<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>dari-blog-tetangga &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/dari-blog-tetangga/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "dari-blog-tetangga"</description>
	<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 13:39:31 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan]]></title>
<link>http://bimaa.wordpress.com/?p=97</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 08:35:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>bimaa</dc:creator>
<guid>http://bimaa.wordpress.com/2008/05/03/mengenal-hardware-dan-topologi-jaringan/</guid>
<description><![CDATA[bimaa-pulo gebang; tulisan berikut adalah hasil dari penelusuran blognya kang deden yang ditulis ole]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>bimaa-pulo gebang; tulisan berikut adalah hasil dari penelusuran blognya kang deden yang ditulis oleh mas Harry Prihanto. Hanya mem-forward supaya pembaca blog ini juga mendapat ilmu yang sangat bermanfaat ini. Terimakasih kang deden dan mas Harry</p>
<p><strong>1. Pendahuluan</strong><br />
Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep “downsizing” maupun “lightsizing” yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.</p>
<p><strong>2. Sejarah Jaringan</strong><br />
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard  University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.<br />
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;                    &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image001.gif" alt="gbr1.gif" width="300" height="143" /><!--[endif]--></p>
<p>Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image002.gif" alt="gbr2.gif" width="300" height="225" /><!--[endif]--></p>
<p><strong>3. Model referensi OSI dan Standarisasi</strong><br />
Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.</p>
<p>Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan.</p>
<p>Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera berikut ini.</p>
<p>Working Group Bentuk Kegiatan</p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:316.5pt;" border="1" cellpadding="0" width="422">
<tbody>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Working Group</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Bentuk Kegiatan</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.1</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level   Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC   (Logical Link Control).</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.2</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi lapisan LLC.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.3</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2,   10BaseT, dll.)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.4</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.5</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.6</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area   Network-Distributed Queue Dual Bus.)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.7</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group)   pada LAN.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.8</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory   Group.)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.9</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network)   dan IS (Integrated Services ) LAN.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.10</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.11</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama   IEEE802.3.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.12</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:23%;padding:4.5pt;" width="23%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IEEE802.14</p>
</td>
<td style="width:77%;padding:4.5pt;" width="77%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Standarisasi masalah protocol CATV</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>4. Ethernet</strong><strong><br />
</strong><strong>Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.</strong></p>
<p><strong>Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.</strong></p>
<p><strong>Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16.</strong></p>
<p><strong>48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat berikut, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di <a href="http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html">http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html</a></strong></p>
<p><strong>Daftar vendor terkenal chip ethernet</strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:243pt;" border="1" cellpadding="0" width="324">
<tbody>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Nomer kode</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Nama vendor</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">00:00:0C</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Sisco System</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">00:00:1B</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Novell</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">00:00:AA</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Xerox</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">00:00:4C</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">NEC</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">00:00:74</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ricoh</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">08:08:08</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">3COM</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">08:00:07</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Apple Computer</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">08:00:09</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Hewlett Packard</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">08:00:20</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Sun Microsystems</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">08:00:2B</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">DEC</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:30%;padding:4.5pt;" width="30%" valign="top">
<p class="MsoNormal">08:00:5A</p>
</td>
<td style="width:70%;padding:4.5pt;" width="70%" valign="top">
<p class="MsoNormal">IBM</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.</p>
<p><strong>10Base5</strong><br />
Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti berikut. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image003.gif" border="0" alt="gbr3.gif" width="200" height="96" /><!--[endif]--></p>
<p>Dalam berikut, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image004.gif" border="0" alt="gbr4.gif" width="300" height="160" /><!--[endif]--></p>
<p><strong>10Base2</strong><br />
Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image005.gif" border="0" alt="gbr9.gif" width="300" height="178" /><!--[endif]--></p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image006.gif" border="0" alt="gbr10.gif" width="300" height="154" /><!--[endif]--></p>
<p><strong>10BaseT</strong><br />
Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti berikut. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image007.gif" border="0" alt="gbr7.gif" width="300" height="188" /><!--[endif]--></p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image008.gif" border="0" alt="gbr8.gif" width="300" height="171" /><!--[endif]--></p>
<p>Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat</p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:261pt;" border="1" cellpadding="0" width="348">
<tbody>
<tr>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" width="28%" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Kategori</strong></p>
</td>
<td style="width:72%;padding:4.5pt;" width="72%" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Aplikasi</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" width="28%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Category 1</p>
</td>
<td style="width:72%;padding:4.5pt;" width="72%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan   untuk kabel telepon di rumah-rumah.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" width="28%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Category 2</p>
</td>
<td style="width:72%;padding:4.5pt;" width="72%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa   digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" width="28%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Category 3</p>
</td>
<td style="width:72%;padding:4.5pt;" width="72%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan   sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" width="28%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Category 4</p>
</td>
<td style="width:72%;padding:4.5pt;" width="72%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi   sampai 16 Mbps.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" width="28%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Category 5</p>
</td>
<td style="width:72%;padding:4.5pt;" width="72%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps,   biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>10BaseF</strong></p>
<p>Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.</p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image009.gif" border="0" alt="gbr11.gif" width="300" height="188" /><!--[endif]--></p>
<p><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/SANSEK~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image010.gif" border="0" alt="gbr12.gif" width="300" height="195" /><!--[endif]--></p>
<h4><strong>5. Desain Jaringan</strong></h4>
<p>Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (<em>bus</em>), bintang (<em>star</em>), lingkaran (<em>ring</em>), ataukah jaring (<em>mesh</em>) yang paling rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan jaringan rendah sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi (ratusan Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (<em>wireline</em>) atau memanfaatkan gelombang radio (<em>wireless</em>)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk jaringan utama (backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja memerlukan prasarana yang berbeda. referensinya sebagai berikut.</p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:261pt;" border="1" cellpadding="0" width="348">
<tbody>
<tr>
<td style="width:14%;padding:4.5pt;" rowspan="12" width="14%">
<p class="MsoNormal">Jenis LAN</p>
</td>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" rowspan="5" width="28%">
<p class="MsoNormal">Topologi</p>
</td>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Bus</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Star</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:34%;padding:4.5pt;" rowspan="2" width="34%">
<p class="MsoNormal">Ring</p>
</td>
<td style="width:24%;padding:4.5pt;" width="24%">
<p class="MsoNormal">Token Ring</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:24%;padding:4.5pt;" width="24%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Token Bus</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Mesh</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" rowspan="3" width="28%">
<p class="MsoNormal">Kecepatan</p>
</td>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Menengah (beberapa s/d 20 Mbps)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Tinggi (100 s/d ratusan Mbps)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ultra (lebih dari 1 Gbps)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" rowspan="2" width="28%">
<p class="MsoNormal">Media transmisi</p>
</td>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Kabel (wireline)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Gelombang radio (wireless)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:28%;padding:4.5pt;" rowspan="2" width="28%">
<p class="MsoNormal">Tingkatan LAN</p>
</td>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Utama (backbone LAN)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:58%;padding:4.5pt;" colspan="2" width="58%" valign="top">
<p class="MsoNormal">Biasa (floor LAN)</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h4><strong>6. Penutup</strong></h4>
<p>Demikianlah setelah kita membicarakan dan mengenal beberapa alat dan sarana untuk sebuah jaringan, diharapkan akan lebih membuka wahana dan pengetahuan kita dalam merencanakan pembuatan sebuah jaringan. Setelah itu kita akan berusaha menelusuri lagi pembicaraan dari segi software, bentuk jaringan dan beberapa pemanfaatannya dalam tulisan selanjutnya dibagian ke-dua.</p>
<h4><strong>Penulis: <a href="http://www.ilmukomputer.com/penulis/penulis-harry.php">Harry Prihanto</a></strong><br />
<strong> Referensi:</strong></h4>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">UNIX User Japan, Ed.      7, Vol. 5, No. 70, Mei 1998.</li>
<li class="MsoNormal">O. Koizumi, “Zukaide wakaru      LAN nosubete,” Nihon Jitsugyo Shuppan, Tokyo Agustus 1998.</li>
<li class="MsoNormal">Linux Japan, Ed.      2, Vol. 1, No. 4, Januari 1999.</li>
<li class="MsoNormal">H. Koyama, et.al, “Linux      nyuumon,” Toppan-shuppan, Tokyo,      Oktober 1996.</li>
<li class="MsoNormal">Maebara, “Linux de Internet,”      Fuki-shuppan, Tokyo,      April 1996.</li>
<li class="MsoNormal"><a href="http://www.datatelsup.com/">http://www.datatelsup.com/</a>, <a href="http://www.3com.co.jp/">http://www.3com.co.jp/</a>, <a href="http://www.sun.com/">http://www.sun.com/</a>, <a href="http://www.dell.com/">http://www.dell.com/</a></li>
<li class="MsoNormal"><a href="http://www.ieee.org/">http://www.ieee.org/</a>,      <a href="http://www.linux.or.id/">http://www.linux.or.id/</a>, <a href="http://www.pii.or.id/elektro">http://www.pii.or.id/elektro</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[blog yang disuka Yahoo dan Google]]></title>
<link>http://bimaa.wordpress.com/?p=96</link>
<pubDate>Thu, 01 May 2008 10:20:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>bimaa</dc:creator>
<guid>http://bimaa.wordpress.com/2008/05/01/blog-yang-disuka-yahoo-dan-google/</guid>
<description><![CDATA[bimaa-pulogebang; tulisan ini disajikan oleh mas Oka Mahendra, sedang bimaa hanya meneruskan beberap]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>bimaa-pulogebang; tulisan ini disajikan oleh mas <span style="font-size:12pt;"><a title="Oka Mahendra profile" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/about/" target="_self">Oka Mahendra</a>, sedang bimaa hanya meneruskan beberapa kalimat yang dianggap perlu. Terimakasi mas Oka..</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>kriteria web seperti apakah yang menurut yahoo adalah berkualitas.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Yahoo menyukai:</strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Halaman      yang unik, asli, bermutu (<a title="bukan copy-paste" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/2008/04/07/cara-membuat-blog-website-yang-disukai-google-yahoo/" target="_self">bukan copy-paste</a> dari sumber      lain)</li>
<li class="MsoNormal">Halaman      yang didesign untuk manusia, bukan untuk search engine.</li>
<li class="MsoNormal">Link dalam      halaman tersebut berhubungan dengan isinya.</li>
<li class="MsoNormal">Metadata      (title, description, keyword) yang benar-benar mendeskripsikan isi.</li>
<li class="MsoNormal">Design web      yang baik secara umum.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Yahoo tidak menyukai (halaman ini akan hilang dari database Yahoo atau berada di urutan paling buncit):</strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Halaman      yang mempengaruhi keakuratan atau relevansi search result.</li>
<li class="MsoNormal">Halaman      yang redirect ke halaman lain (doorway)</li>
<li class="MsoNormal">Banyak      situs atau halaman yang isinya sama.</li>
<li class="MsoNormal">Halaman      yang sebagian besar isinya berisi atau link ke halaman website lain,      misalnya isinya tentang program-program afiliasi.</li>
<li class="MsoNormal">Web dengan      jumlah hostname virtual yang sangat banyak.</li>
<li class="MsoNormal">Halaman      yang sangat banyak, dibuat secara otomatis tanpa isi yang bernilai      (cookie-cutter pages)</li>
<li class="MsoNormal">Halaman      yang menggunakan metode artifisial (buatan) untuk mempengaruhi search      engine rangking.</li>
<li class="MsoNormal">Halaman      yang menggunakan teks atau link yang tidak terlihat pengunjung.</li>
<li class="MsoNormal">Halaman      yang berbeda dilihat search engine dan pengunjung normal (cloaking).</li>
<li class="MsoNormal">Terlalu      banyak link ke situs lain untuk mempopulerkan situs tersebut (link      schemes).</li>
<li class="MsoNormal">Halaman      yang dibuat dengan tujuan utama untuk Search Engine dengan banyak keyword      dan tidak relevan.</li>
<li class="MsoNormal">Penggunaan      nama atau merek yang bukan haknya.</li>
<li class="MsoNormal">Situs yang      membuka banyak pop-ups, menginstall malware, spyware, virus, trojans, atau      mempengaruhi user navigation browser pengunjung.</li>
<li class="MsoNormal"><a title="Penipuan di Internet" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/2008/03/16/10-cara-penipuan-gaya-baru-di-internet/" target="_self">Halaman yang terlihat berisi      penipuan atau kecurangan</a>.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Karena merasa tidak membuat kecurangan-kecurangan di atas, saya mengisi form Yahoo di sini <a title="Yahoo Status Review" href="http://help.yahoo.com/l/us/yahoo/search/urlstatus.html" target="_blank">Yahoo! Search URL Status Review Form</a>. Jawaban Yahoo:</p>
<pre><tt>It has been determined that your site may not comply with Yahoo!’s Content Quality</tt>
<tt>Guidelines. Listed below are some of the more common reasons that a site may violate</tt>
<tt>these guidelines:</tt>
<tt> </tt>
<tt>- Cloaking (showing crawlers deceptive content about a site)</tt>
<tt>- Massive domain interlinking</tt>
<tt>- Use of affiliate programs without the addition of substantial unique content</tt>
<tt>- Use of reciprocal link programs (aka “link farms”)</tt>
<tt>- Hidden text</tt>
<tt>- Excessive keyword repetition</tt></pre>
<p style="text-align:justify;">Saya berpikir ulang, saya melanggar apa ya? Kemudian saya melakukan hal berikut:</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal">Untuk      menghindari “<a title="Hindari massive domain interlinking" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/2008/04/07/cara-membuat-blog-website-yang-disukai-google-yahoo/" target="_self">massive domain      interlinking</a>“, saya buang Tag Cloud Widget.</li>
<li class="MsoNormal">Untuk      menghindari “<a title="Hindari reciprocal link program" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/2008/04/07/cara-membuat-blog-website-yang-disukai-google-yahoo/" target="_self">reciprocal link      program</a>” saya tidak mengisi blogroll dengan link ke directory web /      directory blog.</li>
<li class="MsoNormal">Untuk      menghindari salah sangka perbuatan penipuan atau pelanggaran hukum saya      ganti judul posting blog saya (isinya tetap):</li>
</ol>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">11 Cara      Penipuan Gaya Baru di Internet diganti menjadi <a href="http://tutorialgratis.wordpress.com/2008/03/16/10-cara-penipuan-gaya-baru-di-internet">11      Cara Penipuan Gaya Baru di Internet (cara menghindari)</a></li>
<li class="MsoNormal">13 Macam      Email Berantai yang konyol diganti menjadi <a href="http://tutorialgratis.wordpress.com/2008/03/18/13-macam-email-berantai-yang-konyol">13      Macam Email Berantai yang konyol (break chain letters)</a></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Syukurlah, setelah melakukan perbaikan-perbaikan di atas, blog saya ini kembali nongol di Yahoo, dan satu persatu halaman dalam blog ini diindeks oleh Yahoo.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Website / blog yang berkualitas menurut google</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak awal blog ini di buat, google kelihatan menyukai blog saya, terlihat dari banyaknya trafik (ratusan) dari search engine padahal PR di awal bulan April 2008 ini masih 0. Mungkin karena blog saya dibuat dengan memperhatikan <a title="Google Webmaster Guidelines" href="http://www.google.com/support/webmasters/bin/answer.py?hl=en&#38;answer=35769" target="_blank">Design &#38; Content Guidelines dari Google</a>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Design dan isi yang sukai google:</strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Situs      dengan susunan yang jelas dan <a title="menggunakan teks sebagai link" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/2008/04/07/cara-membuat-blog-website-yang-disukai-google-yahoo/" target="_self">menggunakan teks      sebagai link</a> (bukan gambar). Setiap halaman harus dapat dicapai dengan      satu buah teks link statik.</li>
<li class="MsoNormal">Memiliki      site map yang memudahkan pengunjung, jika satu halaman site map terdapat      lebih dari 100 link, maka pisahkan dalam halaman lain.</li>
<li class="MsoNormal">Berisi      informasi yang berguna, padat dan isinya jelas.</li>
<li class="MsoNormal">Pikirkanlah      kata-kata apa yang dicari orang untuk membuka website Anda, pastikan bahwa      dalam web Anda benar-benar terdapat kata tersebut.</li>
<li class="MsoNormal">Usahakan      menggunakan teks, bukan gambar untuk menjelaskan nama, isi, atau link.      Google crawler tidak mengenali teks yang ada di dalam gambar.</li>
<li class="MsoNormal">Pastikan      judul dan atribut ALT akurat.</li>
<li class="MsoNormal">Periksa      apakah ada link yang mati dan kode HTML yang salah.</li>
<li class="MsoNormal">Jika Anda      menggunakan dynamic pages, (misalnya URL dengan tanda “?”, berhati-hatilah      bahwa tidak setiap search engine dapat mengindeks halaman dinamic. Buat      parameter sesingkat mungkin dan sesedikit mungkin.</li>
<li class="MsoNormal">Link dalam      satu halaman kurang dari 100 buah.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hal-hal yang dilarang google: </strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Jangan      membuat halaman yang berbeda ketika dilihat pengunjung atau search engines      (cloaking).</li>
<li class="MsoNormal"><a title="Tips SEO" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/2008/03/12/tips-seo-search-engine-optimization/" target="_self">Tidak menggunakan trik untuk meningkatkan      ranking search engine</a>. Cara yang mudah untuk meningkatkan ranking di      google adalah dengan bertanya pada diri sendiri: Apakah web saya berguna      bagi pengunjung?</li>
<li class="MsoNormal">Jangan      tukar menukar link dengan website atau blog yang isinya tidak berhubungan      dengan website atau blog Anda <a href="http://www.google.com/support/webmasters/bin/answer.py?answer=66356" target="_blank">(link schemes).</a></li>
<li class="MsoNormal">Jangan      menggunakan tool otomatis untuk submit page atau check page rank, google      tidak merekomendasikan program semacam WebPosition Gold.</li>
<li class="MsoNormal">Hindari      teks atau link yang tidak kelihatan (kecil sekali atau warnanya sama      dengan background)</li>
<li class="MsoNormal">Jangan      menggunakan cloaking atau sneaky redirect.</li>
<li class="MsoNormal">Jangan      menggunakan submit otomatis ke search engines.</li>
<li class="MsoNormal">Jangan      mengisi halaman dengan keywords yang tidak relevant.</li>
<li class="MsoNormal">Jangan      membuat halaman, subdomain, atau domain dengan isi yang sama persis.</li>
<li class="MsoNormal">Jangan      membuat halaman yang ditujukan untuk phising, menginstall virus, trojan,      atau badware lain.</li>
<li class="MsoNormal">Hindari <a href="http://www.google.com/support/webmasters/bin/answer.py?answer=66355" target="_blank">doorway</a> yang hanya dibuat untuk search engines.</li>
<li class="MsoNormal">Hindari      halaman yang hanya berisi program afiliasi dengan <a href="http://www.google.com/support/webmasters/bin/answer.py?answer=66361">sedikit      atau tidak ada isi yang original</a>.</li>
<li class="MsoNormal">Jika situs      Anda berisi tentang program afiliasi, pastikan bahwa situs Anda memiliki      nilai tambah.</li>
<li class="MsoNormal">Isi      website Anda dengan tulisan yang unik (bukan copy-paste) dan isi yang      relevan.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Saran dari google (<a title="Google Friendly Site" href="http://www.google.com/support/webmasters/bin/answer.py?answer=40349&#38;ctx=related" target="_blank">Google Friendly Site</a>):</strong></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Berikan      informasi yang dibutuhkan pengunjung dengan infomasi yang berkualitas.</li>
<li class="MsoNormal"><a title="Membuat blog atau web yang sesuai dengan google / yahoo" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/2008/04/07/cara-membuat-blog-website-yang-disukai-google-yahoo/" target="_self">Pastikan      website lain memasang link ke website Anda</a>. Dalam menentukan ranking,      Google mengkombinasikan jumlah link yang mengarah ke website Anda      (pagerank) dan isi dari website Anda.</li>
<li class="MsoNormal">Buat      website yang mudah dalam hal navigasi. Semua halaman harus terhubung      minimal dengan satu teks link.</li>
<li class="MsoNormal">Hindari “<a title="Cloaking" href="http://www.google.com/support/webmasters/bin/answer.py?answer=66355" target="_blank">cloaking</a>” atau membayar SEO service,      yaitu perusahaan yang menawarkan bisa meningkatkan posisi Anda pada search      engine. Banyak metode yang dilakukan oleh SEO Service melanggar ketentuan      google ini.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana, sekarang cek apakah website atau blog Anda sesuai dengan kriteria di atas?</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis: <a title="Oka Mahendra profile" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/about/" target="_self">Oka Mahendra</a> (<a title="Tutorial Gratis" href="http://tutorialgratis.wordpress.com/" target="_self">http://tutorialgratis.wordpress.com</a>)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waspadai keHALALan Bread Talk (lagi) dari okezone dan detik]]></title>
<link>http://bimaa.wordpress.com/?p=88</link>
<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 01:46:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>bimaa</dc:creator>
<guid>http://bimaa.wordpress.com/2008/04/10/waspadai-kehalalan-bread-talk-lagi-dari-okezone-dan-detik/</guid>
<description><![CDATA[MUI Pertanyakan Kehalalan Roti Bread Talk
Selasa, 8 April 2008 - 09:45 wib
Pipiet Tri Noorastuti - O]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>MUI Pertanyakan Kehalalan Roti Bread Talk<br />
Selasa, 8 April 2008 - 09:45 wib<br />
Pipiet Tri Noorastuti - Okezone</p>
<p>JAKARTA - Kehalalan roti Bread Talk kembali dipertanyakan.<br />
Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak lagi bertanggung jawab<br />
atas kehalalan roti produksi PT Talkindo Selaksa Anugerah<br />
itu.</p>
<p>"Kami sampaikan kepada masyarakat, kami tidak bisa menjamin<br />
masyarakat lagi mengenai kehalalan roti Bread Talk," ujar<br />
Kepala Bidang Sertifikasi Halal LPPOM MUI Muti Arintawati<br />
saat berbincang dengan okezone, Selasa (8/4/2008).</p>
<p>Dikatakan Muti, manajemen produsen roti milik pengusaha<br />
Johnny Andrean itu tidak memiliki itikad baik untuk<br />
memperpanjang sertifikat kehahalan Bread Talk. Sertifikat<br />
kehalalan dari MUI yang dimiliki Bread Talk sudah<br />
kadaluarsa sejak September 2007 lalu.</p>
<p>"Karena sertifikat itu hanya berlaku dua tahun. Kami sudah<br />
sampaikan beberapa kali surat peringatan tapi tidak<br />
direspons. Jadi kami tegaskan lagi kepada masyarakat muslim<br />
bahwa MUI tidak lagi bertanggung jawab dengan kehalalan<br />
Bread Talk," tandasnya. (mbs)</p>
<p>08/04/2008 09:03 WIB<br />
*MUI: Waspada Kehalalan Roti BreadTalk*<br />
Arry Anggadha - detikcom</p>
<p>&#60;<a rel="nofollow" href="http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-zyrex012008.ad" target="_blank"><span style="color:#003399;">http://ad.detik. com/link/ peristiwa/ prs-zyrex012008. ad</span></a>&#62;*Jakarta* - Kehalalan<br />
roti BreadTalk kembali dipermasalahkan. Majelis Ulama Indonesia (MUI)<br />
meminta kepada masyarakat untuk kembali mewaspadai kehalalan produk roti<br />
tersebut.</p>
<p>"Kami mengimbau kepada masyarakat luas untuk tetap berhati-hati terhadap<br />
kehalalan produk BreadTalk sapai ada kepastian status halalnya," kata<br />
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika MUI<br />
Nadratuzzaman Hosen dalam keterangan yang diterima *detikcom*, Selasa<br />
(8/4/2008).</p>
<p>Nadratuzzaman menjelaskan, BreadTalk sebenarnya sudah mendapatkan sertifikat<br />
halal dari MUI pada 22 September 2005. Sertifikat halal itu berlaku hingga<br />
22 September 2007.</p>
<p>"Sejak berakhirnya masa berlaku sertifikat halal tersebut, kami sudah<br />
melayangkan surat agar segera memperpanjangnya dan dites kehalalannya oleh<br />
MUI. Namun sampai saat ini kami belum menerima balasan surat itu dan tidak<br />
ada niat baik perusahaan tersebut untuk memperpanjang sertifikat halalnya,"<br />
bebernya.</p>
<p>Atas dasar itu, lanjut Nadratuzzaman, kehalalan BreadTalk pun diragukan.<br />
"Kami menyesalkan manajemen PT Talkindo Selaksa Anugerah (produsen<br />
Breadtalk) yang tidak mengindahkan surat kami dan tidak mengindahkan<br />
aspirasi umat islam yang menanyakan staus kehalalannya, " pungkasnya.<br />
*( ary / yid ) *</p>
<p>artikel dikirim melalui imel <a href="mailto:mtbinus@yahoogroups.com">mtbinus@yahoogroups.com</a> oleh saudari rahmi</p>
<p>terimakasih..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[IMF Krisis, Jual Emas 403 Ton ]]></title>
<link>http://bimaa.wordpress.com/?p=87</link>
<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 01:40:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>bimaa</dc:creator>
<guid>http://bimaa.wordpress.com/2008/04/10/imf-krisis-jual-emas-403-ton/</guid>
<description><![CDATA[Rabu, 09 Apr 2008,
IMF Krisis, Jual Emas 403 Ton 
PHK 2.600 Karyawan
WASHINGTON - Dokter krisis mone]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:xx-small;font-family:Arial;">Rabu, 09 Apr 2008,<br />
</span><strong><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman, Times, serif;">IMF Krisis, Jual Emas 403 Ton </span></strong></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;">PHK 2.600 Karyawan<br />
WASHINGTON - Dokter krisis moneter, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund /IMF), sedang sakit. Lembaga donor internasional itu berencana menjual sebagian simpanan emasnya untuk memperbaiki kondisi keuangannya yang terus memburuk.</p>
<p>Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn menyatakan, rencana penjualan 13 juta ons atau 403,3 ton emas itu menjadi sejarah baru bagi IMF dan sudah disetujui Dewan Eksekutif IMF Senin (7/4) waktu setempat. Langkah berikutnya tinggal menunggu persetujuan 85 persen dari 185 negara anggotanya dan Kongres AS.</p>
<p>Selain membongkar gudang emasnya, Strauss-Kahn menyatakan, IMF akan melakukan PHK terhadap 15 persen (sekitar 2.600 orang) dari seluruh pegawainya. Pemangkasan itu akan menyelamatkan pendapatan sekitar USD 100 juta dari total target pendapatan pinjaman USD 922,3 miliar. "Ini adalah pilihan sulit, tapi perlu untuk membantu menempatkan lembaga ini pada pijakan keuangan yang mantap," ujar Strauss-Kahn dari kantor pusat IMF di Washington DC kemarin (8/4).</p>
<p>Dari penjualan sekitar 12 persen cadangan emas IMF itu, Strauss-Kahn menargetkan dana USD 11 miliar (sekitar Rp 101,200 triliun). Dana ini akan menjadi darah segar bagi institusi keuangan yang tengah mengalami tren penurunan penarikan pinjaman yang merupakan sumber utama keuangannya itu.</p>
<p>IMF yang pada 1990-an mengklaim sebagai penyelamat krisis moneter di negara-negara Asia dan Amerika Latin justru mengalami krisis keuangan lebih parah berupa merosotnya pendapatan sejak 2005. Lembaga internasional yang dibentuk usai Perang Dunia II oleh AS dan sekutunya itu mencatat defisit keuangan terbesar dalam 22 tahun sebesar USD 140 juta (Rp 1,2888 triliun) pada tahun anggaran 2007 yang berakhir pada 30 April 2008.</p>
<p>Defisit itu dipicu oleh kebutuhan akan dana pinjaman darurat IMF merosot dalam satu dekade terakhir. Banyak negara berkembang, khususnya di Asia, sekarang lebih suka menumpuk cadangan devisa untuk meredam risiko krisis di masa datang. "Banyaknya negara yang sudah melunasi pinjamannya membuat revenue IMF berkurang. Itu sebabnya IMF mencari alternatif lain guna menambalnya," ujar Perry Warjiyo, executive director IMF.</p>
<p>Menurut Perry, banyaknya negara yang sudah melunasi utang mengakibatkan penurunan pendapatan cukup besar. "Kini tinggal satu negara saja yang (utangnya) besar, yakni Turki. Itu pun dalam tahap akhir karena kondisinya sudah mulai stabil," kata pejabat IMF asal Indonesia yang disebut-sebut sebagai calon kuat kandidat Deputi Gubernur BI era Boediono itu. Selain Turki, ada beberapa negara kecil di Afrika. "Tetapi, jumlah utangnya sangat kecil," ujarnya.</p>
<p>Salah satu pukulan terbesar diderita IMF pada 2006. Saat itu, lembaga yang bermarkas di Washington D.C, AS, itu kehilangan pendapatan hingga 30 persen setelah Indonesia melunasi seluruh utangnya. Indonesia merupakan salah satu klien terbesar di IMF.</p>
<p>Dampak ke Pasar Global</p>
<p>Bagaimana dampak masuknya 403 ton emas IMF itu ke pasar finansial global? Treasury International Affairs IMF David McCormick kepada Bloomberg mengatakan, untuk mengurangi potensi efek negatif berupa distorsi pasar global, penjualan emas IMF akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun.</p>
<p>Meskipun demikian, para analis pasar komoditas meragukan jaminan McCormick. Bank Sentral Eropa pada pernyataan resmi tadi malam menyatakan, penjualan itu jelas akan berdampak pada pasar. Sebab, perdagangan emas dalam kondisi normal hanya mencapai sekitar 500 ton per tahun.</p>
<p>Apalagi dari daftar penumpuk cadangan emas dunia yang dibuat Dewan Emas Dunia (World Gold Council), diketahui bahwa IMF berada di urutan ke-3 setelah AS dan Jerman. Dua negara itu memiliki cadangan emas masing-masing sebesar 8.130 ton dan 3.417 ton emas.</p>
<p>Pelaku pasar menduga IMF ikut silau dengan kemilau harga emas yang mencapai rekor harga tertinggi di atas USD 1.000 per ons sejak Maret lalu. IMF menyimpan sekitar 103,4 juta ons atau 3.330 ton emas. Pada 20 Februari lalu, cadangan emas itu bernilai sekitar USD 95,2 miliar (Rp 875,840 triliun). "Sekarang harga emas kan sedang mencapai puncak. Jadi, momentum ini dimanfaatkan. Mereka kan lembaga bisnis," ujar Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika di Jakarta kemarin (8/4).</p>
<p>Namun, Erani menyatakan, mekanisme penjualan cadangan emas tersebut memang tidak lazim. Sebab, biasanya jika IMF mengaku kesulitan finansial, mereka akan mencari tambahan dari negara-negara anggotanya. "Selain itu, yang pasti, IMF juga akan mengandalkan pinjaman dari negara-negara yang membutuhkan," ujar doktor alumnus Goettingen University, Jerman, tersebut.</p>
<p>McCormick mengaku, dana dari penjualan emas IMF itu akan dipergunakan untuk membeli obligasi pemerintah AS. "Dana dari emas itu akan menutup kekurangan dana sekitar USD 400 juta yang diproyeksi terjadi selama dua hingga tiga tahun mendatang," ujarnya.</p>
<p>Tampaknya, niat IMF itu akan menemui ganjalan di Kongres. Jim Saxton, ketua Joint Economic Committee of Congress, mengatakan langkah tersebut ditentang oleh para pembuat kebijakan di AS. "Kami akan menghalangi setiap upaya IMF menjual emas untuk meringankan utang negara-negara miskin," tegasnya. Keuntungan potensial dalam penjualan emas IMF, lanjut Saxton, semestinya menjadi hak negara-negara donor semula dan para pembayar pajak mereka," tegas Saxton. (AP/Rtr/eri/kim)</span></p>
<p><font size="2"></p>
<p align="justify"><span style="font-family:Arial;">artikel dikirim melalui milis cityblogger... tks..</span></p>
<p></font></span></p>
<p align="justify"> </p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
