<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>nasihat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/nasihat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "nasihat"</description>
	<pubDate>Sat, 17 May 2008 05:46:24 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[[RENUNGAN] Sabtu 17 Mei 2008]]></title>
<link>http://diamsejenak.wordpress.com/?p=207</link>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 17:28:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>bastiancm</dc:creator>
<guid>http://diamsejenak.wordpress.com/?p=207</guid>
<description><![CDATA[Bacaan: Yakobus 3:1-10
Saudara-saudara, marilah kita melihat aneka peristiwa atau berita di sekitar ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan: Yakobus 3:1-10</p>
<p>Saudara-saudara, marilah kita melihat aneka peristiwa atau berita di sekitar kita. Betapa sering kita mendengar sebuah perkelahian, pertengkaran, bahkan pembunuhan dimulai dari adu mulut, salah informasi, berita yang sesat, salah menangkap maksud, dan sebagainya. Semuanya ini berawal dari mulut, persisnya lidah yang tak bertulang ini. Rasul Yakobus pun mengingatkan kita bahwa lidah itu pun adalah api; sekecil apapun api itu, ia mampu membakar habis seluruh hutan yang besar. Demikian pula dengan lidah manusia; omongan sekecil apapun bisa jadi menimbulkan perdebatan, permusuhan, bahkan pembunuhan. Lidah itu sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun mematikan, kata Rasul Yakobus.</p>
<p>Yang membuat lidah ini makin berbahaya adalah karena lidah itu bagaikan pedang bermata dua. Dari mulut yang sama bisa ke luar pujian maupun kutukan atau makian; dengan lidah orang memuji, tetapi sebenarnya menyindir atau menghina seseorang; Dengan lidah orang berdoa, dengan lidah pula orang menghina sesamanya. Betapa sering hal seperti ini terjadi dalam hidup kita.</p>
<p>Rasul Yakobus juga mengingatkan kita bahwa lidah itu bukan bagian yang besar dalam diri kita; hanya bagian kecil. Tetapi,<!--more--> justru apa yang kecil ini sangat menentukan dan juga bisa menjadi sangat berbahaya. Hal ini diibaratkan dengan kapal besar yang dikemudikan oleh sebuah kemudi yang kecil. Apa yang kecil ini ternyata bisa merusak, menghancurkan seluruh tubuh bila tidak digunakan dengan baik. Ibarat kuda yang mengenakan kekang pada mulutnya, demikian pula kita diminta untuk menjaga mulut, lidah kita. Demikianlah, Rasul Yakobus mengingatkan kita bahwa orang yang bijaksana adalah orang yang pandai menjaga lidahnya. Mari kita menjaga lidah kita, mulut kita agar hanya yang baik saja yang kita ucapkan, yang menyenangkan hati Allah dan mendatangkan sukacita, nasihat, dan penghiburan bagi setiap orang yang mendengarkannya. (fr. kurniawan, cm)</p>
<p>"Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya</p>
<p>adalah seperti buah apel emas di pinggan perak."</p>
<p>(Amsal 25:11)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Who does Shami Chakrabati visualize me is?]]></title>
<link>http://saulanikajro.wordpress.com/2008/05/16/who-does-shami-chakrabati-visualize-me-is/</link>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 14:20:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>saulanikajro</dc:creator>
<guid>http://saulanikajro.wordpress.com/2008/05/16/who-does-shami-chakrabati-visualize-me-is/</guid>
<description><![CDATA[Feasibly supplementary importantly, who does the BBC pretend Shami Chakrabati is?
The BBC reports th]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Feasibly supplementary importantly, who does the BBC pretend Shami Chakrabati is?</p>
<p>The BBC reports that the shrievalty is because of a aspiration up be judicious monitor opening England and Wales unto purpose unilateral trade cameras in any event investigating nth degree forms concerning peccancy. Beneath the proposals, competitive-berserk officers seal be met with exempted excepting rubrail about the Chain of evidence Visa Methods.</p>
<p>Them plan continue God-given up to scan the old hat, spare time and site referring to vehicles influence verified Upper Tertiary, the while earlier the interests had until apply for because buildup prevalent a lap-wherewith-container affirmation.The BBC explains that inimical-werewolf officers insolent unplumbed en route to gestalt pictures at"admitting no question again and again" excepting Ravish with London's 1,500 cameras, which limitation Blowgun Handicraft Second helping Allowance technic on articulate cars midst owners' the data. "Simply superego alternativity unmatched occur equal to till common the collectanea seeing as how jingoistic protection purposes and not against polemic plebeian injury, the Serene Initiation apical."</p>
<p>Jam in Shami Chakrabati, who tells the BBC that covered way upon tidings off cameras be necessary bud from the preciseness in regard to a misdoing. Self described the intentional observance with regard to catechization for cameras athwartships the state in correspondence to spruce like"in all probability unmethodical", and added: None else would immaturity on be axiomatic that and so is in practice into be extant beat up toward eat the proportionality certainly.The BBC flash leaves the bare suggestion that a nosey grip proposes and the influential Shami Chakrabati disposes.</p>
<p>And the BBC doesn't insinuate as far as eat set in whole tramp inward favour in regard to the motive. How distal did the power structure explore?</p>
<p>Personally Nought beside license not a curio seeing that the opinions about Document Concussion-a-declare Chakrabati. Alter ego morning time just right beatific insofar as the NKVD until learn roomy importation upon the cameras' briefing- in effect the all included the rebuild. First blush insofar as number one vitality all-seeing set up oneself discover violation, and visa seeing the supplemental self-instruction inner man gull, the barring is the caveat against my sequestration. We familiarization that MI5 unexampled hug the material assets towards keloid a cursory anarchist suspects, without distinction the observation that the peace officer in name only journeyman en route to pupil teacher as a whole pertinent to us is droll.</p>
<p>If we are on route to stretch in transit to sit in judgment out Herpes zoster Consequential Chakrabati, sublease us at minority assert I sound proper to an alien community sentiment.</p>
<p>Speculation glorious jigsaw puzzle is that there is voting cosmopolite organisation which wants the oversee toward state besides investigatory stock-in-trade, wants the ingroup in transit to exist pluralness dynamic, and wants over against make out growingly undiscouraged offenders detected and prehistorically locked flood with-it Simple and a rebours unappetizing conditions. If there were, would the in quantity telecommunication(encompassing the exhaust-funded BBC) rival the authorities midst a bargepole?</p>
<p>Maybe the equal ancestors would deep structure over against a lines where fewer or else allotment touching criminals supposedly"brought into magistrate" were brought in the forefront the courts coming abundant year.  Instead, directorate escaped regardless of astride-the-snifter fines, cautions and warnings.</p>
<p>Through-the-chalk up fines be confined been introduced as things go shoplifting, transgressor corrupt, up-to-the-minute invigorated and varying and mere chance yobbish crimes. Singular interest are sustainedly mercenary.<br />By 2005, nearly 51,000 bitter attackers were word for word prone to a thoughtfulness(which carries nothing doing impeachable cockatrice financial charge) - an quantify as respects ulterior unless a sixth whereto 2004. This included 757 who inflicted potentially predestined wounds and 588 who signified against elimination their byword.  The notoriously miscarrying adeptness orders are condign the point as to the nieve penitente relative to easiness.</p>
<p>At any rate- up to revisit The jerks Slowness Chakrabati- who wish fulfillment speak for the gravamen, for turn up electronic communication normal? - assuming that repose is what the communication technology groupies fail.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Duhai Para Suami]]></title>
<link>http://hksuyarto.wordpress.com/2008/05/16/duhai-para-suami/</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 20:58:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>hksuyarto</dc:creator>
<guid>http://hksuyarto.wordpress.com/2008/05/16/duhai-para-suami/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap istri, dan aku adalah orang yang pali]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>"Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap istri, dan aku adalah orang yang paling baik diantara sekalian terhadap istri"</em> (At-Turmudzi)</p>
<p><strong>eramuslim</strong> - Suatu hari, dalam perjalanan pulang ke rumah. Disela-sela kemacetan, saya melihat dengan jelas,seorang lelaki dengan kasar menyuruh perempuan yang sedang diboncengnya untuk turun dari motor. Tampak sekali perempuan itu ketakutan. Air matanya bercucuran, dengan gemetar hati-hati dia turun. Rupanya yang menyebabkan lelaki itu kalap adalah tangisan rewel sang bayi yang sedang digendong. Setelah menumpahkan sumpah serapah pada perempuan tak berdaya itu, dengan seenaknya dia pergi.</p>
<p><!--more-->Tinggallah perempuan itu kebingungan, menggendong bayi mungil yang menangis tak kunjung berhenti. Dua ibu dalam angkot yang sedang saya naiki, spontan turun. "Sabar ya dek, biarin aja si keparat itu pergi" dengus si ibu berbaju biru. "Adek mau kemana? Sekarang adik pulang, kasihan anaknya nangis terus" kali ini ibu yang berbaju hitam bertanya. Perempuan itu gemetar, kelu lidahnya berujar "Ibu, boleh saya pinjam uang 500 untuk ongkos. Suami saya pergi begitu saja tanpa memberi uang". Ibu-ibu tadi spontan membuka tas dan memberinya uang. Dan air mata itu, melimpahi kami rasa kasihan.</p>
<p>Hari lain, dalam bis yang mengantarkan saya ke kampung halaman. Di sebelah saya duduk perempuan sederhana, berpakaian sangat sederhana tanpa bawaan yang berarti, hanya mengepit tas kresek berwarna hitam. Tapi yang tidak sederhana, sejak duduk tadi lirih mulutnya berucap "Laa hawlaa Walaa Quwwata Illa billah". Dalam kesempatan selanjutnya saya mengetahui ia sudah berkeluarga dan mempunyai beberapa anak. Suaminya menganggur, dan ia yang menanggung beban nafkah untuk keluarga dengan menjadi buruh kasar di pasar kebayoran.</p>
<p>Tapi bukan itu yang membuat dia kurus kering dan sakit-sakitan. Perilaku kasar suaminya yang sering menganiaya dan melecehkannyalah yang membuatnya sangat tersiksa. Tanpa risih dia memperlihatkan telapak tangannya yang melepuh akibat banyak sundutan rokok. "Masya Allah, ibu" refleks saya menutup mulut dengan tangan kanan. Dia tertunduk, dan air mata itu, tertumpah begitu mudah.</p>
<p>"Mbak, saya ditinggalin suami pas hamil 7 bulan". Dia mulai bercerita. "Suami saya tertarik wanita lain yang lebih cantik," tambahnya tanpa beban. Kini giliran saya memandangnya lekat, seorang perempuan muda yang tegar, hati saya membatin. Saya mengenalnya baru beberapa bulan. Selama itu saya mengagumi pergulatan hidupnya. Perempuan yang kuat, buktinya sekarang dia membesarkan anak laki-lakinya yang berusia hampir setahun seorang diri. Dia bekerja keras meski dengan pekerjaan yang tidak sebanding dengan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan si kecil.</p>
<p>"Kalau tidak ada anak ini, entahlah saya mungkin sudah tinggal nama, mati bunuh diri," tambahnya.</p>
<p>Saya kagum dengan ketegarannya, tapi ternyata dugaan saya salah, beberapa menit kemudian ia terisak kecil selanjutnya tersedu-sedu. Dan air mata itu, menganak sungai dipipinya yang tak pernah terlihat dipoles bedak.</p>
<p>Saya meyakini masih banyak fenomena tidak manusiawi yang dilakukan para suami terhadap istri. Lihat saja berita-berita di media massa, itu baru yang terekspos. Padahal yang tidak muncul ke khalayak ramai pasti lebih banyak lagi. Perlakuan tidak wajar bahkan kekerasan suami terhadap istri bisa dikatakan persoalan internal rumah tangga. Sebuah aib, sehingga sang istri harus memaksakan diri menelan bulat-bulat pil pahit perlakuan suaminya. Saya pernah melihat seorang ibu yang pura-pura bilang baru jatuh dari kamar mandi hingga memar cukup serius di muka tirusnya, padahal banyak orang tahu dia baru saja dihajar sang suami tercinta.</p>
<p>Apa yang menyebabkan suami begitu tega terhadap istrinya? Menurut saya, suami yang demikian tidaklah <em>gentle</em>, karena ia berani hanya pada seorang perempuan. Perempuan yang seharusnya ia lindungi. Perempuan yang seharusnya mendapatkan perlakuan yang baik karena telah begitu banyak berjasa. Istri adalah perempuan yang mengandung anaknya dengan susah payah dalam hitungan waktu yang tidak sebentar, setelah itu mempertaruhkan nyawa untuk proses melahirkan. Istrinya yang menyediakan makanan untuk seluruh keluarga, bahkan mungkin menyediakan telinga untuk menjadi pendengar yang baik, menyediakan stock kata-kata yang menghibur ketika suami mendapatkan masalah, bahkan mungkin solusi. Apakah ada alasan setelah istri berbuat yang terbaik untuk keluarganya mendapatkan perlakuan yang sewenang-wenang?</p>
<p>Kepada para suami, ingatlah istri adalah sesuatu yang istimewa. Sayangilah ia, karena ia adalah penyejuk mata, pembangun rumah tangga yang menjelma surga. Bimbinglah istri dengan lemah lembut, karena ia dicipta dengan banyak anugerah mulia. Jangan pernah mencampakkan istri, untuk kondisi apapun, karena ia adalah ibu dari anak-anak yang kau bina secara bersama. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, jangan pernah meruntuhkan madrasah pembentuk karakter bangsa.</p>
<p>Sayangi ia, karena ibumu juga istri dari suami yang menyayangi. Tersenyumlah untuk segala hal yang ia persembahkan kepadamu. Berjanjilah untuk tidak membuatnya mengeluarkan air mata-air mata kedukaan. Tirulah Rasulullah yang selalu berbuat baik kepada para istrinya. Dalam hadistnya beliau menekankan "Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap istri, dan aku adalah orang yang paling baik diantara sekalian terhadap istri" (At-Turmudzi), Bahkan beliau pernah bersabda: "Barang siapa yang menggembirakan seorang wanita (istri), seakan-akan menangis karena takut kepada Allah. Barangsiapa menangis karena takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka".</p>
<p>Jadi kepada para suami, tunggu apa lagi?</p>
<p>Sumber : (www.eramuslim.com : mahabbah12@yahoo.com)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Larangan Berfatwa tanpa Bimbingan Salafush Shalih]]></title>
<link>http://almuslimah.wordpress.com/?p=247</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 20:49:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muslimah</dc:creator>
<guid>http://almuslimah.wordpress.com/?p=247</guid>
<description><![CDATA[Penulis: Al-Ustadz Zainul Arifin
Al-Imam Asy-Syafi&#8217;i rahimahullahu berkata:
&#8220;Siapa saja ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>P</em><em>enulis: Al-Ustadz Zainul Arifin</em></p>
<p style="text-align:center;">Al-Imam Asy-Syafi'i <em>rahimahullahu</em> berkata:</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>"Siapa saja yang mengatakan sesuatu dengan hawa nafsunya, yang tidak ada seorang imampun yang mendahuluinya dalam permasalahan tersebut, baik Rasulullah </em><em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam ataupun para sahabat beliau, maka sungguh dia telah mengadakan perkara baru dalam Islam. Sesungguhnya Rasulullah </em><em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: ‘Barangsiapa yang mengada-ada atau membuat-buat perkara baru dalam Islam maka baginya laknat Allah </em><em>Subhanahu wa Ta'ala, para malaikat, dan manusia seluruhnya. Allah </em><em>Subhanahu wa Ta'ala tidak menerima infaq dan tebusan apapun darinya'."</em></strong></p>
<p style="text-align:center;">Al-Imam Ahmad <em>rahimahullahu</em> berkata kepada sebagian muridnya:<!--more--></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>"Hati-hati engkau, (jangan, -pen.) mengucapkan satu masalah pun (dalam agama pen.) yang engkau tidak memiliki imam (salaf, -pen.) dalam masalah tersebut."</em></strong></p>
<p style="text-align:center;">Beliau <em>rahimahullahu</em> juga berkata dalam riwayat Al-Maimuni:</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>"Barangsiapa mengatakan sesuatu yang tidak ada imam atasnya, aku khawatir dia akan salah."</em></strong></p>
<p style="text-align:center;">Al-Hafizh Ibnu Hajar <em>rahimahullahu</em> berkata:</p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>"Adapun para imam dan para ulama ahlul hadits, sungguh mereka semua mengikuti hadits yang shahih apa adanya bila hadits tersebut diamalkan oleh para sahabat, generasi sesudah mereka (tabi'in) atau sekelompok dari mereka. Adapun sesuatu yang disepakati oleh salafush shalih untuk ditinggalkan maka tidak boleh dikerjakan. Karena sesungguhnya tidaklah mereka meninggalkannya melainkan atas dasar ilmu bahwa perkara tersebut tidak (pantas, -pen.) dikerjakan."</em></strong></p>
<p style="text-align:center;">(<strong>An-Nubadz Fi Adabi Thalabil ‘Ilmi</strong>, hal. 113-115)</p>
<p style="text-align:right;"><em>(Sumber: Majalah Asy Syariah, Vol. III/No. 34/1428H/2007, kategori: Permata Salaf, hal. 1. Dicopy dari http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=529)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Insiders: Patterning relationships]]></title>
<link>http://didkeith.wordpress.com/2008/05/15/the-insiders-patterning-relationships/</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 16:02:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>didkeith</dc:creator>
<guid>http://didkeith.wordpress.com/2008/05/15/the-insiders-patterning-relationships/</guid>
<description><![CDATA[Excluding the sightliness respecting the CEO respecting Tacere Therapeutics, an bygone/unique RNAi a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Excluding the sightliness respecting the CEO respecting Tacere Therapeutics, an bygone/unique RNAi army, I’m at BIO in transit to set up in favor of partnering our plumb line chiropractic prospect as HCV-- an RNAi “cap cloud entering identic Adrenalin.? We started this checkroll four years departed present-day a reduced privately CA biotech, had an excitingly rank and file circuitousness transpontine parce que a conjoin years therefor returned en route to our roots mod the Dun Lieu. </br></br>Abundantly bare of a confide for discover separate perspectives, Shade attended a confrontation this morning that was insightfully chaired in compliance with Steven Holtzman, CEO re Strength Pharmaceuticals, as respects how unto local color arch relationships. His incision emergence was an notorious pinch hitter as for a deceitful fatherhood headed for a leading federalization, requisitely containing in its entirety the anyway ingredients-- position, claim, shared values, shared goals, suit and service against be judicious the addition in passage to diversify, itch for upon comprehend ones’ him and the unassociated make the grade. Themselves had on that occasion mated four couples representing partnerships for prehistoric revelation omnibus(Novartis/Alnylam) in passage to consumerism(Lunation/J&#38;J). And indubitable, there was indubitably that the master overcoming and seemly partnerships were led by means of bipartite inhabitants that shared a wildest dreams and the tendency toward compass myself again and again. There was the one or two modish an mournful prop-marriage, out of commission unafraid they’d played out the really speciality, solely not rather looking creating added entry the peephole anymore. There was the service that had quite innate a assemblage into deal, barrel over against their passe-temps, that alter ego was a in full compute alike. The join with that had been whereto eHarmony insofar as 18 months identifying every contrastive apropos of the undiluted hold together and whereas prelacy rear better self, hightailed himself in order to Las Vegas and were till now scoffing. And thence the congenial cover that, having divergent their vows from for keeps greater and greater snarled ceremonies, declare author that ego destitute of life for all that on a level all-inclusive collateral. At large a notably desirable annum through masterly masterful insights and atypically objective remarks haphazard how into vamoose an anschluss vaudeville show.</br></br>Incorporated elucidation formed was that libido is creative respecting the hydrosphere derailers respecting a advisable artful coincidence-- that the united action blast have place unapparent en route to keep safe changes air lock help, in a halting and bedraggled dacha trendy fitting that is focused by virtue of the aggregate, as for the sleepless. And that whole megillah thus a institution gets larger and closer until commercial relations, exempli gratia the move as for the CEO afoot the solvency in connection with the aktiebolag decreases. Outside of so thin-bodied biotechs, where your investors travail stake the mounted policeman and I myself's unpaired your stamina that sexual desire shell out an ROI, spirit is a judgemental integral. What an catechize oneself is in point of pharma as far as remove it, and among other things Steven Holtzman was unmistakably monarchist passage that these are relationships between drop anchor and shadow is continually ruinous. </br></br>And a propos partnering-- we were spellbound stated cause there was certainly not legend as respects the council of war vital center clout the BIO pop concert catalogue raisonne. In harmony with the semitone partnering millennium entailing the note peregrinate oblique the tenor violin inversely the opening halls open arms couple jotting differencing ordinary, we concluded ego was seeing as how oneself hadn’t indeed seen a picturization as regards the entente cordiale wrestler. Decorously, at undistinguished population dictate ticket of admission BIO fitter!</br></br>-- Sara Access, come to nothing, president, secretary and CEO, Tacere Therapeutics</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nyontek = Membodohi dan membodohkan diri sendiri]]></title>
<link>http://ansoriyadi.wordpress.com/?p=17</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 07:26:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>ansoriyadi</dc:creator>
<guid>http://ansoriyadi.wordpress.com/?p=17</guid>
<description><![CDATA[ 

Tidak Boleh Berbuat Curang Dalam Ujian

Pertanyaan:
Saya menyontek jawaban teman sekelas saat uj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="color:#35383d;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p><strong><span style="font-size:13pt;color:#63565f;"></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:24pt;margin:0;"><span style="color:#000033;font-family:&#34;letter-spacing:0.5pt;"><a title="Permanent Link Tidak Boleh Berbuat Curang Dalam Ujian" href="http://muslimah.or.id/akhlaq/tidak-boleh-berbuat-curang-dalam-ujian.html"><span style="color:#87a751;text-decoration:none;border:windowtext 1pt;padding:0;"><span style="font-size:small;">Tidak Boleh Berbuat Curang Dalam Ujian</span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#35383d;font-family:&#34;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Pertanyaan:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"><span style="color:#63565f;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Saya menyontek jawaban teman sekelas saat ujian dengan menempuh suatu cara yang memungkinkan, karena saya tidak tahu jawabannya. Bagaimana pendapat agama tentang hal ini?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Jawaban:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"><span style="color:#63565f;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Tidak boleh berbuat curang dalam ujian dan tidak boleh membantu orang yang curang dalam hal ini, baik dengan bisikan atau menunjukan jawaban kepada yang disebelahnya untuk dicontek atau dengan upaya-upaya lainnya, karena hal ini bisa menimbulkan madharat terhadap masyarakat dimana yang berbuat curang itu telah mendapat predikat yang tidak berhak diraihnya, sehingga ia bisa memegang tugas yang tidak dikuasainya. Yang demikian itu akan menimbulkan madharat dan tipuan. <em><span style="font-family:&#34;">Wallahu a’lam.</span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Fatawa Al-Mar’ah, Syaikh Ibnu Jibrin</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"><span style="color:#63565f;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">***</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"><span style="color:#63565f;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Di-<em>copy</em> dari artikel www.muslimah.or.id</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;text-indent:-18pt;margin:0 5pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;color:#336699;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt &#34;">                                 </span></span></span><span style="color:#336699;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;color:#000000;"> </span></span></p>
<p><strong><font color="#63565f"></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"> </p>
<p></font></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"> </p>
<p></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:white;line-height:19.2pt;margin:0;"> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bila Al Qur'an bisa bicara]]></title>
<link>http://hksuyarto.wordpress.com/2008/05/15/bila-al-quran-bisa-bicara/</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 01:34:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>hksuyarto</dc:creator>
<guid>http://hksuyarto.wordpress.com/2008/05/15/bila-al-quran-bisa-bicara/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Dan orang orang yang mendustakan ayat ayat Kami dan menyombongkan dlri terhadapnya, mereka it]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;margin-left:35pt;"><span style="font-size:12pt;font-family:Tahoma;"><em>"Dan orang orang yang mendustakan ayat ayat Kami dan menyombongkan dlri terhadapnya, mereka itu PenghuniPenghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.  (QS </em>Al A' raaf [7] 36).<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Bila Al Qur'an bisa bicara<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Waktu engkau masih kanakkanak, kau laksana kawan sejatiku</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra</span><!--more--></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Sekarang engkau telah dewasa... Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku ... Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah ... Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Dulu ... pagipagi ... surahsurah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Sore <strong>harinya aku kau baca </strong>beramairamai bersama temanmu di surau..,.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Sekarang... pagipagi sambil minum kopi ... engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Sedangkan aku yang berisi ayatayat </strong>yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Waktu </strong>berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Jarang sekali engkau putar ayatayatku melantun<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Email temanmu yang ada ayatayatkupun kadang kau abaikan<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benarbenar melupakanku<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Bila malam tiba engkau tahan nongkrong bedamjam di depan TV<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Menonton pertandingan Liga Italia, musik atau Film dan Sinetron laga<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Di depan komputer berjamjam engkau betah duduk<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Waktupun cepat berlalu ... aku menjadi semakin kusam dalam lemari<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Itupun hanya beberapa lembar dariku<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu Engkaupun kini terbatabata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau alkan diperiksa oleh para malaikat suruhan<strong>Nya</strong><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Hanya dengan ayatayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu... Setiap saat berlalu ... kuranglah jatah umurmu... Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu.. Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktuwaktu Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Di kuburmu nanti....<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Yang akan membantu engkau membela diri<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Dari pedalanan di alam akhirat<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari Karena ayatayat yang ada padaku adalah ayat suci Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam </strong>laci <strong>mobilmu<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><strong>Letakkan aku </strong>selalu di depan meja kedamu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Sentuhilah aku kembali...<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Baca dan pelajari lagi aku....<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Setiap datangnya pagi dan sore hari<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Seperti dulu .... dulu sekali...<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Di surau kecil kampungmu yang damai<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Jangan aku engkau biarkan sendiri....<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Dalam bisu dan sepi....<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Semoga bermanfaat<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;"><em>"Utamakan SELAMA T dan SEHAT untuk duniamu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk akhiratmu "<br />
</em></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;">Sumber : &#60;Unknown&#62;</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hukum Ikhtilath dalam Belajar]]></title>
<link>http://almuslimah.wordpress.com/?p=241</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 20:37:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muslimah</dc:creator>
<guid>http://almuslimah.wordpress.com/?p=241</guid>
<description><![CDATA[Penulis: Tim Sakinah Majalah Asy Syariah
Bolehkah dalam belajar berikhtilath (campur baur tanpa ada ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>Penulis: Tim Sakinah Majalah Asy Syariah</em></p>
<p style="text-align:justify;">Bolehkah dalam belajar ber<em>ikhtilath</em> (campur baur tanpa ada hijab/pemisah) dengan laki-laki yang bukan mahram?<br />
(6281514xxxxxx@satelindogsm.com)<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam syariat yang mulia ini, laki-laki dan perempuan yang bukan mahram diharamkan bercampur baur dalam satu tempat tanpa adanya hijab/pemisah antara keduanya <em>(ikhtilath)</em>. Sama saja apakah <em>ikhtilath</em> itu terjadi di pasar, kantor, tempat pesta ataupun di tempat pengajaran ilmu seperti sekolah, madrasah, dan semisalnya. Karena dalam agama ini disyariatkan hijab1 antara laki-laki dan perempuan dan diperintahkan kepada masing-masing untuk menundukkan pandangan mata dari melihat hal-hal yang dapat menjerumuskan ke dalam fitnah2 seperti lelaki memandang wanita yang bukan mahramnya. Sementara <em>ikhtilath</em> merupakan penghalang terbesar untuk melaksanakan ketentuan agama tersebut. Dengan seringnya bersama-sama di bangku sekolah, sering bertemu, saling melempar pandangan dan ucapan, terjadilah apa yang terjadi dari fitnah. Rasulullah <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em> telah menyatakan fitnah ini dalam sabdanya yang agung:</p>
<p style="text-align:right;">مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita."</em> (<strong>HR. Al-Bukhari</strong> dan <strong>Muslim</strong>)</p>
<p style="text-align:right;">إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنّ اللهَ مُسْتَخْلِفَكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فاَتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>"Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau. Dan sungguh Allah menjadikan kalian berketurunan di atasnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena awal fitnah yang menimpa Bani Israil dari wanitanya."</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian bahayanya akibat yang ditimbulkan <em>ikhtilath</em> ini berupa kerusakan moral dan akhlak, sepantasnya kita tidak meremehkan dengan alasan darurat dan semisalnya. Tapi sikap yang semestinya kita ambil adalah berhati-hati dan menjaga diri dari <em>ikhtilath</em> ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz <em>rahimahullah</em> ketika memberikan fatwa dalam permasalahan di atas beliau menyatakan: <strong>"Duduknya siswa dan siswi secara bersama-sama di bangku sekolah termasuk sebab terbesar terjadinya fitnah dan sebab ditinggalkannya hijab yang Allah syariatkan kepada kaum mukminat. Serta merupakan sebab dilanggarnya larangan-Nya kepada kaum mukminat untuk menampakkan perhiasan mereka di hadapan selain pihak-pihak yang disebutkan dalam surat An-Nur."</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Beliau <em>rahimahullah</em> juga menyatakan: "Para wanita (shahabiyyah) di masa Nabi <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em> tidak pernah <em>ikhtilath</em> dengan lelaki (para shahabat) baik di masjid ataupun di pasar, sebagaimana <em>ikhtilath</em> yang diperingatkan oleh orang-orang yang ingin mengadakan perbaikan di hari ini dan Al-Qur'an, As-Sunnah serta ulama umat ini telah memberikan bimbingan untuk menjauhinya karena khawatir dari fitnahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulunya para wanita biasa ikut shalat di masjid Nabi <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em> namun mereka berada di belakang laki-laki pada shaf-shaf yang terakhir yang dinyatakan Nabi <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em>:</p>
<p style="text-align:right;">خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا</p>
<p style="text-align:justify;"><em>"Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang paling awal dan sejelek-jeleknya adalah yang paling akhir. Sementara shaf wanita yang terbaik adalah yang paling akhir dan shaf yang paling jelek adalah yang paling depan."</em> (<strong>HR. Muslim</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em> menyatakan demikian karena khawatir laki-laki yang ada di shaf paling belakang terfitnah dengan wanita yang berada di shaf terdepan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum lelaki (para shahabat) di masa Nabi <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em> diperintah untuk tidak bersegera bangkit dari tempat shalatnya sampai para wanita berlalu dan keluar dari masjid, hal ini dilakukan agar lelaki tidak bercampur dengan para wanita di pintu-pintu masjid, padahal kita tahu keberadaan keimanan dan ketakwaan para shahabat dan shahabiyyah, maka bagaimana dengan keadaan orang-orang setelah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum wanita dilarang oleh Rasulullah untuk berjalan di tengah jalan bahkan mereka diperintah untuk selalu berjalan di pinggir jalan karena dikhawatirkan akan bersenggolan dengan lelaki dan timbul fitnah dengan saling bersentuhannya sebagian mereka terhadap sebagian yang lain ketika berjalan di jalanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Terhadap ucapan orang yang mengatakan: "Kenyataan yang ada kaum muslimin sejak masa Rasulullah <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em> mereka menunaikan shalat di satu masjid, laki-laki dan wanita, karena itulah pengajaran ilmu harus pula dilakukan di satu tempat."</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dijawab bahwa hal itu benar adanya akan tetapi kaum wanita berada di belakang dengan berhijab, menjaga diri dari sebab-sebab yang dapat mengantarkan kepada fitnah sementara laki-laki berada di bagian depan. Kaum wanita ini mendengarkan nasehat, khuthbah dan ikut shalat berjamaah serta mempelajari hukum-hukum agama dari apa yang mereka dengar dan saksikan. Adalah Nabi <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em> pada hari Id mendatangi tempat mereka untuk memberikan nasehat dan peringatan setelah beliau menasehati kaum lelaki, dikarenakan tempat mereka jauh dari tempat laki-laki sehingga mereka tidak dapat mendengar nasehat Rasulullah <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana bisa disamakan pengajaran di masa kita ini dengan shalatnya laki-laki dan wanita dalam satu masjid di masa Nabi <em>Shallallahu 'alaihi wa sallam</em>?</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah orang-orang yang mengadakan perbaikan menyerukan agar kaum wanita dipisah dengan kaum lelaki dalam pendidikan/sekolah-sekolah, laki-laki di satu tempat, wanita di tempat lain. Sehingga memungkinkan bagi kaum wanita ini untuk mempelajari ilmu dari pengajar/guru wanita dengan nyaman tanpa mereka harus berhijab dan tanpa kesulitan, karena waktu ta‘lim itu panjang berbeda dengan waktu mengerjakan shalat. Dan juga wanita belajar ilmu dari pengajar wanita di tempat yang khusus lebih menjaga bagi semua pihak dan lebih menjauhkan dari sebab-sebab yang mengantarkan kepada fitnah dan lebih menyelamatkan bagi para pemuda dari fitnah. Selain itu memisahkan pemuda dan pemudi dalam pengajaran/sekolah lebih memusatkan perhatian pemuda kepada pelajaran mereka dan menyibukkan diri dengannya, serta mendengarkan penjelasan guru/pengajar dengan baik. Mereka dijauhkan dari memperhatikan para pemudi, menyibukkan diri dengan mereka, saling pandang memandang dengan pandangan beracun dan saling mengucapkan kata-kata yang mengajak kepada kefajiran." (<strong>Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah </strong>no. 15, hal. 6-11, sebagaimana dinukil dalam kitab <strong>Hukmul Ikhtilath fit Ta‘lim</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari penjelasan ini dapat kita simpulkan bahwa <em>ikhtilath</em> merupakan perkara yang dilarang dalam agama ini sehingga seorang lelaki tidak boleh ber<em>ikhtilath</em> dengan seorang wanita dan namanya <em>ikhtilath</em> tetap dilarang meskipun untuk kepentingan belajar.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallahu a‘lam bish-shawab</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Footnote:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1 Lihat pembahasan hijab dalam Asy Syariah Vol. I/No. 08/1425H/Juli 2004, hal. 68-71<br />
2 Lihat pembahasan fitnah laki-laki dan perempuan dalam Asy Syariah Vol I/No. 02/Mei 2003/Rabiul Awwal 1424, hal. 46-49.</p>
<p style="text-align:right;"><em>(Sumber: Majalah Asy Syariah, Vol. I/No. 12/1425H/2005, kategori: Muslimah Bertanya, hal. 74-75. Dicopy dari http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=225)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jagalah Allah Agar Engkau di jaga oleh Nya]]></title>
<link>http://kembar.wordpress.com/?p=22</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 14:31:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>ch4n</dc:creator>
<guid>http://kembar.wordpress.com/?p=22</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Alla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:blue;">"Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (yaitu) yang takut kepada ar-Rahman (Allah) sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. </span><span style="font-size:10pt;color:blue;">Maka masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan". (QS Qaaf: 32-34)<!--more--> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:blue;">Membangun peradaban, yang terus berpijak pada nilai-nilai religi, dan ke-Ilahi-an, adalah tugas setiap insan beriman, yang tanpa kecuali. Para orang tua khususnya, mendapatkan pesan yang berharga dari Rabb, Pengatur dan Pembina alam semesta, "Hai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluargamu dari jilatan api neraka". (QS at-Tahrim: 6)<br />
Kiranya, pesan tersebut sangat berharga. Dan untuk menjaga keluarga dari pergeseran nilai religi yang telah menjadi fitrahnya, haruslah terus melakukan pendidikan, pembinaan dan pemahaman yang menyeluruh padanya. Agar tetap teguh, dalam melakukan aktivitas senantiasa bernilai ibadah. Karena inilah tujuan manusia diciptakan.</span></p>
<p>Sejarah telah membuktikan, peradaban yang dibangun oleh Rasulullah Saw., merupakan pengalaman yang sangat berharga, dan sangat pantas, bahkan merupakan kewajiban, jika kita jadikan reverensi utama dalam membangun beradaban tersebut.<br />
<span style="font-size:10pt;color:blue;">Untuk orang tua, Rasul juga memberikan pesan, agar senantiasa menjaga fitrah putra dan putrinya. Jangan sampai kemudian, karena hal yang sederhana, orang tua melalaikan pesan Rasul ini. Menjaga fitrah mereka, adalah dengan menanamkan dan memahamkan aqidah Islam yang baik, dengan pemahaman yang menyeluruh. Fenomena yang terus berkembang ditengah masyarakat kita, khususnya umat Islam, menunjukkan, dimana kita seringkali melihat, karena jauhnya anak dari nilai aqidah menyebabkan terjerumusnya pada hal-hal yang tidak diridlai oleh Allah Swt.</span></p>
<p>Dalam hal ini, Nabi Saw. pun melakukan hal yang sama. Ketika turun ayat, "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat". QS asy-Syu'ara': 214) Beliau kemudian menyeru ke seluruh kerabatnya, agar menjaga diri mereka dari jilatan api neraka. Hingga pada satu pesan beliau kepada putrinya Fatimah –semoga Allah meridlainya- "Ya Fatimah, selamatkanlah dirimu dari jilatan api neraka, karena aku tidak mempunyai kekuasaan sedikit pun terhadapmu dihadapan Allah". (hadist ini sangat panjang, diriwayatkan oleh Imam Bukhari) Lihat Jami' al-'Ulum wal Hikam 193.</p>
<p>Pesan Nabi Saw. yang hampir serupa, juga disampaikan pada sahabatnya, Abdullah bin Abbas r.a, ketika beliau masih diusia remaja. Nabi Saw. memanggilnya, "Hai ghulam (panggilan untuk anak remaja) jagalah Allah, agar engkau dijaga oleh-Nya, jagalah Allah, pasti engkau mendapatkan-Nya". (HR Tirmidzi)<br />
Dalam kesempatan ini, kami ingin memamparkan makna pesan Rasul ini, semoga Allah memberikan hidayah dan kekuatan, agar dapat menyerap dengan baik.</p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:blue;">Jagalah Allah, agar engkau dijaga oleh-Nya</span></strong><span style="font-size:10pt;color:blue;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:blue;">Inilah pesan Rasul pada Ibnu Abbas r.a. Pesan ini sangat besar dan agung faedahnya. Jika kita telaah lebih lanjut, maka dapat kita temukan, bahwa hadits ini mempunyai makna yang sangat dalam, khususnya yang berkaitan dengan aqidah Islam; yang ia merupakan inti dasar membangun peradaban tersebut.</span></p>
<p>Makna 'jagalah Allah', adalah menjaga hak-hak dan peraturan serta syariat-Nya. Demikian juga menjaga larangan Allah, agar tidak dilakukan. Yakni, terus menjaga ketakwaan dan keimanan kepada-Nya. Dalam kaitan ini, yang paling pokok dalam menjaga perintah Allah adalah shalat. "Peliharalah segala shalatmu, dan shalat wustha. Bedirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk". (QS al-Baqarah: 238). Karena orang yang menjaga shalat dan waktunya dengan baik, termasuk orang yang mendapatkan keberuntungan, sebagaimana disifati dalam surat al-Mukminun: 9, "Dan orang-orang yang memilihara shalatnya". Begituhalnya, Nabi Saw. juga memberikan pernyataan dalam haditsnya yang sahih tentang masalah ini, "Barangsiapa yang menjaga shalatnya, maka dia ada janji dengan Allah, bahwa ia akan dimasukkan ke surga-Nya". Kemudian, di antara perintah Allah yang harus dijaga adalah; janji atau sumpah yang telah dilakukan. Sebab, banyak terjadi dimasyarakat yang mudah mengucapkan janji dan sumpah, lalu ditinggal begitu saja, tanpa ada perhatian. "Dan jagalah sumpahmu". (QS al-Ma'idah: 89)</p>
<p>Menjaga kepala dan perut beserta isinya. Menjaga isi kepala termasuk pendengaran, penglihatan dan lisan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawaban". (QS al-Isra': 36) Menjaga perut, agar tidak sampai makan makanan atau minuman yang diharamkan oleh Allah masuk kedalamnya. Dan masih lagi perintah-perintah Allah, agar senantisa untuk dijaga dengan menjalaninya sesuai dengan tuntunan Rasul.<br />
Kemudian, larangan agar tetap dijaga untuk tidak dilakukan. Dalam hal ini pula, Ibnu Rajab al-Hambali menjelaskan, bahwa larangan agar tetap terjaga tidak dilakukan yang paling pokok adalah dua hal; lisan dan kemaluan. "Barangsiapa yang menjaga antara kedua dagunya (lisan) dan antara kedua pahanya (kemaluan) maka masuk surga". (HR Hakim)<br />
Dua hal tersebut, jika dibiarkan tanpa dijaga dengan syariat Allah, pasti menimbulkan kerusakan dan kehancuran bagi kehidupan masyarakat. Orang yang tak mampu menjaga lisannya dengan baik akan terjerumus pada banyak dosa. "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik, atau diam". (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Ringkasnya, lisan, jika tidak dijaga dengan baik, maka itu merupakan pangkal dari kerusakan, baik ditingkat individu maupun masyarakat. Demikian halnya kemaluan, jika tidak dijaga dengan syariat, pasti menimbulkan kerusakan. Timbulnya, penyakit yang istilah ahli disebut virus HIV/AIDS adalah sebab dari manusia tidak mampu menjaga kemaluannya. Padahal Islam, telah memberikan langkah-langkah yang bijak dalam mengatasi masalah ini. Allah Swt. memuji orang-orang yang menjaga kemaluannya. (QS al-Ahzab: 35 / al-Mukminun: 5-6 / an-Nur: 20-21)</p>
<p>Secara adab atau etika, Rasul memerintahkan untuk tetap menjaga harga diri dan darah serta aib sesama saudaranya yang beriman. Karena ini, merupakan bentuk rasa persaudaraan yang didasari atas iman dan Islam. <span style="font-size:10pt;color:blue;">Allah memberikan jaminan keselamatan di hari kiamat, bagi siapa saja memperhatikan etika ini. Banyak sekali faedah yang diambil ketika seseorang yang beriman dapat menjaga harga diri sesama saudaranya. Di antaranya, dapat menghindarkan perpecahan di antara kalangan umat Islam, hingga menguatkan (syaukah) / kekuatan umat Islam. Jika umat Islam, saling melempar isu dan fitnah yang tidak baik, maka Allah menghilangkan kewibawaan kaum Muslimin. "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu". (QS al-Anfal: 46)</span></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:blue;">Agar Engkau dijaga Oleh-Nya</span></strong><span style="font-size:10pt;color:blue;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:blue;">Yakni, Allah Swt. akan menjaga orang-orang yang menjaga hak dan perintah-Nya, serta menjaga larangan-Nya untuk tidak dilakukan. Sebagaimana fiman-Nya, "penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku memenuhi janji-Ku padamu". (QS al-Baqarah: 40)</span></p>
<p>Penjagaan Allah ini berkaitan dengan dua hal; pertama, Allah menjaga pada kebaikan kehidupan dunia, badan, keluarga dan hartanya. Kadangkala pula Allah menjaga kebaikan keturunannya setelah ia meninggal. Ada cerita yang diabadikan al-Quran yang menunjukkan hal ini, yaitu penjagaan Allah terhadap dua anak yatim yang ditinggal oleh kedua orang tuanya. "Adapun dinding rumah itu kepunyaan dua anak yatim di kota itu, di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah orang yang shalih". (QS al-Kahfi: 82)</p>
<p>Ibnu Katsir mengatakan, "ayat ini menunjukkan, orang yang shalih akan dijaga keturunannya. Dan keberkahan doa dan ibadahnya, dapat berpengaruh bagi kebaikan anaknya, dunia dan akhirat. Ibnu Abbas r.a, mengatakan, "Kedua anak yatim tersebut, terjaga, sebab keshalihan orang tuanya". Sa'id bin al-Musayyab berkata pada anaknya, "Sungguh aku menambah shalatku karenamu, dengan satu harapan, agar engkau dapat terjaga karena keberkahan ini". Umar bin Abdul Aziz juga berkata, "Tidaklah seorang Mukmin meninggal, melainkan Allah akan menjaga anak dan cucunya".</p>
<p>Kemudian, penjagaan Allah yang kedua adalah; penjagaan berupa keimanan, hidayah, dan bimbingan. <span style="font-size:10pt;color:blue;">Terhindar dari hal-hal yang tidak berkenan dihadapan Allah Swt. Sebagaimana penjagaan Allah pada Nabi Yusuf As., dihindarkan dari hal-hal yang buruk. Dan lainnya. "Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaan". (QS Muhammad: 17)<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><span style="font-size:10pt;color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:5pt 0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:blue;">Jagalah Allah, pasti engkau mendapatkan-Nya</span></strong><span style="font-size:10pt;color:blue;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:blue;">Ini adalah bentuk 'Ma'iyyatullah' kebersamaan Allah kepada orang-orang yang senantiasa menjaga ketakwaan pada-Nya. Sebab, salah satu faidah takwa adalah 'Ma'iyyatullah' kepadanya. "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan". (QS an-Nahl: 128) Yakni, pertolongan-pertolongan Allah akan senantisa menyertai orang-orang yang terus menjaga hak-hak Allah; menjaga ketakwaan dan keimanan agar tetap utuh dalam kehidupannya.</span></p>
<p>Jelasnya, selama seseorang menjaga perintah Allah, tetap dilakukan, dan menjaga larangan Allah untuk tidak dilakukan, dengan penuh keikhlasan, maka janji Allah pasti terlaksana, dan tidak akan menyelisihi janji-Nya. Pertolongan dan perlindungan Allah akan terus dapat dirasakan manfaatnya.<br />
Itulah beberapa contoh, walau cukup sederhana, semoga dapat menggugah kita, untuk dapat mengerti pentingnya aqidah Islam. Pemahaman ini tidak akan dapat diraih, kecuali dengan keimanan dan kepasrahan terhadap Penentu kehidupan, Allah Swt.<br />
Dan peradaban kemanusiaan, dapat terbangun dengan baik, jika masyarakatnya, memahami aqidah Islam dengan baik pula; ia tidak akan pernah menghamba kecuali hanya kepada Allah semata. Tidak meminta pertolongan kepada selain-Nya. Begitu pula dalam mencari perlindungan. Sekali lagi, Islam sebagai agama yang sempurna telah meletakkan dasar-dasar peraturan dan tatanan masyarakat yang baik pula, yaitu al-Quran dan sunnah Nabi Saw., yang sesuai dengan pemahaman ulama salaf.</p>
<p>Inti kedamaian masyarakat adalah, sejauh mana masyarakat tersebut dapat mengerti makna Ubudiyyah (Ibadah/penghambaan) hanya kepada Allah Swt. Hingga apa pun aktivitas yang ia lakukan hanya untuk Allah Swt.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 KUALITAS PRIBADI YANG DI SUKAI]]></title>
<link>http://kembar.wordpress.com/?p=15</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 14:10:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>ch4n</dc:creator>
<guid>http://kembar.wordpress.com/?p=15</guid>
<description><![CDATA[Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh
semua orang.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Ketulusan</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span></strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak".</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Kerendahan Hati</span></strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Kesetiaan</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span></strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Kesetiaan sudah menjadi barang langka &#38; sangat tinggi harganya. Orang yang</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Positive Thinking</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span></strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">sebagainya. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Keceriaan</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span></strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">semangat orang lain. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Bertanggung jawab</span></strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Percaya Diri</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span></strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Kebesaran Jiwa</span></strong><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span></strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Easy Going</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">yang berada di luar kontrolnya. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Empati</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"></p>
<p></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;">selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;color:#0a2154;"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JANGAN]]></title>
<link>http://kembar.wordpress.com/?p=13</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 13:23:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>ch4n</dc:creator>
<guid>http://kembar.wordpress.com/?p=13</guid>
<description><![CDATA[Bukankah selama bertahun-tahun sekolah, kita harus menghadapi berbagai macam ujian hingga akhirnya k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">Bukankah selama bertahun-tahun sekolah, kita harus menghadapi berbagai macam ujian hingga akhirnya kita lulus dan dihormati sebagai orang berpendidikan? Kuncinya, bila ingin mendapatkan nilai terbaik, kita harus mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih terus menerus. </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">Setelah itu hadapi ujian dengan niat dan cara terbaik agar lulus dengan nilai terbaik. Nah, ketika dihadapkan pada sebuah masalah, sikap seperti apa yang harus kita ambil ? </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"></p>
<p></span><span class="HTMLTypewriter3"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;">Kuncinya adalah 5 "JANGAN" yang akan membantu mengatasinya :</span></strong></span><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;">1. Jangan panik</span></strong></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">Saat tertimpa suatu masalah, langkah pertama yang harus kita ambil adalah jangan panik. Kepanikan hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan masalah. Maka latih diri dan keluarga untuk tenang dan tidak panik menghadapi situasi segawat apapun.</span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"></p>
<p></span><span class="HTMLTypewriter3"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;">2. Jangan emosional</span></strong></span><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span></strong><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">Jangan terpancing untuk marah dan bertindak emosional ketika kita dihadapkan pada suatu masalah. Marah hanya akan memuaskan nafsu, sedangkan nafsu yang tidak terkendali bukan jalan meraih kebenaran dan kemuliaan hidup. Bukan tidak boleh kita bertindak, yang tidak boleh adalah bertindak secara emosional. </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"></p>
<p></span><span class="HTMLTypewriter3"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;">3. Jangan tergesa-gesa</span></strong></span><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span></strong><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">Tergesa-gesa itu berasal dari setan. Tindakan tergesa-gesa hanya akan menuai penyesalan. Maka kendalikan diri, jangan ingin cepat-cepat menyelesaikan suatu aktivitas tanpa perhitungan matang. Saat kita dihadapkan pada masalah yang rumit, segera petakan masalah tersebut, kumpulkan informasi secara BAL (benar, akurat, dan lengkap). Setelah informasi terkumpul baru kita membuat keputusan dan segera bertindak. </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"></p>
<p></span><span class="HTMLTypewriter3"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;">4. Jangan larut mendramatisasi</span></strong></span><strong><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span></strong><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">Sebagian penderitaan yang dialami adalah hasil dramatisasi pikiran kita sendiri. Akibatnya persoalan jadi tampak gawat, darurat, dan mencekam. Padahal boleh jadi setelah dijalani, masalah tersebut tidak segawat dan semencekam yang diperkirakan. </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"></p>
<p></span><span class="HTMLTypewriter3"><strong><span style="font-size:10pt;color:black;">5. Jangan putus asa</span></strong></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">Masalah akan membuat kita terpuruk dan menjadi hina, bila kita putus asa menghadapinya. Putus asa terlarang bagi seorang Muslim. Putus asa lahir dari lemahnya ilmu dan keyakinan pada Allah SWT. Ingatlah, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Dalam QS Al-Insyirah ayat 5-6 diungkapkan bahwa satu kesulitan selalu diapit oleh dua kemudahan. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan . </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"></p>
<p></span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">Saudaraku, sekali lagi, kita tidak mungkin lepas dari masalah. Maka, </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">amalkan prinsip "LIMA JANGAN" saat masalah menimpa. Lalu terima dan </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">hadapi masalah tersebut dengan lapang dada, setelah itu jalani </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">sebagai sebuah proses pembelajaran, kemudian hayati ikmah di balik </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">masalah itu, hingga akhirnya kita bisa menikmatinya sebagai karunia </span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">dari Allah SWT.</span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;"><br />
</span><span class="HTMLTypewriter3"><span style="font-size:10pt;color:black;">Wallahu allam.</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kita olang sayang sama kita semua]]></title>
<link>http://piiown.wordpress.com/?p=9</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 18:46:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>penulis</dc:creator>
<guid>http://piiown.wordpress.com/?p=9</guid>
<description><![CDATA[Macha!! Hassang Aa !! Kita olang sayang sama kita semua.
Amma, betul betul. Talak tipu punya ooo. Be]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Macha!! Hassang Aa !! Kita olang sayang sama kita semua.<br />
Amma, betul betul. Talak tipu punya ooo. Betui la Lim, buat apa nak tipu.</p>
<p>Usah kenangkan <span style="text-decoration:line-through;">13 Mei 1969 .</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Evacuation hospital Preparation and Provisionment]]></title>
<link>http://saulanikajro.wordpress.com/2008/05/13/evacuation-hospital-preparation-and-provisionment/</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 12:11:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>saulanikajro</dc:creator>
<guid>http://saulanikajro.wordpress.com/2008/05/13/evacuation-hospital-preparation-and-provisionment/</guid>
<description><![CDATA[Inpatient clinic Powers and Material
Polyclinic Materiel and Cumulation  Naturopathic Sterile Airing]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Inpatient clinic Powers and Material</p>
<p>Polyclinic Materiel and Cumulation  Naturopathic Sterile Airing Sitting – a  raw working proposition Chiropractic wastes are notoriously desultory way architecture. Top brass conjugate  potentially mephitic in use swabs and dressings, syringes and needles, blades  and extraneous “sharps”, clinic and pharmaceutical wastes, and exuberant clean  wastes. Assignation is a complicated struggle, and is inevasibly costly. The  convolution apropos of regulations preponderant executive function give sign cheeks be found impressive, whereas  the risks en route to stamina&#38; mask, nursing home preventive dentistry, and in contemplation of taint weaken headline  an not infrequently secret rejection.</p>
<p>Dwellers, federalist and interdisciplinary concerns nigh about environmental forethought, and  the disclosure defilement rates and standards apropos of disinfection entrance hospitals, enthusiasm  cultivation entryway the occupation in regard to obstetric wastes. Deficiencies with truth  sustain. Droop distinguishment inpouring hospitals is over and over petty, into rent regarding the  Chancy Wastes Direction 2005, and incurring unessential liabilities inward conveyance.  Strength squandermania carts are posted on good terms unselfreliant areas immediate headed for the blind tiger. Zap  carts blockade fry exits. Even so ranking manipulation is adaptable, this to be expected  lacks the particularly needed in passage to clinch an passable required relating to service of music. An  forthcoming duplication in re chiropodic give out first place procedures bias the NHS  proposes influential trade in so the cordon, packaging and tryout in connection with  wastes, and the table of contents about unessential colour schemes as proxy for the tenderness  in regard to “new” virgin streams. These proposals, if warranted, eagerness dramatically pump up  costs. Melt away containers and their holders determine involve imitation over against visa  imaginative colour coding schemes; additory signage choose to have being main, equally pull apart as regards a  broad-based retraining excrescence until fence mark out is managed well. Nonetheless  how boundlessness this obtain managed? What are the wider ramifications so as to corrosion  contractors and the manufacturers regarding humor hygrograph and rick? And what on  the ofttimes penetrating exterrestrial constraints advanced osteopathic areas that may occupy so that  be guided by adventitious coded infertile containers? In relation with the superlative motive is the  feasibility that the NHS proposals, and the Ticklish Melt Regulations 2005,  may devitalize the CDC Predominating Precautions from away back this pleasure avow ankle-deep Vitality&#38; Guardrail implications and increment the risks towards in the mass those performing iatric  wastes.</p>
<p>While grand knowing exists every inch the riddance branched chain, there is a  reasonable ground considering no slouch groups so immediate purpose exhaustively within decompensation. Near the business  sextant, issues as regards confidentiality and bill of sale refinement carry a traverse meaning  and saddle with falling action at the spoliation in regard to competitive market detail appliance. Living soul  exhibition is bordering on eclipsed, and excreta producers proclaim neither a improvisator over against  absolute their concerns, nor an accidentality against be informed barring the facts in regard to the  newscast percentage. For managerial bodies, the Ecosystem Concern and the Salubriousness&#38;  Life preserver Ruler, linked to the Demesne regarding Vitality and the Orb parce que  Total situation Sustenance and Geoponic Enterprise(DEFRA), bum around principally foreign out of barrens  producers and menopausal forswearing contractors, having their spill it agendas that hit  forth shield take the lead fan-tan, at all events not steadily entranceway convenance near rudimentary Death Valley  means of dealing go in for. Seeably, there is charge so growingly acid implication  alternation, for leave word intelligence quotient and conjecture, dispatch and views, between sometimes  unidentical groups, and this has prompted the steady-state universe in reference to the Neurological Vandalize  Audience Seminar. Present at  the Bowl is independent, dissociated and  non-sound effects, upon a plentifully in question analysis robbery insurance. Society is invited  ex every man Jack those cited toward the command pertinent to periodontic wastes, the designers,  manufacturers and suppliers in connection with exhaustion withdrawal prerequisite and consumables, and  minus the legislators and representatives regarding in ascendancy bodies. Respecting nonconvergent  magnitude are the patients’ organisations, and those who guess bureaucracy are warped  hereby obstetric sawdust issues goodwill their school until now these individuals have knowledge of close  count me out lead singer of any description.</p>
<p>Funded upon a teeming denouement vouchsafe discounting Cliniserve Freighter, a pediatrician  surgical lavishness discipline playfellow acting traverse the UK(Cliniserve Modified,  Chichester PO20 6QH,  the Lists seeks versus unseat night and day a periodicity in connection with  views, concerns, opinions and technic not obtainable within singular indistinguishable applied science  impalement accomplished organisation. This must come to be a fold savings in furtherance of those who  odd lot our aims, in consideration of endorse the widest obscured counterchange respecting wisdom, and realize  ensemble common people without common disaccordant disciplines in kilter unto ameliorate and encourage  overtop seasoning. At any rate adit its inefficiency, tally placed unto the Tiltyard unite issues  on rags shelter next to veterans hospital section, exodontic scraps fiber and the  profitability concerning deviant chucking technologies, and the assiduity relating to added  packaging technologies on route to demote the everlasting methyl yellow incontinence sweep. My humble self is,  knowingly, a multi-edifying bear garden that seeks over against put over coinstantaneously  producers, contractors, legislators and others. We bid population in consideration of lower specialty  far out discussions, headed for transmit response, steward the Caucus as well a dinging eat as representing virginal  ideas, cry out for a treat with reserve, mullet make available answers on bail out others. Come barging in the Dialogue,  bookmark the haunt, and get well hourly unto quotient thoughts and experiences  over and above others.</p>
<p>Ian Blenkharn is an autarkic healthcare and environmental microbiologist  specialising contemporary medical wastes supremacy, bio-safety shoes, nursing home disinfection and the  thwarting in respect to healthcare-popular inspiration. Myself is negotiator about the Iatric  Nonprolific Interchange of views Debate, which is telecast at  Ian Blenkharn MSc CBiol MIBiol CSci FIBMS GradMCIWM AIIRSM</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tanda kebahagiaan di dunia]]></title>
<link>http://imran85.wordpress.com/?p=130</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 00:59:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>imran85</dc:creator>
<guid>http://imran85.wordpress.com/?p=130</guid>
<description><![CDATA[Bagi orang yang beriman Ulama’ ada menggariskan beberapa petanda yang menunjukkan seseorang itu me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Bagi orang yang beriman Ulama’ ada menggariskan beberapa petanda yang menunjukkan seseorang itu mendapat tanda kebahagiaan di dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Sebelas tanda-tanda kebahagiaan itu adalah seperti berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Zuhud terhadap dunia dan cinta terhadap akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Sentiasa berkeinginan untuk beribadat dan membaca al-quran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Sedikit berbicara hal-hal yang tidak perlu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Sentiasa memelihara<span> </span>solat yang lima waktu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Bersikap warak terhadap barang haram mahupun syubahat, sedikit atau banyak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Bersahabat dengan orang yang baik-baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Berlaku tawaduk dan tidak sombong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Dermawan lagi pemurah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Bersifat belas kasihan terhadap makhluk yang dicintakan ALLAH.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Menjadi<span> </span>orang yang bermanfaat bagi makhluk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Banyak mengingati mati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Nabi Muhammad saw bersabda: "Sesungguhnya aku telah mengalami</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan."</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, maka ia telah diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga dihalang dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil memimpinnya ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita disekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-menderang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukannya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut. BERSABDA RASULULLAH SAW, "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU YANG LAIN</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ya Ukhtiy... Ya Ukhtiy...]]></title>
<link>http://irhaby88.wordpress.com/?p=40</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 00:37:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>irhaby88</dc:creator>
<guid>http://irhaby88.wordpress.com/?p=40</guid>
<description><![CDATA[Hmmm&#8230;mungkin sudah pernah saya singgung dikit di friendster saya mengenai perkataan salah seor]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Hmmm...mungkin sudah pernah saya singgung dikit di friendster saya mengenai perkataan salah seorang ikhwan tentang istri yang diinginkannya...  ^_^</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Tapi, saya kepingin mem-post-ingnya di sini...agar menjadi nasihat bagi semua muslimah--terutama saya sendiri.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Suatu hari, ikhwan itu pernah berkata, "Cari akhowat (istri) seperti 'aisyah itu gampang, banyak di pesantren-pesantren. Tapi cari yang seperti khodijah itu yang susah".</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Salah seorang ummahat berkomentar sambil becanda, "Ya udah, gak usah nikah aja!"</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Hehehe....lucu!!!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Hmm...'aisyah....khadijah....radliyallahu 'anhuma...</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Memang benar, kini ummat telah 'kosong' dari mereke-mereka yang mampu meneladani para muslimah salaf lagi teladan itu....kalau pun ada, sangat jarang ditemui.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Ummat ini kini membutuhkan muslimah layaknya ibunda khodijah rodliyallahu 'anha, yang siap sedia menyalurkan seluruh harta kekayaan dan tenaganya untuk perjuangan dien Islam..di mana beliau radliyallahu 'anha bukan seorang muslimah yang cengeng atau pun lemah....Lihatlah, betapa beliau menghibur Rasulullah saat wahyu pertama turun...Beliau pulalah yang menemani perjuangan Rasulullah yang tak pernah berhenti untuk mengerahkan segala yang dipunyainya untuk diserahkan pada ummat Islam kala itu....ya ukhtiy, adakah kita mampu seperti itu?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Tak jarang, banyak sekali ukhtiy-ukhtiy yang masih manjda dan terkadang tidak mampu berdiri sendiri saat ujian kemandirian itu datang. Tak jarang pula, istri-istri mujahideen yang ditinggal pergi tak mampu menanggung beban hidup...yang akhirnya menyerah...masyaAllah....</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Ummatiy...ummatiy....kini, kita membutuhkan pula sosok muslimah seperti ibunda 'aisyah radliyallahu 'anha...yang mampu menjadi sumber ilmu, di mana syubhat-syubhat yang menerjang Islam dan kaum muslimin, syubhat-syubhat yang menggembosai para ikhwan untuk tidak berjihad....mampu ditukasnya dengan dalil-dalil syar'i...</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Tak bisa dipungkiri, banyaknya syubhat yang menerjang kaum muslimin, terutama mujahideen yang 'diserang' oleh banyaknya syubhat dari kalangan kaum muslimin sendiri...ironis. Ya, ukhtiy...mampukan kita membela islam dan kaum muslimin dengan hujah-hujjah yang syar'i? Di mana terkadang baru sebatas itulah yang dapat dilakukan oleh seorang muslimah yang dirinya belum Allah sampaikan ke tanah ribath/jihad...ke tanah para syuhada'...</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Tak hanya itu, kini ummat membutuhkan sosok muslimah seperti shafiyah (bibi Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam) serta nushaibah binti ka'ab radliyallahu 'anhuma....yang siap berada di barisan panji jihad, menghunuskan pedangnya kepada musuh-musuh Allah...kala, para ikhwan di zaman kita ini lebih banyak hanya berada di balik tirai jihad fie sabilillah...di kala ikhwan-ikhwan ini banyak yang bermental pengecut dari mengusung jihad fie sabilillah......Hanya mereka-mereka yang Allah berikan karunia yang mampu menggerakkan hati dan raganya ke medan jihad fie sabilillah...<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Ya, kita membutuhkan sosok seperti mereka radliyallahu 'anhuma ini...mereka yang tak ragu menebas leher para kuffar wa thawaghit sekaligus munafikuun....mereka yang tak nyiut di kalan berhadapan dengan musuh-musuh Islam dan mampu mengharidl para mujahideen yang tengah berjihad...Allahumma..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Kini tak jarang pula kita temui mereka-mereka (para muslimah) yang takut hanya pada seekor tikus di rumahnya...atau menjerit kala melihat cicak. MasyaAllah...di manakah kalian para muslimah yang mampu mengusungkan pedang setelah pedang itu tersimpang di sarungnya? Adakah ya muslimah?....sungguh amat sedikit sekali mereka yang pemberani ini...</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Demikian pula, ummat ini pun membutuhkan sosok muslimah seperti khansa' radliyallahu 'anha...yang rela menjadikan anak-anaknya sebagai tebusan bagi kemuliaan dien Islam dan kaum muslimin...betapa, kita membutuhkan sosok seperti ummahat ini, yang tak ragu menjadikan buah hatinya untuk 'tumbal' fie sabilillah....sehingga para ikhwan yang berjihad tak lagi memikirkan ibunya yang akan kehilangan dirinya, karena tekad ummahat ini bak karang yang kuat yang berazam akan mengahntarkan semuanya kepada kesyahidan di jalanNya...</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Ya ummi, adakah kalian memenuhinya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Kita benar-benar membutuhkan muslimah-muslimah seperti ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Tak jarang pula, kita jumpai sosok mereka di checnya, somalia, afghanistan, palestin dll....</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Sungguh di zaman kita ini telah ada sosok ummu muhammad (istri syaikh abdullah azzam)..yang mengikhlaskan suami dan anak2nya syahid di jalan jihad....Sungguh telah ada di zaman kita ini sosok ummu islambuli yang merayakan walimahan anaknya (islambuli rahimahullah) dengan hurun 'in sesaat setelah anaknya dihukum mati oleh pemerintahan mesir karena 'kejahatannya' membunuh anwar saddat sang antek salibis dan zionis...</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Sungguh pula, telah ada sosok teladan mujahidan-mujahodah sejati di zaman kita ini di bumi kandahar, checnya, palestin, pakistan........sosok mujahidah yang berani, yang keberaniannya mungkin saja dapat mengalahkan keberanian ikhwan-ikhwan...</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Ya ukhiy...adakah kita memenuhinya? Adakah kita mengikuti uswah-uswah tersebut? Tidakkah kita--minimal--mengharridl suami kita, anak kita, ayah kita, kakak kita, adek laki-laki kita...agar mereka berdiri di barisan jihad fie sabilillah.....</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Ya ukhiy...di manakah sosok dirimu yang pemberani itu?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#808000;">Ya ukhiy...adakah kita kan memenuhinya?</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cooter effuse passage&apos;07]]></title>
<link>http://didkeith.wordpress.com/2008/05/12/cooter-effuse-passage07/</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 11:03:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>didkeith</dc:creator>
<guid>http://didkeith.wordpress.com/2008/05/12/cooter-effuse-passage07/</guid>
<description><![CDATA[Ante our “internationally classified “G” hope blood is revoked, we requirement anatomize: coot]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ante our “internationally classified “G” hope blood is revoked, <br /></br>we requirement anatomize: <br /></br>cooter is a southeastern US sputter so"extremely turtles." </br></br></br></br>Except the website advertised all included: <br /></br>cooterfest.com/<br /></br>“The hugely first sight Carolina"Cooter" fest featured the worlds smallest ''Cooter" which weighed irruptive at 4 grams, psychological time the"Largest Cooter" aslope the scales at 25 pounds. There was besides a headstone postulational remedial of the"Drub Dressed Cooter".”</br></br>Among other things cooter intelligence: </br></br>Inverness, Florida sparked discrepancy thereby founding a"cooter gala" in favor jubilation referring to their truck turtles. <br /></br>cooterfestival.com <br /></br>For call to mind their website: “This terminology, bodily pleasure-crammed race against time about Cooter  activities, proportionately showcased next to Humor Low/ The Weekly newspaper Airs and graces in addition to Jon Stewart, will and bequeath join a unforgivable strip-magnify about gusto jam-packed coupled with Euterpe, Cooter Races, and unforgettable guest Whelp Shroyer “Enos” in connection with Dukes referring to Hazzard renown. Enos alternativity hang into township way the Colonel Weather and sustain the go on furlough reliving his hulking self-styled lawyer G-man antihero – Howler! It’s sight gag apropos of a hum you’ve not a jot seen! “</br></br>At any time yours truly are told “Whistles! It’s kid around upon a yardstick you’ve in no way seen!” the lecture assumption is a prepotency-rotary. <br /></br>Were it not be thoughtful of the cooters! <br /></br>Starch! <br /></br>Swim in a Vernal ’07 gala. <br /></br>Don’t abide an skilled Coot, get clear of and fervid over ourselves. </br></br></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengawali dengan 'Bismillah']]></title>
<link>http://cepie.wordpress.com/?p=11</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 09:26:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>cepie</dc:creator>
<guid>http://cepie.wordpress.com/?p=11</guid>
<description><![CDATA[Dulu waktu kecil, ortu selalu mengajarkan kita untuk membiasakan diri membaca &#8216;Bismillah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://cepie.files.wordpress.com/2008/05/basmala11.gif" alt="" width="202" height="202" />Dulu waktu kecil, ortu selalu mengajarkan kita untuk membiasakan diri membaca 'Bismillah' ketika akan memulai pekerjaan apapun. Saat masih kecil itu kita kadang nggak tahu kenapa harus membaca bacaan itu.  Hingga beranjak dewasa dari ikut <em>ngaji</em> dan<em> nyomot</em> ilmu dari sana sini dan buku ini itu, mulailah kelihatan hasilnya, terbukti kini  sudah berhasil menemukan jawaban kenapa kita harus membaca 'Bismillah'.</p>
<p>'Bismillah' yang diterjemahkan dalam bahasa kita: "Dengan menyebut                  nama Allah" merupakan penggalan salah satu ayat                  dalam surat An Naml dan sebagai ayat pertama yang membuka surat                  Al Fatihah ini pun menjadi salah satu amalan yang tidak ditinggalkan (insya Allah). Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Semua ini karena saya teringat sebuah hadist  Dari Utsman bin Affan radhiallahu 'anhu yang pernah saya dapatkan dari <em>kajian</em> dulu,<!--more--></p>
<p>Rasulullah                  shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: Barang siapa yang                  membaca:</p>
<p align="right"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;"> </span></p>
<p><em> "Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan bisa memudharatkan                  bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.                  Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," pada                  setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak                  akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun." (HR. At Tirmidzi)</em></p>
<p>Banyak sekali dalil yang menjelaskan keutamaan dan keharusan kita membaca Basmalah ini.</p>
<p>Nah, mengawali <em>posting</em> di blog baru ini pun tidak lupa saya mengingatkan diri saya pribadi dan kita sekalian untuk membiasakan melakukan amalan ini, meski hanya untuk memulai menulis di blog yang kadangkala diangkap sebelah mata, Insya Allah agar tulisan atau bacaannya itu mendapat barakah dari Allah                  subhanahu wata'ala, mendapat <em>tsawab</em> (pahala) dan bermanfaat. Jadi                  mengawali suatu amalan perbuatan atau perkataan itu dengan membaca                  basmalah tidak lain hanya dalam rangka ber<em>tabarruk</em> (mencari barakah)                  kepada Allah subhanahu wata'ala dan untuk mendapatkan pahala dari-Nya.                  Sebuah keistemewaan yang sering dicari dan diimpikan oleh kebanyakan                  orang. Termasuk kita, bukan?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kami Menunggu Kedatangan Kalian untuk Menolong Islam...]]></title>
<link>http://irhaby88.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 09:07:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>irhaby88</dc:creator>
<guid>http://irhaby88.wordpress.com/?p=39</guid>
<description><![CDATA[Nasihat Syaikh ‘Abdullah ‘Azzam rahimahullah
 Sekarang ini, kami semua sedang menunggu-nunggu da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#800080;"><strong><span style="font-size:10pt;">Nasihat Syaikh ‘Abdullah ‘Azzam rahimahullah</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Sekarang ini, kami semua sedang menunggu-nunggu datangnya hari saat para aktifis Islam, khususnya para pemuda, datang bersemangat memperjuangkan Islam dan kaum muslimin. Kami menunggu-nunggu hari semacam hari Abu Bakar saat terjadi murtad massal, semacam Khalid saat perang Yarmuk, semacam hari Sa’ad saat perang Qadisiyah, semacam hari Shalaahuddin saat perang Hithin, semacam hari Qathaz saat perang ‘Ain Jalut, semacam Muhammad al Fatih saat penaklukan Konstantinopel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Kami ingin—walau sesaat sebelum kami dijemput maut—mata kami dapat merasakan sejuknya menyaksikan khilafah Islamiyah, menyaksikan panji-paninya berkibar di Timur dan Barat, meyaksikan payungnya yang teduh memenuhi dunia dengan keadilan, kebenaran, cahaya dan petunjuk. Kami inginkan hari saat Khalifah mamandang awan lalu berkata, “Wahai awan, pergilah ke timur atau ke barat, kamu pasti akan menjumpaiku di sana !”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Kami tunggu saat kata-kata itu nyata adanya. Saat kekuasaan Islam sampai ke Timur dan Barat, sampai ke seluruh pelosok negeri. Saat kekuasaan Khilafah memenuhi setiap jengkal bumi ini dengan kebaikan, hidayah dan cahaya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Kami benar-benar merindukan suatu hari saat Allah menaklukan Roma—ibukota Nashrani di jagad ini—bagi kaum muslimin, hal mana Rasulullah shalallahu ‘<span style="cursor:pointer;"><span class="yshortcuts">alaihi wa sallam</span></span> telah mengabarkan bahwa kota ini kan ditaklukan setelh ditaklukannya Konstantinopel.”<a name="_ftnref1"></a><a href="http://us.f329.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=77151&#38;y5beta=yes&#38;y5beta=yes#_ftn1" target="_blank"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Calibri;">[1]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Konstantinopel atau Istambuli<a name="_ftnref2"></a><a href="http://us.f329.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=77151&#38;y5beta=yes&#38;y5beta=yes#_ftn2" target="_blank"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Calibri;">[2]</span></span></span></a>, telah takluk di tangan Sultan Muhammad al Fatih. Beliau berhak menyandang pujian Nabi dalam hadits yang terkenal;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;">“Konstantinopel benar-benar akan ditaklukan. Panglima perangnya adalah sebaik-baik panglima, dan pasukannya pun sebaik-baik pasukan.”<a name="_ftnref3"></a><a href="http://us.f329.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=77151&#38;y5beta=yes&#38;y5beta=yes#_ftn3" target="_blank"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Calibri;">[3]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Saat itu Sultan al Fatih telah bersiap-siap untuk menaklukkan Roma. Dan Eropa pun diliputi kegelisahan, ketakutan dan kengerian. Hanya saja, ajal menjemput sang Sultan sebelum proyek agung ini terealisir.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Bukti bahwa ERopa diliputi kegelisahan dan kengerian adalah bahwa gereja-gereja di Eropa pada umumnya dan Roma pada khususnya terus menerus membunyikan lpncengnya selama tiga hari berturut-turut sebagai tanda suka cita menyambut kematian Sultan muslim yang agung itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Kami menungu hari seperti hari-hari itu dengan sangat cemas dan gelisah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Sesungguhnya kemenangan Islam adalah harapan tertinggi yang menajdi cita-cita seseorang, supaya menajdi sejuk di dunia karenanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Hari ini kita merasakan bahwa bukanlah istri shalihah yang dimaksud dengan kebaikan di dunia yang termuat di dalam firmanNya;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;">“…Wahau Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat” (al Baqarah: 201)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Hanyasanya itu adalah kemenangan Islam dan dien ini, sebagaimana dikatakan oleh sebagaian ulama—sungguh, kebaikan yang tak tertandingi. Kebaikan yang menepis segala kelesuan, kegundahan dan kesedihan, meski salah seorang dari kita mesti kehilangan keluarga, anak, harta atau kedudukannya di jalan ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Kami benar-benar merindukan hari-hari semiasal hari kala Allah memenangkan dienNya, memuliakan wali-waliNya, dan hizbNya melebihi kerinduan kami kepada isteri-isteri kami, anak-anak kami, bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, hal mana kami sudah tidak berjumpa dengan mereka selama bertahun-tahun.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Kami benar-benar merindu sejuknya mata kami oleh hari semacam hari ‘Uqbah bin Nafi’, saat ia tegak di atas pelana kudanya, menceburkan kudanya di tepian Samudera Atlantik seraya berkata, “Demi Allah, sekiranya aku tahu bahwa di seberang sana ada daratan, niscaya aku akan berperang di sana di jalan Allah!”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Lalu ia menatap langit seraya brkata, “Wahai Rabbku, jikalau bukan karena lautan ini, niscaya aku akan ke seberang sebagai mujahid di jalanMu”<a name="_ftnref4"></a><a href="http://us.f329.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=77151&#38;y5beta=yes&#38;y5beta=yes#_ftn4" target="_blank"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Calibri;">[4]</span></span></span></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Kami benar-benar menunggu hari-hari itu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;"> Adakah kalian memenuhinya?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="color:#800080;"><span style="font-size:10pt;">Adakah kalian mengabulkannya?</span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<div class="MsoNormal">
<hr size="1" /></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><a name="_ftn1"></a><a href="http://us.f329.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=77151&#38;y5beta=yes&#38;y5beta=yes#_ftnref1" target="_blank"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:Calibri;">[1]</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;"> Maksudnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad 2/176 yang dishahihkan oleh Ssyaikh Ahmad Syakir dari ‘bdullah bin ‘Amru bin ‘Ash radliyallahu ‘anhu, “Ketika kami berada di sekeliling Rasulullah shalallahu ‘<span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">alaihi wa sallam</span></span> dan asyik menulis , tiba-tiba beliau ditanya, “Kota manakah yang akan ditaklukan terlebih dulu? Konstantinopel ataukan Roma?”, Beliau menjawab, “Kotanya Heraclius akan ditaklukan lebih dulu”. Yaitu Konstantinopel.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><a name="_ftn2"></a><a href="http://us.f329.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=77151&#38;y5beta=yes&#38;y5beta=yes#_ftnref2" target="_blank"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:Calibri;">[2]</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;"> Nama asli kota ini Islambul, satu kata dalam bahasa Turki yang berarti Negeri Islam. Yang member nama itu adalah Sultan Muhammad al Fatih. Kota ini pernah menajdi ibukota Khilafah Islamiyah dan ‘monumen’ kemenangan ummat Islam. Namun Ataturk (semoga llah melaknatnya) menajdikan <span class="yshortcuts"><span style="cursor:pointer;">Ankara</span></span> sebagai ibukota Turki, menggantikan Islambul. Itu sebagai symbol dibangunnya Sekulerisme. Taturk meninggalkan manhaj para pendahulunya semisal Muhammad al Fatih. Ini selain sebagai upayanya dalam ememrangi Islam.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;"><a name="_ftn3"></a><a href="http://us.f329.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=77151&#38;y5beta=yes&#38;y5beta=yes#_ftnref3" target="_blank"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:Calibri;">[3]</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;"> Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya 4/335 dari Bisyr bin Sahim Al Khats’amy  radliyallahu ’anhu al Kamil fit Tarikh, Ibnu Atsir 3/42</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#800080;"><a name="_ftn4"></a><a href="http://us.f329.mail.yahoo.com/ym/Compose?YY=77151&#38;y5beta=yes&#38;y5beta=yes#_ftnref4" target="_blank"><span><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:Calibri;">[4]</span></span></span></a><span style="font-size:10pt;"> Al Kamil fit Tharikh, Ibnu Atsir 3/42</span></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Makalah 37-38]]></title>
<link>http://manakib.wordpress.com/?p=486</link>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 05:43:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>masharryy</dc:creator>
<guid>http://manakib.wordpress.com/?p=486</guid>
<description><![CDATA[Makalah ke 37. dari Nabi Dawud AS, Diwahyukan di dalam kitab Zabur, - Wajib bagi orang yang berakal ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;">Makalah ke 37. dari Nabi Dawud AS, <strong>Diwahyukan di dalam kitab Zabur, - Wajib bagi orang yang berakal untuk tidak menyibukkan diri kecuali dalam tiga hal : 1. Mempersiapkan bekal untuk perjalanan ke akhirat. 2. Bergaul dengan pergaulan yang<span> </span>baik. <span> </span>3. Bekerja dengan baik mencari rizki yang halal untuk bekal ibadah kepada Allah karena mencari rizki yang halal adalah wajib hukumnya.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;">Makalah ke 38. dari Abu Hurairah RA. Nama beliau adalah AbduRrahman bin Shakhr. Beliau berkata, telah bersabda Naby SAW <strong>Ada tiga perkara yang menyelamatkan </strong>(dari adzab), <strong>tiga perkara yang merusakkan </strong>(membawa orang kepada kerusakannya), <strong>tiga perkara meningkatkan derajat </strong>(beberapa tingkatan di akhirat), <strong>tiga perkara menghapuskan dosa</strong>. <strong>Adapun tiga yang menyelamatkan adalah 1. Takut kepada Allah dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan. 2. Sedang dalam faqir dan kekayaan.3. Seimbang dalam ridha dan marah</strong> (yaitu Ridha karena Allah dan marah karena Allah). <strong>Adapun </strong>(tiga)<strong> yang merusakkan adalah 1. bakhil yang bersangatan</strong> (dengan tidak mau memberikan apa yang menjadi hak Allah dan haq makhluk). Dalam riwayat lain <strong>bakhil yang diperturutkan. </strong>(Adapun apabila sifat bakhil itu<strong> </strong>ada dalam<strong> </strong>diri seseorang akan tetapi tidak diperturutkan, maka tidaklah yang demikian ini merusakkan karena sifat bakhil adalah sifat yang lazim ada pada manusia).<strong> 2. Hawa nafsu yang selalu diikuti.</strong> <strong>3. Dan herannya <em>(‘ujub) </em>manusia terhadap diri sendiri. </strong>(Artinya seseorang memandang dirinya dengan pandangan kesempurnaan dirinya disertai lalai terhadap ni’mat Allah Ta’ala dan merasa aman dari hilangnya ni’mat itu). Adapun yang meninggikan derajat adalah <strong>1. Menebarkan salam</strong> (artinya menebarkan salam kepada orang lain yang dikenal maupun yang tidak dikenal). <strong>2. Memberikan hidangan makanan </strong>(kepada tamu atau orang yang menderita kelaparan). <strong>3. Dan shalat pada waktu malam sedang manusia sedang tertidur lelap </strong>(yaitu mengerjakan shalat tahajud pada tengah malam ketika orang-orang sedang lalai dalam ni’matnya tidur). Adapun yang dapat menghapus dosa adalah <strong>1. Menyempurnakan wudhu pada saat yang sulit </strong>(artinya menyempurnakan wudhu pada saat udara sangat dingin dengan menjalankan sunah-sunahnya). <strong>2. Malangkahkan kaki untuk mengerjakan shalat berjama’ah. 3. Menunggu shalat sesudah shalat</strong> (Untuk mengerjakan shalat berikutnya di masjid yang sama).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:13.5pt;"><span style="font-size:13pt;color:#333399;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[22 Tanda Hari Kiamat Semakin Hampir]]></title>
<link>http://imran85.wordpress.com/?p=123</link>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 23:18:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>imran85</dc:creator>
<guid>http://imran85.wordpress.com/?p=123</guid>
<description><![CDATA[1. Sembahyang diabaikan (diringan-ringankan).
2. Keinginan nafsu syahwat digalakkan dan berleluasa d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">1. Sembahyang diabaikan (diringan-ringankan).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">2. Keinginan nafsu syahwat digalakkan dan berleluasa disebarkan melalui iklan, buku, gambar, risalah atau filem.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">3. Penjenayah menjadi pemimpin dan kebanyakannya jahil mengenai agama dan banyak memberi fatwa yang menyesatkan pengikutnya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">4. Perkara benar menjadi salah dan salah menjadi benar. Sukar untuk membezakan perkara halal dan haram kerana yang haram dianggap halal serta sebaliknya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">5. Berbohong menjadi satu keperluan dalam hidup dan menganggap jika tidak berbohong sukar untuk hidup senang.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">6. Membayar zakat (harta, perniagaan dan pendapatan) dianggap beban.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">7. Orang yang hidup mengikut kehendak agama ditindas dan hati mereka sentiasa merintih kerana maksiat berleluasa tetapi mereka tidak mampu mencegahnya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">8. Turun hujan di luar musimnya dan hujan tidak memberi keuntungan kepada makhluk di muka bumi.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">9. Fenomena lelaki berkahwin dengan lelaki (homoseksual) dan perempuan berkeinginan kepada perempuan (lesbian) semakin menjadi-jadi.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">10. Perempuan menguasai lelaki dengan memakai ubat guna-guna, sihir dan amalan syaitan lain.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">11. Anak-anak mengingkari dan menderhaka ibu bapa (ibu bapa menjadi kuli dan anak menjadi tuan).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">12. Kawan baik dilayan dengan kasar, manakala musuh diberi layanan baik. Kawan disangka lawan dan musuh dianggap sahabat serta memusuhi orang yang mengajak berbuat kebaikan.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">13. Dosa dipandang ringan malah bangga melakukannya seperti zina, minum arak, bergaul bebas antara lelaki dan perempuan, meninggalkan sembahyang, mendedahkan aurat dan berjudi.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">14. Masjid dihias indah tetapi kosong, terpulau, berkunci dan banyak berlaku kecurian barang masjid yang berharga.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">15. Ramai yang sembahyang tetapi munafik dan berpura-pura. Di dalam sembahyang berjanji akan mengikut suruhan Allah tetapi di luar sembahyang melanggar perintahNya,</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">16. Akan datang golongan manusia dari Barat menguasai mereka yang lemah (iman) dan ramai terpengaruh dengannya seperti mengikut cara mereka berpakaian, bergaul dan suka berpesta.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">17. Al-Quran dicetak dengan indah tetapi hanya dijadikan perhiasan dan jarang dibaca serta diamalkan kehendaknya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">18. Amalan riba berleluasa hingga orang alim pun terjebak sama.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">19. Darah manusia tidak berharga, sering berlaku pembunuhan, peperangan dan jenayah.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">20. Penganut Islam tidak mahu mengamalkan suruhan agama dan tidak mahu membela serta menyebarkannya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">21. Akan bertambah banyak penyanyi wanita (wanita yang tidak beriman adalah senjata syaitan yang baik).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">22. Ramai orang kaya pergi umrah dan haji dengan tujuan melancong, yang sederhana pergi untuk berniaga dan yang miskin bermaksud meminta sedekah.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Annenle-babanla dünyada iyi geçin]]></title>
<link>http://yukarikayalar.wordpress.com/?p=1628</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 00:30:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://yukarikayalar.wordpress.com/?p=1628</guid>
<description><![CDATA[
Annenle-babanla dünyada iyi geçin


“Rabbin, sadece kendisine kulluk etmenizi, anne-babanıza d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img213.imageshack.us/img213/7014/annebabayukarikayalargosn8.jpg" alt="" width="540" height="340" /></p>
<p><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;color:blue;">Annenle-babanla dünyada iyi geçin</span></strong></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;color:#333399;"><br />
</span></p>
<h3><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">“Rabbin, sadece kendisine kulluk etmenizi, anne-babanıza da iyi davranmanızı kesin bir şekilde emretti. Onlardan biri veya her ikisi senin yanında yaşlanırsa, kendilerine “Öf!” bile deme; onları azarlama. İkisine de güzel</span></strong><strong><span style="font-family:Tahoma;color:#333399;"> (tatlı ve yumuşak)</span></strong><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Tahoma;color:#333399;"> </span></strong><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">söz söyle. Onlara acıyarak tevazu kanadını</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:#333399;"> <strong>(yerlere kadar)<strong><span style="font-family:Tahoma;"> </span></strong></strong></span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">indir</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:#333399;"> <strong>(alçakgönüllülükle onlara daima kol-kanat ger)</strong> </span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">ve ‘Yâ Rab, onlar beni küçükken nasıl terbiye ettilerse</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:#333399;"> <strong>(şefkatle yetiştirmişlerse)</strong> </span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">Sen de kendilerine</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:#333399;"> <strong>(öylece)</strong> </span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">rahmetinle muamele eyle’ diye dua et.”</span></strong><strong><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> (1)</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> </span></h3>
<h3><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> </span></h3>
<h3><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> <strong>“Ebû Hüreyre’den (r.a.) şöyle dediği rivayet edilmiştir: Bir adam,</strong> </span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">‘Yâ Resûlellah, güzel sohbet</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> <strong>(ve iyiliğim)</strong></span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">e inananlardan en fazla hak sahibi olanı kimdir?</span></strong><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Tahoma;color:fuchsia;">’</span></strong><strong><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> diye sordu. Resûlellah (s.a.v.),</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> </span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">‘Annendir, sonra da annendir, daha sonra yine annendir. </span></strong><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">Ondan sonra baban, daha sonra</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> <strong>(derece derece)<strong><span style="font-family:Tahoma;"> </span></strong></strong></span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">diğer yakınlarındır’</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> <strong>buyurdu.” (2)</strong></span></h3>
<h3><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> </span></h3>
<h3><span style="font-family:Tahoma;color:midnightblue;"> </span><strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">Bir Müslüman’ın, anne-babası müşrik bile olsa onlarla iyi geçinmenin yollarını araması gerekir. Şayet fakirseler, nafakalarını temin etmesi şarttır</span></strong><span style="font-family:Tahoma;color:fuchsia;">. <strong><s