<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>krl &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/krl/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "krl"</description>
	<pubDate>Tue, 13 May 2008 18:33:34 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Januarisman - dari KRL ke Indonesian Idol 2008]]></title>
<link>http://deatta.wordpress.com/?p=95</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 11:38:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>dessysw</dc:creator>
<guid>http://deatta.wordpress.com/?p=95</guid>
<description><![CDATA[Ada yang menarik dari audisi Indonesian Idol 2008. Yaitu banyaknya figur pengamen yang menampakkan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang menarik dari audisi Indonesian Idol 2008. Yaitu banyaknya figur pengamen yang menampakkan keberanian di ajang Indonesian Idol dan tak tanggung-tanggung mereka lolos ke babak-babak selanjutnya dan bahkan dijadwalkan manggung di babak spektakuler mulai minggu depan.<br />
Tampillah nama-nama seperti Januarisman dan Richo (finalis dari Medan).<br />
Kualitas suara mereka bisa disejajarkan dengan vokalis-vokalis band yang mulai naik daun sekarang ini.</p>
<p>Apalagi si Aris, nama panggilan Januarisman, yang waktu audisi sungguh mencengangkan para Juri, bahkan sosok Titi DJ sampai menangis karena terpesona dgn suara dan gaya panggung serta permainan gitarnya. Dia menyanyikan lagu milik ST12. Cek deh, kebetulan dapat link di you tube , rekaman audisi yang disiarkan RCTI :<br />
<a href="http://youtube.com/watch?v=JPefziGAjEk&#38;feature=related">http://youtube.com/watch?v=JPefziGAjEk&#38;feature=related</a></p>
<p>Nah yang ini versi UNCUT (di TV tidak ditayangkan), disini Aris menyanyikan lagu ciptaanya sendiri :<br />
<a href="http://youtube.com/watch?v=Q6RZ3BfP_JE&#38;feature=related">http://youtube.com/watch?v=Q6RZ3BfP_JE&#38;feature=related</a></p>
<p>Keren abiss!!! Semua juri tercengang sampai merinding segala.</p>
<p>Secara dia nggak pake les2 vokal dan musik yang notabene dilakukan oleh kebanyakan orang yang ingin meningkatkan skill nyanyinya. Dia hanya terbiasa menyanyi di KRL satu berpindah ke KRL lainnya untuk mendapatkan rupiah demi rupiah itupun dibagi sama temen-temen satu grup ngamennya. Mungkin sebelumnya dalam benak Aris tak akan terpikirkan dalam hidupnya dia tampil dan jadi idola. Tapi nyatanyanya hari ini terbukti. Inilah kuasa Illahi yang mungkin sudah ditetapkan jauh-jauh hari atau merupakan karunia yang diberikan karena usaha yang dilakukan Aris.<br />
So, masihkah kita berdiam diri bila punya impian? saya pun sampai skrg masih bisa berusaha untuk mewujudkan tujuan hidup yang dimpikan. Kita semua berjuang untuk kebaikan di dunia dan akhirat.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak cerita-cerita dan pengalaman hidup dr finalis-finalis lain yang bisa dijadikan cermin, tidak hanya dari sesosok Aris.<br />
Apakah Aris akan jadi The Next Indonesian Idol? kita liat nanti saja sampai babak spektakuler usai.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[orang "sakit" di KRL]]></title>
<link>http://bumisegoro.wordpress.com/?p=191</link>
<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 09:01:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>bumisegoro</dc:creator>
<guid>http://bumisegoro.wordpress.com/?p=191</guid>
<description><![CDATA[KRL Jabodetabek berikut stasiunnya adalah salah satu miniatur sosial yang paling orisinil dari masya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">KRL Jabodetabek berikut stasiunnya adalah salah satu miniatur sosial yang paling orisinil dari masyarakat berbangsa Indonesia. Darinya potret sosial kemasyarakatan niscaya lebih tegas dan jelas dibandingkan dengan TMII misalnya. Bagaimana tidak, kalau TMII berusaha memotret sisi indah semata dari Keindonesiaan sementara KRL berikut stasiunnya menghidangkan realitas kehidupan masyarakat penghuninya. Sajian yang benar-benar lugas dan telanjang, apa adanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi penasaran, adakah Indonesianis atau peneliti <span style="text-decoration:line-through;">sungguhan</span> formal yang sudah meneliti dengan menyempatkan diri membaur selama beberapa hari dari kereta pertama di pagi buta sampai kereta terakhir di malam hari. Kalau ada mau donk dibagi hasilnya. Tentu akan menarik.</p>
<p style="text-align:justify;">lha wong, dalam sekali dua kali kesempatan naik KRL aja sudah banyak kejadian aneh bin ajaib yang bikin aku geleng-geleng kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemarin pagi misalnya, dalam perjalanan dari sta Tanjung Barat ke Bogor di tengah <span style="text-decoration:line-through;">jalan</span> rel KRL tiba-tiba berhenti. aku yang lagi baca koran sempet bingung, bukan stasiun kenapa berhenti. kebingunganku teralihkan oleh suara gaduh di gerbong sebelah. Kegaduhan yang terjadi antara massa penumpang yang mau main hakim sendiri terhadap 3 penumpang "sakit" yang berusaha kabur setelah dengan seenaknya menarik tuas rem kereta. dua  penumpang "sakit" berhasil melompat di sisi kiri dan satu sisanya melompat di sisi kanan. apa coba maksudnya? menarik tuas rem demi kepentingan segelintir orang dan berpotensi menimbulkan bencana bagi seluruh kru dan penumpang KRL sungguh hanya bisa dilakukan oleh orang "sakit". orang bumisegoro bilangnya, "syaraf", sambil menaruh satu jari telunjuk dimiringkan di dahi.</p>
<p style="text-align:justify;">pagi tadi di sta pasar minggu juga ada orang yang tidak kalah "sakit"nya. seorang bapak stw  dari etnis b mengacung-acungkan golok sambil ngomel-ngomel ke seseorang yang sedang duduk membaca koran di bangku lapak penjaja gorengan. karena ga ngikutin dari awal aku nanya ke tetangga sebelah. rupanya dia ga rela ditegur oleh bapak yang lagi baca koran tsb. "Padahal negurnya sih cukup sopan, " kata tetangga.</p>
<p style="text-align:justify;">oalah.... semprul ... semprul. orang "sakit" kok pada berkeliaran bebas...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PROSJEKT!!]]></title>
<link>http://inecha92.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 20:38:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>inecha92</dc:creator>
<guid>http://inecha92.wordpress.com/?p=16</guid>
<description><![CDATA[Ja, prosjekt. Jeg har prosjekt i samfunn, geografi om USA. Mye arbeid? Ja. USA har en neverending hi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ja, prosjekt. Jeg har prosjekt i samfunn, geografi om USA. Mye arbeid? Ja. USA har en neverending history. Har gjort skrevet ferdig om klimaet, HDI, BNP og næringslivet. Men jeg må få med meg mer om landest historie, ressursbruken, grunnene til hvordan folketallet og levealderen er som den er. Og dette må jeg få gjort ferdig til imorgen, klarer det vell, klarte jo trossalt å gjøre ferdig KRL-prosjektet om Den Katolske Kirke.</p>
<p>Skal bli godt å bli ferdig med prosjektene nå, slipper å stresse sånn. Men nå er det jo heller ikke lenge til tentamen og eksamensforbredelser. Får helt stress når jeg ser kalenderen over tentamener osv. men skal bli så utrolig godt å bli ferdig med det. Da blir det fotballcup som vi i 10. har arrangert, blir kjempe bra tror jeg. Så blir det ei uke med eksamens forbredelser igjen, så eksamen. Så sommerferie. &#60;3</p>
<p>Anyway. Utrolig fint vær det har vært denne uken, så utrolig digg. Får meg til å savne sommeren enda mer. Var fotograf for 9. klassen på torsdagen også, var litt gøy å se læreren plassere de overalt, inni busker og i lekestativer. Herlig.<br />
Men håper finværet kommer tilbake etter helga, da blir jeg glad. :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jambret]]></title>
<link>http://boediarto.wordpress.com/?p=76</link>
<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 02:41:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>boediarto</dc:creator>
<guid>http://boediarto.wordpress.com/?p=76</guid>
<description><![CDATA[Belum lama ini temen MTI kena palak di pasar senen. Ini kisahku sebagai saksi dalam sebuah kejahatan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Belum lama ini <a href="http://tanasa.multiply.com/journal/item/299" target="_blank">temen MTI </a>kena palak di pasar senen. Ini kisahku sebagai saksi dalam sebuah kejahatan</p>
<p>Ujian MPPTI harus digabung sehingga kami yang kuliah siang mengalah untuk masuk malam. Karena ujian sampai jam 9.15 malam dan sudah tidak ada transportasi ke Bogor, aku terpaksa nginap di kampus, tidur di mushola. Pagi harinya aku kudu ngejar kereta pertama ke Bogor agar istri tidak telat ke SMA 2. Kereta tepat waktu datang jam 5. Dengan penumpang ga terlalu penuh. Disampingku ada rombongan pekerja yang menginap di toko bossny terdiri dari 4 wanita dan 1 laki-laki. Sepanjang jalan aku membaca koran kegemaran. Sampai di stasiun Tanjung Barat tiba-tiba ada teriakan monyet. anjing dan beberapa kata yang berasal dari kebon binatang. Ternyata salah satu penumpang wanita di sebelahku hampir saja dijambret kalung yang dikenakan. Beruntung ada teriakan dari temennya dan tangkisan tangan dari yang lain. Jambret itu akhirnya gagal untuk mengambil kalung yang diincarnya. Sumpah serapah datang juga dari penumpang lain. JUga sharing pengalaman atas kejahatan di KRL. Jadi ingat 8 tahun yang lalu ketika pertama kali masuk kerja ngelaju dri Jakarta ke Bogor. Aku juga kecopetan dompet yang aku letakkan di saku celana bagian belakang. Waktu itu tanggal 1 mei 2000 dompet berisi uang 47.500 beserta beberapa koleksi kartu telepon (waktu itu trend kartu telepon seperti kring 2000, hape masih belum kejangkau).</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Endelig ny formålsparagraf]]></title>
<link>http://kneggblogg.wordpress.com/?p=273</link>
<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 13:39:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Martin Liland</dc:creator>
<guid>http://kneggblogg.wordpress.com/?p=273</guid>
<description><![CDATA[Regjeringens forslag til ny formålsparagraf er et godt stykke på veien i retning av full integreri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Regjeringens forslag til ny formålsparagraf er et godt stykke på veien i retning av full integrering og respekt i norsk skole. Kristendommen har ikke forkjørsrett!<br />
</strong></p>
<p><a href="http://kneggblogg.wordpress.com/2008/04/06/endelig-ny-formalsparagraf/"><img class="alignnone size-full wp-image-274" src="http://kneggblogg.wordpress.com/files/2008/04/krl-skole-klasse.png" alt="" width="508" height="233" /></a></p>
<p><!--more--></p>
<p>Siden 1969 har det ikke vært gjort endringer i den norske formålsparagrafen for skole og barnehager. Endelig skal ikke skolen lenger <em>i samarbeid og forståing med heimen hjelpe til med å gi elevane ei kristen og moralsk oppseding</em>.</p>
<p><strong>KRL:</strong> KrF er i harnisk, og Frp er heller ikke videre begeistret over at den offentlige norske skolen mister sin forankring i den kristne tro. Men noe annet var vel ikke å forvente.</p>
<p>Det har vært en lang kamp for å få gjennomført tiltak som gir alle religioner og livssyn fullverdig respekt. Det er lenge siden kristen forkynnelse var en del av timeplanen, iallefall på papiret, men kristendommen har frem til nå hatt en helt sentral og totalt dominerende plass i den norske KRL-undervisningen.</p>
<p><strong>MANGFOLD:</strong> På KrF virker det som om man skal totalt fjerne alt som heter kristendomskunnskap fra skolen, noe som selvsagt ikke er tilfellet. Kristendommens fortellinger har sin plass, og det skal de selvsagt ha fremdeles. Men det skal også Islams og Hinduismens fortellinger ha.</p>
<p>Skolen bør forenes om det som er felles i mangfoldet av religioner og livssyn. Medmenneskelighet, respekt og solidaritet er noen av de verdiene som den nye formålsparagrafen bygger på. Men disse kommer da til utrykk i det kristne grunnsynet, så hva er da problemet?</p>
<p><strong>FORKJØRSRETT:</strong> Jo, kristendommen er ikke lenger forhøyet på pidestall over andre religioner og livssyn. Det er det KrF har vanskelig for å kunne leve med.</p>
<p>Og for Frp sitt vedkommende er det nok vanskelig å svelge at den kristne hvite mann ikke skal ha forkjørsrett på samfunnets moralske motorvei.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KRL Gratis ...]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/?p=121</link>
<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 13:31:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.wordpress.com/?p=121</guid>
<description><![CDATA[Hai readers, maaf baru sempet posting entry baru di blog&#8230;. This week is really rough for me  k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em>Hai readers, maaf baru sempet posting entry baru di blog.... This week is really rough for me :( kerjaan di kantor yang menggunung, PC yang sempet "ngadat" (baca : kipas fan mati dan bikin processor kepanasan), plus laptop yang udah minta ganti baru (baca : chasisnya patah enggak tau kenapa).... hiks ....</em></p>
<p>But eniwei, so many stories to be told for this week ... salah satunya ini ....</p>
<p>Jadi ceritanya hari rabu itu gue berangkat seperti biasa, jam 6.40 dari rumah ke stasiun. <span style="text-decoration:line-through;">Ternyata ada kucing item lewat di depat gue</span> <span style="color:#993300;">*halah*</span>, ternyata pas sampe stasiun gue baru sadar kalo ternyata <strong>DOMPET GUE KETINGGALAN !!!</strong>.... terpaksalah pulang lagi ke rumah buat ngambil dompet.</p>
<p>Sesampainya di stasiun lagi, rupanya kereta ciujung udah standby di stasiun <span style="color:#993300;">*khusus nungguin gue sih*</span> :) dan langsung aja gue naek (dan bukannya beli tiket dulu) dengan asumsi kalo si kondektur bakal ngasih karcis suplisi. Perjalanan pun terus melalui berbagai stasiun : Sudimara, Pondok Ranji, Kebayoran, Palmerah, dan  akhirnya <strong>TANAH ABANG</strong> <span style="color:#993300;">*glek*</span>; rupanya si kondektur hari ini ga ngecekin karcis penumpangnya ....</p>
<p>Sekarang saatnya <em>"meloloskan"</em> diri dari cegatan petugas peron stasiun yang suka mintain tiket bekas.....</p>
<p>cek kantong-kantong di tas, ga nemu tiket bekas ....</p>
<p>cek kantong celana &#38; baju, lebih ga nemu lagi tiket bekasnya, yang ada malah nemu duit 200 perak ... <span style="color:#993300;">*ga mungkin nyogok petugas peron pake 200 perak*</span></p>
<p>cek kantong jaket, ahhhh ternyata hari itu gue ga pake jaket ....</p>
<p>akhirnya seperti biasa, gue menyeliap <span style="color:#993300;">*bahasa ngawur mode = ON*</span> di antara kerumunan penumpang, dan begitu sampe di depan peron, gue mempraktekkan jurus ala <span style="text-decoration:line-through;">Deddy Dhukun </span><span style="color:#993300;">*halah*</span>, Dedy Corbuzier maksudnya .... dengan gerakan ala ilusionis (gak akan dijelaskan lebih lanjut, karena kuatir makin bikin pendapatan PT. KAI akan makin melorot) di peron yang membuat gue lolos .... :))</p>
<p>Ajaib ternyata, walaupun kadang suka ngerasa miris .... karena kereta api yang notabene adalah angkutan massal termurah dan tercepat <span style="color:#993300;">*kalo ga mati listrik*</span> tapi masih banyak kemungkinan untuk dapet yang <em>"gratisan"</em> ....</p>
<p>hmmm, sebenernya solusi ticketing electronic yang dulu pernah disosialisasikan cukup efektif buat mengurangi fraud, tapi pertanyaannya sekarang .... kapan kira-kira bisa diterapkan ??? lha wong mesin ticketing yang pernah dipasang aja udah pada rusak ..... :(</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[jadi sebenarnya siapa yang emosi?]]></title>
<link>http://boediarto.wordpress.com/?p=69</link>
<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 03:02:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>boediarto</dc:creator>
<guid>http://boediarto.wordpress.com/?p=69</guid>
<description><![CDATA[Kuliah malam sebanrnya memberatkan, tapi gimana lagi kudu dilakoni karena ujian tengah semester je]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah malam sebanrnya memberatkan, tapi gimana lagi kudu dilakoni karena ujian tengah semester je... Terpaksa pake nginep di kampus tidur sama teknisi yang juga ga bisa pulang karena ketinggalan kereta.</p>
<p>Abis subuh, nyempetin baca e-mail dan blog beberapa yang enak dibaca siapa tau ada informasi baru. Alarm di hape bunyi menandakan aku harus segera ke stasiun biar ga ketinggalan kereta pakuan pertama (lagi males pake ekonomi yang kelamaan sampai Bogor, juga males kalau ntar keretanya cuman sampai Depok Lama). Perjalanan dihabiskan dengan membaca koran harga diskon (aneh sebenarnya, mengapa bandrol 2500 bisa dijual cuman seceng, pagi hari pula...). Masuk stasiun Cilebut, halaman koran udah habis maka gantian ngeliat sibuknya pagi. Asyik juga ternyata. Perlahan gerbong lewat pasar anyar berarti sebentar lagi berhenti di pos terakhir stasiun besar Bogor. Begitu masuk peron aku berdiri di depan pintu siap-siap untuk keluar. Di luar ternyata udah siap pula yang akan pergi ke Jakarta. jane bisa aja ngalah biar mereka masuk duluan tapi aku udah kadung kesel dengan perilaku tidak tertib yang ga mau mendahulukan yang akan turun duluan. Terpaksa merapatkan barisan dan bersama-sama yang berdiri di pintu bagian dalam mendesak keluar sambil ngomel kenceng, GA SABARAN SICH, DULUKAN YANG KELUAR DULU DONG. Nyeletuk seorang bapak yang mungkin tersenggol kata-kata itu, WOW MARAH..... Aneh bukan, sebenarnya siapa yang berhak didahulukan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[South Park i undervisningen]]></title>
<link>http://kneggblogg.wordpress.com/?p=269</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 11:10:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Martin Liland</dc:creator>
<guid>http://kneggblogg.wordpress.com/?p=269</guid>
<description><![CDATA[Da jeg gikk på ungdomsskolen var South Park fordømt av en samlet lærerstab som selve spiren til a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>Da jeg gikk på ungdomsskolen var South Park fordømt av en samlet lærerstab som selve spiren til all ondskap i samfunnet. Sannheten er etter min mening en ganske annen.</b></p>
<p><a href="http://kneggblogg.wordpress.com/2008/03/24/south-park-i-undervisningen/"><img src="http://kneggblogg.wordpress.com/files/2008/03/south-park_gay-camp.png" alt="south-park_gay-camp.png" /></a></p>
<p><!--more--></p>
<p>South Park er kanskje blandt de aller mest briljante og intelligente seriene som finnes. Dessverre har den som mye annet før den blitt uglesett og forhatt av pedagoger og bedrevitere, som sannsynligvis aldri selv har sett en hel episode.</p>
<p><b>GENIAL:</b> Joda, det er banning i serien. Noen ganger også vold. Kulturprodukter som inneholder disse elementene blir ofte fordømt fordi de angivelig har en negativ innflytelse på barn og unge. Man skal selvsagt være varsom med hva man velger å vise, men man bør også sørge for at man vet hva man snakker om.</p>
<p>Jeg vil benytte anledningen til å utfordre disse bedreviterne til å se litt under lokket og finne ut litt av de temaene og budskapene som South Park faktisk opererer med. Det er nemlig disse elementene som gjør serien så fantastisk genial.</p>
<p><b>KONKRETER:</b> På lærerskolen har jeg lært at konkretisering er bra greier. Det er få ting som er så effektfullt som å vise et objekt, demonstrere en aktivitet eller vise bilder og film. Hvorfor er så dette plutselig så galt når man skal snakke om alvorlige og vanskelige tema som selvmord, homofili og religion?</p>
<p>I skolen blir elevene presentert den ene kjedelige og uinspirerte 80-talls-NRK-dokumentaren etter den andre med skuespillere og regi som gjør det hele mer komisk enn lærerikt. Hva med å kanskje vurdere å bruke noe som faktisk er bra for en gangs skyld?</p>
<p><b>MODENHET:</b> Skolen er langt mer enn en kunnskapsformidler. Skolen er også en holdningsdannende institusjon, noe som gjenspeiles i fag som KRL, Norsk og Samfunnsfag. Elevene skal bli selvstendige og reflekterte samfunnsborgere. Det er i aller høyeste grad skolens oppgave å sette søkelyset også på de aspektene av samfunnet som ikke er så behagelige.</p>
<p>Er ungdomsskoleelever for umodne til å kunne diskutere et tema som kristendommens forhold til homofili? Det er de overhodet ikke; hvis de bare får muligheten til det. <i>Det</i> er det lærerens oppgave å sørge for at de får, og tilrettelegge for det.</p>
<p><b>UNDERVISNING:</b> Å i den forbindelse bruke en South Park-episode som den bildet er hentet fra som lead-in mener jeg kan være langt mer effektfullt enn en pedagogisk "godkjent" NRK-dokumentar. Dessverre er det slik at de mange aldrende lærerne rundt om i landet er teologisk negative til alt som ikke er gjort før. Ofte de samme som nærmest ville politianmeldt en lærer som bruker et ord som <i>runke</i> i seksualundervisningen.</p>
<p>Etter min mening handler det hele hovedsaklig om å våge å ta ungdommene på alvor. De er nemlig ikke så dumme som mange tror.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PNS korupsi]]></title>
<link>http://keluhanpns.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 03:14:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>boediarto</dc:creator>
<guid>http://keluhanpns.wordpress.com/?p=6</guid>
<description><![CDATA[Sudah hampir dua bulan PT KA divisi Jabotabek meluncurkan KRL Ekonomi AC menggunakan gerbong ex Jepa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah hampir dua bulan PT KA divisi Jabotabek meluncurkan KRL Ekonomi AC menggunakan gerbong ex Jepang yang nyaman. Awalnya terasa nyaman karena jarang yang menggunakan (mungkin takut dengan harganya yang hampir 3 kali lipat). Naik dari Cikini 18.34 masih dapat tempat duduk. Namun sekarang ini jangan harap kenyamanan itu ada.</p>
<p>Dua hari yang lalu aku naik kereta ini, ampun, penuhnya melebihi KRL Eko yang telah jalan duluan. Dua rangkaian KRL Eko begitu longgarnya. Sampai di Sta Cawang seorang PNS masuk sambil bergumam "ah, yang lain naik, ikutan juga..." Dugaanku Bapak yang satu ini pasti cuma beli karcis Ekonomi (2000 rupiah) tapi berkorupsi naik Ekonomi AC yang 6ribuan.</p>
<p>Jadi ingat postingan PNS Gila <a target="_blank" href="http://pnsgila.wordpress.com/2008/01/28/menggauli-korupsi-bagian-pertama/">tentang korupsi</a></p>
<p>:(</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hus dyrene]]></title>
<link>http://orddeling.wordpress.com/?p=208</link>
<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 18:19:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>petterhot</dc:creator>
<guid>http://orddeling.wordpress.com/?p=208</guid>
<description><![CDATA[
KRL-boka «Horisonter 8» oppfordrer til å huse dyrene. Hva det skal bety, vet vi ikke.
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://orddeling.wordpress.com/files/2008/03/img_3868.jpg" alt="Hus Dyrene" height="103" width="493" /></p>
<p>KRL-boka «Horisonter 8» oppfordrer til å huse dyrene. Hva det skal bety, vet vi ikke.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Brekkeby vgs - sammenligning av religioner]]></title>
<link>http://diginalet.wordpress.com/2008/02/26/brekkeby-vgs-sammenligning-av-religioner/</link>
<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 17:49:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>diginalet</dc:creator>
<guid>http://diginalet.wordpress.com/2008/02/26/brekkeby-vgs-sammenligning-av-religioner/</guid>
<description><![CDATA[Brekkeby vgs - sammenligning av religioner
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.brekkeby.vgs.no/religion/rel1b27.htm">Brekkeby vgs - sammenligning av religioner</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bare hardcore humanister, Jordal?]]></title>
<link>http://faretsakariassen.wordpress.com/?p=146</link>
<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 21:35:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Eirik Faret Sakariassen</dc:creator>
<guid>http://faretsakariassen.wordpress.com/?p=146</guid>
<description><![CDATA[(På trykk i Stavanger Aftenblad, 13. februar 200  
 
Eirik Faret Sakariassen, leder Stavanger Sosi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><em><span style="font-family:Georgia;">(På trykk i Stavanger Aftenblad, 13. februar 2008)</span></em><span style="font-family:Georgia;"></span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Georgia;"> </span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Georgia;">Eirik Faret Sakariassen, leder Stavanger Sosialistisk Ungdom</span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Georgia;"> </span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Georgia;">Den seneste tiden så har debatten rundt det nye RLE-faget rast i alle media. Og for omtrent to uker siden vedtok Stavanger formannskap at de velger å gå i mot regjeringens forslag om et nytt religionsfag, som skal erstatte det gamle KRL-faget.</span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Georgia;"> </span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Georgia;">Et av argumentene som ble brukt i debatten i formannskapet kom fra Stavanger Høyres skolepolitiske talsmann, Erlend Jordal. Han påsto at han tror <i>”</i><em><span style="font-style:normal;font-family:Georgia;">bare det er hardcore muslimer eller hardcore humanister, for eksempel, som ikke kan være med på KRL-faget med dagens navn</span></em><i>.</i>” </span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Georgia;"> </span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Georgia;">Jeg er uenig med Jordal i denne påstanden. Det er nemlig langt flere som ikke kan være med på å beholde KRL-faget. <strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">Den europeiske menneskerettighetsdomstolen (EMD) vil ikke sette pris på at vi beholder faget i det format som vi har i dag. Å beholde det vil faktisk være å krenke en av de høyeste rettsorgan vi har i verden. Og hva gjør at et knapt flertall i Stavanger formannskap tror de har fullmakt til å trosse EMDs dom? </span></strong></span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;"> </span></strong></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">Og det er ikke nok med det. For ved å beholde KRL-faget, og dermed trosse EMDs dom så bryter vi vår egen grunnlov! Det står nemlig i paragraf § 110c i Grunnloven at ”</span></strong><em><span style="font-style:normal;font-family:Georgia;">Det paaligger Statens Myndigheder at respektere og sikre Menneskerettighederne.” </span></em><span style="font-family:Georgia;"></span></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><em><span style="font-style:normal;font-family:Georgia;"> </span></em></div>
<div style="line-height:15.6pt;margin:0;" class="MsoNormal"><em><span style="font-style:normal;font-family:Georgia;">Så Jordals påstand om at det er </span></em><em><span style="font-family:Georgia;">bare </span></em><em><span style="font-style:normal;font-family:Georgia;">hardcore muslimer eller hardcore humanister som ikke kan være med på KRL-faget er direkte feil. Her er det jo mange som vil reagere. Jeg tør påstå at verken Erlend Jordal eller Stavanger formannskap har mulighet til å motsi </span></em><strong><span style="font-weight:normal;font-family:Georgia;">Den europeiske menneskerettighetsdomstolen.</span></strong><span style="font-family:Georgia;"></span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngejajal KRL AC Ekonomi]]></title>
<link>http://indragds.wordpress.com/2008/02/13/ngejajal-krl-ac-ekonomi/</link>
<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 02:18:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>VB Beginner</dc:creator>
<guid>http://indragds.wordpress.com/2008/02/13/ngejajal-krl-ac-ekonomi/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin seperti biasa habis sholat subuh berangkat menuju bandara Bojong Gede. Namun karena angkotny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Kemarin seperti biasa habis sholat subuh berangkat menuju bandara Bojong Gede. Namun karena angkotnya menyebalkan, ngetem di tiap-tiap gang, akhirnya ketinggalan kereta ekonomi yang pemberangkatan 05:37 dari Bojong Gede. Kereta ekonomi berikutnya seharusnya ada jam 05:59, namun mulai Senin, 11 Februari 2008 kereta tersebut sudah digantikan oleh kereta AC Ekonomi denga tiket Rp. 6000.<!--more--></p>
<p align="justify">Mau tidak mau harus nambah transport deh hari ini karena kereta berikutnya baru ada jam 06:17. Sambil nunggu kereta dateng hujan turun rintik-rintik, berteduh dulu deh di peron yang ada atapnya. Beberapa kali petugas stasiun mengumumkan bahwa kereta sudah ada di Cilebut.  Tunggu punya tunggu, keretanya kok gak dateng. Tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa keretanya lagi mogok di Cilebut. Walah....</p>
<p align="justify">Jam 06:17 muncul kereta ekonomi biasa, ternyata sampai disusul segala sama yng ekonomi. Ada beberapa  penumpang yang mengembalikan tiket kemudian pindah naik ekonomi. Sedangkan aku tetap setia menunggu AC Ekonomi karena udah terlanjur berharap mau nyaman walaupun telat.</p>
<p align="justify">Akhirnya jam setengah tujuan, dateng juga kereta yang ditunggu-tunggu. Berebutanlah para penumpang untuk naik, aku sih cukup berdiri saja yang penting pake AC dan tidak berdesak-desakan, harapku. Berangkat dari Bojong Gede sih masih cukup nyaman deh buat berdiri juga. Namun setelah memasuki stasiun-stasiun berikutnya mulailah deh penuhnya seperti krl ekonomi. Sayangnya tidak semua pintu kereta dibuka, cuma pintu tengah saja sedangkan 2 pintu yang dekat sambungan tetap ditutup. Mungkin masinisnya masih berpikir ini kereta express kali. Alhasil, di pintu yang ditutup penumpang dapat duduk di lantai beralaskan koran sedang di pintu yang terbuka terjadi penumpukan penumpang karena penumpang keluar masuk dari pintu tersebut.</p>
<p align="justify">Dari obrolan beberepa penumpang, keluarlah keluhan-keluhan tentang kereta tersebut. Mulai dari penuhnya seperti kereta ekonomi, ac yang tidak dingin (cuma kipas angin doang katanya), pintu yang tidak dibuka semua, dll. Begitulah wajah transportasi di negara kita, belum memihak kepada konsumen. Namun ada juga kelebihannya yaitu, bebas dari pedagang asongan/pengemis/pengamen, lumayan ngebut jalannya ( kalo gak lagi kumat mogoknya). Bravo PT. KAI, mudah-mudahan bisa lebih baik lagi dan kalo bisa tiketnya jangan segitu, dibawah 4000 aja.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Minimnya kepedulian]]></title>
<link>http://boediarto.wordpress.com/?p=61</link>
<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 02:47:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>boediarto</dc:creator>
<guid>http://boediarto.wordpress.com/?p=61</guid>
<description><![CDATA[Hari Sabtu langit digelayuti mendung. Pekan ini memang sedang perayaan Cap Go Meh, menurut yang sud]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Sabtu langit digelayuti mendung. Pekan ini memang sedang perayaan Cap Go Meh, menurut yang sudah-sudah cuaca pasti mendung bahkan bisa jadi hujan.</p>
<p>Ummu Aidil hari ini harus ngajar di SMA 2 so Aidil kini bagianku untuk bermain dan belajar. Belajar sambil jalan-jalan mungkin metode yang paling sering aku gunakan. Dan planningku jalan-jalan ke Monas.</p>
<p>Menggunakan KRL Ekspress merupakan cara paling murah dan menyenangkan bagi anakku yang satu ini. Mungkin dia termasuk yang 'gila' dengan kereta api. Perjalanan 1 jam nyaris tak terasa dan sampailah di monas. Jalan-jalan yang menyenangkan.</p>
<p>Kembali ke Bogor masih naik KRL express. Penumpang tak terlalu penuh, di sampingku duduk ceweq manis dengan pakaian modis tapi tak hentinya bibir berlafal danjari-jari menghitung tasbih, GGGHoooossh. Indah nian! Perjalanan berlanjut hingga lepas stasiun Bojong tiba-tiba pletak gemuruh. seisi gerbong 7 seri 6167 menjerit. Ternyata ada batu sebesar genggaman masuk setelah memecahkan kaca pintu. Beruntung tak ada yang terluka diantara seisi gerbong. Sungguh biadab pelempar batu itu. Apa yang ada dalam pikirannya sehingga merasa puas dengan merusak fasilitas umum seperti KRL. Apa salah KRL sehingga harus dilempar batu. Pernahkah terbayang jika dalam KRL itu ada penumpang yang terluka karenanya. Bagaimana jika penumpang terluka itu saudaranya sendiri.</p>
<p>Tulisan terkait <a href="http://melati-putihku.blogspot.com/2008/01/satu-kepedulian-saja.html">http://melati-putihku.blogspot.com/2008/01/satu-kepedulian-saja.html</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KRL AC Ekonomi]]></title>
<link>http://ipk4cumlaude.wordpress.com/?p=176</link>
<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 09:34:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>ipk4cumlaude</dc:creator>
<guid>http://ipk4cumlaude.wordpress.com/?p=176</guid>
<description><![CDATA[Sekitar 2 tahunan aku ngekos di Jakarta. Tapi kalau aku pulang kampung ke Cianjur, biasanya nginep d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar 2 tahunan aku ngekos di Jakarta. Tapi kalau aku pulang kampung ke Cianjur, biasanya nginep di Bogor dulu sebelum paginya naek Kereta Pakuan menuju Jakarta. Bagitu pula weekend kemaren.</p>
<p>Aku beli karcis kereta Pakuan tujuan Jakarta Kota yang pertama dari stasiun Bogor yg pukul 5.57. Aku kasih duit Rp20rebu ke kasir dan dia balikin Rp9rebu, artinya harga tiketnya Rp11rebu. Saat masup kereta di jalur 2 aku bener2 bingung liat karcis kok dicap discount Rp6rebu. (Sebelumnya, gw sering naek kereta semi ekspress yg Rp6rebu tapi dihargai Rp11rebu sama kasirnya). Ya udahlah aku duduk aja, nanti kalo ada petugas dengan gaya yang cuwek gw kasih aja. Dan ternyata berhasil.</p>
<p>Di lintasan lain ternyata ada kereta AC dengan desain interior baru pertama kali aku melihatnya. Ternyata itulah kereta AC Ekonomi yang berhenti di setiap stasiun. Para penumpang setia Pakuan 5.57 ada yang memperbincangkan kereta tsb, dan berencana sekali-kali untuk mencobanya. Aku meresa heran waktu itu, kenapa baru ngomong sekarang kaya kereta AC-Ekonomi itu barang baru aja. Padahal iya deh, ternyata pagi itu kereta AC-Ekonomi merupakan layanan baru dari PT KAI.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puncak gunung es: berpikir sistem]]></title>
<link>http://budihartono.wordpress.com/?p=128</link>
<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 14:22:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>b oe d</dc:creator>
<guid>http://budihartono.wordpress.com/?p=128</guid>
<description><![CDATA[Salah satu konsep yang digunakan oleh systems thinker untuk melakukan analisis adalah &#8220;system]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu konsep yang digunakan oleh <i>systems thinker</i> untuk melakukan analisis adalah "system's iceberg". Dengan konsep ini, seorang <i>systems thinker</i> akan melihat bahwa sebuah kejadian (event) mungkin saja tidak berdiri sendiri. Berbeda dengan pendekatan reductionsim (yakni: breakdown masalah besar, cari solusinya satu-satu); systems thinking mencoba melihat permasalah secara holistik, kait mengkait dan memerlukan trade-off.</p>
<p><a href="http://budihartono.wordpress.com/files/2008/02/krl.jpg" title="krl.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://budihartono.wordpress.com/files/2008/02/krl.jpg" title="krl.jpg"><img src="http://budihartono.wordpress.com/files/2008/02/krl.jpg" alt="krl.jpg" style="width:462px;height:318px;" height="334" width="489" /></a></div>
<p>source foto: <a href="http://jakartadailyphoto.com/index.php/category/transportation/" target="_blank">dari sini</a></p>
<p>Contohnya adalah berita terbaru tentang penumpang KRL: "banyak penumpang KRL yg lebih senang hinggap di atap kereta". Reaksi dari Perumka? beberapa metode udah dicoba: diteriakin pake speaker - gagal-; ditusuk-tusuk pakai galah -gagal maning-,  disemprot-semprot, saya yakin juga tidak akan efektif [mereka nanti akan pake ponco sambil naik KRL, mungkin?].</p>
<p>Bagaimana systems thinker akan melihat permasalahan ini dari konsep system's iceberg?<br />
Gini lho ceritanya</p>
<p><!--more selengkapnya --></p>
<p>Systems thinker melihat sebuah permasalahan setidaknya dalam tiga tingkatan: kejadian (event), perilaku (system behavior), dan struktur (underlying structure). Semakin ke dalam, analisis semakin syusyah karena konsep yg digunakan semakin abstrak. Namun biasanya, jika dilakukan dengan baik, solusi yg tersedia akan lebih baik.</p>
<p align="center"><a href="http://budihartono.wordpress.com/files/2008/02/iceberg.jpg" title="iceberg.jpg"><img src="http://budihartono.wordpress.com/files/2008/02/iceberg.jpg" alt="iceberg.jpg" height="226" width="315" /></a></p>
<p><b>1. Event - pendekatan reaktif</b></p>
<p>Tingkatan paling atas adalah jenjang kejadian atau 'event'. Jenjang inilah yang paling kasat mata, biasanya bisa ditangkap oleh panca indera.</p>
<blockquote><p>Tgl 30 Februari, seorang penumpang KRL jatuh dari atap KRL, seminggu kemudian dua orang lagi jatuh. Ini adalah contohnya.</p></blockquote>
<p>Pada gunung es, 'kejadian' terletak di atas permukaan laut, sehingga semua orang akan bisa melihatnya. Analis yang tidak terlatih, bahkan sebagian manajer cenderung akan <b>bereaksi </b>terhadap kejadian. Jadi kata kuncinya adalah <b>reaktif</b>.</p>
<p>Analis dan manajer yang bekerja pada level ini akan bertindak reaktif, seperti pemadam kebakaran. Jika ada kejadian kemudian akan bereaksi. Kejadian demi kejadian akan terlihat seperti kejadian acak tanpa terlihat ada kaitannya (seemingly unrelated random events).</p>
<p>Karena kejadian demi kejadian terlihat acak, maka mereka akan sangat sibuk 'memadamkan api yg sedang terjadi' dari satu kebakaran ke kebakaran lain. Slogan anda adalah 'working hard', karena semua energi dan waktu anda akan terkuras untuk pekerjaan rutin "memadamkan api yang tak habis-habisnya" tanpa sempat melakukan hal lainnya. Pernahkah anda merasakan hal seperti ini?</p>
<blockquote><p>Untuk kasus penumpang jatuh dari KRL, pendekatan reaktif misalnya adalah dengan memperketat keamanan: memasang kawat berduri di atap KRL.  Dua tiga hari setelah pemasangan mungkin tak ada lagi yg naik ke atap. Tapi, tentu kita tahu, penumpang KRL lebih kreatif lagi. Kawat berduri bisa dicabutin di hari keempat; petugas sibuk memasang lagi di hari ketujuh dst. Kucing-kucingan. Petugas PERUMKA sibuk 'memadamkan api' ~ working hard.</p></blockquote>
<p>Jangan heran, karena pendekatan ini yg paling mudah, analisisnya pun paling kasat mata, banyak sekali pengambil kebijakan (pemerintah, manajer) yg akhirnya terjebak menggunakan pendekatan ini yg kadang berhasil tapi seringnya tidak.</p>
<p><b>2. Perilaku sistem - pendekatan antisipatif</b></p>
<p>Tingkatan yang lebih mendalam yg bisa dilakukan adalah dengan mengamati perilaku sistem. Satu faktor penting yg harus diperhatikan pada level ini adalah <b>waktu</b>. Dengan kata lain, kita akan coba melihat dinamika sistem dari satu waktu ke waktu yg lain.</p>
<p>Kumpulan kejadian-kejadian bisa dilihat dalam rentetan waktu sehingga -mudah-mudahan- akan terlihat pola-pola tertentu. Pada level analisis ini, kejadian tidak lagi dilihat secara individual sebagai fenomena random - pola / kecenderungan mudah-mudahan akan terlihat.</p>
<blockquote><p>Jika kita punya pola data kejadian masa lalu so what gitu loh?</p></blockquote>
<p>We lha, tentunya IE-ers akan segera bisa mengatakan: "hore kita bisa prediksi masa depan".</p>
<blockquote><p>Kalo udah bisa memprediksi masa depan?</p></blockquote>
<p>Tentu kita bisa lakukan perencanaan antisipatif - kita tak lagi sekadar reaktif. Kita udah mulai working smart not only hard.</p>
<blockquote><p>Sebagai contoh untuk kasus KRL tadi. Jika kebetulan ada karyawan PERUMKA yg membuat catatan kejadian accident dan incident (near miss) dari waktu ke waktu; mungkin tren atau pola nya akan keliatan.</p>
<p>Dari historical data yg ada, kemudian mungkin bisa dilihat bahwa ternyata pola data jumlah kecelakaan penumpang jatuh terkait dengan hari gajian. - Ini misalnya lho-. Pas hari gajian dan beberapa hari berikutnya, ternyata jumlah kecelakaan menurun. Pas tanggal tua, kecelakaan naik signifikan. Dengan pendekatan kedua (melihat perilaku sistem), akhirnya PERUMKA bisa melakukan perencanaan <b>antisipatif untuk masa mendatang</b>. Misalnya, saat-saat tanggal-tanggal tua keamanan ditingkatkan atau strategi lain yg lebih kreatif dan dikaitkan dengan tanggal tua / muda.</p></blockquote>
<p>Sampai level ini anda sudah menggunakan pendekatan lumayan smart - tapi belum terlalu smart. Kejadian yg terihat berulang tidak akan bisa dihentikan / dicegah dengan pendekatan antisipatif. Kejadian tetap akan berulang, tapi anda sudah lebih siap: kapan harus mencurahkan resources untuk working hard - kapan anda bisa gunakan waktu untuk berpikir.</p>
<blockquote></blockquote>
<p><b>3. Struktur sistem - pendekatan generatif</b></p>
<p>Pendekatan terakhir ini paling susah, karena analis dan pengambil kebijakan harus memiliki kemampuan analitis abstrak plus visi. Untuk bisa melakukan analisis tahap ini, analis yg terlatih sekalipun biasanya untuk setiap kasus perlu bantuan pendekatan (1) dan (2) sebelum kemudian menyelam ke pendekatan (3).</p>
<p>Pada pendekatan ini, analis perlu mencoba melihat keterkaitan antara satu faktor dengan faktor lain. Tak ada faktor yg berdiri sendiri. Faktor-faktor yg saling mengait inilah yang nantinya memunculkan pola / kecenderungan yg biasa ditangkap analis level (2). Systems thinker biasa bekerja pada level (3) ini.</p>
<p>Melihat struktur sebuah sistem tidaklah mudah. Kadang hubungan antarfaktor terpisah oleh lokasi dan waktu. Sistem juga berubah setiap waktu, tidak jelas batasnya, dll. Jika analis bisa menggunakan pendekatan(3) ini, diharapkan solusi akan bisa di<b>generate. Anda tidak lagi hanya reaktif, ataupun antisipatif karena anda bisa mengenerate ide untuk mengubah sistem anda menjadi lebih baik.</b></p>
<blockquote><p>Untuk kasus KRL, dengan bantuan pendekatan (2), anda melihat adanya hubungan  antara tanggal tua dan tingginya kecelakaan. Anda kemudian mencoba mendalami dengan pendekatan (3), melihat struktur dari sistem. Ternyata didapatkan bahwa hubungan antara tanggal tua dan kecelakaan adalah hubungan tak langsung. Variabel yg menghubungkan keduanya adalah "uang transport yg tersisa di kantong" -ini misalnya lagi lho.</p>
<p>Gambar ruwetnya kira-kira seperti di bawah ini. Cara bacanya bisa dilihat misalnya <a href="http://www.mindtools.com/pages/article/newTMC_04.htm" target="_blank">di sini</a>. Perhatian: analisis ini hanya ilistrasi fiktif, namun metode yg sama bisa digunakan untuk menganalisis kasus yg sebenarnya.</p></blockquote>
<blockquote><p><b> </b></p></blockquote>
<p align="center"><a href="http://budihartono.wordpress.com/files/2008/02/naikatap.jpg" title="naikatap.jpg"><img src="http://budihartono.wordpress.com/files/2008/02/naikatap.jpg" alt="naikatap.jpg" /></a></p>
<p>Dari contoh analisis tersebut, bisa kita lihat beberapa hal:</p>
<p>- faktor-faktor yg ada ternyata saling mengkait. pemecahan masalah di satu tempat mungkin punya akibat negatif pada faktor lain;<br />
- strukur sistem sifatnya sangat abstrak, sulit dideteksi, sulit dimodelkan;<br />
- dengan melihat struktur sistem, kita bisa men-generate beberapa alternatif solusi. Misalnya:<br />
a) meningkatkan kapasitas KRL sehingga kepadatan KRL bisa diturunkan sehingga menurunkan minat penumpang untuk naik ke atap<br />
b) menyediakan moda transportasi alternatif (misal: monorail ) sehingga penumpang bisa dipecah ke berbagai jenis moda.</p>
<p>Sekali lagi contoh <b><i>di atas adalah fiktif, demikian juga dengan alternatif-alternatif solusi yg ditawarkan</i>.</b></p>
<p>Intinya adalah, dengan menyelami sistem sampai level strukturnya, kita bisa mendapatkan (men-generate) ide-ide solusi yg sifatnya bisa mengubah sistem dan tak mungkin terpikirkan jika kita menggunakan pendekatan (1) reaktif atau (2) antisipatif. Di level ini, anda bisa katakan bahwa anda sudah working smart.</p>
<p><b><font color="#0000ff">BTW, ada yang bisa bantu beri penjelasan detail interpretasi gambar ruwet (namanya Causal Loop Diagram) di atas? </font></b></p>
<p>(c) boed</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Stavanger formannskap vil beholde KRL]]></title>
<link>http://faretsakariassen.wordpress.com/?p=129</link>
<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 14:56:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Eirik Faret Sakariassen</dc:creator>
<guid>http://faretsakariassen.wordpress.com/?p=129</guid>
<description><![CDATA[I går ble det omsider Stavangers tur til å diskutere det mye omstridte KRL-faget. Og det som endte]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I går ble</strong> det omsider Stavangers tur til å diskutere det mye omstridte KRL-faget. Og det som endte opp med å bli konklusjonen er at Stavanger kommune går inn for å beholde det gamle KRL-faget, slik som det er nå.</p>
<p><strong>APs gruppeleder</strong> og prest Odd Kristian "Kian" Reme er for at faget skal endres. På lik linje med det som er foreslått går han inn for at faget skal hete "Religion, livssyn og etikk". Han påstar at å endre navnet er "<em>en kristen ting å gjøre</em>". Han mener at et navneskifte kan samle langt flere elever til å delta i relegionsundervisningen. "<em>Og da tror jeg det nye navnet vil bidra til at færre søker om fritak fra faget enn hvis ordet kristendom nevnes spesielt i navne</em>t," forklarte Kian.</p>
<p><strong>Skolepolitisk talsmann for </strong>Høyre, Erlend Jordal, har et konservativt syn på saken.</p>
<p>"<em>Jeg tror bare det er hardcore muslimer eller hardcore humanister, for eksempel, som ikke kan være med på KRL-faget med dagens navn</em>."</p>
<p><strong>Som vanlig i </strong>denne saken ender det med at SV og KrF ryker i strupen på hverandre.</p>
<p>"<em>Vi er et flerkulturelt samfunn, og for meg handler det om at muslimer, jøder, humanetikere og så videre skal kunne være sammen om et fag med likeverdige religioner. 80 prosent av barna i Norge døpes i kirken, så hvorfor er en da så bekymret? Vi må regne med at foreldrene gjør som de lover og oppdrar barna i kristen tro</em>," sa gruppeleder for SV i Stavanger, Marcela Molina.</p>
<p>Til dette svarte KrFs Bjørg Tysdal Moe, varaordfører i Stavanger: "<em>Ja, nettopp fordi 80 prosent av barna døpes i kirken, så må kristendommen være en bærende bjelke i faget</em>."</p>
<p>"<em>Og så skal man stigmatisere de 20 resterende prosentene</em>," svarte Molina til det.</p>
<p><strong>Senterpartiets gruppeleder </strong>Bjarne Kvadsheim hadde og interessante ord å føre til i debatten: "<em>Det handler om at man må kjenne seg selv, før man går ut i verden og blir kjent med andre</em>."</p>
<p>Jeg er usikker på om Kvadsheim selv forsto hva han mente, men jeg skjønte imidlertid ingenting.</p>
<p><strong>Det endte med </strong>at Høyre, KrF, Sp og FrP valgte å gå i mot regjeringens forslag. På andre siden sto Venstre, SV og AP + Benedicte Johannesen, som brøt ut fra gruppen sin (Høyre).</p>
<p><strong>Den spennende essensen </strong>i denne saken er at norske kommuner tror de har rett til å stille seg over regjeringen, grunnloven og internasjonale menneskerettigheter.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadwal KRL Express Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) Serpong]]></title>
<link>http://sofyanhadi.wordpress.com/?p=117</link>
<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 11:05:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>sofyanhadi</dc:creator>
<guid>http://sofyanhadi.wordpress.com/?p=117</guid>
<description><![CDATA[Jadwal KRL Ekonomi AC (sumber www.krlmania.com)
                 Jadwal KRL Ekonomi AC Jakarta Bekas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font><b>Jadwal KRL Ekonomi AC <b>(sumber www.krlmania.com)</b></b></p>
<p><b>                 Jadwal KRL Ekonomi AC Jakarta Bekasi. </b><br />
Dari Bekasi tujuan Jakarta Kota jam 5.35, 7.42, 9.51, 12.10, 14.25, dan 16.38.<br />
Sedangkan dari jkarta Kota ke Bekasi jam 6.37, 8.54, 11.05, 15.35, dan 17.42.</p>
<p><b> Jadwal KRL Ekonomi AC Jakarta Bogor.</b><br />
Dari Bogor ke Jakarta Kota  jam 5.44, 9.24, 13.19, dan 16.31.<br />
Dari Jakarta Kota ke Bogor jam 7.29, 11.11, 14.50, dan 18.15.</p>
<p><b> Jadwal KRL Ekonomi AC Depok-Manggarai (South Line) :</b><br />
Dari Depok ke Manggarai jam 5.45, 7.25, 15.07, dan 16.40.<br />
Dari Manggarai ke Depok : jam 6.30, 8.25, 15.58, dan 17.46.</font></p>
<table border="1" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%">
<tr>
<td colspan="9"><b>JADWAL KRL EKONOMI AC</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="9"><b>SERPONG - TN. ABANG</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="9"><b>BERLAKU MULAI TGL. 01 - AGUSTUS - 2007</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="9"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="9">LINTAS TN. ABANG - SERPONG</td>
</tr>
<tr>
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>THB</td>
<td>PLM</td>
<td>KBY</td>
<td>PDJ</td>
<td>SDM</td>
<td>RU</td>
<td>SRP</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>422</td>
<td>06.30</td>
<td>06.37</td>
<td>06.44</td>
<td>06.53</td>
<td>06.59</td>
<td>Berh</td>
<td>07.07</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>426</td>
<td>08.05</td>
<td>08.12</td>
<td>08.19</td>
<td>08.28</td>
<td>08.34</td>
<td>Berh</td>
<td>08.42</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>438</td>
<td>15.10</td>
<td>15.17</td>
<td>15.24</td>
<td>15.33</td>
<td>15.39</td>
<td>Berh</td>
<td>15.47</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>442</td>
<td>17.10</td>
<td>17.17</td>
<td>17.24</td>
<td>17.33</td>
<td>17.39</td>
<td>Berh</td>
<td>17.47</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>446</td>
<td>19.10</td>
<td>19.17</td>
<td>19.24</td>
<td>19.33</td>
<td>19.39</td>
<td>Berh</td>
<td>19.47</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="9"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="9">LINTAS SERPONG - TN. ABANG</td>
</tr>
<tr>
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>SRP</td>
<td>RU</td>
<td>SDM</td>
<td>PDJ</td>
<td>KBY</td>
<td>PLM</td>
<td>THB</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>421</td>
<td>05.45</td>
<td>Berh</td>
<td>05.54</td>
<td>06.00</td>
<td>06.09</td>
<td>06.16</td>
<td>06.22</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>425</td>
<td>07.20</td>
<td>Berh</td>
<td>07.29</td>
<td>07.35</td>
<td>07.44</td>
<td>07.51</td>
<td>07.57</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>429</td>
<td>09.00</td>
<td>Berh</td>
<td>09.09</td>
<td>09.15</td>
<td>09.24</td>
<td>09.31</td>
<td>09.37</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>441</td>
<td>16.00</td>
<td>Berh</td>
<td>16.09</td>
<td>16.15</td>
<td>16.24</td>
<td>16.31</td>
<td>16.37</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>445</td>
<td>18.10</td>
<td>Berh</td>
<td>18.19</td>
<td>18.26</td>
<td>18.35</td>
<td>18.42</td>
<td>18.48</td>
</tr>
</table>
<table border="1" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%">
<tr>
<td colspan="7"><b>JADWAL KA EKSPRES / AC</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>SERPONG - JAKARTA / TN, ABANG</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>BERLAKU MULAI TGL. 01 - AGUSTUS - 2007</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS SERPONG - JAKARTA / TN, ABANG</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>355</td>
<td>06.30</td>
<td>06.58</td>
<td>Sdm-Thb</td>
<td>Pdj-Plm</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>373</td>
<td>06.30</td>
<td>07.05</td>
<td>Srp-Thb</td>
<td>Sdm-Pdj-Plm</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>381</td>
<td>07.10</td>
<td>08.05</td>
<td>Srp-Jak</td>
<td>Sdm-Pdj-Thb-Kpb</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>359</td>
<td>08.30</td>
<td>09.04</td>
<td>Srp-Thb</td>
<td>Sdm-Pdj-Plm</td>
<td>-</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>363</td>
<td>17.10</td>
<td>17.42</td>
<td>Srp-Thb</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td>377</td>
<td>18.35</td>
<td>19.06</td>
<td>Srp-Thb</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>367</td>
<td>19.15</td>
<td>19.46</td>
<td>Srp-Thb</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>387</td>
<td>19.30</td>
<td>20.01</td>
<td>Srp-Thb</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS JAKARTA / TN. ABANG - SERPONG</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>372</td>
<td>05.44</td>
<td>07.15</td>
<td>Thb-Srp</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>354</td>
<td>05.51</td>
<td>06.16</td>
<td>Thb-Sdm</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>358</td>
<td>07.43</td>
<td>08.11</td>
<td>Thb-Srp</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>362</td>
<td>16.30</td>
<td>17.03</td>
<td>Thb-Srp</td>
<td>Pdj-Sdm</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>376</td>
<td>17.40</td>
<td>18.13</td>
<td>Thb-Srp</td>
<td>Pdj-Sdm</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>6</td>
<td>384</td>
<td>17.25</td>
<td>18.21</td>
<td>Jak-Srp</td>
<td>Kpb-Thb-Pdj-Sdm</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>366</td>
<td>18.20</td>
<td>18.53</td>
<td>Thb-Srp</td>
<td>Pdj-Sdm</td>
<td>-</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>386</td>
<td>18.35</td>
<td>19.08</td>
<td>Thb-Srp</td>
<td>Pdj-Sdm</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
</table>
<table border="1" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%">
<tr>
<td colspan="7"><b>JADWAL KA EKSPRES / AC</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>BOGOR - JAKARTA/TN.ABANG</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>BERLAKU MULAI TGL. 01 - AGUSTUS - 2007</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS BOGOR - JAKARTA / TN. ABANG</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>201</td>
<td>05.40</td>
<td>06.35</td>
<td>Boo-Thb</td>
<td>Clt - Cta</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>203</td>
<td>05.57</td>
<td>06.52</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Dpb</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>3</td>
<td>205</td>
<td>06.10</td>
<td>07.05</td>
<td>Boo-Tnb</td>
<td>Bjd</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>207</td>
<td>06.24</td>
<td>07.20</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>209</td>
<td>06.39 07.36</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Bjd</td>
<td>Mgg/Libur</td>
<td></td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>6</td>
<td>211</td>
<td>07.00</td>
<td>07.56</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur di Bjd</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>213</td>
<td>07.17</td>
<td>08.18</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Clt-Bjd- Cta</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>215</td>
<td>08.04</td>
<td>09.00</td>
<td>Boo-Thb</td>
<td>Bjd - Cta</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>9</td>
<td>217</td>
<td>09.19</td>
<td>10.16</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Bjd</td>
<td>( Sabt. Dp )</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>10</td>
<td>219</td>
<td>10.19</td>
<td>11.18</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Bjd- Dpb-Poc-UI</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>221</td>
<td>10.57</td>
<td>11.56</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Clt - Cta</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>12</td>
<td>223</td>
<td>11.19</td>
<td>12.16</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Dp</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>13</td>
<td>225</td>
<td>11.57</td>
<td>12.56</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Bjd-Poc -UI</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>14</td>
<td>227</td>
<td>12.19</td>
<td>13.20</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Clt - Dp</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>15</td>
<td>229</td>
<td>13.19</td>
<td>14.17</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>Dp</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>16</td>
<td>231</td>
<td>13.57</td>
<td>14.53</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>17</td>
<td>233</td>
<td>14.57</td>
<td>15.53</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>18</td>
<td>235</td>
<td>15.35</td>
<td>16.30</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>19</td>
<td>237F</td>
<td>15.40</td>
<td>16.34</td>
<td>Boo-Thb</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>20</td>
<td>237</td>
<td>16.17</td>
<td>17.13</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>21</td>
<td>239</td>
<td>16.25</td>
<td>17.21</td>
<td>Boo-Thb</td>
<td>Dp - Poc</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>22</td>
<td>241</td>
<td>16.40</td>
<td>17.34</td>
<td>Boo-Thb</td>
<td>Cwg</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>23</td>
<td>243</td>
<td>17.15</td>
<td>18.11</td>
<td>Boo-Jak</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>24</td>
<td>245</td>
<td>18.29</td>
<td>20.13</td>
<td>Boo-Mri</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS JAKARTA / TN. ABANG - BOGOR</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>200</td>
<td>06.41</td>
<td>07.34</td>
<td>Thb-Boo</td>
<td></td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>200F</td>
<td>07.12</td>
<td>8.09</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td></td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>202</td>
<td>07.36 08.33</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Cki-Teb-Ui-Poc</td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>4</td>
<td>204</td>
<td>08.11</td>
<td>09.09</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Cki-Teb-Ui-Poc</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>206</td>
<td>08.29</td>
<td>09.26</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td>208</td>
<td>08.49</td>
<td>09.45</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>210</td>
<td>09.10</td>
<td>10.03</td>
<td>Thb-Boo</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>8</td>
<td>212</td>
<td>09.26</td>
<td>10.22</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Cki-Teb-Ui-Poc</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>9</td>
<td>214</td>
<td>10.35</td>
<td>11.32</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Teb-Ui-Poc</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>216</td>
<td>11.35</td>
<td>12.32</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>218</td>
<td>12.05</td>
<td>13.02</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Cki-Cwg-Ui</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>12</td>
<td>220</td>
<td>12.15</td>
<td>13.31</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>13</td>
<td>222</td>
<td>13.05</td>
<td>14.01</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>14</td>
<td>224</td>
<td>13.35</td>
<td>14.31</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>15</td>
<td>226</td>
<td>14.35</td>
<td>15.32</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>-</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>16</td>
<td>228</td>
<td>15.05</td>
<td>16.02</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Bjd</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>17</td>
<td>230</td>
<td>15.49</td>
<td>16.48</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Bjd</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>18</td>
<td>232</td>
<td>16.05</td>
<td>17.04</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Cta-Bjd-Clt</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>19</td>
<td>236F</td>
<td>16.40</td>
<td>17.35</td>
<td>Thb-Boo</td>
<td>Dp</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>20</td>
<td>234</td>
<td>16.43</td>
<td>17.42</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Cta-Bjd-Clt</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>21</td>
<td>236</td>
<td>17.18</td>
<td>18.16</td>
<td>Thb-Boo</td>
<td>Dpb-Bjd-Clt</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>22</td>
<td>238</td>
<td>17.21</td>
<td>18.18</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Bjd</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>23</td>
<td>240</td>
<td>17.35</td>
<td>18.31</td>
<td>Thb-Boo</td>
<td>Dpb-Bjd-Clt</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>24</td>
<td>242</td>
<td>18.21</td>
<td>19.19</td>
<td>Jak-Boo</td>
<td>Bjd</td>
<td>Sbt- Mgg/</td>
</tr>
<tr>
<td>25</td>
<td>244</td>
<td>19.21</td>
<td>20.16</td>
<td>Thb-Boo</td>
<td>Dpb-Bjd</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
</table>
<table border="1" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%">
<tr>
<td colspan="7"><b>JADWAL KA EKSPRES / AC</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>TANGERANG - JAKARTA</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>BERLAKU MULAI TGL. 01 - AGUSTUS - 2007</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">TANGERANG - JAKARTA</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>339</td>
<td>06.45</td>
<td>07.13</td>
<td>Tng - Du</td>
<td>Pi-Rw-Du</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>2</td>
<td>341</td>
<td>07.00</td>
<td>07.43</td>
<td>Tng - Jak</td>
<td>Pi-Rw-Du-Kpb</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>343</td>
<td>09.00</td>
<td>09.45</td>
<td>Tng - Jak</td>
<td>Pi-Rw-Du-Kpb</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>4</td>
<td>345</td>
<td>11.00</td>
<td>11.45</td>
<td>Tng - Jak</td>
<td>Pi-Rw-Du-Kpb</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>5</td>
<td>347</td>
<td>13.00</td>
<td>13.48</td>
<td>Tng - Jak</td>
<td>Pi-Rw-Du-Kpb</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>6</td>
<td>349</td>
<td>15.00</td>
<td>15.44</td>
<td>Tng - Jak</td>
<td>Pi-Rw-Du-Kpb</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>7</td>
<td>351</td>
<td>17.05</td>
<td>17.50</td>
<td>Tng - Jak</td>
<td>Pi-Rw-Du-Kpb</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>8</td>
<td>391F</td>
<td>08.00</td>
<td>08.45</td>
<td>Tng - Jak</td>
<td>Pi-Rw-Du-Kpb</td>
<td>SENIN-JUM'AT</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>9</td>
<td>393F</td>
<td>10.00</td>
<td>10.45</td>
<td>Tng - Jak</td>
<td>Pi-Rw-Du-Kpb</td>
<td>SENIN-JUM'AT</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS JAKARTA - TANGERANG</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>1</td>
<td>342</td>
<td>08.00</td>
<td>08.44</td>
<td>Jak-Tng</td>
<td>Kpb-Du-Rw-Pi</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>2</td>
<td>344</td>
<td>10.05</td>
<td>10.50</td>
<td>Jak-Tng</td>
<td>Kpb-Du-Rw-Pi</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>346</td>
<td>12.00</td>
<td>12.45</td>
<td>Jak-Tng</td>
<td>Kpb-Du-Rw-Pi</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>4</td>
<td>348</td>
<td>14.00</td>
<td>14.44</td>
<td>Jak-Tng</td>
<td>Kpb-Du-Rw-Pi</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>5</td>
<td>350</td>
<td>16.05</td>
<td>16.50</td>
<td>Jak-Tng</td>
<td>Kpb-Du-Rw-Pi</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>6</td>
<td>352</td>
<td>18.00</td>
<td>18.45</td>
<td>Jak-Tng</td>
<td>Kpb-Du-Rw-Pi</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr>
<td>7</td>
<td>340</td>
<td>18.07</td>
<td>18.36</td>
<td>Du-Tng</td>
<td>Rw -Pi</td>
<td>Sbt- Mgg/L</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>8</td>
<td>392F</td>
<td>09.00</td>
<td>09.45</td>
<td>Jak-Tng</td>
<td>Kpb-Du-Rw-Pi</td>
<td>SENIN-JUM'AT</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>9</td>
<td>394F</td>
<td>11.15</td>
<td>12.00</td>
<td>Jak-Tng</td>
<td>Kpb-Du-Rw-Pi</td>
<td>SENIN-JUM'AT</td>
</tr>
</table>
<table border="1" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%">
<tr>
<td colspan="7"><b>JADWAL KA EKSPRES / AC</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>BOJONGGEDE - JAKARTA/TN. ABANG</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>BERLAKU MULAI TGL. 01 - AGUSTUS - 2007</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS BOJONGGEDE - JAKARTA / TN, ABANG</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>1</td>
<td>261</td>
<td>06.05</td>
<td>06.50</td>
<td>Bjd-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>263</td>
<td>08.05</td>
<td>08.50</td>
<td>Bjd-Jak</td>
<td>Sabtu Dp</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>265</td>
<td>08.55</td>
<td>09.40</td>
<td>Bjd-Jak</td>
<td></td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>4</td>
<td>267</td>
<td>17.40</td>
<td>18.22</td>
<td>Bjd-Thb</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>5</td>
<td>269</td>
<td>17.55</td>
<td>18.41</td>
<td>Bjd-Jak</td>
<td>Sabtu sampai Mri</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>6</td>
<td>271</td>
<td>19.30</td>
<td>19.58</td>
<td>Bjd-Mri</td>
<td></td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS JAKARTA / TN, ABANG - BOJONGGEDE</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>1</td>
<td>260</td>
<td>05.23 05.55</td>
<td>Mri-Bjd</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2</td>
<td>262</td>
<td>07.10 07.55</td>
<td>Jak-Bjd</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
<td></td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>264</td>
<td>08.00 08.45</td>
<td>Jak-Bjd</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
<td></td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>4</td>
<td>266</td>
<td>16.50 17.33</td>
<td>Thb-Bjd</td>
<td>Dp - Cta</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>5</td>
<td>268</td>
<td>16.58 17.45</td>
<td>Jak-Bjd</td>
<td>Cta</td>
<td>Mgg/Libur</td>
<td></td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>6</td>
<td>270</td>
<td>18.42 19.25</td>
<td>Thb-Bjd</td>
<td>Dp - Cta</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
<td></td>
</tr>
</table>
<table border="1" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%">
<tr>
<td colspan="7"><b>JADWAL KA   EKSPRES / AC</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>DEPOK - JAKARTA/TN.ABANG</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>BERLAKU MULAI TGL. 01 -   AGUSTUS - 2007</b></td>
</tr>
<tr>
<td height="17"></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS   DEPOK - JAKARTA / TN. ABANG</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>275</td>
<td>06.28</td>
<td>07.03</td>
<td>Dp-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>2</td>
<td>277</td>
<td>06.35</td>
<td>07.10</td>
<td>Dp-Thb</td>
<td></td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>279</td>
<td>07.12</td>
<td>07.47</td>
<td>Dp-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>4</td>
<td>281</td>
<td>07.46</td>
<td>08.18</td>
<td>Dp-Thb</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>5</td>
<td>283</td>
<td>08.00</td>
<td>08.35</td>
<td>Dp-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>6</td>
<td>285</td>
<td>08.05</td>
<td>08.38</td>
<td>Dpb-Jak</td>
<td>Poc-Lna-Psm</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>7</td>
<td>287</td>
<td>08.25</td>
<td>08.57</td>
<td>Dp-Thb</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>289</td>
<td>08.40</td>
<td>09.15</td>
<td>Dp-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>9</td>
<td>291</td>
<td>10.05</td>
<td>10.41</td>
<td>Dp-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>293</td>
<td>17.08</td>
<td>17.43</td>
<td>Dp-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>11</td>
<td>295</td>
<td>17.57</td>
<td>18.29</td>
<td>Dp-Thb</td>
<td></td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>12</td>
<td>297</td>
<td>18.48</td>
<td>19.10</td>
<td>Dp-Mri</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>13</td>
<td>299</td>
<td>19.38</td>
<td>20.00</td>
<td>Dp-Mri</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td height="17"></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td height="17"></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS   JAKARTA / TN. ABANG - DEPOK</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr>
<td>1</td>
<td>274</td>
<td>05.50</td>
<td>06.13</td>
<td>Mri-Dp</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>2</td>
<td>276</td>
<td>05.58</td>
<td>06.21</td>
<td>Mri-Dp</td>
<td>-</td>
<td>Sbt-   Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>278</td>
<td>06.37</td>
<td>07.00</td>
<td>Mri-Dp</td>
<td>Dpb</td>
<td>Sbt-   Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>4</td>
<td>280</td>
<td>07.00</td>
<td>07.36</td>
<td>Thb-Dp</td>
<td>Teb-Ui</td>
<td>Sbt-   Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>5</td>
<td>282</td>
<td>07.17</td>
<td>07.50</td>
<td>Thb-Dp</td>
<td>-</td>
<td>Sbt-   Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>6</td>
<td>284</td>
<td>07.25</td>
<td>07.55</td>
<td>Thb-Dpb</td>
<td>Mri - UI</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>7</td>
<td>286</td>
<td>07.18</td>
<td>08.01</td>
<td>Du-Dp</td>
<td>Mri</td>
<td>Sbt-   Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>288</td>
<td>07.49</td>
<td>08.25</td>
<td>Jak-Dp</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>9</td>
<td>290</td>
<td>09.00</td>
<td>09.34</td>
<td>Thb-Dp</td>
<td>-</td>
<td>Sbt-   Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>292</td>
<td>16.24</td>
<td>17.00</td>
<td>Jak-Dp</td>
<td>Dpb</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>294</td>
<td>17.10</td>
<td>17.49</td>
<td>Jak-Dp</td>
<td>Dpb</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>12</td>
<td>296</td>
<td>17.55</td>
<td>18.31</td>
<td>Jak-Dp</td>
<td>Dpb</td>
<td>Sbt-   Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>13</td>
<td>298</td>
<td>18.54</td>
<td>19.29</td>
<td>Jak-Dp</td>
<td>Dpb</td>
<td>Sbt-   Mgg/Libur</td>
</tr>
</table>
<table border="1" cellpadding="1" cellspacing="1" width="100%">
<tr>
<td colspan="7"><b>JADWAL KA EKSPRES / AC</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>BEKASI - JAKARTA/TN.ABANG</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"><b>BERLAKU MULAI TGL. 01 - AGUSTUS - 2007</b></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS BEKASI - JAKARTA / TN. ABANG</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>1</td>
<td>301</td>
<td>06.15</td>
<td>06.41</td>
<td>Bks-Thb</td>
<td>Kri-Kldb</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>2</td>
<td>303</td>
<td>06.25</td>
<td>06.53</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>Kldb</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>305</td>
<td>07.00</td>
<td>07.28</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>Kldb</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>307</td>
<td>07.30</td>
<td>07.58</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>Kri - Kldb</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>5</td>
<td>309</td>
<td>08.05</td>
<td>08.28</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>Kldb</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>6</td>
<td>311</td>
<td>08.15</td>
<td>08.41</td>
<td>Bks-Thb</td>
<td>Kri - Kldb</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>7</td>
<td>313</td>
<td>08.37</td>
<td>09.05</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td></td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>8</td>
<td>315</td>
<td>09.00</td>
<td>09.30</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>9</td>
<td>317</td>
<td>09.25</td>
<td>09.53</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td></td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>319</td>
<td>11.00</td>
<td>11.28</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>Kri - Kldb</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>321</td>
<td>12.20</td>
<td>12.48</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>Kri - Kldb</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>12</td>
<td>323</td>
<td>13.45</td>
<td>14.13</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>13</td>
<td>325</td>
<td>15.45</td>
<td>16.13</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>14</td>
<td>327</td>
<td>16.22</td>
<td>17.10</td>
<td>Bks-Thb</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>15</td>
<td>329</td>
<td>16.30</td>
<td>16.58</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>16</td>
<td>331</td>
<td>16.40</td>
<td>17.05</td>
<td>Bks-Thb</td>
<td></td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>17</td>
<td>333</td>
<td>17.05</td>
<td>17.32</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>18</td>
<td>335</td>
<td>17.50</td>
<td>18.15</td>
<td>Bks-Jak</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>19</td>
<td>337</td>
<td>18.00</td>
<td>18.25</td>
<td>Bks-Thb</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="7">LINTAS JAKARTA / TN. ABANG - BEKASI</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>NO.</td>
<td>KA</td>
<td>BER</td>
<td>DAT</td>
<td>RELASI</td>
<td>BERHENTI/BLB DI</td>
<td>BATAL HARI</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>1</td>
<td>300</td>
<td>06.50</td>
<td>07.16</td>
<td>Thb-Bks</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>2</td>
<td>302</td>
<td>07.14</td>
<td>07.42</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>3</td>
<td>304</td>
<td>07.45</td>
<td>08.15</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>4</td>
<td>306</td>
<td>08.15</td>
<td>08.43</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>5</td>
<td>308</td>
<td>08.45</td>
<td>09.13</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>6</td>
<td>310</td>
<td>09.42</td>
<td>09.28</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td></td>
<td>312</td>
<td>09.14</td>
<td>09.42</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>-</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>7</td>
<td>314</td>
<td>09.40</td>
<td>10.08</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>Kldb-Kri</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>8</td>
<td>316</td>
<td>10.00</td>
<td>10.28</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>-</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>9</td>
<td>318</td>
<td>11.40</td>
<td>12.07</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>Kldb-Kri</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>10</td>
<td>320</td>
<td>13.00</td>
<td>13.28</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>Kri</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>11</td>
<td>322</td>
<td>14.30</td>
<td>14.58</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>Kri</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>12</td>
<td>324</td>
<td>16.27</td>
<td>16.56</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>Kldb-Kri</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>13</td>
<td>326</td>
<td>06.10</td>
<td>06.58</td>
<td>Thb-Bks</td>
<td>Kldb-Kri</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr>
<td>14</td>
<td>328</td>
<td>17.10</td>
<td>17.38</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>Kldb-Kri</td>
<td>Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td></td>
<td>330</td>
<td>17.20</td>
<td>17.46</td>
<td>Thb-Bks</td>
<td>Kldb-Kri</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>15</td>
<td>332</td>
<td>17.48</td>
<td>18.16</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>Kldb-Kri</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>16</td>
<td>334</td>
<td>18.28</td>
<td>18.56</td>
<td>Jak-Bks</td>
<td>Kldb-Kri</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
<tr style="height:18.75pt;">
<td>17</td>
<td>336</td>
<td>18.37</td>
<td>19.01</td>
<td>Thb-Bks</td>
<td>Kldb-Kri</td>
<td>Sbt- Mgg/Libur</td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DEPO KLR DEPOK TERBESAR DI ASIA TENGGARA]]></title>
<link>http://mungsoetikno.wordpress.com/2008/01/23/depo-klr-depok-terbesar-di-asia-tenggara/</link>
<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 13:41:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>mungsoetikno</dc:creator>
<guid>http://mungsoetikno.wordpress.com/2008/01/23/depo-klr-depok-terbesar-di-asia-tenggara/</guid>
<description><![CDATA[Pagi ini di media cetak nasional bercerita tentang peresmian Depo KRL Depok yang menurut Menteri Per]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" align="left" width="200" src="http://farm3.static.flickr.com/2393/2215817467_171cb1a628_m.jpg" alt="krlmania.com" height="100" />Pagi ini di media cetak nasional bercerita tentang peresmian Depo KRL Depok yang menurut Menteri Perhubungan adalah yang termoderen di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang dibangun di atas areal seluas 26 hektar berada di kelurahan Ratu Jaya kecamatan Pancoran Mas Depok, memiliki 14 stabling track (parkir) untuk 224 unit KRL, dua jalur pemeliharaan bulanan, satu jalur pemeliharaan tahunan, dua jalur pemeliharaan harian, satu jalur pemeriksaan tak terjadwal, tiga jalur pembentukan formasi kereta, dan dua jalur cuci besar. Kompleks dipo juga dilengkapi 30 kamar mess masinis dengan 120 tempat tidur.<!--more--></p>
<p>Sebagai KRLmania kita harapkan dengan adanya Depo ini maka KRL akan lebih terawat sehingga tidak ada lagi KRL mogok bikin ratusan penumpang telat masuk kantor dan kena sangsi uang transport ataupun uang kehadirannya dipotong oleh Perusahaan tempatnya bekerja, KRL Ekspress AC yang harga karcisnya udah mahal tapi ternyata panas dan jadwalnya ngaret dan kelakuan para masinis yang ngobyek nyari tambahan buat biaya kost dengan naikin dan nurunin penumpang disembarang tempat.</p>
<p>Dan harapan warga Depok dengan keberadaan Depo tersebut dapat menyerap banyak tenaga kerja untuk pengoperasian dan perawatan Depo tersebut supaya tidak terbengkalai seperti nasip para stasiun milik PT. KAI.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sauna Gratis di Kereta]]></title>
<link>http://zahidayat.wordpress.com/2008/01/23/sauna-gratis-di-kereta/</link>
<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 01:36:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>zahidayat</dc:creator>
<guid>http://zahidayat.wordpress.com/2008/01/23/sauna-gratis-di-kereta/</guid>
<description><![CDATA[Jika Anda bekerja di Jakarta, anda pasti paham betul jika di Ibukota negara ini tak banyak pilihan d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img ALIGN="left" HEIGHT="201" WIDTH="300" VSPACE="5" HSPACE="5" BORDER="0" ALT="kereta" SRC="http://www.tempointeraktif.com/hg/photostock/2005/04/05/s_K1a09407.jpg" />Jika Anda bekerja di Jakarta, anda pasti paham betul jika di Ibukota negara ini tak banyak pilihan dalam hal transportasi. Bawa mobil disergap macet di banyak titik; Menumpang kendaraan umum tak nyaman dan sama macetnya; Ada yang lebih cepat, naik motor, tapi disumpahin sepanjang jalan karena menyerobot hingga ke trotoar.</p>
<p>Nah, setiap pagi saya ikut "rombongan" di kereta listrik alias KRL. Keretanya memang bisa terus laju. Sialnya, "kemacetan" justru pindah ke dalam gerbong. Masuk susah, apalagi waktu mau keluar.</p>
<p>Dorong ke kanan, sikut ke kiri. Kaki menahan beban, sementara tangan berusaha menggapai pegangan paling dekat. Olahraga pagi seperti ini, pasti diulangi pada sore harinya.</p>
<p>Kalau anda "serius" mengikuti program gencet-gencet ala PT Kereta Api ini, mungkin dalam sebulan Anda bisa langsung langsing. Apalagi layanan KRL ini juga disertai sauna gratis. Nah, akhir januari ini, saat yang tepat karena udaranya lembab sehabis panas dan mulai hujan lagi.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Den undertrykkende religionen]]></title>
<link>http://hedgard.wordpress.com/2008/01/16/den-undertrykkende-religionen/</link>
<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 13:33:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>hedgard</dc:creator>
<guid>http://hedgard.wordpress.com/2008/01/16/den-undertrykkende-religionen/</guid>
<description><![CDATA[Forleden kunne vi lese følgende i Stavanger Aftenblad:
Formannskapet i Hå setter skapet på plass.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Forleden kunne vi lese følgende i Stavanger Aftenblad:</p>
<p><a href="http://web3.aftenbladet.no/lokalt/article578586.ece">Formannskapet i Hå setter skapet på plass.</a></p>
<p>Det er skremmende å se med hvilken naturlig arroganse og innbitt rettferdig harme kristenfolket fortsatt setter seg over de lovene vi vanlige dødelige må forholde oss til. Politikerne i HÅ, med både Ordfører og Rådmann (!) i spissen mener nemlig bestemt at de ikke må akseptere de reglene vi gjennom demokratiske prosesser er blitt enige om at skal gjelde for vårt samfunn. De setter seg ikke bare over Departementet, Regjeringen og Stortinget, men også Menneskerettighetsdomstolen (og gjennom den også Grunnloven).</p>
<p>Hva i all verden får politikere til å ofre det systemet de selv er en del av, til fordel for å stole blindt på sitt eget kristne bondevett? Hvordan kan innbyggerne i Hå akseptere politikere som setter religiøse overbevisninger foran politiske plikter til å søke løsninger som er til det beste for ALLE som bor i kommunen?</p>
<p>Det er kanskje vanskelig å se, men formannskapet i Hås avgjørelse er et utslag av den samme religiøse tenkningen som får villedede unge muslimske menn til å sprenge seg selv og andre i lufta i Midt-Østen.</p>
<p><a href="http://hedgard.wordpress.com/files/2008/01/rd.jpg" title="Richard Dawkins"><img src="http://hedgard.wordpress.com/files/2008/01/rd.thumbnail.jpg" alt="Richard Dawkins" /></a></p>
<p>Richard Dawkins sier at religion er en parasitt på vår naturlige gitte evne til å konstruere moralske system rundt oss. Han baserer påstanden på den evolusjonistiske koblingen som gjør at vi som små barn blindt aksepterer autoritetspersoners utalelser som sannhet. Med andre ord: Så lenge vi fortsetter å la våre barns religiøse opplæring styres fullstendig av hvilken religion foreldrene bekjenner seg til, er vi dømte til å videreføre syn på verden som var gangbare for 2000 år siden, men som er fullstendig himmelropende malplasserte i dagens samfunn.</p>
<p>Det er på tide at vi fornuftige tenkende mennesker, religiøse som ikke religiøse, tar et oppgjør med de tre verdensreligionenes ledere. Deres religiøse "sivilisasjonskamp" sender verden stadig dypere ned i en voldsspiral som kun medfører økt lidelse, hat og død.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
