<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>komat-kamit &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/komat-kamit/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "komat-kamit"</description>
	<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 14:02:02 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Dzikir dan Syukur]]></title>
<link>http://rumaysho.wordpress.com/2008/11/08/dzikir-dan-syukur/</link>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 23:56:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Papanya ays</dc:creator>
<guid>http://rumaysho.wordpress.com/2008/11/08/dzikir-dan-syukur/</guid>
<description><![CDATA[Suatu faedah yang sangat menarik sekali yang kami peroleh setelah mempelajari kitab Al Fawa&#8217;id]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suatu faedah yang sangat menarik sekali yang kami peroleh setelah mempelajari kitab Al Fawa&#8217;id karya Ibnu Qoyyim Al Jauziyah. Faedah ini adalah mengenai dzikir dan syukur.<!--more--></p>
<blockquote><p>Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa agama ini dibangun di atas 2 landasan yaitu dzikir dan syukur. Lantas beliau rahimahullah membawakan firman Allah (yang artinya), &#8220;Berdzikirlah pada-Ku, niscaya Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah pada-ku, janganlah kalian kufur.&#8221; (QS. Al Baqoroh : 152)</p>
<p>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam juga bersabda pada Mu&#8217;adz, &#8220;Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Janganlah kamu lupa untuk mengucapkan pada akhir shalat (sebelum salam) : ALLAHUMMA A&#8217;INNI &#8216;ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI &#8216;IBADATIK [Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].&#8221;<br />
Itulah beberapa dalil yang menunjukkan bahwa agama ini dibangun dan bisa tegak dengan dzikir dan syukur.</p></blockquote>
<p>Namun, apa yang dimaksud dengan dzikir? Apakah cukup dengan mulut yang komat-kamit?<br />
Beliau rahimahullah memberi penjelasan yang sangat bagus sekali. Beliau mengatakan bahwa dzikir bukanlah hanya dengan lisan yang komat-kamit. Namun, ingatlah bahwa dzikir yang sebenarnya adalah dengan hadirnya hati dan ucapan lisan. Dalam dzikir kita juga harus meresapi makna nama dan sifat Allah, mengingat perintah dan larangan-Nya, dan mengingat Allah dengan merenungkan kalamullah yaitu Al Qur&#8217;an. Ini semua bisa digapai jika seseorang mengimani nama dan sifat-Nya, serta mengagungkan-Nya, juga memuji-Nya dengan berbagai macam sanjungan. Semua ini bisa digapai jika seseorang bertauhid dengan benar. Dzikir yang hakiki harus terkandung ini semua. Juga dzikir ini haruslah digapai dengan senantiasa mengingat nikmat Allah dan mengingat kebaikan Allah pada makhluk-Nya.<br />
Itulah dzikir yang sebenarnya dan yang semestinya dilakukan setiap muslim.</p>
<p>Lalu apa yang dimaksud dengan syukur? Syukur adalah melaksanakan ketaatan kepada Allah, mendekatkan diri kepada-Nya dengan rasa cinta lahir maupun batin.</p>
<p>Inilah dua perkara yang akan menegakkan agama seseorang.<br />
Dalam dzikir kepada-Nya harus terdapat ma&#8217;rifah atau keimanan yang hakiki. Sedangkan dalam syukur harus terdapat ketaatan kepada-Nya.</p>
<p>Kedua perkara inilah tujuan diciptakannya jin dan manusia, langit dan bumi. Dengan dua hal ini baru akan ada pahala dan hukuman, juga sebab diturunkannya kitab suci dan para rasul.</p>
<p>Dalam berbagai ayat disebutkan bahwa tujuan penciptaan makhluk adalah agar Allah kita senantiasa berdzikir (mengingat-Nya) dengan iman, dan juga bersyukur kepada-Nya dengan melakukan ketaatan. Tujuan penciptaan bukanlah untuk melupakan-Nya dan mengufuri-Nya. Ingatlah, Allah akan senantiasa mengingat hamba-Nya jika mereka selalu berdzikir pada-Nya, juga akan senantiasa mensyukuri hamba-Nya, jika mereka bersyukur pada-Nya.<br />
Dzikir adalah sebab Allah mengingat hamba-Nya dan syukur adalah sebab Allah akan selalu menambah nikmat dan karunia.</p>
<p>Dzikir dilakukan dengan lisan dan hati. Sedangkan syukur dilakukan dengan rasa cinta dalam hati, pujian dalam lisan, dan melakukan ketaatan dengan anggota badan.</p>
<p>Semoga Allah membalas kebaikan Ibnul Qoyyim karena telah menyampaikan faedah yang berharga ini. Semoga kita termasuk orang-orang yg mengingat dan bersyukur pada-Nya. AMIN &#8230;</p>
<p>Baca juga artikel saudara kami <a title="dzikir-syukur" href="http://abu0mushlih.wordpress.com/2008/11/27/dzikir-dan-syukur/" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p>Disusun di pagi hari yang penuh berkah, 9 Dzulqo&#8217;dah 1429, di rumah mertua tercinta, Panggang-Gunung Kidul</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agak Rewel: Anakku Dipijat Dukun Pijat ]]></title>
<link>http://asalehudin.wordpress.com/2008/10/10/anakku-dipijat-dukun-pijat/</link>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 04:18:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ahmad Salehudin</dc:creator>
<guid>http://asalehudin.wordpress.com/2008/10/10/anakku-dipijat-dukun-pijat/</guid>
<description><![CDATA[
 
Alisha menikmati pijetan sang dukun
Terkadang tubuh kita terasa sangat capek dan pegal-pegal. Ket]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://asalehudin.files.wordpress.com/2008/10/100_1135.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-185" title="100_1135" src="http://asalehudin.wordpress.com/files/2008/10/100_1135.jpg" alt="" width="448" height="336" /> </a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><strong>Alisha menikmati pijetan sang dukun</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Terkadang tubuh kita terasa sangat capek dan pegal-pegal. Ketika tubuh dalam kondisi demikian, biasanya kita serba tidak nyaman, mau tidur tidak enak, mau beraktivitas malas, bahkan untuk sekedar berfikirpun terasa malas. Keadaan ini tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa tetapi juga oleh anak kecil yang baru lahir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Anakku, <strong><span style="color:#ffcc00;">Alisha Haura Afiqoh</span></strong>, yang baru berumur 45 hari tiba-tiba menjadi agak rewel. Sebentar-sebentar nangis, dan tidurpun tidak bisa nyenyak. Sebagai seorang ayah yang baru memiliki anak pertama, saya sangat khawatir dengan kondisi Alisha. Ketika jam 11 malam anakku bangun, dan istriku dengan sigap menyusuinya, walau kulihat mukanya sangat lelah, melintas di kepalaku untuk membawa anakku ke dokter walaupun sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan dokter. “Bunda, kayaknya Alisha harus kita bawa ke dokter anak,” kataku pada istriku yang sedang menyusui.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://asalehudin.files.wordpress.com/2008/10/100_1139.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-191" title="100_1139" src="http://asalehudin.wordpress.com/files/2008/10/100_1139.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">“Gak usah ke dokter yah, karena biasanya kalau Alisha rewel biasanya badannya sedang tidak enak atau kecapean. Baiknya besok kita bawa Alisha ke dukun pijat anak,” Jawab istriku dengan muka agak kuyu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Jawaban istriku tersebut sangat mengejutkanku. Apa badan anakku yang masih berumur 1,5 bulan tidak akan cidera jika dipijat? Apa tidak bahaya pada persendiannya yang sedang tumbuh? Apa ada jaminan anakku tidak apa-apa? Pertanyaan tersebut terus menghantuiku, dan semakin menguat menjelang keberangkatan ke rumah sang dukun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Pagi itu kami berangkat dengan kakak ipar yang juga hendak memijatkan anaknya. Ketika sampai di rumah sang dukun, aku semakin deg-degan. Apalagi ketika dari dalam rumah ke luar seorang perempuan tua yang ternyata si tukang pijat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Putri kakak iparku mendapat giliran pertama. Tanganya yang keriput dengan cekata membuka pakaian putri <span> </span>kakak iparku dan segera memijatnya. Setelah sekitar 15 menit, putri kakak iparku sudah selesai dipijat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Selanjutnya giliran anakku. Aku mendekat dan memperhatikan detail apa yang dilakukan oleh sang dukun. Seperti yang dilakukan pada putri kakak iparku, sang dukun segera membuka pakaian anakku. Sebelum mulai memijat, mulut sang dukun berkomat-kamit entah membaca doa apa. Setelah itu anakku ditengkurapkan. Dia pun mulai memijat anakku. Anakku nampaknya sangat menikmati. Dia tidak menangis, bahkan sering kali kulihat mukanya menyunggingkan senyum. Setelah bagian belakang anakku selesai dipijat, anakku kemudian diterlentangkan. Pada posisi ini, anakku sempat menangis, walaupun hanya sebentar, ketika bagian perutnya diraba oleh sang dukun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://asalehudin.files.wordpress.com/2008/10/100_11372.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-194" title="100_11372" src="http://asalehudin.wordpress.com/files/2008/10/100_11372.jpg?w=224" alt="" width="224" height="300" /></a><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Anehnya, setelah bagian perut anakku dipijat, ankku beberapa kali <em>ngentut</em> dengan suara keras. ”Perut Alisha sudah enak,” kata istriku. Setelah sekitar 7 menit, Alisha selesai dipijat, dan mulut sang dukun pijat lagi-lagi berkomat-kamit membaca sesuatu dan diakhiri dengan meniup bagian punggung anakku tiga kali. Setelah itu, baju anakku dipakaikan kembali dan kami pamit pulang seraya menyerahkan uang jasa yang sangat tidak seberapa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Setelah sampai di rumah, aku baru percaya bahwa dukun pijat itu mempunyai kemampuan yang tidak sembarangan orang memiliki. Sejak dari rumah dukun pijat, anakku tidur lelap, tidak rewel, namun sering <em>pipis</em> dan <em>ngentut</em>. Mengomentari kondisi anakku tersebut, istriku hanya bilang, ”mungkin kemarin Alisha rewel karena badannya kecapaian karena banyak gerak”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://asalehudin.files.wordpress.com/2008/10/100_1138.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-188" title="100_1138" src="http://asalehudin.wordpress.com/files/2008/10/100_1138.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><em><strong>Sang dukun berdoa dan meniupkannya ke kepala dan punggung anakku</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Peristiwa tesebut menyadarkanku bahwa masyarakat mempunyai cara tersendiri untuk mencarikan solusi atas semua persoalannya. Mungkin kalau ke dokter, anakku anakku akan diberi ”obat” yang, selain mahal, bisa saja akan berakibat kurang baik pada anakku. Sedangkan ketika dibawa kedukun pijat, selain murah, ttubuh anakku masih steril dari bahan-bahan kimia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://asalehudin.files.wordpress.com/2008/10/100_1140.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-189" title="100_1140" src="http://asalehudin.wordpress.com/files/2008/10/100_1140.jpg?w=300" alt="" width="224" height="166" /></a> <a href="http://asalehudin.files.wordpress.com/2008/10/100_1143.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-190" title="100_1143" src="http://asalehudin.wordpress.com/files/2008/10/100_1143.jpg?w=300" alt="" width="222" height="167" /> </a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-family:&#34;">To see the video click <a href="http://www.youtube.com/watch?v=I7y9IsZK3Rg" target="_blank">here</a></span></em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
