<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dewo &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/dewo/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dewo"</description>
	<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 14:52:26 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Nokia 5000: 1.3 Megapixel Camera Phone with FM Radio]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/09/05/nokia-5000-13-megapixel-camera-phone-with-fm-radio/</link>
<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 11:21:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/09/05/nokia-5000-13-megapixel-camera-phone-with-fm-radio/</guid>
<description><![CDATA[(Ponsel yang di-review dibeli sendiri untuk menjaga independensi. Tapi jika ada vendor yang meminjam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>(Ponsel yang di-review dibeli sendiri untuk menjaga independensi. Tapi jika ada vendor yang meminjamkan produknya untuk di-review, mengapa tidak? Hehehe...)</em></p></blockquote>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/09/nokia-5000.png"><img class="alignnone size-full wp-image-1226" title="nokia-5000" src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/09/nokia-5000.png" alt="" width="188" height="217" align="right" /></a>Setelah lama tidak me-review gadget, terutama ponsel, maka hari ini saya memiliki kesempatan untuk me-review satu lagi gadget. Kali ini yang akan di-review adalah Nokia 5000 yang merupakan ponsel menengah ke bawah. Dengan modal Rp 1.100.000, saya mendapatkan ponsel berwarna Neon Blue ini. Ponsel yang diperkenalkan pada bulan April 2008 ini memiliki tampilan yang keren dengan beberapa pilihan warna, yaitu Neon Blue, Perfect Purple, dan Cyber Green.</p>
<p>Sejatinya ponsel ini dibeli untuk ibu yang ponselnya jatuh dan layar LCD-nya pecah. Dari pada servis mengganti LCD yang jatuh-jatuhnya mahal, saya menawarkan penggantinya dengan yang baru. Jadilah Nokia 5000 ini dibeli dan hari ini saya memiliki kesempatan untuk me-review-nya.</p>
<p>Tampilan Nokia 5000 yang masuk ke kategori ponsel menengah ke bawah ini tidak malu-maluin. Cukup trendy untuk ditenteng-tenteng, terutama bagi anak-anak ABG (anak baru gede). Membaca <em>tag line</em>-nya, yaitu "1.3 Megapixel camera phone with FM Radio", kita sudah dapat membayangkan segmen yang dibidik oleh ponsel ini, yaitu bagi pengguna yang menginginkan kamera <em>entry level</em> sekaligus ingin mendengarkan radio. Selebihnya boleh dimaklumi.</p>
<p>Sejatinya pemilihan ponsel bagi ibu sederhana saja, yaitu murah, mudah pemakaian, dan ada kameranya. Semuanya ada di N5000 ini. Yang membuat saya lebih tercengang adalah karena ponsel ini telah memiliki layar LCD TFT beresolusi QVGA (320x240) dengan ukuran diagonal 2 inchi. Sejatinya layar dengan resolusi ini lebih banyak dipakai di PDA atau pun ponsel <em>hi-end</em>. Tapi N5000 telah memiliki resolusi sebesar ini. Walau pun harus diakui bahwa kedalaman warnanya cuma 65K. Tapi itu sudah lebih dari cukup untuk melihat-lihat galeri foto dan juga browsing internet.</p>
<p><!--more-->Dengan resolusi yang lebih besar, tampilan jadi lebih nyaman dan halus. Font yang tampak di sms juga lebih enak dibaca. Aktivitas sms-an jadi lebih menyenangkan. Terutama keypad-nya yang nyaman ditekan. Pada awalnya saya agak kagok menekan keypad-nya yang agak datar. Tapi setelah beradaptasi selama beberapa saat, mengetikkan sms menjadi hal yang menyenangkan.</p>
<h3>Fitur Multimedia</h3>
<p>Jangan harap mendapatkan pemutar musik yang mumpuni di N5000. N5000 walau pun memiliki tampilan mirip-mirip seri 5 lain yang notabene pemain musik andalan, tapi ponsel ini tidak memiliki fitur keren di musik. Aplikasi pemain musiknya pun tidak dibekali fasilitas equalizer. Kayaknya memang hanya menang di tampilan yang mirip nokia seri 5. Ini didukung kenyataan bahwa N5000 memang tidak memiliki memori yang besar dan juga absennya dukungan untuk memori eksternal. Memori internalnya saja cuma 12 MB. Itu pun di-<em>share</em> dengan kebutuhan memori lain-lain seperti daftar <em>contact</em>, sms, kalendar dan lain-lain.</p>
<p>Yang lebih melegakan adalah karena N5000 memiliki fasilitas radio. Tapi rasanya kok tidak stereo ya? Atau kuping saya yang salah? Hehehe... Rupanya tidak stereo. Juga tidak ada fasilitas RDS mau pun Track ID. Mungkin inilah yang membuat ponsel ini agak murah harganya.</p>
<p>Fasilitas Loudspeaker-nya bisa digunakan untuk mendengarkan radio selain dari headset. Tapi sekali lagi, jangan terlalu berharap akan kualitasnya. Walau pun demikian, suara dapat didengar dengan nyaring.</p>
<h3>Kamera</h3>
<p>Nah, inilah salah satu prasyarat bagi pembelian ponsel ini, yaitu adanya kamera. N5000 dibekali dengan kamera 1.3MP. Cukuplah untuk keperluan sederhana. Sayangnya saat dipergunakan untuk mengabadikan moment dengan kualitas tinggi response kameranya termasuk lambat. Apalagi jika menggunakan <em>night mode</em> untuk memotret di situasi lemah cahaya. Bisa-bisa ketinggalan kereta. Hehehe...</p>
<p>Hasil pemotretan juga tidak maksimal jika dilakukan <em>indoor</em>. Banyak terdapat <em>noise</em>. Tetapi jika dilakukan di <em>outdoor</em>, kualitasnya boleh dibilang lumayan. Sekali lagi sayang bahwa response-nya termasuk lambat sehingga kita tidak bisa memotret banyak kejadian dalam suatu saat yang mendesak dan segera. Tidak hanya response-nya, tapi juga penyimpanan foto ke memori juga lambat. Demikian pula saat akan melihatnya kembali. Kita masih sempat melihat animasi putaran sebelum akhirnya foto tertampil.</p>
<p>Dan yang menyedihkan adalah karena memorinya yang sangat terbatas. 12 MB saja tanpa fasilitas memori tambahan. Hiks...</p>
<p>Oh iya hampir lupa, saya juga harus mencoba fasilitas perekaman video. Hasil perekaman dengan durasi default yang ternyata cuma 30 detik itu menghasilkan video dengan dimensi 128x96. <em>Framerate</em>-nya cuma 5 frame per second. Benar-benar tidak memuaskan. Tapi apa mau dikata? Ini memang bukan ponsel yang didedikasikan untuk kamera video. Sekali lagi, memorinya juga cuma 12 MB.</p>
<h3>Konektivitas</h3>
<p>Nah ini dia yang harus diulas tuntas. Rugi bandar jika kita membeli ponsel tanpa fasilitas koneksi ke ponsel lain mau pun PC. Dan saya cukup beruntung karena N5000 memiliki fasilitas koneksi via bluetooth. Sebenarnya saya mendapati 1 port yang saya curigai sebagai port mini USB. Sayangnya di literatur tidak menyebutkan fasilitas koneksi N5000 via kabel mini USB. Di paket penjualannya pun tidak dibekali kabel USB. Yah, cukuplah fasilitas bluetooth ini. Lagian sekarang sudah tidak model koneksi lewat kabel ya? Bisa-bisa <em>keserimpet</em>. Hehehe...</p>
<p>Bluetooth-nya lancar saja ketika dicoba kirim-kiriman file foto ke PC mau pun ke Soner K530i. Cukup cepat.</p>
<p>Saya juga sempat mencoba koneksi ke internet via GPRS Class B, Multi-slot class 10. Ponsel ini dibekali dengan browser xHTML WAP 2.0 dengan Opera Mini versi 4. Cukup sederhana. Tapi rasanya ibu tidak akan banyak memanfaatkan fasilitas ini.</p>
<p>Sebenarnya akan lebih menyenangkan jika ada fasilitas photo-blogging di ponsel ini seperti halnya di ponsel-ponsel Sony Ericsson. Ah, mungkin lagi-lagi terkendala segementasi dan harga. Hehehe...</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Oke, saya tidak akan mengulas lebih panjang lagi karena sisa fiturnya semua standard. Walau pun cukup lengkap, tapi tidak ada hal yang menonjol.</p>
<p>Menurut pendapat saya, ponsel ini memang sesuai dengan harganya. Sesuai pula untuk segmen menengah ke bawah yang belum membutuhkan fitur-fitur canggih dan berkualitas. Dan rasanya ponsel ini cukup untuk ibu saya. Apalagi tampilannya termasuk menarik dan kesannya tidak murahan.</p>
<h3>Link Terkait</h3>
<p>Spesifikasi: <a href="http://www.nokia.co.id/A4993324">Spesifikasi Nokia 5000</a><br />
Download Factsheet: <a href="http://www.nokia.co.id/NOKIA_ASIA_2/Product_Catalogue/Products/Consumer_Phones/5000-series/5000/nokia_5000_factsheet.pdf">Nokia 5000 Factsheet (PDF)</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Casey Stoner Dikalahkan Dirinya Sendiri]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/31/casey-stoner-dikalahkan-dirinya-sendiri/</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 13:34:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/31/casey-stoner-dikalahkan-dirinya-sendiri/</guid>
<description><![CDATA[Rasanya kesialan Stoner masih berlanjut. Seperti balap kemarin, kali ini Stoner pun jatuh di Sirkuit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya kesialan Stoner masih berlanjut. Seperti balap kemarin, kali ini Stoner pun jatuh di Sirkuit Misano. Padahal sejak awal balapan Stoner telah jauh meninggalkan rival-rivalnya. Bahkan Stoner sudah memimpin lebih dari 3 detik. Apalagi Valentino Rossi seperti biasanya melakukan start yang jelek sehingga sempat tergusur oleh Daniel Pedrosa.</p>
<p>Tapi rupanya mental Stoner belumlah semumpuni kecanggihan motornya. Begitu tahu Rossi berhasil melampaui Pedrosa dan mulai mengejar, Stoner pun mulai gundah dan memaksa motornya melaju lebih kencang lagi untuk membuat jarak dengan Rossi. Jika saja Rossi berhasil mengejarnya, maka tak ayal pertarungan kasar pun bisa saja terjadi. Terbayanglah pertarungan-pertarungan seru dengan Rossi yang penuh bahaya itu di benaknya. Stoner tidak ingin itu terjadi dan satu-satunya jalan adalah dengan kabur sejauh-jauhnya dari Rossi.</p>
<p><a href="http://dewo.files.wordpress.com/2008/08/stoner-jatuh.gif"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/08/stoner-jatuh.gif" alt="" width="344" height="205" class="alignnone size-full wp-image-1219" /></a></p>
<p>Sayang Dewi Fortuna lebih memilih Rossi dari pada Stoner. Pemaksaan terhadap motornya berakibat fatal. Stoner terjatuh di lap 7. Dan Rossi pun naik ke posisi 1 tanpa perlu upaya yang keras. Sangat disayangkan karena tidak ada sajian pertarungan sengit di Sirkuit Misano. Padahal kita semua pasti berharap mendapatkan sajian seru pertarungan para jagoan kelas super ini.</p>
<p><!--more-->Jorge Lorenzo juga perlu diacungi jempol. Setelah beberapa kali absen dan tidak perform, kali ini dia menunjukkan kualitasnya. Setelah merebut posisi Daniel Pedrosa, posisinya pun tetap sampai akhir lomba. Sayang Daniel Pedrosa tidak melakukan pertarungan seru lagi, malahan tambah merosot setelah dilewati Toni Elias.</p>
<p>Kemenangan Valentino Rossi ini semakin menambah jarak dengan Stoner. Terhitung 75 poin selisihnya. Sungguh sangat sulit bagi Stoner untuk mengejarnya. Memang masih tersisa 5 balap lagi. Tapi untuk merebut nilai tertinggi dari balap yang tersisa, yaitu 125 poin bukanlah hal yang mudah. Lagi pula Rossi tentu tidak akan tinggal diam. Jika saja ke-5 balap tersebut Rossi hanya di posisi 3, selisih poinnya pun masih 25 (75+75-125) untuk keunggulan Rossi.</p>
<p>Oh iya, kemenangan Valentino Rossi ke-68 ini sekaligus menyamai rekor Agostini yang juga dari Italia itu. Sip bener...</p>
<p>Oke deh, tidak usah berpanjang-panjang. Selamat bagi Rossi &#38; Lorenzo.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MotoGP di Sirkuit Misano Bakal Seru]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/30/motogp-di-sirkuit-misano-bakal-seru/</link>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 11:15:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/30/motogp-di-sirkuit-misano-bakal-seru/</guid>
<description><![CDATA[Balap di Sirkuit Misano, San Marino, diprediksi bakal menjadi balap paling seru di musim ini. Ambisi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Balap di Sirkuit Misano, San Marino, diprediksi bakal menjadi balap paling seru di musim ini. Ambisi Valentino Rossi untuk merebut kembali gelar juara dunia yang telah 2 tahun terlepas dari tangannya diperkuat fakta bahwa sirkuit Misano ibarat rumah kedua bagi Rossi. Maklum, jarak kota ini dengan Tavullia, Italia, tempat masa kecil Rossi cuma berjarak 15km.</p>
<p><a href="http://dewo.files.wordpress.com/2008/08/stoner-free-practice-3.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1216" src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/08/stoner-free-practice-3.png?w=300" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p>Selain itu Rossi juga sangat berambisi menyamai rekor Giacomo Agostini yang telah memenangkan 68 kali balapan. Dan sirkuit Misano menjadi tumpuan harapan Rossi dalam memenuhi kedua ambisinya itu. Tapi Rossi harus ingat bahwa musim lalu dia ketiban sial di sirkuit ini. Motornya rusak sehingga tidak bisa meneruskan perlombaan. Musim lalu Casey Stonerlah bintang sirkuitnya.</p>
<p>Bagaimana dengan Stoner? Stoner sendiri sempat down dengan kondisinya saat ini. Kebangkitannya sempat ternoda dengan kesialan di 2 balap terakhir, dan pautan angka 50 baginya sangat berat. Apalagi angkat segitu terpautnya dengan seseorang Rossi yang notabene <a title="Rossi Ingin Sapu Bersih Seri Tersisa" href="http://www.detiksport.com/read/2008/08/30/124312/997310/81/rossi-ingin-sapu-bersih-seri-tersisa" target="_blank">tidak akan menyerahkan sisa poin di 6 balap yang tersisa</a>. <a title="Nyaris Mustahil Pertahankan Titel" href="http://www.detiksport.com/read/2008/08/29/174355/997091/81/stoner-nyaris-mustahil-pertahankan-titel" target="_blank">Nada pesimistis seorang Stoner</a> memang beralasan, tidak mudah mengalahkan Rossi di sirkuit Misano jika Rossi tidak sial seperti musim lalu. Padahal selama 3 sesi latihan bebas ini <a title="Stoner Tetap Tercepat" href="http://www.detiksport.com/read/2008/08/30/172103/997426/81/stoner-tetap-tercepat" target="_blank">Stoner selalu memimpin perolehan waktu tercepat</a>.</p>
<p>Bermodal motor hebat dan kemampuan berkendara mumpuni tidak cukup bagi Stoner untuk memenangkan balapan. Sangat dibutuhkan keberuntungan baginya untuk menang. Tinggal mana yang dipilih Dewi Fortuna di sirkuit ini, Rossi atau Stoner? Bagaimana dengan rider lain?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Situs Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Di-hack]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/29/situs-yamaha-motor-kencana-indonesia-ymki-di-hack/</link>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 14:59:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/29/situs-yamaha-motor-kencana-indonesia-ymki-di-hack/</guid>
<description><![CDATA[Malam ini saya menjumpai situs YMKI (www.yamaha-motor.co.id) di-hack oleh seseorang yang tidak berta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini saya menjumpai situs YMKI (<a href="http://www.yamaha-motor.co.id">www.yamaha-motor.co.id</a>) di-<em>hack</em> oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. Hacker yang menggunakan nama RedRolix Sari_Seytan NOWAR ini mengganti beberapa konten dari situs YMKI ini. Saya tidak tahu apakah Sysadmin YMKI telah menyadari hal ini atau belum.</p>
<p>Berikut adalah beberapa screenshot dari konten situs YMKI yang di-hack.</p>
<p><a href="http://dewo.files.wordpress.com/2008/08/yamaha-news-hacked.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/08/yamaha-news-hacked.png?w=300" alt="" width="300" height="119" class="alignnone size-medium wp-image-1210" /></a></p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SLgPtZOoX7I/AAAAAAAAARc/2_jonxtSbXA/s1600-h/Yamaha-hacked-797445.png"><img src="http://4.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SLgPtZOoX7I/AAAAAAAAARc/2_jonxtSbXA/s320/Yamaha-hacked-797445.png" border="0" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SLgPtojJCCI/AAAAAAAAARk/VJ-EMXjqpzA/s1600-h/Yamaha-products-hacked-798146.png"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SLgPtojJCCI/AAAAAAAAARk/VJ-EMXjqpzA/s320/Yamaha-products-hacked-798146.png" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membolos Kerja]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/27/membolos-kerja/</link>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 08:27:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/27/membolos-kerja/</guid>
<description><![CDATA[Hihihi&#8230; kemarin saya membolos alias tidak masuk kerja tanpa alasan apa pun. Tapi walau pun nam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hihihi... kemarin saya membolos alias tidak masuk kerja tanpa alasan apa pun. Tapi walau pun namanya membolos, saya tetap bekerja dari kos. Bahkan tetap saja melebihi jam kerja karena sampai larut malam pun saya tetap bekerja. Hem... rasanya ada yang salah...</p>
<p>Seharusnya saya kan membolos! Tapi kok tetap kerja? Ini sih cuma pindah tempat kerja!? Weks...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Axel Dan Motornya]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2008/08/20/axel-dan-motornya/</link>
<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 09:48:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2008/08/20/axel-dan-motornya/</guid>
<description><![CDATA[Sebenarnya Axel sudah punya motor listrik sejak umur 3 atau 4 tahun. Bahkan sudah punya mobil listri]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya Axel sudah punya motor listrik sejak umur 3 atau 4 tahun. Bahkan sudah punya mobil listrik juga. Sayangnya saat itu Axel tidak begitu tertarik dengan kedua kendaraan listriknya ini.</p>
<p>Nah yang lucu adalah belakangan ini Axel senang naik motor listriknya. Kemarin saat liburan papa sempat mengawal Axel jalan-jalan naik motornya. Sayang di pos satpam akinya habis. Terpaksa papa yang mendorong motornya. Axel sendiri mengetahui listriknya habis langsung mengayuh kedua kaki di jalan supaya motor bisa tetap jalan.</p>
<p>Yang lucu adalah gaya Axel saat naik motor. Sesekali Axel menundukkan badannya seolah-olah sedang balapan. Hehehe... rupanya Axel terpengaruh balap Moto GP kesukaan papa. Kebetulan hari Minggu sore kemarin (17/08/2008 ) ada acara balap dan Axel juga sempat melihat balapnya.</p>
<p>Ah Axel jangan jadi pembalap, jadi programmer saja ya? Kan sudah papa <a href="http://axelrenantio.wordpress.com/2008/08/20/axel-dan-axioo-puppy/">modalin notebook</a>. Hehehe...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Masih Mencari Supriyadi?]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/19/masih-mencari-supriyadi/</link>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 13:26:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/19/masih-mencari-supriyadi/</guid>
<description><![CDATA[
Saat tugas di Bandung minggu kemarin, kami sempat menonton talk show di salah satu stasiun TV swast]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKqzCuRA_qI/AAAAAAAAAP0/A7s0OrPvYPI/s1600-h/Buku-Mencari-Supriyadi-706761.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKqzCuRA_qI/AAAAAAAAAP0/A7s0OrPvYPI/s320/Buku-Mencari-Supriyadi-706761.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Saat tugas di Bandung minggu kemarin, kami sempat menonton talk show di salah satu stasiun TV swasta yang mengundang tokoh tamu yang luar biasa, yaitu Eyang Andaryoko Wisnuprabu (88 tahun). Mengapa luar biasa? Karena Eyang Andaryoko ini mengaku bernama asli Supriyadi, Sang Shodancho Supriyadi yang memimpin pemberontakan PETA di Blitar.</p>
<p>Sayangnya acara talk show tidak berlangsung dengan baik. Kedua pembawa acara asal mempertanyakan benar-tidaknya Eyang Andaryoko adalah Supriyadi. Sangat kentara bahwa kedua pembawa acara tidak membaca buku yang dituliskan oleh Baskoro T. Wardaya, SJ yang seharusnya menjadi wacana utama untuk acara talk show tersebut.</p>
<p>Terus terang saya sangat terusik dengan talk show tersebut dan bertekad untuk mencari buku tersebut. Dan akhirnya saya pun mendapatkannya di toko buku Gramedia di Java Mall Semarang saat liburan di Semarang. Begitu sampai rumah langsung membaca buku yang sangat menarik ini. Seperti singkatan Jawa: <em>linak-lijo, lali anak lali bojo</em> (lupa anak lupa istri), saya membaca buku ini sampai tuntas-tas-tas-tasss sampai-sampai melupakan anak dan istri. Hehehe...</p>
<p><!--more-->Membaca buku ini seolah membaca sebuah buku sejarah baru. Maklum, cerita sejarah Pahlawan Nasional Supriyadi ternyata berbeda dengan penuturan Eyang Andaryoko. Jika buku sejarah nasional menuliskan dua nama Supriyadi yang seolah dua orang yang berbeda, maka dalam buku ini dituturkan bahwa kedua Supriyadi tersebut adalah orang yang sama.</p>
<p>Sebelumnya kematian Shodancho Supriyadi adalah suatu misteri. Bahkan saat akan dinobatkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1975, kuburannya masih misteri. Pembongkaran situs kuburnya berakhir nihil. Kerangka di lokasi terdekatnya pun akhirnya teridentifikasi bukan kerangka Supriyadi. Benarkah Supriyadi telah mati?</p>
<p>Nama Supriyadi kemudian muncul lagi di kancah pemerintahan awal RI. Nama ini dekat dengan Bung Karno, bahkan dinobatkan sebagai Menteri Keamanan Rakyat pada Kabinet Pertama dan juga Panglima Tertinggi TKR. Walau pun secara personal tokoh Supriyadi di jabatan-jabatan tersebut nyaris absen di setiap kegiatan resmi hingga pada akhirnya digantikan oleh tokoh-tokoh lain.</p>
<p>Tapi ternyata kedua Supriyadi tersebut adalah orang yang sama.</p>
<p>Benar-benar menarik kisah hidup dari seorang Shodancho Supriyadi ini. Beliau benar-benar nyata dan ada. Dan bahkan masih hidup sampai sekarang.</p>
<p>Dan ketika buku ini diterbitkan, misi yang diberikan oleh Bung Karno kepada Supriyadi pun tercapai, yaitu untuk meluruskan sejarah dan memberitakan kebenaran sejarah yang sebenar-benarnya. Dan ketika itu tercapai, maka Eyang Andaryoko pun mengaku rela <em>dipundhut</em> (diambil) oleh Tuhan.</p>
<h2>Opini Pribadi</h2>
<p><em>(** Hehehe... saya ini sok tahu bener, pakai opini-opinian pribadi segala. Tapi biarlah, saya kan memang sok tahu. Hehehe... **)</em></p>
<p>Benar-tidaknya kisah cerita dan pengakuan Eyang Andaryoko, saya melihat ada sebuah kisah sejarah yang luar biasa di sana. Sebuah kisah alternatif dari penulisan sejarah oleh pihak "pemenang", seperti yang dituliskan di buku tersebut. Saya setuju.</p>
<p>Kalau pun itu dianggap meragukan, saya lebih melihatnya sebagai satu-kesatuan cerita yang runut yang dikisahkan oleh seorang yang brilian. Saya setuju ketika Eyang Andaryoko <em>mengalem</em> (memuji) dirinya sendiri sebagai pemuda yang pintar saat itu. Dan rasanya itu tidak perlu diragukan. Daya rekam peristiwanya sangat baik ditambah pengolahan informasi dari segala sumber yang mendukungnya sehingga membuat alur cerita yang lengkap dengan beberapa sudut pandang yang berbeda. Jika bukan seorang yang sangat cerdas, rasanya tidak mungkin bisa sedemikian detail.</p>
<p>Saat membaca buku ini, kita seperti disuguhkan sebuah buku sejarah yang dituliskan oleh tim sejarahwan yang telah melakukan penelitian bertahun-tahun. Tapi kisah di buku ini bersumber dari seorang nara sumber saja, yang bahkan di usianya yang ke-88 pun masih memiliki daya ingat yang luar biasa.</p>
<p>Seandainya kisah ini dibuat film, alangkah hebatnya. Alangkah heroiknya. Tokoh Supriyadi ternyata tidak hanya seorang Shodancho PETA, tetapi juga sangat berpengaruh dan banyak terlibat di kelahiran Republik Indonesia.</p>
<p>Ah, pokoknya harus baca buku ini sendiri... Beli deh, harganya cuma Rp 50.000 kok.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nyobain Kawasaki Athlete]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/14/nyobain-kawasaki-athlete/</link>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 10:56:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/14/nyobain-kawasaki-athlete/</guid>
<description><![CDATA[Rupanya ada staf programmer di perusahaan kami yang beli Kawasaki Athlete. Kontan saja aku cobain. H]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Rupanya ada staf programmer di perusahaan kami yang beli Kawasaki Athlete. Kontan saja aku cobain. Hehehe...</p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKQLPD1a5MI/AAAAAAAAAPU/uU0n6D-6fyw/s1600-h/Athlete1-731967.JPG"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKQLPD1a5MI/AAAAAAAAAPU/uU0n6D-6fyw/s320/Athlete1-731967.JPG" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Kesan pertama: keren, tapi mungil. Bagiku yang panjang tangan &#38; kaki ini, Athlete terlampau pendek. Kalau stang belok mentok, maka dengkul akan kepentok stang. Dimensinya mirip Suzuki Satria atau pun Honda CS1. Sama-sama masuk kategori pendek. Atau aku aja yang kepanjangan?</p>
<p>Kali ini aku nyobanya tidak jauh dan tidak lama, cuma muter parkiran kantor saja. Tapi sudah lumayan bisa sedikit memberi penilaian.</p>
<p>Seperti kata pemiliknya, gas-nya agak keras. Ternyata memang benar, agak keras. Tapi kurasa Athlete tidak sekeras Jupiter MX. Terus terang Jupiter MX gas-nya paling keras dari motor yang pernah aku coba. Kalau Athlete cengkeramannya cukup enak. Tapi saat diajak belok-belok rada mbanting. Tipikal motor batangan (motor sport). Mungkin sudut kemiringan porosnya lebih miring dibanding motor bebek kebanyakan.</p>
<p>Sayang aku tidak sempet mencoba akselerasinya. Maklum, waktunya mepet. Lagian ini motor pinjeman. Hehehe...</p>
<p><!--more Klik untuk foto-foto lainnya...-->Foto-foto diambil tanggal 07/08/2008</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKQLPGnLVkI/AAAAAAAAAPc/A03wSERc4YA/s1600-h/Athlete2-732355.JPG"><img src="http://2.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKQLPGnLVkI/AAAAAAAAAPc/A03wSERc4YA/s320/Athlete2-732355.JPG" border="0" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKQLPZ-jfYI/AAAAAAAAAPk/3IVseFDz-kU/s1600-h/Athlete3-733121.JPG"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKQLPZ-jfYI/AAAAAAAAAPk/3IVseFDz-kU/s320/Athlete3-733121.JPG" border="0" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKQLPtBcJTI/AAAAAAAAAPs/62whv3pcfag/s1600-h/Athlete4-734197.JPG"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_k_BjFEwYM4k/SKQLPtBcJTI/AAAAAAAAAPs/62whv3pcfag/s320/Athlete4-734197.JPG" border="0" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Melawan Alam]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/11/melawan-alam/</link>
<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 07:08:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/11/melawan-alam/</guid>
<description><![CDATA[Hehehe&#8230; kali ini masih posting masalah game Travian. Cuma kali ini aku cuma mau kasih warning ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hehehe... kali ini <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/08/01/game-travian/">masih posting</a> masalah game <a href="http://travian.com">Travian</a>. Cuma kali ini aku cuma mau kasih warning buat temen-temen yang juga main game online ini, yaitu tentang menjarah alam.</p>
<p>Sudah biasa jika kita menjarah desa lain dalam rangka mendapatkan resources. Sejak belakangan ada opsi untuk menjarah desa yang ditinggalkan, yang dikelola oleh alam, maka aku pun mencoba-coba menjarah desa ini. Tidak tanggung-tanggung, aku mengirim 41 pasukan dari beberapa jenis. Dan apa yang terjadi? Hiks... pasukanku tewas 37. Berarti yang tersisa cuma 4. Itu pun resources yang berhasil dibawa cuma 37 lumber, 37 clay, 38 iron dan 38 crop.</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/08/dewo-attack-nature.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/08/dewo-attack-nature.png" alt="" width="455" height="319" class="alignnone size-full wp-image-1198" /></a></p>
<p>Coba kita lihat desa alami ini dihuni oleh siapa saja. Rupanya dihuni oleh 107 rats, 51 spider, dan 45 bat. Rupanya pasukanku yang rata-rata sudah level 2 baik armoury mau pun weaponnya tidak sanggup melawan pasukan hewan ini. Hiks...</p>
<p>Jadi, hati-hati kalau mau melawan alam.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Axel Pulang Sendiri]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2008/08/06/axel-pulang-sendiri/</link>
<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 00:57:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2008/08/06/axel-pulang-sendiri/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin papa dapat telepon dari mama kalau Axel diajari pulang sendiri ke rumah oleh Bu Guru. Ibu Gu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin papa dapat telepon dari mama kalau Axel diajari pulang sendiri ke rumah oleh Bu Guru. Ibu Guru meminta ke mama kalau mama tidak usah menjemput Axel. Axel disuruh pulang sendiri, tapi akan diikuti oleh Ibu Guru.</p>
<p>Sejak sejam sebelum jam pulang, mama sudah khawatir dan menunggu di teras. Maklum, ini pertama kalinya Axel pulang sendiri ke rumah dari sekolah. Memang sih tidak terlalu jauh dan biasa ditempuh dengan berjalan kaki. Yang bikin khawatir adalah karena Axel biasa mampir kemana-mana. Juga takut kalau nyasar.</p>
<p>Syukurlah Ibu Guru mengikuti Axel dari belakang dan memastikan kalau Axel langsung pulang. Puji Tuhan Axel bisa sampai rumah dengan selamat. Tapi habis itu Axel rada-rada marah. Jus yang biasa menyambut Axel sepulang sekolah langsung dibuang. Hehehe... mungkin Axel kecapaian. Mama cerita ketika sampai rumah, Axel keringatnya banyak banget dan bibirnya manyun. Hehehe...</p>
<p>Tapi ini suatu langkah yang luar biasa. Bahkan dulu papa pas seumur Axel masih diantar jemput.</p>
<p>Terima kasih Tuhan karena telah menjaga Axel, anakku tercinta. Cium sayang untuk Axelku.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[AHM Meraja Di Semester 1 2008]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/02/ahm-meraja-di-semester-1/</link>
<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 04:36:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/02/ahm-meraja-di-semester-1/</guid>
<description><![CDATA[Menarik mencermati pertarungan dua produsen sepeda motor besar di Indonesia, yaitu antara AHM (Honda]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik mencermati pertarungan dua produsen sepeda motor besar di Indonesia, yaitu antara AHM (Honda) dengan YMKI (Yamaha). Kedua produsen ini berkejar-kejaran dalam menorehkan prestasi penjualan. Dalam 2 tahun belakangan ini keduanya saling bergantian memimpin.</p>
<p><a href="http://dewo.files.wordpress.com/2008/08/penjualan-motor-semester-1-2008.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/08/penjualan-motor-semester-1-2008.png" alt="" width="277" height="199" class="alignnone size-full wp-image-1188" /></a></p>
<p>Dalam laporan penjualan semester 1 tahun 2008 ini, Honda kembali memimpin dengan meraih pasar sebesar 45.54%. Sedangkan Yamaha harus mangakui keunggulan rival terberatnya Honda dengan meraih posisi 2 dengan prestasi penjualan 39.93%. Sementara itu Suzuki masih seperti biasanya bertengger di posisi 3 dengan prestasi yang ketinggalan jauh. Kali ini Suzuki meraih porsi pasar sebesar 13.12%.</p>
<p>Bagaimana dengan produsen lain? Rupanya mereka masih harus berjuang ekstra keras karena kontribusinya masih di bawah 1% dari total penjualan nasional.</p>
<p><!--more-->Tetapi yang menggembirakan adalah karena total penjualan semester 1 ini cukup fantastis, totalnya mencapai angka 3.088.673 unit. Ini berarti meningkat 45% dari periode yang sama di tahun yang lalu. Tercatat penjualan semester 1 tahun lalu menorehkan angka 2.116.996 unit.</p>
<p>Mengapa bisa sedemikian fantastis penjualan motor ini? Merujuk artikel di Tabloid Otomotif edisi 13:XVIII, beberapa narasumber berpendapat bahwa kenaikan ini adalah karena beberapa hal, yaitu karena keluarnya model-model baru yang menggoda dan juga karena kenaikan BBM.</p>
<p>Seperti yang sudah-sudah, kenaikan BBM memang sedikit-banyak menyumbangkan kenaikan penjualan motor. Mungkin masyarakat cukup panik ketika harga BBM makin menjulang dan lebih memilih menggunakan motor dari pada mobil yang lebih haus BBM.</p>
<p>Sedangkan kita tidak boleh memungkiri bahwa keluarnya model-model baru dari beberapa produsen memang cukup menggoda masyarakat untuk membelinya. Apalagi dengan sistem pembelian kredit yang sekarang sudah semakin mudah dengan uang muka yang sangat terjangkau. Menurut narasumber tabloid Otomotif, pembelian motor secara kredit mencapai 70-80% dari total pembelian.</p>
<p>Sedikit catatan untuk AHM, rupanya strategi AHM untuk kembali merajai kancah sepeda motor nasional cukup jitu, yaitu dengan menggelontorkan model-model baru inovatif. Tetapi apakah YMKI akan tinggal diam? Rasanya tidak. Mari kita tunggu produk-produk baru penggoda lainnya yang akan diterbitkan oleh ke-2 produsen besar ini.</p>
<p>~~~</p>
<p><b><u>Catatan</u></b>: Data penjualan diambil dari Tabloid Otomotif edisi 13:XVIII (04 Agustus 2008) yang mengambil data dari AISI, judul artikel: "Pasar Motor Semester I 2008, Tiga Juta Unit Sudah Terjual" (hal 03).</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membuat Solar Cell Sendiri]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/01/membuat-solar-cell-sendiri/</link>
<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 10:54:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/01/membuat-solar-cell-sendiri/</guid>
<description><![CDATA[Membuat solar cell sendiri? Mengapa tidak?
Dari kerinduan akan solusi alternatif pembangkit listrik ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Membuat solar cell sendiri? Mengapa tidak?</strong></em></p>
<p>Dari kerinduan akan solusi alternatif pembangkit listrik menuntunku untuk mencari petunjuk pembuatan solar cell secara mandiri. Dan rupanya semuanya tersedia di internet, bahkan ada panduan praktikum untuk siswa sekolah. Coba saja googling dengan keyword: <a href="http://www.google.co.id/search?q=making+solar+cell&#38;ie=utf-8&#38;oe=utf-8&#38;aq=t&#38;rls=com.ubuntu:en-US:unofficial&#38;client=firefox-a">"making solar cell"</a>. Di sana kita akan mendapatkan banyak sekali petunjuk.</p>
<p>Salah satu yang menarik adalah dari <a href="http://voh.chem.ucla.edu/">Dept Kimia dan Biokimia UCLA</a> yang menyediakan panduan praktikum kimia dalam format PDF. Silakan unduh di: <a href="voh.chem.ucla.edu/classes/Solar_cells/pdf/Student_Solar.pdf">sini</a>. Cukup lengkap panduannya. Metode praktikum yang sejenis juga digunakan di <a href="http://www.ccmr.cornell.edu/">Cornell Center for Materials Research</a>. Silakan unduh panduan praktikumnya di: <a href="http://www.ccmr.cornell.edu/education/modules/documents/MakingSolarCells.pdf">sini</a>.</p>
<p>Coba juga kunjungi situs <a href="www.thesolarguide.com">The Solar Guide</a> yang menyajikan cara pembuatan solar cell yang diklaim <em>"easy and fun experiment"</em> dalam membuat prakarya solar cell dengan material yang <em>"easy to find."</em> Silakan kunjungi panduannya di: <a href="http://www.thesolarguide.com/solar4scholars/make-a-solar-cell.aspx">sini</a>. Bahkan <a href="http://scitoys.com/">Science Toys</a> mendemokan pembuatan solar cell yang dapat dilakukan di dapur. Silakan klik di: "<a href="http://scitoys.com/scitoys/scitoys/echem/echem2.html">Make a solar cell in your kitchen</a>". Untuk versi flat panelnya dapat dilihat di: "<a href="http://scitoys.com/scitoys/scitoys/echem/echem3.html#flatpanel">A flat panel solar cell</a>."</p>
<p>Ada lagi metode yang lebih mutakhir, yaitu dengan screen print. Metode ini dibahas oleh <a href="http://pveducation.org/">Photovoltaic Education Network</a> di "<a href="http://www.udel.edu/igert/pvcdrom/MANUFACT/SCRNPRT.HTM">Screen-printed Solar Cell</a>." Sangat menarik...</p>
<p>Apakah benar teknologi pembuatan solar cell sudah mudah dilakukan bahkan oleh perorangan atau pun siswa? Apakah benar material pembuatnya sudah sedemikian mudah didapatkan?</p>
<p>Saat ini aku sedang membaca beberapa petunjuk tersebut. Jika memang sudah sedemikian mudahnya, bukankah lebih baik jika kita mencoba membuatnya sendiri? Alangkah bahagianya jika energi listrik itu gratis.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Game Travian]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/08/01/game-travian/</link>
<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 08:32:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/08/01/game-travian/</guid>
<description><![CDATA[Ada yang main game Travian? Aku sedang memainkannya! Entah sudah berapa lama aku memainkannya. Yang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang main game <a href="http://www.travian.com/">Travian</a>? Aku sedang memainkannya! Entah sudah berapa lama aku memainkannya. Yang jelas aku sudah bisa survive. Lumayan buat mengusir kebosanan dalam bekerja. Lagian memainkan Travian tidak membutuhkan pemikiran yang dalam. Walau pun durasi permainannya tidak terbatas, tapi intensitas pemikiran sangat sedikit. Malah lebih banyak nunggunya. Hehehe... <em>Low resources</em> gitu.</p>
<p><a href="http://dewo.files.wordpress.com/2008/08/travian.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1176" src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/08/travian.jpg?w=300" alt="" width="300" height="191" /></a></p>
<p>Game ini cocok bagi yang suka strategi dan manajemen. Kebetulan aku sedang belajar manajemen, jadi cocok deh. Saat ini aku sudah memiliki 2 village dan terdaftar di ranking 5.048 di antara 168.603 pemain. Masih jauh... Cita-cita sih masuk 10 besar. Tapi perlu perjuangan berat. Sekalian membuktikan kemampuan manajemen dan bermain strategi. Hehehe...</p>
<p>BTW, kalau ada yang main juga di server 7, awas ya kalau berani merampok village-ku. Balasannya setimpal! Hehehe...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keluh Kesah Dari Bangka Belitung]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/31/keluh-kesah-dari-bangka-belitung/</link>
<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 15:00:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/31/keluh-kesah-dari-bangka-belitung/</guid>
<description><![CDATA[Berkunjung 2 hari di Bangka sudah cukup untuk mendengarkan keluh kesah penduduknya. Ada 2 keluhan ut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dewo.files.wordpress.com/2008/07/babel-1.jpg"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/babel-1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-1173" align="right" /></a>Berkunjung 2 hari di Bangka sudah cukup untuk mendengarkan keluh kesah penduduknya. Ada 2 keluhan utama di sana, yaitu: sering padamnya listrik dan mahalnya harga BBM. Mengenai sering padamnya listrik ini sudah menjadi keseharian bagi masyarakat Babel (Bangka Belitung).</p>
<p>Suatu kali dalam presentasi Sisfo Sekolah, aku mendapat pertanyaan tentang bagaimana implementasi Sisfo Sekolah jika listrik sering padam. Pertanyaan yang seharusnya tidak perlu ditujukan padaku. Jikalau aku harus menjawabnya, sebenarnya aku dapat menjawabnya dengan sekenanya. Tapi tentu saja tidak mudah untuk mewujudkannya. Syukurlah aku tidak perlu menjawabnya karena sudah dijawab oleh yang berwenang.</p>
<p><!--more-->Masalah yang kedua adalah mahalnya BBM. Pada kunjungan kami <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/07/29/jalan-jalan-ke-pangkalpinang/">tempo hari</a>, harga premium &#38; solar di Pangkalpinang berkisar antara Rp 8.000 s/d 10.000 per liter. Bahkan di luar kota harganya mencapai Rp 13.000 per liter. Bagaimana dengan pertamax? Hehehe... menembus angka Rp 15.000 per liternya.</p>
<p>Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena pasokan BBM ke Babel dikurangi setengah dari kebutuhan normal. Alhasil banyak sekali dijumpai antrian panjang mengular di setiap stasiun pengisian BBM. Itu pun sering kali kehabisan. Beberapa kali aku melihat mobil yang didorong karena kehabisan bensin.</p>
<p>Keadaan ini mengundang banyak spekulan yang memborong bensin dan menjualnya secara eceran. Walau pun judulnya adalah "eceran", tapi para penjual ini menjual setiap 5 liter dengan harga Rp 10.000 per liternya. Weks...</p>
<p>Agak mencengangkan melihat fenomena ini, dimana di Jakarta tidak ditemui masalah pasokan BBM. Harga BBM di Jakarta pun relatif stabil.</p>
<p>Bagaimana masyarakat Babel menyikapi kedua masalah utama tersebut? Kalau sering matinya listrik, beberapa mengupayakan genset sendiri, sedangkan sisanya memilih untuk pasrah.</p>
<p>Bagaimana dengan harga BBM yang sangat tinggi tersebut? Rupanya pemerintah sudah mengumumkan hal itu dan telah mengajak masyarakat untuk dapat berhemat. Dan ajakan pemerintah tersebut rupanya disambut baik oleh masyarakat. Buktinya tidak ada demo atau pun kerusuhan berkenaan dengan mahalnya BBM. Bukti bahwa hubungan antara pemerintah dengan masyarakat sangat dekat dan baik? Bisa jadi. Banyak figur di pemerintahan yang diidolakan oleh masyarakat. Dan itu berarti pemerintahan di sana berjalan dengan sangat baik. Patut diacungi jempol.</p>
<p>Semoga Babel dapat maju dan sukses walau pun banyak mengalami hambatan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nge-Test Bandwidth Axis]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/30/nge-test-bandwidth-axis-2/</link>
<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 11:42:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/30/nge-test-bandwidth-axis-2/</guid>
<description><![CDATA[Kali ini aku mencoba menggunakan alternatif koneksi berikutnya, yaitu menggunakan Axis yang memberik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dewo.files.wordpress.com/2008/07/dsc00155.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/dsc00155.png?w=300" alt="" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1167" align="right" /></a>Kali ini aku mencoba menggunakan alternatif koneksi berikutnya, yaitu menggunakan Axis yang memberikan penawaran menarik, yaitu jalur 3G (UMTS teoritis kecepatannya 384 kpbs) dengan biaya koneksi Rp 0.1/KB untuk 10 MB pertama (setiap hari) dan selanjutnya Rp 1/KB. <strike>Menarik</strike> baik bukan? (Sumber: <a href="http://www.axisworld.co.id/inside_services_tariff.html">Tarif Axis</a>)</p>
<p>Mari kita bandingkan dengan Fren yang tempo hari <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/07/24/nge-test-bandwidth-fren-volume-based/">sudah aku</a> <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/07/29/nge-test-bandwidth-fren-lagi/">test 2x</a>. Jika dibandingkan dengan Fren Prabayar yang tarifnya Rp 6/KB (atau Pascabayar Rp 2/KB), maka tawaran dari Axis ini benar-benar menggiurkan. Pantesan tempo hari pakai Fren pulsanya boros banget...</p>
<p>Sorenya aku membeli nomer Axis baru seharga Rp 8.000 dengan bonus pulsa 6.000. Hiks, padahal harga resminya Rp 6.000. Maklum, belinya di pinggir jalan. Itu pun bukan <a href="http://dewo.wordpress.com/2007/05/13/ada-apa-dengan-nomer-cantik/">nomer cantik</a>. Tidak lupa beli voucher pulsa Rp 20.000 buat tambahan nafas koneksi.</p>
<p><!--more-->Pengesetan parameter WAP/MMS di ponsel dapat dilakukan OTA (over the air) dengan mengirimkan sms request ke 2288. Setelah itu akan diberikan pengaturan otomatis oleh Axis. Langsung saja aku coba untuk browsing dari <a href="http://dewo.wordpress.com/2007/07/24/soner-m600i/">SE M600i</a> andalan. Setelah koneksi dapat terjalin dengan baik, tibalah saatnya untuk mengetest kecepatannya.</p>
<p>Platform pengetesan agak sedikit berbeda dengan <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/07/24/nge-test-bandwidth-fren-volume-based/">pengetesan Fren tempo hari</a> karena kali ini aku menggunakan <a href="http://dewo.wordpress.com/2007/07/24/soner-m600i/">Soner M600i</a> plus kabel datanya. Yang masih sama adalah penggunaan <a href="http://dewo.wordpress.com/2007/09/24/lenovo-3000-y400/">Lenovo</a>, <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/04/29/menginstal-ubuntu-804-di-acer-tm-3045/">Ubuntu 8.04</a> dan <a href="http://speedtest.net">SpeedTest.net</a>.</p>
<p>Kesan pertama saat koneksi terjalin adalah: WOW. Rasanya cukup cepat, melebihi koneksi Fren. Tapi perasaan belum boleh dijadikan patokan sebelum pengukuran yang sebenarnya. Woke, kita mulai pengukuran...</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/axis-1.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/axis-1.png?w=300" alt="" width="300" height="187" class="alignnone size-medium wp-image-1163" /></a></p>
<p>Pengukuran kulakukan 2x dengan pemilihan server yang berbeda. Yang pertama adalah menggunakan server Surabaya. Maklum, SpeedTest merekomendasikan server Surabaya untuk pengetesan. Server yang direkomendasikan oleh SpeedTest ditandai dengan warna kuning. Hasil test menggunakan server Surabaya menghasilkan angka 360 kbps untuk download dan 51 kbps untuk upload. Wah, cepat juga ya? Tidak salah kan perasaanku? Hehehe...</p>
<p><a href="http://dewo.files.wordpress.com/2008/07/axis-1a.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/axis-1a.png?w=300" alt="" width="300" height="168" class="alignnone size-medium wp-image-1164" /></a></p>
<p>Test kedua menggunakan server Jakarta dan menghasilkan angka 358 kbps untuk download dan 51 kbps untuk upload. Masih WOW juga.</p>
<p><a href="http://dewo.files.wordpress.com/2008/07/axis-2.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/axis-2.png?w=300" alt="" width="300" height="167" class="alignnone size-medium wp-image-1165" /></a></p>
<p>Sejatinya Axis menyediakan koneksi 3G (UMTS) dan 3.5G (HSDPA) di beberapa lokasi. Kebetulan di Tanjung Duren aku mendapatkan sinyal 3G antara 3-4 bar. Ini jauh lebih bagus dari pada XL 3G yang di sini cuma mendapat 1-2 bar. Itu pun lebih sering hilang dan kemudian beralih ke 2G.</p>
<p>Sayangnya aku tidak memiliki ponsel 3.5G sehingga aku tidak mengetahui ketersediaan jalur 3.5G Axis di Tanjung Duren. Secara teoritis 3G UMTS memiliki bandwidth 384 kbps. Dan koneksi Axis di sini mencapai 360 kbps. Nyaris maksimal. Sebagai catatan, kecepatan 384 kbps ini setara dengan tawaran Telkom Speedy untuk pelanggan rumahan.</p>
<p>Sip kan?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalan-jalan Ke Pangkalpinang]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/29/jalan-jalan-ke-pangkalpinang/</link>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 14:17:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/29/jalan-jalan-ke-pangkalpinang/</guid>
<description><![CDATA[Hehehe&#8230; rasanya aku sudah banyak menuliskan blog yang tajuknya mengandung kata &#8220;Jalan-ja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hehehe... rasanya aku sudah banyak menuliskan blog yang tajuknya mengandung kata "Jalan-jalan." Bahkan ada tag/kategori khusus "Jalan-jalan" di blogku ini. Nah, kali ini jalan-jalannya ke Pangkalpinang.</p>
<p>Kunjungan ke Pangkalpinang ini bukanlah yang pertama bagiku, dan kuharap bukanlah yang terakhir. Halah... malah kayak lagu dang-dut. Kami bertiga berangkat hari Minggu (27-07-2008 ) dari Jakarta dengan penerbangan pertama. Setiba di Pangkalpinang langsung disambut mie khas Bangka yang ditemani sop iga di warung Afong/Afui. Mie-nya enak sekali. Bune aja sampai terobsesi untuk bisa ke sana lagi.</p>
<p><!--more-->Setelah itu kami melakukan presentasi di perusahaan docking kapal. Makan siang di Asoi dengan perut sebenarnya masih kenyang karena jarak makan di Afong dengan Asoi ini tidak begitu lama.</p>
<p>Tugas masih menanti, kami meeting di diknas Pangkalpinang untuk persiapan presentasi pemkot Pangkalpinang dalam rangka studi banding pemkot Depok ke Pangkalpinang. Baca juga: <a href="http://sisfosekolah.wordpress.com/2008/07/29/presentasi-sisfo-sekolah-di-pangkalpinang-2/">"Presentasi Sisfo Sekolah di Pangkalpinang."</a></p>
<p>Sorenya kami menyempatkan diri makan otak-otak Bangka yang terkenal itu. Sayang aku tidak mencatat nama tempatnya. Yang pasti sih enak buanget. Terutama tales-nya.</p>
<p>Malamnya makan-makan di Pantai Padi. Tepatnya di restoran sea food Neptune. Restorannya cukup unik karena berbentuk kapal besar. Habis makan-makan presentasi lagi. Kali ini untuk mempromosikan Sisfo Project (software manajemen proyek). Hihihi... minggu kok kerja ya? Sampai malam lagi.</p>
<p>Pulang teler banget. Langsung tertidur pulas sampai pagi. Itu pun terbangun karena dibangunkan <em>room service</em> yang mengantarkan sarapan. Hiks... Tidur lagi... Tapi kemudian dibangunin CEO. Kali ini harus benar-benar bangun &#38; siap-siap ke kantor Walikota.</p>
<p>Acara tertunda beberapa jam karena pesawat rombongan dari Pemkot Depok mengalami masalah sehingga harus balik dulu ke Jakarta. Tapi syukurlah semua dapat berlangsung dengan baik. Pada saat acara berlangsung, aku beberapa kali hampir tertidur, padahal aku duduk paling depan. Beberapa kali pula di-shoot kamera. Kamera video lagi. Hehehe... pasti lucu deh hasilnya.</p>
<p>Rupanya acara kami belum selesai karena kami harus meeting lagi di <em>docking</em>. Masih dengan mata 5 watt. Untuk menghibur diri, kusempatkan foto-foto di sekitar dock. Nih, fotonya...</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/pic_0515.jpg"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/pic_0515.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1157" /></a></p>
<p>Setelah itu barulah kami dapat sedikit bernafas lega. Kami langsung menuju bandara. Bune sempat sewot karena masih penasaran dengan mie Afong/Afui. Begitu dilewatkan ternyata restorannya tutup. Kata sopir, Afong memang tutup setiap hari Senin. Hihihi... Bune kecewa deh.</p>
<p>Syukurlah perjalanan pulang lancar. Delay cuma 10 menit.</p>
<p><em>Mission accomplish.</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nge-Test Bandwidth Fren (Lagi)]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/29/nge-test-bandwidth-fren-lagi/</link>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 13:36:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/29/nge-test-bandwidth-fren-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Kalau tempo hari aku nge-test bandwidth Fren di malam hari, kali ini aku mencobanya di malam hari. S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau tempo hari aku <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/07/24/nge-test-bandwidth-fren-volume-based/">nge-test bandwidth Fren</a> di malam hari, kali ini aku mencobanya di malam hari. Sebenarnya test kulakukan hari Kamis (24/07/2008 ) kemarin, cuma aku baru bisa menuliskannya malam ini.</p>
<p>Rupanya test siang hari menghasilkan hasil yang sedikit lebih baik. Mungkin karena siang hari tidak banyak yang pakai. Kali ini aku melakukan 2x pengetesan dan masih menggunakan <a href="http://speedtest.net/">SpeedNet</a>.</p>
<p>Test pertama menghasilkan angka 120 kbps untuk download dan 46 kbps untuk upload. Test kedua menghasilkan angka 120 kbps untuk download dan 47 kbps untuk upload. Angka yang stabil. Mungkin ini adalah kecepatan yang dipatok oleh Mobile-8.</p>
<p><!--more-->Sayangnya pengetesan ini sangatlah boros. Dalam 2 sesi pengetesan, aku menghabiskan sisa pulsa Fren yang ada. Begitu habis koneksinya langsung macet. Kurang lebih aku menghabiskan Rp 80 ribuan untuk durasi kurang lebih 1 jam di setiap sesi pengetesan. Boros banget kan?</p>
<p>Berikut adalah screen shot hasil pengetesan:</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/m8-speedtest-02.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/m8-speedtest-02.png?w=300" alt="" width="300" height="175" class="alignnone size-medium wp-image-1152" /></a></p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/m8-speedtest-03.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/m8-speedtest-03.png?w=300" alt="" width="300" height="175" class="alignnone size-medium wp-image-1153" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Berpisah Dengan Jupie MX]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/29/berpisah-dengan-jupie-mx/</link>
<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 01:26:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/29/berpisah-dengan-jupie-mx/</guid>
<description><![CDATA[Hari Sabtu kemarin (26/07/2008 ) adalah hari terakhir kebersamaanku dengan Jupie MX yang telah setia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Sabtu kemarin (26/07/2008 ) adalah hari terakhir kebersamaanku dengan Jupie MX yang telah setia menemaniku <a href="http://dewo.wordpress.com/2005/10/25/hari-pertama-yamaha-mx-ku/">sejak Oktober 2005</a>. MX-ku yang baru menempuh 14 ribuan km ini telah berpindah tangan. Syukurlah pindahnya tidak jauh, cuma ke kakakku saja. Hehehe... Jadi tidak terlalu sedih mau pun khawatir. Toh masih sering ketemu juga. Hehehe...</p>
<p>Sebelum dialihkan, MX dicucikan di tukang cuci yang cara nyucinya dengan <em>menjengkangkan</em> motor. Tuh lihat fotonya.</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/dsc00140.jpg"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/dsc00140.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1143" /></a></p>
<p>Kemudian berfoto bersama dengan spesies-spesies motor yang lain. Hehehe... iseng banget deh.</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/dsc00147.jpg"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/dsc00147.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1145" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nge-Test Bandwidth Fren (Volume Based)]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/24/nge-test-bandwidth-fren-volume-based/</link>
<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 16:31:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/24/nge-test-bandwidth-fren-volume-based/</guid>
<description><![CDATA[Sejak mendapatkan hibah modem CDMA dari Bos Madzab Bocor Alus, baru malam ini aku memiliki kesempata]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.speedtest.net/result/300236984.png" align="right" />Sejak mendapatkan <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/07/22/hibah-koneksi-internet/">hibah modem CDMA</a> dari <a href="http://mbelgedez.com">Bos Madzab Bocor Alus</a>, baru malam ini aku memiliki kesempatan untuk mengetes bandwidth-nya. Seperti tempo hari, aku masih mengandalkan kartu Fren dari Mobile-8 untuk koneksi ke internet.</p>
<p>Untuk mengetes bandwidth-nya, aku memanfaatkan 2 fasilitas pengetesan bandwidth, yaitu:<br />
1. <a href="http://www.mobile-8.com/speedtest/index.html">PT Mobile-8 Bandwidth Speed Test</a><br />
2. <a href="http://speedtest.net/">SpeedTest.net</a></p>
<p>Kedua fasilitas ini sebenarnya sama-sama produk <a href="http://www.ookla.com/">Ookla</a>. Tapi tidak ada salahnya mencoba keduanya. Mari kita mulai test-nya.</p>
<p><em>{Screenshot hasil pengetesan akan menyusul di-upload. Maklum, penghematan...}</em><br />
<!--more--></p>
<h3>PT Mobile-8 Bandwidth Speed Test</h3>
<p>Aku melakukan 2x test menggunakan fasilitas test kecepatan dari Mobile-8 ini. Dan hasilnya cukup bagus karena penyimpangan hasil kedua test ini tidak terlalu signifikan. Seharusnya aku melakukan lebih banyak lagi pengetesan. Tapi bakal jadi boros ya? Hehehe...</p>
<p>Hasil test menunjukkan kecepatan download 116 kbps (14.5 KB/sec) dan 114 kbps (14.3 KB/sec). Bagaimana jika dibandingkan dengan GPRS CUG (corporate user group) yang unlimited kemarin itu? Kecepatan download GPRS CUG cuma menunjukkan angka 7 KB/sec sampai 8 KB/sec saja. Itu sama saja 56 kpbs sampai 64 kbps. Berarti kecepatan download Fren 2x GPRS. Untuk berkilas balik, kecepatan modem dial-up andalan Telkom maksimal adalah 54 kbps.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan kecepatan upload-nya? Hasil test menunjukkan angka 42 kbps (5.3 KB/sec) dan 39 kbps (4.9 KB/sec). Hem... berarti rasio download:upload = 2.7:1 di test pertama dan 2.9:1. Mungkin sebenarnya angka yg diset oleh Mobile-8 adalah 3:1. Kecepatan download 3 kali kecepatan upload.</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/m8-test-01.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/m8-test-01.png?w=300" alt="" width="300" height="187" class="alignnone size-medium wp-image-1148" /></a></p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/m8-test-02.png"><img src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/m8-test-02.png?w=300" alt="" width="300" height="187" class="alignnone size-medium wp-image-1149" /></a></p>
<h3>SpeedTest.net</h3>
<p>Sekarang mari kita coba menggunakan fasilitas umum pengukur kecepatan broadband, yaitu <a href="http://speedtest.net">SpeedTest.net</a>. Sama-sama dari Ookla sih. Tapi hasil test-nya berbeda.</p>
<p>Mengatasnamakan pengiritan, aku hanya 1x mengetest. Harap maklum. Kecuali jika ada yg menghibahkan kredit Fren ke diriku. Hehehe...</p>
<p>Jreng-jreng... Hasilnya pengukuran mencatatkan kecepatan download 118 kbps (14.75 KB/sec). Sedangkan kecepatan uploadnya 28 kbps (3.5 KB/s). Tampak bahwa kecepatan download lebih baik dari pada 2 test terdahulu. Tapi mengapa kecepatan upload-nya <em>memble?</em> Dengan angka segitu, berarti rasio kecepatan download:upload mencapai angka 4.2:1. Melebihi rasio koneksi umum yang berlaku, yaitu 4:1.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Pengetesan bandwith yang aku lakukan ini sungguh amat amatiran. Jadi harap maklum jika hasilnya tidak akurat. Paling tidak pengetesan ini sudah cukup memuaskan keingintahuanku tentang kecepatan CDMA.</p>
<p>Secara teoritis kecepatan maksimum jaringan 3G CDMA mencapai 153 kbps. Namun angka tertinggi yang kuperoleh hanya mentok di 118 kbps. Walau pun demikian, kecepatan ini sudah cukup untuk beban ringan koneksi individu.</p>
<p>Tapi jika dibandingkan dengan 3G (UMTS) milik GSM yang mencapai 384 kpbs atau pun 3.5G (HSDPA) yang 1.6 s/d 3.2 Mbps, rasanya kok ketinggalan kereta gitu ya? Seperti membandingkan Jupiter MX135 dengan CBR150. Halah, kok malah jadi ngelantur sih?</p>
<p>BTW, saat ini aku sangat senang dengan kecepatan 118 kpbs milik Fren. Sayangnya kantong ini tidak senang. Huhuhu... ga tahu deh berapa habisnya kredit Fren-ku.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Selangkah Lagi: Kilas Balik Langkah Sisfo Kampus]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/24/selangkah-lagi-kilas-balik-langkah-sisfo-kampus/</link>
<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 02:41:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/24/selangkah-lagi-kilas-balik-langkah-sisfo-kampus/</guid>
<description><![CDATA[Lima tahun yang lalu, saat aku mulai merintis Sisfo Kampus, aku menetapkan 3 sasaran utama yang haru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/3-sisfo-kampus.png"><img class="size-full wp-image-1133 alignright" src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/3-sisfo-kampus.png" alt="" width="232" height="153" align="right" /></a>Lima tahun yang lalu, saat aku mulai merintis Sisfo Kampus, aku menetapkan 3 sasaran utama yang harus dicapai oleh Sisfo Kampus. Mungkin para pembaca situs <a href="http://sisfokampus.net">Sisfo Kampus</a> akan tahu apa yang kumaksud. Tidak lain dan tidak bukan adalah <strong>tiga-solusi</strong> yang menjadi visi-misi Sisfo Kampus.</p>
<p><em>Apakah tiga-solusi ini sudah terwujud? Jika belum, sudah sampai mana?</em></p>
<p>Solusi yang pertama adalah <strong>Total Solution</strong>. Solusi ini berwujud sebuah sistem informasi yang mengelola kegiatan administrasi perguruan tinggi. Pada tahun 2003, mungkin Sisfo Kampus adalah satu-satunya SIM asli buatan Indonesia yang open source. Dan mungkin yang pertama kali aplikasi manajemen yang berbasis web di Indonesia.</p>
<p>Berangkat dari keunggulan ini, Sisfo Kampus dapat menciptakan momentum di dunia software manajemen dan internet sehingga menjadi pioneer di bidang ini. Bahkan beberapa vendor software menjadikan Sisfo Kampus sebagai kiblat dan dasar bagi pengembangan produk mereka. Demikian pula dengan banyak perguruan tinggi yang menjadikan Sisfo Kampus sebagai standar requirement pengembangan dan implementasi atau belanja software manajemennya.</p>
<p><!--more-->Sampai pertengahan tahun 2008 ini Sisfo Kampus telah mencapai rilis ke-3 (code: Semarang). Dan versi 3.5 sedang dipersiapkan untuk dipublikasikan. Pada versi 3.5 ini, tampilan Sisfo Kampus telah mengalami banyak perubahan, terutama dalam rangka menjembatani dengan bundle software e-learning (moodle.org), perpustakaan digital (GDL) dan manajemen perpustakaan (Otomigen). Diharapkan integrasi ke-4 software ini dapat berlangsung dengan baik, terutama karena adanya fasilitasn single sign-on dengan LDAP.</p>
<p>Tidak hanya itu, instalasi Sisfo Kampus menjadi lebih mudah dengan adanya wizard yang disumbangkan oleh Sugeng (pengembang &#38; pemelihara Sisfo Kampus).</p>
<p>Solusi kedua adalah <strong>Global Solution</strong>. Solusi ini berwujud sebagai SIM perguruan tinggi dengan mekanisme ASP (application service provider). Untuk menekan biaya implementasi/investasi dari perguruan tinggi, Sisfo Kampus menawarkan solusi SIM dengan sistem sewa.</p>
<p>Walau pun sistemnya adalah sewa, tapi Sisfo Kampus sudah dikustomisasi sesuai dengan SOP/alur proses perguruan tinggi. Yang menarik adalah semua kustomisasi ini nyaris tanpa biaya. Sisfo Kampus telah memberikan kebijakan bahwa semua biaya tersebut telah ter-cover di biaya berlangganan bulanan. Dan biaya bulanan ini tidaklah terlalu memberatkan perguruan tinggi. Apalagi ditambah dengan fasilitas <strong>Sisfo Kampus Membership</strong> sehingga pengguna dapat berkonsultasi kepada tim support Sisfo Kampus dengan layanan prioritas tinggi.</p>
<p><a href="http://setiodewo.com/2008/07/14/sisfo-kampus-asp/">Global Solution</a> ini telah dimulai akhir 2007 kemarin dengan memberikan layanan kepada 9 perguruan tinggi, tapi dengan kebijakan yang berbeda. Selanjutnya dengan bekerja sama dengan Aplika Nusa Lintasarta, Sisfo Kampus lebih mantap lagi dalam menjalani dan merealisasikan solusi kedua ini.</p>
<p>Sebagai Global Solution, Sisfo Kampus tidak hanya menawarkan SIM perguruan tinggi, tapi juga SMS gateway, portal perguruan tinggi, dan bundle software pelengkap, yaitu e-learning, perpustakaan digital &#38; manajemen perpustakaan. Tapi untuk menambahkan layanan ini, perguruan tinggi perlu menambahkan sewa storage yang tentu akan membesar setelah penambahan layanan ini.</p>
<p>Solusi ketiga adalah <strong>Knowledge Solution</strong>. Sebenarnya cetak-biru solusi ketiga ini sudah dibuat sejak awal 2004. Sayangnya sangat sulit untuk merealisasikannya. Tetapi bukannya tidak mungkin untuk direalisasikan. Masalahnya cukup fundamental, yaitu keterbatasan SDM yang memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan dan manajerial untuk mewujudkannya. Bahkan aku sendiri yang memimpikannya tidak punya bekal yang cukup untuk mewujudkannya.</p>
<p><em>Memang apa knowledge solution yang dimaksud?</em></p>
<p>Ingin tahu seperti apa knowledge solution? Ikuti terus serial tulisan "Selangkah Lagi."</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hibah Koneksi Internet]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/22/hibah-koneksi-internet/</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 00:31:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/22/hibah-koneksi-internet/</guid>
<description><![CDATA[Siapa yang tidak senang dapat hibah? Masak sih ada yang tidak senang? Bener nih?
Berawal dari keprih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yang tidak senang dapat hibah? Masak sih ada yang tidak senang? Bener nih?</p>
<p>Berawal dari keprihatinanku ketika paket koneksi internet unlimited dari salah satu operator selular berakhir di bulan Juni. Bulan Juli ini nyaris tidak ada internet di kos. Pantesan ga banyak nulis di blog. Hiks...</p>
<p>Tapi seperti kata orang bule, <em>"life must go on"</em>, maka aku mencari-cari alternatif koneksi. Sayangnya opsi yang lain tidak begitu menarik. Dari yang tarifnya kemahalan karena berbasis trafik sampai yang koneksinya tepu-tepu. Masak katanya unlimited, tapi begitu lewat 1 Gb koneksinya dicekik? Bagiku yang internet itu sudah seperti candu, itu tentu bukan opsi menarik.</p>
<p>Tapi rupanya Tuhan tidak tinggal diam. Dengan bantuan Beliau, aku jadi bisa punya fasilitas baru berinet-ria. Apa dan dari mana?</p>
<p><!--more-->Pertama-tama aku mendapat hibah nomer Pleki (flexi) dari kakak tercinta. Nomer Pleki ini adalah bonus dari pembelian bundle Nexian+Simpati+Flexi yang cukup meledak itu. Maklum, dengan harga Rp 888.000, kita sudah disuguhi ponsel dual-on (GSM+CDMA) plus nomer Simpati &#38; Flexi yang 4 digit belakangnya kembar. Padahal ponsel dual-on yang lain masih di atas 1 jutaan.</p>
<p>Hibah kedua datang dari <a href="http://mbelgedez.com">Imam Madzab Bocor Alus</a> yang sekarang menjadi <a href="http://mbelgedez.com/2008/07/16/summer-holiday-in-screamin-repvblic/">kandidat Presiden Repvblik Bocor Alus</a>. Hibahnya tidak tanggung-tanggung, yaitu sebuah modem CDMA <a href="http://mbelgedez.com/2008/02/16/speed-up-3g-modem-cdma/">SpeedUp 3G SU-5100U</a>.</p>
<p>Berbekal kedua hibah ini, dengan semangat 45 aku mencoba kembali ke habitat, yaitu ke dunia maya. Tapi untuk kembali ke habitat maya ini, rupanya ada beberapa kendala, yaitu: CD driver yang berukuran mini tidak bisa masuk ke slot CD punya <a href="http://dewo.wordpress.com/2007/09/24/lenovo-3000-y400/">Lenovo</a>. Alhasil aku tidak bisa menginstal driver untuk Winex (Win XP).</p>
<p>Tapi tetap dengan semangat 45, aku mencobanya di Usus-buntu (Ubuntu 8.04). Dan hasilnya <em>mak-jreng</em>. Koneksi modem-notebook dapat di-<em>establish</em> dengan sukses. Tanpa perlu instalasi driver. Modalnya cuma instal <strong>gnome-ppp</strong>.</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/tail-f-1.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1128" src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/tail-f-1.png?w=300" alt="" width="300" height="174" /></a></p>
<p>Sayangnya koneksi dengan Pleki belum berhasil. Selalu gagal di <code>Config-Requests</code>. Kenapa ya?</p>
<p>Langsung saja aku keluarkan Pleki dan kumasukkan jurus pamungkas, yaitu dengan kartu Prenz (Fren dari Mobile-8). Jreng... koneksi terjalin dengan mulus. Cukup cepat juga. Kayaknya malah lebih cepet dari koneksi unlimited yang tempo hari itu. Tapi ini perasaanku aja, alias belum <em>benchmark</em> beneran. Sayangnya aku masih cukup sibuk untuk melakukan <em>benchmarking</em>. Semoga aja segala kesibukan ini dapat segera berakhir dengan baik sehingga pesta-pora di habitat maya dapat kembali lagi. Hehehe...</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/gnome-ppp.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1129" src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/gnome-ppp.png?w=300" alt="" width="300" height="202" /></a></p>
<p>Akhir kata, kuucapkan terima kasih kepada <a href="http://mbelgedez.com">Bos Mbelgedez</a> dan kakakku yang telah memberikan hibah kepadaku. Ditunggu hibah selanjutnya. Hehehe...</p>
<p><a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/setup-gnome-ppp.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-1130" src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/setup-gnome-ppp.png?w=242" alt="" width="242" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Situs "Dewo &amp; Gadget"]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/18/situs-dewo-gadget/</link>
<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 03:43:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/18/situs-dewo-gadget/</guid>
<description><![CDATA[Di sela-sela kesibukan, aku menyempatkan diri membuat aggregator untuk membaca RSS dari beberapa sit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Di sela-sela kesibukan, aku menyempatkan diri membuat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aggregator">aggregator</a> untuk membaca <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/RSS_%28file_format%29">RSS</a> dari beberapa situs. Sebelumnya aku memakai feed reader yang terinstal di PC. Tapi semenjak sering gonta-ganti notebook &#38; juga sistem operasi, aku jadi harus berulang kali menginstal &#38; mendaftarkan URL RSS dari beberapa situs. Sebuah tugas yang membosankan.</p>
<p>Sebenarnya bisa saja aku menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_Reader">Google Reader</a> atau pun <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bloglines">Bloglines</a>, tapi kok rasanya kurang nyaman. Akhirnya aku memutuskan untuk membuat sendiri aggregator yang berbasis web.</p>
<p>Berbekal pengetahuan pemrograman PHP &#38; CSS yang ala kadarnya, aku membuat aggregator ini. Untuk menghemat waktu, aku mencari script PHP pembaca RSS yang paling mumpuni. Dari beberapa kandidat, aku memilih <a href="http://magpierss.sourceforge.net/">Magpie RSS</a> (open source) yang sangat simple dan jelas sehingga mudah untuk digunakan &#38; dimodifikasi.</p>
<p>Akhirnya jadilah pembaca RSS buatan sendiri yang aku host di: <a href="http://gadget.setiodewo.com">"Dewo &#38; Gadget"</a>. Saat ini aku baru mendaftarkan 3 RSS feed dari situs <a href="http://engadget.com">Engadget</a>, <a href="http://pcworld.com">PCWorld</a> dan <a href="http://www.notebookreview.com">NotebookReview</a>. Tidak menutup kemungkinan feeder-nya bertambah.</p>
<p>Dari pembuatan aggregator ini yang paling sulit adalah menyusun layout-nya. Maklum, pengetahuan CSS-ku pas-pasan. Belum lagi segi artistik-nya. Tapi bagiku sudah cukup lumayan-lah. Hehehe... Jadi, jangan lupa berkunjung ke <a href="http://gadget.setiodewo.com">Gadget</a> untuk tetap up-to-date di dunia TIK.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Axel Jalan Kaki Ke Rumah Eyang]]></title>
<link>http://axelrenantio.wordpress.com/2008/07/11/axel-jalan-kaki-ke-rumah-eyang/</link>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 02:09:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://axelrenantio.wordpress.com/2008/07/11/axel-jalan-kaki-ke-rumah-eyang/</guid>
<description><![CDATA[Hallo Axel,
Tadi papa dapat sms dari mama kalau sejak jam 5 pagi tadi Axel dan mama jalan kaki ke ru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo Axel,</p>
<p>Tadi papa dapat sms dari mama kalau sejak jam 5 pagi tadi Axel dan mama jalan kaki ke rumah eyang. Wah, padahal itu cukup jauh. Mungkin sekitar 2 km dari rumah ke rumah eyang. Mama ngawur ya? Masak Axel diajak jalan sejauh itu sih? Lagi pula mama kan sedang hamil.</p>
<p>Tapi syukurlah Axel tidak apa-apa. Demikian juga dengan mama. Dan pulangnya dianter eyang kakung. Cukuplah mama diomelin eyang dan papa.</p>
<p>Cium sayang untuk Axel.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jalan-jalan (Lagi) Ke Pontianak]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/11/jalan-jalan-lagi-ke-pontianak/</link>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 01:11:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/11/jalan-jalan-lagi-ke-pontianak/</guid>
<description><![CDATA[Sekali lagi kami berkunjung ke Pontianak, tepatnya ke STKIP PGRI Pontianak. Seperti kunjungan terdah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sekali lagi kami <a href="http://dewo.wordpress.com/2007/11/16/jalan-jalan-ke-pontianak/">berkunjung ke Pontianak</a>, tepatnya ke STKIP PGRI Pontianak. Seperti <a href="http://dewo.wordpress.com/2007/11/16/jalan-jalan-ke-pontianak/">kunjungan terdahulu</a>, kunjungan kami kali ini juga berdurasi 2 hari, yaitu dari tanggal 9-10 Juli 2008.</p>
<p>Setelah bekerja, malamnya kami diajak rekan-rekan berjalan-jalan. Kali ini kami diajak makan di pinggir Sungai Kapuas. Tidak hanya makan di pinggir sungai, tapi sekalian makan sambil berperahu menyusur Sungai Kapuas. Kalau siang hari mungkin akan lebih bisa menikmati pemandangannya. Atau malah tidak? Hehehe... heboh deh. </p>
<p>Tapi kehebohan ini belum berakhir. Setelah makan di perahu, acara jalan-jalan dilanjutkan makan durian di "kebun" durian (istilah rekan-rekan di sini untuk para penjual durian di pinggiran jalan). Jangan ditanya bagaimana rasanya Durian Punggur. Pokoknya harus rasain sendiri. Hanya ada 1 kata yang bisa melukiskannya, yaitu: TOP.</p>
<p>Mohon maaf karena tidak ada foto-fotonya. Maklum, kamera ketinggalan di hotel.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ponsel Murah Nan Sederhana]]></title>
<link>http://dewo.wordpress.com/2008/07/08/ponsel-murah-nan-sederhana/</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 10:20:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
<guid>http://dewo.wordpress.com/2008/07/08/ponsel-murah-nan-sederhana/</guid>
<description><![CDATA[ZTE C300
Minggu lalu saya membeli ponsel murah ZTE C300 bundle Fren demi mengejar biaya komunikasi s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[wp_caption id="attachment_1118" align="alignright" width="164" caption="ZTE C300"]<a href="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/c300ab.jpg"><img class="size-medium wp-image-1118" src="http://dewo.wordpress.com/files/2008/07/c300ab.jpg?w=164" alt="ZTE C300" width="164" height="300" align="right" /></a>[/wp_caption]
<p>Minggu lalu saya membeli ponsel murah ZTE C300 bundle Fren demi mengejar biaya komunikasi suara yang lebih murah. Harga resminya Rp 388 ribu termasuk pulsa Rp 135 ribu. Termasuk murah? Yang jelas saya dapat lebih murah lagi karena saya cuma mengeluarkan Rp 300 ribu untuk mendapatkan paket ini. Hehehe...</p>
<p>Sebelumnya, di awal tahun saya mendapatkan hadiah ponsel Huawei seri C2601 bundle Esia. Bundle ini seharga Rp 199 ribu dengan talktime Rp 30 ribu.</p>
<p>Ponsel-ponsel murah ini memang semurah harganya, dalam artian fiturnya sangat sederhana. Namun, walau pun lebih mahal, C300 tidak lebih nyaman dari pada C2601. Terutama dalam urusan pengetikan sms. Demikian pula dengan bentuknya yang lebih kaku dibandingkan C2601. Tapi secara keseluruhan keduanya tidak nyaman untuk ber-sms-an.</p>
<p>Tapi yang paling menyenangkan dari C300 adalah karena tidak adanya penguncian (locking) operator seperti halnya C2601. Tidak seperti C2601 yang hanya dapat digunakan dengan kartu Esia, C300 dapat diganti kartunya dengan kartu dari operator lain. Jadi kalau promo tarif murah Fren habis, kita bisa menggantinya dengan kartu dari operator lain yang sedang menggelar promo yang lebih heboh.</p>
<p>Sip deh... murah meriah.</p>
<p>~~~</p>
<p>PS: Huawei C2601-ku sudah berpindah tangan. Makanya beli C300 ini. Hihihi...</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
