<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>mpr &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/mpr/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "mpr"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 09:52:43 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Menyambut Dr. Hidayat Nurwahid]]></title>
<link>http://pakarfisika.wordpress.com/?p=282</link>
<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 11:12:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>pakarfisika</dc:creator>
<guid>http://pakarfisika.wordpress.com/?p=282</guid>
<description><![CDATA[Jum&#8217;at (27/6) saat saya sedang berlibur di rumah dan menemani bermain anak saya, tiba2 ada mis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/06/hidayat_nurwahid_pakarfisika.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-283" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2008/06/hidayat_nurwahid_pakarfisika.jpg?w=120" alt="Dr. H. M. Hidayat Nurwahid, MA" width="120" height="96" /></a>Jum'at (27/6) saat saya sedang berlibur di rumah dan menemani bermain anak saya, tiba2 ada miscall 3 x. Ternyata miscall ini hampir terulang, namun saya remang2 dengar dan HP segera saya angkat. "<em>Assalaamu'alaikum Ustadz, saya pak Sugeng dari PKS, ingin memohon-idzin-kan Pak Hidayat Nurwahid, apakah bisa berkunjung ke Assalaam, karena beliau ada acara di Solo...?</em>". Karena Sabtu (28/6), hari dimana Ustadz Hidayat berniat ke Assalaam, sedang ada agenda cukup besar dan terpenting, yakni Raker YMPIS dan Amal Usaha, maka saya belum bisa menjawab saat itu.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Setelah melalui konsultasi, akhirnya kesempatan bertemu dan bersua serta bersilaturahim dengan Ustadz <a title="Dr. Hidayat Nurwahid, MA" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidayat_Nurwahid" target="_blank">Dr. Haji Muhammad Hidayat Nurwahid, MA</a> tiba jua. Saya pastikan ke Pak Sugeng, sang penghubung; Kami sangat senang mendapat kunjungan Ustadz Hidayat, dan mohon bisa tiba pagi sebelumjam 09.00 WIB karena hari/pagi itu sdang ada Raker jam 07.30 - 17.30 WIB.</p>
<p><a href="http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/06/hidayat_nurwahid_assalaam_pakarfisika.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-284" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2008/06/hidayat_nurwahid_assalaam_pakarfisika.jpg?w=300" alt="Dr. H. M. Hidayat Nurwahid, MA di Assalaam" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dr. H. M. Hidayat Nurwahid, MA dan Para Pengasuh, saya MC-nya</em></p>
<p>Jam 08.00 WIB saya minta beberapa astaidz untuk ikut menyambut kedatangan Ustadz Hidayat, yang mayoritas juga adik kelas Ustadz Hidayat di Gontor. Bahkan Mudir Ma'had, ustadz Ma'ruf pun juga alumni Gontor.</p>
<p>Pagi itu Pengasuh Pondok yang alumni Gontor yang ikut menunggu kehadiran ustadz Hidayat adalah K. Rosyidi, Ustadz Ma'ruf, ustadz Eddy H, ustadz Eddy S, ustadz Nasihin, ustadz Lolon. Lainnya ustadz Assa, ustadz Muslim R, ustadz Qowi, ustadz Ahmad Syamsuri-selaku ketua {engurus YMPIS, pak Mujib, pak Luthfi dll.</p>
<p>Dari jam 08.00 - akhirnya beliau tiba jam 09.10 WIB, saya terus memastikan sampai dimana... Jam 07.30 WIB tiba di Bandara dari Jakarta, lalu makan pagi di Adem Ayem, ke Assalaam, dan jam 10.00 WIB sudah ditunggu di MQFM untuk mengisi di sana. Beliau datang ke Assalaam bersama rombongan, termasuk Stah Ahli Ketua MPR RI; Bapak Ir. H. <a title="Pak Abdul Aziz" href="mailto:abdulaziz_mpr@yahoo.co.id" target="_blank">Abdul Aziz</a>, ketua <a title="Partai Keadilan Sejahtera" href="http://www.pks.or.id" target="_blank">PKS</a> Boyolali, Bapak Nur Arifin, A.Md. dan lainnya</p>
<p>Di Assalaam, acara saya awali dengan prolog diselingi ta'aruf para Pengasuh, lalu sambutan Ahlan wa Sahlan oleh ustadz Ma'ruf selaku Mudir Ma'had, dilanjut sambutan dari ustadz Hidayat. Saat memberi sambutan Mudir <a title="Pondok Modern Gontor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gontor" target="_blank">Pondok Gontor</a> <strong>K. Syukri Zarkasyi</strong> pas menelpon beliau dan Pak Hidayat, minta ijin untuk menerima. Pak Hidayat menjawabnya kita dengar meski apa yang beliau dengar dari HP beliau kita2 tidak dengar. Beliau menjawab dengan bahasa Arab. Dan saat itu saya juga paham apa yang kira disampaikan K. Zarkasyi, bahwa Pak Hidayat juga ditunggu, dan akhir beliau memberikan nomor HP beliau.</p>
<p>Rasa syukur disampaikan oleh Mudir Ma'had atas kedatangan beliau di PPMI Assalaam untuk yang kesekian kalinya dapat bersilaturahmi dengan para pengasuh pondok. "Kami keluarga besar PPMI Assalaam berterima kasih atas kehadiran ustadz. Semoga ini bukan kunjungan yang terakhir kalinya, dan mudah2an dapat silaturahmi di acara dan event lainnya".</p>
<p><a href="http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/06/hidayat_nurwahid_masjidassalaam_pakarfisika.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-285" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2008/06/hidayat_nurwahid_masjidassalaam_pakarfisika.jpg?w=300" alt="Dr. H. M. Hidayat Nurwahid, MA di Assalaam" width="300" height="142" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dr. H. M. Hidayat Nurwahid, MA berpose dgn Para Pengasuh, Saya berpeci putih.</em></p>
<p>Sebagai salah seorang pejabat tinggi negara yaitu Ketua <a title="MPR RI" href="http://www.mpr.go.id/" target="_blank">MPR RI</a> beliau masih sempat dan konsen dengan kepeduliannya pada keumatan khususnya dibidang pendidikan dan lebih khusus dapat bersilaturahmi di PPMI Assalaam. "PPMI Assalaam ini merupakan lembaga pendidikan islam yang cukup diperhitungkan dan mendapatkan perhatian di kalangan umat Islam khususnya di Surakarta ini, Jadi kami sangat senang sekali bisa bersilaturahmi di pesantren ini".</p>
<p>Dalam sambutan singkatnya beliau menggaris bawahi tentang kondisi kebangsaan dan keumatan khususnya di negeri kita. "Banyak sekali produk hukum yang ada tergantung siapa yang menduduki jabatan itu, sehingga bisa jadi setelah saya tidak berada di MPR mungkin produk undang-undangan bisa berubah sesuai kehendak para penguasa."</p>
<p><a href="http://pakarfisika.files.wordpress.com/2008/06/hidayat_nurwahid_assalaamcenter_pakarfisika.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-286" src="http://pakarfisika.wordpress.com/files/2008/06/hidayat_nurwahid_assalaamcenter_pakarfisika.jpg?w=300" alt="Dr. H. M. Hidayat Nurwahid, MA di Assalaam" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em>Dr. H. M. Hidayat Nurwahid, MA, di depan Assalaam Center</em></p>
<p>Dikarenakan kesibukan beliau yang sangat padat, kedatangan di pondok tidak lama karena ada acara lain yang begitu padat.  Namun demikian, mudir ma'had Ust. Ma'ruf Rohmat mengharapkan kedatangan beliau kembali di pondok ini bersamaan dengan event-event tertentu yang insya Allah beliau menyanggupi untuk datang kembali dengan disesuaikan jadwal terlebih dahulu. Insya Allah pada saat penerimaan dan kedatangan santri baru tahun ajaran 2008/2009 beliau insya allah dapat hadir di tengah2 kita. Pertemuan diakhiri dengan serah terima cindera mata, Pak Hidayat dan Ustadz Ahamd Syamsuri. []</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beatriz Luengo - Carrousel]]></title>
<link>http://elrincondelex.wordpress.com/?p=70</link>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 23:08:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>elrincondelex</dc:creator>
<guid>http://elrincondelex.wordpress.com/?p=70</guid>
<description><![CDATA[
1.Malgastaste
2.Pretendo Hablarte
3.Dime
4.Momentiko
5.Barranquilla
6.Luna
7.Precisamente Ahora
8.Y]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://www.lahiguera.net/musicalia/imagesnov/12092044134812febd4fbca-g.jpg" alt="" /></p>
<p><span class="titular4">1.Malgastaste<br />
2.Pretendo Hablarte<br />
3.Dime<br />
4.Momentiko<br />
5.Barranquilla<br />
6.Luna<br />
7.Precisamente Ahora<br />
8.Y solo fuí<br />
9.Couleur Café<br />
10.Candela</span></p>
<p><code>http://www.megaupload.com/?d=H9P45BE2</code></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iota Macet]]></title>
<link>http://deviantvillain.wordpress.com/?p=193</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 11:14:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ries</dc:creator>
<guid>http://deviantvillain.wordpress.com/?p=193</guid>
<description><![CDATA[Damn. Persis banget waktu daku ada keperluan ke slipi. Ada demo di depan MPR en Atmajaya. Kuningan m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Damn. Persis banget waktu daku ada keperluan ke slipi. Ada demo di depan MPR en Atmajaya. Kuningan macet. Semanggi macet. Jadi pergi ndak ya? Hmm.</p>
<p>"doakan saya ya teman-teman (kalau jadi pergi) !" ** bergaya takeshi castle **</p>
<p><strong>update:</strong></p>
<p>Ternyata gatot subroto-kuningan-komdak semanggi-mpr malah jauhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh lebih lancar dari biasanya hoho. Bole deh tiap hari kayak gitu :mrgreen: En btw, saya selamat. Terima kasih doanya teman-teman :cool:</p>
<p>~</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[belajar ERP melalui CPIM]]></title>
<link>http://robbynovricanus.wordpress.com/?p=163</link>
<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 09:42:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>robbynovricanus</dc:creator>
<guid>http://robbynovricanus.wordpress.com/?p=163</guid>
<description><![CDATA[
didapat dari milis APICS-ID.
Sebenarnya jika ingin mempelajari atau belajar mengenai Business Proce]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://robbynovricanus.files.wordpress.com/2008/06/cpim-foundation.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-164" src="http://robbynovricanus.wordpress.com/files/2008/06/cpim-foundation.jpg" alt="CPIM" width="470" height="348" /></a></p>
<p>didapat dari milis APICS-ID.</p>
<p>Sebenarnya jika ingin mempelajari atau belajar mengenai Business Process ERP System, dapat melalui module2 CPIM dari APICS (<a href="http://www.apics.org/">http://www.apics.org</a>) yang terdiri dari 5 module (hal ini digambarkan seperti bangunan rumah, lihat gambar di atas) sebagai berikut:</p>
<p>- Basic of Supply Chain Management (BSCM)</p>
<p>- Master Planning of Resources (MPR)</p>
<p>- Detailed Scheduling and Planning (DSP)</p>
<p>- Execution and Control of Operations (ECO)</p>
<p>- Strategic Management of Resources (SMR)</p>
<blockquote><p>BSCM – Basics of Supply Chain Management (Module 1)</p></blockquote>
<p>This module covers basic concepts in managing the complete flow of materials in a supply chain from suppliers to customers. The Basics module introduces supply chain concepts and emphasizes basic terminology, but it also covers relationships among activities in the supply chain. Knowledge of the material in this module is assumed as a prerequisite for the other CPIM modules, which cover similar topics<br />
but in much greater depth.</p>
<p>Four main topics have been used to organize the domain of Basics of Supply Chain Management. The relative importance of a topic is not necessarily reflected by its level in the outline. The relative<br />
importance of these topics will vary among industries, but for study purposes the percentage figures given below can be used as guidelines.</p>
<p>I Businesswide Concepts,<br />
II Demand Planning,<br />
III Transformation of Demand into Supply,<br />
IV Supply</p>
<blockquote><p>MPR – Master Planning of Resources (Module 2)</p></blockquote>
<p>This module examines both supply and demand planning for mid- to long-term independent demand. Major topics include demand management, sales and operations planning, and maser scheduling. Both priority planning and capacity planning issues are addressed.</p>
<p>Demand Management is the function of recognizing all demands for goods and services to support the marketplace. It includes forecasting, order servicing and customer relationship management, and distribution planning Sales and Operations Planning is a process that brings together all the plans for the business (e.g., sales, marketing, product development, manufacturing, sourcing, finance). The result is<br />
an integrated set of plans by product family.</p>
<p>Master Scheduling is the process of generating, reviewing, and updating the master production schedule to keep it consistent with the production plan.</p>
<p>I Demand Management,<br />
II Sales and Operations Planning,<br />
III Master Scheduling</p>
<blockquote><p>DSP – Detailed Scheduling and Planning (Module 3)</p></blockquote>
<p>The subject matter of Detailed Scheduling and Planning includes inventory management, material requirements planning, capacity requirements planning, and procurement and supplier planning.<br />
Detailed Scheduling and Planning translates product-level plans and schedules generated at the master planning level into requirements that can be procured or produced. This process supports the strategies<br />
and objectives established by the company, as constrained by lead time, cost, equipment, personnel, or other constraints. The subject matter therefore encompasses anything required to bridge the master<br />
planning area with the execution and control area of the CPIM body of knowledge. Relevant strategy-level implications are also considered.</p>
<p>I Planning Material Requirements to Support the Master Schedule,<br />
II Planning Operations to Support the Priority Plan,<br />
III Planning Procurement and External Sources of Supply</p>
<blockquote><p>ECO – Execution and Control of Operations (Module 4)</p></blockquote>
<p>Execution and Control of Operations encompasses the principles, approaches, and techniques needed to schedule, control, measure, and evaluate the effectiveness of production operations. This certification module addresses a broad base of production operations including project, batch, line, continuous, and remanufacturing environments. It provides feedback about how well plans are being executed and provides information for customers and suppliers about the status of work in process (WIP). The importance and emphasis of the principles, approaches and techniques addressed are relative to the production environment, the labor environment, and the physical organization of the plant, brought about through effective people management and leadership.</p>
<p>I Prioritizing and Sequencing Work to be Performed,<br />
II Executing the Plans, Implementing Physical Controls, and Reporting Results of Activities Performed,<br />
III Evaluating Performance and Providing Feedback</p>
<blockquote><p>SMR – Strategic Management of Resources (Module 5)</p></blockquote>
<p>The subject matter in the Strategic Management of Resources module includes higher-level thinking on strategic planning and implementation. This requires an understanding of how market requirements drive the resources and processes of all organizations.<br />
The strategic management of resources has the potential to dramatically increase any organization's competitive position. Operations strategy is the foundation upon which operations planning<br />
and control decisions should be based. Strategic decision-making significantly affects the organization and often requires widespread changes. To contribute to this effort, the candidate must understand<br />
how an organization develops its strategic goals, and how it configures its systems and technologies to address strategic objectives.<br />
This examination focuses on the relationship of existing and emerging systems and concepts to the strategy and the functions related to operations planning and control The successful candidate must<br />
understand how Strategic Management of Resources relates to the CPIM body of knowledge as defined by the other CPIM modules.</p>
<p>I Aligning the Resources with the Strategic Plan,<br />
II Configuring and Integrating the Operating Processes to Support the Strategic Plan,<br />
III Implementing Change</p>
<p>Lima modul akan dibahas pada kegiatan dengan nama Group Study di mana tiap kota akan ada Group Study, jika ingin sudah yakin menguasai lima modul tsb silakan ikut ujian CPIM. mohon lebih lanjut silakan kunjungi web IPOMS di alamat <a href="http://www.ipoms.web.id/j/">http://www.ipoms.web.id/j/</a> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sejarah Lahirnya Pancasila.]]></title>
<link>http://mayapadha.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 14:24:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>mayapadha</dc:creator>
<guid>http://mayapadha.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[Mari kita telusuri fakta-fakta sejarah tentang kelahiran pancasila. Dalam rapat BPUPKI pada tanggal ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Mari kita telusuri fakta-fakta sejarah tentang kelahiran pancasila. Dalam rapat BPUPKI pada tanggal 1 juni 1945, Bung Karno menyatakan antara lain:”Saya mengakui, pada waktu saya berumur 16 tahun, duduk di bangku sekolah H.B.S. di Surabaya, saya dipengaruhi seorang sosialis yang bernama A. Baars, yang memberi pelajaran kepada saya, - katanya : jangan berpaham kebangsaan, tetapi berpahamlah rasa kemanusiaan seluruh dunia, jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikitpun. Itu terjadi pada tahun 1917. akan tetapi pada tahun 1918, alhamdulillah, ada orang lain yang memperingatkan saya, ia adalah Dr. Sun Yat Sen ! Di dalam tulisannya “San Min Cu I” atau “The THREE people’s Principles”, saya mendapatkan pelajaran yang membongkar kosmopolitanisme yang diajarkan oleh A. Baars itu. Dalam hati saya sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan, oleh pengaruh“The THREE people’s Principles” itu. Maka oleh karena itu, jikalau seluruh bangsa Tionghoa menganggap Dr. Sun Yat Sen sebagai penganjurnya, yakinlah bahwasanya Bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan hormat dengan sehormat-hormatnya merasa berterima kasih kepada Dr. Sun Yat Sen, -sampai masuk ke liang kubur.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Lebih lanjut ketika membicarakan prinsip keadilan sosial, Bung Karno, sekali lagi menyebutkan pengaruh San Min Cu I karya Dr. Sun Yat Sen:”Prinsip nomor 4 sekarang saya usulkan. Saya didalam tiga hari ini belum mendengarkan prinsip itu, yaitu kesejahteraan, prinsip: tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. Saya katakan tadi prinsipnya San Min Cu I ialah “Mintsu, Min Chuan , Min Sheng” : Nationalism, democracy, socialism. Maka prinsip kita …..harus …… sociale rechtvaardigheid.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Pada bagian lain dari pidato Bung Karno tersebut, dia menyatakan:”Maka demikian pula jikalau kita mendirikan negara Indonesia merdeka, Paduka tuan ketua, timbullah pertanyaan: Apakah Weltanschaung” kita, untuk mendirikan negara Indonesia merdeka di atasnya?Apakah nasional sosialisme ? ataukah historisch-materialisme ? Apakah San Min Cu I, sebagai dikatakan oleh Dr. Sun Yat Sen ? Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok merdeka, tapi “Weltanschaung” telah dalam tahun 1885, kalau saya tidak salah, dipikirkan, dirancangkan. Di dalam buku “The THREE people’s Principles” San Min Cu I,-Mintsu, Min Chuan , Min Sheng” : Nationalisme, demokrasi, sosialisme,- telah digunakan oleh Dr. Sun Yat Sen Weltanschaung itu, tapi batu tahun 1912 beliau mendirikan negara baru di atas "Weltanschaung” San Min Cu I itu, yang telah disediakan terlebih dahulu berpuluh-puluh tahun.” (Tujuh Bahan Pokok demokrasi, Dua – R. Bandung, hal. 9-14.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Pengaruh posmopolitanisme (internasionalisme) kaya A. Baars dan San Min Cu I kaya Dr. Sun Yat Sen yang diterima bung Karno pada tahun 1917 dan 1918 disaat ia menduduki bangku sekolah H.B.S. benar-benar mendalam. Ha ini dapat dibuktikan pada saat Konprensi Partai Indonesia (partindo) di Mataram pada tahun 1933, bung Karno menyampaikan gagasan tentang marhaennisme, yang pengertiannya ialah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">(a) Sosio – nasionalisme, yang terdiri dari : Internasionalisme, Nasionalisme </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">(b) Sosio – demokrasi, yang tersiri dari : Demokrasi, Keadilan sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Jadi marhaenisme menurut Bung Karno yang dicetuskan pada tahun 1933 di Mataram yaitu : </span><strong><em><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Internasionalisme ; Nasionalisme ; Demokrasi : Keadilan sosial. </span></em></strong><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> (Endang Saifuddin Anshari MA. Piagam Jakarta, 22 Juni 1945, Pustaka Bandung1981, hql 17-19.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dan jika kita perhatikan dengan seksama, akan jelas sekali bahwa 4 unsur marhainisme seluruhnya diambil dari Internasionalisme milik A. Baars dan Nasionalisme, Demokrasi serta keadilan sosial (sosialisme) seluruhnya diambil dari San Min Cu I<span> </span>milik Dr. Sun Yat Sen. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Sekarang marilah kita membuktikan bahwa pancasila yang dicetuskan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI adalah sama dengan Marheinisme yang disampaikan dalam Konprensi Partindo di Mataram pada tahun 1933, yang itu seluruhnya diambil dari kosmopolitanisme milik A. Baars dan San Min Cu I milik Dr. Sun Yat Sen. Di dalam pidato Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945 itu antara lain berbunyi :”Saudara-saudara ! Dasar negara telah saya sebutkan, lima bilangannya. Inikah Panca Dharma ? Bukan !Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar…..Namanya bukan Panca Dharma, tetaoi….saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa…..namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi. Kelima sila tadi berurutan sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(a)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kebangsaan Idonesia;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(b)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Internasionalisme atau peri-kemanusiaan;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(c)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Mufakat atau domokrasi;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(d)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kesejahteraan sosial;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(e)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Ke-Tuhanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">(Pidato Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945 dimuat dalam “20 tahun Indonesia Merdeka” Dep. Penerangan RI. 1965.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kelima sila dari Pancasila Bung Karno ini, kita cocokkan dengan marhaenisme Bung Karno adalah persis sama, Cuma ditambah dengan Ke Tuhanan. Untuk lebih jelasnya baiklah kita susun sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(a)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kebangsaan Indonesia berarti sama dengan nasionalisme dalam marhaenisme, juga sama dengan nasionalisme milik San Min Cu I milik Dr. Sun yat Sen, Cuma ditambah dengan kata-kata Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(b)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Internasionalisme atau peri-kemanusiaan berarti sama dengan internasionalisme dalam marhaenisme, juga sama dengan internasionalisme (kosmopolitanisme) milik A. Baars. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(c)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Mufakat atau demokrasi berarti sama dengan demokrasi dalam marhaenisme, juga sama dengan demokrasi dalam San Min Cu I milik Dr. Sun Yat Sen;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(d)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kesejahteraan sosial berarti sama dengan keadilan sosial dalam marhaenisme, juga berarti sama dengan sosialisme dalam San Min Cu I milik Dr. Sun Yat Sen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>(e)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Ke-Tuhanan yang diambil dari pendapat-pendapat para pemimpin Islam, yang berbicara lebih dahulu dari Bung Karno, di dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 juni 1945.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dengan cara mencocokkan seperti ini, berarti nampak dengan jelas bahwa Pancasila yang dicetuskan oleh Bung Karno pada tanggal 1 juni 1945, yang merupakan”Rumus Pancasila I”, sehingga dijadikan Hari Lahirnya Pancasila, berasal dari 3 sumber yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>a)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dari San Min Cu I Dr. Sun Yat Sen (Cina);</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>b)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dari internasionalisme (kosmopolitanisme A. Baars (Belanda).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>c)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dari umat Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Jadi Pancasila 1 juni 1945, adalah bersumber dari : (1) Cina; (2) Belanda; dan (3) Islam. Dengan begitu bahwa pendapat yang menyatakan Pancasila itu digali dari bumi Indonesia sendiri atau dari peninggalan nenek moyang adalah sangat keliru dan salah !</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Sebagaimana telah dimaklumi bahwa sebelum sidang pertama BPUPKI itu berakhir, dibentuklah satu panitia kecil untuk :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>a)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar negara, berdasarkan pidato yang diucapkan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>b)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamirkan Indonesia merdeka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dari dalam panitia kecil itu dipilih lagi 9 orang untuk menyelenggarakan tugas itu. Rencana mereka itu disetujui pada tanggal 22 Juni 1945, yang kemudian diberikan nama dengan “Piagam Jakarta”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Piagam Jakarta berbunyi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri-keadilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampai kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Atas berkat rahmat Alloh Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan bebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa dan ikut melasanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu hukum Dasar Negara Indonesia yang berdasar kedaulatan rakyat, dengan berdasar kepada : Ke- Tuhanan, dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan; serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indinesia.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Jakarta, 22-6-1605.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Ir. SOEKARNO ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Drs. Mohammad Hatta ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Mr. A.A Maramis ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Abikusno Tjokrosujoso ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Abdul Kahar Muzakir ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">H.A. Salim ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Mr. Achmad Subardjo ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Wachid Hasjim ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Mr. Muhammad Yamin</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">(Moh. Hatta dkk. Op.cit. hal. 30-32)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dengan begitu, maka Pancasila menurut Piagam Jakarta 22 Juni 1945, dan ini merupakan Rumus Pancasila II, berbeda dengan Rumus Pancasila I. Lebih jelasnya Rumus Pancasila II ini adalah sebagai berikut ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>a)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>b)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kemanusiaan yang adil dan beradab ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>c)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Persatuan Indonesia ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>d)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>e)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Rumus Pancasila II ini atau lebih dikenal dengan Pancasila menurut Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, baik mengenai sitimatikanya maupun redaksinya sangat berbeda dengan Rumus Pancasila I atau lebih dikenal dengan Pancasila Bung Karno tanggal 1 juni 1945. pada rumus pancasila I, Ke-Tuhanan yang berada pada sila kelima, sedangkan pada Rumus Pancasila II, ke-Tuhanan ada pada sila pertama, ditambah dengan anak kalimat - dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Kemudian pada Rumus Pancasila I, kebangsaan Indonesia yang berada pada sila pertama, redaksinya berubah sama sekali menjadi Persatuan Indonesia pada Rumus Pancasila II, dan tempatnyapun berubah yaitu pada sila ketiga. Demikian juga pada Rumus Pancasila I . Internasionalisme atau peri kemanusiaan, yang berada pada sila kedua, redaksinya berubah menjadi Kemanusiaan yang adil dan beradab. Selanjutnya pada Rumus Pancasila I, Mufakat atau Demokrasi, yang berbeda pada sila ketiga, redaksinya berubah sama sekali pada Rumus Pancasila II, yaitu menjadi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan menempati sila keempat. Dan juga pada Rumus Pancasila I, kesejahteraan sosial yang berada pada sila keempat, baik redaksinya, maka Pancasila pada Rumus II ini, tentunya mempunyai pengertian yang jauh berbeda dengan Pancasila pada Rumus I.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Rumus Pancasila II ini atau yang lebih populer dengan nama Pancasila menurut Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945, yang dikerjakan oleh panitia 9, maka pada rapat terakhir BPUPKI pada tanggal 17 Juni 1945, secara bulat diterima rumus Pancasila II ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Sehari sesudah proklamasi, yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, terjadilah rapat “Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia” (PPKI). Panitia ini dibentuk sebelum proklamasi dan mulai aktip bekerja mulai tanggal 9 Agustus 1945 dengan beranggotakan 29 orang. Dengan mempergunakan rancangan yang telah dipersiapkan oleh BPUPKI, maka PPKI dapat menyelesiakan acara hari itu, yaittu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>a)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Menetapkan Undang-Undang Dasar ; dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:40.5pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>b)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Memilih Presidan dan Wakil Presiden dalam waktu rapat selama 3 jam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dengan demikian terpenuhilah keinginan Bung Karno yang diucapkan pada waktu membuka rapat itu sebagai ketua panitia dengan kata-kata sebagai berikut ; “Tuan-tuan sekalian tentu mengetahui dan mengakui, bahwa kita duduk di dalam suatu zaman yang beralih sebagai kilat cepatnya. Maka berhubungan dengan itu saya minta sekarang kepada tuan-tuan sekalian, supaya kitapun bertindak di dalam sidang ini dengan kecepatan kilat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Sedangkan mengenai sifat dari Undang-Undang Dasarnya sendiri Bung Karno berkata:”Tuan-tuan tentu mengerti bahwa ini adalah sekedar Undang-Undang Dasar sementara, Undang-Undang Dasar Kilat, bahwa barangkali boleh dikatakan pula, inilah revolutie grodwet. Nanti kita akan membuat undang-Undang Dasar yang lebih sempurna dan lengkap. Harap diingat benar-benar oleh tuan-tuan, agar kita ini harus bisa selesai dengan Undang-Undang Dasar itu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dalam beberapa menit saja, tanpa ada perdebatan yang substansil disahkan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, dengan beberapa perubahan, khususnya dalam rumus pancasila. (Pranoto Mangkusasmito, Pancasila dan sejarahnya, Lembaga Riset Jakarta, 1972, hal. 9-11.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Adapun Pembukaan undang-Undang Dasar, yang didalamnya terdapat Rumus Pancasila II, yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, adalah sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:0.5in;" align="center"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:0.5in;" align="center"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">PEMBUKAAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:0.5in;" align="center"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri-keadilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampai kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Atas berkat Rahmat Alloh Yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan bebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melasanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam satu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam<span> </span>suatu Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada : Ke- Tuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dengan demikian disahkannya Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, maka Rumus Pancasila mengalami perubahan lagi, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>a)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>b)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kemanusiaan yang adil dan beradab ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>c)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Persatuan Indonesia ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>d)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"><span>e)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Perubahan esensial dari Rumus Pancasila II atau Pancasila menurut Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dengan Rumus Pancasila III atau Pancasila menurut Pembukaan Undang-Undang Dasar tanggal 18 Agustus 1945, yaitu pada sila pertama “Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya,” diganti dengan “Ke-Tuhanan Yang Maha Esa” . perubahan ini ternyata dikemudian hari menumbuhkan benih pertentangan sikap dan pemikiran yang tak kunjung berhenti sampai hari ini. Sebab umat Islam menganggap bahwa pencoretan anak kalimat pada sila pertama Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, oleh PPKI adalah suatu pengkhianatan oleh golongan nasionalis dan kristen. Karena Rumus Pancasila II telah diterima secara bulat oleh BBUPKI pada tanggal 17 Juli 1945. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Selanjutnya melalui aksi militer Belanda ke-I dan ke- II , dan dibentuknya negara-negara bagian oleh Belanda, pemberontakan PKI di Madiun, statemen Roem Royen yang mengembalikan Bung Karno dan kawan-kawannya dari Bangka ke Jogjakarta, sedangkan Presiden darurat RI pada waktu itu ialah Mr. Syafruddin Prawiranegara, sampailah sejarah negara kita kepada konfrensi meja bundar di Den Haag (Nederland). Konfrensi ini berlangsung dari tanggal 23 Agustus 1949 sampai tanggal 2 November 1949. dengan ditandatanganinya “Piagam Persetujuan” antara delegasi Republik Indonesia dan delegasi pertemmuan untuk permusyawaratan federal (B.F.O.) mengenai “Konstitusi Republik Indinesia Serikat” (RIS) di Seyeningen pada tanggal 29 Oktober 1949, maka ikut berubahlah Rumus Pancasila III menjadi Rumus Pancasila IV. Rumus Pancasila IV ini termuat dalam muqadimah Undang-Undang Dasar Republik Indinesia Serikat (RIS), yang bunyinya sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:0.5in;" align="center"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Mukadimah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:0.5in;" align="center"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;">Kami bangsa Indonesia semenjak berpuluh-puluh tahun lamanya bersatu padu dalam perjuangan kemerdekaan, dengan senantiasa berhati teguh berniat menduduki hak hidup sebagai bangsa yang merdeka berdaulat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;">Ini dengan berkat dan rahmat Tuhan telah sampailah kepada ringkatan sejarah yang berbahagia dan luhur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;">Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam satu piagam negara yang berbentuk Republik Federasi berdasarkan pengakuan “Ketuhanan Yang Maha Esa, Peri kemanusiaan, Kebangsaan, Kerakyatan dan keadilan sosial.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;">Untuk mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, perdamaian dan kemerdekaan dalam masyarakat dan negara hukum Indonesia Merdeka yang berdaulat sempurna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span style="font-size:9pt;">Secara jelasnya Rumus Pancasila IV atau pancasila menurut mukadimah Undang-Undang Dasar RIS tanggal 29 Oktober 1949, adalah sebagai berikut;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>a.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>b.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Peri-Kemanusiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>c.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Kebangsaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>d.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Kerakyatan dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>e.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Keadilan sosia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Perubahan yang terjadi antara Rumus Pancasila II dengan Rumus Pancasila IV adalah perubahan redaksional yang sangat banyak, yang sudah barang tentu akan membawa akibat pengertian pancasila itu menjadi berubah pula.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Republik Indinesia Serikat tidak berumur sampai 1 tahun. Pada tanggal 19 Mei 1950 ditanda tangani “Piagam Persetujuan” antara pemerintah RIS dan pemerintah RI. Dan pada tanggal 20 Juli 1950 dalam pernyataan bersama kedua pemerintah dinyatakan, antara lain menyetujui rencana Undang-Undang Dasar sementara negara kesatuan Republik Indonesia seperti yang dilampirkan pada pernyataan bersama”. Pembukaan Undang-Undang Dasar sementara negara kesatuan Repiblik Indonesia seperti yang dilampirkan pada pernyataan bersama. Pembukaan Undang-Undang Dasar sementara 1950, yang didalamnya terdapat rumus Pancasila, adalah sebagai berikut;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:27pt;" align="center"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Mukadimah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:27pt;" align="center"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dengan berkat dan rahmat Tuhan tercapailah tingkat sejarah yang berbahagia dan luhur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Maka demi ini kami menyusun kemerdekaan kami itu dalam suatu piagam negara yang berbentuk Republik Kesatuan, berdasarkan pengakuan ketuhanan yang maha esa, peri kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial, untuk mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, perdamaian, dan kemerdekaan yang berdaulat sempurna”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Untuk jelasnya Rumus Pancasila di dalam mukadimah Undang-Undang Dasar sementara dapat disusun sebagai berikut;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>a)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>b)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Peri-Kemanusiaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>c)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Kebangsaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>d)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Kerakyatan dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>e)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Keadilan sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Rumus Pancasila dalam mukadimah Undang-Undang Dasar sementara adalah merupakan rumus pancasila V. dan ternyata antara Rumus Pancasila IV dan Rumus Pancasila V tidak ada perubahan baik sitimatikanya maupun redaksinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Tetapi setelah dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959, yang menyatakan “Pembubaran kostituante dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar 1945”, Rumus Pancasila mengalami perubahan, baik redaksinya maupun pengertiannya secara esensial dan mendasar. Sebab setelah itu Bung Karno merumuskan Pancasila dengan menggunakan “ Teori Perasan” yaitu pancasila itu diperasnya menjadi tri sila ( tiga sila) : sosionasionalisme (yang mencakup kebangsaan Indonesia dan peri kemanusiaan); Sosio demokrasi (yang mencakup demokrasi dan kesejahteraan sosial dan ketuhanan. Trisila ini diperas lagi menjadi Ekasila (satu sila); Ekasila itu tidak lain ialah gotong-royong. Dan gotong royong diwujudkan oleh Bung Karno dalam bentuk nasakom (nasional, agama dan komunis).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Lebih jelasnya teori perasan Bung Karno dapat disusun sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>1.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Pancasila itu diperasnya menjadi tri sila (tiga sila).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>2.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Trisila terdiri atas:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>a)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Sosionasionalisme </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>b)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Sosio </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>c)<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Ketuhanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>3.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Trisila diperas menjadi Ekasila </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:9pt;"><span>4.<span style="font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:9pt;">Ekasila yaitu gotong-royong. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Teori perasan Bung Karno ni bukan masalah baru, tetapi itulah hakekat Pancasila yang ia lahirkan pada tanggal 1 Juni 1945; dan hal ini dapat dilihat dari pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 di depan BPUPKI, yang antara lain berbunyi, “Atau barang kali ada saudara-saudara yang tidak senang adas bilangan itu ? Saya boleh peras sehingga tinggal tiga saja. Saudara Tanya kepada saya apakah perasan tiga perasan itu ? Berpuluh-puluh tahun sudah saya pikirkan dia, ialah dasar-dasarnya Indonesia, Weltanschaung kita. Dua dasar yang pertama, kebangsaan dan internasionalisme; kebangsaan dan peri kemanusiaan, saya peras menjadi satu : itulah yang dahulu saya namakan socio-nationalisme. Dan demokresi yang bukan demokrasi barat, tetapi pilitiek economiche democratie, yaitu pilitieke democratie dengan sociale rechtvaardigheid, demikrasi dengan kesejahteraan saya peraskan pula menjadi satu. Inilah yang dulu saya namakan socio democratie.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Tinggal lagi ketuhanan yang menghormati satu sama lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Jadi yang asalnya lima itu telah menjadi tiga: socionationalisme, sociodemocratie dan ketuhanan. Kalau tuan senang dengan simbul tiga ambillah yang tiga ini. Tetapui barangkali tidak semua tuan-tuan senang kepada trisila ini, dan minta satu dasar saja ? Baiklah, saya jadikan satu, saya kumpulkan lagi menjadi satu. Apakah yang satu ? ……Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan gotong-royong ! alangkah hebatnya ! negara gotong-royong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Selain “teori perasan’ Pancasila, Bung Karno menjabarkan dan melengkapi Pancasila itu dengan Manifesto Politik ( Manipol ) dan USDEK ( Undang-Undang Dasar 45, Sosialisme Indonesis, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribaian Indonesia). Hal ini bisa kita jumpai di dalam “Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi”, ynag antara lain menyatakan : “Ada orang menanya : Kepada Manifesto Polotik ? Kan kita sudah mempunyai Pancasila? Manifesto Politik adalan pancaran dari Pancasila; USDEK adalah pemancaran dari pada Pancasila. Manifesto Politik, USDEK dan Pancasila adalah terjalin satu salam lain. Manifesto politik, USDEK dan pancasila tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika saya harus mengambil qiyas agama – sekadar qiyas – maka saya katakan : Pancasila adalah semacam Qur’annya dan Manifesto Politik dan USDEK adalah semacam Hadits-haditsnya. Awas saya tidak mengatakan bahwa Pancasila adalah Qur’an dan Manifsesto Politik dan USDEK adalah hadits ! Qur’an dan Hadits shahih merupakan satu kesatuan, - maka pancasila dan Manifesto politik dan USDEK adalah merupakan satu kesatuan. Teori perasan Pancasila yang dilengkapi dengan manifesto Politik dan USDEK adalah merupakan Rumus Pancasila VI. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Dengan Naskaom memberi peluang yang besar kepada golongan komunis seperti Partai Komunis Indonesia ( PKI ) untuk memasuki berbagai instansi sipil dan militer. Dominasi komunis di dalam pemerintahan dan berbagai sektor kehidupan, memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan kudeta dan perebutan kekuasaan; meletuslah Gerakan 30 September PKI.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Meletusnya G 30 S / PKI dari kandungan Nasakom, yang membawa runtuhnya rezim Orde Lama, menurut regim Orde baru disebabkan oleh penyelewengan pancasila dari rel yang sebenarnya. Oleh karena itu rezim Orde Baru mencanangkan semboyan “Laksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekwen”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;">Menurut Orde baru, khususnya angkatan ’66, bahwa penyelewengan Pancasila oleh rezim orde Lama disebabkan “belum jelasnya filsafat Pancasila dan belum adanya tafsiran yang terperinci”. Pendapat ini bisa dilihat dari kesimpulan “Simposium Kebangkitan Generasi ’66 Menjelajah Tracee baru”, yang diselenggarakan pada tanggal 6 mei 1966, bertempat di Universitas Indonesia; yang isinya antara lain sebagai berikut :<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang dasar ’45 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">pasal 1 ayat 2 yang berbunyi: “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Dan juga terdapat dalam pasal 3 yang berbunyi: “MPR menetapkan undang-undang dasar dan garis-garis besar pada haluan negara.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Pasal 20 ayat 1 : “ DPR memegang kekuasaan membentuk undang-undang.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Pasal 22 ayat 2 berbunyi: “Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan DPR dan persidangan yang berikut.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB">Ayat 3 :”Jika tidak mendapatkan persetujuan, maka peraturan tersebut harus dicabut.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span style="font-size:9pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[headline of the week]]></title>
<link>http://absurdities.wordpress.com/?p=150</link>
<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 01:49:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>jt</dc:creator>
<guid>http://absurdities.wordpress.com/?p=150</guid>
<description><![CDATA[I have a few regular features in mind that, if I could figure out how to get them to appear the way ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>I have a few regular features in mind that, if I could figure out how to get them to appear the way I want them, would already be up and running.</p>
<p>My lack of technical ability. It pisses me off.  Perhaps, one day, I'll get to the point where what you see begins to resemble what's in my head.  Bah! (Any lurking experts on such things who want to offer advice...I am <em>all</em> about taking advantage of others' knowledge!)</p>
<p>In the meantime, I bring you our first Headline of the Week.  Normally, I would hold off on starting something until I have it just the way I want it, but I've had this tab open in my web browser all day.  I haven't been able to navigate away from it because I knew it was a temporary tagline and I couldn't bear to lose it.  So, voila!</p>
<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-151" src="http://absurdities.wordpress.com/files/2008/06/mprlogo.jpg?w=111" alt="" width="111" height="96" /></p>
<blockquote><p><a href="http://minnesota.publicradio.org/collections/special/columns/news_cut/">News Cut with Bob Collins</a><br />
Eyes on the sky<br />
We're told to expect "dime-sized" hail. A week ago, the hail was the size of a half-dollar, which just goes to show you the state of the American currency right now. (8:41 a.m.)<br />
<a href="http://minnesota.publicradio.org/collections/special/columns/news_cut/archive/2008/06/eyes_on_the_sky.shtml">More</a></p></blockquote>
<p>Admittedly, it's more of a tagline than a headline, but it's still lovely.  I like my news with a side of snark, people, and leave it to Minnesota Public Radio to beat out the BBC for a headline I just had to post first.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bisakah kita?]]></title>
<link>http://murt4z4.wordpress.com/?p=56</link>
<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 06:09:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>murtaza</dc:creator>
<guid>http://murt4z4.wordpress.com/?p=56</guid>
<description><![CDATA[Yang kayak begini kayaknya agak susah dicerna orang awam, karena emang gak biasa di kta orang Indone]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;">Yang kayak begini kayaknya agak susah dicerna orang awam, karena emang gak biasa di kta orang Indonesia ini. hal ini terkait dengan kultur sih. Namun bagi KPK, hal yang bersifat kultur seperti ini bisa menjadi celah atau jembatan bagi KKN.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"> </p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Verdana;"><strong>Kado Perkawinan dan Gratifikasi </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Sebagai seorang Ketua MPR yang notabene pejabat negara, perkawinan Hidayat Nurwahid, dengan dokter bernama Diana Abbas Thalib mendapat peliputan besar. Tidak heran jika tamu yang datang pun begitu banyak, bahkan mencapai ribuan orang, dari mulai anak-anak panti asuhan, pengusaha, sampai ke pejabat tinggi negeri ini. Dua hari sebelumnya, tepatnya Jumat, 9 Mei 2008, Gusti Kanjeng Ratu Maduretno, putri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X menikah dengan Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat. Layaknya putri Sultan, pernikahan pun diselenggarakan dalam pesta yang akbar dengan berbalut adat Jawa. Masyarakat Yogyakarta pun tenggelam dalam suka cita pernikahan sang putri dengan pangeran. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"><!--more-->Ada</span><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> yang tidak biasa dalam perkawinan ketua MPR dan putri Sultan ini. Ketika sebagian masyarakat menganggap kado perkawinan merupakan sesuatu yang bisa memberikan kejutan bagi mempelai, bahkan pembukaan kado merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh anggota keluarga dan itu sangat privasi, maka berbeda dengan kado perkawinan orang nomor satu di MPR RI ini. Kado perkawinan yang biasanya dibuka beserta keluarga dengan jumlah perolehan dan isinya yang bersifat pribadi dan rahasia tidak terjadi dalam pernikahan Hidayat-Diana. Kado Perkawinan tersebut dibuka dan diperiksa oleh KPK. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Kado perkawinan merupakan hadiah atau pemberian dari tamu undangan kepada kedua mempelai. Kado ini dapat berbentuk uang atau barang. Kado ini diberikan sebagai tanda persahabatan atau kekerabatan. Nilainya pun bervariasi, tergantung dari keridaan dan kemampuan pemberi. Tidak ada standar minimal ataupun batas maksimal mengenai nilai kado perkawinan. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Bagi seorang pejabat negara, baik itu dari eksekutif maupun legislatif, pemberian kado dari pihak lain bisa berimplikasi luas, dan sebenarnya ada larangan. Pemberian pihak lain kepada pejabat negara disinyalir ada rnaksud-maksud lain, yaitu pemanfaatan fasilitas atau dalam rangka memengaruhi kebijakan pejabat negara tersebut untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. Pemberian yang seperti itulah yang oleh undang-undang korupsi disebut gratifikasi. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Untuk mengetahui terjadinya gratifikasi, tidak mungkin hanya mengandalkan pengakuan dari orang-orang yang menerima melainkan harus melalui investigasi (walaupun beberapa anggota DPR dari PKS telah melaporkan apabila mereka menerima gratifikasi). Namun, perlu disadari bahwa suatu investigasi akan sulit dilakukan tanpa adanya hak-hak khusus terhadap penyidik dan terhadap orang yang dicurigai menerima gratifikasi. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Hak-hak khusus tersebut bisa berupa perluasan kewenangan bagi penyidik KPK melebihi kewenangan yang diberikan oleh KUHAP. Sedangkan, bagi orang yang dicurigai harus diberikan perlindungan bahwa investigasi itu dilakukan secara tertutup. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Gratifikasi </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Gratifikasi sendiri merupakan hadiah atau pemberian kepada penyelenggara negara terkait dengan jabatan atau posisi penyelenggara. Hadiah atau pemberian itu dimaksudkan untuk menyuap atasan ataupun rekan agar melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan kehendak pemberi hadiah dan bertentangan dengan kewajiban jabatannya. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Gratifikasi diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Pelakunya pun diancam hukuman penjara minimal 4 tahun maksimal 20 tahun, dan denda minimal 200 juta maksimal 1 milyar. Kecuali jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada KPK, ancaman pidana tersebut tidak berlaku (Pasal 12C UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi). </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Gratifikasi merupakan salah satu model korupsi. Korupsi sendiri merupakan tindak pidana yang sedang gencar diberantas oleh KPK. Bahkan, presiden mengeluarkan instruksi untuk mempercepat pemberantas korupsi di Indonesia melalui Inpres No. 5 tahun 2005. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Pemberantasan korupsi merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan good governance government. Dalam pelaksanaannya tentu harus berpedoman pada asas-asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Salah satu asas yang selalu didengung-dengungkan yaitu transparansi. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Pengungkapan kasus-kasus gratifikasi merupakan salah satu cara untuk mewujudkan clean government. Dimulai dengan mengungkap hadiah yang diberikan kepada atasan atau pejabat yang lebih tinggi guna mencapai tujuan tertentu. KPK memulai langkah ini dengan memeriksa kado perkawinan pejabat atau penyelenggara negara. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">KPK memang tengah gencar memberantas korupsi, salah satu actionnya yaitu dengan memeriksa kado perkawinan penyelenggara negara. Jika isi kado perkawinan melebihi jumlah nominal yang ditentukan oleh Surat Keputusan Pimpinan KPK, yaitu 1 juta rupiah, maka kado perkawinan itu (selebihnya dari satu juta) akan menjadi milik negara karena dianggap masuk kategori gratifikasi. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tidak menyebutkan jumlah hadiah yang termasuk kategori gratifikasi, melainkan hanya menegaskan apakah pemberian itu terkait dengan jabatan atau tidak. Jika terkait dengan jabatan, hadiah tersebut akan disita oleh negara, apabila tidak maka akan menjadi milik yang bersangkutan. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Pemeriksaan kado perkawinan pejabat oleh KPK merupakan suatu upaya pencegahan korupsi. Hal ini disebabkan kado perkawinan untuk pejabat berpotensi korupsi. Kado perkawinan yang diberikan dengan maksud menyogok pejabat untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan jabatannya merupakan suatu gratifikasi. Gratifikasi sendiri salah satu bentuk korupsi. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Kado perkawinan Hidayat Nurwahid bisa berpotensi korupsi, mengingat, pertama, Hidayat adalah pejabat negara. Kedua, undang-undang pun menegaskan bahwa pemberian yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya merupakan gratifikasi. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Namun, ketersediaan Hidayat untuk merelakan kado perkawinannya diperiksa oleh KPK merupakan satu contoh dari usaha pejabat atau penyelenggara negara dalam mewujudkan good governance goverment. Transparansi yang diberikan dalam hal "kado perkawinan" merupakan keterbukaan yang sangat maksimal. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Penulis, Rena Yi Lia </span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"><em><span style="font-family:Arial;">dosen tetap Fakultas Hukum Unisba, Pengajar Hukum Pidana dan Kriminologi </span></em></span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 6pt;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Dikutip dari Pikiran Rakyat, 30 Mei 2008</span></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harbor Sounds - On The Road with Jason Davis]]></title>
<link>http://ryanrapsys.wordpress.com/?p=80</link>
<pubDate>Sat, 31 May 2008 21:54:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>ryanrapsys</dc:creator>
<guid>http://ryanrapsys.wordpress.com/?p=80</guid>
<description><![CDATA[Here is the link the story I was featured in on On The Road with Jason Davis: Harbor Sounds. You ca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Here is the link the story I was featured in on On The Road with Jason Davis: <a href="http://kstp.com/article/stories/S447217.shtml" target="_blank">Harbor Sounds</a>. You can view the entire video story at that link. I certainly was happy it turned out how it did...it's a unique topic to cover with video.</p>
<p>And here is an older, related radio story about some of the same things I have been experimenting with (on Minnesota Public Radio - text and streaming audio): <span class="topnews"><a href="http://news.minnesota.publicradio.org/features/2004/02/10_hemphills_harbormusic/" target="_blank">Dancing to the sounds of the Duluth harbor</a></span></p>
<p><span class="topnews">And since I'm putting links to horrible interviews of myself, here's another one where I talk about some of my compositional techniques: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=ZVM6-oezDaQ" target="_blank">YouTube: Interview - Craig Blacklock and Ryan Rapsys on PBS-WDSE</a></span></p>
<p><span class="topnews">If you enjoyed these stories and the music you heard, you may enjoy this album I recently released (available digitally and on CD):</span></p>
<p> <a href="http://cdbaby.com/cd/ryanrapsys" target="_blank"><img src="http://www.erratikproductions.com/img/antiquichrome-album-art-250.jpg" alt="" /></a><br />
Antiquichrome &#124;&#124; Ryan Rapsys<br />
Deep explorations into microsound electronic ambience.<br />
Free-form glitches, bleeps and distortions for the open-minded listener.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[WhereIwork]]></title>
<link>http://marridj.wordpress.com/?p=185</link>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 15:04:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>marridj</dc:creator>
<guid>http://marridj.wordpress.com/?p=185</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://marridj.files.wordpress.com/2008/05/mpr.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-186" src="http://marridj.wordpress.com/files/2008/05/mpr.jpg" alt="" width="367" height="490" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Megawati, Taufik Kiemas, SBY dan Wiranto Jangan DIPILIH!]]></title>
<link>http://yoyoaquiza.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 14:20:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>yoyoaquiza</dc:creator>
<guid>http://yoyoaquiza.wordpress.com/?p=6</guid>
<description><![CDATA[Teman-teman, sahabat semua saudara sebangsa dan setanah air, UNTUK PEMILU YAD, Tak usah pilih Megawa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h2>Teman-teman, sahabat semua saudara sebangsa dan setanah air, UNTUK PEMILU YAD, Tak usah pilih Megawati, Taufik Kiemas, SBY dan Wiranto, untuk jadi anggota DPR MPR maupun Presiden &#38; wakil Presiden.</h2>
<h2></h2>
<h2>Mengapa demikian? Megawati dan Taufik Kiemas &#38; PDI Perjuangan selama ini menjalankan politik NABOK NYILIH TANGAN, yaitu: Melempar batu sembunyi tangan.  Ajakin orang lain dan para menteri serta staff dan pimpinan bumn untuk naikkan harga BBM, namun lalu sebagai DPR MPR memprotes, dan Mengajak Masyarakat untuk memprotes kenaikan harga. Belum lagi, anggota PDI Perjuangan masih banyak yang sinting malah membuat aksi teror dan menyusahkan mantan pengawal Presiden Soeharto, yg sudah pensiun dan hanya jadi pengamen  di SOLO padahal orang itu malah banyak jasanya bagi bangsa dan negara, serta di harapkan mampu mngatasi dan menutup semburan lumpur panas.</h2>
<h2></h2>
<h2>Sedangkan SBY sudah jelas kepemimpinannya selama ini tidak konsisten sebagaimana janjinya, dan itu terlihat jelas bahwa ia itu tidak mengurusi urusan negara dan penderitaan rakyat, terbukti pengajuan permohonan agar Mantan Pengawal Pak Harto yg bernama Bobby Meidianto Jaguar, asli alamat &#38; domisili di Panularan Laweyan Solo, di beri SK untuk menutup semburan lumpur Panas Sidoarjo 2006 tidak di penuhi, dan tidak di gubris, serta malah 3x menaikkan harga BBM.</h2>
<h2></h2>
<h2>Dan begitu juga dengan Jendral Wiranto yang berserta anak-anaknya yang mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat ternyata tidak menunaikan Suara Rakyat dan hanya duduk manis saja. Selain itu bahwa Komando Payung Rasul Indonesia ternyata di beberapa wilayah di Indonesia telah mengadakan acara Yasinan dan Tahlilan untuk mendoakan beberapa Jendral dan orang2 yaitu di antaranya SBY, Jendral Wiranto, dan Jendral Subagyo HS, agar mampus sekalian setelah mereka dan anak2 mereka di ketahui melakukan perbuatan yang tidak baik terhadap mantan Pengawal Presiden Bernama Bobby Meidianto Jaguar diatas baik berhubungan dengan urusan negara maupun urusan pribadi soal perjodohan Bobby - Meutya Hafid. ( info: www.geocities.com/chantix_aq/index.html)</h2>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[REVISI TREATMENT PENUTUPAN LUBANG SEMBURAN LUMPUR.]]></title>
<link>http://blogscafe.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Mon, 26 May 2008 17:46:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogscafe</dc:creator>
<guid>http://blogscafe.wordpress.com/?p=39</guid>
<description><![CDATA[
BAGAIMANA CARA MENUTUP LUBANG SEMBURAN.
HALAMAN INI TERPAKSA KAMI TULIS ULANG KARENA KAMI MENDAPAT ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<h2><strong><span style="color:#003366;">BAGAIMANA CARA MENUTUP LUBANG SEMBURAN.</span></strong></h2>
<p><strong><span style="color:#003366;">HALAMAN INI TERPAKSA KAMI TULIS ULANG KARENA KAMI MENDAPAT PESAN DARI MAS BOBBY SIANG TADI, AGAR MEREVISI ULANG TULISAN CARA MENUTUP LUBANG SEMBURAN LUMPUR DAN GAS. PADA DASARNYA YANG KAMI TULIS SEBELUMNYA ATAU DI HALAMAN LAIN ADALAH SUDAH BENAR, NAMUN INI MASIH ADA TAMBAHAN LAGI.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">1. BAHWA OLEH MAS BOBBY SUDAH DI PERIKSA , BENAR ADANYA PERKIRAAN NYA SEBELUM INI BAHWA SEMUA LOKASI SEMBURAN LUMPUR DI INDRAMAYU, SIDOARJO DAN MUARA ENIM ADALAH LOKASI2 PENAMBANGAN MMINYAK DAN GAS BUMI.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">2. BAHWA SUMBER SEMBURAN ITU BUKAN KARENA PIPANYA YANG BOCOR NAMUN ADANYA JALAN TERBUKA DARI SISI PIPAYANG MAKIN MELEBAR TANAHNYA OLEH DESAKAN LUMPUR DARI BAWAH DAN JUGA MEMPERLEBAR PORI2 / URAT TANAH YANG DI LEWATI LUMPUR TERSEBUT. UNTUK ITU SEMESTINYA PIHAK PENAMBANG MEMIKIRKAN CARA UNTUK MENANGGULANGI HAL TERSEBUT DI SAAT2 YANG AKAN DATANG.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">3.BAGAIMANAPUN JUGA HAL TERSEBUT TETAP SAJA MEMBAHAYAKAN BAGI MANUSIA SEKITARNYA LOKASI TERSEBUT MINIMAL DAN JUGA WILAYAH DI SITU APABILA TIDAK DAPA DI ATASI.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">4. CARA PENUTUPAN LUBANG SMBURAN SENDIRI SEBENARNYA BANYAK YANG DAPAT DI LAKUKAN TINGGAL MAU ATAU TIDAK MENURUTI SARAN BOBBY MEIDIANTO ALIAS HASAN MADINAH/ALIAS JAGUAR INI, YAITU MENGIKUTI INSTRUKSI YANG TERTULIS DI SINI MAUPUN DI HALAMAN LAINNYA , ITUPUN KALAU TIDAK MENGAJAK SERTA BOBBY MEIDIANTO, JUGA HASILNYA KEMUNGKINAN BESAR KURANG MAKSIMAL.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">5.ADAPUN CARANYA ADALAH :</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">A. MEMBUAT SEBUAH BALON TERBUAT DARI TERPAL PLASTIK/KAIN LAPIS 3 BERBENTUK SILINDER DIAMETER 3X LEBAR LUBANG SEMBURAN DAN PANJANG RELATIF NAMUN MINIMAL SEKITAR 30 METER UNTUK LUBANG SEMBURAN KURANG DARI 1 METER , 50 METER UNTUK LUBANG BER DIAMETER 1 SD 3 METER, DAN BISA 100 METER UNTUK LUBANG LEBIH DARI 5 METER. BALON TERSEBUT BISA DI ISI DENGAN AIR BERCAMPUR BAHAN LAIN YANG BISA MENAHAN PANAS YANG BERSIFAT CAIR DAN JUGA DI TAMBAH UDARA.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">B. SATU SISI SILINDER BAGIAN ATAS DI BERI PIPA UNTUK MEMASUKKAN CAIRAN TERSEBUT DAN UDARA DG CARA DI POMPAKAN. BALON INI HARUS DI MASUKKAN SEDALAM MUNGKIN KEDALAM LUBANG SEMBURAN. KALAU SEMBURAN LUMPUR DI SIDOARJO YG UTAMA (LUBANG BESAR) USAHAKAN MASUK HINGGA SEDIKITNYA 700 METER , NAMUN PERTAMA DI BERI TALI PENAHAN AGAR TIDAK JATUH DAN BARU SETELAH MASUK SEDALAM TARGET BARU DIPOMPAKAN KE DALAM BALON TERSEBUT CAIRAN + UDARA ITU. POMPA TERUS SAMPAI BENAR2 TERISI PENUH DAN BALON TERSEBUT MENYUMBAT LUBANG DAN PIPA SELANG PENYEMPROT TERLEPAS SENDIRI OLEH DESAKAN POMPA. KALAU UNTUK LUBANG SEMBURAN KECIL USAHAKAN BATAS TERATAS BALON BERADA DI KEDALAMAN  200-500 METER. </span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">C. SETELAH ITU BARU DI BERI KONSTRUKSI PENAMPANG DALAM SKEMA DI HALAMAN LAIN DALAM WEB INI, YAITU : PENAMPANG2 YANG DI HUBUNGKAN DENGAN RANTAI KHUSUS DAN BERFUNGSI SEBAGAI NAM PENGECORAN. BERI ISI DENGAN BATU2 KRAKAL DAN HANCURAN KERAMIK DAN SEMEN. SAMPAI MEMENUHI LUBANG, BEGITU JUGA UNTUK LUBANG SEMBURAN YANG KECIL.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">INI MASIH BELUM SEMPURNA NAMUN INSYA ALLAH DAPAT DI GUNAKAN UNTUK MENUTUP LUBANG2 SEMBURAN ITU SEGAWAT APAPUN, SAL BAGAIMANA MEMASUKKAN BENDA2 ITU KE DALAM LUBANG SEMBURAN ITU MONGGO KERSO YANG PUNYA HAJAT, KAMI RASA TAK PERLU KAMI BERITAHUKAN CARANYA.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#003366;">D. SETELAH ITU SELESAI ATAUPUN LUBANG SUDAH TERSUMBAT BALON TERSEBUT, MAKA UPAYA MENYEMPROTKAN/MENYUNTIKKAN KEMBALI LUMPUR YANG TELAH KELUAR, KE DALAM BUMI LAGI DENGAN CAMPURAN SEMEN DAN KERAMIK ITUPUN JUGA SUDAH DAPAT DI JALANKAN DAN SEMBURAN GAS PUN TIDAK AKAN KELUAR LAGI APALAGI LUMPURNYA.</span></strong></p>
<p><strong>COPYRIGHT :</strong></p>
<p><strong>BOBBY MEIDIANTO</strong></p>
<p><strong>PANULARAN RT 01 RW 07 LAWEYAN SOLO 57149.</strong></p>
<h2><strong>DITULIS ULANG OLEH: ARIFIN ANNASS</strong><strong>.</strong></h2>
<p><strong><span style="color:#993300;">PEMBERITAHUAN:</span></strong></p>
<p>kEMUNGKINAN SEBELUM INI ADA SESEORANG ATAU LEBIH ORANG YANG TELAH MENGHACK WEBLOG KAMI INI HINGGA HALAMAN MENGENAI CARA PENUTUPAN LUMPUR PANAS LAPINDO YANG SEBELUMNYA KAMI BUAT SEBELUM HALAMAN INI TELAH MENJADI TERHAPUS BERIKUT GAMBAR2NYA . UNTUK LEBIH JELAS MENGENAI GAMBAR2NYA KUNJUNGI: www.geocities.com/signalizer2001/lapindosolusi.html</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sweet Free Music]]></title>
<link>http://eajacobson.wordpress.com/?p=41</link>
<pubDate>Mon, 26 May 2008 02:48:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>eajacobson</dc:creator>
<guid>http://eajacobson.wordpress.com/?p=41</guid>
<description><![CDATA[Hey!
This is a message for all you folks who listen to the current or enjoy music played on the curr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hey!</p>
<p>This is a message for all you folks who listen to the current or enjoy music played on the current and have iTunes.</p>
<p>Get the following podcast: MPR: The Current Song of the Day</p>
<p>It pretty much rocks. It just sends you a new song every day! The lame part is that it loads as a podcast but you can still put them in playlists and throw them on your iPod... and even if the podcast thing really bothers you because its kinda annoying not to have things in your Music Library, you can burn a CD every couple weeks and upload the songs into your music. Pretty cool- all free.</p>
<p>So there's your friendly tip for the day. It brought me great joy.</p>
<p>On a random side note- I have to get some glasses this week because my perscription got worse, I lost my glasses anyway, and I'm about to not have insurance and I can use flex dollars on things like glasses until June 1. Going to get glasses provides me with a fair amount of anxiety. I truly hate it! I never know what looks good and I can't trust the people at the glasses store because they just want to sell me something and I always end up with something that makes me look completely ridiculous and I have to just deal with looking like a goon until my perscription gets worse enough to have to invest in another pair of glasses.... which usually takes like 3 or 4 years. 4 years from now I will be 26. At that age I would like to have at least met the guy I will end up marrying... what if I never meet him because he sees my glasses and decides I'm an idiot and not worth his time... I feel as though this is a very valid concern. Will someone please go with me to help save me from this fate? Please... pretty please...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pembinaan Olimpiade Sains Tk. Kota 2008 ]]></title>
<link>http://fisikarudy.wordpress.com/?p=71</link>
<pubDate>Sun, 25 May 2008 01:33:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>rudyhilkya</dc:creator>
<guid>http://fisikarudy.wordpress.com/?p=71</guid>
<description><![CDATA[Berdasarkan Surat Tugas dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, terhitung mulai tanggal 27 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan Surat Tugas dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, terhitung mulai tanggal 27 - 31 Mei 2008 diadakan pelatihan dan pembinaan kontingen siswa peserta olimpiade sains  tingkat provinsi kalimantan tengah dengan pelaksanaan di SMA N 2 Pahandut. Melibatkan 16 tutor dan 24 siswa hasil seleksi tingkat kota menggunakan pembahasan diskusi interaktif dan multimedia untuk mempersiapkan anggota olimpian ini. Pelaksanaan Lomba pada tanggal 2-3 juni 2008 di LPMP Kalimantan Tengah km. 5 Jl. Cilik Riwut</p>
<p>Masih diragukan metode tutorial demikian apalagi dengan waktu yang sangat<br />
sempit, namun sebagai upaya<br />
dinas Pendidikan sudah lumayan daripada tidak sama sekali. Tingkat provinsi<br />
Kalimantan Tengah saja dengan<br />
alasan tidak ada biaya, persiapan minim hanya membuahkan keinginan<br />
sebagai penggembira saja. Kapankah ini bisa diperbaiki ?<br />
Perangkat astronomi yang semestinya bisa dipunyai sekolah pun, kayaknya masih<br />
sulit diadakan dengan alasan tidak urgen. Kapan lagi pembaharuan ? Mungkin<br />
menunggu Bapak jadi walikota barangkali ....</p>
<p>Terlalu banyak pemikir yang duduk di dewan perwakilan rakyat dengan berlindung dibalik<br />
sila ke-5 : membuat para siswa tidak dihargai hak asasinya untuk mendapatkan<br />
hak menikmati pendidikan yang layak berkualitas. (cerita di Kuala Kapuas nih)</p>
<p>Makanya Kalimantan Tengah jarang bisa berbicara di tingkat nasional kalo udah ngomong<br />
Olimpiade Sains ! Karena nggak ada yang dapat dipetik hikmatnya .... belum berhikmat kebijaksanaan<br />
bagi seluruh rakyat di Kalimantan Tengah !!!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Angel Tenan, Tuku Bensin]]></title>
<link>http://warunginternet.wordpress.com/?p=17</link>
<pubDate>Fri, 23 May 2008 16:24:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>warunginternet</dc:creator>
<guid>http://warunginternet.wordpress.com/?p=17</guid>
<description><![CDATA[Asem, sontoloyo, diampot, ass&#8230;ss..uuu tenan. Negoro opo to ikie? Ko&#8217; koyok ra&#8217; ono]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Asem, sontoloyo, diampot, ass...ss..uuu tenan. Negoro opo to ikie? Ko' koyok ra' ono sing Pinter babar blas (termasuk sing ndhuwe' blog :-d). Suerr taaah, arep tuku bensin wae susahnya minta ampyun. Ada apakah gerangan? Gerangan ada apa? Apa ada gerangan? Sing dikarepke' kie oppo?</p>
<p>Hemm, saya kok jadi pesimis (100%) kalo negara ini gak bakal bisa menyejahterakan rakyatnya. Tidak bisa mencerdaskan putera-putera bangsa. Tidak bisa menyehatkan wetenge' wong cilik-lik-lik. Ah, moso'? Lah, wiwit mbiyen ngasi saiki ko' rung ono perubahan. Eh, ono dink lali aku. Opo iku? Yoiku:</p>
<p>Regane' beras, gulo, tahu, tempe, minyak tambah larang.</p>
<p>Tuku bensin kanggo makani sepeda motor "ANGE'L" -&#62;SULIT-LIT-LIT!</p>
<p>Sekolah tambah larang biayane' (opo mene'h kuliah?) Wah, modar, Nda!</p>
<p>No.4 sak teruse' okeh banget perubahan2 sing ora gawe' kepenakke' rakyat tapi malah nggawe' sengsoro. Ayoh, sopo sing dino ora muni "sengsoro, rekoso, menderita?" Wong anak'e DPR wae sambat opo mane'h aku sing mung tanggane' Pak RT. Wee... tambah ngene's!</p>
<p>Terus, Jeporo kie kekurangan opo? Lah embuh ura reti aku! Sing jelas bagiku ora mung Jeporo thok, tapi malah se-Indonesia yo podho kange'lan nggolek bensin. Mange' nggolek bensin arep ngopo to? Lhaa... ora reti koe, yen aku tuku bensin arep tak nggawe ngedusi anggota2 DPR, MPR, pejabat2, pegawai2, termasuk (mungkin) polisi sing (paling ake'h) mikir awak'e dhewe'. He eh, ora? Tak adusi nggo bensin terus tak sabuni nggo korek api! Wah, sempurno banget kuwi!</p>
<p>Tenan, tah ora enak dadi wong cilik. Terus lek dadi wong gede' piye? Enak, ora? lah embuh kunuh takok dhewe'. Le'k mereka2 para pejabat, DPR, MPR, pegawai, polisi, podho muni ora enak-kepenak.. lah ko' ora dikon ganti aku wae, utowo wong liyo sing karep dadi wong gedhe'. Piye, Pak/Bu koe gelem tak gente'ni tah ora?</p>
<p>Terus, le'k jawabane' kepenak, piye? Yo dongakke' wae mugo2 eling neroko. Sebab salah sijine' perkoro kenopo neroko digawe' iku kanggo tempat persemayaman para pejabat, pegawai, polisi (lan sak bala2ne') sing lali yen amanah iku kudu (wajib) dilaksanakno. Tapi..., kenyataane' piye, Nda?</p>
<p>Wis, mbesok le'k ono pemilihan iki pemilihan iku aku ra' bakal nyoblos koe, kang, mbak, pak dhe', bu dhe', yu, lah opo tah... wiwit mbiyen yo sing susah tambah susah, sing melarat tambah kere', lah sing wis mbok lakoni ning ndhuwur kono kie oppo wae to yu...yu, kang. Perasaan (tapi pancen he eh) sing mbok pikir kok ma yashilu ilar farji wal bathni. Arep ngomong koe? Ngomongen, daripada aku dema-demo tapi di-benjuti nggo penthunge' polisi, dalmas terus aku loro ora ono sing nambakke' aku... ra' mending tak tulis ning kene' tah, roso keselku karo koe2 kabeh. Babar blas ra' ono sing di anut!</p>
<p>Wah, kok aku so muring2 ngene' yo... Lho? Muring2 iku anugerah, Nda! Artinya saya ini masih hidup dan normal. :-d</p>
<p>@ the last, akhire' iso tuku bensin yu.. senadjan larang regane'. 1 lt Rp 6 ewu rupiah. Ra koyo' biasane' lho yu?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[unek-unek BBM]]></title>
<link>http://robbynovricanus.wordpress.com/?p=134</link>
<pubDate>Thu, 22 May 2008 01:22:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>robbynovricanus</dc:creator>
<guid>http://robbynovricanus.wordpress.com/?p=134</guid>
<description><![CDATA[tadinya tidak ada komentar tentang bakal naiknya BBM cuman ga tau kenapa semakin di simpan di hati s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>tadinya tidak ada komentar tentang bakal naiknya BBM cuman ga tau kenapa semakin di simpan di hati semakin pingin dikeluarkan, hal ini dipicu juga setelah melakukan <em>walk blogging </em>di blog yang lainnya, memberi komentar pada blog yang lainnya dan juga membaca-melihat berita di TV di mana semakin banyak yang menentang kenaikkan BBM tetapi tidak tahu kenapa kok Pemerintah tidak mendengarkan aspirasi rakyatnya. ditambah kejadian pagi di mana harus mencari tabung gas elpiji, maka harus nulis di blog tentang unek-unek BBM.</p>
<p>acara di MetroTV beberapa waktu yang lama tentang dialog antara Amien Rais, BJ Habibie, Jusuf Kalla, Kwik Kian Gie, mereka berdialog tentang topik BBM, Kwik Kian Gie memberi suatu perhitungan di mana Pemerintah tidak perlu menaikkan BBM, di mana sekitar 90% BBM kebutuhan masih bisa terpenuhi sedangkan 10% baru diimpor, kalau Indonesia memang impor 100% BBM maka wajar harga bisa berubah. BJ Habibie bilang boleh menaikkan BBM denga syarat persiapkan segala sesuatu supaya rakyat bisa menerima kenaikkan tsb. dari dialog tsb pemerintah diwakili Jusuf Kalla tidak bergeming tetap akan menaikkan harga BBM. malah ada suatu berita kenaikkan BBM dikarenaka dampak global berupa kenaikkan harga minyak mentah menurut berita hari ini sekitar 130 US per barel (harusnya Indonesia menikmati kenaikkan harga minyak mentah).</p>
<p>pagi ini ( 22 Mei 2008 ) membaca berita rencananya Pemerintah akan mengumumkan kenaikkan BBM pada hari Ju'mat, malah SBY akan mencari waktu yang tepat untuk mengumumkan kenaikkan tsb. seharusnya Pemerintah (mungkin sudah tahu dikarenakan di Pemerintah banyak sekali orang pintar) jika BBM naik maka banyak sekali harga-harga lainnya yang akan naik dan hal ini berdampak sekali pada rakyat semuanya. tetapi MPR &#38; DPR tidak terdengar suara untuk membela kebutuhan rakyat banyak, padahal mereka adalah wakil rakyat (termasuk) Pemerintah juga yang seharusnya setiap keputusan yang diambil harus dan wajib berpihak kepada rakyat.</p>
<p>harga yang akan naik misal angkutan umum, spare part, sembilan harga pokok, susu bayi, susu anak, kenaikkan biaya produksi suatu perusahaan dan lain-lain. (mungkin) nanti pihak MPR, DPR, Pejabat Pemerintah lainnya akan meminta kenaikkan gaji dikarenakan kenaikkan BBM nih. seharusnya yang dilakuan Pemerintah adalah memotong biaya dari gaji dan fasilitas yang diterima oleh pejabat Pemerintah, MPR, DPR dan pejabat lainnya, mungkin tidak ada subsidi untuk pemilu (mengingat setiap kenaikkan BBM menjelang pemilu), tidak ada perjalanan dinas yang hanya menghabiskan uang negara saja.</p>
<p>harusnya semua pejabat Pemerintah, MPR, DPR dan pejabat lainnya mengikat ikat pinggang supaya merasakan penderitaan rakyat yang banyak, di mana mereka susah makan, antri beli minyak, jarang tidak mendapat gizi yang baik, harusnya mereka merasakan jangan hanya mementingkan kepentingan mereka saja dan rakyat (kenapa mereka bilang membela kepentingan rakyat, rakyat yang mana???) soalnya banyak sekali rakyat di Indonesia yang menderita sebelum kenaikkan BBM.</p>
<p>dan satu lagi jangan hanya berpatok pada angka-angka statistik, dilihat secara nyata bahwa rakyat banyak yang menderita, saatnya semua saling bantu menuju Indonesia yang lebih baik (mumpung ada momentum hari Kebangkitan Nasional di mana seluruh komponen bangsa sudah berjanji untuk bangkit menuju Indonesia yang lebih baik).</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Soesi-lo-Kollo atau Amien Raiso]]></title>
<link>http://qizinklaziva.wordpress.com/?p=235</link>
<pubDate>Sat, 17 May 2008 04:08:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>qizinklaziva</dc:creator>
<guid>http://qizinklaziva.wordpress.com/?p=235</guid>
<description><![CDATA[plesetan kini dah masuk ke ranah politik. Tapi hati2 dengan membuat plesetan. Amien Rais menyebut ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>plesetan kini dah masuk ke ranah politik. Tapi hati2 dengan membuat plesetan. Amien Rais menyebut kepemimpinan SBY-JK atau Soesilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla dengan istilah Soesi-lo-kollo.</p>
<p>Sebutan ini tentu aja bikin geram sejumlah pendukung SBY-JK lantaran istilah Soesi-lo-kollo dalam bahasa jawa sama artinya dengan rakasa jahat batara kala...</p>
<p>Nah nggak mau dengan plesetan Amien Rais, sejumlah pendukung SBY-JK kini juga punya plesetan buat Amien Rais. Mantan ketua MPR itu oleh pendukung SBY-JK disebut dengan Amien Ra-iso yang artinya Amien juga gak bisa.....!!</p>
<p>hahaha... pemimpin kita udah aneh2 aja ya! main plesetan koq di depan rakyat. kenapa nggak ikut audisi lawak aja sih!!! (qizink)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hubungan antara "pendidikan" dan "pekerjaan" di Indonesia]]></title>
<link>http://hyorinmaru.wordpress.com/2008/05/08/hubungan-antara-pendidikan-dan-pekerjaan-di-indonesia/</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 18:51:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>hyorinmaru</dc:creator>
<guid>http://hyorinmaru.wordpress.com/2008/05/08/hubungan-antara-pendidikan-dan-pekerjaan-di-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Kali ini, dari milis Jardiknas; masih tetap dengan kandungan kelucuan 80%+ (dan sekaligus kadar ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div>Kali ini, dari milis Jardiknas; masih tetap dengan kandungan kelucuan 80%+ (dan sekaligus kadar "kenyataan". This is sooo... real, heheh).</div>
<table style="font-family:arial;color:#333333;background:#ffffff;border:solid 4px #e5e5e5;width:100%;clear:left;margin:12px 0;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<table class="CM_CTB_Content_Wrap" style="background-color:#ffffff;margin:0;padding:0;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">
<table style="border-bottom:1px solid #dcdcdc;white-space:nowrap;margin-bottom:8px;background-color:#eeeeee;background-image:url('http://clipmarks.com/images/source-bg.gif');background-repeat:repeat-x;height:24px;line-height:24px;vertical-align:middle;padding-bottom:4px;color:#666666;font-size:10px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><a title="clipmarks' clip-to-blog" href="http://clipmarks.com/clip-to-blog/"><img style="vertical-align:middle;display:inline;border:none;float:none;margin:0 4px;" src="http://content.clipmarks.com/blog_icon/fd60ba3d-2ae1-4140-88a2-fbd560784ded/ABBE3A2E-A1FC-4569-8FFF-82C060B09409/" border="0" alt="" width="19" height="19" /></a>clipped from <a title="http://tech.groups.yahoo.com/group/jardiknas/message/5174" href="http://tech.groups.yahoo.com/group/jardiknas/message/5174">tech.groups.yahoo.com</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="text-align:left;background:transparent;border:none;margin:4px 0 8px;padding:0 8px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><!-- CLIPPED FROM: http://tech.groups.yahoo.com/group/jardiknas/message/5174 --></p>
<div class="msgarea">
<p>Seorang pemuda baru lulus dari SMU. Karena tidak punya biaya akhirnya<br />
dia memutuskan untuk bekerja. Oleh karena itu dia mendatangi pamannya</p>
<div>yang salah seorang pengurus partai politik untuk dicarikan kerja.</div>
<div>"Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong" pinta pemuda itu.</div>
<p>"Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja." Kata</p>
<div>pamannya.</div>
<p>"Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota DPR, trus<br />
jadi ketua DPR/MPR, bahkan jadi wakil presiden ato presiden sekalipun</p>
<div>juga bisa" tambah pamannya semangat.</div>
<p>"Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja,</p>
<div>kaya guru SD misalnya" jawab pemuda itu.</div>
<p>Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata "Maaf kalo jadi guru SD</p>
<div>kamu harus sarjana"</div>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="margin:0 6px 6px 4px;">
<table style="font-size:11px;border-spacing:0;padding:0;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="background:transparent;border-width:0;padding:0;"></td>
<td style="background:transparent;width:107px;border-width:0;padding:0;" width="107" align="right"><a title="blog or email this clip" href="http://clipmarks.com/share/ABBE3A2E-A1FC-4569-8FFF-82C060B09409/blog/"><img style="border-width:0;margin:0;padding:0;" src="http://content9.clipmarks.com/images/c2b-foot.png" border="0" alt="blog it" width="107" height="17" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Media Consumed]]></title>
<link>http://woowooteacup.wordpress.com/?p=257</link>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 16:25:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>woowooteacup</dc:creator>
<guid>http://woowooteacup.wordpress.com/?p=257</guid>
<description><![CDATA[I&#8217;ve consumed a fair amount of media over the past few days.  Honestly, who can&#8217;t say th]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>I've consumed a fair amount of media over the past few days.  Honestly, who can't say that about their experience in the U.S. of A. today?  We're saturated, but this was media I was thoroughly focused on, not using as background noise.</p>
<p>On Friday morning, I heard <a href="http://minnesota.publicradio.org/display/web/2008/04/18/midmorning2/" target="_blank">Kerri Miller's Midmorning program</a> on MPR about independent record stores and how music on vinyl is making a comeback.  I complained about the lack of album art now that music is going digital <a href="http://filterandsplice.blogspot.com/2007/01/album-art-lyrics-cards.html" target="_blank">waaaaay back in January 2007</a>.  Turns out that the album art is one of the drawing points for vinyl.  Duh!</p>
<p>For <a href="http://minnesota.publicradio.org/display/web/2008/04/18/midmorning3/" target="_blank">the last 15 minutes of Midmorning</a> on Friday, the discussion turned to none other than my favorite mogul of music industry reconstruction, Trent Reznor and all of the crazy things he's doing to sell his music now that he's free of a record company contract.  None of this was news to me, of course, not even the mention of <a href="http://woowooteacup.wordpress.com/2008/03/07/kevin-kellys-1000-true-fans/" target="_blank">Kevin Kelly's Thousand True Fans</a> (even though the commentator, Greg Kot, didn't mention Kevin Kelly's name).  I just thought it was super cool that MPR was discussing the topic because we simply can't discuss creative genius enough imho.</p>
<p>On Saturday evening, during a visit with Soloist, my media consumption included watching the movie "Juno," which we had looked for at the video store, but was out.  Soloist rented the last available copy at a different video store thinking we'd like to watch it.  Great minds think alike, no?  Instead, we rented "Death at a Funeral," which we watched after "Juno."  Both movies were hilarious and quirky and worth watching more than once.  I wish my parents had been the loving smart asses that Juno had for parents.  I think our kids might agree that Hubby and I can be quite the smart asses ourselves, but we have a quieter form of smart-assedness (acidness!?!) than Juno's parents displayed.</p>
<p>Yesterday, while Hubby and I were driving Daughter to Ikea to purchase a new bed and wardrobe, we listened to Kid Kelly's Backtrax U.S.A., which featured music from the '80s.  Daughter astutely noted that "our" music had more synthesizer than today's music.  Hubby and I were treated to such favorites as Golden Earring's "Twilight Zone," Duran Duran's (Duran-squared, if you were a die-hard fan) "The Reflex - flec, flec, flec, flec, flex), and the Steve Miller Band's "Abracadabra."  This last song was considered quite risque when we were kids.  Now it barely raises an eyebrow.</p>
<p>The rest of my media consumption included reading the new Wired magazine and finishing Giles (pronounced jai-elz) Slade's book "Made to Break."  This guy knows how to do some serious research.  He covers a multitude of products in the book and how they were designed to become obsolete quickly.  Each product could have a book of its own to discuss its history, which means that Giles had to do a lot of reading in order to write this book.  It's scholarly, but not dull, so don't let my yammering about all the research scare you away.</p>
<p>Remember <a href="http://woowooteacup.wordpress.com/2008/04/02/planned-reclamation/" target="_blank">my post on Planned Reclamation</a>?  How I was asking by page 34 of the book why we couldn't design things with disassembly and reuse in mind?  Giles gets to that in the book and says that this is called "green design" or "design for disassembly."  (pg. 182)  As I was reading, the other thought that came to mind during the discussion of toxic e-waste was . . . If it's so toxic to take apart things like computers and cellphones, what about the production end?  Isn't it toxic to collect the materials needed to put into these gadgets?  It is.</p>
<p>Giles touches on the mining of one ingredient needed for digital technology on page 278 - colombo-tantalum ore, a.k.a. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Coltan" target="_blank">coltan</a>.  I'm not sure whether coltan itself is toxic, but its mining practices "produce social and geopolitical chaos in West Africa."  (pg. 278 ) And, of course, there's environmental degradation from the act of mining.  Our quest for more and more and more digital stuff has to be tempered by the effects our excessive consumption is causing world-wide - from both the production end through the disposal process.</p>
<p>So then, what interesting media have you consumed lately?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Oromo sing a joyful song - MN Public Radio]]></title>
<link>http://oromantic.wordpress.com/?p=192</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 21:57:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>oromantic</dc:creator>
<guid>http://oromantic.wordpress.com/?p=192</guid>
<description><![CDATA[After fleeing Ethiopia to escape persecution, more Oromo people have landed in Minnesota than any ot]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="regular"><strong>After fleeing Ethiopia to escape persecution, more Oromo people have landed in Minnesota than any other place in the world. The music they've brought with them pulsates with joy.  Read the whole story by going to <a title="The Oromo sing a joyful song" href="http://minnesota.publicradio.org/display/web/2006/08/21/ethnicmusicoromo/" target="_blank">MPR's website</a>.</strong></p>
<p class="regular"><strong></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/ohpq7aezxbs'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/ohpq7aezxbs&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/l1crfK9MoPI'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/l1crfK9MoPI&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/O1LwPxqbxh4'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/O1LwPxqbxh4&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/RnyGWkAVbiQ'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/RnyGWkAVbiQ&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/OvIBswb53TA'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/OvIBswb53TA&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/tfpHtseeP7s'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/tfpHtseeP7s&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/kLYNbK2x8j8'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/kLYNbK2x8j8&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/x3XoA243wng'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/x3XoA243wng&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/KIehv-vWM44'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/KIehv-vWM44&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
<p class="regular"><strong><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/OocA5-s2RCQ'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/OocA5-s2RCQ&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fasilitas pada toolbar RI Tool]]></title>
<link>http://ritool.wordpress.com/?p=88</link>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 09:35:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>ritool</dc:creator>
<guid>http://ritool.wordpress.com/?p=88</guid>
<description><![CDATA[Untuk lebih jelas silahkan klik per judul di samping kiri .
Secara garis besar fasilitas toolbar RI ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk lebih jelas silahkan klik per judul di samping kiri .</p>
<p><strong>Secara garis besar fasilitas toolbar RI Tool tersebut adalah sbb</strong> ( lihat contoh gambar di atas ) :</p>
<ol>
<li><a href="http://ritool.wordpress.com/fasilitas/search/">Search</a> : Menyediakan beberapa search engine ( mesin pencari ) yang dapat dipilih dengan mengklik tanda segitiga . Default search engine ( Google ) disini telah dilengkapi dengan filter untuk mencegah / memblok web site porno. Secara umum semua fasilitas telah dilengkapi dengan pop-up blok.</li>
<li><a href="http://ritool.wordpress.com/fasilitas/radio/">Radio </a>: Menyediakan channel-channel radio online ( live ) dalam dan luar negeri dari berbagai jenis musik. Anda juga dapat menambahkan channel radio yang anda sukai secara pribadi dengan fasilitas Add Stations di dalamnya.</li>
<li><a href="http://ritool.wordpress.com/fasilitas/links/">Links</a> : Menyediakan fasilitas links ke berbagai alamat Url web sites Indonesia antara-lain : Surat kabar / koran daerah, Pemerintahan ( Kementerian &#38; Departemen, Lembaga Non Pemerintahan, Lembaga &#38; Komisi Negara, Pemda Propinsi, Direktorat ), BUMN ( Telekomunikasi, Pertambangan / Energi , Angkutan / Port, Bank / Jasa Pembiayaan, Ansuransi, Konstruksi, Perkebunan / Kehutanan, Logistik / Perdagangan , Jasa &#38; Industri lainnya ) , Perguruan Tinggi ( Universitas , Politeknik / Akademi / Sekolahtinggi Negeri -&#62; Negeri dan Swasta ), Web untuk SD, SMP / SMA / SMK , Beasiswa ( Scholarship ).</li>
<li><a href="http://ritool.wordpress.com/fasilitas/job/">Job</a> : Link ke beberapa website dalam dan luar negeri yang menyediakan fasilitas info kerja / lowongan / job / career     ......... klik <a href="http://ritool.wordpress.com/fasilitas/">lanjutan</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Duda yang Enteng Jodoh]]></title>
<link>http://dyhary.wordpress.com/?p=130</link>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 06:20:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>dyhary</dc:creator>
<guid>http://dyhary.wordpress.com/?p=130</guid>
<description><![CDATA[Banyak yang meyakini   jodoh ada di  tangan Tuhan.  Ada  yang  umurnya sudah kepala tiga atau ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang meyakini   jodoh ada di  tangan Tuhan.  Ada  yang  umurnya sudah kepala tiga atau kepala empat masih  menjomblo.  Tapi ada pula  yang  menikah   di usia belasan tahun.</p>
<p>Begitu pula dengan duda atau janda. Ada yang  tetap menduda/menjanda  hingga akhir hayat. Ada pula  yang kembali berumah  tangga. Bahkan ada duda yang baru  ditinggal istrinya beberapa  bulan sudah mendapat jodoh baru.   Ketua MPR Hidayat Nur Wahid,  misalnya.   Seperti diberitakan <em>Detikcom</em>,    Selasa (15/4), duda  yang  baru sekitar  tiga bulan ditinggal  istrinya ini sudah menemukan jodoh baru, seorang dokter bernama Diana  Abbas Thalib.</p>
<p>Wanita   cantik yang memiliki satu putra itu  tercatat sebagai CEO   sebuah rumah sakit ibu dan anak di   Pondok Indah, Jakarta  Selatan . Diana, tulis <em>Detikcom</em>,  tipikal   wanita pekerja keras  dan penyayang anak.</p>
<p>Hidayat  mengenal    Diana melalui  guru ngaji  Diana, Yoyoh Yusroh, yang juga tercatat sebagai anggota  DPR dari Fraksi PKS. Rupanya  keduanya  cocok satu sama lain,  dan sepakat untuk naik ke pelaminan  10 Mei mendatang.   Acara lamaran telah dilaksanakan Senin (14/4).</p>
<p>Hidayat dan Diana sama-sama ingin membentuk keluarga yang sakinah.  Selain itu,  Hidayat juga ingin memberikan  sentuhan kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. "Saya punya anak.  Saya merasakan  anak-anak perlu ada ibu yang menyentuh    dan mendidiknya," kata mantan Presiden PKS.</p>
<p>Hidayat terbilang duda yang enteng jodoh.  Tak perlu menunggu lama, dia sudah mendapat jodoh baru.   Bagi yang masih jomblo, tak perlu  iri.  Jangan  pula berprasangka buruk, menuduh Hidayat nikah lagi karena berencana  jadi calon presiden tahun depan. Lihatlah dari kacamata agama. Bukankah  menikah adalah  sunnah Rasulullah? </p>
<p>Selamat, Pak Hidayat. Semoga menjadi keluarga yang sakinah.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[kapankah ini berakhir?]]></title>
<link>http://asalbaca.wordpress.com/?p=67</link>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 05:54:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>asalbaca</dc:creator>
<guid>http://asalbaca.wordpress.com/?p=67</guid>
<description><![CDATA[Hayo kapan berakhir?  ..Berakhir apaan? Barusan aja abis baca kabar dari detik mengenai masalah pera]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hayo kapan berakhir? :) ..Berakhir apaan? Barusan aja abis baca kabar dari detik mengenai masalah perang antara hacker dan pemerintah. Dulu situsnya depkominfo kan? Abis itu golkar, and sekarang? Hacker gak tanggung-tanggung lagi..Langsung situsnya MPR yang diserang..Ckckck..<!--more--></p>
<p>Sebenarnya awal dari semua ini dari apaan sih? Tentunya para kaum dunia online, blogger dan hacker pasti tahu berawal dari apa semua ini, ya jawabannya uu ite lagi deh (CMIIW). Sebelum uu tersebut dibuat, apa ada kejadian heboh seperti ini? Perasaan aman dan tentram saja kan? Oklah tidak usah dibahas, tulisan itu pernah aku bikin juga postingannya.</p>
<p>Bagaimana hacker-hacker tersebut melakukan aksinya? Berikut ini adalah kutipan langsung dari <a title="more in detik" href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/16/time/095559/idnews/924177/idkanal/323" target="_blank">detik</a>:</p>
<blockquote><p><em>Ada 2 cara "bodoh-bodohan" (</em><em>foolish</em>), namun efektif, untuk melakukan penyusupan ke situs pemerintahan. Pertama, yaitu dengan melakukan injeksi kode (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Code_injection" target="_blank"><span style="text-decoration:underline;"><strong>code injection</strong></span></a>) semisal SQL injection dan XSS injection.</p>
<p>Kedua, tidak perlu keahlian teknis apapun, yaitu dengan memanfaatkan keteledoran administrator dari situs terkait.</p></blockquote>
<p>Tentang sql dan xss injection, mungkin membutuhkan kemampuan/skill di bidang programming, tetapi kalau <em>keteledoran administrator</em>? Waduh, orang awam pun berarti bisa dunk menjebolnya?</p>
<p>Dalam kasus ini, mungkin memang hacker tersebut telah berbuat salah, yaitu dengan mencoba menjebol keamanan suatu website dan juga mulai membuat postingan-postingan yang 'mengganggu' di situs tersebut. Tetapi menurut saya pemerintah sebaiknya juga mawas diri. Apa yang dilakukan oleh hacker ini tentunya membuka mata mereka juga kalau sebenarnya infrastruktur milik pemerintah sendiri masih harus dibenahi terlebih dahulu kan? Kalau misalnya sistem keamanan situs tersebut sudah top bgt, tetapi masih jebol juga oleh hacker, ya itu wajar-wajar saja, lha wong memang tidak ada yang aman di dunia internet ini. Tetapi kan paling tidak sistem keamanannya berkualitas, bukan karena keteledoran adminnya seperti ini kan? Apalagi kalau tidak salah saya baca di situs MPR tersebut, ada seorang hacker yang mengatakan yang intinya menyuruh adminnya mencek script-script website tersebut. Kalau saya baca pernyataan hacker ini, berarti si admin situs tersebut hanya berpikir sederhana saja, yang penting script tersebut jalan, tanpa memikirkan celah yang mungkin bisa ditimbulkan.</p>
<p>Selain untuk pemerintah, saya juga ingin berpendapat untuk para hacker sendiri. Sebaiknya jangan lagilah hal-hal seperti ini dilakukan. Kenapa? Menurut saya, kalau pemerintah sudah sampai pada 'puncaknya', bisa-bisa kegiatan online di seluruh Indonesia dihapus, nah lho sapa yang rugi kalau kaya gitu? Orang-orang yang mencari rejeki lewat dunia online tentunya pada nangis semua kan? Saya berpendapat seperti ini cuma dari melihat sikap pemerintah kemarin saja dalam usahanya <a title="about blocking" href="http://asalbaca.wordpress.com/2008/04/08/blocking-online/" target="_self">memblok beberapa situs terkenal di dunia yang hanya disebabkan oleh sebuah film yang berjudul fitna</a>. Kalau cuma gara-gara satu film, pemerintah kemudian memblok beberapa website terkenal tersebut, bagaimana dengan ini? Ya seperti pendapat saya tadi, bisa2 ntar pemerintah saking gerahnya malah akan menghapus koneksi internet di seluruh Indonesia ini kan?</p>
<p>Baik pemerintah dan hacker, menurut saya pribadi dua-duanya tetap ada salahnya. Daripada kalian saling serang kaya gini. Lebih baik bagaimana kalau kalian berdamai saja, atau mungkin menurut saya juga, tidak tertutup kemungkinan kedua pihak ini malah bisa saling bekerja sama demi membangun infrastruktur IT di Indonesia, bukankah akan jauh lebih bermanfaat ? :)</p>
<p>Kaum blogger, menurut saya hanya berada di tengah-tengah di antara keduanya saja. Lha wong terbukti kok, ada juga <a href="http://danu.web.id" target="_blank">blogger</a> yang malah kena hack.</p>
<p>Note:Sampai tulisan ini selesai dibuat, <a title="ini situsnya MPR?" href="http://mpr.go.id/" target="_blank">situs MPR</a>, masih bisa dilihat 'hasil kerjaan' para hacker-hacker tersebut.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chad Sharp Live]]></title>
<link>http://sharpmusic.wordpress.com/?p=40</link>
<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 22:52:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>sharpmusic</dc:creator>
<guid>http://sharpmusic.wordpress.com/?p=40</guid>
<description><![CDATA[
This weekend was a busy one for me.  Friday night I spent time getting ready to perform live on Sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sharpmusic.wordpress.com/files/2008/03/32908sing.jpg" title="Chad Sharp Sings Live"><img src="http://sharpmusic.wordpress.com/files/2008/03/32908sing.thumbnail.jpg" alt="Chad Sharp Sings Live" /></a></p>
<p>This weekend was a busy one for me.  Friday night I spent time getting ready to perform live on Saturday. Then when Saturday rolled around I performed at the Home Expo at Canterbury Park in Shakopee, MN. I did all original songs from my Pop/R&#38;B CD's.  They had the stage in a very weird place, so there wasn't much traffic nearby until I started singing. Then I could see people mulling around to see what was happening. If you would like to <a href="http://www.sharpmusic.com/store">hear my music and order CD's click here</a>.</p>
<p><a href="http://sharpmusic.wordpress.com/files/2008/03/keys32908.jpg" title="Chad Sharp Performs Live"><img src="http://sharpmusic.wordpress.com/files/2008/03/keys32908.thumbnail.jpg" alt="Chad Sharp Performs Live" /></a></p>
<p>I performed live for about an hour. I had a really good time performing at the Expo. I will be live at the Expo coming up in April.  Then Saturday night I had dinner with friends from MPR. That was fun!</p>
<p><a href="http://sharpmusic.wordpress.com/files/2008/03/32908plays.jpg" title="Chad Sharp Live"><img src="http://sharpmusic.wordpress.com/files/2008/03/32908plays.thumbnail.jpg" alt="Chad Sharp Live" /></a></p>
<p>Today I worked on music for the Lucas Doppler project.  I did a new music track and Lucas and his dad were here to cut guitar parts and record vocals. I will be mixing down the tracks we cut today very soon. We have a few songs in the works for Lucas and his project should be very cool!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cyber Remedial]]></title>
<link>http://sopyanmk.wordpress.com/?p=55</link>
<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 15:41:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>sopyanmk</dc:creator>
<guid>http://sopyanmk.wordpress.com/?p=55</guid>
<description><![CDATA[Dibawah ini adalah cuplikan cyber remedial untuk pelajaran PKn kelas 10. Mungkin ada usul atau masuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dibawah ini adalah cuplikan cyber remedial untuk pelajaran PKn kelas 10. Mungkin ada usul atau masukan? Saya tunggu. Oiya, nama sisa saya rubah demi menjaga privacy. Info tambahan, dia anakyang sangat cerdas namun selalu apriori dengan pelajaran sosial. Buat dia IPA is the best. Tapi setelah pendekatan intensif, he is become a nice guy.</p>
<p>PN: pak apaan hernya<br />
BUZZ!!!<br />
cecep_sopy: ok.... hernya jawb beberpa pertnyaan<br />
cecep_sopy: atau mau tanya dulu<br />
PN: langsung pa<br />
PN: ngga usah pake lama<br />
cecep_sopy: sip<br />
cecep_sopy: apa isi piagam jakarta yang dirubah menjadi "ketuhanan yang maha esa"<br />
cecep_sopy:<br />
PN: ketuhanan dgn kwjiban menjalankan syaria islam bagi para pemeluknya (sori lama sambil ngedt gambar)<br />
cecep_sopy: ok<br />
cecep_sopy: soal ke2<br />
PN: langsung<br />
cecep_sopy: ntar ada temaN<br />
cecep_sopy: mengapa BPUPKI dirubah menjadi ppki<br />
PN: ngaku ni pak lupa<br />
cecep_sopy: 3. cari di wikipedia<br />
PN: tapi kayakny kalo ga salah ada hubungannya sama apa yang trjadi di dalam bpupki sendiri<br />
PN: saya lupa apaan tuh yang terjadi<br />
PN: tapi karena itulah bpupki diganti<br />
cecep_sopy: cari dulu di wikipedia<br />
PN: karena daanggap terlalu cepat ingin melaksanakan proklamasi kemerdekaan<br />
PN: ok???<br />
cecep_sopy: ok, apa yang menyebabkan seorang anak mendapatkan dua kewarganegaraan<br />
cecep_sopy: bipatride<br />
PN: lahir di negara ber azaskan ius soli<br />
PN: berketurunan dari negar ius sanguinis<br />
cecep_sopy: ok<br />
cecep_sopy: siip<br />
cecep_sopy: mengapa rianti cartwright tidak menjadi warga  indonesia padahal ibunya orang indonesia<br />
cecep_sopy: gimana<br />
PN: apanya<br />
PN: yang gimana<br />
cecep_sopy: soal di atas<br />
cecep_sopy: mengapa rianti cartwright tidak menjadi warga  indonesia padahal ibunya orang indonesia<br />
PN: itu siapa pak gak kenal<br />
cecep_sopy: artis ayat2 cinta<br />
cecep_sopy: silahkan search di google<br />
PN: karena yang indonesia itu ibunya<br />
cecep_sopy: trus<br />
PN: ibunya adalah keturunan sunda-jawa<br />
cecep_sopy: iya<br />
cecep_sopy: iya trus kenapa dia gak bisa jadi wni langsung<br />
PN: sunda-jwa nerima bapaknya sebagai keturunan<br />
PN: dan bapaknya keturunann amrik<br />
PN: jadi ngga ada dalam sejarah keturunann indonesia<br />
PN: the last indonesia menganut azas ius sanguinis<br />
cecep_sopy: emang ius sanguinis tidak mengakui keturunan dari ibu<br />
cecep_sopy: emang ius sanguinis tidak mengakui keturunan dari ibu?<br />
cecep_sopy: kan sama saja itu juga keturunan?<br />
PN: ya nggak la kan dari sukunya juga<br />
cecep_sopy: jadi azas ius sanguinis itu menganut pathernalistik?<br />
PN: ya pokoknya gitu da<br />
cecep_sopy: ok... 2 soal lagi<br />
PN: paan tu patrilineal</p>
<p>cecep_sopy: keturunan diambil dari jalur aya<br />
cecep_sopy: kalau dari ibu kaya padang... matrilienalk<br />
cecep_sopy: atau matrilineal<br />
cecep_sopy: dua soal lagi<br />
cecep_sopy: 1. bagaimana caranya jika  rianti mau menjadi wni?<br />
cecep_sopy: 2. Apa tugas dan fungsi DPD<br />
PN: soal dua dulu<br />
PN: itu untuk perwakilan hampir sama fungsinya seperti dpr tapi kalau dpr untuk indonesia kalau dpd per daerah<br />
cecep_sopy: tempat kerjanya dinama<br />
cecep_sopy: dimana?<br />
PN: 