<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dihina &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/dihina/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dihina"</description>
	<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 16:59:37 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Biar Ku Bakar Lagi]]></title>
<link>http://dijenorie.wordpress.com/?p=172</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 12:07:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>norie</dc:creator>
<guid>http://dijenorie.wordpress.com/?p=172</guid>
<description><![CDATA[



P.S: Ini postingan sampah. Isinya dipenuhi kegelisahan saya (tadinya saya mau marah-marah di blo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://dijenorie.files.wordpress.com/2008/05/1343758420_50f9a9b065.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-173 alignleft" style="float:left;" src="http://dijenorie.wordpress.com/files/2008/05/1343758420_50f9a9b065.jpg?w=126" alt="" width="126" height="96" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">P.S:<em> Ini postingan sampah. Isinya dipenuhi kegelisahan saya (tadinya saya mau marah-marah di blog ini, tapi ya ga pantes lah). Isi tulisan ini akan berbau </em><em>curhat gitu deh. Bila anda tak suka, maka tidak usah melanjutkan membaca. Thx :D</em></p>
<p style="text-align:justify;">---------------------</p>
<p style="text-align:justify;">keramaian itu mulai terdengar sayup-sayup. Tak seperti beberapa waktu lalu ketika banyak teriakan dan pekik berkumandang. Momen itu sudah jadi soal-soal lalu begitu saja. Atau memang sudah jadi watak kita (<em>Indonesian</em>) untuk cepat lupa. Di mana suara-suara itu? Suara-suara yang menolak makin sedikit, yang setuju apalagi. Semuanya nyaris membisu, tak terdengar lagi.<br />
<em> eh...</em> sebenarnya apa <em>sih</em> yang mau saya sampaikan? Itu <em>loh</em>, soal<!--more--> Undang-undang Informasi dan <a href="http://www.uuite.com/uu-ite.html">Transaksi Elektonik</a> (UU ITE). Sebulan lalu, <em>Issue</em> pelaksanaan UU ITE diperbincangkan ramai sekali. Bahkan banyak blogger menulis soal itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang sampai dimana <em>issue</em> itu? Hanya sedikit yang peduli.</p>
<p style="text-align:justify;">----------------------</p>
<p style="text-align:justify;">Kapan Undang-Undang itu efektif <em>ya</em>.<br />
Waktu mencari gambar "jilbab" untuk ilustrasi di <a href="http://google.com">google</a> yang muncul <em>malah</em> gambar yang 'aneh-aneh'. :( Saya <em>ga</em> bisa <em>nge-</em>bayang<em>-in </em>bila ada anak SMP yang cari gambar Jilbab untuk ilustrasi tugas makalahnya ---terus yang ia temukan gambar 'aneh-aneh tadi'. :(</p>
<p style="text-align:justify;">Kapan juga UU ini bisa memberangus forum:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=16981" target="_blank">ituuuuuu!! &#62;&#62;</a></p>
<p style="text-align:justify;">Saya berharap UU ITE selain mengatur soal informasi dan transaksi di dunia maya, juga bisa menyelesaikan persoalan "kejahatan SARA". Undang-undang itulah jalannya. <em>Habisnya</em> saya tidak bisa berharap pada Munir (Pahlawan HAM itu) yang kini aktif dalam memberi ceramah di alam kubur, melarang malaikat untuk tidak menyiksa mereka yang banyak berbuat dosa di dunia. Saya juga tidak bisa meminta bantuan kepada Aktivis HAM saat agama saya dihina. Dan yang pasti saya tidak bisa minta bantuan kepada segrombolan advokat yang mempunyai ide: memintai <a href="www.mahkamahkonstitusi.go.id/" target="_blank">MK</a> melakukan judicial review pada UU ITE.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini benar-benar kejahatan. (lihat daftar penghinaan mereka di <a href="http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/index.php" target="_blank">sini</a>). Ini bukan lagi soal HAM dan Demokrasi ini sudah taraf kriminal. Mereka itu Atheis-Atheis yang secara terang-terangan menghina Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">kenapa? mungkin kami (aku dan agamaku) hanya pantas untuk dipaksa untuk menghormati HAM dan demokrasi, tanpa pernah diberi akses untuk menerima keadilan atas HAM itu, atau merasakan demokrasi yang berimbang. lalu, di mana letak keadilan?</p>
<p style="text-align:justify;">NB:<span style="text-decoration:line-through;"> Saya juga tidak bisa mengharapkan Gusdur yang sibuk memperbuatkan kekuasaan di PKB. Dan juga karena <a href="http://asahannews.wordpress.com/2008/05/05/gus-dur-bersedia-jadi-saksi-ahli-ahmadiyah/" target="_blank">ia sedang sibuk</a> mengadvokasi Ahmadiyyah.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Karena faktor-faktor di atas tidak bisa diharapkan. UU ITE menjadi salah satu jalan menerapkan HAM dan demokrasi dalam proporsi yang seimbang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di mana Perkembangan dari implementasi UU ini? (bagaimana ide dengan untuk dimintakan uji materiil atas UU ini?  :( ).</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir! Undang-undang mana yang sempurna (yang pernah dibuat [dan diterapkan] di negeri ini)?</p>
<p style="text-align:justify;">Ketidaksempurnaan bukan berarti membuat kita harus menggantinya, atau menghapusnya. Bukan begitu?</p>
<p style="text-align:justify;">Gambar dijambret dari <a href="http://www.flickr.com/photos/khairilidham/1343758420/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">P.s: <em>harap maklum kalah tulisan ini agak sulit dibaca. beberapa kalimat terkesan tidak nyambung. Tapi semoga anda mendapatkan idenya. :)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dihina (again!!!)]]></title>
<link>http://camelisonta.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 11:54:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>syahbal</dc:creator>
<guid>http://camelisonta.wordpress.com/?p=39</guid>
<description><![CDATA[Assalamualaikum,wr,wb.
Wow!!! ajaib sekali negeri ini, negeri yang selalu dihina. mungkin sudah wakt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,wr,wb.</p>
<p>Wow!!! ajaib sekali negeri ini, negeri yang selalu dihina. mungkin sudah waktunya masuk ke buku rekor dunia. sebagai negara yang palin sabar dihina. walaupun sbar itu adalah sebagian dari iman, tapi jangan lah sampe kebablasan seperti itu. dihina ama negeri tetangga terima ajah. gerak dong, gerak.</p>
<p>Tidak seperti Muhammad SAW, ketika salah saatu utusannya dihina oleh suatu negara besar. Maka tanpa segan Rasulullah SAW mengirim pasukannya untuk memerangi negara besar tersebut. Supaya negeri itu tidak macem-macem lagi. Padahal saat itu Rasulullah baru punya beberapa ribu pengikut (rakyat).</p>
<p>Lha...ini Indonesia <strike>Pancasila</strike> yang memiliki rakyat <strike>pengikut</strike> 220 juta lebih mau aja dihina ama negara yang secuil rakyatnya</p>
<p>...ck..ck..ck..</p>
<p>Dimana nyalimu bung???<br />
Mana Dadamu??? Itu kata Soekarno...<br />
Mana Hatimu??? Itu kata saia...<br />
Dimana nasionalismu ituh???<br />
Nasionalisme yang telah berhasil menghapuskan <strike>menghancurkan</strike> kedigdayaan ISLAM...<br />
Mana sikap kebangsaanmu itu???<br />
Yang telah berhasil mengkotak-kotakan umat ISLAM...<br />
Apa masih ada???<br />
Mana???<br />
Mana???<br />
Saia turut berduka...<br />
Karena hati kalian sudah mati...<br />
Mati...<br />
Mau aja dihina ama negara yang kalau diserang langsung abis...tak bersisa...</p>
<p>Wassalamualaikum,wr,wb.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
