<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dari-jenderalat &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/dari-jenderalat/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dari-jenderalat"</description>
	<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 13:31:27 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[www.misafa.org]]></title>
<link>http://msfmusafir.wordpress.com/2007/11/29/wwwmisafaorg/</link>
<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 14:56:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>redaksi</dc:creator>
<guid>http://msfmusafir.wordpress.com/2007/11/29/wwwmisafaorg/</guid>
<description><![CDATA[Para konfrater dan kerabat para Missionaris Keluarga Kudus (MSF), selamat datang di website kita.
Ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Para konfrater dan kerabat para Missionaris Keluarga Kudus (MSF), selamat datang di website kita.</p>
<p><img border="0" vspace="10" align="left" src="http://msfmusafir.wordpress.com/files/2007/11/misafa.jpg" hspace="10" alt="misafa.jpg" />Mari berjalan naik ke Bukit Areopagus! Mengikuti St. Paulus yang berani naik ke Areopagus sambil mewartakan Yesus yang di dalamNya dia hidup, bergerak, dan ada (Kis 17); saya mengundang anda sekalian untuk memulai sebuah jalan baru dalam menjalin komunikasi sebagai MSF dan kerabat-kerabat MSF di seluruh dunia. Seperti Paulus yang digugah oleh Yesus semoga kita berani untuk bangun dan menjalin relasi lewat Internet sebagai sebuah Areopagus baru tempat berseminya jiwa komunikasi.</p>
<p>Dari Areopagus, St. Paulus membawa Dionysius, Damaris, dan beberapa orang lainya beserta dia. Dari kunjungan dan menjalin kontak dalam <a href="http://www.misafa.org/">www.misafa.org</a>, saya hendak mengatakan, kita membawa diri kita sungguh lebih dekat sebagai komunitas religius, imam, dan orang-orang kristiani. Mempertimbangkan karya sang rasul, kita perlu mencermati strategi yang dia buat. Dia menjalankan kerasulannya sungguh secara efisien. Dia memilih Areopagus dan beberapa pusat (pelabuhan dan beberapa kota besar seperti Korintus dan Roma) demi pemenuhan misinya. Kita hendaknya mengikuti strageti yang sama maka kita perlu menjalankan sebuah proyek bersama. Kita sedang memulainya dengan membuka misafa.org.</p>
<p>Saya mengundang anda sekalian untuk mengunjungi website kita sambil menikmati menu-menu yang tersedia. Jika anda menginginkan lebih banyak menu, jangan lupa untuk melakukan registrasi (pendaftaran) dan melakukan log-in. Merasa bebaslah untuk menyampaikan pendapat dan komentar anda dalam Forum (perlu log-in terlebih dahulu untuk bisa masuk). Berhubung misafa.org sedang mengawali periode test sebagai awal dari proyek Komunikasi MSF, usul dan saran sangat dinantikan. Saya menganjurkan anda sekalian untuk mengirimkan saran, komentar, dan pertanyaan di Forum kita (tempat kita dapat memperkaya Proyek Komunikasi). Forum merupakan sebuah kesempatan interaktif untuk membangun komunitas. Kita ditopang oleh Pater Jean Berthier pendiri Konggregasi kita yang mengatakan bahwa dalam kesatuan hati yang merupakan buah keutamaan, kita menemukan kebahagiaan. Kita bersatu sewaktu kita saling menghargai satu sama lain (Le Culte, hlm. 196)</p>
<p>Terima kasih untuk segenap anggota Generalat di Roma yang telah membuka kesempatan untuk memulai media internasional <a href="http://www.misafa.org/">www.misafa.org</a> kita, sebagaimana telah disebut dalam Kapitel Genderal terakhir. Terima kasih juga karena terbuka pintu bagi saya untuk menjalani formasi komunikasi pada tahun lalu di Lyon, Prancis; sehingga saya siap untuk melayani media ini dengan segenap bakti saya. Kita kenangkan selalu para konfrater dan sahabat untuk sharing, gambar, dan terjemahan. Kita nantikan lebih banyak lagi cerita dari Brasil, Indonesia, Madagascar, Norwegia, Papua New Guinea, Filipina, dan dari negara manapun tempat kita berkarya. Terima kasih untuk semua.</p>
<p>Dalam iman,</p>
<p>Rm. Yohanes Risdiyanto MSF</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesan Akhir Kapitel Umum 2007]]></title>
<link>http://msfmusafir.wordpress.com/2007/11/29/pesan-akhir-kapitel-umum-2007/</link>
<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 14:50:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>redaksi</dc:creator>
<guid>http://msfmusafir.wordpress.com/2007/11/29/pesan-akhir-kapitel-umum-2007/</guid>
<description><![CDATA[Para konfrater terkasih,
Salam kepada anda masing-masing dalam persaudaraan menggembirakan yang tela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Para konfrater terkasih,<br />
Salam kepada anda masing-masing dalam persaudaraan menggembirakan yang telah kita pelajari dari Keluarga Kudus Nazareth.</p>
<p>Kami ingin mengawali pesan ini dalam terang inspirasi penginjil Yohanes: apa yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami renungkan dan yang telah kami raba dengan tangan kami, pengalaman yang kami hayati di hari-hari Kapitel ini kami wartakan pula kepada kamu, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami, supaya sukacita kita menjadi sempurna (bdk., 1 Yoh 1, 1-4).</p>
<p>Slogan Kapitel Umum XII memanggil kita untuk memperkuat panggilan, misi dan hidup persudaraan kita sebagai Misionaris Keluarga Kudus, 100 tahun setelah wafatnya Pater Berthier. Melampaui segala tema yang dibahas dengan penuh kebijaksanaan dan diungkapkan dengan ketulusan dalam berbagai pertemuan, suasana persaudaraan, keramahan, kesederhanaan, keterbukaan dan pencarian terus-menerus, semuanya itulah yang telah memperkuat panggilan kami dan membuka wawasan baru bagi misi kita. Di atas segala perbedaan bangsa, bahasa, budaya dan usia, kesatuan kami ditandai oleh partisipasi pada warisan hidup Pater Berthier dan keinginan membaruinya secara kreatif. Suasana rohani dan liturgis melalui musik rohani, alat-alat musik, pengalaman budaya dalam doa bersama telah memperkaya kami dan menghidupkan suatu iklim ketenangan rohani serta kedamaian batin. Puji dan syukur kepada Tuhan atas pengalaman mendalam Roh dalam kongregasi.</p>
<p>Kami telah mendengarkan dengan hormat dan rasa terima kasih laporan dari Provinsi-Provinsi. Kami pun banyak belajar dari ketenangan beberapa Provinsi dalam menghidupi proses penuaan dan kemerosotannya. Namun kami pun merasa diremajakan oleh dinamisme panggilan, komunitas dan dinamisme misioner yang ada dalam sebagian besar Provinsi-Provinsi dan komunitas. Kami belajar bersama rasul Paulus bahwa, bila salah satu anggota menderita, seluruh anggota tubuh ikut menderita; dan bila salah satu anggota dihormati, seluruh anggota yang lain ikut bergembira bersamanya (bdk., 1 Kor 12,26). Karena itu kami merasakan cukup kuat pentingnya kerjasama dan solidaritas antar Provinsi-Provinsi. Begitu pula komunikasi dapat menjadi bantuan sangat besar untuk saling mendekatkan diri dan lebih merasa sebagai saudara.</p>
<p>Selain ruang penting yang diberikan untuk saling membagikan pengalaman perjalanan masing-masing Provinsi ini, kami pun mendalami dan membahas berbagai tema berkaitan dengan kehidupan dan misi kita. Dari berbagai refleksi itu muncul tantangan-tantangan yang diubah menjadi usulan-usulan dan arah yang harusnya menjadi inspirasi bagi Dewan Jenderal yang baru untuk jangka waktu 6 tahun ke depan dan menjadi pula arah tidakan dan inisiatif Provinsi-provinsi maupun kehidupan masing-masing konfrater. Tema-tema itu sebagai berikut:</p>
<p><strong>1. Misi</strong><br />
Kita ingin melanjutkan animasi untuk proses penelitian yang lebih luas, pembacaan kembali, asimilasi dan komunikasi Kharisma dan Spiritualitas kita di segala pusat kegiatan kita (paroki-paroki, Seminari, Institut-Institut dll,).<br />
Diusulkan agar dibangun pendidikan awal yang berpusat pada spiritualitas dan dalam memampukan calon bagi misi, namun termasuk pula menyadarkan, mempersiapkan serta melibatkan kaum awam dari paroki-paroki dalam kegiatan-kegiatan misioner kita.</p>
<p>Secara khusus kita perlu membangun dalam setiap Provinsi berbagai bentuk kelompok/asosiasi “Sahabat-Sahabat Keluarga Kudus”.</p>
<p><strong>2. Hidup religius/hidup Bhakti</strong><br />
Kita MSF adalah pribadi-pribadi yang dipersembahkan pada Allah, kita berjuang menyerupai Kristus, dan menjadi saksi-saksi melalui kehidupan pribadi maupun komunitas kita, dihadapan manusia dan dunia masa kini, dalam suatu kehidupan yang baru.</p>
<p>Kita ingin menciptakan “Komunio” baik dalam hidup komunitas maupun dalam Gereja Lokal dan Universal, dengan menyadari bahwa kesatuan tidak sama dengan keseragaman. “Tidak ada suatu hal pun yang lebih besar dari kasih pada Kristus dan kasih pada orang-orang miskin yang bersama mereka Dia tinggal” (Yohanes Paulus II). Karena itu kita ingin seperti Dia berada dekat pada semua yang memerlukan kita dan tanggap terhadap jeritan mereka yang terbuang dan terpinggirkan.</p>
<p><strong>3. Komunitas Lokal dan Superior Lokal<br />
</strong>Memperdalam kesadaran kita dan menganimasi diri bahwa kita semua dipanggil mengambil bagian dalam misi Kristus dan berkumpul dalam suatu komunitas religius. Kita berusaha mempertahankan keseimbangan antara karya pelayanan dan hidup komunitas.</p>
<p>Kita menantikan dari seorang pemimpin lokal seseorang yang berperan sebagai animator dan koordinator hidup religius maupun kesatuan persaudaraan; pada saat yang sama juga menjadi pemimpin manusiawi dan rohani, menjadi pelayan bagi semua konfrater.</p>
<p><strong>4. Dewan Jenderal</strong><br />
Kita mengharapkan bahwa Superior Jenderal adalah seorang rohaniwan yang secara mendalam merasa sebagai seorang MSF dan ikut menghayati idelisme Pater Berthier, seorang yang mampu bekerjasama ‘dalam team’, dan yang merasa bertanggungjawab terhadap Kongregasi dan penuh hormat dihadapan tugas yang sedemikian penting (P. Berthier).<br />
Kita berharap bahwa Dewan Jenderal menganimasi dan memberi kekuatan melalui kehadirannya di Provinsi-Provinsi, memperlihatkan kedekatan, penghargaan dan memberi dorongan kepada kerjasama antarProvinsi, mempertahankan dan mendorong kerja Komisi-Komisi, menggiatkan dan menginformasikan hasil-hasilnya.</p>
<p><strong>5.  Pendidikan</strong><br />
Kita semua sepakat bahwa pendidikan merupakan sebuah unsur yang menjadi perhatian besar dalam Kongregasi dan karena itu, kami meminta Dewan Jenderal untuk mengolah dan menjabarkan kembali garis besar program pendidikan yang telah kita miliki.</p>
<p>Kita menyadari bahwa kita kekurangan tenaga formator yang dipersiapkan dengan cukup baik. Karena itu kami menyerukan agar semua Provinsi memperhatikan sungguh-sungguh pendidikan para formator.</p>
<p><strong>6. Keluarga<br />
</strong>Semua Provinsi seharusnya memberikan perhatian sangat besar pada pastoral keluarga. Mempersiapkan lebih banyak spesialis; dan pada saat yang sama kita semua terlibat dalam apostolat itu dengan memperhatikan sumbangan ilmu-ilmu manusiawi dalam karya bagi keluarga-keluarga. Kepada keluarga-keluarga, kita terutama memberi kesaksian hidup komunitas kita sebagai contoh dan dorongan bagi keluarga-keluarga.</p>
<p><strong>7. Provinsi-Provinsi Kecil<br />
</strong>Beberapa Provinsi menurun dengan cepat, mempunyai hanya sedikit anggota dan yang berusia sangat lanjut. Karena itu kita perlu mencari jalan keluar konkret untuk menolong kehidupan Provinsi-Provinsi itu.<br />
Menjadi penting menjalankan dan memperluas kerjasama antarProvinsi-Provinsi di daerah misi dan dalam bidang pendidikan awal maupun pendidikan lanjut (melalui: novisiat dan skolastikat regio, kursus-kursus dan pertemuan-pertemuan  khusus, dll).</p>
<p><strong>8.  Perayaan 100 tahun P. Berthier<br />
</strong>Kapitel Umum meminta Dewan Jenderal untuk membentuk sebuah Komisi bagi perayaan 100 tahun wafatnya Pendiri, yang perayaannya akan berlangsung dari tanggal 16-10-2008 sampai tanggal 16-10-2009.<br />
Diusulkan agar anggota MSF lebih mendalami kekhasan dan mutu kepribadian Pendiri serta pengenalan atas hidup dan karyanya. Dimohon agar diadakan doa setiap hari bagi proses beatifikasinya dan pada saat yang sama memperkenalkan dengan lebih baik P. Berthier kepada semua orang di tempat kita bekerja.</p>
<p>Kami mempercayakan semua usulan ini kepada setiap konfrater, kepada para dewan Provinsi dan kepada Dewan Jenderal. Kami ingin mengucapkan terima kasih kapada P. Edmondo Michalski, P. Itacir Brassiani, P. Paulinus Yan Olla, P. Santiago Fernandez del Campo dan  P. Patrice Ralaivao atas kesediaan menerima tugas menganimasi dan menuntun kehidupan Kongregasi selama 6 tahun mendatang. Kita memohon kepada Keluarga Kudus Nazareth untuk memberi inspirasi dan memberkati segala usaha mereka.</p>
<p>Pada kesempatan mempersiapkan perayaan 100 tahun wafatnya Pendiri, kita ingin mengingat kata-kata dari Yohanes Paulus II: “Kalian tidak hanya memiliki sebuah sejarah mulia untuk dikenang, tetapi juga sebuah sejarah besar untuk dibangun! Pandanglah masa depan, tempat didalamnya kalian akan diinspirasi oleh Roh, yang bersama kalian ingin melakukan banyak hal besar” (VC, 110).</p>
<p>Roma, 18 Oktober 2007.<br />
Dari Para konfrater peserta Kapitel Umum XII  </p>
<p><img src="http://msfmusafir.wordpress.com/files/2007/11/kapitel2007.jpg" alt="kapitel2007.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
