<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>istiqlal &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/istiqlal/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "istiqlal"</description>
	<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 11:34:51 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Monas &amp; Istiqlal]]></title>
<link>http://dedidwitagama.wordpress.com/?p=1085</link>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 00:57:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedidwitagama</dc:creator>
<guid>http://dedidwitagama.wordpress.com/?p=1085</guid>
<description><![CDATA[Omen memotret Monas &amp; Masjid Istiqlal
Difoto dari lantai 23 Gedung Pemda DKI Jakarta oleh Omen
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_1086" align="alignnone" width="448" caption="Omen memotret Monas &#38; Masjid Istiqlal"]<a href="http://dedidwitagama.files.wordpress.com/2008/08/monas.jpg"><img class="size-full wp-image-1086" src="http://dedidwitagama.wordpress.com/files/2008/08/monas.jpg" alt="" width="448" height="299" /></a>[/caption]
<p>Difoto dari lantai 23 Gedung Pemda DKI Jakarta oleh Omen</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kreativitas pada Kegiatan Keagamaan]]></title>
<link>http://heryazwan.wordpress.com/?p=209</link>
<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 03:42:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>heryazwan</dc:creator>
<guid>http://heryazwan.wordpress.com/?p=209</guid>
<description><![CDATA[Waktu menghadiri workshop di Jakarta Design Center kemarin saya menemukan keunikan pada kran tempat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu menghadiri workshop di Jakarta Design Center kemarin saya menemukan keunikan pada kran tempat wuduk (membersihkan diri sebelum sembahyang) di musholla yang ada di basement. Di tempat lain, biasanya kran tempat wuduk hanya satu.<!--more--></p>
<p>Di sini rupanya ada dua kran. Kran pertama terletak di atas, mirip wastafel. Kran ini berfungsi untuk membasuh muka, tangan, kepala dan telinga. Pokoknya, tubuh bagian atas. Kran kedua terletak di bawah, khusus untuk membasuh kaki.</p>
<p>Kreativitas ini barangkali timbul dari kurang nyamannya kegiatan berwuduk selama ini. Selama ini, dengan satu kran, jamaah sering membungkuk terlalu kebawah dalam waktu cukup lama, sehingga dikhawatirkan akan membuat lelah tulang punggung. Di lain pihak, ada juga orang yang memaksakan kaki naik ke wastafel.</p>
<p>Jalaludin Rachmat pernah menceritakan hal ini dalam sebuah pengajian. Universitas di Amerika sering komplain dengan kebiasaan  sebagian mahasiswa muslim yang menaikkan kaki ke atas wastafel saat berwuduk. Di samping kelihatan tidak sopan, kamar mandi juga sering basah karena air mengalir kemana-mana.</p>
<p>Menurut Kang Jalal, secara syariat sebenarnya membasuh kaki tidak perlu dengan mengangkat kaki dan tidak perlu dengan air yang melimpah. Cukup air diambil dari wastafel dengan tangan dan dibasuhkan ke kaki yang tetap berpijak tanah. Hanya saja, terkadang jamaah tidak puas atau mantap dengan air yang volumenya sudah berkurang karena banyak yang tumpah di perjalanan.</p>
<p>Kreativitas lain dalam kegiatan keagamaan saya lihat di mesjid Sunda Kelapa. Setelah selesai sholat, dua layar di kiri kanan imam menyala. Di layar tertulis bacaan zikir setelah sholat, dengan tulisan Arab dan artinya. Mungkin ini dimaksudkan untuk mamandu jamaah yang belum hafal bacaan tersebut.</p>
<p>Baru sekali ini saya melihat di mesjid ada layar dan proyektor seperti ini dalam ibadah sholat. Di mesjid Istiqlal sekalipun saya belum pernah menemukannya.</p>
<p>Kreativitas dalam kegiatan keagamaan ini tentu saja akan membuat beribadah jadi lebih nyaman. Apalagi, sebagian mesjid sudah dilengkapi dengan AC, kecuali Istiqlal yang ventilasinya memang sangat baik. F Silaban telah merancang mesjid ini dengan begitu cermatnya sehingga aliran udara Jakarta yang panas, bisa berubah menyejukkan ketika masuk ke Istiqlal. Tentu saja, kalau jamaah lagi membludak, seperti pada sholat Jumat, udara juga mulasi sedikit memanas.</p>
<p>Masalah lain yang memunculkan kreativitas adalah masalah bunyinya HP saat sholat berlangung. Untuk menghindari hal ini,   beberapa mesjid telah menyiapkan alat khusus untuk mengacak sinyal. Akibatnya, HP tidak dapat melakukan panggilan atau dipanggil saat penggunanya berada di dalam kompleks mesjid.</p>
<p>Pengurus mesjid barangkali  sudah mengamati bahwa selama ini himbauan untuk mematikan HP saat masuk ke mesjid sering diabaikan oleh jamaah. Tidak jarang, saat Imam membacakan ayat-ayat suci, eh... tiba-tiba ada HP berbunyi. Udah gitu, lagunya  "Kelakuan si Kucing Garong...".</p>
<p>Demikianlah, seiring dengan kemajuan teknologi, selalu saja ditemukan modus baru yang membuat kegiatan keagamaan lebih nyaman dan tertib. Asalkan masih sesuai dengan prinsip dasar keagamaan dan tidak melanggar kaedah-kaedah umum, kreativitas mesti  terus dipelihara dan dikembangkan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Istiqlal]]></title>
<link>http://fotodedi.wordpress.com/?p=35</link>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 15:24:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedidwitagama</dc:creator>
<guid>http://fotodedi.wordpress.com/?p=35</guid>
<description><![CDATA[
Bagian dalam kubah, 15 Feb 2008
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fotodedi.files.wordpress.com/2008/06/istiqlal.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-36" src="http://fotodedi.wordpress.com/files/2008/06/istiqlal.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a></p>
<p>Bagian dalam kubah, 15 Feb 2008</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[STUDI WISATA]]></title>
<link>http://theordinarytrainer.wordpress.com/?p=174</link>
<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 02:53:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>nh18</dc:creator>
<guid>http://theordinarytrainer.wordpress.com/?p=174</guid>
<description><![CDATA[Setiap setahun sekali anak-anak ku pasti melakukan kegiatan Study Wisata.  Dan karena anak ku ada t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Setiap setahun sekali anak-anak ku pasti melakukan kegiatan Study Wisata.<span>  </span>Dan karena anak ku ada tiga maka paling tidak dalam setahun kami menghadapi 3 kali studi wisata, mengunjungi object – object pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkatan kelas masing-masing.</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Terus terang kami sebagai orang tua rasanya masih ragu untuk melepas anak usia dibawah kelas 4 bepergian study wisata sendiri.<span>  </span>Bukan tidak percaya dengan guru-guru pendamping … tetapi menangani 10 kelas paralel @ 38 orang anak bukan merupakan pekerjaan yang mudah.<span>  </span>400 – an anak itu pasti sulit sekali diawasi satu per satu … Sehingga banyak sekali orang tua yang memutuskan untuk ikut … atau paling tidak mengutus mbak or suster pengasuhnya …</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Kami, aku dan bundanya anak-anak bergantian mengatur siapa yang giliran mendampingi anak kami ber study wisata.<span>  </span>Maklum kami berdua bekerja.<span>  </span>Jadi ambil cutinya pun bergantian … Kami pun tidak punya suster/pengasuh khusus untuk anak-anak.<span>  </span>Kami hanya punya satu asisten rumah tangga … dan dia bertugas untuk masak dan menunggu rumah.</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Namun demikian … terus terang saya pribadi banyak mengambil hikmah dari acara studi wisata ini …</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">You know what … kalau bukan karena mendampingi anak-anak … saya tidak akan pernah tau isi dalamnya Monas, Isi Museum Gajah, Sholat di Istiqlal dsb <span> </span>! (padahal saya sudah tinggal di Jakarta selama lebih dari 30 tahun) !!!</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Kalau bukan karena studi wisata, saya tidak akan pernah melihat isi dalamnya Musium Zoologi, Museum Botani dan juga Museum Angkatan Bersenjata yang ada di Bogor … padahal aku kuliah 4 tahun lebih di Bogor … (huahahhaah)</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Pernahkah anda masuk Musium Energi, Musium Listrik, Musium Transportasi, Musium Iptek, Musium Telekomunikasi, Musium Perangko, atau Sholat Dhuha di Masjid at Tiin Taman Mini <span> </span>…. ??.<span>  </span><span> </span>Hahaha Saya pernah !!! dan itu pun karena studi wisata anakku.</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Hari ini, Selasa 17 Maret 2008, anak bungsuku (kelas 2 Ibtidaiyah) Studi wisata ke Taman Safari … kali ini yang bertugas adalah Bundanya anak-anak … dan ini adalah kali ke dua dia mengunjungi Object ini … Dulu dia sudah pernah ketika mengantar anak tengahku studi wisata kesini.<span>  </span>Sebetulnya Bunda berharap bahwa object kali ini adalah Taman Buah Mekarsari … namun ternyata tidak jadi.<span>  </span>(Bunda agak kecewa)(Dia pingin sekali kesana sebetulnya).</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Besok Rabu giliran anak Sulungku (13thn) yang kelas 8 Tsanawiyah melakukan studi wisata ke Bandung &#38; Lembang … dan tentu saja kami tidak mendampinginya … bisa – bisa dia ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya … dan si Sulung pun pasti akan manyun mukanya sepanjang hari </font><span style="font-family:Wingdings;"><span>J</span></span><font face="Trebuchet MS">…</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Ketika dia (anak sulungku itu ) kelas 3-4 Ibtidaiyah dulu … dia sering kali menampakkan muka manyunnya jika aku mendampinginya studi wisata.<span>  </span>Biasanya Aku mendampinginya dengan mengemudikan mobil sendiri mengikuti Bis Wisatanya dari belakang … Dia sudah pesan wanti-wanti … nanti ayah jangan deket-deket ya sama Mas … Malu nih sama temen-temen … huahahahaha … And you know what seolah ada peraturan tak tertulis bahwa saya tidak boleh berdiri dalam radius 50 m dari dia … jika aku mendekat … pasti dia ngacir menjauh … (ah anak sulung ku itu memamg rada lain )</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Kalau anak tengah dan anak bungsu ku sih … wah mereka malah memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan orang tuanya di sana … (i.e minta jajan lebih …, suruh bawain tas dsb).<span>  </span>Tidak mendidik mandiri sebetulnya and a bit over protective ? <span> </span>(tapi bagaimana lagi ya ... ??)(Yang jelas kalo sudah kelas 4 keatas ... harus tega melepas)</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Yang lucunya … jika giliran aku yang mengantar anakku studi wisata … yang terjadi adalah … aku selalu menjadi gender minoritas … rekan sejenisku hanya Bapak-bapak Guru sekolah saja … sementara yang lain adalah … Ibu-ibu wali murid … dengan segala gaya busana wisatanya … segar … "full show off" … tidak kalah gaya dengan mbak-mbak dan suster-suster pengasuh … yang juga bergaya "modis" … (kesempatan rekreasi soalnya).<span>  </span>(Tidak lupa dengan Sun Glasses Ceng-Dem nya …)(hihihihi)</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Dan diwaktu istirahat makan siang di Kebun Raya, atau di Ancol atau di TMII biasanya<span>  </span>sekelompok ibu-ibu akan ada yang iseng berteriak : “Eh Ayahnya Bimo … gabung yuuukkkk ama kita-kita … sini makan sama-sama … “ (sambil cekikikan biasanya …)</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">Aku cuma bisa tersenyum menampik dengan sopan … (sambil merah-ijo-kuning tersipu malu tentunya …) (halah) (... beraninya maen keroyokan …)</font></p>
<p style="margin:12pt 0;" class="StyleTrebuchetMS11pt"><font face="Trebuchet MS">HAH … ini judulnya Trainer di godain … </font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kubah Istiqlal]]></title>
<link>http://dedidwitagama.wordpress.com/?p=434</link>
<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 15:30:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>dedidwitagama</dc:creator>
<guid>http://dedidwitagama.wordpress.com/?p=434</guid>
<description><![CDATA[
Diabadikan 15 Februari 2008
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dedidwitagama.wordpress.com/2008/03/09/qubah-istiqlal/433/" rel="attachment wp-att-433" title="istiqlal.jpg"><img src="http://dedidwitagama.wordpress.com/files/2008/03/istiqlal.jpg" alt="istiqlal.jpg" /></a></p>
<p>Diabadikan 15 Februari 2008</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Circling Djakarta Pt.1]]></title>
<link>http://d3pe.wordpress.com/?p=88</link>
<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 14:10:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>d3pe</dc:creator>
<guid>http://d3pe.wordpress.com/?p=88</guid>
<description><![CDATA[Setelah dua minggu mengendap, akhirnya bisa juga gue melanjutkan tulisan tentang jalan-jalan &#8230;]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><i>Setelah dua minggu mengendap, akhirnya bisa juga gue melanjutkan tulisan tentang jalan-jalan .... bukan berniat buat ngikutin beberapa program serupa di teve swasta sih, tapi gue emang suka jalan-jalan buat nyari hal-hal yang gue belom pernah tau atau sekedar bernostalgia sama sesuatu. Intinya hari sabtu itu (16022008) gue dan icha muter-muter ke empat kodya jakarta-the longest journey ever.</i></p>
<p><b>Jakarta Timur</b></p>
<p>Tujuan pertama adalah bekasi (baca : Jakarta Timur Coret) buat ngejemput salah satu sepupu gue, Laras. Alesannya karena hari itu gue berniat buat nuker hape ke salah satu toko langganannya di ITC cempaka mas. Di kompleknya laras, ada sebuah landmark yang terkenal (di jamannya) : Patung Tidur atau kalo diterjemahkan ke bahasa inggris : sleeping statue <font color="#993300">*english ngawur mode = ON*</font>. Dan entah mengapa terpikir oleh icha buat ngambil photonya tuh sleeping status<i>-which is not possible karena jalanan sekitarnya yg rame</i>. Selesai jemput laras, dan menikmati softdrink plus pisang ala pontianaknya, kita langsung lanjut ke ITC Cempaka Mas.</p>
<p><b>Jakarta Utara</b></p>
<p>Sebenernya susah juga mengkategorikan lokasi ITC cempaka mas ada di daerah mana, karena lokasinya terletak diperbatasan antara Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. But, who cares ....</p>
<p>Perjalanan kesana ditempuh selama 45 menit, karena kondisi lalu lintas yang lancar. Dan begitu sampai disana, ternyata harus nunggu lagi si empunya <font color="#993300">*cieee si empunya ...*</font> 30 menit dengan alesan masih di lantai dasar dan lagi otw ke lt.5. Akhirnya setelah urusan tukar tambah selesai, gue harus menyisakan sejam lagi buat nungguin laras yg lagi ganti casing N70-nya sama yang OC <b><font color="#993300">*baca : Original Chinoa*</font></b> punya. Begitu selesai, ternyata icha udah keburu laper duluan .... so begitu selesai ngedrop laras di depan kampusnya di bilangan cempaka putih, kita langsung meluncur ke suatu tempat di Jakarta Pusat.</p>
<p><b>Jakarta Pusat</b></p>
<p><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0048.jpg" title="Masjid Istiqlal"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0048.thumbnail.jpg" alt="Masjid Istiqlal" align="left" /></a>Nah, rencananya sih kita mau meluncur ke es krim italia Ragusa di Jl. Veteran 1 :  Yup, kita berdua <strike>tersesat</strike> muter-muter <font color="#993300"><b>senen-pasar baru-lapangan banteng-gambir-senen</b></font> (dan trus muter2) karena petunjuk dari Laras yang betul-betul nggak jelas !!! :( Sebelum akhirnya kita sadar kalo waktu udah jam 14.30. Yo wis, akhirnya disepakati buat sholat dulu di istiqlal (plus hunting beberapa photo disana). Nggak lupa, sebelum kita lanjut, tanya dulu ke satpam istiqlal jalan ke Ragusa paling cepet lewat mana.</p>
<p>Akhirnya sampailah kita di ragusa, dan kalo kata icha gue udah laper mata ngeliat makanan disana.... :D. Hmm, pesenan pertama kita waktu itu desert <font color="#993300">*kl ga mau dibilang main course*</font> : Ice Cream Spaghetti khas Ragusa. Rasanya yummy banget, rasa susu vanillanya kerasa banget. plus topping coklat leleh dan taburan sokade yang bikin rasanya jadi sedikit asem-asem, plus kacang goreng yang bikin kraus-kraus <font color="#993300">*slurrrp*</font> .... menurut gue sih, rasanya <b>yo'i do'i to'i</b> banget deh .... khas banget dan susah buat diduplikasi (mungkin karena home made dan pake resep yg orisinal). Nah sambil makan ice cream, kita berdua disambut sama iringan lagu-lagu oldies yang dibawain enak banget sama local musician disana. Jadi keingetan sama musisi rock 'n roll-nya batagor kingsley di bandung ... di  gue sempetin juga buat mesen sate ayam yang isinya daging semua dan berukuran imut-imut  :) rasanya sih biasa aja, tapi cukup bikin kenyang. Oh ya, bicara soal harga .... satu porsi Ice Cream Spaghetti dihargain Rp. 27.000 (sudah termasuk PPN), dan kalo satenya gue kurang tau .... karena ibu iccha yang ngebayarin sih :D</p>
<p align="center"><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0086.jpg" title="Ragusa Ice Cream Italia"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0086.jpg" alt="Ragusa Ice Cream Italia" height="274" width="393" /></a></p>
<p align="center"><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0083.jpg" title="Musiknya yo’i do’i to’i banget"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0083.thumbnail.jpg" alt="Musiknya yo’i do’i to’i banget" /></a><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0068.jpg" title="Ice Cream Spaghetti"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0068.thumbnail.jpg" alt="Ice Cream Spaghetti" /></a><a href="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0069.jpg" title="Sate ayam imut-imut"><img src="http://d3pe.wordpress.com/files/2008/02/dsc_0069.thumbnail.jpg" alt="Sate ayam imut-imut" /></a></p>
<p align="center">&#160;</p>
<p>Sebelum melanjutkan perjalanan, gue masih nyempatin buat ngebungkus satu porsi otak-otak yang bener-bener <b>yo'i do'i to'i</b> ... another best otak-otak i've ever eat !!! (satu lagi otak-otak yang enak itu otak-otak 161) Ukurannya sih sedeng, tapi rasa ikan tenggirinya kerasa banget .... sayang bumbu kacangnya kurang nendang, karena cenderung manis even udah dicampur sama banyak sambel. Hampir lupa, harga satu porsinya Rp. 15.000 (isi sepuluh dan ga pake PPN 10%).</p>
<p>Ps. Sayang banget gue gak sempet ngerasain asinan di depan Ragusa yang terkenal itu karena icha dan gue udah kenyang banget. Maybe next time yeee ...</p>
<p>to be continue ...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rencana Kunjungan Enam Tokoh Agama Inggris ke Indonesia]]></title>
<link>http://moderat.wordpress.com/2008/02/18/rencana-kunjungan-enam-tokoh-agama-inggris-ke-indonesia/</link>
<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 03:32:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>moderat</dc:creator>
<guid>http://moderat.wordpress.com/2008/02/18/rencana-kunjungan-enam-tokoh-agama-inggris-ke-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[MWpress.  Enam tokoh agama Inggris (Canon Alan Amos, Sughra Ahmed, Peter Tarleton, Khalil Ahmed Kazi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>MWpress.  Enam tokoh agama Inggris (Canon Alan Amos, Sughra Ahmed, Peter Tarleton, Khalil Ahmed Kazi, Mohammed Kabeer Bostan dan Kathy Morrison) akan berkunjung ke Indonesia pada 18-24 Febuari 2008 untuk mengetahui lebih dalam tentang kehidupan beragama di masyarakat Indonesia yang majemuk.  Menurut keterangan dari Direktorat Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri RI di Jakarta adalah atas rekomendasi dari Indonesia-UK Islamic Advisory Group (IUIAG). </p>
<p>Program Acara :<br />
Tempat :  Jakarta dan Yogyakarta.<br />
Acara    :<br />
(Jakarta) Bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhamadiyah, PB Nahdatul Ulama, Indonesian Conference for Religious and Peace (ICIP) dan Berkunjung ke Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, Universitas Katolik Atmajaya dan Deplu.<br />
(Jogjakarta)  Mengunjungi Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Indonesia Consortium for Religious Studies (ICRS) dan Institute for Interfaith Dialogue in Indonesia (Interfidei), wisata Candi Mendut, Borobudur, Desa Kontesan serta tinggal satu malam di asrama sekolah Islam dan Kristen.<br />
Escost :<br />
Deplu menunjuk lima perwakilan pemuda lintas agama yaitu Raja J Antoni (Maarif Institute), Abdul Malik Haramain (Sekjen GP Ansor), Abidah Muflihati (Academic Restorative Initiative for Ambon), Favor Adelaide Bancin (Komuni Gereja DKI Jakarta) dan Marningot Tua Natalis (PP Pemuda Katolik).</p>
<p>Catatan :<br />
IUIAG diluncurkan oleh Menlu kedua negara pada 30 Januari 2007 di London, sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Inggris Tony Blair pada Maret 2006 yang menekankan perlunya dibentuk suatu wadah untuk menumbuhkan dialog dan mengembangkan ide-ide kerjasama nyata antara Islam dan Barat.  Komite itu terdiri dari 14 orang tokoh agama Islam dari Indonesia dan Inggris yang bertugas untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah Indonesia dan Inggris yang berisi kebijakan dan kegiatan-kegiatan dalam rangka menangkis ekstimis agama, mempromosikan Islam sebagai agama yang damai dan toleran, serta mempromosikan saling pengertian yang lebih baik antara Islam dan Barat. </p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
