<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>kafir &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/kafir/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "kafir"</description>
	<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 18:03:47 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Manuskrip Islam dalam "Genggaman” Barat [1]]]></title>
<link>http://idrusali85.wordpress.com/?p=789</link>
<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 12:21:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>yg nulis</dc:creator>
<guid>http://idrusali85.wordpress.com/?p=789</guid>
<description><![CDATA[sumber hidayatullah.com
Jutaan karya ulama masih terabaikan. Padahal, itu sumbangan penting menuju k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>sumber hidayatullah.com<br />
Jutaan karya ulama masih terabaikan. Padahal, itu sumbangan penting menuju kembalinya kejayaan Islam. Anehnya lagi, malah tersimpan di perpustakan Barat. Bagaimana bisa terjadi? [bagian pertama]<br />
ULAMA generasi salaf banyak yang produktif menulis kitab. Imam Suyuthi misalnya, menulis tak kurang 600 kitab. Demikian juga Imam Nawawi, ada ratusan kitab yang lahir dari penanya.<br />
Jangan dibayangkan kitab-kitab yang mereka tulis itu seperti buku sekarang. Kitab-kitab itu hanya berupa tulisan tangan. Itu pun, untuk membacanya butuh keahlian khusus. Jadi, tak semua orang mampu membacanya. Itulah yang disebut manuskrip atau naskah kuno.</p>
<p>Dalam bahasa Arab disebut mahthuthat, yakni karya seorang ulama yang masih berupa tulisan tangan. Atau perkataan ulama yang di-imla’-kan (didiktekan) kepada muridnya, atau para sahabatnya.</p>
<p>Memang, mayoritas manuskrip  (mahthutha) ditulis oleh penulisnya sendiri. Contohnya kitab Al Majmu’ah Al Fatawa, ditulis oleh Ibnu Taimiyah. Tapi ada juga yang ditulis oleh para murid dan sahabatnya, seperti kitab Al Umm. Kitab ini sejatinya bukan tulisan Imam Syafi’i, akan tetapi hasil dikte Imam Syafi’i kepada beberapa muridnya. Mereka adalah Al Muzani, Rabi’ bin Sulaiman  Al Buwaiti.<!--more--></p>
<p>Manuskrip memiliki kedudukan amat penting. Direktur Urusan Mahthuthat dalam Kementrian Urusan Mahthutat dan Pengetahuan Oman, Hamud bin Abdullah menyebutkan, manuskrip adalah bukti atas eksistensi pengetahuan sebuah umat dan dalil atas sebuah peradaban. Tentu, jika manuskrip umat Islam tidak terjaga dengan baik,  apalagi musnah atau pindah ke tangan pihak lain, bagaimana hendak menyatakan bahwa umat ini pernah memiliki peradaban cemerlang?</p>
<p>Tidak hanya itu, pengetahuan dan ilmu umat ini juga tersimpan di dalamnya. “ Ilmu itu meliputi  tafsir, Hadits, fikih, sejarah Islam, dan bahasa. Bahkan umat ini tidak akan benar-benar menjadi umat tanpa  “kekayaan itu”,” demikian menurut Syaikh Abdul Aziz Rajhi, Ketua Divisi Kajian Manuskrip di Universitas  Umar bin Abdul Aziz Saudi.  Bahkan ia berpendapat, menjaga manuskrip adalah fardhu kifayah. Jika tidak ada yang melakukan, maka semua umat Islam berdosa.</p>
<p>Menurut Abdul Aziz, buku-buku (Islam) yang sudah dicetak saat ini, amat sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah manuskrip yang tersimpan di perpustakaan-perpustakaan yang tersebar di pelbagai negara.</p>
<p>Doktor Hisam ‘Afanah dari Universitas Al Quds telah mendata jumlah manuskrip yang ia lakukan hingga tahun 1948. Hasilnya, ada 262 juta jilid manuskrip yang masih menumpuk di pelbagai perpustakaan. Belakangan, tersiar kabar bahwa jumlah sesungguhnya mencapai ratusan juta jilid.</p>
<p>Kadang, buku-buku yang telah dicetak pun terdapat banyak kesalahan, hingga perlu merujuk manuskrip untuk mengoreksinya. Kasus ini sering terjadi, dimana buku-buku hasil cetak beredar luas tanpa tahqiq atau si muhaqiq (orang yang men-tahqiq) tidak memiliki kemampuan cukup. Hasilnya, buku tersebut beda dengan manuskrip aslinya.</p>
<p>Kasus seperti ini pernah menimpa  kitab Siyar A’alam An Nubala, karya Imam Dzahabi, terbitan Dar al Ma’arif Mesir tahun 1953. Menurut Syeikh Shu’aib al Arna’uth, di dalam kitab ini  terdapat lebih dari seratus kesalahan.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi pada buku Al Adzkar karya Imam Nawawi yang diterbitkan Dar Huda, Riyadh, tahun 1984. Syaik Abdul Qadir Al ‘Arnau’uth, muhaqiq kitab tersebut menjumpai kesalahan fatal setelah kitab itu beredar.  Ada perubahan judul dan hilangnya beberapa teks. Hingga akhirnya buku tersebut ditarik dari pasar.</p>
<p>Juga kitab Dhafar Al Amani, karya Imam Laknawi yang diterbitkan oleh Dar Al Buhuts Emirat, tahun 1995. Menurut Syeikh Abdul Fatah Abu Ghuddah,  di dalam kitab ini ditemukan  lebih dari 678 kesalahan. </p>
<p>Walhasil, hanya manuskriplah yang bisa dijadikan bukti ada tidaknya kesalahan dalam buku yang telah dicetak. Manuskrip pula yang menjadi bukti betapa tingginya peradaban Islam masa lampau. Ia ibarat saksi bisu dari kejayaan Islam.</p>
<p>Sebagian kecil umat Islam sadar akan hal itu, sehingga “gerakan” tahqiq manuskrip digalakkan. Tahqiq sendiri adalah sebuah upaya untuk mengkaji sebuah manuskrip, hingga manuskrip tersebut dapat disalin dengan tulisan yang lebih mudah dibaca dan dipahami. Dengan begitu isi naskah tersebut siap untuk dicetak dalam jumlah yang lebih banyak.</p>
<p>Gerakan Mentahqiq</p>
<p>Kini, mayoritas universitas di Timur Tengah merekomendasikan kepada para mahaasiswa pasca sarjana untuk men-tahqiq manuskrip para ulama. Tugas itu dinilai sama dengan penulisan sebuah tesis atau disertasi. Sayangnya, di Indonesia tugas seperti ini belum populer.</p>
<p>Dengan adanya gerakan tahqiq, maka pengetahuan seputar tahqiq dan manuskrip diperlukan. Para ulama berhasil membukukan pengetahuan yang berhubungan dengan tahqiq dan manuskrip, yang biasa disebut ilmu manuskrip. Contohnya Nahwu Ilmi al Mahthutat al Arabi, milik Prof. Abdu as Satar al Khaluji, atau Al Kitab al Arabi al Mahthut wa Ilmu al Mahthuthat.</p>
<p>Bahkan tahun 2003, Ma’had Mahthutat Al Arabiyah (Institut Manuskrip Arab) di Kairo, telah membuka studi manuskrip, yang ditempuh selama dua tahun. Ma’had At Tarikh Al Arabi wa At Turats Al Ilmi (Institut Sejarah dan Peninggalan Keilmuan) di Iraq pun membuka jurusan yang sama, untuk tingkat magister dan doktoral. Sedangkan di Saudi ada Markaz Dirasat Al Islamiyah wa Al Mahthuthat (Pusat Studi Islam dan Manuskrip), yang juga membuka studi yang berkonsentrasi kepada kajian manuskrip.</p>
<p>Setelah itu mulai bermunculan institusi dan organisasi yang memiliki perhatian khusus terhadap penjagaan dan kelestarian manuskrip, seperti Dar Buhuts wa Ihya’ Turats Emirat. Lembaga ini siap mencetak hasil tahqiq, meng-copy manuskrip yang ada di negara-nagara Barat, menerbitkan jurnal dan katalog manuskrip. Juga menjaga dan memperbaiki manuskrip dari kerusakan, mengumpulkan manuskrip yang bertebaran di berbagai pesantren klasik dan masjid yang tidak terjaga, atau membeli manuskrip yang telah menjadi koleksi pribadi, serta mengadakan seminar seputar masalah manuskrip.</p>
<p>Bahkan saat ini sudah banyak situs-situs internet yang menyediakan copy manuskrip, dengan disertai data penulis, jumlah halaman, jenis, lebar, dan berat kertas. Tak lupa mencantumkan perpustakaan tempat manuskrip itu tersimpan.</p>
<p>Walau begitu, sampai saat ini umat Islam yang bergelut di bidang ini masih terbatas jumlahnya, apalagi di Indonesia. Hal ini dikarenakan beberapa hal, antara lain untuk melakukan tahqiq, seseorang harus menguasai disiplin ilmu tema buku yang hendak menjadi obyek. Juga mesti memahami bahasa Arab dan kaidahnya, karena manuskrip adalah tulisan tangan yang ditulis tanpa harakat, dan terkadang banyak coretan, serta urutan catatan tidak teratur. Bahkan, ada tulisan yang tidak jelas dikarenakan umur manuskrip sudah amat lama.<br />
Untuk memahami manuskrip, perlu merujuk kitab-kitab lain, bahkan manuskrip lain yang memiliki hubungan dengan pembahasan dalam manuskrip  tersebut. Katelitian dan kesabaran juga mutlak diperlukan, karena untuk memahami satu halaman teks bisa memerlukan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Apalagi pekerjaan seperti ini amat tidak “menjanjikan” jika dihitung secara materi. [Thoriq/diambil dari Majalah Suara Hidayatullah edisi April 2008/www.hidayatullah.com]</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekedar Tanggapan Atas Komentar Sry]]></title>
<link>http://ressay.wordpress.com/?p=870</link>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 11:30:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>ressay</dc:creator>
<guid>http://ressay.wordpress.com/?p=870</guid>
<description><![CDATA[
Sebetulnya agak begitu malas aku memenuhi keinginan seorang kawan. Dia membaca komentar dari saudar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://ressay.files.wordpress.com/2008/07/1_125908616m.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-877" src="http://ressay.wordpress.com/files/2008/07/1_125908616m.jpg" alt="" width="200" height="231" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sebetulnya agak begitu malas aku memenuhi keinginan seorang kawan. Dia membaca komentar dari <a href="http://ressay.wordpress.com/2007/04/10/ohkamis-kelabu-ii/#comment-5192">saudara sry</a>, yang tidak berani menunjukkan identitasnya bahkan sempat menggunakan nama lebih dari 1 hanya untuk sekedar berkomentar di weblog ini. Menurut kawanku itu, komentar dari saudara sry baiknya jika dijawab pada tulisan tersendiri.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Apa yang membuat aku malas? Karena apa yang ada pada komentar saudara sry betul-betul tidak membahayakan eksistensi pecinta Ahlulbayt. Apa yang beliau sampaikan tidak lebih dari sekedar propaganda dan fitnah yang dibumbui dengan ayat Al-Qur’an yang dia tafsirkan secara serampangan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Baiklah, untuk menghormati kawanku itu, aku mencoba untuk menanggapi komentar dari saudara sry.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Beberapa paragraf yang saya kutip berikut adalah komentar dari saudara sry untuk kemudian dibawahnya saya bubuhi tanggapan. </span></p>
<blockquote><p><span lang="PT-BR">Petikan Ressay ( Kaum Syiah ) :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">” Maka benar hadits Rasulullah dalam shahih muslim bahwa beliau meninggalkan kepada kita semua 2 buah pusaka yang mana jika kita berpegang teguh kepada keduanya, kita tidak akan tersesat sepeninggal beliau. yang pertama adalah Kitab Allah dan yang kedua Al-Itrah Ahlulbayt Nabi.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">umat Islam inilah salah satu bentuk tipu daya kaum kuffar ( karena mengaku - ngaku agama Islam maka dia termasuk juga MUNAFIK ) ..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Pertama dari Hadits di atas ia membenarkan Hadits Riwayat Muslim :<br />
tapi begitu masuk isi hadits, dengan kedustaannya dia mengganti kata ” As Sunnah ” dengan ” Al-Itrah Ahlulbayt Nabi ”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">bagaimana tidak sesat kalimat dari Nabi saja sudah berani mereka ganti-ganti …<br />
maka kaum muslim agar anda semua hati-hati, dengan propaganda Syiah mereka jelas ” KAFIR- KAFIR - KAFIR ”</span></p>
</blockquote>
<p><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Orang-orang yang telah menelaah kitab shahih muslim, niscaya mereka akan dapati hadits ats-tsaqalain tersebut yang menyebutkan bahwa Nabi itu meninggalkan kepada kita 2 perkara penting yang jika kita mengikutinya kita tidak akan tersesat sepeninggal beliau. Yang pertama adalah Kitab Allah dan yang kedua adalah Al-Itrah Ahlulbayt Nabi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Saya tidak akan berpanjang lebar, cukup mempromosikan weblog seorang kawanku yang senang sekali membedah kitab-kitab Ahlulsunnah. Berikut beberapa link yang bisa Anda baca dan pelajari:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"><a href="http://secondprince.wordpress.com/2007/07/21/hadis-tsaqalain/">http://secondprince.wordpress.com/2007/07/21/hadis-tsaqalain/</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"><a href="http://secondprince.wordpress.com/2007/10/11/jawaban-untuk-saudara-ja%e2%80%99far-tentang-ahlul-bait-ahlul-bait-dalam-hadis-tsaqalain/">http://secondprince.wordpress.com/2007/10/11/jawaban-untuk-saudara-ja%e2%80%99far-tentang-ahlul-bait-ahlul-bait-dalam-hadis-tsaqalain/</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"><a href="http://secondprince.wordpress.com/2007/10/30/kritik-terhadap-distorsi-hadis-tsaqalain/">http://secondprince.wordpress.com/2007/10/30/kritik-terhadap-distorsi-hadis-tsaqalain/</a></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"><a href="http://secondprince.wordpress.com/2008/04/30/tinjauan-ulang-hadis-tsaqalain/">http://secondprince.wordpress.com/2008/04/30/tinjauan-ulang-hadis-tsaqalain/</a></span></p>
<p><span lang="PT-BR"> </span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">apalagi kalau anda sudah baca tulisan kang Jalal ”<br />
dalam dialog nya Achsin’s site dia ( Jalal ) sudah mendukung Ahmadiyah ( yang jelas sesat Keluar dari ISLAM Fatwa MUI ), Paham Pluralisme agama ( yang sudah di Fatwa sesat MUI ), </span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Berikut petikan dialog kang Jalal : </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Penanya : Ijabi membela Ahmadiyah?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Jalal : Ya. Karena kita membela hak-hak minoritas apapun agamanya. Kita juga membela orang-orang Kristen yang diserang.</span></p>
</blockquote>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Betul sekali itu. Jika aku ditanya seperti itu, aku akan menjawab tidak jauh dari itu. Walaupun aku belum bisa memastikan keotentikan dialog tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Jika benar dialog dengan Kang Jalal itu seperti apa yang Anda copy pastekan, maka disana terlihat jelas bahwa IJABI tidak membela atau mendukung keyakinan Ahmadiyah. Tetapi membela hak-hak orang lain untuk beragama. Apalagi jika hak-hak orang untuk beragama itu harus tercerabut dengan cara-cara kekerasan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Jadi harus dibedakan, membela keyakinan Ahmadiyah dengan membela hak-hak beragama dari komunitas Ahmadiyah.</span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Penanya: Kenapa mengambil posisi seperti itu?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Jalal: Kita memegang prinsip pluralisme, itu ideologi kita. Pluralisme bukan hanya ditunjukkan toleransi, tapi membela kepentingan orang dalam mengekspresikan keyakinan agamanya. Dan itu dinyatakan dengan undang-undang maupun bagian dari deklarasi HAM.</span></p>
</blockquote>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pluralisme masih debatable. Pluralisme yang berkeyakinan bahwa semua agama itu benar, maka bentuk pluralisme itu harus kita tolak. Tetapi jika bentuk pluralisme itu adalah menganggap semua agama benar DENGAN ukuran mereka masing-masing, maka pluralisme itulah yang diusung oleh IJABI. Itu sepanjang yang saya ketahui. Saya harap Anda mampu membedakan kedua bentuk pluralisme tersebut.</span></p>
<blockquote><p><span lang="SV">Jadi kesimpulannya :</span><span lang="SV"> 1. Bagaimana mungkin sebuah kelompok yang sudah jelas-jelas menistakan agama ISLAM yang sempurna ini masih dia (Kang Jalal) dukung, maka ditaruh manakah akal pikirannya, katanya mengaku ISLAM tapi tidak bisa membedakan yang HAQ dan BATIL !!</span></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Menistakan darimana? Harus bisa dibedakan donk antara menistakan dengan berbeda. Ahmadiyah berbeda keyakinan dengan mayoritas umat Islam di Indonesia, itu benar. Tetapi Ahmadiyah menistakan agama Islam, ini yang menurutku sesat pikir. Bahkan Ahmadiyah itu sangat menghormati Nabi Muhammad. Syahadat mereka pun sama seperti mayoritas umat Islam. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Saya tekankan kepada para pembaca semua, dengan saya menulis tanggapan seperti diatas, tidak berarti saya sepakat dengan keyakinan Ahmadiyah. Tidak sama sekali.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Silakan di baca disini </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV"><a href="http://musadiqmarhaban.wordpress.com/about/safari-syiar-kristologi-bandung/">http://musadiqmarhaban.wordpress.com/about/safari-syiar-kristologi-bandung/</a></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">2. Prinsip dia ( Syiah / kang Jalal ) = Pluralisme ( SESAT )</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Sejak kapan pendapat Kang Jalal dianggap representasi dari pendapat Syi’ah? Aneh...</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Orang yang belum pernah terjun ke dalam wilayah keilmuan Syi’ah, dia memang akan beranggapan pendapat kang Jalal itu adalah pendapat Syi’ah. Padahal diantara Kang Jalal dengan Murtadha Muthahhari terkadang terjadi perbedaan penafsiran dan pendapat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Itulah kultur keilmuan dalam Syi’ah. Ulama bukan Tuhan yang harus disepakati pendapatnya, tetapi Ulama adalah orang yang patut kita hormati karena keilmuannya tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mengkritisi ulama.</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">3. Pluralisme = adalah Ideologi nya = ini sama dengan menentang Al Quran Surah = Al Maidah : 44-47</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Justru ayat ini sangat mendukung pluralisme. Penafsiran manusia terhadap suatu ayat al-Qur’an berbeda satu dengan yang lainya. Antara Ibnu Katsir dengan Jalaluddin As-Suyuthi saja berbeda. Lalu manakah penafsiran yang benar?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau aku sendiri (entah syi’ah secara mazhab berpendapat seperti ini juga atau tidak).</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">Penafsiran itu ada dua bentuk:</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span lang="PT-BR"><span>1.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="PT-BR">Penafsiran mutlak</span></p>
<p style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span lang="PT-BR"><span>2.<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="PT-BR">Penafsiran relatif</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Penafsiran mutlak ada ketika Rasulullah masih hidup. Namun ketika Rasulullah telah meninggal, siapakah yang berhak untuk menjadi penjelas makna dari ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an? Maka Rasulullah mewasiatkan kepada kita 2 perkara, Al-Qur’an dan Al-Itrah Ahlulbayt. Al-Qur’an sebagai pedoman dan Ahlulbayt sebagai penjelas atau penafsir.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Penafsiran relatif ini adalah penafsiran dari para ulama dan Mufassir terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. </span><span lang="SV">Masing-masing mufassir menafsirkan sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing. Ada yang senang menafsirkan ayat al-Qur’an dengan ayat Al-Qur’an yang lain. Ada yang senang menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan hadits Nabi, sekalipun hadits itu dhoif. Kalau gak salah yang terakhir itu adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal. Mohon diluruskan jika salah. </span></p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pantaslah jika kang jalal pemikirannya seperti ini, karena bagaimana dia bisa mendirikan sekolah / perguruan tinggi, membiayai operasionalnya Syiah di Indonesia kalau bukan dari Musuh-musuh ISLAM ..</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Menurutku ini hanya sekedar asumsi. Kalau mau ngikutin para pengacara-pengacara, saya akan berkata begini, ”Tunjukkan buktinya.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Hehehe...silakan ajukan bukti dari transkrip keuangan sekolah yang didirikan oleh kang Jalal. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Sayangnya untuk tantangan ini tidak mungkin bisa dia tunjukkan. Dia hanya bisa berasumsi. Padahal Al-Qur’an melarang keras berprasangka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">”Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali <span>persangkaan</span> saja. Sesungguhnya <span>persangkaan</span> itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran</span><span lang="SV">. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. Yunus 36)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Wallahu a’lam bishawab.</span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SEX DALAM PERANG UHUD Bag. 2]]></title>
<link>http://ak4037.wordpress.com/?p=35</link>
<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 11:50:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>ak4037</dc:creator>
<guid>http://ak4037.wordpress.com/?p=35</guid>
<description><![CDATA[Masih ingat dengan artikel mengenai Sex Dalam Perang Uhud&#8230;? Ternyata, setalah saya telusuri me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Masih ingat dengan artikel mengenai Sex Dalam Perang Uhud...? Ternyata, setalah saya telusuri memang si empunya yang nulis itu bener-bener mempunyai misi ingin menghancurkan dan memurtadkan umat Islam dengan fitnah-fitnah yang mereka buat. Faithfree itu sebenernya nama sebuah situs yang mempunyai misi menyebarkan kebencian terhadap Islam dengan memutarbalikkan fakta dan menterjemahkan ayat-ayat Al-Qur'an secara ngawur. Situs itu bernama <a href="http://www.faithfreedom.org/">faithfreedom.org</a> yang berbasis di Amerika, untuk indonesia anda bisa kunjungi <a href="http://www.indonesia.faithfreedom.org/">www.indonesia.faithfreedom.org</a> , di forum ini kalo menurut saya sangat mengerikan apa yang ditulis didiskusikan di dalam forum itu semuanya menyerang Islam. Coba anda kunjungi situs tersebut dan kemukakan apa pendapat anda. Memang dalam sejarah perkembangan Islam kelompok-kelompok seperti itu selalu ada tidak terkecuali di jaman sekarang ini jadi buat sodara-sodara ku berhati-hatilah pelajarilah Islam dengan Iman.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Proyek Asia Foundation di Indonesia ]]></title>
<link>http://agungsulistyo.wordpress.com/?p=209</link>
<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 06:31:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>agungsulistyo</dc:creator>
<guid>http://agungsulistyo.wordpress.com/?p=209</guid>
<description><![CDATA[The Asia Foundation (TAF) merupakan salah lembaga donor utama bagi LSM-LSM dan pusat studi di Indone]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>The Asia Foundation (TAF) merupakan salah lembaga donor utama bagi LSM-LSM dan pusat studi di Indonesia, termasuk puluhan organisasi <strong>sekuler</strong> yang tergabung di dalam <a href="http://akkbb.wordpress.com/">AKKBB</a>. Sebagai organisasi pendanaan, maka donasi yang diberikan TAF kepada LSM-LSM Indonesia (lihat daftar di bawah) bukanlah hadiah tanpa pamrih.    <img style="margin-right:5px;margin-top:10px;" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/the-asia-foundation.jpg" alt="" align="right" /></p>
<p>Tentu saja LSM-LSM tersebut harus mengikuti ketentuan dan persyaratan TAF agar mereka dapat memperoleh dana. Istilahnya “tidak ada makan siang gratis”.</p>
<p>Jadi dengan terdaftarnya LSM-LSM Indonesia, termasuk lembaga studi yang ada di perguruan tinggi di Indonesia, maka dapat dipastikan “independensi” mereka dari kepentingan TAF sirna. Sehingga berbagai <em>research</em> dan kegiatan-kegiatan mereka “patut dicurigai” untuk kepentingan asing.</p>
<p>Semoga informasi ini bermanfaat sehingga kita waspada terhadap LSM-LSM/organisasi <strong>KOMPRADOR</strong> yang membawa kepentingan asing dan berada di sekitar kita selama ini.</p>
<p>Informasi program TAF dapat diakses di halaman ini: <a href="http://www.asiafoundation.org/program/">http://www.asiafoundation.org/program/</a></p>
<p>————————————————————————-</p>
<h2><span style="color:#800000;">Indonesia Projects</span></h2>
<p class="parentProgram">Governance Programs</p>
<p class="subProgram">Elections and Legislative Development</p>
<h4>Antero News Agency</h4>
<p>Creation of voter-education public-service radio announcements for the Aceh elections.</p>
<h4>National Legislative Strengthening Program</h4>
<p>Support to improve the capacity of the Indonesian Parliament (DPR-RI) in undertaking its law-making, budgeting and overall supervision of executive branch mandate by providing direct technical assistance to MPs and their staffers through on-the-job training, roundtable discussions on strategic macro-economic issues, development of key policy papers, as well as improvement of the DPR’s secretariat session management and transcription system.</p>
<h4>National Secretariat of the People’s Voter Education Network (Sekretariat Nasional JPPR)</h4>
<p>Coordination of the JPPR network of 30 organizations to monitor the ongoing district head elections, develop voter education programs, and carry out advocacy at the national level on election-related issues; Support for the development of a database with the results of the ongoing district head elections and preparation for the 2009 national elections.</p>
<h4>Radio News Agency 68H</h4>
<p>Implementation of a Quick Count for the People’s Voter Education Network for a key strategic election; and contribution to voter education activities in Jakarta.</p>
<h4>The True Partner of Indonesian Women (MISPI)</h4>
<p>Capacity building for all women parliamentarians at the provincial and district levels in Aceh through trainings on policymaking, budgeting, and monitoring; Technical assistance for women parliamentarians in the provincial house and four select districts.</p>
<h4>The Wahid Institute</h4>
<p>Monitoring of discriminatory legislation and development of advocacy campaigns related to the legislation.</p>
<h4>Center for Pesantren and Democracy Studies (CePDeS)</h4>
<p>Advocacy to influence health-related polices of the local government of Jombang so that public health services more effectively respond to the needs and rights of the poor; Training for 150 religious leaders, government officials, and NGO activists to identify problems and possible solutions to local health issues and the health budget allocation.</p>
<p class="subProgram">Civil Society, Media Development, and Education</p>
<h4>Al Madani</h4>
<p>Development of a trafficking prevention curriculum to raise awareness among students at Acehnese Islamic high schools about the dangers of human trafficking; Training for 160 teachers and vice headmasters on trafficking issues and interactive teaching methodologies; Publishing and distribution of student workbooks and teachers guides for formal inclusion in civic education classes.</p>
<h4>The Center for Human Resources Development, Syarif Hidayatullah State Islamic University (PPSDM UIN)</h4>
<p>Improvement of participatory teaching methods in Islamic schools through training for 80 religious education teachers from senior secondary Islamic schools in five provinces; Development of teaching materials integrating contemporary issues; Development, publishing and distribution of civic bulletins.</p>
<h4>Balai Syura</h4>
<p>Networking and capacity-building program enabling women-led NGOs in Aceh to be more effective in planning and program implementation.</p>
<h4>Center for the Study of Religion, Politics and Society (PUSAPOM)</h4>
<p>Support for Indonesian government efforts to improve teacher quality; Training for 120 civic education teachers from junior secondary Islamic schools in Malang, Blitar, and Kediri to improve teacher competency; Development and publishing of civic textbook supplements to assist teachers in improving civic knowledge and values.</p>
<h4>Center for Teaching and Learning Development, Syarif Hidayatullah State Islamic University (CTLD UIN)</h4>
<p>Support for Indonesian government efforts to improve teacher quality through teacher training in competency improvements; Training for 215 civic education teachers and assistance in implementing a civic education program using updated and relevant teaching modules.</p>
<h4>Improving Life Skills Education</h4>
<p>Improvement of education for approximately 405,000 Indonesian students across five provinces through training for English, Civics, Math, and Information and Communications Technology (ICT) teachers in select junior secondary schools and for tutors from non-formal education providers offering the “Packet B” junior secondary school equivalency program.</p>
<h4>Indonesian Center for Civic Education, Syarif Hidayatullah State Islamic University (ICCE UIN)</h4>
<p>Improvement of civic education in Islamic state institutions by training 222 lecturers from 74 Islamic tertiary educational institutions across Indonesia on civic education materials and active learning pedagogy; Development and publishing of civic education textbooks, teaching methodology guides, and modules for outdoor activities.</p>
<h4>Indonesia Institute for the Empowerment of Society (INSEP)</h4>
<p>Improvement of the quality of education in Islamic boarding schools (dayah) in Aceh–specifically those with large enrollments of female students–through the provision of 23 fully-equipped computer labs and 30 libraries; Development of livelihood programs to assist with financial sustainability of female-majority dayah.</p>
<h4>Institute for Educational Research and Development, Yogyakarta Muhammadiyah University (LP3 UMY)</h4>
<p>Development and publishing of civic education textbooks and a civic journal; Training for 324 teachers from Muhammadiyah senior secondary schools located in Yogyakarta, Padang, Makassar and Ambon in civic education and active learning methodology.</p>
<h4>Institute for the Study of Community and Pesantren Development (LKPMP)</h4>
<p>Improvement of civic education in Islamic high schools in South Sulawesi through training for 70 civic education and religious education teachers on how to integrate participatory teaching methods into civic education courses; Development and publishing of civic education textbook supplements.</p>
<h4>The State Institute for Islamic Studies, Ar-Raniry (IAIN Ar-Raniry)</h4>
<p>Rebuilding and improvement of this Acehnese university’s library after its destruction in the tsunami.</p>
<h4>Civic Education</h4>
<p>With the Institute for the Study of Islam and Society (LKiS); Center for Teaching and Learning Development, Syarif Hidayatullah State Islamic University (CTLD UIN) - Improvement of civic education in Islamic schools in Banten, West Java through training for 85 junior secondary Islamic school teachers on civic education and participatory teaching methods; Printing of civic textbook supplements and modules for outdoor activities.</p>
<p class="subProgram">Islam and Development</p>
<h4>Center for the Study of Religion and Culture (CSRC)</h4>
<p>Production of a DVD film on “Islamic Philanthropy and Social Development in Contemporary Indonesia” to raise public understanding about Islamic philanthropy, particularly the way it can be used to pursue a social justice agenda.</p>
<h4>Center for Religious &#38; Cultural Studies, Gadjah Mada University (CSRS UGM)</h4>
<p>Production of a twice-monthly talk show discussing civic participation in conflict prevention for broadcast on TVRI Yogyakarta and simultaneously broadcast through Radio Republic Indonesia and its network of 58 radio stations throughout Indonesia.</p>
<h4>East Java Muhammadiyah’s Institute for Studies and Public Policy (LHKP PWM) Muhammadiyah Jawa Timur</h4>
<p>Improvement of budget literacy of religious leaders from Muhammadiyah in East Java to enable them to use their influence to establish policies that benefit the poor.</p>
<h4>East Java�s Indonesian Muslim Entrepreneur Network (JPMI)</h4>
<p>Increase private sector participation, especially among Muslim entrepreneurs, in economic policy reform through piloting cost-effective methods of halal certification for food and beverages in the city of Malang, allowing greater access for small enterprises.</p>
<h4>The Indonesian Healthy and Well Family Foundation (YKSSI); The Foundation of Empowerment for Community Welfare (YPKM)</h4>
<p>Strengthening of public participation, particularly among Islamic groups, in the local government budget planning and formulation process at the provincial level in Nusa Tenggara Barat through an “Islamic Forum” with over 7,000 participants.</p>
<h4>Institute for the Study of Islam and Society (LKiS)</h4>
<p>Development and publishing of three training modules to be used as handbooks for training students and activists on issues of civic participation and good governance.</p>
<h4>Institute for the Study of Religion and Philosophy (LSAF)</h4>
<p>Improvement of civic participation among students by training student leaders in seven major provincial cities; Development of a training manual for student leaders from major university campuses throughout Indonesia.</p>
<h4>International Center for Islam and Pluralism (ICIP)</h4>
<p>Training for 60 santri (students in Islamic schools) on various issues including regional legislation and conflict prevention; Training for select santri in journalistic writing to explore and write about issues of civic participation and good governance.</p>
<h4>The Jawa Pos Institute of Pro Autonomy (JPIP)</h4>
<p>Ten case studies on local initiatives engaging Islamic groups and NGOs to promote good governance and anti-poverty programs; Publishing of these case studies and distribution among Islamic groups and NGOs across Indonesia.</p>
<h4>Ma’arif Institute</h4>
<p>Conducting of a national conference on Islam, Good Governance, and Poverty in Indonesia for more than 200 representatives from Islamic organizations, local government, NGOs, universities, and media.</p>
<h4>Malang Regional Research and Information Center (PATTIRO Malang)</h4>
<p>Increasing public participation, particularly among Islamic groups, in local budgetary processes by forming a consortium of 24 local organizations to monitor local budget planning and formulation and conduct advocacy in the city of Blitar and the district of Madiun.</p>
<h4>Nahdlatul Ulama’s Institute for Human Resource Studies and Development (PP Lakpesdam NU)</h4>
<p>Training of 60 kyai (religious leaders) from 20 branches of Nahdlatul Ulama in Central Java in local budget literacy to enable them to bring about policies that benefit the poor; Strengthening public participation, particularly among Islamic groups, in local government budget planning and formulation processes in the districts of Sukoharjo, Jepara, and Cilacap.</p>
<h4>Paramadina University, Jakarta (PSIK)</h4>
<p>Public discussions on 38 campuses in major cities throughout Indonesia to broaden student perspectives on civic rights in contemporary Indonesia.</p>
<h4>Research Center and Information Center (PATTIRO)</h4>
<p>Assistance for local government to draft pro-poor regulations and pro-poor planning and budgeting processes in Solo, Pekalongan, Jeneponto, Barru, Pare-Pare, and Sumbawa Barat; Publishing of annual municipal budgets and distribution to the community.</p>
<h4>Sanggar Bandung</h4>
<p>In collaboration with Muhammadiyah Youth Association (IRM), strengthening of local government accountability and improvement of the education and health policies in Bandung through the development of a mechanism to calculate unit costs in the education and health sectors.</p>
<h4>Set Java</h4>
<p>Production of a documentary about the role of Islamic groups in promoting good governance and pro-poor polices; Screening of the film on Indonesia’s national television station and 10 local stations in five provinces.</p>
<h4>The Wahid Institute</h4>
<p>Writing of a monthly four-page supplement for publication in Tempo magazine on themes associated with Islam and development issues such as poverty, health, community development, education, and civic participation.</p>
<p class="subProgram">Law and Justice</p>
<h4>Fundacao Fatu Sinai Oecussi; Lembaga Advokasi Anti Kekerasan Masyarakat Sipil</h4>
<p>Cross-border dialogue program between border communities of Oecussi District, Timor-Leste<br />
and West Timor, Indonesia.</p>
<h4>Peace and Democracy Foundation; Yayasan Bentara Sabda Timor</h4>
<p>Cross-border dialogue program between border communities of the districts of Bobonaro and Covalima, Timor-Leste and West Timor, Indonesia.</p>
<h4>The Attorney General’s Office of Indonesia</h4>
<p>Technical assistance to the Attorney General’s Office of Indonesia to support reform of its<br />
organizational structure to improve both transparency and effectiveness, particularly<br />
through personnel systems and information systems; Technical assistance to improve training capacity.</p>
<h4>The Center for Human Rights Studies, Airlangga University (PUSHAM UNAIR)</h4>
<p>Technical assistance to the Surabaya Association of Community-Oriented Policing Working Groups, enhancing their organizational capacity and advocacy skills; Training for police<br />
officers stationed at the community level on human rights and skills in developing<br />
community-oriented policing.</p>
<h4>The Center for Human Rights Studies, Islamic University of Indonesia (PUSHAM UII)</h4>
<p>Promotion of civic values and a community-oriented policing approach to third-year police<br />
cadets of the National Police Academy; Technical assistance to enhance the organizational capacity of community-oriented policing working groups in Yogyakarta, including financial<br />
management, fundraising capacity, and public advocacy skills; Training for community police<br />
officers on human rights and community-oriented policing.</p>
<h4>Indonesia Corruption Watch (ICW)</h4>
<p>Finalization and presentation to the Judicial Commission of a transparent and accountable<br />
judicial supervisory system utilizing an electronic judicial profiling database; Advocacy<br />
for the swift and transparent selection of staff for the Witness and Victim Protection<br />
Agency; Development of two key policy papers for draft government regulation on agency<br />
procedures.</p>
<h4>The Institute for Social Policy Research and Advocacy (ELSAM)</h4>
<p>Capacity building for judges, prosecutors and investigators at four regional human rights<br />
courts in dealing with gross violations of human rights as stipulated under Indonesian and<br />
international humanitarian law.</p>
<h4>The Institute for Social Research, Democracy and Social Justice (PERCIK)</h4>
<p>Strengthening of police reform in Salatiga by providing assistance to community-oriented<br />
policing working groups to enhance their capacity in implementing community-oriented<br />
policing, including program building, socialization, and recruitment; Training community<br />
police officers on human rights and community-oriented policing.</p>
<h4>Manikaya Kauci Foundation</h4>
<p>Strengthening of police reform in Bali through community-oriented policing programs in three districts; Local public advocacy for financing from the regional government to sustain community-oriented policing programs; Training community police officers on human rights and community-oriented policing.</p>
<h4>The National Center for State Courts (NCSC)</h4>
<p>Provision of technical expertise and support from a senior justice sector advisor (a career<br />
prosecutor), to advise the Indonesian Attorney General’s Office on reform under the Justice<br />
Sector Reform Program.  NSCS is a US-based organization of the 50 state court systems.</p>
<h4>The National Commission for Human Rights (Komnas HAM)</h4>
<p>Development of a policy paper to amend the Law on the Human Rights Court No.26/2000.</p>
<h4>Radio News Agency 68H</h4>
<p>Production and broadcast of weekly, half-hour radio program and public service<br />
advertisements on current issues related to Indonesia’s legal reform and human rights<br />
protection initiatives.</p>
<h4>The True Partner of Indonesian Women (MISPI)</h4>
<p>Deployment of paralegals across three districts in Aceh to provide legal assistance to<br />
tsunami victims and other people in need.</p>
<p class="subProgram">Local Governance, Counter Corruption, and Conflict Management</p>
<h4>Anti-Corruption Movement (GeRAK)</h4>
<p>Civic education program on development planning and budget processes in Aceh, promoting<br />
community awareness about the impact of local government budget allocations on everyday living conditions and facilitating communication between community members and the government officials making budgetary decisions.</p>
<h4>Center for Regional Studies and Information (PATTIRO)</h4>
<p>Technical assistance for local government and civil society organizations in Bone District,<br />
South Sulawesi and the City of Pare-Pare to ensure that budgetary and development planning processes take into account gender issues and that budget allocations respond to the needs of women, the poor, and other disadvantaged groups.</p>
<h4>Civic Education and Budget Transparency (CiBA)</h4>
<p>Publishing of a reference book on budget processes that incorporate gender issues and<br />
respond to the needs of women; Technical assistance to local government and civil society organizations in Tana Toraja District, South Sulawesi to ensure that budgetary and development planning processes take into account gender issues and that budget allocations respond to the needs of women, the poor, and other disadvantaged groups.</p>
<h4>Coalition of Concerned Women of Palu (KPPA); Indonesian Community Development Foundation</h4>
<p>Technical assistance for local government and civil society organizations in the City of<br />
Palu, Central Sulawesi to ensure that budgetary and development planning processes take into account gender issues and that budget allocations respond to the needs of women, the poor, and other disadvantaged groups; Advocacy for the revision process of the Ministry’s<br />
Regulation No.13 in the Guidelines for Local Government Financial Management.</p>
<h4>Community and Economic Development Study Foundation (YLP2EM)</h4>
<p>Budget advocacy program in the City of Pare-Pare, South Sulawesi, providing community<br />
education on budget literacy and increasing the capacity of civil society organizations to<br />
analyze local budgetary planning processes with a gender perspective.</p>
<h4>Forum on Issues Concerning Women in South Sulawesi (FPMP SulSel)</h4>
<p>Budget advocacy program in the City of Makassar, South Sulawesi, providing community<br />
education on budget literacy and increasing the capacity of civil society organizations to<br />
analyze local budgetary planning processes with a gender perspective.</p>
<h4>Institute for Innovation and Participatory Development (INISIATIF)</h4>
<p>Development of gender sensitive and pro-poor guidelines for the implementation of local<br />
development planning meetings in cooperation with the Ministry of Home Affairs.</p>
<h4>Institute for Social Strengthening Studies (Indipt Kebumen)</h4>
<p>Technical assistance for local government in Kebumen to draft pro-poor regulations and<br />
pro-poor planning and budgeting processes.</p>
<h4>Institute for Women’s Empowerment Bone (LPP Bone)</h4>
<p>Budget advocacy program in Bone District, South Sulawesi, providing community education on budget literacy and increasing the capacity of civil society organizations to analyze local<br />
budgetary planning processes with a gender perspective.</p>
<h4>Kombongan Situru Foundation</h4>
<p>Budget advocacy program in Tana Toraja District, South Sulawesi, providing community<br />
education on budget literacy and increasing the capacity of civil society organizations to<br />
analyze local budgetary planning processes with a gender perspective.</p>
<h4>National Secretary of Indonesia Forum for Budget Transparency (Seknas Fitra)</h4>
<p>Creation of a “National Forum on Budget Advocacy Work for the Poor” for more than 100<br />
organizations across Indonesia, and development a “budget literacy tool” for Islamic groups<br />
and religious leaders.</p>
<h4>Swadaya Mitra Bangsa Foundation (YASMIB)</h4>
<p>Budget advocacy program in Polewali Mandar District, West Sulawesi, providing community<br />
education on budget literacy and increasing the capacity of civil society organizations to<br />
analyze local budgetary planning processes with a gender perspective.</p>
<p class="parentProgram">Women’s Program</p>
<h4>Antero News Agency</h4>
<p>Development of features highlighting stories on women’s empowerment efforts and their impact in Aceh.</p>
<h4>The Center for the Development of Women’s Resources (PPSW)</h4>
<p>Economic and social empowerment of Acehnese women through a village-based revolving-loans microfinance program benefiting more than 2,740 women across seven districts.</p>
<h4>The Center for Women and Gender Studies (PKWJ)</h4>
<p>Training and materials to support the Syiah Kuala University program engendering law<br />
curricula at four universities in Aceh.</p>
<h4>Institute for the Study of Islam and Society (LKiS)</h4>
<p>Institutional strengthening for the Association of Dayah Students in Aceh to support their<br />
efforts to promote gender equity through a mass media campaign.</p>
<h4>Putroe Kandee</h4>
<p>Training for nearly 90 percent of all Islamic court judges in Aceh to enable them to better<br />
understand gender issues and women’s legal rights.</p>
<h4>Syiah Kuala University, Aceh</h4>
<p>Incorporation of gender issues and gender awareness into the law curriculum at four<br />
prominent Acehnese universities through faculty trainings; Conduct of a moot court<br />
competition engaging students from the four universities in the intersection of gender and the law.</p>
<h4>Tikar Pandan</h4>
<p>Writing workshops for Acehnese high school students to help them develop a gender<br />
perspective through which to understand their society and shape their writing.</p>
<h4>WCC Rifka Annisa</h4>
<p>Support in establishing Aceh’s first women’s crisis center, WCC Hilma Annisa, including<br />
institutional capacity building and staff professional development.</p>
<p class="subProgram">Women’s Political Participation</p>
<h4>Center for Gender and Sexuality Studies, University of Indonesia</h4>
<p>Support for the initial preparation to increase women’s political representation in<br />
Indonesia through compilation of databases of women candidates from civil society networks.</p>
<h4>Center of Political Studies, University of Indonesia</h4>
<p>Support for the initial preparation to increase women’s political representation in<br />
Indonesia through the creation of a database of women candidates from all political parties;<br />
Publishing of a comprehensive analysis of political laws; Advocacy for inclusion of gender<br />
perspectives in the amendment of political laws.</p>
<h4>Women’s Journal Foundation (YJK)</h4>
<p>Advocacy for women’s political representation in Indonesia through a nationwide text message (SMS) campaign and printed media campaign.</p>
<p class="subProgram">Trafficking of Women and Children</p>
<h4>Association of Dayah Students (RTA)</h4>
<p>Campaign to prevent human trafficking by raising awareness of safe migration and gender<br />
issues among students in Islamic schools and surrounding communities.</p>
<h4>The Association of Indonesian Women for Justice (LBH Apik)</h4>
<p>Training and deployment of paralegals to seven districts in Aceh to provide legal services<br />
to women, particularly victims of gender-based violence and human trafficking.</p>
<h4>The Center for Women’s Resource Development in Borneo (PPSW Borneo)</h4>
<p>Community education program raising awareness about the dangers of human trafficking through grassroots women’s networks; Assistance to the City of Pontianak in developing local strategies to prevent and combat human trafficking.</p>
<h4>Fahmina Institute</h4>
<p>Strengthening of community-level task forces in West Java to combat human trafficking, and raising awareness of the dangers of human trafficking through a public campaign involving the production and distribution of leaflets and regular speeches by religious leaders; Support for the Aceh Anti-Trafficking Community Forum of religious and community leaders in Aceh as they work to raise awareness in their communities of the dangers of human trafficking.</p>
<h4>Indonesian Women’s Legal Aid Foundation for Justice Pontianak (YLBH-PIK Pontianak)</h4>
<p>Support for the implementation of the provincial Plan of Action to combat human trafficking<br />
in West Kalimantan; Technical assistance to the West Kalimantan government on how to utilize local policies and budgets to combat human trafficking.</p>
<h4>Institute of Social Study and Legal Aid (LSKBH)</h4>
<p>Strengthening multi-disciplinary, anti-trafficking task forces in Surabaya, East Java, and<br />
cooperation among law enforcement agents, local governments, CSOs, media, and lawyers for the protection of trafficking victims’ rights.</p>
<h4>The True Partner of Indonesian Women (MISPI)</h4>
<p>Support for the Aceh Anti-Trafficking Community Forum of religious and community leaders;<br />
Awareness-raising in Aceh of the dangers of human trafficking through public discussions and a media campaign</p>
<h4>Women’s Network for National Legislation Program (JKP3)</h4>
<p>Technical support for civil society advocacy and policy dialogues on the anti-trafficking<br />
bill deliberation process and technical assistance for parliamentary discussions of the<br />
anti-trafficking bill</p>
<p class="parentProgram">Economic Reform &#38; Development</p>
<h4>One Stop Shop (OSS) business licensing centers</h4>
<p>Akademika; Association for the Advancement of Small Business (PUPUK Surabaya); Bandung Trust Advisory Group (Btrust); BITRA Foundation Indonesia; Center for Micro and Small Enterprise Dynamic (CEMSED); Center for Regional Studies and Information (PATTIRO Malang); Center for Regional Studies and Information (PATTIRO Pekalongan); Center for Socio-Cultural and Economic Studies (PKSBE); Daya Prosumen Mandiri (DPM); Gorontalo Development Analysis Institute (LP2G); Just and Prosperous Foundation (YAS); Rural Technological Development Institute (LPTP); Syiah Kuala University (UNSYIAH)</p>
<p>Establishment and improvement of One Stop Shop (OSS) business licensing centers in 31 districts and cities in 10 provinces. OSS licensing centers simplify, expedite, and reduce the costs of the business permit application process. Indonesia ranks lowest in the region in terms of the number of days and procedures required to start a business. Simplified procedures are expected to increase formalization rates, thereby contributing to employment and enterprise creation.</p>
<h4>Regulatory Impact Assessment (RIA)</h4>
<p>Association for the Advancement of Small Business (PUPUK Surabaya); Bandung Trust Advisory Group (Btrust); Baraya Bhakti Mandiri Foundation (BBM); Center for Micro and Small Enterprise Dynamic (CEMSED); Center for Socio-Cultural and Economic Studies (PKSBE); Daya Prosumen Mandiri (DPM); Gorontalo Development Analysis Institute (LP2G); Just and Prosperous Foundation (YAS); Rural Technological Development Institute (LPTP)</p>
<p>Assistance with public policy reform through the introduction of Regulatory Impact Assessment (RIA) methods in 15 districts and cities in Indonesia. The RIA approach emphasizes public participation and cost benefit analysis in order to improve the regulatory drafting process. Local governments can use RIA to reduce the number of illegal and distorting regulations, thus reducing the overall regulatory burden on businesses in Indonesia.</p>
<h4>Information Communication Technology (ICT) Centers for SME associations (Forda UKM)</h4>
<p>Bandung Trust Advisory Group (Btrust); Center for Micro and Small Enterprise Dynamic (CEMSED); Rural Technological Development Institute (LPTP) Assistance for the provincial governments of West Java, Central Java, and North Sulawesi to develop One Stop Shop (OSS) monitoring tools and to establish provincial OSS. Technical assistance at the provincial level will complement the development of OSS at the district and city levels by providing a tool for monitoring and comparison, and for all districts and cities to share their experiences in areas of business license simplification and deregulation.</p>
<p>Establishment of integrated Information Communication Technology (ICT) Centers for SME associations (Forda UKM) in the District of Maros and the City of Manado in Sulawesi. These information centers provide business information for entrepreneurs, help to develop networks, and act as capacity-building and resource management tools for small and medium-sized enterprises (SMEs).</p>
<p class="subProgram">Regulatory Environment Reform</p>
<h4>Bandung Trust Advisory Group (Btrust)</h4>
<p>Assistance to the Ministry of Home Affairs in drafting the Ministerial Decree on One Stop<br />
Shops (OSS) and drafting OSS guidelines for local governments. Technical assistance at the<br />
national level has provided guidelines that all districts and cities can use, enhancing the<br />
replication of OSS in districts and cities that have not received technical assistance from<br />
donor organizations.</p>
<p>Completion of a study on government procurement processes. This study provides insights into the role of corruption in procurement and how this problem is currently being tackled by local governments in Indonesia, while also examining the role the Foundation can play in procurement reform.</p>
<h4>Bisnis Indonesia Newspaper</h4>
<p>Organization of the Provincial Round Table series, aimed at providing a policy dialogue<br />
forum for district/city governments, provincial governments, and local businesses. The<br />
objective of the dialogue series is to facilitate communication between provincial and<br />
district/city governments on investment climate issues.</p>
<h4>Center for Economic and Social Studies (CESS)</h4>
<p>Development of a baseline survey for the One Stop Shop (OSS) program; Methodology for<br />
mapping local business regulations for the OSS and Regulatory Impact Assessment programs. The baseline data allows the Foundation to measure progress and outputs resulting from technical assistance in various sites in Indonesia.</p>
<h4>Institute for Economic and Social Research, Faculty of Economics, University of Indonesia</h4>
<p>Implementation of a survey on domestic transportation in Indonesia which tracks<br />
infrastructure cost components, the regulatory environment, and the cost of road charges for<br />
the trucking industry in Indonesia.  This study will inform the Foundation’s future<br />
programming in the areas of regulatory reform and anti-corruption initiatives.</p>
<h4>National Network of SME Supporters (JNP UKM)</h4>
<p>Seminar series and talk shows to encourage women in Sulawesi to register their businesses;<br />
Improvement of the organizational and advocacy capacity of SME associations, including the<br />
women’s small business association in Sulawesi. Increased formalization allows women’s<br />
businesses to access credit and markets.</p>
<h4>Regional Autonomy Watch (KPPOD)</h4>
<p>Development of a new investment climate survey methodology, with assistance from AC Nielsen, focusing on economic governance; Implementation of this survey in half of all districts in Indonesia. The 2007 survey will poll 12,000 businesses in 243 cities and regencies, making it one of the largest in the world. The aim of the survey is to promote competition among local governments to create a more favorable investment climate, eradicate corruption and improve public services.</p>
<p class="subProgram">Trade &#38; Financial Sectors Reform</p>
<h4>Gamatechno Indonesia</h4>
<p>Assessment report on information technology (IT) opportunities for One Stop Shops (OSS) in Yogyakarta; Development and installation of an IT system for an OSS in Bantul, Yogyakarta. The IT system will further expedite business license application processing and ease<br />
tracking by applicants, leading to increased transparency and efficiency in business<br />
licensing in Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gus Dur]]></title>
<link>http://qflee.wordpress.com/?p=36</link>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 08:29:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>qflee</dc:creator>
<guid>http://qflee.wordpress.com/?p=36</guid>
<description><![CDATA[Hari ini saya membaca sebuah tulisan atau tepatnya hasil wawancara (maaf saya lupa siapa penulisnya)]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya membaca sebuah tulisan atau tepatnya hasil wawancara (maaf saya lupa siapa penulisnya) dari mantan presiden KH. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur. Judulnya pun takkalah menariknya "Kristen dan Yahudi Bukan Kafir" (maaf lagi kalau keliru).</p>
<p>Yang penting digaribawahi adalah figur atau sosok Gus Dur bukanlah sembarangan. Beliau adalah tokoh kelas dunia. Gagasan atau lontaran pemikiran yang sering diucapkan terkadang dianggap nyeleneh. Begitupun dengan hasil wawancara beliau tersebut.</p>
<p>Kalau kita mau melihat lebih jauh dari komentar Gus Dur sebenarnya ada hal yang paling esensial yang selama ini konsisten diperjuangkan oleh beliau.</p>
<p>Dan inilah salah satu nilai lebih dari sosok seperti Gus Dur. Konsisten terhadap toleransi keberagaman umat yang kontradiksi dengan latar belakang beliau sebagai salah satu pemimpin umat terbesar di Indonesia (NU).</p>
<p>Saya tidak ingin terlibat lebih jauh dalam menilai sosok Gus Dur dikaitkan dengan wawancara tersebut.  Namun saya hanya ingin menambahkan bahwa dalam hal menilai kadar ke-Islaman (kafir atau tidak) seseorang atau individu bukan dilihat dari segi "kulitnya" saja. Dan yang paling penting adalah jangan menjadikan penilaian-penilaian yang  bersifat normatif tersebut menjadi alasan pembenar untuk melemahkan sendi-sendi toleransi dalam beragama khususnya di tanah air tercinta ini.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Potret Kehidupan Salaf dalam Menyayangi Binatang]]></title>
<link>http://dwiheriyanto.wordpress.com/?p=212</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 23:30:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>herr</dc:creator>
<guid>http://dwiheriyanto.wordpress.com/?p=212</guid>
<description><![CDATA[Setiap kebaikan adalah dengan mengikuti generasi para salaf. Para pendahulu kita dari generasi perta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setiap kebaikan adalah dengan mengikuti generasi para salaf. Para pendahulu kita dari generasi pertama umat ini telah mencontohkan bagaimana semestinya menyayangi binatang. Hal ini berbeda jauh dengan kebiasaan orang kafir barat yang berlebihan dalam menyayangi binatang.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukankah kita lihat bersama bahwa orang kafir lebih senang memandikan anjing piaraannya, disisir rambutnya dan diajak jalan-jalan ketimbang memandikan dan berjalan-jalan bersama anaknya sendiri!? Ini baru contoh kecil yang kita lihat. Maka berikut ini dinukilkan perikehidupan para salaf dalam menyayangi binatang, bagaimana sikap yang benar terhadap binatang, tidak berlebihan dan tidak pula merendahkan.</p>
<p style="text-align:justify;">'Abdullah bin Ja'far berkata: "Suatu hari Rasulullah <em>Shallallahu 'alahi wa sallam</em> pernah masuk ke sebuah kebun milik seorang Anshar. Tiba-tiba beliau mendapati seekor unta ada di sana. Melihat Rasulullah <em>Shallallahu 'alahi wa sallam</em> datang, unta tersebut terharu dan menangis. Nabi pun menghampiri kemudian membelai kepala dan punuknya, sejenak unta tersebut terlihat diam dan tenang. Rasulullah <em>Shallallahu 'alahi wa sallam </em>lantas bertanya: "Milik siapa unta ini?" Datanglah seorang pemuda Anshar dan berkata: "Milik saya wahai Rasulullah." Rasulullah pun menasehatinya: "Tidakkah kamu takut kepada Allah terhadap binatang yang telah dijinakkan untukmu? Lihat unta ini mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya lapar dan lelah." (HR. Abu Dawud, Hakim, Ahmad)</p>
<p style="text-align:justify;"><!--moreRead more-->'Abdullah bin Mas'ud <em>radhiyallahu 'anhu</em> berkata: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah <em>Shallallahu 'alahi wa sallam</em>. Saat Rasulullah <em>Shallallahu 'alahi wa sallam</em> sedang menunaikan hajatnya, terlihat seekor burung kecil berwarna merah dan di sisinya ada seekor anak burung yang baru menetas. Lantas kami mengambil anak burung itu. Tiba-tiba burung kecil yang berwarna merah datang seraya mengepak-ngepakkan sayapnya dan bersuara. Sejurus kemudian Rasulullah <em>Shallallahu 'alahi wa sallam</em> datang dan bertanya: "Siapa yang telah membuat sedih burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikanlah anak itu kepadanya." (HR. Abu Dawud, Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Ada seekor anjing sedang berada di sekitar sumur air. Anjing itu hampir mati karena kehausan. Tidak jauh dari sumur, ada seorang wanita pezina dari kalangan Bani 'Israil. Lantas dengan sigap wanita itu pun melepas sepatunya dan mengambil air dari sumur, kemudian meminumkan air itu kepada anjing tersebut. Akhirnya wanita tersebut diampuni Allah dengan sebab perbuatannya. (HR. Bukhari, Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Mu'awiyah bin Qurrah berkata: Abu Darda' mempunyai seekor unta yang bernama Dumun. Apabila ada orang yang hendak meminjam unta tersebut, tidak lupa Abu Darda' berpesan kepada peminjam: "Jangan kalian bebankan ia kecuali ini dan itu, sesungguhnya unta ini tidak kuat membawa barang lebih banyak dari itu." Tatkala unta itu akan mati, Abu Darda' berkata kepada untanya: "Wahai Dumun, kamu jangan menuntutku besok pada hari kiamat di sisi Allah, karena aku tidak pernah membawakan barang kecuali yang engkau sanggupi!"</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Al Albani <em>rahimahullahu </em>berkata: "Inilah sebagian atsar-atsar yang bisa aku dapati hinga kini. Hal ini menunjukkan dalamnya pemahaman kaum muslimin generasi pertama terhadap bimbingan dan arahan Nabi Shallallahu 'alahi wa sallam untuk berlaku lebut kepada binatang. Berbeda dengan sangkaan sebagian orang bodoh terhadap Islam yang menyatakan bahwa orang kafir Eropalah yang pertama kali mengajarkan lemah lembut kepada binatang. Bahkan yang benar, orang kafir itulah yang mencomot adab ini dari Islam, mereka mengembangkan, mengatur dan menjadikan aturan negara, hingga berlaku lembut kepada binatang seolah-olah keistimewaan mereka?! Mereka telah tertipu, sebenarnya peraturan semacam ini masih diterapkan pada sebagian negeri Islam dan memang kaum musliminlah yang berhak akan hal itu." (<em>ash-Shahihah</em> I/69)</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: Majalah Al Furqon Edisi 11 Tahun V/Jumada Tsaniyyah 1427 H</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA['Kâfir...']]></title>
<link>http://skyturkvngenc.wordpress.com/?p=1117</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 19:16:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>skyturkvngenc</dc:creator>
<guid>http://skyturkvngenc.wordpress.com/?p=1117</guid>
<description><![CDATA[Yeni yayımlanan bir kitabın adı bu: Kâfir.
Somalili genç bir kadının hem yaşamöyküsünü v]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Yeni yayımlanan bir kitabın adı bu: Kâfir.</span></span></div>
<p style="color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Somalili genç bir kadının hem yaşamöyküsünü veren hem de düşüncelerindeki, duygularındaki değişimi anlatan bir yapıt. (Altın Kitaplar-Haziran 2008)</span></span></p>
<p style="color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Ayaan Hirsi Ali</strong><span>, Somalili bir ailenin kızı</span><span>. </span><span>İslam kurallarına göre yetiştirilen bir kız çocuğu. Küçük kız, çocukluğundan başlayarak din kurallarına göre yaşanan bir evdeki çocukluğu öğreniyoruz. Sonra Ayaan</span><span>’</span><span>ın ailesi, babanın Suudi Arabistan</span><span>’</span><span>da çalışması amacıyla bu ülkeye gidiyor.</span></span></p>
<p style="color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Sonra Ayaan Hirsi Ali Hollanda</span><span>’</span><span>ya gidiyor ve orada düşünmeye başlıyor.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>İnsanlar neden kendilerine öğretilenleri sorgulamıyor?</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Kadının itaatini sorgulayan </span><em>‘</em><em>İtaat</em><em>’</em><span> konulu bir sergi açmayı düşünüyor.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><em>“</em><em>Böyle bir serginin Müslümanlar için kabul edilebilir bir şey olmayacağının farkındaydım. Eğer dininizin ve kutsal kitabınızın mutlak olduğuna inandırılarak yetiştirilmişseniz geri kalan herkesin sizin gibi düşünmeyebileceğini ve kitabınızın tamamen kutsal olmadığını düşünebilmesini kabul etmek çok zor olacaktır.</em><em>”</em></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Ancak bu sergi girişimi ve benzeri çalışmaları fanatik din kesiminin tepkilerini almakta gecikmiyor ve Ayaan tepkiler, arkasından tehditler almaya başlıyor.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Yaşanmış ve yaşanmakta olan bu öykü, bir genç kadının öyküsü değildir.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Günümüzde din fanatizminin boyutlarını göstermesi bakımından çok dikkat çekicidir.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><em>“</em><em>İnancını istediği gibi yaşamak</em><em>” </em><span>adı altında sunulan masum demokratik bir istek görüntüsünün nasıl bir bağnazlık içerdiğini ortaya koyan yapıt, ilgi ile okunması gereken bir yaşam deneyimini gözler önüne seriyor.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Günlük yaşamda, eğitimde, ev yaşamında, erkek-kadın ilişkilerinde din eksenli bir anlayışın yaşamı nasıl biçimlendirdiği açıkça görülüyor.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Ülkemizde de </span><em>‘</em><em>türban</em><em>’</em><span>la başlayan isteklerin yavaş yavaş nerelere uzandığını artık herkes gördüğü için çok fazla bir şey söylemek gerekmiyor.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Önce üniversite öğrencilerine </span><em>‘</em><em>türban özgürlüğü!</em><em>’</em></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Sonra ilköğretim öğrencilerine bu</span><em> ‘</em><em>özgürlüğün yaygınlaşması</em><em>!’</em></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Arkadan inanç temelli okullar.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Sonrasında şeriat hukuku.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Dahasında din eksenli yaşam. İbadet yapmanın zorunluluğu.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Mahalle baskısı, çevre baskısı, çıkar baskısı</span><span>.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Aynı dinden olanlara ekonomik öncelikler.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>İnanmayanların suçlanması</span><span>.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Din temelli yaygın ayrımcılık.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Atatürk’<span>ün ve yaptıklarının reddi.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Sosyal travma açıklamaları</span><span>.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Atatürk</span><span>’</span><span>ü sevmeme, </span>Humeyni’<span>yi sevmeler.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><em>“</em><em>Halk bunu istiyor</em><em>” </em><span>zorlamaları</span><span>.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><em>“</em><em>Bir halifemiz olsun</em><em>”</em><span> istekleri.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><em>“</em><em>Halk isterse şeriat da gelir</em><em>” </em><span>meydan okumaları</span><span>.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Bu arada </span>Graham Fuller’<span>in Yeni Türkiye kitabındaki açıklamalar.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>CIA</span><span>’</span><span>nın eski Türkiye Masası</span><span> </span><span>Şefi</span><span>’</span><span>nden Türkiye analizleri.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Amerika</span><span>’</span><span>nın </span><em>‘</em><em>ılımlı</em><em> </em><em>İslam</em><em>’ </em><span>projesi.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>B(üyük) O(rtadoğu) P(rojesi).</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>AKP</span><span>’</span><span>nin açıkça desteklenmesi.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Amerika</span><span>’</span><span>nın Türkiye</span><span>’</span><span>ye biçtiği stratejik rolün uygulama aşamaları</span><span>.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Halkın gündelik yaşamdaki değişiklikleri zihinsel imgelere dönüştürmesi.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Hesaplanan toplumsal psikoloji.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Artık gizlenen, saklanan bir şey yok.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Her şey ortada, her şey açıkta.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Türkiye, yeniden </span><em>“</em><em>Ya bağımsızlık ya manda</em><em>” </em><span>ıkmazında.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Okunması gereken kitaplar yayımlanıyor.</span></span></p>
<p style="font-weight:bold;color:#000000;text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><span>Dünya küçük.</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Fatwa Syekh Jad Al-Haq Mengenai Para Pengikut Madzhab-madzhab Islam]]></title>
<link>http://ressay.wordpress.com/?p=815</link>
<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 14:38:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>ressay</dc:creator>
<guid>http://ressay.wordpress.com/?p=815</guid>
<description><![CDATA[
Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulull]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://ressay.files.wordpress.com/2008/07/vx3pa1_medine15.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-816" src="http://ressay.wordpress.com/files/2008/07/vx3pa1_medine15.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><span lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah. Amma Ba'du. Majalah 'Oktober' volume 4601 tanggal 25 Agustus 1985 memuat sebuah surat yang ditulis oleh Abdul Aziz Saqid kepada Syekh Al-Azhar saat itu, Syekh Jad Al-Haqq. Ringkasan dari surat dengan judul 'Al-Azhar Benteng Pertama Agama' tersebut adalah demikian; </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IN"><br />
Dalam sepekan terakhir, saya menerima surat yang ditulis oleh sejumlah aktivis pusat-pusat kegiatan Islam negara bagian Virginia Amerika yang isinya sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IN"><br />
"Musuh-musuh Islam terus melakukan langkah-langkah untuk menciptakan perpecahan di tengah warga minoritas muslim di negara-negara Afrika, Asia dan Amerika. </span><span lang="SV">Mereka mengemas berbagai isu perbedaan yang ada dengan kemasan agama. Mereka mengkfirkan para pengikut berbagai madzhab Syiah seperti Imamiyah, Zaidiyah, dan lainnya. Serangan licik ini dilakukan untuk memecah belah umat Islam. Sebagian orang beranggapan bahwa ibadah dan muamalah seorang muslim hanya sah jika mengikuti salah satu dari empat mazhab Ahlussunnah wal Jamaah."</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Wahai Syekh yang Terhormat!</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Apakah Anda setuju dengan anggapan itu?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Sebagian orang menyebut Syiah sebagai kelompok sesat dan kafir. Mereka berlepas tangan dari keislaman para pengikut Syiah. Apakah jawaban Anda dalam hal ini? Apakah orang Islam dapat mengkafirkan kaum muslimin dari kelompok yang lain?</p>
<p>Mendapat pertanyaan seperti itu kami menyatakan ;</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pertama; tentang masalah taqlid, dan apakah wajib bagi seseorang untuk mengikuti satu madzhab tertentu ataukah tidak? Seluruh ulama ilmu ushul mengatakan bahwa orang yang awam yakni orang yang tidak memiliki kelayakan dan kecakapan untuk berijtihad dalam hukum syariat, orang seperti ini, meski menguasai limu yang lain, dalam masalah syariat harus mengikuti seorang mujtahid dan fatwanya. Prinsip ini sejalan dengan ayat Al-Qur'an yang berbunyi</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Bertanyalah kepada orang-orang yang mengetahui jika kalian tidak mengetahui. (Q.S. Al-Nahl ayat 43)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Ayat ini mengandung makna umum yang meliputi semua orang yang tidak menguasai ilmu hukum syariat. Umumnya orang bahkan di zaman para sahabat dan tabi'in dalam masalah syariat dan hukum agama bertanya kepada para mujtahid dan mengamalkan kata-kata mereka. Para mujtahid yang menguasai hukum syariat mengeluarkan fatwa dengan berpijak pada sumber-sumber utama agama Islam untuk dimanfaatkan oleh orang-orang lain. Mereka tidak merasa keberatan untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang awam. Keabsahan untuk bertaqlid dalam masalah furu'ddin adalah hukum yang disepakati oleh semua ulama (ijma'). Hanya saja, orang awam hanya dapat bertaqlid kepada orang yang layak untuk berijtihad dan berfatwa, yaitu orang yang diakui telah mencapai derajat keilmuan tinggi, memiliki keadilan dan layak untuk berfatwa. Sebab masalah agama adalah urusan yang sangat vital dan diperlukan kehati-hatian dalam hal ini.</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Mayoritas ulama meyakini bahwa mengikuti satu madzhab tertentu dan mengamalkan kewajiban serta meninggalkan yang dianggap haram didalamnya, bukanlah sebuah kewajiban bagi semua orang. Tidak ada yang bisa memasung seseorang dalam satu madzhab tertentu. Semua orang berhak untuk mengikuti fatwa seorang mujtahid dalam satu kasus dan mengikuti fatwa mujtahid yang lain dalam kasus yang lain. Seluruh mufti sepanjang sejarah, sejak zaman sahabat sampai kini melakukan hal demikian. Pendapat itu diyakini oleh para ulama besar semisal Amudi, Ibnu Hajib, Kamal dalam kitab tahrir, Rafi'i dan lainnya. Sebab memegang teguh satu mdzhab tertentu dalam semua masalah hukum syariat bukan satu keharusan. Satu-satunya hal yang wajib dilakukan adalah yang diwajibkan oleh Allah dan RasulNya. Allah dan RasulNya (SAW) tidak pernah mewajibkan kepada seorang pun untuk mengikuti madzhab tertentu dari madzhab-madzhab yang ada, mengamalkan apa yang dititahkan dalam madzhab tersebut dan meningggalkan pendapat orang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Ibn Amir Hajj salah seorang ulama ilmu Ushul mengatakan, tidak benar menyebut seorang awam dengan embel-embel sebutan suatu madzhab hanya lantaran ia mengikuti madzhab tersebut. Sebab, madzhab hanya bisa dinisbatkan kepada orang yang memiliki pandangan dalam dan argumentatif tentang madzhab yang ia anut, atau orang yang telah membaca dan menguasai kitab-kitab yang ditulis dalam madzhab tersebut sehingga ia mengetahui dengan sempurna fatwa-fatwa dan pendapat imam madzhab tersebut. Karena itu tidak benar menisbatkan madzhab kepada orang yang tidak memiliki kemampuan tersebut dan hanya bertaqlid kepada salah satu madzhab lantas mengatakan bahwa “Saya adalah Hanafi atau Syafi’i”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Penjelasan tadi mengungkapkan bahwa tidak ada keharusan untuk bertaqlid kepada seorang mujtahid tertentu. Banyak ulama yang meyakini kebolehan mengamalkan talfiq dalam artian bertaqlid dalam satu masalah kepada seorang mujtahid dan dalam masalah yang lain bertaqlid kepdaa mujtahid yang lain. Hal itu bisa dilakukan -dengan sebab apapun- baik dalam masalah ibadaat maupun mu’amalaat. Talfiq semacam rahmat dan kemudahan bagi umat Islam. Bahkan banyak ulama yang memperbolehkan untuk mencari hal-hal yang mudah dan memberi kelonggoran di sela-sela fatwa para mujtahid, sehingga seorang mukallaf dalam menjalankan kewajibannya semudah mungkin dan dalam setiap masalah yang ia belum bertaqlid kepada seorang mujtahid pun, ia bebas memilih mujtahid untuk diikuti.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Singkatnya, setiap orang yang tidak mencapai derajat mujtahid mutlaq harus bertaqlid dalam fiqh, sebab ia wajib untuk mengamalkan hukum syariat. Tetapi ia tidak diwajibkan untuk mengikuti satu madzhab tertentu dalam semua hal. Ia dapat mengikuti fatwa mujtahid lain dalam berbagai masalah. Madzhab setiap orang yang awam adalah fatwa mujtahid yang ia ikuti yang memenuhi syarat keilmuan dan ‘adalah (keadilan). Tidak ada larangan untuk melakukan talfiq yaitu beramal dalam banyak kasus berdasarkan fatwa berbagai mujtahid yang berbeda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kedua, hukum takfir, dan apakah boleh orang muslim mengakirkan muslim yang lain? </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Dalam menjawab pertanyaan ini pertama kami harus menjelaskan hakikat makna keimanan, keislaman dan kekafiran.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span lang="FI">i-</span></strong><span lang="FI"> Keimanan dan hakikatnya: Iman secara bahasa berarti pembenaran. Pembenaran yang dimaksud tidak terbatas pada hal-hal tertentu. Sedangkan dalam istilah, iman berarti pembenaran akan adanya Tuhan, para nabi, kitab-kitab suci, para malaikat, hari kiamat, serta qadha’ dan qadar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Allah swt berfirman,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Artinya, “Rasul beriman kepada apa yang diturunkan Allah kepadanya. Demikian juga orang-orang mukmin. Mereka semua beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab dan para rasul. Kami tidak membedakan satupun dari rasul-rasulNya.” (Q. S. Al-Baqarah 285)</p>
<p>Dengan demikian, makna dari iman adalah pembenaran dalam hati kepada agama dan keyakinan-keyakinan yang ada di dalamnya. Hati dipenuhi oleh keyakinan dan pembenaran akan ketuhanan dan tekad untuk mengikuti agamaNya. Kesimpulan ini dikukuhkan oleh Nabi SAW dalam sabdanya, </span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">“Ya Allah tetapkanlah hatiku pada agamaMu.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Beliau juga pernah bersabda kepada Usamah yang membunuh salah seorang tentara musuh yang telah mengucapkan laa ilaaha illallah. Beliau bersabda, “Apakah engkau telah membelah dadanya (untuk mengetahui apakah ia mengucapkan kalimat tauhid itu dari hati atau hanya sekedar untuk mencari selamat)?” (Shahih Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">ii-</span></strong><span lang="SV"> Islam dan hakikat keislaman: Islam berasal dari kata aslama berarti tunduk. </span><span lang="FI">Dalam istilah Islam dijelaskan lewat sebuah hadis;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>“Islam berarti engkau bersaksi bahwa tidak tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke baitullah jika engkau mampu melakukannya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Karena itu Islam berarti mengamalkan kewajiban agama, mengucapkan ikrar dua kalimah syahadat, melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan Allah dan RasulNya (SAW). Sedangkan iman adalah keyakinan hati. Siapa saja yang mengingkari salah satu prinsip keyakinan yang ada dalam keimanan, berarti ia telah keluar dari golongan kaum muslimin. Allah swt berfirman:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI"><br />
“Siapapun yang mengingkari Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhir, berarti ia telah tersesat dalam kesesatan yang jauh.” (Q. S Al-Nisa’: 136)</p>
<p>Islam adalah perbuatan dan perkataan. Amal dengan anggota tubuh dan perkataan dengan lisan. Perbedaan antara iman dan islam disebutkan dalam firman Allah swt:</p>
<p>“Orang-orang Badwi berkata, ‘Kami telah beriman’, katakanlah ‘Kalian belum beriman tapi katakana kami telah masuk Islam, karena keimanan belum masuk ke hati kalian” (Q.S. Al-Hujurat: 14)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI"><br />
<strong>iii-</strong> Kapan seorang masuk kategori sebagai muslim?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI"><br />
Rasul SAW menjawab pertanyaan ini dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari. Beliau bersabda,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI"><br />
“Aku diperintah untuk memerangi umat manusia sampai mereka bersaksi tidak ada tuhan selain Allah serta beriman kepadaku dan kepada apa-apa yang aku bawa. Jika mereka melakukan hal itu berarti darah dan harta benda mereka terjaga dariku kecuali atas hak-haknya masing-masing dan Allah-lah yang akan memperhitungkan mereka (jika mereka ternyata hanya berdusta dan munafik).”</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Hadits itu menjelaskan kapan seorang bisa dikatakan muslim. Kapan orang muslim keluar dari kelompok umat Islam? Apakah dengan melakukan maksiat dan mengerjakan perbuatan haram atau meninggalkan kewajiban ia keluar dari keislaman dan kehilangan hak-hak sebagai muslim?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">Allah swt berfirman: </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="FI">“Allah tidak akan mengampuni perbuatan syirik terhadapNya dan mengampuni selainnya jika Dia berkehendak.” </span><span lang="IT">(Q. S. Al-Nisa’ 116)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
<strong>iv-</strong> Apa arti kufur?</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Kufur secara bahasa berarti menutupi sesuatu. Secara istilah, kufur berarti pengingkaran terhadap perintah Allah untuk beriman padahal kewajiban perintah beriman itu telah sampai kepadanya dan tak alasan baginya untuk ingkar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Kufur biasa disebut sebagai lawan dari iman. Kufur berarti menutupi kebenaran dan menyembunyikannya. Tetapi terkadang, kufur diartikan sebagai kufur atas nikmat Allah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Kufur terburuk adalah kufur terhadap keesaan Allah dan menyekutukan Allah dengan selainNya, kufur kepada kenabian Rasulullah SAW dan syariat yang beliau bawa. Kafir adalah sebutan bagi mereka yang terjerumus dalam kekufuran tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Jika makna keimanan, keislaman dan kekafiran seperti yang telah dijelaskan tadi sesuai dengan dalil-dalil yang ada pada nash Al-Qur’an dan konteks hadits, berarti orang muslim yang melakukan dosa meski ia berdosa dan bermaksiat kepada Allah swt serta berhak mendapat murka Allah dan azab ilahi, namun ia tetap berada dalam lingkungan orang-orang yang beriman dan tetap dianggap sebagai muslim. Ia masih berhak menyandang sebutan muslim dan berhak untuk memperoleh hak-hak sebagai bagian dari umat Islam. Dosa yang dilakukan oleh muslim tadi, baik dosa itu kecil atau besar, tidak akan membuatnya keluar dari lingkup Islam dan iman. Ini adalah makna dan kesimpulan dari ayat suci Al-Qur’an dan firman ilahi yang berbunyi:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Allah swt berfirman: </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">“Allah tidak akan mengampuni perbuatan syirik terhadapNya dan mengampuni selainnya jika Dia berkehendak.” (Q. S. Al-Nisa’ 116)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span lang="IT">v-</span></strong><span lang="IT"> Bolehkah mengkafirkan seorang muslim karena dosa-dosa yang ia lakukan? Apakah boleh mengkafirkan orang mukmin yang masih tetap memiliki keimanan di hati? Adakah hukum syariat dalam hal ini? Siapakah yang dapat menjelaskan hukum itu?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Allah swt berfirman:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Artinya, “Jangan kalian katakan kepada orang yang mengaku sebagai muslim ‘Engkau bukan orang mukmin’ sehingga dengan itu kalian dapat memperoleh keuntungan duniawi. Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah adalah keuntungan yang banyak.” (Q. S. Al-Nisa’: 94)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Rasul SAW bersabda;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Artinya, “Ada tiga hal yang menjadi dasar keimanan, salah satunya adalah mencegah adanya gangguan terhadap mereka yang mengucapkan laa ilaaha illallah, tidak menuduhnya kafir karena dosa yang ia lakukan dan tidak menudingnya telah keluar dari Islam karena perbuatannya.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Artinya, “Tidak ada yang menuduh orang lain dengan tuduhan fasik atau melemparkan tudingan kafir kepadanya kecuali hal itu kembali kepada pengucapnya jika orang tersebut bukan fasik dan bukan kafir.”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Dari nash-nash tersebut dapat difahami tidak boleh menisbatkan kufur kepada orang muslim karena dosa yang ia lakukan atau kewajiban yang ia tinggalkan atau perbuatan haram yang ia kerjakan. Barang siapa mengkqfirkan seorang muslim atau menuduhnya fasik jika ternyata ia bukan fasik dan bukan kafir, maka tuduhan itu kembali kepada yang menuduh.</p>
<p><strong>vi-</strong> Siapakah yang berhak untuk mengeluarkan hukum kekufuran dan kefasikan terhadap orang lain?</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Allah swt berfirman;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Artinya, “Jika kalian berselisih tentang sesuatu maka kembalikanlah hal itu kepada Allah dan Rasul…” (Q. S. Al-Nisa’; 59)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Ayat yang lain menyebutkan;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Artinya, “Mengapa sekelompok orang dari mu’minin tidak pergi untuk memperdalam ilmu agama lalu mengingatkan kepada kaumnya ketika mereka kembali.” (Q. S. Al-Taubah : 122)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Di bagian lain Allah swt berfirman;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Artinya, “Bertanyalah kepada orang-orang yang mengetahui jika kalian tidak tahu.” (Q. S. Al Nahl: 43)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Diriwayatkan oleh Zuhri dari Omar Ibn Syuaib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW pernah mendengar sekelompok orang berdebat tentang ayat-ayat Al-Qur’an, lalu beliau bersabda;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Artinya, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena masalah ini, sebagian orang menafikan ayat-ayat Tuhan dengan ayat-ayat yang lain. Padahal ayat-ayat Allah diturunkan untuk saling membenarkan bukan saling mendustakan. Apa yang kalian ketahui sampaikanlah dan yang tidak kalian ketahui serahkanlah kepada orang yang mengetahuinya.”</p>
<p>Ayat-ayat dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW tersebut mengajarkan kepada kita untuk menyerahkan urusan perbedaan pandangan dalam masalah agama kepada Allah dan RasulNya (SAW). Mereka yang berhak untuk mengurusi masalah agama dan perselisihan ini adalah mereka yang mengetahui tentang Al-Qur'an dan Sunnah. Karena itu, tidak ada seorang muslim pun yang berhak menghukumi muslim lainnya dengan kekafiran atau kefasikan, sementara ia tidak mengetahui orang yang bersangkutan telah terjerumus ke dalam hal-hal yang membuatnya jatuh kepada kekafiran atau tidak mengetahui bahwa orang tersebut benar-benar berbuat dosa sehingga layak disebut fasik.</span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Islam adalah aqidah dan syariat. Dalam dunia Islam ada banyak ulama yang memiliki spesialisasi dalam masalah ilmu-ilmu keagamaan. Mereka menjalankan perintah dan ajaran Allah dan RasulNya (SAW). Semua orang muslim taat beragama, sedangkan yang berhak untuk berbicara tentang halal dan haram adalah orang-orang yang memiliki spesialisasi di bidang ini. Hanya mereka, para ulama, lah yang berhak.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Karena itu tidak benar bila madzhab-madzhab Islam dijadikan alat untuk kepentingan politik, atau untuk mendukung penguasa atau kelompok tertentu. Sebaiknya, umat Islam diseru untuk memperlakukan sesama layaknya saudara. Mereka hendaknya mengenalkan Islam baik aqidah maupun syariatnya kepada komunitas-komunitas non muslim. Semua madzhab-madzhab Islam yang ada mengambil ajaran dari sumber suci yang sama yaitu, Nabi Muhammad SAW.</span><span lang="FI"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Al-Azhar menganggap upaya seperti itu sebagai perbuatan yang keji dan buruk. Al-Azhar mencela tindakan orang-orang yang berbuat demikian. Tidak ada seorang muslim Syiah pun yang berhak mengajak muslim Sunni untuk meninggalkan madzhabnya –Syafi’i, Hanafi, Maliki dan Hanbali- dan mengikuti madzhab Syiah. Orang Sunni juga tidak berhak untuk melakukan hal yang sama terhadap muslim Syiah. </span>
</p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">Selama mereka masih termasuk golongan kaum muslimin, mereka harus diperlakukan seperti saudara dalam menyebarkan ajaran Islam di tengah kaum non muslim. Perselisihan dan perpecahan di tubuh umat Islam harus dihindari. Jangan sampai umat Islam memperlakukan madzhab-madzhab Islam layaknya aliran dan partai politik, sebab hal itu tidak pernah dilakukan oleh kaum muslimin di era pertama Islam. Perbuatan itu bertentangan dengan aman ayat Al-Qur’an yang berbunyi:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT">“Sesungguhnya umat ini adalah umat yang satu dan Aku adalah Tuhan bagi kalian, maka sembahlah Aku.” (Q. S. Al-Mu’minun : 52)[im/mt/taghrib]</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="IT"><br />
Sumber: <a href="http://islammuhammadi.com/id/content/view/439/1/" target="_blank">Islam Muhammadi</a></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Agama Dan Sains]]></title>
<link>http://lanalif.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 05:47:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>worthgarbage</dc:creator>
<guid>http://lanalif.wordpress.com/?p=34</guid>
<description><![CDATA[Mereka berada dalam penerbangan (kapal terbang) dari Cape Town ke Durban, duduk sebelah menyebelah, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Mereka berada dalam penerbangan (kapal terbang) dari Cape Town ke Durban, duduk sebelah menyebelah, dua orang lelaki dari dua dunia yang berlainan, berikut adalah perbualan mereka …….</p>
<p> </p>
<p><strong>Bob :</strong> Saya tidak percayakan Tuhan, tetapi mengakui Sains dan Teknologi, sesuatu yang kamu dapat lihat dan rasa, tetapi jika kamu dapat buktikan pada aku secara saintifik bahawa Tuhan itu wujud, maka saya akan mempertimbangkan pemikiran itu.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Ok, anda memang begitu berminat dengan teknologi, sila jawab soalan ini. Berkenaan dengan mesin-mesin canggih dan alat elektronik , siapa yang akan lebih mengetahui tentang mekanisma dan fungsinya?</p>
<p><strong>Bob :</strong> Mungkin orang yang mencipta dan mengilangkan mesin itu.</p>
<p><strong>Yunus </strong>: Bolehkah kita bersetuju bahawa pembuat atau pencipta mesin itu yang semestinya tahu segalanya yang patut diketahui tentang produk itu?</p>
<p><strong>Bob </strong>: Mengapa pula tidak, ianya berbunyi munasabah.</p>
<p> </p>
<p><strong>Yunus :</strong> Dengan berilmu tentang perkara ini, soalan seterusnya yang saya nak tanya ialah , bagaimana alam dan dunia ini menjadi wujud?</p>
<p><strong>Bob </strong>: Menurut kajian saintifik terkini, seluruh alam ini adalah jisim yang sangat besar, dimana saintis memanggilnya Nebula utama, mereka memberitahu kita bahawa ianya adalah letupan kosmik atau letupan kedua yang menjadikan matahari, bintang-bintang, planet-planet dan juga Bumi yang kita tinggal ini.</p>
<p><strong>Yunus</strong> : Adakah ini apa yang awak percaya?</p>
<p><strong>Bob </strong>: Ya sudah tentu, ini adalah fakta yang diakui berdasarkan bukti-bukti saintifik. Sebenarnya, idea ini telah disedari pada tahun 1973 dan istilah ini digelar sebagai teori ‘Big Bang’.</p>
<p><strong>Yunus : </strong>Oh begitu, kalau begitu saya ada satu kejutan untuk awak. Dalam kitab AlQuranul Karim, Surah 21 ayat 30 mengatakan, “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.” Di sini kita dapat melihat bahawa AlQuran telah menyebut tentang teori ‘Big Bang’ dan AlQuran telah mendedahkannya sudah lebih 1400 tahun yang lalu.</p>
<p><strong>Bob </strong>: Saya telah mendengar mengenai Quran, tapi bolehkah anda tolong segarkan balik memori saya?</p>
<p><strong>Yunus </strong>: Sudah tentu, orang-orang Islam percaya bahawa AlQuran adalah firman Tuhan, tulin dan tidak dicemari yang diwahyukan kepada Nabi orang Islam iaitu Muhammad S.A.W , melalui perantaraan malaikat Jibril. AlQuran siap diwahyukan dalam masa 23 tahun iaitu sepanjang masa kenabian Nabi Muhammad.</p>
<p> </p>
<p><strong>Bob </strong>: Adakah anda pasti bahawa AlQuran itu sudah 14 kurun umurnya dan ianya tidak diubah?</p>
<p><strong>Yunus </strong>: Sudah tentu, sejarah pun telah mengakui bahawa AlQuran telah siap pada kurun ke 7 dan masih kekal tidak berubah sehingga kini. Pakar sejarah, sama ada Islam atau tidak , membenarkan tentang perkara ini.</p>
<p><strong>Bob :</strong> Kalau begitu, mungkin ianya satu anggapan.<br />
<strong>Yunus :</strong> Apa yang sains katakan tentang bentuk Bumi?</p>
<p><strong>Bob :</strong> Sebelum ini , manusia fikirkan bahawa Bumi ini adalah rata, sehinggalah Sir Frances Drake pada 1607 akhirnya membuktikan bahawa ianya bulat. Hari ini , istilah Geoid digunakan untuk menerangkan tentang bentuk bulat.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Yang menakjubkan adalah, AlQuran dalam Surah ke 31, ayat 29 mengatakan, “Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam …” . Penggunaan perkataan masuk (terbenam) itu menitik beratkan tentang penukaran yang perlahan-lahan beransur-ansur, dan ianya tidak mungkin jika sekiranya Bumi ini rata.</p>
<p><strong>Bob : </strong>Teruskan.</p>
<p><strong>Yunus : </strong>Selanjutnya dalam Surah 39, ayat 5 , Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia melingkarkan (yukawwiru) malam atas siang dan melingkarkan (menutupkan) siang atas malam ..” . Perkataan yang digunakan dalam bahasa Arab asalnya adalah ‘kawwara’ yang bermakna lingkaran atau angin, yang biasanya melingkar ini adalah di sekeliling kepada sesuatu objek yang bulat. Awak mengatakan fakta ini ditemui baru lagi, tetapi siapa yang menyebutkan hal ini yang ada dalam AlQuran 1400 tahun yang lalu?</p>
<p><strong>Bob :</strong> Saya tidak yakin.<br />
<strong>Yunus :</strong> Baik, cuba bagi tau saya, dari mana datangnya cahaya bulan?</p>
<p><strong>Bob :</strong> Beberapa abad yang lalu, manusia fikir bahawa bulan adalah versi miniatur matahari, dan kedua-duanya mengeluarkan cahaya tersendiri, tetapi kajian-kajian terkini membuktikan bahawa bulan mereflekskan cahaya matahari.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> AlQuran Surah ke 25, ayat 61 menyebut “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya lampu (matahari) dan bulan yang memantulkan cahaya” . Di sini, matahari diertikan sebagai lampu kerana ia mempunyai illuminasi tersendiri, sementara bulan dikatakan sebagai memantulkan cahaya atau pinjam cahaya, bermakna bukan kepunyaannya sendiri.</p>
<p> </p>
<p><strong>Bob : </strong>Ianya kemungkinan hanyalah satu agakan , tekaan.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Demi kerana perbincangan ini, saya tidak akan membantah. Walaubagaimana pun mari kita teruskan , bila saya masih bersekolah pada tahun 80 an, cikgu telah memberitahu saya bahawa matahari tinggal kekal sedangkan planet-planet semua berputar pada paksinya dan mengelilingi matahari juga.</p>
<p><strong>Bob :</strong> Adakah ini yang Quran anda kata, bahawa matahari itu tetap? ha!!<br />
<strong>Yunus : </strong>Tidak, AlQuran tidak mengatakan sedemikian, ini apa yang saya belajar di sekolah.</p>
<p><strong>Bob : </strong>Hari ini, sains telah maju ke hadapan. Kita pun sudah menjadi tahu bahawa matahari itu berputar pada paksinya juga. Matahari jika diperhati dengan alat-alat saintifik membongkar bahawa ia mempunyai ‘titik-titik hitam’. Kajian yang berlanjutan menunjukkan bahawa titik-titik hitam ini mengambil masa 25 hari untuk membuat satu pusingan. Oleh itu, kami buat kesimpulan bahawa matahari itu berputar dan mengambil masa kira-kira 25 hari untuk menghabiskan satu putaran pada paksinya.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Kalau begitu, ini bukan suatu yang baru kepada orang Islam kerana ianya telah dibongkarkan dalam Surah 21 ayat 33, “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” Ini adalah bukti bahawa kedua-dua matahari dan bulan berpusing di atas paksi masing-masing dan seterusnya hukum celestial pergerakan orbit yang dibuat di beritahu. Sila anda bagitahu saya, siapa yang telah menyebut tentang fakta-fakta saintifik ini dalam AlQuran yang mana awak mengatakan baru ditemui oleh para saintis? Sebelum awak menjawab soalan itu, sila bagitahu saya ……. adakah perbezaan antara bintang dan planet?</p>
<p><strong>Bob :</strong> Ya, dan hari ni kita telah mengetahui bahawa bintang adalah berjasad seperti matahari yang mana mereka mengeluarkan cahaya tersendiri, sementara planet-planet, mereka tidak mengeluarkan cahaya mereka sendiri, sepertimana Bumi yang kita duduki sekarang.</p>
<p><strong>Yunus : </strong>AlQuran AlKarim menyatakan fakta-fakta saintifik bukan hanya dalam bidang Astronomi.<br />
<strong>Bob : </strong>Saya mendengar.</p>
<p><strong>Yunus : </strong>Dalam beberapa ayat dalam AlQuran ada menyebutkan perincian tentang kitaran air. Ia menerangkan bahawa air dari Bumi dan tanah naik ke atas dan membentuk awan ……. awan ini meluwap , di sana ada kilat dan hujan yang turun dari awan itu. Ini adalah bukti dari ayat berikut , Surah 39 ayat 21, “Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan- Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, …”. Dalam Surah 23 ayat 18 pula , “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya” . Juga dalam Surah 24 ayat 43, “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya …….”.</p>
<p><strong>Bob : </strong>Menurut dari pengetahuan saya, perkiraan secara logiknya tentang kitaran air ini telah dibuat oleh Bernard Palissy pada 1580.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Ini adalah perbezaan yang tepat yang AlQuran sebutkan berkenaan bintang dan planet. Dalam Surah 86, ayat 1-3 , “Demi langit dan yang datang pada malam hari. tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus.” yang mana nyatanya kembali kepada bintang. Planet-planet pula diterangkan sebagai perhiasan dalam Surah 37, ayat 6, “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, iaitu planet-planet” .</p>
<p><strong>Bob :</strong> hhhhmmmm, ia bukannya rahsia bahawa orang-orang Arab maju dalam bidang Astronomi, dan kemungkinan ahli-ahli astronomi ini lah yang memberikan penemuan-penemuan mereka kepada nabi itu.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Saya setuju bahawa orang-orang Arab maju dalam Astronomi, tapi saya rasa awak telah menyusun jujukan peristiwa dalam keadaan yang tidak betul.</p>
<p><strong>Bob :</strong> Apa yang anda maksudkan?</p>
<p><strong>Yunus </strong>: Mari saya ingatkan awak bahawa AlQuran telah diturunkan berkurun yang lalu sebelum orang-orang Arab menjadi maju dalam astronomi. Maka adalah orang Arab itu yang belajar tentang Astronomi dari AlQuran dan sudah tentunya bukan yang sebaliknya.</p>
<p>AlQuran dalam Surah 30, ayat 48 menyatakan “Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki- Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba- Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” Sementara dalam bab Geografi, saya pasti awak tahu akan makna istilah ‘lipatan’.</p>
<p><strong>Bob :</strong> Ya , anda lihat ……. kerak Bumi secara relatifnya nipis dan jarak gunung berikutan dengan fenomena ‘lipatan’ yang menyediakan kestabilan pada Bumi.</p>
<p><strong>Yunus : </strong>AlQuran dalam Surah 78, ayat 6-7 , “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan ?. Dan gunung-gunung sebagai pasak ?.” memberikan kita tanda seperti fenomena yang sama.</p>
<p>Di sini, perkataan ‘pasak’ adalah sinonim dengan perkataan ‘pancang’ dalam memegang Bumi agar stabil pada kedudukannya. Selanjutnya, bahagian pertama ayat ini menunjukkan kita bahawa Bumi ini tidak rata tetapi ia merupakan kawasan yang luas … maknanya anda boleh berjalan dan berjalan tanpa jatuh .</p>
<p>Idea yang sebelumnya dijelaskan dalam Surah 21, ayat 31, “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” Di sini kita diberitahu bahawa gunung-gunung membenarkan penyelenggaraan kestabilan Bumi dengan menghalang bentuk Bumi untuk bertukar dalam cara itu yang boleh menyebabkannya keluar dari orbit. Izinkan saya untuk berkata lagi … para saintis telah menemukan kebelakangan ini bahawa air masin dan air segar (di sungai) tidak bercampur … adakah itu betul?</p>
<p><strong>Bob : </strong>Itu adalah betul … fenomena ini diperhatikan pada lokasi yang pelbagai … sebagai contohnya pada daerah di mana sungai Nil bertemu dengan Laut Mediterranean dan lebih khusus lagi pada arus teluk di mana dua badan air ini mengalir bersama pada ribuan kilometer.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Dalam Surah 25, ayat 53 , “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” Mesej yang serupa diberi pada Surah 55, ayat 19-20, “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”</p>
<p><strong>Bob :</strong> Mungkin orang-orang Arab membuat penyelaman dan berenang untuk membuat kajian itu.</p>
<p><strong>Yunus : </strong>Tidak seperti itu, apa yang awak gagal untuk melihat ialah AlQuran juga mengakui bahawa ianya adalah pemisah yang tidak kelihatan dan untuk itu, ia tidak akan dapat dikaji.</p>
<p> </p>
<p><strong>Bob :</strong> Oh begitu, menurut Darwinisma dan teori evolusi, ia mengatakan bahawa semua kehidupan bermula dari dalam laut. Bolehkah anda beritahu apa yang Quran kata tentang ini, jika ada apa2 yang sama.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Ya, tapi mula-mula, sila beritahu saya mengapa teori ini mempunyai konklusi sebegitu … bahawa kehidupan bermula dari lautan?</p>
<p><strong>Bob : </strong>Salah satu sebabnya ialah bahan kimia dan komposisi manusia dan haiwan menunjukkan bahawa air adalah bahagian utama. Jelasnya antara 50 dan 90%.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Dalam Surah 21, ayat 30, juga menambah “……. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” Bolehkah anda bayangkan bahawa di tengah-tengah padang pasir Arabia , di mana hanya sedikit air, siapa yang akan jangka bahawa bukan hanya manusia tetapi segala benda hidup ini berasal dari air?</p>
<p><strong>Bob :</strong> Saya sedar bahawa Sitoplasma (Cytoplasm), bahagian terpenting sel ini terdiri hampir 80% air dan bahawa setiap makhluk yang hidup adalah 50 - 90% air.</p>
<p><strong>Yunus : </strong>Siapa yang akan menyebutkan fakta-fakta ini dalam AlQuran lebih 1400 tahun yang lalu? Ada beratus-ratus fakta dalam AlQuran yang mana sains moden hari ini tidak menyalahinya. Pada topik teori-teori, bolehkah anda terangkan pada saya apa yang dimaksudkan dengan teori benua-benua yang hanyut?</p>
<p><strong>Bob : </strong>Sudah tentu, semua benua kita adalah pada suatu masa adalah satu bahagian yang besar, kemudian diikuti dengan letupan-letupan, mereka bertaburan atau ditolak ke sana ke mari pada permukaan Bumi ini. Untuk itu, jika anda tengok dengan teliti peta dunia, anda akan lihat sebagai contoh bahawa pantai timur Amerika Selatan akan padan dengan kemas kepada pantai barat Afrika Selatan.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Idea yang serupa telah diterangkan dalam AlQuran dalam Surah 79, ayat 30-31 , “Dan bumi sesudah itu dihamparkan- Nya. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.</p>
<p><strong>Bob : </strong>Jika ini benar, mengapa ia tidak dilaporkan di media?</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Ada. Cuba semak di arkib. Misalnya The Citizen, akhbar Kanada pada tarikh 22 NOV 1984.. bertajuk “Kitab suci lama 1300 tahun lebih awal dari masa” atau The Times of India, New Delhi pada tarikh 10 Dec 1984 bertajuk “Quran mengatasi Sains moden”.</p>
<p><strong>Bob :</strong> Ini sungguh menakjubkan … teruskan<br />
<strong>Yunus :</strong> Di sini saya teringat akan ayat AlQuran yang hebat dalam SURAH 41, AYAT 53 “………..”<br />
Yunus : Kitab suci AlQuran juga menceritakan tentang penyakit kencing manis.<br />
<strong>Bob :</strong> Maksud kamu?</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Kamu perhatikan, ada sesetengah makanan yang diisytiharkan tidak sesuai untuk dimakan manusia lantas dilarang.</p>
<p><strong>Bob :</strong> Sementara kita dalam topik pemakanan ini, cuba terangkan mengapa seseorang Muslim itu terlalu menitik beratkan soal Halal dan haram dan apa maksud kedua-duanya itu?</p>
<p><strong>Yunus : </strong>Apa yang dibenarkan digelar Halal dan apa yang dilarang itu digelar haram dan AlQuran lah penentu kedua-duanya,</p>
<p><strong>Bob :</strong> Boleh kamu beri saya satu contoh?</p>
<p><strong>Yunus : </strong>Ya . Islam melarang memakan segala jenis darah. Kamu tentu setuju bahawa dari analisa kimia yang dilakukan pada darah menunjukkan ia mengandungi kelebihan asid uric, sejenis bahan kimia yang boleh membahayakan kesihatan manusia.</p>
<p><strong>Bob :</strong> Benar kata kamu mengenai keracunan semulajadi yang ada pada asid uric. Dalam tubuh manusia, ia hanya dikeluarkan menerusi najis. Fakta menunjukkan bahawa 98% dari asid uric dalam tubuh kita dikeluarkan dari darah melalui buah pinggang menerusi pembuangan air kecil.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Saya rasa sekarang awak akan hargai cara penyembelihan binatang dalam Islam.<br />
<strong>Bob :</strong> Apa maksud kamu?</p>
<p><strong>Yunus : </strong>Tukang sembelih dengan sebilah pisau yang tajam sambil menyebut nama ALLAH, akan memutuskan urat murih binatang yang disembelih itu dengan sekali sembelih tanpa merosakkan urat2 leher yang lain.</p>
<p><strong>Bob :</strong> Oh begitu,. Jadi ini akan menyebabkan kematian binatang tersebut kehilangan darah secara total tanpa merosakkan organ2 lain yang penting.</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Benar. Jika organ2 lain umpamanya jantung, hati atau otak itu rosak, binatang itu akan mati dengan serta merta dan darah membeku dalam urat2 binatang tersebut akan merebak dan menular pada dagingnya , penularan tersebut akan menyebabkan daging tadi dijangkiti asid uric dan ini sangat beracun, Ini baru disedari oleh pakar diet kita hari ini,</p>
<p><strong>Bob :</strong> Mengapa orang Islam melarang keras memakan khinzir dan segala makanan yang berkaitan dengannya?</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Sebenarnya, selain dari AlQuran , kitab Injil juga melarangnya, dalam Leviticus Surah 11 ayat 8, “mengenai khinzir, daging khinizir jangan sekali kamu makan dan bangkai khinzir jgn disentuh. Kesemuanya najis bagi kamu”</p>
<p>Lagipun tahu atau tidak anda bahawa khinzir tidak boleh disembelih kerana ia tidak mempunyai leher. Itu menurut anatomi semulajadinya. Bagi seseorang muslim, jika khinzir boleh dimakan, semestinya ia dikurniakan leher yang membolehkannya disembelih, apa pun saya pasti anda tahu pasal bahaya memakan khinzir ini,.</p>
<p><strong>Bob : </strong>Sains perubatan telah menemui kehadiran banyak parasit dan beberapa penyakit yang terdapat dalam badan khinzir.,</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Benar. Selain itu sementara kita berbicara tentang asid uric dalam darah, penting kita ketahui bahawa biokimia khinzir hanya dapat keluarkan 2% dari keseluruhan kandungan asid uric dari badannya. Sisanya yang 98% masih terkandung dalam badan khinzir itu. Maka terdapat purata pesakit rheumatisma yang tinggi di kalangan mereka yang memakan daging khinzir.</p>
<p><strong>Bob : </strong>Ayuh, pasang talipinggang keselamatan kita. Kita akan mendarat sebentar lagi. Masa berlalu begitu pantas. Tidak pernah saya mendengar hujjah2 sedemikian rupa dan saya ingin mendengarnya lagi. Apa kah tema kitab AlQuran?</p>
<p><strong>Yunus :</strong> Tema asas adalah penyelamatan, dalam kehidupan sekarang dan selepasnya. Ianya tidak termasuk dalam kategori sains atau seni. Tapi ditujukan buat manusia. Menyentuh segala disiplin yang menitik beratkanNya. AlQuran memandu ke arah kebenaran seperti mana dalam diskusi kita yg lepas.</p>
<p>Ini mengingatkan saya pada kata2 Sir Francis, “sedikit pengetahuan mengenai sains membuatkan anda menjadi atheist, dan pengetahuan sains yang mendalam yang menjadikan kamu percaya kepada Tuhan”</p>
<p>Selepas itu mereka tidak berkata2 lagi ……. Menunggu kapal terbang mendarat ……</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa Masa Depan Milik Islam? [1]]]></title>
<link>http://idrusali85.wordpress.com/?p=722</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 08:01:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>yg nulis</dc:creator>
<guid>http://idrusali85.wordpress.com/?p=722</guid>
<description><![CDATA[sumber hidayatullah.com
Majalah Maclean, Kanada, menghadapi kasus hukum karena tulisan kebencian kep]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>sumber hidayatullah.com<br />
Majalah Maclean, Kanada, menghadapi kasus hukum karena tulisan kebencian kepada Islam. Tapi di Amerika, menghina agama minoritas dilindungi konstitusi. Ini ditiru kaum liberal Indonesia. Mengapa polisi tak obyektif dalam kasus Monas?<br />
Oleh: Amran Nasution</p>
<p>Para pejabat Amerika selalu mendamprat pejabat China karena dianggap salah urus ekonomi.  Mulai sistem subsidi, regulasi investasi asing, sampai pematokan nilai mata uang Yuan. Tapi itu dulu. Kini posisi berubah.<br />
Para pejabat senior China secara terbuka mengecam cara Amerika menangani ekonominya – dengan kapitalisme laissez-faire –dan mereka berani membela sistem ekonominya yang ditandai adanya regulasi. Seperti ditulis sebuah artikel di The New York Times, 17 Juni lalu, para pejabat China menuduh Amerika hipokrit: mengajari mereka tentang ekonomi tapi pertumbuhan ekonomi negerinya sendiri stagnan. Sementara ekonomi China justru tumbuh sangat tinggi.<!--more--></p>
<p>China mendamprat Amerika dalam skandal kredit perumahan (mortgage) yang menyeret dunia ke dalam krisis. Utusan China di World Trade Organization (WTO) mengecam Amerika karena tak bisa menahan kemerosotan nilai dollar yang memacu kenaikan harga minyak dan pangan dunia. Amerika dituduh bersikap bermusuhan dan diskriminatif karena menghambat perusahaan China membeli saham perusahaan Amerika yang goyah diguncang krisis.</p>
<p>Pendek kata, China berani mengatakan sistem ekonominya terbukti lebih baik dari Amerika Serikat. Karena itu pula mereka tak akan meniru sistem demokrasi Amerika Serikat. Liao Min, salah seorang pejabat perbankan China malah berkata kepada koran The Financial Times, Mei lalu, “Konsensus Barat dalam hubungan pasar dengan Pemerintah, harus dikaji-ulang.’’ Sesuatu yang sebenarnya sudah lama disuarakan para ahli ekonomi Amerika sendiri seperti Profesor Joseph Stiglitz atau Profesor Paul Krugman, para pengeritik kapitalisme atau neo-liberalisme.</p>
<p>Ketika terjadi gempa dahsyat di Provinsi Sichuan, mobilisasi tentara China terbukti sangat cepat ke daerah bencana. Bandingkan dengan loyonya Pemerintah Federal pimpinan Presiden Bush menghadapi serangan Badai Katrina, sehingga korban jatuh bertambah banyak.</p>
<p>Pendek kata Amerika sekarang memang payah. “Di mana saja di dunia, kredibilitas Amerika Serikat dan kredibilitas pasar uangnya sekarang nol (zero),’’ kata Joseph Stiglitz, Profesor Ekonomi dari Columbia University, seperti dikutip The New York Times tadi. Pemenang nobel ekonomi 2001 itu, sejak lama dikenal kritis kepada Amerika Serikat dan sering memuji ekonomi China.</p>
<p>Paul Krugman, Guru Besar Ekonomi Princeton University dan Kolomnis The New York Times, sering menyoroti sistem ekonomi Amerika yang katanya menyebabkan 0,01% orang terkaya bertambah kaya sementara yang lain stagnan atau bertambah miskin. Orang-orang kaya itu, begitu kayanya, sampai mampu ‘’membeli’’ partai politik.</p>
<p>Awal Juni lalu, sebuah sub-komisi di DPR Amerika Serikat melaporkan bahwa anti-Amerikanisme di dunia kini mencapai level tertinggi, terutama di negara Muslim dan Amerika Latin. Laporan itu dibuat berdasarkan sejumlah survei dan pendapat para ahli.</p>
<p>“Kekuatan militer kita tak dianggap jaminan keamanan, melainkan ancaman. Tak dianggap garansi stabilitas dan ketertiban tapi sumber intimidasi, kekerasan, dan penyiksaan,’’ kata Bill Delahunt, Ketua Sub-Komisi Organisasi Internasional, HAM dan Pengawasan, DPR.</p>
<p>Laporan itu menyebutkan bahwa semua terjadi karena Perang Iraq, dukungan Amerika kepada sejumlah rezim represif, sikap bias Amerika dalam konflik Israel-Palestina, serta penyiksaan dan kekerasan yang dilakukan kepada para tahanan (di Guantanamo dan sejumlah penjara rahasia).</p>
<p>Laporan itu juga menyimpulkan di dunia Islam tumbuh persepsi yang meyakinkan bahwa perang melawan teror telah digunakan Amerika Serikat untuk menghancurkan Islam. Semuanya memperluas dan memperdalam sikap anti-Amerikanisme (lihat artikel Alice Ritchie, AFP, 11 Juni 2008).</p>
<p>Di Timur Tengah wibawa Amerika sudah rontok. Perundingan Israel dengan kelompok Hamas terjadi dengan Mesir sebagai penengah. Sedang pertemuan Suriah dengan Israel berkat difasilitasi Turki. Amerika sudah ditinggalkan.<br />
Meski demikian Pemerintah Indonesia tetap berkiblat ke Amerika. Para ekonom Presiden SBY adalah penganut sistem ekonomi neo-liberal: Budiono, Sri Mulyani, Marie Pangestu, Purnomo Yusgiantoro, dan beberapa yang lain.</p>
<p>Karena itulah harga BBM dinaikkan, sehingga pompa bensin milik kapitalisme global bisa bersaing bebas dan menghancurkan pompa bensin milik pribumi kita (lihat Laissez-Faire Pak SBY, Laissez-Faire, www.hidayatullah.com, 21 dan 22 Mei 2008).</p>
<p>Sekarang ladang minyak kita sebagian besar dikuasai perusahaan asing, terutama dari Amerika Serikat, seperti Exxon-Mobil, Shell-Penzoil, Total-Fina-Elf, BP-Amoco-Arco, dan Chevron-Texaco. Perusahaan itu dikabarkan menguasai lebih 70%  ladang minyak dan gas Indonesia.</p>
<p>Presiden SBY menyingkirikan Pertamina, perusahaan milik sendiri, untuk memenangkan Exxon-Mobil, perusahaan Amerika, dalam menguasai proyek minyak dan gas yang amat menguntungkan di Blok Cepu. Wajar SBY menjadi teman dekat Presiden George Bush.</p>
<p>Wajar pula kalau dalam setiap demo anti-kenaikan BBM di mana saja, selalu ada poster menuntut penyitaan atau pengambil-alihan aset negara yang dikuasai asing. Pemerintahan SBY-JK  dinilai sangat sukses melayani kepentingan asing di Indonesia, terutama Amerika Serikat.</p>
<p>Amerika Bentuk Densus 88</p>
<p>Selain ekonomi, Indonesia berkiblat ke Amerika dalam politik. Sistem pemilihan langsung yang kita lakukan sekarang meniru Amerika, dan itu biayanya amat-sangat mahal.  Namun itu bisa terlaksana karena pemilihan Bupati, Gubernur, dan Presiden, berlangsung dalam sistem keuangan yang tertutup.</p>
<p>Mestinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merekam telepon para calon Bupati sampai Presiden, beserta Tim Suksesnya, baru ketahuan dari mana sebenarnya dana politik itu berasal. Tapi KPK tak akan ke sana. Percayalah.  Akibatnya sistem politik Indonesia terus dihidupi dengan cara-cara korupsi dan melawan hukum (baca Membuka Topeng Negara Gagal, www.hidayatullah.com, 17 dan 23 April 2008).</p>
<p>Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta tak segan menyampuri soal Ahmadiyah dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang bentrok dengan kelompok FPI di Monas, 1 Juni 2008.</p>
<p>Campur tangan Kedubes Amerika merepotkan FPI, soalnya, Kepolisian selama ini mendapat dana bantuan dari Amerika Serikat. Menurut Majalah Far Eastern Economic Review (FEER), 13 November 2003, Pemerintah Amerika mengeluarkan dana 16 juta dollar (sekitar Rp 150 milyar) untuk membentuk dan melatih Detasemen Khusus  (Densus) 88 Anti-Teror Polri. Laporan yang sama ditulis Warta Kota, 12 November 2003, dan The Jakarta Post, 6 September 2004.</p>
<p>Menurut berita itu, detasemen khusus anti-teror difasilitasi berbagai peralatan dan persenjataan canggih. Malah guna mobilitas pasukan, detasemen dilengkapi Amerika dengan pesawat angkut khusus C-130.</p>
<p>Belum cukup. Congressional Research Service (CRS), lembaga riset Kongres Amerika Serikat, dalam laporan tahun 2005, menyebutkan secara terperinci dana yang dikeluarkan Pemerintahan Presiden Bush kepada polisi Indonesia dan pasukan anti-terornya.</p>
<p>Dari situ diketahui bahwa setiap tahun POLRI menerima bantuan dari Amerika Serikat, tahun 2004 sebesar US$ 5.778.000, tahun 2005, US$ 5.300.000, dan pada tahun 2006, sebesar US$ 5.300.000 (sekitar Rp 50 milyar).</p>
<p>There is no free-lunch. Tak ada makan siang yang gratis. Karena Kedubes Amerika Serikat memihak Ahmadiyah dan AKKBB, maka tokoh kelompok Front Pembela Islam (FPI) yang ditahan polisi seperti Habib Riziek Shihab, Munarman, dan kawan-kawan, memang mendapat masalah. Mereka tergolong kelompok anti-Amerika. Munarman adalah tokoh yang paling ngotot berkampanye mengusir proyek NAMRU-2 milik Angkatan Laut Amerika, dari Indonesia.</p>
<p>Independensi polisi dari pengaruh Kedubes Amerika Serikat menjadi tanda tanya besar. Misalnya, pengacara Mahendradatta dari Tim Pembela Muslim (TPM) mengherankan prioritas polisi dalam menangani peristiwa Monas. Kalau berdasarkan hukum, mestinya yang menjadi prioritas adalah pria berpistol yang menggunakan kostum AKKBB. ‘’Ancaman hukuman kasus senjata api itu seumur hidup, paling berat,’’ kata Mahendradatta.</p>
<p>Nyatanya walau kasus itu sudah dilaporkan FPI, polisi sampai sekarang belum menangkap pria berpistol. Polisi hanya sibuk menguber orang-orang FPI yang dituduh terlibat penganiayaan dengan ancaman hukuman hanya 5 tahun penjara, jauh lebih ringan dari urusan senjata api. Polisi sibuk mencari-cari pasal pidana agar bisa menangkap dan menahan Habib Riziek Shihab. [berlanjut.../www.hidayatullah]</p>
<p>Penulis adalah Direktur Institute for Policy Studies</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pujukan kafir hentikan dakwah]]></title>
<link>http://mediunewscuts1.wordpress.com/?p=314</link>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 15:28:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>abdullatef</dc:creator>
<guid>http://mediunewscuts1.wordpress.com/?p=314</guid>
<description><![CDATA[
ARKIB : 13/06/2008
&lt;!&#8211;   &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp; &#8211;&gt; 

Pujukan kafir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="color:maroon;">
ARKIB : 13/06/2008</div>
<p>&#60;!-- <A href="/utusan/cetak.asp?y=2008&#38;dt=0613&#38;pub=Utusan_Malaysia&#38;sec=Bicara_Agama&#38;pg=ba_04.htm" target="_new"> <img src="design1_files/ikon/emel2.gif" border="0"></A> &#160;&#160;&#160;&#160;<A href="/utusan/cetak.asp?y=2008&#38;dt=0613&#38;pub=Utusan_Malaysia&#38;sec=Bicara_Agama&#38;pg=ba_04.htm" target="_new"><img src="design1_files/ikon/cetak.gif" border="0"></A> &#160;&#160; --&#62;<!-- START IKLAN &#38; GREETING --> <!-- END IKLAN &#38; GREETING --></p>
<div class="keydeck12"><!--STORY--></p>
<h3>Pujukan kafir hentikan dakwah</h3>
<p>ORANG kafir Quraisy sangat kecewa apabila tentangan secara keras ke atas Nabi Muhammad S.A.W. gagal melumpuhkan kegiatan dakwah baginda. Malah, makin ramai pula yang menganut agama Islam. Ini disebabkan oleh kekaguman mereka kepada sifat sabar Rasulullah.</p>
<p>Pada suatu hari, pemimpin Mekah pun mengadakan pertemuan sesama sendiri di Nadwah. Mereka mencari jalan untuk menentang kebangkitan Rasulullah. Kali ini mereka mahu cara yang betul-betul berkesan diambil ke atas Rasulullah dan pengikut-pengikut baginda.</p>
<p>Seorang pemimpin Mekah mencadangkan agar mereka menggunakan cara diplomasi. Jika kekerasan tidak mampu menghentikan dakwah Rasulullah, pasti cara lembut ini akan berjaya. Setelah berbincang dengan panjang lebar, mereka pun memutuskan untuk menemui Abu Talib, bapa saudara Rasulullah. Abu Talib diminta menyampaikan tawaran yang diberikan.</p>
<p>Seorang pemimpin Mekah menawarkan anak gadisnya yang paling cantik kepada Rasulullah. Mereka akan dikahwinkan secara besar-besaran. Tentang hal mas kahwin, pemimpin itu akan menyelesaikannya.</p>
<p>Rasulullah tidak perlu bimbang. Mereka juga menawarkan seluruh kekayaan mereka kepada Rasulullah.</p>
<p>Baginda akan dilantik menjadi ketua. Semua orang akan patuh kepada baginda. Namun, baginda mestilah menghentikan dakwah. Baginda dan para pengikut mesti kembali pada agama nenek moyang mereka iaitu menyembah berhala.</p>
<p>Apabila tawaran itu disampaikan kepada Rasulullah, baginda pun berkata kepada bapa saudara itu: “Wahai bapa saudaraku, sekiranya mereka sanggup meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, untuk aku meninggalkan dakwahku ini sehinggalah Allah menzahirkannya atau aku musnah kerananya.”</p>
<p>Orang Quraisy bertambah kecewa apabila Rasulullah dengan tegas menolak tawaran tersebut secara mentah- mentah. Jika ada tawaran yang lebih besar lagi pun, baginda tetap menolak.</p>
<p>Sekalipun baginda ditawarkan bulan di tangan kiri dan matahari di tangan kanan, baginda tetap enggan untuk berhenti berdakwah. Rasulullah akan meneruskan perjuangan baginda sama ada baginda berjaya atau syahid kerananya.</p>
<p>Keengganan Rasulullah menerima tawaran menyebabkan kemarahan pemimpin Mekah makin memuncak. Mereka kembali mengadakan mesyuarat di Nadwah.</p>
<p>Masing-masing memberi cadangan agar kegiatan dakwah Rasulullah dapat disekat dan diberhentikan. Kali ini mereka bercadang untuk bertindak secara keras dan tegas.</p>
<p>- Petikan daripada buku, Untaian 366 kisah daripada al-Quran terbitan Edusystem Sdn. Bhd.</p>
<p><!--/STORY--></div>
<div style="clear:both;width:450px;padding:10px 0;"><img src="http://www.utusan.com.my/utusan/design1_files/main_story_gradient_bottom.jpg" border="0" alt="" width="500" height="2" /></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kitab oxumaq insanı yazıçının ağlı ilə düşünməyə vadar edir..."Quran"-ın möcüzələri]]></title>
<link>http://aneurysm2008.wordpress.com/?p=107</link>
<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 17:00:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>aneurysm2008</dc:creator>
<guid>http://aneurysm2008.wordpress.com/?p=107</guid>
<description><![CDATA[Göylərin yaradılması haqqında
 

Quranda göylərin yaradılması ilə bağlı məlumat verən]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Göylərin yaradılması haqqında</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;"> <img class="aligncenter" src="http://aneurysm2008.wordpress.com/files/2008/06/goyler.jpg" alt="" /></span></h4>
<p style="text-align:center;"><!--more--></p>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Quranda göylərin yaradılması ilə bağlı məlumat verən bir ayədə Uca Allah belə buyurur: "Məgər kafir olanlar göylə yer bitişik ikən bizim onları ayırdığımızı, hər bir canlını sudan yaratdığımızı bilmirlərmi?! Yenə də iman gətirməzlər?" ("Ənbiya" surəsi, 30). Ayənin "bitişik" mənasına gələn "ratq" kəlməsi ərəb dilində "bir-biri ilə bitişik", "ayrılmaz bir vəziyyətdə", "bütünləşmiş" mənalarına gəlir. Yəni bu söz bütöv olan iki maddəni ifadə etmək üçün işlədilir.Ayədə göylərlə yerin bir-biri ilə bitişik, yəni "ratq" vəziyyətində olmasından bəhs edilir. Ayədə həmin kəlmədən dərhal sonra gələn "fatq" feili ilə bunların ayrılması bildirilir. Yəni biri digərini yararaq çölə çıxır. Həqiqətən də "Biq banq"ın ilkin görünüşünü fikirləşəndə kainatın bütün maddələrinin bir nöqtədə toplandığını görürük. Başqa bir ifadə ilə hər şey, hətta hələ yaradılmamış olan göylər və yer də bu nöqtənin içində, bir-biri ilə bitişik, ayrılmaz vəziyyətdə idilər. Bundan sonra bu nöqtə şiddətli bir partlayışla yarılır və göylə yer bir-birindən ayrılırlar.</span></h4>
<h4 class="MsoNormal" style="background:white;text-align:center;margin:0;"><span style="color:#008000;">Dəmirin nazil edilməsi haqqında</span></h4>
<h4 class="MsoNormal" style="background:white;text-align:center;margin:0;"><span style="color:#008000;"><img src="http://aneurysm2008.wordpress.com/files/2008/06/demir.jpg" alt="" /></span></h4>
<h4 class="MsoNormal" style="background:white;text-align:center;margin:0;"><span style="color:#008000;">  Dəmir Quranda böyük diqqət yetirilən kimyəvi elementlərdən biridir. Quranın "Hədid", yəni "Dəmir" adlı surəsində belə buyurulur: "...Biz həddindən artıq möhkəm olan və insanlara fayda verən dəmiri də nazil etdik (endirdik)..." ("Hədid" surəsi, 57/25). Ayədə xüsusi olaraq dəmirlə bağlı işlədilən "ənzəlnə", yəni "endirmək" kəliməsi məcazi anlamda onun insanların xidmətinə verilməsi mənasında başa düşülə bilər.</span></h4>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Müasir astronomiya elmi Yerdəki dəmir mədənlərinin kosmosdakı böyük ulduzlardan gəldiyini sübut edib (Dr.Mazhar, U. Kazi, "130 Evident Miracles in the Qur'an", Crescent Publishing Nouse, New Üork, 1997, ss. 110-111;from Prof. Zighloul Raghib El-Naggar's sreech). Təkcə Yerdəki deyil, bütün Günəş sistemindəki dəmir kənardan əldə e