<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>otak-ku &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/otak-ku/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "otak-ku"</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 00:52:25 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kesaktian Pancasila atau Kesakitan Pancasila]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/01/kesaktian-pancasila-atau-kesakitan-pancasila/</link>
<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 05:25:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/01/kesaktian-pancasila-atau-kesakitan-pancasila/</guid>
<description><![CDATA[
Burung Garuda

Tepat hari ini, tanggal 1 Oktober 2007, kembali kita bangsa Indonesia ngerayain sebu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/garudapancasila.gif" alt="garudapancasila.gif" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Burung Garuda</em></p>
<p><iframe src='http://digg.com/api/diggthis.php?u=http%3A%2F%2Fdigg.com%2Fpolitical_opinion%2FKesaktian_Pancasila_atau_Kesakitan_Pancasila' height='82' width='55' frameborder='0' scrolling='no' style='float: right; margin-left: 10px; margin-bottom: 5px; padding: 4px 0 2px 4px; background: #fff;'></iframe><br />
Tepat hari ini, tanggal <strong>1 Oktober 2007</strong>, kembali kita bangsa Indonesia ngerayain sebuah acara <strike>yang bisa dikatakan sekedar</strike> seremonial kenegaraan yang dikenal dengan <strong>Hari Kesaktian Pancasila</strong>, yang udah <strong>42 tahun</strong> di rayain turun-temurun oleh bangsa kita sejak pemberontakan <em><strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September" target="_blank">G30S/PKI</a></strong></em> yang masih harus di-uji kebenaran-nya, apakah itu ulah <strong><abbr title="partai komunis indonesia">PKI</abbr></strong> saja atau emang ternyata di-dalangi oleh orang-orang dari bangsa ini sendiri. Dan, apa emang saat ini <strong>Pancasila</strong> itu masih sakti? Seperti-nya sih tidak !!!. Terlepas dari makna kesaktian <strong>Pancasila</strong> itu sendiri.<br />
<!--more ternyata Pancasila itu sedang sakit keras™ -->Kalau menurut aku saat ini (<strong>CMIIW</strong>), ternyata <strong>Pancasila</strong> itu sedang sakit keras™ bahkan juga mungkin sedang sedih dengan keadaan yang lagi terjadi di negara kita ini. Kalau kita telusuri dan pelajari, tiap isi dari <strong>Pancasila</strong> memiliki makna yang sangat dalam kalau emang kita menghayati-nya apalagi kalau emang kita ngelaksanain-nya sesuai dengan yang dirumusin oleh <strong>pahlawan-pahlawan</strong> bangsa di <strong>tahun 45</strong> dulu, tapi kenyataan-nya saat ini, semua itu <em>non sense</em>™, semua itu bohong, dan aku berani pastiin bahwa hampir seluruh komponen bangsa ini, ya <strong>pemerintah</strong>-nya, ya <strong>rakyat</strong>-nya juga tidak berjalan di atas dasar negara yaitu <strong>Pancasila</strong> yang seharus-nya.</p>
<p>Kalau kita men-coba meng-<acronym title="membanding-kan">konfrontasi-kan</acronym> isi dari <strong>Pancasila</strong> itu sendiri dengan keadaan pada saat ini, maka kita akan menemukan banyak sekali kejanggalan-kejanggalan</p>
<p><strong>Ketuhanan Yang Maha Esa</strong></p>
<blockquote><p>Ya, benar bangsa ini bisa dikatakan sebagai bangsa beragama, bangsa yang percaya akan satu Tuhan. Tapi apa semua itu menjamin kehidupan beragama di Indonesia ini baik, ternyata tidak. Masih ada yang menganggap bahwa hanya agama-nya atau Tuhan-nya saja yang paling benar, dan dengan mudah-nya menyalahkan agama lain-nya bahkan kalau bisa meng-hancurkan-nya, padahal kalau di tarik satu garis lurus, semua berujung pada satu <strong>Tuhan Yang Maha Esa</strong>, dimana tidak ada satu agama-pun di dunia ini, apalagi di Indonesia ini yang bisa menjamin bahwa hanya agama tertentu saja yang benar, dan Tuhan-nya yang benar. Tapi itu lah fakta yang terjadi saat ini.</p></blockquote>
<p><strong>Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab</strong></p>
<blockquote><p>Kata adil yang dalam bahasa Inggris yang arti-nya <a href="http://www.answers.com/topic/justice?cat=biz-fin" target="_blank"><em>Justice</em></a>, memiliki arti seperti berikut:</p>
<p><img src="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/justice.gif" alt="justice.gif" /></p>
<p>Dan kata ber-adab yang dalam bahasa Inggris ber-sinonim dengan <a href="http://www.answers.com/genteel" target="_blank"><em>Genteel</em></a>, artinya seperti berikut:</p>
<p><img src="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/genteel.gif" alt="genteel.gif" /></p>
<p>Dari kedua arti kata-kata tersebut diatas, aku menyimpulkan bahwa <strong>Kemanusiaan Yang Adil</strong> itu adalah <u><em>suatu bentuk tindakan yang seharus-nya benar terhadap keseimbangan yang hakiki atas semua aspek-aspek yang berhubungan dengan kemanusiaan</em></u>. Dan <strong>Kemanusiaan Yang Beradab</strong> itu adalah <u><em>kulturalisasi bangsa yang memiliki sifat menghargai sesama, memiliki budi bahasa yang halus dan tidak kasar, dan bisa menerima perbedaan-perbedaan yang ada disekitar kita</em></u>.</p>
<p>Tetapi, kita bisa pastikan bahwa <strong>ke-manusiaan yang adil</strong> di Indonesia ini hampir menuju ke persentase <strong>0%</strong>, karena masih banyak sekali pemaksaan-pemaksaan kehendak yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung-jawab dan penekanan-penekanan secara fisik dan moral terhadap yang lemah tidak ubah-nya seperti di hutan. Dan sial-nya banyak dari kita hanya tutup mata melihat <strong>ke-tidak adil-an</strong> itu.</p>
<p>Bagaimana dengan <strong>ke-manusiaan yang ber-adab</strong>?. Setiap orang mengaku-ngaku, berkoar-koar bahwa dia adalah manusia ber-adab; manusia yang tahu sopan santun; manusia yang tahu etika; dan manusia yang bisa menghargai sesama-nya; makhluk yang paling tinggi derajat-nya dari makhluk apapun di dunia ini. Tapi, kenyataan-nya tidak sama sekali, bahkan banyak diantara kita yang dengan tega menghina dan menginjak-injak keber-adab-an dan hak asasi orang lain.</p></blockquote>
<p><strong>Persatuan Indonesia</strong></p>
<blockquote><p>Saat ini aku melihat begitu banyak-nya perpecahan-perpecahan diantara bangsa sendiri, hanya karena masalah kepentingan segelintir orang dan golongan, dan ini mengakibatkan kegelisahan bagi seluruh rakyat, mereka merasa jadi korban ketika orang-orang dan golongan-golongan tersebut berperang satu sama lain, saling membenarkan kepentingan-nya masing-masing. Seperti-nya <strong>Persatuan Indonesia</strong> itu sedang rapuh, yang gampang pecah kapan saja. Apa masih kurang <strong>Timor Leste</strong> yang sudah terpisah dari Indonesia? Aku tidak bisa membayang-kan jika seandainya, <strong>Nanggroe Aceh Darussalam</strong>, <strong>Papua</strong>, <strong>Maluku</strong> pada akhir-nya harus lepas juga dari bumi nusantara ini.</p></blockquote>
<p><strong>Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan</strong></p>
<blockquote><p>Apakah saat ini suara rakyat sudah di-dengar-kan oleh petinggi-petinggi itu, yang kebanyakan bisa duduk disitu karena uang? Bukan karena dia, atau mereka memiliki hikmat kebijaksanaan yang sesungguh-nya. Bahkan bukan tidak mungkin lebih bodoh dari aku, kamu, atau kita. Bagaimana Indonesia ini bisa memimpin rakyat-nya, kalau faktor kelicikan masih membayang-bayangi setiap keputusan-keputusan yang diambil yang secara hakiki berhubungan langsung dengan nasib rakyat?</p></blockquote>
<p><strong>Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia </strong></p>
<blockquote><p>Kemiskinan, gelandangan dan pengemis yang berkeliaran, rakyat yang makan nasi aking, antrian minyak tanah, penggusuran di-mana-mana, berbanding terbalik dengan rumah-rumah megah yang berdiri dengan angkuh-nya, mobil-mobil mewah yang berseliweran di jalanan Indonesia, mall-mall dan rumah-rumah ibadah sebagai ajang pamer gengsi, <u><em><strong>apakah ini yang dinamakan keadilan sosial? apakah keadilan sosial itu sudah terpenuhi? atau-kah kita yang salah mengartikan arti yang sebenar-nya dari keadilan sosial?</strong></em></u> :cry:</p></blockquote>
<p>Oke, jadi sekarang kita yang harus memutuskan apakah hari ini, tepat tanggal <strong>1 Oktober 2007</strong> bisa dikatakan sebagai</p>
<blockquote><p><strong>Hari Kesaktian Pancasila</strong>, atau <strong>Hari Kesakitan™ Pancasila</strong></p></blockquote>
<p>Silahkan menjawab dengan pikiran kita sendiri, tidak ada pemaksaan dalam hal ini, semuanya hanya wacana saja, tapi sebaik-nya ini tidak hanya di otak kita saja, tapi kita harus laksana-kan, kita harus hargai, dan kita harus buktikan bahwa emang kita bangsa yang ber-dasar-kan Pancasila sebagai dasar negara kita.</p>
<hr /><strong>extremusmilitis TAGS:</strong> <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Aneh-Ku" rel="tag">Aneh-Ku</a>, <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Opini-Ku" rel="tag">Opini-Ku</a>, <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Otak-Ku" rel="tag">Otak-Ku</a><br />
<span class="technoratitag"><strong>Technorati TAGS:</strong> <a href="http://www.technorati.com/tags/kesaktian" rel="tag" target="blank">kesaktian</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/pancasila" rel="tag" target="blank">pancasila</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/indonesia" rel="tag" target="blank">indonesia</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/ketuhanan" rel="tag" target="blank">ketuhanan</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/kemanusiaan" rel="tag" target="blank">kemanusiaan</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/persatuan" rel="tag" target="blank">persatuan</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/keadilan" rel="tag" target="blank">keadilan</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/sosial" rel="tag" target="blank">sosial</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/kerakyatan" rel="tag" target="blank">kerakyatan</a></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Sedih, Aku Marah, Aku Bingung]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/04/04/aku-sedih-aku-marah-aku-bingung/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 03:09:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/04/04/aku-sedih-aku-marah-aku-bingung/</guid>
<description><![CDATA[ Hari ini aku sedang sedih, aku sedang marah, dan aku sedang bingung.  
Ketika kita telah menyayangi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i245.photobucket.com/albums/gg53/extremusmilitis/extremusmilitisblog/sedihgrunge.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2008/04/sedihgrunge-thumb.jpg" style="border-width:0;" alt="sedihgrunge_thumb" align="left" height="204" width="111" /></a> Hari ini aku sedang sedih, aku sedang marah, dan aku sedang bingung. :evil:</p>
<p><b><i><font color="#ff0000" size="2">Ketika kita telah menyayangi se-seorang dengan se-genap hati dan perasaan kita, apa yang kita harap-kan dari-nya??? Apakah ke-bohong-an masa lalu masih bisa kita tolerir demi yang nama-nya cinta, ketika akal, logika dan perasaan kita tidak bisa men-toleransi-nya?</font></i></b></p>
<p>Kalau bagi-ku satu hal yang ter-penting ketika kita meng-amin-kan sebuah komitmen adalah Ke-jujur-an. Ini ter-amat penting lebih dari apa-pun yang bisa ku-harap-kan dari orang yang ku-cinta-i, karena hanya dengan ini kita bisa saling mem-percaya-i, bisa saling menerima, bisa saling men-dukung, karena sebuah ke-jujur-an akan men-jadi embrio ke-terbuka-an yang aku yakin akan lebih baik ketika kita menyayangi dan di-sayangi.</p>
<p>Meskipun ter-kadang bahkan sering ke-jujur-an sangat-lah menyakit-kan bahkan mungkin lebih kejam dari pedang ber-mata dua, di-mana kita tidak tahu sisi mana yang lebih baik. Tapi aku tetap percaya dan memilih untuk merasakan sakit yang se-sakit-sakit-nya di awal dengan dasar ke-jujur-an, daripada me-rasa-kan sakit yang se-sakit-sakit-nya di akhir ketika semua-nya ter-ungkap :(</p>
<p><!--more aku masih sedih, marah dan bingung... --></p>
<p>Bagi-ku, masa lalu adalah masa lalu, sebuah cerita panjang dari kisah per-jalan-an kita, anak manusia. Dan seperti pernah <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/07/kenangan-tidak-selalu-baik/" title="apa-kah kenangan akan selalu baik?" target="_blank"><i>aku cerita-kan melalui blog-ku ini</i></a>, sebuah kenangan tetap-lah akan men-jadi kenangan, yang jangan sampai men-jadi bumerang bagi diri kita sendiri.</p>
<p>Ketika kita menerawang ke masa depan kita, dan sedang mem-bangun mimpi-mimpi kita, mengejar harapan dan cita-cita kita, ketika kita sedang ber-komit-men untuk men-jalani sebuah hubungan yang semoga ber-ujung pada yang baik, tapi ter-nyata ke-jujur-an yang sangat dan ter-lalu kita harap-kan masih saja belum ter-gapai, dan hubungan masih di-bumbu-i dengan ke-bohong-bohong-an masa lalu yang ter-amat menyakit-kan.</p>
<p>Mengapa kita harus <i><b>menutupi sebuah ke-buruk-an hanya untuk men-dapat-kan ke-baik-an yang kita ingin-kan padahal ada konsekuensi ter-buruk yang mungkin akan kita dapat-kan ketika ke-buruk-an itu pada akhir-nya ter-buka</b></i>. Aku tidak pernah menyangka akan mendengar ke-bohong-an demi ke-bohong-an itu lagi. Entah sampai kapan ini akan ber-henti.</p>
<blockquote><p><b><i>I believe the future will be better even when i lost the soul, if i believe my GOD give HIS hand to me</i></b></p></blockquote>
<p>[<i><b>catatan:</b></i>]</p>
<ol>
<li>Maaf kalau aku tidak akan mem-balas komen-komen teman-teman untuk masalah ini.</li>
<li>Gambar di-ambil <a href="http://zindy.zone.dk/images/drawings/coal/sad.jpg" target="_blank"><i><b>dari sini</b></i></a>, dan sedikit di-tambah dengan edit-an sederhana</li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berteman Dengan Hati]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/03/13/berteman-dengan-hati/</link>
<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 07:49:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/03/13/berteman-dengan-hati/</guid>
<description><![CDATA[ Ber-awal dari obrolan ringan dengan my angel, dengan celoteh spontan-nya tentang apa dan bagaimana ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i245.photobucket.com/albums/gg53/extremusmilitis/extremusmilitisblog/temanataufriend.jpg" target="_blank"><img style="border-width:0;" height="154" alt="thumb_temanataufriend" src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2008/03/thumb-temanataufriend.jpg" width="154" align="right"/></a> Ber-awal dari obrolan ringan dengan my angel, dengan celoteh spontan-nya tentang apa dan bagaimana seharus-nya men-jadi se-orang teman. </p>
<p>Sejak kita kecil, kita sudah di-ajar-kan, belajar, dan yang pasti tahu dengan yang nama-nya teman, kawan, atau lebih dekat lagi yang nama-nya sahabat. Dan aku yakin kita semua pasti memiliki minimal seorang teman, seorang kawan, atau mungkin seorang sahabat yang menjadi tempat kita ber-cerita, hang-out bareng, nge-laku-in hal gokil bareng, ber-amal bareng, de el el. ;)</p>
<p>Nah, sekarang aku mau tanya ke kita semua, ter-masuk ke diri-ku sendiri, aku ber-teman, men-jadi teman, atau memiliki teman dengan apa?</p>
<p><!--more Teman apa Teman??? -->
<p>Ber-kenal-an dan kemudian men-jadi teman tentu saja dengan mudah kita lakukan saat ini, bahkan dengan dukungan internet yang luas, kita bisa ber-kenal-an dengan siapa saja, ber-teman dengan siapa saja meskipun belum pernah ketemu, jauh berbeda dengan zaman dulu ketika istilah "TIdak Kenal Maka Tidak Sayang" sangat populer di-tengah-tengah kita.</p>
<p>Tapi apa kita sudah siap men-jadi teman bagi teman kita, dan sebalik-nya apa mereka siap jadi teman bagi kita? Kalau di-runut sesuai dengan kategori per-teman-an versi extremusmilitis :P , ada beberapa hal yang men-jadi patokan dasar untuk men-jadi teman, antara lain:</p>
<ol>
<li>Tidak mem-permasalah-kan suku, agama, dan ras yang ter-nyata pada ke-nyata-an-nya masih men-jadi syarat utama bagi banyak orang untuk mau men-jadi se-orang teman :(  </li>
<li>Tidak peduli kaya atawa miskin, gemuk atawa kurus, jelek atawa cantik / ganteng, gaul nggak gaul-nya. Bukan-kah tidak ada yang sempurna? :evil:&#160; </li>
<li>Tidak hanya ber-teman karena ke-butuh-an saja, atau karena tuntutan lingkung-an, atau karena pe-kerja-an. Ini yang nama-nya ber-ada dalam level egosentris yang cukup akut :(&#160; </li>
<li>Ada pada saat di-butuh-kan, mem-beri ketika di-minta, menerima ketika di-beri-kan</li>
</ol>
<p>Nah, beberapa patokan di-atas bagi-ku sangat penting (<em>selain tentu saja hal-hal lain yang aku tidak beber-kan di-sini</em>), karena kalau kita mau jujur se-jujur-jujur-nya, aku yakin kita semua belum tentu bisa memenuhi-nya dengan sempurna. Sering sekali kita masih melihat bibit, bobot dan bebet sebelum siap men-jadi seorang teman. Dan bagi-ku itu salah!!!.</p>
<p>Karena aku memilih dan ingin ber-teman dengan hati, tanpa embel-embel ini dan itu, cukup dengan hati. Mem-beri-kan hati kita dengan semua yang kita miliki, dan menerima dengan hati dengan semua yang teman kita miliki.</p>
<p>Sudah-kah kita seperti itu??? Silah-kan kita jawab masing-masing dengan jujur, tidak perlu di-sini, cukup ke-pada diri kita sendiri ;)</p>
<p>[catatan:]</p>
<p><em><a href="http://campacorn.org/images/friendship.gif" target="_blank">Gambar di-ambil dengan se-mena-mena di-sini</a></em>, dengan di-bumbu-i sedikit sentuhan warna-warni :P</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Juga Nggak Bodoh]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/29/aku-juga-nggak-bodoh/</link>
<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 19:28:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/29/aku-juga-nggak-bodoh/</guid>
<description><![CDATA[ Ada yang pernah nonton film &#8220;I Not Stupid Too&#8220;? yang kalau dalam bahasa Indonesia secar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i245.photobucket.com/albums/gg53/extremusmilitis/extremusmilitisblog/I-Not-Stupid-Too-SephiaCover.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2008/01/thumb-i-not-stupid-too-sephia-cover.jpg" style="border-width:0;" alt="thumb_I-Not-Stupid-Too- Sephia Cover" align="right" height="190" width="170" /></a> Ada yang pernah nonton film "<b><i><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/I_Not_Stupid_Too" target="_blank">I Not Stupid Too</a></i></b>"? yang kalau dalam bahasa Indonesia secara serabut-an di-artikan sebagai <i><b>Aku Juga Nggak Bodoh</b></i>. Film keren (<i>menurut-ku</i>) produksi negara Singapura ini benar-benar me-wakil-i apa yang saat ini ter-jadi dalam dunia keluarga dan dunia pen-didik-an yang sering aku lihat dan aku dengar. Bahkan bisa saja men-jadi salah satu alasan-ku untuk mematah-kan pendapat-ku sendiri pada <i><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/10/kamu-udah-bau-tanah/" target="_blank">postingan-ku sebelum-nya tentang hilang-nya rasa hormat ter-hadap orang tua</a></i> :&#124;</p>
<p>Inti kisah dalam film ini ter-diri dari 3 poin utama yang sering kita jumpai dalam ke-hidup-an kita sekarang, dan meski-pun mungkin ini adalah cerita basbang, tapi aku yakin masih sering ter-jadi, bahkan di dalam keluarga kita sendiri.</p>
<p><!--more Yang bilang kamu bodoh itu siapa? --></p>
<ol>
<li>Begitu sibuk-nya orang tua pada pekerjaan-nya, sehingga sedikit-pun tidak memiliki waktu buat anak-anak mereka, bahkan untuk memahami mereka-pun orang tua tidak memiliki waktu sama sekali tidak ubah-nya seperti penjara dalam ke-luarga dengan mulut serba ter-tutup, tidak punya ke-sempat-an untuk ber-kata apa-pun dengan doktrinasi dari orang tua, bahkan waktu orang tua pun harus di beli oleh anak-nya.</li>
<li>Tinggi-nya harapan dan per-minta-an orang tua kepada pencapaian anak-nya sehingga mem-buat mereka lupa untuk mengerti bahwa tiap anak memiliki bakat, ke-ingin-an, ke-mampu-an dan talenta-nya masing-masing. Padahal mereka sendiri tidak pernah perduli proses yang harus di-jalani oleh sang anak untuk men-jadi seperti yang orang tua mereka ingin-kan bukan seperti apa yang di-ingin-kan oleh si anak</li>
<li>Guru yang hanya tahu meng-ajar-kan apa yang di-ketahui-nya dengan cara-nya sendiri kepada murid-murid-nya tanpa pernah mengerti ke-sulit-an-ke-sulit-an yang di-hadapi oleh murid ter-hadap apa yang di-ajar-kan plus hukuman fisik kepada murid (<i>walau-pun ke-salah-an juga di-sebab-kan oleh murid itu sendiri</i>), belum lagi tidak ada-nya dukungan dari keluarga dan lingkungan-nya. Yang pada akhir-nya ber-ujung pada <i><a href="http://sawali.info/2007/07/15/%e2%80%9cpencitraan%e2%80%9d-dan-%e2%80%9cpembunuhan%e2%80%9d-karakter-siswa-didik/" target="_blank">pem-bunuh-an karakter dan citra murid</a></i></li>
</ol>
<p>Terus terang, aku sangat ter-haru (<i>untung tidak sampai menetes-kan air mata -&#62; apa kata dunia? 8) </i>) ketika menonton film ini dari awal sampai akhir, per-juang-an anak untuk mem-bukti-kan kalau dia itu se-orang yang ber-guna, dengan proses yang panjang, dengan ke-sedih-an, ke-sakit-an, bahkan dengan jalan ke-jahat-an. Tidak ada se-orang-pun yang menyadari ke-adaan ini, sampai saat-saat ter-akhir, ketika semua-nya ber-ujung pada anti klimaks yang ter-cipta dari proses yang mereka jalani dengan semua konflik yang menyertai proses itu. Seperti ketika Ayah dari salah satu tokoh cerita yang akhir-nya harus meregang nyawa demi me-nyelamat-kan putra-nya setelah akhir-nya dia sadar akan ke-salah-an-nya dalam men-didik anak-nya persis setelah dia memukuli anak-nya dan si-anak ber-kata "<i><b>Sampai kapan Ayah akan memukuli aku terus???</b></i>"</p>
<p>Nah, pada akhir film-nya yang ter-nyata ber-ujung pada happy ending, film itu men-jawab semua rasa geram, rasa heran, rasa ingin tahu dan penasaran-ku dengan:</p>
<blockquote><p><i>Orang tua akhir-nya menyadari semua ke-salah-an kalau tidak bisa di-bilang ke-gagal-an mereka dalam men-didik anak-nya. Salah satu, contoh-nya seperti ke-sadar-an yang timbul dari sang Ayah setelah salah satu anak (<b>Jerry</b>) yang men-curi uang setelah men-jual semua yang di-miliki-nya, dan itu-pun masih kurang juga hanya untuk men-dapat-kan total uang 500 dollar yang mem-buat dia di-pukul Ayah-nya. Dan mau tahu jawaban-nya apa? Dengan ter-isak dia ber-kata: <font color="#0000ff">"<b>Aku mau membeli waktu-mu satu jam saja untuk menonton konser-ku</b>" </font><font color="#000000">. Dia melakukan ini karena dia pernah men-dengar Ayah-nya ber-kata kalau dia di-bayar 500 dollar hanya untuk presentasi selama 1 jam yang mem-buat dia tidak pernah punya waktu buat anak-nya. Yang akhir-nya mem-buat si Ayah sadar dan mereka ber-dua pun meng-hadiri konser anak-nya yang ber-jalan dengan sukses :)</font></i></p>
<p><font color="#000000"><i>Atau juga ketika se-orang Guru menyadari ke-kelirua-an-nya dan akhir-nya ber-alih mem-beri-kan motivasi penuh untuk belajar lebih baik kepada murid-murid-nya tanpa ber-maksud men-jadi-kan mereka bodoh dengan semua tekanan-tekanan yang sebelum-nya di-lakukan, karena sebuah pujian (tanpa harus muluk-muluk dan ber-lebihan), se-sederhana apa-pun itu, pasti ber-arti sangat besar bagi tiap orang, termasuk kita.</i></font></p></blockquote>
<p>Dan banyak lagi, hal-hal menyentuh dan positif yang bisa kita jadi-kan pelajaran bagi kita. Untuk lebih jelas-nya, aku saran-kan silah-kan aja nonton film-nya, karena kalau aku ber-panjang kali lebar di-sini, maka postingan ini tidak akan ada beda-nya dengan sebuah resensi film semata :mrgreen:</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa Aku Senang Dengan Superman]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/25/kenapa-aku-senang-dengan-superman/</link>
<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 18:32:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/25/kenapa-aku-senang-dengan-superman/</guid>
<description><![CDATA[ Ada yang tahu Superman?  . Salah, pertanyaan-nya salah, yang bener itu Ada yang gak tahu Superman?,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i245.photobucket.com/albums/gg53/extremusmilitis/extremusmilitisblog/supermanlogo.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2008/01/thumb-superman-logo.jpg" style="border:0 none;" alt="thumb_superman logo" align="left" height="125" width="170" /></a> Ada yang tahu <b>Superman</b>? :lol: . Salah, pertanyaan-nya salah, yang bener itu Ada yang gak tahu <b>Superman</b>?, Kalau ada, mungkin harus memikir-kan untuk di-lahir-kan kembali :mrgreen: . Hohoho, pertanyaan <strike>bodoh</strike> simpel yang sudah pasti <strike>di-sumpah-in</strike> bisa di-jawab oleh banyak orang, yang sudah pasti dengan jawaban yang ber-variasi. Yang penting bukan si <a href="http://manusiasuper.wordpress.com/about/" target="_blank">Mansup</a> yang itu tuh, karena <b>aku manusia normal sekaligus laki-laki sangat normal</b> 8) . Biar-lah <a href="http://manusiasuper.wordpress.com/about/">Mansup</a> yang itu jadi jatah para bayut yang lagi ke-haus-an dan ber-nafsu tinggi, kaya <a href="http://die4pleasure.wordpress.com/about/" target="_blank">Jenderal</a>-nya, atau <a href="http://gunawanrudy.com/about/" target="_blank">Master</a>-nya :twisted:</p>
<p><!--more Dan kenapa aku senang dengan Superman? Ini yang harus di-pikir-kan. Gitu aja kok repot :P --></p>
<p>Ber-dasar-kan imajinasi <i><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Joe_Shuster" target="_blank">pelukis</a></i> dan <i><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jerry_Siegel" target="_blank">pengarang</a></i> komik-nya, <b><i><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Superman" target="_blank">Superman</a></i></b> itu memiliki ciri-ciri yang hebat seperti ini:</p>
<ol>
<li><i>Bisa terbang lebih cepat dari siapa-pun dan apa-pun.</i></li>
<li><i>Kebal senjata apa-pun kecuali benda-benda yang ada unsur <b><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kryptonite" target="_blank">kryptonite</a></b>-nya.</i></li>
<li><i>Ganteng, yang sering mem-buat aku ber-tanya-tanya, kenapa dia nggak jadi model aja sekalian, daripada jadi se-orang reporter yang oon.</i></li>
<li><i>Mata yang bisa mengeluar-kan sinar laser yang bisa meng-hancur-kan dan men-cair-kan apa saja. Selain itu mata-nya juga bisa melihat tembus pandang yang di-batasi oleh dinding *mode pengen on :twisted: *</i></li>
<li><i>Hembusan nafas-nya bisa mem-beku-kan apa-pun. Nggak bisa ngebayang-in kalau saja nafas-nya bau, untung aja dia sering sikat gigi :lol:</i></li>
</ol>
<p>Apa itu semua? Aku yakin sebagian besar dari kita akan <strike>menunduk-kan</strike> meng-angguk-an kepala meng-iya-kan. Padahal bagi-ku tidak!!!. Karena ada lagi hal-hal <i>super</i> yang di-miliki oleh se-orang <b>Superman</b> a.k.a <b>Clark Kent</b> dalam hidup-nya. Dan ini yang men-jadi alasan utama-ku, bahkan sejak aku kecil, kenapa aku sangat senang dengan karakter yang satu ini dan juga per-bandingan-nya dengan tingkah manusia sekarang ini (<i>termasuk kita</i>).</p>
<ol>
<li><i>Dalam per-gaulan-nya dia selalu rendah hati, dan tidak pernah sekali-pun menonjol-kan ke-kuat-an dan ke-lebih-an yang di-miliki-nya. Bukan seperti manusia yang baru memiliki ke-lebih-an sedikit, entah itu ke-kuat-an, entah itu ke-kaya-an, entah itu ke-duduk-an, dan entah itu ke-lebih-an lain-nya yang kita miliki, lantas dengan gampang-nya <strike>menyiksa</strike> me-rendah-kan orang lain, dan meng-injak-injak martabat orang lain. :evil:</i></li>
<li><i>Dia sangat meng-hormati ke-dua orang tua-nya walau-pun mereka itu bukan orang tua kandung-nya dan ber-usaha mem-buat mereka senang dan bahagia. Tidak seperti manusia di zaman sekarang yang udah <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/10/kamu-udah-bau-tanah/" target="_blank">ke-hilang-an rasa dan ke-ingin-an untuk meng-hormati orang-tua-nya</a>, hanya tahu kalau orang tua itu ada, hanya untuk memenuhi segala sesuatu yang mereka ingin-kan. Bahkan bukan tidak mungkin banyak juga ingin <strike>mem-bunuh</strike> agar orang tua-nya cepat mati, supaya bisa cepat dapat warisan :?</i></li>
<li><i>Mengalah, mungkin ini salah satu yang paling sulit bagi kita saat ini, tapi dia mampu untuk mengalah, ter-utama ketika dia merasa kalau masalah ter-sebut bisa di-selesai-kan dengan kepala dingin, tanpa harus gontok-gontok-an. Tidak seperti kita sekarang ini, yang sering sekali menyelesai-kan masalah dengan main jotos, saling memaki, saling men-jatuh-kan <strike>bahkan kalau perlu me-lenyap-kan lawan-nya dari muka bumi ini</strike> :evil:</i></li>
<li><i>Me-maaf-kan, karena se-jahat apa-pun karakter Lex Luthor kepada-nya, tapi dia tetap meng-anggap kalau Lex Luthor itu adalah sahabat-nya dan saudara-nya. Dan ini, hal ter-sulit yang bisa kita temu-kan pada diri kita ini. Jangan-kan untuk meminta maaf, untuk ber-terima kasih aja sulit kan? :?</i></li>
</ol>
<p>Jadi bukan hanya ke-kuat-an-nya secara fisik saja yang men-jadi hal hebat dalam hidup-nya, tapi ada ke-kuat-an lebih besar yaitu, ke-rendah hati-an, meng-hormati orang tua, ke-sabar-an, dan tentu saja wibawa. Silah-kan di-pikir-kan, di-tambah-in kalau mau di-tambah, di-protes kalau mau di-protes 8)</p>
<p>[<b>catatan:]</b></p>
<ol>
<li><i>Gambar dari ber-bagai sumber</i></li>
<li><i>Ter-inspirasi setelah menonton film Superman entah untuk yang ke-berapa kali-nya</i></li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saya Tahu ???]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/19/saya-tahu/</link>
<pubDate>Sat, 19 Jan 2008 01:45:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/19/saya-tahu/</guid>
<description><![CDATA[ Ini mungkin pertama sekali aku mem-posting sesuatu yang sedikit ber-bau spiritual, menurut-ku. Dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i245.photobucket.com/albums/gg53/extremusmilitis/extremusmilitisblog/dokterdanpasien.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2008/01/thumb-dokterdanpasien.jpg" style="border:0 none;" alt="thumb_dokterdanpasien" align="right" height="122" width="170" /></a> Ini mungkin pertama sekali aku mem-posting sesuatu yang sedikit ber-bau spiritual, menurut-ku. Dan beberapa dialog ini aku ambil dari email yang di-<i>forward</i> teman-ku semalam. Meskipun sangat sederhana, tapi jujur mem-buat aku tenang dan semakin kuat menyikapi tentang <b><i>"hal ini"</i></b>. Aku tahu mungkin tidak ber-arti bagi kamu, dia, mereka, tapi bagi-ku makna-nya begitu besar.</p>
<p><!--more Apa yang Saya tahu ? --></p>
<blockquote><p><i>Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap untuk pergi, </i></p>
<p><i>'Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada disebelah sana'<br />
Dengan lembut, dokter itu berkata, 'Saya tidak tahu.'<br />
'Anda tidak tahu?'<br />
Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar suara garukan dan keluhan, begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat kearahnya dengan antusias dan senang sekali. Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, </i></p>
<p><i>'Anda lihat anjing saya? ia belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian tapi saya tahu benar tentang satu hal... </i></p>
<p><i><b>Saya tahu Tuhan saya ada disana dan itu cukup.' :)</b></i></p>
<p><i>Kiranya ada damai sejahtera besertamu hari ini. Kiranya anda percaya Tuhan tahu dimana anda akan berada. Saya percaya bahwa teman-teman adalah malaikat-malaikat pendiam yang selalu menjaga kita agar tidak jatuh ketika sayap-sayap kita kesulitan mengingat bagaimana terbang</i></p></blockquote>
<p>Silah-kan di-renung-kan sendiri apa maksud dari cerita singkat dan sangat sederhana ini ;)</p>
<p>[catatan:]</p>
<ol>
<li>Beberapa isi dari dialog telah meng-alami peng-edit-an tanpa mengurangi isi-nya dan makna-nya</li>
<li>Gambar di-ambil <i><a href="http://plan2004.cancer.gov/graphics/dr-patient.jpg" target="_blank">dari sini</a></i></li>
<li>Persis setelah postingan ini aku <i>publish</i> hari ini, aku mau ke-luar kota, jadi mungkin 2 hari ini tidak akan sempat untuk blogwalking ke-mana-mana, dan juga nggak bisa nge-bales-in komen teman-teman untuk itu aku minta maaf pada teman-teman semua ;)</li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harga Diri Apa Perlu Di-Kontemplasi?]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/17/harga-diri-apa-perlu-di-kontemplasi/</link>
<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 18:58:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/17/harga-diri-apa-perlu-di-kontemplasi/</guid>
<description><![CDATA[ Kita semua tahu kalau umum-nya laki-laki, pasti akan merasa sangat bangga dan cenderung sok kuat da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i245.photobucket.com/albums/gg53/extremusmilitis/extremusmilitisblog/kontemplasihargadiri.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2008/01/thumb-kontemplasihargadiri1.jpg" style="border-width:0;" alt="thumb_kontemplasihargadiri" align="right" height="120" width="170" /></a> Kita semua tahu kalau umum-nya laki-laki, pasti akan merasa sangat bangga dan cenderung <strike>sok kuat dan sok jago</strike> arogan dengan yang ada hubungan-nya sama harga diri. Semua-nya yang ber-hubung-an dengan harga diri akan sangat menentu-kan dalam ke-hidup-an se-orang lelaki. Dan seperti-nya juga perempuan tidak ada beda-nya.</p>
<p><!--more Ada apa dengan harga diri? --></p>
<p>Secara arti kata, harga diri yang dalam bahasa Inggris-nya ber-arti <i>Self Esteem</i> itu kurang lebih adalah:</p>
<blockquote><p><b><i>Respek kita sendiri secara realitas dalam mem-pertahan-kan hal-hal atau-pun pengaruh kuat dan menyenang-kan sebagai pem-bukti-an diri yang kita miliki </i><font size="1">[1]</font></b></p></blockquote>
<p>Aku juga se-orang lelaki yang juga sering <strike>men-dewa-kan </strike>mementing-kan harga diri-ku di-atas ke-penting-an lain-nya. Dan kita laki-laki nggak usah munafik kalau dalam hidup kita, sering sekali kita me-nafi-kan pikiran yang tenang, hati yang ber-sahabat demi sebuah harga diri. Kalau ada yang komplain, silah-kan jujur.</p>
<p>Entah kenapa malam ini aku tiba-tiba saja, ber-pikir sendiri tanpa sebab mungkin luapan dari gelisah-ku, tentang harga diri-ku yang tanpa aku sadari ter-kadang mem-bawa-ku ter-lalu jauh melihat, menilai, menanggapi, dan memutus-kan. Padahal, di-akhir-nya, aku malah menyesal di-bodohi oleh ke-ego-isan-ku demi sebuah harga diri.</p>
<p>Ya, bagi banyak <strike>manusia</strike> orang, kita harus mem-pertahan-kan harga diri kita, seperti banyak ujar-ujar yang mengatakan:</p>
<blockquote><p><i><b>Lebih baik ber-kalang tanah, dan ber-mandi darah, daripada harga diri di-injak-injak</b></i></p></blockquote>
<p>Sebuah filosofi yang sebenar-nya mengandung ke-benar-an tapi sekaligus juga tidak selalu benar dan juga tidak salah. Se-tidak-nya menurut-ku ;)</p>
<p><i><b>Benar,</b></i> karena dengan begitu kita bisa mem-bukti-kan kalau kita ini bukan manusia yang (<i>lebih khusus laki-laki <strike>yang jelas bukan bayut</strike></i>) tidak mudah di-beli, tidak gampang di-iming-imingi, dan juga secara tidak langsung merupakan bukti kalau kita itu memegang teguh apa yang telah men-jadi prinsip kita dalam hidup kita.</p>
<p><b><i>Tidak Selalu Benar</i></b>, karena sering sekali kita ber-tahan bahkan cenderung mem-pertahan-kan prinsip yang merupakan akar dari harga diri dalam tingkat ego-isme yang begitu tinggi, tanpa sempat (<i>sekali lagi tanpa sempat</i>) ber-pikir dengan jernih dan ber-tindak ber-dasar-kan fakta-fakta yang seharus-nya kita per-timbang-kan.</p>
<p>Aku tidak mau ber-panjang lebar, karena inti-nya bukan apa yang kita lihat, tapi apa yang kita rasa-kan. Bukan apa yang telah kita mulai, tapi apa yang akan ter-jadi. Kalau ada di-antara kita yang merasa jengah, merasa tidak puas dengan ini, se-baik-nya kita coba ber-pikir dari sisi kita sendiri, atau mungkin bisa men-coba untuk be-reaksi di-sini dengan konsekuensi pro dan kontra, dengan tujuan satu demi kebaikan kita semua :)</p>
<p>Jadi, dalam konteks kontemplasi ini, <i><b><u>aku ingin kita ber-kaca bukan untuk meng-ajari</u></b></i> <strike>kalau mau belajar, sama guru dong :P </strike>tapi bukan hanya laki-laki, meskipun memang lebih khusus laki-laki, kalau se-baik-nya sebelum kita ber-bicara atas nama harga diri, alangkah baik-nya kalau kita ber-diri di-atas semua fakta, sebelum kita menelan ludah kita sendiri, dan malah mem-buat situasi semakin lebih rumit dari yang seharus-nya.</p>
<p>Ada ide yang lain??? Kalau tidak ada ya nggak apa-apa, dan kalau ada, ini forum ter-buka buat kita semua ;)</p>
<p>[catatan:]</p>
<ol>
<li>Sumber arti kata di-ambil <a href="http://dictionary.reference.com/browse/self%20esteem" target="_blank"><i>dari sini</i></a><i> </i>dengan pemahaman sendiri :P</li>
<li>Gambar di-ambil <i><a href="http://www.hypno-manchester.co.uk/images/Self-EsteemHypnosis.jpg" target="_blank">dari sini</a></i> plus se-dikit penambahan</li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa Ber-Paling Kalau Hidup Penuh Warna]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/15/kenapa-ber-paling-kalau-hidup-penuh-warna/</link>
<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 00:06:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/15/kenapa-ber-paling-kalau-hidup-penuh-warna/</guid>
<description><![CDATA[ Kupu-kupu itu selalu terbang di-tengah-tengah wangi-nya bunga. Bunga yang selalu mekar setiap masa,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i245.photobucket.com/albums/gg53/extremusmilitis/extremusmilitisblog/kupukupupenuhwarna.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2008/01/thumb-kupukupupenuhwarna-thumb.jpg" style="border-width:0;" alt="thumb_kupukupupenuhwarna" align="left" height="151" width="195" /></a> Kupu-kupu itu selalu terbang di-tengah-tengah wangi-nya bunga. Bunga yang selalu mekar setiap masa, ketika pen-cari-an itu belum ber-temu dengan ujung yang seharus-nya ber-temu. Satu, dua, tiga, empat, lima, ada sepuluh jari ter-genggam, sujud syukur akan limpah berkat dalam fana, doa ber-harap, dalam tiap nafas dan desah sukacita.</p>
<p><!--more Kenapa Ber-Paling Kalau Hidup Penuh Warna... --></p>
<p>Lukisan pelangi di-tengah awan dan bumi se-usai hujan mewarnai setiap hati karena hidup itu penuh warna, hidup yang seharus-nya kita jaga untuk lebih baik dalam lemah gemulai hati, dan keras-nya jalan penuh liku.</p>
<p>Ada banyak tanya dalam hati, desau angin di-atas ombak seperti mem-bisik, waktu masih panjang untuk di-lewati, masih banyak yang harus di-selesai-kan, tapi jangan pernah ber-henti dan jangan pernah ber-paling. Cukup istri Lot saja yang menjadi patung garam. Tidak perlu kita.</p>
<p>Dan biar-lah tiap warna dalam kepak kupu-kupu men-jadi jawab, dalam setiap keputusan yang harus di-ambil. Hitam legam tangis bahagia men-jadi warna yang mem-buat hidup ini men-jadi lebih indah. Jangan pernah ber-henti ber-syukur untuk setiap warna yang kita dapat-kan dalam hidup, untuk setiap bisikan yang men-jadi simfoni nada angin yang menerbang-kan asa ke antah berantah.</p>
<p>Tidak ada yang perlu di-takut-kan, dan kenapa harus di-sesali, semua sudah seperti itu, dan itu sudah ter-jadi. Makna akan ter-sirat dalam satu, dua, tiga, empat, lima, ada sepuluh jari ter-genggam, ketika kita semua yang ada di-sini ter-duduk syahdu dan men-jadi baru ter-lahir kembali ;)</p>
<p>[catatan:]</p>
<p>Nggak pake catatan apa-apa :P</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sempurna Sudah Tugas-ku, Tapi Belum Selesai]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/12/17/sempurna-sudah-tugas-ku-tapi-belum-selesai/</link>
<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 17:52:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/12/17/sempurna-sudah-tugas-ku-tapi-belum-selesai/</guid>
<description><![CDATA[ Sebelum-nya aku minta maaf kalau aku kembali ber-sajak ria di rumah-ku tempat-ku menuang-kan pikira]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/12/gardeniaaugusta.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/12/gardeniaaugusta-thumb.jpg" style="border-width:0;" alt="gardeniaaugusta" align="right" height="145" width="145" /></a> Sebelum-nya aku minta maaf kalau aku kembali ber-sajak ria di rumah-ku tempat-ku menuang-kan pikiran, hati dan keinginan-ku dalam tulisan. Aku hanya ingin ber-cerita lewat sajak ini apa yang aku rasa-kan, saat ini. Sekali lagi, karena seorang pejuang tetap-lah seorang manusia. Salam Militis!!! 8)</p>
<p><!--more Sempurna Sudah Tugas-ku, Tapi Belum Selesai... --></p>
<blockquote><p><i>Sempurna sudah tugas-ku<br />
Ketika awan gelap itu ber-arak pergi<br />
Ketika mendung itu tak lagi menjadi hujan </i></p>
<p><i>Sempurna sudah tugas-ku<br />
Ketika tangis itu tak lagi menjadi air mata<br />
Ketika sedih itu tak lagi menjadi duka </i></p>
<p><i>Tapi tugas-ku belum selesai<br />
Karena Aku harus disini, ber-sama-mu<br />
Men-jadi bagian dari hari-mu<br />
Men-jadi seseorang dalam susah-mu<br />
Men-jadi pelindung-mu dalam takut-mu </i></p>
<p><i>Sempurna sudah tugas-ku<br />
Ketika senyum itu ter-ganti-kan dengan tawa renyah-mu<br />
Ketika aku tak lagi melihat-mu sendiri</i></p>
<p><i>Dan Aku bisa ter-senyum melihat senyum-mu. </i></p>
<p><i>Sekarang aku bisa pergi</i></p>
<p><i>Dengan Senyum-mu di mata-ku</i></p></blockquote>
<p><i>For someone whom has been together with me in last two weeks. Hope you could see this poem, with my pleasure to make you smile and make you happy ;)</i></p>
<p>[catatan:]</p>
<p>Gambar di-atas adalah bunga <b>Gardenia Augusta </b>yang telah aku poles sedikit</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kamu Expatriat Aku Expert]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/12/03/kamu-expatriat-aku-expert/</link>
<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 07:05:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/12/03/kamu-expatriat-aku-expert/</guid>
<description><![CDATA[Menggelikan, sungguh menggelikan.  
 Orang-orang itu yang katanya para Expatriat, secara pengertian ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menggelikan, sungguh menggelikan. :evil:</p>
<p><img style="border-width:0;" height="162" alt="rumblebees2" src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/12/rumblebees2.jpg" width="162" align="right"/> Orang-orang itu yang katanya para <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Expatriat" target="_blank">Expatriat</a></em>, secara pengertian umum adalah pekerja-pekerja asing yang bekerja di Indonesia, adalah orang-orang <strike>buangan</strike> pilihan dari negara-nya yang di-kirim untuk mem-bagi-kan apa yang <strike>di-sangka</strike> di-ketahui-nya kepada orang-orang yang menurut mereka lebih bodoh. Sekaligus dengan ke-ingin-an untuk mem-bantu, tapi ter-nyata hanya buat buang-buang duit saja dengan gaji gede dan fasilitas yahud...</p>
<p><!--more Tanya-ken-apa? :? -->
<p>Ternyata, mereka, orang-orang itu tidak lebih dari sekedar udang-udang yang ber-tubuh manusia, yang membawa otak udang-nya kemana-mana. Yang hanya pintar bicara kosong tapi ndak punya isi apa-apa. Aku, berani mengatakan kalau sebagian besar dari mereka para expatriat, khusus-nya mereka yang datang bukan dari background spesialisasi khusus (<em>Engineer, IT, Doctor, Mechanical, dll</em>), seperti misal-nya <em>Admin, Programme Manager, Finance, Logistic, HR </em>sekalipun adalah orang-orang bodoh yang ber-nasib baik. </p>
<p>Percaya atau tidak, ter-serah anda. Tapi jika yang ter-jadi seperti ini:</p>
<ol>
<li><font color="#444444">Mereka menganut prinsip <em><strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/NATO" target="_blank">NATO</a></strong></em>. Bukan pakta pertahanan Atlantik yang terkenal itu yang aku maksud tapi, <strong><u><span class="acronym" title="cuma tahu bicara ngalor-ngidul, tapi ndak ada hasil sama sekali">No Action Talk Only</span> </u></strong>. Kerja-nya cuma meeting dan meeting tapi ndak ada hasil sama sekali. Jangan-kan hasil, action aja ndak ada kok :(</font>  </li>
<li><font color="#444444">Giliran ada masalah, baru deh teriak-teriak, "<em>Kamu kan orang Indonesia, kamu harus-nya bisa menyelesai-kan masalah dengan bangsa-mu sendiri</em>". Setannnn!!!. :evil: . Padahal, mereka kan yang bikin masalah, sok tahu, dan di-awal-awal maksa buat implementasi sistem yang mereka anut ntah dari negara mana, dan di-paksa buat di-terapin di negara ini. Ya, jelas ndak bisa semudah itu, harus pelan-pelan kan? Namanya juga sistem yang baru. Sekarang pas ada masalah karena sistem yang mereka terap-kan gagal total, plus di-ancam bunuh sama masyarakat, baru mereka keok, dan nyodorin orang lain. :?</font>  </li>
<li><font color="#444444">Dengan mudah-nya menilai sesuatu, baik atau buruk-nya padahal dia sendiri ndak ngerti apa-apa. Contoh-nya ini nih yang ber-bau technical, Masa sih listrik yang kekuatan-nya mencapai <strong>33.000 W</strong>, di-sama-kan cara ngerjain-nya dan instalasi-nya dengan listrik <strong>25 W</strong>. Goblok bener :?</font>  </li>
<li><font color="#444444">Katanya pengalaman-nya selangit, udah bekerja di banyak negara, ketemu dengan banyak orang yang pinter-pinter, termasuk dia sendiri ngaku-nya pinter, trus sudah sering menggunakan alat-alat ber-teknologi canggih, mulai dari yang manual ampe yang <em>portable</em> menggunakan jasa satelit. Kenyataan-nya, ketika laptop-nya ndak bisa <em>connect</em> ke <em>network</em> udah ngamuk-ngamuk, teriak-teriak, katanya <em>network</em> di sini rusak, lelet, ndak becus <em>management</em> IT-nya. Sial-nya bukan karena masalah <em>network</em> itu sendiri melainkan tombol <em>wireless</em> di laptop-nya sendiri di-mati-in ama dia :evil:</font>  </li>
<li><font color="#444444">Giliran dia mo download sesuatu pake <em><strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peer-to-peer_file_sharing" target="_blank">P2P</a>/<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/BitTorrent_Protocol" target="_blank">Torrent</a></strong></em>, biar koneksi se-lelet apapun, mereka akan selalu ter-senyum, dan ndak pernah komplain. Tapi pas dia-nya mo ngirim atawa nerima email, mulai deh, mencak-mencak kaya kucing kepanasan. Padahal emailnya itu bisa lambat, karena dia ngirim <strong>attachment ampe 2 Mb</strong>, udah gitu sekalian <strong><em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Peer-to-peer_file_sharing" target="_blank">P2P</a>/<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/BitTorrent_Protocol" target="_blank">Torrent</a></em></strong>-nya masih jalan terus dengan mulus :evil: </font><font color="#444444">Ya gimana mo cepat :?</font>  </li>
<li><font color="#444444">Dan masih banyak lagi...yang aku yakin ndak bakal muat di-sini.</font></li>
</ol>
<p>Nah, bagaimana menurut anda-anda semua, apakah masih ber-pikiran kalau para expatriat itu hebat, pinter, orang-orang pilihan, yang disebar-sebar-in ke seluruh dunia buat mem-bantu orang lain?, atau-kah mereka tidak lebih dari sekumpulan orang-orang yang membawa otak-nya yang ber-ukuran cukup besar tapi ternyata isi-nya kosong?</p>
<p><font color="#444444">Aku memang tidak mau men-general-isasi hal ini, karena memang tidak semua seperti itu. Aku lebih menekan-kan kepada mereka-mereka yang kerja-nya di-bidang support, ya <em>Admin, HR, Logistic, Finance, Project Manager, Programme Manager</em>. Tapi, berdasar-kan pengalaman-ku dan survey-ku meskipun tidak pake kuesioner ter-tulis, aku berani menyimpul-kan kalau <em><strong>90% dari para <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Expatriat" target="_blank">expatriat</a></strong></em> itu, ternyata hanya orang-orang ber-gaji sangat-sangat gede, tapi kerjaan-nya ndak becus, dan ndak punya otak. Bahkan mungkin para pahlawan devisa kita di negara-negara lain jauh lebih pintar dari mereka. :(</font></p>
<p>Bagaimana dengan teman-teman yang lain? Apa ada yang memiliki pengalaman sama dengan-ku? Atau mungkin lebih baik? Atau bahkan lebih buruk?</p>
<p>[catatan: gambar di-ambil <em><a href="http://cdbaby.name/r/u/rumblebees2.jpg" target="_blank">dari sini</a></em>]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sudah-kah Kita Peduli Dengan AIDS?]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/12/01/sudah-kah-kita-peduli-dengan-aids/</link>
<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 10:00:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/12/01/sudah-kah-kita-peduli-dengan-aids/</guid>
<description><![CDATA[

Setiap kali aku men-dengar kata AIDS, saat itu juga aku selalu merasa resah. Resah dengan semakin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/peduli-aids-2007-thumb.jpg" style="border-width:0;margin:0 0 0 100px;" alt="Peduli AIDS 2007" height="237" width="260" /></p>
<p><!--more Setiap kali aku men-dengar kata AIDS, saat itu juga aku selalu merasa resah. Resah dengan semakin luas-nya penyebaran penyakit ini, tanpa bisa di-hentikan sama sekali. :( --></p>
<p>Setiap kali aku men-dengar kata <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS" target="_blank"><strong><em>AIDS</em></strong></a>, saat itu juga aku selalu merasa resah. Resah dengan semakin luas-nya penyebaran penyakit ini, tanpa bisa di-hentikan sama sekali. :(</p>
<p>Setiap tahun jumlah kematian karena HIV/AIDS mencapai <strong>2.1</strong> juta orang di seluruh dunia dengan rata-rata  <strong>6800</strong> orang yang ter-infeksi setiap hari [<strong><em>1</em></strong>]. Sungguh angka yang sangat fantastis. Yang jelas saja tidak sebanding dengan <em><a href="http://www.aidsresearch.org/scientific_research/research_projects.html" target="_blank">peningkatan hasil penelitian</a> <a href="http://www.unaids.org/en/GetStarted/Researchers.asp" target="_blank">yang ber-gerak dengan sangat lambat</a></em> yang di-lakukan oleh para ilmuwan dalam menemukan obat yang bisa menyembuh-kan penyakit ini.</p>
<p>Tidak, tidak ada yang bisa kita salah-kan, meskipun sebagian besar para pengidap penyakit ini terkena dari ulah mereka sendiri yang mungkin sebelum-nya cenderung (<em>tanpa ber-maksud mem-vonis</em>) meng-gampang-kan segala sesuatu-nya. Ketika mereka misal-nya melakukan hubungan seks dengan teman, pacar, ataupun dengan menggunakan jasa para pelacur (<em>maaf kalau aku memilih untuk meng-gunakan kata ini</em>), atau bisa juga dengan men-<em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tattoo" target="_blank">tattoo</a></em> tubuh-nya agar kelihatan lebih ekspresif dan indah dengan meng-guna-kan jarum yang ter-infeksi, atau mungkin memutus-kan untuk hidup ber-gelimang dengan suntikan demi suntikan obat-obat terlarang yang bisa memuas-kan mereka untuk sesaat yang saat ini men-capai lebih dari 5 juta korban di-akibat-kan oleh injeksi ini [<strong><em>2</em></strong>].</p>
<p>Karena, ada juga mereka, saudara-saudara kita, yang men-jadi korban di-tengah ke-tidak tahu-an mereka, ketika jarum transfusi darah yang akibat kelalaian para petugas medis ternyata mengandung bibit-bibit AIDS [<strong><em>3</em></strong>], atau akibat ke-brengsek-an suami atau istri yang men-cari tambahan "jajan" di-luar-an dan akhir-nya dengan senyuman, mereka menular-kan penyakit mematikan ini ke tubuh keluarga mereka sendiri.</p>
<p>Apa yang harus kita lakukan?. Jelas, bukan-lah mem-vonis mereka dengan semua embel-embel hina-an, dengan semua ke-rendah-an yang kita cap-kan di jidat saudara-saudara kita korban dari penyakit ini. Atau dengan men-jadi-kan mereka mayat hidup yang ber-jalan sendiri tanpa seorang-pun yang mau ber-jalan ber-sisian di-samping mereka. <strong>Bukan, bukan dengan cara itu</strong>.</p>
<p>Sekedar untuk meng-ingat-kan kita semua, ada beberapa hal yang salah sehubungan tentang pemahaman ter-hadap AIDS terhadap manusia, antara lain [<em><strong>4</strong></em>]:</p>
<ol>
<li>AIDS dapat menyebar melalui kontak sehari-hari</li>
<li>Hubungan seksual dengan perawan akan menyembuhkan AIDS</li>
<li>HIV hanya dapat menginfeksi laki-laki <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Homoseksual">homoseksual</a> dan pemakai narkoba</li>
<li>Seks anal antara laki-laki homoseksual dapat menyebabkan infeksi AIDS</li>
<li>Membuka diskusi homoseksualitas dan HIV di sekolah menyebabkan meningkatnya homoseksual dan AIDS</li>
</ol>
<p>Kita seharus-nya mau, meng-gandeng tangan mereka, me-meluk mereka, mem-berikan mereka lilin yang meskipun kecil, tapi aku yakin akan lebih menerangi hidup mereka yang gelap. Kita harus mau mem-bantu mereka. Mereka juga manusia, sama seperti kita, dan tidak ada seorang-pun yang ber-hak merubah status mereka yang ter-lahir sebagai manusia menjadi wujud makhluk yang menakut-kan, hanya karena mereka menjadi salah seorang dari jutaan <a href="http://www.odhaindonesia.org/" target="_blank"><strong>ODHA</strong></a> (<em>Orang-Orang Yang Hidup Dengan HIV/AIDS</em>)  lain-nya.</p>
<p>Jadi, saat ini, aku mengajak teman-teman semua, para pembaca sekalian untuk memilih dengan hati nurani, apakah kita akan menjadi saudara dari mereka, saudara-saudara kita yang ter-klasifikasi-kan sebagai ODHA, atau-kah kita akan men-jadi bagian dari kelompok yang memusuhi mereka??? Semua-nya kembali pada pemikiran, pandangan, dan sekali lagi hati nurani anda semua.</p>
<p>Jika anda memilih Ya, maka banyak cara untuk melakukan ini:</p>
<ol>
<li><font color="#444444">Belajar ber-sama-sama untuk meng-hargai, dan men-cintai mereka yang positif mengidap penyakit AIDS</font></li>
<li><font color="#444444">Membantu orang-orang di-sekitar kita yang terkena HIV/AIDS, dengan mem-berikan dukungan moral, dan informasi kepada mereka</font></li>
<li><font color="#444444">Meninggal-kan budaya buruk yang mungkin sering kita lakukan yang bisa meng-akibat-kan kita men-jadi salah satu korban berikut-nya.</font></li>
<li><font color="#444444">Menjadi tenaga sukarela dalam organisasi yang bergerak di bidang pemberantasan penyakit HIV/AIDS</font></li>
<li><font color="#444444">Membuat postingan tentang HIV/AIDS sehubungan dengan peringatan Hari AIDS Se-Dunia tanggal 1 Desember 2007 (<em>meskipun tidak cukup hanya sampai di-sini), </em>dan jangan lupa ini meninggal-kan trekbek di postingan ini, dan juga pada <em><a href="http://itikkecil.wordpress.com/2007/11/16/hari-aids-2007-partisipasi-kita/" target="_blank">ajakan Itikkecil untuk peduli AIDS</a></em></font></li>
</ol>
<p><font color="#000000">[catatan]</font></p>
<ol>
<li><em><a href="http://www.unaids.org/en/HIV_data/2007EpiUpdate/default.asp" target="_blank"><span class="acronym" title="file report UNAIDS dalam format PDF">AIDS Epidemic Update 07 - UNAIDS</span> </a></em></li>
<li><em><a href="http://www.thinkaids.com/thinkaids/fact_sheets.html" target="_blank">Fact Sheet of AIDS Epidemic Through Drugs</a> - <a href="http://www.thinkaids.com" target="_blank">www.thinkaids.com</a></em></li>
<li><em><a href="http://www.aids.harvard.edu/news_publications/tar/spring94/spring94-4.html" target="_blank">Old AIDS Report of Harvard School of Public Health</a></em></li>
<li><em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS" target="_blank">Wikipedia - AIDS</a></em></li>
</ol>
<p>[<strong>Artikel-Artikel Yang Berhubungan</strong>]</p>
<ul>
<li><strong><em><a href="http://itikkecil.wordpress.com/2007/12/01/dicari-pemimpin-peduli/" target="_blank">Dicari : Pemimpin Peduli - Ira<br />
</a></em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://sisca79.wordpress.com/2007/11/30/pengidap-hiv-aids-malam-malam/" target="_blank">Pengidap HIV Aids, Malam-Malam - Hanna</a></em></strong></li>
<li><a href="http://ryst.linux-ae.org/lets-talk/kondom-dan-hiv-aids/" target="_blank"><em><strong>Kondom &#38; HIV/AIDS - Rystiono</strong></em></a></li>
<li><strong><em><a href="http://rusdimathari.wordpress.com/2007/11/30/mereka-mengidap-aids-mereka-dikucilkan/" target="_blank">Mereka Mengidap AIDS, Mereka Dikucilkan - Rusdi Mathari</a></em></strong></li>
<li><a href="http://caplang.wordpress.com/2007/12/01/i-have-aids-will-you-hug-me/" target="_blank"><strong><em>I Have AIDS. Will You Hug Me? - Caplang<br />
</em></strong></a></li>
<li><strong><em><a href="http://chikastuff.wordpress.com/2007/12/01/anda-peduli/" target="_blank">Anda Peduli? - Chika</a></em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://www.i-rara.com/2007/12/01/hari-aids-sedunia/" target="_blank">Hari AIDS Sedunia - Rara</a></em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://myresource.wordpress.com/2007/12/01/tribute-to-hivaids/" target="_blank">Tribute to HIV/Aids - Moer</a><br />
</em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://almascatie.wordpress.com/2007/12/01/injury-time-for-aids/" target="_blank">Injury Time For AIDS - Almascatie<br />
</a></em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://chiw.wordpress.com/2007/12/01/odha-ala-pramuka/" target="_blank">ODHA ala Pramuka? - Siwi</a></em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://fertobhades.wordpress.com/2007/12/01/dilema-aids-kondom/" target="_blank">Dilema AIDS &#38; Kondom - Pyrrho</a></em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://queercurious.info/go/aids-awareness/" target="_blank">AIDS Awareness - The Queer and The Curious</a></em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://www.aidsindonesia.or.id/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=941&#38;Itemid=159" target="_blank">Tema Hari AIDS Sedunia 2007: Kepemimpinan - Komisi Penanggulangan AIDS</a></em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://adywirawan.blogspot.com/2007/12/world-aids-day-2007.html" target="_blank">World AIDS Day 2007 - Bro Dr. Ady</a></em></strong></li>
<li><strong><em><a href="http://unclegoop.wordpress.com/2007/12/04/kebahagiaan-saphira/" target="_blank">Kebahagiaan Saphira - Goop</a><br />
</em></strong></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Berkata Tidak Untuk Minuman Ber-Alkohol]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/28/aku-berkata-tidak-untuk-minuman-ber-alkohol/</link>
<pubDate>Tue, 27 Nov 2007 18:42:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/28/aku-berkata-tidak-untuk-minuman-ber-alkohol/</guid>
<description><![CDATA[Ngobrol ngalor ngidur antara aku dan teman-teman-ku kemarin malam, yang ndak tahu kok tiba-tiba beru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ngobrol ngalor ngidur antara aku dan teman-teman-ku kemarin malam, yang ndak tahu kok tiba-tiba berujung ke arti dari kenikmatan mereka meminum minuman ber-alkohol, semakin me-yakin-kan-ku untuk men-jauh-kan diri dari minuman ter-sebut. Bukan <strike>munaroh</strike> munafik, tapi karena aku tidak melihat sama sekali faedah-nya bagi-ku. :)</p>
<p><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/minumanalkohol.jpg" style="border-width:0;" alt="minumanalkohol" align="left" height="172" width="190" />Meski-pun menurut mereka, kalau minuman ber-alkohol itu memiliki nilai positif, entah itu yang sekelas <em><strong>Johnnie Walker, Smirnoff, Cognac, Jack Daniel's, Scotch</strong></em>, yang biasa-nya ada di meja ketika kami sedang ngumpul-ngumpul bareng (<em>plus Coca Cola buat-ku :)</em> ),</p>
<p>Atau mungkin yang kelas-nya yang bisa di-kategori-kan minuman pinggir jalan seperti <strong><em>Asoka, Brandy, Topi Miring</em></strong>.</p>
<p><!--more Masa sih minuman ber-alkohol memiliki nilai positif :? --></p>
<ol>
<li><font color="#444444">Minuman pen-damping dalam ber-sosialisasi, apalagi ketika sedang bersama dengan relasi bisnis atau-pun partner kerja, mungkin juga dengan teman. <strong>&#60;-</strong> <em>[Apa hanya ini cara-nya? Kalau untuk gaya hidup, bukan-kah ada minuman lain yang lebih masuk akal buat menemani kita saat sedang melakukan deal-deal bisnis dengan rekanan?]</em></font></li>
<li><font color="#444444">Bagus untuk kesehatan, karena meng-hangat-kan badan, dan bikin peredaran darah lancar <strong>&#60;-</strong> <em>[ini harus di-teliti lebih dalam lagi secara ilmiah]</em></font></li>
<li>Memicu semangat dalam bekerja <strong>&#60;-</strong> <em>[menurut-ku ini hanya-lah faktor sugesti saja, karena itu kembali ke kita, dan bukan-kah setelah efek alkohol itu hilang, malah membuat kita lemas?]</em></li>
<li><font color="#444444">Bisa me-lupa-kan sejenak ke-mumet-an, masalah, dan realita kehidupan yang keras <strong>&#60;-</strong> <em>[Setelah sadar kembali, apa?, bukan-kah masalah itu akan datang kembali?]</em></font></li>
<li><font color="#444444">Merasa lebih percaya diri, dan merasa lebih cool, dan merupakan bagian dari gaya hidup <strong>&#60;-</strong> <em>[kembali ini masalah sugesti, dan pemahaman seperti ini yang sering aku temui. Ada apa dengan diri kita sendiri? Bukan-kah ini berarti kita sedang dalam krisis kepercayaan diri, sehingga membutuh-kan media untuk mem-bangkit-kan kepercayaan diri kita? Dan kalau di-kata-kan lebih cool, apa dasar-nya?]</em></font></li>
</ol>
<p>Yang di cetak miring adalah argumen-ku yang ku-pertanyakan kepada mereka (<em>ter-masuk kepada yang lain-nya yang memiliki pandangan sama dengan teman-teman-ku itu</em>)</p>
<p>Oh ya, dan di-balik semua ke-tidak setuju-an-ku terhadap minuman ber-alkohol, aku juga pernah mengalami kejadian traumatis yang aku alami sendiri, yang secara tidak langsung ada hubungan-nya dengan minuman ber-alkohol.</p>
<p>Cerita-nya begini:</p>
<blockquote><p><em>Dulu, beberapa tahun yang lalu, sekitar pukul 1.00 pagi, entah kenapa aku merasa-kan ke-aneh-an, jantung-ku ber-degup dengan kencang, seperti merasa-kan ada sesuatu yang buruk akan ter-jadi. Dan untuk memastikan semua-nya baik-baik saja, ber-hubung karena hanya aku dan abang-ku saja yang tinggal ber-dua di rumah, aku pun memeriksa kamar abang-ku sekedar untuk melihat apakah dia sudah pulang atau belum. Dan ter-nyata belum, dan aku semakin heran karena degup-an jantung-ku semakin keras, yang jelas saja mem-buat-ku merasa sangat tidak nyaman.</em></p>
<p><em>Entah angin apa yang mem-buat-ku melangkah-kan kaki menuju ke-tempat biasa-nya abang-ku nongkrong, untuk melihat apakah dia baik-baik saja. Tidak ter-lalu jauh, sekitar 200 meter dari rumah-ku.</em></p>
<p><em>Aku menemukan abang-ku telah ter-geletak persis di tengah jalan, dengan satu orang lagi teman-nya di pojokan teras rumah di-dekat situ, dalam kondisi yang sama. Dia masih ber-nafas, aku melihat perut-nya yang kembang kempis dengan cepat, setidak-nya itu yang membuat aku tenang saat itu. Dan aku mencoba mem-bangun-kan-nya, serta me-minta-nya untuk pulang, tapi hanya lenguhan kasar yang aku dapat-kan, lenguhan yang di-keluar-kan-nya dalam keadaaan tidak sadar karena sedang mabuk berat.</em></p>
<p><em>Karena aku merasa usaha-ku untuk menyadar-kan-nya sia-sia, maka dengan ter-paksa aku harus menyeret-nya. Jelas saja aku tidak bisa mengang-kat-nya, tubuh orang mabuk kan sangat berat karena tidak ada tumpuan sama sekali, mereka benar-benar dalam keadaan lemas.</em></p>
<p><strong><em>Pada saat itu-lah kejadian traumatis itu terjadi, persis 5 meter sudah aku menyeret tubuh abang-ku, yang kalau dalam hitungan waktu mungkin sekitar 1 menit saja atau kurang. Sebuah mobil bus penumpang yang cukup besar plus sangat kencang (maklum tengah malam, jalanan sepi), dengan arah mobil sedikit olang-oleng, melewati jalan tempat abang-ku tadi sebelum-nya ter-geletak. Aku langsung shock, mem-bayang-kan seandai-nya saja aku terlambat satu menit, maka kita semua sudah menebak apa yang akan ter-jadi. :(</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku juga tidak yakin kalau si supir bus itu bakal sempat nge-rem,  apalagi dalam keadaan kondisi jalan yang sangat gelap dan persis di sekitar per-tiga-an.</em></strong></p>
<p><em>Dengan ter-engah-engah akhir-nya aku ber-hasil juga menyeret-nya sampai ke-rumah. Aku langsung menyiram abang-ku dengan air hangat yang langsung ku-siap-kan, dan mem-bersih-kan lecet di-punggung-nya bekas hasil seretan.</em></p></blockquote>
<p>Aku menyimpul-kan kalau ternyata meminum minuman ber-alkohol itu buruk, membuat adiktif, merusak otak, membuat kita bodoh, dan ter-lebih lagi sering membuat kita dalam keadaan tidak sadar dan tidak awas terhadap kejadian di sekitar kita.</p>
<p>Dan aku memutus-kan untuk tetap ber-tahan pada prinsip-ku : "<em><strong>Say No To Alcohol</strong></em>" 8)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kawan, Kau Akhir-nya Pergi]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/20/kawan-kau-akhir-nya-pergi/</link>
<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 14:41:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/20/kawan-kau-akhir-nya-pergi/</guid>
<description><![CDATA[Tidak, dia bukan pengecut, bagi-ku dia malah sangat berani, berani mengambil keputusan yang mungkin ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/walkout-thumb.jpg" style="border-width:0;" alt="walkout" align="right" height="199" width="163" />Tidak, dia bukan pengecut, bagi-ku dia malah sangat berani, berani mengambil keputusan yang mungkin adalah salah satu keputusan terberat dalam hidup-nya, di-mana di satu sisi, dia sangat mencintai masyarakat tempat-nya mengabdi selama ini, memberikan mereka setitik kebahagiaan, dan di satu sisi lagi dia menjadi korban ke-munafik-an manusia-manusia yang tidak ber-tanggung jawab. Dia pernah bilang:</p>
<blockquote><p><em>"Aku masih punya harga diri, dan aku memilih untuk keluar dari sini sebelum di-usir oleh mereka. Ya, kalau memang mereka punya otak dan punya moral, tapi alangkah sakit-nya ketika mereka ternyata hanya beda tipis dengan binatang, yang tidak punya hati, bukan untuk-ku, tapi untuk mereka, masyarakat yang masih membutuh-kan bantuan"</em></p></blockquote>
<p>Galau-nya kala itu, yang juga aku amini dalam hati, karena aku juga merasa-kan hal yang sama seperti yang di-alami-nya.</p>
<p><!--more Satu lagi, teman-ku akan pergi, pergi jauh dari sini. --></p>
<p>Satu lagi, teman-ku akan pergi, pergi jauh dari sini. Pergi ke tempat yang mungkin akan lebih baik dari sini, tempat yang mungkin akan lebih baik bagi dia. Dia telah memutus-kan untuk mengundur-kan diri dari kantor ini. Kantor yang bagi dia dan juga bagi kami seharus-nya tempat-nya untuk mengasah diri, tempat-nya untuk menyumbang-kan pengetahuan yang dimiliki-nya demi kepentingan masyarakat.</p>
<p>Tetapi dia memang harus pergi, dia sudah capek dengan segala ke-kotor-an, <em>management disorder</em>, ke-subjektif-an dan bukan ke-objektif-an, dan semua kekacauan yang ada di-kantor kami yang menurut-nya adalah kantor laknat, dimana  sebagian besar <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/01/manusia-kok-seperti-kura-kura/" target="_blank"><em>manusia-nya selalu berusaha meng-hindari ketika masalah datang</em></a>, yang ujung-ujung-nya selalu menempat-kan dia dalam posisi yang sulit ketika dia harus ber-hadapan dengan manajemen dan masyarakat, seperti yang selalu di-ceritakan-nya kepada-ku ketika kami sama-sama sedang suntuk, sedang marah.</p>
<p>Kurang apa coba, dia yang seharus-nya ber-dasar-kan kontrak-nya hanya bekerja 40 jam seminggu, ternyata harus meng-habis-kan waktu sampai hampir dua kali lipat dari yang seharus-nya, tapi dia tidak pernah merasa berat, karena dia ingin pekerjaan-nya tidak sia-sia, dia ingin melihat masyarakat menjadi lebih bisa mengerti tentang apa yang nama-nya kesehatan itu, bisa buang air di WC, bukan di-rumput atau di-sungai, bisa mandi di kamar mandi yang layak, bukan di air sungai yang sudah ter-campur dengan kotoran yang ber-warna ke-emas-an.</p>
<p>Aku tahu dia sangat sedih, dan kesedihan itu jelas terlihat dari wajah-nya dan ditambah kulit-nya yang hitam legam, semakin menambah aura kesedihan yang di-rasa-kan-nya. Dia merasa belum cukup mem-bahagia-kan masyarakat yang selama ini telah menjadi teman-nya, setidak-nya 2 tahun terakhir ini. Dia tahu dia akan rindu dengan senyum sumringah anak-anak kecil, bapak-bapak, ibu-ibu yang sebenar-nya masih membutuh-kan-nya.</p>
<p>Aku hanya bisa ber-kata kepada-nya:</p>
<blockquote><p><em>Selamat, kamu ber-hasil keluar dari kantor laknat ini, dan tenang-lah, rezeki ada di tangan yang Di-Atas, yang penting kita ber-usaha, karena selama kita ber-buat baik, selama kita profesional dan jujur dalam bekerja, aku yakin kita bisa men-dapat-kan yang ter-baik. Dan lihat-lah, aku akan menjadi orang yang berikut-nya setelah kamu." ;)</em></p></blockquote>
<p>Kami ter-tawa ber-sama-sama, tawa yang hanya bisa kami lakon-kan ketika kami sedang senang, ketika tidak ada beban di-hati kami. Alangkah indah-nya. :)</p>
<p>Selamat ber-juang kawan di-tempat yang lain, mudah-mudah-an kita bisa ketemu lagi di tempat yang lain, bekerja ber-sama lagi. Aku akan tetap di-sini, setidak-nya untuk sementara ini sampai aku juga pergi sebentar lagi, aku akan tetap men-dukung-mu, sama seperti-mu mendukung-ku juga.</p>
<p>Yang penting, kita jangan pernah lupa, kalau kita hidup untuk mem-bahagia-kan masyarakat, bukan untuk membuat mereka menangis, dan lebih baik kita yang menangis, daripada mereka yang menjadi korban.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Letusan Di Pojokan Blogosphere]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/15/letusan-di-pojokan-blogosphere/</link>
<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 17:12:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/15/letusan-di-pojokan-blogosphere/</guid>
<description><![CDATA[ Ter-pendam sekian lama, akhir-nya me-letus juga, tapi ndak seperti Gunung Kelud yang emang lagi me-]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/kakipatung.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/kakipatung-thumb.jpg" style="border-width:0;" alt="kakipatung" align="right" height="167" width="201" /></a> Ter-pendam sekian lama, akhir-nya me-letus juga, tapi ndak seperti Gunung Kelud yang emang lagi me-letus juga. Bukan karena aku ke-habisan kata-kata, bukan sama sekali. Karena pada akhir-nya, semua itu berakhir dengan indah dan damai. Tapi saat ini, aku ingin sebentar saja me-nyatu-kan diri-ku dengan apa yang ku-lihat, apa yang ku-baca, dan apa yang ku-rasa, dan aku pun me-noreh-kan ini untuk teman-teman-ku yang memiliki semangat untuk me-nulis-kan apa yang ingin mereka tulis-kan, mereka yang sama seperti-ku, yang baru saja meng-injakkan kaki di tanah yang luas ini, di-tengah-tengah himpitan ke-tidak peduli-an mereka yang merasa sudah "Dewasa" di-celah ke-kanak-an mereka, di-antara pijakan kaki mereka yang merasa sudah "Mapan" di-celah ke-kerdil-an mereka.</p>
<p><!--more Dan ini tentang mereka teman-teman-ku, tentang-ku dan tentang-mu juga --></p>
<p><b>Dan ini tentang mereka teman-teman-ku, tentang-ku dan tentang-mu juga</b>. Peduli setan dengan orang-orang yang marah, tidak senang, jijik, dan mungkin akan me-lupakan kami. Dengar-lah, Baca-lah, dan Ingat-lah.</p>
<blockquote><p><b>Bunyi Serunai Di Ambang Fajar<br />
Bangun-kan Diri Ber-gelut Renyah<br />
Kicau Samar, Ketuk Sadarku<br />
Memanggil, Menindih Sukma-ku<br />
Tulis, Ku-tuliskan<br />
Baca, Ku-bacakan </b></p>
<p><b>Ketika Gelisah itu datang kembali<br />
Ketika Risau itu beranjak pergi<br />
Aku, Dia, Berahi<br />
Mereka, Kalian, Ejakulasi </b></p>
<p><b>Ketika Marah itu datang kembali<br />
Ketika Heran itu masih menari<br />
Tidak di ambang duniawi<br />
Lepaskan erang mata hati </b></p>
<p><b>Hey Kalian!!!<br />
Aku tahu, Aku masih merangkak<br />
Samudera ini bukan hanya milik kalian<br />
Mulut-mu mencaci-ku<br />
Mata-mu menusuk-ku<br />
Melihat-ku pun, Kau tidak </b></p>
<p><b>Ini aku, Ku-kuat-kan kaki-ku<br />
Berdiri Sejajar Dengan Kalian<br />
Dan lihat-lah, Aku Bisa<br />
Tulis, Ku-tuliskan<br />
Baca, Ku-bacakan </b></p>
<p><b>Apa aku harus pergi<br />
Sambut gelap-nya dunia yang begitu terang?<br />
Apa aku harus sembunyi<br />
Dari sepi-nya dunia yang hingar bingar ini? </b></p>
<p><b>Lihat-lah, lihat<br />
Kau tidak bisa tertawa lagi<br />
Sekarang kita sama<br />
Dan aku akan tetap berdiri<br />
Di-atas batu yang ku-tanam sendiri<br />
Ber-diri di-situ sampai aku mati</b></p></blockquote>
<p><i>catatan: </i></p>
<ol>
<li><i>aku tidak tahu apa ini di-kategori-kan sajak, puisi dan sejenis-nya, itu mengalir begitu saja, hasil meditasi-ku atas permintaan dari </i><a href="http://smellsliketeenspirit.wordpress.com/index-page/about-blog/" target="_blank"><i>Bro </i></a><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/05/blog-puisi-dan-sajak/#comment-1028" target="_blank"><i>Alex</i></a><i>, </i><a href="http://chiw.wordpress.com/tentangku/" target="_blank"><i>Sista </i></a><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/05/blog-puisi-dan-sajak/#comment-1039" target="_blank"><i>Siwi</i></a><i>, </i><a href="http://danalingga.wordpress.com/2007/11/12/hati-ini/" target="_blank"><i>Bro </i></a><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/05/blog-puisi-dan-sajak/#comment-1060" target="_blank"><i>Dana</i></a><i>, </i><a href="http://sisca79.wordpress.com/2007/11/07/perbincangan-bintang-dan-matahari/" target="_blank"><i>Sista </i></a><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/05/blog-puisi-dan-sajak/#comment-977" target="_blank"><i>Hanna</i></a><i>, </i><a href="http://nottdenutt.wordpress.com/kamigraphy/" target="_blank"><i>Sista </i></a><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/05/blog-puisi-dan-sajak/#comment-1009" target="_blank"><i>Natt</i></a><i>, </i><a href="http://unclegoop.wordpress.com/category/menikmati-waktu/" target="_blank"><i>Bro </i></a><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/05/blog-puisi-dan-sajak/#comment-1089" target="_blank"><i>Goop</i></a><i> dan sedikit tambahan kalau aku meng-henti-kan ke-adiktif-an-ku merokok, dan ngopi pada saat me-noreh-kan ini </i><strike>meskipun setelah itu sih ngerokok dan ngopi lagi</strike></li>
<li>ter-inspirasi dari woro-woro yang sedang ter-jadi di tengah-tengah kehidupan blogger Indonesia, yang juga menjadi ke-resah-an <a href="http://imanbrotoseno.blogspot.com/2007/11/ayo-bunuh-semangat-blognya-malam-minggu.html" target="_blank"><i>Mas Iman</i></a><i> </i><a href="http://imanbrotoseno.blogspot.com/2007/11/sesakral-apa-tulisan-blog-judul-ini.html" target="_blank"><i>Brotoseno</i></a><i>, </i><a href="http://ndorokakung.com/2007/11/14/sarah-pecas-ndahe/" target="_blank"><i>Ndoro</i></a><i> </i><a href="http://ndorokakung.com/2007/11/10/penumpang-pecas-ndahe/" target="_blank"><i>Kakung</i></a><i>, </i><a href="http://venus-to-mars.com/2007/11/12/waduh-sarah/" target="_blank"><i>Mbak Venus</i></a><i>, </i><a href="http://antobilang.wordpress.com/2007/11/10/senioritas-blogger/" target="_blank"><i>Anto</i></a><i>, </i><a href="http://tikabanget.com/2007/11/09/kopi-paste-ituh/" target="_blank"><i>Tika</i></a><i>, </i><a href="http://rozenesia.wordpress.com/2007/11/14/lempar-masalah-sembunyi-solusi/" target="_blank"><i>Rozenesia</i></a><i>, </i><a href="http://chaosregion.wordpress.com/2007/11/14/war-at-indonesian-wordpress/" target="_blank"><i>DB</i></a>, dan masih banyak lagi lain-nya.</li>
<li>Gambar di-ambil <a href="http://www.ascensiongateway.com/blog/uploaded_images/feet-of-statue-735944.jpg" target="_blank"><i>dari sini</i></a>, dan modifikasi dengan sedikit oprekan.</li>
</ol>
<p>Silah-kan kalau ada yang ingin me-nilai, memuji, meng-kritik, me-nyaran-kan, meng-hina, hasil meditasi-ku ini.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Solidaritas, Apa Harus Tunggu Bencana?]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/11/solidaritas-apa-harus-tunggu-bencana/</link>
<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 12:40:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/11/solidaritas-apa-harus-tunggu-bencana/</guid>
<description><![CDATA[Hampir tengah malam, malam mingguan kemarin, pas lagi nuker-nuker channel TV (ritual yang aku lakuka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/aksislanksctv.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/aksislanksctv-thumb.jpg" style="border-width:0;" alt="AksiSlankSCTV" align="right" height="145" width="187" /></a>Hampir tengah malam, malam mingguan kemarin, pas lagi nuker-nuker channel TV (<em>ritual yang aku lakukan kalau pas lagi benar-benar ndak ada kerjaan</em>) dengan acara-nya yang banyak-an ndak jelas, aku mampir di SCTV yang lagi nayangin <em>launching</em> album Pandangan Pertama <a href="http://www.slank.com/" target="_blank">Slank</a>. Tapi bukan hanya karena ke-besar-an nama Slank aja (<em>aku dulu salah satu penggemar Slank yang fanatik, sekarang sih ndak tahu :mrgreen: </em>) yang bikin aku berhenti di-situ, tapi ke-betul-an, lagu yang lagi di-maenin pawang Potlot itu judul-nya <strong><u>Solidaritas</u></strong> dari album <strong><em>Slankissme</em></strong>, di-tambah yel-yel dari Kaka dan penonton yang neriakin kata-kata: Aku Cinta Indonesia!. :roll:</p>
<blockquote></blockquote>
<p><!--more Apa harus tunggu bencana ? Baru dunia bisa bersatu !! --></p>
<blockquote><p>Berikut ini lirik lagu itu:</p>
<p><strong>mengapa harus tunggu bencana<br />
baru kita percaya kebesaran Tuhan<br />
mengapa harus tunggu bencana<br />
tentara datang untuk kemanusiaan ... </strong></p>
<p><strong>mengapa gak setiap hari<br />
berbuat seperti ini </strong></p>
<p><strong>mengapa harus tunggu bencana<br />
kita rela sisihkan harta untuk sesama<br />
mengapa harus tunggu bencana<br />
baru kita bersahabat dengan alam </strong></p>
<p><strong>aku menangis lihat hari ini ....<br />
tapi tersenyum tatap masa depan  aaa .... </strong></p>
<p><strong>apa harus tunggu bencana ?<br />
baru dunia bisa bersatu !!</strong></p></blockquote>
<p>Gak sadar aku ikut me-nyenandung-kan lagu ini, meresapi tiap baris lirik-nya yang jujur bikin aku merinding (<em>selain karena emang faktor dingin karena lagi hujan lebat di musim hujan :mrgreen: </em>). Sederhana dan gak pake penggunaan kata-kata yang bikin jidat berkerut, tapi makna-nya sesuai banget dengan keadaan Indonesia saat ini, aseli ;) . Jadi inget beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 90-an, waktu Slank masih dalam formasi the best-nya dan nelurin lagu-lagu yang judul-nya <em><strong>Generasi Biru</strong></em>, <em><strong>Birokrasi Kompleks</strong></em>, dan juga <em><strong>Feodalisme (Warisan Kompeni)</strong></em>, ke-semua lagu-lagu itu sarat dengan lirik kritis yang menyinggung revolusi zaman dan tipikal manusia yang ternyata masih ada juga ampe saat ini.</p>
<p>Dan aku sangat setuju sekali dengan apa yang di-suara-kan di lagu Solidaritas itu, kenapa kita harus menunggu, sampai semua-nya pada akhir-nya terlambat? kenapa kita harus menunggu, sampai semua-nya pada akhir-nya tidak ada yang tersisa?</p>
<p>Kita semua, duduk di-sini, di-depan komputer masing-masing, hanya bisa melihat dan ber-suara, tapi tidak ada yang bisa kita lakukan <em><a href="http://www.walhi.or.id/kampanye/bencana/banjirlongsor/sejuta_bencana/" target="_blank">melihat dan mendengar bencana di-sekitar kita</a></em>. Kita hanya bisa menangis melihat <em><a href="http://indonesiancommunity.multiply.com/journal/item/879/Duka_Lumpur_Lapindo_2" target="_blank">kesedihan korban lumpur LAPINDO,</a> <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/03/12/brk,20070312-95328,id.html" target="_blank">sedang-kan Aburizal Bakrie malah ongkang-ongkang jadi Menteri</a> </em>:cry: , kita hanya bisa marah mendengar <em><a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/11/05/brk,20071105-110794,id.html" target="_blank">Adelin Lis (raja-nya pembalak hutan) di-bebas-kan oleh majelis hakim</a></em> :x , dan masih banyak lagi yang terjadi karena ulah kita manusia, tapi kita hanya bisa gigit jari. Kalau itu mungkin karena kebesaran alam dan juga kehendak yang di-Atas, seperti Tsunami atau Gempa Bumi yang jelas tidak kita ingin-kan terjadi, aku mungkin masih bisa ber-sabar karena setiap orang tidak bisa terhindar dari <strong>belas-kasihan-Nya dan teguran-Nya</strong>, meskipun aku sadar kesedihan-ku itu tidak akan bisa ter-lupakan.</p>
<p>Tapi kalau ini karena ulah manusia sendiri, manusia-manusia yang mengeruk keuntungan di-atas penderitaan orang lain, <strong>apa ini tidak menyakitkan??? Apa ini tidak bikin marah? Apa ini tidak bikin kesel? Apa ini tidak bikin aku merasa seperti orang bodoh mem-biar-kan itu terjadi?</strong></p>
<p>Aku ingin melakukan sesuatu, tapi aku tidak tahu harus darimana, aku ter-panggil tapi tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Ada-kah di-antara kita yang mau ber-bagi, mem-beri-kan ide, saran, apa yang dapat kita lakukan, karena siapa tahu besok kita yang akan jadi korban bencana berikut-nya? :roll:</p>
<blockquote><p><strong>apa harus tunggu bencana ?<br />
baru dunia bisa bersatu !!</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Monolog Buat Pahlawan]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/10/monolog-buat-pahlawan/</link>
<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 02:11:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/10/monolog-buat-pahlawan/</guid>
<description><![CDATA[ Hari ini, tanggal 10 November 2007, kita, seluruh bangsa Indonesia, tidak terkecuali blogger Indone]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/bung-tomo-10-november.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/bung-tomo-10-november-thumb.jpg" style="border-width:0;" alt="Bung Tomo 10 November" align="left" height="240" width="139" /></a> Hari ini, <i><b><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/10_November" target="_blank">tanggal 10 November 2007</a></b></i>, kita, seluruh bangsa Indonesia, tidak terkecuali blogger Indonesia, akan mem-peringati Hari Pahlawan yang tiap tahun di-peringati. Ini adalah hari dimana kita semua berusaha meng-ingat kembali, mungkin bahkan ada yang menelusuri kisah-kisah heroik para Pahlawan kita yang begitu gigih meng-adu nyawa, dulu di zaman perang dan bahkan mungkin akan ada yang meng-kritisi ke-beradaan Pahlawan di mata bangsa saat ini, hanya untuk satu kata: <b>Kemerdekaan</b>.</p>
<p>Tapi tidak, aku tidak akan mengingat kembali, buat apa aku mengingat-nya, meskipun aku juga adalah pejuang terakhir, toh apa yang mereka perjuangkan dulu <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/01/kesaktian-pancasila-atau-kesakitan-pancasila/" target="_blank">juga sekarang sedang sakit</a>. Sedang-kan negara-ku sendiri tidak perduli dengan para Pahlawan itu, para pejuang itu, bahkan <a href="http://www.veteranri.go.id/" target="_blank"><i>mantan pejuang</i></a> itu <i><a href="http://ayok.wordpress.com/2007/08/16/dulu-pejuang-kini-tukang-becak/" target="_blank">tidak di-acuh-kan sama sekali</a></i> sama bangsa-ku yang kata-nya besar, yang pemimpin-pemimpin-nya berteriak berkata: "<b>BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI PAHLAWAN-NYA</b>". Meskipun itu hanya teriakan semu.</p>
<p><!--more Tapi bukan, bukan karena aku tidak meng-hargai mereka, para Pahlawan-ku --></p>
<p>Tapi bukan, bukan karena aku tidak meng-hargai mereka, para Pahlawan-ku. Aku sangat men-cintai mereka lebih dari aku men-cintai bangsa-ku sendiri, bangsa-ku ada karena mereka, bukan karena kamu. Aku hanya sedih, aku tidak bisa ber-buat apa-pun untuk mereka, sekedar menyenang-kan hati mereka, sekedar meng-hibur mereka, atau bahkan sekedar untuk mengenang mereka. Aku malah sibuk dengan urusan-ku sendiri, <i><a href="http://opini.wordpress.com/category/hari-pahlawan/" target="_blank">bangsa-ku juga sibuk dengan urusan-nya sendiri</a></i>, me-nafi-kan ke-beradaan Pahlawan-ku, bahkan untuk mengunjungi pusara Pahlawan-ku pun, aku dan bangsa-ku sering <strike>sengaja</strike>melupakan-nya.</p>
<p>Untuk saat ini, aku me-rindu-kan mereka, aku di-cemeti oleh peringatan Hari Pahlawan ini, yang di tahun 45 dulu, telah mengorban-kan begitu banyak nyawa, mereka para pejuang, bahkan kakek dan nenek kita. Jadi, sekarang, Aku hanya ingin ber-dialog dengan mereka, meskipun aku sadar mereka mungkin tidak mau ber-dialog dengan aku, jadi yah lebih baik aku ber-monolog, untuk setidaknya, men-dongeng-kan sesuatu ke mereka, sekedar men-ceritakan kepada mereka, apa yang aku rasa-kan dan apa yang aku lihat, juga apa yang aku ingin kan:</p>
<blockquote><p>Kau tahu...</p>
<p>Geliatmu waktu itu, Ketika aku belum lahir<br />
Bahkan Bangsaku pun belum lahir<br />
Nafasmu beraroma darah<br />
Darah mereka yang mengkangkangkan kakinya di bumi pertiwi<br />
Keringatmu tercium seperti bau melati<br />
Wangi menyayat setiap irisan kebebasan yang kami raungkan</p>
<p>Aku tahu...</p>
<p>Geliatmu saat ini, Ketika aku sudah lahir<br />
Bahkan Bangsaku pun sudah hampir mati<br />
Nafasmu beraroma darah<br />
Darah mu sendiri, mengalir dari tikaman bangsaku<br />
Keringatmu tercium seperti bau kamboja<br />
Wangi meninggalkan bumi, Sendiri</p>
<p>Kau Tahu...</p>
<p>Kau dulu kubutuhkan<br />
Sekarang kau kubuang<br />
Kau dulu kuagungkan<br />
Sekarang kau kunistakan<br />
Kau dulu kukejar<br />
Sekarang kau kutinggalkan</p>
<p>Aku Tahu...</p>
<p>Tulang mu yang dulu kupakai membelaku<br />
Sekarang berserak rapuh<br />
Tangan mu yang dulu kupakai memberiku nasi<br />
Sekarang mengulurkan tangan meminta tuk kuberi makan</p>
<p>Ber-doalah untuk aku Pahlawan-ku, aku ingin berjuang seperti dulu kau berjuang, aku ingin mengingatkan bangsaku juga untuk berjuang seperti dulu kau berjuang.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sayap Ade versus Senja]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/09/sayap-ade-versus-senja/</link>
<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 19:09:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/09/sayap-ade-versus-senja/</guid>
<description><![CDATA[ [Saran: Tolong di-baca baik-baik, khusus untuk postingan ini aku nginstall antivirus "Speed Reading]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/fight.gif" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/fight-thumb.gif" style="border-width:0;" alt="fight" align="right" height="208" width="200" /></a> [Saran: <em>Tolong di-baca baik-baik, khusus untuk postingan ini aku nginstall antivirus "Speed Reading" :lol: </em>]</p>
<p>Setelah cukup lama meng-observasi dengan cara-ku sendiri, ber-diskusi dengan beberapa teman blogger, mem-beri-kan komen di <em><a href="http://sayap.wordpress.com/" target="_blank">beberapa tempat yang ter-koneksi</a></em> <a href="http://onlysenja.ngeblog.net/" target="_blank"><em>secara langsung</em></a> maupun <a href="http://blogirang.wordpress.com/2007/11/07/saia-ndak-suka/" target="_blank"><em>tidak</em></a> <em><a href="http://antobilang.wordpress.com/2007/11/07/sepotong-sayap-untuk-ade/" target="_blank">langsung</a></em>, saat ini, aku mencoba untuk meng-urai nalar-ku untuk memahami kompleksitas "<em>perang dingin</em>" yang sedang terjadi di-antara <a href="http://sayap.wordpress.com/2007/11/07/maafin-ade/" target="_blank">Ade</a> dengan <a href="http://onlysenja.ngeblog.net/2007/11/06/deklarasi/" target="_blank">Senja (dan Nico)</a>, yang menurut-ku sudah semakin rumit, meskipun situasi saat ini sudah menunjukkan kalau kedua pihak sudah saling memberikan bantahan dan penjelasan sesuai dengan versi masing-masing.</p>
<p>Dan aku ingin menegaskan di-sini, kalau aku tidak akan mem-bela siapa-siapa, juga tidak akan menyalah-kan siapa-siapa. Aku menulis-kan apa yang aku pikir-kan, apa yang akan aku utara-kan tidak lebih dan tidak kurang merupakan pendapat-ku sebagai blogger, terlepas dari semua unsur-unsur yang ber-bau pribadi. Karena secara dekat aku tidak mengenal Ade, Senja dan juga Nico. Aku tahu mereka di dunia maya. <em>That's all folks</em>.</p>
<p><strong>Dan berdasarkan wahyu dari <em><a href="http://deking.wordpress.com/" target="_blank">sang nabi</a></em>, bahwa di tengah-tengah netralitas-ku pada postingan ini, masih tercium aroma cenderung "berpihak" pada Ade ... (berpihak pakai tanda kutip ya). Aku hanya belum bisa menemukan "delik aduan" yang tepat sehubungan dengan posisi gugatan terhadap Ade dalam hal ini, setidak-nya untuk saat ini. Apa-kah ada yang bisa memberikan informasi?</strong></p>
<p><!--more Dan ini bukan untuk mem-perkeruh, tidak sama sekali tidak --></p>
<p>Dan ini bukan untuk mem-perkeruh, tidak sama sekali tidak. Aku hanya ingin damai, semua damai, blogger berdamai.</p>
<ol>
<li>Aku ingin mem-perjelas kalau aku mengetahui tentang konfrontasi ini setelah sebelum-nya telah ada komunikasi-ku dengan Ade via email sehubungan dengan permintaan-ku untuk meng-klarifikasi maksud postingan-nya yang berjudul <a href="http://sayap.wordpress.com/2007/11/07/maafin-ade/" target="_blank">Maafin Ade</a>. Yah, dia sudah meng-informasi-kan ke aku <a href="http://onlysenja.ngeblog.net/" target="_blank">alamat blog Senja</a>, meskipun sampai saat ini aku tidak menerima informasi dari Ade tentang masalah ini, dan ini juga yang membawa aku kepada titik netral.</li>
<li>Setelah meng-<em>cross check</em> langsung ke blog-nya Senja, aku menarik garis lurus kalau memang ada hubungan antara <a href="http://onlysenja.ngeblog.net/2007/11/06/deklarasi/" target="_blank">deklarasi-nya Senja dan Nico</a> dengan postingan <a href="http://sayap.wordpress.com/2007/11/07/maafin-ade/" target="_blank">Maafin Ade</a>, dan itu kita semua sudah tahu. Pasti.</li>
<li>Aku juga sudah mencoba menelusuri postingan Ade yang ber-nada bantahan secara tidak langsung terhadap anggapan fiktif dari Senja dan Nico, tapi itu-pun tidak men-jawab apa-apa dan Ade juga tidak mem-berikan <em>clue</em> buat kita tentang ke-curiga-an tersebut.</li>
<li>Saat postingan ini aku buat aku baru saja kelar mengunjungin blog-nya Senja untuk membaca postingan <em><a href="http://onlysenja.ngeblog.net/2007/11/08/jawaban-kami/" target="_blank">tentang jawaban mereka</a></em> dan ada satu hal yang ingin aku klarifikasi yaitu tentang keberadaan <a href="http://sayap.files.wordpress.com/2007/10/leukemiacampaignsocieties.gif" target="_blank"><em>banner kanker</em></a> di blog-nya Ade. Secara jujur aku katakan kalau dulu, pernah Ade mempercaya-kan aku untuk memperbaiki sedikit tampilan dari blog-nya setelah aku meng-informasi-kan kepada-nya kalau link ke blog-nya itu salah [<em><a href="http://sayap.wordpress.com/aku/#comment-154" target="_blank">bisa di-lihat di-sini</a></em>], meskipun aku belum pernah mengenal-nya sebelum-nya. Dan untuk lebih menambah <em>benang merah</em>, aku membuat dua banner (file Photoshop-nya masih ada :mrgreen: ) yang berhubungan dengan kanker <strong>tanpa diminta oleh Ade, ini atas inisiatif sendiri</strong>, meskipun untuk memajang-nya aku tetap minta izin. Ini sekaligus menjawab jawaban dari Senja pada postingan jawaban-nya pada bagian ini:<br />
<blockquote><p>Beberapa penguat versi ade</p>
<p>1. ade memasang banner Yayasan Kanker Indonesia dan the leukimia and lymphoma society dalam blognya. Dia juga menyebut-nyebut nama RS Dharmais, dan nama salah satu tokoh politik Indonesia IBRAHIM HASAN MEUTARUM dalam sebuah komen bernomor 24 postingan <a href="http://sayap.wordpress.com/2007/11/05/tabir-fajar/#comments">“Tabir Fajar”</a>. Tapi maap, kami menganggap ini memang sengaja dilakukan untuk menepis beberapa anggapan orang bahwa ade adalah fiktif.</p></blockquote>
</li>
<li>Berdasar-kan <em>blockquote</em> di-atas, aku sudah memberi-kan komen pada postingan jawaban dari Senja dan Nico [<em><a href="http://onlysenja.ngeblog.net/2007/11/08/jawaban-kami/#comment-4759" target="_blank">bisa di-lihat di-sini</a></em>], sebagai bentuk permintaan maaf-ku karena ter-gelitik-nya otak kecil kritis-ku dan juga karena ada beberapa hal yang aku rasa agak janggal. <strong>Tolong ini jangan dianggap sebagai bentuk peng-adu domba-an baru</strong>. Pada bagian ini aku tidak melihat sama sekali bentuk klarifikasi Senja dan Nico dari pihak RS. Dharmais dan juga dari tokoh politik di-maksud, tetapi kenapa mereka langsung menyimpul-kan begitu saja.</li>
<li>Jadi kesimpulan yang bisa aku tarik, kalau fakta yang di-urai-kan oleh Senja dan Nico tidak cukup kuat untuk menjadi bukti, dan tidak bisa di-jadi-kan dasar untuk menuduh. Dan ini berlaku untuk blog mana-pun juga, tidak hanya blog-nya Ade saja. Selain itu, kedua belah pihak, baik Ade maupun Senja dan Nico tidak bisa menunjukkan bukti-bukti otentik sehubungan dengan konfrontasi di-antara mereka. Jadi ya sudah, hentikan saja semua ini. Untuk apa? Untuk kepuasan? :x</li>
</ol>
<p>Hal-hal yang membuat aku secara pribadi tidak nyaman dengan adanya konfrontasi ini adalah:</p>
<ol>
<li>Aku tidak pernah berpikir sedikit-pun untuk mempercayai ataupun tidak mempercayai kebenaran dari keberadaan blog maupun pemilik blog tersebut karena aku menghargai privasi dari pemilik blog, terlepas dari aku tidak kenal ataupun aku kenal. Dengan konsekuensi, aku juga tidak ingin ada orang yang memiliki niat untuk menyelidiki, menggeledah, dan menghakimi blog-ku.</li>
<li>Kalau memang kita ingin ber-kenal-an di-luar dunia maya atau mungkin sekalian KOPDAR dengan blogger lain yang ingin kita temui, kita sebaik-nya melakukan-nya dengan etika dunia maya yang baik, bukan dengan mempertanyakan kebenaran keberadaan blog-nya. Karena itu jelas saja akan membuat si pemilik blog menutup diri secara otomatis. Istilah-nya, "<em>belum apa-apa udah nembak langsung</em>" :twisted:</li>
<li>Kalau ingin membuktikan sesuatu tentang aku misal-nya, silahkan buktikan, silahkan investigasi, tapi ingat harus di luar blogosphere, dan jangan mempergunakan posting, komen, dan sejenis-nya sebagai alat untuk itu.</li>
</ol>
<p>Dan akhir-nya, mudah-mudah-an ke-depan kejadian yang seperti ini tidak terjadi lagi, ini harapan-ku buat <a href="http://sayap.wordpress.com/" target="_blank">Ade</a>, <a href="http://onlysenja.ngeblog.net/" target="_blank">Senja</a>, <a href="http://www.wijayax31.blogspot.com/" target="_blank">Nico</a>, dan juga teman-teman blogger lainnya. Sudah cukup kejadian catut men-catut itu saja yang bikin resah. Aku sangat setuju dengan komen <em><a href="http://erander.wordpress.com/" target="_blank">Erander</a></em>, [<a href="http://sayap.wordpress.com/2007/11/07/maafin-ade/#comment-658" target="_blank"><em>bisa di-lihat di sini</em></a>]. Karena secara tidak langsung, maupun langsung, kejadian seperti ini perlahan tapi pasti menciptakan blok-blok di-antara blogger Indonesia, yang se-yogya-nya bersatu menciptakan iklim blog yang bersahabat.</p>
<p><strong>Salam Militis!!!</strong></p>
<p>[catatan: gambar diambil <em><a href="http://members.fortunecity.com/agreeve/togetherbw/fight.gif" target="_blank">dari sini</a></em>]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pelacur, Kau Lebih Baik Dari Kami]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/07/pelacur-kau-lebih-baik-dari-kami/</link>
<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 03:28:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/07/pelacur-kau-lebih-baik-dari-kami/</guid>
<description><![CDATA[ Kejadian tragis yang terjadi sore kemarin, ternyata mem-beri-kan satu bukti nyata akan pandangan ki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/pelacurdanpisau.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/pelacurdanpisau-thumb.jpg" style="border:0 none;" alt="pelacurdanpisau" align="left" height="133" width="126" /></a> Kejadian tragis yang terjadi sore kemarin, ternyata mem-beri-kan satu bukti nyata akan pandangan kita yang salah terhadap mereka yang sering di-anggap sebagai manusia rendah, mereka wanita-wanita yang menjual diri-nya dengan berbagai alasan. Yang lebih dikenal sebagai Pelacur dalam khasanah bahasa Indonesia. Meskipun ini tidak mewakili, tapi setidak-nya ini bisa jadi salah satu bukti kesalahan itu.</p>
<p><!--more Perkelahian antar supir dan kernet yang ber-ujung pembunuhan ini...  --></p>
<p>Perkelahian antar supir dan kernet yang ber-ujung pembunuhan ini, yang tentu saja mengaget-kan banyak orang, yang melongo tapi tidak berbuat apa-apa :x , terjadi pada satu-satu-nya terminal di kota ini, si korban terjatuh dengan ber-lumuran darah akibat tusukan pisau. Dan ternyata tak seorang-pun yang bersedia menolong, hanya bisa menonton rebah-nya tubuh tak bernyawa itu. Sayang aku datang terlambat :(</p>
<p>Segera saja, aku langsung menggeber motor-ku untuk mencari polisi ter-dekat, meskipun akhir-nya ndak jadi karena raungan sirene polisi udah memasuki area terminal yang sekaligus sebagai <span class="acronym" title="tempat kejadian perkara"><strong><em>TKP</em></strong></span>. Mungkin seseorang telah menelepon mereka.</p>
<p>Aku berlari menuju ke arah korban, diikuti 3 orang lain-nya yang tidak aku komando sama sekali di antara mata-mata puluhan orang yang hanya bisa menonton tapi tidak ingin berbuat sesuatu, ingin memberikan bantuan sebisa-nya yang aku bisa berikan. Setidak-nya kalau dia sudah benar-benar mati, aku bisa ikut meng-angkat tubuh-nya ke tempat yang layak. Bukan, aku bukan sok berani dan bukan ingin menjadi pahlawan ke-siang-an, aku hanya mem-bayang-kan seandai-nya itu terjadi pada-ku, dan tidak ada seorang-pun yang menolong-ku, dan tubuh-ku ter-lentang untuk jadi santapan burung gagak. Tidak, aku tidak mau seperti itu. :roll:</p>
<p>Tapi, di-depan-ku dan di-depan kami, tepat sebelum kami tiba, aku melihat, ada seorang wanita, seorang perempuan yang aku tahu emang terkenal dengan predikat-nya sebagai Pelacur, sehubungan dengan pekerjaan-nya sebagai penjual diri dengan berani tanpa mem-perduli-kan ketakutan-ketakutan orang terhadap tersangka yang waktu itu belum melarikan diri, berlari, berusaha menyelamat-kan korban, membuka jaket katun yang di-kena-kan-nya  untuk menutup lubang yang terluka, sekedar untuk menghentikan pendarahan. Sayang aku tidak membawa kamera (<em>bahkan hape-ku pun ketinggalan</em>) untuk meng-abadi-kan-nya :(</p>
<p>Setelah polisi turun tangan, mau tidak mau kami harus minggir dari lokasi tersebut, tapi aku sempat-kan untuk bertanya kepada-nya, sang Pelacur, sekedar untuk menjawab penghargaan-ku kepada-nya, apakah dia mengenal korban sehingga dia rela melakukan seperti apa yang telah dilakukan-nya.</p>
<p><strong>Jawab-nya Tidak</strong>. Dia tidak mengenal korban, dia hanya tidak bisa melihat se-seorang mengalami kesakitan seperti itu tanpa ada seorang-pun yang menolong. Itu saja, itu saja yang meng-gerak-kan hati-nya. Aku terdiam dan menggumam memuji, "<strong><em>Hebat, dia sudah membuktikan, kalau ternyata dia memang lebih baik dari kita</em></strong>". Padahal kita selalu menganggap dia sebagai orang rendah karena pekerjaan-nya, bukan karena dia sebagai manusia. Ternyata mereka yang hanya bisa menonton tanpa ada niat untuk menolong, bagi-ku lebih rendah !!!</p>
<p>[catatan: gambar diambil <em><a href="http://www.rageboy.com/mbimages/cover-clip-sacred-prostitute-0919123317.jpg" target="_blank">dari sini</a></em> dan <em><a href="http://www.acc-tv.com/images/globalnews/cv_stabbing_1006.jpg" target="_blank">dari sini</a></em>]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Blog, Puisi dan Sajak]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/05/blog-puisi-dan-sajak/</link>
<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 14:52:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/11/05/blog-puisi-dan-sajak/</guid>
<description><![CDATA[ Akhir-akhir ini aku ngerasa-kan hawa yang aneh, setidak-nya di perasaan-ku. Teman-teman-ku para blo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/bukudanpenabulu1.gif" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2007/11/bukudanpenabulu-thumb1.gif" style="border:0 none;" alt="bukudanpenabulu" align="right" height="153" width="220" /></a> Akhir-akhir ini aku ngerasa-kan hawa yang aneh, setidak-nya di perasaan-ku. Teman-teman-ku para blogger, kelihatan-nya sedang ber-asyik masyuk dengan yang nama-nya puisi atau-pun sajak. Memang tidak semua, tetapi setidak-nya sebagian seperti: <a href="http://smellsliketeenspirit.wordpress.com/2007/10/18/dua-sajak-sederhana/" target="_blank"><em>sederhana-nya dua sajak dari alex</em></a><em>, </em><a href="http://die4pleasure.wordpress.com/2007/11/03/me-my-ego/" target="_blank"><em>ke-ego-an sang jenderal</em></a><em>, </em><a href="http://danalingga.wordpress.com/2007/11/04/gamang/" target="_blank"><em>ke-gamang-an danalingga</em></a><em>, </em><a href="http://sisca79.wordpress.com/2007/11/01/dalam-tiga-sajak/" target="_blank"><em>tiga sajak dari hanna yang gak mau kalah dari alex</em></a><em>, </em><a href="http://calonorangtenarsedunia.wordpress.com/2007/10/24/sajak-untukmu/" target="_blank"><em>sajak yang entah diberikan hana untuk siapa</em></a><em>, </em><a href="http://almascatie.wordpress.com/2007/10/29/masih-saja-kau-bertanya/" target="_blank"><em>ke-heran-an almascatie</em></a>, dan masih banyak lagi yang aku tidak bisa sebut-kan nama-nya di-sini karena ke-terbatasan-ku sebagai manusia dan sebagai blogger.</p>
<p><!--more Kenapa? Aku sendiri juga heran... --></p>
<p>Apa ini suatu bentuk per-geseran pola peng-ungkap-an dari peng-uraian kata-kata frontal menjadi sesuatu peng-ungkap-an melalui rangkaian kata-kata yang indah meskipun mengandung kepedihan di-balik-nya atau-pun mungkin suatu ke-senangan mutlak? Atau-kah ini hanya sekedar trend yang untuk kemudian surut kemudian tanpa bekas sama sekali? Biar-lah teman-teman-ku itu yang menjawab-nya karena mereka yang menulis-kan-nya. ;)</p>
<p>Di-satu sisi, aku merasa ini bisa di-jadi-kan sebagai tonggak sejarah kebangkitan dunia puisi bangsa yang semakin lama semakin bangkotan kehilangan para pahlawan-pahlawan puisi-nya meskipun belum mati sama sekali, bahkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sutardji_Calzoum_Bachri" target="_blank"><em>presiden-nya</em></a> pun se-akan enggan untuk menggeliat dan sang <em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rendra" target="_blank">burung merak</a></em> pun enggan untuk terbang.</p>
<p>Tidak, aku tidak melihat sebuah ke-mundur-an, aku melihat mereka tetap seperti mereka ada-nya, penuh dengan gejolak kritis yang men-didih, di-atas tungku tinta, dan siap me-nyembur-kan kata-kata yang ingin mereka katakan. Hanya, mungkin, cara yang di-tempuh, setidak-nya untuk saat itu, mereka lebih me-milih untuk menari-nari di-atas serpihan kata yang mereka satu-kan menjadi suatu ke-indahan. Biar-lah teman-teman-ku itu yang menjawab-nya karena mereka yang menulis-kan-nya. ;)</p>
<p>Aku, memang tidak terlalu mengerti puisi, bahkan tidak bisa membuat puisi, walau-pun suatu saat nanti aku ingin, setidak-nya men-toreh-kan se-bait dua bait kata-kata, tapi setidak-nya ku bisa menikmati tiap kalimat dan bait yang mereka tutur-kan, dan aku sadari, sepenuh-nya sadar, kalau di-balik untaian kata-kata indah itu tersimpan puluhan, ratusan, bahkan ribuan ungkapan kepedihan, ke-senang-an, protes, penerimaan, pertanyaan, dari mereka-mereka, teman-teman-ku yang merasa terusik dengan apa-pun yang mengusik mereka. Satu kata dari-ku:</p>
<p><strong>Salut, Salam Militis!!!</strong> ;)</p>
<p>[catatan: gambar di ambil <em><a href="http://www.shanejmontgomery.com/photos/oldbook.jpg" target="_blank">dari sini</a></em> dan <a href="http://www.pbs.org/wnet/historyofus/web01/images/feather.jpg" target="_blank"><em>dari sini</em></a>]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pipi Kiri Di-Tampar, Berikan-Lah Pipi Kanan]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/14/pipi-kiri-di-tampar-berikan-lah-pipi-kanan/</link>
<pubDate>Sun, 14 Oct 2007 15:41:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/14/pipi-kiri-di-tampar-berikan-lah-pipi-kanan/</guid>
<description><![CDATA[Waktu aku pertama kali mendengar kalimat pada judul di-atas, jujur bikin kening-ku berkerut seda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/slapped.gif" title="slapped.gif"><img align="right" src="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/slapped.gif" alt="slapped.gif" /></a>Waktu aku pertama kali mendengar kalimat pada judul di-atas, jujur bikin kening-ku berkerut sedalam-dalam-nya. Ini apa artinya :roll: . Kok udah pipi kiri ditampar, yang jelas saja pasti sakit dan bikin pipi merah <strike>merona</strike>bengkak, masa harus nawarin pipi kanan lagi? Edan apa?</p>
<p>Satu kalimat aneh, tapi ternyata mengandung makna yang sangat dalam, yang aku baru sadari setelah cukup bisa memahami ke-aku-an-ku di dunia ini, dan ini aku baca dari <a target="_blank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alkitab">ALKITAB</a>, yang menjadikan kalimat itu sebagai sebuah perumpamaan. Aku tahu dan aku yakin ini akan menjadi per-debat-an yang sulit untuk kita pahami, tapi aku meminta dan berharap kita semua untuk bisa me-renung-kan makna-nya.</p>
<p><!--more Lantas, apa arti dan makna-nya? -->Kalau di-tilik secara kemanusiaan kita, jelas-jelas penggunaan kalimat "<strong><u><em>Pipi Kiri Di-Tampar, Berikan-Lah Pipi Kanan</em></u></strong>" sudah pasti akan membuat orang merasa jengah dan heran, dan bukan tidak mungkin akan menyangka kita <strong>gila</strong>™. Apakah ini suatu kebodohan?, Tidak ternyata, ini bukan suatu kebodohan. Malah aku menganggap kalau aku yang bodoh yang telah salah meng-arti-kan-nya, sebelum aku paham apa arti yang sebenar-nya (<u>tipikal manusia</u>).</p>
<p>Dan, setelah aku mengerti dan pahami arti yang sebenar-nya, ternyata kalimat tersebut adalah suatu tindakan yang didasari <strong><u><a target="_blank" href="http://id.wikiquote.org/wiki/Cinta_kasih" title="beberapa pengertian tentang KASIH...">KASIH™</a></u></strong>. Ya, <strong>kasih terhadap sesama</strong>, kasih dimana <strong>kita bisa mengalah</strong> dan <strong>tidak membalas perbuatan jahat</strong> dari sesama kita, di-saat kita belajar untuk bisa meng-ampuni ketika kita jadi korban dari kejahatan orang lain. Bisa dikatakan <strong>berbanding terbalik</strong> dengan <strong>pepatah</strong> "<strong><em><u><a target="_blank" href="http://id.wikiquote.org/wiki/Air_susu_dibalas_dengan_air_tuba">Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba</a></u></em></strong>". Lho kok makin ngawur???.</p>
<p>Pada saat kita di-musuhi, dan pada saat kita di-sakiti, tentu saja kita secara refleks sebagai manusia yang punya akal dan pikiran, akan berontak, dan melawan, dan bukan tidak mungkin kita akan berusaha mem-balas-kan dendam itu sampai kita puas dan merasa menang. Dan sudah pasti kita sudah tebak hasil akhir-nya bagaimana, dendam yang tidak berkesudahan, kesakitan, kebencian, dan lain sebagai-nya. Apakah kita pernah mencoba, <strong>sekali saja</strong>, untuk <strong>mengalah</strong> dan <strong>melihat perbedaan</strong> ketika kita <strong>tidak menyimpan dendam</strong> itu bahkan ketika kita sama sekali tidak mem-balas-nya? ;)</p>
<p>Aku ada <strong>dua pengalaman</strong> yang berbeda yang aku alami beberapa tahun yang lalu:</p>
<p><strong>#Ketika Aku Melawan Dengan Segenap Kekuatan-ku</strong></p>
<p>Seorang anak SMU memukul keponakan-ku yang masih SD yang datang dengan menangis dan mengadu kepada-ku. Dengan sigap, tanpa pertanyaan apa-pun, aku langsung mendatangi rumah orang-nya dan hanya bicara sepatah kata, untuk kemudian memukuli-nya sampai babak belur, nama-nya juga sebagai paman yang baik aku ya bela keponakan-ku. Yang ujung-ujung-nya membawa aku berurusan dengan Polisi, meskipun pada akhir-nya bisa diselesaikan dengan cepat, dan harus membayar biaya perobatan anak tersebut selama 3 minggu :( . Akhir-nya aku juga yang rugi, ya rugi waktu, rugi materil, belum lagi rasa malu, meskipun di satu sisi, hati-ku merasa puasa telah me-lampias-kan dendam-ku.</p>
<p><strong>#Ketika Aku Tidak Melawan Bahkan Tersenyum</strong></p>
<p>Seorang gadis, temen-ku satu kantor, yang menuduh aku melakukan <em><a target="_blank" href="http://www.answers.com/sexual%20harrasment">Sexual Harrasment</a></em> (Pelecehan Seksual) terhadap-nya. Aku melayani tuduhan-nya dengan tenang karena ini adalah masalah yang rumit dan fatal untuk moral dan karir-ku ke depan, sambil berusaha meminta penjelasan atas tuduhan-nya itu, dengan tersenyum. Aku tidak marah, meskipun darah ini mendidih dan jelas saja harga diri-ku terinjak-injak karena aku merasa tidak melakukan-nya :x , dan aku berpikir jika aku salah mengambil tindakan ini akan semakin memperburuk keadaan-ku. Setelah di-proses dengan simultan oleh pihak HRD, ternyata terungkap kalau tuduhan itu <strong>bohong</strong>, dan itu dilakukan-nya karena dia merasa kecewa atas penolakan-ku, meskipun aku merasa tidak pernah menolak dia karena aku merasa kami hanya teman kerja. Dan akhir-nya sampai sekarang kami malah menjadi teman baik, setelah dia meminta maaf dan aku-pun me-maaf-kan-nya.</p>
<p>Dari dua pengalaman di atas, aku men-coba menarik kesimpulan, kalau ternyata tidak selama-nya penyelesaian masalah dengan amarah dan membalas perlakuan kejam kepada kita akan menyelesaikan masalah. Sebalik-nya pada saat kita mengalah, dan bisa berpikir dengan tenang ketika kita di-hina, di-aniaya, seperti-nya jalan keluar itu terbuka dengan lebar. Dan ini sudah aku bukti-kan sampai hari ini :)</p>
<p>Meskipun yah aku tahu, itu akan sangat-sangat sulit untuk dilakukan, apalagi kita sebagai manusia yang punya hati dan punya pikiran. Belum lagi kita terjepit diantara dilema untuk memilih <strong>dihakimi</strong> atau <strong>menghakimi</strong>. Apalagi kalau di-serta-kan dengan ego kita yang lebih sering menang daripada akal sehat kita.</p>
<p>Nah, mana yang harus kita pilih dan kita lakukan itu terserah kita. Yang penting aku percaya kalau hidup ini dilandasi <strong>KASIH</strong>, hidup ini akan terasa lebih indah..<strong>.Dan aku belajar dan mau untuk mengasihi-mu ;)</strong></p>
<p>[catatan: gambar di-ambil <a target="_blank" href="http://skbigm.googlepages.com/SSLAP400px2.jpg/SSLAP400px2-full.jpg"><em>dari sini</em></a>]</p>
<hr /><strong>extremusmilitis TAGS:</strong> <a rel="tag" href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Extremus-Militis">Extremus-Militis</a>, <a rel="tag" href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Opini-Ku">Opini-Ku</a>, <a rel="tag" href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Otak-Ku">Otak-Ku</a><br />
<span class="technoratitag"><strong>Technorati TAGS:</strong> <a rel="tag" target="blank" href="http://www.technorati.com/tags/kemanusiaan">kemanusiaan</a>, <a rel="tag" target="blank" href="http://www.technorati.com/tags/moral">moral</a>, <a rel="tag" target="blank" href="http://www.technorati.com/tags/renungan">renungan</a></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maaf Itu Bukan Untuk Sementara]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/12/maaf-itu-bukan-untuk-sementara/</link>
<pubDate>Fri, 12 Oct 2007 05:33:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/12/maaf-itu-bukan-untuk-sementara/</guid>
<description><![CDATA[Gegap gempita perayaan Idul Fitri bagi umat Muslim se-dunia sungguh sangat besar makna-nya, kata Moh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/fear.gif" alt="fear.gif" align="left" />Gegap gempita perayaan <strong>Idul Fitri</strong> bagi umat Muslim se-dunia sungguh sangat besar makna-nya, kata <u><strong>Mohon Maaf Lahir Dan Batin</strong></u>, adalah kata yang paling laris™ diucapkan oleh setiap orang baik yang merayakan hari ini maupun yang tidak merayakan-nya. Sungguh indah. ;)</p>
<p>Aku selalu tergetar setiap kali melihat setiap orang ber-<strong>salam-salam</strong>-an, saling ber-<strong>silaturahmi</strong>, saling mengucap-kan kata-kata yang meminta berkat dari <strong>Tuhan Yang Maha Esa</strong> dan yang terpenting meminta maaf dan me-<strong>maaf</strong>-kan.</p>
<p><!--more Aku, dalam hati, berharap kalau ini tidak hanya untuk kali ini saja... -->Aku, dalam hati, berharap kalau ini tidak hanya untuk kali ini saja. Dan lagi, <strong>maaf</strong> itu bukan hanya untuk di-<strong>ucap</strong>-kan tapi juga untuk di-<strong>laksanakan</strong>.</p>
<p>Meskipun apa yang sering aku dengar dan aku lihat, kalau ternyata masih ada juga yang meng-guna-kan momen yang indah ini, untuk saling memaaf-kan tapi hanya sebagai <u><em>formalitas</em></u> semata, tidak lebih. :(</p>
<p>Bukan-kah akan lebih indah jika maaf itu emang benar dari hati kita, dari perasaan kita untuk dapat me-<strong>maaf</strong>-kan sesama kita terlepas dari dia mau me-<strong>maaf</strong>-kan kita juga atau tidak, karena me-<strong>maaf</strong>-kan bukan utang yang harus di-bayar, itu jelas. Aku meng-anggap kalau "<strong>Maaf</strong>" itu bukan hanya kata tapi adalah bentuk dari Kasih dan  Ke-Ikhlas-an kita untuk meng-ampuni sesama dan aku yakin kalau <strong>"Maaf</strong>" itu bukan untuk sementara saja. Mudah-mudah-an kita sama-sama setuju. :)</p>
<hr /><strong>extremusmilitis TAGS:</strong> <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Otak-Ku" rel="tag">Otak-Ku</a><br />
<span class="technoratitag"><strong>Technorati TAGS:</strong> <a href="http://www.technorati.com/tags/maaf" rel="tag" target="blank">maaf</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/idul" rel="tag" target="blank">idul</a><a href="http://www.technorati.com/tags/fitri" rel="tag" target="blank">fitri</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/manusia" rel="tag" target="blank">manusia</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/kasih" rel="tag" target="blank">kasih</a></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa Ke-Perawan-an Menjadi Suatu Ukuran]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/07/kenapa-ke-perawan-an-menjadi-suatu-ukuran/</link>
<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 19:03:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/07/kenapa-ke-perawan-an-menjadi-suatu-ukuran/</guid>
<description><![CDATA[Sekali lagi, satu mitos di-bukti-kan, mitos™ yang udah jadi ukuran di masyarakat, ketika seorang p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/virginity2-0106.jpg" title="virginity2-0106.jpg"><img src="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/virginity2-0106.jpg" alt="virginity2-0106.jpg" align="right" /></a>Sekali lagi, satu mitos di-bukti-kan, mitos™ yang udah jadi ukuran di masyarakat, ketika seorang pria, yang tetangga-ku sekaligus teman-ku harus ngebatalin acara pernikahan-nya setelah sang gadis ngaku dengan jujur kalau dia udah tidak perawan lagi. Dan dengan terpaksa atau mungkin tidak terpaksa, sang pria dengan tegas mengatakan tidak, karena dia <strike>merasa malu</strike> tidak siap untuk menerima kenyataan itu. (<em>Maaf kalau aku menganggap ini sebagai mitos, karena ini sebenarnya -CMIIW - lebih ke kepercayaan turun temurun dan pandangan yang diwariskan nenek moyang kita kepada kita generasi saat ini</em>).</p>
<p><!--more Pembuktian mitos yang bagaimana ? -->Tapi sebelum-nya aku ingin tegas-kan kalau aku meng-angkat topik ini bukan untuk ngejar trafik yang tinggi (<em>seperti sudah kita ketahui kalau pake google atau yahoo, <strong>keyword</strong> "<u>perawan</u>" ini termasuk trend tertinggi</em>). Jadi aku harap-kan agar menanggal-kan semua kecurigaan, makian, pujian, dan sampah (<em>yang menganggap aku pengen ningkatin trafik</em>) yang sudah direncanakan secara matang sebelum melanjut-kan membaca postingan ini. Aku tidak butuh trafik, yang aku butuh adalah sebuah pandangan dan pemahaman.<em> </em>Juga bukan untuk ngejual ke-<em>vulgar</em>-an, jadi anda tidak bakalan menemu-kan isi apapun yang bernuansa <em>vulgar</em> dalam postingan ini. Sekali lagi Tidak!!!. <em>That's all folks</em>.</p>
<p>Oke lanjut. Paragraf awal di-atas emang benar, dan itu baru saja terjadi hari ini, yang bikin aku menanyakan kembali pada diri-ku sendiri apa yang harus aku <strong>putus-kan</strong> "<u><strong>Ketika Ke-Perawan-an Menjadi Suatu Ukuran ?</strong></u>" se-andai-nya suatu saat aku ngadepin masalah yang sama. Ya, menurut pengakuan si gadis, dia <strike>telah me-rela-kan</strike> kehilangan ke-perawan-annya beberapa tahun yang lalu dengan seorang bajingan™ yang emang saat itu di cintai dan men-cintai-nya, dan sial-nya si bajingan itu meninggal-kannya begitu saja setelah itu. Sebuah <strong>pengakuan yang berani dari sang gadis</strong>, dan dia mengatakan itu di-depan banyak orang, setelah dia, mau tidak mau, di-paksa untuk menjelas-kan alasan kenapa si pria membatal-kan pernikahan itu, Edan!!!. Yah aku tahu dan sadar, se-sadar-sadar-nya, ini jelas-jelas meng-injak-injak hak asasi si gadis karena ini menyangkut harga diri dan martabat-nya, dan jujur aku sudah mencoba semampu-ku meminta para tokoh-tokoh di-antara orang banyak itu, untuk men-tiada-kan prosesi pengakuan tersebut, tapi aku tidak mampu, dan yah terjadi juga :(</p>
<p>Me-runut balik cerita di-atas aku jujur secara pribadi, merasa kesal, jengkel dengan si pria, yang hanya karena masalah ke-perawan-an dia bisa melupakan perjuangan-nya ketika dia mengejar-ngejar si gadis, kemudian cinta yang dikoar-koar-kannya sebelum-nya dengan penuh semangat, dan aku juga yakin dia bukan hanya berkoar saja, tapi pasti, sudah pasti berjanji kalau dia siap menerima si gadis apa adanya *WTF*. Meskipun di satu sisi aku juga heran dengan si gadis, kenapa dia baru bisa jujur di saat-saat terakhir  :x . <em>Oh our God, not only my God, it was so complicated</em>.</p>
<p>Kenapa sih, <em><a href="http://luluvikar.blogspot.com/2006/03/pentingkah-keperawanan.html" title="pentingkah keperawanan menurut lutvi" target="_blank">sepenting itu-kah</a></em>, kenapa hanya karena masalah ke-perawan-an semua-nya harus berantakan, sebuah <acronym title="pernikahan">gerbang</acronym> yang tinggal selangkah lagi bakal dimasuki kedua pasangan itu harus tertutup kembali dengan paksa, semua karena si gadis sudah tidak perawan lagi. Emang ada bedanya seorang yang perawan dan tidak perawan ???. Ya, secara biologis ada, yang sudah tidak perawan, itu <em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perawan" target="_blank">bagian selaput dara-nya sudah rusak</a></em>.</p>
<p><strong>Jujur, menurut aku tidak!!!.</strong></p>
<p>Aku tidak tahu apa si pria itu sudah mengingat kembali kapan dia pertama sekali kehilangan ke-perjaka-annya, dan juga menghitung kembali sudah berapa kali dia melakukan-nya (<em>tidak perlu di-jelaskan disini</em>), seperti-nya sih tidak, dan aku yakin itu. Nah, kan ini berarti suatu bentuk ke-tidak adil-an terutama bagi si gadis, dan ini benar-benar suatu bentuk peng-hakim-an terhadap nilai-nilai kemanusiaan si gadis. Apalagi, rasa-rasa-nya dalam ber-keluarga, aku pikir itu bukan patokan sebuah ke-bahagia-an yang hakiki (<em>meskipun aku belum pernah berkeluarga</em>), dan yang pasti-nya itu seorang gadis menurut aku, tidak bisa dinilai dari ke-perawanan-nya semata.  Aku yakin kita pasti punya pendapat, dan alasan yang ber-beda-beda.</p>
<p>Kalau menurut analisa-ku, beberapa hal berikut yang menyebab-kan kepercayaan akan mitos ini berkembang secara berlebihan, karena disebabkan kita terikat oleh doktrinasi:</p>
<ol>
<li>Secara agama, dan ini menyangkut agama manapun juga. Dimana <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Virgin#Religion" target="_blank"><em>keperawanan itu dikaitkan dengan kesucian</em></a>, dan seorang gadis akan dianggap lebih baik dan suci kalau dia masih perawan. Ya, memang itu benar, tapi <strong>Apakah itu juga menjamin kesucian hati-nya sebagai seorang manusia kalau dibandingkan dengan mereka yang sudah tidak perawan lagi?</strong>, dan <strong>Apakah mereka-mereka yang masih perawan juga bisa membawa sang calon suami ke jalan yang menurut agama, benar?</strong>. Dan sial-nya lagi kita sering berani men-justifikasi seseorang dengan status-nya tersebut bahwa dia adalah pen-dosa. Menurut aku, hanya DIA yang bisa men-justifikasi itu, bukan kita.</li>
<li>Secara sosial, hampir sebagian masyarakat dunia bagian Timur (<em>dan sebagian kecil masyarakat dunia bagian Barat</em>) yang memandang rendah gadis-gadis yang sudah tidak perawan lagi, karena dianggap level-nya tidak lebih dari <em><a href="http://ilalang.wordpress.com/2007/07/26/terbelit-utang-keperawanan-dijual/" target="_blank">penjual diri</a></em> meskipun dengan berbagai alasan penyebab-nya. Menurut mereka, itu sama saja kalau si gadis tidak bisa mempertahankan harga diri-nya sebagai seorang perempuan yang seharus-nya bisa menjaga itu sebagai mahkota-nya sampai dia menikah, bahkan <em><a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/16/time/105356/idnews/818017/idkanal/10" target="_blank">sampai ada suatu daerah yang melakukan pemeriksaan</a> <a href="http://asep.wordpress.com/2007/08/16/semua-siswa-smu-indramayu-gadis/" target="_blank">massal</a></em>. <strong>Lantas apa bedanya?</strong>, dan<strong> Bagaimana kalau si gadis adalah korban perkosaan dan bukan dengan sengaja meng-hilangkan ke-perawan-annya?</strong>, dan lagi<strong> Apa itu berarti kalau yang perawan itu punya harga diri lebih tinggi?</strong></li>
</ol>
<p>Jadi, kalau kita telusuri kembali, mitos itu sudah sedemikian dalam-nya ter-doktrin di pikiran kita sehingga kita rela ngorbanin perasaan seperti cerita diatas. Aku tidak mengatakan kalau mitos itu salah, bahkan ya aku sangat-sangat menghargai-nya karena dengan adanya norma-norma agama dan sosial seperti itu, kita bisa lebih menjaga diri. Tapi aku juga tidak setuju kalau kita sebagai masyarakat, apalagi kita kamu laki-laki yang bisa dengan tega meninggalkan seseorang yang memang kita cintai dan mencintai kita hanya karena keperawanannya.</p>
<p>Sekarang, aku akan mencoba dengan pola yang ada di otak-ku untuk mencoba ngejawab pertanyaan-pertanyaan yang juga timbul dipikiranku berdasar-kan penilaian-ku:</p>
<p><strong>#Apakah itu juga menjamin kesucian hati-nya sebagai seorang manusia kalau dibandingkan dengan mereka yang sudah tidak perawan lagi?</strong><br />
Tidak jelas saja tidak. Bahkan banyak yang aku temukan kalau ternyata orang-orang (dalam hal ini seorang gadis) yang kelihatan-nya suci itu, justru orang yang paling busuk. Bahkan mungkin seorang gadis yang perawan dengan ke-ego-annya yang mengatakan bahwa dia itu suci, justru sering melupakan satu hal yang prinsipil kalau dunia ini fana. Dan sebalik-nya seorang gadis yang sudah tidak perawan lagi ternyata bisa memandang dunia dengan lebih baik dari posisi ke-hina-annya di mata orang lain.</p>
<p><strong>#Apakah mereka-mereka yang masih perawan menjamin bahwa mereka juga bisa membawa sang calon suami ke jalan yang menurut agama, benar?</strong><br />
Tidak. Itu kan pilihan hati setiap orang, dan tidak ada se-orang-pun yang bisa memaksakan dengan segala keberadaan-nya terhadap orang lain termasuk suami sendiri untuk berjalan di dalam koridor ke-agama-an. Berusaha sih sudah pasti, tapi tetap tidak menjamin bukan?</p>
<p><strong>#Lantas apa bedanya?</strong><br />
Tidak ada bedanya. Seperti aku udah jelasin sebelum-nya perbedaannya, ya hanya di fisik dan biologis saja. Lebih dari itu tidak ada.</p>
<p><strong>#Bagaimana kalau si gadis adalah korban perkosaan dan bukan dengan sengaja meng-hilangkan ke-perawan-annya?</strong><br />
Nah coba deh kalau ternyata kejadiannya seperti itu, kan dia ibarat-nya udah jatuh ketimpa tangga, udah dia di-perkosa, di buang lagi oleh lingkungan sosial-nya.</p>
<p><strong>#Apa itu berarti kalau yang perawan itu punya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pride" target="_blank"><em>harga diri</em></a> lebih tinggi? </strong><br />
Jelas ini pandangan yang salah. Karena, <em><a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0409/17/muda/1273333.htm" target="_blank">harga diri</a></em> seseorang itu di-cipta-kan oleh diri-nya sendiri, dan ukuran-nya pun relatif, tergantung bagaimana orang tersebut menilai-nya. Apalagi, baik-buruk-nya seseorang itu tentu saja dinilai dari sifat, dan kebiasaannya, bukan dari ke-perawan-annya</p>
<p><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/protect-her-virginity-e.jpg" title="protect-her-virginity-e.jpg"></a></p>
<p>Nah dari jawaban-ku diatas, aku menarik kesimpulan kalau ternyata, kita itu salah besar kalau kita mem-vonis, bahkan merendah-kan orang, hanya karena dia tidak perawan, sedang-kan menolak, menyalahkan, menghina sebagai akibat dari itu, tidak menjamin segala sesuatu-nya akan menjadi lebih baik bukan?. Dan dengan ini, aku <strong>memutuskan</strong> kalau aku akan memilih untuk bisa menerima dan menghargai apapun kondisi dari seorang gadis dengan status perawan atau tidak perawan ;)</p>
<p>Ya, emang kita mungkin merasa jijik, karena kita bukan orang pertama yang menyentuh tubuh-nya, dan Ya emang kita mungkin merasa hina dengan pandangan orang, yang sudah pasti memandang dengan cibiran kepada kita, dan dengan pandangan nanar berkata: "<strong>Bisanya cuma menikahi bekas orang lain</strong>" :twisted: . Tapi apakah dia, si gadis tidak merasa jijik dengan kita yang juga sudah kehilangan keperjakaan-nya?</p>
<p>Kalau ada di-antara kita yang  berkenan, bisa berbagi dengan kita yang lain, untuk menjawab beberapa pertanyaan di-atas sesuai dengan versi, opini, perspektif masing-masing, dan yang jelas sekedar mengingat-kan tidak ada yang benar dan tidak yang salah, karena kebenaran dan kesalahan itu hanya sebuah relativitas semata.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/protect-her-virginity-e.jpg" title="protect-her-virginity-e.jpg"><img src="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/protect-her-virginity-e.jpg" alt="protect-her-virginity-e.jpg" /></a></p>
<p>[catatan: image diambil <a href="http://www.metroactive.com/papers/sonoma/02.08.01/gifs/virginity2-0106.jpg" target="_blank"><em>dari sini</em></a> dan <a href="http://z.about.com/d/atheism/1/7/6/4/3/Protect-Her-Virginity-e.jpg" target="_blank"><em>dari sini</em></a>]</p>
<hr /><strong>extremusmilitis TAGS:</strong> <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Cerita-Ku" rel="tag">Cerita-Ku</a>, <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Otak-Ku" rel="tag">Otak-Ku</a>, <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Aneh-Ku" rel="tag">Aneh-Ku</a>, <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/index.php?s=Opini-Ku" rel="tag">Opini-Ku</a><br />
<span class="technoratitag"><strong>Technorati TAGS:</strong> <a href="http://www.technorati.com/tags/cerita" rel="tag" target="blank">cerita</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/curhat" rel="tag" target="blank">curhat</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/kemanusiaan" rel="tag" target="blank">kemanusiaan</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/manusia" rel="tag" target="blank">manusia</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/perawan" rel="tag" target="blank">perawan</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/keperawanan" rel="tag" target="blank">keperawanan</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/perempuan" rel="tag" target="blank">perempuan</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/renungan" rel="tag" target="blank">renungan</a>, <a href="http://www.technorati.com/tags/gadis" rel="tag" target="blank">gadis</a></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Etika Profesional dan Etika Personal]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/03/antara-etika-profesional-dan-etika-personal/</link>
<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 16:00:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2007/10/03/antara-etika-profesional-dan-etika-personal/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini, hari paling menjengkel-kan sejak pertama sekali aku kerja di tempat ini. Rasa-rasa-nya kep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/bingungkerja.gif" title="bingungkerja"><img src="http://extremusmilitis.wordpress.com/files/2007/10/bingungkerja.gif" alt="bingungkerja" align="left" /></a>Hari ini, hari paling menjengkel-kan sejak pertama sekali aku kerja di tempat ini. Rasa-rasa-nya keputusan ini udah gak bisa diganggu gugat lagi, aku mau keluar dari sini, dan gak bakalan pernah kembali. Rencananya sih seperti itu, tapi aku bingung, sangat bingung. Ya, mo gimana lagi, sekarang aku berada di antara batas yang aku sebut sebagai etika profesional dan etika personal.</p>
<p><strike>Kamsud</strike>Maksud-nya apa? Ya, maksud-nya, tentu, dalam dunia kerja kita pasti tahu, minimal mengetahui, bahwa ada yang namanya etika profesional yang kalau aku artikan menurut pikiran-ku: Sebagai seorang profesional kita harus memahami batas-batas apa yang bisa dilakukan dan apa yang tidak bisa dilakukan sebagai seorang <strike>budak</strike>pekerja profesional, karena lingkup kerja itu memiliki budaya-nya sendiri yang jelas-jelas berbeda dengan dunia luar, apalagi dunia sekolahan. Salah satu contoh, kita terikat pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dogma" title="dogma menurut mbah wiki" target="_blank"><em>dogma</em></a> dimana kita berada dalam satu garis lurus yang kurang lebih mengikuti paham<br />
<!--more Dogma yang bagaimana??? --></p>
<ol>
<li><em><u><strong>Boss selalu benar</strong></u></em></li>
<li><em><u><strong>Jika Boss salah, kembali ke dan lihat peraturan no.1</strong></u></em></li>
</ol>
<p>Dan masih banyak lagi hal-hal lain yang merupakan budaya dari dunia kerja itu sendiri. Kalau tidak mengikuti-nya, ya kita siap-siap untuk ngepakin barang untuk keluar dari lingkaran itu dan mencari tantangan serta kesempatan lain di tempat lain. Karena sudah pasti kita bakalan di-<strike>usir</strike>berhentikan dengan <strike>tidak</strike> hormat</p>
<p>Nah disatu sisi, ada juga yang namanya etika personal ketika dogma diatas tidak tersentuh sama sekali, tapi lebih ke masalah rasa penghargaan kita terhadap pimpinan kita (mungkin karena dia baik, bagus dalam men-<em>support</em>, peduli dengan anggota-nya), yang membuat kita bingung dalam menentukan keputusan.</p>
<p>Jadi, aku, saat ini terjebak ditengah-tengah itu, dimana aku tidak bisa menerima perlakuan yang men-dogma-tisasi otak-ku dan penyunatan hak-ku oleh pimpinan-ku, pada saat aku merasa telah melakukan cu