<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>memilih-sekolah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/memilih-sekolah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "memilih-sekolah"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 10:06:38 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tips Memilih Sekolah untuk Anak Pra Sekolah  ]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=67</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 04:30:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=67</guid>
<description><![CDATA[Beberapa bulan kedepan tahun ajaran baru akan segera di mulai. Meski masih cukup lama, tidak ada sal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan kedepan tahun ajaran baru akan segera di mulai. Meski masih cukup lama, tidak ada salahnya kita mulai merencanakan memilih sekolah untuk anak kita. Sebagai orang tua tentu kita ingin pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita bukan? Terutama untuk anak usia dini karena mereka berada pada masa usia keemasan (0 s.d 8 tahun) yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka kedepan. Karena itu, pemilihan sekolah sebagai lembaga yang memberikan layanan pendidikan anak usia dini menjadi hal yang harus diperhatikan, mengingat banyak sekolah yang masih belum menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Beberapa diantaranya masih menerapkan pembelajaran konvensional yang satu arah. Anak masih dijadikan objek pembelajaran, bukan subjek pembelajaran sehingga. kretaivitas anak seperti digembok. Belum lagi, peletakan bermain yang hanya sebagai selingan kegiatan belajar, bukan inti pembelajaran. Padahal lewat bermain-lah anak belajar. Belajarnya anak ya bermain.</p>
<p>Sulit memang memilih sekolah yang benar-benar berkualitas dan tidak menyalahi filosofis pendidikan anak usia dini. Meskipun di kota besar banyak sekali pra sekolah yang menawarkan berbagai keunggulannya, tapi kita harus hati-hati dalam menentukan pilihan. Kita perlu mengumpulkan informasi sebanyak mungkin sebelum membuat keputusan. Sekolah yang berkualitas adalah sekolah yang profesional dalam memberikan stimulasi positif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Banyak sekolah yang menyatakan diri sebagai sekolah yang berkualitas dengan menjual gedung dan fasilitas pendidikan yang lengkap atau memiliki jargon sebagai sekolah berstandar internasional. Padahal bisa jadi pembelajarannya tidak sebaik gedung atau jargon yang dielu-elukan.</p>
<p>Beberapa poin berikut merupakan hal yang bisa kita lakukan dalam memilih sekolah yang terbaik bagi putra-putri kita<br />
<!--more--></p>
<ul>
<li> Kumpulkan informasi sebanyak mungkin dari media cetak, elektronik, internet atau dari teman dan keluarga tentang sekolah yang berkualitas. Jika memungkinkan, datang ke pameran pendidikan sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap langsung dari lembaganya.</li>
<li> Setelah menetukan beberapa pilihan, lakukan observasi dengan mendatangi langsung ke sekolah. Tanyakan banyak hal seditail mungkin pada pihak sekolah mengenai kurikulum dan profil sekolah, jumlah quota siswa per kelas, latar belakang pendidikan guru dan kepala sekolah, prestasi yang pernah diraih sekolah, biaya dan sistem pembayaran, fasilitas pendidikan, status sekolah serta yayasan yang menaungi sekolah.</li>
<li> Tanyakan status atau akreditasi sekolah dan perijinannya (banyak orang tua yang lupa menanyakan ini, padahal meskipun pra sekolah, hal ini sangat penting karena ijin dari diknas menjadi salah satu indikator kualitas sebuah lembaga pendidikan).</li>
<li> Lakukan observasi tentang keadaan fisik sekolah, mulai dari suasana kelas, kantin, fasilitas olah raga dan kamar kecil serta tempat ibadah. Apakah cukup bersih untuk kenyamanan belajar anak kita? anak usia dini kondisi fisiknya masih rentang terhadap berbagai penyakit, sehingga kebersihan menjadi hal penting untuk diperhatikan.</li>
<li> Lakukan observasi kelas ketika pembelajaran sedang berlangsung untuk melihat kemampuan guru mengajar dan pembelajaran yang dilakukan (jika anda tidak diijinkan pihak sekolah untuk melakukan observasi kelas, nyatakan bahwa anda sebagai orang tua calon siswa berhak untuk melakukannya).</li>
<li> Jangan lupa ajak anak untuk melihat sekolah yang akan dipilih. Libatkan mereka dalam pengambilan keputusan.</li>
<li> Jangan mudah tertipu dengan fasilitas dan jargon sekolah. Bisa jadi sekolah sederhana ternyata memiliki guru yang kreatif sehingga bisa merubah kesederhanaan menjadi media belajar yang kaya makna bagi anak. Sebaliknya, sebaik apapun fasilitas dan kurikulum yang disuguhkan akan menjadi tidak bermakna ketika guru tidak mampu menghidupkannya.</li>
<li> Usia prasekolah adalah usia emas ketika anak menyerap berbagai nilai dan norma kehidupan. Pilihlah sekolah yang memiliki guru-guru yang shaleh dan shalehah sehingga anak-anak bisa menyerap ruh spiritualitas yang terpancar dari keindahan akhlak mereka. Pilihlah sekolah yang memiliki guru-guru yang ikhlas dalam mengajar anak-anak kita.</li>
</ul>
<p>Setelah mendapatkan berbagai informasi dan melakukan observasi, jangan lupa untuk berdiskusi dengan pasangan dan anak kita. Sebelum mengambil keputusan final, tidak ada salahnya kita beristikharah, memohon pada Allah supaya menunjukan sekolah yang terbaik untuk anak kita. Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa melibatkan Allah dalam setiap keputusan yang kita ambil, termasuk dalam memilih sekolah untuk anak kita. Kadang kala kita menganggap hal ini terlalu kecil. Tapi bukankah anak adalah amanah besar yang Allah titipkan pada kita? Kita harus senantiasa memberikan pendidikan yang terbaik bagi mereka, karena semuanya akan kita pertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya. Dan hanya Allah-lah yang tahu sekolah mana yang cocok untuk anak kita. Wallahualam.</p>
<p>Endah Silawati,  http://parentingislami.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[memilih SEKOLAH ANAK]]></title>
<link>http://dedidwitagama.wordpress.com/?p=677</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 02:12:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedidwitagama</dc:creator>
<guid>http://dedidwitagama.wordpress.com/?p=677</guid>
<description><![CDATA[Anak anda mau masuk sekolah; SD, SMP, SMA atau SMK. Bingung pilih sekolah buat dia &#8230; ada keter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Anak anda mau masuk sekolah; SD, SMP, SMA atau SMK. Bingung pilih sekolah buat dia ... ada keterbatasan dana, kemampuan jarak atau lainnya. Tips berikut ini mungkin bisa jadi pertimbangan Anda dalam memilih sekolah buat buah hati.</p>
<p><strong>1. Luangkan waktu Anda. </strong>Jika ingin anak Anda lebih baik di masa depan, jangan wakilkan urusan ini pada fihak lain ... luangkan waktu Anda, betapapun sibuknya Anda ... ini bukan kerjaan rutin, hanya tiga atau enam tahun sekali.<strong></strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Temui Guru atau Wali Kelas</strong>. Mereka mengetahui kondisi anak kita dan kondisi Sekolah di sekitar Sekolah anak kita saat ini ... bertanyalah berbagai hal yang ingin Anda ketahui dan khawatirkan ... mintalah waktu lebih untuk komunikasi lebih banyak tentang pemilihan sekolah anak kita.</p>
<p><strong>3. Browsing di internet</strong>. Biasanya sekolah-sekolah yang baik memiliki banyak informasi di dunia maya ... jangan terlalu percaya dulu pada yang anda dapat di Website, jadikan itu sebagai pertimbangan untuk melihat langsung sekolah yang dituju.</p>
<p><strong>4. Kunjungi Sekolah yang dituju bersama anak Anda</strong>. Dari hasil bincang dengan guru atau wali kelas dan browsing di internet anda akan memperoleh beberapa alternatif, kunjungi sekolah yang dituju ... sebaiknya tak hanya sekali dan jangan pada hari libur. Suasana sekolah biasanya akan tertangkap roh kegembiraan atau roh yang tak menyenangkan saat melihat aktifitas sekolah yang sesungguhnya. Jika Anda bekerja, mungkin bisa luangkan waktu istirahat makan siang Anda untuk visit sekolah untuk buah hati ... labih baik jika anak Anda di ajak berkunjung ... karena dia akan jalani masa bertahun-tahun di tempat yang dipilihnya.</p>
<p>Saat berkunjung, bicaralah dengan guru-guru di dekolah itu, murid-murid disana, satpam, pedagang di kantin, dll. Anda akan mendapat gambaran lebih komprehensif tentang kondisi calon sekolah anak Anda.</p>
<p><strong>5. Putuskan bersama anak Anda</strong>. Saat memutuskan beberapa sekolah mana yang dipilih sesuai dengan skala prioritas dari yang paling bagus, menurun hingga sekolah yang lebih rendah kualitasnya, Anda harus libatkan anak Anda.</p>
<p><strong>6. Siapkan pilihan alternatif</strong>. Jika pilihan pada langkah 5 tidak bisa dipenuhi atau gagal, siapkan sejak awal alternatif sekolah pilihan yang masih bisa dicapai. Daftar di sekolah itu sebagai cadangan ... karena biasanya sekolah yang baik menerima pendaftaran lebih awal, memang ada konsekwensi hilangnya sejumlah biaya yang Anda keluarkan ... tapi tak apalah, demi buah hati tercinta.</p>
<p><strong>7. Jaga kesehatan dan berdoa</strong>. Urusan di atas memakan waktu dan energi yang tak sedikit, oleh sebab itu jaga kesehatan dan berdoalah, kerjasama yang baik antar suami, istri dan anggota keluarga lainnya akan hasilkan yang terbaik ... selamat berjuang raih masa depan lebih baik.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Di bawah ini ada tulisan <a href="http://mominaction.wordpress.com/2008/04/23/memilih-sekolah-untuk-anak/" target="_blank">Edratna</a> tentang sekolah anak-anak</p>
<blockquote><p><em>Anak-anakku sekolah di SD Inpres, yang hanya 50 meter jaraknya dari rumah, padahal para tetanggaku, di kompleks rumah dinas, anak-anaknya sekolah di SD swasta yang terkenal mahal dan bagus. </em></p>
<p><em>Awalnya saya kuatir juga, tapi justru mereka peka terhadap masalah teman-temannya yang miskin, dan SD itu gurunya baik sekali, mau saya titipkan anak karena saya bekerja seharian. Dan anak-anakku dapat ranking di sekolah tsb…SMP juga begitu, kalau orang lain sibuk mencari sekolah unggulan dsb nya…anakku sekolah di SMP terdekat (dan baru tahu belakangan, ternyata masuk SMP ini tak mudah, karena unggulan di Jakarta Selatan). </em></p>
<p><em>Begitulah, sama seperti ayah ibunya dulu, kedua anakku, sejak TK (juga TK negeri lho) s/d Perguruan Tinggi, semuanya negeri.Sekarang yang sulung udah lulus dari UI, menikah dengan gadis pilihannya yang sedang ambil S2 di Amrik, dan si Bungsu masih senang kuliah di kampung gajah duduk (ambil S2, dapat beasiswa).</em></p>
<p><em>Jadi, sebetulnya keberhasilan pendidikan anak, diperlukan kerja sama antara guru, orangtua dan anak itu sendiri.Justru karena SD anakku sederhana, saya dan suami menyumbang buku cerita anak-anak dan membangun perpustakaan di sekolah itu, supaya teman anakku senang membaca sejak kecil. Kalau mereka main ke rumah, si mbak mesti menyediakan makan siang, penganan dan mereka bebas membaca, mencoba main organ, dan komputer di rumah.</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
