<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>hormat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/hormat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "hormat"</description>
	<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 04:48:49 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tips Berjabatan Tangan Yang Efektif]]></title>
<link>http://fatamorghana.wordpress.com/?p=102</link>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 00:50:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Hartoto</dc:creator>
<guid>http://fatamorghana.wordpress.com/2008/09/15/tips-berjabatan-tangan-yang-efektif/</guid>
<description><![CDATA[Berjabatan tangan sudah menjadi bagian ritual dunia usaha.
Mungkin anda menganggap tidak terlalu per]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berjabatan tangan sudah menjadi bagian ritual dunia usaha.<br />
Mungkin anda menganggap tidak terlalu perlu dipikirkan panjang-panjang, tetapi tidak bagi orang yang sedang berjabatan dengan anda. Sikapnya dalam berjabatan menampilkan sebagian besar kesannya terhadap anda. Ingatkah anda bagaimana kesalnya anda bila berjabatan tangan dengan orang yang memberikan jabatan yang amat lemah lunglai atau sebaliknya terlalu keras bersemangat.<!--more--><br />
Jangan sampai anda dikategorikan sebagai orang yang tidak mengesankan baik saat berjabatan tangan. Berikut ini ada beberapa</p>
<p>tehnik berjabatan tangan:<br />
1--Tataplah mata lawan bicara anda saat berjabatan tangan dengannya. Tidak ada yang lebih mengacuhkan selain jabatan tangan</p>
<p>tanpa tatapan mata. Ini menunjukkan rasa tidak hormat atau tidak tertarik. Dengan menatap lawan bicara saat berjabatan, anda</p>
<p>menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri.<br />
2--Berjabat-tanganlah dari telapak ke telapak. Jangan berjabatan tangan dengan mempertemukan dari jari ke jari, atau telapak</p>
<p>dengan jari. Dengan berjabatan-tangan dari telapak ke telapak akan memberikan perasaan bersahabat dan tidak meninggalkan</p>
<p>perasaan yang tidak nyaman atau terluka.<br />
3--Jangan terlalu akrab. Beberapa orang bertindak berlebihan dengan menarik tangan lawan dan secara keras mengayunkan ke atas</p>
<p>ke bawah. Jabat tangan semacam ini sama dengan "mulut besar". Bersikaplah percaya diri, jangan membuat orang lain kesal.<br />
4--Sadarlah akan keterbatasan phisik seseorang. Orang jompo,cacat, atau penderita arthitis mungkin memiliki tulang yang lemah</p>
<p>dan keterbatasan gerak. Melukai sesorang saat berjabatan tangan mungkin justru menutup pintu bukannya membuka pintu hubungan</p>
<p>yang baik.<br />
5--Ingatlah untuk menciptakan jabat tangan yang bermakna. Jika anda berjabatan tangan lalu dengan segera menarik tangan anda</p>
<p>dan melanjutkan pembicaraan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, maka oang akan menganggapnya sebagai jabatan tangan yang tak</p>
<p>berarti dan tidak tulus. Berikan pada lawan anda beberapa saat untuk menunjukkan perhatian anda melalui kontak mata atau</p>
<p>pembicaraan sebelum anda menarik tangan anda. Mereka akan merasa bahwa mereka sedang bertemu dengan orang yang layak.</p>
<p>(diadaptasi dari Daily Tips, Deek McAleer, Dreamlife)</p>
<p>Sumber:<br />
Motivasi_Net@yahoogroups.com ,<br />
Andi Muzaki, private-lib@telkom.net</p>
<p>Quote:<br />
Hartoto - mail: fatamorghana_02@yahoo.com - http://www.fatamorghana.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Untuk guru pelatih...]]></title>
<link>http://malayv.wordpress.com/?p=10</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 01:07:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>malayv</dc:creator>
<guid>http://malayv.wordpress.com/2008/09/01/untuk-guru-pelatih/</guid>
<description><![CDATA[perbincangan haruslah bersifat sihat
Perkataan racist tu agak keterlaluan untuk digunakan. BN bkan r]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_11" align="alignnone" width="300" caption="perbincangan haruslah bersifat sihat"]<a href="http://malayv.files.wordpress.com/2008/09/aa.jpg"><img class="size-medium wp-image-11" src="http://malayv.wordpress.com/files/2008/09/aa.jpg?w=300" alt="perbincangan haruslah bersifat sihat" width="300" height="225" /></a>[/caption]
<p>Perkataan racist tu agak keterlaluan untuk digunakan. BN bkan racist. Jgn lupa BN 2 terdiri dari 3 parti yang mewakili kaum yang berlainan. Ada benda kita bleh cakap suka hati, ada benda kita kena fikir dulu dan ada benda kita kena kaji...<br />
(Apa yg ak nak tulis lepas ni semuanya adalah pendapat ak)<br />
DS Anwar Ibrahim: Ak rasa dia bleh jadi seorang pemimpin yang hebat, dia mampu memerintah. Latar belakang beliau byk membuktikan beliau mampu. Zaman beliau menjadi tpm telah byk membuktikan kemampuan beliau. Sebagai guru pelatih, kita perlu tahu yang beliaulah yg memperjuangkan hak kita hingga kita diberikan elaun. pada pendapat ak beliau mampu memerintah dan ramai ak percaya sama seperti ak dan percaya beliau mampu menjadi perdana menteri yang baik.<br />
Yang ak risaukan adalah apa yang akan berlaku selepas itu. Selepas ketiadaan beliau, masih mampukah parti multi-racial ini menjaga hak bumiputra? Orang melayu selalu bercakap mengenai perpaduan, tapi sedar tidak sedar hanya kaum inilah yang selalu inginkan perpaduan. Perpaduan adalah perkara yg baik tapi jikalau perkara ini akan menutup peluang anak2 bangsa ku di hari kelak, tidak mungkin ak hanya mahu menurut. Cina masih lagi ada sekolah cina, india masih lagi ada sekolah tamil. Mahukah kaum ini menukar semua Sek Jenis Kebangsaan kepada Sek Kebangsaan sahaja? Walaupun kerajaan pakatan memerintah, akan berpadukah semua kaum dan menjadi bangsa Malaysia?<br />
Ak tidak menggalakkan atau memberi pandangan agar adanya pergaduhan kaum. Mengapa kita perlu benci kaum lain. Kita bleh hormat mereka sebagaimana yang patut mereka terima dan menggilai perpaduan hingga meminta agar dijadikan satu bangsa Malaysia bkanlah caranya. Biar cina kekal cina, india kekal india dan melayu sebagai tuan di tanah bertuah ini. Hidup saling hormat menghormati. Hormatilah kaum lain dan pastikan kaum Melayu mendapat hormat yang sepatutnya. Persoalan yang timbul sekarang hanyalah, mampukah kerajaan pakatan menjamin hak anakku, cucuku, cicitku dan waris mereka berikutnya mendapat hak mereka sebagai orang melayu di tanah melayu ini?</p>
<p><a href="http://malayv.files.wordpress.com/2008/09/untitled.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-12" src="http://malayv.wordpress.com/files/2008/09/untitled.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Demi Cinta Ini]]></title>
<link>http://s41d.wordpress.com/?p=14</link>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 08:08:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>s41d</dc:creator>
<guid>http://s41d.wordpress.com/2008/08/26/demi-cinta-ini/</guid>
<description><![CDATA[Apa sajakah yang akan anda lakukan untuk menjaga keutuhan cinta anda, bagi yang belum menikah apakah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Apa sajakah yang akan anda lakukan untuk menjaga keutuhan cinta anda, bagi yang belum menikah apakah kalian akan sekuat mungkin mempertahankan hubungan itu.</p>
<p>Untuk para perempuan apabila pacar anda menuntut melakukan hubungan badan (sex), secara intim apakah anda akan memberikan demi cinta......, dan bila anda berikan keperawanan yang terhormat tersebut setelah itu pacar kalian meninggalkan kalian setelah asik melakukan sex bebas (free sex) apa yang akan anda lakukan.?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pak Wapres Tidak Hormat kepada Merah Putih]]></title>
<link>http://ardinugraha.wordpress.com/?p=43</link>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 03:11:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nugraha Hardika</dc:creator>
<guid>http://ardinugraha.wordpress.com/2008/08/20/pak-wapres-tidak-hormat-kepada-merah-putih/</guid>
<description><![CDATA[
Gambar ini saya snapshot dari Upacara Hari Kemerdekaan di Istana Negara yang disiarkan serentak di ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ardinugraha.files.wordpress.com/2008/08/ch-48_20080817_102311.jpg"><img src="http://ardinugraha.wordpress.com/files/2008/08/ch-48_20080817_102311.jpg?w=300" alt="" width="300" height="240" class="alignnone size-medium wp-image-46" /></a></p>
<p>Gambar ini saya <em>snapshot</em> dari Upacara Hari Kemerdekaan di Istana Negara yang disiarkan serentak di seluruh TV nasional. Terlihat Pak Presiden dan Wakil Presiden datang pada acara tersebut. Dengan iringan lagu Indonesia Raya, bendera mulai dinaikkan. Serentak, hadirin berdiri dan hormat kepada Sang Saka Merah Putih, bendara negara kita. Tapi, tunggu dulu, Pak Wapres <em>kok</em> <em>ga'</em> hormat ya? Padahal Presiden <em>aja</em> hormat. Hem... Ada yang tahu mengapa Pak Wapres-nya <em>ga'</em> hormat ke bendera <em>ga' </em>ya?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selekehnya bang!]]></title>
<link>http://chairulfahmy.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 10:36:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>chairulfahmy</dc:creator>
<guid>http://chairulfahmy.wordpress.com/2008/08/09/selekehnya-bang/</guid>
<description><![CDATA[Suara Adam
Sesetengah generasi muda kaum Adam dan Hawa pakai jeans, kemeja-T ke majlis kahwin
Bersam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span class="header"><strong><span style="text-decoration:underline;">Suara Adam</span></strong></span></p>
<blockquote><p><span class="content">Sesetengah generasi muda kaum Adam dan Hawa pakai jeans, kemeja-T ke majlis kahwin</span></p></blockquote>
<p><span><span class="content">Bersama Chairul Fahmy Hussaini</span></span></p>
<p>TERUS terang saya nyatakan, kebelakangan ini kaum Adam kita macam dah malas nak jaga penampilan diri.</p>
<p>Kebanyakannya lebih senang dengan gaya 'selekeh' daripada kelihatan kemas dan segak.</p>
<p>Saya katakan begini kerana sesetengahnya lebih senang mengenakan jeans dan kemeja-T dalam apa jua majlis.</p>
<p>Apabila hadiri majlis perkahwinan, mereka pakai <em>jeans</em> dan kemeja-T.</p>
<p>Apabila pergi sembahyang Jumaat, mereka pakai <em>jeans</em> dan kemeja-T.</p>
<p>Apabila mereka ziarah pesakit atau hadiri kematian, sama aje lagaknya.</p>
<p>Memang tidak boleh dinafikan, cuaca republik ini panas sentiasa.</p>
<p>Namun, apakah ini bermakna kaum Adam kita akan terus-terusan berpenampilan selekeh?</p>
<p>Jangan gitu bang...</p>
<p>Iyalah, bukannya apa... saya percaya ramai di kalangan anggota masyarakat kita sebenarnya sudah jelik melihat trend ini.</p>
<p>Lebih teruk lagi, sudahlah berpakaian kemeja-T berserta jeans, ada pula tu, membiarkan saja orang ramai melihat tatu mereka yang dicacah di seluruh badan.</p>
<p>Buruk!</p>
<p>Tetapi sebenarnya, kaum Hawa juga tidak terkecuali.</p>
<p>Mereka pun sama hebat, sama tak sedap.</p>
<p>Ada sesetengah tu tak peduli majlis, tetap berkemeja-T dan berseluar <em>jeans</em>.</p>
<p>Cuma dalam zaman yang serba maju ini dan dengan kaum Hawa lebih tinggi pendidikannya, sesetengah mereka macam dah tak tau bagaimana nak pakai seluar dengan betul.</p>
<p>Saya kata begitu kerana ada tu mengenakan <em>jeans</em> yang hanya mencecah paras pinggang, dan bukan betul-betul di atasnya.</p>
<p>Jadi apabila mereka duduk, nampaklah alur buntut.</p>
<p>Hampa memikirkan mereka dah tak peduli langsung adab sopan...</p>
<p>Cik Kak oi! Tolonglah... buruk sangat nampakkan alur buntut tu.</p>
<p>Lagipun... malu sikit dengan kanak-kanak yang nampak...</p>
<p>Tetapi tiada siapa boleh lawan cara berpakaian satu lagi golongan Hawa yang gemar berpakaian kemeja-T putih melekat tubuh dan mengenakan coli yang warnanya... aduh mak! boleh buat Mak Minah di dapur jadi sawan - merah bukan kepalang!</p>
<p>Hmm... Cik Siti oi! Kepada siapa yang awak nak tonjolkan 'perada' awak tu?</p>
<p>Ginilah... Melayu ni terkenal sangat dengan kesantunannya.</p>
<p>Gadis Melayu pula, amat dikenali dengan kelembutannya.</p>
<p>Bak kata penyanyi Othman Hamzah dalam lagunya Gadis Melayu:</p>
<p><em>'Siapa bilang gadis Melayu tak menawan, tak menarik hati, tiada memikat...'</em></p>
<p>Kan?</p>
<p>Jadinya... dalam soal berpakaian tu, elok-eloklah sikit...</p>
<p>Dalam hal ini, saya fikir masyarakat secara amnya dan penggerak dunia fesyen perlu memain peranan mencari huraian bagaimana nak kembalikan 'kekacakan' kaum Adam dan keanggunan kaum Hawa kita.</p>
<p>Mungkin elok kiranya balai rakyat mendapatkan pakar rias dan dandanan mengadakan semacam kelas untuk kaum Adam dan Hawa.</p>
<p>Kelas ini memberi panduan mudah tentang cara pemakaian yang sesuai dengan majlis-majlis yang dihadiri.</p>
<p>Badan-badan yang punya jalinan dengan generasi muda malah boleh adakan pertandingan rekaan fesyen atau dandanan sebagai menggalak generasi muda Adam dan Hawa kita punya penampilan kemas dan menarik.</p>
<p>Atau mungkin, kedai-kedai potong rambut yang diusahakan kaum Adam kita boleh memikirkan cara kreatif menggalak generasi lebih muda berpakaian senonoh.</p>
<p>Jadi taklah mereka berpakaian kemeja-T atau lebih buruk lagi, mengenakan jersi sukan semasa menghadiri majlis orang kahwin atau acara keramaian yang lain!</p>
<p>Akhir sekali, ibu bapa dan generasi lebih tua perlu juga main peranan, tegur-tegurlah anak-anak dan cucu-cucu kita tu...</p>
<p>Berita Harian &#124; Ekstra<br />
Mukasurat 36<br />
Sabtu, 9 Ogos 2008<br />
7 Syaaban 1429 H<br />
bersamaan Hari Kebangsaan Singapura ke-43</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Salute the rank]]></title>
<link>http://pathegalan.wordpress.com/?p=174</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 07:53:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>gunawanwe</dc:creator>
<guid>http://pathegalan.wordpress.com/2008/08/08/salute-the-rank/</guid>
<description><![CDATA[“We salute the rank not the man”&#8230; kalimat ini langsung terekam dalam memori saya sampai se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“We salute the rank not the man”... kalimat ini langsung terekam dalam memori saya sampai sekarang sejak pertama kali mendengarnya dalam mini seri “Band Of Brothers” beberapa tahun lalu. Adalah ucapan yang dilontarkan oleh <em>Major Dick Winters</em> kepada <em>Captain Sobel</em> yang tidak menghormat kepadanya, mungkin karena si Kapten merasa malu berhubung si Mayor dulunya adalah bekas anak buah sang Kapten tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><!--more--></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Untungnya sampai saat ini saya masih bisa membedakan mana penghormatan yang saya berikan terhadap pangkat maupun penghormatan terhadap orangnya. Meskipun kasusnya agak berbeda, terkadang jika ada seorang senior ataupun atasan yang tidak kita sukai akan mengakibatkan diri kita menjauh serta menghindar darinya, bahkan bisa jadi di lingkungan kerja saya untuk menghormatinya pun kita terasa enggan. Padahal penghormatan tangan adalah untuk menghormati pangkatnya yang lebih tinggi dan bukan menghormati sosok orangnya. Terkadang malah terasa lebih baik untuk mengambil jalan memutar agar tidak berpapasan langsung dengan orang yang tidak disukai karena takut diberi teguran jelek atau kerjaan lebih, apalagi perintah-perintah yang tidak ada hubungannya sama sekali terhadap dinas/pekerjaan kita.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kalau hal ini sudah terjadi maka kehidupan berorganisasi sudah tidak berjalan dengan baik, entah bagaimana untuk membuat sang senior merasa sadar karena kita pun sungkan untuk menyampaikannya. Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi terhadap senior / atasan yang menjengkelkan kita, sadar atau tidak terhadap rekan kerja kita sendiri yang karirnya lebih baik dan pada akhirnya mencapai kedudukan yang lebih tinggi dari kita mengakibatkan kita sering iri dan malah masih bersikap layaknya teman satu level di kantor. Padahal ada wibawa rekan kita tersebut yang harus dijaga didepan bawahannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Saya yakin hal ini sering terjadi dimanapun kita bekerja, baik di tempat anda maupun institusi saya. Alangkah lebih baiknya jika kita bisa membedakan waktu dan tempat dalam bersikap, terutama jika di kantor maka kita harus menunjukan penghormatan kita terhadap pangkat dan jabatan <span style="text-decoration:line-through;">rekan</span> atasan kita tersebut.. akan lebih baik lagi jika kita bisa menghargai pribadinya yang sudah bekerja keras sesuai prosedur yang benar dalam mencapai semua itu. Saya pribadi kadang ada perasaan jengkel juga terhadap senior dan atasan, namun perintah adalah perintah yang tetap harus dilaksanakan. Lebih baik melakukan instropeksi terhadap diri sendiri, apakah tindakan saya ini sudah benar sebagai yunior-teman-atasan. Karena tidak ada sosok manusia yang sempurna, yang bisa saya lakukan hanyalah berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 orang sahaja]]></title>
<link>http://pengganaz.wordpress.com/?p=18</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 16:16:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>kibardd</dc:creator>
<guid>http://pengganaz.wordpress.com/2008/08/04/5-orang-sahaja/</guid>
<description><![CDATA[Menghormati pejuang negara yang bekerjasama dengan penjajah.
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pengganaz.files.wordpress.com/2008/08/12.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17" src="http://pengganaz.wordpress.com/files/2008/08/12.jpg?w=300" alt="" width="300" height="240" /></a>Menghormati pejuang negara yang bekerjasama dengan penjajah.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pria Ideal]]></title>
<link>http://nyurian.wordpress.com/?p=65</link>
<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 21:00:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>nyurian</dc:creator>
<guid>http://nyurian.wordpress.com/2008/06/25/pria-ideal/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana pria ideal di benak Anda? Ganteng, maskulin, tinggi, bersih, berdompet tebal, pandai meray]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana pria ideal di benak Anda? Ganteng, maskulin, tinggi, bersih, berdompet tebal, pandai merayu, romantis, atletis, punya tongkrongan mewah, dan super boros? Atau pesolek, lelaki metroseksual? Wah, kalau begitu, berapa banyak pria jenis itu dapat ditemukan? Padahal, pria ideal di mata wanita, duh, gampang amat kok. Sungguh!</p>
<p>Di mata wanita, tentu wanita yang matang, yang bukan ABG lagi, yang siap untuk Anda nikahi, pria yang ideal itu sangat sederhana, cuma mampu membuat dia nyaman, membanggakan secara batin (bukan visual, ketampanan misalnya), dan ngemong. Wanita akan lebih "tunduk" dengan pria yang tegas, mampu mengambil keputusan, percaya diri, sangat konsisten, dan gampang meminta maaf jika bersalah. Pria jenis ini akan membuat wanita betah berlama-lama berbicara dengannya, memandang matanya, dan mencari-cari, adakah cinta di mata lelaki semacam itu. Ah, Anda masih tak percaya?</p>
<p>Selain rasa kagum, wanita nyaman bersama pria yang cerdas, menguasai banyak hal dan bidang tertentu, dan mampu beradaptasi dengan cepat, tak minderan meskipun miskin. Berani, berjiwa besar, dan jujur.</p>
<p>"Saya selalu nyaman bersama pria yang memandang saya dengan sikap hormat, tak merendahkan, meskipun memang dia lebih pintar dari saya. Pria yang semacam ini membuat saya merasa berharga berada di sampingnya," aku Putri Meilena, SE, Account Eksecutive sebuah biro iklan.</p>
<p>"Sayang, sekarang kian sulit mendapatkannya. Dalam pergaulan saya, pria jenis itu justru datang dari lelaki yang rata-rata sudah menikah. Saya sulit memilikinya," tambah Putri.</p>
<p>Nah, lihat, itulah kelemahan pria muda, gagal menangkap keinginan wanita, tak sabar dan tak tahu cara memperlakukan wanita.</p>
<p>"Mereka banyak menganggap, jika kaya, perlente dan bersih, otomatis wanita akan menyukainya. Cara pandang semacam itu membuat saya justru memandang rendah mereka," kritik Putri. Ya, sebagian pria, merasa ideal karena kantong atau busananya, atau cerita tentang liburannya, bukan karena sikap diri dan batinnya.</p>
<p>Nah, lihat, tak sulit kan menjadi pria ideal? Sangat, sangat sederhana, sangat, sangat gampang, yang penting sikap batin Anda, dan rasa rendah hati untuk selalu membuat diri sempurna dengan balutan kejujuran. Tak susah kok, sungguh!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEHORMATAN BIROKRAT DI BUMN]]></title>
<link>http://kkbk.wordpress.com/?p=107</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 02:56:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Nugroho WS</dc:creator>
<guid>http://kkbk.wordpress.com/2008/06/21/kehormatan-birokrat-di-bumn/</guid>
<description><![CDATA[
KEHORMATAN BIROKRAT DI BUMN

Kehormatan atau jadi orang terhormat adalah ke inginan dari setiap ora]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kkbk.files.wordpress.com/2008/06/boss-bumn.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-109" src="http://kkbk.wordpress.com/files/2008/06/boss-bumn.jpg" alt="" width="199" height="217"></a><b></b></p>
<p class="MsoNormal"><b><span style="font-size:18pt;line-height:115%;">KEHORMATAN BIROKRAT DI BUMN</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><br></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kehormatan atau jadi orang terhormat adalah ke inginan dari setiap orang dunia ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tingginya nilai suatu kehormatan bisa membuat orang menjadi gila hormat , bahkan bisa membuat orang tidak ingat ketika sedang menghadapi orang yang sedang menghormat atau orang yang sedang&#160; menjilat. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Etika saling hormat, menghormati yang lebih tua, menghormati atasan atau menghormati orang lain, sudah menjadi budaya di Negeri Indonesia tercinta ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Awal bulan Juni 2008 ini seorang pejabat tinggi di Meneg BUMN punya hajat resepsi pernikahan keluarga di Surabaya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Sebagai Direktur Utama BUMN PT Bina Karya ( Persero ) , Ir. HS Arief MBA merasa sangat terhormat ketika mendapat Undangan dari birokrat<span> </span>jajaran di atasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Demi kehormatan , maka berangkatlah sang Dirut dengan menggunakan SPPD ( dibayari kantor ? ) untuk menyampaikan selamat kepada jajaran di atasnya yang sedang berbahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Di tempat yang punya hajat, pasti ketemu dengan para sejawat dari lingkungan BUMN , disana saling bersalaman saling bercanda ria sampai lupa bahwa karyawan yang menjadi tanggungannya sedang menderita ( gaji dan hak hak lainnya belum diterima ).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Inikah yang disebut kehormatan para birokrat ??? Inikah pemimpin yang terhormat ??? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Mendahulukan kepentingan karyawan, kepentingan orang bawah , apalagi yang menyangkut hak yang harus diterima, adalah lebih terhormat dan lebih penting dari sekedar menyalami dan memberi hormat kepada atasan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Silahkan berbeda pendapat tentang kata HORMAT.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Perlu kajian yang mendalam tentang kehormatan ........... jangan jangan kesimpulannya “ cuma hormat pada yang ada di bawah pantat “, ........ yaitu kursi pejabat ........ yang ditakutkan akan minggat<span> </span>( mental pejabat takut di pecat ).</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">SALAM HORMAT untuk teman teman yang sedang prihatin dan sedang tirakat.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berdiri Hanya Untuk Allah]]></title>
<link>http://smzblog.wordpress.com/?p=347</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 02:37:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muhd Afiq</dc:creator>
<guid>http://smzblog.wordpress.com/2008/05/09/berdiri-hanya-untuk-allah/</guid>
<description><![CDATA[
Rasulullah s.a.w bersabda “Siapa suka orang berdiri tegak menghormatinya, maka siaplah tempat unt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p>Rasulullah s.a.w bersabda “Siapa suka orang berdiri tegak menghormatinya, maka siaplah tempat untuknya di neraka”. (Riwayat Ahmad dari Muawwiyah)</p>
<p><!--more-->Dalam quran ada ayat “qumu lillah qanitin”, berdiri tegak hanya layak untuk Allah.</p>
<blockquote><p>Baqarah [238]……..dan berdirilah kerana Allah (dalam sembahyang kamu) dengan taat dan khusyuk.</p></blockquote>
<p>Walaubagaimanapun dibolehkan berdiri (sukarela) untuk menghormati guru, pemimpin, orang lebih tua. Imam Abu Hanifa hormat gurunya walaupun dia seorang kafir. Dia tanya gurunya itu, bila anjing cukup umur. Kata gurunya bila anjing itu kencing berdiri. Imam Abu Hanifah bangun bila gurunya yang kafir lalu dekat dengan tempat dia mengajar. Walaupun mengajar hanya satu ilmu, tetap dianggap guru. Ijtihad Imam Abu Hanifah berkat kerana hormatnya pada guru.</p>
<p>Jangan berdiri kerana dipaksa atau membuat peraturan supaya orang berdiri untuk menghormati kita. Para sahabat bangun bila Nabi masuk, Nabi kata jangan bangun untuk aku.</p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sapa pengen dihormati?]]></title>
<link>http://lumansupra.wordpress.com/?p=193</link>
<pubDate>Mon, 05 May 2008 03:31:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>lumansupra</dc:creator>
<guid>http://lumansupra.wordpress.com/2008/05/05/sapa-pengen-dihormati/</guid>
<description><![CDATA[Hari senin setelah upacara membosankan di skull adalah hari yang paling melelahkan, karena ada pelaj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari senin setelah upacara membosankan di skull adalah hari yang paling melelahkan, karena ada pelajaran PPKn (pendidikan kewarganegaraan... atau apalah...). gurunya lumayan enak, jauh sebelum sekolahku terkontaminasi oleh Standar Internasional. Pelajarannya selalu berkutat masalah pertanyaan hakiki tentang kondisi kemanusiaan, teori 100%, tanpa praktek. Hari itu kami membahas Bab III: yang intinya Saling Menghormati.</p>
<p class="MsoNormal">‘Sapa yang ingin dihormati?’ entah kenapa pertanyaan membuatku tersentak dan melihat sekeliling kelas. Melihat teman2ku yang dengan semangat mengacungkan tangan setinggi-tingginya, walaupun ada beberapa yang aras-arasen mengangkat tangannya, <!--more-->entah ga yakin ato emang bener2 males jawab pertanyaan. Tapi intinya semuanya akhirnya mengacungkan tangan, hanya satu yang dengan mantap meletakkan tangannya di atas buku tulis bergambarkan hello kitty sambil memainkan pulpen. Itu aku...</p>
<p class="MsoNormal">‘lho, lukman nggak ingin dihormati?’ tanya guruku sambil senyum sok ramah</p>
<p class="MsoNormal">‘nggg... ga pak. Ada yang lebih baik daripada kata hormat’ kataku sambil memperbaiki posisi duduk, agar ga keliatan grogi. ‘setidaknya menurut pandangan saya’</p>
<p class="MsoNormal">‘kalau boleh tahu, apa itu?’</p>
<p class="MsoNormal">‘harga, pak’ jawabku sambil menutup pulpen. Kek orang dengan keyakinan teori 100% dan didukung fakta yang jelas. Tapi aku sendiri cuman berbekal kata harga dan hormat yang kulihat di kamus Bahasa Indonesia yang kubeli di toko buku bekas di Wilis.</p>
<p class="MsoNormal">‘karena kehormatan didapat dengan beberapa cara, salah duanya adalah dengan ketakutan dan ketakjuban, dan saya nggak ingin dihormati karena ketakutan orang terhadap saya.’ Jelasku sambil berdiri. Karena memang aku diajari untuk menghormati orang yang mendengarkanku, dan aku ingin mereka fokus kepada perkataanku. ‘karena bukan itulah inti dari kehormatan...’</p>
<p class="MsoNormal">‘ketika kita dihargai oleh orang lain, mereka secara tidak langsung telah menghormati, malah kemungkinan dengan rasa takjub. Secara ngga langsung ketika kita dihargai kita telah dihormati apa adanya, tanpa ada rasa takut seperti yang saya katakan tadi.’jelasku tadi sambil memandangi teman2ku yang tadi diam melihatku bicara.</p>
<p class="MsoNormal">‘jadi kamu berpendapat bahwa kehormatan itu masih kalah dengan harga’ tanya guruku dengan nada pelan, tapi aku tahu bahwa beliau memancing lebih dalam teoriku.</p>
<p class="MsoNormal">‘begini pak, semuanya tergantung dari mana anda memandang, dari mana konteks yang dibahas, karena bahasa mempunyai lebih banyak dimensi’ jelasku kek ahli bahasa. ‘saya hanya menjelaskan dari sudut pandang saya tentang darimana kehormatan itu dicapai’.</p>
<p class="MsoNormal">‘ohhh, iya...iya...terus!’ beliau manggut-manggut.</p>
<p class="MsoNormal">‘saya hanya ingin dihargai atas segala sesuatu yang telah saya lakukan terhadap mereka dan diri saya sendiri. Bukan seperti <strong>orang terhormat</strong> yang <strong>itu</strong>’ aku sendiri sulit untuk mencari kata-kata yang pas sehingga nggak menyinggung siapa saja yang merasa seperti <strong>itu</strong>. ‘jadi sah-sah saja kalau orang lain mau menyangga pendapat saya, toh ini kan pelajaran yang berasaskan demokrasi’</p>
<p class="MsoNormal">‘wahh... lukman, kamu mendadak pinter gini makan apa tadi pagi?’ tanya guruku sambil tersenyum puas. Mungkin karena salah satu muridnya ada yang pinter ngomong...</p>
<p class="MsoNormal">‘belum makan pak’</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terbaik Untukmu - Ayah (Ada band)]]></title>
<link>http://sillystupidlife.wordpress.com/?p=200</link>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 06:51:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Silly</dc:creator>
<guid>http://sillystupidlife.wordpress.com/2008/04/21/terbaik-untukmu-ayah-ada-band/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin siang, sehabis dari Balai Sidang, window shopping sambil cuci mata lihat2 BATIK  ) , saya me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin siang, sehabis dari Balai Sidang, window shopping sambil cuci mata lihat2 BATIK :-) ) , saya menengok mertua saya yang baru saja kembali dari singapore untuk berobat.</p>
<p>Papi stroke sejak Januari, dan lumpuh total selama 2 bulan. Setelah dibawa ke sing, beliau mengalami perubahan. Dan hari ini, ketika saya mengunjungi papi, progressnya luar biasa... <strong>Dia sudah bisa menggerakkan tangan kirinya.</strong></p>
<p>Duhh, lebih terharu lagi ketika dia melihat saya, dia minta papan scrable (sekarang papi berkomunikasi dengan alat ini)... Susah payah papi meletakkan huruf satu demi satu pada papan scrable:</p>
<h2 style="text-align:center;">B-E-R-T-A-H-A-N</h2>
<p><!--more--></p>
<p>Dengan mata berkaca2, saya genggam tangannya, saya peluk sambil bilang, <em>"Iya pap, silly akan terus bertahan, tp papi jangan marah lagi kalo silly gak bisa ngikutin permintaan papa yang satu lagi"</em>. Mertua saya menulis lagi:</p>
<h2 style="text-align:center;">M-A-A-F-I-N</h2>
<p>Hah?,... maafin siapa?... Dia???... iya... silly maafin. Papi nunjuk dadanya... <em>"No, papi gak salah kok",</em> kata saya.</p>
<p>Siang itu dengan penuh sayang, saya menyuapi beliau. Saya menyesal pernah bertengkar dengan beliau. Sebelum pulang, saya juga sempet2in mencukur rambutnya, yang memang sudah 2 bln tidak pernah tersentuh gunting... Tentu saja sambil menahan haru yang menyesakkan dada saya.</p>
<p>PAS BANGET ketika itu ada Sasha (WINDA IDOL) yang  menyanyikan lagu TERBAIK UNTUKMU - Ada Band, dan yang lebih mengharukan lagi ada PAPA-nya yang kebetulan juga udah STROKE... tertatih2 menaiki panggung, membuat saya yang saat itu sedang mencukur rambut papi tak kuasa menahan airmata saya.</p>
<p>To all father who ever visit here, (termasuk papa saya juga,.. yang sebetulnya sejak setahun lalu juga sudah terkena stroke ringan (gapapa ya pap)... <strong>Terimalah sembah hormat silly. Maaf kalau silly suka kurangajar yach</strong>... (dah bawaan orok sich, hehehe :-) ).</p>
<p>Buat Papa, papi... you both are the best! This song is dedicated for you.</p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/UBGa3Lfwa0o'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/UBGa3Lfwa0o&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dihormati atau Dihargai]]></title>
<link>http://syarifniskala.wordpress.com/?p=18</link>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 05:20:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>syarifniskala</dc:creator>
<guid>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/02/20/dihormati-atau-dihargai/</guid>
<description><![CDATA[
DIHARGAI.  Mungkin karena pengaruh dari budaya Timur yang cenderung mereduksi upaya-upaya penonjol]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><font size="2" face="Arial"></p>
<div><font face="Arial">DIHARGAI.  Mungkin karena pengaruh dari budaya Timur yang cenderung mereduksi upaya-upaya penonjolan diri, maka makna kata dihargai mengalami peleburan dengan kata dihormati.  Dengan demikian, kita seringkali menggunakan kata dihargai untuk menggantikan kata dihormati, untuk pengungkapan rasa hormat pada sebuah pribadi.</font></div>
<div><font face="Arial"></font></div>
<div><font face="Arial">Kata dasar dihargai atau menghargai atau berharga adalah harga.  Dan kata harga, adalah satu-satunya cara memberikan penilaian kepada barang untuk dapat dipertukarkan.  Bukankah ada ungkapan yang sangat populer : ada harga ada barang!  Kemudian tingkatan harga - yang diberi unit satuan uang, ditentukan oleh kualitas barang tersebut, atau tingkat penerimaan yang masuk akal dan/atau tingkat pemenuhan kepuasan perasaan.</font></div>
<div><font face="Arial"></font></div>
<div><font face="Arial">Dengan demikian, dihargai bermakna tegas akan sejumlah uang tertentu.  Dihargai tinggi, berarti ditukarkan dengan jumlah uang yang besar.  Dihargai rendah, berarti ditukarkan dengan jumlah uang yang kecil.  Untuk itu-lah, seorang konsultan bisnis mensyaratkan penghargaan - bukan penghormatan, karena penghargaan itu bukan selembar sertifikat, melainkan selembar cek, bukti transfer atau setumpuk uang.</font></div>
<div><font face="Arial"></font></div>
<div><font face="Arial">Para pembaca blog yang budiman,</font></div>
<div><font face="Arial"></font></div>
<div><font face="Arial">Kehidupan modern memilik dua keniscayaan.  Keniscayaan akan peran uang dan keniscayaan peran kemuliaan.</font></div>
<div><font face="Arial"></font></div>
<div><font face="Arial">Bagi sebuah pribadi yang mengerti dengan kejelasan kristal, uang adalah sangat penting.  Pengingkaran akan hal ini hanya mengindikasikan bentuk kesedihan tidak memilikinya dalam jumlah yang membahagiakan.  Dalam perniagaan saat ini, khususnya di negara kita, cara paling populer dalam mendapatkan uang adalah melalui penghargaan kualitas pribadi kita.  Adalah tidak mengherankan, jika pada setiap bursa kerja, selalu penuh sesak.</font></div>
<div><font face="Arial"></font></div>
<div><font face="Arial">Sebagai sebuah pribadi yang baik, kita memerlukan peran kemuliaan dalam kehidupan panjang kita.  Itulah sebabnya, kita - Anda dan saya, senantiasa memilih dan memilah, dimanakah peran kemuliaan dapat ditemukan pada setiap helaan aktivitas kita.  Dalam setiap keputusan kita, selalu dipertimbangkan keseimbangan yang mendamaikan, antara uang dan kemuliaan, antara dihargai dan dihormati.</font></div>
<div><font face="Arial"></font></div>
<div><font face="Arial">Mohon diingat, bahwa keseimbangan tidak memiliki makna tunggal sama jumlahnya.  Bahwa untuk dapat berdiri dengan anggun yang mengundang decak kagum, dapat pula seperti berdirinya menara Pisa.</font></div>
<div><font face="Arial"></font></div>
<div><font face="Arial">Tapi bukankah berdirinya menara Pisa hanya keanggunan yang mempesona seorang pelancong yang baru melihatnya?  Kalau begitu, yang kita idam-idamkan, bukanlah keseimbangan yang kaku, statis; melainkan keseimbangan harmoni yang bergerak ke kanan ke kiri, seperti tarian akrobatik di atas tali sirkus.  Atau seperti Sang Maestro Valentino Rossi dan Schummy berlenggak-lenggok di atas sirkuit.</font></div>
<div><font face="Arial"></font></div>
<div><font face="Arial">Seperti itu-lah, komposisi anggun dihargai dengan dihormati.</font></div>
<div></div>
<div>Terima kasih atas kesediaan membaca tulisan sederhana ini.</div>
<div></div>
<p></font></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kehidupan yang hina]]></title>
<link>http://superwords.wordpress.com/?p=23</link>
<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 09:30:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>superwords</dc:creator>
<guid>http://superwords.wordpress.com/2008/02/18/kehidupan-yang-hina/</guid>
<description><![CDATA[Hinanya kehidupan dunia tidak mengurangi urgensi perannya.  Untuk itu, bangunlah hormat yang baik p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><font size="2" face="Arial">Hinanya kehidupan dunia tidak mengurangi urgensi perannya.  Untuk itu, <strong>bangunlah hormat yang baik pada kehidupan dunia ini</strong>.</font></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[shabar bukan sifat, melainkan akibat]]></title>
<link>http://syarifniskala.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 02:44:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>syarifniskala</dc:creator>
<guid>http://syarifniskala.wordpress.com/2008/02/12/shabar-bukan-sifat-melainkan-akibat/</guid>
<description><![CDATA[Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;">Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS 2 : 45 - 46).</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;color:blue;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sahabat-sahabat pembaca blog yang budiman. </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saya tidak mampu menangkap hakikat yang tersembunyi dari makna ayat di atas.  Keterbatasan ilmu pendukung tafsir yang dikuasai, mengkebiri keinginan mengupas, apa sebenarnya yang dimaksud oleh ayat paling fenomenal tersebut.  Saya hanya melihat, pasti ada sesuatu yang sangat besar pada ayat tersebut, dimana terdapat 4 kata yang sangat penting dalam kehidupan manusia, yaitu <u>pertolongan</u>, <u>meminta</u>, <u>berat</u> dan <u>khusyuk</u>.</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Shalat, kedudukannya sangat vital dan krusial dalam keimanan dan keislaman.  Posisinya sebagai nomor dua, menunjukkan keutamaan yang sangat besar.  Telah berpuluh, beratus, beribu buku dan jutaan lembar dokumen dari para ulama untuk melengkapkan sudut pandang tentang shalat, agar kaum muslimin tertarik untuk menekuninya dengan sungguh-sungguh dan fokus (khusyuk) sebagai ketaatan yang utama.  Tapi entah mengapa dan apa yang ada dalam benak kaum muslimin, karena jumlah sajadah yang terbentang dan ruang shaf di masjid, tidak sebanding dengan keharusan ruang yang ditempati oleh kaum muslimin.  Sajadah tetap saja jarang disujudi.  Masjid-masjid tetap saja sepi dari jamaah.</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bagaimana dengan shabar? Sejujurnya nasibnya tidak jauh berbeda dengan shalat. </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Memang buku-buku, nasehat dan ajakan untuk bershabar tidak segencar menegakkan shalat.  Jika syariah telah menggariskan minimal 5 kali sehari panggilan shalat, tidak demikian dengan panggilan untuk shabar.  Tetapi jika kita melihat kedudukan shabar dalam ayat di atas, sesungguhnya pasti ada keutamaan yang besar padanya, walau tidak sebanding dengan keutamaan shalat.  Tapi pasti sangat besar.</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sahabat-sahabat pembaca blog yang rendah hati.</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saya tidak bermaksud membahas shabar dari sisi normatif, apatah lagi teori yang rumit dan seringkali soliter itu.  Saya ingin berbagi sudut pandang yang terdekat dengan keseharian kita, sebagai salah satu bentuk terkini wajah keshabaran kita, Anda dan saya.  Saya mengundang Anda untuk memahami shabar dari kalimat-kalimat berikut:</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah dapat disebut seorang penyabar, sebuah pribadi yang membaca bacaan sholatnya menafikan semua ketentuan tajwid dalam melantunkan ayat-ayat suci?</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seberapa sering kita cukup bershabar untuk berpanjang harokat membaca surat Al Ma'un pada kalimat 'yuroo un' atau 'ida jaa' pada surat An Nashr.</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah dapat disebut seorang penyabar, banyak pribadi yang membaca surah Yasin tiap pekan, yang berbangga hati bila selesai duluan dengan mengenyampingkan perintah-Nya untuk membaca dengan tartil?</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah dapat disebut seorang penyabar, apabila seorang hamba berdoa di akhir shalatnya dengan doa yang tidak jelas harokat mad thabi'i, mad jaidz, tidak taat waqaf, tidak peduli idgham?</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah dapat disebut seorang penyabar, sebuah pribadi yang tidak mampu menahan diri untuk diam selama 5 detik agar tercapai rukun shalat tumaninah pada setiap shalat sunatnya?</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah dapat disebut seorang penyabar, seseorang yang tidak mampu melengkapkan huruf pada setiap kata dalam SMS yang dia kirimkan?  Tidakkah kita sering menemukan, sebuah sms yang hanya berisi deretan huruf mati, padahal masih tersisa banyak jatah karakter yang walau kosong, tetap harus dibayarnya?</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Apakah dapat disebut seorang penyabar, seorang pengendara motor yang tidak mampu menahan diri sekitar 3 detik saja, saat lampu kuning masih menyala?</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sahabat-sahabat pembaca blog yang baik,</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Jika kita semua mencermati hal-hal di atas, keshabaran itu bukan sifat, melainkan ekspresi dari:</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">1. kualitas taat asas kita pada peraturan-peraturan</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">2. kualitas hormat kita pada orang lain</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">3. kualitas hormat kita pada diri sendiri</span></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">4. kualitas hormat kita pada waktu proses sebagai sunatullah - bukankah Yang Maha Kuasa saja menciptakan alam ini melalui 6 massa, padahal kun fayakun.</span></span></span></span></p>
<p align="center"><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts10"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span><span class="rvts11"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sahabat-sahabat, shabar itu bukan sifat, melainkan akibat.  </span></b></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts11"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kita yang harus merancang respon, menakar hormat, menapaki tahapan, menaati aturan; sehingga keseluruhan hidup kita teratur, terukur, terpikirkan, terhormat.  Dan atas kualitas hidup kita yang seperti ini, kita disebut sebuah pribadi yang PENYABAR.</span></b></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts11"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Penyabar bukan hanya tidak mendidih perasaan ketika dihardik dan dianiaya.  Lebih dari itu, penyabar adalah kualitas diri dari pribadi yang mulia.  Itulah sebabnya, shabar sangat dengat dengan shalat, yaitu sarana permintaan tolong kepada-Nya.  Sedekat persaudaraan huruf sha yang menjadi awal dua kata itu.</span></b></span></span></span></p>
<p><span class="rvts10"><span class="rvts11"><span class="rvts11"><b><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></b></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span class="rvts11"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sahabat-sahabat pembaca blog yang budiman,</span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></span></span><span class="rvts10"><span class="rvts11"> </span></span><span class="rvts10"><span class="rvts11"></span></span><span class="rvts10"><span class="rvts11"></p>
<p style="margin:0;"><span class="rvts11"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Terima kasih atas perkenan Anda untuk membaca sudut pandang yang mudah-mudahan melengkapi sudut pandang Anda sebelumnya.</span></span></p>
<p></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Malaysia=Malingsia]]></title>
<link>http://t724626.wordpress.com/2007/11/28/malaysiamalingsia/</link>
<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 23:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>t724626</dc:creator>
<guid>http://t724626.wordpress.com/2007/11/28/malaysiamalingsia/</guid>
<description><![CDATA[ 
 
Kata kata ini belakangan makin santer terdengar dan makin menjadi trend setelah diperkenalkan di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><b><span style="font-size:16pt;"><font face="Times New Roman"></font></span></b> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Kata kata ini belakangan makin santer terdengar dan makin menjadi <span><font size="3"><font face="Times New Roman"><span class="insertedphoto"><img class="alignleft" src="http://images.t724626.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R047jQoKCo0AAD4wKL41/maling1.jpg?et=2vaadILs4LQ3BgYbQ2yUFg" border="0"></span></font></font></span>trend setelah diperkenalkan di berbagai website dan media massa. <b>Malingsia</b> merupakan sebuah plesetan untuk menyebut negara Malaysia. Malingsia terdiri dari kata “<b>maling</b>” dan “<b>sia</b>” untuk merubah kata-kata “<b>malay</b>” dan “<b>sia</b>”. “<b>Maling</b>” merupakan kata-kata dari bahasa Jawa yang artinya adalah “<b>Pencuri</b>”. Plesetan ini berkembang setelah adanya beberapa kali usaha dari pemerintah Malaysia untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak meyenangkan dan termasuk juga unsur pelecehan terhadap negara tetangganya yaitu Indonesia. Plesetan ini merupakan salah satu respon masyarakat Indonesia atas sikap yang tidak berbudi dari pemerintahan negara itu.</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Dipihak pemerintah indoneeia sendiri seringkali terdengar kecaman atas ketidak-bijaksanaan pemerintah Malaysia tersebut yang mengaku sebagai tetangga yang baik tapi ternyata tidak punya etikat dan etika yang baik sebagai tetangga. Di samping itu, sebagai negara Asia Tenggara yang berakar budaya sebagai negeri <b>Malay </b>(<b>Melayu</b>) seharusnya menunjukkan sikap ketimuran dan norma akhlaq yang tinggi, namun pada kenyataannya banyak sikap-sikap pemerintah Malaysia yang menodai kepercayaan dan norma tersebut. Sebagai saudara serumpun dan tetangga dekat, mereka ternyata jauh dari budi luhur yang seharusnya dijunjung tinggi sebagai bangsa Melayu.</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Beberapa tahun terakhir ini semakin banyak kejadian dan hal-hal yang memperlihatkan keburukan sikap pemerintah Malaysia. Banyak hal yang seharusnya menjadi milik tetangganya (<b>Indonesia</b>), tapi dicuri oleh negara Malingsia, diantanya:</font></font></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia mencuri gugusan kepulauan diperbatasan Indonesia, yaitu Sipadan dan Ligitan yang pada hakikatnya adalah pulau terluar Indonesia seperti yang telah tercantum secara jelas dan disepakati secara internasional dalam Perjanjian Djuanda tahun 1957 yang menyatakan dan menetapkan bahwa luas laut teritorial Indonesia sejauh 12 mil laaut diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau terluar Indonesia pada saat surut atau batas ketinggian air laut paling rendah. Dari kesepakatan ini kepulauan Sipadan Ligitan merupakan wilayah yang masuk wilayah teritorial Indonesia, namun dengan berbagai cara dan manipulasi maka kedua pulau tersebut diambil alih oleh Malingsia dan bahkan akibat keterlambatan Indonesia melihat pengambilalihan tersebut menjadikan Indonesia terlihat kalah dalam diplomasi dan mengakibatkan dunia internasional terbawa opini Malingsia tersebut dan memberikan pengakuan atas Sipadan dan Ligitan sebagai milik Malingsia.</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia berusaha mencuri landas kontinen Indonesia. Ketika beberapa waktu lalu Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia tidak punya sense atau rasa kebaikan sebagai tetangga dan saudara serumpun, tapi disaat pemerintah Indonesia berkonsentrasi terhadap pemulihan Aceh dan Sumatra utara, mereka malah melakukan penetrasi terhadap perbatasan laut Indonesia dengan mengirimkan kapal laut dan pesawat terbang AL negara Malingsia tersebut memasuki wilayah Indonesia tanpa izin dengan maksud untuk memprovokasi dan juga mencoba untuk mengambil alih lahan minyak di laut perbatasan di dalam teritorial maupun di daerah landas kontinen Indonesia, yaitu blok Ambalat yang sangat kaya menyimpan cadangan minyak. Padahal, menurut hukum dan Ketetapan Internsional telah jelas menyatakan bahwa daerah itu merupakan wilayah yang hanya boleh dieksploitasi dan dimanfaatkan oleh Indonesia. Perjanjian landas kontinen internasional atas Indonesia pada 1969 menyatakan bahwa segala sumber mineral dan kekayaan alam lainnya yang terdapat pada dasar laut dan tanah dibawahnya diwilayah landas kontinen Indonesia yang mencakup wilayah laut sejauh 200 mil laut diluar wilayah teritorial Indonesia. </font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia mencuri batik yang berasal dari Indonesia dan semenjak dahulu kala telah menyatu dengan kebudayaan Indonesia. Mereka menyatakan bahwa batik sebagai kebudayaan asli negara Malingsia tersebut, padahal segenap penjuru dunia telah mengetahui dan fakta juga membukti dengan jelas bahwa batik merupakan hasil kebudayaan asli Indonesia. Seharusnya mereka menganalisis dan memperhatikan kembali kenyataan bahwa sebenarnya kebudayaan Melayu berakar dari Sumatra Indonesia, bahkan yang membuka lahan dan membuat kota Kuala Lumpur serta memajukannya adalah tokoh melayu Sumatra yang makamnya ada di Indonesia (kalau tidak salah ada di Riau).</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia mengklaim lagu <b>Rasa Sayange </b>dari Maluku Indonesia sebagai karya mereka. Padahal semua warga negera tersebut tahu semenjak dahulu kala bahwa mereka dekat dengan lagu tersebut bukan karena diciptakan oleh kesenian mereka sendiri, namun karena berkualitas tinggi dan mudah dihayati yang pada hakikatnya berasal dari Indonesia. Jika mereka ditanya dari hati nurani dan diminta untuk jujur pastilah akan mengakuinya.</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia mengklaim kesenian <b>Reyog Ponorogo </b>sebagai kesenian mereka, padahal dunia sudah semenjak dahulu kala mengakui bahwa reyog adalah kesenian asli dari Ponorogo Indonesia. Ini bisa dikuatkan dengan berbagai sejarah dan melihat akar terbentuknya kesenian reyog di Ponorogo, yang bisa dilihat dari berbagai referensi sejarah di dunia ini. Apakah Malingsia tidak malu melakukan tindakan seperti itu??. Bisakah negara Malingsia membeberkan asal akar kebudayaan reyog?? Kebohongan pasti akan terungkap. Pasti mereka tidak bisa menjelaskan dan tidak mungkin bisa menjelaskan, karena Reyog bukanlah kebudayaan Malingsia tapi merupakan kebudayaan asli dari Ponorogo Indonesia.</font></font></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Penjelasan-penjelasan diatas, tentang pencurian yang dilakukan Malingsia ternyata tidak cukup sedemikian. Pencurian-pencurian yang dilakukan pemerintah Malingsia ini diikuti pula dengan sikap-sikap tidak etis dan tidak senonoh lainnya, diantaranya:</font></font></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Dalam usaha Malingsia untuk mengambilalih teritorial laut dan juga kekayaan di blok Ambalat beberapa waktu lalu setelah Indonesia diguncang gempa dan tsunami besar (Aceh dan Sumatra utara), ternyata Malingsia juga melakukan pemukulan terhadap pekerja-pekerja Indonesia yang sedang membangun suar diperbatasan agar menghentikan pekerjaan mereka. Pembangunan suar yang dibangun Indonesia dipergunakan untuk melengkapi dan memperjelas perbatasan teritorial laut Indonesia. Malingsia takut jika suar tersebut makin banyak dan lengkap, mereka tidak akan bisa mencuri wilayah perbatasan Indonesia lagi. Maka dari itulah Indonesia tidak mau kecolongan dan kecurian lagi sehingga perbatasan laut Indonesia makin diperjelas yang salah satunya dengan pembanguanan suar di batas wilayah teritorial laut yang berbatasan dengan Malingsia. <span> </span></font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia sangat rendah memandang warga negara Indonesia, yang terbukti dengan ketidakmauan pemerintah Malingsia untuk memberikan perangkat hukum yang memadai dalam melindungi hak-hak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara tersebut (TKI), dan tidak pernah seimbang atau tegas dan adil dalam menghukum warga negara mereka sendiri ketika melakukan pelecehan atau pelanggaran hukum terhadap warga negara Indonesisa. Bahkan kemudian dikembangkan istilah <b>INDON</b> yang berkonotasi buruk dan melecehkan untuk menyebut pekerja dari Indonesia ataupun warga negara Indonesia sebagai warga kelas bawah yang hak dan perlindungan hukumnya lebih rendah dari warga negara mereka sendiri.</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Malingsia beberapa kali membiarkan terjadinya kasus pelecehan dan penyiksaan warga negara Indonesia yang tidak diselesaikan secara tuntas dan adil. Banyak pekerja Indonesia yang disiksa majikannya, pulang dalam keadaan lumpuh, ataupun bahkan dalam keadaan jadi mayat yang kemudian dinyatakan sebagai bunuh diri atau sakit parah, dsb, serta banyak pula yang tidak memperoleh gaji yang seharusnya, serta minim perlindungan keselamatannya. Bahkan wasit beladiri Indonesia yang berkelas internasional pun dipukuli polisi Malingsia tanpa ada alasan yang jelas dan sangat tidak sewajarnya dilakukan penegak hukum.</font></font></span></li>
<li class="MsoNormal"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Dan lain sebagainya.</font></font></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Nah, dengan beberapa hal ini, masih punya nuranikah warga Malaysia untuk melawan ketidakbijaksanaan pemerintah mereka, yang jelas sangat mencoreng nilai budaya dan norma budi pekerti orang melayu. Ataukah mereka juga sudah sama saja seia sekata dengan pemerintahan mereka yang sudah tidak punya nurani dan merendahkan negara lain, padahal negara yang dilecehkannya itu masih serumpun dan juga tetangga dekat?</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Semenjak dahulu pemerintah negara tersebut (Malaysi) telah seringkali menghina Indonesia. Itu pula mengapa <b>Bung Karno </b>meneriakkan slogan “<b>Ganyang Malaysia</b>”. Masih perlukah para birokrat Indonesia mendiamkannya dengan berbagai alasan? </font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Artikel ini bukan untuk menghakimi dan menghina satu pihak, namun sekedar memberikan gambaran realita dan bukti secara objektif atas ketidakbijaksananan tetangga yang tidak menghormati tetangga. Pantaskah orang ynag tidak mau menghormati tetangga dan merendahkan tetangganya untuk dihormati??</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Jawablah dengan hati nurani dan pikiran objektif. </font></font></span><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.</font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman"> <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></font></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><font face="Times New Roman" size="3"> </font></span></p>
<p><!-- multiply:no_crosspost --></p>
<p class='no_crosspost'>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lalat]]></title>
<link>http://mimbarsaputro.wordpress.com/2007/11/21/lalat/</link>
<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 10:56:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>mimbar</dc:creator>
<guid>http://mimbarsaputro.wordpress.com/2007/11/21/lalat/</guid>
<description><![CDATA[
Mungkin anda pernah kelimpungan berbicara dengan orang Australia yang nyempreng dan beraksen nggak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" align="left" width="286" src="http://mimbarsaputro.wordpress.com/files/2007/11/mosquito_net.jpg" alt="Mosquito_Net" height="398" /></p>
<p><span><span>Mungkin anda pernah kelimpungan berbicara dengan orang Australia yang nyempreng dan beraksen nggak jelas ditelinga. Para ahli bahasa menemukan jawab bahwa penyebabnya adalah saat berbicara mereka sekaligus menghembus lalat yang menerobos alat pernafasannya. </span></span><span><span>Banyak orang percaya bahwa binatang kebanggaan Australia adalah Kangguru, terbukti mahluk berkantung ini dipakai sebagai bendera perusahaan penerbangan Qantas. Tetapi banyak yang tidak percaya bahwa binatang yang paling hebat di negeri ini sebetulnya lalat, sehingga orang meledek sebagai "National Bird of Australia". Bahkan perilaku lalatpun banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Di negara lain termasuk Indonesia, cara menghormat ala militer dilakukan dengan telapak tangan sejajar badan dan bergerak mendekati kepala seperti hendak melakukan pukulan "<strong>chop</strong>" dalam karate (tapi bukan). Namun di Australia, orang memberi hormat dengan dengan menggerakkan tangannya didepan muka sehingga terkesan mengusir lalat. Body Languange itulah kelak disebut sebagai "<strong>Australian Salute</strong>". Dan belum ada Kangaro's Salutes.</p>
<p>Bahkan orang yang dianggap pintar "bukan lantaran minum jamu" melainkan bersih dari lalat diwajahnya. Dan kondanglah peribahasa "<strong>No flies on him</strong>" - sebab sehebat orang pasti bertekuk lutut atau malahan "girap-girap" apabila berhadapan dengan mahluk kecil ini. Lagi-lagi belum ada "<strong>No kangaro's on him".</strong></p>
<p>Sementara peribahasa yang kita kenal adalah "<strong>Sekali Tepuk Tujuh Lalat</strong>," - sebuah petuah yang menghalalkan segala cara potong kompas guna memperoleh suatu kenikmatan.</p>
<p>Tapi paling asik menyaksikan lalat hijau berusaha menyerbu kamar. Entah sudah kejedut berapa kali kepala menabrak kaca transparan tetapi dia "<strong>hayuh</strong>" saja mencoba masuk padahal jendela sebelahnya sudah dibuka lebar.</p>
<p></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
