<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>milis &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/milis/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "milis"</description>
	<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 14:17:11 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Milis stmikbuddhi@yahoogroups.com]]></title>
<link>http://alumnistmikbuddhi.wordpress.com/?p=29</link>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 01:57:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alumni STMIK Buddhi</dc:creator>
<guid>http://alumnistmikbuddhi.wordpress.com/?p=29</guid>
<description><![CDATA[Rekan-rekan alumni,
Terima kasih untuk rekan Fredric Mac ( rekan alumni angkatan 2002 ) atas bantuan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Rekan-rekan alumni,<br />
Terima kasih untuk rekan <strong>Fredric Mac</strong> ( rekan alumni angkatan 2002 ) atas bantuannya dalam memanage milis stmikbuddhi@yahoogroups.com, yang saat ini hak moderasi juga sudah dishare ke saya dan Bapak Yo Ceng Giap.</p>
<p>Saat ini email-email address yang sudah pernah diberikan akan digunakan untuk mengirimkan undangan bergabung ke milis ini. Mohon keaktfiannya dalam mengirimkan berita, tutorial, dan lain sebagainya dalam bidang apapun selama hal itu bermanfaat untuk rekan-rekan alumni. ( tidak hanya post ttg IT aja ).  Email yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari spam, iklan dan sebagainya.</p>
<p>Silahkan sumbang saran dan ide untuk milis ini dengan mengirimkan posting2 ke milis untuk dibicarakan bersama. Mari kita bersama-sama memulai kegiatan alumni untuk memajukan nama almamater.  </p>
<p>Thx,<br />
Ben</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[[baru iseng baca-baca]]]></title>
<link>http://notaris.wordpress.com/?p=1584</link>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 16:15:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>The Partikelir</dc:creator>
<guid>http://notaris.wordpress.com/?p=1584</guid>
<description><![CDATA[iseng aja baca-baca dari Om Google, &#8220;nemu&#8221; ini &#8230;  
Milis Penting buat Anda !!!
Per]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>iseng aja baca-baca dari Om Google, "nemu" ini ... :lol:</p></blockquote>
<p><strong>Milis Penting buat Anda !!!</strong></p>
<p>Persaingan Bisnis semakin ketat, diperlukan strategi jitu untuk dapat memenangkan persaingan. Salah satu modal untuk memenangkan persaingan adalah INFORMASI. Dengan informasi yang akurat, dapat lebih menajamkan strategi dan bentuk komunikasi yang dilakukan. ...Pelamar butuh Marketing (Personal Branding), artis perlu marketing, <strong>dokter perlu marketing</strong>, orang finance perlu marketing, tukang bakso perlu marketing.... So, ANDA perlu MARKETING !!!</p>
<p>Salam,<br />
SKA<br />
(SKA)</p>
<p>http://www.detikpublishing.com/index.php/home.indexread/tahun/2008/bulan/8/tgl/10/idnews/14974/idbrand/562/p/1</p>
<p>*****</p>
<blockquote><p>Celoteh: "... <strong>dokter perlu marketing</strong> ..." :???:</p>
<p>mungkin <strong>kode etik</strong> yang memang <strong>sudah </strong>"<strong>ketinggalan zaman</strong>." ini merupakan "<strong>masukan</strong>" bagi <strong>seluruh Organisasi Profesi </strong>untuk mempertimbangkan meninjau kembali kode etik sesuai dengan perkembangan zaman, sebab, bila suatu aturan atau etika, faktanya ternyata  banyakss yang dilanggar (tidak efektif), <strong>maka pertanyaannya</strong> adalah: "<strong>yang salah aturannya</strong>, atau <strong>orangnya</strong>?" ;)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Milis SKL-NB]]></title>
<link>http://sklnb.wordpress.com/?p=35</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 10:06:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Deden Rudiansyah</dc:creator>
<guid>http://sklnb.wordpress.com/?p=35</guid>
<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum
Salam Pramuka!!! Salam&#8230;
Untuk memudahkan pertukaran informasi antara w]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu 'alaikum</p>
<p>Salam Pramuka!!! Salam...</p>
<p>Untuk memudahkan pertukaran informasi antara warga Ambalan, maka dibuatlah mailing list "myhome_sklnb".</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Cara-cara untuk subscribe ke milis ini adalah sebagai berikut:</strong></p>
<ol>
<li>masuk ke http://groups.yahoo.com/group/myhome_sklnb/, lalu klik "join this group!", selanjutnya terserah anda.</li>
<li>atau bisa pula dengan mengirimkan email  kosong ke: myhome_sklnb-subscribe@yahoogroups.com</li>
<li>untuk "post message" /memasang pesan, kirim email ke: myhome_sklnb@yahoogroups.com</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">Sebetulnya, milis skl-nb sebelumnya sudah ada, namun kurang efektif. Ada pula yang masih cukup aktif, namun hanya terbatas untuk angkatan tertentu aja. Manfaat milis ini cukup lumayan juga, asalkan tidak dipakai untuk nyampah... (hehehe...)</p>
<p>note:</p>
<h4>Group Email Addresses</h4>
<table class="ygrp-links" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>Post message:</td>
<td>myhome_sklnb@yahoogroups.com</td>
</tr>
<tr>
<td>Subscribe:</td>
<td>myhome_sklnb-subscribe@yahoogroups.com</td>
</tr>
<tr>
<td>Unsubscribe:</td>
<td>myhome_sklnb-unsubscribe@yahoogroups.com</td>
</tr>
<tr>
<td>List owner:</td>
<td>myhome_sklnb-owner@yahoogroups.com</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Itulah Gunanya Komunitas]]></title>
<link>http://ariekusumaatmaja.wordpress.com/?p=292</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 06:44:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Arie Kusuma Atmaja</dc:creator>
<guid>http://ariekusumaatmaja.wordpress.com/?p=292</guid>
<description><![CDATA[
Panjul: Ssst&#8230; ada yang lagi stres, ehm, tambah melar aja tuh badan doi
Paijo: Iya yah, stresn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>
Panjul: Ssst... ada yang lagi stres, ehm, tambah melar aja tuh badan doi</p>
<p>Paijo: Iya yah, stresnya doi pelariannya ke makan mulu kali.</p>
<p>Panjul: Barusan spam milis euy. Perlu tambahan pasokan darah katanya kitu.</p>
<p>Paijo: Itulah gunanya komunitas. Dah balik lagi asik nih gw nonton film orang patah hati, judulnya My Mom's Boyfriend sama satu lagi Forgetting Sarah Marshall From the guys who brought you Knocked up and The 40-year-old virgin. A comedy about getting dumped and taking it like a man. =))
</p></blockquote>
<p>Hmmm... ini tadinya mo refer ke detik soal mereka lagi butuh rubyist lagi tapi bosen sama posting dgn gaya lama, tuing, jadi pakai gaya baru, gaya lumpur lumpur kuala singapur tus ke aussie.</p>
<p><a href="http://www.barcamp.my"><img alt="BarCamp Malaysia" src="http://barcamp.my/blog/wp-content/uploads/badges-2008/125x125.png" style="float:left;margin:1em;" /></a> </p>
<p>Jadi biar nggak spesifik musti apa-apa detik gitu lho (ciyee yg disebut-sebut.. disebut-sebut mulu.. hihi), mis. kalo di Kuala Lumpur teman-teman malaysia.rb sedang giat-giatnya menyiapkan event barcamp malaysia, tanggal 26 sampai 27 Juli ini di Kuala Lumpur. Nah dukungannya ya dari macam-macam dari kantor-kantor dari teman-teman yang support semua itu.</p>
<p></p>
<p>Kalau di Indonesia, ada di Bandung, tanggal 28 sampai 29 Juli diadakan workshop ruby yang bakal gw mentorin. Yah gitu gitu doang gitu deh. Denger denger dapet spam dari sms ni awalnya gw belom makan abis belom turun gunung, ntar deh jam 3-an sekalian having breakfast sama online bentar mo post ini tulisan # kaburr ciyat ciyat cring cring</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3172/2669915923_10831b176f.jpg" /></p>
<p>Apalagi? Gini.. kalo aktif di komunitas, nah itu dia sisi positif, jadi mis. kita perlu orang yah, lebih mudah ndapetinnya, ya gw tau memang dapetin hacker itu kayak cari jarum dalam lumbung, musti go underground dan pendekatan ke hacker ya beda, susah dideketinnya, supaya lebih mudah nyarinya, bisa contohnya diadakan gathering atau meetup atau kopdar atau pelatihan atau seminar apalah yang disponsorin sama kantor kantor yang biasanya lagi butuh, trus sama teman-teman yang investor atau pelaku bisnis yang emang lagi butuh doi. ehm. </p>
<p>Kenapa gitu, ya karena proyek proyek ruby itu mengalir deras bak banjir air bah!</p>
<p>Makanya harus pada enak dihubungi biar gak ribet. Bahasa gw gampang dihubungi itu pun sebetulnya menggampang-gampangkan bahasa, maksudnya gini, kayak gw ya, kan ada tu tawaran dari mana-mana, dari Jepang, dari Dubai, dari Amerika, dari Inggris, dari Eropa, ya pokoknya mana-mana deh, tapi kalo misalkan gw gak ada working permit buat masuk ke negara ybs ya tetap aja namanya rada ribet dihubungin, gitu, kalo yang dekat-dekat sesama negara di asia tenggara kan namanya mudah dihubungin, bisa sih bisa aja tuh temen-temen nghubungin gw, tapi ya gitu, musti alur waktu ngemolorin buat urusan imigrasi segala macam gitu deh. </p>
<p>Di komunitas, mulai dari belajar bersama, biasanya yang satu nih bakalan dapet temen belajarnya gitu yang ya paling selevel atau emang sabar rajin ngebantuin gitu ya, nah udah gitu ya terus tuh, jadi belajar berkembang bareng sama-sama. Kan asik. Yang dipelajarin asli diambil dari contoh kasus nyata. Biasanya kalo sampe di posting/kirim ke milis (mailing list / atau forum gosh i'm trying to be patient to use 'human' language explaining this to non IT creatures) ya codes-codesnya diubah-ubah dengan analogi tapi ya mirip banget dengan yang asli tanpa ngasihkan data asli, atau biasanya kalo udah percaya gitu ya ya emang aslinya diliatkan tapi biasanya kalo udah gitu sih nggak lewat terang-terangan di internetlah ya pasti itu jalur pribadi ketemuan trus diskusi langsung.</p>
<p>Kalo yang nggak biasa sama komunitas gitu apalagi milis yang dikirimin ke email, ya biasanya unsubscribe, padahal semua itu bisa disiasati, misalkan kalau gmail yah tinggal filter aja email tertentu buat masuk ke filter satu khusus, mis. id-ruby ya ntar tinggal klik filter label samping kiri gitu doang, kan gampang. Itu rahasianya kenapa saya bisa sampe milis nggak terhitung lagi ribuan sama google reader itu kalo mau xml subscription feed-feed rss sama atom gw ya ambil aja boleh ribuan juga, nanti tentu cara belajarnya ya jangan serabutan malah gak fokus malah nanti tenggelam di lautan informasi, harus tau tekniknya, jangan sampai jadi keasikan internetan buang-buang waktu, cara belajar bagaimana cara belajar ini nanti akan saya bahas di postingan yang lain.</p>
<p>Dunia emang sekarang sudah maju ya pak, dulu kita kirim-kiriman surat pake pos gitu, telegram, kalo datang pak pos hueeeeee tereak paaaak poooos dataaaang paaak poos dataaang... seneng... seneng... sekarang tinggal imel imelan... walau memang di Indonesia ya perlu lebih serius lagi ya untuk infrastrukturnya (ehm semoga pihak terkait paham dan mampu bergerak dari kesadaran paham ttg barusan. daripada ngomel saling tunjuk kambing, mending lakuin apa yang masing-masing bisa aja, biar produktif)</p>
<p>Contoh lagi, ini biarin deh gw kalo nulis emang acak gini, blibet, daripada gak gw update-update :p mampunya baru segini doang, ya udah sekalian latian kali aja ntar beneran bisa nulis beneran. kalo udah jelas pada mo mbikin buku lah majalah lah, tapi dasar gwnya kalo udah di lapangan pada proyek proyek ruby bejibun gitu, ya nggak kesentuh... trus tuh, kisaran sebulanan ini gw having fun sambil pengen mo nulis, eeh ternyata kok gak kesentuh-sentuh juga yah, padahal udah gw bilangin sama orang-orang yang biasa berkecimpung disitu tapi mungkin bahasa yg gw pake kurang deskriptif kali jadi nggak mau nyalahin orang jugalah, introspeksi aja emang yang paling enak, daripada daripada ya. jadi kalo gw ya mis bisanya demo sama langsung bicara di depan gitu kalo pas ketemuan, ya udah dikembangin jadi workshop, nah dari sana kan biasanya timbul tuh tulisan tulisan trus latihan latihan, dari sana ntar makin banyak makin banyak bisa deh dibuatin jadi / dikompilasi jadi tulisan majalah, nah trus kan lama-lama kalo udah gitu biasanya kalo udah kebiasaan ya gampang jadi bukunya. Kalo gw mah jujur nulis gitu bukan niatnya musti dapet duit, tapi asli emang seneng aja, kalo dapet duitnya ya siapa sih yang gak suka dikasi duit :-) seneng berbagi, seneng bisa maju bareng, jadi biar gak cuman gw doang yang biasa ngajarin kalo di luar negri sama temen-temen bule, tapi ntar gantian, orang indonesia kan banyak-banyak, jadi kalo sharingnya juga pas meetup / kopdar maen keroyokan banyak gitu pinter-pinter lagi, wah... i have a dream!! kata martin luther. dan itu mungkin, level gw bicara bukan level mustahil! Bahkan ada tempat gubuk reot sekalipun kalo ada investor koplok biar berambut bule disana kalo emang harus kita rebut sahamnya yg cuma 200-an juta doang ya ambil aja, daripada punya tapi gak bisa ngurus, mending jual, trus kasikan ke yang bisa ngurus, biar jadi tau alur bisnis di dalam, trus tau banget teknologi di dalam, pada gak bisa macam-macam, jadi betulan gawe dan having fun noh. (wah terlalu bersemangat nih gw jadi nulisnya beneran kemana-mana.......)</p>
<p>Mbalik lagi cerita soal komunitas, jadi yah gitu, asik kan atuh punya sharing partner, cobain aja kalo yang biasa di luar negri ngomongin topik blog uda jadi topik primitif, tapi buat yang di indonesia, internet aja masih mahalnya selangit dengan kualitas yang ahh sudahlah senyum saja ya sini tak elus elus dadanya :-)) nah itu buat yang ngeblog aja hitungin deh udah dapet temen berapa banyak tuh, belum lagi kalo aktif aktif di lain, mis di komunitas gitu, tambah banyak punya dapat teman.</p>
<p>Kalau belajar internet marketing, temen-temen dulu tuh bilang kalo rekomendasi seperti di linkedin atau di mana gitu sebenarnya sudah ide basi, ingat kalo ide yang hari ini masih fresh besok pagi pagi buta ide itu udah basi, karena orang-orang IT yang kuat memang bisa berkelebat cepat untuk mengimplementasikan ide-ide tsb. Yang sekarang sekarang gini yang diperlukan itu social proof. Buktinya... gitu deh. Makanya mungkin ada yang lulusan informatika mana gitu tapi nganggur aja sampe 2 tahun lebih gitu ya, mending coba kalau aktif di komunitas, malah orang tu liat buktinya, bahwa ybs memang mampu, jadi dititipkan amanah tanggung jawab yang memang juga sesuai dengan bidang-bidang yang emang ybs seneng. gitu. enak toh. </p>
<p>Eh sebetulnya ada yang nggak enak juga sih, tapi kalo emang dasarnya niat, ya pasti bisa diaturlah, kata temen gw yah, every job is stressful, it's about how we manage it, because we love it, so we're not stressfullah. Mis. kalo jadi moderator yang nggak enak ya dispam :-)) itu yang tukang ban di id-ruby aja sampe maen keroyokan gitu. Biar penduduk bisa tenang dari spam spam tak guna.</p>
<p>Gimana dengan pengalaman teman-teman yang pada aktif juga di komunitas, apa enak sama nggak enaknya? yang pada rajin ngeblog? yang pada rajin di milis/forum? atau yang pada lurking di komunitas :P </p>
<p>Mari mari cerita bareng disini. </p>
<p>Jangan mentang-mentang udah besar di komunitas trus abis gitu nghilang entah kemana gak ada kabar atuh, tetep aja jaga silaturahim biar panjang umur -_-</p>
<p>Jadi kapan nih ID-Ruby Gathering? Biasanya kan inisiatif masing2x member aja tinggal dikoordinasi tu kantor2 pada banyak yang support.. </p>
<p>Komunitas Ruby harus bergerak terus.. ada maupun tidak ada Arie di Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Paradoks HAM]]></title>
<link>http://elmufti.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 01:53:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mufti Ali</dc:creator>
<guid>http://elmufti.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[HAK Asasi Manusia (HAM) yang merupakan anak kandung dari ideologi sekular-kapitalisme terus dipuja-p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">HAK Asasi Manusia (HAM) yang merupakan anak kandung dari ideologi sekular-kapitalisme terus dipuja-puja sebagai gagasan sempurna tanpa cela. Di mana-mana HAM dikumandangkan oleh para pemujanya sebagai ide brilian yang wajib dihormati dan dijunjung tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dirumuskan melalui Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948, sejatinya HAM adalah ide usang. Belum seabad pelaksanaannya, HAM telah meninggalkan jejak-jejak kotor, penuh noda dan berlumur darah. Empat ide dasar HAM—(1) kebebasan beragama, (2) kebebasan berpendapat, (3) kebebasan kepemilikan dan (4) kebebasan berekspresi atau bertingkah laku—nyatanya hanya fatamorgana; tidak realistis, baik teori maupun tataran praktis; tidak memberikan jaminan kebebasan hakiki, kesejahteraan dan keadilan sebagaimana digembar-gemborkan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">1.<span> </span>Kebebasan beragama.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Apa yang dimaksud dengan kebebasan beragama versi HAM? Apakah itu dimaknai sebagai "setiap manusia bebas untuk memeluk agama apapun atau bahkan tak beragama"? Ataukah dimaknai "pemeluk agama bebas menjalankan ajaran agamanya"? Kedua makna di atas, sama-sama tak selaras dengan realitas alias hanya mitos. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jika yang dimaksud adalah definisi pertama, buktinya manusia tidak diberi kebebasan penuh dalam menjalankan misinya menyembah Tuhan. Setiap manusia memang membutuhkan agama karena mereka dengan kelemahannya selalu mencari siapapun yang layak diagungkan dan disucikan sebagai Tuhannya. Namun, setiap negara selalu memiliki batasan atas agama apa saja yang diakui. Bahkan di negara liberal sekalipun pun, sekte-sekte sesat diharamkan dan diberangus. Seperti sekte yang mengajak pengikutnya bunuh diri rame-rame di Amerika Serikat, tidak bisa diklaim sebagai agama yang lantas dibenarkan untuk eksis. Jadi, klaim kebebasan agama versi ini telah tereliminasi. Senyatanya beragama itu tetap ada dalam batasan, tidak bebas sama sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ironisnya, ketika agama itu mengacak-ngacak Islam, barulah para pembela HAM segera membela: itu sebagai wujud kebebasan beragama. Contohnya dalam kasus mencuatnya berbagai aliran sesat di Tanah Air seperti Ahmadiyah, Al-Qiyadah al-Islamiyah, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Lantas, jika kebebasan beragama dimaknai sebagai "pemeluk agama bebas menjalankan ajaran agamanya", maka di manakah letak kebebasan itu bagi umat Islam? Sekalipun agama resmi diakui suatu negara dan dianut mayoritas, jika agama itu adalah Islam, maka agama itu akan dikungkung hanya dalam wilayah ibadah ritual. Perintah-perintah agama Islam yang lain dikebiri, seperti penerapan hukum Islam, ekonomi Islam, dll. Bahkan berjilbab ke sekolah saja dilarang di berbagai negara. Dengan demikian, ide kebebasan agama adalah tipuan semata.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">2.<span> </span>Kebebasan berpendapat.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Di negara yang katanya menerapkan sistem demokrasi, terbukti orang tidak bebas berpendapat, kecuali sejalan dengan ide penguasa yang notabene pelaksana ideologi sekular-kapitalisme . Jika pendapat yang keluar bertentangan dengan pendapat penguasa, serta-merta pengusungnya akan dituduh subversif. Apalagi jika pendapat yang terlontar itu adalah pendapat Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penangkapan para aktivis Muslim yang lantang menyuarakan penerapan syariah Islam di Uzbekistan, Kazakhstan, Mesir dan di Indonesia adalah bertentangan dengan teori 'menjamin kebebasan berpendapat' . Apalagi mereka baru sebatas mengeluarkan opini, wacana atau pendapat, dan bukan tindakan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sebagai contoh di Indonesia, sejak Orde Lama hingga Orde Reformasi, tercatat berbagai kasus pelanggaran 'hak berpendapat' dilakukan penguasa. Tahun 1970 ada larangan demo mahasiswa (tentunya demo dalam rangka penyampaikan aspirasi); 1974 peristiwa Malari (11 tewas dalam demo anti-Jepang) , disusul pembredelan beberapa koran dan majalah; 1977 tuduhan subversif terhadap Suwito; 1978 kembali gerakan mahasiswa dibungkam plus pembredelan beberapa majalah; 1984 peristiwa Tanjung Priok dan tuduhan subversif terhadap Dharsono; 1985 pengadilan terhadap aktivis- aktivis Islam terjadi di berbagai tempat di Pulau Jawa; 1986 tuduhan subversif terhadap Sanusi, dan 1998 kerusuhan Mei.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ironisnya, jika pendapat itu keluar untuk menyakiti Islam, para pendekar HAM segera berteriak lantang: itu adalah wujud kebebasan berpendapat. Gagasan-gagasan yang diusung Jaringan Islam Liberal (JIL) yang jelas-jelas menjungkirbalikkan ajaran Islam, misalnya, dianggap sebagai wujud kebebasan berpendapat. Sungguh absurd!</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">3.<span> </span>Kebebasan kepemilikan.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dalam konsepnya, setiap individu harus dijamin kebutuhannya, terutama kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan. Nah, untuk memenuhi itu, setiap individu dibebaskan memiliki apapun sekehendak hatinya. Hanya dengan cara itu kesejahteraan seluruh rakyat akan terwujud. Benarkah?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jelas tidak. Ide kebebasan kepemilikan yang melahirkan konsep ekonomi kapitalis justru menyengsarakan rakyat. Akibat konsep ekonomi yang mengukur kesejahteraan dari pendapatan perkapita (GNP), pemerintah hanya mengejar tingginya GNP tanpa diikuti penyebaran pendapatan tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penerapan sistem perbankan ribawi menyebabkan pertumbuhan sektor real terhambat sehingga lapangan kerja sempit dan rakyat kesulitan mendapatkan sumber afkah. Lalu adanya pasar modal/saham/ valas sangat berpotensi terjadi spekulasi; orang-orang tertentu (para kapital) mampu mempermainkan sistem seenak perutnya sehingga berdampak pada roda perekonomian. Inilah yang menyebabkan yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Memang, sebagian negara pengemban demokrasi berikut HAM-nya, rata-rata maju secara ekonomi. Namun, kekayaan itu diperoleh dari hasil imperialisme yang jelas-jelas melanggar hak asasi manusia. Jaminan kesejahteraan ala HAM yang didengungkan Barat-Eropa tiada lain untuk membenarkan upaya kekuatan mereka menguasai bangsa-bangsa lemah, terutama Dunia Ketiga. Mereka menyerukan 'penghapusan sekat-sekat ekonomi di antara bangsa-bangsa' demi menghisab sumber kekayaan ekonomi bangsa-bangsa tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pada saat Barat membangun peradaban dunia, bahkan menyebarkan peperangan atas nama menghapuskan perbudakan dan kezaliman, maka saat itu sesungguhnya mereka sedang memperbudak serta menzalimi bangsa-bangsa dan wilayah-wilayah lain melalui imperialisme modern. Akibatnya, di negara-negara Dunia Ketiga angka pengangguran menjulang tinggi dan ratusan juta rakyat jatuh ke jurang kemiskinan. Ini karena hak kepemilikan terhadap harta sebagaimana ide kebebasan kepemilikan bagi setiap individu-individu tersebut hanyalah sebatas konsep, tidak ada realitasnya. Orang kaya yang jumlahnya sedikit saja yang bebas menguasai mayoritas kekayaan alam. Adapun jaminan terpenuhinya hak dasar manusia berupa kebutuhan pokok (makan, minum, tempat tinggal) tidak terpenuhi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dengan berbagai realitas di atas HAM justru memunculkan masalah demi masalah. HAM meniscayakan pertentangan dan konflik tiada akhir. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">4.<span> </span>Kebebasan berekspresi dan bertingkah laku.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Gagasan ini telah meracuni umat manusia menuju proses dehumanisasi; seperti meruyaknya pornografi dan pornoaksi, homoseksualisme/ lesbianisme, seks bebas, perselingkuhan, aborsi, dll. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dampak semua itu adalah kerusakan moral dan rusaknya tatanan kehidupan sosial. Lagipula, kebebasan berekspresi dan bertingkah laku itu hanya berlaku bagi pengusung liberalisme, tidak bagi Islam. Ketika seorang kafir menghina Rasulullah saw. melalui karikatur, film, artikel, dll, serta-merta dikatakan itu kebebasan berekpresi. Namun, ketika mayoritas masyarakat menghendaki pemberantasan pornografi yang jelas-jelas merusak generasi, sontak ditentang habis-habisan karena dianggap mengebiri hak berekspresi. Ketika seorang kiai berpoligami, langsung 'dihabisi' sebagai melanggar hak asasi perempuan. Namun, perselingkuhan yang menelikung seorang perempuan dianggap kebebasan bertingkah laku. Sungguh paradoks yang tidak ada ujung pangkalnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
<strong>Khatimah</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Demikianlah, telah nyata bahwa prinsip-prinsip HAM merupakan ide khayali yang mustahil terwujud di muka bumi. Kalau idenya saja tidak realistis, sungguh naif jika HAM masih diyakini sebagai mukjizat yang akan menghantarkan manusia pada kebahagiaan.<em> </em></span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Wallâh a'lam bi ash-shawâb.</span></em></p>
<p><em></em><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">[Kholda Naajiyah; Pemerhati Masalah Wanita dan Anak-anak]</span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kepala Berjilbab, Hati Telanjang]]></title>
<link>http://elmufti.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 01:38:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mufti Ali</dc:creator>
<guid>http://elmufti.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, dalam suatu pengajian saya dan rekan-rekan pengajian melakukan perdebatan panja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, dalam suatu pengajian saya dan rekan-rekan pengajian melakukan perdebatan panjang tentang Jilbab, dan prilaku pemakainya, yang saya sebut dalam hal ini adalah "Tubuh berjilbab Hati Telanjang" Kenapa saya menulis seperti itu, karena kita bisa lihat pada kenyataan sehari-hari, banyak Wanita Muslim yang memakai jilbab masih berkelakuan layaknya masyarakat umum. hal itu dapat kita lihat dari Pemakaian jilbab, tetapi busana yang dikenakan membentuk lekuk tubuhnya, atau yang berjilbab tapi masih pegangan tangan dengan pria yang bukah muhrimnya atau Bahkan ada fenomena yang menurut saya sangat menghina Agama Islam, yaitu banyaknya Wanita berjilbab yang terjerembab dalam Sebuah Zina.(EA)</p>
<p><!--more--></p>
<p>Menurut wikipedia Kata jilbab (bahasa arab: جلباب ) di Indonesia merujuk pada jenis pakaian berupa penutup kepala dari helaian kain, atau sering juga disebut dengan kerudung atau tudung . Pengertian ini sebenarnya salah kaprah dan hanya berlaku di Indonesia. Di negeri Islam lainnya , jilbab lebih merujuk pada pakaian terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan ajaran Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab. Sementara kerudung sendiri di dalam Al Qur'an disebut dengan istilah khumur, sebagaimana terdapat pada surat An Nuur ayat 31 : "Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudung-nya) ke dadanya."<br />
<span class="fullpost"><br />
Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar harus menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak , jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.<br />
Pendapat yang sama sebagaimana dituturkan Ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya,sementara bagian di atasnya ditutup dengan khimâr (kerudung) yang juga diwajibkan (QS an-Nur [24]: 31).</span></p>
<p>Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian. (HR Muslim)</p>
<p>ketika jilbab hanya menjadi tren busana. inilah yang disebut berpakaian tapi telanjang. hijab yang benar adalah menutupi semua aurat tubuh (baik kulit maupun lekuk tubuh) kecuali wajah dan telapak tangan. Kalau anda mengenakan jilbab itu berarti menutup segalanya tidak cuma menutup aurat aja, tapi juga tingkah laku harus direm. Rasanya ngga pantas wanita yang memakai jilbab tapi masih suka tertawa terbahak-bahak, masih suka berpelukan di muka umum, masih suka berpakaian yang super ketat entah itu baju atau celana panjangnya.. ..kamu juga lihat sendiri kan salah kaprah pemakaian jilbab dikalangan wanita muda.(EA)</p>
<p>Saat ini wanita muslim kadang Enggan menggunkan jilbab dengan alasan sebagai berikut:</p>
<p>* Kesiapan mental untuk meninggalkan pola hidup saat ini<br />
Banyak yang merasa belum siap secara mental &#38; hati nuraninya untuk memakai jilbab. Kita tahu sendiri gimana era globalisasi begitu kuat mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan busana apalagi kaum wanita begitu banyak godaannya, baju yang stretch, rok mini, celana seksi, model rambut yang ada-ada aja. Keinginan untuk ikut mengenakan semua itu sangat kuat, sebagian besar ya pengaruh lingkungan &#38; teman-teman kalau tidak mengikuti dibilang ketinggalan jaman. bukan berarti mereka itu ngga ngerti agama loh,malah banyak juga yang agamanya lumayan bagus tapimasih merasa belum siap...masih berupa niat aja.</p>
<p>* Takut dengan respons lingkungan<br />
Ini juga banyak yang jadi kendala, seringkali lingkungan menganggap wanita berjilbab itu ngga oke diajak ngobrol soal segala macam, ngga bisa bergaul. Padahal belum tentu yach. Trus kalo berbuat salah sedikit langsung jadi pusat perhatian, Nah ini dia banyak yang belum siap untuk selalu bersikap sempurna...tuntutan ini dari lingkungan terasa besarnya.</p>
<p>* masalah kepraktisan<br />
sudah jadi rahasia umum baju muslim berjilbab itu harganya lumayan mahal. Namanya wanita apalagi yang modern tetap ingin tampil cantik walaupun berjilbab... tapi banyak juga yang merasa ngga praktis untuk selalu pakai lengan panjang atau rok panjang. Tapi belakangan ini alhamdulillah<br />
sebenarnya mulai banyak mode pakaian yang sederhana tapi tetap bisa dipadupadankan dengan jilbab. Untuk ke kantorpun sebenarnya sudah banyak kelonggaran sekarang ini.</p>
<p>sebagian wanita yang menggunakan jilbab hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari 'aturan' itu, maka lepas pula jilbab yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar kepala dan dada mereka. Sebagian lagi, memakai jilbab karena pada saat itu, jilbab terasa pas untuk dipakai dan lebih menimbulkan kesan 'gaya' dan kereligiusan agama. Apalagi jika diberi pernak-pernik di sana-sini. Jilbab yang seharusnya menutup keindahan wanita tersebut malah justru menambah keindahan itu sendiri. Ditambah lagi kesan agamis yang terasa nyaman di hati. "Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. AllAh Maha pengampun lagi Maha penyayang." (Al Ahzab: 59)</p>
<p>Saya hanya berharap bahwa Wanita muslim dapat segera mengaplikasikan pemakaian jilbab sebab jilbab menjadi identitas utama bagi muslimah. Di mana pun anda berada bila anda mengenakan jilbab, kita dikenali sebagai muslimah. Dan setelah anda menjilbabkan Tubuh Anda, Kaum muslimah juga wajib menjilbabkan Hatinya dengan tidak lagi Berpeganagn atau tidak lagi berpelukan Dengan yang bukan Mahramnya., bahkan marak beredar rekaman Video Orang berjilbab melakukan Hubunga Seks(EA)</p>
<p>Helvy Tiana Rosa mengatakan: "jilbab bukan menjadi satu-satunya indikator ketakwaan Seseorang. Tetapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan kita" kerudung = penutup kepala,jilbab = penutup aurat. Semoga Semua wanita muslim yang berjilbab dapat menjaga hati dan perbuatan. karena anda selain membalutkan jilbab ke tubuh anda, anda juga harus membalutkan jilbab ke hati anda. (EA)</p>
<p>Depok: 24 Juni 2008<br />
Erwin Arianto</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Group / Mailing List Remaja GII HIT]]></title>
<link>http://remajagiihitsetrasari.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 13:10:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>remajagiihitsetrasari</dc:creator>
<guid>http://remajagiihitsetrasari.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[Untuk bergabung dengan mailing list / group Remaja GII HIT di remajagiihit@yahoogroups.com silahkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk bergabung dengan mailing list / group Remaja GII HIT di <strong>remajagiihit@yahoogroups.com</strong> silahkan klik tombol dibawah ini.</p>
<p><a href="http://groups.yahoo.com/group/remajagiihit/join"><br />
<img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/yg/img/i/us/ui/join.gif" border="0" alt="Click here to join remajagiihit" /><br />
Click to join remajagiihit</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jangan pernah membiarkan kumpulan tanpa susunan.]]></title>
<link>http://syarifniskala.wordpress.com/?p=32</link>
<pubDate>Fri, 23 May 2008 04:26:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>syarifniskala</dc:creator>
<guid>http://syarifniskala.wordpress.com/?p=32</guid>
<description><![CDATA[Jangan pernah membiarkan kumpulan tanpa susunan.
 
Dalam banyak kumpulan hal sejenis di kehidupan i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;"><strong>Jangan pernah membiarkan kumpulan tanpa susunan.</strong></span></div>
<div> </div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;">Dalam banyak kumpulan hal sejenis di kehidupan ini, kita seringkali terkesima oleh jumlah yang besar.  Kita terpukaukan oleh banyaknya jumlah mobil yang dimiliki seorang pejabat, luas tanah yang dimiliki sertifikatnya atau berapa banyak rumah yang disinggahinya.</span></div>
<div> </div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;">Tetapi mohon untuk lebih cermat mengamati, bahwa sebetulnya ada yang lebih utama dari sekedar jumlah.  Atau lebih tepatnya, jumlah saja tidak cukup.</span></div>
<div> </div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;">Sebuah buku kamus, jumlah kata di dalamnya jauh lebih banyak dari buku apapun.  Tetapi harga sebuah kamus dan nilai tambah sebuah kamus tidak akan setinggi buku tipis yang disusun oleh penulis terkenal.  Harus dikatakan bahwa 5000 kata dalam kamus, tidak memberikan manfaat sebaik sebuah kalimat inspiratif seperti ini : <strong>Anda tak mungkin bersalaman dengan tangan terkepal</strong> (Indira Gandhi). &#60;!--<br />
<a href="{book_link}">{book_title}</a>--&#62;</span></div>
<div> </div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;">Kita akan kehilangan manfaat terbesar dari suatu benda, jika kita hanya terfokus pada jumlahnya saja tanpa memperhatikan urutannya.  Ribuan, bahkan jutaan gerombolan kata, tidak berarti apa pun jika tidak disusun.  Mohon Anda perhatikan, kata kuncinya adalah <strong><span style="text-decoration:underline;">disusun</span></strong>.</span></div>
<div> </div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Disusun</span></strong> memiliki derivasi makna tersembunyi ikutan antara lain : memiliki tujuan tertentu, cara tertentu, kaidah tertentu, dampak yang ingin dicapai tertentu, alasan tertentu, motivasi tertentu.</span></div>
<div> </div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;">Jika menyia-nyiakan adalah perilaku buruk yang sangat tak terpuji, apakah nama dari daftar alamat yang dihimpun dalam sebuah milist tanpa moderasi yang memuliakan.  Apakah nama dari upaya memperbanyak kartu anggota tanpa membinanya.  Apakah nama dari upaya mengumpulkan banyak pengikut tanpa keteladanan.</span></div>
<div> </div>
<div><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;"><strong>Jangan pernah membiarkan kumpulan tanpa susunan.</strong></span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bahaya Mailing List]]></title>
<link>http://dosenlog.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Thu, 22 May 2008 23:41:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>bayuh</dc:creator>
<guid>http://dosenlog.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Pagi ini muncul email bantahan dari suatu informasi yang saya terima sebelumnya. Padahal informasi i]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini muncul email bantahan dari suatu informasi yang saya terima sebelumnya. Padahal informasi itu saya dapatkan dari mailing list A yang saya ikuti. Masalahnya saya sudah memforward informasi itu ke mailing B yang juga saya ikuti dan saya moderatori.</p>
<p>Wah gawat, saya harus segera menginformasikan bantahan ini ke mailing list B, kalau tidak khan sama saja saya turut menyebar berita tidak benar. Langsung saya forwardkan informasi bantahan itu ke mailing list B, dan berharap semoga dengan berita yang lebih baru itu, maka berita yang lama sudah terbantahkan.</p>
<p>Harap-harap cemas, teman-teman di mailing list B belum memforward email yang salah itu ke teman yang lain atau bahkan mailing list yang lain.  Atau paling tidak jika sudah memforward email yang salah, mereka juga akan memforward email bantahannya ke teman yang sudah dikirim sebelumnya.</p>
<p>Siangnya ternyata muncul lagi email bantahan terhadap bantahan yang sebelumnya. Jadi informasi berita pertama menurut pengirim itu justru benar. Dan kali ini saya kenal baik yang membantah ini, jadi kecil kemungkinan jika dia bermain-main dengan berita itu.</p>
<p><em>Waduh</em>,  akhirnya saya harus memforward lagi berita bantahan terhadap bantahan itu ke mailing list B. Lalu sekali lagi berharap bahwa yang sudah memforward bantahan, akan juga memforward bantahan itu. Tanpa pikir panjang saya forward lagi ke mailing list B.  <em>Waduh </em>(lagi), sorenya ada yang membantah berita itu, dan akhirnya saya ambil keputusan untuk menunggu kebenaran berita itu.</p>
<p>Hm... wah lain kali nampaknya saya harus hati-hati dengan informasi dari mailing list. Terutama jika informasi itu belum kita yakini kebenarannya. Dengan ketersediaannya mailing list, informasi sangat dengan mudah menyebar, diluar kendali kita. Kalau saja dari mailing list A yang saya ikuti ada 50 anggota, lalu dari 50 orang itu ada 10 orang saja termasuk saya yang memforward informasi itu ke mailing lain yang anggotanya misalnya 50 orang juga. Lalu dari mailing lain itu ada sekitar 10 orang yang juga memforward ke mailing list lain.. jadi misalnya berulang maka total yang mengetahui isi berita itu jadi</p>
<blockquote><p>50 + 10 x 50 + 10 x 10 x 50 + 10 x 10 x 10 x 50 + ...</p></blockquote>
<p>atau bisa ditulis jadi:</p>
<blockquote><p>50 x ∑n 10^n</p></blockquote>
<p>(<em>duh gimana sih nulis formula yang bener di wordpress</em>).</p>
<p>iya gak?</p>
<p>Jadi kalau dihitung, jika hanya 3 mailing list maka ada 50 ribu orang lebih yang tahu berita itu. Bayangkan jika mailing list nya beranggota lebih dari 100 orang. Saya sendiri mengikuti mailing list yang jumlah anggotanya lebih dari 500 orang.</p>
<p>Jika berita itu benar sih tidak akan masalah, tapi bagaimana jika berita itu salah. Wah kewajiban yang mem-forward dong yang meneruskan informasi bantahannya. Dari pengalaman saya biasanya orang sering lupa untuk memforward bantahannya, bahkan mungkin baru beberapa hari kemudian membaca bantahannya.</p>
<p>Jadi misalnya hanya ada 5 orang yang mengirim bantahan dari 10 orang, maka total yang membaca berita bantahan nya menjadi:</p>
<blockquote><p>50 + 5 * 50 + 5 * 5 * 5 * 50 = 6550</p></blockquote>
<p><em>Wow</em>.. bayangkan dari penerima informasi yang jumlahnya 50 ribu lebih itu hanya kurang dari 7000 yang mendapatkan informasi yang benar. Jadi sisanya lebih dari 40 ribu orang telah mendapatkan informasi yang salah. Bahaya khan....?</p>
<p>Jadi pelajarannya buat saya:</p>
<ul>
<li>harus hati-hati kalau memforward email</li>
<li>cek and ricek (<em>betchek..hehehe)</em></li>
</ul>
<p><em>duh</em>... semoga yang baca email juga sadar untuk tidak mempercayai berita-berita dari sumber yang tidak jelas.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MILIS BULUS ]]></title>
<link>http://bulussquad.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 07:56:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>bulus</dc:creator>
<guid>http://bulussquad.wordpress.com/?p=6</guid>
<description><![CDATA[Monggo di add &#8230; kalo kebetulan ada yang mampir! Suwun!



Post message:
Bulus-Petra@yahoogroup]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Monggo di add ... kalo kebetulan ada yang mampir! Suwun!</p>
<table class="ygrp-links" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>Post message:</td>
<td>Bulus-Petra@yahoogroups.com</td>
</tr>
<tr>
<td>Subscribe:</td>
<td>Bulus-Petra-subscribe@yahoogroups.com</td>
</tr>
<tr>
<td>Unsubscribe:</td>
<td>Bulus-Petra-unsubscribe@yahoogroups.com</td>
</tr>
<tr>
<td>List owner:</td>
<td>Bulus-Petra-owner@yahoogroups.com</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tchad-Darfur, ett getingbo!]]></title>
<link>http://rogerklang.wordpress.com/?p=135</link>
<pubDate>Tue, 13 May 2008 13:47:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>rogerklang</dc:creator>
<guid>http://rogerklang.wordpress.com/?p=135</guid>
<description><![CDATA[Hur oerhört komplicerad är inte konflikten i Tcad/Darfur?! Som om det inte räckte med en milis oc]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hur oerhört komplicerad är inte konflikten i Tcad/Darfur?! Som om det inte räckte med en milis och en regering, finns det flera miliser med olika etnicitet och religiös tillhörighet, och båda grannländerna slåss både inbördes och mellan varandra och varandras miliser kors och tvärs. Vad ska man som svensk från det lilla landet Sverige göra? Det spelar egentligen ingen roll ifall man heter Roger Klang eller Carl Bildt, konflikten är olöslig! Fast man kan inte bara stå vid sidan och se på, det lilla vi kan göra - måste vi göra!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><a href="http://www.svd.se/nyheter/utrikes/artikel_1235127.svd"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">http://www.svd.se/nyheter/utrikes/artikel_1235127.svd</span></a><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Roger Klang, Lund den 13/05/2008</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[milis panitia bookfair]]></title>
<link>http://bookfairftui2008.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 10:51:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>bookfairftui2008</dc:creator>
<guid>http://bookfairftui2008.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[ini milis yang udah ada di yahoo
silakan search dan bergabung sendiri yah
bookfairftui2008@yahoogrou]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>ini milis yang udah ada di yahoo</p>
<p>silakan search dan bergabung sendiri yah</p>
<p><strong>bookfairftui2008@yahoogroups.com</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghitung Umur Milis Arsitektur 2002]]></title>
<link>http://mlengos.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 12:41:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>AM Putra</dc:creator>
<guid>http://mlengos.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Tidak perlu panjang pikir, salah satu alasan blog ini lahir adalah sangat lesunya milis angkatan kit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak perlu panjang pikir, salah satu alasan blog ini lahir adalah sangat lesunya milis angkatan kita. Bayangkan, setiap hari ada 2-3 kali saya harus kebosanan membacai puisi narsis yang itu-itu terus sementara jumlah 'New Message' semakin berkurang.</p>
<p>...komunitas bicara tanpa batas;<br />
kaum kaum otoriter;<br />
komunitas kopler (ups)...<!--more--></p>
<p>Nampaknya kita perlu menambah satu baris kalimat: ...kita komunitas <span style="text-decoration:underline;"><strong>miskin</strong></span> tulisan baru. Ya, setidaknya, foto Gong Xi Fa Chai yang memuat Juru Foto Mendem itu sudah berganti dengan teman kita Arfika semasa masih jadian dengan Tukang Semen Holcim. Itu sudah satu perubahan paling krusial pekan ini.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-medium wp-image-4 aligncenter" src="http://mlengos.wordpress.com/files/2008/05/arfika-dan-kholid.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:center;"><em>Arfika dan Tukang Semen itu...</em></p>
<p>Bukan tanpa alasan milis kita kurang darah. Konon pepatah kiwari menyatakan bahwa hanya orang nganggur yang benar-benar nganggur saja yang rela bersibuk ria di dunia maya. Kesibukan masing-masing individu di dunia nyata memaksa jari-jemari mereka untuk mengurungkan berurung milis. Ada yang bekerja jadi drafter, perender, sekretaris bank, ngurus anak, ngeloni suami, kuliah lagi, mutung, molimo, dsb. Harapan terakhir terletak pada sisa-sisa teman kita yang masih merugikan kas negara dengan menyalakan komputer 24 jam di lab TA hanya untuk membakar film dan game favorit mereka. Fasilitas internet gratis, lebih-lebih Wi-Fi. Seiring kenyataan bahwa kecepatan dan kestabilan internet di kampus tidak lebih dari sekedar bekicot nyosot, yang membuktikan pepatah, "tidak ada makan siang gratis."</p>
<p>Sekarang mari kita hitung statistika kasar jumlah tulisan baru di milis. Dulu, ketika Kendro dan Anton masih mesra-mesranya pacaran, milis kita lumayan rame, terlepas mutu tulisannya. Berlanjut ke era dimana pasangan * * * di lab TA. Masih rame milis. Nah, setelahnya, mimpi buruk, kuantitas melorot drastis. Tulisan-tulisan yang ditemui tak lebih dari sekedar undangan manten dan invitation website. Singkatnya, dari satu tulisan per hari hingga satu tulisan baru per minggu. Dengan tren saham yang melesu macam ini, satu tulisan per semester bukan cuma mimpi. Itu paling juga undangan manten.</p>
<p>Tanpa media silaturahmi yang potensial seperti milis, barangkali mata dan telinga kita akan benar-benar tertutup terhadap gosip-gosip yang menghinggapi teman-teman kita. Bagaimana kalau tiba-tiba Ersandi akhirnya menikah dengan Majud alih-alih dengan Kendro (akibat ke Jakarta absen pamitan)? Bagaimana kalau Ucup nembak Mbak penjaga Unicorn/Stallion? Dan bagaimana pula kalau kelak DR. AM Putra ST, MT, PhD dinobatkan menjadi profesor dalam usia yang sangat muda? Kita akan kehilangan cerita-cerita manis dan lucu, sehingga bila diadakan reuni, yang kita jumpai adalah wajah-wajah teman-teman yang menutupi masalah keluarga dan pekerjaan mereka. Oh munafik...</p>
<p>Kalian ingin hal ini terwujud? Gampang, bubarkan saja milis tak bernyawa ini.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hari Berkabung buat FC Bayern]]></title>
<link>http://deaglefrenzy.wordpress.com/?p=14</link>
<pubDate>Fri, 02 May 2008 02:00:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>deaglefrenzy</dc:creator>
<guid>http://deaglefrenzy.wordpress.com/?p=14</guid>
<description><![CDATA[Kekalahan telak 4-0 dari Zenith St. Petersburg asuhan Dick Advocaat tadi malam, menyadarkan semua or]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kekalahan telak 4-0 dari Zenith St. Petersburg asuhan Dick Advocaat tadi malam, menyadarkan semua orang. Bayern belumlah tim impian, walaupun kelihatannya kuat.<br />
Hari ini semua penggemar FC Bayern Munchen berkabung. Kekecewaan dan rasa malu meliputi semua anggota milis Bayern Munchen Indonesia, tapi nada optimisme sangat kuat melihat musim depan FC Bayern di tangan Juergen Klinsmann nantinya.</p>
<p>Saya mengutip dari email Bung Andry (dengan sedikit edit):</p>
<blockquote><p>Dear Mr. Advocaat and the team</p>
<p>Terima kasih sudah menyuguhkan malam yang indah bagi kami. Malam ini adalah malam yang akan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan walaupun kami kalah tapi kami tetap bangga karena kami dikalahkan oleh anda, Zenit St. Petersburg, calon juara uefa cup musim ini.</p>
<p>Terima kasih sudah mengingatkan kami bahwa sepakbola adalah permainan team bukan individu. Selama ini kami -ternyata- masih tertidur lelap setelah di awal musim kami berpikir kami sudah bangkit secara fantastis sehingga kami difavoritkan di sana sini. Kami kira setelah membeli ribery dan toni, kami cukup memberikan bola kepada mereka dan berharap miracle akan terjadi.</p>
<p>Terima kasih sudah mengingatkan bahwa sepakbola juga regenerasi. Selama ini kami lupa memberi tempat yang cukup kepada pemain muda seperti poldi, schweini, schlaudraff, ottl, kroos, rensing dan lainnya. Sehingga banyak diantara mereka yang sudah mulai frustasi dan berimbas kepada penampilan team secara keseluruhan.</p>
<p>Terima kasih juga sudah menyadarkan kami bahwa sepakbola adalah masalah harmonisasi. Kami akhirnya sadar bahwa konflik2 intern yang ada baik antara pelatih dengan pemain, pemain dengan management, pemain dengan pemain,  menjadi bukti nyata pentingnya kekompakan di dalam tim.</p>
<p>Terima kasih juga kepada management, om hitz dan all of you guys, my hero - bayern players, jangan menangis dan jangan bersedih. Toh sudah ada tropi piala jerman dan sebentar lagi bundesliga.<br />
Musim depan kita akan kembali lagi. Ada pelatih dan coaching staff baru, strategi baru, style baru, dan tentu saja welcome back champions league... We'll be back with a vengeance....</p>
<p>salam<br />
andry</p></blockquote>
<p>Nicely done, bung Andry!<br />
Salam bagi semua penggemar FC Bayern Munchen di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
