<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>mutia-hatta &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/mutia-hatta/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "mutia-hatta"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 09:22:19 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[KONDOMISASI ALA JULIA PEREZ]]></title>
<link>http://yherlanti.wordpress.com/?p=89</link>
<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 08:11:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>yherlanti</dc:creator>
<guid>http://yherlanti.wordpress.com/?p=89</guid>
<description><![CDATA[&#8220;KONDOM DI KASET DAN CD (COMPACT DISK) JULIA PEREZ&#8221; membuat Mutia Hatta gerah&#8230;baga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>"KONDOM DI KASET DAN CD (COMPACT DISK) JULIA PEREZ" membuat Mutia Hatta gerah...bagaimana tidak, judul albumnya "menjurus", dengan syair sedikit ngeres, membuat Bu Menteri dan mungkin juga semua orang awam berpresepsi bahwa album ini mempunyai misi "AYO BERGAUL SECARA BEBAS!".   Tetapi dengan santai Julia membantah bahwa kondomisasi di albumnya adalah bentuk keperdulian UNTUK MENCEGAH penyakit AIDS yang semakin meningkat, dan juga menyukseskan program KB pemerintah.<br />
BETULKAH KONDOMISASI BISA MENCEGAH ORANG TERTULAR AIDS?<!--more--></p>
<p>Ada baiknya kita membahas beberapa pendapat ahli berkaitan dengan kondom yang konon bisa mencegah penyakit AIDS:<br />
<strong>Hiroshi Nakajima </strong>(1993), Dirjen WHO, "Efektifitas diragukan dalam mencegah AIDS"<em><br />
<strong>Carey</strong> (1992) dari Div. of Phsycal Science, Rockville, Maryland, USA, </em>"<em>Virus HIV dapat menembus kondom"<br />
</em><strong>Laporan konverensi AIDS Asia Pasific di Chiang Mai, Thailand</strong><em><strong>,</strong> (1995), "Penggunaan kondom aman tidak benar"</em></p>
<p>Kegagalan KB dengan menggunakan kondom 20% [Prof. Biran Affandi], <strong>artinya</strong>:<br />
<em><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#003300;"><strong>jika </strong></span>sel sperma yang kepalanya berukuran 2.5 to 3.5 microns<br />
[micrometers] and panjang ekornya berkisar 5 to 7 microns [1 mikrometer=0.001 mm atau bayangkan 1 centimeter dibagi 100], masih bisa menembus pori-pori kondom), <span style="color:#333300;"><strong>maka </strong></span>virus  HIV AIDS yang ukurannya  berkisar 10-50 nm [1 nm = 0.000000001 mm atau bayangkan 1 centimeter di bagi 100.000] atau 1000 kali lebih kecil dari sel. <strong></strong></span></em> tentu lebih besar lagi kekagagalannya.</p>
<p><em>Jika penelitian ilmiah membuktikan bahwa kondomisasi tidak efektif untuk mencegah AIDS mengapa terus didengungkan????? bahkan menurut pakar AIDS R. Smith, menkampanyekan safe sex dengan kondom sama saja dengan mengundang kematian.</em></p>
<p>JAWABANNYA TENTU SAJA "KONDOMISASI MENGKAMPANYEKAN SEKS BEBAS", Penelitian Mark Schuster di Univ. of. Cal: setelah kampanye kondomisasi. aktivitas seks bebas dikalangan remaja pria meningkat dari 37% menjadi 50%, remaja wanita 27% menjadi 32%.  Ini membuktikan presepsi Bu Mentri benar, bahwa kampanye Julia Perez dengan kondomisasinya akan lebih mendorong seks bebas, sementara upaya mencegah Aids dengan kondom adalah omong besar....</p>
<p>Ada apa dibalik kampanye Kondomisasi Julia Perez:<br />
Mungkin maksud Julia Perez adalah menuai sensasi demi meningkatkan penjualan album, logika sederhana yang biasa dilakukan oleh selebritis yang sudah terlanjur lekat dengan budaya matrealitis-kapitalistis.  Untuk mencapai maksudnya tersebut segala cara pun menjadi halal.  Dan Julia memang tidak perlu gundah terhadap protes pada dirinya, karena berbagai kelompok yang tergabung dalam GERAKAN KEBEBASAN SYAHWAT akan menjadi pedukungnya.  Inilah demokrasi!!! Orang bebas melakukan apa saja, tanpa memperdulikan kerusakan moral orang lain yang akan timbul dari perbuatannya......<em><strong>audzubillahimindzalik!!!! </strong></em></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
