<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dari-jalan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/dari-jalan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dari-jalan"</description>
	<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 01:43:22 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[5 Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Resign]]></title>
<link>http://tipsberkarier.wordpress.com/?p=59</link>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 08:02:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>klikkarir</dc:creator>
<guid>http://tipsberkarier.wordpress.com/2008/09/19/5-hal-penting-yang-harus-dipertimbangkan-sebelum-resign/</guid>
<description><![CDATA[Anda merencanakan untuk pindah ke kota lain dan mulai menjadi seorang penulis lepasan di sana? Ingin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Anda merencanakan untuk pindah ke kota lain dan mulai menjadi seorang penulis lepasan di sana? Ingin melepas <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">pekerjaan</a> yang ada sekarang karena tertarik <a href="http://www.klikkarir.com">lowongan</a> menjadi fotografer freelance? Mendapatkan tawaran posisi yang lebih baik, atau posisi Anda yang sekarang ini tidak lagi memberikan peluang maju yang lebih baik?</p>
<p>Stooop! Tunda sebentar keinginan Anda untuk mengundurkan diri, dan pertimbangkan beberapa hal berikut ini.</p>
<p>Jangan terburu-buru!<br />
Sehari atau seminggu yang menyebalkan di kantor, bukanlah alasan yang tepat bagi Anda untuk mengundurkan diri. Sebelum hal ini dilakukan, berikanlah kesempatan bagi diri Anda untuk lebih santai melihat situasi itu dan kembali memikirkan kesungguhan Anda untuk berhenti bekerja.</p>
<p>Akan lebih baikkah?<br />
Telusurilah alasan yang tepat, mengapa Anda ingin berhenti. Jika berkenaan dengan bentuk stres pekerjaan, bukankah jika Anda pindah ke kantor baru, akan muncul bentuk stres yang baru. Atau, Anda mungkin merasa tidak dihargai? Pastikanlah bahwa hal ini tidak akan terulang jika Anda pindah ke perusahaan lain. Tuliskanlah semua alasan ini, uraikan pula kelebihan dan kekurangannya jika Anda tetap bertahan, atau pindah <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">lowongan pekerjaan</a><br />
<!--more--><br />
Cukupkah tabungan Anda?<br />
Jika Anda keluar dari pekerjaan yang sekarang ini, apakah Anda dapat memenuhi kebutuhan Anda? Para ahli industri berpendapat bahwa setidaknya sebelum memutuskan berhenti dari <a href="http://www.klikkarir.com">karir</a>, seseorang harus memiliki simpanan sebanyak 3 kali pendapatan bulanannya. Hal ini demi mengantisipasi kemungkinan tidak segera mendapatkan pekerjaan, dan Anda tetap bisa membayar semua tagihan.<br />
Ads: <a href="http://www.klikkarir.com">lowongan terbaru</a> dan info <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">bursa kerja</a> dapat anda lihat pada klikkarir.com<br />
Buat surat tertulis<br />
Apapun yang terjadi, sebaiknya Anda tidak mengundurkan diri secara lisan. Sampaikanlah niat pengunduran diri Anda itu, secara tertulis, sekalipun sangat singkat. Ungkapkanlah dengan jujur alasan Anda mengundurkan diri dari <a href="http://www.klikkarir.com">job</a> tersebut, tanpa menunjukkan kesalahan orang lain.<br />
Jangan lupa pamitan<br />
Rekan sekerja dan atasan akan mengingat Anda dengan segala kebaikan, jika Anda berpamitan dengan cara yang baik pula. Tetapi sebaiknya tidak mengungkapkan alasan-alasan buruk mengapa Anda memutuskan untuk kelua</p>
<p><a href="http://www.klikkarir.com">lowongan 2008</a> dan <a href="http://www.klikkarir.com/search.php?s=Surabaya">lowongan kerja di Surabaya</a> segera kunjungi klikkarir.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kecanduan Korupsi ?]]></title>
<link>http://servocenter.wordpress.com/?p=726</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 17:13:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>Servo Center</dc:creator>
<guid>http://servocenter.wordpress.com/2008/09/19/kecanduan-korupsi/</guid>
<description><![CDATA[  
Sama seperti narkoba ataupun judi, kecanduan korupsi memiliki konfigurasi emosional yang mirip]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/00020285.gif" border="0" alt="" /> </p>
<p>Sama seperti narkoba ataupun judi, kecanduan korupsi memiliki konfigurasi emosional yang mirip dimana terdapat dorongan untuk semakin sering melakukannya dan dosisnya semakin meningkat.</p>
<p>Yang membedakannya narkoba ataupun judi hanya merugikan diri sendiri atau paling jauh merepotkan keluarga, sedang korupsi biasanya melibatkan orang lain dan berdampak sangat luas bagi orang lain.</p>
<p>Hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh adanya kebutuhan akan rasa nyaman akibat penderitaan ataupun kemiskinan yang terjadi di masa lalu sehingga terbentuk "kebencian" atau semacam fobia pada kemiskinan. </p>
<p>Akibatnya begitu ada peluang (baca : kesempatan berkuasa) untuk melakukan korupsi, ditambah sistem pengawasan yang lemah memberikan pengalaman yang "menyenangkan" tentang betapa mudahnya memperoleh fulus tanpa perlu bekerja keras dan menimbulkan keinginan yang kuat untuk dapat diulangi.</p>
<p>Apabila hal tersebut terus terjadi berulang tanpa sanksi apapun akan menimbulkan efek "toleransi" yang semakin lama semakin hebat dimana muncul kebutuhan untuk meningkatkan "dosis" korupsinya agar efek menyenangkan yang sama dengan sebelumnya diperoleh kembali.</p>
<p>Kalau hal tersebut sudah terjadi maka tidak ada yang bisa menghentikannya kecuali hanya keinginan yang kuat dari dalam dirinya. Dan jika korupsi sudah dilakukan secara "berjemaah" maka akan semakin sulit untuk disembuhkan. </p>
<p>Itu sebabnya penangannya harus bersifat preventif bukan kuratif seperti dimasukkannya nilai nilai profesionalisme dalam pendidikan, ilmu manajemen diri atau kecerdasan emosional sejak dalam keluarga, pemahaman bahwa sekolah, pekerjaan ataupun berkeluarga hanyalah "alat" bukan tujuan hidup itu sendiri dsb.</p>
<p>Di sisi lain terus dilakukan perbaikan kualitas yang terus menerus dan berkesinambungan dibidang pendidikan, perusahaan, pemerintahan dan masyarakat.</p>
<p>Dengan demikian pada level individual / keluarga berfokus pada pengembangan kompetensi / profesionalisme sementara pada level lembaga berfokus pada pengembangan sistem.</p>
<p><span style="font-size:11pt;color:#ff0000;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><strong><span style="font-size:11pt;color:#ff0000;line-height:115%;"><strong><span style="font-size:11pt;color:#ff0000;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><strong><span style="font-size:11pt;color:#ff0000;line-height:115%;"><strong>Ingin Sikap dan Perilaku Kerja SDM Cepat Berubah ?</strong></span></strong></strong></span></span></strong></span></strong></strong></span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;color:#ff0000;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><strong><span style="font-size:11pt;line-height:115%;"><span style="color:#000000;"><strong>KLIK Disini </strong>&#62;&#62; </span><a href="http://servocenter.wordpress.com/servo-alamat/"><span style="background:fuchsia;color:#ff00ff;">s</span><span style="background:fuchsia;color:#ffffff;"><strong>S.E.R.V.O™ Center</strong></span><span style="background:fuchsia;color:#ff00ff;">s</span></a></span></strong></strong></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pejabat Nekat ?]]></title>
<link>http://klinikservo.wordpress.com/?p=1729</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 12:52:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Klinik S.E.R.V.O™</dc:creator>
<guid>http://klinikservo.wordpress.com/2008/09/18/pejabat-nekat/</guid>
<description><![CDATA[  
Tajuk rencana Kompas, Kamis, 18 September 2008 mengangkat topik berjudul &#8220;Perilaku Nekat ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://content.sweetim.com/sim/cpie/emoticons/000201B8.gif" border="0" alt="" /> </p>
<p>Tajuk rencana Kompas, Kamis, 18 September 2008 mengangkat topik berjudul "Perilaku Nekat Pejabat".</p>
<p>"Tajuk" menulis, Iqbal yang anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ditangkap bersama Presiden Direktur PT First Media Billy Sindoro di Hotel Aryaduta, Jakarta. Bersama mereka ditemukan tas berisi uang Rp. 500 juta. KPK menetapkan Iqbal dan Billy sebagai tersangka.</p>
<p>Kita tidak habis mengerti, mengapa penangkapan sebelas pejabat penerima suap sebelumnya tidak mempunyai dampak sama sekali. Mengapa vonis maksimal 20 tahun yang dijatuhkan hakim kepada jaksa Urip Tri Gunawan tidak menimbulkan efek jera ? Mengapa penangkapan Artalyta Suryani dan hukuman lima tahun penjara yang telah dijatuhkan kepadanya masih saja membuat pengusaha nekat menggunakan kekuatan uang untuk mempengaruhi pejabat publik ?</p>
<p>Mungkin artikel <a href="http://klinikservo.wordpress.com/2008/09/04/hijab/">HIJAB</a> dapat memberikan ilustrasi yang tepat atau paling tidak mendekati bahwa ada sebuah "tabir" yang menghalangi seseorang melihat bahwa menyogok ataupun yang disogok adalah perbuatan tercela, pemberi dan penerima sama sama beresiko menjadi tersangka bahkan ancaman hukuman ataupun dipermalukan seolah tidak menimbulkan efek jera.</p>
<p>Secara sinis dikatakan "Tampaknya, kita harus mengakui bahwa korupsi telah menjadi bagian dari sistem penyelenggaraan negara. Kalkulasi untung rugi menjadi pertimbangan seseorang akan melakukan korupsi atau tidak. Mereka yang tertangkap akan dianggap sial atau sedang apes. Kalaupun tertangkap, mereka tetap untung secara materi, syukur syukur jika keadilan bisa dibeli.</p>
<p>Mengapa demikian ? Ada beberapa kemungkinan mengapa hukum seolah tidak digubris.</p>
<p>Pertama, adanya perbedaan "bahasa" dimana bahasa hukum adalah bahasa "logika" dimana jika keuntungan korupsi lebih besar dari resiko hukuman (apalagi jika hukum dapat dibeli ?) maka korupsi masih menjadi "sesuatu" yang menarik. Sementara kenikmatan korupsi adalah bahasa "rasa". Perbedaan bahasa inilah yang membuat hukuman sehebat apapun menjadi "tidak bekerja".</p>
<p>Atau bisa juga dikarenakan resiko ketangkap ataupun dihukum masih bersifat "ancaman", belum terjadi, sementara kenikmatan mendapatkan Rp. 500 juta rupiah adalah bersifat "sekarang". Kalau dibelikan "asinan" Bogor bisa buat menyenangkan ratusan ribu orang.</p>
<p>Kemungkinan lain pelaku korupsi telah mengalami gangguan emosional kronis berupa "kecanduan korupsi", karena saking mudahnya melakukan korupsi di Indonesia. </p>
<p>Untuk itu sanksi harus menggunakan bahasa "rasa" seperti "dipermalukan", <span style="text-decoration:line-through;">di-arak, dihukum cambuk atau disetrum</span> di muka umum ?</p>
<p><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:13pt;color:#ff0000;line-height:115%;">Ingin Menghilangkan Kecanduan Korupsi ?</span></strong><strong><span style="font-size:13pt;line-height:115%;"> </span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:13pt;line-height:115%;"><span style="color:#7030a0;">KLIK Disini &#62;&#62;<span> </span></span><a href="http://klinikservo.wordpress.com/alamat-praktek/"><span style="background:red;color:#ff0000;">s</span><span style="background:red;color:#ffff00;">Klinik SERVO</span><span style="background:red;color:#ff0000;">s</span></a> <span style="font-size:medium;color:#7030a0;"><span style="font-size:small;">!</span></span></span></strong></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Membantu Melahirkan Eksekutif Global]]></title>
<link>http://tipsberkarier.wordpress.com/?p=49</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 05:08:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>klikkarir</dc:creator>
<guid>http://tipsberkarier.wordpress.com/2008/09/18/membantu-melahirkan-eksekutif-global/</guid>
<description><![CDATA[Bekerja sebagai eksekutif global. Mungkin itulah impian setiap
eksekutif. Bekerja di luar negeri mem]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.klikkarir.com/search.php">Bekerja</a> sebagai <a href="http://www.klikkarir.com">eksekutif</a> global. Mungkin itulah impian setiap<br />
eksekutif. Bekerja di luar negeri memang memberikan kepuasan sekaligus<br />
tantangan. Buku ini mengulas habis ihwal eksekutif global. Ditulis<br />
melalui riset panjang dan berdasarkan hasil wawancara dengan 101<br />
eksekutif berasal dari 36 negara (termasuk Indonesia), yang bekerja di<br />
16 perusahaan global dan memberikan pandangan mendalam mengenai<br />
eksekutif global.</p>
<p>Judul Buku            :      Developing Global Executives<br />
Pengarang            :      Morgan W. McCall dan George P. Hollenback<br />
Penerbit                :      Harvard Business School Publishing<br />
Penulis resensi     :      Edison Lestari</p>
<p>Setelah mewawancarai para eksekutif responden, McCall -? penulis buku<br />
ini -- menyimpulkan dan membahas arti eksekutif global. Selain itu, buku<br />
ini juga membahas mengenai persiapan menuju eksekutif global.<br />
Perkembangan yang sistematis menuju pemimpin global tentu saja<br />
membutuhkan komitmen yang lebih kuat dan lebih fokus dibanding menjadi<br />
pemimpin ukuran domestik. Bekerja lintas budaya merupakan kompetensi<br />
utama eksekutif global. Kemampuan ini merupakan gabungan dari kecerdasan<br />
emosional sekaligus intelektual.<br />
<!--more--><br />
Tentu, dalam perkembangan eksekutif global, objektif utama yang ingin<br />
dicapai adalah belajar menjalankan bisnis secara global. Di atas itu,<br />
belajar beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda merupakan hal lebih<br />
penting dan lebih sulit diraih dibanding mempelajari pelajaran bisnis.</p>
<p>Arti eksekutif global menjadi topik bahasan di bab dua. McCall<br />
merumuskan <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">lowongan pekerjaan</a> global sebagai pekerjaan yang melibatkan<br />
kompleksitas bisnis sekaligus kompleksitas budaya. Dengan demikian,<br />
/global/ /mind-set/ merupakan hal mutlak dalam pekerjaan global.</p>
<p>Dalam bab ini, McCall menyimpulkan kompetensi yang dimiliki eksekutif<br />
global. Yakni, berpikiran terbuka dan fleksibel dalam taktik, memiliki<br />
minat dan sensitivitas budaya, mampu berhadapan dengan kompleksitas,<br />
tabah, optimistis, energik, jujur, memiliki integritas dan kehidupan<br />
pribadi yang stabil, serta nilai tambah dalam keahlian bisnis atau teknik.</p>
<p>Mengapa memilih <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">karier </a>internasional dibahas dalam bab tiga. Alasan<br />
utama riset ini adalah karakteristik pribadi (seperti kebutuhan terhadap<br />
variasi dan perubahan), serta minat (seperti /travelling/, negara lain,<br />
bahasa lain, sejarah, budaya lain). Latar belakang juga berperan penting<br />
dalam kesuksesan bekerja. 52% responden mampu menjelaskan pengaruh latar<br />
belakang, sehingga mereka efektif dalam bekerja. Latar belakang yang<br />
dimaksud termasuk kampung halaman, karakter ayah, sekolah, bahkan<br />
perbedaan agama orang tua.</p>
<p>Bab empat membahas pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman<br />
internasional. Belajar menghadapi isu budaya dan budaya yang berbeda,<br />
belajar menjalankan bisnis -- strategi, struktur dan proses -- belajar<br />
memimpin dan memanajemeni orang lain, berhadapan dengan hubungan<br />
bermasalah, belajar mengenai kualitas pribadi pemimpin, diri sendiri dan<br />
<a href="http://www.klikkarir.com">karir</a>.</p>
<p>Yang paling ditekankan: para eksekutif mempelajari pelajaran ini.<br />
Alhasil, eksekutif global adalah dibentuk, bukan dilahirkan. McCall<br />
membandingkan pula antara studi pelajaran eksekutif global, studi<br />
identifikasi awal dan kompetensi global. Dari ketiga set data ini,<br />
eksekutif global yang berkualitas haruslah memiliki minat dan kemauan<br />
beradaptasi dengan perbedaan budaya, pengetahuan beberapa aspek bisnis<br />
-- kalau mungkin termasuk aspek teknis -- mampu bekerja secara efisien<br />
dengan orang lain, punya konstelasi kualitas pribadi yang mencerminkan<br />
percaya diri, fleksibilitas, integritas, semangat, konstelasi kualitas<br />
keterbukaan terhadap pembelajaran dan pengalaman.</p>
<p>Ads: <a href="http://www.klikkarir.com">lowongan kerja terbaru</a> dan <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">info lowongan</a> dapat Anda lihat pada <a href="http://www.klikkarir.com">klikkarir.com</a></p>
<p>Pengalamanlah yang mengajari eksekutif global. Inilah topik bahasan bab<br />
6. Alat paling bermanfaat yang dimiliki organisasi untuk mengembangkan<br />
eksekutif global adalah kontrol organisasi terhadap pengalaman yang akan<br />
dimiliki orang berbakat dalam organisasi itu. Inilah yang harus<br />
dimanfaatkan untuk mencetak eksekutif global.<br />
Pengalaman perkembangan eksekutif global adalah penugasan dasar,<br />
penugasan lini utama, pengalaman jangka pendek dan mengubah perspektif.<br />
<a href="http://www.klikkarir.com/search.php">Pekerjaan</a> global merupakan proposisi berbahaya. Berada dalam lingkungan<br />
yang salah, orang yang paling berbakat sekalipun dapat tergelincir.<br />
Terdapat empat dinamika ketergelinciran (/derailment/): (1)Kekuatan awal<br />
yang mengantarkan seseorang pada kesuksesan dapat menjadi kelemahan<br />
baginya. (2) Cacat yang sudah ada sebelumnya tetapi menjadi nyata dalam<br />
situasi baru. (3) Konsekuensi sukses yang berkelanjutan.(4) Kebetulan<br />
sedang tidak beruntung, berada di tempat dan waktu yang tidak tepat. Hal<br />
yang dapat berkontribusi terhadap kejatuhan adalah karakteristik<br />
individual, faktor kontekstual dan kesalahan organisasi.</p>
<p>Bab 8 membahas peranan organisasi dalam mengembangkan eksekutif global.<br />
Di bab ini digambarkan pula kerangka kerja mengembangkan eksekutif<br />
global. Talenta ditambah pengalaman dapat menghasilkan orang yang tepat.<br />
Talenta yang dimiliki eksekutif global dipengaruhi oleh keterbukaan<br />
untuk belajar, kemajuan, latar belakang dan definisi talenta. Strategi<br />
bisnis merupakan keharusan strategis. Perbedaan utama antara<br />
mengembangkan eksekutif global dengan mengembangkan eksekutif domestik<br />
sangat ditentukan oleh strategi bisnis dan struktur perusahaan global.</p>
<p>Bagaimana mengembangkan <a href="http://www.klikkarir.com">karir</a> global? Bab 9 menjawab pertanyaan ini.<br />
Beberapa fakta yang perlu disimak: banyak  jalan menuju karier global,<br />
pemimpin global dikembangkan di arena global, pelajaran mengenai budaya<br />
adalah pelajaran global yang unik, karier global lebih berbahaya dan<br />
berperangkap ketimbang karier domestik. Terdapat lima elemen esensial<br />
karier global: /discovery/, /selection/, /development, recovery,<br />
relearning/. Ambil inisiatif dan keuntungan untuk menemukan karier<br />
global yang Anda inginkan. Pilihlah sendiri perusahaan, orang dan<br />
penugasan yang Anda inginkan. Belajar dari pengalaman, refleksikan,<br />
bicarakan, dengarkan dan ujikan. Hadapi kesuksesan ataupun kegagalan,<br />
dan belajar darinya. Belajar lagi. Karier baru memerlukan pembelajaran<br />
seumur hidup.</p>
<p>Bab ini ditutup dengan epilog bab 10. Kesalahan terbesar organisasi<br />
adalah asumsi bahwa mereka tidak membutuhkan lagi eksekutif dengan<br />
pengertian yang mendalam terhadap kebudayaan. Sebab, homogenitas tidak<br />
membutuhkan lagi pelajaran kebudayaan. Tentu, asumsi ini keliru.</p>
<p>McCall -- yang juga profesor manajemen dan organisasi di Sekolah Bisnis<br />
Marshall -- menguraikan tiga alasan kesalahan asumsi ini. Globalisasi<br />
melibatkan homogenitas sekaligus partikularisasi. Selain itu, abad ke-21<br />
juga menjadikan untuk kita abad lintas budaya. Ketiga, transformasi<br />
pribadi yang menemani bisnis sehari-hari sebenarnya merupakan<br />
transformasi yang secara fundamental mengubah persepsi, mengajarkan<br />
keahlian dan sikap yang dibutuhkan eksekutif global.</p>
<p>swa.co.id</p>
<p>Artikel seputar <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">info kerja</a> dan<a href="http://www.klikkarir.com"> lowongan kerja</a> di <a href="http://www.klikkarir.com/search.php?s=Jakarta">Jakarta</a> <a href="http://www.klikkarir.com/search.php?s=Surabaya">surabaya</a> dan sekitarnya bisa Anda lihat di klikkarir.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Industri Telekomunikasi Booming, Gaji Eksekutif nya pun Booming]]></title>
<link>http://negogaji.wordpress.com/?p=14</link>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 07:17:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>klikkarir</dc:creator>
<guid>http://negogaji.wordpress.com/2008/09/17/industri-telekomunikasi-booming-gaji-eksekutif-nya-pun-booming/</guid>
<description><![CDATA[Panasnya sektor telekomunikasi membuat perebutan SDM tak terelakkan.
Tak heranlah, kompensasi sektor]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Panasnya sektor telekomunikasi membuat perebutan SDM tak terelakkan.<br />
Tak heranlah, kompensasi sektor ini pun menjadi tinggi.</p>
<p>Tak bisa dipungkiri, salah satu industri yang tumbuh pesat dalam satu<br />
dekade terakhir ini adalah <a href="http://www.klikkarir.com/employer.php">telekomunikasi</a>. Tahun 2005 saja, sektor ini<br />
tumbuh hingga 30%. Tak ayal, sektor ini membetot banyak investor untuk<br />
masuk ke dalamnya. Tak hanya investor lokal, tapi juga asing. Ujungnya<br />
mudah ditebak, persaingan menjadi kian runcing. Tidak hanya dalam<br />
merebut hati pelanggan, bajak-membajak tenaga kerja merupakan potret<br />
lumrah. Maklum, sebagai industri yang tergolong baru berkembang, supply<br />
tenaga kerja (yang andal, tentunya) tidak sebanding dengan demand pasar.</p>
<p>Survei Hay pun menemukan hal yang sama. <a href="http://www.klikkarir.com">Job</a> Telekomunikasi, yang sejak tahun<br />
lalu dimasukkan dalam sektor manufaktur, termasuk salah satu sektor<br />
dengan pergerakan gaji cukup menggiurkan.</p>
<p>Memang, jika dibanding tahun lalu, rata-rata tingkat kenaikan gaji (base<br />
salary) di industri ini sedikit menurun, dari 10,5% menjadi 10,1%.<br />
Bahkan, angka itu masih jauh di bawah hasil survei sejenis tahun 2004 ?<br />
saat itu sektor telekomunikasi digabung dengan TI ? yang persentase<br />
kenaikannya mencapai 15%. Namun tetap saja sektor ini menjadi salah satu<br />
sektor yang tingkat pertumbuhan gajinya terbilang paling hot.<br />
<!--more--><br />
Selain gaji, perusahaan di sektor ini juga tergolong cukup royal dalam<br />
mengucurkan bonus. Berdasarkan hasil survei, tahun 2006 ini besarnya<br />
bonus yang diterima karyawan di sektor telekomunikasi mencapai 2,4 kali<br />
gaji. Belum lagi bonus variabel yang besarnya mencapai 1,5 kali gaji.</p>
<p>Sumber SWA yang enggan disebutkan namanya di PT Excelcomindo Pratama<br />
(XL) membenarkan temuan survei tersebut. Dia mengatakan, selain<br />
industrinya yang memang sedang tumbuh, rencana masuknya beberapa pemain<br />
baru juga membuat perusahaan di sektor ini berusaha mempertahankan<br />
karyawan terbaiknya. Imbas kedua faktor itu: tingginya gaji yang<br />
diterima karyawan.</p>
<p>Ads: Untuk <a href="http://www.klikkarir.com">lowongan kerja</a> terbaru kunjungi <a href="http://www.klikkarir.com">klikkarir.com</a></p>
<p>Kendati enggan berbicara spesifik tentang XL, sepertinya kejadian yang<br />
kurang-lebih sama berlaku juga di perusahaan ini. Pasalnya, dia<br />
menyebutkan bahwa saat ini kompetisi antarpemain di sektor<br />
telekomunikasi tidak hanya dalam hal memperebutkan pasar, tapi juga<br />
dalam menarik sumber daya yang mumpuni. ?Dan salah satu antisipasinya,<br />
selain dengan memberi reward dan bonus, perusahaan di sektor ini<br />
biasanya akan menjanjikan gaji yang menarik, asalkan mereka tidak pindah<br />
ke tempat lain,? ujarnya.</p>
<p>Alternatif itu, lanjutnya, boleh jadi merupakan pilihan paling ampuh di<br />
tengah sengitnya persaingan sesama operator. Bagaimanapun, ikan besar<br />
harus diberi umpan besar pula. Tak mudah mendapatkan tenaga terbaik<br />
tanpa tawaran pendapatan yang menarik pula. Terlebih lagi, yang namanya<br />
bisnis telekomunikasi itu mempunyai tiga ciri yang sangat vital.<br />
Pertama, capital intensive -- dana yang dibenamkan miliaran US$. Kedua,<br />
technology intensive -- teknologi yang digunakan berubah dengan cepat.<br />
Ketiga, regulation intensive. ?Jarang sekali ditemukan karyawan yang<br />
sangat kompeten dalam hal-hal terkait dengan regulasi. Jadi, sangat<br />
wajarlah kalau gaji karyawannya harus naik,? ucapnya.</p>
<p>Tingginya tingkat bajak-membajak tenaga kerja di sektor telekomunikasi<br />
juga diakui Zen Smith, Direktur &#38; Kepala Corporate Affair PT Mobile-8<br />
Telecom (Mobile-8). ?Kami tak bisa menjamin turnover nol persen,? ujar<br />
Zen tanpa bersedia menyebut tingkat turnover karyawannya. Ia mengakui,<br />
sebagai industri yang sedang booming, pasokan tenaga kerja yang cakap di<br />
sektor ini tergolong kurang. ?Kebanyakan pemain memilih solusi instan<br />
dengan membajak karyawan perusahaan lain,? sambungnya.<br />
Dalam persaingan (perebutan tenaga kerja) yang ketat, pola penggajian<br />
yang diberlakukan perusahaan menjadi sangat penting. Sri Soesilowati H.,<br />
Asisten VP Compensation &#38; Benefit PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom),<br />
menyebutkan bahwa yang biasanya dijadikan patokan perusahaan adalah<br />
hasil survei gaji. Bahkan, untuk memperoleh gambaran pasar yang lebih<br />
jelas, Telkom sampai harus ikut serta dalam salary survey yang dilakukan<br />
dua lembaga yang berbeda.</p>
<p>Dijelaskan Sri, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah agar<br />
pihaknya bisa mencermati secara konkret sistem penggajian dan remunerasi<br />
yang diberikan perusahaan lain, khususnya di sektor yang sejenis dengan<br />
<a href="http://www.klikkarir.com">Telkom</a>. Tujuan lainnya, tentu saja agar karyawan di perusahaannya tidak<br />
bisa dibajak oleh para kompetitor. ?Kami juga akhirnya bisa melakukan<br />
pemetaan diri terhadap pasar,? katanya.</p>
<p>Namun demikian, Sri tidak setuju jika disebut bahwa SDM di sektor<br />
telekomunikasi terbilang langka. Dia mengatakan, Telkom selama ini tidak<br />
kekurangan soal SDM. Selain rata-rata pegawai lama sangat jarang keluar,<br />
untuk dukungan pegawai baru bisa dengan mudah diperoleh karena memiliki<br />
sekolah STT Telkom yang setiap tahunnya melahirkan banyak lulusan baru.<br />
?Bahkan saat Telkom membuka <a href="http://www.klikkarir.com/employer,php">pendaftaran untuk karyawan</a> baru tahun 2003,<br />
jumlah pelamar yang masuk mencapai 41 ribu, padahal yang dibutuhkan<br />
hanya ratusan,? ujar Sri.</p>
<p>Sri menambahkan, sejak mengikuti survei gaji di tahun 2000, Telkom terus<br />
berusaha menyesuaikan gaji karyawannya dengan harga pasar. Dan, saat ini<br />
posisi gaji karyawan Telkom berada pada kisaran gaji karyawan perusahaan<br />
lain di sektor telekomunikasi. ?Untuk level bawah, saya bisa memastikan<br />
gaji karyawan Telkom sudah berada di atas harga pasar. Tapi untuk level<br />
atas, memang masih sedikit di bawah pasar,? ungkap wanita yang sudah<br />
hampir 20 tahun bekerja di Telkom ini.</p>
<p>Kondisi pasar yang tidak bisa didikte, jelas harus diantisipasi setiap<br />
perusahaan. Telkom pun demikian. Ancang-ancang, khususnya dalam hal<br />
bujet, harus selalu dilakukan. Sri menyebutkan, setiap awal tahun Telkom<br />
selalu mencari data mengenai tren penggajian di industri telekomunikasi<br />
dan TI, untuk melihat tren pergerakan gaji di sektornya. Selanjutnya,<br />
data tersebut disesuaikan dengan bujet yang ada. Maklum, kenaikan gaji<br />
juga harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Telkom, lanjut Sri,<br />
tidak bisa langsung melakukan penyesuaian untuk level atas, karena<br />
sebelumnya ketertinggalannya cukup besar.</p>
<p>Ads: Artikel mengenai <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">lowongan pekerjaan</a> dan <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">karir</a> lainnya bisa dilihat pada <a href="http://www.klikkarir.com">klikkarir.com</a></p>
<p>Kendati demikian, Telkom tidak khawatir akan terjadi eksodus<br />
besar-besaran pada karyawan level atasnya. Dijelaskan Sri, dalam bekerja<br />
? seperti halnya hasil temuan survei ? karyawan tidak hanya mementingkan<br />
gaji. Melainkan ada faktor lain yang dianggap mempunyai peran sama<br />
penting, seperti suasana kerja yang nyaman, iklim kompetisi yang sehat,<br />
kompensasi yang bagus dan sebagainya. Faktor-faktor itulah yang selama<br />
ini benar-benar dipelihara di lingkungan Telkom. ?Buktinya, tingkat<br />
turnover di perusahaan ini di bawah 1%,? katanya bangga.</p>
<p>Ungkapan Sri dibenarkan Yuli S., Senior Officer Telkom. Wanita yang<br />
telah bergabung lebih dari 15 tahun di Telkom ini merasa nyaman bekerja<br />
di Telkom. Selain cukup puas dengan gaji yang diterimanya, ia pun merasa<br />
nyaman dengan iklim kerja yang ada. Yang pasti, menurutnya, setiap tahun<br />
selalu ada pembenahan. Kenaikan gaji disesuaikan dengan jabatan dan<br />
performa. ?Pokoknya penyesuaian itu dilakukan secara berkala sesuai<br />
dengan tanggung jawab pekerjaan,? kata Yuli.</p>
<p>Selain Yuli, seorang karyawan <a href="http://www.klikkarir.com">PT Indosat</a> yang enggan disebut namanya<br />
juga merasa bersyukur bisa bekerja di perusahaan telekomunikasi macam<br />
Indosat. Maklum, ia menegaskan, iklim kerja dan tantangan, termasuk juga<br />
reward yang diberikan perusahaan mampu menjadikan dirinya betah dan<br />
tidak tertarik untuk mencoba ke perusahaan lain. Berbagai bonus termasuk<br />
bonus prestasi yang dikantonginya menjadikan pendapatan secara umum bisa<br />
dikatakan cukup lumayanlah.<br />
Reportase: Dedi Humaedi dan Herning Banirestu</p>
<p>Oleh : Taufik Hidayat</p>
<p>Swa.co.id</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Rata-rata Gaji Direksi di indonesia Rp.2,5 miliar/tahun?]]></title>
<link>http://negogaji.wordpress.com/?p=12</link>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 04:40:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>klikkarir</dc:creator>
<guid>http://negogaji.wordpress.com/2008/09/17/rata-rata-gaji-direksi-di-indonesia-rp25-miliartahun/</guid>
<description><![CDATA[Direksi boleh dibilang manusia langka. Dari tahun ke tahun &#8212; bahkan
setelah krisis ekonomi sek]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.klikkarir.com">Direksi</a> boleh dibilang manusia langka. Dari tahun ke tahun -- bahkan<br />
setelah krisis ekonomi sekalipun -- kebutuhan eksekutif (level manajer<br />
senior/GM ke atas) terus bertambah, sementara pasok yang ada jauh dari<br />
mencukupi. Akibatnya, terjadi perburuan dan perebutan sengit di antara<br />
para /headhunter/, yang ujung-ujungnya saling jorjoran menawarkan<br />
kompensasi bagi <a href="http://www.klikkarir.com">eksekutif</a> pilihan./</p>
<p>Sistem kompensasi eksekutif global umumnya terbagi atas dua hal: gaji<br />
tahunan plus stock option (opsi saham) atau bonus yang bersifat jangka<br />
panjang. Berapa besarnya? Relatif. Namun, menurut Irham A. Dilmy,<br />
pengamat <a href="http://www.klikkarir.com/employer.php">SDM</a> dari AMPROP International, variasi penentunya cukup banyak.<br />
Nina Martini, Staf Pengajar Lembaga Pengembangan Manajemen PPM,<br />
menambahkan, yang sering terjadi, gaji direksi memang tak terstruktur<br />
sebagaimana gaji karyawan lainnya.</p>
<p>Yang pasti, besarnya gaji eksekutif perusahaan tergantung besar-kecilnya<br />
perusahaan ataupun standar yang berlaku secara umum. Namun, secara umum,<br />
gaji para eksekutif puncak di perusahaan multinasional, minimal US$ 250<br />
ribu/tahun atau sekitar Rp 2,5 miliar (Rp 10 ribu/US$ 1)). Jumlah ini<br />
sudah banyak diperoleh para direksi di Indonesia. Bahkan di antara<br />
mereka, ada yang telah menerima imbalan US$ 350 ribu/tahun, atau sekitar<br />
Rp 3,5 miliar.<br />
<!--more--><br />
Selain gaji, para eksekutif juga menerima beragam tunjangan, seperti<br />
tunjangan kesehatan (asuransi), tunjangan keluarga, sekolah anak,<br />
liburan, keanggotaan klub, kendaraan, dan sering pula tunjangan rumah<br />
yang mencapai Rp 4 miliar/tahun.</p>
<p>Opsi saham adalah pilihan kompensasi baru yang marak ditawarkan. Namun,<br />
di luar perusahaan dotcom, sering kali penawaran diberikan kepada<br />
eksekutif di anak perusahaan, karena program ini memang sangat efektif<br />
mengikat seorang eksekutif untuk loyal pada perusahaan.</p>
<p>Kendati kompensasi para eksekutif masih terbuka sangat luas, Irham<br />
mengingatkan, <a href="http://www.klikkarir.com">job</a> manajemen harus menimbang kiri-kanan. Setidaknya jangan<br />
sampai terlalu tinggi hingga merusak pasar, tapi juga jangan jauh lebih<br />
rendah agar tak hengkang. Panasonic Gobel, katanya, merupakan contoh<br />
perusahaan yang mengambil posisi di tengah, tak pernah di atas, tapi<br />
juga tak di bawah pasar. Caltex, di sisi lain, selalu mengatakan akan<br />
membayar eksekutifnya dengan harga tertinggi di industri perminyakan.</p>
<p>Contoh sistem penggajian direksi yang cukup bagus adalah Yamaha Kencana<br />
Motor Indonesia (YMKI). Menurut Dyonisius Beti, <a href="http://www.klikkarir.com">Direktur Pemasaran</a> YMKI,<br />
gaji direksi YMKI terstandardisasi dengan gaji direksi kantor pusatnya<br />
di Tokyo, Jepang. Tak heran, Dyoni bisa menabung 80% dari total gajinya<br />
tiap bulan, sementara 20% sudah cukup untuk menghidupi kebutuhan<br />
kesehariannya.</p>
<p>Menurut Dyoni, pertimbangan besarnya gaji, fasilitas dan bonus kepada<br />
direksi di Yamaha adalah satu paket. Jika prestasi meningkat, otomatis<br />
gaji gede, cepat naik, kemudian disusul bonus dan fasilitas. Toh, ia<br />
tidak memungkiri, jika prestasi buruk, tak akan mendapatkan bonus atau<br />
pertumbuhan gaji signifikan. Selain mendapat gaji besar, direksi juga<br />
mendapat fasilitas mobil Mercedes-Benz, uang saku dinas, tugas luar<br />
negeri 5-6 kali/setahun, tunjangan kesehatan, dan diikutkan klub golf<br />
untuk eksekutif.<br />
Ads:<a href="http://www.klikkarir.com"> lowongan kerja </a><a href="http://www.klikkarir.com">bank</a> dan <a href="http://www.klikkarir.com">cpns</a> terbaru dapat anda lihat pada <a href="http://www.klikkarir.com">klikkarir.com</a><br />
Menurut pengamatan Irham, perbedaan besaran gaji direksi tergantung<br />
bobot pekerjaan yang dihitung dengan analisis jabatan. Dalam hal ini<br />
belum tentu direktur pemasaran lebih tinggi dari direktur SDM.<br />
Lebih-lebih kini masalah SDM makin kompleks. Karena itu, kata Nina,<br />
sebaiknya tiap perusahaan menetapkan parameter-parameter yang berbeda<br />
untuk memperlakukan masing-masing direksinya.</p>
<p>Di Yamaha, kata Dyoni, besarnya gaji <a href="http://www.klikkarir.com">direktur pemasaran</a>, direktur SDM<br />
dan direktur keuangan tak berbeda jauh. "Secara basic, gaji direksi<br />
hampir sama," tambahnya. Yang membedakan, soal bonus dan fasilitas, dan<br />
itu semua dinilai dari kinerja masing-masing. Biasanya kinerja bidang<br />
pemasaran lebih besar. Lebih-lebih peran dan eksistensi Yamaha di<br />
Indonesia lebih condong sebagai perusahaan pemasaran.</p>
<p>Oleh : Sudarmadi &#38; Tantri Riyanthi</p>
<p>swa.co.id</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ketika Karier Tak Meningkat]]></title>
<link>http://tipsberkarier.wordpress.com/?p=43</link>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 04:17:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>klikkarir</dc:creator>
<guid>http://tipsberkarier.wordpress.com/2008/09/17/ketika-karier-tak-meningkat/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Pri Notowidigdo
Pernahkah terpikir mengapa teman mendapat kenaikan pangkat sedangkan
Anda tid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Pri Notowidigdo</p>
<p>Pernahkah terpikir mengapa teman mendapat kenaikan pangkat sedangkan<br />
Anda tidak? Apakah muncul perasaan berikut: Saya kan pandai dan bekerja<br />
keras. Mengapa <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">karir</a> tidak meningkat?</p>
<p>Apakah Anda menjawab ?ya? untuk pertanyaan di atas? Kalau ya, mungkin<br />
sudah waktunya Anda merenung dan mengajukan beberapa pertanyaan berikut<br />
ini pada diri sendiri: Apakah atasan menyadari kontribusi Anda pada<br />
organisasi? Apakah dia mengetahui Anda orang yang memiliki kemampuan,<br />
pengetahuan dan pengalaman tertentu? Dan apakah Anda terlihat sebagai<br />
individu yang berbakat, atau paling tidak, yang berpotensi berkembang?</p>
<p>Bila jawabannya ?tidak?, sudah waktunya Anda mengungkapkan siapa Anda<br />
sebenarnya pada atasan dan <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">manajemen</a> senior. Para ahli dan mereka yang<br />
telah berhasil memosisikan karier mereka menasihati kita untuk bekerja<br />
keras. Percayalah, bila Anda bertendensi tidak mencoba dengan kekuatan<br />
ekstra, perkembangan karier pun akan lamban.<br />
<!--more--><br />
Sekarang, mari kita lihat para jawara seperti maestro golf Tiger Woods.<br />
Ada satu hal yang khas padanya, yang juga dikatakan oleh banyak kampiun<br />
di bidang masing-masing: bahwa prestasinya disebabkan karena kerja keras<br />
-? pantang menyerah, tekun dan komit.</p>
<p>Yang harus diperhatikan, bekerja lebih keras bukan sekadar bermaknda<br />
?membanting tulang lebih kuat?. Ini juga berarti mengambil sikap yang<br />
tepat: menjadi optimistis, kooperatif dan positif. Dengan pengambilan<br />
sikap ini, Anda kembali akan merasa enak dengan diri sendiri dan orang<br />
akan lebih menyukai Anda, termasuk atasan.</p>
<p>Ads: info <a href="http://www.klikkarir.com">lowongan pekerjaan</a> terbaru bisa Anda lihat pada <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">klikkarir.com</a></p>
<p>Dalam proses saya menjadi Partner salah satu perusahaan <a href="http://www.klikkarir.com">akuntan publik</a><br />
dan konsultan manajemen internasional, salah satu kriteria utama adalah:<br />
Para Partner yang ada menyukai saya ataukah tidak? Saya cocok atau<br />
/complementary/ dengan Partner yang lain ataukah tidak? Pendeknya,<br />
tentang kemampuan kita bergaul dengan orang lain.</p>
<p>Selain pengambilan sikap yang tepat, saran saya, tunjukkanlah<br />
integritas! Bila ditanyakan opini Anda, bersikaplah jujur, terus terang<br />
dan sopan. Komentar yang jujur dapat secara positif menentukan hasil<br />
suatu <a href="http://www.klikkarir.com">proyek besar</a>. /?Yes-men?/ memang dapat menghasilkan kesuksesan.<br />
Namun ingat, itu hanya sementara. Mengatakan ?ya? hanya untuk<br />
menyenangkan atasan akhirnya akan membuat kita terperangkap.</p>
<p>Seyogyanya, antisipasi hal-hal yang tidak diharapkan dengan waspada.<br />
Antisipasi semua pertanyaan, semua masalah. Juga, semua permintaan dari<br />
atasan. Bila Anda mengetahui dan menyukai apa yang Anda lakukan, ini<br />
akan menjadi suatu kesenangan untuk terus belajar dan berkembang sebagai<br />
seseorang. Bahkan, akan memberi kontribusi pada organisasi sehingga<br />
orang datang memandang Anda.</p>
<p>Ads: Tips mencari <a href="http://www.klikkarir.com">lowongan kerja</a> dapat anda lihat pada <a href="http://www.klikkarir.com/jobs_tool_kit.php">klikkarir.com</a></p>
<p>Komunikasi. Aha, ini kelihatannya sederhana tetapi juga tampaknya sukar<br />
dilakukan oleh segelintir dari kita. Tampaknya, saya mesti ingatkan satu<br />
hal: Jangan berasumsi orang bisa membaca pikiran kita. Jangan merasa<br />
malas memberitahu seseorang karena Anda tidak masuk kerja. Bicaralah!<br />
Tuliskan! Buatlah pesan yang pendek dan sederhana sehingga maksud Anda<br />
terungkap jelas. Bila kemampuan lisan dan tulisan Anda tidak seberapa,<br />
lakukan sesuatu. Pokoknya, berkomunikasilah! Tentu saja dengan cara yang<br />
baik, karena tak berkomunikasi dengan baik sama buruknya dengan tidak<br />
berkomunikasi sama sekali.</p>
<p>Sekarang, setelah merenung, mengungkap siapa Anda, bekerja keras,<br />
menunjukkan integritas, dan berkomunikasi, ambil satu tindakan lagi:<br />
mundurlah selangkah dan lihatlah situasi Anda! Bila Anda menyukai apa<br />
yang Anda lakukan, ini akan tampak pada sikap dan kinerja Anda. Bila<br />
tidak, jangan berhenti di sini, /do something/! Lakukanlah sesuatu. Caranya?</p>
<p>Negosiasikan kembali <a href="http://www.klikkarir.com">job</a> description  Anda. Atau, mungkin saja Anda<br />
berada pada pekerjaan yang salah! /On the wrong place/, pula! Pikirkan<br />
semua dengan tenang. Yang pasti, bila Anda mampu menunjukkan diri<br />
sebagai /key <a href="http://www.klikkarir.com/employer.php">employee</a>/, terbentang kesempatan membangun karier yang baik.</p>
<p>swa.co.id</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Strategi Meniti Karir di bidang Marketing (1)]]></title>
<link>http://tipsberkarier.wordpress.com/?p=45</link>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 04:10:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>klikkarir</dc:creator>
<guid>http://tipsberkarier.wordpress.com/2008/09/17/strategi-meniti-karir-di-bidang-marketing-1/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana jenjang karier di bidang pemasaran yang dibilang ujung tombak
perusahaan? Masihkah menjadi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana jenjang karier di bidang pemasaran yang dibilang ujung tombak<br />
perusahaan? Masihkah menjadi primadona?</p>
<p>Pendidikan formal Iwan Purnama sangat jauh dari dunia <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">pemasaran</a> dan<br />
penjualan. Ayah Winston Purnama dan Patrick Ullyses ini mengantongi<br />
gelar sarjana akuntansi dari Universitas Atma Jaya. <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">Karier</a>nya pun<br />
diawali sebagai auditor di Kantor <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">Akuntan</a> Publik Prodjo Sunarjanto,<br />
Jakarta, tahun 1991. Bahkan, hingga pertengahan 1995, pria kelahiran 3<br />
Mei 1970 di Jakarta ini pun masih berkutat dengan dunia akuntansi dengan<br />
jabatan Auditor Senior Bank Dharmala.</p>
<p>Namun, tanpa diduga, ia malah dipercaya mengisi posisi Kepala Grup<br />
Pemasaran di bank tersebut. ?Saya percaya diri saja,? ujar Iwan tentang<br />
modal utama pindah ke bidang yang benar-benar baru baginya.<br />
Kenyataannya, Iwan malah jatuh cinta pada dunia pemasaran. Menurutnya,<br />
bidang pemasaran terlihat lebih dinamis. Pelakunya tertantang membuat<br />
cerita baru, dari yang belum ada (nol) menjadi ada (riil). Artinya,<br />
bidang ini membutuhkan kreativitas dan mengasah insting bisnis untuk<br />
dapat segera mengendus dan menangkap peluang. Lalu, mewujudkannya.</p>
<p>Awalnya, Iwan lebih banyak berkutat di pemasaran dan penjualan produk<br />
jasa <a href="http://www.klikkarir.com">perbankan</a> dan keuangan. Pindah dari <a href="http://www.klikkarir.com">kerja di  Bank</a> Dharmala, ia bergabung<br />
dengan Sewu New York Life sebagai Manajer Agensi (1999-2000). Hanya<br />
setahun ia di sana, kemudian pindah ke PT Ultra Biotech Indonesia,<br />
perusahaan farmasi, sebagai Manajer Pemasaran (2000-02). Dan, akhirnya<br />
berlabuh di Faber Castell Indonesia tahun 2002 sampai sekarang. Memulai<br />
karier sebagai manajer merek, lalu naik sebagai manajer pemasaran dan<br />
sekarang dipercaya sebagai Manajer Penjualan &#38; Pemasaran Nasional Faber<br />
Castell Indonesia sejak 2005.<br />
<!--more--><br />
Perjalanan karier Iwan tergolong mulus, semulus bidang pemasaran dalam<br />
organisasi perusahaan saat ini. Ketika kejayaan sektor keuangan ambruk<br />
tahun 1990-an, pamor profesi keuangan meredup. Sektor riil kembali<br />
dilirik. Apalagi, tuntutan konsumen pun semakin tinggi. Kualitas bagus<br />
dan inovasi tinggi bukan lagi cara yang ampuh untuk memikat konsumen.<br />
Maka, perusahaan-perusahaan mengandalkan strategi baru: adu konsep,<br />
strategi, gimmick dan taktik pemasaran.</p>
<p>Ads: <a href="http://www.klikkarir.com">lowongan kerja</a> dan tips <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">karir</a> lainnya bisa dilihat pada <a href="http://www.klikkarir.com/jobs_tool_kit.php">klikkarir.com</a></p>
<p>Sejalan dengan itu, profesional di bidang pemasaran pun menjadi incaran<br />
banyak perusahaan. Permintaan akan tenaga pemasaran meledak, dan<br />
profesional andal bidang ini diperebutkan berbagai perusahaan, dan --<br />
sesuai dengan hukum besi permintaan dan penawaran -- imbalan<br />
(remuneration &#38; benefit) yang diberikan kepada pemasar pun melambung tinggi.</p>
<p>Maka, tak mengherankan, kini banyak pemimpin perusahaan (presdir atau<br />
CEO) yang berasal dari kalangan pemasaran. Sebut saja, Elisa<br />
Lumbantoruan, Presdir PT Hewlett-Packard Indonesia, atau Riko Sistanto,<br />
CEO PT Asia Sejahtera Perdana Parmarcheutical ? produsen Kratingdaeng<br />
dan You C 1000 -- dan sederet nama lainnya.</p>
<p>Dan, layaknya pepatah lama, ada gula ada semut. Bidang pemasaran pun<br />
menjadi incaran banyak orang. Di hampir semua perguruan tinggi yang<br />
menyediakan konsentrasi manajemen pemasaran -- S-1 ataupun S-2 --<br />
pesertanya selalu membludak. Namun, berkarier di dunia pemasaran<br />
tidaklah mudah. Jalur yang dilalui di bidang ini cukup berliku.<br />
Dibandingkan dengan bidang lain, struktur organisasi di bidang pemasaran<br />
jauh lebih njelimet. Terlebih pada perusahaan yang menggabungkan fungsi<br />
penjualan dan pemasaran dalam satu divisi.</p>
<p>Struktur organisasi yang tergolong cukup sederhana, misalnya, diterapkan<br />
PT Bentoel Prima. Struktur organisasi pemasarannya dari atas ke bawah:<br />
CEO turun ke bawahnya ada chief <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">marketing officer</a>, di bawahnya lagi<br />
general manager (GM) -- ada empat GM: GM merek untuk sigaret keretek<br />
tangan dan sigaret keretek mesin (SKM), GM merek untuk SKM mild, GM<br />
lapangan dan GM riset. Di bawahnya baru ada manajer merek untuk setiap<br />
merek, dan di bawah masing-masing manajer merek ada brand officer.<br />
Pola struktur pemasaran yang dipakai Bentoel, menurut Ruby Chandra<br />
Lionardi, GM Manajemen Merek BP, adalah pola yang digunakan pada<br />
umumnya. Menurutnya, struktur organisasi bisa disesuaikan dengan<br />
kebutuhan perusahaan. Namun, yang terpenting, kerja sama dalam tim<br />
pemasaran. Kemampuan individu memang sangat dibutuhkan. Namun di<br />
pemasaran, dikatakan Ruby, kerja sama tim adalah penunjang keberhasilan<br />
yang utama. Semua bagian turut membesarkan merek. ?Tidak ada pekerjaan<br />
di marketing yang bisa dicapai sendiri, semua tidak lepas dari teamwork.<br />
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan kemampuan setiap orang<br />
menonjol,? ungkapnya.</p>
<p>Struktur yang lebih kompleks bisa ditemui di PT Unilever Indonesia Tbk.<br />
Seperti diungkapkan Surya Dharma Mandala, Direktur Es Krim Unilever,<br />
tahap pertama untuk karier di bidang pemasaran adalah menjadi <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">management<br />
trainee</a> (MT). Di posisi ini, peserta program MT akan diputar ke berbagai<br />
bagian, mulai dari penjualan, riset konsumer hingga pemasaran. Jika<br />
lulus, menjadi asisten manajer merek. Dijelaskannya, selama pelatihan,<br />
peserta MT diberi pembekalan mengenai dasar-dasar pemasaran dan<br />
organisasi di Unilever, sehingga ketika menjadi asisten manajer, mereka<br />
sudah punya jejaring di perusahaan dengan divisi-divisi lain. Setelah<br />
asisten manajer merek, sesuai dengan prestasinya akan diangkat menjadi<br />
manajer merek. ?Di posisi brand manager, mereka kembali akan diputar,<br />
mulai dari yang simpel, yang kecil, ke brand yang besar,? ungkapnya.<br />
Lulus dari manajer merek, dipromosikan menjadi manajer merek senior.<br />
Setelah itu, ke manajer pemasaran, lalu direktur pemasaran.</p>
<p>Struktur tersebut, menurut Surya, merupakan pola baku yang diterapkan<br />
Unilever secara global. Tidak hanya polanya, tetapi standar yang<br />
ditetapkan juga sama di setiap negara. Sehingga, kualitas karyawan<br />
Unilever pada level yang sama akan (kurang-lebih) sama di negara mana<br />
pun. Dijelaskannya, tidak ada patokan baku berapa lama waktu yang<br />
dibutuhkan untuk melewati satu level jabatan. Semua bergantung pada<br />
performa masing-masing.</p>
<p>PT P &#38; G Home Product Indonesia juga menganut pola yang sama dengan<br />
Unilever. Bambang Sumaryanto, <a href="http://www.klikkarir.com">Direktur</a> Hubungan Eksternal P &#38; G,<br />
menuturkan, tidak ada patokan waktu yang ditentukan untuk melewati satu<br />
level jabatan, karena semua benar-benar dilandasi performa kerja.<br />
?Karyawan yang sangat berprestasi akan dapat berkembang kariernya lebih<br />
cepat, termasuk perkembangan kariernya di regional maupun<br />
internasional,? ujar Bambang.</p>
<p>Kendati enggan menjelaskan secara detail struktur organisasi pemasaran<br />
di P &#38; G, Bambang menyebutkan bahwa di perusahaannya, divisi pemasaran<br />
dipisahkan dari penjualan. Pemasaran diharapkan benar-benar fokus untuk<br />
mengerti tentang konsumen (pemakai) produk P &#38; G. Adapun bidang<br />
penjualan yang ditangani tim Pengembangan Bisnis Pelanggan fokus pada<br />
pelanggan (intermediaries) atau pihak yang berperan membantu P &#38; G<br />
mendekatkan produk ke konsumen.</p>
<p>Bagaimana dengan perusahaan lokal? Menurut Budiman, <a href="http://www.klikkarir.com/search.php">Kepala Pemasaran</a><br />
Garudafood, struktur organisasi pemasaran di tempatnya tak berbeda jauh<br />
dari perusahaan sejenis yang menggunakan istilah manajer produk atau<br />
manajer merek. Namun yang jelas, karena secara legalitas perusahaan ini<br />
cenderung menggunakan konsep <a href="http://www.klikkarir.com">job</a> marketing driven company ketimbang<br />
manufacturing driven company, jualannya lebih ke bidang pemasaran dan<br />
membangun merek. ?Tak mengherankan, titel-titel yang digunakan dalam<br />
jajaran tim pemasaran kami lebih fokus kepada brand management<br />
dibandingkan dengan product manager,? ungkapnya.</p>
<p>Swa.co.id</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Potret Buram kemiskinan Indonesia]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=102</link>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 20:34:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/09/16/potret-buram-kemiskinan-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Innalillahi wainna ilaihi rojiun.. Ditengah bulan Ramadhan yang penuh berkah ini telah terjadi musib]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Innalillahi wainna ilaihi rojiun.. Ditengah bulan Ramadhan yang penuh berkah ini telah terjadi musibah yang menewaskan 21 orang saat antri pembagian zakat di daerah Pasuruan Jawa Timur. Sesuatu yang baik yang seharusnya mendatangkan kemanfaatan berakhir dengan sebuah keprihatinan.</p>
<p>Musibah ini harus dijadikan pelajaran bagi kita, bahwa banyak saudara-saudara kita yang masih membutuhkan uluran tangan kita. Saudara-saudara kita rela berjalan kiloan meter hanya untuk mendapatkan uang 30 ribu, bahkan ada yang mengeluarkan ongkos 10 ribu sehingga hanya mendapat 20 ribu.  Yang lebih memprihatinkan lagi bahwa saudara-saudara kita sampai harus menerima resiko kehilangan nyawa hanya untuk uang 30 ribu. Sungguh ini adalah salah satu potret kemiskinan bangsa ini.</p>
<p>Musibah ini seharusnya tidak terjadi jika sang pengusaha yang membagikan zakat tersebut tidak lalai. Jika kegiatan pembagian zakat itu di persiapkan dengan baik, maka tidak akan ada korban 21 orang tewas.</p>
<p>Berzakat adalah sebuah kebaikan dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Namun dalam pelaksaannya harus dengan cara yang baik sehingga akan membawa kemanfaatan. Yang saya pahami dalam berzakat kita boleh membagikannya secara langsung kepada mustahiq zakat atau kita titipkan ke lembaga amil zakat.</p>
<p>Apabila membagikannya secara langsung, alangkah lebih baik kita yang menemui para mustahiq zakat. Bukannya mengundang mereka secara terbuka, karena khawatir selain timbul ria, pembagian zakat tersebut tidak tepat sasaran dan akan timbul kericuhan. Namun jika kita menitipkan kepada lembaga amil zakat, semua  kekhawatiran tersebut tidak akan terjadi.</p>
<p>Musibah ini juga harus menjadi pelajaran bagi lembaga amil zakat, bahwa mereka harus lebih profesional dan transparan supaya dapat di percaya oleh masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tunggulah Sejenak Untukku]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=97</link>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 18:26:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/09/01/tunggulah-sejenak-untukku/</guid>
<description><![CDATA[Sejak mengenalmu aku tahu engkau memang beda, tidak seperti yang lain. Dan sejak saat itu kuingin me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak mengenalmu aku tahu engkau memang beda, tidak seperti yang lain. Dan sejak saat itu kuingin memilikimu. Terdiamku karna kusadari aku bukan siapa-siapa, namun ini tak menghilangkan keinginanku untuk memilikimu.</p>
<p>Berilah aku waktu untuk wujudkan semua, berilah aku waktu. Ketika saat itu tiba aku akan datang kepadamu. Tunggulah sejenak untukku.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syahrul Mubarok]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=94</link>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 03:05:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/31/syahrul-mubarok/</guid>
<description><![CDATA[Syahrul Mubarok, Syahrul siam wa qiyam, Syahrul unzila fihil qur&#8217;an, Syahrul fiihil lailatul q]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Syahrul Mubarok, Syahrul siam wa qiyam, Syahrul unzila fihil qur'an, Syahrul fiihil lailatul qodar, Khoirun min alfi syahr.</p>
<p>Rabbana taqobal mina syiamina wa qiamina</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kutitipkan Engkau Kepada-Nya]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=92</link>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 22:18:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/25/kutitipkan-engkau-kepada-nya/</guid>
<description><![CDATA[Maha suci Allah yang menganugrahkan cinta, sehingga aku bisa merasakan keindahan yang belum pernah d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Maha suci Allah yang menganugrahkan cinta, sehingga aku bisa merasakan keindahan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Suatu keindahan yang memberikan inspirasi untuk merubah hidupku.</p>
<p>Maafkan jika aku terdiam, itu bukan berarti aku tidak ingin memilikimu. Biarlah kusimpan rasa ini, akan kurawat dan kujaga keindahannya. Aku ingin rasa ini tetap suci dan abadi. Aku tidak khawatir dengan dirimu karena dalam setiap sujudku, kutitipkan engkau kepada-Nya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Professional dan Pengusaha]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=89</link>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 00:12:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/25/antara-professional-dan-pengusaha/</guid>
<description><![CDATA[Jam menunjukkan pukul dua belas siang dan adzan zuhur pun berkumandang. Setelah menunaikan sholat zu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Jam menunjukkan pukul dua belas siang dan adzan zuhur pun berkumandang. Setelah menunaikan sholat zuhur, saya segera berangkat menuju sebuah kafe di daerah Sarinah Jakarta untuk menemui seorang teman. Saya masih ingat sekali ketika pertama kali datang ke sana, saya agak kikuk. Terlebih sebelumnya teman bercerita bahwa kafe tersebut sering didatangi orang-orang penting.</p>
<p>Begitu sampai di kafe saya langsung pesan teh susu untuk menemani saya hingga teman saya datang. Disana saya melihat kafe tersebut cukup ramai.  Sempat terlintas  di pikiran  saya,  apakah  mereka pengusaha yang sedang ketemu mitra bisnisnya atau apakah mereka seorang professional yang sedang ketemu klien, Apakah mereka orang-orang penting seperti yang dikatakan teman saya itu.</p>
<p>Belum sempat pertanyaan itu terjawab, tiba-tiba saja teman saya datang. Tidak seperti biasanya jika kami janjian ketemu di kafe itu kami pasti menghabiskan waktu 2-3 jam untuk membicarakan banyak hal, mulai dari realis hingga yang idealis. Namun rabu itu kami hanya sebentar dan segera meninggalkan kafe tersebut, karena pukul empat sore kami janji bertemu dengan teman-teman dari UI di sebuah kafe buku di Margonda Depok.</p>
<p>Di perjalanan kami di telepon oleh salah seorang teman kami yang sedang mengalami dilema. Singkat cerita  dia ini sudah mengundurkan diri dari sebuah perusahaan telekomunikasi demi mengejar mimpinya untuk menjadi pengusaha, namun pihak perusahaan belum mengabulkan keinginannya. Yang terjadi malah pihak perusahaan memberikan cuti selama sebelas hari, dan selama cuti tersebut diharapkan dia mempertimbangkan rencananya untuk mengundurkan diri. Jadi dia ini lagi mengalami dilema antara memilih menjadi professional atau menjadi pengusaha.</p>
<p>Kemudian saya bertanya sama dia "Kamu ingin menjadi professional atau pengusaha ?", namun sayang jawabannya kurang jelas, dia malah balik bertanya kepada saya "Fahmi ingin menjadi professional atau pengusaha ?". Saya menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan lain " Hari ini hari apa ?", dia jawab "Rabu". saya melanjutkan "oke kalau hari ini hari rabu kayaknya saya tidak harus menjawab pertanyaan apakah saya ingin menjadi professional atau pengusaha". Dia berkata "iya, kalau jadi professional, Fahmi pasti lagi ngantor". Saya hanya tersenyum mendengarnya, karena bukan saya yang menyimpulkan tersebut. Terlebih lagi bahwa sebenarnya saya bekerja di salah satu perusahaan, dan karena jadwalnya shif-shif an jadi rabu itu saya lagi libur. hehe</p>
<p>Ketika di tanya tentang "Apakah kamu ingin menjadi professional atau manjadi pengusaha?", saya jadi teringat ketika saya di wawancarai kerja. Waktu itu saya jawab "saat ini professional, tapi nanti apabila ada kesempatan untuk menjadi pengusaha kenapa tidak". Masih ketika di wawancarai pernah ditanya "Apa akan bisa?", Saya jawab dengan pede "Bisa, ini masalah peran dan pengaturan waktu saja dan saya yakin bisa mengatasi masalah itu". Terbukti  saya di terima  kerja.</p>
<p>Setelah kurang lebih dua bulan menjalani status saya sebagai professional, saya sangat menikmatinya bahkan boleh di bilang beruntung diterima kerja di perusahaan ini. Saya bekerja begitu nyaman, banyak energi saya yang bersisa, bahkan sempat saya berpikir apakah ini yang dinamakan "zona nyaman".</p>
<p>Akhirnya saya mencoba untuk mencari usaha sampingan untuk menyalurkan energi yang masih tersisa banyak itu. Saking niatnya walaupun kesempatan itu tidak ada, saya akan ciptakan kesempatan itu.  Bahkan berusaha menyebarkan virus enterpreneur tersebut ke orang lain. Seperti yang telah kami lakukan kepada teman-teman dari UI. Dimana selain membahas agenda yang telah ditentukan, kami pun mencoba menularkan virus tersebut. hehe</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Thanks To Markis Kido &amp; Hendra Setiawan]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=86</link>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 06:11:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/17/thanks-to-markis-kido-hendra-setiawan/</guid>
<description><![CDATA[Di hari kemerdekaan RI ini kita mendapatkan kado indah dari atlet bulu tangkis kita yaitu dari caban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Di hari kemerdekaan RI ini kita mendapatkan kado indah dari atlet bulu tangkis kita yaitu dari cabang ganda putra yang di perkuat oleh Markis Kido dan Hendra Setiawan. Mereka telah merebut medali emas di Olimpiade Beijing dengan mengalahkan pasangan tuan rumah (china).</p>
<p>Dengan keberhasilan ini kita bisa menjaga tradisi merebut emas sejak Olimpiade Barcelona 1992. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa Bangsa INDONESIA BISA berprestasi di tingkat internasional. Thanks to Markis Kido dan Hendra Setiawan..Semoga keberhasilan mereka bisa memberikan inspirasi bagi kita semua.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ucapan Selamat Kepada Bapak AM Fatwa]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=82</link>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 06:09:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/14/ucapan-selamat-kepada-bapak-am-fatwa/</guid>
<description><![CDATA[Tadi sekitar pukul 11an saya buka detik.com, saya melihat dan membaca isi headline newsnya berjudul ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi sekitar pukul 11an saya buka detik.com, saya melihat dan membaca isi headline newsnya berjudul <span class="judul">"Fatwa Dianugerahi Bintang Mahaputra, Sutardji Budaya Parama", saya terharu dan bangga karena Bapak AM Fatwa adalah satu tokoh yang saya kagumi di negeri ini telah dianugrahi Bintang Mahaputra oleh Bapak Presiden SBY.</span></p>
<p>Sebagai putera daerah saya tahu tentang tokoh-tokoh nasional ini dari tv terutama dari koran. Pertama kali saya tahu tentang Bapak AM Fatwa yaitu ketika saya masih duduk di bangku SMP di sebuah sekolah di Majalengka. Dimana waktu itu Bapak AM Fatwa adalah salah satu tokoh penggerak Reformasi 1998. Sejak saat itu saya mengagumi beliau.</p>
<p>Kemudian ketika saya duduk di bangku SMA, saya semakin tahu tentang beliau lewat pelajaran sejarah. Hingga akhirnya ketika saya menjelang lulus kuliah di STT Telkom, saya dapat berjumpa dengan beliau di ruang kerjanya di Gedung MPR-DPR RI.</p>
<p>Sebelum bertemu dengan beliau saya sempat grogi dan sempat berpikir yang bukan-bukan, maklumlah saya hanyalah putera daerah sedangkan beliau tokoh nasional dan menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI. Namun setelah bertemu dengan beliau ternyata semua yang saya pikirkan salah, Beliau orangnya rendah hati dan tidak sombong, kata-katanya halus dan bijak.</p>
<p>Banyak pembelajaran yang saya ambil dari pertemuan yang kurang lebih 2 jam tersebut, di akhir pertemuan beliau memberikan kartu namanya dan memberi "oleh-oleh" berupa buku-buku karangan beliau (10 buah buku).</p>
<p>Buku-buku tersebut judulnya mulai dari "Saya Menghayati dan Mengamalkan Pancasila, Justru Saya Seorang Muslim: Sebuah Skripsi Pembebasan", "Menggugat Dari Balik Penjara, Surat-Surat Politik AM Fatwa" , hingga "Dari Cipinang Ke Senayan". Dan masih banyak lagi buku karangan beliau. Setelah membaca buku-buku beliau, saya semakin tahu dan kenal dengan beliau, banyak pelajaran yang saya ambil dari buku-buku tersebut.</p>
<p>Hingga hari ini beliau masih berjuang untuk bangsa ini, lewat perannya sebagai wakil rakyat. Banyak jasa yang telah beliau berikan untuk bangsa ini. Jadi memang sudah kewajiban Bangsa ini menghargai jasa-jasa beliau. Selamat kepada Bapak AM Fatwa yang telah dianugrahi <span class="judul">Bintang Mahaputra.<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bazaar Ganesha Majalengka]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=79</link>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 21:06:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/09/bazaar-ganesha-majalengka/</guid>
<description><![CDATA[Acara tiga tahunan Bazaar Ganesha Majalengka atau Bazaar SMUN 1 Majalengka bentar lagi akan hadir (1]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Acara tiga tahunan Bazaar Ganesha Majalengka atau Bazaar SMUN 1 Majalengka bentar lagi akan hadir (14-16 Agustus 2008), berita tentang acara ini saya dapat dari milis-milis alumni. Namun sayang tidak ada informasi yang lebih detil tentang acara tiga tahunan ini.</p>
<p>Pertama kali saya ikut bazaar ini ketika kelas 1 SMA tahun 1999, waktu itu saya tergabung di kelas 1-7. Di bazaar tersebut kami jualan makanan dan minuman. Walaupun dapat untung sedikit (malah mungkin rugi, hehe), kami menikmati kegiatan tersebut. Banyak pembelajaran yang didapat di bazaar tersebut.</p>
<p>Kemudian 3 tahun kemudian, tahun 2002 saya tidak sempat menikmati suasana bazaar, karena saat itu saya sedang mengikuti ospek kampus atau lebih tepatnya PDKT (Pengenalan Dunia Kampus Telekomunikasi) di STT Telkom.</p>
<p>Tahun 2005 saya baru menikmati bazaar bahkan saya ikut memeriahkan acara bazaar tersebut. Di bazaar tahun 2005 itu saya beserta rekan-rekan di KMM STT Telkom (Keluarga Mahasiswa Majalengka STT Telkom) mengadakan acara SMS Kuis. Di bazaar ini saya benar-benar mendapatkan pembelajaran yang sangat-sangat banyak. Selain banyak pembelajaran, berkat bazaar ini juga tidak sedikit relasi yang terbangun. Bazaar 2005 merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan dan menjadi salah satu pengalaman yang membanggakan. </p>
<p>Tahun ini kayaknya saya tidak bisa menikmati suasana bazaar apalagi ikut memeriahkan. Sekarang saya sudah bekerja, mungkin kalau mau memaksakan hadir paling sehari doank. Padahal biasanya di bazaar teman-teman SMA selalu hadir, saya sudah lama tidak ketemu sama mereka. Hmm kayaknya harus hadir walaupun cuma sehari, mudah-mudahan disana ketemu sama teman-teman SMA supaya bisa bertegur sapa, saling melepas rindu, saling tukar cerita dan saling tukar ide. .siapa tahu ada ide besar dari obrolan-obrolan yang tak terduga. Ya siapa tahu...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syukuri yang ada]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=75</link>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 21:50:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/05/syukuri-yang-ada/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin saya ditelpon oleh salah seorang teman kuliah, lumayan lama sehingga banyak hal yang dibicar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin saya ditelpon oleh salah seorang teman kuliah, lumayan lama sehingga banyak hal yang dibicarakan. Yang menarik adalah tentang rencana dia untuk resign dari perusahaan tempat dia bekerja. Dia mengungkapkan alasannya bahwa selain ingin mendapatkan penghasilan yang besar, dia ingin kerja di bidang R &#38; D.</p>
<p>Lho, dimana menariknya ?? yang menarik adalah kata resign_nya itu, karena seminggu sebelumnya saya chat sama teman kuliah (yang lainya) yang ingin pindah kerja karena ingin mendapatkan penghasilan yang besar. Kemudian masih diminggu lalu ketika saya mengantar adik yang baru di wisuda ke Stadion GBK untuk mengikuti tes CPNS Dep. Keuangan, disana saya bertemu teman yang ikut tes juga padahal dia telah bekerja, sudah pasti karena ingin mendapatkan penghasilan lebih. Sebulan yang lalu saya chat dengan salah seorang teman, dan dia menceritakan bahwa dia baru saja pindah kerja, di perusahan baru dia dapat penghasilan yang lebih. Nah menarik kan?</p>
<p>Dalam dunia kerja hal yang seperti diatas memang banyak terjadi, ketika di perusahaan sekarang penghasilannya rendah maka akan mencari perusahaan baru yang bisa memberi gaji lebih tinggi. Dan ketika sudah pindah, kemudian masih mencari perusahaan lain yang memberi gaji yang lebih tinggi lagi. Selalu dan selalu seperti itu.</p>
<p>Menurut pendapat saya, kalau kita bekerja yang di kejar hanya uang maka kita tidak akan merasa puas, bahkan yang akan terjadi malah rusaknya reputasi kita di dunia kerja. Okelah mungkin alasannya supaya berkecukupan dan bahagia, lho kalau menurut saya cukup tidaknya penghasilan itu tergantung kitanya bisa atau tidaknya mengelola penghasilan tersebut. Dan kalau soal kebahagiaan ukurannya bukan banyaknya uang yang dihasilkan, kebahagiaan itu soal hati. Buktinya tukang gorengan tetangga saya (di Bandung) bisa bahagia dengan penghasilan yang pas-pasan. </p>
<p>Yang harus dilakukan kita adalah bersyukur, mensyukuri yang ada. Kita harus bersyukur dapat kerjaan, karena saat ini jutaan orang yang tidak bisa mendapatkan kerja alias nganggur. Kita harus bersyukur dengan penghasilan yang kita terima saat ini, yakinlah seiring dengan meningkatnya kemampuan, pengalaman kita, dan prestasi kita, penghasilanpun akan naik.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pakai XL ?? Puas Lo ????]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=71</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 22:10:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/04/pakai-xl-puas-lo/</guid>
<description><![CDATA[Hingga kini XL masih menggunakan kata-kata &#8220;sampe puas&#8221; sebagai jargonnya dalam berpromo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hingga kini XL masih menggunakan kata-kata "sampe puas" sebagai jargonnya dalam berpromosi. Namun sangat disayangkan kata-kata tersebut tidak sesuai kenyataan. Saya sebagai pemakai XL semakin gerah saja ketika melihat iklan XL yang hingga kini masih menggunakan kata-kata "sampe puas", karena yang saya alami akhir-akhir ini adalah "ketidakpuasan".</p>
<p>Bagaimana saya akan merasa puas ketika menelpon tiba-tiba saja terputus, baik itu di menit 30 atau menit ke 20. Kemudian saya menelpon lagi dan terputus lagi, terus-menerus seperti itu. Akhirnya biaya yang harus saya keluarkan menjadi mahal.  </p>
<p>Kalau yang gratisan dimulai dari pukul 00.00 hingga pukul 06.00, terputusnya bukan per 3o menit lagi, malah lebih parah lagi yaitu per 3 menit. Sedangkan untuk ke lain operator, untuk di bawah 10 menit tarifnya sekitar Rp. 3000,- namun ketika menelpon lebih dari 10 menit langsung saja pulsa terkuras.</p>
<p>Bagi Anda yang memakai XL apakah merasa puas ??? Kalau saya terus terang tidak, dan kalau XL tidak meningkatan pelayanannya maka sudah pasti saya akan beralih ke opertor lain yang memberikan pelayanan yang terbaik dengan tarif yang wajar.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pemilu 2009, Pilih Partai Mana Ya ??? Bingung...]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=68</link>
<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 21:09:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/03/pemilu-2009-pilih-partai-mana-ya-bingung/</guid>
<description><![CDATA[Peserta pemilu 2009 ada 34 partai, jumlah yang akan membuat calon pemilih kebingungan untuk menentu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Peserta pemilu 2009 ada 34 partai, jumlah yang akan membuat calon pemilih kebingungan untuk menentukan pilihannya. Terus terang saya sendiri pun bingung menentukan pilihan, tapi walaupun bingung dalam menentukan pilihan saya tidak akan golput.</p>
<p>Tempo hari saya membaca berita di kompas yang berjudul (kalau tidak salah ingat) "Ini Dia Wakil Rakyat Penerima Aliran Dana BI", didalam berita tersebut disebutkan nama-nama penerima dana BI beserta asal partainya (kalau tidak salah ingat 5 partai).</p>
<p>Dengan membaca berita tersebut, saya sebagai orang awam dan tidak pandai dalam urusan yang seperti itu merasa tercerahkan. Ya, berita tersebut memberi sedikit titik terang pada saya dalam menentukan pilihan di 2009 nanti.  Dimana paling tidak kebingungan saya berkurang, karena sekarang saya tinggal memilih salah satu partai dari 29 partai.</p>
<p>Kedepannya saya tinggal menunggu ada kabar apalagi tentang ke 29 partai tadi, dan saya berharap kabar itu bisa memberi pencerahan lagi sehingga mengurangi kebingungan saya dalam menentukan pilihan. Bagaimana dengan Anda ? Apakah anda juga kebingungan seperti saya ?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngeblog lagi ah..]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=66</link>
<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 04:26:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/08/02/ngeblog-lagi-ah/</guid>
<description><![CDATA[Waw..udah lama ga ngeblog euy..dua bulan lebih..nulis apa ya???? bingung neeh&#8230;yang pasti selam]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Waw..udah lama ga ngeblog euy..dua bulan lebih..nulis apa ya???? bingung neeh...yang pasti selama dua bulan ini banyak perubahan yang terjadi. Hmm ngomong-gomong tentang perubahan jadi ingat buku yang judulnya "Change" yang ditulis oleh Rhenald Kasali. Katanya kita itu harus siap berubah dan diubah, Kalau ingin maju ya harus siap dengan Perubahan. Yah kalau ingin tahu lebih banyak, baca aja deh bukunya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ngeblog Melatih Kejujuran]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=65</link>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 08:23:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/05/15/ngeblog-melatih-kejujuran/</guid>
<description><![CDATA[Tempo hari saya penah membaca salah satu buku (maaf saya lupa judulnya :D) yang menjelaskan bahwa sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Tempo hari saya penah membaca salah satu buku (maaf saya lupa judulnya :D) yang menjelaskan bahwa salah satu manfaat menulis adalah untuk melatih kejujuran. Kita bisa menulis apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan_dalam menuliskannya kita harus jujur sesuai fakta tanpa kepura-puraan dan tidak menutup-nutupi.</p>
<p>Nah hubungannya dengan blog apa? Blog kan salah satu sarana untuk mengekspresikan diri lewat menulis. Jadi boleh di katakan Ngeblog merupakan salah satu sarana melatih kejujuran. Anda sepakat?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perjuangan Atlet Bulutangkis]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=64</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 06:53:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/05/14/perjuangan-atlet-bulutangkis/</guid>
<description><![CDATA[Sekarang di negeri kita selain rame dengan aksi demo penolakan naiknya harga BBM, juga rame dengan e]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang di negeri kita selain <em>rame </em>dengan aksi demo penolakan naiknya harga BBM, juga <em>rame</em> dengan even bulu tangkis. Saat ini atlet bulutangkis kebanggaan kita sedang berjuang merebut piala thomas dan uber.</p>
<p>Di hari ini Rabu 14 Mei 2008, mereka (para atlet) akan bertanding di babak perempat final. Walaupun saya tidak bisa ikut menyaksikan secara langsung, namun tetap saya bisa nonton lewat stasiun tv favorit saya. Dan tentu saja dibarengi dengan do'a semoga kita bisa menembus final dan merebut piala thomas dan uber.</p>
<p>Bagi saya yang terpenting adalah  dalam setiap pertandingan para arlet  kita  berjuang dengan  semangat dan mengeluarkan segenap kemampuannya. Mengenai hasilnya nanti, kalah atau menang ga masalah yang penting berjuang dulu. Benar ga bos?</p>
<p>oh ya, mereka para atlet bulutangkis berjuang demi bangsa Indonesia lewat profesi mereka. Nah seharusnya kita sebagai warga negara juga ikut berjuang demi bangsa Indonesia lewat peran kita masing-masing, baik itu kita sebagai pelajar, mahasiswa, baik itu kita sebagai pegawai negeri, kita sebagai politisi, polisi, TNI, Dokter, guru dsb.</p>
<p>Berjuang untuk negara ini ga usah terlalu muluk-muluk dulu deh, kita lakukan yang kecil-kecil dulu aja deh. Misal mulai belajar berhusnudzon dengan orang lain, menjadi manusia pembelajar, tidak korupsi waktu klo yang besarnya korupsi duit ya, hehe. Terus bersikap jujur, buang sampah pada tempatnya, dll. Banyaklah  hal-hal kecil yang bisa kita lakukan demi bangsa ini. Insyaallah ketika kita terbiasa dengan hal-hal kecil maka kita akan bisa melakukan hal-hal besar untuk bangsa ini.</p>
<p>Bagaimana anda bisa melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat kan? atau ada ide lain untuk berjuang demi bangsa ini?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Memahami dan Prihatin, bedanya apa ya?]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=63</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 06:18:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/05/14/antara-memahami-dan-prihatin-bedanya-apa-ya/</guid>
<description><![CDATA[Antara memahami dan prihatin sama ga? misalnya ada teman dekat anda yang lagi tertimpa masalah kemud]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Antara memahami dan prihatin sama ga? misalnya ada teman dekat anda yang lagi tertimpa masalah kemudian curhat sama anda, nah anda  akan ikut memahami atau ikut prihatin. Pasti keduanya mempunyai arti yang beda kan?</p>
<p>Nah menurut anda bedanya apa?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MU Juara, Persib Kapan Neeh ?]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=61</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 04:28:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/05/12/mu-juara-persib-kapan-neeh/</guid>
<description><![CDATA[Akhirnya klub favoritku Manchester United (MU) menjadi juara liga inggris euy..seneng juga. Jika dib]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya klub favoritku Manchester United (MU) menjadi juara liga inggris euy..seneng juga. Jika dibandingkan dengan klub pesaingnya MU memang lebih pantas menjadi juara. hehe..mudah-mudahan di liga champion MU berhasil menjadi juara juga..Hidup MU lah...</p>
<p>Sebenarnya yang paling ditunggu adalah "Persib Juara", kira-kira kapan ya Persib jadi juara liga? mudah-mudahan di liga super nanti Persib jadi juara..amin..Hidup Persib..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bandung Langka Elpiji Oey...]]></title>
<link>http://fahmibsb.wordpress.com/?p=60</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 13:23:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>Fahmi</dc:creator>
<guid>http://fahmibsb.wordpress.com/2008/05/09/bandung-langka-elpiji-oey/</guid>
<description><![CDATA[Sudah dua hari lebih di Bandung langka elpiji, kalau terjadi seperti ini sudah pasti seperti kejadia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah dua hari lebih di Bandung langka elpiji, kalau terjadi seperti ini sudah pasti seperti kejadian sebelumnya_akan terjadi antrian panjang di jalan emong no 21. Pada Malam Kamis gas di rumah habis, kemudian kamis pagi sekitar pukul 05.30 WIB sepupu saya bermaksud akan membeli gas ke jalan emong, namun ketika datang ke sana terjadi antrian hingga ke depan SMA BPI (panjang juga kan?), akhirnya sepupu saya memutuskan untuk kembali ke rumah tanpa ikut antri untuk beli gas. Sehari tanpa gas mungkin tidak akan membuat kami krepotan dsb, itu pikir kami_maklum di rumah yang tinggal laki semua jadi tak terlalu ambil pusing kali ya dan tidak panik.</p>
<p>Tadi pagi saya kembali ke jalan emong untuk membeli gas, setelah datang di sana saya melihat pemandangan yang persis seperti yang dilihat oleh sepupu saya di kamis pagi. Mau ikut ngantri gimana karena banyak kerjaan yang harus saya lakukan di hari Jum'at ini, akhirnya saya memutuskan pulang ke rumah dengan tangan hampa. Diperjalanan saya iseng tanya harga ke pedagang gas eceran di pinggir-pinggir jalan, rata-rata mereka mematok harga 85 ribu, mahal banget kan? akhirnya ga jadi beli, hiihihi..mahal lah, kalau beli di jalan emong kan sekitar 55ribu. Akhirnya memutuskan hari ini di rumah tanpa gas lagi.</p>
<p>Memang sih yang tinggal di rumah hanya laki-laki, jadi tidak panik atau  tidak terlalu bingung kalau tidak ada gas. Tapi kalau tiap hari seperti ini jadi ikut-ikutan bingung juga. hiihihii. hmm sekarang di jalan emong masih terjadi antrian atau ngga ya? Kayaknya saya harus ke jalan emong dulu ah..mau lihat apa terjadi antrian atau ngga..mudah-mudahan ngga.</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
