<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>keseharian &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/keseharian/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "keseharian"</description>
	<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 07:29:54 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kartu Nama Gadis Berbaju Merah]]></title>
<link>http://gentole.wordpress.com/?p=381</link>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 12:37:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>gentole</dc:creator>
<guid>http://gentole.wordpress.com/2008/10/10/kartu-nama-gadis-berbaju-merah/</guid>
<description><![CDATA[Peringatan: Anda akan membaca post tidak penting. Apa yang saya tulis di bawah ini adalah katarsis l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&#62;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &#60;![endif]--><strong><em><span lang="IN">Peringatan</span></em></strong><em><span lang="IN">: Anda akan membaca post tidak penting. Apa yang saya tulis di bawah ini adalah katarsis level akut; sebuah khayalan pengagum <a href="http://www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/hamsad.html">Hamsad Rangkuti </a></span></em><em><span lang="IN">yang sok belajar fisika kuantum, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Many-worlds_interpretation">terutama bagian yang ini.</a> Ini omong kosong saja, omong kosong saja, omong kosong...omong...kosong...saja...sangat tidak serius! </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN">Gadis Berbaju Merah #1</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Akhirnya saya bertemu lagi dengan gadis itu. Saya tidak akan pernah lupa dengan tubuhnya yang molek, <em>semok</em> nan seksi. Aduhai, tubuh perempuan. Mengagumkan. Saya tidak pernah menyangka bahwa suatu saat saya bisa begitu dipesonakan oleh lekuk daging yang sering dilapisi kain itu. Bukankah dulu perempuan hanya sepeda mini, pita merah jambu dan permainan congklak? Ah, seandainya semua bocah lelaki tahu, bahwa lambang “D” di kiri atas layar televisi itu menandakan sebuah tayangan hanya untuk mereka yang menggilai kurva. Mereka pasti tidak akan bisa menahan tawa, betapa dunia pria ternyata jauh lebih konyol dari dunia bocah yang kedap birahi. Saya ingat betul gadis itu. Sayangnya dia lupa sama saya. :mrgreen: Apes. Tapi saya tidak merasa kecewa; meski sulit bukan main untuk menghapus setiap lekuk tubuhnya dari otak saya. Saya memilih duduk di barisan belakang. Mengasingkan diri. Suara Duta Besar Perancis terdengar lamat-lamat. Akhirnya mereka memulai konpers hari itu. Seperti kemarin dan hari-hari sebelumnya, saya kembali mencatat apa yang dikatakan orang lain. Sial. Harusnya saya menjadi dosen atau peneliti saja!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span lang="IN">Gadis Berbaju Merah #2</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">Akhirnya saya bertemu lagi dengan gadis itu. Saya tidak akan pernah lupa dengan tubuhnya yang elok, </span></em><span lang="IN">semok<em> nan seksi. Aduhai, tubuh perempuan. Mengagumkan. Saya tidak pernah menyangka bahwa suatu saat saya bisa begitu dipesonakan oleh lekuk daging yang sering dilapisi kain itu. Bukankah dulu perempuan hanya sepeda mini, pita merah jambu dan permainan congklak? Ah, seandainya semua bocah lelaki tahu, bahwa lambang “D” di kiri atas layar televisi itu manandakan sebuah tayangan hanya untuk mereka yang menggilai kurva. Mereka pasti tidak akan bisa menahan tawa, betapa dunia pria ternyata jauh lebih konyol dari dunia bocah yang kedap birahi. Saya ingat betul gadis itu. Dan betapa terkejutnya saya ketika ia menyapa dan mengingat nama saya! Katanya dia menyukai ulasan saya tentang pertunjukan seni di GKJ tempo hari. Padahal saya selalu menganggap tulisan saya jelek, karena saya merasa sudah dikutuk menjadi penulis medioker. Tapi, ah, saya tidak perduli. Kami memilih duduk di barisan belakang. Mengasingkan diri. Suara Duta Besar Perancis terdengar lamat-lamat. Akhirnya mereka memulai konpers hari itu. Dan saya tidak perduli! Ada mahakarya dari Yang Maha Kuasa di hadapan saya. “Lo suka banget <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Erik_Satie">Erik Satie</a> yah? Sama dong!” Saya jawab saja sekenanya, pura-pura antusias.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">Setahun kemudian saya tinggal bersama gadis itu di sebuah apartemen di pusat kota. Saya sering melihat tubuhnya yang telanjang berubah menjadi siluet di tepi jendela. Ah, indahnya kurva. Untung saya jadi wartawan! </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN">Kartu Nama #1</span></strong><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Mas, kursi ini kosong? Ada yang <em>nempatin enggak</em>?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Kosong,<span> </span>kok. Silahkan, Mbak.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Eh, bentar, harusnya wartawan duduk di depan kali, yah?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Oh, terserah, Mbak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Ah, gak apa-apalah, <em>it’s alright</em>.”<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Perempuan itu duduk di sebelah saya. <em>Make up</em> dan kostum yang ia kenakan menurut saya terlalu berlebihan untuk seorang wartawan. Saya tidak menyukai kesan yang ditimbulkan dari pakaian semacam itu. Entah kenapa -- mungkin karena inferior? --, saya merasa gengsi dan berusaha tampak tidak perduli. Tapi si Mbak itu bertanya juga, “Dari media mana, Mas?” Saya bilang saya dari Harian Kacang Goreng, dengan suara pelan. “Oh, itu kan harian berbahasa Inggris. Bahasa Inggris kamu pasti bagus dong!” Katanya keras-keras. Saya jawab pelan-pelan, “<em>Oh, not really.</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“<em>How long have you been working there</em>?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Kata saya dalam batin, “<em>Ngapain sih</em> bicara dalam bahasa Inggris. Lah, kita sama-sama orang Indonesia, kok!” Terus saya jawab saja dalam bahasa Indonesia, “Sekitar tiga tahunlah.” Setelah itu saya diam. Si Mbak itu sepertinya menyadari keengganan saya dan juga memilih diam. Sepanjang acara konferensi pers itu saya berlagak tidak perduli sama si Mbak itu. Sepertinya saya memang terlalu <em>xenophobic. </em>Saya malas berkenalan dan menyodorkan kartu nama. Bukan apa-apa, ada nomor HP saya di situ. Saya tidak memercayai perempuan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span lang="IN"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span lang="IN">Kartu Nama #2<span> </span><span> </span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">“Mas, kursi ini kosong? Ada yang </span></em><span lang="IN">nempatin enggak<em>?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">“Kosong,<span> </span>kok. Silahkan, Mbak.” </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">“Eh, bentar, harusnya wartawan duduk di depan kali, yah?”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">“Oh, terserah, Mbak.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">“Ah, gak apa-apalah, </span></em><span lang="IN">it’s alright<em>.” <span> </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">Perempuan itu duduk di sebelah saya. </span></em><span lang="IN">Make up<em> dan kostum yang dikenakannya menurut saya terlalu berlebihan untuk seorang wartawan.</em> <em>Saya tidak menyukai kesan yang ditimbulkan dari cara berpakaian semacam itu. Entah kenapa -- mungkin karena inferior? --, saya merasa gengsi dan berusaha tampak tidak perduli. Tapi si Mbak itu bertanya juga, “Dari media mana, Mas?” Saya bilang saya dari Harian Kacang Goreng, dengan suara pelan. “Oh, itu kan harian berbahasa Inggris. Bahasa Inggris kamu pasti bagus dong!” Katanya keras-keras. Saya jawab pelan sekali, “</em>Oh, not really<em>.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">“</span></em><span lang="IN">How long have you been working there<em>?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">Kata saya dalam batin, “</span></em><span lang="IN">Ngapain sih ngomong</span><em><span lang="IN"> dalam bahasa Inggris. Lah, kita sama-sama orang Indonesia, kok!” Saya jawab saja dalam bahasa Indonesia, “Sekitar tiga tahunlah.” Setelah itu saya diam saja. Si Mbak itu sepertinya menyadari keengganan saya dan memilih diam. Tetapi, entah apa yang terjadi pada lidah saya saat itu. Saya tiba-tiba memecah keheningan yang sudah berlangsung beberapa menit itu; “Dari media mana, Mbak?” Ia mengeluarkan kartu nama dan menyodorkannya kepada saya. “Dari media X, baru, kok”. Goblok! Saya mengumpat dalam hati. Saya pun merasa wajib memberinya kartu nama. Ada nomor telepon seluler saya di sana. Saya khawatir perempuan ini penipu, dan tiba-tiba saya menjadi paranoid. Ah, mestinya saya diam saja tadi! Saya merasa kesal sepanjang konferensi pers itu.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">Setahun kemudian, sebuah perusahaan menghubungi saya. Mereka mengaku sudah memberi uang Rp 100 juta kepada seorang perempuan yang mengaku bekerja pada Harian Kacang Goreng untuk sebuah peliputan. Wanita itu memberi kartu nama saya kepada mereka. “Kata Mbak X, Mas yang bertanggungjawab untuk pemuatan artikel itu.” </span></em><span lang="IN"><em>Mati aku!</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span lang="IN"><span> </span></span></em></strong><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="IN">Kartu Nama #3</span></strong><span lang="IN"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Mas, kursi ini kosong? Ada yang <em>nempatin enggak</em>?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Kosong,<span> </span>kok. Silahkan, Mbak.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Eh,<em> bentar</em>, harusnya wartawan duduk di depan kali, yah?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">“Oh, terserah, Mbak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Perempuan itu pergi ke barisan depan. Saya kembali membaca majalah <em>Rolling Stone.</em> Saya tidak tahu siapa perempuan itu dan saya tidak perduli. Saya menoleh ke belakang. Kawan saya belum datang juga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em><span lang="IN">Kartu Nama #4</span></em></strong><em><span lang="IN"><span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">“Mas, kursi ini kosong? Ada yang nempatin enggak?”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">“Oh, ada, Mbak. Maaf. Teman saya lagi keluar sebentar.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN"><span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="IN">Perempuan itu pergi, mungkin bersama rasa kecewa. Saya kembali membaca majalah </span></em><span lang="IN">Rolling Stone</span><em><span lang="IN">. Saya tidak tahu siapa perempuan itu dan saya tidak perduli. Saya juga tidak tahu apakah teman saya akan datang. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>[akhirnya bikin post OOT. oh, well.]</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Review Buku Super Great Memory]]></title>
<link>http://sugengfiles.wordpress.com/?p=95</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 09:52:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugeng</dc:creator>
<guid>http://sugengfiles.wordpress.com/2008/10/08/review-buku-super-great-memory/</guid>
<description><![CDATA[Sebelum libur lebaran ke Gramedia dulu untuk cari buku-buku bacaan, biasanya saya setiap bulan sudah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum libur lebaran ke Gramedia dulu untuk cari buku-buku bacaan, biasanya saya setiap bulan sudah menyiapkan bugdet untuk membeli buku dan komik. Cari punya cari sepertinya buku-buku yang diinginkan terlalu banyak sehingga terpaksa harus beli yang memang dibutuhkan saja. Buku yang akhirnya saya beli antara lain 13 Wasiat Terlarang, Super Great Memory (SGM) dan Buku tentang Hipnotis (Judulnya saya lupa).</p>
<p>Buku yang selesai saya baca saat ini adalah SGM, buku tersebut cukup menarik karena disusun dengan cara unik, yaitu dengan membuat halaman yang tidak langsung nyampung kiri dan kanan tapi dibagian kanan adalah pembahasan bukunya kemudian di sebelah kiri berisi artikel, joke bahkan puisi-puisi ringan.</p>
<p>Pengarang buku ini (ditulisnya) adalah pemegang rekor pertama Daya Ingat MURI Irwan Widiatmoko Master Trainer di BRAIN'S POWER INDONESIA. Buku setebal lebih dari 240 halaman ini berisi Tips, trik dan latihan untuk meningkatkan daya ingat.</p>
[caption id="attachment_96" align="alignnone" width="400" caption="SGM"]<a href="http://sugengfiles.wordpress.com/files/2008/10/dsc00024.jpg"><img class="size-full wp-image-96" title="GSGM" src="http://sugengfiles.wordpress.com/files/2008/10/dsc00024.jpg" alt="SGM" width="400" height="533" /></a>[/caption]
<p>Pembahasan buku tersebut seperti yang ada di judulnya adalah trik-trik meningkatkan kemampuan otak khususnya untuk meningkatkan daya ingat. Dibuku ini langsung dibahas trik-triknya kemudian langsung diberikan latihan sederhana untuk mempraktekan trik yang dibahas. Bahasa yang digunakan cukup ringan dan <!--more-->tidak terlalu kaku sehingga enak untuk dibaca ditambah dengan adanya selingan-selingan seperti tebakkan, joke dan cerita singkat di setiap halamannya.</p>
<p>Dibagian akhir buku terdapat lampiran tes-tes untuk melatih kemampuan daya ingat. Buku ini juga menyertakan CD yang juga berisi latihan-latihan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nge-plurk Yuk..]]></title>
<link>http://sugengfiles.wordpress.com/?p=93</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 08:36:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugeng</dc:creator>
<guid>http://sugengfiles.wordpress.com/2008/10/08/nge-plurk-yuk/</guid>
<description><![CDATA[Plurk? Apa pula itu?? Plurk merupakan salah satu dari banyak layanan jejaring sosial. Pengguna layan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://plurk.com/redeemByURL?from_uid=3189553&#38;check=186278665&#38;s=1" target="_blank">Plurk</a>? Apa pula itu?? Plurk merupakan salah satu dari banyak layanan jejaring sosial. Pengguna layanan ini dapat mengirimkan pesan singkat (bukan SMS loh) melalui halaman web atau <a href="http://plurk.com/m" target="_blank">Mobile Application</a>. Katanya sih mirip dengan Twitter dan Jaiku, tapi saya sendiri terus terang belum pernah coba hehe...</p>
<p>Saya sendiri kenal plurk lewat <a href="http://chickenstrip.wordpress.com/2008/07/15/chickenstrip-108-plurk-microblogging/" target="_blank">sini</a>, jadi penasaran dan apa salahnya dicoba aja lah.. Eh tau-tau malah jadi kecanduan...</p>
<p>Cara mainnya (halah) cukup mudah, sign in kemudian tinggal tuliskan pesan mu.. Trus apa gunanya dong?? Yah selain sebagai media sosial bisa juga sebagai catatan online, karena mudah di akses juga lewat ponsel yang bisa GPRS sekaligus bisa sebagai media corat-coret untuk menghilangkan kepenatan... Atau juga sebagai media supaya terkenal hehe..</p>
<p>Lagipula dari segi tampilan, layanan ini mudah di gunakan dan tidak terlalu rumit sehingga yah bagi orang awam seperti saya tidak kesulitan untuk menggunakannya. Lebih banyak tentang layanan ini cek di <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2008/06/09/plurk/" target="_blank">sini</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prahara Celana Pendek]]></title>
<link>http://5ech4.wordpress.com/?p=152</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 07:42:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Icha</dc:creator>
<guid>http://5ech4.wordpress.com/2008/10/08/prahara-celana-pendek/</guid>
<description><![CDATA[Celana pendek, 10 senti diatas lutut dengan simpulan kecil-kecil pada bagian ujungnya dipadukan deng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;font-family:&#34;">Celana pendek, 10 senti diatas lutut dengan simpulan kecil-kecil pada bagian ujungnya dipadukan dengan kaos ringkas pada bagian atas, telah menjadi busana favorit bagi ic dalam segala situasi dan kondisi karena terasa nyaman, fleksibel, dan lebih leluasa saat berada di rumah, saat memasak, makan, nonton tipi, tidur siang, tidur malam, didepan komputer, juga tidak jarang digunakan untuk naik ke atas atap buat memperbaiki genteng yang bocor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;font-family:&#34;">Namun sering juga membuat risih, ketika stok air galon di rumah kehabisan setelah maka</span><span style="font-size:13pt;font-family:&#34;">n makanan yang puedesss, dengan bergegas mendatangi outlet ozonisasi terdekat tanpa bersalin busana, ketika hendak memasak namun kehabisan beberapa bumbu penting yang mengharuskan dengan segera </span><!--more--><span style="font-size:13pt;font-family:&#34;">membelinya di warung terdekat, ketika ibu minta diantar untuk berbelanja ke pasar, ketika… ketika… dan ketika… arghhh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;font-family:&#34;">Seringkali dalam balutan busana itu, beberapa pasang mata mengamati ic dari ujung rambut hingga ke mata kaki dengan tatapan aneh, kemudian tertuju pada satu tempat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://5ech4.files.wordpress.com/2008/10/ladies__short_pants.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-181" title="ladies__short_pants" src="http://5ech4.wordpress.com/files/2008/10/ladies__short_pants.jpg?w=300" alt="" width="300" height="300" /></a><span style="font-size:13pt;font-family:&#34;">Apakah itu celana pendek ic yang memang sudah tidak baru lagi? atau bagian bawahnya yang secara visual <span style="text-decoration:line-through;">putih mulus</span> jelas terlihat? atau mungkin pada bagian lebih sedikit dibawahnya yaitu lutut yang sedikit berkerut dengan warna agak kecoklatan?, sungguh ic tidak tahu. Haruskah ic berseru dengan lantang kepada orang-orang itu seperti yang pernah ic ucapkan <a href="http://5ech4.wordpress.com/2008/08/22/paranoid-singel/">disini</a>?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;font-family:&#34;">Mulai besok ic akan mencoba membiasakan diri menggunakan celana panjang atau rok di rumah, tapi akan terasa aneh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;font-family:&#34;">Namun, celana pendek 10 senti diatas lutut masih menjadi busana favorit ic dirumah saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(<em>gambar diambil dari om gugel, mohon maaf dengan berbagai alasan gambarnya ic ganti</em>)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bergelut dengan Kabel dan Modulator]]></title>
<link>http://priapecundang.wordpress.com/?p=23</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 07:26:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>priapecundang</dc:creator>
<guid>http://priapecundang.wordpress.com/2008/10/08/bergelut-dengan-kabel-dan-modulator/</guid>
<description><![CDATA[Artikel ini kutulis pada saat tak seorangpun mengawasiku di dalam ruangan. Di ruangan ini aku sedang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini kutulis pada saat tak seorangpun mengawasiku di dalam ruangan. Di ruangan ini aku sedang bekerja, inilah pengalaman pertama bekerja sebagai teknisi, walaupun masih training.</p>
<p>Soal software dan sebagainya aku memang percaya diri, tapi untuk hardware dan jaringan......, aku benar-benar tuna netra. Di PIKTI-ITS pun materi hardware dan jaringan belum ada.</p>
<p><a href="http://priapecundang.wordpress.com/files/2008/10/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-26" title="images" src="http://priapecundang.wordpress.com/files/2008/10/images.jpg" alt="" width="121" height="105" /></a>Tugas yang diberikan padaku adalah membantu teknisi yang ada yang sebenarnya adalah pamanku yang mengajakku ikut coba-coba kerja untuk memasang LAN. Karena masih training, tugas yang diberikan cuma memasang modulator ke kabel. Awalnya kukura mudah karena cuma mencocokan warna pada modulator.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Tapi ternyata.........! Aku menghabiskan 8 buah modulator sia-sia karena sulit sekali mengepaskan kabel kecil-kecil yang kaku yang jumlahnya banyak untuk dimasukan dalam modulator. Hampir sejam kuhabiskan agar aku dapat memasang dengan benar.</p>
<p>Kesulitan masih berlanjut. Kali ini giliran setting LAN pada komputer. Apa itu Ip Address dan default Gateway membuat kepalaku pusing.</p>
<p>Jadi aku meminta tolong bagi siapapun yang membaca postingan ini dan mengerti tentang jaringan bisa mengirimkan tutorial padaku ke <a href="mailto:lucky_loser@ymail.com">lucky_loser@ymail.com</a></p>
<p>Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bank Sialan dan Otak Bodoh]]></title>
<link>http://priapecundang.wordpress.com/?p=20</link>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 11:57:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>priapecundang</dc:creator>
<guid>http://priapecundang.wordpress.com/2008/10/07/bank-sialan-dan-otak-bodoh/</guid>
<description><![CDATA[Setelah Pulang dari Kapasan untuk menemani teman berbelanja pakaian ( maklum saja, kita-kita orang m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Pulang dari Kapasan untuk menemani teman berbelanja pakaian ( maklum saja, kita-kita orang miskin jadi kalo mau beli pakaian bukan di mall ) tiba-tiba otakku berpikir ( jarang-jarong loh otakku berpikir hehehe ) bagaimana kalo kumatikan saja Kartu ATM di bank BTN karena adanya ATM membuat uangku cepat habis. Segera aku meluncur di BTN sampai-sampai kegiatan sholat rela kumadu karena kupikir tak sampai setengah jam.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://priapecundang.wordpress.com/files/2008/10/images.jpeg"><img class="size-full wp-image-21 aligncenter" title="Tabungan Batara" src="http://priapecundang.wordpress.com/files/2008/10/images.jpeg" alt="" width="85" height="104" /></a></p>
<p>Ngomonk-ngomonk sudah setahun ini aku punya tabungan Batara, yang junior sih, soalnya waktu buka rekening aku masih SMA. Aku cuma mengisinya dengan uang Rp1.500.000,- saja hasil diberi oleh ibuku, selanjutnya aku tak pernah menabung, justru uangnya kuambil hehehe.</p>
<p>Kembali ke cerita. Sampai di Bank aku harus menunggu karena petugasnya sedang istirahat. Padahal waktu sudah menunjukan pukul satu. Memank inilah kebiasaan orang indonesia yang suka ngaret, setelah hampir setengah jam barulah pegawai ini kembali kerja. Aku berpikiran positif saja, mungkin masih suasana lebaran.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Setelah antri setengah jam lagi akhirnya ATM-ku resmi dicabut nyawanya oleh malaikat alias petugas bank. Entah hari itu aku kerasukan apa tiba-tiba aku engambil uang 300.000 dari bank kemudian bergegas ke bank BNI untuk membuka rekening baru.</p>
<p>Inilah AKibatnya jika apa-apa selalu dipikir. Kupikir Waktunya tidak lama, kupikir yang antri tidak banyak, kupikir gak pake ambil kartu antrian, dan lagi-lagi kupikir menyenangkan.</p>
<p>Tidak sama sekali! aku harus antre selama 2 jam untuk membuka rekening saja Gila! aku habiskan 3,5 jam cuma di bank saja. Pulank-pulank aku dimarai ibu karena belum bilank kalo aku mau ke bank. Emank dasar Bank sialan dan otakku yang bodoh ini.</p>
<p><a href="http://priapecundang.wordpress.com/files/2008/10/images.jpeg"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Silaturahmi dan SMS Idul Fitri]]></title>
<link>http://gm88.wordpress.com/?p=476</link>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 12:04:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fajar GM</dc:creator>
<guid>http://gm88.wordpress.com/2008/10/03/silaturahmi-dan-sms-idul-fitri/</guid>
<description><![CDATA[


Di hari yg suci ini, tdk ada yg lbh istmewa slain ktulusan hati utk slng memaafkan kslhn satu sam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<table border="0" bgcolor="#CCCCCC">
<tr>
<td>
<blockquote><em>Di hari yg suci ini, tdk ada yg lbh istmewa slain ktulusan hati utk slng memaafkan kslhn satu sama lain.<br><br />
Tmn2, mhn maaf ya, apabila slama ini ada prbuatan yg tdk mngenakkan atau prkataan yg kurang brkenan.<br><br />
Mari jdkn Idul Fitri ini sbg momen utk evaluasi diri &#38; awal utk khdpn yg jauh lbh baik lg.<br><br />
-FajarGM-</em></p></blockquote>
</td>
</tr>
</table>
<p>Memang, nampak sebagai formalitas rutin dan sekedar basa-basi belaka. Tapi, SMS Idul Fitri memiliki makna yang jauh lebih besar.
<p>
Saya sendiri mengirimkan SMS tersebut ke hampir semua kontak yang ada di buku telepon. Dan banyak juga yang meresponnya dengan isi yang kurang lebih sama.
<p>
Di sinilah terjalin silaturahmi tidak langsung. Momen Idul Fitri menjadi kesempatan langka untuk kembali berkomunikasi dengan banyak orang yang sudah lama tidak bertegur sapa. Suatu hal yang mungkin akan sangat sulit bila dilakukan dengan mendatangi orang-orang tersebut satu per satu.
<p>
Berterimakasihlah kepada kemajuan teknologi komunikasi. :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maap Lahir Batin 1 Syawal 1429 H]]></title>
<link>http://isurganteng.wordpress.com/?p=225</link>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 23:29:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>isurganteng</dc:creator>
<guid>http://isurganteng.wordpress.com/2008/09/30/maap-lahir-batin-1-syawal-1429-h/</guid>
<description><![CDATA[
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://isurganteng.files.wordpress.com/2008/09/lebaran.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-226" title="lebaran" src="http://isurganteng.wordpress.com/files/2008/09/lebaran.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalau Bukan Kamu Nanti Aku yang Kena]]></title>
<link>http://pinandito.wordpress.com/?p=57</link>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 16:21:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tito</dc:creator>
<guid>http://pinandito.wordpress.com/2008/09/29/kalau-bukan-kamu-nanti-aku-yang-kena/</guid>
<description><![CDATA[
&#8220;Di tengah lautan semua orang bersaudara, tetapi mereka yang memegang pelampung, mungkin tida]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://blogs.edweek.org/edweek/thisweekineducation/upload/2007/06/the_times_vs_the_post_educatio/duel.jpg" alt="" width="269" height="329" /></p>
<p><em>"Di tengah lautan semua orang bersaudara, tetapi mereka yang memegang pelampung, mungkin tidak mau berbagi ~V, Mafia Manager~</em></p>
<p>kalau saya amati lebih jauh, pepatah di atas sebenarnya lumrah dalam kehidupan sehari-hari meski tidak seekstrim itu.... Bedanya: kalau analogi di atas menyangkut nyawa siapa yang dikorbankan (bila kapal akan tenggelam), maka dalam kehidupan sehari-hari lebih menyangkut kepentingan siapa yang dikorbankan...</p>
<p>Misalnya di jalan... sering saya melihat metromini dan angkot ngetem seenaknya tanpa peduli kalau mereka bikin macet jalan (yang bisa jadi mengganggu kelancaran pengendara lain yang sedang menuju tempat mereka mencari nafkah). Alasannya? Ya karena para awak angkutan umum itu juga sedang berjuang mencari sesuap nasi! Kalau mereka tidak ngetem, mereka tidak mengganggu kepentingan orang lain tapi resiko kelaparan, sedangkan kalau mereka ngetem mereka mengganggu kepentingan orang lain tapi dapur mereka (setidaknya untuk hari itu) bakal ngebul. Jujur saja, walau saya gondok setengah mati kalau perjalanan saya terganggu aksi ngetem mereka, namun saya juga akan berbuat hal yang sama kalau ada di posisi mereka.</p>
<p>Atau di sekitar lingkungan kerja, belum lama ini saya melihat peristiwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Homo_homini_lupus"><em>'homo homini lupus' </em></a>,<em> </em>yang sangat kasat mata, dimana ada seseorang yang bagai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Salya">Narasoma</a> di cerita <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mahabharata">Mahabharat</a>, yang terpaksa memihak "Kurawa" karena alasan balas budi dan ikut menyerang "Pandawa" meski secara moral ia mendukung kemenangan lawan yang ia serang itu. Sedangkan kalau ia berpindah pihak, bukan dirinya saja yang kena getahnya tapi rekan-rekan lainnya yang tidak tahu apa-apa bisa ikut kena... *sigh* :(</p>
<p>Dan masih ada beberapa contoh peristiwa "kalo bukan kamu nanti aku yang kena" yang terlalu panjang kalau saya sebut satu persatu disini. Hikmah yang saya dapat dari peristiwa-peristiwa itu adalah: Dalam kehidupan, kita akan lebih banyak berurusan dengan 'conflict of interest' semacam ini, malah, seandainya kita memberanikan diri untuk mengedepankan moral di atas ego (atau jadi martir sekalian), adakalanya rekan dan orang terdekat malah ikut terbawa-bawa...</p>
<p>Halagh... apapun itu, yang penting eling bahwa manusia punya potensi menjadi setan maupun menjadi orang suci, karenanya saya harus selalu waspada, tidak mudah percaya tapi juga tidak buru-buru berburuk sangka...</p>
<p><em>"Bersikap santun pada semua orang, akrab dengan banyak orang, tapi percayai beberapa diantaranya saja..."</em> (ini kutipan dari buku mafia manager yang saya ubah dengan sewenang-wenang :lol: )</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semangat Belajar Donk Ah]]></title>
<link>http://necel.wordpress.com/?p=50</link>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 05:35:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>necel</dc:creator>
<guid>http://necel.wordpress.com/2008/09/29/semangat-belajar-donk-ah/</guid>
<description><![CDATA[Namanya penyakit sering manghantui setiap pelajar dan mahasiswa. Otaknya jadi beku setelah kelamaan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Namanya penyakit sering manghantui setiap pelajar dan mahasiswa. Otaknya jadi beku setelah kelamaan libur. Kalo dipikir-pikir biarpun liburan toh qt tetep mikir juga tapi kalo baru masuk, ko mau belajar males banget. Baca dikit aja udah ngantuk or bawaannya mau nonton TV or nyantai terus. Tenang biasanya hal2 kayak gitu hanya sementara juga coz mau ga mau qt pasti menghadapi ujian dan wajib yg namanya belajar.<br />
Gejala2 penyakit ini misalnya bawaannya ngantuk terus, pas pulangan langsung kabur dari skul or kampuz, g betah ngeliat buku2 pelajaran. Ngeri kan kalo penyakit ini berkepanjangan or tambah parah, bisa2 ama temen2 dikira IQ nya turun drastis setelah liburan. Jadi secepatnya harus diatasi.<br />
Caranya y seperti ini. Pertama, minggu terakhir liburan dan petama masuk, puas2 in liburannya. Selagi pelajaran biasanya juga masih nyantai jadi aji mumpung donk. Dengan cara ini pasti qt jadi bosan liburan terus, jadinya pengen sesuatu yg baru yaitu belajar. Lalu qt paksain belajar, masuk ga masuk tetep aja dilahap tuh pelajaran. Pokoknya ampe otak jebol dimasukin tuh pelajaran. Ini namanya bikin terbiasa otak 4 menerima input informasi. Stimulasi otak juga dilakukan dengan membaca koran dan menonton berita di televisi, minimal ngeliat ulasan dan analisis pertandingan sepak bola.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SonyEricsson W760i]]></title>
<link>http://necel.wordpress.com/?p=48</link>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 05:29:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>necel</dc:creator>
<guid>http://necel.wordpress.com/2008/09/29/sonyericsson-w760i/</guid>
<description><![CDATA[HP Sony Ericsson emang terkenal stylish dan modis. Seri W760i diliat dari inisialnya termasuk seri W]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>HP Sony Ericsson emang terkenal stylish dan modis. Seri W760i diliat dari inisialnya termasuk seri Walkman, jadi aplikasi musik lebih diutamakan. Ponsel slider yg cukup tipis ini memiliki beberapa keunggulan antara lain:<br />
•	3,5G HSDPA. Dengan fitur ini qt bisa download data menggunakan jaringan 3,5G ampe maksimal 3,6 Mbps<br />
•	Speaker keras dan letaknya di depan. Kebanyakan HP speakernya di bagian belakang bodi jadinya kalo muter musik harus diletakkan terbalik biar ga menutupi speakernya. Masalah ini tidak terjadi pada HP ini, speakernya di depan jadi kalo diletakkan y se usual aja<br />
•	Sistem slider. Dengan sistem slider maka dari sisi ukuran akan efisien. Tombol numerik terletak di bawah sehingga tampilan muka akan lebih lapang untuk penempatan tombol navigasi dan ukuran layar bisa lebih besar. Hal ini sama terjadi pada model flip tetapi model flip membutuhkan layar eksternal tambahan yg tentunya bikin harganya lebih mahal. Ditambah dengan penempatan tombol yg unik membuatnya makin manis untuk dilihat<br />
•	Kamera 3,2 Megapixel. Dengan resolusi kamera yg cukup besar maka gambar yg dihasilkan juga lebih jelas<br />
•	GPS. HP ini sudah mendukung fitur GPS jadi bisa deteksi keberadaan qt lewat peta digital ditambah dengan fitur lain berbasis GPS misalnya dapat menunjukkan arah tujuan qt, menghitung kecepatan, dll<br />
•	Layar besar. Seperti dijelaskan di atas, desain slider memberikan ruang yg lega 4 layar. Layarnya 240X320 pixel 2,2 inchi. Kebanyakan HP generasi baru layarnya memang berukuran 240X320 pixel jadi paling bermanfaat buat ngeliat foto dan video lbh puas, jg beberapa game java membutuhkan resolusi seperti ini<br />
•	Tombol tambahan buat game. Ponsel ini mirip dengan Nokia N 80 dimana ada 2 tombol tambahan di atas layar buat maen game. Jadi bisa bermain dengan posisi horizontal<br />
Selain kelebihan, pastinya juga ada kekurangan, yaitu:<br />
•	Ga ada kamera secondary buat video call jadinya ga bisa buat video call deh. Tapi bagiq ga apa2, kalo kangen ngeliat orang yg jauh kan bisa kirim foto or video lewat MMS.<br />
•	Kamera. Dari sisi kamera meskipun udah 3,2 megapixel tetapi masih kalah dari seri K (cybershoot) dimana ga ada lampu flash jadi hasil potret waktu malam hari kurang bagus. Selain itu kalo motret dilakukan dalam mode vertikal.<br />
•	Slider. Seperti ponsel berjenis slider lainnya maka yg paling dikhawatirkan adalah slider jadi longgar. Tapi selama make HP ini siy belum longgar coz tentunya pabrikan sebesar SonyEricsson tentunya telah mengantisipasi hal tersebut yg aq ga tau<br />
Baru segitu yg q tau. Aq bahagia punya HP ini, sesuai dengan keinginanq selama ini.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Beli HaPe Baru]]></title>
<link>http://necel.wordpress.com/?p=46</link>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 05:27:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>necel</dc:creator>
<guid>http://necel.wordpress.com/2008/09/29/beli-hape-baru/</guid>
<description><![CDATA[Akhirnya setelah 5 tahun ga pernah ganti HP, aq beli HP baru. Minta duit ama ortu buat beli HP, lang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya setelah 5 tahun ga pernah ganti HP, aq beli HP baru. Minta duit ama ortu buat beli HP, langsung dikasi, secara aqkan jarang minta duit besar apalagi aq juga pertama kali ini minta beli HP. Maklum HP q yg lama ini merupakan sisa2 punya ortu dulu. Aq tertarik beli HP baru karena ngeliat pacarq beli HP baru juga jadi kepengen juga donk. HP q yg lama q pikir udah ketinggalan jaman banget, mereknya NOKIA 2100. Jadul banget kan, masih monokrom, udah gt baterenya cepet banget dropnya.<br />
Sebenarnya aq juga dikit g kepengen beli HP baru secara HP q yg lama udah menemaniq melewati hari demi hari duka dan ceria. Dari SMA ampe kuliah. Tapi gara-gara iri juga ama pacar yg punya HP baru, rasa keinginanq untuk beli HP baru lebih besar daripada yg lain. Jadi selamat tinggal HP q yg lama, aq menatap hari ke depan dengan HP q yg baru.<br />
Yang pertama q lakukan ya cari info HP yg akan q beli dari majalah SINYAL. Disana terpampang HP beserta fitur dan harganya. Banyak banget HP disitu, bingung milihnya dan tentunya harus disesuaikan dengan budget. Setelah sekian lama akhirnya mataq tertuju pada HP SonyEricsson W760i. modelnya slider (aq pengen banget HP slider coz keren banget dan sekarang emang jamannya HP slider, keliatan elegan gt).<br />
Hari senin setelah dapet duit habis pulang kul langsung aq buru tuh HP. Aq tanya ama temen yg sering nanganin jual beli HP, atas saran beliau aq menuju toko pertama. Di toko itu ga ada HP SE W760i karena Hpnya baru jadi belum ada. Weleh, aq petamanya sempet down dan mau ngubah pilihan jenis HP. Q telepon temenq lagi terus aq ke tempat berikutnya yg dia sarankan. Di sana ternyata ada tapi secara aq datangnya jam 12 siang dan barangnya msh ada di gudang dan orang yg betugas ngambil lg istirahat jadinya aq harus nunggu 1 jam. Busyet lama banget, tapi demi HP impian aq tunggu. 45 menit kemudian dateng tuh HP, langsung q beli cash.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[He is my boss]]></title>
<link>http://hezekiah.wordpress.com/?p=31</link>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 05:22:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>hezekiah</dc:creator>
<guid>http://hezekiah.wordpress.com/2008/09/28/31/</guid>
<description><![CDATA[Gw dapet email ini dari temen kantor, right after I got back from Banti (another exciting and thrill]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Gw dapet email ini dari temen kantor, right after I got back from Banti (another exciting and thrilling experience yang akan gw ceritain lain kali). Gw suka banget ama kata2 dalam email tersebut. It had me at hello (halah, kok jadi kayak jerry mcguirre).</p>
<p>Jadi isi emailnya adalah Mazmur 23 yang dimodifikasi untuk orang-orang yang bekerja. Here is the verse:</p>
<p>The Lord is my real boss, and I shall not want -- I'm wondering why everyday I always want something in my job, this is it. Because I haven't made God as my Boss. Even, sometimes gw lupa kalo gw harusnya bisa mengandalkan Dia.</p>
<p>He gives me peace, when chaos is all around me. This is just sooo God. Yeah, after looking back to the past, chaos was coming over and over again in my job, but still I have peace when I think of Him.</p>
<p>He gently reminds me to pray and do all things without murmuring and complaining. This is he part where I always fail. Yep, He really always reminds me to pray when chaos was coming and I've been completely mad at my job, but I always say, God now is not the time. I'll do it at home when I have a peaceful time. And then I start complaining. i'm such an idiot!!</p>
<p>He reminds me that He is my source and not my job.  He restores my sanity everyday and guides me decisions that I might honor Him in all that I do. Hahahahaha, thanks God, that You restore my sanity everyday. Because if You don't, then I'll be one of the craziest people in this town.</p>
<p>Even though I face absurd amounts of emails (which is happen to me almost everyday), system crashes (no comment dah), unrealistic deadlines (another no comment), budget cutbacks, gossiping co-workers, discriminating supervisors, and an aging body that does not cooperate every morning, I still will not stop - for He is with me! His presence, His peace, and His power will see me through. Amen! That's all I can say about this part. For He is with me, that I can be as I am now.</p>
<p>He raises me up, even when they fail to promote me. He claims me, as His own even when the company threatens to let me go. Slap me right at my face!! Wake up, He claims as His own Ki, how come and how dare you be so complaining about this permanent thing.</p>
<p>His faithfulness and love is better than any bonus cheque.  His retirement plan beats any 401k there is! When it's all said and done, I'll be working for Him a whole lot longer and for that I bless His name!!</p>
<p>What a psalms! Give me strength to pass another day in this jobsite.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[beranteeemmmmmm.....truusssss....]]></title>
<link>http://sayang120608.wordpress.com/?p=9</link>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 11:48:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>sayang120608</dc:creator>
<guid>http://sayang120608.wordpress.com/2008/09/27/beranteeemmmmmmtruusssss/</guid>
<description><![CDATA[
 
 
Kenapa si akhir-akhir ini berantem terus.
Padahal gak ada prob. yang penting-penting banget.
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#cc99ff;"><a href="http://sayang120608.wordpress.com/files/2008/09/angry_rgb1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-12" title="angry_rgb1" src="http://sayang120608.wordpress.com/files/2008/09/angry_rgb1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="300" /></a></span></p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Kenapa si akhir-akhir ini berantem terus.</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Padahal gak ada prob. yang penting-penting banget.</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Kenapa si ?</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Udah hampir 3 hari berantemmm mulu.</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Huhhh.</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Udah lah..</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Berdoa dan be positive saja lahh semoga baik-baik saja.</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Ammiiinnnn..</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">=)</span></h4>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tubuh]]></title>
<link>http://ceritadana.wordpress.com/?p=330</link>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 01:17:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>dana</dc:creator>
<guid>http://ceritadana.wordpress.com/2008/09/27/tubuh/</guid>
<description><![CDATA[
Seorang aktor harus mengembangkan tubuhnya. Seorang aktor harus mengolah suaranya. Namun, hal yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<p><strong>Seorang aktor harus mengembangkan tubuhnya. Seorang aktor harus mengolah suaranya. Namun, hal yang paling penting untuk dikembangkan adalah pikirannya.</strong></p>
<p>Stella Adler, Aktris Amerika (1901-1992)</p>
<p><strong><br />
Manusia terdiri atas dua bagian, pikiran dan tubuhnya. Hanya tubuh lebih menyenangkan.</strong></p>
<p>Woody Allen, Sutradara Hollywood<br />
<strong></strong></p>
<p><strong><br />
Aku tak menggunakan tubuhku untuk menggoda, tidak. Aku hanya berdiri di sana.</strong></p>
<p>Ursula Andress, Aktris Swiss<br />
<strong></strong></p>
<p><strong><br />
Untuk mengalami spiritualitas sehari-hari, kita harus ingat bahwa kita makhluk spiritual yang menggunakan sebagian waktu di dalam sebuah tubuh manusia.</strong></p>
<p>Barbara de Angelis, Penulis Amerika<br />
<strong></strong></p>
<p><strong><br />
Ada lebih banyak kearifan dalam tubuhmu daripada dalam filsafatmu yang paling dalam.</strong></p>
<p>Friedrich Nietzsce, Filsuf Jerman (1844-1900)<br />
<strong></strong></p>
<p><strong><br />
Menjaga kesehatan tubuh merupakan suatu kewajiban. Tanpa itu, kita tidak bisa menjaga pikiran kuat dan jernih.</strong></p>
<p>Sang Buddha</p>
<p style="text-align:right;"><em>Sumber, Koran Tempo, Minggu, 10 Agustus 2008</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DIJAJAH]]></title>
<link>http://bonx.wordpress.com/?p=143</link>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 13:26:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>BonX</dc:creator>
<guid>http://bonx.wordpress.com/2008/09/26/dijajah/</guid>
<description><![CDATA[Maraknya makanan-makanan kemasan yang mengandung melamin, membuat Mama berkomentar bahwa kita -bangs]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Maraknya makanan-makanan kemasan yang mengandung melamin, membuat Mama berkomentar bahwa kita -bangsa Indonesia, dijajah. "Penjajahan kan nggak harus konfrontasi fisik. Ini juga merupakan penjajahan." Katanya pada aku dan Seba yang sedang menyaksikan berita di televisi tentang makanan bermelamin yang sedang disita oleh BP POM yang hanya kami jawab dengan kepala manggut-manggut.</p>
<p>Sejujurnya bukan kali ini saja kita dijajah. Sejak dulu kita dijajah. Mental kita dijajah.</p>
<p>Aku pernah membaca salah satu tulisan seseorang seniorku di BPAP Jatim yang isinya tentang semangat berkreativitas, semangat berwirausaha bagi generasi muda. Tapi apa jawabannya ketika aku bertanya kepadanya, "Kerja dimana, Mas?" Sebagai jawabannya, dia malah menyebut sebuah perusahaan penyiaran swasta yang cukup bonafit. Ini membuktikan apa? Ini membuktikan bahwa sejak dulu (sejak jaman kolonial) mental kita memang sudah dijajah. Sejak dulu kita sudah bermental tempe, bermental follower, bermental kuli.</p>
<p>Banyak orang merasa bangga bahwa dia bekerja di perusahaan ini atau bekerja di dinas ini. Atau mereka juga menjadi iri jika teman atau kerabat mereka diterima di perusahaan yang bonafit. TApi mereka tidak menjadi bangga ketika mereka merintis usaha sendiri dari bawah. Mereka hanya memandang sebelah mata kalau melihat kawan atau kerabat mereka memulai usaha -berwirausaha, dari nol. Yang ada hanya cercaan. Yang ada hanya hinaan.</p>
<p>Aku tahu, dan aku bisa berbicara seperti ini karena aku mengalaminya. Dan... aku tidak kuat. Aku pilih aman. Aku pilih berenang di kolam para pencari kerja. Ayahku sendiri yang mengatakannya: "Untuk apa kamu neko-neko? Untuk apa kamu susah-susah?" Baginya, berseragam, bermental tempe dan menjadi kuli adalah sebuah kenyamanan dan kebanggaan.</p>
<p>Bagaimana dengan kamu? Masih merasa tidak dijajah??!!!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ingin Makan Enak]]></title>
<link>http://emanuel.wordpress.com/2008/09/23/ingin-makan-enak/</link>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 14:52:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://emanuel.wordpress.com/2008/09/23/ingin-makan-enak/</guid>
<description><![CDATA[Sudah beberapa kali saya mengalami hal seperti ini, yaitu ketika ingin sekali makan sesuatu, maka ti]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah beberapa kali saya mengalami hal seperti ini, yaitu ketika ingin sekali makan sesuatu, maka tiba-tiba saja dikabulkan oleh Tuhan dengan cara yang ajaib. Kejadian terakhir adalah kemarin.</p>
<p>Kemarin siang, saat keluar untuk makan siang, saya bicara kepada sahabat saya bahwa sebenarnya saya ingin makan makanan Jepang, sayangnya di mall tidak ada restoran yang saya maksud. Akhirnya siang itu kami makan di tempat yang lain. Tetapi tanpa dinyana-nyana, hidangan makan malam saat rapat adalah masakan Jepang! Benar-benar di luar dugaan saya.</p>
<p>Bulan kemarin saya juga mengalami hal unik, yaitu ketika suatu hari saya sangat ingin makan gudeg. Dan malamnya ketika hadir di sebuah acara peringatan 40 hari meninggalnya ayah sahabat saya, sajian makan malamnya adalah gudeg! Padahal hari itu saya tidak diberi tahu apa pun oleh sahabat saya mengenai sajian makan malamnya.</p>
<p>Saya jadi bertanya-tanya, apakah karena saya ingin makan sesuatu kemudian Tuhan mengabulkannya, atau karena saya sebelumnya sudah merasa akan makan sesuatu dan kemudian benar-benar terjadi? Jika teori kedua yang benar, maka bisa saja saya memiliki kepekaan akan apa yang bakal terjadi.</p>
<p>Tapi secara pribadi saya lebih suka dengan teori pertama, yaitu bahwa Tuhan mengabulkan keinginan saya. Karena saya memang tidak punya kelebihan apa pun, apalagi tentang ramal-meramal. Saya hanya tahu bahwa Tuhan itu Mahakuasa dan Mahabaik.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Akhir Ramadhan]]></title>
<link>http://fmtyas.wordpress.com/?p=166</link>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 00:45:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>fmtyas</dc:creator>
<guid>http://fmtyas.wordpress.com/2008/09/21/akhir-ramadhan/</guid>
<description><![CDATA[Sebentar lagi Ramadhan berakhir &#8230;
Waktunya ibadah ditingkatkan.
Sedih karena waktu yang tersis]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebentar lagi Ramadhan berakhir ...</p>
<p>Waktunya ibadah ditingkatkan.</p>
<p>Sedih karena waktu yang tersisa tidaklah banyak. Ramadhan depan belum tentu juga bertemu. Ramadhan kali ini juga spesial karena saya ikutan shaum Ramadhan lagi. Mungkinkah bertemu dengan Ramadhan lain kali? Mungkinkah saya shaum Ramadhan lagi? Hiks ...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Reuni Emas SMUNDEL Jakarta]]></title>
<link>http://fmtyas.wordpress.com/?p=162</link>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 23:44:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>fmtyas</dc:creator>
<guid>http://fmtyas.wordpress.com/2008/09/21/reuni-emas-smundel-jakarta/</guid>
<description><![CDATA[Pagi ini setelah saya mengetikkan tugas kuliah mertua, saya mengecek email. Ada beberapa email dari ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini setelah saya mengetikkan tugas kuliah mertua, saya mengecek email. Ada beberapa email dari Eteh. Isinya informasi seputar reuni emas SMU kami. Kebetulan, saya dan seluruh kakak saya sekolah di SMU yang sama, SMUN 8 Jakarta. Bahkan, kedua kakak ipar saya juga alumni SMUN 8 Jakarta. Kebetulan, Eteh jadi koordinator angkatan 90. Kalau saya sih, jadi penggembira angkatan 98. Males ah jadi panitia atau koordinator angkatan. Lagian, cukup ada Eteh, informasi reuni pasti tersampaikan ke saya. Hehe.</p>
<p>Sebenarnya informasi seputar reuni emas ini bisa dilihat di <a title="Reuni Emas SMUN 8 Jakarta" href="http://reuni-emas.blogspot.com/" target="_blank">situsnya</a> atau di <a title="Ikatan Alumni SMUN 8 Jakarta" href="http://www.ia-smandel.com/" target="_blank">situs alumninya</a>. Tapi, berhubung saya sedang malas pagi ini, saya sekedar lihat-lihat itupun sekilas saja. Hehe.</p>
<p>Acara reuninya masih 2 bulan lagi, tanggal 23 November nanti. Tempatnya di Panti Prajurit Balai Sudirman. Hmm, tempatnya tidak jauh dari rumah di Jakarta. Untuk acaranya saya tinggal barengan sekeluarga, sama Eteh-Mas Mukti (suami Eteh)-Akang. Kalau Teh Fifi sih pasti sama suaminya datang ke acara itu. Cuma, saya bingung nih, kalau suami saya kan bukan alumni SMUN 8 Jakarta, boleh datang ga ya? Terus, kalau ga datang, siapa donk yang jagain anak-anak saya? Anak-anak saya kan aktif, jadi ga mungkin ga dijagain. Tapi, tega juga kalau minta suami ikutan datang cuma buat jadi babysitter sementara saya having fun pas reuni. Hehe ...</p>
<p>Untuk reuni ini, saya usahakan datang. Masih 2 bulan lagi, hari Ahad pula. Insya Allah belum ada acara. Cuma, jika ada acara mendesak, misal ada festival game di ITB, mau persiapan sidang tesis, atau sesuatu yang urgent ataupun mendadak, berarti saya tidak bisa datang. Senang juga nih mau ada reuni emas. Kapan lagi bisa kumpul sama alumni yang lain terus silaturahim rame-rame gini? Lagian, <strong>reuni emas</strong> kan cuma sekali sementara reuni akbar kan bisa kapan aja. Tul, ga?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nonton KASODO bareng Crew Gilang T&amp;T]]></title>
<link>http://bonx.wordpress.com/?p=130</link>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 12:10:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>BonX</dc:creator>
<guid>http://bonx.wordpress.com/2008/09/16/nonton-kasodo-bareng-crew-gilang-tt/</guid>
<description><![CDATA[-seperti yang sudah aku janjikan, this is my experience in my first KASODO with Gilang T&amp;T Crew ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>-seperti yang sudah aku janjikan, this is my experience in my first KASODO with Gilang T&#38;T</strong><strong> Crew </strong></h3>
<p class="MsoNormal">Buat yang pertama kali dateng Kasodo, jangan lupa pake baju hangat, bawa selimut tebal, setermos kopi panas dan minyak kayu putih untuk menghangatkan badan. Bbbrrrrrr…. Sumpah!!! Dingiiiiiin banget.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Apalagi kemaren, sampe jam 2 dini hari, tuh acara sembayangan belum juga dimulai-mulai. Karena ga kuat, Bu Mien mengajak kami (mBak Surya, mBak Siwi, Mz. Firman, Pak Po dan aku) untuk kembali ke hotel. Di hotel, rasanya siksaan belum juga usai. Tempat tidurnya dingin. Selimutnya dingin. Apalagi airnya, dingin buanget. Hal itu membuat semua rencana yang sudah kami susun rapi-rapi buyar. Nonton Acara ngelarung ga keturutan. Sunrise yang cantik juga terlewat karena ga bisa bangun pagi. Padahal kami sudah memesan lokasi hotel yang strategis di Cemara Indah yang kamarnya langsung menghadap ke arah lautan pasir. Lha siapa yang bisa bangun pagi coba, kalo malemnya ga bisa tidur karena kedinginan?! Malah aku sendiri sampe ambruk. Aku sempat muntah di perjalanan dan kena diare pas di hotel.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ceritanya, kami kan berangkat dari Probolinggo habis buka puasa –sekitar jam 19.00 WIB. Langsung naik ke Ngadisari, tepatnya di Wisma Uci, tempat acara seremonial dilaksanakan. Ada sambutan Bupati di sana. Ada sambutan petinggi suku Tengger. Ada tari-tarian. Dan yang pasti, ada dangdut. Musik Rakyat. Tapi kami tidak lama di acara seremonial tersebut. Bu Mien ga suka. BeTe katanya. Maka kami langsung naik lagi ke Cemoro Lawang. Nonton sejarah Suku Tengger di TIC. Makan bakso di depan Hotel Bromo Permai. Sssssssyyyuuuuu…. Jangan lupa untuk meniup terlebih dahulu kuah bakso dan teh panasnya, kalo ga mau bibir kita pecah-pecah ketika pulang karena perubahan suhu yang amat sangat ekstrim. Detik berikut, kami turun ke lautan pasir dengan berjalan kaki sampai di poten. Sekitar 3 jam kami menunggu upacara yang tak kunjung dimulai tersebut. Tapi, lagi-lagi karena suhu udara yang terlalu dingin ekstrim yang memaksa kami untuk meninggalkan tempat sebelum acara ngelarung dimulai. Bbbrrrrrr… Dingiiiiiiin banget. Tak ada selimut tebal, tak ada obat penghangat badan, jadinya angin-angin pasir itu mulai bersemayam di jasadku. Ia bersarang di tubuhku. Kembunglah perutku. Hahahahahahaha... Brrrrooooottttt.... (Uuuppss, maaf.)</p>
<p class="MsoNormal">
<h4 class="MsoNormal"><strong>Note: We have to prepare much better for the next KASODO!!!</strong></h4>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
