<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>masa-lalu &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/masa-lalu/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "masa-lalu"</description>
	<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 22:01:59 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[selamat ulang tahun kemerdekaan indonesia]]></title>
<link>http://awik1212.wordpress.com/?p=129</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 03:24:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>awik1212</dc:creator>
<guid>http://awik1212.wordpress.com/?p=129</guid>
<description><![CDATA[

indonesia negri yang saya sangat cintai ini, dimana semua sudah tersedia di bumi ini, negri yang s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://img169.imageshack.us/img169/6454/republikindonesiabypistgl7.jpg" alt="" width="520" height="345" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">indonesia negri yang saya sangat cintai ini, dimana semua sudah tersedia di bumi ini, negri yang sangat makmur dengan sumber daya alam nya, segalanya tercipta karena kuasaNya, bukankah patut disukuri segala yang telah dianugerahkan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">so, selamat ulang tahun indonesiaku. maaf apabila rakyatmu terlalu banyak menuntut, maaf apabila karena rakyat terpilihmu jua-lah akhirnya dirimu yang selalu disalahkan, mungkin rakyat sudah capek denganmu, bukankah kamu selalu setia dengan rakyatmu? meski namamu menjadi tercemar? bukan begitu indonesiaku?<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[se-oplah koran...]]></title>
<link>http://dennyekop.wordpress.com/?p=140</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 19:37:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Denny Eko Prasetyo</dc:creator>
<guid>http://dennyekop.wordpress.com/?p=140</guid>
<description><![CDATA[siang ini matahari begitu teri, membakar kulitku&#8230; dunia semakin panas saja batinku. kulihat di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>siang ini matahari begitu teri, membakar kulitku... dunia semakin panas saja batinku. kulihat disana ada seoplah koran, sudah lama aku tidak membaca koran, pekerjaanku begitu menyita waktuku, sebutlah aku orang sibuk, sebutlah aku orang yang menghargai waktu. aku ingin tau, apa yang terjadi pada dunia sekarang ini, apa yang terjadi pada dunia ini... kuambil koran itu, kubukanya halaman demi halaman.</p>
<p>dahiku berkrenyit, selama itukah aku tidak membaca koran? beritanya  begitu berbeda dengan kenyataan yang aku alami, jauh dari berita buruk, tidak ulasan negatif terhadap issue lokal, semuanya begitu damai... halaman pertama kuamati, aiiih...! aku terkejut.. mata uang rupiah menguat sebulan ini? hampir sama dengan dollar Singapore? wow...! hebat sekali menteri ekonomi kita, hebat hebat... aku terkagum-kagum membaca artikel itu, puas kemudian aku membuka halaman selanjutnya.. wow! kita kembali merebut Piala Thomas &#38; Uber!!! hebat sekali atlit kita, akhirnya kita berhasil merebut piala itu...! meski bukan atlit, aku rindu akan piala itu... ah, senang sekali membaca kabar ini.. hey hey...! ekspor beras kita meningkat? wah hebat sekali ini,  ekspor palawija juga?!?! wah  setengah tidak percaya aku membacanya.. bagus bagu... senang aku membacanya, wah!  ternyata koran itu menulis "seiring dengan meningkatnya expor beras, Swasembada pangan ditingkatkan" wah.. ibuku akan senang membaca berita ini... semua bagaikan mimpi  saja... ah, ternyata saya rabun informasi sudah begitu lama... bagaimana bisa aku ketinggalan semua informasi ini? ah.. bodoh sekali aku...</p>
<p>kubuka lagi halaman berikutnya, iklan dimana-mana, tapi kali ini terasa berbeda, iklan-iklan ini  tidak seperti biasanya, iklan-iklan yang biasa kubaca selalu menonjolkan kelebihan-nya sendiri, bahkan  tidak sedikit yang menjelekkan produk pesaingnya... tapi iklan ini cukup informatif, dan wajar tidak berlebihan. bagus-bagus.. kini mereka sadar akan etika Iklan, dipojokan halaman aku  lihat jadwal televisi, aih-aih.. kemana saluran-saluran televisi yang tidak berguna itu? kok tidak ada? apa sudah bangkrut? kok saluran televisinya yang tertera disini begitu sedikit? ah, peduli setan, kulihat jadwal susunan  acaranya... bagus bagus... meski saluran TV-nya sedikit, tapi muatannya bermanfaat, terbaca dari judulnya, sepertinya begitu edukatif, syukurlah departemen informasi sudah bisa menyaring tayangan TV di negara ini, kini hilang sudah saluran televisi bejat yang merusak moral bangsa ini, bagus kalau begitu...</p>
<p>hey hey...! siswa kita berprestasi di Luar Negeri sana, bahkan untuk masalah pendidikan aku baca, negeri luar lebih senang bellajar disini, mereka lebih memilih kuliah di negeri ini.. bagus bagus, sistem pendidikan kita lebih baik lagi, sektor bisnispun kubaca lebih baik, tidak seperti selama ini yang aku dengar, dikoran ini semuanya begitu berjalan dengan lancar, syukurlah.. negara ini menjadi lebih baik sekarang. hey! harga bahan bakar minyak kok turun sekarang? menjadi murah sekali... harga bahan pokok juga begitu, kok jadi murah sekali... wah, berita baik ini, keluargaku dirumah pasti senang membacaranya.. tapi-tapi tunggu... kemana berita itu? mana berita korupsi, berita pemerkosaan, berita  kriminal, biasanya tidak usah aku cari, berita itu muncul lebih dahulu menarik perhatian mataku untuk aku baca sebelum membaca berita lainnya, aku susah payah mencari baru ketemu satu? ah  sudahlah, sudah bagus banyak berita baik di koran ini, untuk apa habis pikir dengan berita buruk...</p>
<p>ah... seperti mimpi aku membaca oplah koran ini, puas aku membacanya, negara ini lebih baik ternyata, aku jadi menyesal selama ini rabun informasi... tak terasa banyak waktu aku habiskan untuk membaca se-oplah koran ini, hingga teriakan Jarwo, kakakku mengagetkanku</p>
<p><em>"Woy Jo...! ngapain kamu jongkok lama baca koran disitu?!?! Cepetan cari barang berharga di tumpukan sampah ini!! sekalian koran yang kamu baca itu, mungkin bisa dijual! dikilo-in!!</em>" Jarwo mendekatiku dan berkata  lagi <em>"heh! darimana kamu dapat koran lama ini? koran tahun 90-an masih kamu baca juga? sudah gila kamu yah!. lekas cari sampah-sampah yang masih bisa dijual, lalu lekas pulang, hari sudah sore ini, Ibu bisa marah kalau sampah yang kita pungut sedikit dan ga berharga"</em>.</p>
<p>aku membaca dalam hati, seakan mengeja tanggal terbut koran tersebut <em>"4 November 1993" sial!</em> aku mengumpat dalam hati... kulipat koran itu rapih, kutaruh dalam tas yang kukaitkan dalam gerobak sampahku, aku berlalu mengikuti langkah Jarwo yang meninggalkanku, Koran itu tidak akan kujual, kusimpan sebagai kenang-kenangan, sebagai harapan agar negaraku kembali jaya, kembali ditakuti...</p>
<blockquote><p><span style="color:#0000ff;"><em>*apa yang lebih baik dari negara ini sekarang?</em></span></p></blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyebab Lemahnya Iman:"Kecendrungan Terhadap Apa Yang Telah Berlalu..."]]></title>
<link>http://danon7.wordpress.com/?p=55</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 05:55:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>wildan</dc:creator>
<guid>http://danon7.wordpress.com/?p=55</guid>
<description><![CDATA[Ketika seseorang hendak bersikap konsisten tiba-tiba ia merasakan suatu perpindahan dalam hidupnya d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://danon7.files.wordpress.com/2008/08/waktu2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-73" src="http://danon7.wordpress.com/files/2008/08/waktu2.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Ketika seseorang hendak bersikap konsisten tiba-tiba ia merasakan suatu perpindahan dalam hidupnya dimana pada masa lalu ia hidup dengan penuh maksiat kepada Rabbnya, dipermainkan setan dan penuh keguncangan dalam hidupnya, kemudian ia berpindah menuju kestabilan rohani dan ketentraman. Disini ia mnemukan perbedaan yang amat jauh antara kehidupan masa lalu dengan kehidupnnya sekarang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Akan tetapi pada masa-masa tertentu dia teringat pada masa laluny, sahabat-sahabat masa lalu dan berbagai prilakunya bersama mereka, kemudian ia melepaskan tali kekang fikirannya untuk menelusuri masa lalu pada ingatannya, sikapnya yang semacam ini secara tidak langsung telah memberi peluang kepada setan untuk melancarkan serangan tipu daya serta bermain dengannya, hingga ia berfikir untuk kembali pada masa lalunya dan kemudian kembali pada teman-temannya lamanya. Teman-teman masal lalu itupun menggerogoti benih-benih keimanan yang baru bersemi dan kebersihan jiwanya dari dalam hatnya, sebagaimana dikatakan bahwa teman itu adalah penggerogot (perampas)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Maka pada saat itu ia sedang hidup antara dua arus yang saling tarik-menarik, arus ketaatan dan arus kemaksiatan, sedang ia sendri hidup di dalam kondisi pertempuran psikologis antara kebenaran dan kebatilan oleh karena itu dalam suatu kisah tentang seseorang yang telah membunuh seratus jiwa manusa, berkata seorang alim kepadanya <em>: “Pergilah engkau ke negeri anu karena sesungguhnya di negeri itu terdapat orang-orang yang menyembah Allah SWT maka hendaknya engkau menyembah Allah SWT bersama mereka, dan jangan engkau kembali ke negerimu karena sesungguhnya negerimu itu adalah negeri yang buruk”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Berkata para ulama <em>:”Sepatutnya orang yang telah bertaubat untuk memisahkan dirinya dari keadaan-keadaan yang biasa ia lakukan di masa masiat serta berpaling secara menyeluruh dari semua itu dan menyibukkan diri pada hal-hal lain (yang mendukung sikap konsistensinya)”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Ini adalah point penting yang harus diperhatikan, sebab setan selalu berusaha untuk melakukan tipu dayanya terhadap mereka yang telah bertaubat agar kembali kepada sahabat-sahabat lamanya dengan alas an mengajak mereka<span> </span>untuk kembali kepada Allah SWT, sementara ia belum memiliki keteguhan dalam menerima petunjuk, ini adalah suatu kesalahan dalam langkah srtategi pengaturan waktu saja. Yang wajib ia lakukan adalah memperkuat diri dan selalu waspada dengan cara memperkaya diri dengan ilmu-ilmu agama sebagai perisai diri untuk menangkal syubhat dan syahwat yang akan di hadapi dalam perjalanan dakwahnya, jika karakteristik-karakteristik da’I telah sempurna maka saat itu ia boleh bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya untuk mengajak mereka kepada Allah SWT dengan selalu memohon pertolongannya<em>…(31 Sebab Lemahnya Iman, Penerbit: Darul Haq, Husain Muhammad Syamir)</em></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[love in love]]></title>
<link>http://prasadicka.wordpress.com/?p=52</link>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 05:26:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>decha</dc:creator>
<guid>http://prasadicka.wordpress.com/?p=52</guid>
<description><![CDATA[Setetes embun di daun lamban bergulir
Ketika jatuh ke tanah terserap musnah
Begitupun hatiku diayun ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Setetes embun di daun lamban bergulir<br />
Ketika jatuh ke tanah terserap musnah<br />
Begitupun hatiku diayun bimbang CINTAmu<br />
Terhempas dan hampa tak terkira<br />
Mentari tersaput mega enggan bersinar<br />
Menusuk angin ke raga jiwa gemetar<br />
Terpuruk ku disini di peluk CINTAmu<br />
Membeku dan sara tak terkira........<br />
Adalah kau tuangkan cinta ke dalam tungku yang tengah panas menyala<br />
Adalah kau padamkan bara tatkala hangat mulai membuai jiwa<br />
Menggigil palung hati<br />
Di pelukan bimbang CINTAmu<br />
Terpuruk ku disini<br />
Dihempas bimbang CINTAmu<br />
Membeku dan sara tak terkira</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari Duri ke Masa Lalu... (bagian 2, selesai)]]></title>
<link>http://thinkfaris.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 06:44:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fikri</dc:creator>
<guid>http://thinkfaris.wordpress.com/?p=30</guid>
<description><![CDATA[Sudah delapan tahun kira-kira, aku meninggalkan kota tempatku melalui sebagian besar masa kecil dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://king1010.com/Paintings/"><img class="alignleft" src="http://gi57.photobucket.com/groups/g209/67OOW5NS33/bus_road.jpg" alt="" width="306" height="235" /></a>Sudah delapan tahun kira-kira, aku meninggalkan kota tempatku melalui sebagian besar masa kecil dan remaja. Rinduku meluap, bagaimana tidak, kota yang pernah kau tinggali hampir sepuluh tahun tentu menyimpan banyak teman dan kenangan. Kau takkan bisa melupakannya begitu cepat.</p>
<p>Kota Medan kira-kira terletak 400 km dari Duri, melewati batas provinsi. Kenyataan bahwa aku akan lebih dekat ke kota itu mengobati gundah di hati. Terbayang sudah perumahan tempatku tinggal dulu dengan rimbun pepohonannya serta orang-orang yang sudah akrab denganku, teman-teman lama, dan sekolah-sekolahku dulu.</p>
<p>Aku segera menyusun rencana,<!--morebaca selanjutnya...--><br />
Aku mulai rajin mencari kota-kota yang mungkin kulalui di Google Earth, di sepanjang jalur utara Sumatera. Bayangan akan perjalanan itu bisa membuatku melupakan masalah yang akan kuhadapi di Duri.</p>
<p>Masih di bulan Syawal, suasana lebaran belum habis betul, pesawatku dari Jakarta berangkat ke Pekanbaru, Riau. Dari Pekanbaru tim kami sudah dijemput oleh mobil kantor untuk selanjutnya mengantar kami ke Duri. Tiga jam perjalanan darat dari Pekanbaru ke Duri.</p>
<p>Siang itu, dalam perjalanan tiga jam aku coba bertanya kepada supir yang mengantarku mengenai perjalanan dari Duri ke Medan.<br />
“Pak, kira-kira habis berapa jam dari Duri ke Medan?”</p>
<p>Antara sepuluh sampai dua belas jam jawabnya.<br />
Dia lalu berkata “Dik, coba lihat truk di depan kita”, ada truk bermuatan entah apa di depan kami,<br />
“Paling sebentar malam truk itu sudah sampai di Medan”<br />
Kuperhatikan truk itu berpelat BK, terlonjak senang hatiku melihatnya.</p>
<p>Kurang lebih tiga minggu sudah aku di Duri, melalui waktu dengan pekerjaan yang tak kunjung habis. Kepergianku ke Medan hanya mungkin kulakukan di sela pekerjaanku, ketika akhir pekan.  Aku menetapkan bahwa akhir minggu itu aku harus ke Medan atau tidak sama sekali, karena pekerjaan yang lebih banyak bakal menyita waktu pada minggu-minggu berikutnya.</p>
<p>Malam itu kubersiap, walau hujan, niat takkan surut untuk tersambungnya kembali silaturahim. Ke Medan dengan bus klas ekonomi, aku berharap dapat sampai dengan selamat ke kota itu pagi harinya.<br />
Beberapa teman kantorku tampak tidak percaya, pikirnya rencanaku ke Medan hanya bualan,<br />
“Kamu serius mau ke Medan?!”</p>
<p>Perjalanan dua kali dua belas jam hanya untuk kunjungan dua hari bukanlah suatu yang lumrah, tapi itulah niat.<br />
Dengan mengucap Bismillah, malam itu aku bergegas, dari Duri ke masa lalu.</p>
<p>Bus melaju diantara rintik hujan yang mengguyur, bermanuver berkelok naik turun menembus hutan, rawa dan perkebunan. Lubang sebesar kubangan kerbau di jalan serta jembatan yang rusak terkadang menghentikan laju kendaraan.<br />
Menikung tajam, menyalip, berhenti mendadak kemudian melaju kencang, seakan irama maut yang dinyanyikan sang supir di belakang kemudinya. Maut terkadang hanya berjarak beberapa sentimeter dari pundak sang supir, terkadang pula hanya terlambat beberapa detik di belakang kami. Penumpang hanya bisa pasrah dan tawakal...</p>
<p>Perjalanan itu melewati beberapa kota kecil maupun kota kabupaten. Kota Pinang, Aeknopan, Aeknabara, Kisaran, Limapuluh,Tebing Tinggi, Lubuk Pakam, dan Tanjung Morawa sebelum akhirnya memasuki kota Medan.</p>
<p>Setiap memasuki sebuah kota kadang aku terjaga dan melihat nama jalan yang sama di setiap kota, jalan Sudirman. Mungkin nama sang jenderal besar itu menjadi nama paling populer untuk jalan di kota-kota Indonesia. Semoga Allah menerima segala amal sholih sang jenderal...</p>
<p>Paginya, setelah dua belas jam terguncang di bus, atas izin Allah aku menapak kembali kota Medan di terminal Ampelas. Kota medan menjadi jauh lebih ramai. Angkot-angkot dengan berbagai nomer trayek berseliweran di depan terminal. Aku melihat sebuah angkot yang tidak asing lagi, tanpa banyak babibu aku langsung naik dan cukup yakin kemana angkot itu akan mengantarku.</p>
<p>Sebelum perjalananku ke Medan, aku sempat mengabarkan rencana ini ke ayahku di Jogja. Beliau lalu meminta kesanggupan temannya untuk menyediakan sebuah kamar di wisma di perumahanku yang dulu. Maklumlah perumahan dinas. Aku juga sudah mengenal teman kantor ayahku itu yang notabene juga tetanggaku dulu.</p>
<p>Jalan menuju perumahan aku lalui setelah turun dari angkot. Rasanya setengah bermimpi melalui jalan ini lagi.<br />
Jalan lebar yang sepi.<br />
Terakhir kulalui ketika masih berseragam putih abu-abu satu sma. Perumahan tetap asri seperti dulu, jajaran pohon cemara raksasa sudah menjadi ikon dari perumahan ini. Aku berjalan begitu pelan menikmati tiap langkahku. Kupikir adikku pasti iri mengetahuiku bisa berada di sini, karena diapun begitu merindukan Medan.</p>
<p>Aku bertemu teman lamaku dulu, dia penunggu terakhir perumahan dari generasiku. Awalnya aku bertemu ibunya. Setelah ibunya tersadar dan mengenali aku (maklum aku sudah banyak berubah bentuk) dia langsung berteriak memanggil anaknya yang masih berada dalam kamar<br />
"IAAAAAAANNNN!!!!....",<br />
Cara memanggilnya tidak berubah sama sekali seakan temanku itu masih bocah kemarin sore, padahal usianya lebih tua dua tahun dariku.</p>
<p>Hari itu terisi dengan rasa bahagia bertemu teman-teman lama. Banyak ternyata yang hampir tidak dapat kukenali. Anak-anak kecil yang dulu telah menjadi remaja, yang remaja menjadi dewasa, yang dewasa menjadi renta...</p>
<p>Berangkat dari Duri Jum'at malam, sampai di Medan Sabtu pagi, masih ada dua hari satu malam untuk menikmati kota Medan. Pada jam-jam yang singkat itu aku masih diberi Allah kekuatan untuk bersilaturahmi dengan teman-teman lamaku sepermainan di perumahan maupun di sekolah, mengitari kota, mengunjungi sekolah yang sayangnya sedang tutup, menraktir dan ditraktir teman, semuanya dalam 36 jam.</p>
<p>Minggu sore aku berangkat kembali ke Duri, walau hati ini sebetulnya belum puas berada di Medan. Teman-teman mengantarku ke terminal Ampelas setelah sebelumnya membeli bika ambon untuk orang-orang kantor.</p>
<p>Kembali lagi aku menaiki bus, melewati kota-kota yang sama dan jalan-jalan Sudirman.</p>
<p>Menuju kembali ke Duri, ke "realitas", tempat pekerjaan menungguku...</p>
<h5>Ada kejadian yang agak mengkhawatirkan (kalau tidak dibilang menakutkan) ketika menaiki bus kembali ke Duri. Ketika belum terlalu jauh meninggalkan kota Medan, hari sudah mulai gelap, aku melihat di jendela sebuah motor "merayap" menaiki bus yang aku tumpangi, tepat disampingku. Pemandangan yang sureal... Ternyata awak bus mengangkut sepeda motor ke atas bus."Ya Allah, apalagi ini..." pikirku.</h5>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[masa lalu..]]></title>
<link>http://leentz.wordpress.com/?p=15</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 07:32:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>leentz</dc:creator>
<guid>http://leentz.wordpress.com/?p=15</guid>
<description><![CDATA[Andaikan aku bisa menulis ulang masa laluku untukmu,
dengan senang hati akan kuulangi semuanya..
hmm]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color:#ff00ff;"><strong>Andaikan aku bisa menulis ulang masa laluku untukmu,</strong></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>dengan senang hati akan kuulangi semuanya..</strong></span></p></blockquote>
<p>hmm..</p>
<p>masa lalu..</p>
<blockquote><p><span style="color:#ff00ff;"><strong>yesterday is history and tomorrow is mistery..</strong></span></p></blockquote>
<p>justru karena masa depan itu adalah misteri, kita ga tau apa yg akan terjadi di masa depan,</p>
<p>sehingga melakukan beberapa kesalahan di masa lalu..</p>
<p>tapi yg terbaik adalah menyesali kesalahan itu, menjadikannya sebagai pengalaman, dan tidak akan mengulanginya lagi..</p>
<blockquote><p><span style="color:#ff00ff;"><strong>orang sebodoh apapun tidak akan jatuh ke lubang yang sama dua kali</strong></span></p></blockquote>
<p>yang jadi masalah adalah..</p>
<p>ada beberapa orang yang tidak dapat menerima kesalahan kita,</p>
<p>walaupun kita sudah teramat sangat menyesalinya.. T_T</p>
<p>bahkan terus saja disinggung2,</p>
<p>sehingga membuat orang yg bersalah merasa tambah bersalah dan terus tidak dapat melupakan kesalahannya..</p>
<p>padahal, orang itu pasti sangatttttt ingin melupakan kesalahan itu, bahkan kalo bisa amnesia aja pas di bagian hidup yg kelam itu.. wkwkwk..</p>
<p><strong><span style="color:#ff6600;">jika kita mengenal seseorang yg seperti itu, cobalah menerimanya tanpa melihat kesalahannya, tapi lihatlah dia sebagaimana apa adanya dia..</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff6600;">dan jangan menyinggung2 kesalahannya, karena hal itu pastilah hal yang sangat ingin dilupakannya dalam hidupnya..</span></strong></p>
<p>bukan bermaksud munafik ataupun sok jago dalam hidup.. :p</p>
<p>jika aku dihadapkan dalam hal yang sama,</p>
<p>mungkin aku tidak dapat menerimanya secara penuh, tapi aku akan sangat berusaha untuk melupakannya, agar dia juga dapat melupakannya.. setidaknya hal itu akan membuat suasana menjadi lebih baik..</p>
<p>&#62;.&#60;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Memaknai Pulang dan Catatan Kacau Tak Runut ! ]]></title>
<link>http://djoharmanik.wordpress.com/?p=72</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 05:47:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>jauhar</dc:creator>
<guid>http://djoharmanik.wordpress.com/?p=72</guid>
<description><![CDATA[jauhar mubarok
Pulang hanya dialami oleh orang-orang yang pernah pergi dan meninggalkan tempat berpi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>jauhar mubarok</p>
<p>Pulang hanya dialami oleh orang-orang yang pernah pergi dan meninggalkan tempat berpijak. Pulang adalah kembali pada zona keberangkatan. Tentunya setiap orang punya hak dalam memaknai titik mana dirinya berangkat. Belum pasti rumah, tapi ada kecenderungan itu.<br />
Pulang adalah suatu pengalaman untuk kembali mengalami masa-masa lalu. Kita dituntut untuk mengenang sesuatu peristiwa, keadaan yang pernah dilewati pada masa-masa sebelum kita pergi dan meninggalkannya. Maka pulang identik dengan romantisme ; tanpa kita sadari. Karena ketika kita kembali bayangan-bayangan masa lalu akan hadir dengan sendirinya. Tuntutan ziarah-kenangan akan selalu dituntut lewat orang-orang yang pernah kita kenal. Benda-benda yang pernah akrab dengan kita. Atau kondisi lingkungan fisik yang pernah sangat intim pada masa lalu. Ketika kita pulang pada hakikatnya kita menghadirkan kembali masa lalu dan kita komparatifkan dengan masa sekarang, kondisi kekinian.<!--more--><br />
Homo romantikus adalah salah satu istilah yang dapat disematkan pada manusia. Mungkin hanya pada manusia. Karena selama ini belum ada penelitian yang mengungkapkan binatang atau tumbuhan yang dapat mengenang masa lalu. Homo romantikus setara dengan animal symbolicum, hayawanun natiq, homo sapiens, homo ludens, dan sebutan-sebutan lainnya.<br />
Maka tidak mengherankan bila pariwisata juga menyediakan yang berhubungan dengan romantisme. Seseorang pernah menuliskan, “pariwisata hanya menuntut masa lalu!”. Dalam artian dalam salah-satu menu pariwisata yang dijual meliputi sesuatu hal yang berhubungan atau mengajak turis untuk beromantis-ria, merasakan dan menghadirkan masa lalu. Setidaknya hal tersebut dapat terlihat pada banyaknya turis yang suka berjalan-jalan ke tempat-tempat pertanian, perkebunan, desa yang asri, mengunjungi masyarakat tradisional/asli, dan sebagainya. Mereka mengunjungi tempat atau kondisi yang dianggap memiliki keunikan dan belum secara masif berinteraksi dengan modernitas dan globalisme. Meskipun tidak dinafikan juga banyak turis yang ketika hadir ke tempat wisata menikmati kesamaan dengan di tempat asalnya.<br />
Ketika mereka datang pada daerah-daerah dengan komunitas masyarakatnya yang terasa masih asli/tradisional mereka berkaca; guna resonansi atau sombong diri dengan tingkat peradabannya yang tinggi karena telah melalui evolusinya yang lebih dini dalam menapaki tahap-tahapnya.<br />
Perilaku memperbandingkan dua kondisi akan selalu terjadi. Tinggal bersifat ekstrem atau biasa saja. Juga tujuannya untuk apa. Dan itulah kelebihan manusia.<br />
Misalnya ketika aku pulang secara sadar atau tidak aku hadir dalam ruang yang berbeda dengan titik keberangkatan sebelumnya, meskipun aku pernah mengalaminya. Katakanlah dalam konteks ini pulang yang aku maksud adalah datang dan berada di Cilacap. Karena Cilacap adalah titik berangkat awalku; di mana aku lahir, tumbuh, dan mengalami masa kecilku di sana. Sedang Denpasar, Yogyakarta, dan Banyumas hanyalah tempat tinggalku sementara waktu; karena adanya maksud dan tujuan yang terpatri. Maksud dan tujuan atau yang aku lakukan di kota-kota tersebut sangat bersifat sementara. Dan tidak menutup-kemungkinan kesementaraan ini akan menjadi permanen dan abadi ketika telah menemukan alasan lainnya.<br />
Maka ketika pulang ke Cilacap aku akan berhadapan dengan kondisi Cilacap yang sekarang, yang sangat mungkin sudah sangat berubah dengan kondisi Cilacap yang pernah aku alami. Kata filsuf Herakleitos, hanya perubahan yang abadi. Sebuah kehadiran pada dua ruang/kondisi yang berbeda bisa jadi akan menjadi jembatan yang menghubungkan keduanya. Dan tidak menutup-kemungkinan diawali dengan perasaan kaget, ketakjuban, keheranan, asing, dan sebagainya. Adalah suatu kewajaran bila perasaan-perasaan tersebut bermunculan dan berkelit-kelindan dalam benak kita. Hal tersebut disebabkan oleh paradigma yang berbeda, atau titik pandang yang berbeda. Kita dibesarkan dan hadir dari masa lalu untuk melihat kekinian yang telah mengalami perubahan!. Kita memandang kekinian dengan masa lalu. Pun ketika kemarin aku pulang, sebagaimana pulang-pulang sebelumnya.<br />
Secara fisik tidak sedikit memang tempat lahir dan tumbuhku mengalami perubahan. Kini di depan stasiun banyak dibangun los-los yang dipakai untuk toko atau tempat jualan. Mulai mie ayam, soto ayam, apotek, bahan-bahan bangunan, kelontong, pupuk, dan sebagainya. Akhirnya sawah-sawah yang dulunya dapat jadi tempat bermain bola, mancing, dan sebagainya kini berubah jadi jajaran los tempat belanja bermacam kebutuhan, ragam keinginan. Aku tidak terlalu memperhatikan apakah pohon juwet masih ada? Selintas pandangan sepertinya sudah jadi almarhum. Hilang. Ditebang. Mungkin karena mengganggu pembangunan los-los itu.<br />
Alfamart. Sebelum bus yang kutumpangi sampai di desaku, di beberapa desa yang kulintasi aku melihat toko swalayan/mini market Alfamart. Waktu itu aku berpikir, “gila! Waralaba gaya hidup belanja sudah masuk desa”. Sudah begitu majukah desa itu hingga gaya hidup belanja dengan model swalayan hadir. Entah waktu itu yang terlintas di benakku apa; mungkin mengaguminya. Mungkin juga sinis melihat mentalitas masyarakat ke depannya. Akh.<br />
Namun begitu tahu di desaku juga ada, gila ! ternyata sudah begitu menjamurnya.<br />
Mungkin bagi masyarakat desaku berbelanja di Alfamart juga berbelanja dengan menyepadankan dirinya dengan perilaku orang kota yang kerap mereka tonton di televisi. Mereka sudah merasa laiknya orang kota. Hanya karena berbelanja dengan sistem pelayanan sendiri. Akh.<br />
Tidak menutup-kemungkinan suatu hari nanti akan ada, bukan lagi mini market, namun supermarket atau mall. Sebuah pasar besar yang dikelola oleh swasta. Tentunya keberadaan mall-mall tersebut akan menggeser keberadaan pasar-pasar tradisional. Sebelum pasar-pasar tradisional tersebut mati karena kalah dalam persaingan, masyarakat akan lebih dahulu meninggalkan kebiasannya belanja di pasar. Pasar seolah menjadi tempat yang menjijikkan, kotor, banyak tikus, becek, dan tidak bergengsi. Belum lagi iming-iming mall yang bersih, harga lebih murah, tidak perlu menawar, plus tempat yang nyaman, dan juga selain berbelanja menyeruput gaya hidup berbelanja. Maka keberadaan mall akan menyingkirkan para penjual yang bermodal kecil. Pedagang kecil. Yang tidak mampu menyewa tempat.<br />
Aku tidak terlalu kaget dengan perubahan sarana-prasarana fisik yang terjadi di desaku. Justru aku tersentak oleh orang-orang sekitarku. Aku tidak lagi paham dengan siapa ini, siapa itu. Ternyata waktu meninggalkan rumah sudah begitu lama. Aku berharap tidak lamur. Bila terhadap orang-orang yang sudah dewasa-tua, mungkin aku tidak terlalu pangling dengan perubahan yang ada. Aku pikir perkembangan secara fisik mereka sudah mentok tinggal kumis yang memanjang, rambut yang beruban, badan yang semakin keriput, gigi yang mulai banyak yang tanggal, dan sebagainya. Aku masih bisa mengingatnya, walau tidak jarang untuk mengiat namanya perlu bantuan. Terlalu lemah memoriku. Namun aku agak terkesima justru kepada anak-anak yang lebih kecil dibanding aku beberapa tahun. Mungkin malah masih sangat anak-anak ketika aku meninggalkan desaku itu. Aku mulai banyak yang tidak mengenalnya, baik nama atau anak siapa. Tidak ada pegangan untuk meraba-raba identitasnya.<br />
Anak-anak kecil kini telah tumbuh jadi remaja. Yang dulu sd kini sudah ada yang kuliah dan menikah. Banyak diantaranya justru telah selesai kuliahnya. Sudah menyandang A.Md (ahli madya) dan Sarjana. Mereka mengernyitkan dahi ketika tahu aku belum wisuda. Seolah tidak percaya. Akh. Ini salah satu alasan yang membuatku bertambah malu untuk kembali pulang. Aku berharap beberapa bulan mendatang aku akan jadi sarjana. Semoga.<br />
Bila sebuah pertanyaan dilontarkan padaku, “mengapa belum selesai kuliah?”. Kini aku tidak lagi punya alasan yang benar-benar benar. Bila aku menjawabnya dengan rangkaian alasan itu hanyalah pembenaran-pembenaran usang yang seharusnya tidak lagi terucapkan. Tapi dikerjakan!<br />
Semoga kepulangan ini dapat menambah laju semangat untuk cepat melesat. Semoga tidak malah tambah tersesat.<br />
Semoga!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari Duri ke Masa Lalu... (bagian 1)]]></title>
<link>http://thinkfaris.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 07:41:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fikri</dc:creator>
<guid>http://thinkfaris.wordpress.com/?p=6</guid>
<description><![CDATA[




Sedikit cerita pengalaman yang belum terlalu lama berselang mungkin bisa mengkatalisasi semanga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://insightbridge.com/images/Oil-Refinery-Pump-Image.jpg"><img class="size-full wp-image-55" src="http://thinkfaris.wordpress.com/files/2008/08/oil-refinery-pump-image.jpg" alt="sendiri..." width="181" height="171" /></a></dt>
</dl>
</div>
<h6>Sedikit cerita pengalaman yang belum terlalu lama berselang mungkin bisa mengkatalisasi semangat menulis…</h6>
<p>Hari itu di bulan September 2007</p>
<p>Saya diorder atasan untuk mengerjakan suatu analisis stabilitas kanal. Dia perlu semua hasil analisis untuk menyelidiki kelongsoran kanal ladang minyak di Duri dengan segala variasi ketinggian air dan saturasi tanah. Hal ini memaksaku untuk melakukan ratusan analisis perhari dalam minggu tersebut.</p>
<p>Akhir minggu itu,</p>
<p>Kepenatan, kejenuhan dan insomnia setelah sang atasan menenggelamkanku dalam bertumpuk analisis tidak menghalanginya untuk "menghiasi" penderitaan minggu itu dengan melayangkan pertanyaan:<!--moreSelanjutnya...--></p>
<p>"Fik, kalo kamu dikirim ke Duri mau ngga?" sambil melewatiku menuju ruang rapat.</p>
<p>Pertanyaan itu begitu spontan, sehingga saya jawab spontan pula</p>
<p>"No thanks Sir! hahaha", kujawab dengan tawa kering.</p>
<p>Mendengar jawabanku dia hanya tersenyum lalu masuk ke ruang rapat dengan gegas.</p>
<p>Dalam hatiku menggumam “Perasaanku ngga enak nih,... I have a bad feeling about this…”</p>
<p>Ya, perasaan terkadang tidak pernah salah,</p>
<p>pertanyaan si bos tadi ternyata semacam prolog untuk surat jalanku ke Duri.</p>
<p>Singkat cerita, saya dipanggil rapat beberapa menit setelahnya, dan semua jajaran direksi sudah sepakat, bahkan sebelum saya memasuki ruang rapat, untuk segera mengirim saya ke Duri setelah lebaran tahun itu.</p>
<p>Ke Duri untuk menyelesaikan masalah orang lain. Bukan fakta yang menyenangkan untuk mengakhiri pekan...</p>
<p>Malam itu, saya pulang dengan seribu beban. Kalau saja tugas jalan itu diberitahukan ketika kondisi lebih baik, lebih sedikit jenuh dan lelah, mungkin langkah saya tak akan seberat itu. Bayangan tentang terpencilnya kota itu, dan hal-hal negatif lainnya menggelayut di langit-langit kamar kos.</p>
<p>Namun, ada sedikit cahaya temaram di hati,<br />
sedikit menghibur kalbu,<br />
mengenai sebuah fakta tentang Duri,<br />
cahaya itu dari masa lalu….</p>
<h6>Kota Duri, terletak di provinsi Riau. Kota ini hanya memiliki dua jalan utama. Sungguh keterlaluan jika anda masih bisa tersesat di kota ini. Kota kecil ini hidup dari ladang minyak yang kini dikuasai korporat asing. Entah sampai kapan kota ini bisa bertahan, mengingat konsesi ladang minyaknya sudah mau habis...</h6>
<p style="text-align:right;"><em>Bersambung...</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Di depan pintu kos]]></title>
<link>http://coretanpinggir.wordpress.com/?p=148</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 18:04:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>coretanpinggir</dc:creator>
<guid>http://coretanpinggir.wordpress.com/?p=148</guid>
<description><![CDATA[

Coretan ini dibuat pada hari Minggu tanggal 13 September 1998. Tahun penuh demo yang melelahkan, S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://coretanpinggir.files.wordpress.com/2008/07/di-depan-pintu.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-147" src="http://coretanpinggir.wordpress.com/files/2008/07/di-depan-pintu.jpg" alt="" width="460" height="546" /></a></p>
<p><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Coretan ini dibuat pada hari Minggu tanggal 13 September 1998. Tahun penuh demo yang melelahkan, Soeharto turun sudah, terus apalagi? Aku tertegun dan merenung di depan pintu kos-kosan yang menghadap dinding rumah tetangga. Sementara itu tugas-tugas kuliah sudah mulai banyak yang terlewatkan akibat antusiasme demo dan sejenisnya. Bukannya melanjutkan renungan malah akhirnya iseng-iseng membuat sketsa atau coretan dinding rumah tetangga. Coretan kadang lebih nyata hasilnya dari pada merenung atau melamun hi...hi...hi...</p>
<p style="text-align:justify;">Skesa ini seperti halnya sketsa-sketsa lama lainnya yang sudah diposting di blog ini adalah hasil penyelamatan dari tumpukan-tumpukan kertas usang. Lumayan :)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Saat Aku Berpikir Tentang Masa Lalu]]></title>
<link>http://triaslama.wordpress.com/?p=208</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 23:03:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>triaslama</dc:creator>
<guid>http://triaslama.wordpress.com/?p=208</guid>
<description><![CDATA[Saat itu, dua tahun yang lalu aku sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN)&#8230;.
Saat itu, satu t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Saat itu, dua tahun yang lalu aku sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN)....<br />
Saat itu, satu tahun yang lalu aku sedang menjalani saat - saat persiapan untuk Acc skripsi dan pendadaran...<br />
Saat itu, lebih dari sembilan setengah bulan yang lalu aku memulai kehidupan di Jakarta...</em><em></em></p>
<p>Jika ada suatu cerita yang sangat menarik untuk disimak itulah kehidupan, kalau ada sesuatu yang penuh dengan harapan, penantian, atau mungkin juga kesulitan maka itulah kehidupan. </p>
<p>Saat aku membayangkan apa kira - kira yang sedang kulakukan satu tahun yang lalu? Setelah terlintas jawabannya, langsung saja terlintas dalam pikiranku, satu tahun yang lalu aku mungkin  nggak pernah membayangkan kalau saat ini aku akan berada di sini. Itulah kehidupan, waktu demi waktu yang harus kita jalani dan kita mungkin baru tahu setelah menjalaninya.</p>
<p>Salah satu hal yang membuat hidup ini menjadi menarik, karena kita tidak pernah tau pasti apa yang akan terjadi. Saat ini aku hanya mencoba untuk terus menjalani kehidupan, sambil mengusahakan yang lebih baik yang aku bisa, karena takdirku telah ditentukan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[suara pemilu besok ]]></title>
<link>http://awik1212.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 09:05:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>awik1212</dc:creator>
<guid>http://awik1212.wordpress.com/?p=109</guid>
<description><![CDATA[kalo ada capres yang masih berstatus jomblo sudah pasti aku pilih, kenapa eh kenapa?
prediksi presid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>kalo ada capres yang masih berstatus jomblo sudah pasti aku pilih, kenapa eh kenapa?</p>
<blockquote><p>prediksi presiden berstatus jomblo di perkirakan:</p>
<p>1. melarang orang berdua2an yang mbikin kepengen orang lain</p>
<p>2. fasilitas untuk orang2 jomblo pasti luar biasa banyaknya</p>
<p>3. banyak ke ga-jelas-an hidup...</p></blockquote>
<p>**orang stress lagi sebel**</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang Saudara]]></title>
<link>http://reney.wordpress.com/?p=45</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 01:33:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>reney</dc:creator>
<guid>http://reney.wordpress.com/?p=45</guid>
<description><![CDATA[ku akan menjagamu 
di bangun dan tidurmu
di semua mimpi dan nyatamu
ku akan menjagamu
tuk hidup dan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>ku akan menjagamu </em></p>
<p><em>di bangun dan tidurmu</em></p>
<p><em>di semua mimpi dan nyatamu</em></p>
<p><em>ku akan menjagamu</em></p>
<p><em>tuk hidup dan matiku</em></p>
<p><em>tak ingin... tak ingin kau rapuh...</em></p>
<p>Nyanyian dua pengamen berusia SD itu jauh dari bagus. Biasanya pengamen bersuara bagus, tetapi tidak kali ini. Satu fals, dan satu lagi sumbang. Demikianlah kaka beradik itu cocok satu sama lain.</p>
<p>Suara mereka sesekali tertelan bunyi gitarnya sendiri yang kadang berbunyi seperti nyanyian tokoh "Giant" dalam Doraemon. Belum lagi bisingnya bus metromini ibukota.</p>
<p>Namun, dengan kesederhanaan seperti itulah, ingatanku terbawa kepada seseorang. Namanya Indra. Dia sahabat terdekat, sekaligus saudara sepupuku. Dia sekarang berusia SMA. Kami dulu seperti Mario dan Luigi dalam Mario Bros: berpetualang bersama dalam dunia imajinasi kami yang tiada henti berubah, memperbarui dan memperkaya kami dengan penaklukan-penaklukan. Ya, penaklukan di dalam kertas-kertas gambar yang suka kami habiskan berlembar-lembar, penaklukan di layar video games, dan penaklukan di lapangan sepakbola.</p>
<p>Suatu hari kami bahkan kesetrum bersama. Begitu kuatnya daya listrik itu, sehingga kami terpental. Aku merangkak-rangkak dengan sisa tenaga, untuk mencari pertologan, sementara dia sudah tergeletak lemas. Untunglah setelah itu semuanya baik-baik saja.</p>
<p>Tapi itu semua masa lalu.</p>
<p>Sekarang, dia kerepotan menangani derasnya pengaruh buruk pergaulan di ibukota. Dan semuanya tampak tidak pernah sama lagi. Bolos sekolah, dikeluarkan, pergi dari rumah, hingga sempat dipenjara. Masa remaja memang sulit diduga.</p>
<p>Kabar terakhir, ia memutuskan mengambil Paket C dengan biaya sendiri. Sekarang ia bekerja sebagai pembuat tenda. Seadainya kamu tahu betapa kabar ini menjadi kejutan luar biasa bagi ibunya, yang sempat menunggui dia dipenjara, dan mengetahui apa saja perlakuan buruk polisi terhadap para napi, dan semua kebusukan-kebusukan lainnya disana.</p>
<p>Nanti, aku mau main lagi bersamanya. Pasti. Seperti nyanyian dua pengamen diatas.</p>
<p>Dan nyanyia itupun selesai sudah. Kedua pengamen berusia SD tersebut turun dari bis setelah menyebarkan kantong untuk menampung uang.</p>
<p>"Jangan lompat, awas jatoh" Si kondektur berteriak lantang kepada yang kecil.</p>
<p>"Ah biarin bang, jatoh kebawah ini" Si kecil berteriak.</p>
<p>Dan keduanya melompat dari bis, mencari bis lain untuk dilompati lagi setelahnya, sambil ditemani gitar bersuara Giant "Doraemon".</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[hilang tak sisa]]></title>
<link>http://sapadunia.wordpress.com/?p=114</link>
<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 11:18:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Indra Hadi</dc:creator>
<guid>http://sapadunia.wordpress.com/?p=114</guid>
<description><![CDATA[ketika angin telah berhenti berhembus
sejuk di hati telah melesap.. hilang..
hanya bekasnya tersisa.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>ketika angin telah berhenti berhembus</p>
<p>sejuk di hati telah melesap.. hilang..</p>
<p>hanya bekasnya tersisa..</p>
<p>terlukis di atas pasir tak berbentuk.. sulit dimaknai..</p>
<p>kini pasir telah menjadi jalan untuk tapak diri menatap esok..</p>
<p>mencari matahari yang belum terbit..</p>
<p>berjalan sendiri buta tanpa arah.. bersedih sendiri tanpa tangis..</p>
<p>berdiam membantu tanpa bunyi..</p>
<p>terus melangkah mengais angin.. berlantai pasir..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Introspeksi]]></title>
<link>http://prestatif.wordpress.com/?p=129</link>
<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 06:50:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Bans</dc:creator>
<guid>http://prestatif.wordpress.com/?p=129</guid>
<description><![CDATA[Jadikan masa lalu sebagai pelajaran dan tanda syukur serta sebuah harapan untuk kehidupan yang lebih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Jadikan masa lalu sebagai pelajaran dan tanda syukur serta sebuah harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Tak ada salahnya jika kita membuka lembaran-lembaran lalu yang penuh dengan kepiluan untuk melihat sejauh mana kita berkembang sampai saat ini.</p>
<p>Seperti tahun lalu aku menulis, <a href="http://prestatif.wordpress.com/2007/07/06/">Mari Perbaiki diri!</a> maka sampai saat sekarang pun ajakan itu tetap berlaku sampai akhir jaman. Dengan terlebih dahulu memperbaiki dari yang paling rentan yaitu lidah; makhluk tak bertulang -<a href="http://prestatif.wordpress.com/2007/07/17/">Jagalah lisan!</a>. Lalu setelah semua itu aku mulai berpikir tentang rezeki; <a href="http://prestatif.wordpress.com/2007/07/20/">Pandanganku terhadap rezeki</a>. Dan pada akhirnya aku hanya bisa memberi setengah perhatian <a href="http://prestatif.wordpress.com/2007/07/28/">Life in spirit</a>.</p>
<p>Itulah aku pada Juli tahun 2007.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nonton film tengah malam]]></title>
<link>http://siarik.wordpress.com/?p=82</link>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 13:53:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>siarik</dc:creator>
<guid>http://siarik.wordpress.com/?p=82</guid>
<description><![CDATA[Sesampainya di rumah kurang lebih pukul setengah satu pagi, seperti biasa saya masuk kamar untuk ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sesampainya di rumah kurang lebih pukul setengah satu pagi, seperti biasa saya masuk kamar untuk berganti pakaian, lalu setelah itu saya mencuci muka, kaki dan tangan saya supaya lebih terasa nyaman. Lalu saya menyalakan komputer untuk melihat acara TV kebetulan di komputer saya pasang TV Tuner buat bisa menonton TV.</p>
<p>Saya ambil remote lalu saya pilih channel tv acara favorit saya yaitu sport 7 di trans 7, selain berita olahraganya bagus, saya juga tertarik dengan pembawa acaranya, bukan karena dia menarik atau apa tapi karena pembawa acara tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan sempurna itu menurut pandangan saya lho :)</p>
<p>Sambil menonton acara tsb, saya membaca koran yang setiap hari saya selalu bawa, habis gratis sih sayang kan kalau tidak di bawa. Saya paling suka membaca rubrik Investasi, Bisnis dan Iklan :) sambil di temani susu ultra rasa coklat kegemaranku. hmmm.... Sedap rasanya.</p>
<p>Tidak terasa sudah jam 1 pagi, bacaan koran sudah saya lahap tapi mata saya belum mengantuk. Lalu saya ambil remote lagi untuk mengganti channel, Ternyata di RCTI ada sebuah film ceritanya menarik juga, sayang agak telat saya menonton film tsb tapi tidak apalah daripada tidak menonton sama sekali.</p>
<p>Mata saya terus melotot melihat kisah film tersebut, kisahnya sangat menarik karena di film tersebut mengisahkan seorang wanita yang ternyata banyak di sukai oleh setiap pria karena selain wanita ini cantik tapi hatinya juga baik. Si wanita ini sudah punya suami, cuma dia merasa hidup bersama suaminya terasa kurang nyaman. Seiring berjalannya waktu si wanita menemukan sosok pria yang membuat hatinya nyaman. Si pria ini sering memperhatikan si wanita itu karena mereka sama-sama bekerja di tempat yang sama. Selain pria ini ada juga pria lain yang menyukai wanita itu yaitu pria yang merupakan teman dekat suaminya.</p>
<p>Suatu saat perselingkuhan antara wanita dan pria teman sekerjanya itu di ketahui oleh pria yang merupakan teman dekat suaminya. Supaya pria ini tidak membocorkan ke suaminya dia meminta si wanita itu untuk tidur bersamanya. Suasana semakin runyam karena pria teman sekantornya mengajak menikah, tetapi si wanita menolak karena alasannnya sudah punya suami dan dia tidak ingin meninggalkannya walaupun dia merasa tidak nyaman hidup dengan suaminya itu. Setelah merasa di tolak itu si pria yang teman sekantornya itu nekat mencuri uang yang ada di brangkas ruangan bosnya, uang tersebut akan di pergunakan untuk kabur dan membawa wanita idamannya itu untuk ikut bersamanya.</p>
<p>Merasa kehidupannya menjadi tambah kusut, akhirnya si wanita ini melapor ke bosnya bahwa pria rekan sekantornya itu yang mencuri uang perusahaan. Keesokannya pria teman sekantornya itu tewas bunuh diri di sebuah tempat persembunyiannya. Apakah setelah pria teman sekantornya tewas si wanita ini menjadi nyaman ? ternyata belum, ternyata si wanita ini hamil, padahal suaminya merasa spermanya kurang bagus karena sudah berulang kali tes ke dokter tapi hasilnya kurang memuaskan.</p>
<p>Suaminya curiga kalau istrinya ini selingkuh. Akhirnya istrinya mengakui bahwa dia selingkuh, lalu di tamparlah muka istrinya tersebut. Setelah di tampar oleh sang suami, sang suami merasa menyesal karena telah menamparnya lalu segera memeluk istrinya itu. Setelah kejadian tsb tidak lama kemudian mereka mempunyai anak dan hidup bahagia. Sungguh kisah yang dramatis.</p>
<p>Film yang saya tonton judulnya <strong>"The Good Girl"</strong><br />
Plot cerita terjadi pada seorang wanita muda yang sudah menikah dimana hidupnya yang bosan berubah menjadi lebih buruk ketika perselingkuhan dengan karyawan discount-store terjadi.</p>
<p>Setelah nonton film tsb, saya dengerin radio sonora lewat hp biar cepat tidurnya.... habis suara penyiarnya mendayu..dayu.. hehehehe...</p>
<p>Jam sudah menunjukan 03.40 mata saya terlelap... zzzzz..zzz.....zz........</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Setangkai]]></title>
<link>http://coretanpinggir.wordpress.com/?p=143</link>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 17:06:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>coretanpinggir</dc:creator>
<guid>http://coretanpinggir.wordpress.com/?p=143</guid>
<description><![CDATA[
Setangkai mawar. Baru-baru ini saya kembali menemukan beberapa coretan masa lalu dari tumpukan kert]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://coretanpinggir.files.wordpress.com/2008/07/mawar.jpg" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-142" src="http://coretanpinggir.wordpress.com/files/2008/07/mawar.jpg" alt="" width="460" height="528" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Setangkai mawar. Baru-baru ini saya kembali menemukan beberapa coretan masa lalu dari tumpukan kertas-kertas tak terurus. Satu-satu coretan tersebut akan memenuhi ruang-ruang coretanpinggir , lumayan daripada menjadi sampah di gudang lebih baik menjadi "sampah" di ruang blog ini :).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari tanggal yang tertera di sana, coretan ini dibuat tanggal 14 April 2002. Wow... Semua ingatan masa-masa coretan iseng ini dibuat kembali muncul.  Masa lalu....  :)<a href="http://coretanpinggir.files.wordpress.com/2008/07/mawar.jpg" target="_blank"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malam itu....]]></title>
<link>http://siarik.wordpress.com/?p=76</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 13:06:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>siarik</dc:creator>
<guid>http://siarik.wordpress.com/?p=76</guid>
<description><![CDATA[Malam itu ditaman masih di selatan Jakarta, kulihat mereka sangat bahagia, berpegangan tangan, bahka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Malam itu ditaman masih di selatan Jakarta, kulihat mereka sangat bahagia, berpegangan tangan, bahkan sesekali berpelukan mesra....padahal setahuku diantara mereka tidak terjadi suatu hubungan khusus....mereka hanya sekedar teman biasa.</p>
<p>Kuingin mengganggunya, ikut merasakan kebahagiaan mereka... tapi aku malu. Meskipun diantara mereka hanya ada tali pertemanan, tapi rasanya aku enggan untuk bersama dengan mereka, padahal disini, aku, sendirian... tidak ada teman untuk ngobrol. Akhirnya aku hanya duduk sendirian sambii memegang buku harianku, bertuliskan : GLORY- dimuka halamannya..hi..hi...ini hasil karyaku sendiri.</p>
<p>Kutulis kata demi kata apa yang tengah kualami, kulihat mereka masih menikmati terangnya lampu taman, tak jarang kudengar tertawa geli perempuan itu sangat manja,..dan laki-laki pun sepertinya juga sangat bahagia.</p>
<p>Malam semakin larut, awan mendung dan gelap tak lama hujanpun turun sangat lebat. Dan aku pun langsung berlari mencari tempat teduh disekitar taman itu, kulihat ada sebuah 'gazebo'...yah lumayanlah, minimal aku tidak kuyub kehujanan...buku harianku tak ketinggalan, masih ada pada genggamanku.</p>
<p>Namun....ketika kuingat tentang mereka berdua, kulihat mereka masih bersama...ditempat yang sama. Rasanya aku ingin berteriak memanggil mereka, tapi.... , kurasa tak perlu. Mereka berpelukan sangat erat... Aku iri.</p>
<p>'Wah, enaknya...hujan lebat, udara dingin...tubuh yang kurus ini dipeluk erat oleh laki-laki bertubuh tinggi dan besar...mmm, sangat hangat!!', pikirku saat itu. Dan, kemudian, setelah 1 jam lamanya kumenunggu hujan mereda, laki-laki itu beranjak dari duduknya, dan perempuan itu terbangun dari pelukan. Namun, kulihat wajah sendu pada dirinya, diri perempuan itu...'hey, ada apa ya ??', gumamku dalam hati dan kemudian terlontar dari bibirku.</p>
<p>Kukerutkan keningku...ingin segera kumengetahui apa yang telah terjadi antara mereka... Mata itu, mata itu terlihat sembab...airmatanya ternyata sudah larut bersama lebatnya hujan...tak lama, pegangan tangan merekapun terhempas. Laki-lakipun pergi meninggalkannya sendiri kasihan perempuan itu.</p>
<p>Udara semakin dingin, kulihat bajunya sudah melekat ditubuhnya yang kuyub...kuakan menghampirinya. 'Hai.., sapaku pelan dan sedikit agak takut. Matanya mulai melihat kearahku sayu...akupun berlutut didepannya, seketika juga ia memelukku erat, dan menangis...</p>
<p>Kumembelainya, dan mencoba untuk menenangkan dia..."Ada apa??.. kuperhatikan sejak tadi kalian tampak bahagia, tidak sedikitpun kulihat raut wajah sedih, namun sekarang, kau menangis...wajahmu sangat jelek..., jangan marah ya kubilang kamu jelek, aku becanda!!"</p>
<p>Senyum manis yang sangat kecil tersungging dibibirnya, seperti tidak rela. "Sejak tadi kamu memperhatikan kami ?? Apa menurutmu ??", katanya. Aku menggelengkan kepala tanda tak tahu... Aku menyayanginya, kuingin banyak berbuat untuknya, tapi ia tidak menyayangi aku, dan aku harus memahaminya, kini kami bukan lagi teman bahkan sepasang kekasih seperti yang kau lihat....kini ia pergi meninggaikanku, dan akupun juga harus merelakannya,..", ucapnya dengan ekspresi tatapan kosong. Aku termenung dan larut oieh suasana hatinya saat itu...</p>
<p>"pastinya kamu punya banyak kenangan bersamanya ya,,,?", tanyaku masih ingin tahu.... "lya, sangat banyak....hingga aku tak tahu bagaimana cara untuk dapat melupakannya...", jawabnya masih dengan tatapan kosong..."Kamu sangat sedih ya ??? Meskipun aku tidak pernah mengalami hal ini, tapi aku dapat merasakannya...maaf kan aku yaa, rasanya ko' aku ni 'wants to know ajah... he..he...", imbasku kepada perempuan itu.</p>
<p>"lya, sangat sedih...kuberuntung ada kau, kau dapat menemaniku, minimal aku bisa mencurahkan isi hati ini, bila saja tidak, kuberharap hujan lebat datang lagi, angin kencang melanda dan menggulung tubuhku dan membawaku entah kemana...aku lelah", bicaranya dengan nada suara datar...dan akupun hanya bisa terbelalak, dan diam seribu bahasa...sambil berpikir, perempuan ini sudah sakit...</p>
<p>Ditulis oleh : FXRH MWSA, 13 Januari 2006</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Telepon dari seorang teman lama yang mendatangkan rejeki]]></title>
<link>http://siarik.wordpress.com/?p=72</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 13:12:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>siarik</dc:creator>
<guid>http://siarik.wordpress.com/?p=72</guid>
<description><![CDATA[Sabtu pagi 5 juli 2008 jam 10 pagi, saya sedang tiduran sambil mendengar lagu-lagu mellow di hp dari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu pagi 5 juli 2008 jam 10 pagi, saya sedang tiduran sambil mendengar lagu-lagu mellow di hp dari lantai bawah mamaku memanggil dia bilang ada telepon, lalu aku segera turun untuk menjawab telepon tsb.</p>
<p>Disuara telepon itu terdengar suara laki-laki yang saya tidak mengenalnya.<br />
Penelepon   : "Hallo ini Ari bukan ?"<br />
Ari               : "Iya jawabku ini siapa ya ?"<br />
Penelepon   : "Gw Andri Promosi GLM, masih ingat gak ?"<br />
Ari              : "Andri Promosi ? (Sambil mengingat-ingat). Oh iya Andri dulu partnernya zul, Pa kabar ndri sahutku"</p>
<p>Penelepon  : "Baik Ri, gimana kabar lu ?"<br />
Ari              : "Baik Ndri, gimana kabar lu juga wah tumben nelpon ada apa nih sahutku, tau no telepon rumah dari mana ndri"<br />
Penelepon  : "Iya nih ri, kebetulan ada project buat lu kira-kira minat gak nih ?, gw tau telplu karena gw masih menyimpannya"</p>
<p>Itulah sekilas percakapan antara saya dan temanku Andri.<br />
Ternyata telepon dari Andri membawa berita gembira dia mau mengajak saya untuk bekerja sama. Dia meminta bantuanku untuk membuat program database customer untuk kantornya yang sedang dia rintis. Tanpa pikir panjang saya bilang ok.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I believe..]]></title>
<link>http://unekunekotak.wordpress.com/?p=103</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 12:54:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>unekunekotak</dc:creator>
<guid>http://unekunekotak.wordpress.com/?p=103</guid>
<description><![CDATA[Temanku berkata :
Dia hanya masa lalu..seperti lainnya..
kan tetap ada..tak bisa kau hapus..
tapi bi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Temanku berkata :</strong></p>
<p>Dia hanya masa lalu..seperti lainnya..</p>
<p>kan tetap ada..tak bisa kau hapus..</p>
<p>tapi biarkanlah dia tetap seperti itu..sebagai bayang..</p>
<p>biarkan dia datang..sebagai kenangan..</p>
<p>bukan ancaman..bukan sakit yang tertahan..</p>
<p>dan dia kan menghilang..dengan lembut..dengan belaian sayang..</p>
<p>Kepahitan..sakit..kecewa..adalah kewajaran..</p>
<p>sikap kita setelah semua itu..adalah kedewasaan yang nyata..</p>
<p>bisakah kita bangun? bisakah kita berjalan tegak?</p>
<p>biarkanlah dia datang..biarkanlah ia terkenang..</p>
<p>karena itu adalah perjalanan..</p>
<p>yang pernah kita lewati sebelum mati nanti..</p>
<p><strong>Aku mengerti :</strong></p>
<p>Aku percaya..aku kan bahagia..meski harus melepasnya..</p>
<p>aku kan tersenyum..saat dia datang..</p>
<p>aku kan menatapnya dengan lembut..</p>
<p>aku kan menyapanya dengan kata yang santun..</p>
<p>aku telah siap dengan semua itu..temanku..</p>
<p><strong>Temanku berkata :</strong></p>
<p>Aku tahu..karena kau memang layak bahagia..</p>
<p>Aku percaya itu..</p>
<p><strong>Aku berkata :</strong></p>
<p>Aku pun percaya itu..</p>
<p><strong>nb. Berbagi dengan yang lain..</strong></p>
<p><strong>Semua masalah pasti ada jalan keluar..</strong></p>
<p><strong>Ada penyelesaian..</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[capo lam nyet pho]]></title>
<link>http://henings.wordpress.com/?p=217</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 05:33:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>heningsept</dc:creator>
<guid>http://henings.wordpress.com/?p=217</guid>
<description><![CDATA[Yang udah baca &#8220;Sang Pemimpi&#8221;-nya Andrea Hirata pasti tau ada tokoh yang bernama Capo La]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Yang udah baca "Sang Pemimpi"-nya Andrea Hirata pasti tau ada tokoh yang bernama Capo Lam Nyet Pho. Sebutlah dia "juragan ikan" di Belitong sana. Wirausahawati yang setiap harinya memasok ikan ke pasar. Andrea menceritakan Capo sebagai pengusaha sejati, orang yang jeli melihat <em>possibility </em>dan memiliki kemampuan istimewa yang bahkan seorang sarjana belum tentu punya: <strong>kemampuan merealisasikan mimpi menjadi kenyataan</strong>.</p>
<p>Akhir2 ini gw banyak bermimpi. Memenuhi kepala dengan rencana2. Terutama rencana setelah lulus. "Abis lulus mau ini, terus mau itu juga, dan mau begini juga, lalu mau begitu juga..". Ada beberapa poin di sini.. Satu, merencanakan itu memang asik. Dan gw bersyukur bisa membuat rencana dan bermimpi. Itu penting. Karena gw pernah ngerasain takut bermimpi dan rasanya nggak enak banget. Tapi, yang kedua, perencanaan itu seharusnya janganlah menjadi fokus utama. Maksudnya, bolehlah berencana tapi toh sekarang ini gw kan hidup di masa ini. Sekarang, bukan di masa depan di mana rencana2 itu gw bayangkan akan menjadi kenyataan. Memang terkadang sulit untuk fokus ke masa ini karena godaan kenangan masa lalu dan harapan masa depan (saahh..) Tapi seperti kata orang bijak, hidup yang kita miliki ya emang cuma hari ini, saat ini. Masa depan belum tentu ada. Dan yang ketiga, tentang kemampuan si Capo itu. Gw tau banyak kok impian gw yang bisa gw wujudkan mulai saat ini. Cuma yang kurang itu. Apa ya.. keinginan/keberanian yang kuat untuk merealisasikannya.. Gimana dong biar bisa memiliki kemampuan untuk merealisasikan ide dan mimpi jadi kenyataan? hehehe..</p>
<p>Btw, tulisannya kamal yang <a href="http://kamal87.wordpress.com/2008/07/01/paradigma-pengusaha/#comment-1988">ini</a> nyambung deh. Sok atuh dibaca. Bagus banget.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jualan CD]]></title>
<link>http://siarik.wordpress.com/?p=71</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 13:06:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>siarik</dc:creator>
<guid>http://siarik.wordpress.com/?p=71</guid>
<description><![CDATA[Karena ada seorang teman yang sedang terkena musibah, saya ikut terdorong untuk membantu mencari dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Karena ada seorang teman yang sedang terkena musibah, saya ikut terdorong untuk membantu mencari dana buat pengobatannya. Saya menghubungi teman-teman saya satu persatu untuk membeli cd rohani tsb. Akhirnya ada seorang teman yang ingin membeli CD rohani tsb. Setelah ditentukan waktunya, akhirnya di putuskan hari selasa tanggal 1 juli 2008 jam 9 pagi saya bertemu dengan temanku itu.</p>
<p>Jam menunjukan pukul 7 pagi, saya terbangun dan langsung sms ke temanku itu untuk confirm soal lokasinya. Setelah itu saya langsung bersiap-siap untuk berangkat. Sesampainya di pasar festival kuningan saya menaiki sebuah shutle bus yang memang di siapkan untuk karyawan yang bekerja di perkantoran rasuna. Di dalam bus itu saya pelonga-plongo... dalam hati sebenarnya was-was mau di bawa kemana diriku ini oleh supir shutle bus itu.</p>
<p>Akhirnya supir tsb bicara "rasuna office park", wah langsung deh saya bilang kiri pak "kebiasaan naik mikrolet" :) ternyata memang para karyawan yang naik shutle bus itu turunnya ke tempat tujuan yang sama.<br />
Setelah itu saya masuk ke lobby dan menuju ke bagian resepsionis gedung tsb.</p>
<p>Setelah di beritahu oleh satpam saya langsung menuju tempat tujuan. Sesampainya disana saya menunggu di sebuah kursi tamu sambil membaca sebuah koran, tidak lama kemudian temanku itu muncul dan mengajakku keluar kantornya untuk mencari tempat yang nyaman buat bertemu.</p>
<p>Lalu kami menuju sebuah food court perkantoran tsb untuk ngobrol-ngobrol sambil minum kopi hangat. Tidak lama kemudian saya menelepon teman lamaku juga untuk sekalian bergabung sekaligus melepas kangen karena sudah lama juga saya tidak bertemu. Akhirnya teman lamaku itu datang lalu kami bertiga saling bertukar cerita.</p>
<p>Setelah itu saya pamit untuk balik ke kantor, dan saya juga mendapat sebuah CD yang didalamnya ada lagu "Nderek Dewi Maria" pemberian temanku itu. Sesampainya di kantor saya menyetel lagu tsb... wah hati terasa adem....</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ku ingin kembali ke masa lalu]]></title>
<link>http://apasalahku.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 10:36:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>rudianaeva</dc:creator>
<guid>http://apasalahku.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[Hari yang kulalui terasa sangat berat, entah itu cobaan atau siksaan dari yang maha kuasa.
Aku tak b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari yang kulalui terasa sangat berat, entah itu cobaan atau siksaan dari yang maha kuasa.</p>
<p>Aku tak bisa berbuat apa apa setelah semua terjadi begitu cepat.</p>
<p>Rasa kecewa yang sangat besar didada ini membuat aku tak bisa melakukan apapun. Tubuhku terasa lemah, lemas dan terasa tak bernyawa. Aku hanya diam sendiri ditemani oleh komputerku yang sudah tua.</p>
<p>APA SALAHKU?</p>
<p>APA SALAHKU HINGGA HIDUPKU SEPERTI INI?</p>
<p>Mengapa setiap yang aku inginkan, setiap yang aku dambakan selalu hilang dan tak pernah aku miliki.</p>
<p>Semuanya hilang menjadi abu, abu masa lalu kelabu yang takan pernah bisa kembali lagi.</p>
<p>Ingin rasanya aku kembali kemasa lalu dan kuperbaiki semua kesalahanku. Namun itu juga mimpiku dan anganku yang juga takan pernah tercapai.</p>
<p>"TUHAN KEMBALIKAN AKU KEMASA LALU AGAR BISA KUPERBAIKI SEMUA SALAHKU"</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dua Jempol Untuk Jalan Sesama]]></title>
<link>http://shallypristine.wordpress.com/?p=58</link>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 09:41:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>shallypristine</dc:creator>
<guid>http://shallypristine.wordpress.com/?p=58</guid>
<description><![CDATA[Familiarkah anda dengan tayangan Jalan Sesama (JS) ? Variety show untuk anak dengan durasi 30 menit ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Familiarkah anda dengan tayangan Jalan Sesama (JS) ? Variety show untuk anak dengan durasi 30 menit ini diputar di stasiun Trans 7 setiap pukul 13.30 selama Senin sampai Jumat. Jangan heran dengan banyaknya kesamaan antara JS dengan Sesame Street (SS) yang asalnya dari Amerika sana, JS memang SSnya Indonesia. Awal 2000-an, SS pernah 'dilokalkan' oleh SCTV namun tidak berhasil menggaet pemirsa sebagaimana suksesnya Sesame Street dahulu.</p>
<p>Oleh karena itu, kali ini konsep repackage SS untuk anak-anak Indonesia dalam JS dibuat dengan lebih matang. Jangan harapkan Elmo, Grover, Cookie Monster atau Kermit akan tampil dominan dalam JS. Indigo Production sebagai production house yang memenangkan tender produksi JS justru menampilkan karakter-karakter baru sebagai tokoh utama.</p>
<p><a href="http://shallypristine.files.wordpress.com/2008/06/graphic12.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-62" src="http://shallypristine.wordpress.com/files/2008/06/graphic12.jpg?w=151" alt="Momon dan Putri, Tan-tan, Jabrik" width="151" height="300" /></a></p>
<p>Mereka adalah Tan-tan, Jabrik, Momon dan Putri. Tan-tan si orang utan adalah karakter yang dewasa, berwawasan luas dan sangat menyukai pisang. Momon si monyet adalah karakter yang kreatif dan senang menggambar. Jabrik si badak bercula satu adalah karakter yang penuh rasa ingin tahu dan polos. Sementara Putri digambarkan sebagai gadis kecil yang periang dan aktif.</p>
<p>Selain keempat tokoh boneka tadi, di JS juga hidup karakter-karakter lain yang mendukung gambaran kehidupan yang sangat meng-Indonesia. Ada keluarga Pak Bagus yang merupakan tipikal keluarga Indonesia, ada Pak Dalang yang sering mendongeng untuk anak-anak di JS, dsb. Suasana setting tempat syuting pun dibuat seperti berada di kebanyakan kawasan sub-urban Indonesia dengan rumah beratap miring, pagar tanaman, dsb.</p>
<p>JS memang diharapkan bisa menjadi sarana edukasi bagi anak. Pemilihan orang utan dan badak bercula satu sebagai karakter utama disengaja untuk mengenalkan kedua jenis binatang langka Indonesia kepada anak-anak. Momon dan Putri juga tidak kalah Indonesia, kedua karakter ini mengenakan pakaian khas Indonesia. Momon menggunakan sarung (?) tenunan ulos dan Putri senantiasa mengenakan baju berbahan batik.</p>
<p>Dua jempol saya acungkan untuk JS. Tidak hanya karena penggarapannya yang matang, tetapi juga karena JS menjadi preseden baik untuk dunia hiburan anak Indonesia. Dua jempol juga saya acungkan untuk Trans 7 yang konsisten menghadirkan tayangan anak bermutu melalui deretan acara macam Si Bolang, Laptop si Unyil, Jalan Sesama dan Cita-citaku. Salut!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kasih itu...]]></title>
<link>http://siarik.wordpress.com/?p=70</link>
<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 18:22:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>siarik</dc:creator>
<guid>http://siarik.wordpress.com/?p=70</guid>
<description><![CDATA[KASIH itu panjang sabar
KASIH itu penyayang
KASIH itu tidak ada dengki
KASIH itu murah hati
KASIH it]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>KASIH itu panjang sabar<br />
KASIH itu penyayang<br />
KASIH itu tidak ada dengki<br />
KASIH itu murah hati<br />
KASIH itu menutupi segala sesuatu<br />
KASIH itu percaya segala sesuatu<br />
KASIH itu mengharapkan segala sesuatu<br />
KASIH itu sabar menanggung segala sesuatu<br />
KASIH itu mau saling berkorban<br />
KASIH itu bisa menjaga hati<br />
KASIH itu takut kehilangan pasangan<br />
KASIH itu komunikatif<br />
KASIH itu bisa menerima kekurangan<br />
KASIH itu humoris<br />
KASIH itu indah<br />
KASIH itu merasa nyaman<br />
KASIH itu ...</p>
<p>KASIH itu penuh kasih sayang<br />
KASIH itu penuh senyum<br />
KASIH itu penuh kelembutan<br />
KASIH itu penuh kemesraaan<br />
KASIH itu penuh kejujuran<br />
KASIH itu penuh keterbukaan<br />
KASIH itu penuh keiklasan<br />
KASIH itu penuh ketulusan<br />
KASIH itu penuh perasaan<br />
KASIH itu penuh belaian<br />
KASIH itu penuh pujian<br />
KASIH itu penuh kehangatan<br />
KASIH itu penuh kedamaian<br />
KASIH itu penuh kerelaan hati<br />
KASIH itu penuh ...</p>
<p>KASIH itu saling berbagai perasaan<br />
KASIH itu saling berbagi cerita<br />
KASIH itu saling mendoakan<br />
KASIH itu saling melayani<br />
KASIH itu saling membantu<br />
KASIH itu saling mempercayai<br />
KASIH itu saling menghargai<br />
KASIH itu saling membahagiakan<br />
KASIH itu saling memanjakan<br />
KASIH itu saling memberikan kehangatan<br />
KASIH itu saling perhatian<br />
KASIH itu saling berterimakasih<br />
KASIH itu saling memaafkan<br />
KASIH itu saling bergandengan-tangan<br />
KASIH itu saling berpelukan<br />
KASIH itu saling mengucap syukur<br />
KASIH itu saling ...</p>
<p>KASIH itu tidak berkesudahan<br />
KASIH itu tidak pemarah<br />
KASIH itu tidak berlaku kasar<br />
KASIH itu tidak ada dusta<br />
KASIH itu tidak ada makian<br />
KASIH itu tidak ada dendam<br />
KASIH itu tidak ada dengki<br />
KASIH itu tidak ada benci<br />
KASIH itu tidak menjerumuskan<br />
KASIH itu tidak ingkar janji<br />
KASIH itu tidak ringan-tangan<br />
KASIH itu tidak ada ngambek<br />
KASIH itu tidak ada cemburu<br />
KASIH itu tidak memegahkan diri sendiri<br />
KASIH itu tidak sombong<br />
KASIH itu tidak keras hati<br />
KASIH itu tidak ada kemunafikan<br />
KASIH itu tidak melakukan yang tidak sopan<br />
KASIH itu tidak mencari keuntungan diri sendiri<br />
KASIH itu tidak menyimpan kesalahan pasangan<br />
KASIH itu tidak ...</p>
<p>KASIH itu selalu ada waktu untuk olahraga bersama<br />
KASIH itu selalu ada waktu untuk makan bersama<br />
KASIH itu selalu ada waktu untuk wisata bersama<br />
KASIH itu selalu ada waktu untuk belanja bersama<br />
KASIH itu selalu ada waktu untuk bercengkerama<br />
KASIH itu selalu ada waktu untuk romantisme<br />
KASIH itu selalu ada waktu untuk rayuan<br />
KASIH itu selalu ada waktu untuk bercerita<br />
KASIH itu selalu ada waktu untuk berterimakasih<br />
KASIH itu selalu ada waktu untuk...</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[GENG waNiTa, kemudian GeNg GeNg GeNg LaiNnya]]></title>
<link>http://awik1212.wordpress.com/?p=95</link>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 08:45:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>awik1212</dc:creator>
<guid>http://awik1212.wordpress.com/?p=95</guid>
<description><![CDATA[sedikit prihatin melihat penomena yang terjadi, kekerasan yang dulu di dominasi oleh kaum lelaki, ki]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">sedikit prihatin melihat penomena yang terjadi, kekerasan yang dulu di dominasi oleh kaum lelaki, <img class="alignright" style="border:1px solid black;margin:2px 4px;" src="http://www.geocities.com/zimmski/asian-girl-fight.jpg" alt="" width="160" height="140" />kini sudah merambah sampai ke kaum hawa, yang seharusnya kaum hawa itu menunjukan sisi lemah lembut, gemulai, dan memberikan efek "damai" saat dipandang, kini arah mata itu sedikit memburam saat melihat kenyataan yang sedang terjadi, sehingga menyebabkan garuk2 mata dan berkata <em>"ah... itu cewek po? masa pelakunya cewek?"</em></p>
<p style="text-align:justify;">kekerasan itu dulu sebelum bumi ini tercipta memang sudah ada, karena kekerasan  merupakan wujud imajiner dari segala hal yang tertekan dan mengalami destruksi di dalamnya.. segala penekanan menghasilkan timbal baik yang relatif jauh lebih besar (berbahaya). ga ada yang salah sih sama kenyataan yang terjadi. ini. namun ulah wanita wanita perkasa ini sebenarnya ada karena <strong>hasil didikan</strong>. bukan spontan. bukan keinginan yang muncul begitu saja...</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
