perspective then determine the role we might play," al-Asad stated. The Syrian president had heard from Sarkozy that if Iran decided not to suspend its uranium enrichment program even for a short period (six weeks to six months) then France and the EU will be unable to stop Israel from launching a debilitating attack against Iran's military and nuclear facilities. If Iran decided to play along then the West including the U.S. will be ready to accept Iran as a major regional player. </p>
<p>Syrian and Iranian leaders also expressed their unflagging support for Hamas in Palestine and Hezbollah in Lebanon. In their joint statement the two sides "expressed their satisfaction with the situation in Lebanon since the signing of the Doha Agreement (end of May)" and reiterated their support for "the right of the Lebanese people to resist constant Israeli violations of Lebanese sovereignty." Ahmadinejad and al-Asad called for reconciliation between Palestinian factions and the necessity to establish national reconciliation in Iraq and the withdrawal "of all foreign forces from Iraq to guarantee the unity of its land and people." </p>
<p>The Syrian president's visit to Iran has also put an end to all the speculations that Damascus was ready to shed its close alliance with Tehran as a price to pay for a possible peace treaty with Israel. In the final communiqué Iran expressed "its support for the right of the Syrian people to regain control of their occupied territories in the Golan." </p>
<p>Syria and Iran are major players in the Middle East and will be an important address for any attempt at finding a lasting stability in the Gulf and the Near East. Both countries are playing for time consolidating their strategic cooperation and waiting for the new rulers in the White House unless Israel strikes. But this eventuality is looking more and more remote in light of the current political crisis in Israel. </p>
<p>P.S. During his visit to Iran, one of al-Asad's close military and intelligence advisors, General Mohammad Suleiman, was assassinated in his hometown close to the Syrian port city of Tartus. Something is shaking inside the Syrian regime as Suleiman is the third high level military officer to be killed in recent years.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Israel: A paz perde espaço para os incidentes com tratores de esteira]]></title>
<link>http://correiointernacional.wordpress.com/?p=152</link>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 03:40:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>cinternacional</dc:creator>
<guid>http://correiointernacional.wordpress.com/?p=152</guid>
<description><![CDATA[The Palestine Chronicle - Mountlake Terrace
Jornalistas e escritores palestinos parecem ter dificuld]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><em><strong>The Palestine Chronicle - Mountlake Terrace</strong></em></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">Jornalistas e escritores palestinos parecem ter dificuldades em abordar a atual moda de ataques com tratores de esteira [máquinas que geralmente unem uma escavadeira a uma carregadeira]. Estes equipamentos de construção parecem ter sido trazidos ao nosso conflito nacional como uma nova arma nas mãos de palestinos atuando dentro de Israel.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Eu vejo esta surpresa, entretanto, como algo que os escritores palestinos tomaram emprestado da mídia de Israel. Isto talvez seja compreensível, uma vez que o assunto dos ataques com tratores de esteira não tem precedente, e não é um assunto fácil de abordar. A resposta dos jornais palestinos, então, tem sido de lidar com a questão a partir de uma perspectiva puramente jornalística, e a maioria dos jornalistas ainda está estonteado diante do que está acontecendo.</span></p>
[caption id="attachment_155" align="alignleft" width="300" caption="Fonte: The Palestine Chronicle"]<img class="size-medium wp-image-155" src="http://correiointernacional.wordpress.com/files/2008/08/bulldozer.jpg?w=300" alt="The Palestine Chronicle" width="300" height="230" />[/caption]
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">O editor chefe do jornal diário palestino Al-Hayat Al Jadida, Hafidh Al-Barghouthi, contudo, parece ter sido capaz de digerir o fenômeno. Em seu jornal ele está chamando a moda de “Bulldozers’war”  [Guerra dos tratores de esteira]. O cerne da questão dos tratores de esteira é complicado, e o que a máquina representa para os palestinos pode explicar porque seu uso em ataques é tão surpreendente e ainda assim compreensível.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">Para uma pessoa de fora, reflete Al-Barghouthi, tratores de esteira são máquinas usadas para cavar; eles são usados na construção, para pavimentar ruas, para escavar pedreiras e para irrigar fazendas. Eles são uma ferramenta útil, inofensiva.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">No contexto palestino, contudo, eles tomam um significado diferente.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Tratores de esteira são máquinas usadas para construir colônias israelenses em terra palestina. Eles são usados para escavar as lavouras e confiscá-las de agricultores palestinos. Palestinos viram tratores de esteira derrubar oliveiras centenárias; eles os viram derrubar suas casas. O trator de esteira foi a ferramenta usada pelas forças israelenses para matar a ativista solidária e estudante estadunidense <strong><span style="font-weight:normal;">Rachel Corrie. Rachel foi morta por um trator de esteira Caterpillar D9 em março de 2000. A máquina havia sido enviada para Israel por fabricantes de seu próprio país de origem.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">Para os palestinos, diz Barghouthi, os tratores de esteira são ferramentas da ocupação. Eles são usados para a destruição e não para a construção.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">Levem as ferramentas dessa ocupação, diz Barghouthi, e então também desaparecem as ferramentas da destruição. Isso, diz ele, soa verdadeiro tanto para a destruição das terras palestinas quanto para a perda de vidas israelenses. <em>“A ocupação”</em>, diz ele, <em>“é responsável, então deixem que se retirem [os israelenses] e levem embora os seus tratores de esteira.”</em> Uma vez que as máquinas e o que elas representam tenham desaparecido, continua ele, “eventualmente não haverá mais vítimas de tratores, sejam eles trabalhadores solidários estrangeiros, israelenses ou palestinos.”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">“Todas as pessoas machucadas por esses tratores de esteira, sejam seus nomes Corrie, Cohen ou Kamal”</span></em></strong><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">, diz Al-Barghouthi, <em>“são humanos”</em> que não merecem ser destruídos por ferramentas que deveriam contribuir para o avanço da humanidade. </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR">Há pessoas nos dois lados que entendem que todas as vidas têm valor. Isto fica evidenciado no tratamento do corpo de <strong><span style="font-weight:normal;">Ghassan Abu Teir, 22 anos, motorista do trator utilizado no ataque do dia 22 de julho. Um grupo quase que exclusivamente de judeus ortodoxos que se voluntariou para o ZAKA (Zihuy Korbanot Ason, traduzido como Identificação de Vítimas de Desastres) recuperou o corpo de Abu Teir, e qualquer membro do homem que tivesse sido decepado durante o incidente. Tanto para o Judaísmo Ortodoxo como para o Islã, ter um corpo completo para enterrar é importante. O ZAKA é, portanto, visto como um serviço para famílias de judeus mortos em tais incidentes, assim como palestinos.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">Enquanto muitas pessoas veriam quatro rabinos carregando o corpo de Abu Teir como inumano, diz </span></strong><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">Al-Barghouthi, isto é na verdade um serviço de respeito à vida humana.</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">O presidente palestino, Mahmoud Abbas, parece concordar, e condenou a morte de civis em qualquer lugar e sob qualquer circunstância depois de noticiado o segundo ataque com um trator de esteira. Tais ações respeitosas parecem ter sido esquecidas esses dias, enquanto planos para uma paz respeitosa estão rapidamente perdendo espaço para os incidentes com tratores de esteira.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">Todos os lados parecem ter abandonado as idéias do chamado “Road Map” [plano de paz adotado em maio de 2003] e estão tomando as ferramentas físicas da ocupação e transformando-as em armas. Al-Barghouthi chama a isso de “Plano Bulldozer”. Ele recordou a história recente de colonos israelenses lançando projéteis caseiros em cidades ao norte de Nablus [63 km acima de Jerusalém]. A ação copiava o uso de projéteis caseiros lançados a partir da faixa de Gaza, às vezes utilizando canos de esgoto quebrados que transbordam nas ruas das cidades.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;" lang="PT-BR">Essas ações são simbólicas, pensa Al-Barghouthi – pegar as coisas ao seu redor que representam a ocupação e usá-las contra alguém visto como inimigo. “Apenas Deus sabe quais serão as novas armas no conflito entre Israelenses e Palestinos”, diz Al-Barghouthi. “As pessoas usarão liquidificadores, torradeiras, panelas de pressão?” Ele se pergunta o que vai acontecer quando as pessoas tiverem ido suficientemente longe no caminho desse “Plano Bulldozer”. “O que a segurança de Israel vai fazer então?”, pergunta ele. E o que dirão as pessoas quando perguntarem o que aconteceu ao plano “Road Map”?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><em><strong>Nasser Lahham*</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;"><em>Acesse o texto original clicando <a href="http://www.palestinechronicle.com/view_article_details.php?id=14014" target="_blank">aqui</a>.</em></p>
<p class="MsoHeader"><em><span lang="PT-BR">* Nasser Lahham é o Editor Chefe da agência de notícias Ma'an. Este artigo é distribuído pelo Serviço de Notícias Common Ground (CGNews)e pode ser acessado em </span></em><a href="http://www.commongroundnews.org/"><span lang="PT-BR">www.commongroundnews.org</span></a><em><span lang="PT-BR">. (Fonte: Agência de Notícias Ma'an, 23 de julho de 2008, </span></em><a href="http://www.maannews.net/en"><span lang="PT-BR">www.maannews.net/en</span></a><em><span lang="PT-BR">).</span></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA["Sem me esquecer de ti, ó Umm Touba…", por Uri Avnery]]></title>
<link>http://rafaelfortes.wordpress.com/?p=512</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 21:58:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rafael Fortes</dc:creator>
<guid>http://rafaelfortes.wordpress.com/?p=512</guid>
<description><![CDATA[Reproduzo abaixo um excelente artigo sobre a ocupação de Jerusalém por Israel e as atrocidades co]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Reproduzo abaixo um excelente <a href="http://www.cartamaior.com.br/templates/colunaMostrar.cfm?coluna_id=3944&#38;boletim_id=446&#38;componente_id=8041" target="_blank">artigo</a> sobre a ocupação de Jerusalém por Israel e as atrocidades cometidas contra os palestinos por este Estado cujos atributos <em>democráticos</em> vivem sendo louvados por muita gente por aí. Publicado na Agência Carta Maior. Tradução de Caia Fittipaldi.</p>
<p><strong>"</strong><strong>Sem me esquecer de ti, ó Umm Touba..."</strong></p>
<p>Ury Avnery</p>
<p class="texto">Num dos cantos mais belos da Bíblia, o poeta diz: “<em>Se me esquecer de ti, ó Jerusalém, que se paralise minha mão direita. Grude minha língua ao céu da boca, se me esquecer de ti, se não puser Jerusalém no auge de minhas alegrias!</em>” (Salmos 137:5-6).</p>
<p>Por alguma razão, o poeta não escreveu “<em>Se me esquecer de ti, ó Umm Touba</em> <strong>[1]</strong>!” Nem escreveu “<em>se me esquecer de ti, ó Sur Baher!</em>” nem “<em>se me esquecer de ti, ó Jabal Mukaber!</em>” nem tampouco escreveu “<em>Se me esquecer de ti, ó Ein Karem!</em>”</p>
<p>Fato que se deve sempre lembrar, em qualquer discussão sobre Jerusalém, é que não há qualquer semelhança entre a Jerusalém da Bíblia e a ‘Jerusalém’ do mapa atual de Israel. A cidade pela qual clamaram os exilados que choraram às margens dos rios de Babilônia foi a Jerusalém real – mais ou menos correspondente aos limites da Cidade Velha, cujo centro é o Monte do Templo. No máximo, um quilômetro quadrado, não mais.</p>
<p>O perímetro redefinido como ‘Jerusalém’ depois da anexação de 1967 é uma vasta área, de cerca de 126 quilômetros quadrados, de Belém, no sul, até Ramállah, no norte. Esta área recebeu o nome de ‘Jerusalém’, para acrescentar ao território uma aura religiosa-nacional-histórica que nada tem a ver com roubar propriedades para ocupar e colonizar.</p>
<p>Os que traçaram este mapa, inclusive o falecido General Rehavam Ze'evi, apelidado “Gandhi”, o mais direitista dos generais da direita do exército de Israel, tinham um único objetivo: anexar Jerusalém e a maior quantidade possível de terra onde não vivessem árabes, para ali construir colônias de judeus. Aqueles generais eram atormentados pelo fantasma demográfico que ainda aterroriza Israel, até hoje: queriam expandir a população de judeus, ao mesmo tempo em que dizimavam populações árabes – em Jerusalém, como em todo o país.</p>
<p>Com vistas a este objetivo, os urbanistas foram forçados a anexar várias vilas árabes que ali havia. Não só as vilas árabes próximas da cidade velha, como o Monte da Oliveiras, Silwan e Ras-al-Amud, mas também vilas já a alguma distância dali – como Umm Touba, Sur Baher e Jabal Mukaber para o leste; Beit Hanina e Kafr Aka para o norte; Sharafat e Beit Safafa ao sul.</p>
<p>O fantasma demográfico que apavorava “Gandhi”, ainda nos persegue pelas ruas de Jerusalém. Hoje, a bordo de um tanque blindado.</p>
<p>ATÉ a guerra de 1949, Jerusalém foi de fato uma cidade mista. Bairros árabes e judeus misturavam-se, como em teia.</p>
<p>O mapa demográfico de Jerusalém gravou-se para sempre em minha lembrança, durante uma experiência pessoal. Um ano e pouco antes da guerra, alguns de nós, rapazes e moças do grupo Bama'avak em Telavive, decidimos viajar até Hebron. Naquela época poucos judeus visitavam a cidade do sul, conhecida como reduto muçulmano, nacionalista e religioso.</p>
<p>Tomamos o ônibus árabe em Jerusalém e fomos para Hebron, andamos pela ruas, compramos o vidro azul pelo qual Hebron é famosa, visitamos Gush Etzion kibbutzim e voltamos para Jerusalém. Mas enquanto isto algo acontecera: uma das organizações clandestinas “dissidentes” executara um ataque especialmente sério (se bem me lembro, atacaram um clube de oficiais, em Jerusalém); e os britânicos impuseram um toque de recolher geral, em todas as áreas onde viviam judeus em todo o país.</p>
<p>Na entrada de Jerusalém, deixamos o ônibus e cruzamos a cidade a pé, de um extremo a outro, cuidando para não entrar nos bairros árabes. E em Jerusalém tomamos um ônibus árabe até Ramle, outro até Jaffa, e de lá pudemos chegar em casa, em Telavive, andando pelos quintais e ruas menores. Nenhum de nós foi preso.</p>
<p>Assim conheci os bairros e a vizinhança árabe, dentre os quais quarteirões elegantes como Talbieh e Bakaa, que passaram a ser o centro da Jerusalém dos judeus, depois da guerra de 1948. Naquela guerra, os habitantes que fugiram/foram expulsos de Jerusalém Leste foram instalados ali – até que aqueles bairros também foram ocupados pelo exército e anexados a Israel.</p>
<p>A ANEXAÇÃO de Jerusalém Leste criou um dilema. O que fazer com a população árabe? Não podiam ser expulsos. A destruição do quarteirão Mugrabi do outro lado do muro ocidental e a brutal expulsão dos árabes habitantes do quarteirão judeu da Cidade Velha já haviam gerado reações negativas em todo o mundo.</p>
<p>Se Israel tivesse realmente tentado “unir” a cidade, o governo teria proposto medidas imediatas, para acompanhar a anexação; dentre estas, dar cidadania automática a todos os árabes que retornassem às propriedades “abandonadas” em Jerusalém Leste (ou, pelo menos, pagar-lhes indenização por suas propriedades.)</p>
<p>Mas o governo de Israel nem sonhou com este tipo de medida. Os habitantes não ganharam a cidadania, que lhe teria dado direitos iguais aos dos cidadãos árabes-israelenses na Galiléia e no Triângulo. Foram reconhecidos apenas como “residentes” na cidade na qual seus ancestrais viviam há mais de mil anos. Este status é frágil demais; dá-lhes identidade israelense, mas não lhes dá direito de votar para o Parlamento. E pode ser revogado a qualquer momento.</p>
<p>Sim, em termos teóricos, um árabe jerusalemita pode solicitar a cidadania israelense, mas a solicitação é decidida pelo arbítrio de burocratas hostis. E o governo israelense, é claro, conta com que os árabes não requererão a cidadania israelense, uma vez que o requerimento implica reconhecer a legitimidade da ocupação.</p>
<p>A VERDADE é que Jerusalém jamais foi unida. “A cidade una, a capital de Israel por toda a eternidade” foi e continua a ser apenas um mantra sem qualquer fundamento na realidade. Para todos os objetivos práticos, Jerusalém Leste continua a ser território ocupado.</p>
<p>Os cidadãos árabes têm direito de votar nas eleições municipais. Mas só um punhado deles – funcionários municipais e os que dependam de favores do governo – exercitam este direito, porque este voto também implica reconhecer a ocupação.</p>
<p>Na prática, Jerusalém é cidade governada por israelenses e para israelenses. Seus líderes são escolhidos só por israelenses; e todos vêem como seu principal objetivo judeicizar a cidade. Há alguns anos, a revista <em>Haolam Hazeh</em> publicou um documento secreto de orientação para os funcionários municipais, no qual se recomendava que todas as providências fossem tomadas para que o número de árabes na cidade não excedesse 27,5% – exatamente a porcentagem que havia ao tempo da anexação.</p>
<p>Não é exagero dizer que o prefeito democraticamente eleito de Jerusalém Oeste é comandante militar também de Jerusalém Leste.</p>
<p>Desde 1967, todos os prefeitos viram o cargo sob esta perspectiva. Associando todos os meios e instrumentos de governo, eles cuidam para que os árabes que vivem hoje fora da cidade não voltem a viver na cidade; e para que os árabes que lá ainda vivem mudem-se de lá. São mil e um truques, grandes e pequenos, tudo vale, se se trata de alcançar aqueles objetivos: da total recusa a fornecer autorizações para construir, nem no caso de novos casais que queiram ter sua casa, ao confisco do direito de residência para quem passe algum tempo no exterior ou na Cisjordânia.</p>
<p>O contato entre árabes jerusalemitas e os habitantes da Cisjordânia, que era um tecido de densas relações sociais, está totalmente rompido. Jerusalém, que foi o centro econômico, político, cultural, médico e social, foi completamente isolada dentro de seu território natural. A construção do muro – que separou pais e filhos, alunos e escolas, comerciantes e clientela, médicos e pacientes, mesquitas e fiéis, e até os cadáveres, de seus cemitérios – serviu ao mesmo objetivo.</p>
<p>Em Israel, há quem diga que os árabes residentes “gozam dos benefícios da seguridade social”. É argumento mentiroso: para começar, a seguridade social não é almoço grátis; a seguridade é paga pelos segurados. Os árabes pagam, como judeus pagam, pela própria seguridade, todos os meses.</p>
<p>Os residentes árabes pagam impostos municipais, mas, em troca, recebem apenas uma pequena parte dos serviços públicos, tanto em quantidade quanto em qualidade. Faltam salas de aula nas escolas, e o padrão educacional nas escolas públicas é inferior ao das escolas islâmicas privadas. O serviço de remoção do lixo doméstico é precário. E, isto, para não falar do estado em que se encontram os jardins públicos e as unidades comunitárias para jovens. Os habitantes de Kafr Akab, que fica depois do ponto de controle de Kalandia, pagam impostos municipais e não recebem qualquer tipo de serviço público; os israelenses dizem que os funcionários públicos têm medo de ir até lá.</p>
<p>A OPINIÃO PÚBLICA em Israel não se interessa por nada disto. Não sabem – nem querem saber – o que acontece nas periferias árabes, a apenas poucas centenas de metros de suas casas.</p>
<p>Portanto, surpreendem-se – surpresa e choque – com a “ingratidão” dos habitantes árabes. Um jovem de Sur Baher, recentemente, matou a tiros alunos de um seminário religioso em Jerusalém Leste. Um jovem de Jabal Mukaber, dirigindo um caminhão, passou por cima de tudo que apareceu à sua frente. Esta semana, outro jovem de Umm Touba repetiu exatamente o mesmo ato. Os três foram abatidos a tiros, na rua.</p>
<p>Nos três casos, os rapazes eram rapazes comuns. Não eram sequer religiosos praticantes. Ao que se sabe, nenhum deles era membro de partido ou grupo ou organização política. Aparentemente, um jovem acorda uma bela manhã e decide que... Basta! Chega! Então, parte para uma ação individual, só sua; e usa a primeira arma que encontre à mão – uma pistola comprada com seu próprio dinheiro, no primeiro caso; ou o caminhão que dirigiam no trabalho, nos dois outros casos.</p>
<p>Se as coisas são exatamente como parecem ser, uma pergunta impõe-se: por que os jerusalemitas estão fazendo o que fazem? Primeiro, porque encontram a brecha para fazer. Alguém que seja motorista de caminhão, numa construção em Jerusalém Leste pode dirigir o caminhão contra um ônibus em qualquer esquina. Um motorista de escavadeira pode decidir atropelar pessoas. É relativamente fácil comprar uma arma e atirar, como o demonstrou o evento recente na Porta dos Leões; os atiradores não foram apanhados. Não há serviço de inteligência que consiga evitar ações deste tipo, em que o agressor não tem parceiros, age só e não participa de qualquer tipo de organização.</p>
<p>Pelo que disseram os comentaristas esta semana, vê-se que eles nem imaginam a quantidade de ódio e desespero que se acumula na cabeça de um jovem árabe em Jerusalém, ao longo de anos de humilhação, abuso, discriminação e desamparo. É fácil e mais divertido embarcar em descrições pornográficas das 72 virgens que esperam os mártires no paraíso muçulmano – o que farão com elas, como farão, quem conseguirá dar conta de todas.</p>
<p>Um dos fatores que mais pesa para aumentar o ódio é a demolição das casas “ilegais” de árabes residentes em Jerusalém, que não encontram meios para construí-las legalmente.</p>
<p>A dimensão da estupidez oficial é atestada pelo que disse esta semana um chefe da Shin-Bet <strong>[2]</strong>, que sugeriu que se destruam as casas das famílias dos agressores, em nome da “contenção”. Nunca ouviu falar das dúzias de estudos e da experiência acumulada, que provam que cada casa destruída converte-se em incubadora de vingadores cada vez mais movidos por ódio cada vez mais feroz.</p>
<p>O ataque desta semana é especialmente instrutivo. Não se sabe exatamente o que aconteceu: Ghassan Abu-Tir teria planejado o ataque? Ou foi uma decisão de momento, num impulso de excitação? Foi mesmo um ataque, afinal de contas – ou o caminhão colidiu contra o ônibus por acidente e o motorista, em pânico, tentou escapar, atropelando os que os perseguiram e tornando-se alvo da fuzilaria de civis e soldados? Na atmosfera de suspeita e medo que Jerusalém respira hoje, cada acidente de trânsito em que um árabe esteja envolvido torna-se um atentado; e todos os motoristas árabes envolvidos em acidentes de trânsito quase com certeza serão executados na rua, sem julgamento. (Não se deve esquecer que a primeira intifada eclodiu por causa de um acidente de estrada, em que um motorista judeu atropelou alguns árabes.)</p>
<p>E OUTRA VEZ, eis a questão: qual a solução para este problema complexo, que brota de emoções tão violentas, alimenta-se de mitos profundamente enraizados e cria terríveis dilemas morais para tantos homens e mulheres, em todo o mundo?</p>
<p>Esta semana surgiram várias propostas. Uma delas, de construir um muro que divida Jerusalém ao meio, como o muro de Berlim (mais um, além do que há, à volta de Jerusalém). Ou punição para toda a família pelo crime que os filhos cometam, como a “<em>sippenhaft</em>” <strong>[3]</strong> dos nazistas. Ou expulsar as famílias da cidade. Ou retirar-lhes a cidadania. Ou pôr abaixo as casas. Ou retirar-lhes os benefícios da seguridade social... por mais que tenham pago para ter estes benefícios.</p>
<p>Todas estas “soluções” têm uma coisa em comum – todas já foram tentadas, em Israel e noutros lugares, e nenhuma resolveu problema algum.</p>
<p>Resta tentar a única solução ainda não tentada, a mais óbvia: fazer de Jerusalém Leste a capital do Estado da Palestina; entregar aos seus habitantes o direito e o poder de administrá-la. Ao mesmo tempo em que toda a cidade é preservada como entidade urbana unida sob o governo de uma super-prefeitura, na qual árabes e judeus tenham direitos iguais.</p>
<p>Fico feliz de saber que, em sua recente visita a Israel, Barack Obama repetiu quase palavra a palavra este plano, que o Grupo da Paz de Israel (Gush Shalom) publicou há quase dez anos, em colaboração com Feisal Husseini, falecido líder da comunidade árabe-jerusalemita.</p>
<p>Os ataques são fruto do desespero, da frustração, do ódio, da sensação de que não há saída. Só uma proposta que remova estas emoções da dor podem trazer segurança às duas metades de Jerusalém.</p>
<p><em>* URI AVNERY, 26/7/2008, "If I Forget Thee, Umm Touba…", em http://zope.gush-shalom.org/home/en/channels/avnery/1217070038/, Gush Shalom [Grupo da Paz]. Tradução de Caia Fittipaldi. Reprodução por internet autorizada pelo autor e pela tradutora, desde que citada a fonte. Copyleft. </em></p>
<p><strong>[1]</strong> Umm Touba, Sur Baher, Jabal Mukaber e Ein Karem são cidades árabes localizadas na região que hoje é chamada “Jerusalem Leste”. São cidades cortadas pelo muro que cerca Jerusalém Leste, ou em processo de desocupação forçada para construção de colônias israelenses (ver, p. ex., http://www.democraticunderground.com/discuss/duboard.php?az=view all&#38;address=124x39380)</p>
<p><strong>[2]</strong> Serviço de segurança interna de Israel.</p>
<p><strong>[3]</strong> Em alemão, no original. Lei, na Alemanha nazista, que determinava a responsabilidade coletiva das famílias.</p>
<p class="linha-fina">Uri Avnery é jornalista, membro fundador do Gush Shalom (Bloco da Paz israelense)."</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Erez Tadmor &amp; Guy Nattiv]]></title>
<link>http://fabriciokc.wordpress.com/?p=273</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 16:12:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fabricio Kc</dc:creator>
<guid>http://fabriciokc.wordpress.com/?p=273</guid>
<description><![CDATA[&#8216;Offside&#8217; e &#8216;Strangers&#8216; são dois curtas da trilogia de Erez Tadmor &amp; Gu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>'Offside'</em> e '<em>Strangers</em>' são dois curtas da trilogia de Erez Tadmor &#38; Guy Nattiv, que aborda o conflito no Oriente Médio. Fimes poderosos...</p>
<p>OFFSIDE<br />
<span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/TYIxBRA5qjA'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/TYIxBRA5qjA&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span><br></p>
<p>STRANGERS<br />
<span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/RpjHSiQLPmA'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/RpjHSiQLPmA&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Susahnya Shalat di Al-Aqsha]]></title>
<link>http://hamaslovers.wordpress.com/?p=86</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 11:59:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>hamaslovers</dc:creator>
<guid>http://hamaslovers.wordpress.com/?p=86</guid>
<description><![CDATA[Jamaah harus antri dalam satu barisan untuk diperiksa dengan sinar X.

Jumat boleh jadi hari yang pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText"><strong>Jamaah harus antri dalam satu barisan untuk diperiksa dengan sinar X.</strong></p>
<p class="MsoBodyText"><img class="alignnone" src="http://www.imemc.org/attachments/mar2008/israeli_police_attack_the_aqsa.jpg" alt="" width="390" height="310" /></p>
<p class="MsoNormal">Jumat boleh jadi hari yang paling menyebalkan bagi warga muslim di Yerusalem. Maklum, beberapa tahun belakangan, mereka sangat sulit untuk shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha lantaran tentara Israel memperketat pengamanan di sana.</p>
<p class="MsoBodyText">Jangankan warga Palestina biasa, seorang imam besar Masjid Al-Aqsha pun sangat sulit shalat di tempat suci ketiga umat Islam setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah itu. “Antrian masuk ke masjid bisa 1-2 jam,” kata Ismail Mawahda, salah seorang imama besar Al-Aqsha, kepada Tempo di sela-sela acara Konferensi Internasional Cendekiawan Islam, Jakarta, Kamis pekan lalu.<!--more--></p>
<p class="MsoBodyText">Bayangkan saja, seluruh jamaah harus antri dalam satu barisan untuk diperiksa melalui pintu yang dilengkapi sinar X. Serdadu Israel yang menjaga ketat kompleks masjid seluas 35 are itu hanya mengizinkan masuk orang Palestina berusia di atas 40 tahun.</p>
<p class="MsoBodyText">Karena itu tidak mengherankan jika Ismail berangkat empat jam sebelum datang waktu shalat Jumat. Padahal jarak rumahnya dengan Al-Aqsha hanya 15 menit bermobil. Lelaki 62 tahun ini tinggal di Ramallah, bersebelahan dengan kediaman Presiden Otoritas Palestina Mahmud Rida Abbas dan Perdana Menteri Salam Fayyad. Ia sudah menetap di sana 25 tahun.</p>
<p class="MsoBodyText">Itu pun ia sering terlambat karena sepanjang jalan harus melewati empat pos pemeriksaan. Alhasil, tugasnya sebagai khatib digantikan oleh orang lain. Al-Aqsha yang dapat menampung hingga 400.000 jika seluruh halaman digunakan memiliki empat imam besar dan lima khatib Jumat. Mereka diangkat oleh pemerintah Kerajaan Yordania dan tidak mempunyai masa jabatan tertentu.</p>
<p class="MsoBodyText">Ismail menjadi imam besar sekaligus khatib sejak 1984. Dalam sepekan, ia bisa 3 - 4 kali shalat di Al-Aqsha, masjid yang dibangun di masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada 646 – 705. Meski hafal isi Al-Quran, ia tidak mempunyai surat favorit untuk dibaca dalam shalat. “Bagi saya, semua surat sama,” ujar kakek 10 cucu ini.</p>
<p class="MsoBodyText">Meski posisi ini sangat membanggakan, risikonya juga tak kalah besar. Setidaknya, pria kelahiran Jenin, Tepi Barat, ini sudah sepuluh kali diperiksa tentara Israel karena isi khotbahnya dianggap menyinggung negara Zionis itu. Karena itu, ia selalu menyampaikan pesan secara tersirat yang menyerukan warga Palestina terus berjuang dan meminta dukungan negara-negara Arab dan muslim.</p>
<p class="MsoBodyText">Namun bukan itu yang membuat Ismail bersedih. “Saya kadang menangis jika ingat orang kafir bebas memasuki Al-Aqsha,” katanya. Meski begitu, ayah 11 anak ini bertekad menjadi imam selagi fisiknya masih mampu.</p>
<p class="MsoBodyText"><strong>Faisal Assegaf</strong></p>
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText">
<p class="MsoBodyText">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Street Food - Jerusalem]]></title>
<link>http://antiisgood.wordpress.com/?p=1360</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 08:43:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Antievil</dc:creator>
<guid>http://antiisgood.wordpress.com/?p=1360</guid>
<description><![CDATA[
26 Jul 08 - Part 1
&#8230;
That Israel is proclaiming that houmms is Israeli/Jewish is obvious.
Isr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/QZ6zfYE2Pq4'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/QZ6zfYE2Pq4&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
<p>26 Jul 08 - Part 1</p>
<p>...<br />
That Israel is proclaiming that houmms is Israeli/Jewish is obvious.<br />
Israel is a pirate state where the stealing appropriation and annexation<br />
has been the very backbone of the state from the beginning. </p>
<p>Destory the fabric of Palestine is number one for Israel. Everything eles<br />
are empty words for a white audiance in Europe/US. One day things will<br />
change and even the Israeli colonialist must ablige to international law and<br />
human rights....</p>
<p>: a</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[fotografía] palestinos detenidos al cruzar la frontera, por soldados de israel ]]></title>
<link>http://cinoticias.wordpress.com/?p=2587</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 08:02:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Centro Independiente de Noticias</dc:creator>
<guid>http://cinoticias.wordpress.com/?p=2587</guid>
<description><![CDATA[[medios] centro independiente de noticias

Soldados de Israel someten a vejaciones a uno de los pale]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;">[medios] <span style="color:#333333;">centro independiente de noticias</span></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://bp2.blogger.com/_b7udTZB3Smo/SJXJr7fgzmI/AAAAAAAACdI/WbTteZwxdPI/s400/portada3.jpg" alt="" width="330" height="245" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Soldados de Israel someten a vejaciones a uno de los palestinos que fueron arrestados tras cruzar en forma "ilegal" la frontera de ese país. Los detenidos huían de la ola de violencia en la franja de Gaza. Foto: Reuters</em><!--more--></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://www.jornada.unam.mx/2008/08/03/fotos/027n1mun-1.jpg" alt="" width="425" height="282" /></p>
<p style="text-align:center;"><em> Soldados israelíes vigilan en la base de Nahal-Oz a palestinos vendados de los ojos y semidesnudos que huyeron de los conflictos en la franja de Gaza y fueron arrestados por cruzar "ilegalmente" la frontera con Israel Foto: Reuters</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Yahudi Pun Didik Anak-Anak Mereka Menggunakan Senjata]]></title>
<link>http://amaduq01.wordpress.com/?p=344</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 05:52:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>amaduq01</dc:creator>
<guid>http://amaduq01.wordpress.com/?p=344</guid>
<description><![CDATA[Gambar di samping tersebut adalah gambar yang memperlihatkan bahwa orang-orang Yahudi Israel ternyat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a title="zionis latih anak menembak" href="http://narakushutdown.files.wordpress.com/2008/07/kids.jpg"><img class="alignleft" style="border:5px solid black;margin:5px;" src="http://narakushutdown.files.wordpress.com/2008/07/kids.jpg" alt="" width="300" height="311" /></a><strong>Gambar di samping tersebut adalah gambar yang memperlihatkan bahwa orang-orang Yahudi Israel ternyata sejak kecil telah membiasakan anak-anak mereka dengan senjata. Gambar itu gue dapat <a href="http://narakushutdown.wordpress.com" target="_blank">(copy paste) dari my friend here.</a><br />
</strong></p>
<p><strong>Tak heran jika setelah besar, mereka menjadi serdadu yang haus darah. Mereka anggap nyawa warga Palestina seperti mainan atau binatang. </strong></p>
<p><strong>Tak heran pula bila mereka kelak ketika sudah dewasa dengan gampangnya membantai warga Palestina. </strong></p>
<p><strong>Bayangkan KAWAN...!!!! </strong></p>
<p><strong> Apa     yang   akan   media-media   besar   tulis   jika     yang   ada   pada    gambar    disamping    ini adalah    anak-anak      Palestina ! ! !</strong><!--more--></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Samir Kuntar- Quien ría último reirá mejor!]]></title>
<link>http://yahel.wordpress.com/?p=5357</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 23:30:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Augusto</dc:creator>
<guid>http://yahel.wordpress.com/?p=5357</guid>
<description><![CDATA[
Es un artículo de Daniel Pipes y muy oportuno ahora que Olmert se va.
Samir Kuntar and the Last La]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yahel.wordpress.com/files/2008/07/gfx-9789520-israel-laesst-terrorist-frei-mbhf-1216143137templateidrenderscaledpropertybildwidth263.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-4886" src="http://yahel.wordpress.com/files/2008/07/gfx-9789520-israel-laesst-terrorist-frei-mbhf-1216143137templateidrenderscaledpropertybildwidth263.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Es un artículo de Daniel Pipes y muy oportuno ahora que Olmert se va.</p>
<p><a href="http://www.danielpipes.org/article/5780">Samir Kuntar and the Last Laugh</a></p>
<p><a href="http://es.danielpipes.org/article/5822">Israel ha vivido los últimos sesenta años más intensamente que ningún otro país.</a></p>
<p>Sus luces - la resurrección de un estado de dos mil años de antigüedad en 1948, la victoria militar más inesperada en 1967, y el rescate asombroso de los rehenes de Entebbe en 1976 - han sido los triunfos de la voluntad y el espíritu que inspiran al mundo civilizado. Sus sombras han sido humillaciones auto-impuestas: retirada unilateral del Líbano y evacuación de la Tumba de José, ambas en el 2000; retirada de Gaza en el 2005; derrota a manos de Hizbulah en el 2006; y el intercambio de cadáveres por presos con Hizbulah la semana pasada.</p>
<p>Un no iniciado en el tema no puede sino maravillarse ante el contraste. ¿Cómo pueden los autores de victorias pírricas provocarse sobre sí mismos deshonras así, obviando aparentemente el alcance de sus acciones?</p>
<p>Una pista está relacionada con las fechas. Las luces tuvieron lugar durante las tres primeras décadas del estado, las sombras suceden desde el 2000. Algo profundo ha cambiado. El estado primordial estratégicamente brillante pero económicamente deficiente ha sido sustituido por lo contrario. Los genios del espionaje de ayer, los expertos militares y los pesos pesados políticos han pasado el testigo a la tecnología punta, dejando el estado en manos de figuras de escasa capacidad mental, corruptas y cortas de miras.</p>
<p>¿Cómo más se puede explicar la reunión del <a href="http://www.mfa.gov.il/MFA/Government/Communiques/2008/Agreement+on+release+of+Israeli+soldiers+in+Lebanon+29-Jun-2008.htm">gabinete del 29 de junio</a>, donde 22 de 25 ministros votaron a favor de liberar a cinco terroristas árabes, incluyendo a <a href="http://www.mfa.gov.il/MFA/Terrorism-+Obstacle+to+Peace/Terror+Groups/The+Kuntar+File+Exposed+-+Yediot+Aharonot+14-Jul-2008.htm">Samir al-Kuntar</a>, de 45 años de edad, psicópata y el preso más célebre de las cárceles de Israel, mas 200 cadáveres? A cambio, Israel recibió <a href="http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-3561517,00.html">los cadáveres de dos soldados israelíes</a> asesinados por Hizbulah. Hasta el <em><a href="http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2008/07/06/AR2008070601721.html">Washington Post</a></em> se quedaba perplejo por la decisión.</p>
<p>El primer ministro <a href="http://www.pmo.gov.il/PMOEng/Communication/Spokesman/2008/06/spokecaptives290608.htm">israelí </a>Ehud Olmert ha dado el visto bueno al acuerdo con la excusa de que "ello pondrá fin a este doloroso episodio," una referencia a recuperar los restos mortales de caídos en combate y apaciguar la exigencia de las familias de los rehenes de un final. En sí mismas, ambas cosas son honorables, pero ¿a qué precio? Esta distorsión de las prioridades manifiesta que un estado formidable en tiempos ha degenerado en un país extremadamente sentimental, una entidad política sin ningún carácter en la que el egoísmo egocéntrico se impone a su <em>raison d'être</em>. Los israelíes, hartos <a href="http://es.danielpipes.org/article/1557">de la disuasión y el apaciguamiento</a> por igual, han perdido el rumbo.</p>
<p>Tan decepcionante como es la decisión del gabinete, aún peor es que ni el partido Likud en la oposición ni otras instituciones israelíes públicas de importancia respondieron con enfado, sino que en general (con algunas <a href="http://www.haaretz.com/hasen/spages/997297.html">excepciones notables</a>) simplemente se sentaron a verlas venir. Su ausencia plasma una encuesta del <a href="http://www.ynetnews.com/articles/0,7340,L-3564495,00.html">Centro Tami Steinmetz</a> que demuestra que la población israelí aprueba el canje por una proporción de casi 2 a 1. En resumen, el problema se extiende mucho más allá de la clase política para abarcar a la población en conjunto.</p>
<p>En el otro bando, el vergonzoso homenaje a Kuntar, el asesino de bebés, como un héroe nacional por parte del <a href="http://www.nytimes.com/2008/07/17/world/middleeast/17lebanon.html?_r=1&#38;oref=slogin&#38;pagewanted=print">Líbano</a>, donde el gobierno declaró fiesta nacional para celebrar su llegada, y por parte de la <a href="http://www.memritv.org/clip_transcript/en/1815.htm">Autoridad Palestina</a>, que lo llamaba "<a href="http://www.israelenews.com/view.asp?ID=2668">un combatiente heroico,"</a> evidencia la profundidad de la <a href="http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1215331010940&#38;pagename=JPost/JPArticle/Printer">hostilidad libanesa</a> hacia Israel y su inmoralidad, preocupantes para cualquiera preocupado por la mentalidad árabe.</p>
<p>El acuerdo tiene muchas consecuencias adversas. Anima a los terroristas árabes a secuestrar <a href="http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1215331021764&#38;pagename=JPost/JPArticle/ShowFull">más soldados israelíes</a>, y a continuación <a href="http://www.jcpa.org/JCPA/Templates/ShowPage.asp?DRIT=2&#38;DBID=1&#38;LNGID=1&#38;TMID=111&#38;FID=378&#38;PID=0&#38;IID=2321&#38;TTL=Hizbullah%27s_Triumph:_The_Long-Term_Implications_of_Prisoner_Exchanges">matarlos</a>. Consolida la importancia de Hizbulah en el Líbano y legitima internacionalmente a Hizbulah. <a href="http://www.alqassam.ps/english/?action=showmimp&#38;fid=1141">Refuerza a Hamas</a> y vuelve más problemático un acuerdo por <a href="http://www.jpost.com/servlet/Satellite?cid=1215330996352&#38;pagename=JPost/JPArticle/ShowFull">su rehén israelí</a>. Finalmente, mientras que este incidente parece pequeño en comparación con el problema nuclear iraní, los dos guardan relación.</p>
<p>Los titulares internacionales en la línea de "<a href="http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2008/07/16/AR2008071600282_pf.html">Israel llora, Hizbulah celebra</a>" confirma la creencia en Oriente Medio ampliamente sostenida pero errónea de Israel como "<a href="http://www.truveo.com/Hizbullah-SecretaryGeneral-Hassan-Nasrallah-Israel/id/1607479991">una tela de araña</a>" que puede ser arrancada. El reciente intercambio puede dar a una dirección iraní apocalíptica de por sí más razones para enarbolar sus armas. Lo que es peor, como observa <a href="http://www.infoisrael.net/cgi-local/text.pl?source=4/b/vi/030720081">Steven Plaut</a>, al equiparar a "asesinos de masas de niños judíos con militares de combate formales," el intercambio está justificando en la práctica "el exterminio en masa de los judíos en aras de la inferioridad racial judía."</p>
<p>Para aquellos preocupados por el bienestar y la seguridad de Israel, propongo dos consuelos. En primer lugar, Israel aún es un país poderoso que se permite cometer errores; una estimación <a href="http://www.danielpipes.org/blog/2007/11/the-unthinkable-consequences-of-an-iran.html">predice </a>incluso que sobrevivirá a un intercambio de armas nucleares con Irán, mientras que Irán no.</p>
<p>En segundo, el asunto Kuntar podría tener un final feliz. Un <a href="http://www.thebulletin.us/site/index.cfm?newsid=19859347&#38;BRD=2737&#38;PAG=461&#38;dept_id=576361&#38;rfi=8">alto funcionario israelí</a> explicaba a David Bedein que ahora que ya no está encarcelado, las obligaciones de Israel de proteger a Kuntar ya no rigen; al llegar al Líbano, se convierte en "un objetivo de eliminación. Israel llegará a él, y será eliminado… las cuentas serán ajustadas." Otro alto funcionario añadía "no podemos dejar que este hombre piense que puede irse de rositas matando niñas de 4 años."</p>
<p>¿Quién reirá el último, Hizbula o Israel?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Olmert: La retirada como última salida]]></title>
<link>http://revistaoz.wordpress.com/?p=101</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 22:42:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>jzeballo</dc:creator>
<guid>http://revistaoz.wordpress.com/?p=101</guid>
<description><![CDATA[Cualquiera puede darse cuenta que el anuncio del primer ministro de Israel de dejar su puesto en Sep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#99cc00;">Cualquiera puede darse cuenta que el anuncio del primer ministro de Israel de dejar su puesto en Septiembre es señal del actual estado de disolución de la política israelí. Acosada por multiples presiones, pletora en despesperanza aprendida, falta de narraciones que convocen e incluyan, este debe ser con seguridad uno de los momentos más magros y debiles de la pequeña sociedad israelí. Mientras, la lucha por su sucesor ya ha empezado.<br />
</span></p>
[caption id="" align="alignright" width="386" caption="Olmert sobre un cartel que dice &#34;Bienvenidos a Sderot&#34;"]<a href="http://bajurtov.files.wordpress.com/2007/08/mono-olmert.jpg"><img src="http://bajurtov.files.wordpress.com/2007/08/mono-olmert.jpg" alt="Olmert sobre un cartel que dice Bienvenidos a Sderot" width="386" height="339" /></a>[/caption]
<p>En Israel la degradada imagen de Ehud Olmert y la consternación de la sociedad israelí tras el fracaso político de la guerra en el Líbano se refleja con claridad por un cambio de orientación hacia formulas de solución más torpes. En los foros de opinión se escuchan con claridad eslóganes facilístas de parte de las voces del nacionalismo religioso -salvo personas como la canciller  Tzipi Livni- y que buscan una suerte de inútil rechazo a entablar lineas de negociación  que restauren a Israel como parte activa en la negociación regional.</p>
<p>Es que más allá del caso Olmert y otros análogos, el descrédito de la clase dominante en la opinión pública israelí sigue siendo un elemento decisivo. La sociedad israelí que apreció con  rabia como el verano pasado se uso y abuso del conflicto con el Líbano para alcanzar  sus objetivos políticos. Esto se tradujo en una profunda crisis de confianza<!--more-->. Más aún, hoy en día, el entorno turbulento del barrio Israel-Palestina, Líbano, Irán y el empate del "amigo americano" en Irak, parece más aterrador que nunca. El Primer Ministro Ehud Olmert y su gobierno tienen una imagen de impotencia ante el frente externo y el interno y -más que eso-  de corrupción. La desorientación está presente en todas las conversaciones y lugares. Frente a este panorama muchos añoran los tiempos del líder fuerte. La efigie de Ariel Sharon comparece en la retina de muchos. Sin analizar con mayor cuidado sus años como premier los israelies de hoy sólo recuerdan que en medio de la violencia de los atentados suicidas Arik fue capaz de entregar a su pueblo la sensación que sabía cómo y dónde llevarles. Algunos le llaman ya la "sharonostalgie", y esta sensación genera dos fenómenos: la búsqueda de un nuevo "hombre providencial", y una creciente mentalidad de "cada quien se rasca con sus propias uñas."</p>
<p><strong><span><strong>Al </strong></span><span><strong></strong></span><span><strong>mis</strong></span></strong><strong><span><strong>mo tiempo la lucha por el sucesor del Primer Ministro israelí Olmert a comenzado.</strong></span> <span><span class="google-src-text" style="direction:ltr;text-align:left;"><strong>La ministra de </strong></span><strong>Relaciones Exteriores Livni tiene las mejores perspectivas, pero no se quedan muy atrás el líder de la oposición el carismático Netanyahu. Algunos analistas creen que el actual ministro de transportes, Shaul Mofaz tiene también chance.</strong></span></strong><br />
&#60;!--<br />
OAS_RICH('Middle2');<br />
// --&#62;</p>
<div id="spArticleBody">
<p><span><span class="google-src-text" style="direction:ltr;text-align:left;">De todos ellos el más interesante es </span></span><span>Benjamin Netanyahu, líder de la oposición en la Knesset israelí. El ex premier se ha mantenido durante mucho tiempo "al agüaite" en espera de las condiciones que le hagan retornar al gran escenario.</span> <span>El jueves pasado por la mañana el tomó esa ooportunidad pidiendo como líder de la oposición nuevas elecciones.<a href="http://64.233.179.104/translate_c?hl=es&#38;langpair=de%7Ces&#38;u=http://www.spiegel.de/politik/ausland/0,1518,569248,00.html&#38;prev=/translate_s%3Fhl%3Des%26q%3Dolmert%2By%2Bel%2Bfuturo%2Bde%2Bla%2Bpolitica%2Bisraeli%26sl%3Des%26tl%3Dde&#38;usg=ALkJrhj-KSnekLF1zoOVqaEkz2YCxfWMAQ"></a></span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Justine Shapiro, B.Z. Goldberg, Carlos Bolado, "Promises", 2001]]></title>
<link>http://horadelsur.wordpress.com/2008/08/03/promises/</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 15:52:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Horadelsur</dc:creator>
<guid>http://horadelsur.wordpress.com/2008/08/03/promises/</guid>
<description><![CDATA[


more about &#8220;Promises&#8220;, posted with vodpod
 
 

]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><span style="display:block;width:425px;margin:0 auto;">[vodpod id=Groupvideo.1445764&#38;w=425&#38;h=350&#38;fv=docId%3D1716489580121755023%26playerMode%3Dsimple%26hl%3Den]</span></div>
<div></div>
<p><span style="display:block;width:425px;margin:0 auto;"></p>
<div style="font-size:10px;">more about "<a href="http://vodpod.com/watch/618097-promises?pod=horadelsur">Promises</a>", posted with <a href="http://vodpod.com/wordpress">vodpod</a></div>
<p> </p>
<p> </p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mera om bosättningarna]]></title>
<link>http://funderar.wordpress.com/?p=317</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 15:07:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>funderar</dc:creator>
<guid>http://funderar.wordpress.com/?p=317</guid>
<description><![CDATA[Det kom fram år 1999 att israeliska bosättare på väg till sina nybyggda kolosser till hus på V]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://funderar.files.wordpress.com/2008/08/dsc_0173.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-319" src="http://funderar.wordpress.com/files/2008/08/dsc_0173.jpg?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a>Det kom fram år 1999 att israeliska bosättare på väg till sina nybyggda kolosser till hus på Västbanken tappade kontakt med sina mobilnät när de åkte nära en kulle, för cirka 20 sekunder. Kullen skymde den israeliska operatören oranges nät, detta rapporterades och uppgavs av bosättarna vara en säkerhetsfara. Orange bestämde sig för att åtgärda problemet genom att sätta upp en mast högst uppe på den kullen, mitt på palestinsk privatägd olivmark. Men det räckte inte med en mast. Nya elledningar behövde dras, vatten och cement togs till området, samt en vakt, som snart tog dit sin familj och drog upp stängsel och taggtråd runt omkring sig. Och vips hade man startat en ny bosättning, dit andra familjer lockades att flytta. Idag är hela kullen en stor bosättning. Arkitekten Eyal Wiezman berättar att en bosättning kan starta just så. En helikopter dumpar ner ett cementblock en natt, och palestinierna som har bott där och odlat jorden så länge någon kan komma ihåg får bara finna sig i att se sina byar och näringskällor försvinna. När man kör omkring på Västbanken ser man nerhuggna olivträd överallt, som på bilden som jag tog i juli nära Betlehem.</p>
<p>Hur blir man en bosättare? Vad har hänt med en förälder när denna ger sin 10-åriga son en pistol - ifall han skulle stöta på en palestinier? Hur kommer barnen att växa upp när pappa har gått omkring med ett maskingevär på söndagspromenaden med dem i vagnen, som i Hebron? Hur förklarar man för sig själv sin rätt att förtrycka palestinierna? I sin frustration över sådana frågor försökte Joan, en 55-årig judisk författare från USA närma sig sina trosfränder i Hebron. Hon arbetar på en bok om judisk identitet. "Det enda jag vill göra är att tala med er!" bad hon bosättarkvinnorna som ropade glåpord åt hennes delegation.  "Älskar du Israel?" ville en av bosättarkvinnorna veta. Och även om Joan svarade ja - hon älskar verkligen landet och har en stark judisk identitet berättar hon - gick de därifrån efter arga blickar. Joan är förtvivlad över vad hon ser hända i landet som symboliserar hennes identitet. Och hon är inte ensam.</p>
<p>På tal om annat, idag har jag läst <a href="http://vansterekonomi.blogspot.com/2008/08/den-ldrande-befolkningen.html">Ekonomikommentarer</a> såga myten om den åldrande befokningen, <a href="http://pasteysplats.blogspot.com/2008/07/one-policy-for-global-south-another-for.html">Pastey </a>om ful jordbrukspolitik och <a href="http://kontaktmannen.wordpress.com/2008/08/01/trakigt-att-radovan-kopte-just-er-troja/">Kontaktmannen</a> om en folkmördares tröja.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
