<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kecerdasan-anak &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kecerdasan-anak/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kecerdasan-anak"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 05:24:29 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tips Menstimulasi Kecerdasan Bayi]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=101</link>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 05:49:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=101</guid>
<description><![CDATA[Tips Menstimulasi Kecerdasan Bayi
•	Menatap Mata
•	Mengajak bicara dengan mimik ekspresif
•	Me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tips Menstimulasi Kecerdasan Bayi</strong></p>
<p>•	Menatap Mata<br />
•	Mengajak bicara dengan mimik ekspresif<br />
•	Menyusui<br />
•	Menggelitik tubuh<br />
•	Bernarasi ketika beraktifitas<br />
•	Menyanyi bersama<br />
•	Mengenalkan berbagai tekstur<br />
•	Mengajak belanja<br />
•	Memberi kejutan<br />
•	Membacakan buku<br />
•	Main cilukba<br />
•	Mainan barang milik orang dewasa<br />
•	Bermain warna<br />
•	Rangsang untuk menjangkau suatu benda<br />
•	Bermain wajah lucu<br />
•	Memberi kesempatan untuk memilih<br />
•	Mengubah pemandangan<br />
•	Tanya kabarnya.</p>
<p>Endah Silawati,  Blog <a href="http://parentingislami.wordpress.com">Parenting Islami</a></p>
<p><a href="http://parentingislami.wordpress.com">http://parentingislami.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ASI Meningkatkan IQ Anak]]></title>
<link>http://oregade.wordpress.com/?p=5</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 05:55:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rozi</dc:creator>
<guid>http://oregade.wordpress.com/?p=5</guid>
<description><![CDATA[Hidayatullah.com&#8211;Pemerintah Inggris menyarankan ibu menyusui anaknya sampai enam bulan Bukti b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Hidayatullah.com--</span></em></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Pemerintah Inggris menyarankan ibu menyusui anaknya sampai enam bulan Bukti baru diungkapkan oleh para ilmuwan bahwa bayi yang mendapat air susu ibu (ASI) ketika besar akan lebih cerdas dari bayi yang diberikan susu formula.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tim peneliti di Universitas McGill, Kanada, menemukan bahwa bayi yang mendapat ASI memiliki hasil lebih baik pada tes IQ pada usia enam tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tetapi para peneliti tidak yakin apakah hal itu disebabkan oleh air susu ibu itu sendiri atau dari kedekatan hubungan ibu dengan bayinya ketika</span><!--more--><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> menyusui.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Penelitian terhadap hampir 14.000 anak ini adalah yang terbaru dari serangkaian laporan yang menemukan kaitan positif ASI dan kecerdasan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tetapi, satu masalah yang dihadapi adalah sebagian penelitian kesulitan dalam menemukan apakah hasil itu terkait dengan kebiasaan menyusui di kalangan ibu dari keluarga yang lebih makmur dan apakah keadaan sebuah keluarga menjadi faktor sebenarnya yang menentukan pembentukan kecerdasan anak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Namun studi terbaru ini memasukkan faktor tadi dengan mengikuti perkembangan anak-anak yang lahir sejumlah rumah sakit di </span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Belarus</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">, yang meluncurkan kampanye ASI.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Mereka menemukan bayi-bayi yang diberi ASI saja selama tiga bulan pertama - banyak diantaranya juga mendapat ASI sampai 12 bulan - mencapai angka rata-rata 5,9 dalam tes IQ.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Para</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> guru juga menilai anak-anak itu memiliki kemampuan akademik lebih tinggi dalam membaca dan menulis, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapat ASI, menurut laporan <em>Archives of General Psychiatry</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Kepala penelitian itu Profesor Michael Kramer mengatakan, "Memberi ASI secara eksklusif dalam jangka panjang tampaknya mempertajam pengembangan daya pikir anak."</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tetapi dia menambahkan: "Meski perbedaan itu terlihat, masih belum jelas apakah keuntungan yang kami amati dari ASI itu disebabkan oleh zat yang terdapat di dalam air susu ibu atau terkait dengan kedekatan hubungan fisik dan sosial antara ibu dan bayi dalam proses menyusui."</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Kecerdasan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Kandungan asam lemak (<em>fatty acid</em>) di dalam ASI diduga meningkatkan kecerdasan, tetapi laporan itu mengatakan aspek kedekatan fisik dan batin dalam proses menyusui mungkin mendorong perubahan permanen pada otak bayi yang sedang berkembang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Para</span><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> peneliti juga mengatakan menyusui bayi mungkin meningkatkan interaksi dengan kata-kata dari ibu ke anak, yang bisa membantu pengembangan kemampuan otak bayi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Namun Profesor Kramer mengatakan pemberian ASI harus terus digiatkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Di Inggris, pemerintah merekomendasikan ibu untuk menyusui bayinya selama enam bulan pertama.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Tetapi penelitian itu memperlihatkan meski tiga perempat ibu pada awalnya memberikan ASI kepada bayinya, hanya satu dari empat ibu yang tetapi memberi ASI hingga enam bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Rosie Dodds, dari organisasi kesehatan anak dan bayi, <em>National Childbirth Trust</em>, mengatakan, "Penelitian ini sudah jelas menambah bukti positif dari air susu ibu."</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">"Dan menurut saya, yang dibutuhkan sekarang adalah upaya lebih besar untuk mendukungnya." </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Sebelumnya, Konvensi Hak Anak (<em>Convention on the Rights of the Child</em>) tahun 1990 di mana pasal 6 dan pasal 24 pernah menetapkan upaya pemberian makanan yang terbaik terhadap anak, termasuk susu. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Sementara WHO, peneliti dan pegiat HAM baru mengusulkan dan mendesak memberikan ASI kepada anak, <span> </span>Islam telah menyatakan ini lebih dari 1400 tahun. Setidaknya ini tertulis dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah: 233 yang berbunyi, <span> </span>"</span><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">Para</span></em><em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;"> ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Georgia;">….”</span></p>
<p>sumber : <a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&#38;task=view&#38;id=6795&#38;Itemid=66" target="_blank">Hidayatullah.com</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membentuk Anak Cerdas Sejak Kehamilan (part 2 - tamat)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=66</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 02:26:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=66</guid>
<description><![CDATA[sambungan dari tulisan sebelumnya&#8230;
dr. ariani,   http://parentingislami.wordpress.com
Manajer ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>sambungan dari <a href="http://parentingislami.wordpress.com/2008/05/06/membentuk-anak-cerdas-sejak-kehamilan-part-1/">tulisan sebelumnya</a>...<br />
dr. ariani,   <a href="http://parentingislami.wordpress.com">http://parentingislami.wordpress.com</a><br />
Manajer pelatihan WISE (Women’s Initiative and Society Empowerment)</p>
<p><strong>Vitamin dan Mineral<br />
Vitamin A</strong><br />
Dalam jumlah optimal  diperlukan untuk pertumbuhan janin.Namun asupan vitamin total tidak boleh melebihi 2.565 IU (Internasional Unit) kecuali dalam bentuk pro-vitamin A.</p>
<p><strong>Vitamin B kompleks</strong><br />
Vitamin B1 dan B2 sertta niasin  diperlukan  dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B6 berguna untuk mengatur penggunaan protein oleh tubuh. Vitamin B12 untuk menjaga agar sel-sel berfungsi normal, khususnya sel-sel saluran pencernaan , sistem urat saraf dan sumsum tulang.Dosis yang dianjurkan 2,2 mikrogram. Banyak terdapat pada hasil tempe dan olahannya seperti tauco, kecap, oncom.</p>
<p><!--more--><br />
<strong>Vitamin C</strong><br />
Dosis yang dianjurkan  50 miligram. Berperan penting dalam  penyerapan zat besi selama hamil untuk mencegah anemia. Selain itu merupakan pembentuk kolagen interseluler, yakni senyawa protein  yang antara lain banyak terdapat dalam tulang rawan dan kulit bagian dalam tulang rawan. Vitamin ini juga berperan dalam proses penyembuhan infeksi dan luka, selain meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan stres.<br />
Sumber : sayuran dan buah-buahan segar, seperti jeruk, pepaya, kiwi, tomat,paprika, serta sayuran berwarna hijau seperti bayam, brokoli dan kol.</p>
<p><strong>Vitamin D</strong><br />
Dosis yang dianjurkan 10 mikrogram atau 400 IU untuk membantu penyerapan kalsium  yang penting dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Juga membantu metabolisme fosfor.<br />
Makanan   kaya vitamin ini adalah ikan berlemak seperti sarden, makarel, tuna dan salmon, minyak ikan, telur, susu dan mentega.</p>
<p><strong>Vitamin E</strong><br />
Diperlukan untuk pembentukan sel-sel darah merah serta melindungi lemakdari kerusakan.</p>
<p><strong>Asam folat</strong><br />
Dosis yang dinjurkan 800 mikrogram per hari, khususnya selama 12 minggu pertama. Penting untuk pertumbuhan susunan saraf pusat dan sel darah. Mengurangi  risiko kelainan susunan saraf pusat (spina bifida) dan otak janin.Makanan yang kaya akan asam folat adalah sayuran berwarna hijau gelap (misalnya bayam dan brokoli), buah-buahan segar (misalnya pisang dan jeruk), asparagus, bit merah, kedelai dan sereal.<br />
Asam folat dalam buah-buahan dan sayuran segar mudah rusak akibat proses pemanasan dan pemasakan. karena itu lebih baik dikonsumsi dalam keadaan segar.</p>
<p><strong>DHA</strong><br />
DHA termasuk dalam golongan asam lemak tidak jenuh rantai panjang yang esensial tapi tidak dapat disintesa dalam tubuh dan harus diperoleh dari makanan.<br />
Fungsi DHA adalah membantu mengoptimalkan pertumbuhan otak dan pertumbuhan retina mata.Keberadaannya sangat diperlukan pada masa pertumbuhan otak seseorang, yaitu sejak masa janin hingga usia 2 tahun setelah kelahiran.<br />
Dosis yang dianjurkan 300 mg/hr. Sumber DHA diantaranya ikan salmon, tuna, susu formula yang mengandung DHA.</p>
<p><strong>ZAT besi dan seng</strong><br />
Pada ibu hamil akan terjadi peningkatan volume darah, sehingga pasokan zat besi sangat diperlukan untuk mencegah anemia.</p>
<p><strong>Serat</strong><br />
Membantu kerja sistem eksresi sehingga mudah buang air besar. Banyak terdapat pada buah dan sayuran.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka:</strong><br />
1.	Gizi-net. 10 Februari 2004<br />
2.	Parents Guide. Vol V No 6 Maret 2007</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membentuk Anak Cerdas Sejak Kehamilan (part 1)]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=65</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 01:19:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=65</guid>
<description><![CDATA[Membentuk Anak Cerdas Sejak Kehamilan
dr. Ariani,   http://parentingislami.wordpress.com
Manajer p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Membentuk Anak Cerdas Sejak Kehamilan</strong></p>
<p>dr. Ariani,   <a href="http://parentingislami.wordpress.com">http://parentingislami.wordpress.com</a><br />
Manajer pelatihan WISE (Women’s Initiative and Society Empowerment)</p>
<p>Kecerdasan anak dipengaruhi keadaan gizinya sejak dalam kandungan. Oleh karena itu  ibu penting bagi seorang calon ibu/ibu untuk betul soal gizi yang terbaik untuk dirinya maupun buah hatinya sehingga dapat optimal membentuk anak yang sehat dan cerdas. Insya Allah</p>
<p><strong>Tingkat Kecerdasan </strong><br />
Kecerdasan adalah suatu kemampuan mental yang dibawa oleh individu sejak lahir, untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan yang baru serta memecahkan permasalahan-permasalahan secara cepat dan tepat.</p>
<p>Tingkat kecerdasan anak sangat ditentukan oleh keadaan otak dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: sifat genetis, lingkungan (fasilitas, sosial-ekonomi keluarga), motivasi dan status gizinya. Kepandaian seseorang secara kualitatif dapat diukur dengan alat electro-encephalogram (EEG), alat positron-emission tomography (PET) dan tes IQ.</p>
<p>Alat EEG dapat menangkap dan mencatat gelombang arus yang dipancarkan oleh otak. Sedangkan alat PET, mencatat reaksi otak terhadap suatu permasalahan. Otak yang cerdas, hanya memerlukan sedikit reaksi untuk memecahkan masalah. Sedangkan yang kurang cerdas, tampak akan mengerahkan hampir semua bagian otaknya untuk menjawab permasalahan yang sama.</p>
<p>Tes IQ sejak lama telah dipakai. Tes ini sebagai salah satu cara untuk menduga tingkat kecerdasan seseorang. Orang-orang yang terkenal, terbukti memiliki IQ yang tinggi.</p>
<p>Menurut Tirtonegoro (1984), tingkat kecerdasan seseorang menyebar secara normal mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, yaitu: 1 persen cacat berat/idiot (IQ 0 - 25), 2 persen cacat agak berat/imbesil (IQ 25 - 50), 20 - 25 persen cacat ringan /debil (IQ 50 - 75) dan lamban belajar (IQ 75 - 85), 50 - 55 persen rata-rata/normal (IQ 90 - 110), 20 - 25 persen superior (IQ 110 - 125), 2 persen sangat superior/gifted (IQ 125 - 140), dan 1 persen genius (IQ 140 - 200).<br />
<!--more--><br />
Perkembangan otak manusia dimulai sejak ia masih berupa janin di dalam kandungan. Oleh karena itu para ibu hamil dituntut untuk senantiasa menciptakan status gizi yang baik dan perawatan yang memadai, agar bayi yang kelak dilahirkan mengalami proses tumbuh kembang yang optimum.</p>
<p><strong>Kekurangan Energi </strong><br />
Keadaan gizi ibu-ibu hamil sangat erat hubungannya dengan berat badan bayi yang akan dilahirkan. Ibu-ibu hamil adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap masalah-masalah gizi, terutama masalah kekurangan energi dan protein (KEP). Bayi yang dilahirkan oleh para ibu dengan kondisi KEP, akan mempunyai berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2,5 kg.</p>
<p>Kondisi BBLR akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan anak selanjutnya. Selain kekurangan gizi, bayi yang baru lahir tersebut juga akan mengalami kemunduran perkembangan otak. Hal ini akan berakibat terjadinya penurunan kemam-puan belajar dan kemampuan akademik pada usia yang lebih lanjut. Selain itu, bayi BBLR mempunyai kemungkinan meninggal sebelum usia satu tahun, 17 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang dilahirkan dengan berat badan normal.</p>
<p>Ibu-ibu hamil yang cukup gizi akan mengalami pertambahan berat badan rata-rata sebesar 12,5 kg selama 9 bulan kehamilannya dan akan melahirkan bayi dengan berat badan rata-rata 3,3 kg. Untuk mencapai kondisi tersebut, ibu hamil harus cukup mengonsumsi bahan-bahan makanan sumber energi, protein, vitamin dan mineral.</p>
<p><strong>Kalori</strong><br />
Dibutuhkan untuk perubahan tubuh, meliputi pembentukan sel-sel baru, pengaliran makanan daripebuluh darah janin melalui plasenta, dan pembentukan enzim serta hormon yang mengatur pertumbuhan janin</p>
<p>Rata-rata tambahan energi yang diperlukan selama masa kehamilan, adalah 80.000 kilokalori. Jumlah tersebut terbagi atas 150 kilokalori per hari selama trimester  pertama (tiga bulan) pertama, 350 kilokalori per hari selama trimester kedua dan ketiga masa kehamilan.</p>
<p><strong>Protein</strong><br />
Tambahan protein yang diperlukan untuk mencapai keadaan normal tersebut adalah 925 gram, yaitu rata-rata 3,3 gram per hari selama masa kehamilannya. Tambahan protein yang diperlukan selama trimester pertama, kedua dan ketiga masing-masing 1,2; 6,1 dan 10,7 gram per hari.</p>
<p><em>bersambung...</em></p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong><br />
1.	Gizi-net. 10 Februari 2004<br />
2.	Parents Guide. Vol V No 6 Maret 2007</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kiat Mengajarkan Kecerdasan Indrawi Pada Anak]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=59</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 03:27:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=59</guid>
<description><![CDATA[dr. Ariani,  http://parentingislami.wordpress.com
Diantara usia 3-4 tahun, anak sedang mengembangka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>dr. Ariani,  http://parentingislami.wordpress.com</p>
<p>Diantara usia 3-4 tahun, anak sedang mengembangkan pemahaman tentang informasi yang diberikan masing-masing indra. Pemahaman tersebut amat berguna, antara lain :</p>
<p>1.	Membantu memecahkan masalah<br />
Anak dapat memecahkan masalah secara tepat dan cepat.Misalnya jika anak paham penciuman hidunglah yang memberitahu aneka bau, maka ia bisa segera menutup hidung ketika ada bau tidak sedap, sebelum ia ingin muntah. Sebaliknya anak  bisa mengenduskan hidung lebih keras untuk ’melacak’ di mana mama menyimpan kue bolu yang baru masak.</p>
<p>2.	Mempermudah eksplorasi<br />
Anak bisa mengeksplorasi lingkungan lebih cepat. Begitu diberi tahu ” Bunga melati kecil, warna putih, dan baunya wangi, anak bisa cepat menemukan melati diantara aneka bunga. Ia tidak bingung mencarinya, karena sudah paham bahwa ia hanya perlu mengandalkan indra penciuman dan penglihatan.</p>
<p><strong>Apa yang sebaiknya orang tua lakukan ?<br />
</strong>Charles A. Samith, Ph.D, Pakar kajian  Keluarga dan Pengembangan Manusia dari Kansas State University Cooperative Extension menyarankan tehnik-tehnik berikut ini, jika anda berencana memperkaya pengalaman kesadaran indrawi untuk si kecil :<br />
<!--more--><br />
1.	Ciptakan berbagai pengalaman<br />
Ajaklah anak bersama-sama  menyiapkan dan mencicipi aneka makanan, mengendus bau tidak enak atau enak, menyimak sara-suara atmosfer (tetesan air keran bocor di bak mandi, sayup kokok ayam jantan, suara ikan digoreng, suara gelegak air mendidih, dll)</p>
<p>2.	Jadikan kegiatan jalan-jalan sebagai penjelajahan indrawi<br />
Sepanjang aman dan memungkinkan, ajaklah anak-anak menyentuh permukaan tanah,bebatuan dan abatang pohon, mencium wangi daun, bunga dan tanah basah, mendengarkan kemeresak daun ditiup angin, kicau burung dan lain-lain..</p>
<p>3.	Kurangi bertanya perbanyak menyerap<br />
Ketika anak sedang asik menjelajah panca inderanya, usahakan tidak mengusik mereka dengan berbagai pertanyaan. Jika anak bicara, arahkan kembali untuk mengamati, mencicipi, membaui, menyimak dan meraba.</p>
<p>4.	Menyerap dulu baru berfikir dan bercerita<br />
Setelah anak menjelajah dengan indranya, doronglah ia memikirkan dan mengungkapkan temuannya. Kenalkan kata-kata yang bisa melukiskan apa yang anak serap lewat panca indera ( misalnya : sepatu itu merah seperti buah jambu).</p>
<p>5.	Ajarkan perbedaan kadar rangsangan indrawi<br />
Warna dan tekstur bergradasi. Bau dan rasa bertingkat-tingkat ketajamannya. Bunyi punya bermacam-macam jenis dan volume. Tunjukkan 3-5 variasi warna, tekstur, bau, rasa dan bunyi pada anak. Mintalah ia mengurutkan dari yang tertinggi atau terendah, terkuat atau terlemah.</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>Majalah Parents Guide Vol V No 6 Maret 2007.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengalaman Mengamati Anak Belajar Bicara]]></title>
<link>http://parentingislami.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 06:43:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>parentingislami</dc:creator>
<guid>http://parentingislami.wordpress.com/?p=39</guid>
<description><![CDATA[Menyambung apa yang sudah disampaikan oleh saudari Endah Silawati dalam artikel &#8220;Bagaimana Mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung apa yang sudah disampaikan oleh saudari Endah Silawati dalam artikel "Bagaimana Membuat Anak Cerewet", saya dan istri coba sharing sedikit pengalaman tentang Bagaimana Anak Belajar Bicara. Semoga bermanfaaat.</p>
<p>---</p>
<p>Dulu pertama kali si kecil berbicara, kata “Mama” yang pertama kali keluar dari mulut mungilnya. Kami begitu senang dan pengennya nunjukkin ke neneknya bahwa si kecil sudah berbicara “Mama”. Si Nenek senang sekali mendengarnya, karena dari dulu nenek pengennya memang dipanggil “Mama” oleh si kecil. Dan tentu saja, kakek si kecil tidak mau ketinggalan. Ketika si kecil di bawa ke sana, tak henti-hentinya si kakek mengajari si kecil mengucapkan kata “Papah” walaupun ternyata tidak mudah. Pada saat itu, kata “Papah” tidak keluar dari mulutnya. Setelah satu bulan kemudian kira-kira, baru kata “Papah” akhirnya keluar.</p>
<p>Setelah itu, si kecil semakin mahir berbicara. Pada umur 1 tahun 4 bulan, si kecil sudah memanggil kami “Bii.. Mi..”, dua bulan berikutnya, si kecil sudah bisa mengucapkan dua suku kata menjadi “Abi” dan “Umi” setelah kata “Abi” dan “Umi” selalu kami gunakan ketika kami berkomunikasi dengannya.</p>
<p>Kalau dimati sih, yang pertama, si kecil lebih mudah mengucapkan kata yang suku katanya berulang. Seperti misalnya “Mama”, “Papa”, “Kupu-Kupu”, “Pipi”, dsb. Sehingga biasanya kata-kata yang seperti itu yang pertama kali muncul dari si kecil.</p>
<p>Yang kedua, ternyata pada awal belajar, si kecil biasanya mengucapkan suku kata terakhirnya saja. Jadi kalau katanya adalah “Abi” maka yang pertama kali dia bisa sebutkan adalah “Bi”. Begitu juga untuk kata-kata yang panjang. Nah, sebagai orang tua, kami ingin sekali muncul kalimat thayyibah atau doa dari mulut si kecil. Kemudian, kami coba latih dengan pancingan kata. Misalnya ketika mau makan kami pancing dengan “Bismil??”, kemudian si kecil berkatan “ah”. Di lain waktu ketika selesai makan kami pancing “Alhamduli”, kemudian si kecil menjawab “ah”. Kami juga coba untuk membentuk konsep dirinya dengan pancingan kata yang lain misalnya “Aa Fatih anak Sho??”, kemudian dia menjawab “Leh”. “Aa Fatih anak Pin??”, dia jawab “Tang”  dengan gaya cadelnya. Terus saja seperti itu, sedikit sedikit, alhamdulillah si kecil bisa mengucapkan kata yang lebih kompleks. Sekarang, sekali dicontohin, si kecil langsung bisa menyebutkan suku kata terakhirnya, bahkan katanya secara utuh.Dan sekarang si kecil sudah bisa membentuk suatu kalimat sederhana, “Aa Jatoh, sakit”, celotehnya ketika dia terjatuh.</p>
<p>Yang ketiga, walaupun si kecil belum mampu mengucapkan kata, tapi sering kali dia tahu apa yang kita maksud. Ketika saya tanya, “meja yang mana Aa?”, dia bisa menunjukkan benda yang kami maksud walaupun pada saat itu si kecil belum bisa mengucapkannya.</p>
<p>Yang keempat, konsistensi penyebutan kata-kata sangat penting untuk memudahkan si kecil belajar bicara dan mengingatnya. Kata pertama yang kita ucapkan untuk memperkenalkan suatu benda, pekerjaan, sifat pada si kecil, itu yang akan diingatnya. Misalnya sampai sekarang si kecil menyebut aktivitas sholat dengan “Aoh”. Di sudah mengasosiasikan aktivitas tersebut dengan sebuah kata tertentu.</p>
<p>Yang kelima, suatu saat saya mencoba untuk mengajari si kecil mengucapkan “Allahu akbar”. Ternyata susah sekali. Sampai akhirnya saya coba mengucapkannya sambil menggerakan tangan seperti orang sedang takbiratul ihrom. Ternyata berhasil. Si kecil bisa mengucapkan “Allahu akbar”. Alhamdulillah</p>
<p>Yang keenam, kami menyimpulkan anak adalah peniru luar biasa. Apapun dia tiru. Termasuk masalah ucapan. Baik ataupun buruk kata yang sering diperdengarkan oleh orang-orang di sekitarnya, kira-kira seperti itu pula kata yang akan si kecil sebutkan. Jika tante si kecil adalah anak “ABG” seumuran SMA atau kuliahan, maka jangan heran kalau tiba-tiba si kecil berkata “Cape Deeehhh”.</p>
<p>[deFatih &#38; umina_fatih,   http://parentingislami.wordpress.com]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Apakah Yang Membuat Kinerja Otak Menurun]]></title>
<link>http://sgqx.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 11:06:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://sgqx.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Seperti kita ketahui, manusia memilik otak yang luar biasa, ini merupakan sesuatu yang membahagiakan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti kita ketahui, manusia memilik otak yang luar biasa, ini merupakan sesuatu yang membahagiakan, juga membahayakan. Mengapa saya mengatakan otak: Membahagiakan sekaligus membahayakan? Otak dapat membuat anda bahagia, menbuat anda tampil cerdas dikagumi orang dan membuat anda berprestasi hingga dipuji orang. Tetapi jangan lupa, otak yang sama dapat membuat anda menderita, membuat anda disingkirkan, membuat anda dipermalukan dan dianggap tidak berguna.</p>
<p>Hal ini disebabkan oleh adanya kinerja otak yang menurun. Kinerja otak yang menurun dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:</p>
<ul>
<li>Proses penuaan (merupakan self destruction yang tidak dapat dihindari, anda mungkin dapat menghambat kecepatannya, tetapi anda tidak dapat mencegah prosesnya)</li>
<li>Penyakit (beberapa penyakit tertentu, seperti: hipertensi, jantung, sakit perafasan, diabetes, kanker dan tumor otak, dapat menyebabkan gangguan fungsi otak yang serius)</li>
<li>Pola pikir yang salah (pola pikir yang salah seringkali mengakibatkan serentetan perilaku yang tidak normal- yang tidak seharusnya dilakukan)</li>
<li>Pola makan (selain makanan dan minuman yang anda konsumsi, gaguan otak dapat disebabkan oleh rokok, alkohol dan obat yang anda minum)</li>
<li>Kebiasaan yang salah (Kebiasaan yang salah apabila dilakukan secara terus menerus akan menjadi kebenaran. Kebiasaanseringkali berhubungan erat dengan rutinitas dan pilihan pola hidup yang tidak sehat)</li>
</ul>
<p>Dampak penurununan kinerja otak tidak dapat disepelekan karena telah terbukti menjadi faktor utama penyebab kerugian baik secara pribadi atau perusahaan.</p>
<p>Apakah penurunan kinerja otak dapat diatasi?</p>
<p>Penurunan kinerja otak dapat dicegah dan dihambatbilamana kita tahu caranya. Melakukan tindakan pencegahan adalah tindakan yang paling bijaksana daripada mengobai. Shuang Guan Qi Xia memiliki program pemulihan otak bagi anda yang telah mengalami penurunan kinerja otak. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semua Anak Adalah Hebat]]></title>
<link>http://sucihida.wordpress.com/?p=55</link>
<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 05:57:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>sucihida</dc:creator>
<guid>http://sucihida.wordpress.com/?p=55</guid>
<description><![CDATA[Anak adalah harta dan anugrah yang paling berharga.
Kehadirannya selalu didambakan oleh setiap insan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Anak adalah harta dan anugrah yang paling berharga.</p>
<p>Kehadirannya selalu didambakan oleh setiap insan yang membina rumah tangga. Tak sedikit orang yang masih percaya bahwa banyak anak banyak rezeki. Namun masih ada juga para wanita yang enggan memiliki anak karena asyik dengan karier dan jabatannya.<!--more--></p>
<p>Setiap anak terlahir dengan kelebihan dan keistimewaan yang dimilikinya, tinggal kita sebagai orang tua yang harus mampu membimbing, menjaga dan memberi teladan sekuat tenaga. <b>"Seorang anak akan berguna dan menjadi kebanggan kita jika ia menjadi anak yang sukses dan berakhlaqul karimah, namun jikalau anak kita biarkan begitu saja justru menjadi beban dan aib belaka. Maka berilah pengajaran yang kalian bisa, sehingga muncul generasi yang akan menciptakan berbagai keajaiban yang mempesona."</b></p>
<p>Kita harus inggat pendidikan yang pertama dan utama adalah lingkungan keluarga.</p>
<p>" Remaja dikalangan kami akan tumbuh berkembang selaras dengan kebiasaan yang ditanamkan orang tuanya. Seoarang pemuda tidak dapat berpegang pada agama berlandaskan nalarnya, namun dengan pendidikan beragama maka dekatkanlah dia kepada-Nya"</p>
<p>Betapa penting arti belajar, pengajaran dan teladan bagi anak-anak kita yang akan menjadi generasi penerus. Masalahnya apakah benar anak dikatakan balajar dan memperolah pengajaran saat ada disekolah saja? apakah benar anak bisa dikatakan hebat jika rangking 1 atau bintang pelajar disekolahnya? apakah menjamin anak yang nilainya bagus dan dikatan pandai disekolah berarti pandai dalam beribadah dan memiliki akhlaq mulia? Salahkah jika ada orang berkata: apa arti kepandaian anakmu jika dia tidak memiliki kasih sayang pada sesama. dan pantaskah kita marah jika ada teman bertanya padahal anakmu begitu pandai dalam pengetahuan namun mengapa dia belum juga mendapat pekerjaan yang mapan?</p>
<p>Kita harus sadari bahwa keegoisan dalam mendidik anak bukanlah hal yang baik bagi anak. Kita ingin anak-anak kita menjadi hebat tapi bukan berarti semua jalan harus diterobos, meskipun jalan itu salah. Pendidikan fullday school, memaksa pendidikan anak usia dini dengan CALISTUNG dan mengorientasikan pendidikan anak pada nilai IQ, dapat munculkan generasi  yang hebat namun <b>keHEBATannya SEMU.</b></p>
<p><b>Anak hebat adalah anak yang baik diberbagai segi mulai dari intelgensinya, emosinya lebih-lebih spiritualnya. Ketika orang tua mampu mencetak anak yang seimbang nilai IQ,EQ dan ESQ nya, maka orang tua itu patut diacungi jempol sebagai ekspresi salut dan bangga. Tapi jangan dipungkiri jika orang tua dalam mendidik anak hanya berorientasi pada nilai atau IQ saja, sesungguhnya itu adalah awal terjadinya kegagalan dalam mendidik anak.</b></p>
<p><b>Jangan marah, tapi coba renungkan dengan bijak!</b></p>
<p align="center"><a href="http://sucihida.wordpress.com/files/2008/01/bermain.jpg" title="bermain.jpg"><img src="http://sucihida.wordpress.com/files/2008/01/bermain.jpg" alt="bermain.jpg" height="119" width="211" /></a></p>
<p><b></b></p>
<p><b></b></p>
<p><b></b></p>
<p><b></b></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sistem saraf pusat]]></title>
<link>http://bhadra31.wordpress.com/2008/01/18/sistem-saraf-pusat/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 03:39:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhadra31</dc:creator>
<guid>http://bhadra31.wordpress.com/2008/01/18/sistem-saraf-pusat/</guid>
<description><![CDATA[Sistem saraf pusat meliputi otak (Latin: &#8216;ensefalon&#8217;) dan sumsum tulang belakang (Latin:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>Sistem saraf pusat</b> meliputi <a href="http://bhadra31.wordpress.com/wiki/Otak" title="Otak">otak</a> (<a href="http://bhadra31.wordpress.com/wiki/Bahasa_Latin" title="Bahasa Latin">Latin</a>: '<b>ensefalon'</b>) dan <a href="http://bhadra31.wordpress.com/wiki/Sumsum_tulang_belakang" title="Sumsum tulang belakang">sumsum tulang belakang</a> (<a href="http://bhadra31.wordpress.com/wiki/Bahasa_Latin" title="Bahasa Latin">Latin</a>: '<b>medula spinalis'</b>). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput <i>meninges</i>. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut <i>meningitis</i>.</p>
<p>Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><i><b>Durameter</b></i>; merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak.</li>
<li><i><b>Araknoid</b></i>; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan <i>serebrospinalis</i>; semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput araknoid adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.</li>
<li><i><b>Piameter</b></i>. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak. Agaknya lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme.</li>
</ol>
<p>Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:</p>
<ol>
<li>badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (<i>substansi grissea</i>)</li>
<li>serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (<i>substansi alba</i>)</li>
<li>sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat</li>
</ol>
<p>Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (<i>korteks</i>) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih.</p>
<p><a name="Otak" id="Otak"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://bhadra31.wordpress.com/w/index.php?title=Sistem_saraf_pusat&#38;action=edit&#38;section=1" title="Otak">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Otak</span></h2>
<p>Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol.</p>
<ul>
<li><b>Otak besar</b> (<i>serebrum</i>)
<dl>
<dd>Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. </dd>
<dd>Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang. </dd>
</dl>
</li>
</ul>
<ul>
<li><b>Otak tengah</b> (<i>mesensefalon</i>)
<dl>
<dd>Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran. </dd>
</dl>
</li>
</ul>
<ul>
<li><b>Otak kecil</b> (<i>serebelum</i>)
<dl>
<dd>Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. </dd>
</dl>
</li>
</ul>
<ul>
<li><b>Sumsum sambung</b> (<i>medulla oblongata</i>)
<dl>
<dd>Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. </dd>
<dd>Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip. </dd>
</dl>
</li>
</ul>
<ul>
<li><b>Jembatan varol</b> (<i>pons varoli</i>)
<dl>
<dd>Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum tulang belakang. </dd>
</dl>
</li>
</ul>
<p><a name="Sumsum_tulang_belakang_.28medulla_spinalis.29" id="Sumsum_tulang_belakang_.28medulla_spinalis.29"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://bhadra31.wordpress.com/w/index.php?title=Sistem_saraf_pusat&#38;action=edit&#38;section=2" title="Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Sumsum tulang belakang (<i>medulla spinalis</i>)</span></h2>
<p>Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu. Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (<i>asosiasi konektor</i>) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor</p>
<p><!--  Pre-expand include size: 6767/2048000 bytes Post-expand include size: 2023/2048000 bytes Template argument size: 881/2048000 bytes #ifexist count: 0/500 --><!-- Saved in parser cache with key idwiki:pcache:idhash:56924-0!1!0!!id!2 and timestamp 20080109093236 --></p>
<div class="printfooter">Diperoleh dari "<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_saraf_pusat">http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_saraf_pusat</a>"</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bagaimana agar Anak Kita Sehat dan Cerdas]]></title>
<link>http://bhadra31.wordpress.com/2008/01/18/bagaimana-agar-anak-kita-sehat-dan-cerdas/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 03:23:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhadra31</dc:creator>
<guid>http://bhadra31.wordpress.com/2008/01/18/bagaimana-agar-anak-kita-sehat-dan-cerdas/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana agar Anak Kita Sehat dan Cerdas ? Setiap orangtua pasti ingin memiliki anak yang sehat dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana agar Anak Kita Sehat dan Cerdas ? Setiap orangtua pasti ingin memiliki anak yang sehat dan cerdas. Segala daya dan upaya akan dilakukan oleh sang ibu dan ayah agar tujuan tersebut tercapai. Mulai dari sering mendengar musik klasik, minum vitamin, rajin berolahraga sampai memberikan susu formula yang mengandung AA dan DHA yang dipercaya dapat meningkatkan kecerdasan anak. Tidak banyak yang mengetahui bahwa ada cara yang mudah dan murah agar anak sehat dan cerdas. Dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, Ketua Sentra Laktasi Indonesia mengatakan, “Menyusui ASI eksklusif dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak.” Sayangnya, para ibu di Indonesia banyak yang tidak memberikan ASI kepada bayinya. Padahal dengan memberikan ASI, kesehatan dan kecerdasan sang bayi pun terjamin. Tidak hanya itu, sang ibu pun mendapatkan salah satu manfaat yaitu menjadi lebih jarang terkena kanker payudara. Tengoklah Nia (28), karyawati yang memiliki dua putri ini mengaku memberikan ASI dan vitamin yang bagus agar anaknya sehat dan cerdas. Ibu yang sangat peduli tentang kesehatan ini lebih memilih yang alami seperti ASI (Air Susu Ibu). Baginya, penting agar anak selalu diberi kasih sayang dan memenuhi kebutuhan psikologisnya. Anda mungkin bingung, bagaimana ASI dapat menyehatkan dan mencerdaskan anak anda?ASI jelas adalah hak sang bayi dan inisiasi menyusu dini ASI berperan penting dalam menyukseskan ASI eksklusif. Mengenai kelebihan ASI dibandingkan susu formula dan agar bijaksana dalam memilih dan menggunakan susu formula, Anda bisa simak uraian di bawah ini. Kunci Agar Anak Sehat dan Cerdas Sehat dan Cerdas dengan ASI Air Susu Ibu adalah Hak Bayi Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ASI Kelebihan ASI dibanding Susu Formula Problema Ibu Menyusui Bijaksana memilih dan menggunakan Susu Formula 1. Kunci Agar Anak Sehat dan Cerdas Ada 2 faktor yang mempengaruhi kecerdasan, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Menurut dr. Bernard Devlin dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, Amerika Serikat memperkirakan faktor genetik hanya menyumbang 48% dalam membentuk IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan. Lingkungan penting karena memiliki peran lebih besar daripada genetik. Faktor lingkungan terdiri dari asuh, asah dan asih. Asuh berarti memberikan kebutuhan untuk pertumbuhan fisik, Asah berarti memberikan stimulasi atau pendidikan, Asih berarti memberikan kebutuhan psychososial. Agar perkembangan kesehatan dan kecerdasan anak tidak terganggu, orang tua perlu menjaga nutrisi. Hal ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak terutama otak karena kepandaian berhubungan dengan pertumbuhan otak. “ASI Eksklusif adalah nutrisi terbaik dalam kualitas dan kuantitas pada saat masa lompatan pertumbuhan otak yang terjadi dari 0 sampai 6 bulan”, ungkap Dr. Utami Roesli, Sp.A yang baru saja berulang tahun di bulan September lalu. ASI mengandung nutrient yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain long chain polyunsaturated fatty acid (DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasi jaringan syaraf, taurin untuk neurontransmitter inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan selain bagus untuk perkembangan otak, juga bagus untuk mempersiapkan sistem pencernaan bayi karena pada saat lahir, enzim pencernaan bayi masih belum lengkap dan hanya bisa digunakan untuk mencerna ASI. Perlu diketahui bahwa ASI mengandung lebih dari 100 macam enzim yang membantu penyerapan zat gizi yang terkandung di dalam ASI. Lebih lanjut, dr. Utami Roesli, Sp.A yang lebih akrab disapa dr. Tami menambahkan, “Proses menyusui ASI tidak hanya sekedar memberi makan tapi juga mendidik dan memberikan kebutuhan psychososial”. Proses menyusui itu merupakan stimulasi bagi pendidikan anak karena ada kontak mata, diajak bicara, dipeluk, dan dielus-elus oleh sang ibu. 2. Sehat dan Cerdas dengan ASI Di luar negeri telah banyak dilakukan penelitian terhadap anak yang menyusui ASI lebih dari setengah abad yang lalu. Mulai dari Douglas tahun 1950 yang menemukan bahwa anak ASI lebih cepat bisa berjalan, sampai penelitian oleh Lucas (1996) dan Riva (1998) yang menemukan bahwa nilai IQ anak ASI lebih tinggi beberapa poin. Berdasarkan hasil studi Horwood &#38; Fergusson tahun 1998 terhadap 1000 anak berusia 13 tahun di Selandia Baru, tampak kecenderungan kenaikan lama pemberian ASI sesuai dengan peningkatan IQ, hasil tes kecerdasan standar, peningkatan rangking di sekolah dan peningkatan angka di sekolah. Tidak hanya itu, penelitian lain yang dilakukan di negara yang berbeda pada tahun 2002 juga seiya sekata dengan hasil studi Horwood &#38; Fergusson. Richards dkk di Inggris menemukan bahwa anak-anak yang diberi ASI secara bermakna menunjukkan hasil pendidikan yang lebih tinggi. Semua hasil penelitian tersebut menyakinkan manfaat positif memberikan ASI bahwa anak ASI lebih cerdas. Dr. Utami Roesli, Sp.A ini menegaskan, “ Anak yang diberi ASI akan lebih sehat, IQ lebih tinggi, EQ dan SQ lebih baik bahkan soleh dan soleha ”. Air Susu Ibu adalah Hak Bayi Kucing dan macan termasuk jenis mamalia yang ibunya melahirkan dan menyusui anaknya. Coba perhatikan bahwa susu induk kucing bisa dinikmati anak kucing dan susu induk macan bisa dinikmati oleh anak macan. Namun, air susu kucing tidak cocok untuk macan, demikian sebaliknya. “Tuhan telah menciptakan air susu ibu selalu cocok untuk anaknya”, ungkap dr. Utami Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC yang mengambil spesialis dokter anak di FK UNPAD, Bandung. Hebatnya lagi bahwa ASI yang dikeluarkan oleh payudara ibu berjumlah sesuai dengan yang bisa diserap oleh pencernaan si bayi. Bahkan anugrah yang satu ini juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan sang bayi secara real time, misalnya bila cuma haus maka akan lebih banyak cairan dan seterusnya. Meskipun dalam beberapa jam kelahirannya, bayi belum lapar atau haus karena masih ada bekal dari di dalam kandungan, bayi baru lahir berhak mendapatkan kolostrum yaitu cairan emas kaya antibodi yang pertama kali keluar dari puting payudara ibu setelah melahirkan. ASI merupakan hak anak untuk kelangsungan hidup bayi dan tumbuh kembang secara optimal. Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui anaknya. Pemberian ASI memiliki banyak manfaat yang terutama berperan dalam menyehatkan dan mencerdaskan bayi. ASI bermanfaat membentuk perkembangan intelegensia, rohani, dan perkembangan emosional karena selama disusui dalam dekapan ibu, bayi bersentuhan langsung dengan ibu, dan mendapatkan kehangatan kasih sayang dan rasa aman. Pentingnya Inisiasi Menyusu ASI Pada awal Agustus lalu, pekan ASI sedunia 2007 juga dirayakan di Indonesia dengan tema Menyusu “Satu Jam Pertama Kehidupan Dilanjutkan dengan Menyusu Eksklusif 6 Bulan, Menyelamatkan Lebih dari Satu Juta Bayi”. Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan Unicef yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini (early latch on) sebagai tindakan life saving, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22 persen dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. Menyusui satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi dinyatakan sebagai indikator global. “Ini merupakan hal baru bagi Indonesia, dan merupakan program pemerintah, sehingga diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan baik swasta, maupun masyarakat dapat mensosialisasikan dan melaksanakan mendukung suksesnya program tersebut, sehingga diharapkan akan tercapai sumber daya Indonesia yang berkwalitas, ”ujar Ibu Ani Yudhono dalam acara puncak pekan ASI Sedunia 2007. Inisiasi menyusu dini adalah dengan meletakkan bayi baru lahir di atas perut atau dada ibunya. Dalam waktu hampir 1 jam, bayi akan mulai bergerak mencari puting ibu dan mulai menyusu sendiri. Dr. Tami menyebutkan bahwa di luar negeri hal ini diketahui sudah lama tapi di Indonesia baru sejak tahun 2006 lalu. Inisiasi menyusu dini dapat membantu memunculkan refleks bayi untuk menyusui dan berperan penting untuk kesuksesan menjalankan ASI eksklusif. Sayangnya, belum semua tenaga kesehatan di Indonesia yang mengetahui hal ini. Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang pemberian air susu ibu secara eksklusif pada bayi di Indonesia sudah disahkan sejak 2004 lalu. Para ibu dan calon ibu dapat ikut mendukung program pemerintah dengan memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Mungkin hal kecil bagi kita tapi sangat berarti bagi kehidupan si bayi kelak. Kelebihan ASI dibanding Susu Formula Bayi yang diberi susu formula terancam obesitas. Kebanyakan susu formula berbasis susu sapi yang mengandung protein jauh lebih banyak dari protein manusia. Kita tahu bahwa hewan cenderung lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan manusia. Tidak heran sebuah penelitian menyebutkan bahwa bayi yang mendapat ASI tidak segemuk bayi yang mendapat susu formula. Pertumbuhannya lebih bagus dan jarang sakit. Tidak sedikit bayi diare akibat susu formula karena gula susu sapi (laktosa) pada beberapa bayi. Susu formula di pasaran kini banyak mengandung tambahan nutrisi berupa asam lemak seperti AA dan DHA yang dipercaya dapat mencerdaskan anak. Namun, bayi tidak memiliki kemampuan untuk mencerna semua zat gizi tersebut. Pada bayi produksi enzim belum sempurna untuk dapat mencerna lemak, sedangkan dalam ASI sudah disiapkan enzim lipase yang membantu mencerna lemak, dan enzim ini tidak terdapat pada susu formula atau susu hewan. Lemak yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal oleh tubuh bayi dari pada lemak yang ada pada susu formula, sehingga tinja bayi susu formula lebih banyak mengandung makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuhnya. Kemudian, di dalam ASI terkandung asam lemak esensial yang tidak didapat di dalam susu sapi atau susu formula. Asam lemak esensial ini dibutuhkan untuk pertumbuhan otak dan mata bayi, serta kesehatan pembuluh darah. Di dalam ASI juga terkandung Vitamin C, sehingga bayi ASI tidak perlu mendapat suplemen vitamin C, vitamin C biasanya diberikan untuk bayi-bayi yang diberi susu formula. Zat Besi sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga tidak terserang anemia (kekurangan darh akibat defisinesi zat besi). Saat dilahirkan bayi mempunyai persediaan cukup zat besi, tetapi itu kembali kepada ibunya, apakah saat hamil dia mempunyai persediaan zat besi yang cukup. Semua jenis susu mengandung sedikit zat besi sekitar 100ml, atau 0.5-0.7mg/i, namun perbedaannya zat besi yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal sampai 50% oleh bayi, berbeda dengan zat besi yang ada pada susu hewan yang hanya 10% saja. Pada tahun pertama kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap penyakit, sehingga memerlukan perlindungan ekstra dari ibunya. ASI mengandung sel-sel darah putih dan sejumlah faktor anti-infektif yang membantu melindungi bayi dari infeksi. ASI juga mengandung antibodi terhadap berbagai infeksi yang pernah dialami ibu sebelumnya. Problema Ibu Menyusui Dr. Utami Roesli menyayangkan bahwa kurangnya informasi adalah kendala terbesar ibu tidak menyusui ASI. Informasi tentang susu formula jauh lebih banyak dan meyakinkan dibandingkan ASI sehingga para ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya. ASI adalah satu-satunya yang baik untuk bayi. Ibu sebaiknya memahami mengenai susu formula sebelum memberikannya kepada bayi. Carilah informasi yang tepat dan seimbang mengenai susu formula dan ASI. Sangat disayangkan bahwa tidak semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif. Banyak faktor yang mempengaruhi sang ibu sehingga tidak bisa menyusui anaknya. Salah satunya adalah masalah psikologis ibu pasca melahirkan atau puting susu yang tidak normal. Bisa juga karena sakit kronis, infeksi payudara dan radang payudara. Kalau sudah begitu, jalan keluarnya adalah dengan memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula bagi bayi berumur di bawah satu tahun tidak dianjurkan. Dokter menyarankan agar bayi diberi ASI sampai berusia 6 bulan yang disebut dengan ASI Eksklusif dan tetap dilanjutkan sampai 2 tahun jika masih menyusui. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan ada kondisi dimana susu formula boleh diberikan. Susu formula hanya boleh diberikan pada keadaan sangat terbatas, yaitu telah dilakukan penilaian terhadap status menyusui dari ibu, dan relaktasi tidak memungkinkan serta diberikan hanya kepada anak yang tidak dapat menyusu, misalnya: anak piatu. 3. Bijaksana memilih dan menggunakan Susu Formula Secara umum prinsip pemilihan susu yang tepat dan baik untuk anak adalah susu yang sesuai dan bisa diterima sistem tubuh anak. Susu terbaik tidak harus susu yang disukai bayi atau susu yang harganya mahal. Bukan juga susu yang banyak dipakai oleh kebanyakan bayi atau susu yang paling laris. Susu terbaik harus tidak menimbulkan gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau kesulitan buang air besar. Susu yang terbaik juga harus tidak menimbulkan gangguan lainnya seperti batuk, sesak, gangguan kulit dan sebagainya. Penerimaan terhadap susu pada setiap anak sangat berbeda. Anak tertentu bisa menerima susu A, tetapi anak lainnya bila minum susu A terjadi diare, muntah atau malah sulit buang air besar. Semua susu formula yang beredar di Indonesia dan di dunia harus sesuai dengan Standard RDA (Recomendation Dietery Allowence). Standar RDA untuk susu formula bayi adalah jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Dengan kata lain penggunaan apapun merek susu sapi formula yang sesuai usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut. Susu yang paling enak dan disukai bukan juga merupakan pertimbangan utama pemilihan susu. Meskipun susu tersebut disukai anak, tetapi bila menimbulkan banyak gangguan fungsi dan sistem tubuh maka akan menimbulkan banyak masalah kesehatan bagi anak. Tetapi sebaliknya bila gangguan saluran cerna anak baik dan tidak terganggu maka nafsu makan atau minum susu pada anak tidak akan terganggu. Penambahan AA, DHA, Spingomielin pada susu formula sebenarnya tidak merupakan pertimbangan utama pemilihan susu yang terbaik. Penambahan zat yang diharap berpengaruh terhadap kecerdasan anak memang masih sangat kontroversial. Banyak penelitian masih bertolakbelakang untuk menyikapi pendapat tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan pemberian AA dan DHA pada penderita prematur tampak lebih bermanfaat. Sedangkan pemberian pada bayi cukup bulan (bukan prematur) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna mempengaruhi kecerdasan. Sehingga WHO hanya merekomendasikan pemberian AA dan DHA hanya pada bayi prematur saja. Bagaimana strategi atau langkah yang tepat dalam melakukan pemilihan susu formula yang terbaik bagi anak: Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan apakah anak mempunyai resiko alergi atau intoleransi susu sapi. Resiko ini terjadi bila ada salah satu atau kedua orangtua pernah mengalami alergi, asma atau ketidak cocokan terhadap susu sapi. Langkah ke dua, harus cermat dalam mengamati kondisi dan gangguan yang terjadi pada anak sejak lahir. Gejala yang harus di amati adalah gejala gangguan saluran cerna, gangguan perilaku dan gangguan organ tubuh lainnya sejak bayi lahir. Bila terdapat resiko alergi dan gejala lain seperti di atas, harus lebih cermat dalam melakukan pemilihan susu. Kalau perlu lakukan konsultasi lebih jauh kepada dokter spesialis alergi anak, gastroenterologi anak atau metabolik dan endokrinologi anak. Cermati gangguan organ tubuh yang terjadi terus menerus dan terjadi jangka panjang seperti sering batuk, sesak, diare (buang air besar &#62; 2 kali perhari), sulit buang air besar. Bila terjadi sebaiknya harus lebih dicermati apakah gangguan ini berkaitan karena ketidakcocokan susu formula. Masalah harga. Sesuaikan pemilihan jenis susu dengan kondisi ekonomi keluarga. Harga susu tidak secara langsung berkaitan dengan kualitas kandungan gizinya. Meskipun susu tersebut murah belum tentu kalori, vitamin dan mineralnya kurang baik. Selama jumlah, jenisnya sesuai untuk usia anak dan tidak ada gangguan maka itu adalah susu yang terbaik untuk tumbuh kembang anak tersebut. Semua susu formula susu yang beredar untuk bayi dan anak jumlah kandungan kalori, vitamin dan mineralnya tidak berbeda jauh. Perbedaan harga tersebut mungkin dipengaruhi oleh penambahan kandungan AA, DHA dan sebagainya di dalam susu formula. Pemberian susu formula membutuhkan biaya yang besar. Untuk pembelian susu formula selama 6 bulan di Indonesia diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 7,920 trilyun – Rp. 14,720 trilyun. Padahal belum tentu keluarga-keluarga tersebut mampu secara ekonomi. Bukan tidak mungkin ekonomi mereka semakin terpuruk. Pertimbangan lainnya yang penting adalah mudah didapat, baik dalam hal tempat pembelian dan penyediaan produk. Berganti-ganti jenis susu untuk seorang anak tidak harus dikawatirkan selama tidak ada gangguan penerimaan susu tersebut. Bila tidak terdapat resiko dan gejala alergi langkah berikutnya coba susu formula yang sesuai usia anak apapun merek dan jenisnya. Amati tanda dan gejala yang ditimbulkan, bila tidak ada keluhan teruskan pemberian susu tersebut dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan anak.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gizi Ibu Pengaruhi Kecerdasan Anak]]></title>
<link>http://bhadra31.wordpress.com/2008/01/18/gizi-ibu-pengaruhi-kecerdasan-anak/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 03:22:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhadra31</dc:creator>
<guid>http://bhadra31.wordpress.com/2008/01/18/gizi-ibu-pengaruhi-kecerdasan-anak/</guid>
<description><![CDATA[Gizi Ibu Pengaruhi Kecerdasan Anak 

Selasa, 10 Februari, 2004 oleh: Siswono
Gizi.net - Pada saat ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><font size="3" color="#ff0000" face="verdana,arial,helvetica"><strong>Gizi Ibu Pengaruhi Kecerdasan Anak </strong></font></div>
<p><a name="newsitem1076388106,38553," title="newsitem1076388106,38553,"></a></p>
<p><font size="1" face="verdana,arial,helvetica">Selasa, 10 Februari, 2004 oleh: <a href="mailto:siswono@gizi.net">Siswono</a><br />
</font><font size="2" face="verdana,arial,helvetica"><b><font color="#ff0000">Gizi.net - </font></b>Pada saat bayi dilahirkan, 66 persen dari jumlah sel otak dan 25 persen dari berat otak orang dewasa telah tercapai.</font><font size="2" face="verdana,arial,helvetica">Sisanya akan ditentukan oleh keadaan gizi setelah lahir. Pertumbuhan otak yang sangat cepat tercapai pada dua fase, yaitu fase minggu ke 15-20 dan minggu ke 30 masa kehamilan, serta bulan ke 18 setelah kelahiran.</font><font size="2" face="verdana,arial,helvetica">Keadaan gizi yang buruk sewaktu bayi di dalam kandungan maupun setelah dilahirkan, mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perkembangan otaknya.</p>
<p>Hal tersebut harus benar-benar dimengerti oleh seorang ibu, karena para ibulah yang hamil dan menyusui serta berperan dalam memilih bahan pangan dan menyajikannya untuk kepentingan keluarga.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan Chase (1971) pada anak marmot yang dilahirkan dari induk yang menderita KEP selama kehamilannya, mengakibatkan terjadinya penurunan berat total otak sebanyak 15 persen, penurunan berat otak kecil sebesar 15 persen dan penurunan otak besar sebanyak 8 persen.</p>
<p>Sedangkan penelitiannya pada manusia menunjukkan, bahwa pada bayi BBLR terjadi penuru-nan berat total otak sebanyak 13 persen, penurunan otak kecil sebesar 30 persen dan penurunan otak besar sebanyak 12 persen.</p>
<p>Selain berat otak, jumlah sel otak juga mengalami penurunan. Bayi marmot yang lahir dari induk yang menderita KEP, akan mengalami penurunan jumlah sel otak sebesar 19 persen. Sedangkan pada bayi manusia dengan kondisi BBLR, terjadi penurunan jumlah sel otak kecil sebanyak 31 persen dan jumlah sel otak besar sebanyak 5 persen.</p>
<p>Berat otak manusia waktu lahir adalah sekitar 350 gram, kemudian berkembang menjadi 1000 gram pada saat umur satu tahun. Menjadi 1300 - 1400 gram pada masa pubertas.</p>
<p>Pada saat seseorang berumur 7 tahun, berat dan volume otak anak relatif sama dengan yang dimiliki oleh orang dewasa (95 persen perkembangan otak telah selesai). Namun demikian, tidak selalu sama antara satu orang dengan orang lain. Hal tersebut dipengaruhi oleh: status gizi, umur, bentuk tubuh, berat badan, jenis kelamin dan ras.</p>
<p>Suatu penelitian yang cukup menarik dilakukan terhadap 141 anak perempuan Korea yang terdiri atas 42 anak penderita KEP berat, 52 anak penderita KEP ringan dan sedang, serta 47 anak bergizi baik. Seluruh anak tersebut kemudian diadopsi oleh keluarga Amerika, sebelum mereka berumur dua tahun. Mereka selanjutnya dibesarkan di Amerika.</p>
<p>Hasil pengukuran tingkat kecerdasan pada umur tujuh tahun menunjukkan rata-rata IQ anak yang dulu menderita KEP berat adalah 102, KEP ringan dan sedang adalah 106 dan yang bergizi baik adalah 112. Peneli-tian tersebut menunjukkan, bahwa keadaan gizi di masa lalu dapat mempengaruhi kecerdasan anak di masa mendatang.</p>
<p>Di atas usia tujuh tahun hingga usia dewasa, perkemban-gan otak berjalan sangat lamban dan mencapai puncaknya pada usia 20 - 21 tahun pada pria dan lebih awal pada wanita. Berat otak rata-rata pada pria dewasa normal adalah 1424 g, sedangkan pada wanitanya adalah 1265 g.</p>
<p>Sejak usia 21 tahun berangsur-angsur mengalami penyusu-tan berat rata-rata 1 gram per tahun, yang disebabkan oleh rusaknya sel-sel syaraf otak rata-rata 50.000 per hari (jumlah sel otak normal adalah sekitar 10 milyar). Hal inilah yang mengakibatkan kenapa orang yang sudah lanjut usia, mulai menurun ingatannya dan menjadi pikun.</p>
<p>Penurunan daya ingat tersebut tentu saja berbeda-beda tiap orang. Salah satu di antaranya adalah dipengaruhi oleh gizi dalam makanan sehari-hari yang dikonsumsi orang tersebut.</p>
<p>Dengan demikian, betapa pentingnya gizi yang baik dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencerdasarkan kehidupan bangsa. Sudah selayaknya setiap ibu memiliki pengetahuan gizi yang memadai.<br />
Terutama dalam hal memilih dan memanfaatkan bahan-bahan pangan untuk kebutuhan diri sendiri dan keluarganya sehari-hari. Seperti di saat hamil, menyusui dan merawat serta membesarkan anak-anaknya sebagai aset dan investasi bangsa di kemudian hari. @</p>
<p>Sumber: Tabloid, Senior 6 Februari 2004</p>
<p><a href="http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1076388106,38553">http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1076388106,38553</a>,</p>
<p></font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kecerdasan Emosi Anak Jangan Jeblok ]]></title>
<link>http://bhadra31.wordpress.com/2008/01/18/kecerdasan-emosi-anak-jangan-jeblok/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 02:44:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhadra31</dc:creator>
<guid>http://bhadra31.wordpress.com/2008/01/18/kecerdasan-emosi-anak-jangan-jeblok/</guid>
<description><![CDATA[Kecerdasan intelektual tanpa iringan kecerdasan emosional membuat anak rentan menghadapi hidup dan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font size="+0">Kecerdasan intelektual tanpa iringan kecerdasan emosional membuat anak rentan menghadapi hidup dan kariernya kelak. Lintang, bukan nama sebenarnya, jadi malu sendiri gara-gara ulah anaknya. ''Ma, ada orang tua,'' teriak Nuri, anak tunggalnya yang menginjak remaja, dari teras. Saat itu, tamu yang datang adalah tetangga orang tua Lintang di kampung. Yang dilakukan Nuri bukannya menerima tamu, tetapi hanya berteriak memanggil ibunya.</font><font size="+0">Asal tahu saja, Nuri sedang belajar. Dan, kerja si langganan juara kelas ini memang cuma belajar dan belajar. Nuri memang anak membanggakan. Tapi pengalaman dengan tamu itu, tiba-tiba membuat Lintang tersentak, ada yang kurang pada anaknya. Biasanya orang tua memang sangat bangga apabila melihat anaknya cerdas dalam logika. Dapat menghitung dengan cepat, kemampuan menghafal, melakukan analisis-analisis ilmu pasti, jadi juara kelas. Di tingkat SMA, anak mendapatkan penjurusan di ilmu pasti. Padahal kecerdasan intelegensi tidaklah cukup bisa menjamin karier masa depan anak jika tak diimbangi dengan kecerdasan emosi dan spiritual.</p>
<p>Anak selain tidak bisa bersosialisasi juga kurang bisa mengendalikan emosinya bila menghadapi masalah. ''Biasanya malah orang tua melarang anaknya bergaul dan menyuruhnya belajar terus di rumah. Tindakan ini malah salah. Anak bisa menjadi tertekan,'' ujar psikolog Tika Bisono dalam seminar plus <i>Jurus Jitu Mengembangkan Potensi Anak</i> yang diselenggarakan Penerbit Erlangga di News Cafe'- Kemang, Jakarta Selatan, awal bulan ini. Hadir pula sebagai pembicara pakar anak Dr Seto Mulyadi.</p>
<p><b>Kemampuan pahami perasaan</b><br />
Kepada peserta seminar, Tika Bisono menyinggung tentang tujuh kecerdasan versi Prof Howard Gardner dari Harvard University. Yakni, logika matematika, visual spasial, linguistik, sosial atau interpersonal, intrapersonal atau introspeksi, musik dan fisik - kinetik. Walaupun setiap anak tidak bisa mempunyai semua aspek kecerdasan di atas, menurut Tika, paling tidak anak tersebut mempunyai kemampuan agak merata. Sehingga dalam setiap permasalahan, anak bisa mengatasi masalahnya secara mandiri. Di samping satu kemampuan yang menonjol.</p>
<p>Tapi, yang amat andilnya dalam keberhasilan seseorang ternyata tidak terletak pada kecerdasan intelektual belaka. Psikolog tamatan Universitas Indonesia ini menekankan pentingnya kecerdasan emosional dan spiritual. Ini adalah kemampuan anak memahami perasaan dan kesanggupannya mengelola perasaan. Di dalamnya termasuk kemampuan mengambil keputusan, penengah konflik, mengatasi tekanan, berlaku empati, berkomunikasi dan kemampuan membuka diri. Kemudian si anak mempunyai pengertian/berwawasan, penerimaan diri, kesadaran akan diri, tanggung jawab pribadi, keasertifan, kepribadian yang dinamis. ''Kecerdasan ini dipercaya bisa menunjang karier seseorang dalam bidang apa pun,'' ujarnya.</p>
<p>Di samping itu, ada lagi kemampuan memiliki karakter, antara lain perhatian akan sesama, kebijaksanaan, kharisma, pengertian dalam hal bersifat supernatural dan spiritual, kemampuan mendengar, pandangan luas, kesadaran, komitmen, dedikasi, keyakinan yang kuat atau meringankan beban. Untuk bisa menciptakan anak berkemampuan tersebut tidaklah semudah membalikkan tangan. Tapi tidaklah sesulit menegakkan benang basah. Apabila orang tua mempunyai perhatian penuh pada sang anak dan mendidik secara benar, tidak ada alasan akan tidak berhasil.</p>
<p><b>Sejak dalam kandungan</b><br />
Dr Seto Mulyadi yang juga menjadi pembicara dalam acara yang sama menambahkan, untuk menjadikan anak cerdas dalam emosi dan spiritual dimulai sejak anak dalam kandungan. Ketika masih dalam usia embrio, sang anak harus sering-sering dipeluk, dicium, belaian, senandung rindu, lewat perut sang ibu.</p>
<p>''Yang jelas kuncinya adalah rasa perhatian terhadap bayi yang ada dalam kandungan. Kalau perlu diajak berbicara atau bercerita pun tidak ada masalah,'' ujarnya. Mungkin kedengarannya sangat lucu atau terkadang dianggap gila dengan mengajak bicara bayi dalam kandungan. Tapi, kata Seto, sebenarnya cara ini sangat efektif dalam melatih rangsangan mental dalam membentuk pengalaman yang kaya. Bahkan berdasarkan penelitian para ahli, pertumbuhan fisik bayi dalam kandungan tak hanya membutuhkan makanan yang bergizi. Ia juga membutuhkan gizi mental yang tinggi bagi perkembangan kejiwaan. Terlebih lagi pada bayi yang baru dilahirkan.</p>
<p>Pengalaman berupa sentuhan yang hangat, dekapan, belaian, senandung lagu-lagu yang merdu atau aneka warna benda-benda yang bisa dilihat di sekelilingnya sangat bermakna bagi perkembangan jiwanya. Eric Erikson dalam terori psiko-sosialnya mengatakan, kelahiran bagi seorang bayi merupakan pengalaman traumatik yang pertama. Apabila bayi memperoleh sentuhan cinta yang hangat dalam awal tahun kehidupan, ia akan merasa bahwa dunia yang barunya aman. Begitu aman, lanjut Seto Mulyadi, sang bayi dengan penuh percaya diri akan dapat mengembangkan potensinya secara optimal. ''Dan dalam hal ini ibu memang mempunyai peranan penting. Terutama dalam pengembangan rasa percaya diri tingkat dasar,'' ujarnya.</p>
<p>Sentuhan cinta, jelas Seto, terkait dengan sentuhan fisik yang dilakukan ibu terhadap bayinya. Bahkan saat pertama ketika bayi lahir, penelitian menunjukkan, masa ini sangat peka bagi pembentukan ikatan antara ibu dan anak. Salah satu bukti dalam penelitian, bayi yang dipisah ibu pada jam-jam pertama setelah kelahiran cenderung akan mengembangkan pola ikatan ibu-anak yang berkurang. Sementara pada ibu dan bayi yang memperoleh kesempatan saling bersentuhan akan erat ikatannya. ''Sentuhan fisik inilah kata kuncinya,'' kata Seto. Karena selain dapat membuat rasa aman bayi, sentuhan seperti itu juga berfungsi mengembangkan komunikasi yang akrab antara ibu dan bayi sekaligus merangsang perkembangan emosi optimal.</p>
<p>Di mana letak peran ayah? Ayah tetap bisa memberikan peran lewat pelukan, dekapan, belaian, elusan lembut pada kepala bayi atau pijatan. Perlindungan dari ayah ini bisa dirasakan oleh si anak. ''Bila perlu ayah harus bisa memandikan bayi, mengganti popok, menyenandung lagu lembut atau menidurkan. Ini akan semakin melengkapi rangsangan mentalnya,'' tambah Seto. Peran orang tua dalam upaya mencerdaskan anak di rumah sangat penting. Karena itu, Seto menganjurkan setiap orang tua meluangkan waktu secara teratur bagi putra-putri balitanya di rumah.</p>
<p>sumber : <a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=160366&#38;kat_id=215&#38;kat_id1=&#38;kat_id2">http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=160366&#38;kat_id=215&#38;kat_id1=&#38;kat_id2</a>=</p>
<p></font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penyakit &amp; Nutrisi (E-K)]]></title>
<link>http://trillion.wordpress.com/2007/12/08/penyakit-nutrisi-e-k/</link>
<pubDate>Sat, 08 Dec 2007 02:23:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>trillion</dc:creator>
<guid>http://trillion.wordpress.com/2007/12/08/penyakit-nutrisi-e-k/</guid>
<description><![CDATA[Thursday, November 30, 200626. Empedu:Cal(1&#215;1)+Chito(2&#215;2)+Cordy(2&#215;3)
27. Epiliepsi:Ca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Thursday, November 30, 2006</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">26. Empedu:Cal(1x1)+Chito(2x2)+Cordy(2x3)<br />
27. Epiliepsi:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Bene(2x3)+Vigor(1x3)<br />
28. Epilepsi Anak:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;"> 3(1x1)+Cordy(2x3)<br />
29. Flek Hitam:Lechitin(1x1)+Vita(1x1)Mayfairer(1x1)<br />
30. Gigi(sakit):</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Tea(Bisa pakai Vita,Chit,Accup tergantung keluhan)<br />
31. Gondok:Cal(1x1)+Cordy(2x2)+ChitoChito(2x2)<br />
32. Ginjal:Cordy(2x3)+Vitality(Tanpa kalsium)<br />
33. Gonorhoe/spilis:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Cordy(2x3)<br />
34. Gusi Bengkak:Cal(1x1)+Chito(1x1)+Accuppoint<br />
35. Hamil(Nutrisi):</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Zinc(2x2)+Vita(1x1)<br />
36. Haid:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Zinc(2x2)<br />
37. Hepatitis/Lever:Lecithin(1x1)+Cordy(2x3)<br />
38. Hipertensi:Cal(1x1)+Chito(2x2)+Teh(1x1)+Vigor(2x2)+Accupo<br />
39. HIV/AIDS:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Cordy(2x3)+Vita(2x2)<br />
40. Insomnia:Cal(1x1)+Teh(1x1)+Bene(2x3)<br />
41. Jantung(sakit):Cal(1x1)+Cordy(2x3)+Bene(2x3)+Vigor(1x3)+Accupo<br />
42. Jerawat: Lecithin(1x1)+Zinc(2x3)+Vitality(1x1)<br />
43. Kandung Kemih:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Cordy (2x3)<br />
44. Kanker:Cal(1x1)+Chito(3x2)+Vigor(2x2)+Bene(2x3)+Teh(1x1)+Cordy (Tergantung stadiumnya 2x2/2x3/2x4/2x5)<br />
45. Kanker Payudara:sda<br />
46. Kanker Usus:Sda+Double(3x3)<br />
47. Kebas:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Vigor<br />
48. Kecerdasan Anak:IQ Meal(1x1)+Vita+Zinc<br />
49. Kelamin:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Cordy(2x3)<br />
50. Kembung(Perut):</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1+Double(3x3)+Chito<br />
51. Keracunan(Mak):Cal(1x1)+Chito(2x2)<br />
52. Keropos Tulang:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Zinc+Vita+Vigor<br />
53. Kesuburan:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Zinc(2x2)+Vita(1x1)+Cordy<br />
54. Ketombe:</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">Cal</span><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Verdana;">(1x1)+Zinc(2x2)+ABPR<br />
55. Kista:Cal(1x1)+Chito(2x2)+Cordy<br />
56. Kolesterol:Cal(1x1)+Tea(1x1)+Bene(2x3)+Vigor(1x3)+Vita(1x1)<br />
57. Kulit(Perawatan):Lecithin(1x1)+Vita(1x1)+Mayfairer</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bertubuh Montok, Jaminan Anak Cerdas?]]></title>
<link>http://oregade.wordpress.com/2007/12/07/bertubuh-montok-jaminan-anak-cerdas/</link>
<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 02:10:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rozi</dc:creator>
<guid>http://oregade.wordpress.com/2007/12/07/bertubuh-montok-jaminan-anak-cerdas/</guid>
<description><![CDATA[Tak bisa dipungkiri tubuh kurus sudah jadi tren saat ini, tapi bagi wanita yang memiliki badan monto]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tak bisa dipungkiri tubuh kurus sudah jadi tren saat ini, tapi bagi wanita yang memiliki badan montok dengan pinggul padat berisi dan pinggang ramping tak perlu khawatir. Pasalnya wanita yang memiliki bentuk tubuh layaknya 'jam pasir' ini cenderung memiliki anak yang cerdas.</p>
<p>Pernyataan ini terungkap setelah para peneliti dari Universities of Pittsburgh dan California, Amerika, menganalisa 16 ribu wanita dan remaja putri yang berbadan montok, pinggul berisi, dan pinggang ramping ternyata mampu menyelesaikan tes psikologis dan cognitive lebih baik dibanding wanita yang berbadan kurus, begitu pun dengan anak-anak yang lahir dari wanita berpinggul padat.<!--more--></p>
<p>Semakin besar perbedaan ukuran lekuk antara pinggang dan pinggul, hasilnya akan semakin baik, tulis para periset dalam jurnal Evolution and Human Behaviour, seperti dilansir dari BBC, Selasa (13/11/07).</p>
<p>Mereka menganggap kecerdasan yang didapat dari anak-anak yang terlahir dari wanita berpinggul penuh ini terkait dengan ditemukannya kandungan fatty acids (asam lemak) pada pinggul.</p>
<p>Di area ini, asam lemak mengandung omega-3, yang mampu memperbaiki kemampuan mental wanita pada saat hamil, dan juga perkembangan kecerdasan janin dalam kandungan.<br />
Meski hasil analisa yang didapat mengejutkan, namun para ahli tak serta merta menganggap hasil studi mereka bisa diamini publik. Karena kecerdasan setiap anak juga ditentukan dengan kelas sosial, kondisi ekonomi, psikologis, dan tak menutup kemungkinan ibu juga memegang peran dominan.</p>
<p>Martin Tovee, salah satu peneliti dari Newcastle University, menyambut baik hasil penelitian. Terlebih bagi para pria bisa menggunakan hasil penelitian ini untuk memulai 'berburu' pasangan yang setidaknya mampu memberikan keturunan yang cerdas.</p>
<p>"Secara logisnya, pria akan tertarik dengan wanita berpinggul padat dan tubuh berisi. Wanita yang masuk dalam kategori ini tentu saja memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik, dan berpeluang memiliki anak yang sehat dan cerdas. Dan pasti potensial untuk dijadikan pasangan hidup," jelas Tovee yang mencontohkan sosok Nigella Lawson, salah satu wanita cerdas kelahiran London, yang berprofesi sebagai jurnalis, penulis buku masakan, presenter TV, yang memang dikenal bertubuh sensual dan berisi.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki tubuh montok? Atau masih bertahan dengan ukuran zero size Anda?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ensiklopedia Bocah Muslim]]></title>
<link>http://mizandiansemesta.wordpress.com/2007/09/30/ensiklopedia-bocah-muslim/</link>
<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 12:42:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>imron</dc:creator>
<guid>http://mizandiansemesta.wordpress.com/2007/09/30/ensiklopedia-bocah-muslim/</guid>
<description><![CDATA[

Ensiklopedi Bocah Muslim adalah buku referensial anak muslim Indonesia yang pertama. Menyajikan :I]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a title="EBM" href="http://mizandiansemesta.wordpress.com/files/2007/09/ebm1.jpg"></a></p>
<p align="center"><a title="Ensiklopedi Bocah Muslim" href="http://mizandiansemesta.wordpress.com/files/2008/03/ebm.jpg"><img src="http://mizandiansemesta.wordpress.com/files/2008/03/ebm.thumbnail.jpg" alt="Ensiklopedi Bocah Muslim" /></a></p>
<p align="center">Ensiklopedi Bocah Muslim adalah buku referensial anak muslim Indonesia yang pertama. Menyajikan :Islam agamaku, Tubuhku, Indonesiaku, Masyarakat &#38; Bangsa, Tokoh Idolaku, Sejarah, Seni, Mamalia, Burung &#38; Serangga, Reftil &#38; Ampibi, Tumbuhan, Bumi kita, Alam semesta, Sains, Teknologi). Elemen-elemennya dirancang untuk mengembangkan 9 kecerdasan anak (Kinestetik, Linguistik, Matematis logis, Spasial, Visual, Interpersonal, Intrapersonal, Natural, Musikal). Materi disampaikan melalui kerangka tauhid (memandang sains dan agama bukan sesuatu yang terpisah). Dirancang khusus untuk mengembangkan IQ, EQ dan SQ.</p>
<p align="center">Penjelasan buku  <a title="EBM" href="http://mizandiansemesta.wordpress.com/files/2007/10/ebm.pdf">Ensik</a><a title="EBM" href="http://mizandiansemesta.wordpress.com/files/2007/10/ebm.pdf">lope</a><a title="EBM" href="http://mizandiansemesta.wordpress.com/files/2007/10/ebm.pdf">dia Bocah Muslim</a></p>
<p align="center">Tema yang luas mencakup Al-Islam, manusia, kehidupan masyarakat, sejarah, seni, dunia binatang dan ekosistem, geografi, geologi, astronomi, sains, dan teknologi. Bahasa bertutur yang mudah dipahami dan tetap ilmiah.</p>
<p align="center">Dilengkapi kutipan Ayat Al-Qur'an, Hadits Nabi, Kata Mutiara dan Do'a.</p>
<p align="center"><em>Kotak Aktivitas</em> membantu anak lebih memahami materi yang disajikan. Berbagai jenis aktivitas sangat membantu melatih kecerdasan kinestetik (fisik) anak.</p>
<p align="center"><em> Kosakata</em> menyajikan kamus mini tiga bahasa serta memperkenalkan istilah-istilah agama dan istilah teknis berbagai disiplin ilmu. Rubrik ini sangat membantu perkembangan kecerdasan linguistik anak.</p>
<p align="center"><em>Fasilitas Lacak</em> atau indeks terusan membantu anak menghubungkan satu tema dengan tema yang lain. Rubrik ini melatih anak untuk mengelompokkan, membedakan, menghubungkan, dan berbagai kecakapan logis matematis lainnya.</p>
<p align="center"><em>Kisah-kisah</em> memukau membantu menguatkan kesan anak terhadap materi yang disajikan. Kisah-kisah yang sarat pesan moral membantu meningkatkan kecerdasan intrapersonal dan interpersonal. Data-data teknis yang lebih detil disajikan dalam Catatan Kecilku. Informasi tambahan dan tips keayahbuandaan disajikan dalam rubrik khusus Untuk Ayah dan Ibuku.</p>
<p align="center">Lebih dari 8.000 ilustrasi yang terdiri dari foto, gambar realis, kartun, dan vignet membantu mengasah kecerdasan visual/spasial anak. serta elemen-elemen lain yang membantu mengembangkan 9 jenis kecerdasan anak Anda.</p>
<p align="center">Spesifikasi : <a title="EBM" href="http://mizandiansemesta.wordpress.com/files/2007/09/ebm1.jpg"></a></p>
<p align="center">Terdiri dari : 15 Jilid. 44-56 Halaman per Jilid.</p>
<p align="center">Hardcover.</p>
<p align="center">Kertas Isi Matpaper 120 gr.</p>
<p align="center">Editor Ahli : KH. Miftah Faridl, DR. Moedji Raharto, DR. Taufikurrahman,</p>
<p align="center">Museum Geologi, Yasraf Amir Piliang.</p>
<p align="center">Editor Kepala : Irfan AmaLee</p>
<p align="center">15 TEMA : ISLAM AGAMAKU. TUBUHKU. INDONESIAKU. MASYARAKAT &#38; BANGSA. TOKOH IDOLA. SEJARAH. SENI. DUNIA BINATANG &#38; MAMALIA. BURUNG &#38; SERANGGA. IKAN, REFTIL &#38; AMPHIBI. TUMBUHAN. BUMI KITA. ALAM SEMESTA. SAINS. TEKNOLOGI</p>
<p align="center"><strong>Mengapa Ensiklopedi Bocah Muslim Penting untuk Anak Anda?</strong></p>
<p align="center"><strong></strong><br />
1.Ensiklopedi Bocah Muslim menyajikan dasar-dasar agama dan ilmu pengetahuan<br />
secara padu.<br />
2.Tema yang luas mencakup Al-Islam, kehidupan social, sejarah, seni, dunia binatang<br />
dan ekosistem, geografi, geologi, astronomi, sains, dan teknologi.<br />
3.Bahasa bertutur yang mudah dipahami dan tetap ilmiah.<br />
4.Dilengkapi kutipan ayat Al-Quran, Hadis Nabi, Kata Mutiara, dan Doa.<br />
5.Dilengkapi kotak aktivitas yang membantu anak lebih memahami materi<br />
yang disajikan. Berbagai aktivitas yang disajikan dirancang untuk melatih<br />
kecerdasan kinestetik (fisik) anak.<br />
6.Kotakata menyajikan kamus mini tiga bahasa serta memperkenalkan istilah-istilah<br />
agama, dan istilah teknis berbagai disiplin ilmu. Rubrik ini sangat membantu<br />
perkembangan kecerdasan linguistic anak.<br />
7.Fasilitas Lacak atau Indeks terusan membantu anak menghubungkan satu tema<br />
dengan tema lain. Rubrik ini melatih anak untuk mengelompokkan, membedakan,<br />
menghubungkan, dan berbagai kecakapan logis matematis lainnya.<br />
8.Kisah-kisah memukau yang membantu menguatkan kesan anak terhadap materi<br />
yang disajikan. Kisah-kisah yang sarat pesan moral membantu meningkatkan<br />
kecerdasan intrapersonal dan interpersonal.<br />
9. Data-data teknis yang lebih detil disajikan dalam Catatan Kecilku.<br />
10.Informasi tambahan dan tips keayahbundaan disajikan dalam rubrik khusus Untuk<br />
Ayah dan Ibuku.<br />
11.Lebih dari 8.000 ilustrasi yang terdiri dari foto, gambar realis, kartun, dan vignet.<br />
12.Semua materi telah ditashih oleh para pakar yang kompeten di bidangnya.<br />
13.Ensiklopedi Bocah Muslim dirancang khusus untuk mendukung pengembangan IQ,<br />
EQ, dan SQ.
</p>
<p align="center">MANFAAT KESELURUHAN ENSIKLOPEDI BOCAH MUSLIM :</p>
<p align="center">Membantu anak memahami konsep dasar Islam dalam memandang berbagai aspek kehidupan<br />
Merangsang rasa ingin tahu (kuriositas) dan suka membaca<br />
Mengembangkan kemampuan anak dalam memahami nilai, norma dan tindakan-tindakan serta dampak-dampaknya<br />
Membangun pengetahuan dasar yang kuat pada diri anak sehingga anak menjadi siap dan unggul<br />
Membantu anak mengembangkan potensi berpikir yang integral (menyangkut sembilan kecerdasan)
</p>
<p align="center"><a title="Komentar Buku" href="http://mizandiansemesta.wordpress.com/2008/06/17/tentang-ensiklopedi-bocah-muslim/">Komentar</a></p>
<p align="center"><a title="Contoh Buku" href="http://mizandiansemesta.wordpress.com/2008/06/11/contoh-halaman-ebm/">Contoh Halaman</a> EBM</p>
<p align="center">
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
