<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>orang &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/orang/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "orang"</description>
	<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 14:09:10 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Orang Rimba adalah Kita]]></title>
<link>http://vgsiahaya.wordpress.com/?p=1146</link>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 21:00:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>vq</dc:creator>
<guid>http://vgsiahaya.wordpress.com/?p=1146</guid>
<description><![CDATA[

Kenapa orang-orang itu berdesak-desakan di kendaraan roda empat sampai sulit bernapas? Kenapa oran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="txtartikelcetak" style="text-align:justify;">
<div id="article_body">
<p><img class="alignleft" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" src="http://www.kapanlagi.com/p/orang-rimba.jpg" alt="" width="200" height="143" />Kenapa orang-orang itu berdesak-desakan di kendaraan roda empat sampai sulit bernapas? Kenapa orang yang lain naik mobil kosong sendirian? Kenapa tidak mengajak yang lain? Orang-orang kota tidak adil. Saya lebih suka di hutan. Itulah ungkapan sedih orang Rimba ketika melihat kota.</p>
<p>Meskipun hutan satu-satunya tempat nyaman bagi mereka, di hutan yang sama orang Rimba kini tak lagi merdeka. Hutan dan kota kini tak jauh beda. Keduanya adalah penjara bagi warga yang kehilangan hak asasinya. Enam puluh tiga tahun kita mengklaim diri merdeka, tetapi nasib bangsa ini tidak lebih baik daripada nasib orang Rimba.<!--more--></p>
<p><strong>Orang Rimba</strong></p>
<p>Orang Rimba, yang oleh orang luar disebut masyarakat terasing, dulu merasa dimanjakan oleh alam. Alam memberi mereka makan sekaligus membentengi mereka dari pengaruh luar. Kenyamanan itu telah lama berubah menjadi kecemasan sejak orang luar melakukan intervensi atas kehidupan mereka.</p>
<p>Kecemasan orang Rimba berawal dari hadirnya program transmigrasi. Program yang butuh lahan luas itu mencaplok wilayah hutan yang dianggap tak berpenghuni. Kecemasan berkembang menjadi bencana ketika proyek HPH, HTI, <em>legal </em>dan <em>illegal logging</em>, pertambangan dan perkebunan sawit skala besar mengapling-ngapling wilayah mereka. Mereka tersingkir, tak terlibat, dan tak ikut menikmati eksploitasi wilayahnya. Apa yang selama ini disebut pembangunan oleh orang luar, bagi orang Rimba adalah penyingkiran.</p>
<p>Ketika orang Rimba dihadapkan pada relasi yang tidak adil dengan dunia luar, pendidikan menjadi tumpuan harapan. Pendidikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan mereka yang hidupnya diporak-porandakan oleh orang luar. Sayangnya, jauh panggang dari api, pendidikan formal yang sentralistis itu justru diarahkan pada tafsir tunggal dunia luar yang mengasingkan peserta didik dengan dunia nyata mereka.</p>
<p>Seperti halnya pembangunan, kurikulum dan pranata pendidikan formal menjadi mesin yang memarjinalkan orang Rimba. Tradisi orang Rimba yang mengakui halom sekato rajo atau alam diatur oleh pemerintah membuat mereka tak pernah melawan kekuatan luar. Ketika pemerintah dan orang- orang luar memaksa mereka menjadi petani dan keluar dari hutan, mereka tak punya pilihan. Padahal, mereka tak biasa mengolah tanah.</p>
<p><strong>Dikuasai korporasi</strong></p>
<p>Sejarah kita adalah sejarah orang Rimba. Dulu kita pun dimanjakan oleh alam. Seperti orang Rimba, kita pun semakin tersingkir dari alam kita sendiri. Proklamasi yang 63 tahun lalu dikumandangkan tidak serta-merta identik dengan kemerdekaan. Nyatanya, negeri yang memiliki lebih dari 17.000 pulau itu telah lama dijadikan kawasan penyedia bahan baku murah oleh negara-negara industri maju.</p>
<p>Pemerintah, dari zaman Soekarno sampai SBY, yang dimandatkan untuk mengurus negeri ini, banyak berkhianat pada konstitusi. Kuasa politik, ekonomi, dan kekuatan militer telah digunakan untuk mendukung operasi pengurasan aset-aset alam Nusantara oleh kekuatan korporasi. Aset alam yang semestinya menyejahterakan telah lama mengalami salah kelola. Beragam regulasi negara telah membuat aset alam itu seolah menjadi kutukan.</p>
<p>Sejarah negeri kini memasuki babak baru. Babak kebangkrutan dan bencana ekologis. Ini bisa dinilai dari dua fakta berikut. Pertama, aset-aset alam kita tidak lagi dikuasai negara, sebagaimana anggapan orang Rimba, tetapi ada di bawah kendali korporasi. Korporasi global telah menguasai lebih dari 90 persen ladang-ladang minyak dan gas bumi Indonesia. Sekitar 60 persen produk gas bumi dan 80 persen batu bara setiap tahun dikirim ke negara-negara maju. Anehnya, kita sendiri krisis listrik akibat langkanya pasokan batu bara.</p>
<p>Data Walhi dan Jaringan Pertambangan (Jatam) tahun 2005 menunjukkan, sekitar 35,1 juta hektar kawasan hutan kita telah dikuasai oleh korporasi pemegang HPH, 35 persen daratan kita dikuasai oleh 1.400-an korporasi pertambangan. Freeport sendiri menguasai hampir dua juta hektar. Apakah kemudian mereka berkontribusi untuk kesejahteraan rakyat? Data resmi membuktikan, sentra-sentra kemiskinan dan busung lapar justru berada di lokasi-lokasi strategis itu. Laju penggundulan hutan mencapai 2,72 juta hektar per tahun. Dalam lima tahun terakhir terjadi pembakaran hutan dengan 40.000 titik panas per tahun dan 87 persen di antaranya berada di wilayah konsesi perkebunan sawit, HTI, dan HPH. Tak satu korporasi pun yang ada di wilayah titik panas itu dijerat hukum sebagai pelaku pembakaran hutan.</p>
<p>Kedua, meskipun aset-aset alam kita terus dikuras, toh pengurasan itu tidak mengurangi beban utang negara. Bahkan, anehnya beban utang itu justru bertambah. Hingga Januari 2008, untuk outstanding Surat Utang Negara (SUN) saja sudah mencapai angka Rp 900 triliun. Belum lagi utang luar negeri yang pada triwulan 2007 tercatat sebesar 79 miliar dollar AS. Lalu, ke mana larinya hasil pengurasan aset dan uang hasil utang itu kalau 37 juta warga masih tergolong miskin, 20-40 persen anak di 72 persen kabupaten masih kurang gizi dan 10 persen penduduk masih belum memiliki pekerjaan? Negeri ini dibuat bangkrut oleh kekuasaan korporasi dan birokrasi yang sama-sama korup.</p>
<p><strong>Negeri bencana</strong></p>
<p>Eksploitasi alam oleh korporasi dan birokrasi yang korup itu telah mengubah negeri kaya menjadi negeri bencana. Dari tahun ke tahun, bencana ekologis mengalami peningkatan. Pada tahun 2006/2007 tercatat 840 kejadian bencana yang menelan 7.303 jiwa meninggal dunia. Dalam lima tahun terakhir, 83 persen wilayah Indonesia rawan bencana dan 98 persen penduduk Indonesia rawan jadi korban. Walhi mencatat, kian luas dan intensifnya bencana membuat sumber daya Indonesia selama sembilan bulan dalam satu tahun habis untuk mengurus bencana.</p>
<p>Seperti orang Rimba, ketika hidup kita diporak-porandakan orang luar, mestinya kita bisa berpaling pada pendidikan yang mengajarkan bagaimana cara bertahan. Sayangnya, di bidang ini pun kita masih kedodoran. Sistem pendidikan tidak membangun kesadaran dan kecerdasan kritis peserta didik, tetapi untuk sekadar lulus ujian.</p>
<p>Kondisi ini diperburuk oleh media kita yang terus-menerus melakukan pembodohan dan pendangkalan dengan tayangan kekerasan, sinetron, dan teror segala rupa hantu. Lengkap sudah penjajahan yang diderita bangsa ini. Bukan saja alam fisik negeri ini yang dikuasai korporasi, bahkan pikiran anak-anak kita pun telah dikendalikannya.</p>
<p><strong>Jalan baru</strong></p>
<p>Sekelam itukah potret bangsa ini? Tidak sepenuhnya demikian. Di depan masih terpampang jalan pembebasan, jalan baru menuju Indonesia baru. Jalan baru itu menuntut kesepakatan untuk kembali pada cita-cita hidup bersama dengan nama Indonesia.</p>
<p>Mengganti kepemimpinan nasional saja tidaklah cukup bila tidak didukung oleh tumbuhnya massa kritis (critical mass) rakyat yang sadar tengah hidup dalam ancaman bencana ekologis, siap berbuat untuk keselamatan kolektif, berani membangun kekuatan politik alternatif, dan berani mengubah model ekonomi nasional ke arah yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.</p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#999999;"><em><strong>Sri Palupi</strong> </em><em>Ketua Institute for Ecosoc Rights</em></span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lelaki Tua Itu]]></title>
<link>http://redesya.wordpress.com/?p=89</link>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 15:12:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>redesya</dc:creator>
<guid>http://redesya.wordpress.com/?p=89</guid>
<description><![CDATA[Terik mentari kian menyengat, tubuh renta itu terus berjalan. Tak hiraukan beribu peluh yang membanj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Terik mentari kian menyengat, tubuh renta itu terus berjalan. Tak hiraukan beribu peluh yang membanjiri seluruh tubuhnya yang renta. Tak hiraukan kerikil tajam yang mengoyak kakinya yang telanjang. Tak hiraukan lapar dahaga yang kian menyiksanya. Kulitnya yang menghitam terkena sengatan mentari yang kian menggila. Lelaki tua itu terus saja berjalan, sesekali dia membungkuk memungut sesuatu dan kemudian memasukkan ke dalam karung yang ada di gendongannya.  Lelaki tua itu berhenti, tampaknya dia sangat letih, dia duduk di trotoar jalan. Lalu lalang orang berjalan di depannya, kehidupan kota mulai berdenyut. Wajahnya yang kusut dan kosong, pakaiannya compang-camping, kerutan tampat jelas di bawah kelopak matanya.</span><span style="color:#003366;"><br />
</span><span style="color:#003366;"><br />
</span><span style="color:#003366;">Lelaki tua itu bangkit dari duduknya, dia memungut sesuatu, ya sebatang rokok, kemudian dia kembali ke tempat duduknya semula, dia meraba-raba saku bajunya. Dia mengambil korek api dan menyalakan rokok yang baru di pungutnya. Tangannya bergetar dan rokoknya terjatuh, dia pungut kembali dan menghisapnya dalam-dalam, sangat menikmati sekali. Diputarnya rokok yang tinggal separo itu, ah.. rokok itu terjatuh lagi,  dan dia kembali memungutnya dan tangannya memegangi perutnya. Lelaki tua itu tampak sekali kalau sedang menahan rasa sakit. Tubuhnya tampak menggigil, bergetar. Tak ada orang yang menghiraukannya. Ada anak-anak kecil tampak lewat di depannya. Anak-anak itu malah mengejeknya "orang gila, orang gila" </span><span style="color:#003366;"><br />
</span><span style="color:#003366;"><br />
</span><span style="color:#003366;">Sungguh tidak sopan! kali ini rokoknya kembali terjatuh, dan kali ini sudah tak terselamatkan lagi, dia kelihatan sangat kecewa. Wajah rentanya nampak memelas. Aku yang dari tadi memperhatikannya tak tega melihatnya. Tubuhnya terus saja gemetaran.</span><span style="color:#003366;"><br />
</span><span style="color:#003366;"><br />
</span><span style="color:#003366;">Aku pesan sebungkus nasi dan minuman hangat, aku lari menghampirinya. Aku sodorkan sebungkus nasi itu padanya. Tanpa ada kata-kata lelaki tua itu langsung meraih sebungkus nasi yang aku sodorkan. Dia makan begitu lahap, ternyata benar dia sangat kelaparan. Dalam waktu sekejap nasi itu sudah habis dilahapnya. Setelah selesai dia berterima kasih padaku. Dia bercerita kalau sudah dua hari belum makan. Dia bercerita banyak tentang dirinya padaku. Ternyata dia juga tidak punya tempat tinggal. Lelaki tua itu mengais sampah di jalan hanya demi sesuap nasi. Mengumpulkan benda apa saja demi uang yang besarnya hanya ribuan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Aku jadi ingat uang ratusan juta yang untuk menyuap jaksa. Bagaiamana kalau uang itu di gunakan untuk menolong mereka. Sungguh tidak adil. Masih banyak di negri ini yang nasibnya sama dengan lelaki tua itu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003366;">Lelaki tua itu bercerita padaku tentang zaman dulu, zaman saat masih perang. Bahkan dia juga ikut berperang. Oh rupanya lelaki tua ini seorang pahlawan juga. Tapi tak ada orang yang tau, bahkan banyak yang menganggapnya gila. Dia begitu bersemangat bercerita . Cerita tentang betapa gagahnya dia saat melawan jepang.</span><span style="color:#003366;"><br />
</span><span style="color:#003366;"><br />
</span><span style="color:#003366;">Aku juga bersemangat mendengar ceritanya, rupanya aku telah menolong seorang pahlawan yang tak pernah mau disebut sebagai pahlawan. Hari ini begitu indah bagiku, karena banyak pelajaran yang aku dapat dari lelaki tua itu. Tentang kesetiakawanan, persahabatan, harga diri. Kebaikan yang tulus pasti akan selalu berbuah manis. </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jana lebihan dana masjid demi jangka panjang ]]></title>
<link>http://chairulfahmy.wordpress.com/?p=156</link>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 15:44:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>chairulfahmy</dc:creator>
<guid>http://chairulfahmy.wordpress.com/?p=156</guid>
<description><![CDATA[PANDANGAN
Oleh Chairul Fahmy Hussaini
ISU kurang dana sering menghambat masjid kita. Hal ini menjela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span><span class="content"><strong>PANDANGAN</strong></span></span></p>
<p>Oleh Chairul Fahmy Hussaini</p>
<p>ISU kurang dana sering menghambat masjid kita. Hal ini menjelaskan mengapa sesetengahnya, termasuk masjid generasi baru, sudah mula 'usang' dari segi fizikal.</p>
<p>Sekalipun tambahan sumbangan kepada Dana Pembinaan Masjid dan Mendaki (MBMF) yang bakal bermula Februari depan diluluskan Parlimen, ia belum tentu cukup untuk jangka panjang.</p>
<p>Menurut taksiran, kenaikan tadi akan menokok $2.9 juta saja.</p>
<p>Memandangkan mungkin masjid baru tidak dibina lagi, maka dana masjid lebih ditujukan untuk senggara, ubah suai seperti mengadakan lif atau bina semula jika rosak.</p>
<p>Sebahagian lagi MBMF pula disalurkan kepada Yayasan Mendaki untuk pendidikan dan satu lagi pembiayaan baru iaitu membantu keluarga pincang serta membantu pendidikan madrasah.</p>
<p>Semua sebab mengenai mengapa sumbangan MBMF perlu ditambah sudah pun diuar-uarkan.</p>
<p>Apabila meneliti sebab- sebab yang dikemukakan, saya berasa sampai bila-bila pun masyarakat kita perlu menderma.</p>
<p>Memang betul derma atau infak disuruh Islam.</p>
<p>Namun, Islam juga menyuruh kita berikhtiar secara usahawan, termasuk dalam soal masjid. Kini sudah ada istilah social entrepreneurship atau keusahawanan sosial.</p>
<p>Seyogia, derma berdasarkan keikhlasan dan suasana ekonomi. Jadi, sampai bilakah pergantungan masjid dan Mendaki pada derma saja?</p>
<p>Telah begitu lama diserukan agar pemimpin dan masyarakat kita bersikap proaktif, dinamis dan kreatif dalam aspek penabungan dan pengendalian dana. Ini bertepatan dengan konteks kehidupan semasa.</p>
<p>Mentelah, kos hidup telah melambung dan jaminan pekerjaan pula tidak menentu dek pasang surut ekonomi jagat.</p>
<p>Para pakar ekonomi menyatakan secara tegas bahawa harga minyak dan makanan asas tidak mungkin rendah seperti dahulu.</p>
<p>Namun, untuk kali ini, biar kita membincangkan terlebih dahulu isu berkaitan masjid dan pengendalian dananya.</p>
<p>Pertama, sejauh mana masjid-masjid kita memanfaatkan aspek pelaburan hasil daripada dana yang terkumpul, terutama sekali dalam usaha mereka meraih keuntungan (meskipun sedikit) menerusi produk-produk perbankan Islam yang ditawarkan bank-bank di sini?</p>
<p>Atau, masjid kita masih lagi bersikap konservatif dan lebih senang memasukkan hasil derma orang ramai itu langsung ke dalam akaun semasa (current account) di salah sebuah bank setempat?</p>
<p>Dilihat secara mudah, setiap masjid utama di sini mampu meraih sekurang-kurangnya $700 hingga $1,000 daripada derma jemaah kepada masjid, terutama setiap Jumaat. Ini bermakna antara $2,800 dengan $4,000 dapat dikumpulkan daripada empat Jumaat dalam sebulan.</p>
<p>Ini tidak termasuk kegiatan tambahan seperti penyewaan gerai masjid (terutama sepanjang Ramadan), jualan nasi beriani amal sehinggalah jamuan malam demi mengumpul dana.</p>
<p>Adakah ini bermakna, wang yang diraih itu sekadar disimpan dalam peti besi atau di dalam bank saja? Dalam hal ini, ingin juga diketahui berapa banyak daripada 69 masjid di sini yang memanfaatkan produk perbankan Islam, misalnya, mudarabah, yang ditawarkan bank di sini?</p>
<p>Penting untuk kita ketahui, sudah banyak produk perbankan berteraskan syariah iaitu berkonsepkan 'perkongsian keuntungan'.</p>
<p>Cakap mudahnya, wang ini dikendalikan secara 'halal' dan hasil pelaburan akan dikongsi dengan pelanggan. Peliknya, banyak masjid kita belum mempunyai akaun perbankan Islam.</p>
<p>Kebanyakan masjid di sini sudah terbiasa mengembangkan dana mereka menerusi Simpanan Tetap (fixed deposit).</p>
<p>Ini bermakna para bendahari dan penasihat kewangan masjid kita tidak memberi nasihat yang bernas kepada pucuk pimpinan masjid mengenai kadar faedah rendah daripada simpanan tetap di bank-bank di sini.</p>
<p>Jika 15 hingga 20 tahun lalu, kadar faedah bagi simpanan tetap boleh mencapai hingga 6 atau 7 peratus, kini ia menawarkan faedah terendah antara 0.3250 dengan 0.7000 peratus sahaja!</p>
<p>Jadi, aspek pengendalian dana perlu diteliti semula dengan memanfaatkan para pakar kewangan di Singapura.</p>
<p>Betapa pula Menteri Bertanggungjawab bagi Ehwal Masyarakat Islam, Dr Yaacob Ibrahim, telah memberitahu media baru-baru ini, masjid seharusnya mempunyai dana terikat (sinking fund) seperti yang dijayakan oleh majlis bandaran di sini.</p>
<p>Semoga ini akan diusahakan oleh masjid secepat mungkin.</p>
<p>Memanglah masjid-masjid perlu membelanjakan separuh hingga tiga suku derma orang ramai setiap bulan bagi kos seperti bil air dan elektrik, gaji kakitangan pentadbiran dan asatizah madrasah separuh masa, senggara dan sebagainya.</p>
<p>Namun, wajar lebihan dana masjid dilaburkan. Malah, Majlis Ugama Islam Singapura (Muis) pernah melakukannya untuk segelintir masjid dengan kerjasama bank-bank di sini. Tetapi adakah pulangannya berbaloi?</p>
<p>Mungkin sudah tiba masanya diwujudkan sebuah jentera pelaburan induk bagi masjid - dengan mengambil iktibar Temasek Holdings.</p>
<p>Mentelah, Singapura kini merupakan hab kewangan antarabangsa, termasuk perbankan Islam.</p>
<p>Ini amat perlu kerana semakin lanjut usia sesebuah masjid, semakin tinggi kos penyenggaraannya. Muis perlu segera bertindak kerana ehwal dan dana masjid adalah amanahnya.</p>
<p>Dalam pada itu, perlu difikirkan bidang kuasa terhad atau 'autonomi' bagi masjid agar dapat menjalankan usaha niaga sosial (social enterprise) yang telus dan jelas pengurusannya. Ini demi memastikan pengaliran dana masuk masjid.</p>
<p>Tegasnya, derma dan berniaga (sembilan persepuluh rezeki menurut hadis) akan menentukan penakatan masjid kita. Kita tidak mampu bertangguh lagi.</p>
<p>Berita Harian &#124; Komentar<br />
Khamis, 28 Ogos 2008<br />
26 Syaaban 1429H</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 orang Indonesia]]></title>
<link>http://akarganja.wordpress.com/?p=43</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 12:26:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>akarganja</dc:creator>
<guid>http://akarganja.wordpress.com/?p=43</guid>
<description><![CDATA[Indonesia hanya tediri dari 5 orang
Kelimanya tidak berpendidikan
4 diantaranya miskin dan lapar
3 d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia hanya tediri dari 5 orang<br />
Kelimanya tidak berpendidikan<br />
4 diantaranya miskin dan lapar<br />
3 diantaranya budak belian<br />
2 diantaranya pelaku bom bunuh diri<br />
1 diantaranya korup.<br />
Dan cuma butuh satu orang Indonesia untuk menghancurkan bangsanya sendiri</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ANCAMAN BAGI ORANG YANG MEMBATALKAN PUASA RAMADHAN DENGAN SENGAJA]]></title>
<link>http://ixnugros.wordpress.com/?p=56</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 08:16:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Asep Irfan Nugraha</dc:creator>
<guid>http://ixnugros.wordpress.com/?p=56</guid>
<description><![CDATA[Oleh
Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
___________________________]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh<br />
Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly<br />
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid<br />
________________________________________<br />
<strong>SHIFATI SHAUMIN NABIYII SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM FII RAMADHAN</strong><br />
________________________________________Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.<br />
“Artinya : Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria kemudian memegang dhahaya[1], membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata, “Naik”. Aku katakan, “Aku tidak mampu”. Keduanya berkata, ‘Kami akan memudahkanmu’. Akupun naik hingga sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya, ‘Suara apakah ini?’. Mereka berkata, ‘Ini adalah teriakan penghuni neraka’. Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas, mulut mereka rusak/robek, darah mengalir dari mulut mereka. Aku bertanya, ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka.[2] .” [Riwayat An-Nasa'i dalam Al-Kubra sebagaimana dalam Tuhfatul Asyraf 4/166 dan Ibnu Hibban (no.1800-zawaidnya) dan Al-Hakim 1/430 dari jalan Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, dari Salim bin 'Amir dari Abu Umamah. Sanadnya Shahih]<br />
Adapun hadits yang diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.<br />
“Artinya : Barangsiapa berbuka satu hari saja pada bulan Ramadhan dengan sengaja, tidak akan bisa diganti walau dengan puasa sepanjang zaman kalau dia lakukan”<br />
Hadits ini lemah, tidak shahih. Pembahasan hadits ini secara rinci akan di bahas di akhir kitab ini.</p>
<p>________________________________________<br />
Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata.<br />
________________________________________<br />
Foote Note.<br />
<strong><em>1. Yakni : dua lenganku<br />
2. Sebelum tiba waktu berbuka puasa</em></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memaknai Kembali Sang Khalik (1)]]></title>
<link>http://risalahrasul.wordpress.com/?p=335</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 05:51:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://risalahrasul.wordpress.com/?p=335</guid>
<description><![CDATA[Dalam beberapa bulan yang lalu, saya melakukan pengamatan sederhana, dengan mengajukan tiga buah per]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText2">Dalam beberapa bulan yang lalu, saya melakukan pengamatan sederhana, dengan mengajukan tiga buah pertanyaan. Respondennya adalah mahasiswa saya sendiri, teman-teman kolega kerja, tetangga, teman-teman dari birokrat dan pengusaha. Jumlah keseluruhan mereka sekitar 30an orang, sangat sedikit untuk suatu data. Tentu kesimpulan yang diambil, akan jauh dari kesempurnaan validitasnya. Tapi tak apalah, paling tidak kesimpulannya bisa menjadi suatu indikator.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Saudaraku sekalian, pertanyaannya adalah; <em>Pertama</em>, apakah anada mempercayai adanya Tuhan? <em>Kedua</em>, Dimana Tuhan berada? dan yang <em>Ketiga</em>, (jika percaya), Apakah anda mencintai Tuhan? Jawablah dengan jujur dan dengan spontanitas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ketiga pertanyaan ini, saya ajukan tidak dengan lembar quisioner, tapi langsung dengan tanya jawab. Menarik kita amati kumpulan jawabannya. Untuk pertanyaan pertama, semuanya 100% menjawab, percaya, dengan mudah dan cepat menjawabnya. Bahkan sedikit meledek apakah sampeyan tidak percaya Tuhan.<!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Untuk pertanyaan kedua, jawaban mulai bervariasi. “Dimana ya?, mungkin di surga, entahlah yang pasti Allah mengawasi kita.” Ada yang menjawab di A’rasy Ada yang menjawab Jauh di luar jagat raya ini. Ada yang menjawab ada dimana-mana. Ada yang menjawab Tuhan Allah itu gaib, dan kita tidak tahu dimana, tapi yang pasti Dia Maha Besar tanpa batas. Dan lain sebagainya. Namun sebagian besar umumnya kebingungan untuk menjawabnya. Terakhir untuk pertanyaan ketiga hampir semuanya terdiam, tidak langsung menjawab, sepertinya berfikir. Kalau pun ada yang menjawab setelah itu, “ya saya mencintai Allah”. Lalu saya uber dengan pertanyaan keempat seperti apa cintamu pada Allah?, maka pertanyaan keempat ini dijawab dengan, “apa sih maksudnya nanya yang aneh-aneh begitu? Apa nggak ada pertanyaan lain yang enak dibicarakan?”. Sambil senyum saya jawab, “saya pingin tahu saja mas, apakah umat ini kenal dengan tuhannya”. Yah demikianlah sedikit bincang-bincang saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Saudaraku sekalian yang selalu dan selalu dalam kasih sayang Allah SWT, coba jawab 3 pertanyaan berikut. <em>Pertama</em>, apakah anda mengenal orang tua anda? (Tentunya pertanyaan ini untuk mereka yang memiliki keluarga normal dan harmonis). <em>Kedua</em>, Dimana oarang tua anda? Dan yang <em>Ketiga</em>, Apakah anda mencintai orang tua anda) Saya yakin ketiga pertanyaan ini jika diajukan kepada 500 orang, Insya Allah semuanya akan menjawab dengan sangat mudah dan tanpa beban. Mengapa? Karena substansi pertanyaannya semuanya sangat-sangat dikenal oleh yang ditanya dan betapa erat hubungan antara mereka.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Jika kita tarik hubungan kelompok pertanyaan awal dengan yang barusan, ada pertanyaan mendasar yang perlu kita jawab dan analisa bersama?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pertama, Apakah sebagian besar umat islam ini mengenal Allah? Sifat-sifatNya? Dan kekuasaanNya dengan baik? Kedua Apakah sebagian besar kita ini sungguh-sungguh sudah mencintai Allah? Jika jawabannya ya, bahwa sebagian besar umat islam ini sangat mengenal Allah dan mereka sangat mencintai Allah. Baiklah mari kita jawab pertanyaan berikut, Mengapa, Republik Indonesia tercinta yang <span style="font-family:Symbol;"><span>±</span></span> 87% penduduknya muslim ini, masuk dalam jajaran negara terkorup didunia? Lihatlah generasi mudanya dengan ikhlas hidupnya dalam budaya hedonis dan sangat permisif terhadap kemaksiatan. Lihatlah undang-undang pornografi dan pornoaksi terseok-seok untuk pengesahannya. Lihatlah MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun sekarang sudah mulai digoyang-goyang dengan keras perannya, untuk dikerdili bahkan kalau bisa dibubarkan. Saudaraku mungkinkah jawaban itu, sesuai dengan realitas hati yang menjawabnya. Yah lagi-lagi kita terdiam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Wahai umat yang mendapat amanah Allah, untuk umat terbaik dimuka bumi ini. Mari kita kumpulkan kembali semua ayat-ayat Al-Quran yang Allah memperkenalkan diriNya. Mari kita maknai ulang eksistensi Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita menjadi umat seperti yang dikehendaki oleh Rasulullah, dalam hadisnya,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em>“Ya Umar, seperti apakah engkau mencintai Allah dan rasulnya?” lalu umar menjawab, “aku mencintai Allah dan rasulnya seperti aku mencintai diriku sendiri”. “Tidak ya umar. Engkau harus mencintai Allah dan rasulnya lebih dari engkau mencintai dirimu sendiri”. Lalu umar berkata “Aku mencintai Allah dan rasulnya lebih dari aku mencintai diriku sendiri”. Ya begitulah umar. Iman yang benar”, kata Rasulullah.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sebagian kelompok orang yang mempercayai bahwa Tuhan ada, kita masih terbagi dalam beberapa golongan.</p>
<ul>
<li><!--[if !supportLists]-->orang yang percaya pada Tuhan karena doktrin. Sejak kecil ia didoktrin oleh sekitarnya, orang tua, guru-gurunya bahwa Tuhan memang ada. Namun menjadi berbeda-beda tuhan satu kelompok denag kelompok yang lain. sehingga Tuhanmu berbeda nama, berbeda eksistensi berbeda kemampuan dengan Tuhan yang lain. dan masing-masing mengklaim Tuhannyalah yang benar.<span></span></li>
<li><span><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Orang yang percaya kepada Tuhan karena logika dan rasio. Orang ini mencari Tuhan dengan kecerdasanya, karenanya dia benar-benar melihat dan merasakan hadirnya “Suatu Kekuatan Dahsyat” dalam kehidupannya. Dan itulah Tuhan.<span></span></li>
<li><span><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Orang yang percaya Tuhan karena merasa membutuhkan kehadiranNya. Yang tanpa kehadiranNya, mereka merasa tidak berdaya. Inilah orang yang melakukan pendekatan kepada Tuhannya menggunakan Kesadaran Spiritual. Lewat agama apapun.<span></span></li>
<li><span><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Orang yang memperoleh kesimpulan bahwa Tuhan yang ada di alam semesta ini sebenarnya adalah tuhan Yang Satu. Bukan bermacam-macam yang dianut oleh berbagai agama.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kickin' it]]></title>
<link>http://jennieboydon.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 23:49:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>jennieboydon</dc:creator>
<guid>http://jennieboydon.wordpress.com/?p=7</guid>
<description><![CDATA[When it comes to bucket lists (go see the movie by that very name to see what I mean&#8230;or just g]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>When it comes to bucket lists (go see the movie by that very name to see what I mean...or just google it), I can never decided whether it's depressing or empowering. Listing all the things you feel the need to do before you die which leads to thinking about the things that you want to do but haven't got around to yet..which then leads to thinking about the things you actually have done so far....or lack of things which is usually the case.  Either this will lead to you realising how seemingly wasted your life has been so far or provide the inclination to actually get up and do something with your life.</p>
<ul>
<li>Be in Times Square, New York for new year</li>
<li>Run a marathon (or half marathon)</li>
<li>Learn to ski</li>
<li>Go skydiving</li>
<li>Learn conversational Japanese</li>
<li>Learn a form of martial art</li>
<li>Milk a cow</li>
<li>Go paragliding</li>
<li>Spend time in Madagascar</li>
<li>Go zorbing</li>
<li>Buy a house</li>
<li>Work at a Orang Utan centre in Malaysia</li>
<li>See Victoria and Angel falls</li>
<li>'Do' route 66</li>
<li>Swim with dolphins</li>
<li>Go to Mardi Gras in New Orleans</li>
<li>Walk along the Great Wall of China</li>
<li>Visit all of the States of America</li>
<li>Go sand boarding in Australia</li>
<li>Learn to make one impressive piece of origami</li>
<li>Travel to the Mayan city of Tikal in Guatemala</li>
<li>Have something named after me</li>
<li>Have a photo with the Hollywood sign</li>
<li>Live in at least 3 different continents</li>
<li>Do volunteer work</li>
<li>Go to Japan</li>
<li>Attend an authentic Highlands singsing in Papua New Guinea</li>
<li>Learn to keep eye contact with people comfortably</li>
<li>Be an extra in a film/music video/TV show</li>
<li>Go on safari</li>
<li>Experience waist high snow</li>
<li>Go to Machu Picchu</li>
<li>Get tickets to an Olympics opening ceremony</li>
<li>Meet the Dalai Lama</li>
<li>Go around the world</li>
<li>Learn to say hello in 40 languages</li>
<li>Trek in Kampala, Uganda</li>
</ul>
<p>It's pretty hard to make one of these up on the spot so I'm gonna keep updating it as I think of things.<br />
Make one yourslef - it really makes you think about what you want in life.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jobs (2)]]></title>
<link>http://ari3f.wordpress.com/?p=259</link>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 17:26:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>ari3f</dc:creator>
<guid>http://ari3f.wordpress.com/?p=259</guid>
<description><![CDATA[Hari ini gerimis. Karena gak ada kerjaan, maka buka-buka youtube dan lihat promosi iPhone yang dibaw]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hari ini gerimis. Karena gak ada kerjaan, maka buka-buka youtube dan lihat promosi iPhone yang dibawakan Stever Jobs. Jadi teringat postingan mengenai Jobs. Saya tuliskan beberapa quotes yang bagus dari buku iCon:</p>
<blockquote><p>We weren't going to find a place where we could go for a month to be enlightened. It was one of the first times that I started to realize that maybe Thomas Edison did a lot more to improve the world than Karl Marx and Neem Kairole Baba put together.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Intinya:</span> jadilah engineer, karena boleh salah tapi gak boleh bohong. kalo filosof, gak boleh salah tapi boleh bohong (baca: mengira-ngira). kalo salah, bisa-bisa banyak orang mati ...</p>
<blockquote><p>The willingness to attempt the unlikely or the unachieveable was one trait - perhaps one of the few - that he and Steve Wozniak shared.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Intinya:</span> dua orang itu beruntung: punya karakter sama, jadi sahabat baik dan buka usaha sama-sama. kalau cuma salah satu yang <em>nekat</em>, <strong>apple</strong> tidak akan pernah ada.</p>
<blockquote><p>I had learned one thing about the electronics business by then: you can't judge anybody by how young they are or how they look. The best engineers don't fit any mold.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Intinya:</span> yo ngomong ae lek insinyur mesthi rupone mblendhes ... hehe</p>
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perkenalkan, nama saya Sella]]></title>
<link>http://sellaselvana.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 06:04:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>sellaselvana</dc:creator>
<guid>http://sellaselvana.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Perkenalkan, nama saya Sella
Saya adalah anak yang imut, cantik dan manis
Saya orang yang menyenangk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h1>Perkenalkan, nama saya Sella</h1>
<p>Saya adalah anak yang imut, cantik dan manis</p>
<p>Saya orang yang menyenangkan luar biasa sampai-sampai anda akan membayar hanya untuk bicara dengan saya atau melihat mata saya yang bersinar seperti bintang kejora</p>
<p>Jika saya berjalan, cahaya peri seolah mengikuti langkah saya dan menyinari segala kegelapan yang merendung hari-hari anda.</p>
<p>Itulah saya yang ajaib dan luar biasa</p>
<h1>Dan penipuan</h1>
<p>ting ting ting</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Harus Beragama?]]></title>
<link>http://altanwir.wordpress.com/?p=247</link>
<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 07:54:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mullah</dc:creator>
<guid>http://altanwir.wordpress.com/?p=247</guid>
<description><![CDATA[Oleh AHMAD SAHIDIN, S.Hum
I
DALAM kitab “thabaqot assufiah” karya Zunnun al-Misri (796-860 M) me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh AHMAD SAHIDIN, S.Hum</strong></p>
<p>I<br />
DALAM kitab “thabaqot assufiah” karya Zunnun al-Misri (796-860 M) menceritakan bahwa dirinya sering diejek karena melakukan praktek-praktek agama yang dianggapnya tidak berguna. Suatu hari Zunnun bertemu dengan orang yang mengejeknya itu. Orang itu disuruhnya untuk menggadaikan cincin permata miliknya ke pasar dengan harga satu dinar. Dan ternyata di pasar tidak ada seorang pun yang membelinya. Kemudian orang itu datang kembali kepada Zunnun seraya mencemoohnya. Saat diperlakukan seperti itu sang sufi malah tersenyum dan menyuruhnya pergi ke ahli permata untuk menaksir harganya. Sesampainya di tempat ahli permata, cincin Zunnun yang dibawa orang itu ditawar seribu dinar. Setelah kembali, sang sufi berkata kepadanya, “pengetahuanmu tentang agama sama dengan pengetahuan orang-orang di pasar itu”.</p>
<p>Itulah catatan yang saya kira ada hubungannya dengan kehidupan di masyarakat kita. Terutama mereka yang hidupnya berada dalam lingkungan yang kurang taat dalam beragama. Seringkali mendapat kecaman bahwa ibadah-ibadah yang kita lakukan adalah kesia-siaan. Ada beberapa alasan yang biasanya mereka lontarkan, di antaranya shalat dan puasa itu hanya memperlemah fisik sekaligus membuang-buang waktu saja. Ngapain mengosongkan perut dan shalat tiap lima waktu sekali kalau tidak mengenyangkan perut, membuat fisik lemah dan mengganggu aktivitas saja. Inilah yang biasanya mereka jadikan hujjah (pegangan) dalam menolak “identitas” yang melekat di KTP-nya. <!--more--></p>
<p>Ya, bukankah monyet bila disodorkan dua pilihan, antara pisang dan emas 24 karat, pasti akan mengambil pisang. Benar, karena monyet tidak tahu nilai atau harga yang terkandung dibalik emas tersebut. Artinya, seseorang yang tidak punya pengetahuan (jahil) tentang nilai-nilai dan makna haqiqiyah maka akan menganggap agama sebagai penghambat kemajuan hidup. Al-Qur`an menyebut orang-orang yang bersikap demikian sebagai orang “buta” dan “tuli” (al-Baqarah [2]: 18). Mereka punya telinga tapi tidak mau mendengar, mempunyai mata tidak dipakai untuk membaca dan mengkaji sumber kebenaran, mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk merasakan dan menyadari adanya kebenaran. </p>
<p>Maka pantas bila Allah SWT memberi peringatan, “Barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat ia akan lebih buta dan lebih tersesat” (al-Isra’[17]: 72). Tepatnya bukan buta mata secara fisik melainkan buta mental dan spiritual dikarenakan telah terhalangi dengan kecintaan dunia dan tak sadar adanya akhirat. Faktor inilah yang saya anggap sebagai “berhala-berhala” yang menjadikan masyarakat terkena wabah sekuler dan agnotis (skeptis/ragu-ragu). </p>
<p>Biasanya, fenomena ini akan menjadi penyakit yang perlu diobati. Dengan cara apakah kita mengobatinya? Apa yang harus segera dilakukan jika melihat kondisi kehidupan masyarakat yang mulai cenderung sekuler dan agnotis, bahkan atheis? </p>
<p>Allah SWT dalam al-Quran berfirman, bebaskan budak dari perbudakan! (al-Balad:13). Saya mengartikan, ayat ini berkaitan dengan cara dalam memasarkan ajaran dan nilai-nilainya. Yang pertama adalah kita harus instrospeksi dan mengkritisi terhadap metode dan kemasan bahasa dakwah yang berkembang di tengah masyarakat kita. Kedua, memulai dari saat ini dan dari yang terkecil untuk merealisasikan dan membuktikan kepeduliannya terhadap kaum mustadhafin dengan memberikan berbagai bantuan dan kebutuhan-kebutuhan yang telah membuat mereka lupa atas identitas yang melekat di KTP-nya. Yang ketiga adalah mengajarkan ajaran-ajaran agama yang paling ringan, termudah dan tidak memberatkan dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Ini solusi praktis bagi masyarakat biasa. </p>
<p>Namun bagi mereka yang kualitas keilmuannya di atas rata-rata masyarakat, mau tak mau harus berani melakukan dialog yang kontruktif. Bukan destruktif. Oleh karena itu, sangat penting sekali mengenali agama dan makna yang terkandung di dalamnya, termasuk apakah manusia memang membutuhkan agama? Pertanyaan ini yang saya kira penting dan mendesak untuk dijawab. Sebab dengan jawaban yang jelas dan logis, sehingga mereka bisa menerima dengan yakin bahwa agama yang dianutnya itu bermakna bagi dirinya. </p>
<p>II<br />
ISTILAH agama merupakan terjemahan dari Ad-Din (dalam bahasa Arab). Ad-Dîn dalam Al Quran disebutkan sebanyak 92 kali. Secara bahasa, dîn diartikan sebagai balasan. Al Quran menyebutkan kata dîn dalam surat Al-Fatihah ayat 4, maliki yawmiddîn – “(Dialah) Pemilik (raja) hari pembalasan. Begitu juga pada sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, ad-dînu nashihah (Agama adalah ketaatan).</p>
<p>Sedangkan secara istilah, dîn diartikan sebagai sekumpulan keyakinan, hukum, dan norma yang dapat mengantarkan seseorang menuju kebahagiaan manusia. Kebahagian dan keselamatan inilah yang kadang sering menjadi cita-cita yang dikejar tiap umat manusia di dunia. Siapa sih yang tak mau bahagia? Tentu sedikit sekali orang yang tak menginginkan hal tersebut. Namun kebanyakan sangat berharap dengan kebahagiaan dunia dan akhirat.</p>
<p>Di dunia ini, Tuhan Yang Mahaesa telah memberikan jalan dan petunjuknya berupa agama yang dibawa para Nabi dan Rasul Allah. Juga ada, bila kita mau mengakuinya, agama yang didasarkan atas hasil proses berpikir dan perenungan yang mendalam, sehingga melahirkan pemikiran-pemikiran yang bisa mencerahkan masyarakat. Agama jenis ini biasanya dibawa para filsuf, mistikus, tokoh adat dan lainnya. Mereka mengembangkan dan menjalaninya disesuaikan konteks budaya lokal yang ditempatinya. Di Indonesia, dikenal beberapa aliran seperti Aliran Perjalanan (kepercayaan Sunda), Madrais (Agama Jawa Sunda), Agama Wetu Telu, dll. Betulkah kepercayaan-kepercayaan ini sebuah kebenaran yang dibenarkan atau diturunkan Ilahi? </p>
<p>Bagi saya, yang awam dalam persoalan ketuhanan, tak penting untuk dipertanyakan. Yang harus kita ungkap adalah, mengapa agama begitu penting bagi manusia? Atau butuhkah manusia dengan agama? </p>
<p>III<br />
HUSEIN al-Qaff, Assatidz Hauzah Ilmiyah Al-Jawad Bandung, mengatakan bahwa manusia merupakan satu spesies makhluk yang unik dan istimewa dibandîng makhluk-makhluk lainnya. Sebab ia berasal dari unsur hewani (materi) dan unsur ruhani (immateri). Bila dilihat dari sisi hewani, manusia bisa dikategorikan binatang. Namun dari kekuatan fisiknya, manusia tak bisa melebihi binatang—karena punya kelebihan-kelebihan yang tak dimiliki manusia.</p>
<p>Namun bila menyimak al-Quran Surat An-Nisa ayat 28 dan Ar-Rum ayat 54, Allah SWT menyatakan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah. Kemudian menjadi kuat, lalu setelah kuat kalian menjadi lemah dan tua. Karena itu, menurut Husein, sangat tak pantas bila manusia berbangga dengan penampilan fisiknya. Memang harus diakui kelebihan manusia terletak pada unsur ruhani (hati dan akal). Dengan akal, manusia yang lemah secara fisik dapat menguasai dunia dan mengatur segala yang ada di atasnya. Unsur akal pada manusia, awalnya masih berupa potensi (bil-quwwah) yang perlu difaktualkan (bil-fi’li) dan ditampakkan. Karenanya, wajar bila ada manusia yang lebih utama dari sebagian lainnya—karena hasil usahanya sendiri. Bahkan ada pula manusia yang menampakkan potensinya itu hanya untuk memuaskan tuntutan hewaninya—bahkan lebih dari hewan (QS. Al-A’raf : 170 dan Al-Furqan : 42).</p>
<p>Selain akal dan hati, fitrah termasuk unsur ruhani. Fitrah ini merupakan modal terbesar manusia untuk maju dan sempurna. Ayatullah Syahid Murtadha Muthahhari menyebutkan ada lima macam fitrah (kecenderungan) dalam diri manusia, yaitu mencari kebenaran (haqiqat), condong kepada kebaikan, condong kepada keindahan, berkarya (kreasi) dan cinta (isyq) serta kecendrungan untuk beragama.</p>
<p>Bila kita cermati, kecenderungan beragama ini merupakan fakta yang ada pada tiap diri manusia. Sadar atau tidak, manusia punya kecenderungan untuk menghubungkan dirinya dengan kekuatan yang Mahasempurna dan Mahasegalanya—sebagai bentuk ketidakberdayaannya.</p>
<p>Harus diakui bahwa tak mudah melihat apakah benar manusia punya kecenderungan beragama ini. Namun Al-Quran—mungkin juga agama-agama lainnya—mengakui bahwa manusia punya pilihan untuk beragama ataupun tidak. Ini tergantung manusianya. Apakah ia melakukan perenungan hingga mendapatkan pencerahan bahwa dirinya butuh agama? Atau sebaliknya, setelah perenungan itu meyakini bahwa ia tak membutuhkan agama? Namun harus diakui fitrah—beragama—itu ada dengan sendirinya. Hanya keberadaannya berbeda, ada yang kuat dan ada yang lemah—tergantung seberapa besar pengaruh-pengaruh yang menerpanya. Karena itu, manusia tidak harus dipaksa beragama.Tapi cukup untuk merenungkan hakikat dirinya dan keberadaan semesta ini—sehingga bila sadar ia dengan sendirinya mengakui dirinya tak berdaya dan membutuhkan Yang-Mahasegalanya. </p>
<p>Meski kecenderungan beragama ini bersifat pilihan, namun untuk menentukan yang pantas disembah yang menentukan akal. Jadi, mengapa manusia harus beragama? Jawabannya, beragama itu merupakan fitrah manusia—”Maka hadapkanlah wajahmu kepada dîn dengan lurus, sebagai fitrah Allah yang atasnya manusia diciptakan” (QS. Ar-Rum : 30).</p>
<p>Karena agama itu sebuah pilihan, sebagian Umat Islam menjadikannya pegangan hidup (way of life) dan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Islam agama yang luhur dari segi nilai-nilai dan secara praktek telah dibuktikan dalam sejarah, tatanan masyarakat yang dibangun Rasulullah SAW pada abad 7 Masehi sangat baik, aman, damai dan tercerahkan.</p>
<p>Wah, tentunya berat dan butuh proses panjang bila kita ingin merujuk dan meneladani sepak terjang Rasulullah SAW dalam menjalankan sekaligus menbentuk karakter beragama yang tercerahkan. Insya Alloh, kita akan sampai bila mau berupaya. </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memikul Beban Yang Lemah]]></title>
<link>http://risalahrasul.wordpress.com/?p=308</link>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 04:03:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://risalahrasul.wordpress.com/?p=308</guid>
<description><![CDATA[“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh, kami tidak memikulkan kewajib]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText2" style="text-align:center;"><strong><em>“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga ; mereka kekal di dalamnya.”</em><span> </span>(QS AL-Araf[7]:42)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kebahagiaan adalah kebutuhan hakiki setiap manusia. Jalan untuk meraihnya tidak seluruhnya lurus dan mulus. Kita akan menemukan jalan bergelombang penuh belokan dan tanjakan, tidak rata, berdebu, dan berkerikil. Meski banyak hambatan untuk meraihnya, kita harus menyakini bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang akan dirasakan setiap manusia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Seseorang akan merasa bahagia pada umumnya ketika ia sedang berada dalam kelapangan, misalnya saat mendapatkan rezeki berupa materi atau selamat dari suatu musibah. Tidak sedikit pula orang yang merasa bahagia saat dibebaskan dari kesulitan oleh orang lain. Seseorang yang hatinya sedang ruwet dan gelisah, akan kembali tenang, tentram, dan bahagia ketika dibantu dicairkan solusi oleh orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kita seharusnya mengambil jalan berbeda untuk mengambil jalan kebahagiaan. Jika orang lain berbahagia karena dibantu oleh yang lainnya, justeru kita harus berbahagia ketika membantu orang lain.<!--more--></p>
<p><strong>Tanggungjawab Sosial</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kita memiliki tanggung jawab sosial untuk memikul beban orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan. Kita harus bisa mencintai dan menikmati kerja sosial yang dapat meringankan penderitaan orang lain. Kita harus bahagia ketika kita melihat peluang ladang amal dan kita termasuk yang berpartisipasi di dalamnya. Sebaliknya, kita harus merasa sedih ketika ladang amal ada di depan mata, dan kita tidak dapat berpartisipasi di dalamnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Partisipasi kita dalam setiap ladang amal tidak selayaknya ditunggangi dengan niat untuk mencari keuntungan duniawi. Kita harus meluruskan niat, ikhlas karena Allah semata. Salah satu cara agar nita kita lurus, yaitu dengan membayangkan diri dalam kondisi lemah. Saat kita lemah, berada dalam kesulitan, tentu kita pun ingin dibantu orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sudah bagian dari sunatullah, Allah SWT akan membantu hamba-Nya selagi hamba-Nya mau membantu saudaranya. Dengan kenyakinan ini, kita tidak akan mengharap balas jasa dari orang yang kita bantu, karena harapannya hanyalah satu, Allah SWT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Aktif dalam kegiatan sosial akan membuat hati kita penuh kelembutan. Kesenangan dan kebahagiaan akan muncul ketika-ketika melihat orang lain yang kita bantu berbahagia. Saat kita menjenguk orang yang sedang sakit, ketika membantu kesulitan, saat mengangkat yang lemah, atau ketika menghibur yang terkena musibah bencana, kebahagiaan akan kita rasakan.</p>
<p class="MsoBodyText2">Bencana demi bencana yang datang silih berganti di negeri kita, seharusnya membuat kita makin peduli. Kita tidak bisa membanyangkan jika bencana itu menimpa kita atau anggota keluarga besar kita. Tentu kita pun akan bersedih seperti halnya mereka. Karena itu, latihlah diri kita dengan amal-amal sosial.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Keuntungan Membatu yang Lemah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Banyak keuntungan yang akan diperoleh seseorang jika ia menjadi orang dermawan atau rajin membantu orang lain. Diantaranya menumbuhkan cinta dan penghargaan kepada orang lain, memperluas hubungan sosial, menjauhkan diri dari sikap cuek yang dilarang agama, diangkat derajatnya, dan memudahkan datangnya pertolongan Allah kepadanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Rasulullah SAW bersabda, <em>“Harta tidak akan berkurang karena sedekah, Allah tidak akan menambahkan kepada seseorang yang suka memaafkan melainkan kemulian. Dan tidaklah seseorang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kerugian Membiarkan Orang Lain dalam Kesulitan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Rasulullah SAW melarang kita berdiam diri saat ada saudara kita yang membutuhkan pertolongan. Rasulullah mengatakan bahwa seorang muslim yang tidak peduli terhadap urusan umat Islam yang lain, bukan termasuk umatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Beberapa kerugian ynag akan diraih orang yang tidak peduli diantaranya, rezekinya akan sempit, mendapat laknat manusia dan murka Allah, dan tidak akan memperoleh ketenangan jiwa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Seorang Muslim yang selalu membantu yang lemah, adalah pemelihara sunah Rasulullah SAW. Di akhirat, Allah SWT akan mengganjarnya dengan surga. Semoga menjadi sebagai salah satu diantaranya. Wallahu a’lam bishshawwab.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mental pekerja, mental bangsa??]]></title>
<link>http://tandiawan.wordpress.com/?p=24</link>
<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 02:58:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>tandiawan</dc:creator>
<guid>http://tandiawan.wordpress.com/?p=24</guid>
<description><![CDATA[
MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA
TAUFIK ISMAIL
I
Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://tandiawan.files.wordpress.com/2008/08/indonesia032.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-26" src="http://tandiawan.wordpress.com/files/2008/08/indonesia032.jpg" alt="perubahan dari banyak cara" /></a></p>
<p>MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA</p>
<p>TAUFIK ISMAIL</p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">I</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;">Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Ke Wisconsin aku dapat beasiswa</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Sembilan belas lima enam itulah tahunnya</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Whitefish Bay kampung asalnya</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Kagum dia pada revolusi Indonesia</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Dadaku busung jadi anak Indonesia</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Dan mendapat Ph.D. dari Rice University</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Dulu dadaku tegap bila aku berdiri</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Mengapa sering benar aku merunduk kini</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"> </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">II</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;">Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Hukum tak tegak, doyong berderak-derak</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road,</span> <span style="font-family:Tahoma;">ebuh Tun Razak,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Dan kubenamkan topi baret di kepala</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Malu aku jadi orang Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;">III</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">berterang-terang curang susah dicari tandingan,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">peuyeum dipotong birokrasi </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">lebih separuh masuk kantung jas safari,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">agar orangtua mereka bersenang hati,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">sandiwara yang opininya bersilang tak habis </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">dan tak utus dilarang-larang,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">ciumlah harum aroma mereka punya jenazah, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">sekarang saja sementara mereka kalah, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">kabarnya dengan sepotong SK </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">jadi pertunjukan teror penonton antarkota </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">tak pernah bersedia menerima skor pertandingan </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">yang disetujui bersama,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku rupanya sudah diputuskan </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku ada pembunuhan, penculikan </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Nipah, Santa Cruz dan Irian, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">ada pula pembantahan terang-terangan </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">yang merupakan dusta terang-terangan </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">di bawah cahaya surya terang-terangan, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">saksi terang-terangan,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada, </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;">IV</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;">Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Hukum tak tegak, doyong berderak-derak</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza </span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Dan kubenamkan topi baret di kepala</span><br />
<span style="font-family:Tahoma;">Malu aku jadi orang Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">kalo gue baca, terus mikirin bakal gimana, pasti akhirnya malahan bingung. Tapi kalo diresapi ada juga rasa pengen berubah. Bapak Taufik Ismail ini mungkin udah jengah sama keadaan negeri kita ini ( Indonesia udah pasti). dibodohi dan terus ditipu sama kaum elit Indonesia. Mungkin bagi yang belum tau gimana dan bagaimana kita dibodohi, tak perlu dan jangan  dirasakan, mencoba dan berusaha ingin tahu. Kecuali kalau memang ingin berubah dan berusaha merubah bangsa ini menjadi lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal">Bapak Taufik Ismail, mungkin mengajak kita untuk merenungkan bagaimana keadaan nasib kita yang makin hari makin mundur. sangat jauh dari prinsip "berubah". Siapa yang salah? apa yang salah? dan dimana salahnya? Gue gak bisa jawab. otak gue belom bisa nerjemahin berapa kuat pengaruhnya zaman orde baru sama diri gue. karena itulah gue gak bisa jawab. Mungkin bapak Taufik ismail ini merasakan 2 rezim yang berbeda, sehingga ia bisa berucap seperti ini.</p>
<p class="MsoNormal">tulisan diatas mungkin jadi penuntun aja biar semua jadi tahu.</p>
<p class="MsoNormal">balik lagi ke kesalahan siapa tadi? menurut gue, Bukan salah gue kalo sekarang gue gak bisa apa-apa buat negara gue. Gue dididik dengan prinsip2 yang (baru akhir-akhir ini gue sadar) salah. Gue dididik bukan sebagai manusia yang berproduksi, tapi manusia dengan mental pekerja. bekerja dan bekerja. hidup gue konsumeris dan gak pernah berfikir untuk menciptakan apa yang gue inginkan. kalo gue ada keinginan, gue akan bekerja supaya gue punya duit dan bekerja lagi untuk mencari barang tersebut. Bukan berusaha untuk menciptakan barang tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">gue awalnya berpikiran untuk gimana caranya supaya hidup gue enak dan tentram. gue keluar kuliah, selesai dengan cepat dan dapat nilai bagus supaya gue bisa "bekerja" dapet duit terus gue punya anak terus gue didik anak gue supaya kaya gue. udah diatur dan semuanya seperti itu. dan cita-cita gue cuma satu, "gimana caranya gue bisa dapet duit banyak supaya gue bisa ngehidupin keluarga gue nanti tanpa harus "bekerja"? (secara gak sadar, manusia Indonesia yang bermental pekerja akan sama pemikiranya dengan gue. Walaupun dirinya mengaku tak pernah seperti itu.)</p>
<p class="MsoNormal">(menurut gue, harapan dan cita-cita orang2 yang selalu bekerja adalah bagaimana caranya biar dia bisa tetap bertahan hidup tanpa harus  "bekerja". karena dengan seperti itu, dia merasa menang dengan kehidupanya, padahal satu hal penting dari manusia adalah bagaimana tanggung jawab dirinya terhadap manusia disekitarnya. mayoritas anak-anak manusia di Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk bekerja, bukan untuk berproduksi menghasilkan karya)</p>
<p class="MsoNormal">Gue sempet mikirin apa yang salah dengan prinsip kaya gitu. Yang jelas, hidup gue udah terkotak-kotakin. udah bisa diprediksi kapan gue bakalan jatuh, bangun dan biasa-biasa aja. dan kalo diprediksi, akan selamanya bangsa ini bakalan jadi bangsa yang terus mengekspor "pekerja-pekerja". Kasihan Tanah air kita ini. berjuang melalui karya dan membangkitkan bangsa yang sedang tidur dengan membuat karya akan lebih baik jika kita masih saja mengandalkan otot dan tulang kita untuk membangun. dan ingat, membangunkan  dan mempertahankan bangsa melalui budaya, bukan mempertahankan bangsa dari serangan fisik.</p>
<p class="MsoNormal">Semoga kita bisa menyadari bahwa kita punya tanggung jawab dengan kehidupan ini.</p>
<p class="MsoNormal">Kalo bisa milih, gue gak pernah mau hidup dengan beban kehidupan. Hidup untuk menghasilkan karya dan selalu berubah. dengan kita bisa berproduksi ( bukan hanya reproduksi) dan menghasilkan sebuah kritikan tentang diri kita sendiri, maka kita akan selalu memahami harus seperti apa diri kita dan tahu apa yang harus kita korbankan untuk bangsa ini.</p>
<p class="MsoNormal">sayangnya gue baru bisa berharap dan mencoba untuk merubahnya....</p>
<p class="MsoNormal">Tulisan ini terlahir dari ke-MUAK-an gue terhadap segalanya terutama diri gue sendiri…</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;">tan_diawan</p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Filsafat Bolak Balik]]></title>
<link>http://nyurian.wordpress.com/?p=106</link>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 23:31:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>nyurian</dc:creator>
<guid>http://nyurian.wordpress.com/?p=106</guid>
<description><![CDATA[ Filsafat Bolak Balik 

Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.
Sudah tua, korbankan harta cari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="font-size:small;font-family:inherit;"><span style="font-size:12pt;font-family:inherit;"><img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&#38;ik=fa6b2f5082&#38;realattid=0.1&#38;attid=0.1&#38;disp=emb&#38;view=att&#38;th=11b9b48d8f81d069" alt="" width="62" height="122" /> </span></span><strong><span style="font-size:large;font-family:inherit;color:red;"><span style="font-size:18pt;font-weight:bold;font-family:inherit;color:red;">Filsafat Bolak Balik</span></span></strong><span style="font-family:inherit;color:silver;"><span style="font-family:inherit;color:silver;"> </span></span><span style="font-family:inherit;"><span style="font-family:inherit;"><img src="http://mail.google.com/mail/?ui=2&#38;ik=fa6b2f5082&#38;realattid=0.1&#38;attid=0.1&#38;disp=emb&#38;view=att&#38;th=11b9b48d8f81d069" alt="" width="62" height="122" /></span></span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:inherit;"><span style="font-size:12pt;font-family:inherit;"><br />
Masih muda, korbankan kesehatan cari harta.<span style="color:red;"><span style="color:red;"><br />
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan<br />
</span></span><span style="color:silver;"><span style="color:silver;"><br />
</span></span>Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara<span style="color:red;"><span style="color:red;"><br />
Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing<br />
</span></span><span style="color:silver;"><span style="color:silver;"><br />
</span></span>Orang kaya mampu beli ranjang enak,<br />
tapi gak bisa tidur enak (stress...euiii)<span style="color:red;"><span style="color:red;"><br />
Orang miskin gak mampu beli ranjang enak, </span></span><br />
<span style="color:red;"><span style="color:red;">tapi bisa tidur enak (capek jadi kuli)</span></span></span></span></p>
<p style="text-align:center;">Orang kaya punya duit buat foya-foya,<br />
tapi gak punya waktu<span style="color:red;"><span style="color:red;"><br />
Orang miskin punya waktu buat foya-foya, </span></span><br />
<span style="color:red;"><span style="color:red;">tapi gak punya duit</span></span></p>
<p style="text-align:center;">Masih muda pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan<span style="color:red;"><span style="color:red;"><br />
Udah kaya gak punya waktu buat nikmatin kekayaan<br />
Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan </span></span><br />
<span style="color:red;"><span style="color:red;">udah keburu tua gak ada tenaga</span></span><br />
<span style="color:red;"><span style="color:red;">Bersyukurlah dan nikmati apa yang telah kita dapat</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mas To]]></title>
<link>http://allgoneandwillback.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 01:07:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>masly</dc:creator>
<guid>http://allgoneandwillback.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Mas To, orangnya cerewet
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mas To, orangnya cerewet</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Web Designer asal Indonesia direview www.smashingmagazine.com]]></title>
<link>http://tech19.wordpress.com/?p=37</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 06:06:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>uniqueopini</dc:creator>
<guid>http://tech19.wordpress.com/?p=37</guid>
<description><![CDATA[


Web Designer asal Indonesia Melissa Hie adalah lulusan Computer Design UCLA Amerika yang punya ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-38 alignleft" src="http://tech19.wordpress.com/files/2008/07/19.jpg?w=200" alt="" width="200" height="246" /></p>
<p><!-- ======================================================= --><!-- Created by AbiWord, a free, Open Source wordprocessor. --><!-- For more information visit http://www.abisource.com. --><!-- ======================================================= --></p>
<p><!-- ======================================================= --><!-- Created by AbiWord, a free, Open Source wordprocessor. --><!-- For more information visit http://www.abisource.com. --><!-- ======================================================= --></p>
<p align="justify"><span style="font-size:medium;">Web Designer asal Indonesia Melissa Hie adalah lulusan Computer Design UCLA Amerika yang punya karya web yang menarik. Situs hasil designnya memperoleh review positif dari</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:medium;"> www.smashingmagazine.com.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:medium;">Pertama mencoba situsnya, kami mengira menggunakan teknologi flash, namun ternyata situs ini menggunakan java script biasa.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:medium;">Situs web ini memang menarik, loading relatif cepat, namun berisi design situs web yang unik. Kami melihatnya seperti dinding yang berbeda-beda yang bergeser dari satu ruang ke ruang yang lain yang beraneka warna. Cukup kreatif, meski sebenarnya konsepnya sederhana.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:medium;">Namun melihat situs web 2.0 sekarang yang kebanyakan seperti magazine/majalah, karya Melissa Hie ini layak di tampilkan karena unsur seni yang menonjol.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size:medium;">Anda dapat melihat karyanya di <a href="http://melissahie.com/" target="_blank">sini</a></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-size:medium;">Dan profilnya di <a href="http://www.smashingmagazine.com/2008/04/30/best-of-april-2008/" target="_blank">sini</a> dan <a href="http://www.phirhobruins.com/?author=1" target="_blank">di sini</a>.</span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
<p align="justify">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebelas Kebiasaan Aneh Orang Indonesia]]></title>
<link>http://kutchlux.wordpress.com/?p=414</link>
<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 04:19:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>kutchlux</dc:creator>
<guid>http://kutchlux.wordpress.com/?p=414</guid>
<description><![CDATA[
Dear OCehan,
Tulisan ini bukanlah utk bersifat menjelek2an bangsa sendiri. ini hanya heran saja den]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/map-bms/thumb/8/86/Punakawan.jpg/250px-Punakawan.jpg" alt="" width="160" height="80" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>Dear OCehan,</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini bukanlah utk bersifat menjelek2an bangsa sendiri. ini hanya heran saja dengan kebiasaan orang2 yang ts temui pada umumnya dikehidupan sehari - hari. ini tidak mengerti kenapa mereka melakukannya padahal sebetulnya tidak perlu dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kutchlux.com/blog/?p=666">klik disini</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Quote hari ini]]></title>
<link>http://bocahcilik.wordpress.com/?p=160</link>
<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 02:28:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>bocahcilik</dc:creator>
<guid>http://bocahcilik.wordpress.com/?p=160</guid>
<description><![CDATA[semakin anda ngomong banyak, menunjukkan anda semakin salah !! *
shit !!! gelo pisan nih orang. liat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>semakin anda ngomong banyak, menunjukkan anda semakin salah !! *</p>
<p>shit !!! gelo pisan nih orang. liat orang pertama kali. denger juga baru sekali ini. ee... beraninya menjustifikasi orang seenaknya.</p>
<p><em>* kutipannya orang kegedean kepala.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jobs]]></title>
<link>http://ari3f.wordpress.com/?p=237</link>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 17:39:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>ari3f</dc:creator>
<guid>http://ari3f.wordpress.com/?p=237</guid>
<description><![CDATA[Buku iCon yang menceritakan kisah hidup Steve Jobs dari masa kecil, masa terpuruk dan bangkit kembal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Buku <strong>iCon </strong>yang menceritakan kisah hidup Steve Jobs dari masa kecil, masa terpuruk dan bangkit kembali, saya temukan di Borders. Belum tuntas sih bacanya, karena baru minggu lalu belinya, dan kesempatan baca buku sangat sempit. Malam hari biasanya langsung tewas. </p>
<p style="text-align:justify;">Steve Jobs adalah pendiri Apple dan businessman yang sukses dari Amerika. Ia membidani personal computer yang canggih dalam hal grafik, Macintosh. Ia bersama tim Apple mengunjungi laboratorium Xerox dan membajak chief scientist di sana serta teknologi terbaru mereka: mouse dan kursor. Dari tiga bab yang dibaca, tersurat bahwa Steve adalah orang yang gigih dalam memperjuangkan keinginan dan visinya. Ia sangat jeli membaca pasar, tahu sekali apa yang pasar inginkan dalam hal teknologi informasi dan komputer. Ia pandai memanfaatkan engineer yang handal, mencipta sesuatu dan visioner. Intinya: perintis teknologi dan mereka yang bercita-cita membuat start-up company bisa belajar dari Steve Jobs. Selanjutnya .... mesti baca lagi :)   </p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-238" src="http://ari3f.wordpress.com/files/2008/07/0471720836.jpg?w=196" alt="" width="196" height="300" /></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Man Who Loved Only Numbers-Paul Erdos]]></title>
<link>http://tutee.wordpress.com/?p=250</link>
<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 15:04:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>tutee</dc:creator>
<guid>http://tutee.wordpress.com/?p=250</guid>
<description><![CDATA[minggu lalu pergi ke expo karena ada sale buku2 perpusatakaan..buku2 diobral 2 dolar saja..pengunjun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">minggu lalu pergi ke expo karena ada sale buku2 perpusatakaan..buku2 diobral 2 dolar saja..pengunjung yg datang lumayan banyak..tapi buku2 yg dijual rata2 buku lama dan isinya banyak yg udah ngga up to date lg. gw cuma beli buku2 buat olit n buku dekorasi..tapi best buy hari itu adalah buku <strong>"The Man Who Loved Only Numbers"</strong>..</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://tutee.wordpress.com/files/2008/07/images1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-252" src="http://tutee.wordpress.com/files/2008/07/images1.jpg?w=84" alt="" width="84" height="129" /></a> beruntung banget mata gw sempet melirik tu buku, judulnya itu yg bikin gw penasaran..ternyata isinya ttg kehidupan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Erd%C5%91s" target="_blank">Paul Erdös</a> (dibaca ky air-dish-menurut buku ini)..prodigy dari hungaria. Saking cintanya sama angka dan hasratnya untuk selalu memecahkan persoalan matematika, dia ngga menikah dan selama hidupnya dia pergi berkeliling dari satu tempat riset/universitas ke universitas lain hanya dg membawa koper dan duit seadanya. dia memenangkan Wolf Prize, penghargaan paling bergengsi dibidang matematika, dan dari $ 50.000 yg dia dapat, dia cuma menyimpan  $720 buat dirinya, sisanya disumbangkan untuk mendirikan lembaga pendidikan di Israel. Dia pernah pergi ke jepang hanya dg bermodalkan satu koper berisi baju2nya dan uang 50 dolar saja. hidupnya unik. sama menariknya dg Richard Feynman. hidup mereka berdua pun dituangkan dalam bentuk film, bedanya erdös bermain sebagai dirinya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia menulis 1.475 paper ilmiah..orang yg pernah bekerjasama langsung dg erdös diberi gelar erdös no.1; orang yg bekerja sama dg orang yg pernah bekerja langsung dg erdös berarti erdös no. 2, dst..einstein berada pd erdös no.2...erdös juga rasanya satu2nya orang yg memanggil epsilon pd anak2 kecil krn epsilon dalam matematika berarti jumlah yg kecil...dia mempunyai bahasanya sendiri. sejak ibunya meninggal, erdös menghabiskan 19 jam sehari untuk matematika. <em>"A mathematician, is a machine for turning coffee into theorems"</em>..dan setiap ditanya kenapa dia tak banyak beristirahat, erdös akan selalu menjawab, banyak waktu untuk beristirahat nanti ketika kita dikuburkan.</p>
<p style="text-align:justify;">yg pasti buku ini menarik sekali...gw jg belum sempat baca sampai habis..baru depan2 aja...kita lg berusaha buat dapetin filmnya feynman n erdös. jenius tapi eksentrik. hmmm..menarik!!!!</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
