<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kemajemukan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kemajemukan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kemajemukan"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:30:53 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Sri Sultan HB X Terima Ulos]]></title>
<link>http://sultanforpresident.wordpress.com/?p=130</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 03:24:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>cahmbantul</dc:creator>
<guid>http://sultanforpresident.wordpress.com/?p=130</guid>
<description><![CDATA[16 Desember 2007
Gubernur DI Yogyakarta yang juga Raja Keraton
Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>16 Desember 2007</p>
<p>Gubernur DI Yogyakarta yang juga Raja Keraton<br />
Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X bersama Permaisuri GKR Hemas,<br />
Sabtu (15/12) malam, menerima ulos dari warga Batak yang tinggal di<br />
Yogyakarta. Sultan dinilai sebagai sosok yang mengayomi warga Batak di<br />
DIY.</p>
<p>Ulos merupakan wujud penghargaan tertinggi dalam budaya Batak.<br />
Penyematan ulos yang berupa kain tenun khas Batak itu dilakukan<br />
Parsadaan Bona Pasogit (Parbopas), wadah bagi orang Batak di Daerah<br />
Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam Aksi Budaya Batak bertema "Semalam di<br />
Bona Pasogit" di Jogja Expo Center Yogyakarta.<!--more--></p>
<p>Ketua panitia yang juga Kepala Bidang Seni dan Budaya Parbopas, Edi<br />
Sidabutar, menyatakan, selama kepemimpinannya, baik sebagai Gubernur<br />
maupun sebagai Raja DIY, Sultan HB X telah memberi perhatian besar dan<br />
mengayomi warga Batak di DIY. "Sultan menjunjung kemajemukan, tidak<br />
membeda-bedakan suku atau agama," katanya.</p>
<p><strong>Mosaik indah<br />
</strong>Dalam orasi budayanya, Sultan mengatakan, penghargaan yang diterimanya<br />
bersama istri adalah juga penghargaan bagi masyarakat Yogyakarta.<br />
"Masyarakat Yogyakarta memiliki kontribusi terbesar dalam menjaga dan<br />
memelihara suasana kekeluargaan dan kerukunan antarsuku, agama,<br />
kelompok, dan strata sosial," katanya.</p>
<p>Sultan menambahkan, keanekaragaman etnik dan budaya di Indonesia<br />
seperti mosaik yang indah. "Pluralisme harus dijadikan perekat<br />
ketahanan bangsa dalam menghadapi globalisasi," ujar Sultan.</p>
<p>Ia menekankan, ketika aneka perbedaan, seperti suku, bahasa, dan<br />
agama, dirayakan bersama sebagai sesuatu yang baik bagi kehidupan, hal<br />
itu akan menjadi sumber kehidupan. Sebaliknya, jika permusuhan yang<br />
dikembangkan, hasilnya adalah kematian dan peperangan.</p>
<p>Kemajemukan yang dimanfaatkan secara positif, menurut Sultan, antara<br />
lain telah membuat negara besar, seperti Amerika Serikat dan Eropa,<br />
maju. "Di Nusantara, hal itu (kemajemukan) bisa dilihat dari karya<br />
monumental Candi Prambananâ€"yang merupakan simbol toleransi agama Hindu<br />
dan Buddha," ujarnya.</p>
<p><strong>Indonesia baru<br />
</strong>Belajar dari sejarah masa silam dan tantangan masa kini, kata Sultan<br />
mengingatkan, seluruh masyarakat harus siap mewujudkan bangunan<br />
Indonesia baru dengan lebih mengukuhkan identitas bangsa guna<br />
memperkuat solidaritas di antara seluruh warga bangsa.</p>
<p>Melupakan nilai-nilai etnik dan masyarakat adat dalam kehidupan berbangsa<br />
berarti hanya akan menciptakan Indonesia tanpa jiwa dan identitas.</p>
<p>"Dalam fungsi pemberi identitas, unsur-unsur budaya etnik yang<br />
memiliki ciri khas Indonesia dapat menjadi pembentuk budaya Indonesia<br />
baru," kata Sultan mengingatkan.(RWN)</p>
<p><em>Sumber : <a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/17/daerah/4087315.htm">www.kompas.com/kompas-cetak/0712/17/daerah/4087315.htm</a></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wali Kota Padang Buka Plang JAI]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/?p=211</link>
<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 03:47:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/?p=211</guid>
<description><![CDATA[Walikota Padang Buka Plang JAI



HEADLINE NEWS






Sabtu, 14 Juni 2008


Plang JAI Padang Diturun]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Walikota Padang Buka Plang JAI</span></strong></p>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading" width="100%">HEADLINE NEWS</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td class="createdate" colspan="2" valign="top">Sabtu, 14 Juni 2008</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><strong><span style="font-size:25pt;">Plang JAI </span></strong><strong><span style="font-size:25pt;">Padang</span></strong><strong><span style="font-size:25pt;"> Diturunkan</span></strong><br />
<strong><span style="font-size:13pt;">Wako Ikut Shalat Jumat Bersama Jemaat Ahmadiyah</span></strong><span style="font-size:13pt;"></p>
<div><img style="float:left;width:300px;border:#000000 1px solid;margin:8px 10px;" src="http://www.padangekspres.co.id/images/stories/14_06_08_hl1.jpg" alt="Sample Image" width="300" /> <strong><span style="font-size:7pt;color:#0000ff;">BUKA PLANG :</span></strong><span style="font-size:7pt;"> Wali Kota Padang Fauzi Bahar disaksikan Ketua MUI Kota Padang Syamsul dan jemaat Ahmadiyah membuka plang organisasi JAI Padang, kemarin. Pembukaan dan penurunan plang tersebut berlangsung aman dengan pengawalan polisi.</span></div>
<div> </div>
<div><strong><span style="font-size:10pt;">Padang</span></strong><strong><span style="font-size:10pt;">, Padek</span></strong><span style="font-size:10pt;">-- Setelah melewati dialog yang cukup panjang, akhirnya Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Kota Padang memberikan izin kepada Wali Kota Padang Fauzi Bahar untuk menurunkan plang nama organisasi JAI Padang, kemarin. </span></div>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> Penurunan plang ini berlangsung damai serta disaksikan jemaat Ahmadiyah. Sebelumnya, Wako Padang bersama Ketua MUI dan Kepala Departemen Agama (Depag) Kota Padang turut shalat Jumat bersama jemaat Ahmadiyah di Masjid Mubarak.  </span></p>
<p align="justify">Penurunan plang nama organisasi JAI Padang ini berawal sejumlah pengurus JAI Padang melakukan pertemuan dengan Wali Kota Padang Fauzi Bahar beserta Kepala Kesbangpol Surya Budhi, MUI Kota Padang Syamsul Bahri Khatib dan Kepala Depag Kota Padang, Syamsul Bahri di Palanta Kota Padang, sekitar pukul 09.30 WIB. Pengurus JAI yang hadir, Ketua JAI Sumbar J S Nurdin, Ketua JAI Padang  Syaiful Anwar dan Mubaligh JAI Mudatsir. Selama hampir dua jam dialog tertutup itu berlangsung.</p>
<p align="justify">Sekitar pukul 12.30 WIB, Wako Padang Fauzi Bahar bersama pengurus JAI menuju Kantor Cabang Ahmadiyah Kota Padang Jalan Agussalim Padang dengan pengawalan polisi. Begitu sampai, Wako bersama rombongan menuju Masjid Mubarak berada dalam kompleks JAI Padang untuk shalat Jumat bersama jemaat Ahmadiyah.</p>
<p align="justify">Shalat Jumat diimami Ketua JAI Padang Syaiful Anwar setelah sebelumnya menyampaikan khutbah jumat. Usai shalat Jumat, Wako kembali berdialog dengan JAI di lantai 2 Masjid Mubarak berlangsung sepuluh menit sekitar pukul 13.30 WIB. Wali Kota Padang Fauzi Bahar pun mendapatkan izin dari jemaat Ahmadiyah untuk menurunkan plang nama organisasi JAI Padang.</p>
<p align="justify">“Sebagai pemimpin di Kota Padang saya berharap tidak ada kericuhan yang terjadi usai keluarnya SKB tiga menteri tentang pelarangan penyebaran ajaran Ahmadiyah yang menyimpang. Makanya saya meminta kesediaan JAI untuk menurunkan plang JAI, sedangkan untuk peribadatan saya tidak turut campur,” ujar Wali Kota Padang, Fauzi Bahar kepada wartawan.</p>
<p align="justify">Ketua JAI Padang, Syaiful Anwar mengatakan pihaknya sangat taat kepada pemerintah. Jika pemerintah mengganggap hal tersebut merupakan jalan kedamaian mereka menerima. “Kami orang yang taat pada aturan pemerintah, jika pemerintah yang menurunkan kami terima. Namun pemerintah tidak berhak melarang kami untuk melaksanakan ibadah. Sebab ibadah merupakan hubungan manusia dengan Tuhannya,” ujarnya.</p>
<p align="justify"><strong>Penurunan Plang Aman</strong></p>
<p align="justify">Fauzi Bahar beserta rombongan dan disaksikan jemaat Ahmadiyah membuka plang nama organisasi JAI Padang terletak di depan kantor cabang Ahmadiyah. Saat plang dibuka sejumlah jemaat tampak tidak sanggup menahan haru, meskipun demikian mereka tidak melakukan perlawanan. Hanya saja seorang perempuan tua dipanggil “Anduang” berteriak-teriak, mengatakan pemerintah tidak adil terhadap Ahmadiyah.</p>
<p align="justify">“Pemerintah tidak adil, mengatasnamakan hukum bertindak semena-mena,” teriaknya. Aksi Anduang berusaha diredam sejumlah anggota Ahmadiyah perempuan, namun ia tetap berteriak-teriak menghujat pemerintah. Meskipun demikian aksi tersebut tidak menganggu berjalannya penurunan plang nama organisasi JAI Padang.</p>
<p align="justify">Plang nama organisasi JAI yang diturunkan diletakan di mobil Kesbangpol dan dibawa ke kantor Kesbangpol untuk diamankan. Aksi Wako tersebut menarik perhatian sejumlah warga yang lewat di jalan tersebut. Bahkan sempat terjadi kemacetan sebab antrean warga yang melihat langsung dengan memarkir mobil dan kendaraan di jalan raya. (zikriniati zn)</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ta'alau ilaa Kalimatin Sawa', kembalilah kepada kalimat yang sama ......]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=38</link>
<pubDate>Sun, 25 May 2008 05:27:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=38</guid>
<description><![CDATA[Ta’aalau ilaa Kalimatin Sawaa’
(Kembali  Kepada Kata Persamaan)
 
Oleh H. Mas’oed Abidin
 
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><strong><em>Ta’aalau ilaa Kalimatin Sawaa’</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:center;margin:6pt 0 0;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><strong><em>(Kembali<span>  </span>Kepada Kata Persamaan)</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:center;margin:6pt 0 0;" align="center"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:center;margin:6pt 0 0;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;">Oleh H. Mas’oed Abidin</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:center;margin:6pt 0 0;" align="center"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></em></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-weight:normal;font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">1). Keadaan dunia di masa kini menurut suara-suara ramai, dan melihat kepada kejadian-kejadian di beberapa negeri, sangat mengkhawatirkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><span>            </span>Dengan <strong>nyata sekali</strong> dalam perhubungan internasional, yaitu antara negara-negara, tampak ada <strong>perbedaan</strong> antara dua kelompok besar, satu sama lain ada <strong>pertentangan, </strong>antara Barat dan Timur<strong>,</strong> sosialis dan materialis, diniyah atau laa-diniyah; masing-masing dengan sekutunya dan pengikut-pengikutnya dan daerah-daerah pengaruhnya.</span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Kedua pihak, saling <strong>berebut pengaruh</strong> dengan saling mengakui memperjuangkan terwujudnya cita-cita perdamaian dan kemerdekaan, saling menyebut diri pencipta kesejahteraan dan mewujudkan kebehagiaan hidup diseluruh dunia. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Namun masing-masing, menuduh bahwa pihak yang satu sedang menjalankan tipu muslihat dengan mengerahkan semua upaya<span>  </span><strong>kekuasaan</strong> dan daya <strong>kekayaan</strong> dan kekuatan <strong>ancaman</strong> guna menguasai dan melemahkan pihak lainnya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Pengaruh yang bertentangan</span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"> itu menimbulkan kesulitan-kesulitan dalam tiap-tiap negeri, di <strong>medan ekonomi</strong> berkenaan dengan </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>rebutan rezeki</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">, di <strong>medan politik</strong> berkenaan dengan </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>kekuatan dan kekuasaan</em></span></strong><span style="font-family:&#34;"><em> </em></span><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">(<span style="text-decoration:underline;">daulah wa as-siyaasah</span>), di<strong> medan kultur</strong> berkenaan dengan </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>faham dan fikiran</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"> (<span style="text-decoration:underline;">ghazwul fikry</span>) termasuk juga adab sopan santun dan seni kebudayaan, di <strong>medan sosial</strong> berkenaan dengan </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>hubungan antar golongan-golongan masyarakat</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"> (<span style="text-decoration:underline;">strukturisasi</span>), pendeknya dalam segala <strong>lapangan</strong> <strong>kehidupan negara, pemerintahan, daerah, negeri dan penduduk </strong>(demokratisasi, humanisasi, dalam kemasan kesejagatan).<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Menyikapi kondisi dunia yang berpecah itu, maka seharusnya umat Islam tidak terbelah dan wajib memiliki <strong>wijhah</strong> yang jelas dengan selalu berpegang teguh kepada bimbingan Allah (</span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&#34;"><em>QS.ar Rum, ayat 30</em></span></span><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">) </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>“fa aqim wajhaka liddiini haniifan ..., fithratallah allati fatharannaasa ‘alaiha ..., laa tabdiila likhalqillahi ... dst”</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">, yang<span>  </span>pertama adalah perintah kepada kita untuk menghadapkan muka tegak-tegak kepada agama Allah dengan tidak ragu-ragu sedikitpun, lurus (hanif) tanpa mencampur aduk (tidak sinkretik), dan berketetapan hati melaksanakan ketentuan-ketentuan Allah melalui mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah dengan taqwa (melaksanakan seluruh perintah dan meningalkan seluruh larangannya), dan memantapkan pelaksanaan ibadah perorangan dan jamaah, dan yang paling utama adalah tidak pernah akan menuhankan yang lain selain Allah (tauhidic weltanschaung). Golongan yang berpecah akan berkembang menjadi kelompok-kelompok sektarian dengan kebanggaan kelompok masing-masing dan bisa membelah bangsa (disintegrasi).</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"><span>   </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">2). Di negeri kitapun, sebagaimana di negeri-negeri lainnya di dunia, kita merasakan dan <strong>menderitakan akibat-akibat</strong> pengaruh itu, berupa kekacauan-kekacauan dalam kalangan perusahaan (ekonomi) di seluruh sektor, dibidang penghasilan disertai pemogokan, dilapangan perkebunan didampingi perampasan hak-hak, disektor perdagangan dan politik berakhir dengan <strong>hilangnya kepercayaan</strong>.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Tampilan huru hara, unjuk rasa, unjuk kekuatan dimana-mana berbungkus kejahilan, telah mendera lapis-lapis kehidupan masyarakat, dari kota hingga desa, dari pasar negeri hingga kepusat negara, selalu berakibat <strong>hilangnya nyawa </strong>dan <strong>musnahnya harta</strong>. Derita derita lain, hilangnya tertib lahirnya teror, sementara perjalanan hukum terseok-seok berbimbingan tumbuhnya kekacauan menjadi-jadi.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Yang paling merasakan adalah rakyat banyak yang selalu hidup dalam ketakutan disaat hilangnya kepastian dan menjauhnya keamanan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">3).<span>  </span>Tidak dapat tidak, kekacauan yang bertambah lama dan luas itu, berangsur-angsur akan menimbulkan, di kalangan yang bertambah lama bertambah besar, satu <strong>psygose </strong>atau perasaan<strong> </strong></span><span style="font-family:&#34;"><em>putus asa</em></span><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span>  </span>dan akhirnya tunduk kepada paham yang dominan dengan menyerahkan nasib tanpa ada keinginan berbuat sama sekali. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Perasaan ini semestinya dimengerti akan </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>berakibat binasanya suatu umat yang kuat bergeser menjadi lemah tak berdaya</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">, dan yang besar akan menjadi kecil, tidak dimasukkan dalam perhitungan, tetapi bergerak menjadi sibuk menghitung kekuatan orang luar.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Mungkin sekali tampil sesudah itu kelak, </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>masyarakat manusia</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"> yang hidup dengan puing reruntuhan kebudayaan yang sudah lenyap, dan dalam keadaan yang lebih celaka lebih sengsara dari leluhur mereka, yang pada masa jayanya pernah disebut sebagai pejuang; karena <strong>kehilangan kesadaran </strong></span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>siyasiy</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"> dan <strong>kebingungan akal fikiran </strong></span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>manhajiy</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">, walaupun sadar tentang kehilangannya tapi tak berdaya lagi untuk menemukan kembali apa-apa yang telah hilang itu, semata dikarenakan tak pandai berupaya lantaran mengabaikan <strong>alat perkakas</strong> dan <strong>kesempatan</strong> yang tersedia, semata hanya <strong>enggan mengambil pengalaman</strong> kepada masa-masa yang pernah dijalani oleh masyarakat manusianya. Analisa ini harus dijawab segera dengan </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>sii-ruu fil ardhi .... </em></span></strong><strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">(historis, politis)</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;"><em>,<span>  </span>.... fandzuruu kaifa kaana ‘aqibah ....</em></span></strong><strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"> (sosial, psychologis) nya..</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;"><em>,</em></span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">4). Analisa pertumbuhan umat demikian hingga sekarang, sudah melewati pergantian kurun demi kurun, sejak kaum Nuh, kaum Luth, Tsamud, kaum Shaleh dan lainnya, sebagai nukilan Qurani yang telah diyakini oleh jumlah terbanyak masyarakat ini, bermula dari penentangan terhadap Risalah para Rasul dalam perjalanan panjang sejarah, sejak masa diktatorial orde fir’aun hingga orde bala, kemutlakan otoriter veto zaman Pharaoh hingga Clinton, pelaksanaan politik belah bambunya Hamman hingga Netanyahu, kehidupan materialisme hedonistik konglomerasi Qarun sampai Eddy Tansil. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Analisa pertumbuhan yang telah berulang-ulang di ulangkan oleh Al Quran, menyangkut bangun jatuhnya masyarakat manusia, semata-mata disebabkan karena pengabaian kesadaran secara terang-terangan akan ajaran dan petunjuk dari pesuruh-pesuruh (Rasul) Allah juga. <span>           </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Masyarakat yang melupakan secara sengaja dan sadar akan ajaran dari pesuruh Allah ini akan bertumbuh dengan pasti menjadi kelompok <strong>perusuh</strong>. Na’udzubillah.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">5). Dalam pada itu, sungguhpun paham persamaan segala manusia dan hak-hak kemerdekaannya berasal dari ajaran Agama, akan tetapi oleh karena kepentingan pihak-pihak imperium feodal, sejak Romawi hingga revolusi Perancis, sampai reformasi demokratisasi humanisasi melanda belahan bumi, dan perang paham isme (<strong>millah</strong>, </span><span style="font-family:&#34;"><em>lihat QS. Al-Baqarah 120</em></span><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">), maka penolakan asas agama menjadi salah satu sasaran tembak dalam pertentangan diantara pemegang kekuasaan dunia politik sejagat (konspirasi internasional).</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Pertentangan itu, senyatanya melupakan kepentingan bersama dan merusak perhubungan antar manusia sebagai <strong>jamaah agama</strong> (gemeente collectiviteit) yang perlu untuk keselamatan dunia dan manusia. <strong>Memecah umat manusia (firaq)</strong> yang terikat oleh kewajiban kerja sama (ta’awun) menjadi dua pihak (diniyah dan laa diniyah) yang seakan harus berhadapan dalam satu satuan perang yang dipertentangkan secara bengis dan ganas, dengan penuh kecurigaan dan intimidasi, sesungguhnya telah memungkiri segala keuatamaan budi manusia. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Agama Islam yang sangat berperangaruh terhadap budi pekerti dan memberikan semangat kepada segenap bangsa Indonesia dengan bagian terbesar rakyat penduduknya beragama Islam, telah memberikan sumbangan besar dalam menghidupkan kesadaran rasa persamaan dan persaudaraan dalam satu batas kesatuan wilayah Republik Indonesia. Maka tidak dapat tidak, kebanyakan partai politik yang tidak berdasarkan agama itu, akan berisikan penganut agama Islam juga, yang secara pasti tetap akan bersetuju melaksanakan perintah-aturan agamannya, karena tidak akan ditemui adanya satu nilai yang mampu diletakkan diluar asas ajaran agamanya. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Dengan terpenuhinya syarat-syarat itu, niscaya negeri dan bangsa kita ini akan selalu terpelihara dari kecelaan dan kenistaan serta terhinmdar dari bencana pertentangan paham-paham yang didunia (Barat) telah menimbulkan kesulitan-kesulitan yang berbahaya. Insya Allah. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan kedaulatannya oleh setiap warga negara Indonesia dengan kesadaran mendalam bahwa kemerdekaan negara kesatuan ini adalah merupakan rahmat dan karunia Allah terhadap hasil perjuangan jihad seluruh bangsa Indonesia atas dasar “</span><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&#34;"><em>kalimatin sawa</em></span></span></strong><strong><span style="font-family:&#34;"><em>”</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">, kata persamaan untuk segenap golongan bangsa.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">6). Kita, umat Islam di Indonesia merupakan bagian terbanyak mesti siap memikul tanggung jawab terbesar dan sedia menyandang beban terberat terhadap keselamatan dan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dalam menuju negara yang berkebajikan, berkeadilan, yang diliputi oleh ridha Allah, dimana terlaksananya ajaran Islam dalam kehidupan orang perorangan, dalam bermasyarakat dan dalam bernegara.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Perjuangan ini memiliki kemestian menyusun lapis tenaga umat dengan tertib, dengan membangunkan peri kehidupan lahir bathin melalui menanamkan pengertian dan akhlaq umat, dengan cara mendidik sifat, menyusun kekuatan dan perpaduan kecakapan guna memperoleh segala syarat mendukung dan mengembangkan cita-cita Islam sebagai tata cara hidup yang memberikan Rahmat bahagia bagi segenap makhluk (<strong>rahmatan lil-‘alamin</strong>). </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">7).<span>  </span>Cita-cita yang luhur ini, hanya dapat ditumbuhkan dalam alam ketertiban dan keamanan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Kekacauan mengakibatkan pemborosan tenaga, penghamburan harta dan pengorbanan jiwa percuma dan tidak dapat dipertanggung jawabkan. Kekacauan juga akan membawa usaha dan ikhtiar kejalan buntu dan keruntuhan. </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>Semestinya umat Islam menolak tiap-tiap usaha dari pihak manapun juga yang mengakibatkan kekacauan dan kelumpuhan negara serta alat-alatnya</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Mengingat bahwa menurut ajaran Islam, untuk menjaga dan memelihara keselamatan dan mengatur tertib keamanan dimestikan adanya <strong>ulil amri</strong>, yaitu pemerintahan yang memegang kekuasaan menurut hukum dan musyawarah, maka semestinya umat Islam tidak boleh membenarkan adanya satu orang ataupun golongan tertentu dari dalam maupun dari luar yang menggunakan kekuasaannya secara paksa untuk melakukan perkosaan atas sesuatu pihak yang lain dalam mencapai maksudnya.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Kesewenangan kekuasaan yang menghimpun ditangannya segala<span>  </span>kekuatan ancaman dan paksaan kekerasan dalam menjalankan hak pemerintahan, dengan dalih apapun, tidak akan dapat menghasilkan kepuasan dan tidak mampu mewujudkan kebahagiaan sebagai syarat pertama mengisi kemerdekaan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Maka Islam menuntun manusia kepada satu susunan masyarakat dengan kewajiban mengadakan ulil amri yang dikuasakan memerintah dengan bijaksana penuh hikmah dengan prinsip musyawarah dalam menjalankan hukum keadilan sesuai dengan yang diturunkan Allah dalam kitab suci dalam Al Quran dengan berpedoman kepada cara-cara Rasulullah SAW melaksanakan perintah-perintah dan peraturan dengan mengingat keadaan dan masa (elastis).</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">8). Perjuangan harus ditempuh melalui <strong>jalan dan cara yang sah</strong>, sebagaimana telah dibuka jalannya menurut <strong>undang-undang</strong> dan peraturan-peraturan yang berlaku dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan <strong>kedaulatan rakyat</strong> melalui saluran yang lazim dalam negara demokrasi.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Didalam menyikapi partai-partai dan perserikatan-perserikatan lain, semestinya umat Islam mempedomani ayat Allah (QS.2,al Baqarah,148), </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>“al haqq min rabbika falaa takunanna minal mumtarin..., wa likulli wijhah huwa muwallihaa..., fastabiq al-khairaat”.</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Yang menyatakan bahwa setiap seseorang ada tujuan yang dipentingkannya. Maka, Allah SWT memerintahkan kita untuk berlomba membuat kebajikan dengan menyerahkan diri secara bulat tanpa ragu dengan kebenaran yang telah diturunkan Allah, dan yang pasti bahwa kebajikan-kebajikan itu akan menghimpun untuk kepentingan seluruh umat manusia.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">9).<span>  </span>Bertalian dengan agama lain, semestinya pula umat Islam berpedoman kepada (QS.al-Baqarah 256), </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>“laa ikraha fid-diin..., dst”.</em></span></strong></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Bahwa tidak ada paksaan dalam agama, karena Iman diperoleh sebagai rahmat dan karunia Ilahi bukan melalui pemaksaan; dan dalam pergaulan hidup serta tatanan bernegara harus diakui kemerdekaan beragama tiap-tiap orang, selagi kemerdekaan itu selalu bertumpu kepada terpeliharanya kesopanan umum dan ketertiban negeri dengan tidak melanggar kehormatan orang lain serta penghormatan kepada kemerdekaan orang lain. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Sungguh jalan yang benar itu sudah nyata dari jalan yang sesat, yang membebankan tanggung jawab bersama untuk selalu memimpin umat selalu setia kepada kebenaran; dan siapa yang tidak mempercayai </span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>thaghut</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">, dengan meninggalkan tindakan penipuan, kemudian selalu berpegang teguh kepada hukum-hukum Allah sesungguhnya dia sudah berpegang kepada sekuat-kuat pegangan yang tidak pernah patah; dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Ditengah dunia yang pecah belah dibalut pemaksaan kehendak dan penyebaran faham-faham (individualisme, sekularistik), serta berjangkitnya dorongan nafsu kebendaaan (materialisme,hedonisme) yang membuta tuli sedang menuju kearah malapetaka besar kemanusiaan,<span>  </span>sudah sewajarnya umat Islam yang jumlahnya banyak ini menyerukan kepada keluarga bangsa yang kebetulan tidak sealiran agama, bahwa umat Islam itu memegang amanatnya sebagai umat yang menjunjung tinggi kemerdekaan beragama, bahkan memperjuangkan kemerdekaan agama dari tekanan dan tindasan siapapun (QS.al Hajj, 39-40). </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;">Maka, marilah kita kembali kepada “</span><strong><span style="font-family:&#34;"><em>kalimatan sawaa’</em></span></strong><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"> “ antara sesama kita, yaitu tentunya tidak akan ada diantara kita yang mau meninggalkan penyembahan kepada Allah Yang Maha Esa. Untuk itu, umat Islam di wajibkan berpegang teguh hanya kepada tali Allah.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Umat Islam berkewajiban menolak pemahaman secara tunduk kepada adanya permusuhan antara golongan dalam masyarakat yang terkam menerkam serta terlepas dari tali Allah. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Umat Islam berkewajiban pula memelihara hubungan horizontal, dalam bentuk pemeliharaan solidaritas sesama manusia, atas dasar ajaran bahwa seluruh manusia adalah kelauarga Allah, dan paling disayangNya adalah yang paling bermanfaat sesama hidup diantara manusia itu.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Dalam kaedah tatanan bermasyarakat, agama Islam menetapkan kepada setiap diri umatnya untuk wajib memelihara rukun serta mempertahankan damai dalam suasana kedamaian serta membukakan selalu pintu untuk penyelesaian setiap permasalahan sengketa secara damai pula.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Maka umat Islam di Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa mereka mempunyai tugas sebagai pendukung risalah yang patut dan pantas membulatkan semua tenaga dan mengerahkan semua benda serta menyatukan pemikirannya untuk kemashalahatan umat banyak. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Dari itu jangan salah mendasarkan sikap. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Bahwa umat Islam telah dipilih dan dijadikan sebagai umat pertengahan (<strong>ummatan wasathan</strong>), yang memiliki kewajiban terhadap persatuan dan persaudaraan dunia serta perikemanusiaan. Karena itu, umat Islam memiliki kewajiban terlebih dahulu untuk menciptakannya dengan <strong>memulai dari diri sendiri</strong>. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-family:&#34;"><em><span style="font-size:small;">Kewajiban mesti harus lebih dahulu di tunaikan sebelum hak menjadi tuntutan.</span></em></span></strong></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Allahu Akbar,</span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;margin:6pt 0 0;"><span style="font-style:normal;font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText2" style="text-indent:36pt;line-height:115%;text-align:right;margin:6pt 0 0;" align="right"><strong><span style="font-family:&#34;"><em><span style="font-size:small;"> </span></em></span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Harakah Dakwah Ke Jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=37</link>
<pubDate>Sun, 25 May 2008 05:21:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=37</guid>
<description><![CDATA[Harakah Da&#8217;wah Ila-Allah
Oleh H.Mas’oed Abidin
 
Peran da&#8217;wah 
Di Ranah Minang di Sum]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="text-align:center;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:large;"><span style="font-family:Arial;">Harakah Da'wah Ila-Allah<strong><span style="font-family:&#34;"></span></strong></span></span></p>
<h2 style="text-align:center;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:small;font-family:Arial;">Oleh H.Mas’oed Abidin</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;">Peran da'wah</span><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Di Ranah Minang di Sumatera Barat ini, peran dakwah ialah <strong>menyadarkan masyarakat</strong> akan peran mereka dalam membentuk dan meningkatkan harkat diri mereka sendiri. </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">"Sesungguhnya Allah tidak akan merobah nasib satu kaum, hingga kaum itu sendiri yang berusaha merobah sikap mereka sendiri."</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Kenyataan sosial penduduk Minangkabau, mestilah dengan mengakui keberadaannya. Menjunjung tinggi puncak-puncak kebudayaan mereka. Menyadarkan masyarakat Minang akan potensi besar yang dimiliki. Mendorong masyarakatnya kepada satu bentuk kehidupan yang bertanggung jawab. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Sangat salah memberikan penilaian kepada masyarakat dakwah sebagai "makhluk terbelakang" yang tidak perlu diikut sertakan dalam segala kegiatan-kegiatan bersama. Seakan masyarakatnya senantiasa mesti hidup dibawah rasa belas kasihan. Tetapi yang benar adalah, masyarakat mesti dipacu menyadari keberadaan mereka. Ke arah ini da'wah harus ditujukan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Menyiapkan penduduk untuk siap menerima setiap perubahan yang memang perlu mereka peroleh. Menjadikan masyarakat Minangkabau bermartabat dengan nilai-nilai budaya mereka yang luhur itu. Kemudian mengikat mereka dengan satu keyakinan agama yang hanif kuat dan dinamis.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-indent:21.85pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt 14.15pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Inilah tuntutan terhadap Da'wah Ila-Allah.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Da'wah adalah satu kata, didalam untaian kalimat-kalimat yang ditemui di dalam Al-Qur'an. Bermakna ajakan atau seruan. Itulah yang lazim diartikan selama ini. Seruan atau ajakan itu, tidak lain adalah seruan kepada Islam. Yaitu agama hanif yang diberikan Khaliq untuk manusia, dan sangat sesuai dengan fithrah manusia itu.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Islam adalah agama Risalah. Allah SWT menugaskan kepada Rasul menyebarkannya<span>  </span>dan penyiarannya dilanjutkan oleh da'wah. Tujuannya, untuk menciptakan keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;"><span>            </span>"<strong>Risalah merintis, da'wah melanjutkan</strong>"</span><a name="_ednref1" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn1"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[1]</span></span></span></span></a><sup><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;">) </span></sup><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Risalah yang menjadi tugas rasul itu, berisi khabar gembira dan peringatan. Ditujukan untuk seluruh ummat manusia </span></span><a name="_ednref2" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn2"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[2]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;">. Risalah itu cocok untuk semua zaman. Maksudnya untuk Rahmat seluruh alam. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Karena itu, dapatlah dikatakan bahwa Muhammad Rasulullah S.A.W, adalah da'i pertama, yang ditetapkan oleh Allah.</span></span><a name="_ednref3" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn3"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[3]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Tugasnya adalah mengajak manusia dengan <strong>ilmu, hikmah</strong> dan <strong>akhlaq.</strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Perintah untuk melaksanakan tugas-tugas da'wah itu, secara kontinyu diturunkan oleh Allah SWT seperti,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;"><span>a)<span style="font:7pt &#34;">    </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;">Supaya menyeru kejalan Allah, dengan petunjuk yang lurus </span><a name="_ednref4" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn4"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[4]</span></span></span></span></a><sup><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;">)</span></sup><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;"><span>b)<span style="font:7pt &#34;">    </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;">Seruan untuk menyembah Allah, kepada seluruh manusia . Perintah untuk menyeru Allah, tidak boleh musyrik, supaya meminta kepadaNya dan persiapan diri untuk kembali kepadaNya </span><a name="_ednref5" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn5"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[5]</span></span></span></span></a><sup><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;">)</span></sup><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;"></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Tugas seperti ini, telah menjadi tugas para Rasul sebelumnya. Menjadi sempurna dan lengkap dengan keutusan Muhammad. Maka, manusia (ummat) menjadi penerus dan pelaksana da'wah itu terus menerus sepanjang masa </span></span><a name="_ednref6" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn6"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[6]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;">.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:18pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Ditegaskan dalam kalimat sederhana tapi padat, bahwa da'wah kita adalah Da'wah Ila-Allah</span></span><a name="_ednref7" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn7"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[7]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"></span></span></p>
<h1 style="text-align:left;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:large;"><span style="font-weight:normal;font-family:&#34;">Peralatan Da'wah</span><span style="font-weight:normal;font-size:11pt;font-family:&#34;"></span></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&#34;letter-spacing:-0.15pt;"><span style="font-size:small;"><span>            </span>Manhaj-nya adalah Alquran dan Sunnah Rasul</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Pelaksananya setiap muslim, setiap mukmin adalah <strong>ummat da'wah</strong> pelanjut Risalah Rasulullah yakni Risalah Islam. Ummat yang menjadi harapan masyarakat dunia.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Diperlukan watak-watak, yang ditunjukkan oleh penda'wah pertama, yakni Rasulullah SAW </span></span><a name="_ednref8" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn8"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[8]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Setiap Da'i wajib meneladani pribadi Muhammad SAW yang berguna sekali membentuk <em>effectif leader</em> di <strong>Medan Da'wah</strong></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Da'wah itu, menuju kepada inti dan isi Agama Islam</span></span><a name="_ednref9" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn9"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[9]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;">. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Intinya adalah tauhid. Implementasinya akhlaq.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Maka umat masa kini hanya akan menjadi baik dan kembali berjaya, bila sebab-sebab kejayaan ummat terdahulu dikembalikan. Kita mesti bertindak atas dasarnya, dan mengajak orang lain untuk menganutnya. </span></span><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">"</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Memulai dari diri da'i, mencontohkannya kepada masyarakat lain</span></span></strong><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">"</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">, (Al Hadist). </span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&#34;">Inilah cara yang tepat.</span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Keberhasilan suatu upaya da'wah (gerak da'wah) banyak ditentukan oleh kerapian pengorganisasian</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> (</span><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">nidzam</span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">) (Al Hadist). </span><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Perangkat dalam organisasi itu, selain dari orang-orang, adalah juga peralatan. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Satu dari peralatan da'wah itu adalah <strong>penguasaan kondisi ummat</strong>, tingkat <strong>sosialnya</strong> dan juga <strong>budaya</strong> mereka ini bisa terbaca dalam <strong>peta da'wah</strong> </span></span><a name="_ednref10" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn10"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[10]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;">.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Peta da'wah, bagaimanapun kecilnya, memuat data-data tentang keadaan ummat yang akan diajak tersebut </span></span><a name="_ednref11" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn11"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[11]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;">. Allah menghendaki, kelestarian Agama ini dengan kemampuan mudah, luwes, elastis, tidak beku dan tidak bersifat bersitegang. Bahasa da'wah adalah bahasa kehidupan.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:&#34;">Peta da'wah</span></strong><span style="font-family:&#34;">, akan berhasil digunakan di lapangan da'wah dengan terjalinnya kesepakatan pelaksana-pelaksananya. Atau adanya kesatuan visi dan pandangan. Menggalang saling pengertian, koordinasi sesamanya mempertajam faktor-faktor pendukungnya, membuka pintu <strong>dialog persaudaraan</strong> (hiwar akhawi).<span>  </span>Ada baiknya di pelajari pembentukan <em>efektif leader</em> dariRasulullah SAW dan ini merupakan salah satu kunci keberhasilan da'wah Rasulullah.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;">Aktualisasi dari nilai-nilai Al-Qur'an</span><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Hanya bisa terselesaikan dan ujud dalam satu gerak amal nyata yang berkesinambungan (kontinyu). Kapasitas mencakup seluruh aktivitas kehidupan manusia. Bisa dilakukan melalui kemampuan <strong>bergaul, mencintai, berkhidmat, menarik, mengajak (da'wah), merapatkan potensi barisan</strong> (shaff) dalam mengerjakan amal-amal Islami secara bersama-sama (jamaah). Sehingga dapat membuahkan agama yang mendunia, dan gerakannya secara global. Usaha ini akan menjadi <strong>gerakan antisipatif</strong> <strong>terhadap arus globalisasi negatif</strong> pada abad-abad mendatang.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Al-Qur'an telah mendeskripsikan peran agama Allah (Islam) sebagai agama yang kamal (sempurna) dan nikmat yang utuh. Dan lebih utama adalah sebagai agama yang diridhai </span></span><a name="_ednref12" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn12"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[12]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"> </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Islam telah ditetapkan sebagai satu-satunya Agama yang diterima disisi Allah.</span></span><a name="_ednref13" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn13"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[13]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Konsekuensinya adalah yang mencari manhaj atau tatanan selain Islam, tidak akan diridhoi.</span></span><a name="_ednref14" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn14"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[14]</span></span></span></span></a><span style="font-size:small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"></span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">"</span></strong><strong><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah secara ikhlas (Yakni orang Muslim) sedang merekapun mengerjakan kebaikan-kebaikan</span></span></strong><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">"</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> </span><a name="_ednref15" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn15"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[15]</span></span></span></span></a><sup><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Karena itu setiap Muslim, dengan nilai-nilai Al Qur'an wajib mengemban missi yang berat dan mulia (<em>mission sacre</em>) ini. Merombak kekeliruan ke arah kebenaran. Inilah yang dimaksud dakwah secara hakiki. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;">"Perjalanan kepada kemajuan</span><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"> (al madaniyah, modernitas)".</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Berkehendak kepada gerak yang kontinyu, utuh dan terprogram. Hasilnya tidak mungkin diraih dengan kerja sambilan. Karena buah yang dipetik adalah sesuai dengan bibit yang ditanam. Begitu suatu <em>natuur-wet</em> (sunnatullah, = undang-undang alami).</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Dalam langkah da'wah Ila-Allah, setiap muslim berkewajiban menapak tugas tabligh (menyampaikan), kemudian mengajak (da'wah) kemudian mengwujudkan kehidupan agama yang mendunia (dinul-harakah al-alamiyyah).</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Inilah tugas dan peran "ummat da'wah" menurut nilai-nilai Al-Qur'an </span></span><a name="_ednref16" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_edn16"><span class="MsoEndnoteReference"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">[16]</span></span></span></span></a><sup><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">)</span></span></sup></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">"Perjalanan kepada kemajuan" ini tidak perlu ditunggu waktu sampai besok. Kerjakan dari sekarang mana yang bisa dikerjakan. Mulailah dengan apa yang ada, karena yang ada itu sebenarnya sudah amat cukup untuk memulai. Begitu mabda' (prinsip) satu gerak amal yang disebut "<strong>harakah Islamiyah</strong>" di masa persaingan ketat sekarang.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:14pt;font-family:&#34;">Gerakan Ishlah</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Setiap Muslim harus memulai melakukan perbaikan (ishlah). Dimulai dengan </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">(1). Ishlahun-nafsi, yaitu perbaikan kualitas diri sendiri, sebagaimana arahan Rasulullah "Mulailah dari diri kamu kemudian lanjutkan kepada keluargamu dan kepada lingkunganmu" (Al Hadist). </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">(2) Islahulghairi yaitu perbaikan kualitas terhadap lingkungan menyangkut masalah keluarga, hubungan sosial masyarakat, sosial ekonomi, kebudayaan dan pembinaan alam lingkungan yang dikenal sebagai pembangunan yang bersifat <em>sustainable development</em> atau pengembangan pembangunan yang berkesinambungan.</span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Hal ini diperlukan dalam pembentukan kualitas ummat dalam kaitan hasanah fiddunya dan hasanah fil-akhirah. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Khusus untuk Minangkabau islahul-ghairi mencakup masalah-masalah yang bertalian dengan pengembangan sumber daya manusia serta pemanfaatan <em>natural resources</em>. </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;">Satu tindakan yang amat perlu adalah pemantapan hubungan bermasyarakat di tengah susunan lingkungan kecil (suku) untuk kemudian dikembangkan pada kehidupan luas (wilayah, desa, kecamatan) yang semestinya diawali dengan program pembangunan pendidikan.</span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Disinilah peran da'wah Ila-Allah di Minangkabau yang menjadi program utama masyarakatnya.Da'wah ini tidak akan berhenti dan akan berkembang terus sesuai dengan variasi zaman yang senantiasa berubah. Di bawah konsep mencari ridha Allah. </span><strong><span style="font-size:8pt;"></span></strong></span></p>
<h3 style="margin:0;"><em><span style="font-size:small;font-family:Arial;"> </span></em></h3>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<div>
<span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><br />
<hr size="1" /></span></p>
<div id="edn1">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn1" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref1"></a><sup><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></sup></p>
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><strong><sup><span style="font-size:18pt;font-family:&#34;">Catatan Akhir</span></sup></strong></p>
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><sup><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></sup></p>
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[1]</span></span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>    </span>Kesalahan penilaian tentang sikap penduduk asli Mentawai seringkali salah. Kepala-kepala suku acapkali dalam kondisi buta huruf sering tertinggalkan, mereka menghindar dari masalah-masalah besar pembangunan, hanya karena kurang dimengerti. Kondisi sedemikian sering ditafsirkan salah, dan dianggap menolak program yang dijalankan. Maka karena terikat kepada penjadwalan proyek, yang terjadi adalah seolah-olah pemaksaan dan terbentanglah jurang yang lebar.</span></span></p>
</div>
<div id="edn2">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn2" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref2"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[2]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>    </span>Natsir, 1978</span></span></p>
</div>
<div id="edn3">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn3" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref3"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[3]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>    </span>QS. Saba', 34 : 28</span></span></p>
</div>
<div id="edn4">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn4" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref4"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[4]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>    </span>QS. Al Ahzab, 33 : 45-46</span></span></p>
</div>
<div id="edn5">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn5" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref5"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[5]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>    </span>QS. Al Qashash, 28 : 87</span></span></p>
</div>
<div id="edn6">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn6" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref6"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[6]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>    </span>QS. Ar Ra'd, 13 : 35</span></span></p>
</div>
<div id="edn7">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn7" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref7"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[7]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>    </span>QS. ALi Imran, 3 : 104</span></span></p>
</div>
<div id="edn8">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn8" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref8"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[8]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>    </span>Mohammad Natsir, Tausiyah pada 24 tahun Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jakarta, Media Dakwah 1992, Da'wah kita adalah Da'wah Ila-Allah</span></span></p>
</div>
<div id="edn9">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn9" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref9"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[9]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>    </span>QS. Al Ahzab, 33 : 21</span></span></p>
</div>
<div id="edn10">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn10" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref10"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[10]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>   </span>Qardhwai, 1990</span></span></p>
</div>
<div id="edn11">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn11" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref11"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[11]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>   </span>Menurut bimbingan Rasulullah bahwa AL HAQQU BILLANIZAM YAGHLIBUHU AL BATHIL BIN NIZAM bermakna bahwa yang hak sekalipun, tetapi tidak mengindahkan pengaturan (organisasi) senantiasa akan di kalahkan oleh yang bathil tetapi dijalankan terorganisir</span></span></p>
</div>
<div id="edn12">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn12" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref12"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[12]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>   </span>QS. Al Maidah, 5 : 3</span></span></p>
</div>
<div id="edn13">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn13" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref13"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[13]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>   </span>QS. Ali Imran, 3 : 19</span></span></p>
</div>
<div id="edn14">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn14" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref14"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[14]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>   </span>QS. Ali Imran, 3 : 85</span></span></p>
</div>
<div id="edn15">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn15" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref15"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[15]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>   </span>QS. An Nisa', 4 : 125</span></span></p>
</div>
<div id="edn16">
<p class="MsoFooter" style="text-indent:-14.2pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.2pt;"><a name="_edn16" href="http://blogminangkabau.wordpress.com/wp-admin/#_ednref16"><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-family:&#34;"><span><span class="MsoEndnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">[16]</span></span></span></span></span></a><span style="font-size:x-small;"><sup><span style="font-family:&#34;">)</span></sup><span style="font-family:&#34;"><span>   </span>QS. AIi Imran, 3 : 104</span></span></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menghidupkan Semangat Kemajuan (Ruhul Madaniyah)]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=30</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 16:05:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=30</guid>
<description><![CDATA[Ajaran Agama Islam Menghidupkan Jiwa Kemajuan
Oleh : H. Mas’oed Abidin
Salah sekali kalau kita ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ajaran Agama Islam Menghidupkan Jiwa Kemajuan</strong></p>
<p><strong>Oleh : H. Mas’oed Abidin</strong></p>
<p>Salah sekali kalau kita berpendapat, bahwa agama Islam hanya sebatas ritual dalam batas hari-hari tertentu saja atau bulan-bulan tertentu pula, seperti hanya dibulan Ramadhan. Salah juga menilai bahwa beragama hanya terbatasi pada ruang-ruang  suatu bangunan semata, seperti masjid, langgar, pesantren, majlis ta’lim semata. Di luar ruang lingkup itu agama tidak kena mengena (relevan) dengan gerak kehidupan riil. Selepas batas-batasan itu semua tidak ada kaitan sama sekali dengan agama. Begitu pandangan orang-orang yang beraliran materialis-rasionis yang seringkali takut mengikut sertakan agama dalam arena kehidupannya.</p>
<p>Lebih sempurna penjelasan Al Quran dalam menyatakan peran agama dengan multifungsi “<strong>li-tukhrijan-naasa minadz-dzulumaati ilan-nuuri</strong>”, yakni untuk mengeluarkan manusia dari sisi gelap kealam terang cahaya (nur), (Al’Quran).</p>
<p>Bila ada dalam kenyataannya terlihat masih banyak orang-orang Islam yang membiarkan dirinya tenggelam dalam kegelapan, inilah suatu bukti nyata bahwa yang teramalkan belumlah inti dari ajaran sebenarnya.</p>
<p>Besar sekali kemungkinan yang terambil adalah  kulit luar dari ajaran ritual ceremonial, artinya belum menyangkut kaedah isi dari nilai-nilai dasar (basic of value) Dinul Islam.</p>
<p>Suatu kecemasan besar kalangan intelektual Muslim di kala kita bertarung dalam kenyataan hubungan di tengah perkembangan dunia global pada abad keduapuluh satu mendatang.</p>
<p>Masyarakat yang berperangai senang menerima dan suka menampung  apa yang diberikan atau menagih apa yang tidak diberikan orang lain, pada ujungnya akan menjadikan bangsa bertungkus lumus dan terjerumus kepada rela menggadai bahkan menjual diri yang akhirnya terjadilah pelecehan nilai-nilai bangsa sendiri.</p>
<p>Di sinilah tersimpan satu rahasia besar yang dikandung oleh ajaran agama dalam ungkapan Umar bin Khattab RA, bahwa ; “<strong>Harrik yadaka unzil ‘alaika ar-rizqa</strong>” artinya adalah “gerakkan tanganmu, Allah akan menurunkan untukmu rezeki”.</p>
<p>Dengan nilai mulia ini akan terlahir suatu masyarakat  yang proaktif dalam menghadapi setiap keadaan dan melihatnya sebagai suatu realitas yang menghajatkan adanya usaha bagi perbaikan dan peningkatan mutu masyarakat itu.</p>
<p>Di masa hadapan senyatanya yang akan  banyak berperan adalah masyarakat berbasiskan ilmu pengetahuan (knowledge base society), berbasiskan budaya (culture base society) dan berbasiskan agama (religious base society).</p>
<p>Di sinilah barangkali peran terbesar menanti para intelektual untuk ikut aktif dalam menata ulang masyarakat dengan nilai-nilai kehidupan berketuhanan dan bertamaddun itu. Masyarakat yang dituju adalah masyarakat madaniyah (maju, beradab).</p>
<p>Bermacam rahmat akan dijelang, tatkala hati redha atas setiap ketentuan Allah, “<strong>man lam yardhaa bi qadhaa-I, wa lam yashbir ‘ala balaa-I, fal yathlub rabban siwaa-i</strong>” artinya “bagi yang tak redha dengan ketentuan-KU, tak shabar dengan cobaan-cobaanKU, silahkan cari saja Tuhan yang lainnya dari AKU”.</p>
<p>Amatlah mustahil mencari tuhan yang lain dari Allah.<br />
Kecuali bagi orang yang tidak mau bertuhan (atheis), atau kalangan yang memiliki keyakinan bertuhan banyak (musyrik).</p>
<p><strong>Memulai dengan Ibadah</strong></p>
<p>Mengabdi kepada Allah merupakan nilai ruhiyah.<br />
Tanpa nilai itu kehidupan fisik duniawi yang nyata ini terasa hambar dan kosong. </p>
<p>Semua ibadah selalu dikaitkan dengan suruhan <strong>“la’allakum tasykurun’,</strong>. Agar orang yang melakukan ibadah itu, mampu memperlihatkan  bukti kesyukuran secara mendalam atas nikmat-nikmat Allah yang telah diterimanya.</p>
<p>Sebenar-benar nikmat besar yang sesungguhnya adalah kesempatan mempersembahkan anugerah kehidupan sebagai makhluk Allah sesuai dengan eksistensi kita dijadikan. <strong>“Wa maa khalaqtul jimma wal insa illa li-ya’buduuni”,</strong> artinya “tidak dijadikan makhluk jinn dan manusia, hanya semata untuk mengabdi kepada Allah “(QS. Adz-dzariyat, ayat 56).</p>
<p>Suatu kaedah yang sering dilupakan adalah <strong>“man ‘arafa nafsahu fagad ‘arafa rabbahu”</strong>, artinya siapa yang ingat dirinya akan mengenal tuhannya.<br />
Secara maknawi berisikan pemahaman yang mendalam, bahwa <strong>“yang melupakan tuhannya jua yang selalu lupa kepada diri sendiri”.</strong></p>
<p>Allah telah mengingatkan kita semua agar tidak terjatuh kepada kehidupan masyarakat tak tahu diri sebagaimana disebutkan dalam Firman-Nya ; <strong>“laa takuunuu kal-ladziina nasullaha, fa ansaahum anfusahum”</strong>, artinya “janganlah kamu menjadi kelompok yang melupakan Allah, karena akibatnya adalah Allah akan menjadikan kamu lupa terhadap dirimu sendiri’. </p>
<p>Lupa diri berujung kepada lupa daratan, kesudahannya akan tersesat dalam pelayaran hidup ini. </p>
<p>Manusia yang tak tahu diri, seringkali terjerembab kepada sikap sombong, takabur, angkuh yang berujung dengan kufur nikmat dan dampaknya adalah melecehkan ketentuan-ketentuan hukum Allah, akhirnya bersikap perangai tidak perduli dengan alam lingkungan, bahkan sering melupakan tata hubungan bermasyarkat yang tampak pada hilangnya rasa toleransi (ukhuwwah) sesama. </p>
<p>Pada gilirannya akan tumbuh perangai permisif yakni mengerjakan sesuatu seenak hati, akhirnya berkecenderungan tanpa pengindahan norma-norma yang berlaku.</p>
<p>Gejala ini yang sering tampil dalam kehidupan masyarakat hari ini, terutama menjangkiti kaula muda yang telah terperangkap dalam kehidupan tak menentu atau “X-Generation” yakni suatu generasi yang tercabut dari akar budaya (tamaddun) tempat mereka ditumbuhkan. </p>
<p>Kondisi inilah yang sangat ditakuti menjangkiti generasi bangsa di masa datang.<br />
Beberapa penyakit masyarakat sesudahnya bisa berkembang dengan pesat, seperti ritual sinkeritis, agama ceremonial, hilang pegangan hidup, cepat stress, bersikap pesimis, budaya lepak yang pada dasarnya banyak disebabkan oleh kehidupan yang disungkup paham-paham materalisme, individualisme, liberalisme atau kebebasan yang salah pasang, dan westernisasi  yang bukan padanannya untuk negeri timur yang berbudaya.</p>
<p>Sebenarnya yang kita perlukan adalah modermisasi yang terarah sesuai dengan budaya bangsa<br />
Tentu tidak diperlukan hanya semata kemajuan fisik dengan menggadaikan nilai-nilai moral atau harga diri bangsa yang pada awalnya mempunyai semangat patriotisme.</p>
<p><strong>Tunaikan Kewajiban</strong></p>
<p>Peringatan agama dalam Al Quran sudah teramat hati-hati menyuruh kita membina suatu kehidupan masa depan (<strong>wal tandzur nafsun maa gaddamat liqhadin</strong>) dengan senantiasa berpegang teguh dengan taqwa kepada Allah.</p>
<p>Antara ruh dan jasad ada padanan setara dan hubungan yang tak terpisah.<br />
<strong>“Yas aluunaka ‘anir-ruuhi, gulir-ruuhu amri rabbi, wa utitum minal ‘ilmi illa qalilan” </strong>artinya, bertanya mereka (manusia) kepada engkau (Muhammad) tentang ruh, itu adalah urusan Tuhanmu, ilmu kamu tentang itu sedikit  sekali “(Qs. Israk).</p>
<p>Sering orang hanya mengenal hidup jasmaniyah Buktinya sangat jelas, ketika untuk kehidupan lahiriyah itu semua sarana dan waktu ada  telah dipergunakan untuk memenuhi semua kebutuhan fisiknya<br />
Dalam kaitan ini, seringkali kurang mengindahkan bahkan terlupakan untuk memenuhi kebutuhan ruhiyahnya.<br />
Akibatnya sangat fatal, seperti hilangnya keseimbangan di tengah perjalanan hidupnya.</p>
<p>Inilah rahasia besar di dalam bimbingan Agama Islam, bergembira secara wajar dengan ukuran mengabdi kepada Allah.</p>
<p>Banyak nikmat akan diterima tatkala seseorang senang mendo’akan orang lain dengan kalimat penuh arti “<strong>tagabbal Allahu minna wa minkum, taqabbal Yaa Karim</strong>”  yang berarti “diterima hendaknya oleh Allah semua amalan anda dan amalan kita, terimalah wahai Allah Yang Maha Mulia”.</p>
<p>Hubungan baik  hanya mungkin dibina kalau manusia hidup dalam rasa setara “<em><strong>duduk sama rendah, tegak sama tinggi</strong></em>”, dan salah satu ukurannya adalah masing-masing melaksanakan tugas menurut kewajiban yang terpikul dipundak masing-masingnya.</p>
<p>Setiap orang semestinya akan menerima hak sesuai dengan kewajiban yang dilaksanakan.<br />
Di sini letak ukuran kadar martabat kemanusiaan itu.<br />
Tidaklah bermartabat orang-orang yang menuntut haknya tanpa melaksanakan apa-apa kewajiban yang menjadi bebannya.<br />
Sebagaimana halnya juga tidak ada martabat bagi orang yang menunaikan kewajibannya tanpa ada hak apapun.</p>
<p>Pendekatan Agama Islam adalah tunaikan kewajiban supaya setiap yang berhak bisa memperoleh haknya dengan sempurna.</p>
<p>Untuk semua ini diperlukan adanya satu aturan yang terang (dalam agama dikenal dengan syari’at).<br />
Perlu pula ada buhul prinsip yang jelas (dalam Islam disebut aqidah).<br />
Kedua-duanya kekuatan  besar mengikat masyarakat dalam satu tatanan yang rukun, damai, aman dan sejahtera.</p>
<p>Tatanan itu akan senantiasa terpelihara rapi manakala tetap dipeliharanya hubungan-hubungan yang ikhlas (yang dikenal dengan kata silaturrahmi).</p>
<p>Rugi orang-orang yang tidak mau menjalin dan memperkokoh hubungan keakraban sebangsa dan setanah air, hanya karena mempertahankan nafsu yang “pantang kerendahan, pantang kelongkahan”.<br />
Sikap ini tidak pantas di punyai oleh orang-orang yang yang akan berperan sebagai manager dalam kehidupannya.</p>
<p>Rasulullah SAW memperingatkan. “<strong>tidak seorangpun yang diberi amanat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian dia mengelak dari memperhatikan kepentingan rakyatnya dikala dianya berkuasa (hingga mati), kecuali Allah mengharamkan baginya syorga</strong>” (HR. Muttafaqun ‘alaihi dari Abi Ya’la (Ma’gil) bin Yasar RA).</p>
<p>Sungguh celakalah para pemimpin yang menganggap enteng aspirasi rakyat banyak yang dipimpinnya.<br />
Agar tidak diitimpakan kecelakaan dalam memimpin umat, maka ingatlah selalu firman Allah  “<strong>Berlaku adillah, karena Allah kasih terhadap orang-orang yang adil</strong>” (QS. Al-Hujurat, 9).</p>
<p><strong>Silaturrahmi</strong></p>
<p>Suatu perpegangan ajaran agama menyebutkan “<strong>Siapa yang inginkan rezekinya bertambah, panjang usianya, senang kehidupannya, berpeluang mendapatkan syorga tempat tinggalnya, serta ingin membuktikan keimanannya adalah menghubungkan silaturrahim</strong>”.<br />
Ajaran Islam seperti ini terungkap dalam banyak hadist-hadist Rasulullah SAW.</p>
<p>Silaturrahmi adalah suatu kiat untuk sukses, suatu kiat dalam makna relation-shipness. Bisa mencakup hubungan ekonomi, managemen dan bussiness, bahkan dapat menyentuh kehidupan politik modern.</p>
<p>Silaturrahmi adalah memelihara selalu hubungan serasi adalah dasar dari keberhasilan.<br />
Hubungan serasi yang bersih, jujur, terang, setara dan penuh kasih sayang telah terbukti menjadi idaman dan dambaan kehidupan manusia sepanjang sejarah manusia itu.<br />
Eksploitasi manusia atas manusia tidak disenangi dimanapun. Selalu dikecam dan ditentang.</p>
<p>Berlipat-lipat keuntungan bagi seseorang yang dalam hidupnya senantiasa tersedia bilik kemaafan, dan merasa sedih bila disampingnya ada orang-orang yang di melaratkan oleh keadaan dan kekurangan.<br />
Untuk itu dia senantiasa berusaha mengatasinya dengan suatu hubungan baik. Insya Allah, dia akan terhindar dari penyakit depressi ataupun stress berat.</p>
<p>Dalam rangka itulah perlu selamanya menghidupkan silaturrahmi di antara sesama karyawan, sesama tenaga pengajar, sesama kita dalam martabat yang sama-sama bermartabat kemanusiaan.</p>
<p>Ada kewajiban bersama untuk saling memaafkan, di sampingnya ada hak setiap kita meminta untuk dimaafkan.<br />
Ada kewajiban kita untuk saling asih-asuh-asah, supaya masing-masing kita menerimakan hak yang dijanjikan Allah Subhanahu Wa Ta’Ala berupa “hayatan thaiyyibah” atau hidup yang thayyibah, bersih dan tertib.</p>
<p>Suatu pahala menanti tatkala ada kesediaan pertama memaafkan orang lain, pahala juga menanti kita tatkala  mau menerima kemaafan bagi orang lain.</p>
<p>Hina sekali kiranya orang yang menghindar dari proses pemeliharaan hubungan kekerabatan berbangsa dalam rumpun satu negara berdaulat. </p>
<p>Kehinaan ditimpakan terhadap orang yang tidak mau mengutamakan kepentingan orang banyak.<br />
Kehinaan akan menyertai orang yang tidak siap dalam menjalin hubungan senasib sepenanggungan dalam rangkaian tali silaturrahmi se bangsa se tanah air.</p>
<p>Konsekwensinya adalah, “<strong>siapapun (pemimpin) yang diserahi tanggung jawab mengatur kepentingan orang banyak (rakyat), kemudian dia bersembunyi (mengelak) dari memperjuangkan kepentingan mereka (orang banyak) itu, niscaya Allah akan menolak kepentingan dan kebutuhannya pada hari kiamat</strong>’, (HR. Abu Daud, Tirmidzi dari perkataan Abu Maryan al ‘Azdy kepadamu Mu’awiyah).</p>
<p>Inilah makna silaturrahmi secara hakiki</p>
<p><strong>Besarkan Allah</strong></p>
<p>Dalam hubungannya dengan setiap upacara yang berisikan kegembiraan, atau pada setiap peristiwa kesedihan (kematian), dan juga untuk menetapkan beberapa pilihan (itikharah), maka Islam senantiasa menyambut dengan ibadah (shalat) kepada Allah Yang Maha Menjadikan.</p>
<p>Mengagungkan Allah Yang Maha Besar, adalah salah satu ciri dari Muslim yang mengakui besarnya nikmat Allah yang telah dianugerahkan untuk kita semua. Mengagungkan asma Allah dengan serta merta akan menumbuhkan sikap tawadhu’ yang merupakan sikap hormat dan tahu diri dihadapkan  Allah  Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Inilah hakekat mendasar dari  suasana sendu senantiasa mengiringi alunan dzikir dalam membesarkan dan memuji asma Allah, dengan takbir, tahlil dan tahmid. Kalimat takbir Allahu Akbar, adalah syiar kaum Muslim sepanjang masa, yang dengan kalimat itu shalat di mulai, azan di kumandangkan,  iqamat di awali, bahkan sembelihan hewan qurban dilaksanakan, dan dengan kalimat itu pula kita memasuki  Idul-Fithri atau Idul Adhha setiap tahun.</p>
<p>Belum sempurna, bila kegembiraan rasa syukur ini tidak diiringi dengan peduli kepada orang sekeliling, terutama kepada yang belum bernasib baik (fuqarak wal masakin).</p>
<p>Pembuktiannya adalah dengan mengeluarkan zakat meringankan beban derita kaum tak berpunya sesuai bimbingan Rasulullah SAW.<br />
Salah satu bimbingan Islam di maksudkan sebagai pengikat tali rasa (mawaddah fil-qurba) yang pada masa sekarang kadang-kadang terlihat sudah mulai tidak dihiraukan orang terlebih dalam kehidupan masyarakat maju di Barat.</p>
<p>Kiat ini sangat dianjurkan dengan terlebih dahulu mengutamakan perhatian kepada karib kerabat yang terdekat (<strong>al aqrab fal aqrab</strong>) dan bila dikaji secara lebih makro adalah kepentingan nasional lebih diutamakan dari kepentingan-kepentingan lainnya, suatu sikap yang mendasari kepedulian dalam berbangsa atau bernegara.</p>
<p><strong>Hubbul wathan minal iman </strong>atau mencintai negeri atau negara adalah bagian dari iman.<br />
Nilai ini senyatanya yang memacu kerelaan berkorban di masa lalu, baik dalam merebut kemerdekaan Republika Indonesia maupun dalam mempertahankan karakter bangsa bertuhan dalam orde pembangunan.<br />
Nilai hubbul wathan telah melahirkan perintis kemerdekaan, para pahlawan pejuang kemerdekaan masa lalu, dan juga pahlawan pembangunan, kini dan masa datang.<br />
Nilai cinta negeri, bangsa dan negara ini telah menyebabkan lahirnya hari-hari kebangkitan nasional itu.</p>
<p>Yang di tumbuhkan dengan kiat ibadah ini adalah mendalamnya rasa peduli kepada orang lain, serta sikap rela memberi sebagai suatu perangai (moralitas) terpuji.</p>
<p>Masyarakat berkualits digambarkan dalam satu semboyan “<strong>tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah</strong>” sesuai hadist Rasulullah SWA.<br />
Mewujudkan masyarakat bertangan di atas senyatanya tidaklah mudah.<br />
Usaha demikian adalah suatu pekerjaan berat lagi besar, karena terlebih dahulu harus ditumbuhkan keberpunyaan pada mereka.</p>
<p>Berpunya dalam arti seluasnya adalah punya harta, punya keinginan, punya kerelaan, punya sikap untuk memberi itu.<br />
Memberi adalah suatu <strong>izzah</strong> (kemuliaan) yang dimiliki oleh <strong>aqhniya’</strong> atau orang (bangsa) yang kaya.</p>
<p>Penanaman ruhul-infaq dalam ajaran Islam adalah melahirkan masyarakat berkualitas dengan tidak mau menengadahkan tangan meminta-minta kiri dan kanan.</p>
<p>Maknanya adalah terbentuknya masyarakat mandiri (self-hellp), kemudian berkembang menjadi mutual-help dan lebih utama lagi bersikap selfless-help.  </p>
<p>Wallahu a'lamu bis-shawaab.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Generasi Muda dan Perkembangan Paham Komunisme di Nusanatara Indonesia]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=26</link>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 02:08:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=26</guid>
<description><![CDATA[Generasi Muda dan Perkembangan Paham Komunisme di Nusanatara Indonesia
 

Oleh : H. Mas’oed Abidi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><strong>Generasi Muda dan Perkembangan Paham Komunisme di Nusanatara Indonesia</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<h2 style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-weight:normal;font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;font-variant:small-caps;text-shadow:auto;">Oleh : H. Mas’oed Abidin</span></h2>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:center;margin:6pt 0 0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:center;margin:6pt 0 0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><strong>Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan ni`mat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mu'min itu harus bertawakkal.</strong></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:center;margin:6pt 0 0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><strong>(Al Maa-idah (5) : 11)</strong></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span></em></p>
<h1 style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-weight:normal;font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Muqaddimah</strong></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Secara global istilah komunisme dipahami untuk menyebutkan sebuah terori atau sistem organisasi sosial yang didasarkan pada pemilihan bersama atas harta kekayaan dan alat-alat produksi. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Secara khusus, istilah komunisme ditujukan pada seperangkat doktrin yang mendasari gerakan revolusioner yang bertujuan untuk menghapus kapitalisme dan pada gilirannya membangun masyarakat komunis. Ta’rif komunisme adalah<span>  </span>aliran berfikir berlandaskan <em>atheisme, </em>yang menjadikan materi sebagai asas segalagalanya. Ditafsirkannya sejarah berdasarkan pertarungan kelas dan factor ekonomi. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Aliran ini lahir di Jerman dibawah asuhan <em>Marx</em> (Karl Marx, 1818-1883M, berkebangsaan Jerman dan dikenal tidak mempunyai prisip jelas, berwatak pendendam, egoistis dan materialistis,<span>  </span>adalah cucu tokoh<span>  </span>Yahudi terkenal<span>  </span><em>Murdkhoy Marx</em>) dan <em>Engels </em>(Freiderich Engels, 1820-1895M, adalah sahabat karib Marx yang membiayai hidupnya dan keluarganya sampai akhir hayatnya serta berperan menyebarkan teori-teori Marx), yang kemudian menjelma dalam bentuk revolusi <em>Bolsheviks </em>di Rusia tahun 1917 dengan planning dari Yahudi. Lalu ekspansinya berkembang dengan tangan besi dan kekerasan. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Sejarah ikut mencatat, bahwa <em>Ummat Islam banyak terluka oleh ideology ini, dan banyak bangsa-bangsa yang hilang dari peredaran sejarah </em>karena perekembangan ideologi ini.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Tujuan utama ideology komunis adalah ingin membawa masyarakat dunia ke arah masyarakat yang tak berkelas-kelas dengan melalui suatu perjuangan yang dinamakan perjuangan kelas. Perjuangan akan dilakukan dengan menghalalkan segala cara baik secara revolusioner maupun kekerasan. Dalam idiom komunis cara yang mereka tempuh untuk mencapai tujuannya disebut <em>revolusi proletar</em> atau <em>dictator proletar</em>.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Untuk pertama kalinya istilah komunisme digunakan pada tahun 1830, yakni di masa tumbuh dan berkembangnya gerakan-gerakan revolusioner rahasia di Paris. Adalah <em>Etiene Cabet</em> orang pertama yang memperkenalkan istilah tersebut melalui karyanya <em>Voyage en <span> </span>Icarie </em><span>(</span>Baharudin Lopa et.al, <em>Bahaya Komunisme, </em>Jakarta : Bulan Bintang, 1982 : 40<span>). </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Komunisme ketika itu berarti suatu sistem atau teori mengenai organisasi sosial yang mengakibatkan milik bersama atas bidang produksi dan berusaha ke arah persamaan dalam bidang distribusi hasil-hasil industri.</strong></span></p>
<h2 style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-weight:normal;font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;text-shadow:auto;"><strong>PAHAM KOMUNIS</strong></span></h2>
<p class="MsoFootnoteText" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-family:&#34;">Kendati komunisme selalu didasarkan pada Marxisme dan <em>Leninisme.</em></span><span style="font-family:&#34;"> Lenin, nama sebenarnya <em>Vladimir Ilich Ulyanov</em> (1870-1924M) terkenal seorang dictator yang ditakuti, kejam dalam memaksakan kehendak dan dendam dengan manusia. </span></strong></span></p>
<p class="MsoFootnoteText" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-family:&#34;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Dalam penelitian sejarah dia adalah seorang turunan Yahudi, yang banyak<span>  </span>mirip dengan tokoh <em>Trotsky </em>(1879M-1940M). Trotsky dibunuh atas perintah <em>Stalin</em> (Yoseph Stalin,1879-1954M) karena tuduhan melawan kepentingan partai. Pada hakekatnya<span>  </span>agar<em> Stalin</em> (Sekjen Partai Komunis yang berkuasa sesudah Lenin) dapat menduduki <em>kekuasaan tertinggi</em> di Rusia. Dalam revolusi komunisme ada faham mengedepan dalam menyelesaikan konflik dengan menghalalkan semua cara, termasuk pembunuhan terhadap lawan-lawan politiknya.</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Memang Stalin terkenal kejam. Di tahun 1929, Stalin memerintahkan eksekusi 7 juta petani. Kediktatoran Stalin dikukuhkan lewat kekerasan, dengan menghabisi 10 tokoh komunis Rusia rekan Lenin, 6 anggota Politbiro, 400 jendral (lebih dari separo jenderal AD Sovyet) dan 30.000 perwira menengah. Stalin memang tidak tanggung-tanggung membersihkan <em>Red Army</em>-nya (Bailey, <em>Massacres – An Account of Crimes Against Humanity,</em> 1994).</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Pemahaman ini <span>sering disebut sebagai Marxisme-Leninisme, walau sebenarnya Marxisme tidak identik dengan komunisme. </span>Karya tulis Marx terkenal di antaranya <em>Manifesto Komunis</em> (1848M) dan <em>Das Capital</em>(1767M).</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Karl Marx sendiri mengatakan bahwa dirinya telah berhubungan dengan filosof <em>Moshe Hiss</em> (peletak dasar zionisme) dan berguru kepada <em>Herzl</em> (pemimpin Zionis terkenal). Karenanya pemikiran Marx sangat dipengaruhi pemikiran Yahudi dan sejumlah teori atheisme seperti ajaran rasionalis idealis <em>Hegel</em>, ajaran perasaan dari <em>Augustine Comte</em>, ajaran <em>Feuerbach</em> tentang filsafat alam kemanusiaan, dan juga ajaran <em>Baconyn</em> (penemu aliran orang kacau yang rancu). </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Maka tidak salah bila sejarah kelak mencatat bahwa komunisme tidak dapat menyembunyikan langkah aktifitas yang dilakukan bersama seperti, <em>“memerangi Yahudi dianggap sama dengan memerangi kelas tinggi dan dihukum oleh undang-undang”</em> dan <em>“mengakui hak-hak Yahudi dalam menghapus Palestina”</em>.<span>  </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Marxisme-Leninisme adalah idiologi resmi atau ajaran resmi komunisme. Di antara doktrinnya yang terkenal ;</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Diingkarinya wujud Allah dan segala yang ghaib. Materi adalah segala-galanya. Slogan mereka percaya kepada tiga; Marx, Lenin dan Stalin, serta mengingkari tiga; Allah, Agama dan hak milik pribadi.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Sejarah ummat manusia ditafsirkan dengan pertarungan borjuis dan proletar dan akan berakhir (menurut pandangan mereka) dengan kediktatoran proletar.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Agama adalah candu masyarakat dan adalah babu kapitalis, imperialis dan eksploitasi ( kecuali Yahudi, bangsa tertindas yang amat memerlukan agamanya untuk mengembalikan hak-haknya yang sudah direbut pihak lain).</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Hak milik harus diperangi, dan komunisme mengatur semua dan hokum waris mesti dihapus. Amal karya tidak ada arti didepan kepentingan materi dan usaha produktivitas.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Segala perubahan didunia adalah akibat pasti dari berubahnya sarana produksi. Pemikiran, peradaban dan kultur adalah hasil daripada lajunya perkembangan ekonomi. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Moral itu relative. Moral adalah akibat daripada alat produksi. Dipercayai adanya keazalian materi. Faktor-faktor ekonomi adalah unsure penggerak utama pribadi dan kelompok.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Diyakini tidak ada akhirat, siksa, balasan kecuali hanya di dunia. Karena itu rakyat mesti diperintah dengan kekerasan dan tangan besi. Untuk merebut tujuan menghalalkan cara. Perbuatan apapun dan betapapun kejamnya demi tercapai tujuan adalah halal. Lenin berkata,</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> “hancurnya tiga perempat dunia tidak menjadi persoalan, yang penting adalah sisa seperempat itu menjadi komunis”. <span> </span>Rumus ini diterapkan Rusia dimasa revolusi, kemudian Cina dengan berjuta manusia punah dan dilanjutkan intervensi ke Afghan, Samarkand, Bukhara. </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Beratus masjid dihancurkan diganti dengan tempat-tempat hiburan dan pusat-pusat partai. Pelarangan kepada ummat Islam menonjolkan simbol-simbol agama. Menyimpan Alquran dilarang, hukumannya 6 tahun penjara. Dinegara yang tadinya Islam, banyak rakyat terbunuh, harta dirampas, kehormatan dan kesucian Islam diinjak. Alquran yang disusun dizaman Ustman RA dituduhkan telah mengalami banyak perubahan sampai abad kedelapan, dan dan isinya menjadi candu masyarakat, maka harus dimusnahkan. (Untuk maraji’ selanjutnya dapat dibaca <em>al Mausu’ah al Maiysirah fii al Adyaan wa al Madzahib wa al Mu’ashirah, </em>Riyadh, KSA, Cet.2, 1999, fasal 28 “<em>as Syuyuu’iyyah</em>”).<em></em></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Diakui kediktatoran kelas sedang berkuasa, dan mesti diimpikan pemerintahan komunisme internasional. Komunisme percaya pertarungan kekerasan, upaya memancing dendam dan kebencian dikalangan pekerja. Selanjutnya Negara adalah partai. Partai adalah Negara. </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Marxisme mengingkari ikatan-ikatan keluarga. Keluarga mengandung dukungan terhadap berjuis dan selayaknya diganti dengan kekacauan seksual.</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> <span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font:7pt &#34;">  </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Tiada halangan menipu dan pengkhianatan, pembunuhan meski terhadap anggota sendiri yang tidak setia dengan paham komunis.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Selanjutnya komunisme menjadi gerakan dengan kekuatan partai komunis berkembang sejak revolusi Bolsjewik tahun 1917 di Rusia dipimpin Lenin dan tumbuh menjadi kekuatan politis dan ideologis internasional. </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Lenin memulainya dengan membantai 500.000 orang dalam enam tahun, pada rentang waktu 1917-1923 (Conquest, <em>Human Cost of Soviet Comunism).</em><span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong> </strong></span></p>
<h1 style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-weight:normal;font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Benturan Islam dengan Komunisme</strong></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;font-variant:small-caps;text-shadow:auto;"><span>                </span></span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Dari praktek kesehariannya cara-cara hidup yang dianut oleh Marxisme–Leninisme bertentangan dan tidak mungkin dikonvergensikan dengan Islam, karena :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>ð<span style="font:7pt &#34;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Pertama : ajaran Komunis d</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">isebut juga <em>as-syuyuu’iyyah</em><span class="MsoFootnoteReference"><span> </span></span><span>yang menjunjung paham materialisme sehingga menafikan eksistensi segala yang berbentuk immateri, yang pada hakekatnya adalah menolak eksistensi Tuhan (Allah), sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam Islam yang paling pokok adalah kepercayaan akan eksistensi Allah dan mengakui segala yang ada didunia ini adalah makhluk-Nya, karena Dia-lah yang menciptakan. Hal ini dapat kita baca pada surat Thahaa ayat 14 dan surat Al Maa-idah ayat 3.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>ð<span style="font:7pt &#34;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Kedua : menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, hal ini sangat bertentangan dengan akhlak yang diajarkan dalam Islam. Agama Islam sangat menekankan agar ummatnya<span>  </span>berakhlak mulia dengan melarang keras segala bentuk kerusakan. Larangan ini dapat kita baca pada surat Al Baqarah ayat 11 dan Al Qashash ayat 77.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>ð<span style="font:7pt &#34;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Katiga : jika komunisme memperjuangkan pendistribusian kekayaan secara merata dan menolak adanya hak milik pribadi, maka Islam mengandung tatanan ekonomi yang tidak menghapuskan kepemilikan pribadi. Namun demikian Islam juga tidak membiarkan cara kapitalisme. Dalam Islam diajarkan bahwa di dalam harta si kaya terdapat hak si miskin. Islam mewajibkan ummatnya untuk membayarkan zakat dengan cara inilah Islam mendidik ummatnya untuk hidup bersosial.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0 18pt;"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;"><span>ð<span style="font:7pt &#34;"> </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Keempat : Komunisme pada dasarnya menentang segala sesuatu yang teratur dan oleh karena itu menurut Lenin –tokoh komunuis Rusia, negara tidak diperlukan. Malahan bukan negara saja yang tidak diperlukan tetapi juga lembaga perkawinan dan lembaga keluarga. Sebab semua itu tidak sesuai dengan prinsip sama rata-sama rasa. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Dalam Islam seluruh dimensi kehidupan manusia diatur secara rapi melalui perundang-undangan yang disebut syari’ah. Negara adalah lembaga yang berfungsi menjaga keteraturan dan tertib hukum pada semua sektor kehidupan manusia.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Penutup</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;font-variant:small-caps;text-shadow:auto;"><span>                </span></span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;">Dari praktek-praktek Komunisme di dunia ternyata parta komunis adalah partai dengan tangan paling berdarah di dunia. Dalam abad 20 yang lalu partai ini telah membunuh sekitar 95,2 juta manusia (Rummel, <em>Religion and Society Report, 1986) </em>atau mencapai jumlah 105 juta orang (Nihan, <em>The Marxist Empire, 1991). </em>Maka dalam kurun seabad ini, partai komunis di seantero jagat telah membunuh 1 juta manusia setiap tahun. Atau setiap hari mencabut nyawa 2.739 orang, setiap jam 114 orang, atau setiap detik 1,9 orang (Taufiq Ismail, <em>Gatra 13 Mei 2000).</em> Maka saya berpendapat bahwa kehadiran kembali<span>  </span>partai komunis mesti diawasi oleh setiap generasi.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong><span>                </span>Semestinya Indonesia bersyukur dengan adanya TAP MPRS No.XXV/1966 yang melarang kegiatan komunis di Indonesia, sebagai antisipasi pengalaman sejarah<span>  </span>kekejaman komunis dinegeri ini dalam Peristiwa Tiga Daerah (1945), Pemberontakan Madiun (1948) dan Pengkhianatan Gestapu (1965). Karena itu semestinya generasi muda di Indonesia ekstra hati-hati untuk tidak memperturutkan <em>pseudo-liberal</em> yang naïf sehingga membenarkan bangkitnya komunisme di Indonesia dengan dalih hak asasi manusia (HAM).</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong><span>                </span>Perlu dicermati bahwa lahan subur tumbuhnya komunisme adalah apabila ketidak adilan social tidak jalan, atau ketika pengangguran menjadi-jadi, rimba balantara politik memainkan jurus pendekar mabuk, saling curiga dan gampang memfitnah serta kriminalitas memuncak, ekonomi amburadul atau pejabat tak bermalu, dan akhlak agama mulai menipis.<span>  </span>Kondisi runyam seperti ini berpeluang untuk melahirkan marxisme-leninisme varian baru dengan berbalut demokratisasi dan hak asasi manusia dengan mengedepankan otokritik kegagalan taktik dan strategi masa lalu. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Maka saya berpendapat, sangat wajib diawasi setiap gejala yang menampilkan suasana kacau. Karena, <em>chaos</em> yang luar biasa akan menjadi lahan subur bagi hidupnya <em>marxisme species</em> untuk konsolidasi membelah badan menjadi sel-sel yang banyak dan sewaktu-waktu siap untuk bangkit membalas dendam.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong><span>                </span>Na’udzubillah.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong> </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"><strong>Padang, 2 Oktober 2001 M. </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"> </p>
<h2 style="line-height:115%;text-align:justify;margin:6pt 0 0;"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&#34;"><strong></strong></span></h2>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Problematika Dakwah Islam di tengah Penguatan Visi Kembali Ke Surau, sebagai Sub Sistem Kembali ke Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat « BlogMinangkabau’s Weblog]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2008/05/10/problematika-dakwah-islam-di-tengah-penguatan-visi-kembali-ke-surau-sebagai-sub-sistem-kembali-ke-pemerintahan-nagari-di-sumatera-barat-%c2%ab-blogminangkabau%e2%80%99s-weblog-2/</link>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 14:55:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2008/05/10/problematika-dakwah-islam-di-tengah-penguatan-visi-kembali-ke-surau-sebagai-sub-sistem-kembali-ke-pemerintahan-nagari-di-sumatera-barat-%c2%ab-blogminangkabau%e2%80%99s-weblog-2/</guid>
<description><![CDATA[Problematika Dakwah Islam di tengah Penguatan Visi Kembali Ke Surau, sebagai Sub Sistem Kembali ke P]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogminangkabau.wordpress.com/2008/05/10/problematika-dakwah-islam-di-tengah-penguatan-visi-kembali-ke-surau-sebagai-sub-sistem-kembali-ke-pemerintahan-nagari-di-sumatera-barat/">Problematika Dakwah Islam di tengah Penguatan Visi Kembali Ke Surau, sebagai Sub Sistem Kembali ke Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat « BlogMinangkabau’s Weblog</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Isu SARA dan dampaknya bagi Persatuan dan Kesatuan Bangsa « BlogMinangkabau’s Weblog]]></title>
<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2008/05/10/isu-sara-dan-dampaknya-bagi-persatuan-dan-kesatuan-bangsa-%c2%ab-blogminangkabau%e2%80%99s-weblog/</link>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 14:53:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://masoedabidin.wordpress.com/2008/05/10/isu-sara-dan-dampaknya-bagi-persatuan-dan-kesatuan-bangsa-%c2%ab-blogminangkabau%e2%80%99s-weblog/</guid>
<description><![CDATA[Isu SARA dan dampaknya bagi Persatuan dan Kesatuan Bangsa « BlogMinangkabau’s Weblog
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogminangkabau.wordpress.com/2008/05/10/isu-sara-dan-dampaknya-bagi-persatuan-dan-kesatuan-bangsa/">Isu SARA dan dampaknya bagi Persatuan dan Kesatuan Bangsa « BlogMinangkabau’s Weblog</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penerapan Iptek dalam Islam]]></title>
<link>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 00:54:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
<guid>http://blogminangkabau.wordpress.com/?p=21</guid>
<description><![CDATA[
Penerapan Iptek dalam Islam
Oleh : H. Mas’oed Abidin
Firman Allah dalam QS. 3, Ali Imran : 110, a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h1 style="line-height:85%;text-align:center;margin:6pt 0 0;">
<span>Penerapan Iptek dalam Islam</span></h1>
<p>Oleh : H. Mas’oed Abidin</p>
<p>Firman Allah dalam QS. 3, Ali Imran : 110, artinya, <em><strong>“Kamu adalah umat yang paling baik (khaira ummah, umat pilihan), yang dilahirkan untuk kepentingan manusia; menyuruh mengerjakan yang benar dan melarang membuat salah, serta beriman kepada Allah. Sekranya orang-orang keturunan Kitab itu beriman, sesungguhnya itu baik untuk mereka. Sebahagian mereka beriman, tetapi kebanyakannya orang-orang yang jahat”</strong></em>. </p>
<p>Dijelaskan bahwa Umat Islam adalah umat pilihan, terbaik.<br />
Bila keturunan Kitab sebelumnya mau menerima dinul Islam , mereka akan lebih baik dari umat ini.<br />
Tetapi mereka kufur, dan sebahagian lagi  jahat, menolak ajaran Allah SWT. </p>
<p>Di sinilah terdapat tantangan di samping peluang terhadap umat pilihan (umat Islam) sepanjang masa dalam meniti setiap perubahan zaman. </p>
<p>Khaira ummah yang menjadi identitas umat Islam itu selalu istiqamah (Konsisten) dengan perangai utama.<br />
Tetap membawa, menyeru, mengajak umat kepada yang baik, amar makruf. Melarang membuat salah, nahyun ‘anil munkar.<br />
Tetap beriman dengan Allah. </p>
<p>Amar makruf, hanya bisa dilaksanakan dengan ilmu pengatahuan.<br />
Karena itulah tatkala pertama kali manusia diciptakan kepadanya beberapa perangkat ilmu (QS.2:30-35). </p>
<p>Dalam mengemban misi mulia, khalifah di permukaan bumi.<br />
Nahyun ‘anil munkar, melarang dari yang salah wajib dijalankan.<br />
Perlu ilmu pengetahuan tentang makruf dan munkar artinya mengerti tentang suruhan berbuat baik dan larangan berbuat salah (QS.3:104,114; QS.5:78-79; QS.9:71,112; QS.22:41; QS.31:17). </p>
<p>Amar Makruf Nahi Munkar sangat sesuai dengan martabat manusia.<br />
Patokan makruf (baik, disuruh) dan munkar (salah, terlarang) dipagari oleh halal (right, benar) dan haram (wrong, salah).<br />
Bukan like or dislike (suka atau tidak). </p>
<p>Kerancuan menerapkan benar dan salah dikehidupan sehari-hari disebab kurangnya ilmu pengetahuan tentang right dan wrong. Selain dari kebiasaan meninggalkan ajaran agama, tidak teguh (tidak istiqamah) menjalankan right dan wrong tersebut.</p>
<p>Bila diteliti bahwa ayat pertama turun adalah (Iqra’, artinya baca) QS. 96, Al ‘Alaq 1-5. Membaca dan menulis, adalah “jendela ilmu pengetahuan”. </p>
<p>Dijelaskan, dengan membaca dan menulis akan mendapatkan ilmu pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui (<em><strong>‘allamal-insana maa lam ya’lam</strong></em>). </p>
<p>Ilham dan ilmu belum berakhir.<br />
Wahyu Allah berfungsi sebagai sinyal dan dorongan kepada manusia untuk mendalami pemahaman sehingga mampu membaca setiap perubahan zaman dan pergantian masa. </p>
<p><strong></p>
<blockquote><p><strong>Keistimewaan ilmu, menurut wahyu Allah,antara lain ;<br />
Yang mengetahui pengertian ayat-ayat mutasyabihat hanyalah Allah dan orang-orang yang dalam ilmunya (QS.2:7).<br />
Orang berilmu mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (QS.3:18).<br />
Di atas orang berilmu, masih ada lagi yang Maha Tahu, (QS.12:76).<br />
Bertanyalah kepada ahli ilmu kalau kamu tidak tahu, (QS.16:43, dan 21:7). Jangan engkau turut apa-apa yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu (QS.17:36).<br />
Kamu hanya mempunyai ilmu tentang ruh sedikit sekali (QS.17:85).<br />
Memohonlah kepada Allah supaya ilmu bertambah (QS.20:114).<br />
Ilmu mereka (orang yang menolak ajaran agama) tidak sampai tentang akhirat (QS.27:66).<br />
Hanyalah orang-orang berilmu yang bisa mengerti (QS.29:43).<br />
Yang takut kepada Tuhan hanyalah orang-orang berilmu (QS.35:28).<br />
Tuhan meninggikan orang-orang beriman dan orang-orang berilmu beberapa tingkatan (QS.58:11).<br />
Tuhan mengajarkan dengan pena (tulis baca) dan mengajarkan kepada manusia ilmu yang belum diketahuinya (QS.96:4-5). </strong></p>
</blockquote>
<p></strong></p>
<p>Sebenarnya umat yang menjadi pengamal wahyu Allah (Islam) memiliki identitas (ciri, sibghah) yang jelas di  antaranya menguasai ilmu pengetahuan.<br />
Dalam mewujudkan keberadaannya ditengah masyarakat mereka menjadi innovator dan memiliki daya saing  serta memiliki imajinasi  yang kuat disamping kreatif dan memiliki pula inisiatif serta teguh dalam prinsip (istiqamah, consern), bahkan senantiasa berfikir objektif dan mempunyai akal budi.  </p>
<p>Teknologi hanyalah suatu keterampilan, hasil dari ilmu pengetahuan berkenaan dengan teknik, serba mesin itu.<br />
Teknologi tidak berarti bila manusia dibelakang teknologi itu tidak berfungsi, tidak berperan dan mati. </p>
<p>Sebelum teknologi dihidupkan, wajib lebih dahulu menghidupkan dhamir manusia yang akan mempergunakan perangkat teknologi, agar hasil yang diperoleh bermanfaat untuk kehidupan manusia.<br />
Jangan sebaliknya merusak kehidupan itu sendiri. </p>
<p><em></p>
<blockquote><p><strong>Pemilik ilmu pengetahuan dan pengguna teknologi mestinya mampu mencipta dan menampilkan produk teknologi ditengah kehidupan dunia menyeluruh (global) tanpa merusak harkat manusia melalui produk hasil ciptaan teknologi tersebut.<br />
Di sini sebenarnya arti penerapan Iptek dari sudut pandang agama Islam.<br />
Iptek akan menjadi musuh kemanusian bila hasilnya menghancurkan harkat (derajat) manusia. </strong></p>
</blockquote>
<p></em></p>
<blockquote><p><strong>Iptek sesungguhnya sangat sangat penting dan teramat berguna dalam meningkatkan taraf hidup manusia.<br />
Karena itu perlu ada saringan pengguna iptek itu.<br />
Saringannya adalah agama, akal budi.<br />
Di Minangkabau adalah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. </strong></p>
</blockquote>
<p>Segera laksanakan dan jangan sebatas semboyan.***</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kamejemukan adalah Sunnatullah]]></title>
<link>http://beritaseni.wordpress.com/?p=615</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 07:47:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>beritaseni</dc:creator>
<guid>http://beritaseni.wordpress.com/?p=615</guid>
<description><![CDATA[Teks : Frino Bariarcianur
Bangsa Indonesia dilahirkan dalam kondisi yang beragam. Ada yang berkulit ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Teks : Frino Bariarcianur<br />
Bangsa Indonesia dilahirkan dalam kondisi yang beragam. Ada yang berkulit gelap, ada juga berkulit terang, ada yang bermata belok ada juga yang bermata sipit, ada yang beragama Islam dengan berbagai aliran, juga ada yang beragama Katolik, Hindu, Budha dan seterusnya. Keberagaman ini adalah kekayaan tak ternilai. Tetapi kenapa persoalan SARA masih kental dan muncul dalam setiap perseteruan juga di dalam pergaulan diantara kita?<!--more--></p>
<p>Harus diakui sulit menerima perbedaan meskipun perbedaan itu adalah suatu sunnatullah.</p>
<p>Dr. Rm. Dedy Pradipto, Pr., L.Th., M. hum, di dalam pengantar diskusi budaya bertema “Menguak Tabir Multikultulralisme” yang diselenggarakan oleh Sektretariat Kemanusiaan dan Keadilan [SEMADI] Keuskupan Bandung beberapa waktu lalu [26/4/08] di Gedung RRI Bandung, menyatakan,”kemajemukan adalah blessing in disguise bagi tanah ini, bagi bangsa ini. Alasannya sederhana saja; kemajemukan adalah sebuah sunnatullah, hukum alam dan bangsa ini sangat beruntung memilikinya.”</p>
<p>Kenyataan tak terbantahkan ini seharusnya disyukuri oleh setiap orang yang mengaku bangsa Indonesia. Kenyataan ini juga harus dirayakan karena tidak banyak negara-negara yang seberuntung Indonesia.</p>
<p>“Merayakan kemajemukan adalah merawat Indonesia,” kata Romo Dedy.</p>
<p>Menurut Romo Dedy tak ada nada sebuah entitas bangsa dan negara yang bernama Indonesia, jika yang ada hanyalah ke-ika-an ketunggalan dan monokulturalisme. Karena itulah kemajemukan negara-bangsa ini harus dipelihara, dirawat, diberdayakan, dan difungsionalisasikan untuk hari ini dan masa depan negara-negara Indonesia yang lebih baik.</p>
<p>Tetapi menurut Romo Dedy tidak mudah untuk merawat kemajemukan itu.</p>
<p>Dalam catatan sejarah bangsa Indonesia, kita pernah melihat pengorbanan yang begitu besar atau penghancuran nilai-nilai kemanusiaan diantara kita. Kita menjadi negara yang paling ditakuti. Dan saat ini tentu kita tak ingin lagi melihat peristiwa berdarah yang terjadi di Sambas, Sampit, Poso, atau pembakaran gereja, intimidasi dan pengrusakan oleh kelompok penjahat atas nama agama, penghinaan terhadap sebuah agama, kasus ahmadiyah, dan masih banyak lagi. Kita tak ingin melihat luka atau jiwa yang hilang gara-gara tak bisa menghargai perbedaan.</p>
<p>Berbagai peristiwa berdarah di Indonesia, menurut Romo Dedy, membutuhkan cetusan rekonstruksi masyarakat Indonesia ke arah pemahaman multikultural. Hal ini penting dilakukan karena hembusan angin konflik yang menjalari tubuh bangsa banyak bermula dari ketidaksadaran warga akan keragaman budaya.</p>
<p>Dengan memasyarakatkan kemajemukan etnis yang ada di Indonesia, menurut Romo Dedy, diharapkan dapat memantik kesadaran bangsa bahwa pluralitas budaya tidak bisa diingkari, dicaci-maki, bahkan di-peta-konflik-an.</p>
<p>Salah satu cara untuk memahami multikultralisme di Indonesia melalui lembaga pendidikan dari tingkat paling dasar sampai perguruan tinggi. Dengan demikian implementasinya pemahaman multikulturalisme harus masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Di sinilah anak didik atau mahasiswa belajar berdialektika dalam pemahaman pentingnya menghargai perbedaan