<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>negatif &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/negatif/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "negatif"</description>
	<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 22:01:37 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[hal negatif adalah hal yang wajar...]]></title>
<link>http://pocong.wordpress.com/2008/08/19/hal-negatif-adalah-hal-yang-wajar/</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 03:13:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>echo</dc:creator>
<guid>http://pocong.wordpress.com/2008/08/19/hal-negatif-adalah-hal-yang-wajar/</guid>
<description><![CDATA[pernah kita perhatikan sekeliling kita?
coba perhatikan orang-orang yang sedang dikantin&#8230;
coba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>pernah kita perhatikan sekeliling kita?</p>
<p><em>coba perhatikan orang-orang yang sedang dikantin...</em></p>
<p><em>coba perhatikan orang-orang yang ada di restoran...</em></p>
<p><em>coba perhatikan orang-orang yang ada disekitar kita...</em></p>
<p><!--more-->
<p>apa yang mereka bicarakan?</p>
<p>hmmm</p>
<p><strong>hampir 75% keluhan...</strong></p>
<p>&#160;</p>
<p>coba perhatikan di televisi atau di media berita lainnya.</p>
<p><strong>hampir 75% berita soal kenegatifan, baik itu korupsi, pembunuhan, pemerkosanaan, pokoknya semua hal yang berbau negatif</strong> :D </p>
<p>&#160;</p>
<p><em>lantas, wajarkah kita selalu berpikir negatif</em></p>
<p><em></em>&#160;</p>
<p><em>wajar, atau tidak itu terserah anda...</em></p>
<p><em>yang penting, jika ingin berubah, rubahlah cara berpikir kita yang negatif </em>:D</p>
<p>&#160;</p>
<p>saat berkata</p>
<p>"saya tidak mau menjadi orang yang bodo"</p>
<p>bukankah lebih baik berkata</p>
<p>"saya harus menjadi orang yang pintar"</p>
<p>&#160;</p>
<p>saat berkata</p>
<p>"saya tak mau punya banyak hutang"</p>
<p>bukankah lebih baik berkata</p>
<p>"saya harus berusaha mendapatkan urang yang banyak"</p>
<p>&#160;</p>
<p>jika negatif adalah hal yang wajar.</p>
<p>apakah kita harus berlaku tidak wajar?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Usah keliru antara ibadah dan bazar Ramadan]]></title>
<link>http://chairulfahmy.wordpress.com/?p=118</link>
<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 07:23:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>chairulfahmy</dc:creator>
<guid>http://chairulfahmy.wordpress.com/?p=118</guid>
<description><![CDATA[Oleh Chairul Fahmy Hussaini
SARANAN beberapa pembaca agar masyarakat kita tidak lagi menganjurkan ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Chairul Fahmy Hussaini</p>
<p>SARANAN beberapa pembaca agar masyarakat kita tidak lagi menganjurkan bazar semasa Ramadan harus direnungi ertinya.</p>
<p>Konteksnya meluas dari segi pengamalan Islam dan konteks masyarakat majmuk.</p>
<p>Sejauh mana kita mengerti Islam dan memahami syariatnya?</p>
<p>Apakah dengan meniadakan bazar bermakna kita dapat menjadi seorang Muslim yang baik dalam bulan Ramadan?</p>
<p>Apakah dengan meniadakan bazar semasa bulan mulia itu, kita yakin masyarakat dapat 'meriahkan Ramadan dengan ibadah dan amal yang mencerminkan kebaikan dan keihsanan masyarakat Islam'?</p>
<p>Persoalan sedemikian amat perlu kita kupas secara lebih mendalam, sesuai dengan konteks sekitaran Islam yang semakin meningkat dan zaman penyejagatan yang kian terbuka.</p>
<p>Atas sebab itu, timbul keresahan dan tercuit juga kebimbangan apabila membaca saranan beberapa individu agar ditiadakan bazar sempena Ramadan.</p>
<p>Bimbang kerana ia akan menimbulkan pandangan serong, pemahaman negatif atau rasa kurang senang masyarakat lain terhadap kita.</p>
<p>Apatah lagi, dalam sekitaran kehidupan masyarakat Islam dan dunia Barat hari ini, kita sering disalah tanggap masyarakat bukan Islam sebagai bersikap eksklusif - tidak terbuka dan lebih senang berkumpul sesama sendiri.</p>
<p>Masyarakat Melayu/Islam hari ini perlu bijak membezakan:</p>
<li>keperluan agama atau ibadah, dan </li>
<li>keperluan ekonomi. Islam ialah cara hidup sempurna sepanjang masa.</li>
<p> </p>
<p>Oleh itu, Muslim perlu pendekatan progresif.</p>
<p>Bukan saja di Singapura, bahkan seantero Dunia Muslim, termasuk di dua kota suci, terdapat bazar sepanjang Ramadan.</p>
<p>Lihat bagaimana meriahnya suasana bazar yang diadakan di hampir kesemua negara Timur Tengah dan Asia - Malaysia dan Indonesia, tidak terkecuali.</p>
<p>Mungkin kita tidak perasan bahawa kemeriahan bazar itu sendiri mampu memperkukuh ikatan sosiobudaya antara masyarakat berbilang kaum. Pokoknya, kita mesti tahu menguruskannya dengan halus dan bijaksana.</p>
<p>Menerusi bazar Ramadan/Syawal juga kita dapat melihat keunikan yang dibawa para peniaga musiman.</p>
<p>Malah, seorang rakan berpendapat, bazar Ramadan merupakan wadah bagi peniaga kecil Melayu merebut peluang niaga.</p>
<p>Dengan meniadakan bazar Ramadan semata-mata kerana agama, apakah kita mahu menutup sumber rezeki peniaga kecil kita? Begitulah pertanyaannya.</p>
<p>Ada juga bertanya: Sejauh mana masyarakat Muslim di sini yang sebahagian besarnya berbangsa Melayu mahu mendahulukan agama daripada tradisi dan warisan bangsa?</p>
<p>Pertanyaan ini jika diteliti, akan menimbulkan satu dilema.</p>
<p>Bagi sesiapa yang mahu meningkatkan ibadah sepanjang Ramadan, maka silakanlah. Tetapi jika ingin membeli-belah, tersedia bazar.</p>
<p>Yang utama kita perlu teliti daripada memberi isyarat yang salah: kepada umat Islam sendiri dan majoriti bukan Muslim.</p>
<p>Hampir setiap agama ada unsur komersialnya termasuk Krismas. Pokoknya, penganutnya perlu berpada-pada dalam mengimbangi unsur komersial tadi.</p>
<p>Di dalam Al-Quran terdapat perihal urusan musim haji dan izin Ilahi untuk berniaga. Hanya peringatan Ilahi: agar beradab dalam berniaga.</p>
<p>Oleh itu, asatizah dan ulama kita perlu menjelaskan kepada umat Islam agar berimbang dalam setiap hal, termasuk urusan ibadah dan ekonomi.</p>
<p>Islam itu lengkap dan memudahkan. Usahlah kita keliru.</p>
<p>Berita Harian &#124; Komentar<br />
Selasa, 18 Ogos 2008<br />
16 Syaaban 1429H</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[CaRmUk]]></title>
<link>http://mediautamie.wordpress.com/?p=123</link>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 13:32:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>mediautamie</dc:creator>
<guid>http://mediautamie.wordpress.com/?p=123</guid>
<description><![CDATA[‘ Kasusnya…”
 
Dalam sebuah unit kerja, pastinya terdiri dari beberapa individu yang berbeda ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">‘ Kasusnya…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">Dalam sebuah unit kerja, pastinya terdiri dari beberapa individu yang berbeda karakter, sifat, style, dan prinsip kerja. Namun bagaimanapun jika kita terikat di dalamnya pastinya harus memahami, mengerti, dan menjalankan apa yang yang menjadi target kelompok tersebut. Dalam kesehariannya juga pasti tidak luput dari benturan-benturan prinsip, pola pikir, dan gaya bekerja. Lumrah terjadi selama itu bisa diolah menjadi motivasi meningkatkan kinerja, namun jika mengarah ke kondisi yang abnormal/ negatif, perlu digarisbawahi dengan tinta merah, alias warning! Apalagi nantinya bisa didefinisikan “kebiasaan negatif. Salah satu kasusnya…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">Satu- dua orang dalam kelompok memiliki perilaku “unik” yang sudah dikenal rekan2 lain dalam kelompoknya. Setiap apa yang tidak dia suka, tidak berkenan di hatinya atau bertolak belakang dengan pola pikirnya, tanpa ba-bi-bu di laporkan ke atasannya. Sedikit-sedikit “itu lho pak, si anu itu gitu ya pak…” satu dua kali seperti itu sebenarnya masih bisa dimaklumi, apalagi disampaikan dalam kondi “guyon” atau berkelakar. Namun jika sudah dianggap “trade-mark” seseorang oleh rekan-rekan yang lain, ada baiknya diperingatkan. It’s not a wise habits guys!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">“ I <span> </span>think…”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">Sekali dua kali bolehlah di tolelir dengan asumsi, ee.. anak ini keceplosan kali, ngomong gak tau sikon dan gak tau berhadapan dengan siapa. Kalau sudah meresahkan alias bolak-bolik perlu ditegasin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">Jikapun mau merubah orang dengan lapor melulu, menurutku itu bukan tindakan yang arif dan dewasa. Oke lah kalau seseorang yang bermasalah itu sudah tidak bisa diajari, dikasih tau juga tidak bisa. Namun jika dikit2 lapor, dikit2 ngomongin ke atasan tentang hal yang seharusnya bisa diatasi sendiri, menurutku itu bukan tindakan bijaksana. Jika mau berpikir lebih mature, terutama dalam bekerja, kita tidak hanya bekerja demi gaji, level, tapi juga meningkatkan sikap profesional dan leadership. Belajar memberitahu orang, belajar mempengaruhi orang untuk kemajuan orang lain itu nantinya manfaatnya untuk diri kita sendiri. Bagaimana mau jadi generasi penerus bahkan peminpin kalau mau ngasih tau orang aja bagaimana hal yang lebih baik harus pakai perantara atasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">Akhirnya ekses dari kebiasaan diatas, bisa membuat rekan-rekan kerjanya beranggapan orang seperti itu “Orang Carmuk” alias cari muka.<span>  </span>Walaupun sebenarnya niatnya hanya biar dia diberitahu lewat orang lain. Namun bisa menumbuhkan penafsiran lain yang negatif, contohnya, jika dilakukan berkali-kali akan dikira suka cari muka, tukang wadul (= lapor, jawa), bahkan childish. Karena sebenarnya hal kecil seharusnya di atasi sendiri, masih harus bawa-bawa atasan. Juga kadang akan dianggap tukang njeplak atau nyeplos, gak tau sikon. Bahkan terkadang orang seperti ini cenderung eksklusif, dekatnya dengan orang tertentu saja, yang dianggap pas “style”nya dengan dia, jadi kelihatannya gak butuh siapa-siapa. Jadi cuek saja mau bersikap seperti yang dia mau. Tidak mau memikirkan orang lain, elu-elu gue-gue… Jadi dengan melempar masalah kepada atasan bisa membuat dia cuci tangan dan kelihatannya “save” bagi dia. Padahal itu menunjukkan kekerdilan seseorang dalam menghadapi sebuah “kondisi”.<span>  </span>Efeknya bisa mengganggu hubungan individu dan akhirnya berpengaruh ke dalam teamwork jadi tidak kondusif. Serba curiga, ga k enak ati, menjadikan kekompakan tim dalam pencapaian target tim tidak optimal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;">Bertoleransi dan mengkomunikasikan hal-hal yang menurut kita bisa membuat kita dalam sebuah tim kerja kepada orang lain adalah hal yang wajib kita pelajari. Terkadang memang membuat bete berhadapan dengan orang seperti itu <span> </span>tapi bagi saya sih itu tantangan menghadapi orang seperti itu untuk selalu mengambil sisi positifnya. Simpel saja, tidak perlu emosi berhadapan dengan model orang seperti itu namun perlu tegas. Biasanya orang seperti itu memang senangnya menghapalkan tingkah laku buruk orang tanpa berkaca pada dirinya sendiri yang mungkin saja sama bahkan lebih buruk. Sesekali pada moment yang tepat ingatkan dia tenang kekurangan dia juga. Bukannya di sunnahkan Rasulullah untuk mengingatkan sesamanya sampai dengan tiga kali. Jika lebih dari itu sudah bukan menjadi kewajiban, tapi tetap kesadaran kita. Orang dengan habit seperti itu bahkan jika diambil positifnya akan bermanfaat buat kita. Menjadikan kita lebih hati2 dan lebih baik dalam bekerja, agar tidak jadi santapan atau bulan-bulanannya. Malah kasihan lho dengan orang seperti ini, seperti pepatah “gajah di pelupuk mata tidak kelihatan” alias kesalahan sendiri tidak sadar, suka banget lihat orang bikin salah. Mau dia carmuk, main aman aja, atau pengen nunjukin “ nih guwe”, atau tidak toleran dengan teman sendiri karena merasa tidak butuh, terserah dia sih… dan pada akhirnya dia juga mendapat keuntungan, toh masih ada “juri” yang Paling Adil. Dunia pasti terus berputar, dan orang tulus belum tentu mendapat nilai paling baik di mata sesamanya, tapi pasti kemenangan ada di dalam hati dan pasti tercatat oleh-Nya… Don’t worry n keep fight to make a changes for all…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hal Negatif &amp; Dirimu]]></title>
<link>http://surgagelenggeleng.wordpress.com/?p=74</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 09:14:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>surgagelenggeleng</dc:creator>
<guid>http://surgagelenggeleng.wordpress.com/?p=74</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Kalau kamu berpikir tentang hal-hal yang negatif, terutama tentang dirimu sendiri, maka selur]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>"Kalau kamu berpikir tentang hal-hal yang negatif, terutama tentang dirimu sendiri, maka seluruh dunia ini dan semua elemen yang ada di dalamnya, sedang bergerak untuk mewujudkan apa yang kamu yakini itu."</p>
<p>Sumber: Buku "Rahasia Menjadi Kaya" oleh 'Josua' Iwan Wahyudi, terbitan Elex Media Komputindo Jakarta, terbitan tahun 2008, halaman 78.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sugesti Positif, Obat Segala Penyakit]]></title>
<link>http://kamal87.wordpress.com/?p=87</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 13:45:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>kamal87</dc:creator>
<guid>http://kamal87.wordpress.com/?p=87</guid>
<description><![CDATA[Wahh… udah lama juga gak ngeblog. Akhirnya sekarang baru sempat. Beberapa minggu belakangan ini sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Wahh… udah lama juga gak ngeblog. Akhirnya sekarang baru sempat. Beberapa minggu belakangan ini saya sedang disibukkan oleh Kerja Praktek. Saya harus ngutak-ngatik <a href="http://www.openbravo.com/" target="_blank">openbravo</a> dengan printer dan cash drawernya. Seru juga sih ngutak-ngatik gituan. Nanti kapan-kapan saya mau tulis tutorial lengkapnya deh <img class="wp-smiley" src="http://mustafakamal.biz/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> Sebelumnya saya sudah sempat posting juga salah satu tutorial tentang openbravo ERP disini: <a href="http://mustafakamal.biz/2008/07/23/openbravo-erp-empty-region-problem/" target="_blank">Openbravo ERP Empty Region Problem</a>.</p>
<p>Berkaitan dengan judul diatas, sebenarnya mungkin kurang tepat. Tapi karena saya bingung memilih judul yang ringkas, akhirnya terpilihlah kalimat tersebut sebagai judul dari postingan kali ini. Sugesti positif, obat segala penyakit.</p>
<p>Kalau tadi saya bilang bahwa judulnya kurang tepat, maka disini saya jelaskan dulu dimana letak ketidaktepatannya. Sebenarnya sugesti positif itu bukanlah obatnya. Namun dengan sugesti positif itu paling tidak kita tidak akan terlalu merasa sakit dengan sakit yang memang kita alami. Hmm… bingung ya… <img class="wp-smiley" src="http://mustafakamal.biz/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> nih saya kasih contoh.</p>
<p style="text-align:right;"><a href="http://mustafakamal.biz/2008/08/06/sugesti-positif-obat-segala-penyakit/" target="_blank">Baca contohnya di blog utama saya ya :) MustafaKamal.biz - Sugesti Positif, Obat Segala Penyakit</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Siapkan Hotel, Karaoke hingga Perempuan Untuk Melobi Anggota DPR !]]></title>
<link>http://syamsudinprasetyo.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 19:11:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>syamsudinprasetyo</dc:creator>
<guid>http://syamsudinprasetyo.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[MIRIS benar memperhatikan prilaku negatif anggota DPR. Fasilitas yang telah diberikan kepada mereka ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>MIRIS benar memperhatikan prilaku negatif anggota DPR. Fasilitas yang telah diberikan kepada mereka ternyata tidaklah mampu menjadi wakil rakyat yang diharapkan. Simaklah pengakuan mantan anggota DPR yang kini menjadi hakim konstitusi Mahfud MD.</p>
<p>Dalam laporan kekayaan penyenyelenggaraan negara, Mahfud menceritakan pendapatan per bulan selama menjadi anggota DPR sebesar Rp 48 juta belum termasuk bantuan sewa rumah sebesar Rp 12 juta per bulan karena perumahan anggota DPR sedang direnovasi.</p>
<p>Tentu jauh dari pendapatan masyarakat umum yang diwakilinya. Itupun, para wakil rakyat tetap sering mengeluhkan minimnya fasilitas yang mereka nikmati. Mereka tidak jarang meminta fasilitas tambahan, hingga pembelian mesin cuci.<br />
Ternyata semua fasilitas yang diberikan negara belumlah cukup, sehingga sebagian anggota DPR pun meminta ‘’fasilitas’’ tambahan kepada pihak lain.</p>
<p>Seperti yang terungkap dari kasus suap yang melibatkan Sekretaris Kabupaten Bintan Azirwan dengan anggota Komisi IV dari Partai Persatuan Pembangunan Al Amin Nur Nasution. Azirwan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi beberapa waktu lalu mengungkapkan setidaknya sembilan kali dirinya keluar masuk hotel berbintang dan karaoke menjamu anggota DPR.</p>
<p>Dia tidak hanya menjamu Al Amin, tetapi anggota Komisi IV lainnya. Sekali menjamu, dia harus merogoh kocek Rp 6 juta hingga Rp 9 juta. Tentu itu bukan uang pribadi, tetapi APBD kabupaten yang baru saja mengalami pemekaran. Bayangkan<br />
uang APBD digunakan bukan untuk kesejahteraan masyarakatnya, tetapi untuk menjamu anggota DPR yang merasa dirinya terhormat itu.</p>
<p>Keheranan tersebut juga disampaikan ketua majelis hakim yang menyidangkan kasus Azirwan, Mansyurdin Chaniago. Dia berulangkali mempertanyakan mengapa APBD digunakan untuk hal tersebut. Dia juga mempertanyakan, mengapa pertemuan untuk pembahasan atau lobi dilakukan tidak di Gedung DPR tetapi justru di hotel berbintang atau di tempat karaoke.</p>
<p>Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, pertemuan antara Azirwan dengan anggota Komisi IV dilakukan setidaknya di ruang Karaoke Shanghai Hotel Borobudur, ruang KTV Emporium, Oak Room Hotel Nikko, dan Pub Mistere Hotel Ritz Charlton.</p>
<p>Namun Azirwan mengaku tidak punya pilihan. Yang dilakukannya untuk memuluskan proses alih fungsi hutan lindung untuk pusat pemerintahan Kabupaten Bintan. Dia bahkan mengaku, pemberian fasilitas kepada anggota DPR tidak hanya berupa hotel berbintang dan tempat karaoke, tetapi berupa uang yang jumlahnya cukup besar. Dalam dakwaan jaksa, Azirwan menjanjikan uang sebesar Rp 2 miliar. Kemudian Al Amin mengatakan akan membicarkan hal tersebut kepada anggota Komisi IV yang lain.</p>
<p>Tidak cukup dengan angka dua miliar, Al Amin minta ditambah menjadi Rp 3 miliar. Belum ditambah dana kunjungan kerja anggota DPR ke India sebesar Rp 100 juta. Padahal, menurut Mahfud, uang sisa kunjungan kerja ke luar negeri dipotong akomodasi dan biaya lainnya, setiap anggota dewan mengantongi bersih uang sebesar 7.500 dolar AS atau sekitar Rp 45 juta.</p>
<p>Contoh gamblang tidak hanya digambarkan dalam kasus Al Amin, tetapi juga semua anggota DPR yang terlibat kasus korupsi yang kini tengah di proses di Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam kasus aliran dana Bank Indonesia ke sejumlah anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 juga terungkap, pembahasan dan lobi dilakukan di hotel berbintang.</p>
<p>Seperti di sebuah restoran China di Hotel Hilton (sekarang Hotel Sultan). Tidak tanggung-tanggung, dana yang dikucurkan ke DPR sebesar Rp 31,5 miliar yang berasal dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) milik BI. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka yang berasal dari DPR, Hamka Yandhu dan Anthony Zeidra Abidin keduanya politisi Partai Golkar.</p>
<p>Selain berupa pelayanan hotel berbintang dan tempat karaoke berkelas, dalam kasus Al Amin pun terungkap dalam rekaman percakapan yang diputar di pengadilan tindak pidana korupsi beberapa waktu lalu bahwa dia juga minta ditemani seorang wanita cantik. Meski hal tersebut dibantah dengan tegas oleh Al Amin, secara terpisah Azirwan membenarkan rekaman percakapan tersebut merupakan suara dirinya dengan Al Amin Nur Nasution.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Les commentaires/The comments]]></title>
<link>http://jesusdemontreal.wordpress.com/?p=68</link>
<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 23:49:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>jesusdemontreal</dc:creator>
<guid>http://jesusdemontreal.wordpress.com/?p=68</guid>
<description><![CDATA[Tristement, je dois preciser: Je ne suis pas interresser au commentaires negatif/desobligeant ou sim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tristement, je dois preciser: Je ne suis pas interresser au commentaires negatif/desobligeant ou simplement vide de sens. Epargnez-vous du temps (a moi aussi, par la meme occasion) et abstenez-vous de commentaires si vous etes incapable d'ecrire quelque chose de sensee ou constructif. N'allez pas croire que je ne veux pas de commentaires du tout; je suis ouvert a la discussion et interresse par vos opinions, du moment que cela reste civilise.</p>
<p>Les commentaires que je n'apprecie pas ne se rendront simplement pas sur le site.</p>
<p>Sadly, I have to precise: I'm not interrested in negative or plain mean comments. Save yourself the trouble (and to me at the same time) and just don't write anything unless you're able to write something constructive or that opens the way to further discussion. Don't go thinking that I don't want any comments at all, I'm open to discussion and your opinion interrests me, as long as we can communicate as civilized people would.</p>
<p>Comments that I don't like just won't make it to the site.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Un titre accrocheur]]></title>
<link>http://tonietguy.wordpress.com/?p=36</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 15:35:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>tonietguy</dc:creator>
<guid>http://tonietguy.wordpress.com/?p=36</guid>
<description><![CDATA[Par Guy
Merci Toni pour ton truc, j’aime les choses gratuites… aujourd&#8217;hui j’ai fait 8 M]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>Par Guy</strong></p>
<p class="MsoNormal">Merci Toni pour ton truc, j’aime les choses gratuites… aujourd'hui j’ai fait 8 McDonald et j’écris présentement dans une baignoire rempli de glace gratuite!</p>
<p class="MsoNormal">En te lisant ça m’a inspiré d’écrire quelque chose que ça fait longtemps que j’avais le goût de faire!<span> </span>Je me suis souvent retenu d’écrire ça pour ne pas paraître comme un pessimiste ou un half glass empty type of guy.</p>
<p class="MsoNormal">Voilà je l’écris : 8 choses que je déteste…aujourd’hui</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">1- « Le monde trop pareil que moi » Je me tape sur les nerfs souvent…</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">2- « Me faire quêter une cigarette quand j’ai mon paquet ouvert » Je ne sais pas comment m’en sortir dans ce temps là…j’ai juste trop donné de cigarette dans ma vie, il devrait me faire un monument</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><a href="http://danielbrodo.com/folio/cgrtmon1.htm" target="_self">Comme celui-ci</a></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><span> </span>3-« Le monde stressé en char » Ça m’arrive à moi aussi, mais quand j’en vois qui essaye de se faufiler pis partir à toute vitesse je leur souhaite un petit accident.</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">4-« Boire ou manger quelque chose qui est passé date » C’est juste vraiment plate quand tu t’en rends compte après…</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">5-« Marcher dans une flaque d’eau quand je suis en bas » Ça m’est arrivé ce matin…frustrant</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">6- « Les gens qui puent » Je me demande si ce monde là aussi n’aime pas les gens qui puent.</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">7-« Le monde qui parle trop fort <span> </span>au téléphone » Non…pas capable</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">8- « Les gens qui savent toute » …ça pas capable, on dirait que la seule affaire que ces gens savent pas c’est qu’ils sont crissement fatiguant.</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Je voulais en écrire 10 mais je suis pas capable, dans l’fond je ne suis pas si négatif que ça!</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">Toni?</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><strong>__________________________________________________________________________________</strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle"><strong>Par Toni</strong></p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">1 - Le monde qui sont dans l'allé de gauche dans les escaliers roulant mais qui montent pas...ast d'épa!</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">2 - Suer de la raie. Tsé quant y faut chaud pis y faut que tu marche d'une manière semi-écartillée pour pas que ca colle.</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">3 - Une croute séché sur le rebord du couvercle de mon Ketchup</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">4 - Le fait que Katie Holmes est encore mariée avec Tom Cruise, WTF</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">5 - Quand tu va au vidéo pour louer un vieux film pas très populaire mais qui est sorti!</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">6 - Du liquid paper qui seche pas vite. Je suis tellement impatient dans le moment d'attente du séchage que je fini toujours par écrire dans le liquide quand meme pis c'Est pu lisible alors il faut que j'en remette.</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">7 - Le son d'un char qui a remplacé sa pipe par un tuyeau de poubelle</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">8 - Le Cosmodome</p>
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">
<p class="MsoNormalCxSpMiddle">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[En Roumanie, on positive]]></title>
<link>http://enikao.wordpress.com/?p=98</link>
<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 19:15:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>enikao</dc:creator>
<guid>http://enikao.wordpress.com/?p=98</guid>
<description><![CDATA[Il est des nouvelles dont on se demande si elles sont vraies quand elles nous parviennent. Mais la r]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Il est des nouvelles dont on se demande si elles sont vraies quand elles nous parviennent. Mais la réalité a cet avantage par rapport à la fiction qu'elle n'a pas besoin d'être vraisemblable. <a href="http://afp.google.com/article/ALeqM5hC2L9-8yyw0Id_GpnfJmIrH0h53Q">Cette dépêche </a>de l'AFP indique que le Parlement Roumain souhaite faire promulguer une loi obligeant les radios et télévisions à mettre 50% d'informations positives dans leur journal. Caucescu, si tu nous regardes...</p>
<p><!--more--></p>
<p>Les raisons seraient d'ordre sanitaire et psychologique : les mauvaises nouvelles c'est pas bon pour la santé ni pour le moral. Alors que tout le monde sait que le business se dope aux bonne nouvelles euphoriques, voir effet Coupe du monde 1998 (sur lequel je suis très dubitatif). Un organisme indépendant, type CSA roumain, déterminerait quels aspects d'une information sont positifs et quels aspects sont négatifs. On se croirait revenu au temps du Rideau de Fer, ou dans les pires utopies de contrôle de la "vérité" officielle, alors que la Roumanie est une démocratie et membre de l'Union Européenne !</p>
<p>Tradition classique qui se retrouve chez tous ceux qui pensent avoir raison contre les faits même, incapables de voir le monde tel qu'il est, on <strong>casse le thermomètre</strong> plutôt que de se préoccuper de la cause de la fièvre. Ce type de proposition trahit une vision faussée du rôle des médias. Le journaliste est là pour relater l'état du monde, des choses, du secteur qu'il couvre. Pas pour être Monsieur Sourire, n'en déplaise à Jean-Pierre Pernault qui s'évertue depuis des décennies à ous prouver le contraire. Comment lui imposer de trouver de bonnes nouvelles pour contrebalancer les mauvaises ? Peut-il trouver un aspect positif au tsunami qui a ravagé l'Asie du Sud-Est, à l'ouragan Katrina ? A la crise de l'immobilier américain ?</p>
<p>Proposer pareille loi montre aussi une vision <strong>simpliste et binaire</strong>. Une nouvelle est bonne ou mauvaise, pas de demi-teinte possible ? C'est un peu comme l'Axe du mal (et par opposition les forces du bien, peut-on supposer) : rien qu'à poser les choses, on coupe court à toute réflexion. Et si une information est positive pour certaines catégories du public, et mauvaise pour d'autres ? Une usine ferme à un endroit et rouvre ailleurs : bonne nouvelle ou mauvaise nouvelle ? L'usine ferme tout court, le cours de bourse monte : bonne nouvelle ou mauvaise nouvelle ? L'abandon de l'amiante a coûté cher au monde du BTP mais va sauver des miliers de vies : bonne nouvelle ou mauvaise nouvelle ?</p>
<p>Le baril à 140$, c'est une excellente nouvelle pour la planête et pour nous tous : ça va pousser à la recherche, aux économies car on gaspille moins ce qui est cher, ça va nous obliger à repenser nos modes de développement, de transport et de consommation. Seulement pour les plus pauvres c'est difficile, et pour les sociétés de transport c'est problématique. Alors, <strong>comment trancher</strong> ? Cet organisme central chargé de peser le bien et le mal de l'information, comme le légendaire Thot, bénéficiera-t-il de son omniscience ? Aura-t-il à disposition cette vérité immanente, la connaissance de <em>tous</em> les tenants et aboutissants ? J'en doute. SI en plus on rajoute le processus de vérification de la "positivité" des informations au temps pour la recueillir, la traiter et la mettre en forme, nos camarades roumains risquent fort d'avoir des nouvelles un peu datées, en plus d'être faussées...</p>
<p>Ce raisonnement sans profondeur me fait penser à ceux qui imaginent que la démocratie c'est 50% de temps de parole à Ben Laden et 50% de temps de parole à Bush. Et les valeurs, là-dedans ? Si tout se vaut, alors rien ne vaut.</p>
<p>Il existe deux types de personnes <strong>incapables de voir la (dure) réalité en face</strong>. Les premiers sont des enfants, pas encore matures, et il faut les protéger des chocs inutiles, c'est normal. Les autres relèvent du dérangement mental, névrose ou psychose, chacun choisira selon son envie.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ce qui suit ne concerne pas vraiment Jean Charest...]]></title>
<link>http://renartleveille.wordpress.com/?p=796</link>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 20:50:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>renartleveille</dc:creator>
<guid>http://renartleveille.wordpress.com/?p=796</guid>
<description><![CDATA[
Cette déformation de Jean Charest, que j&#8217;ai exécutée en environ une minute, représente bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://renartleveille.wordpress.com/files/2008/06/charest-double-menton1.jpg"><img class="size-full wp-image-795 aligncenter" src="http://renartleveille.wordpress.com/files/2008/06/charest-double-menton1.jpg" alt="" width="300" height="239" /></a></p>
<p>Cette déformation de <a href="http://jesopinions.blogspot.com/2008/06/lessence-du-dernier-sondage.html">Jean Charest</a>, que j'ai exécutée en environ une minute, représente bien pour moi une certaine facilité que l'on retrouve un peu partout, particulièrement dans la blogosphère.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://bp1.blogger.com/_GBQzvPjDJ2E/SFpr3bkALdI/AAAAAAAAAGI/f9yIBj-arOs/s400/charest.jpg" alt="" width="300" height="239" /></p>
<p>C'est facile enlaidir n'importe quoi. Quand j'ai vu cette photo sur le blogue de <a href="http://librepenseedelaseigneurie.blogspot.com/2008/06/la-petite-sduction.html">Sir Sébastien</a>, tout de suite j'ai augmenté en pensée le double menton à la <a href="http://fr.wikipedia.org/wiki/Jabba_le_Hutt">Jabba le Hutt</a>...</p>
<p>Pour vous mettre en contexte, à la base, je crois que j'aurais toutes les raisons d'être un gars très à droite, anti-BS, adéquiste primaire, etc., car je l'ai eu assez dure dans la vie : je viens d'un milieu très très modeste, ma vie familiale était loin d'être <a href="http://renartleveille.wordpress.com/2008/03/19/a-des-lieux-de-lhumour/">harmonieuse</a>; après que je sois parti de la maison, j'ai déjà été contraint de jouer du tam-tam dans la rue pour manger, à un moment j'ai dû chercher de la bouffe chez Sun-Youth, j'ai fait <a href="http://renartleveille.wordpress.com/2007/04/23/rolls-royce/">des boulots plus poches</a> les uns que les autres. Est-ce que vous me suivez?</p>
<p>Je n'ai pourtant jamais eu recours à l'assistance sociale, je m'en suis sorti sans aide de personne, ni même mes parents, et aujourd'hui je me trouve très bien, dans un sens j'ai réussi où d'autres échouent, encore et encore. J'aurais donc toutes les raisons du monde de me foutre de la gueule de ceux qui s'acclimatent dans la dèche parce qu'ils n'ont pas les moyens de faire mieux, en me basant sur ma propre expérience. Je pourrais tellement me péter les bretelles! Non, non et non! Pourtant, beaucoup de monde pense comme ça...</p>
<p>Imaginez ceux qui l'ont eue facile...</p>
<p>Aussi, de la même manière, dans la blogosphère, il est tellement plus facile de s'asseoir sur du négatif par rapport à ce que les autres nous donnent. Parlez-en à Noisette chez qui un <a href="http://noisettesociale.wordpress.com/2008/06/19/quand-la-joie-cede-vite-sa-place-au-malaise/#comment-4374">commentateur </a>a profité d'une de ses propres confidences sur son poids pour revirer ça d'une manière ambigüe en insulte. Parlez-moi plutôt de La Fêlée qui prône une <a href="http://justeunpeufrustree.wordpress.com/2008/06/19/ma-blogosphre/">blogosphère</a> toute en respect, là où le positif n'est pas non plus synonyme de consensus mou.</p>
<p>Les autres qui se chaussent de piédestaux? Restez dans le flou de vos nuages!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Polinomial]]></title>
<link>http://artofmathematics.wordpress.com/?p=596</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 05:05:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Johan</dc:creator>
<guid>http://artofmathematics.wordpress.com/?p=596</guid>
<description><![CDATA[[Hungaria 1983] Polinomial  memiliki koefisien awal dan akhir 1, dan koefisien lainnya tidak negatif]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>[Hungaria 1983] Polinomial $latex f(x)$ memiliki koefisien awal dan akhir 1, dan koefisien lainnya tidak negatif:</p>
<p style="text-align:center;">$latex f(x)=x^n+a_1x^{n-1}+a_2x^{n-2}+\cdots+a_{n-1}x+1$.</p>
<p>Jika $latex f(x)=0$ memiliki $latex n$ akar real, buktikan bahwa $latex f(2)\ge3^n$.</p>
<p><!--more Lihat Solusi --></p>
<p>Solusi<br />
Karena semua koefisiennya positif, jika $latex x$ tidak negatif, maka $latex f(x)$ juga positif. Jadi jika $latex f(x)=0$ maka $latex x$ negatif. Semua akar-akar $latex f(x)=0$ negatif, misalkan $latex -r_1,-r_2,-r_3,\ldots,-r_n$. Maka $latex f(x)=(x+r_1)(x+r_2)(x+r_3)\ldots(x+r_n)$.</p>
<p>Dengan teorema Vieta, kita punya koefisien $latex a_k=\sum r_{i1}+r_{i2}+r_{i3}+\ldots+r_{ik}$. Koefisien terakhir adalah $latex r_1r_2r_3\ldots r_n=1$.</p>
<p>Gunakan AM-GM untuk mendapat</p>
<p style="text-align:center;">$latex \displaystyle\frac{a_k}{\binom{n}{k}}=\frac{\sum r_{i1}+r_{i2}+r_{i3}+\ldots+r_{ik}}{\binom{n}{k}}\ge\left(\prod r_{i1}r_{i2}r_{i3}\ldots r_{ik}\right)^{1/\binom{n}k}$.</p>
<p>Sehingga kita dapat $latex \displaystyle a_k\ge{\binom{n}{k}}\left(\prod r_{i1}r_{i2}r_{i3}\ldots r_{ik}\right)^{1/\binom{n}k}$. Tetapi $latex \prod r_{i1}r_{i2}r_{i3}\ldots r_{ik}=1$, sehingga $latex a_k\ge\binom{n}k$.</p>
<p>Jadi</p>
<p style="text-align:center;">$latex \displaystyle f(x)=\sum_{k=0}^na_kx^{n-k}\ge\sum_{k=0}^n\binom{n}kx^{n-k}$.</p>
<p>Untuk $latex x=2$, kita punya</p>
<p style="text-align:center;">$latex \displaystyle f(2)\ge\sum_{k=0}^n\binom{n}k2^{n-k}$.</p>
<p>Dengan teorema binomial, ruas kanan sama dengan $latex \displaystyle\sum_{k=0}^n\binom{n}k1^k2^{n-k}=(1+2)^n=3^n$. Maka terbukti.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Web 2.0 Gidişatı, FoxyTunes &amp; Pownce]]></title>
<link>http://sefalet.wordpress.com/?p=11</link>
<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 04:10:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>begci</dc:creator>
<guid>http://sefalet.wordpress.com/?p=11</guid>
<description><![CDATA[Web alışkanlıkları çok ilginç bir noktada değişmeye başlamıştı Web 2.0 kavramı çıkmay]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Web alışkanlıkları çok ilginç bir noktada değişmeye başlamıştı Web 2.0 kavramı çıkmaya yüztutmuş iken. Her ayrı işlev için ayrı siteler ve servisler kullanmaya başlamıştık; link kaydetmek için bir tane, dinlediğimiz müzikler için bir tane, vidyolar için bir tane, … Şimdi trendin tümevarım doğrultusunda ilerlediğini gözlemliyorum. Artık o kadar çok ayrıştırdık ki bu servisleri, her biriyle ilgilenmek gitgide zorlaştı.</p>
<p>Artık devir 3-4 servisi bir arada sunanların devri - kazanç zaman olduğu için bu tür oluşumlar gitgide prim görecek <!--more--></p>
<p>Benim şimdilik prim verdiklerim arasında FoxyTunes var. FoxyTunes dinlediğiniz müziği (XMMS, AmaroK, Last.FM, Noatun gibi bir çok müzikçaları destekliyor) Firefox ve Thunderbird’e entegre etmenize yarıyor. Kısacası müzikçaların her türlü kontrolünü Firefox ya da Thunderbird’den ele geçiriyorsunuz.</p>
<p>Şu şekilde görünüyor:<br />
foxytunes çubuu</p>
<p>Aslında FoxyTunes’un tek yaptığı bu olsaydı, saçma sapan bir eklenti olduğunu düşünür ve boşuna belleğimi yemezdim . Fekat, müzik dinlerken “dur şarkı sözlerine bakayım”, “bir de youtube’de klibini izleyeyim”, … diyerek kopup gittiğim ve saatlerimi kaybettiğim eziyetten kurtaran bambaşka bir eklenti bu.</p>
<p>FoxyTunes çubuğunda şarkı çalarken tıkladığınızda karşınıza şarkının &#38; grubun Youtube vidyoları, şarkı sözü, Flickr’da grupla ilgili fotoğraflar, Last.FM’de bu gruba benzer sanatçılar,… gibi bir çok bilgiyi tek bir yapıda sunan böyle bir sayfa çıkıyor:</p>
<p>FoxyTunes’un yaptıkları bununla da sınırlı değil, programın son sürümü o an dinlediğiniz şarkıyı imzanıza ekleyen bir özellik ile geldi. Şimdilik Gmail, Yahoo, Wordpress, .. gibi birçok servisi desteklemekte.</p>
<p>Mesela benim Gmail’imde böyle bir etki yarattı kendisi</p>
<p>Öte yandan tüm Internet camiası olarak, büyük bir (ve durumun götürüsü olarak, kalitesiz içerikle beraber) bilgi yağmuruna tutuluyoruz. Bunları paylaşanlardan öğrendiğimiz için, bizim de paylaşmamız çok önemli.</p>
<p>Bu yüzden Digg’in yaratıcısı, arkadaşlarınızla linkleri, dosyaları, .. mobilize olarak hızlıca paylaşabileceğiniz bir servis başlatmış &#62;&#62; Pownce.</p>
<p>Site henüz beta aşamasında o yüzden davetsiz üye olamıyorsunuz. Ben de Wolkanca’dan edindiğim davet ile siteyi inceledim, eğer nette çok arkadaşınız varsa ve her biri web2.0 manyağı ise tavsiye edebileceğim bir servis</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencoba untuk berkarya]]></title>
<link>http://fendhy.wordpress.com/?p=127</link>
<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 15:48:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>fendhy</dc:creator>
<guid>http://fendhy.wordpress.com/?p=127</guid>
<description><![CDATA[Hmm&#8230; semenjak menekuni dunia perblogan,saya merasa ada yg berubah dalam kehidupan saya. Entah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm... semenjak menekuni dunia per<a>blog</a>an,saya merasa ada yg berubah dalam kehidupan saya. Entah apa yg terjadi,tapi inilah kenyataannya,kehidupan saya yg biasanya suram kini menjadi penuh warna.<br />
<!--more--></p>
<p>Saya menyadari bahwa selama ini saya telah mengurangi kebiasaan saya yg cenderung negatif menjadi sesuatu yg lebih berguna,saya tak perlu keluyuran di tengah malam lagi dan menjadi vampir yg haus sirop botolan berwarna merah,tak perlu lagi melamun yg  tidak-tidak,tak perlu lagi godain anak cewe tetangga (masih sering,sih) :mrgreen: dan mengurangi waktu bermain game<br />
saya,walaupun saya masih kesulitan mengatur waktu saya.</p>
<p>jadi intinya... blog yg saya kelola ini menjadikan saya manusia yg sedikit kreatif (kere aktif)  :mrgreen: dan haus akan suatu karya,yg selalu membuat saya sibuk dan melupakan hal2 negatif dan memulai hidup dengan positf melalui kepuasan dari sebuah tulisan yg sudah menjadi candu bagi saya.<br />
dan tak lupa saya panjatkan doa syukur kepada sang pencipta karna telah memberikan setitik cahaya terang untuk saya.</p>
<p>Tanpa rasa sesal dan frustasi (apanya?) saya akan mencoba untuk terus berkarya di sini. :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketaksamaan]]></title>
<link>http://artofmathematics.wordpress.com/?p=553</link>
<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 01:08:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Johan</dc:creator>
<guid>http://artofmathematics.wordpress.com/?p=553</guid>
<description><![CDATA[[MathLinks] Jika  bilangan real positif sehingga , buktikan .

Solusi
Perhatikan bahwa , karena jika]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>[MathLinks] Jika $latex a,b,c$ bilangan real positif sehingga $latex abc=1$, buktikan $latex \displaystyle\sum\frac{ab}{a^5+b^5+ab}+\frac{bc}{b^5+c^5+bc}+\frac{ca}{c^5+a^5+ca}\le1$.</p>
<p><!--more Lihat Solusi --></p>
<p>Solusi<br />
Perhatikan bahwa $latex (a^3-b^3)(a^2-b^2)\ge0$, karena jika $latex a\ge b$ kedua ruas positif, dan jika $latex a\le b$ kedua ruas negatif. Maka $latex a^5+b^5\ge a^3b^2+a^2b^3=a^2b^2(a+b)$. Jadi $latex \displaystyle\sum\frac{ab}{a^5+b^5+ab}\le\sum\frac{ab}{a^2b^2(a+b)+ab}=\sum\frac{c}{a+b+c}=1$. Terbukti.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[my mood swings~]]></title>
<link>http://redzzthelady.wordpress.com/?p=181</link>
<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 14:18:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>RedZz</dc:creator>
<guid>http://redzzthelady.wordpress.com/?p=181</guid>
<description><![CDATA[mood swing..
gw dapet istiLah ini baru beberapa jam yg LaLu,
dan gw Langsung dengan patuhnya memprak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>mood swing..<br />
gw dapet istiLah ini baru beberapa jam yg LaLu,<br />
dan gw Langsung dengan patuhnya mempraktekkan.</p>
<p>maksut dari mood swing adaLah<br />
mood yg naik turun.. yg gk jeLas..<br />
seneng tapi bete, ato bosen, tapi trus seneng..<br />
trus marah atau sedih, abis itu seneng ato bosen..<br />
sekarang mood gw Lagi rada down neh,<br />
gara2 kata2 negatif dari seseorang.<br />
tapi gw jd inget sesuatu.....<br />
nih gw bagiin.</p>
<p>ada satu buku yg juduLnya "The Hidden Messages in Water",<br />
karya Masaru Emoto. di hLmn 31 buku itu,<br />
dicritain tentang sebuah percobaan,sbb:</p>
<p>Tempatkan Nasi sisa yg udah didiemin semalaman<br />
ke dalam 2 toples dgn jumlah yg sama, trus tutup yg rapat..<br />
Masing-masing toples di tempelin label yg berisi:</p>
<p>Toples A : "Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik,<br />
Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu,<br />
Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih."</p>
<p>Toples B : "Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas,<br />
Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel,<br />
Tidak mau dekat dekat kamu"</p>
<p>BotoL2 ini ditaro terpisah di tempat yg sering diliat.<br />
biLangin orang rumah, baca label di botol2 itu<br />
setiap kali melihat botol2 tersebut.</p>
<p>Dan inilah yg terjadi pd nasi tsbt 1 minggu kemudian :<br />
Nasi di botol yg dibacakan kata-kata Negatif<br />
ternyata cepat sekali berubah jadi busuk<br />
dan berwarna hitam dgn bau yg tidak sedap.</p>
<p>Sedangkan Nasi di botol yg dibacain kata-kata Positif<br />
masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.</p>
<p>Nah u orang boLe coba sendiri.<br />
KaLo di buku sih ada yg nyoba dgn tiga botol<br />
n botol ketiga nggak di kasi label apa2<br />
alias dicuekin, dibiarin gitu aja,<br />
dan ternyata nasi dlm botol yg dicuekin<br />
membusuk jauh lebih cepat dibandingkan botol<br />
yg dibacain kata2 Negatif.....<br />
gw muLe mikir.. sebagai sebutir nasi yg gk bs apa2,<br />
dy cuma bisa nerima apa yg dikasi ke dy.</p>
<p>sekarang, sebagai nasi aja bisa ampe busuk gara2 dikata2in.<br />
bisa bayangin gk kLo u membusuk karna dikata2in?</p>
<p>gw kenaL orang yg sudah sangat sangat sangat busuk.<br />
Orang yg sangat rusak gambar dirinya,<br />
hiLang rasa menyayangi diri sendirinya,<br />
n paLing parah, hiLang motivasi hidup.</p>
<p>gw seLaLu nekenin,<br />
hidup adaLah sesuatu yg sangat menyenangkan.<br />
tapi ada orang yg terLanjur jadi sangat sangat sangat busuk,<br />
yg bahkan untuk percaya dengan hidupnya sendiri aja udah susah.</p>
<p>gw berharap, nggak ada lebih banyak Lagi orang yg membusuk<br />
hanya karna mereka gk tau caranya menggunakan otak mereka..</p>
<p>seorang manusia bisa ngontroL apa yg masuk ke otaknya.<br />
contohnya, kaLo suatu saat gw dikatain "bego Lo"..<br />
kaLo daLem otak gw, gw tetep biLang "gw jenius",<br />
gw gak akan membusuk.</p>
<p>tapi yg sering terjadi adalah yg satu Lagi:</p>
<p>saat gw dikatain "anak keciL bertampang tante2 Lo"<br />
daLem otak gw biLang "emang iya ya tampang gw boros?"</p>
<p>haL ini akan tetap tinggaL di hati gw,<br />
sebagai sesuatu yg bikin gw gk pede.<br />
dan ini, adaLah akar dari kebusukan.</p>
<p>sekarang the choice is yours..</p>
<p>mau membusuk? atau mau tetap segar?<br />
controL your mind!</p>
<p>n for God's sake, controL your words too..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Body Modification .sixth_attempt]]></title>
<link>http://genitalssky.wordpress.com/?p=93</link>
<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 05:46:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>genitalssky</dc:creator>
<guid>http://genitalssky.wordpress.com/?p=93</guid>
<description><![CDATA[








“Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<blockquote>
<p style="text-align:left;">“Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom techniques. I chose to make multiple shot of a same subject and to cut the negative in pieces to stitch them back up, in ways i wanted to, not the ways nature made humans. This work is like a raw version based on one of the technique used by Jean-Paul Goude retouching technique. This shot and all the other shots from this series are done on Kodak 400TX that I developed myself and printed myself on silver gelatin paper.”</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">With the sixth and last attempt, I put the first negative on the top of the other since they looked almost the same, the only thing I did was to cu pieces in it. I think it has a nice '80s look.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:center;"><a title="Modification Corporelle by genitalssky, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/genitalssky/2539749462/"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2264/2539749462_446e2fa720.jpg" alt="Modification Corporelle" width="378" height="500" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Digital reproduction from a silver gelatin print.</p>
<p style="text-align:center;">11 x 14 po Ilford Multigrade IV FB  Glossy Paper.</p>
<p style="text-align:center;">Cut Kodak 400TX negative, stitched with adhesive tape.</p>
<p style="text-align:center;">[ 6 / 6 ]</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Body Modification .fifth_attempt]]></title>
<link>http://genitalssky.wordpress.com/?p=92</link>
<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 05:15:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>genitalssky</dc:creator>
<guid>http://genitalssky.wordpress.com/?p=92</guid>
<description><![CDATA[






“Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<blockquote>
<p style="text-align:left;">“Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom techniques. I chose to make multiple shot of a same subject and to cut the negative in pieces to stitch them back up, in ways i wanted to, not the ways nature made humans. This work is like a raw version based on one of the technique used by Jean-Paul Goude retouching technique. This shot and all the other shots from this series are done on Kodak 400TX that I developed myself and printed myself on silver gelatin paper.”</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">With the fifth attempt, the cutting was simple, simple as hell, i moved one piece, that's it. The major modification is around the character. The one on the left is a madman yelling with scratched triangles and one the right we have Jesus. Very religious portrait, like the man on the image I guess.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:center;"><a title="Modification Corporelle by genitalssky, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/genitalssky/2539749286/"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2329/2539749286_5085b4a918.jpg" alt="Modification Corporelle" width="500" height="373" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Digital reproduction from a silver gelatin print.</p>
<p style="text-align:center;">11 x 14 po Ilford Multigrade IV FB  Glossy Paper.</p>
<p style="text-align:center;">Cut Kodak 400TX negative, stitched with adhesive tape.</p>
<p style="text-align:center;">[ 5 / 6 ]</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Body Modification .fourth_attempt]]></title>
<link>http://genitalssky.wordpress.com/?p=91</link>
<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 03:47:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>genitalssky</dc:creator>
<guid>http://genitalssky.wordpress.com/?p=91</guid>
<description><![CDATA[




“Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom tech]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<blockquote>
<p style="text-align:left;">“Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom techniques. I chose to make multiple shot of a same subject and to cut the negative in pieces to stitch them back up, in ways i wanted to, not the ways nature made humans. This work is like a raw version based on one of the technique used by Jean-Paul Goude retouching technique. This shot and all the other shots from this series are done on Kodak 400TX that I developed myself and printed myself on silver gelatin paper.”</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">With the fourth attempt, I changed the person I worked on, I worked on my good friend Jasmin, he is the one I used on the three last attempt, half the work. With him, I focused on head modification. With this one I took two frames and inverted the eyes and bottom-half of the mouth. That's it.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:center;"><a title="Modification Corporelle by genitalssky, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/genitalssky/2538927345/"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3144/2538927345_965d665733.jpg" alt="Modification Corporelle" width="500" height="327" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Digital reproduction from a silver gelatin print.</p>
<p style="text-align:center;">8 x 10 po Ilford Multigrade IV RC Satin Paper.</p>
<p style="text-align:center;">Cut Kodak 400TX negative, stitched with adhesive tape.</p>
<p style="text-align:center;">[ 4 / 6 ]</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Body Modification .third_attempt]]></title>
<link>http://genitalssky.wordpress.com/?p=90</link>
<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 05:32:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>genitalssky</dc:creator>
<guid>http://genitalssky.wordpress.com/?p=90</guid>
<description><![CDATA[


“Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom techni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<blockquote>
<p style="text-align:left;">“Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom techniques. I chose to make multiple shot of a same subject and to cut the negative in pieces to stitch them back up, in ways i wanted to, not the ways nature made humans. This work is like a raw version based on one of the technique used by Jean-Paul Goude retouching technique. This shot and all the other shots from this series are done on Kodak 400TX that I developed myself and printed myself on silver gelatin paper.”</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">With the third attempt, I just played with length of the neck and with frame of the picture, thats it. Much shorter description, I like it, I guess...</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:center;"><a title="Modification Corporelle by genitalssky, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/genitalssky/2538927497/"><img class="aligncenter" src="http://farm4.static.flickr.com/3148/2538927497_f48db86a05.jpg" alt="Modification Corporelle" width="372" height="500" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Digital reproduction from a silver gelatin print.</p>
<p style="text-align:center;">8 x 10 po Ilford Multigrade IV RC Satin Paper.</p>
<p style="text-align:center;">Cut Kodak 400TX negative, stitched with adhesive tape.</p>
<p style="text-align:center;">[ 3 / 6 ]</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Body Modification .second_attempt]]></title>
<link>http://genitalssky.wordpress.com/?p=89</link>
<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 01:56:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>genitalssky</dc:creator>
<guid>http://genitalssky.wordpress.com/?p=89</guid>
<description><![CDATA[
&#8220;Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom tech]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:left;">"Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom techniques. I chose to make multiple shot of a same subject and to cut the negative in pieces to stitch them back up, in ways i wanted to, not the ways nature made humans. This work is like a raw version based on one of the technique used by Jean-Paul Goude retouching technique. This shot and all the other shots from this series are done on Kodak 400TX that I developed myself and printed myself on silver gelatin paper."</p>
</blockquote>
<p>With this one, I stayed with a more conventional format, still I played a lot with the head at two occurrence, once with the repetition i reversed the head and at the bottom I just doubled it in a diamond shaped piece. Then I cut the arm shorter and make her grow like crazy with the tummy section. That's it. I have the impression i wrote too much for absolutely nothing, anyway, this is the final dot.</p>
<p style="text-align:center;"><a title="Modification Corporelle by genitalssky, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/genitalssky/2538927667/"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2216/2538927667_44865bceb6.jpg" alt="Modification Corporelle" width="354" height="500" /></a></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:center;">Digital reproduction from a silver gelatin print.</p>
<p style="text-align:center;">8 x 10 po Ilford Multigrade IV RC Satin Paper.</p>
<p style="text-align:center;">Cut Kodak 400TX negative, stitched with adhesive tape.</p>
<p style="text-align:center;">[ 2 / 6 ]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Body Modification .first_attempt]]></title>
<link>http://genitalssky.wordpress.com/?p=87</link>
<pubDate>Sat, 31 May 2008 22:18:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>genitalssky</dc:creator>
<guid>http://genitalssky.wordpress.com/?p=87</guid>
<description><![CDATA[
&#8220;Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom tech]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:left;">"Body modification was my final project in laboratory class 3, which were about darkroom techniques. I chose to make multiple shot of a same subject and to cut the negative in pieces to stitch them back up, in ways i wanted to, not the ways nature made humans. This work is like a raw version based on one of the technique used by Jean-Paul Goude retouching technique. This shot and all the other shots from this series are done on Kodak 400TX that I developed myself and printed myself on silver gelatin paper."</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">On this image, you can see Maureen, a good friend of mine, This is my first attempt using the technique and I was quite pleased with the result.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:center;"><a title="Modification Corporelle by genitalssky, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/genitalssky/2538926793/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2095/2538926793_7675775c36.jpg" alt="Modification Corporelle" width="371" height="500" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Digital reproduction from a silver gelatin print.</p>
<p style="text-align:center;">11 x 14 po Ilford Multigrade IV FB  Glossy Paper.</p>
<p style="text-align:center;">Cut Kodak 400TX negative, stitched with adhesive tape.</p>
<p style="text-align:center;">[ 1 / 6 ]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membuat Naskah Berita yang Bernyawa]]></title>
<link>http://radioku.wordpress.com/2008/05/27/membuat-naskah-berita-yang-bernyawa/</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 00:09:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alex Santosa</dc:creator>
<guid>http://radioku.wordpress.com/2008/05/27/membuat-naskah-berita-yang-bernyawa/</guid>
<description><![CDATA[ Pendengar cenderung menganggap berita radio adalah hal yang membosankan, kaku dan monoton. Kunci ut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin:0 5px 0 0;" src="http://files.turbosquid.com/Preview/Content_on_6_27_2002_16_12_31/Mic1.jpg506D3FB2-0965-4A68-B8D3D1A5172F1724.jpgLarge.jpg" alt="" width="222" height="199" align="left" /> Pendengar cenderung menganggap berita radio adalah hal yang membosankan, kaku dan monoton. Kunci utama mengapa sebuah berita radio menjadi membosankan untuk didengar terletak pada kata-kata yang dipilih oleh si penulis berita. Jika si penulis berita kurang tepat memilih kata-kata, maka penyiar atau pembaca berita tidak akan bisa atau akan mengalami kesulitan memberikan nyawa agar berita tersebut nampak hidup pada saat disiarkan.</p>
<p>Apa saja yang harus dilakukan oleh seorang scriptwriter agar berita yang ditulisnya bisa hidup sewaktu disampaikan oleh newscaster?</p>
<p><!--more--></p>
<h4>Penggunaan kata kerja</h4>
<p>Kata kerja memegang peranan penting dalam penulisan bahasa tutur. Pikirkanlah secara serius, karena pemilihan kata kerja akan mempengaruhi gaya penyampaian.</p>
<blockquote><p>Contoh: Gempa bumi hebat <strong><em>mengguncang</em></strong> kawasan barat daya China. Di provinsi Sichuan gedung-gedung bertingkat <strong><em>terkoyak</em></strong> dan hancur luluh lantak. Gempa yang <strong><em>memukul </em></strong>China dengan kekuatan 7,8 pada skala richter ini <strong><em>merenggut</em></strong> nyawa sedikitnya 10.000 jiwa.</p></blockquote>
<h4>Hati-hati menggunakan kata sifat</h4>
<p>Penulisan naskah naratif dan deskriptif, akan banyak ditolong oleh penggunaan kata sifat. Namun perlu dihindari penggunaan kata sifat yang bisa menimbulkan berbagai macam persepsi karena justru dapat mengaburkan pesan yang ingin kita sampaikan.</p>
<blockquote><p>Contoh:</p>
<ul>
<li>besar -&#62; sebaiknya rincikan besarnya seperti apa</li>
<li>berwarna-warni -&#62; sebaiknya sebutkan apa saja warnanya</li>
<li>drastis -&#62; sebaiknya dijelaskan seberapa drastis</li>
<li>dan lain sebagainya</li>
</ul>
</blockquote>
<h4>Gunakan kalimat aktif</h4>
<p>Dalam membuat bahasa tutur, penggunaan kalimat aktif adalah yang terbaik. Susunan kalimat aktif 'Subyek - Predikat - Obyek' akan mempermudah pemahaman naskah yang akan dibaca, sehingga newscaster akan menjadi lebih lancar dalam menyampaikan sebuah kalimat berita.</p>
<blockquote><p>Contoh:</p>
<p><strong>Bukan</strong>: 10.000 jiwa <strong><em>direnggut</em></strong> dalam gempa berkekuatan 7,8 skala richter di China</p>
<p><strong>Tetapi</strong>: Gempa berkekuatan 7,8 skala richter <strong><em>merenggut</em></strong> 10.000 jiwa di China</p></blockquote>
<h4>Gunakan kalimat 'kini' atau present tense</h4>
<p>Teorinya, sebuah berita radio menyajikan apa yang baru saja terjadi, apa yang sedang terjadi dan kira-kira apa yang akan segera terjadi. Sehingga lebih tepat jika sebuah naskah berita radio disusun dengan menggunakan present tense. Penggunaan kalimat yang mengesankan bahwa sebuah peristiwa sedang terjadi akan menimbulkan kesan bahwa berita yang kita siarkan adalah berita fresh dan menjadi hal yang menyegarkan di telinga pendengar.</p>
<p>Sedangkan susunan kalimat yang menggambarkan kejadian kemarin (past tense) dan yang akan datang (future tense) lebih cocok digunakan oleh jurnalis media cetak.</p>
<blockquote><p>Contoh:</p>
<p><strong>Bukan</strong>: Gempa bumi dahsyat <strong><em>telah</em></strong> mengguncang China.</p>
<p><strong>Tetapi</strong>: Gempa bumi dahsyat mengguncang China.</p>
<p><strong>Bukan</strong>: China <strong><em>akan</em></strong> menjadi tuan rumah olimpiade 2008</p>
<p><strong>Tetapi</strong>: China menjadi tuan rumah olimpiade 2008</p></blockquote>
<h4>Bumikan kalimat dengan bahasa sehari-hari</h4>
<p>Penggunaan bahasa sehari-hari akan membuat berita kita membumi, lebih akrab dengan telinga pendengar dan menambah vitalitas dari berita yang kita sampaikan. Caranya adalah dengan menyederhanakan bahasa formal, baik kata-kata maupun frasa yang kita jumpai dalam sebuah berita.</p>
<blockquote><p>Contoh:</p>
<p><strong>Bukan</strong>: Banjir telah membuat bengkel <strong><em>mendapat banyak pesanan untuk menservice</em></strong> banyak mobil <em><strong>yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya</strong></em>.</p>
<p><strong>Tetapi</strong>: Bengkel <strong><em>kebanjiran order</em></strong> memperbaiki mobil yang <strong><em>rusak</em></strong> terkena banjir.</p></blockquote>
<p><span>Rasakan</span>, bahasa sehari-hari seperti 'kebanjiran order' justru lebih 'bernyawa' dibandingkan dengan bahasa resmi.</p>
<h4>Hindari bentuk negatif</h4>
<p>Seperti halnya penggunaan kalimat aktif, sebuah naskah berita radio akan lebih mudah dipahami dan dibawakan oleh newscaster jika dibuat dengan menggunakan kalimat positif. Untuk itu rubahlah kalimat negatif menjadi positif, terutama pada saat membuat kalimat awal atau<em> lead</em> berita.</p>
<blockquote><p>Contoh:</p>
<p><strong>Bukan</strong>: Jika pemerintah tidak mengurangi subsidi BBM, sektor keuangan dan perekonomian Indonesia bisa mengalami krisis hebat seperti pada tahun 1997 silam dan yang paling menderita adalah rakyat.</p>
<p><strong>Tetapi</strong>: <strong><em>Pemerintah mengurangi subsidi BBM</em></strong>. Jika hal ini tidak dilakukan, sektor keuangan dan perekonomian Indonesia bisa mengalami krisis hebat seperti pada tahun 1997 silam dan yang paling menderita adalah rakyat.</p></blockquote>
<h4>Berikan tanda baca yang benar</h4>
<p>Selain titik, koma, dan tanda tanya, tanda baca yang lazim digunakan dalam penulisan naskah radio adalah slash '/' sebagai tanda jeda dan double slash '//' untuk berhenti atau mengakhiri sebuah kalimat. Penggunaan tanda baca yang benar dan pada tempatnya, akan membantu penyiar dalam menyampaikan pesan yang tertulis melalui naskah. Selain agar pendengar bisa menangkap dengan tepat apa yang disampaikan oleh penyiar,</p>
<p>Penggunaan tanda baca juga akan membantu penyiar dalam menata suara dan melagukan susunan kalimat yang disiarkan. Seorang newscaster diharuskan membaca terlebih dahulu naskah berita atau tulisan yang akan disiarkannya dan biasakan untuk memberikan tanda secara pribadi, seperti garis bawah atau tanda-tanda tertentu dibagian yang harus diberi penekanan, dibaca dengan intonasi naik atau turun dan lain sebagainya.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
