<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kejujuran &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kejujuran/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kejujuran"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:24:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kantin kejujuran]]></title>
<link>http://petak.wordpress.com/2008/06/27/kantin-kejujuran/</link>
<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 08:10:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>petak</dc:creator>
<guid>http://petak.wordpress.com/2008/06/27/kantin-kejujuran/</guid>
<description><![CDATA[Pemerintah kota Bekasi punya cara sendiri untuk menghilangkan kultur korupsi. Untuk memutus mata ran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah kota Bekasi punya cara sendiri untuk menghilangkan kultur korupsi. Untuk memutus mata rantai korupsi, didirikanlah Program Kantin kejujuran. Pemkot Bekasi meresmikannya untuk diterapkan di beberapa lembaga pendidikan dari SD sampai SMP.<br />
Program yang dibuka di sekolah ini memang sangat positif untuk memelihara sikap jujur dan anti korupsi siswa. Tapi tunggu dulu, bukankah memang sudah tujuan proses pendidikan, utamanya di sekolah, itu sendiri membangun kepribadian positif setiap siswanya? Akankah tidak lebih cocok jika kantin seperti ini didirikan saja di tempat tempat yang lebih memiliki potensi jadi tempat praktek korupsi. Meski program ini belum terbukti dapat mencegah korupsi tapi setidaknya dapat menjadi media penyadaran atau bahkan mungkin mampu menjadi indikator korupsi.<br />
jadi, Kenapa tidak jika kantin seperti ini didirikan di kantor-kantor publik? di kantor pemkot sendiri mungkin :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tulus &amp; Jujur]]></title>
<link>http://ubadbmarko.wordpress.com/?p=304</link>
<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 03:46:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>ubadbmarko</dc:creator>
<guid>http://ubadbmarko.wordpress.com/?p=304</guid>
<description><![CDATA[Sesuatu yang memalukan bukanlah kebodohan,  tetapi sesuatu yang memalukan adalah tidak mau belajar. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://ubadbmarko.wordpress.com/files/2008/06/manggis-1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-305" src="http://ubadbmarko.wordpress.com/files/2008/06/manggis-1.jpg?w=109" alt="" width="109" height="96" /></a><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><span style="color:#993300;">Sesuatu yang memalukan bukanlah kebodohan,  tetapi sesuatu yang memalukan adalah tidak mau belajar. Belajar tidaklah identik dengan ruang kelas, guru, dosen dan buku, tetapi hakekat belajar adalah meniru contoh sesuatu hal dari panutan untuk bisa dikembangkan lebih lanjut dengan manfaat yang lebih besar. Proses pembelajaran dengan regenerasi unggulan kearah kemaslahatan intinya adalah ketulusan, fakta menunjukan anak-anak yang diajarkan tentang pentingnya ketulusan hati pada masa-masa pertumbuhan, umumnya akan memiliki ketulusan hati. Jika saja negeri ini dihuni, rakyat, penguasa, pengusaha, pekerja, pengacara, politisi, polisi, pelajar, mahasiswa, kontraktor, akuntan, hakim dan profesi lainnya, menjadikan ketulusan hati bagian dari hidup, maka percayalah keterpurukan tidak akan terjadi,  karena sebenarnya ketulusan hati jauh lebih kuat dari pada kejujuran sebab ketulusan hati adalah dasar dari kejujuran.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="color:#993300;"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><span style="font-size:medium;">Shiv Khera menulis dalam buku You Can Win, bahwa orang-orang muda gampang dipengaruhi. Ketika mereka melihat pembimbing mereka seperti orang tua, para guru atau pemimpin politik menipu dengan bangga atau menyombongkan ketidak jujuran yang picik seperti mencuri handuk dihotel atau alat-alat makan dari restoran, maka terjadi hal-hal berikut : Mereka kecewa, Mereka kehilangan rasa hormat kepada para pembimbing, Sesuatu yang dilakukan secara terbuka akan membentuk penerimaan dalam diri mereka.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><span style="color:#993300;">Di negeri ini persoalannya bukanlah sekedar mencuri handuk dari hotel atau alat-alat makan di restoran, tetapi mencuri uang yang mengakibatkan beban utang negeri ini selama tiga generasi, menyuap dengan milyaran rupiah, berselingkuh di depan kamera, berjanji berapi api tanpa bisa menepati, sehingga naif rasanya jika menggantungkan harapan telalu muluk pada generasi muda untuk membangun negeri yang sejahtera dan digjaya dipercaturan dunia. </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="fi-FI"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Palatino Linotype,serif;"><span style="color:#993300;">Bukan menebar pesimis, hanya itulah kenyataannya. Sikap optimis perlu dipupuk sedemikian rupa karena negeri ini yakin masih mempunyai orang-orang yang berjiwa tulus, namun rasa optimisme juga mesti benar-benar tulus, mimpi akan kesuksesan perlu direalisaikan bukan hanya di atas kertas semata, karena kesuksesan adalah realisasi yang bersifat progresif dari sebuah tujuan yang bermanfaat. Sekarang tinggal komitmen anak bangsa ini, sebagai apapun profesi yang di jalani lakukanlah dengan tulus, begitupun dengan anda sebagai bloger yang berniat membubuhkan komentarnya berikanlah komentar yang benar benar tulus. </span></span></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bagaimana Cara Mengatasi Ketakutan dan Kegelisahan?]]></title>
<link>http://afauziyah.wordpress.com/?p=20</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 07:17:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>ainyfauziyah</dc:creator>
<guid>http://afauziyah.wordpress.com/?p=20</guid>
<description><![CDATA[Dari seluruh  hawa nafsu, ketakutan adalah yang terburuk. 
William Shakespeare
Anda adalah pemilik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Dari seluruh<span>  </span>hawa nafsu, ketakutan adalah yang terburuk. </span></span></em></p>
<p style="text-align:right;"><em></em><em><strong><span style="font-size:11pt;color:#1f497d;font-style:normal;"><span style="color:#0000ff;">William Shakespeare</span></span></strong></em></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><em><strong></strong></em><em><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Anda adalah pemilik dari segala pikiran, perasaan akan <span> </span>ketakutan atau keberanian bergantung dari bagaimana cara Anda mengaturnya. Semakin Anda dapat<span>  </span>menyeimbangkan perasaan dan pikiran, semakin dekat Anda untuk menjadi self mastery.<!--more--></span></span></em></p>
<p style="text-align:right;"><em></em><strong><span style="font-size:11pt;color:#17365d;"><span style="color:#0000ff;">Ainy Fauziyah</span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><span style="color:#333333;"><span style="font-size:11pt;">Pernahkah Anda merasa ketakutan atau gelisah secara tiba-tiba atau justru tenggelam dalam ketakutan? Bagaimana cara Anda mengatasinya? Apakah Anda berusaha menerimanya atau mengatasinya atau bergulat dengan perasaan tersebut? Pernahkah Anda bertanya pada diri Anda sendiri mengapa perasaan tersebut terjadi dan apa yang telah membuat Anda mengalami perasaan tersebut? Jika saya berpendapat bahwa di dunia ini tidak ada yang perlu kita takutkan, melainkan cukup dimengerti, setujukah Anda? Hem, sepertinya kali ini saya terlalu banyak bertanya ya </span><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;"><span>J</span></span><span style="font-size:11pt;">. Nah untuk menjawab pertanyaan saya tersebut, kita diskusikan saja yuk.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;"><strong><span style="color:#0000ff;">Pertama</span><span style="color:#0000ff;"> dan yang terpenting adalah, saya ingin Anda bertanya kepada diri Anda sendiri.</span></strong> Tanyakan pada diri Anda mengapa perasaan tersebut terjadi? Apa yang membuat Anda merasakan ketakutan? Setelah melakukan dialog dengan diri Anda sendiri, Anda dapat memutuskan apakah Anda akan membiarkan diri Anda terbelenggu dengan perasaan tersebut atau mengatasinya untuk segera keluar dari perasaan tersebut. Tentunya Anda memutuskan yang terbaik untuk diri Anda sendiri bukan dengan berusaha keluar dari rasa ketakutan? </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Berdasarkan hasil dialog tersebut, apa yang telah membuat Anda merasa ketakutan? Apakah rasa takut tersebut timbul akibat rasa panic/bingung/malu/menghindari kenyataan/mudah marah/tersinggung atau karena ego Anda semata?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;"><strong><span style="color:#0000ff;">Kedua, ketakutan hanya butuh pengertian.</span></strong> Untuk mengerti apa sebenarnya yang Anda takutkan, Anda diminta untuk merubah cara Anda berpikir dari Perasaan Pertama menuju Perasaan Kedua. Supaya lebih jelas, yuk kita baca pelan-pelan sambil diresapkan dalam hati kalimat yang ada di kedua kolom dibawah ini.</span></span></p>
<p> </p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;margin:auto auto auto 9.9pt;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background:#bfbfbf;width:225pt;border:black 1pt solid;padding:0 5.4pt;" width="300" valign="top">
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Perasaan Pertama</span></span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;"> </span></span></strong></p>
</td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:black 1pt solid;background:#bfbfbf;border-left:#f0f0f0;width:243pt;border-bottom:black 1pt solid;padding:0 5.4pt;" width="324" valign="top">
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Perasaan Kedua</span></span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:black 1pt solid;width:225pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="300" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Panik dan bingung</span></span></td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:243pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="324" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Menjelaskan perasaan dan tujuan Anda</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:black 1pt solid;width:225pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="300" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Malu/takut kehilangan muka</span></span></td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:243pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="324" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Berani keluar dari perasaan nyaman</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:black 1pt solid;width:225pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="300" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Berusaha menghindari kenyataan</span></span></td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:243pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="324" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Meningkatkan kesadaran dan menerima kenyataan</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:black 1pt solid;width:225pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="300" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Mudah marah dan tersinggung </span></span></td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:243pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="324" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Mengerti tingkat kemampuan diri kita dan berusaha meningkatkannya</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:black 1pt solid;width:225pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="300" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Ingin berhenti ketika melakukan sesuatu</span></span></td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:243pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="324" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Ingin melangkah kedepan dengan semangat dan hati-hati</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:black 1pt solid;width:225pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="300" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Ego pribadi kita</span></span></td>
<td style="border-right:black 1pt solid;border-top:#f0f0f0;border-left:#f0f0f0;width:243pt;border-bottom:black 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="324" valign="top"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Merespon dengan sepenuh hati</span></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Dalam bukunya Inner Skiing, W. Timothy Gallwey and Robert Kriegel mengatakan bahwa ada dua macam perasaan takut. Perasaan Pertama dan Perasaan Kedua. Perasaan Pertama justru membuat diri kita semakin terbelenggu kedalam ketakutan, sedangkan perasaan kedua mendorong diri kita untuk keluar dari rasa ketakutan secara efektif. Perasaan Kedua mendorong diri kita memusatkan perhatian, membuat adrenalin kita untuk selalu berusaha semaksimal mungkin serta mendorong kita untuk memiliki persepsi yang tajam dan bijaksana. Perasaan Kedua membuat diri kita untuk melakukan tindakan secara efektif daripada Perasaan Pertama yang membuat diri kita selalu protektif.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;"><strong><span style="color:#0000ff;">Ketiga, lepaskan perasaan yang telah menyesakkan hati Anda.</span></strong> Ketika menghadapi perasaan tersebut, jangan belenggu diri Anda kedalam kesempurnaan. Cara yang terbijak adalah katakan dan ucapkan secara tegas kepada diri Anda bahwa Anda ingin berubah. Ketika Anda mengucapkan kalimat tersebut, Anda tidak perlu memikirkan bagaimana Anda merubah perasaan tersebut. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengucapkan kata-kata tersebut setiap hari sambil memelihara perasaan keingin-tahuan Anda akan apa yang terjadi.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;"><strong><span style="color:#0000ff;">Keempat,</span><span style="color:#0000ff;"> saya menunggu berita dari Anda setelah Anda mempraktekkan langkah-langkah tersebut.</span></strong> Lakukan sekarang atau Anda akan menghabiskan waktu Anda tenggelam dalam kesedihan? Ketika praktek, Anda dapat mendiskusikan dengan saya setiap waktu. Saya dengan senang hati melakukannya.-</span></span><span style="font-size:11pt;"><span style="color:#333333;">Mungkin Anda bertanya, sesederhana itukah untuk mengusir ketakutan? Dengan hanya merubah pola piker dari Perasaan Pertama ke Perasaan Kedua dan mengucapkan keinginan berubah setiap hari? Mau tahu jawabannya? Jawabannya, ya memang sesederhana itu. Sesederhana Anda merubah pola pikir Anda dari Perasaan Pertama ke Perasaan Kedua sebagaimana saya gambarkan diatas.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;line-height:115%;">Mengapa? Karena keinginan Anda untuk berubahlah yang justru mengantarkan diri Anda keluar dari ketakutan tersebut. Mudah bukan? Yuk segera kita usir rasa ketakutan yang selama ini menghinggapi diri Anda? Bukankah Anda memiliki banyak keinginan dan ingin meraihnya? Anda tahu jawabannya bukan? </span><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:Wingdings;"><span>J</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pelajaran tentang kejujuran]]></title>
<link>http://myscoutchemistry.wordpress.com/?p=48</link>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 16:53:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>myscoutchemistry</dc:creator>
<guid>http://myscoutchemistry.wordpress.com/?p=48</guid>
<description><![CDATA[Pagi hari di 14 Juni 2008, tak sabar rasanya untukkembali ber-Outbound dengan anak2 SD setelah sekia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://myscoutchemistry.wordpress.com/files/2008/06/1_469639045m.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-50" src="http://myscoutchemistry.wordpress.com/files/2008/06/1_469639045m.jpg?w=200" alt="" width="200" height="141" /></a>Pagi hari di 14 Juni 2008, tak sabar rasanya untukkembali ber-Outbound dengan anak2 SD setelah sekian lama selalu tidak bisa jika diajak outbound dengan anak2 SD. Jam 6.30 pagi kami sudah siap. Kabarnya nanti kita akan diserbu 200 anak SD...WOOOWW....Seumur-umur ini jumlah peserta Outbound terbanyak yang pernah aku ikuti. Akhirnya pukul 08.30 rombongan yang terdiri dari 4 bus datang dan disambut dengan alunan lagu yang menghentak dengan penuh semangat.</p>
<p><!--more-->Sepuluh menit pertama terasa sangat berat. Walau sudah dibantu dengan sound system yang lebih meriah dari biasanya, ternyata cukup sulit juga untuk memotivasi 200 anak2 SD yang sangat energik. Bayangkan, lagi asyik2nya kita ngajak mereka untuk bermain-main, ehh..lha koq malah lari-larian...Mana Ustadz-Ustadzahnya gak ikut mengondisikan lagi...Wuiihhh berat pokoke...#:-S</p>
<p>Untungnya senjata "Pak Manteb" cukup mantap buat menenangkan peserta..he..he..:D</p>
<p>Pukul 09.05 peserta dah bersiap untuk melakukan penjelajahan. Kali ini ada 5 pos. Pos I <em>Painting Estafet</em>, Pos 2 <em>Tongkat Estafet</em>, Pos 3 <em>Lost Member</em>, Pos 4 <em>Fun Science Club</em>, Pos 5 <em>Flying Fox</em>. Kebetulan aku kebagian di Pos 2.</p>
<p>Sebenarnya sich game-game yang dipakai dah biasa, tapi yang bikin selalu kangen Outbound ya kejutan2 tak terkira plus pelajaran gratis yang datang tak diundang...</p>
<p>contohnya pas mbawain Estafet Tongkat, sebagaimana biasanya pasti ada sistem reward and punishment. Sebelumnya,saya jelaskan dlu teknis game Estafet Tongkat. Semua peserta berbaris satu banjar. di barisan terdepan ada beberapa tongkat yang harus dipindahkan ke belakang secara estafet. syaratnya tidak boleh pakai tangan tapi dijepit dengan kedua lutut. Yang paling cepat dapat nilai bagus dan yang tongkatnya jatuh atau megang tongkat pakai tangan maka akan dikurangi nilainya....</p>
<p>Nahh..pas mbawain estafet tongkat, aku sungguh terpana dan salut dengan kepolosan dan kejujuran anak2...=D&#62;..Bagaimana tidak, saat berkompetisi biasanya kita ingin dapat poin setinggi-tingginya dan menyembunyikan segala kecurangan..Tapi anak2 tadi dengan polos dan jujur bilang "..kak,tadi tongkatnya jatuh 2 kali..", "..kak tadi saya pegang tongkat pakai tangan.."</p>
<p>Subhanallah...Ya Allah..jagalah kejujuran mereka..Karena mungkin hanya itulah yang bisa menjaga mereka di masa nanti yang entah seperti apa..Jagalah kemurnian mereka dan jagalah mereka untuk tetap berada pada dunianya...Dunia bermain..Bermain sambil belajar..Belajar tentang kehidupan....</p>
<p>Amiin...ya Allah betapa aku sangat mencintai anak2 itu...berikan aku kekuatan untuk tetap menjalankan amanahMU untuk membimbing mereka...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AWAS! Penipuan oleh Kolektormusik.com]]></title>
<link>http://wongsinting.wordpress.com/?p=70</link>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 08:08:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>wongsinting</dc:creator>
<guid>http://wongsinting.wordpress.com/?p=70</guid>
<description><![CDATA[Berangkat dari bisikan dan anjuran rekan-rekan seperjuangan dan seperguruan wongsinting, akhirnya gu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berangkat dari bisikan dan anjuran rekan-rekan seperjuangan dan seperguruan wongsinting, akhirnya gue juga dengan segera melakukan penyebaran informasi ini ke khalayak rame...</p>
<p>Setelah melakukan penerawangan sana-sini dan telah terbukti valid, akhirnya wongsinting berani memuntahkan informasi dari <a href="http://news.okezone.com/SP/index.php/ReadStory/2008/06/15/220/118786/penipuan-oleh-kolektormusik-com" target="_blank">OKEZONE </a>di sini.</p>
<blockquote>
<h5>Minggu, 15 Juni 2008 12:08 wib</h5>
<h2>Penipuan oleh Kolektormusik.com</h2>
<h4>Tanggal 24 Mei 2008 saya membeli sejumlah VCD Guitar/Bass Lesson dari Website kolektormusik.com melalui email order@kolektormusik.com, Oleh mereka kemudian saya diminta mentransfer sejumlah uang sesuai pembelian beserta ongkos kirimnya ke rekening BCA no. 0840439674 a/n DARWIN MULYAWAN . Tanggal 25 Mei 2008 saya transfer sesuai jumlah pembelian plus ongkos kirim ke rekening tersebut, dan langsung saya konfirmasi ke email mereka.Setelah di tunggu beberapa hari saya tunggu tidak ada jawaban &#38; kemudian saya kembali mengirimkan email, dan kali ini di jawab bahwa barang sudah dikirimkan via TIKI JNE tanpa mnyebutkan no resi dan dikatakan akan sampai dalam 3-5hari.</p>
<p>Setelah ditunggu ternyata paket tersebut belum datang, saya kembali mengirimkan email agar dikirimkan no resi paket bersangkutan dan semenjak itu email saya tidak pernah dibalas meskipun dikirim berkali-kali. saya baru sadar telah tertipu dan ternyata barang yg dikirimkan tidak pernah ada dan tidak pernah dikirimkan. Dari penelusuran saya lewat search engine ternyata Pelakunya sepertinya juga mempunyai beberapa website sejenis &#38; blog yang bukan tidak mungkin juga melakukan kegiatan penipuan serupa dan sudah banyak korbannya dengan modus yang sama.</p>
<p>Pelaku juga rajin mengiklankan websitenya di berbagai forum/milis/web/blog dan sampai saat ini website tersebut masih beroperasi sehingga tetap bisa melakukan aksinya dengan leluasa di dunia internet tanpa ada tindakan. Mohon pihak yang berwajib bisa menindak pelaku tindak kejahatan penipuan cybercrime ini agar korban penipuan kolektormusik.com tidak terus bertambah.</p>
<p><em>Suhud<br />
Jalan Brigjen Hasan Basri<br />
Banjarmasin<br />
Telp 0818899781</em> (mbs)</h4>
</blockquote>
<p>Jika selanjutnya terjadi perubahan atau penerawangan yang lebih baik, artikel ini akan berubah atau dihilangkan. Intinya, wongsnting selalu menjunjung tinggi kejujuran dan konsep kesejahteraan bersama. (huehehehe.. sungguh filosofis banget yak.. hihihi..)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesan Tak Langsung Pak Waras : "Mumpung Belum Terlambat Belajarlah Kriptografi !"]]></title>
<link>http://wisnuananta.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Mon, 26 May 2008 15:43:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>wisnu ananta</dc:creator>
<guid>http://wisnuananta.wordpress.com/?p=6</guid>
<description><![CDATA[
Anda kenal pak Waras ? Saya juga tidak. Tapi beberapa hari yang lalu saya melihat namanya disebut-s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-body">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Anda kenal pak Waras ? Saya juga tidak. Tapi beberapa hari yang lalu saya melihat namanya disebut-sebut media masa. Bukan karena ‘menjinakkan’ gunung seperti yang dilakukan mbah Marijan, tapi yang dilakukannya jauh lebih dasyat. Pak Waras mengembalikan kelebihan uang ganti rugi dari PT Lapindo akibat sawahnya tergenang lumpur. Dan tidak main-main, uang ganti rugi yang dikembalikanya 410 juta ! Subhanallah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Ceritanya pak Waras seharusnya menerima uang ganti rugi atas sawahnya yang tergenang lumpur Lapindo sekitar 50 juta an. Tapi tiba-tiba di rekening tabungannya telah tetransfer 460 juta rupiah. Melihat uang sebesar itu dengan tergopoh-gopoh ia melaporkannya ke kepala desa. Dan akhirnya dengan bantuan kepala desa ia transfer kembali uang 410 juta kepada PT Lapindo. Ketika ditanya wartawan kenapa beliau mengembalikan uang yang begitu besar itu. Jawabnya singkat, “saya tidak ingin hidup penuh kecemasan karena dikejar-kejar rasa bersalah.” Subhanallah, di tengah-tengah ketidakjujuran yang merajalela, atau di tengah jaman yang makin edan ini(bhs jawa, artinya gila), ternyata masih ada yang benar-benar masih waras (lawan kata edan-masih menggunakan fikiran dan hatinya). Ya Pak Waras itu ! Saya terharu dan malu membaca berita itu. </span><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Kalau saya berada pada situasi yang sama dengan pak Waras, apa saya bisa sejujur dan sekuat itu, ya ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Berita itu kalau tidak salah dimuat tanggal 14 Agustusan, tepat pada hari Pramuka. Saya jadi teringat lagi masa kecil saya yang menyenangkan ketika ikut pramuka. </span><span style="font-size:10pt;">Dengan pakaian serba coklat, topi, peluit, dan atribut lainnya, saya menjadi merasa sangat gagah dan bersemangat. Yang paling saya suka dari kegiatan pramuka adalah ketika memecahkan sandi, sebuah kode untuk menyamarkan pesan. Saya biasanya menjadi andalah regu saya untuk memecahkan kode-kode sandi itu. </span><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Pada kegiatan pramuka itu mekanisme penyandian yang dilakukan masih sederhana. Ada yang diambil beberapa huruf yang paling depan saja, paling belakang, atau huruf yang di tengah. Biasanya tergantung kuncinya. Sebagai contoh kalau kuncinya berbunyi : “Kalau makan ikan ambil kepalanya.” Berarti yang harus diperhatikan adalah beberapa huruf paling depan dari masing-masing kata. Misal kalau ada pesan SANTAI DIAM, kemungkinan pesan aslinya berdasarkan kunci ”Kalau makan ikan ambil kepalanya” itu adalah SANDI.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Saat kuliah S2, keasyikan bermain dengan sandi waktu kecil itu memotivasi saya untuk mendalami kriptografi. <strong>Kriptografi</strong>, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita/pesan. Untuk mencapai tujuan kriptografis, yaitu menjaga kerahasiaan berita/pesan, diperlukan suatu algoritma sandi. Algoritma tersebut harus memiliki kekuatan untuk melakukan konfusi/pembingungan (confusion) dari teks terang sehingga sulit untuk direkonstruksikan secara langsung tanpa menggunakan algoritma dekripsinya dan difusi/peleburan (difusion) dari teks terang sehingga karakteristik dari teks terang tersebut hilang. Proses untuk menyamarkan pesan itu dikenal dengan enkripsi. Sedangkan proses untuk mengembalikan pesan tersebut disebut dekripsi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Jika kita melakukan enkripsi terhadap suatu teks kata SAYA misalnya maka hasil enkripsinya menjadi karakter-karakter yang tak bermakna yang sulit dibaca atau bahkan karakter kosong (yang dalam format teks, tidak terlihat). Sebagai contoh teks SAYA kalau dienkripsi dengan algoritma tertentu dan kunci tertentu bisa jadi menhasilkan teks berikut #@ ! (tergantung algoritma dan kunci yang digunakan). Dalam hal ini <strong>bisa jadi</strong> S menjadi #, A menjadi @, Y menjadi karakter kosong, dan A teakhir menjadi ! (Namun tidak selau terjadi pemetaan yang demikian, tergantung algoritmanya).Teks hasil enkripsi tersebut, yaitu : #@ ! bagi kita itu tidak memiliki makna.Teks hasil enkripsi ini disebut <em>chipertext</em>. Untuk mendapatkan makna aslinya yaitu SAYA kita harus melakukan dekripsi terhadap <em>chipertext</em> ini dengan menggunakan algoritma yang sama dengan saat mengenkripsi dan menggunakan kunci yang sama atau pun berbeda tergantung apakah algoritma yang digunakan kunci simetris atau asimetris.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Kembali kepada teks bermakna atau yang tidak bermakna, dua-duanya pada prinsipnya terdiri dari serangkaian bit. Karena aturan ASCII, maka rangkaian bit-bit yang satu misalnya direpresentasikan sebagai S, rangkaian bit yang lain sebagai #. Karena kita sudah terbiasa (atau sepakat) bahwa karakter yang bermakna adalah A sampai Z, maka ketika diberikan sebuah teks SAYA, dengan cepat kita membaca dan memahaminya. Namun jika diberikan teks hasil enkripsi #@ !, kita menangkapnya sebagai pesan tak bermakna. Dengan demikian tujuan menjaga kerahasiaan pesan itu tercapai. Kita hanya bisa memecahkan kerahasiaan pesan itu, dengan mengembalikan pesan tak bermakna itu ke aslinya jika memiliki kuncinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;" lang="SV">Nah, kalau kita, manusia saja dengan mudah mengubah teks yang bermakna menjadi tak bermakna atau karakter bermakna menjadi karakter kosong dan kemudian mengembalikannya kembali dengan algoritma dan bahkan kunci yang sama, apalagi Allah! Bukankah akan mudah bagi Allah menciptakan makhluknya, kemudian megubahnya (meng’enkripsinya’) menjadi tulang belulang yang berserakan, atau bahkan hancur lebur atau lenyap sekalipun, kemudian membangkitkannya (men’dekripsi'kannya) kembali seutuh-utuhnya ? Bukankah manusia dan makhluk lainnya, </span><span style="font-size:10pt;" lang="SV">tulang belulang, atau debu hasil kremasi, semua itu</span><span style="font-size:10pt;" lang="SV">  hanya representasi dari kode-kode juga (kode DNA), seperti halnya dengan teks, suara, atau citra ? Hanya beda 'format' nya saja ? Wallahu alam. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;" lang="SV">            Kembali lagi ke Pak Waras, dengan kejujurannya mengembalikan kelebihan uang ganti rugi itu, beliau menunjukkan betapa tingginya tingkat pemahamannya akan makna hidup. Bahwa ada kehidupan lagi sesudah mati, di mana kita akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang dilakukan di dunia ini. Apa yang dilakukan pak Waras seperti menohok orang-orang yang mengaku dirinya cerdik pandai, tapi keluasan ilmunya tidak mampu membawa pada pemahaman akan makna hidup sebenarnya. Mereka terjebak pada pemahaman keliru yang bersumber dari pemikiran filsafat yang keliru pula, bahwa : ”Aku ada karena aku ada”. Atau ”aku ada karena aku berfikir.” Untuk orang-orang seperti ini dan yang mengikutinya, yang tidak lagi mempercayai kitab suci sebagai  bacaan rujukannya, pak Waras seperti ingin menyampaikan pesan tak langsungnya: ”mumpung belum terlambat belajarlah kriptografi!”</span></p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semestinya..]]></title>
<link>http://unekunekotak.wordpress.com/?p=63</link>
<pubDate>Sun, 25 May 2008 07:22:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>unekunekotak</dc:creator>
<guid>http://unekunekotak.wordpress.com/?p=63</guid>
<description><![CDATA[Semestinya kita berdua menyadari betapa berartinya sebuah kejujuran
Dan seharusnya kita saling mau m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semestinya kita berdua menyadari betapa berartinya sebuah kejujuran</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dan seharusnya kita saling mau mengerti keadaan dan perasaan yang ada</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bukan saling mencaci dan iri hati,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semestinya air mata ini tak terus mengalir hanya karena kemunafikan dan ego hati,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semestinya kita pun masih bisa bahagia berdua bersama bahkan untuk selamanya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila kita mau saling mengakui perasaan yang masih ada di sudut jiwa,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Dan semestinya kita tak terpisah karena perbedaan bukan aral yang leburkan harapan,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semestinya kita bisa saling mencintai dan berbagi mimpi, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semestinya semua asa yang kita punya terlahir menjadi nyata yang indah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Bila kita saling setia sampai nanti...</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Semestinya...</span></p>
<p><em><strong>nb. Kejujuran dan ego hati</strong></em></p>
<p><em><strong>terkadang menjadi dua mata pisau</strong></em></p>
<p><em><strong>tetapi, bila kita mampu menjadi diri sendiri</strong></em></p>
<p><em><strong>dia adalah perisai yg sempurna..</strong></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Edisi 01-07]]></title>
<link>http://mozaikcahaya.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Mon, 19 May 2008 08:41:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>mozaikcahaya</dc:creator>
<guid>http://mozaikcahaya.wordpress.com/?p=7</guid>
<description><![CDATA[
PENGANTAR

 
Mozaik An NUR disampaikan kepada seluruh jama’ah Masjid An NUR di lingkungan RW 10 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="border:black 1pt solid;padding:1pt 4pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:Arial;">PENGANTAR</span></strong></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Mozaik An NUR disampaikan kepada seluruh jama’ah Masjid An NUR di lingkungan RW 10 Perum Griya Alam Sentosa sebagai salah satu sarana komunikasi dan tausiah dua arah antara Pengurus DKM dengan jama’ah masjid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Edisi perdana ini meliputi profil pengurus inti pendiri awal DKM, hikmah dan pelajaran singkat dari ibadah seputar Hari Raya Idhul Adha.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Selamat Bertafakur dan Bertakbir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">--ooOOoo--</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<div style="border:black 1pt solid;padding:1pt 4pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:Arial;">HIKMAH</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Syaikh Dr. Aidh al Qarni</span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kami pernah berkata kepada salah seorang ulama, yang mulia, para aulia.<span>  </span>Nasihatilah kami yang bisa membangkitkan jiwa.<span>  </span>Jiwa kami sedang sakit karena dosa. Sayap kami lunglai karena kesalahan.<span>  </span>Kami telah lama tenggelam dalam dosa.<span>  </span>Kami membangkang Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib. Hingga akhirnya hati kami menjadi kesat.</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ulama itu mengungkapkan nasihatnya:</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Wahai Ibnu Adam, kalian melakukan dosa tanpa penyesalan?<span>  </span>Sementara para nabi menangis, dan orang-orang shaleh mengeluh. Tapi kalian terus menerus melakukan dosa dan menganggap ringan dengan Allah Yang Maha Mencabut nyawa? Bagaimanakah engkau mampu bermain-main dengan neraka?<span>  </span>Bagaimanakah engkau bisa meremehkan Allah Yang Maha Memaksa?<span>  </span>Bagaimanakah engkau menganggap enteng Allah Yang Memberimu makan dan Memberimu minum, Yang menjadikanmu mampu berjalan dan menjadikanmu mampu duduk?<span>  </span>Tapi kemudian engkau bangkit dan bergerak melawan titah-Nya?<span>  </span>Padahal Kekuasaan-Nya sangat tinggi, Kemampuan-Nya tidak ada yang menandingi, Raja Diraja ini sangat mampu menghancurkanmu, Memendekkan usia kematianmu dan Memutus semua harapanmu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dimanakah pikiranmu wahai orang yang tertipu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Apakah engkau lupa hari penyeberangan dan waktu melewati neraka?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Semua burung bisa jatuh tersungkur karena takutnya.<span>  </span>Seluruh yang keras menjadi lemah tak berdaya karena takut kepada-Nya.<span>  </span>Abu Bakar ra, ketakutannya menjadikan tubuhnya berbunyi seperti burung.<span>  </span>Dadanya bergemuruh seperti gelegak air.<span>  </span>Umar al Faruq ra jatuh tersungkur di atas tanah karena takut.<span>  </span>Ali bin Abi Thalib ra bertumpah air matanya karena berdzikir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Umar bin Abdul Aziz ra pun dadanya bergemuruh karena tangis. Ia mengatakan, “Wahai kaumku.<span>  </span>Ingatlah waktu pagi di harimu.<span>  </span>Demi Allah, andai Al Quran ini datang kepada hamparan tanah, niscaya ia meledak.<span>  </span>Dan jika turun di atas batu, nscaya batu itu akan terpecah belah.<span>  </span>Tapi kalian membaca Al Quran sambil lalai dan santai.<span>  </span>Engkau tetap memikirkan tentang jabatan dan kedudukan.<span>  </span>Seolah malam demi malam tidak berguna bagimu.<span>  </span>Seolah perkataan tidak ada lagi manfaatnya untukmu.”<span>  </span>Engkau kubur orang-orang tua, kakek dan nenek. <span> </span>Lalu engkau kehilangan sanak saudara dan bahkan anak-anak.<span>  </span>Tapi engkau masih terus berlalu dalam pembangkangan.<span>  </span>Maha Suci Allah, mengapa engkau begitu tertipu dengan masa muda?<span>  </span>Engkau berhias dalam berpakaian, tapi engkau lupa saat dirimu ditimbun tanah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Engkau enggan berwudhu bila air menjadi dingin.<span>  </span>Sedangkan <em>Hanzalah</em> dimandikan Malaikat di langit.<span>  </span>Engkau melawan panggilan <em>hayya ‘alal falaah.</em><span>  </span>Sementara Mush’ab bin Umair mengajukan dadanya untuk tertembus tombak.<span>  </span>Ketahuilah, sungguh kematian memanggilmu ratusan kali setiap hari.<span>  </span>Demi Allah, andai dalam kayu ada hati, niscaya ia akan berteriak.<span>  </span>Jika pada batu ada nyawa, pasti akan merintih tangis.<span>  </span>Sungguh dahulu, mimbar Rasulullah yang mulia dan suci telah berteriak, mengeluh dan menangis saat ditinggal sang Nabi.<span>  </span>Tapi engkau tidak pernah menangis dan merintih.<span>  </span>Andai engkau sudah wafat, mungkin bisa dimaklumi.<span>  </span>Dan kami akan mengunjungi kuburmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tapi engkau masih hidup, makan dan minum!<span>  </span>Kemudian engkau bersenda gurau, bermain, menari dan menyanyi?!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Saat engkau dihempaskan tanpa alasan.<span>  </span>Maka infaqkanlah hartamu.<span>  </span>Periksalah amal-amalmu.<span>  </span>Timbanglah perkataanmu.<span>  </span>Perhatikanlah langkah-langkahmu.<span>  </span>Lihatlah aib dan kekurangan yang engkau tinggalkan. (Dikutip dari Tarbawi).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<div style="border:black 1pt solid;padding:1pt 4pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><span style="font-size:18pt;font-family:Arial;">PROFIL</span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Periode DKM<span>  </span>:<span>  </span>I (1996 – 2000)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ketua<span>               </span>:<span>  </span>Bapak Sulkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bendahara<span>        </span>:<span>  </span>Bapak Asep Gunawan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sekretaris<span>         </span>:<span>  </span>Bapak Ayi Mulyana</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Latar belakang :</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Masjid (awalnya mushala) An Nur pertama kali dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sarana ibadah yang dekat dengan warga perumahan RW 10 yang kala itu masih sangat sedikit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Harapan :</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt;">      </span></span><span style="font-size:small;">Agar kepengurusan sekarang mampu menyelesaikan permasalahan terkait status lahan dengan cara yang baik sesuai aturan yang berlaku.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt;">      </span></span><span style="font-size:small;">Agar pembangunan secara fisik tidak diprioritaskan terlebih dahulu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<div style="border:black 1pt solid;padding:1pt 4pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><span style="font-size:18pt;font-family:Arial;">TUJUH KUNCI KEBAIKAN</span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">“Barang siapa yang memelihara tujuh perkara, maka ia akan menjadi orang yang mulia disisi Allah dan dihadapan malaikat.<span>  </span>Allah akan meng-ampuni dosanya meski seperti buih di lautan.<span>  </span>Ia akan merasakan nikmatnya melaksanakan ketaatan.<span>  </span>Dan hidup matinya akan berada dalam kebaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pertama, membaca <strong><em>basmalah</em></strong> setiap akan memulai sesuatu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kedua, membaca <strong><em>hamdalah</em></strong> setiap kali selesai mengerjakan sesuatu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ketiga, membaca <strong><em>istighfar</em></strong> setiap kali melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Keempat, mengucapkan insya Allah setiap kali berjanji melakukan sesuatu,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kelima, mengucapkan <strong><em>hauqalah</em></strong> setiap kali menemukan yang tidak disenangi,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Keenam, mengucapkan <strong><em>istirja’</em></strong> setiap kali tertimpa musibah, dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ketujuh, banyak membaca <strong><em>syahadah</em></strong>, baik siang maupun malam hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">(<em>Al Faqih Abu Laits rahimahullah</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<div style="border:black 1pt solid;padding:1pt 4pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Lima</strong><strong> isyarat dari pelaksanaan Ibadah Haji untuk pembangunan masyarakat yang kokoh.</strong></span></span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berbaik sangka pada Allah</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Nabi Ibrahim As dan Siti Hajar telah meneladankan sikap yang sangat positif terhadap Allah Swt.<span>  </span>Nabi Ibrahim As diperintahkan untuk mengungsikan Hajar dan putranya bayi Ismail ke Mekah, padang tandus dan sunyi.<span>  </span>Tidak ada kehidupan, tidak ada manusia (apatah lagi masyarakat), tumbuh-tumbuhan, binatang bahkan air sekalipun. Begitu pula saat perintah mengurbankan Ismail remaja.<span>  </span>Keluarga ini tidak memiliki sudut pandang negatif terhadap perintah Allah Swt, selain melihat sisi baiknya, yaitu ketaatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Disiplin dalam bersyariat</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ibadah haji dan kurban adalah pelaksanaan dari salah satu syariat Allah Swt.<span>  </span>Seorang muslim harus menunjukkan kedisiplinannya untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan syariat, hukum atau undang-undang Allah Swt.<span>  </span>Disiplin dalam bersyariat akan membuat seorang muslim tidak tergoyahkan oleh komentar-komentar negatif dari kaum kafir, fasiq, munafiq atau mereka yang berhaluan liberal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kejujuran</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Seluruh peribadatan mendidik kita untuk menjadi orang yang jujur, yaitu orang yang setia pada kebenaran.<span>  </span>Kejujuran adalah pangkal kebaikan.<span>  </span>Padahal kebaikan adalah kunci meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Gerakan dinamis perbaikan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Ibadah haji adalah ibadah yang memiliki unsur mobilitas paling dinamis dan menyeluruh.<span>  </span>Tidak hanya gerakan fisik, melainkan juga gerakan massa.<span>  </span>Gerakan massa dalam thawaf, sa’i, wuquf, melontar jumrah adalah wujud gerakan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pengorbanan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Idul Adha adalah hari raya kurban.<span>  </span>Sebuah hari raya yang dikhususkan untuk menggoreskan kembali ruh berkorban, bahkan dengan simbol darah dan nyawa, untuk mendekatkan diri pada Allah Swt.<span>  </span>Ini juga pembelajaran yang penting, bahwa mendekatkan diri kepada Allah Swt adalah prioritas tertinggi dan terbaik, yang disimbolkan dengan darah dan nyawa – untuk mengingatkan kita pada kualitas tertinggi ketaatan pada-Nya, yaitu berjihad dengan berkubang darah hatta meregang nyawa. <span> </span>Itu lah setinggi-tingginya ibadah, yaitu mempertaruhkan jiwa untuk kemuliaan tempat disisi Yang Maha Mulia kelak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">---oooOOOooo---</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<div style="border:black 1pt solid;padding:1pt 4pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">SEGENAP DKM AN NUR MENGUCAPKAN:</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">SELAMAT</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">HARI RAYA IDUL ADHA</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">HARI RAYA KURBAN 1428 H.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Semoga Allah Swt merahmati kehidupan kita dengan kemuliaan bersemangat dalam memperjuangkan tegaknya harga diri dan kehidupan Islami,</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Salam Takdziem</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;padding:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ustadz Tahmid</span></span></strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Islam dan Kejujuran]]></title>
<link>http://biomagnet.wordpress.com/?p=103</link>
<pubDate>Sat, 17 May 2008 23:12:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>biomagnet</dc:creator>
<guid>http://biomagnet.wordpress.com/?p=103</guid>
<description><![CDATA[Seseorang bertanya kepada Nabi SAW, &#8220;Ya Rasulullah, terangkan kepadaku, apa yang paling berat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://biomagnet.wordpress.com/files/2008/05/cooltext873447012.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-153" src="http://biomagnet.wordpress.com/files/2008/05/cooltext873447012.jpg?w=88" alt="" width="88" height="96" /></a><span class="deskripsi">Seseorang bertanya kepada Nabi SAW, "Ya Rasulullah, terangkan kepadaku, apa yang paling berat dan apa yang paling ringan dalam beragama Islam?"</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Nabi bersabda, "Yang paling ringan dalam beragama Islam ialah membaca syahadat atau kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasulullah." </span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">"Sedang yang paling berat adalah hidup jujur (dapat dipercaya). Sesungguhnya, tidak ada agama bagi orang yang tidak jujur. Bahkan, tidak ada shalat dan tidak ada zakat bagi mereka yang tidak jujur." (HR Ahmad Bazzar). </span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Kalau seseorang itu beriman, mestinya ia yang jujur. Kalau tidak jujur, berarti tidak beriman. Kalau orang rajin shalat, mestinya juga jujur. Kalau tidak jujur, berarti sia-sialah shalatnya. Kalau orang sudah berzakat, mestinya ia juga jujur. Kalau tidak jujur, berarti zakatnya tidak memberi dampak positif bagi dirinya.</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Anas RA berkata, "Dalam hampir setiap khutbahnya, Nabi SAW selalu berpesan tentang kejujuran. Beliau bersabda, 'Tidak ada iman bagi orang yang tidak jujur. Tidak ada agama bagi orang yang tidak konsisten memenuhi janji'." </span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">HR Ahmad Bazzar Thobaroni menyebutkan sahabat Abu Hurairah RA berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Ciri orang munafik itu ada tiga, yaitu bicara dusta, berjanji palsu, dan ia berkhianat jika mendapat amanat (tidak jujur)'." (HR Bukhari).</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Abdullah bin Utsman berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Ada empat sikap yang kalau ada pada diri seseorang maka yang bersangkutan adalah munafik tulen, yaitu kalau dapat amanat, ia berkhianat (tidak jujur); kalau berkata, selalu bohong; kalau berjanji, janjinya palsu; kalau berbisnis, licik'." (HR Bukhari Muslim).</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Orang jujur itu disayangi Allah. Dan, orang yang tidak jujur dimurkai Allah SWT. Kejujuran menjadi salah satu sifat utama para Nabi, salah satu akhlak penting orang-orang yang saleh.</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Kejujuran adalah kunci keberkahan. Kalau kejujuran sudah hilang di tengah-tengah masyarakat, keberkahannya pun akan hilang pula. Dan, apabila keberkahan sudah hilang, kehidupan menjadi kering, hampa tanpa makna.</span></p>
<p><span class="deskripsi"> </span></p>
<p><span class="deskripsi">Kehidupan diwarnai dengan kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, dan kekecewaan karena sulit mencari manusia yang jujur. <em>Wallahu a'lam bish-shawab</em>. </span></p>
<p><span class="deskripsi"> (Dr Miftah Faridl  )</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tahta Untuk Sang Putri]]></title>
<link>http://senyumobile.wordpress.com/?p=126</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 23:40:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>senyumobile</dc:creator>
<guid>http://senyumobile.wordpress.com/?p=126</guid>
<description><![CDATA[Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President &#38; CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?</p>
<p>Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana.</p>
<p>Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri<br />
judinya gede, dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.</p>
<p>Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis.</p>
<p>Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.</p>
<p>Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri.</p>
<p>Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian<br />
dibanding kedua kakaknya.</p>
<p>Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam.</p>
<p>Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.</p>
<p>Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilih an Anda menggantikan sang patriarch menjadi President &#38; CEO?</p>
<p>Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu.</p>
<p>Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling</p>
<p>buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender.</p>
<p>Bagaimana jalan keluarnya?</p>
<p>Konsultan angkat tangan.</p>
<p>Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah. Lalu dipanggilnya ketiga anaknya.</p>
<p>Dibentangkannya persoalan secara gamblang.</p>
<p>Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing</p>
<p>memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga.</p>
<p>Dialog pun dimulai.</p>
<p>Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi.</p>
<p>"Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku," kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut.</p>
<p>Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian.</p>
<p>"Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku," katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. "Budget maksimum Rp1 juta," tambahnya lagi.</p>
<p>Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya.</p>
<p>Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat.</p>
<p>"Bagus, besok giliranmu," kata si ayah kepada anak keduanya.</p>
<p>Duapuluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styro- foam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging.</p>
<p>"Oke, besok giliranmu," kata sang patriarch menunjuk putrinya.</p>
<p>Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong.</p>
<p>"Lho, kok kosong?" tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja.</p>
<p>Lalu disulutnya dengan sebatang korek api.</p>
<p>"Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari," katanya kalem.</p>
<p>Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved.</p>
<p>Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at<br />
any given situation.</p>
<p>Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak.</p>
<p>Dari dulu botak memang ciri orang pintar.</p>
<p>Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Jarang kita sadari, hati kita sebenarnya bisa berpikir. Dalam tradisi literatur kuno, terutama kitab-kitab suci, hati adalah lokasi kebijaksanaan, hikmat dan kepandaian. Lebih spesifik, hati adalah access point kita kepada<br />
the higher knowledge, yakni kepada Tuhan sendiri. Dalam arti ini, orang bijak selalu berkonotasi orang alim dan saleh.</p>
<p>Kini, ketika rasionalisme warisan Descartes dan Immanuel Kant menjadi panglima, kebijaksanaan yang berasal dari hati (nurani atau suara hati) cenderung dinomorduakan. Yang utama adalah kepala. Dunia politik, bisnis dan kemasyarakatan kita kemudian didominasi oleh para pakar dan teknokrat<br />
bergelar master, doktor, dan profesor.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa kita tidak boleh berbohong?]]></title>
<link>http://alihanifa.wordpress.com/?p=142</link>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 17:50:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ali</dc:creator>
<guid>http://alihanifa.wordpress.com/?p=142</guid>
<description><![CDATA[ Berbohong (lie), adalah suatu sikap yang memalsukan, baik keadaan atau informasi dengan harapan yan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://img338.imageshack.us/my.php?image=lieresizeog0.jpg" target="_blank"><img class="alignleft" style="border:0 none;float:left;margin:10px;" src="http://img338.imageshack.us/img338/2226/lieresizeog0.th.jpg" border="0" alt="Free Image Hosting at www.ImageShack.us" /></a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bohong" target="_blank"><span style="font-size:46px;">B</span>erbohong</a> (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lie" target="_blank">lie</a>), adalah suatu sikap yang memalsukan, baik keadaan atau informasi dengan harapan yang mendengar kebohongan untuk percaya dan yang berbohong biasanya diuntungkan. Kadang kita jumpai juga kebohongan yang sama sekali tidak menguntungkan siapa-siapa. Lalu kenapa berbohong?</p>
<p>Banyak alasan yang di cari seseorang saat dia melakukan kebohongan. Namun sebagian besar adalah untuk menutupi fakta atau mengarahkan pemikiran orang (sebenarnya ini lebih pantas disebut dengan istilah menghasut), selain itu alasan lainnya adalah karena kepepet (waktu, keadaan, uang, dan sebagainya).</p>
<p>Berbohong, bisa jadi baik, namun sebagian besar penggunaannya untuk hal yang kurang baik. Menurut  <a href="http://muslimabipraya.wordpress.com/" target="_blank">muslimabipraya</a>, anak kecil memiliki kencederungan <a href="http://muslimabipraya.wordpress.com/2008/01/04/mengapa-anak-suka-berbohong/" target="_blank">berbohong</a> dengan alasan-alasan tertentu.</p>
<p>Tetapi kadang alasan milik orang dewasa lebih tidak masuk akal dibanding alasan-alasan anak kecil. Membohongi polisi agar dapat SIM, membohongi apoteker/ dokter agar mendapatkan obat dengan harga murah, berbohong agar dagangannya laku, berbohong kalau dirinya adalah orang baik untuk menipu, berbohong bahwa dirinya adalah tentara  ( wtf :!: ) dan sebagainya.</p>
<p><strong>Kenapa kita tidak boleh berbohong?</strong></p>
<p>Anak kesalahan sebagai turunan dari dari berbohong sangat banyak. Penipuan, pemalsuan, penggelapan, korupsi, markup, konspirasi. Jika yang dibohongi tidak suka bahkan bisa berujung pada, pembalasan, penganiayaan, pengancaman hingga pembunuhan. Kenapa? karena jika seseorang dibohongi, umumnya merasa kesal, jengkel hingga marah.</p>
<p>Banyak cerita yang menggambarkan kerugian jika berbohong, yang paling dikenal adalah dongeng pinokio dan dongeng gembala kambing dan serigala. Alasan utama kenapa kita sebisa mungkin untuk tidak berbohong adalah</p>
<p style="padding-left:30px;">"Karena berbohong adalah kesalahan awal dengan tiada akhirnya"</p>
<p><a href="http://img338.imageshack.us/my.php?image=artlieresizenz6.jpg" target="_blank"><img class="alignright" style="border:0 none;float:right;margin:10px;" src="http://img338.imageshack.us/img338/625/artlieresizenz6.th.jpg" border="0" alt="Free Image Hosting at www.ImageShack.us" /></a></p>
<p>Begini, katakanlah kita berbohong tentang suatu hal dengan menggunakan alasan-alasan tertentu, menggunakan fakta-fakta palsu. Disaat yang sama kita harus berbohong lagi untuk mendukung kebohongan kita, dan kebohongan baru yang baru dibuat juga harus didukung oleh kebohongan lagi, daaaaan begitu seterusnya. Anda akan selalu menutupi kebohongan dengan kebohongan. Dan hidung pinokio pun semakin panjang.</p>
<p>Jika anda ketahuan berbohong, anda akan merasa malu karena ucapan anda tidak sejalan dengan kenyataan dan kemampuan anda sebenarnya.   Anda akan kehilangan kepercayaan, yang akan sangat sulit, bahkan jauh lebih sulit mengembalikan kepercayaan orang yang telah dibohongi ketimbang anda memupuk kepercayaan relasi yang baru saja anda kenal, karena mereka akan lebih menjaga jarak, waspada dan penuh curiga terhadap anda.</p>
<p><strong>Kapan kita boleh berbohong?</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Diriwayatkan dari Ummu Kultsum, bahwa ia berkata: <strong><em>“Saya tidak pernah mendengar Rasulullah Saw memberi kelonggaran berdusta kecuali dalam 3 hal: [1] Orang yang berbicara dengan maksud hendak mendamaikan, [2] orang yang berbicara bohong dalam peperangan dan [3] suami yang berbicara dengan istrinya serta istri yang berbicara dengan suaminya (mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau keharmonisan rumah tangga)”</em></strong>. (HR. Muslim)</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><strong><em>"Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman , kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman , akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar" (QS: </em></strong></span><strong><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Al-Nahl 16:106)</span></strong></p>
<p>Apakah boleh berbohong untuk kebaikan? Kebaikan apa? kebaikan siapa? apa resikonya jika tidak berbohong dibandingkan dengan berbohong? Melihat hadis diatas, cukup jelas batasan boleh berbohong dalam hal apa saja.</p>
<p>Dan itupun dalam keadaaan tertentu saja, tidak setiap saat dalam perang kita harus berbohong, dan tentu saja tidak setiap saat suami istri berbicara adalah dusta. Keadaan yang dimaksud adalah jika tidak ada jalain lain untuk hasil yang baik untuk kedua pihak selain berdusta maka keadaan tersebut membolehkan untuk berbohong, keadaan ini juga populer disebut sebagai <em>white lie</em>,</p>
<p><strong>Bagaimana menghindari berbohong?</strong></p>
<p>Menghindari situasi yang memaksa anda untuk berbohong lebih mudah daripada memperbaiki kesalahan yang akan anda buat dengan berbohong.</p>
<p>Jangan malu untuk menyatakan anda tidak mampu melakukan/ memenuhi sesuatu, ketimbang anda memberi pengharapan besar kepada lawan bicara tetapi sebenarnya anda berbohong dan tidak yakin akan apa yang anda katakan.</p>
<p>Apakah dengan jujur segala sesuatunya akan menjadi lebih buruk? saya kira tidak. Di awalnya mungkin iya, tetapi rasa melepaskan beban dari pikiran dan hati anda tidak ternilai rasanya, dan nikmatnya, yakinlah anda akan jauh lebih tenang jika anda jujur.</p>
<p>Arahkan pembicaraan dengan menampilkan fakta-fakta yang benar sehingga terhindar dari topik dimana anda harus berbohong.</p>
<p>Biasakan berkata jujur. Anda akan menjadi orang yang dipercaya, dan kepercayaan akan membawa relasi, relasi insya ﷲ membawa rejeki. Gelar pertama Rasulullah bukan Sarjana Teknik, tapi Al-Amin, orang yang bisa dipercaya. Bukankah tujuan hidup kita di dunia hanyalah mencontoh tindakan Uswatun hasanah kita, Rasulullah s. a. w.</p>
<p style="padding-left:30px;">
<p style="padding-left:30px;"><span style="font-size:56px;font-family:Bookman Antiqua;">“</span> It is hard to believe that a man is telling the truth when you know that you would lie if you were in his place.  ~Henry Louis Mencken, <em>A Little Book in C Major</em>, 1916</p>
<p style="padding-left:30px;">If you tell the truth you don't have to remember anything.  ~Mark Twain</p>
<p style="padding-left:30px;">Honesty is the first chapter of the book of wisdom.  ~Thomas Jefferson</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[LOVE THAT HURTS]]></title>
<link>http://mossavi.wordpress.com/?p=313</link>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 06:03:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>mossavi</dc:creator>
<guid>http://mossavi.wordpress.com/?p=313</guid>
<description><![CDATA[As gloomy as the day may seems, sometimes I find it hard to remove certain unwanted memory cells fro]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>As gloomy as the day may seems, sometimes I find it hard to remove certain unwanted memory cells from my ingenious brain (<em>wished Dr Minci can help cut open and remove them for me</em>). Its already 2008, I will be 46, and still struggling my pathway to success, personal life and career I suppose, and not forgetting <strong><em>kejayaan akhirat juga</em></strong> :-)</p>
<p>Success? Define success.</p>
<p>Achieving something better than what you have today. In other words, to keep on going making sure you're on the right track and direction. Your circle of friends for example. Keep the good ones, and help the bad ones change. If they refuse arrogantly, dump them (<em>hehehe padan muka sombong sangat)</em>. Then your family members. Parents, siblings, nieces, nephews, of course not forgetting my own children. The trials, tests and obstacles I have been hurdled with, I can only escalate my shukran to <strong>Allah swt</strong> for his endless miraculous blessings ensuring my kids and I survived the odds. Such love can only be found when there is absolute <em><strong>purity in our hearts</strong></em> (<em>alamak tisu mana, my tears nak meleleh dah ni</em>)</p>
<p>I have often observed how my kids get engrossed with internet games, trying to multiply their scores with full enthusiasm every time and improving their skills to the expected perfection level. One day, after our usual solat berjemaah, recited the surah Yassin together, I would muzakarah with them and explained how they should relate the formula of achieving better scores in their internet games ...... and apply it to their studies too :-) also the same formula to be applied to improve our inner self and personality. Since they dont have  a 'dad' (<em>not living in the same house physically just too busy elsewhere</em>) to perform the muzakarah, I took the responsibility ... its the best times to get inside your kids' mind and soul. To understand their joys and constraints, likewise, they understood mine :-)</p>
<p>Sneaking on my mum each time she recites the holy Quran as late as 2, sometimes 3 in the mornings, touched my heart because she does it without being asked (<em>most people does it bila need help from Allah je</em>). She does it for her love for <strong>Allah swt</strong>, her husband (<em>kembang my dad</em>), me and my siblings (<em>we all love u mak!</em>) and all her grandchildren. I would find her sometimes falling asleep in her telekung on her praying mat. Will surely be a great loss if anyone of us hurt her feelings ever. She has always been there through thick and thin, guiding and advising us like she was a good friend rather, not just a mum to all of us. Be with Allah. Be knowledgeable. Be in the right direction. All will be fine, insha'allah.</p>
<p>What about love that hurts?</p>
<p>I only have this to narrate .......... <a title="Love that hurts" href="http://mossavi.wordpress.com/2008/04/30/love-that-hurts-2/?preview=true" target="_blank"><em>(click here for English version - synonymously)</em></a></p>
<p><a href="http://mossavi.files.wordpress.com/2008/04/praying_in_white1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-314 alignleft" style="float:left;" src="http://mossavi.wordpress.com/files/2008/04/praying_in_white1.jpg?w=165" alt="" width="165" height="256" /></a>Kenangan yang pahit lebih bermakna dari mimpi yang indah. Kerana kenangan yang pahit itu mengajar erti <strong>KEKUATAN</strong>. Kenangan yang pahit itu mengajar erti <strong>KESABARAN</strong>. Kenangan yang pahit itu mengajar kita mengenal <strong>KEJUJURAN</strong> (friends &#38; loved one).</p>
<p>Kenangan itu kadangkala teramat pahit untuk diredah, tetapi tetap ada manisnya untuk dikenang. Hidup memang tak selalunya indah, tetapi yang indah tetap hidup dalam kenangan. Andainya hadirnya CINTA sekadar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tidak pernah hadir. Bagi ku, kecewa bercinta bukan bermakna dunia sudah berakhir, tetapi sesiapa yang telah mengecewakan ku, mereka lupa bahawa "every dog has its day".</p>
<p>Hidup ini indah jika kita tahu menghargainya. Tidak perlu bermurung pada mereka yang telah mengecewakan kita kerana jika mereka gagal jujur dengan diri mereka sendiri, bagaimana mampu mereka mewujudkan kejujuran itu di dalam perhubungannya dengan insan yang lain. Yang ada hanya lah kepura-puraan ..... wallahualam.</p>
<p>Aku ingin membawa semula kegembiraan dan keazaman untuk berjaya, kedalam hidup ku serta anak-anak yang merupakan zuriat serta amanah Allah swt kepadaKu. Kejayaan <strong>DUNIA</strong> (<em>sementara</em>) dan juga kejayaan <strong>AKHIRAT </strong>(<em>eternal</em>).</p>
<p><a href="http://mossavi.files.wordpress.com/2008/04/sign5.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-315 alignright" style="float:right;" src="http://mossavi.wordpress.com/files/2008/04/sign5.jpg?w=300" alt="" width="300" height="62" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jujur Ga Sich Do'i?]]></title>
<link>http://dianmaheswari.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 08:00:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>tyas</dc:creator>
<guid>http://dianmaheswari.wordpress.com/?p=34</guid>
<description><![CDATA[Mungkin kamu enggak tau tau kalo doi sedang bohong di ujung telepon atau membual dalam surat cintany]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="style11" align="left">Mungkin kamu enggak tau tau kalo doi sedang bohong di ujung telepon atau membual dalam surat cintanya. Kalo kepengen tau apa doi bicara jujur atau bohong, sebaiknya kamu mengajaknya untuk berhadapan langsung.</p>
<p class="style11" align="left">Sekalipun terucap dari bibirnya kata-kata "mutiara", tak jarang bahasa tubuhnya (secara mendadak) membelot dari kalimat yang mengalir lewat bibirnya. Akibatnya? Ketahuan, deh, kalo doi sedang bokis.</p>
<p class="style11" align="left">Coba perhatikan beberapa bagian tubuhnya, kalau ada yang "menyimpang" dari yang seharusnya, maka bisa dipastikan bahwa doi sedang berusaha berbohong sama kamu:</p>
<p class="style11" align="left">Sikap dan gerak kaki. Orang yang sedang berusaha bohong, biasanya (dengan refleks) akan menyilangkan tungkai kaki secara simultan. Konon, cara ini adalah bentuk pembelaan diri seseorang dari kemungkinan yang bakal menyerangnya.</p>
<p class="style11" align="left">Orang yang sedang berusaha berdusta, biasanya juga tak bisa diam. Dia akan menggerakan kakinya ke kanan-ke kiri. Hal ini disebabkan perasaan yang tak nyaman dan dia (sebenarnya) ingin mengambil langkah seribu.</p>
<p class="style11" align="left">Sikap dan gerak tangan. Tangan akan sangat berperan membantu menegaskan maksud dan tujuan yang akan disampaikan sipembicara. Mereka akan menggerak-gerakkan tangan di udara. Tapi tak begitu bila dia sedang berdusta.</p>
<p class="style11" align="left">Orang yan berdusta biasanya akan menyebunyikan tangan dibalik kantong celana, mendekapkan atau mengepalkan kedua telapaknya. Atau, aktif menyentuh-nyentuh area seputar wajah, dari hidung, dagu bahkan juga kuping.</p>
<p class="style11" align="left">Gerak mata. Konon, mata lebih jujur dari mulut dan hati seseorang. Lewat indera yang satu ini, kita bisa menggali rahasia seseorang. Orang yang sedang berdusta biasanya menghindari tatapan mata langsung.</p>
<p class="style11" align="left">Saat berbohong, kedua pupil mata umumnya menjelajah ke mana-mana, ke atas, ke bawah, ke samping. Pokoknya menghindari tatapan langsung lawan bicara yang tengah dibohongi.</p>
<p class="style11" align="left">Tekanan suara. Rangkaian kata-kata dalam kalimat sudah pasti menjadi the best liars of all. Nggak heran banyak orang tertipu melalui telepon, karena percaya dengan kata-kata dan rayuan yang meyakinkan.</p>
<p class="style11" align="left">Orang yang sedang berbohong biasanya sedikit bicara. Kalaupun bicara, banyak kalimat yang nggak nyambung, yang berusaha dikoreksinya. Intonasi bicara mereka umumnya menggantung atau ngambang.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BASIC  08  :  HPP  DAN  MK]]></title>
<link>http://buyingagent.wordpress.com/?p=53</link>
<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 02:37:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>buyingagent</dc:creator>
<guid>http://buyingagent.wordpress.com/?p=53</guid>
<description><![CDATA[ Kini Anda sudah mengetahui bahwa untuk memasuki pasar ekspor bukan hanya soal produk dan faktor-fa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> Kini Anda sudah mengetahui bahwa untuk memasuki pasar ekspor bukan hanya soal produk dan faktor-faktor pendukungnya, melainkan kesiapan itu datang dari diri Anda sendiri.</p>
<p>Sekarang kita akan mengupas soal produk secara intrinsik, karena kita telah meyakini bahwa produk Anda layak dan diri Anda siap buat memasuki pasar ekspor. Mungkin Anda ingat saya telah memohon agar Anda memperhatikan serta mengamati produk Anda.</p>
<p>Produk Anda mewujud oleh sebab adanya rangkaian kegiatan yang artinya adalah juga adanya satuan biaya. Masalahnya kini apakah biaya untuk mewujudkan dan membuat produk Anda tersebut masuk akal atau tidak masuk akal. Untuk ini secara umum orang menyebutnya HPP (Harga Pokok Produk). HPP yang masuk akal yang saya maksudkan adalah satuan biaya yang dibutuhkan untuk membuat per satuan produk. Saya pikir kita cukup memiliki konsep matematis sederhana dan logika berpikir yang jernih. Sayangnya (dan patut kita sesali) saat kita menghitung dan kemudian membakukan perhitungan HPP, kita kerap tergoda memasukan satuan biaya macam-macam yang tidak seharusnya ditanggung oleh pembeli.  </p>
<p>Jadi makna HPP sebenarnya sama dengan produk ; maksudnya adalah perhitungan HPP Anda juga mencerminkan siapa diri Anda sesungguhnya. Dan jika ditarik panjang dalam satu mata rantai akan terlihat pula bagaimana cara Anda mengapresiasikan Margin Keuntungan (MK) di dalam merumuskan harga jual produk Anda. Dengan demikian kita sebenarnya sudah dapat mendeteksi sejak awal menghitung HPP apakah produk Anda dapat sukses atau sebaliknya, crash landing, di dalam pasar ekspor.</p>
<p>Hal lain lagi sebenarnya metoda yang paling mudah adalah dengan perolehan informasi berapa harga jual pesaing (umumnya Anda sulit memperoleh data ini) tapi dengan perkiraan dan informasi dari pihak ketiga kita senantiasa akan memperolehnya. Jika harga pesaing lebih rendah, bukan berarti harga Anda harus lebih rendah, tapi Anda harus mengkaji apa kelebihan produk Anda dengan produk pesaing. Jika memang ada kelebihan pada produk Anda, pertanyaan yang perlu Anda jawab adalah apakah kelebihan produk Anda itu patut dihargai senilai perbedaan harga yang timbul antara harga produk Anda dengan harga pesaing. Tapi juga sebaliknya, jika produk Anda tidak memiliki kelebihan apa pun dan bahkan tingkatnya di bawah pesaing ; itu artinya ada yang salah dalam perhitungan HPP serta besaran MK yang Anda sasarkan.</p>
<p><!--more-->Saya secara pribadi amat toleran dengan para clients yang melakukan perhitungan HPP ; tetapi ada satu pola yang menarik buat kita simak bersama. Ternyata karakter orang yang memiliki wewenang merumuskan perhitungan HPP memiliki korelasi yang signifikan, yaitu orang yang berkarakter optimis memiliki kecenderungan lebih fair dalam melakukan perhitungan HPP ketimbang orang yang berkarakter pesimis. Hal lain lagi, siapa pun tahu bahwa saat-saat ini adalah sulit memprediksi indikator-indikator ekonomi yang akan Anda masukan dalam perhitungan. Sofjan Wanandi pernah bilang bahwa pengusaha Indonesia bisa gila menghitung HPP melulu oleh sebab fluktuatifnya indikator-indikator yang digunakan. Sedangkan pembeli di pasar ekspor menuntut suatu tingkat harga untuk berlaku satu tahun oleh sebab keterkaitan dengan promosi dan upaya pemasaran pendukungnya. Oleh sebab itu mohon Anda dapat memahami betapa pentingnya perhitungan HPP dan menentukan besaran Margin Keuntungan terhadap kelangsungan produk Anda kelak di pasar ekspor.</p>
<p>Falsafahnya sederhana dan cuma ada dua : kejujuran dan akal sehat, dua faktor itu yang akan menentukan. Suatu kali saya bertanya pada seorang pengusaha ketika kami membahas HPP mengapa prosentase biaya marketing harus seperti itu. Pengusaha ini memberikan saya breakdown details yang bikin perut saya dadakan sakit. Betapa tidak demikian,  di dalam sana ada komponen-komponen berupa beban biaya kendaraan, biaya akomodasi yang wah dsb. Saya katakan bahwa itu adalah haknya untuk menghitung seperti itu, tetapi hak saya adalah memperkatakan bahwa pembelinya butuh produknya dan tidak butuh entertainmentnya yang ujung-ujungnya harus dibayar oleh pembeli dengan mengerek tinggi harga jual produknya. Saya berharap hal itu tidak terjadi pada diri Anda. Milikilah kejujuran dan gunakanlah akal sehat Anda.  </p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kejujuran di Saat Terdesak]]></title>
<link>http://yamboo.wordpress.com/?p=110</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 04:10:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>yamboo</dc:creator>
<guid>http://yamboo.wordpress.com/?p=110</guid>
<description><![CDATA[Dari Manshur bin Al Mu’tamir, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Teruslah kami jujur wala]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Dari Manshur bin Al Mu’tamir, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Teruslah kami jujur walaupun kamu melihat bahwa kejujuran itu akan membawa pada kehancuran, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat keselamatan. Jauhilah berbohong walaupun kamu melihat bahwa itu akan membawa pada keselamatan, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat kehancuran.”</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Optimis, Percaya SkenarioNya]]></title>
<link>http://dewiyuhana.wordpress.com/?p=154</link>
<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 02:18:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewi</dc:creator>
<guid>http://dewiyuhana.wordpress.com/?p=154</guid>
<description><![CDATA[M Lucky Adnan. Nama yang bagus bukan? Sebagus sang pemilik nama yang dikarunia Allah SWT paras tampa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">M Lucky Adnan. Nama yang bagus bukan? Sebagus sang pemilik nama yang dikarunia Allah SWT paras tampan, budi pekerti halus, kekuatan, ketabahan, kesabaran, dan kemampuan memahami makna firmanNya. Tak sekadar tahu arti sebuah ayat, dia pun meyakini dan mempercayai kebenarannya dengan total, tanpa keraguan, pertanyaan, apalagi kecurigaan. Sikap yang semakin menyempurnakan ketampanan fisiknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Saya tak mengenal Lucky Adnan dan baru melihatnya pagi ini, itu pun tak lebih dari 15 menit. Pertemuan (jika dapat dikatakan sebagai pertemuan) singkat yang sarat makna, hingga menohok perasaan saya dengan sangat telak. Ibarat pemain tinju, saya tak hanya kalah angka tapi jatuh terkapar karena pukulan lawan. <!--more--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Senyum dan semangat Lucky terlihat nyata meski hanya saya lihat di layar TV. Senyum yang datang dari hati, bukan senyum palsu yang terpaksa diberikan hanya untuk menyenangkan orang lain. Senyum manis untuk menyembunyikan kenyataan pahit. Ia jujur dengan senyumnya, perkataannya, dan imannya kepada sang Pencipta. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Semangat, optimisme, dan kejujuran yang tampak dari sikap Lucky menyadarkan bahwa saya harus belajar darinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Belajar menghargai hidup dan anugerah yang diberikanNya, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">belajar untuk tidak pernah putus asa, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">belajar tegar dan tidak cengeng,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">dan terbesar, belajar ber-positive thinking kepada Tuhan dan skenario rencanaNya </span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Ya, saya benar-benar harus belajar kepada Lucky, anak 10 tahun yang tetap semangat dan bahagia meski harus berjuang melawan kanker getah bening. Penyakit yang menuntutnya untuk (terlalu) sering menginap di rumah sakit, yang memintanya untuk memendam hasrat melakukan berbagai aktivitas, sementara ratusan, ribuan, dan jutaan anak lain seusianya sedang bermain dan bergembira bersama dalam kondisi sehat, lepas, dan bebas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Pagi ini, Lucky telah memberi saya banyak pelajaran... </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">tentang kesabaran dan sikap pasrah mutlak kepadaNya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">kemampuan memahami dan menerima setiap ujian yang diberikanNya </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">serta tentang pelajaran penting untuk tidak menghujat dan menyalahkan dia dan DIA Yang ESA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">“Saat tahu dan divonis terkena kanker, awalnya saya kaget. Tapi setelah dididik dan diberi pemahaman orang tua, saya bisa menerima karena saya tahu Allah akan selalu berada di samping saya, tidak akan pernah meninggalkan saya sedetikpun.”</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Kalimat itu diucapkan dengan lancar, tegas, penuh semangat sembari terus tersenyum. Seakan penyakit berat menakutkan itu bukan sebuah beban. Lucky menatap masa depan dengan optimisme tinggi, setinggi kepercayaannya akan kuasa Yang Esa, sebesar pengharapannya terhadap janji bahwa Dia tak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambaNya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">“Lucky yakin bisa melewati semua ini dan akan sembuh. Lucky harus sabar, terus berikhtiar, seperti yang dikatakan orang tua Lucky, Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambaNya. Karena itu Lucky yakin, kalo Lucky mampu dan kuat menghadapi ujian dari Allah”.</span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Ya Rabb….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Bagaimana saya tidak tertegun, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">spontan menangis dan tak mampu berucap, mendengar pernyataan yang diucapkan anak sekecil itu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">melihat kekuatan besar di balik tubuh lemah dengan infus menancap di lengan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">Bagaimana saya masih merasa merana dengan ujian yang seujung kuku pun tak dapat disandingkan dengan ujian yang Engkau “anugerahkan” kepadanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">pada anak yang memiliki kemampuan jauh di atas batas kemampuan saya dalam menanggung beban ringan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">:-( :-( :-( </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">saya masih menangis saat jari jemari secara otomatis menekan huruf-huruf di notebook. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">dan air mata itu tak jua berhenti mengalir sesudahnya, berjam-jam kemudian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">ah, saya harus kembali berterima kasih juga pada Lucky karena memberi alasan tepat untuk meneteskan air mata, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">mengurasnya tanpa tau kapan akan berhenti. :-( ;-)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">My Lit Room, @ BaRNES Ngalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;color:#3366ff;font-family:Times New Roman;">07.00 WIB, 17 April 2008</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MODAL UTAMA ADALAH KEJUJURAN]]></title>
<link>http://mukhlisukses.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 23:27:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>mukhlisukses</dc:creator>
<guid>http://mukhlisukses.wordpress.com/?p=8</guid>
<description><![CDATA[ISAAC D:&#8221;KEPERCAYAAN DAN KEJUJURAN ITU BAGAIKAN MATA UANG,YANG LAKU DIMANA SAJA,DAN NILAINYA T]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>ISAAC D:"KEPERCAYAAN DAN KEJUJURAN ITU BAGAIKAN MATA UANG,YANG LAKU DIMANA SAJA,DAN NILAINYA TIDAK TERBATAS"<br />
Kebanyakan orang beranggapan bahwa modal utama dalam bisnis adalah uang,baik ketika baru memulai ataupun dalam mengembangkan bisnis itu.Maka banyak orang belum berani memulai bisnis karena merasa modalnya belum cukup,ataupun tidak bisa mengembangkan bisnis yang sudah dijalani hanya karena tidak ada tambahan modal.</p>
<p>Sebenarnya pemahaman tersebut tidak 100% salah,karena memang modal uang juga penting tetapi harus dipahami bahwa sebetulnya modal paling utama dalam bisnis adalah kepercayaan dan kejujuran seperti yang telah dicontohkan oleh Al-Amin Rosulullah.karena dengan modal tersebut kita bisa mendapatkan peluang bisnis yang lebih besar,entah dengan mendapat pinjaman uang ataupun networking yang semakin luas.<!--more-->Nabi Muhammad saw sendiri telah membuktikan kekuatan sifat jujur ini baik dalam berbisnis ataupun dalam kehidupan bermasyarakat sampai-sampai para kafir Quraisy yang notabene adalah musuh beliau lebih memilih Rosulullah Saw daripada kepada orang lain ketika mau menitipkan sesuatu<br />
Akan tetapi sangat disayangkan saat ini jarang sekali ummatnya yang mengikuti jejak beliau dalam hal kejujuran.Begitu juga dengan para pelaku bisnis saat ini banyak yang menyepelekan "mata uang" internasional ini yang lebih bernilai daripada Dollar Amerika ataupun Yuronya Eropa.Saya sendiri menjumpai banyak pebisnis yang mulai redup usahanya bahkan ada yang hancur lebur karena tidak bisa menjaga kepercayaan yang diberikan para relasi bisnisnya.<br />
Dan faktanya,sangat sulit sekali untuk mendapatkan modal kepercayaan itu lagi bila pernah tercoreng dengan kasus ini atau bahkan tidak sama sekali.<br />
Bagaimana dengan Anda...?,Berapa nilai "kurs"kejujuran Anda bila diRupiahkan..?<br />
Salam sukses slalu...</p>
<p>By:Mukhlis,Owner <strong><span style="color:#ff0000;"><a href="http://www.griyaraihan.com">BM.Raihan</a></span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Pengakuan]]></title>
<link>http://anakpasisia.wordpress.com/?p=52</link>
<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 17:44:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>SEPRIADI</dc:creator>
<guid>http://anakpasisia.wordpress.com/?p=52</guid>
<description><![CDATA[
Kota ini terasa sorga bagiku saat ini
Semua jalan di kota ini
Seperti nya hanya satu
Semua menuju r]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://anakpasisia.wordpress.com/files/2008/04/dscf1351_resize1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-51" src="http://anakpasisia.wordpress.com/files/2008/04/dscf1351_resize1.jpg?w=500" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kota ini terasa sorga bagiku saat ini<br />
Semua jalan di kota ini<br />
Seperti nya hanya satu<br />
Semua menuju rumah mu</p>
<p>To	: Fitri sari gustian</p>
<p style="text-align:justify;">
Tak banyak yang bisa ku katakan padamu tentang ceritaku yang kemaren di waktu aku menelpon mu seperti biasa. Tentang kamu yang bisa menerima aku apa adanya. Tentang kata-kata cinta darimu yang tak pernah berhenti keluar dari bibir ranummu yang selalu ingin kucium waktu rindu dengan dirimu, setelah aku bercerita begitu banyak tentang diriku. Tentang diriku, rahasia hidupku, tentang tanah kelahiranku, tentang apa dan siapa diriku yang hanya segelintir orang yang aku beritahu tentang rahasia ini. Semuanya terasa serba sempurna hari ini, kau dan aku menjadi satu dalam kisah ini.<br />
Cerita itu hanyalah sebuah bentuk kecemasan bagi diriku, engkau belum lah tahu terlalu banyak tentang siapa diriku. Siapa aku, mengapa aku, bagaimana aku, kamu hanya tahu aku mencintaimu terlalu dalam. Terbuai dengan kata-kata manis cinta yang saat ini memabukan kita berdua. Dan aku pun begitu, aku tak bisa keluar dari lobang yang aku gali sendiri.</p>
<p><!--more-->Awalnya begini :</p>
<p style="text-align:justify;">
Pagi itu aku menelpon mu lagi seperti biasa, sebagai wujud rasa rinduku padamu walau baru kemaren kita bertemu tapi hati ini tak bisa tidak di tahan untuk hanya mendengar suaramu dengan di bungkus alasan untuk menanyakan apa kabar mu hari ini...? Aku ingin bercerita sesuatu hal yang penting denganmu, tentang siapa diriku agar kamu tahu siapa sesungguhnya diri ini. (ctt:”aku tak pernah bisa berkata apa-apa bila di dekatmu selain hanya kata cinta padamu, maaf bila lewat telpon ini aku utarakan kisah ini”)</p>
<p style="text-align:justify;">
Aku ingin memberimu pilihan setelah kamu tahu siapa diri ini, pilihan untuk memilih untuk tetap tinggal atau terus berlayar dan mencari dermaga lain yang sesuai dengan kapalmu. Aku ingin tahu reaksi dan jawabanmu agar kamu tak salah arti di akhir nanti.<br />
Aku ingin kamu berpikir agak sedikit realistis hari. Aku bukan ingin menanyakan komitmenmu, tentang untuk selalu bersama walau apapun masalah yang kita hadapi. Semua masalah pasti bisa di selesaikan dan di bicarakan asal kita tetap bersama katamu, bukan itu masudku… sungguh, tak ada niat di hatiku untuk begitu.</p>
<p style="text-align:justify;">
Sari.. aku hanya ingin kamu tahu, apakah aku cukup pantas untuk dirimu. Seorang anak manusia yang tak punya banyak kelebihan untuk di banggakan di depanmu. Seorang lelaki sederhana yang terlahir dari keluarga biasa-biasa saja nun jauh di sebuah nagari kecil yang tak pernah kamu kenal yang mungkin hanya pernah kamu dengar dari sedikit ceritaku saja. Seorang anak kampungan yang tengah berjuang dan bergulat di tengah kota yang masih budayanya sendiri. Berjuang demi harapan kedua orang tua, saudara, dan dirinya sendiri yang belum juga pasti. Walaupun sekarang sudah sedikit bisa berdiri dengan kaki sendiri dengan sedikit bangga. Aku hanya ingin kamu tahu itu…( cerita nya panjang, untuk yang lainnya bukan untuk konsumsi publik hanya untuk kami berdua.. maaf)</p>
<p style="text-align:justify;">
Mencintaimu<br />
mencintaimu adalah seperti berseteru dengan waktu<br />
hingga kurelakan birahi senyap menyetubuhiku<br />
duhai cinta…<br />
apa aku melangkah<br />
sia-sia?</p>
<p style="text-align:justify;">
Maafkan aku kalau telah memberimu pilihan seperti ini, bukannya aku bermaksud mengujimu atau membiarkan mu berlalu dalam hidupku. Sungguh itu adalah aku yang sebenarnya… sebelum semuanya terlanjur..</p>
<p style="text-align:justify;">
Aku begitu mencintaimu dalam keterbatasanku, aku hanya bisa berikan apa yang bisa aku berikan untukmu, selalu berusaha semampuku untuk ada di sisimu. Hanya itu yang bisa aku lakukan dengan segenap daya upayaku saat ini dalam mencintaimu. Toh, kalau seandainya kamu merasa aku belum begitu masuk dalam kriteria lelaki pilihanmu aku juga siap untuk melepas dirimu walau itu terasa berat bagi diri ini. Karena bagiku hidup adalah sebuah pilihan dan aku harus selalu siap dengan segala akibat yang harus aku terima.</p>
<p style="text-align:justify;">
SEBUAH CATATAN<br />
Di dalam ketakutan ada keberanian sejati<br />
bahwa satu cara untuk mengetahui ketakutanmu<br />
adalah dengan menghadapinya<br />
dan itu lah yang sedang aku lakukan sekarang</p>
<p>aku menghadapi semua ketakutan yang aku rasakan<br />
dengan sebuah keyakinan<br />
bahwa untuk mewujudkan sebuah impian<br />
di butuhkan keberanian....<br />
keberanian untuk percaya bahawa tidak ada<br />
yang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini</p>
<p>buat aku setiap keputusan adalah untuk di evaluasi<br />
karena nyesal gak pernah berguna apa apa<br />
kalau buat aku akhir nya ini adalah kompromi<br />
selalu ada harga yang harus kita bayar<br />
untuk hal lain yang ingin kita raih</p>
<p>jadi kalaupun ada sesal dari aku<br />
sekarang aku lebih mikir itu adalah harga<br />
yang harus buat ada di sini</p>
<p>Tapi apa jawabanmu, sebuah kata-kata yang menurutku lebih puitis dari para penyair manapun. Sebuah kata-kata yang langsung menohok ke jantung hatiku. Sebuah puisi yang membuatku tak bisa berpaling selain ke dirimu. Sebuah jawaban yang membuat bahagia yang membuncah di hatiku dan memikul tanggung jawab yang besar dalam gelora yang maha dahsyat. Jawabanmu hanya singkat...</p>
<p style="text-align:justify;">
from	: Fitri Sari Gustian<br />
Satu rasaku<br />
yaitu rasamu<br />
Satu hatiku<br />
yaitu hatimu<br />
Satu sayangku<br />
yaitu sayangmu<br />
Satu cintaku<br />
yaitu cintamu<br />
dan ...<br />
Satu hidupku<br />
yaitu dirimu ...</p>
<p style="text-align:justify;">
Sari.. apa arti semua ini..? sekarang giliran aku yang merasa di tanya. Aku tak bisa menjanjikan apa-apa padamu. Aku tak bisa berkata romantis pada saat kamu menjawab ceritaku ini. Walau aku sedikit puitis tapi engkau tahu aku paling tak bisa merayumu dengan gombal dan sejuta kata cumbu, itu adalah kelemahanku. Aku hanya ingin kamu tahu... kamu adalah anugrah terindah yang di berikan ALLAH swt untuk diriku ini.<br />
Tentang dirimu</p>
<p>apakah dirimu menyadari<br />
bahwa betapa kuatnya cintaku padamu<br />
tawa dan sedih hanya ada karenamu<br />
aku tak pernah bisa melupakanmu<br />
dan aku akan selalu mencintaimu<br />
sampai ajal menjemputku</p>
<p>aku pasti akan selalu<br />
mengagumimu dengan hatiku<br />
di setiap jengkal indahnya<br />
dan di setiap jengkal buruknya<br />
ingin sekali kutunjukan<br />
betapa berartinya senyummu<br />
untukku<br />
Sebab<br />
kau adalah hadiah agung<br />
dari TUHAN<br />
untukku<br />
Bidadari Cahaya mata hatiku</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keimanan dan kejujuran]]></title>
<link>http://tris123.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 01:58:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>tris123</dc:creator>
<guid>http://tris123.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[
Sesungguhnya keimanan dan kejujuran selalu berjalan beriringan. Keimanan tidak akan dapat bersatu d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="border-right:medium none;border-top:white 0.75pt solid;background:white;border-left:medium none;border-bottom:medium none;padding:8pt 0 0;">
<p style="padding:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial Unicode MS;">Sesungguhnya keimanan dan kejujuran selalu berjalan beriringan. Keimanan tidak akan dapat bersatu dengan dusta. <span class="fullpost">Rasulullah SAW pernah ditanya, ''Apakah mungkin seorang mukmin itu pengecut?'' Lalu dijawab, ''Mungkin.'' Lalu ditanyakan lagi, ''Apakah mungkin seorang mukmin itu kikir?'' Lalu dikatakan, ''Mungkin.'' Lalu ditanyakan lagi, ''Apakah seorang mukmin itu berdusta?'' Lalu dijawab, ''Tidak mungkin.'' (HR Imam Malik)</span></span></span></span></p>
<p style="padding:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial Unicode MS;">Keimanan seseorang dapat dilihat dari perilakunya. Orang yang mengaku beriman dan rajin melaksanakan rukun Islam dan orang tersebut jujur dalam tindakannya baru dapat dikatakan orang tersebut beriman. Akan tetapi, walaupun orang itu mengaku beriman dan rajin melaksanakan rukun Islam, tetapi dalam ucapan dan tindakannya tidak jujur, maka<span>  </span>dapat dipastikan orang tersebut tidak beriman, karena keimanan dan ketidak jujuran tidak dapat berada dalam satu kalbu.</span></span></span></p>
<p style="padding:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial Unicode MS;">Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak jujur, baik itu tidak jujur lisannya apalagi tidak jujur dalam tindakannya dapat dipastikan orang tsb. tidak beriman. </span></span></span></p>
</div>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;font-family:Arial Unicode MS;">Orang yang tidak beriman segala ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah SWT</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Aku Sedih, Aku Marah, Aku Bingung]]></title>
<link>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/04/04/aku-sedih-aku-marah-aku-bingung/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 03:09:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
<guid>http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/04/04/aku-sedih-aku-marah-aku-bingung/</guid>
<description><![CDATA[ Hari ini aku sedang sedih, aku sedang marah, dan aku sedang bingung.  
Ketika kita telah menyayangi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i245.photobucket.com/albums/gg53/extremusmilitis/extremusmilitisblog/sedihgrunge.jpg" target="_blank"><img src="http://extremusmilitis.files.wordpress.com/2008/04/sedihgrunge-thumb.jpg" style="border-width:0;" alt="sedihgrunge_thumb" align="left" height="204" width="111" /></a> Hari ini aku sedang sedih, aku sedang marah, dan aku sedang bingung. :evil:</p>
<p><b><i><font color="#ff0000" size="2">Ketika kita telah menyayangi se-seorang dengan se-genap hati dan perasaan kita, apa yang kita harap-kan dari-nya??? Apakah ke-bohong-an masa lalu masih bisa kita tolerir demi yang nama-nya cinta, ketika akal, logika dan perasaan kita tidak bisa men-toleransi-nya?</font></i></b></p>
<p>Kalau bagi-ku satu hal yang ter-penting ketika kita meng-amin-kan sebuah komitmen adalah Ke-jujur-an. Ini ter-amat penting lebih dari apa-pun yang bisa ku-harap-kan dari orang yang ku-cinta-i, karena hanya dengan ini kita bisa saling mem-percaya-i, bisa saling menerima, bisa saling men-dukung, karena sebuah ke-jujur-an akan men-jadi embrio ke-terbuka-an yang aku yakin akan lebih baik ketika kita menyayangi dan di-sayangi.</p>
<p>Meskipun ter-kadang bahkan sering ke-jujur-an sangat-lah menyakit-kan bahkan mungkin lebih kejam dari pedang ber-mata dua, di-mana kita tidak tahu sisi mana yang lebih baik. Tapi aku tetap percaya dan memilih untuk merasakan sakit yang se-sakit-sakit-nya di awal dengan dasar ke-jujur-an, daripada me-rasa-kan sakit yang se-sakit-sakit-nya di akhir ketika semua-nya ter-ungkap :(</p>
<p><!--more aku masih sedih, marah dan bingung... --></p>
<p>Bagi-ku, masa lalu adalah masa lalu, sebuah cerita panjang dari kisah per-jalan-an kita, anak manusia. Dan seperti pernah <a href="http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/07/kenangan-tidak-selalu-baik/" title="apa-kah kenangan akan selalu baik?" target="_blank"><i>aku cerita-kan melalui blog-ku ini</i></a>, sebuah kenangan tetap-lah akan men-jadi kenangan, yang jangan sampai men-jadi bumerang bagi diri kita sendiri.</p>
<p>Ketika kita menerawang ke masa depan kita, dan sedang mem-bangun mimpi-mimpi kita, mengejar harapan dan cita-cita kita, ketika kita sedang ber-komit-men untuk men-jalani sebuah hubungan yang semoga ber-ujung pada yang baik, tapi ter-nyata ke-jujur-an yang sangat dan ter-lalu kita harap-kan masih saja belum ter-gapai, dan hubungan masih di-bumbu-i dengan ke-bohong-bohong-an masa lalu yang ter-amat menyakit-kan.</p>
<p>Mengapa kita harus <i><b>menutupi sebuah ke-buruk-an hanya untuk men-dapat-kan ke-baik-an yang kita ingin-kan padahal ada konsekuensi ter-buruk yang mungkin akan kita dapat-kan ketika ke-buruk-an itu pada akhir-nya ter-buka</b></i>. Aku tidak pernah menyangka akan mendengar ke-bohong-an demi ke-bohong-an itu lagi. Entah sampai kapan ini akan ber-henti.</p>
<blockquote><p><b><i>I believe the future will be better even when i lost the soul, if i believe my GOD give HIS hand to me</i></b></p></blockquote>
<p>[<i><b>catatan:</b></i>]</p>
<ol>
<li>Maaf kalau aku tidak akan mem-balas komen-komen teman-teman untuk masalah ini.</li>
<li>Gambar di-ambil <a href="http://zindy.zone.dk/images/drawings/coal/sad.jpg" target="_blank"><i><b>dari sini</b></i></a>, dan sedikit di-tambah dengan edit-an sederhana</li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[pedagang yang jujur]]></title>
<link>http://robbynovricanus.wordpress.com/?p=87</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 01:10:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>robbynovricanus</dc:creator>
<guid>http://robbynovricanus.wordpress.com/?p=87</guid>
<description><![CDATA[
 
Tanggal 03 April 2008, gw dapat pelajaran langsung tentang kejujuran dalam berdagang, di mana k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://robbynovricanus.wordpress.com/files/2008/04/scale.jpg" title="scale"><img src="http://robbynovricanus.wordpress.com/files/2008/04/scale.thumbnail.jpg" alt="scale" /></a></p>
<p><!--more--> </p>
<p>Tanggal 03 April 2008, gw dapat pelajaran langsung tentang kejujuran dalam berdagang, di mana kejujuran hal ini gw baca sejarah kehidupan dari seorang manusia yang sempurna, Nabi Muhammad Saw.</p>
<p>ceritanya berawal ketika sore ini, gw membeli minuman larutan penyegar di warung pinggir jalan, warung pertama gw datangi ternyata minuman tidak ada kemudian berinisiatif pergi ke warung yang lain.</p>
<p>di sana ketemu dengan seorang bapak yang sedang melayani seorang ibu, karena tidak mau mengganggu mereka, gw berinisiatif mencari minuman tsb dan ternyata ketemu minuman tsb. dikarenakan ditunggu, akhirnya gw menyela bapak tsb untuk menanyakan harga minuman ini, bapak ini sebenarnya sedang memberi tahu harga-harga barang dagangan yang dia beli dari tempat lain ke ibu tsb, karena beliau tidak enak harga-harga dagangan pada naik.  </p>
<p>dikarenakan gw bertanya tentang harga, maka bapak ini menjawab minuman tsb harganya 3000, padahal yang saya tahu minuman itu sekitar 3500, kemudian saya menyakinkan apakah benar harga tsb, bapak ini menjawab dengan pasti bahwa itu harga 3000. akhirnya saya ambil 2 kaleng minuman tsb dan bapak tsb menerangkan bahwa minuman itu sebenarnya di tempat lain sudah harga 3300, cuman dikarenakan ga enak di bawah harga maka berinisiatif menyerahkan uang kelebihan tetapi bapak menolak dengan mengatakan bahwa minuman dia beli dari tempat lain bukan dengan harga 3300 tetapi di beli dengan harga di bawah itu, cuman dikarenakan ga enak tetap saja saya memaksa untuk membayar kelebihan toh saya tidak merasa rugi karena harga tsb masih di bawah rata-rata, cuman bapak itu tetap menolak dan mengatakan silakan di bawa aja. ah bahagianya jika semua pedagang berlaku seperti ini, di mana kejujuran dipegang teguh.</p>
<p>gw mengucapkan terima kasih atas proses perdagangan dengan bapak itu, karena diingatkan tentang kejujuran dalam berdagang seperti cara berdagang Nabi Muhammad Saw.</p>
<p>terima kasih pak, telah mengajarkan cara berdagang yang jujur dan tetap jujur pak, siapa tahu dengan ini bapak dapat memberikan pelajaran kepada yang lainnya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tumbuhkan Kepercayaan Pada Pasangan Anda]]></title>
<link>http://aflahchintya23.wordpress.com/2008/03/27/tumbuhkan-kepercayaan-pada-pasangan-anda/</link>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:05:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>aflahchintya23</dc:creator>
<guid>http://aflahchintya23.wordpress.com/2008/03/27/tumbuhkan-kepercayaan-pada-pasangan-anda/</guid>
<description><![CDATA[Mempercayai seseorang bukanlah mudah sebenarnya. Jika baru mengenalinya tentu perasaan sangsi akan t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mempercayai seseorang bukanlah mudah sebenarnya. Jika baru mengenalinya tentu perasaan sangsi akan timbul dari sanubari. Ada juga yang sudah lama mengenali tapi masih juga belum mempercayai. Dalam satu perhubungan, tidak wajar sekiranya kamu masih tidak ada kepercayaan terhadap si dia. Walaupun mungkin kamu tidak akan mempercayai si dia seratus peratus, tapi tak salah kalau kamu meletakkan anggaran dibawah 70 peratus keyakinan kamu terhadapnya. Tapi mudahkah kamu melakarkan kepercayaan terhadap si dia? Sebenarnya ada faktor-faktor<!--more--> yang boleh menimbulkan kepercayaan.<br />
Faktor 1 - Konsisten<br />
Kamu mempercayai apa yang dilihat dan didengar tanpa syak wasangka. Bagi kamu apa yang dibicarakan tidak perlu disangsi kerananya ada kebenaran serta boleh mendatangkan kebaikan dalam perhubungan kamu. Tapi berhati-hatilah<br />
Faktor 2 - pengawasan<br />
Perkara-perkara yang bagi kamu adalah konsisten membuatkan kamu boleh menganggap adakah si dia boleh dikawal ataupun tidak. Contohnya, si dia akan datang tepat pada waktu yang dijanjikan dan boleh menerima pendapat kamu. Maknanya kamu boleh mengawasi dirinya dari melakukan perkara yang tidak kamu sukai. Bukanlah bermakna kamu boleh mengongkongnya tetapi jika si dia menuruti kehendak kamu ini bermakna si dia mempercayai kamu dan tidak ragu-ragu dengan cara kamu.</p>
<p>Faktor 3 - Komitmen<br />
Komitmen bukanlah sekadar menepati janji, tapi juga menghargai perjanjian yang telah dipersetujui bersama. Jika kamu ataupun si dia berani berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam perhubungan , tentu saja perhubungan kamu ceria dan aman. Sikap saling mempercayai yang wujud dalam diri masing-masing akan mewarnai lagi perhubungan kamu itu. Malah ianya akan membuatkan si dia lebih yakin dengan kejujuran kamu terhadapnya. Jadi tiada alasan untuk si dia berlaku curang terhadap kamu.</p>
<p>Faktor 4 - Kejujuran<br />
Kejujuran memang perlu untuk menjamin sebuah perhubungan yang bahagia. Kamu juga tidak patut menyembunyikan perkara-perkara yang sepatutnya diketahuinya. Jika kamu dan si dia jujur , ini membolehkan kamu berdua tidak takut untuk berbahas kerana berpendapat ianya juga untuk kebaikan bersama. Walaupun adakalanya tercetus pertengkaran kecil kerana masing-masing ingin mengutarakan pendapat sendiri, tetapi akhirnya mengambil keputusan untuk memilih pendapat yang terbaik demi menjamin perhubungan yang stabil.</p>
<p>Faktor 5 - Terima seada-adanya<br />
Kunci keintiman dalam suatu perhubungan adalah menerima seadanya baik buruk pasangan kamu. Bila hati sudah suka dan sayang, tentu saja kamu sanggup menerimanya walaupun menyedari tentunya ada perkara-perkara negatif tentangnya. Namun begitu, tentunya kamu dan si dia berusaha untuk berubah jika terdapat sikap-sikap yang tidak disenangi hingga boleh menjejaskan perhubungan. Usaha kamu dan si dia ini menampakkan kesungguhan yang amat ketara demi menjamin perhubungan.</p>
<p>Faktor 6 - Perlu dimengertikan<br />
Sebahagian besar individu menginginkan pasangan yang tidak hanya mendengar pendapat sebelah pihak. Malah harus bijak mengutarakan pendapat sendiri. Kamu juga tentunya berharap agar si dia mengerti tentang pandangan kamu terhadap pelbagai perkara. Jika tidak, mungkin perhubungan hanya mendatar saja. Bukan itu saja, kemarahan juga boleh timbul ekoran perasaan yang tidak dimengertikan dan menganggap diri kamu tidak dihargainya.</p>
<p>Faktor 7 - Simpati<br />
Simpati adalah usaha untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, seakan berusaha menempatkan diri kita di dalam emosi si dia. Sebenarnya tidak mudah melakukan perkara ini. Tapi bila dapat menimbulkan simpati, kebanyakan pasangan mampu mengatasi perkara-perkara yang boleh menimbulkan pertengkaran dan perselisihan pendapat kerana memahami sesuatu yang boleh mengganggu hubungan.</p>
<p>Faktor 8 - Diyakini<br />
Bila rasa yakin, kamu boleh memberi pandangan bersama si dia. Baik dalam hal-hal remeh temeh hinggakan ke perkara yang serius. Kamu akan merasa si dia bukan saja mendengar malah akan menyimpan rahsia kamu. Apa yang penting kamu juga harus mengetahui dan berkeyakinan adakah si dia memang boleh menyimpan rahsia ataupun tidak!</p>
<p>Faktor 9 - Perbezaan pendapat<br />
Memanglah tak dapat lari dari perbezaan pendapat antara kamu dan si dia. Mereka yang berusaha terlalu keras untuk menyangkal atau takut mengakui bahawa dirinya berbeza pendapat dengan pasangannya selalunya seorang yang tidak berani menghadapi kenyataan. Tak mungkin akan selalu sama pendapat sebaliknya mampu berkompromi untuk menunjukkan kedewasaan masing-masing.</p>
<p>Faktor 10 - Elakkan dendam<br />
Cinta sejati akan diwarnai oleh pengertian dan rasa untuk dimaafkan. Kerana dendam boleh menjadi punca kehancuran sesebuah perhubungan. Walaupun pernah dilukai, namun perasaan dendam ataupun membalas balik mungkin tidak akan terlintas dalam fikiran. Bagi diri kamu, mungkin berdendam bukanlah jalan penyelesaian yang terbaik malah ianya akan memburukkan lagi keadaan. Oleh sebab itulah kemaafan adalah perkara yang terbaik untuk menjernihkan suasana.</p>
<p>Faktor 11 - Berfikiran terbuka<br />
Banyak pasangan merasakan tidak perlu untuk mengungkapkan secara lisan apa yang ada dibenaknya. Walaupun hakikatnya perkara itu sangat penting dan perlu disampaikan secepat mungkin bagi menggelakkan perkara yang tidak diingini akan berlaku. Oleh sebab itulah, jalan yang terbaik ialah setiap individu harus berfikiran terbuka. Bukannya harus menerima pendapatnya tanpa perlu berfikri panjang sebaliknya kita harus mendengarnya dahulu dan barulah membuat keputusan. Tak semestinya apa yang dikatakan tidak elok begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Faktor 12 - Tulus dan jujur<br />
Ketulusan dan kejujuran memainkan peranan yang penting dalam sesebuah perhubungan. Bukan saja dari segi perbuatan malah juga percakapan. Apa yang ingin disampaikan haruslah dengan niat sejujur yang mungkin dan bukanlah hanya untuk melindungi kesilapan. Pilihlah kata-kata yang sedap didengar dan senang dimengertikan. Melalui komunikasi, kita juga boleh Ã¢â‚¬ËœmenangkapÃ¢â‚¬â„¢ adakah si dia jujur dan tulus ataupun sebaliknya.</p>
<p>Faktor 13 - Tak selalu didampingi<br />
Bukan semua orang sukakan kekasihnya sentiasa disisi. Ada juga yang inginkan sedikit kebebasan dan asal bijak mengawal diri itu sudah cukup memadai. Apa yang penting, jika si dia tidak menemani kamu, jangan pula berfikir yang bukan-bukan dan mulalah menganggap yang si dia sengaja mahu mengabaikan kamu. Singkirkan perasaan ini kerana ini bukanlah niatnya sebaliknya ingin memberikan kamu sedikit ruang untuk menjalani aktiviti sendiri.</p>
<p>Faktor 14 - Jauh di mata dekat di hati<br />
Saat terpisah dek jarak yang jauh sebenarnya banyak mengajar kita erti rindu yang sebenar. Walaupun tempohnya agak lama, haruslah mempercayai jarak dan waktu tersebut tidak akan memisahkan diri kamu dan si dia. Perasaan ini harus wujud walaupun tidak selalu dapat bersua namun perasaan saling merindu dan menyayangi akan menguatkan lagi perhubungan kamu itu. Apapun teguhkan hati dan pendirian kamu bahawa hanya cinta si dia sahaja yang bertakhta di hati.</p>
<p>Faktor 15 - Persamaan<br />
Persamaan antara kamu berdua akan menguatkan lagi rasa cinta bila masing-masing yakin bahawa hubungan itu diimbangkan dengan prioriti utama. Jangan hanya mementingkan hak seorang diri saja dan haruslah mengambil berat tentang kedua belah pihak. Sebenarnya kamu berdua saling memerlukan antara satu sama lain untuk memastikan keseimbangan dalam perhubungan.</p>
<p>Faktor 16 - Tak saling menyalahkan<br />
Tak selalu hubungan yang terjalin berjalan lancar dan adakalanya ia akan Ã¢â‚¬ËœbergegarÃ¢â‚¬â„¢ jua. Hubungan cinta yang lancar haruslah tidak dilandasi sikap saling menyalahkan. Apa yang terjadi merupakan interaksi dari dua pihak yang memiliki kebebasan mengeluarkan pendapat dan keinginan yng berbeza. Menyalahkan antara satu sama lain bukanlah boleh menyelesaikan masalah sebaliknya akan menjejaskan lagi hubungan. Keegoan mungkinlah penyebab mengapa kamu dan si dia saling menyalahkan antara satu sama lain.</p>
<p>Faktor 17 - Hormat-menghormati<br />
Saling hormat-menghormati adalah dasar perhubungan yang positif. Kamu harus menghormati si dia dan begitu juga sebaliknya. Tapi jangan kerana terlalu menghormatinya hinggakan kamu berasa amat segan dengannya. Ini akan mendorong rasa malu dan segan untuk meluahkan apa yang kamu pendamkan dan membuatkan hubungan kamu sukar untuk berkembang. Oleh sebab itulah kamu perlu membatasi rasa hormat dan segan terhadap si dia</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dahsyatnya Ikan Nila Goreng Pak Ugi]]></title>
<link>http://heryazwan.wordpress.com/?p=130</link>
<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 03:16:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>heryazwan</dc:creator>
<guid>http://heryazwan.wordpress.com/?p=130</guid>
<description><![CDATA[Menjelang libur panjang, membahas sebuah restoran seru juga. Restoran Ikan Nila Pak Ugi ini terletak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang libur panjang, membahas sebuah restoran seru juga. Restoran <i>Ikan Nila Pak Ugi</i> ini terletak di kompleks Harapan Indah.</p>
<p><!--more--></p>
<p>Dari bundaran yang didesain oleh Nyoman Nuarta, belok kiri sampai ketemu putaran yang lebih kecil. Terus sedikit. Nah di sebelah kiri itulah posisi tepatnya.</p>
<p>Menu yang ditawarkan tidak hanya ikan nila, tetapi juga menu lain seperti ayam, gurame, udang, kepiting, cumi. Bisa dibilang seafood plus plus. Pokoknya segala ada, kecuali rendang, gulai, semur dan makanan serba mie.</p>
<p>Semua menu yang pernah saya coba menampilkan rasa yang khas, berani pedas, berani bumbu. Tumis kangkungnya yang ditaburi irisan cabe rawit membuat mata merem melek menahan pedas. Sayur lalapannya seperti timun, selada, dan kacang panjang, cukup segar.</p>
<p>Setiap pengunjung akan disodori sepiring kecil sambal yang pas, ada manis, asin dan pedas. Sambalnya agak sedikit mentah, tidak matang seperti sambal pecel lele. Sebelum menu utama datang, saya selalu mencocol lalapan ke sambal ini.</p>
<p>Ikan nila, yang menjadi andalan restoran ini, sangat enak jika dimasak dengan saus padang atau saus tiram. Bumbunya sangat meresap. Kalau digoreng sih enak juga. Tergantung selera lah...</p>
<p>Kalau datang malam minggu, kita harus ekstra sabar, karena pengunjungnya membludak. Makanya, kalau mau agak lapang, datang pada sekitar pukul 14 s.d. 16. Kalau di hari biasa sih relatif tidak terlalu ramai.</p>
<p>Yang menambah nikmat barangkali lalat yang berseliweran saat makan siang. Kalau makan malam, lalatnya sudah hilang. Mungkin pengelola restoran selayaknya menyiapkan alat khusus untuk mengusir lalat.</p>
<p>Harga makanan di restoran ini relatif terjangkau. Ayam goreng sekitar Rp 9.000-an, tumis kangkung sekitar Rp 5.000-an. Ikan nila sekitar  Rp 13.000-an.</p>
<p>Belakangan saya tahu kalau Pak Ugi juga ada di Kelapa Gading, tepatnya di Boulevard. Posisi restorannya memang agak nyempil, tidak ngejreng seperti resoran Bakul Tukul.</p>
<p>Dari semua itu, yang paling berkesan adalah kejujuran petugas di restoran tersebut. Saat itu saya makan siang bersama mertua yang sedang berkunjung.</p>
<p>Sekitar pukul 17.00 kami bermaksud pergi ke undangan pernikahan kerabat.  Saat itu bapak mertua saya baru menyadari kalau hp-nya hilang. Setelah dicari di mana-mana tidak ketemu baru mertua saya ingat kalau hp-nya ketinggalan di restoran.</p>
<p>Langsung saja saya menelpon ke hp yang hilang tadi dan diangkat oleh salah seorang karyawan restoran. Dia mengatakan kalau hp tersebut disimpan di kasir dan dapat diambil kapan saja. Seketika saya langsung menuju restoran.</p>
<p>Sesampainya di sana saya mendapati hp mertua saya utuh. Mereka juga tidak meminta imbalan tertentu. Keterlaluannya saya, karena terburu-buru mau kondangan, saya lupa memberikan tips kepada karyawan restoran tersebut. Ah, alasan... Dasar pedit...He he..</p>
<p>Begitulah, hari gini ternyata masih banyak orang yang jujur. Jadi, kalau mau makan menu tradisional, saya selalu ke Pak Ugi. Loyalitas saya tidak sekedar pada makanannya, tetapi juga kepada integritas karyawannya. Selamat berlibur...(Hery Azwan, 19/3/2008)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[obrolan sebuah siang]]></title>
<link>http://gunawanprasetyo.wordpress.com/?p=235</link>
<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 16:43:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>g0En</dc:creator>
<guid>http://gunawanprasetyo.wordpress.com/?p=235</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya mendengar sebuah obrolan yang menarik ketika saya makan siang di sebua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Beberapa hari yang lalu, saya mendengar sebuah obrolan yang menarik ketika saya makan siang di sebuah warung. Obrolan ini antara dua orang ibu-ibu setengah baya, sebut saja Ibu A dan Ibu B (Pemilik Warung). Kira-kira obrolannya seperti ini :</p>
<blockquote>
<p align="justify">Ibu A : <i>"Jadi totalnya berapa, Bu?"</i> (sambil mengeluarkan dompet)<br />
Ibu B : <i>"Semuanya Rp 11.500,-"</i> (jawab si Ibu setelah menghitung semua sayur yang dibeli Ibu A)</p>
<p align="justify">Ibu A : <i>"Oh ya Bu, kemaren ada titipan 500 perak dari seorang sopir truk"</i> (sambil menyerahkan uang sejumlah Rp 12.000,-)<br />
Ibu B : <i>"Loh, yang 500 perak buat apa ini Bu?"</i> (bertanya dengan keheranan)</p>
<p align="justify">Ibu A : <i>"Ohhh, itu kemaren ada sopir yang nitip ke saya. Katanya dulu pernah makan di warung sini tapi kurang 500 perak"</i><br />
Ibu B : <i>"Oalah... kan cuma 500 perak. Saya juga ga pernah nganggep itu utang koq Bu"</i></p>
<p align="justify">Ibu A : <i>"Iya Bu, saya percaya koq. Tapi itu kan amanah yang harus disampaikan meski hanya 500 perak"</i> (tegas Ibu A meyakinkan)<br />
Ibu B : <i>" Ya sudah, terima kasih  Bu  ya. Trus sampaikan terima kasih  juga ke  sopir itu kalo ketemu lagi"</i><br />
Ibu A : <i>"Insya Allah Bu, kalau ketemu lagi...."</i></p></blockquote>
<p align="justify">Saya hanya bisa bersyukur dan tersenyum bangga kepada keduanya ketika mendengarkan percakapan tersebut. <i>Alhamdulillah, </i>di jaman yang seperti sekarang ini, masih ada orang yang mempertahankan <b>KEJUJURAN</b> dan sifat <b>AMANAH</b> meski hanya untuk uang senilai lima ratus perak.</p>
<p align="justify"><!--more-->Sungguh, siang itu saya banyak belajar tentang makna sebuah amanah dan kejujuran. Saya belajar dari kejujuran seorang sopir truk ketika ia membayarkan hutangnya yang sebesar 500 perak itu. Saya juga belajar dari "Ibu A" yang memiliki sifat amanah atas uang 500 perak yang dititipkan sopir truk tadi. Dan saya belajar tentang ketulusan yang sebenarnya dari seorang "Ibu B" yang tidak menilai segala sesuatu hanya dari sisi materi saja.</p>
<p align="justify"><i>Ahhhhh.... </i>seandainya  semua orang di negeri ini mempunyai sifat JUJUR dan AMANAH, saya yakin semua pasti akan menjadi lebih baik.</p>
<p align="justify">&#160;</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
