<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bumiku &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/bumiku/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bumiku"</description>
	<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 19:50:44 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Desain 5, 6]]></title>
<link>http://klikgage.wordpress.com/?p=58</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 09:48:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>klikgage</dc:creator>
<guid>http://klikgage.wordpress.com/?p=58</guid>
<description><![CDATA[


Prihatin dengan keadaan Temanggung sekarang, mengenang masa lalu dimana Temanggung pernah mendapa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://klikgage.files.wordpress.com/2008/06/desain-5.jpg"></a></p>
<p><a href="http://klikgage.files.wordpress.com/2008/06/desain-5a.jpg"></a></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><a href="http://klikgage.files.wordpress.com/2008/06/desain-5b.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-66" src="http://klikgage.wordpress.com/files/2008/06/desain-5b.jpg?w=300" alt="" width="505" height="273" /></a></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Prihatin dengan keadaan Temanggung sekarang, mengenang masa lalu dimana Temanggung pernah mendapatkan Adipura, berharap agar dimasa depan Temanggung menjadi lebih baik lagi, agar "Temanggung Bersenyum" benar-benar bisa bersenyum kembali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Ide ini menjadi awal terciptanya ilustrasi seseorang sedang tersenyum, bahkan sampai meringis yang diadopsi dari ikon smile di “Yahoo Messenger”, sebuah ikon yang banyak dipakai untuk menunjukkan ekspresi seseorang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Tulisan di bagian belakang kaos adalah istilah2 dalam bahasa jawa yang kurang lebih artinya sama yaitu ekspresi tersenyum atau tertawa, mencoba mengingatkan “apakah anda sudah tersenyum hari ini?”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Pertanyaan ini mengandung tujuan antara lain :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">-</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Pentingnya tersenyum setiap hari sebagai tanda optimis dalam menatap masa depan, mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan, juga tersenyum dalam arti sabar, “nerimo” dan berbesar hati bila mendapat cobaan dari yang Maha Kuasa.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 10pt 0.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">-</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Dengan tersenyum akan memberi pengaruh positif bagi diri sendiri maupun orang lain, membuat kita bertambah sehat secara lahir batin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Sedangkan sifat2 yang negatif / kebalikan dari ekspresi tersenyum di beri warna lebih gelap sebagai tanda agar kita menjauhi sifat2 yang terdapat dalam kata-kata tersebut. Kalimat “Lakukan sekarang juga, tapi jangan terlalu lama”, untuk memberi makna bahwa untuk tersenyum (sebagai olah raga / senam muka) dapat dilakukan segera mungkin (gage), kecuali kalo sedang sariawan atau sakit gigi. Sedangkan kalimat yang terakhir sekedar untuk ‘Jok’ karena bisa berakibat<span>  </span>bisa kering giginya maupun disangka kita lagi….kumat.</span></p>
<p><strong>Kode G.ST</strong> </p>
<p><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Kaos Katun, sablon rubber, warna hitam, ukuran standar GAGE, tersedia dalam ukuran (M, L, XL) harga Rp.45ribu, (3L harga Rp.50ribu), (4L harga Rp.55ribu)  (belum termasuk ongkos kirim)</span></strong></span></span></p>
<p>Kaos udah tersedia nih</p>
<p><a href="http://klikgage.files.wordpress.com/2008/06/desain-6.jpg"></a></p>
<p><a href="http://klikgage.files.wordpress.com/2008/06/desain-6a.jpg"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><a href="http://klikgage.files.wordpress.com/2008/06/desain-6b.jpg"></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><a href="http://klikgage.files.wordpress.com/2008/07/desain-6c.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-72" src="http://klikgage.wordpress.com/files/2008/07/desain-6c.jpg?w=300" alt="" width="507" height="260" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Warna kaos Hijau Tua mengangkat tema “Hijaukan Bumiku”, mengangkat isu pemanasan global, penebangan hutan yang liar, banyaknya polusi udara yang bisa merusak alam, sehingga bumi menjadi “sakit”, salah satu cara adalah dengan mengadakan gerakan penghijuan / penanaman kembali hutan2 dan lain sebagainya, dan menempatkan kembali posisi manusia agar bisa bersatu dengan alam. Kita bisa mengingat kembali pepatah “ Alam bisa hidup tanpa manusia, namun manusia tidak bisa hidup tanpa alam, pentingnya kesadaran manusia sebagai khalifah / pemimpin di muka bumi ini untuk merawat alam yang menjadi <span> </span>tempat bernaung. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Ilustrasi rerumputan dan kehadiran capung2 memberi nuansa kembali ke alam, kembali ke desa, kembali ke ibu pertiwi, simbol akan suasana yang sejuk, damai, asri gemah ripah lohjinawi, toto titi tentrem, karto raharjo.</span></p>
<p><strong>Kode G.HB</strong> </p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;font-family:'Arial','sans-serif';">Kaos Katun, sablon rubber, warna tua (TKD) ukuran standar GAGE, tersedia dalam ukuran (M, L, XL) harga Rp.45ribu, (3L harga Rp.50ribu), (4L harga Rp.55ribu)  (belum termasuk ongkos kirim)</span></strong></p>
<p>Kaos udah tersedia nih</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tanaman dan Pencemaran Udara]]></title>
<link>http://bhumicara.wordpress.com/?p=68</link>
<pubDate>Fri, 23 May 2008 07:31:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhumicara</dc:creator>
<guid>http://bhumicara.wordpress.com/?p=68</guid>
<description><![CDATA[Manusia diperkirakan membutuhkan 0,5 kg oksigen/hari, bila ditinjau dari kondisi lingkungan hidup al]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Manusia diperkirakan membutuhkan 0,5 kg oksigen/hari, bila ditinjau dari kondisi lingkungan hidup alami yang masih relatif baik atau dalam keadaan keseimbangan antara daerah terbangun dan tidak terbangun. Berdasarkan perkiraan kenaikan jumlah penduduk Indonesia tahun 2005, maka kebutuhan akan ketersediaan oksigen (O<sub><span style="position:relative;top:4pt;">2</span></sub>) akan meningkat menjadi 4,5 kg/jam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Salah satu pemasok utama ketersediaan udara bersih adalah pepohonan di RTH kota sebagai ‘paru-paru’ kota yang merupakan produsen oksigen (O<sub><span style="position:relative;top:4pt;">2</span></sub>), penyerap karbondioksida (CO<sub><span style="position:relative;top:4pt;">2</span></sub>) dan gas polutan lain, serta sebagai daerah resapan air, yang belum tergantikan fungsinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Namun distribusi RTH kota seringkali tidak merata, di mana kawasan yang seharusnya memiliki RTH cukup, justru tidak memiliki RTH yang memadai, seperti di kawasan permukiman padat, industri, terminal atau tempat pembuangan sampah. RTH untuk ruang bermain anak-anak, ruang bersosialisasi dan berolah-raga sudah lama hilang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Hasil penelitian Purnomohadi (1994) yang dilakukan untuk mengetahui eksistensi RTH kota dengan potensi redaman dan jerapan terhadap terhadap tujuh zat pencemar udara, menunjukan korelasi yang nyata. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://bhumicara.files.wordpress.com/2008/05/tmn-menteng1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-70" src="http://bhumicara.wordpress.com/files/2008/05/tmn-menteng1.jpg" alt="" width="145" height="109" /></a><span style="font-family:Arial;">Fungsi RTH kota yang ditata secara estetis fungsional dapat digolongkan sesuai kegunaannya sebagai pembatas/pengaman; kawasan konservasi terletak antara dua wilayah jalur lalu lintas dan kereta api, sempadan sungai, listrik tegangan tinggi, dan hutan kota; kawasan rekreasi aktif: lapangan olahraga atau taman bermain; kawasan rekreasi pasif taman relaksasi dan kawasan produktif pertanian kota, pekarangan/halaman rumah; dan lahan yang sengaja disisihkan untuk kegunaan khusus atau lahan cadangan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Sifat alami organisme tanaman dalam RTH melalui mekanisme rekayasa lingkungan, mampu memperbaiki kualitas lingkungan, sehingga dapat menjadi pedoman dalam memilih jenis tanaman pengisi RTH dari berbagai fungsi. Dari segi efektivitas menekan pencemaran udara, menyerap dan menjerap debu, mengurangi bau, meredam kebisingan, mengurangi erosi tanah, penahan angin dan hujan secara menyeluruh, maka fungsi tanaman antara lain sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Dedaunan berair dapat meredam suara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Cabang-cabang tanaman yang bergerak dan bergetar dapat menyerap dan menyelubungi suara, demikian pula daun yang tebal menghalangi suara dan daun yang tipis, dapat mengurangi suara. </span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Trikoma daun dapat menyerap butir-butir debu, melalui gerakan elektrostatik dan elektromagnetik. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Pertukaran gas melalui mulut daun. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Aroma bunga dan daun mengurangi bau. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Percabangan (dan ranting) beserta dedaunannya dapat menahan angin dan curah hujan. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Penyebaran akar dapat mengikat tanah dari bahaya erosi. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Cabang yang melilit dan berduri menghalangi gangguan manusia. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Bentuk dan tekstur daun berpengaruh terhadap daya serap sinar/hujan, dan daya ikat cemaran. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Bentuk kanopi tajuk pohon berpengaruh terhadap arus dan arah angin turbulensi lokal dan peredaman bunyi. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Kemampuan tanaman menyerap dan menjerap (intersepsi) debu dan unsur pencemar udara lain (TSP: <em>total suspended particulate</em>), dipengaruhi oleh: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;">(1) Jenis tanaman berkaitan dengan sifat-sifatnya sebagai berikut : </span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Kekasaran permukaan daun, potensi pengendapan timbal akan semakin besar, sebab kemampuan mengakumulasi timbal (Pb) dan seng (Zn) pada daun berstruktur kasar, semakin tinggi dibanding yang licin terutama untuk zarah timbal (Pb) bisa tujuh kali lebih banyak. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Struktur ranting dan batang yang berbulu, akan mampu lebih banyak menjerap dan mengintersepsi zarah timbal (Pb) dan seng (Zn), dibanding ranting/batang yang berkulit licin atau berlilin. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;">Arsitektur dan morfologi pohon (Halle dan Oldeman, 1975 dalam Purnomohadi, 1994), mempengaruhi kemampuan tanaman untuk mengintersepsi berbagai zarah dan unsur cemaran udara. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;"> (2) Perancangan maupun perencanaan arsitektur lansekap yang sesuai permasalahan lokal akan mampu meredam berbagai zarah dan unsur cemaran udara secara lebih efektif, yaitu dengan menggunakan berbagai jenis tanaman yang mempunyai sifat dan kemampuan berbeda dalam meredam pencemaran udara, menerapkan pola multi tajuk dan campuran berlapis-lapis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;">(3) Sebaran komunitas tumbuhan dalam berbagai fungsi dan bentuk RTH kota yang menyebar merata di seluruh bagian kota, akan lebih efektif, dalam meredam pencemaran lingkungan dibandingkan dengan RTH yang luas tetapi hanya pada lokasi tertentu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Sedang kenaikan laju pengurangan SO<sub><span style="position:relative;top:4pt;">2 </span></sub>pada jarak antara tepian taman di atas, tenyata berhubungan langsung dengan kenaikan waktu, dan bukan pada kecepatan angin. Bila tak ada angin, maka efek pengurangan zarah, khususnya debu, maka debu tersebut akan menempel pada tanaman, misalkan melalui gerak elektromagnetik. Lebar sabuk hijau (<em>green belt</em>) berukuran lebih dari dua meter tanpa mengabaikan fungsi padang rumput akan mampu mengurangi debu sampai 75 persen. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Pepohonan pun mampu menurunkan konsentrasi partikel timbal (Pb) yang melayang di udara, karena kemampuannya untuk dapat meningkatkan turbulensi dan mengurangi kecepatan angin. Celah stomata mulut daun yang berkisar antara 2-4 μm atau 10 μm dengan lebar 2-7 μm, maka ukuran partikel timbal yang demikian kecil, rata-rata 2 μm, akan dapat masuk ke dalam daun dengan mudah, serta akan menetap dalam jaringan daun, menumpuk di antara sel jaringan pagar (<em>palisade</em>), dan atau jaringan bunga karang (<em>spongious tissue</em>). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Sedang zarah yang lebih besar ukurannya akan terakumulasi pada permukaan kulit luar tanaman. Cemaran yang terakumulasi ini sebagian kecil dapat terjerap secara kimiawi (<em>chemically adsorbed</em>) dan akhirnya terserap (<em>absorbed</em>) oleh jaringan hijau, dan sebagian lagi akan tersapu oleh angin atau air hujan, yang kemudian dibawa aliran angin/air dan atau diendapkan ke dalam tanah. Partikel berukuran sub-mikron akan terdifusi ke dalam jaringan tanaman melalui stomata dan akhirnya terbawa ke dalam sistem metabolisme tanaman. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;color:black;">Menurut Dahlan (Purnomohadi, 1994), yang menggolongkan ketahanan tanaman terhadap cemaran udara dari kendaraan bermotor, berdasar kemampuan dan kepekaan tanaman, khususnya terhadap unsur timbal (Pb), dapat dibedakan menjadi lima kategori, yaitu: </span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;"> Sangat peka: Kesumba (<em>Bixa Orellana</em>), Cempaka (<em>Michelia champaka</em>), Glodogan (<em>Polyalthea longifolia</em>) </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;color:black;"> Kurang peka, kemampuan menyerap timbal rendah: Tanjung (<em>Mimusops elengii</em>) </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Kurang peka, kemampuan menyerap timbal tinggi: Johar (<em>Casia siamea</em>) dan Mahoni (<em>Swietenia macrophylla</em>) </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;"> Tidak peka, kemampuan tinggi menyerap timbal: Kirai payung (<em>Filicium decipiens</em>), Keben (<em>Barringtonia asiatica</em>), Asam landi (<em>Pithecellobium dulce</em>), tanaman berdaun jarum serta bambu. </span></li>
<li><span style="font-family:Arial;">Tidak peka, kemampuan rendah menyerap timbale: Jamuju (<em>Podocarpus imbricatus</em>) </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 14/1988 tentang Penataan RTH di Wilayah Perkotaan, memuat kriteria jenis tanaman yang disesuaikan peruntukkan lahan, perlu perhatian pada kepekaan pengaruh berbagai zat cemaran. Pemilihan jenis tanaman pelindung bagi RTH kota tentu akan berlainan antar berbagai kota di Indonesia, tergantung ekosistem setempat. Masih banyak fungsi ekologis RTH terhadap kualitas udara kota yang perlu diteliti dan dikembangkan lebih jauh lagi. Bagaimanapun juga keberadaan pohon dan RTH sangat menentukan kualitas dan ketersediaan udara bersih bagi kelangsungan hidup kota dan warga kota.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://bhumicara.files.wordpress.com/2008/05/sansevieriatrifasciata1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-72" src="http://bhumicara.wordpress.com/files/2008/05/sansevieriatrifasciata1.jpg?w=225" alt="" width="135" height="180" /></a><span style="font-family:Arial;">Kemampuan tanaman menjerap Pb beragam antarjenis tanaman. Menurut Dahlan (2004), Damar (<em>Agathis alba</em>), Mahoni (<em>Swetenia</em> <em>macrophylla</em>), Jamuju (<em>Podocarpus imbricatus</em>), Pala (<em>Mirystica fragrans</em>), Asam landi (<em>pithecelobium dulce</em>), dan Johal (<em>Cassia siamea</em>) memiliki kemampuan sedang sampai tinggi dalam menurunkan Pb di udara. Glodogan tiang (<em>Polyalthea longifolia</em>), Keben (<em>baringtonia asiatica</em>), dan Tanjung (<em>Mimusops elengi</em>) memiliki kemampuan menjerap Pb rendah namun tidak peka terhadap pencemaran udara, sedangkan Daun Kupu-kupu (Bauhinia purpurea) dan Kesumba (Bixa orellana) memiliki kemampuan rendah dan tidak tahan terhadap pencemaran udara. Menurut Setiawati (2000), Kesumba (<em>Bixa</em> <em>orellana</em>) memiliki kemapuan menjerap Pb terkecil (29,01 </span><span style="font-family:Arial;">μ</span><span style="font-family:Arial;">g/g) sedangkan Kirai payung (<em>Filicium. decipiens</em>) mempunyai kemampuan tertinggi (50.62 </span><span style="font-family:Arial;">μ</span><span style="font-family:Arial;">g/g).</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Elpiji Jadi Bahan Bakar Kendaraan]]></title>
<link>http://akbarindonesia.wordpress.com/?p=108</link>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 14:03:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>akbarindonesia</dc:creator>
<guid>http://akbarindonesia.wordpress.com/?p=108</guid>
<description><![CDATA[Sebelum ini saya sempat membaca berita di koran Jawapos, tentang penggunaan elpiji sebagai bahan bak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum ini saya sempat membaca berita di koran Jawapos, tentang penggunaan elpiji sebagai bahan bakar kendaraan di negeri timur tengah (Irak atau Palestina, <em>maaf saya lupa</em>) hal itu dilakukan warga setempat karena blokade pihak Israel terhadap pasokan BBM ke negeri tersebut. Beberapa hari kemudian saya juga sempat mendengarkan sebuah berita di Metro TV yang memberitakan tentang orang Indonesia yang berhasil memanfaatkan gas elpiji sebagai bahan bakar sepeda motornya sebagai pengganti bensin yang harganya hendak dinaikkan.</p>
<p>Sejak saat itu saya tertarik untuk mencaritahu tentang kemungkinan penggunaan elpiji sebagai bahan bakar kendaraan untuk mengantisipasi kelangkaan BBM. Dan saya mendapat informasi bahwa sebenarnya negara-negara di Eropa sempat tertarik untuk memperlajari hal tersebut, dan bahkan saat itu elpiji sempat diajukan sebagai bahan bakar pengganti bensin, yang dipercaya lebih ramah lingkungan. Jika menyinggung tentang ramah lingkungan kita pasti ingat dengan BBG(Bahan Bakar Gas) yagn dikenal sebagai bahan bakar kendaraan paling ramah lingkungan, namun saya akan mencoba membandingkan BBG(Bahan Bakar Gas) dan LGV(liquiefied gas for vehicle/elpiji) serta BBM(Bahan Bakar Minyak).</p>
<p>Sumber <a href="http://www2.kompas.com/ver1/Otomotif/0704/14/053243.htm">kompas.com</a><br />
<strong>Kelebihan Elpiji dibandingkan BBG :</strong><br />
Kapasitas tangki BBG hanya sekitar 17 liter setara premium (LSP), sementara LGV bisa menampung 40 LSP. Dengan demikian, mobilitas kendaraan yang menggunakan LGV sama dengan kendaraan yang menggunakan solar atau premium. Tekanan gas elpiji dalam bentuk cair lebih rendah daripada BBG sehingga berat tangki LGV hanya setengah dari BBG. Kelebihan ini akan menguntungkan pemilik kendaraan karena selama ini berat tangki cukup membebani pengguna bahan bakar gas. Dengan demikian, mobil yang menggunakan LGV bisa bergerak sebebas mobil yang menggunakan BBM.</p>
<p><strong>Kelebihan Elpiji dibandingkan BBM :</strong></p>
<p>Hasil uji coba yang dilakukan Pertamina dengan Institut Teknologi Bandung yang menggunakan LGV untuk Toyota Vios menunjukkan<!--more--> tingkat efisiensi penggunaan BBG lebih bagus daripada bahan bakar minyak (BBM). Biaya operasional, misalnya, lebih murah Rp 100 per kilometer dibandingkan menggunakan bahan bakar premium. Selain itu, daya torsi lebih tinggi 3 kilometer per jam dibandingkan Pertamax. Pengisian LGV juga lebih cepat dibandingkan BBG. LGV hanya butuh waktu dua menit untuk pengisian 40 LSP, sementara BBG butuh waktu empat menit.</p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/af/Produksi_gas_alam_dunia.png" alt="" width="350" height="150" /></p>
<p>Seandainya proyek LGV dijalankan dengan benar, selain dapat menekan subsidi BBM juga dapat meningkatkan pemanfaatan SDA Indonesia yang nantinya dapat mengurangi pemakaian devisa negara. Koq bisa??? Ya, karena Indonesia merupakan merupakan negara ke-11 yang memiliki cadangan terbesar dan tentu saja LGV nantinya mengambil dari gas alam asli Indonesia yang tidak perlu mengalami pengolahan yang serumit pengolahan minyak bumi.(sumber <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam#Gas_alam_di_Indonesia">id.wikipedia.org</a>)</p>
<p><em><strong>Indonesia Jaya</strong></em> hanya akan tercapai bila dijalankan dengan benar, dan karena pemerintahan Indonesia tidak terisi oleh pihak yang selalu "lapar" seperti postingan saya sebelum ini (<a href="http://akbarindonesia.wordpress.com/2007/12/13/indonesia-bukan-negara-miskin/">Indonesia Bukan Negara Miskin</a>).</p>
<p>Jika anda tertarik untuk memodifikasi kendaraan anda, seorang <strong>blogger positif </strong>memiliki niatan baik untuk memberikan beberapa <a href="http://piskholid.wordpress.com/2008/05/09/masih-ada-solusi-di-kala-sulit-bro/">tips</a>. Semoga bermanfaat.......</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BELUM TERPAUT LAMA]]></title>
<link>http://clejoerint.wordpress.com/?p=19</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 02:37:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>clejoerint</dc:creator>
<guid>http://clejoerint.wordpress.com/?p=19</guid>
<description><![CDATA[
tak terpaut lama…………….
semenjak dirimu bermain di setiap lekuk tubuhku dalam alunan kecip]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">tak terpaut lama…………….</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">semenjak dirimu bermain di setiap lekuk tubuhku dalam alunan kecipak air nan bening, semenjak dirimu berkelana dalam setiap tubuh perawanku, halangi sinar mentari dengan setiap kanopi rumah satwaku., Semenjak dirimu menahan gelora getar nafasku dalam setiap gerak, bermain bersama buih memecah diantara kakimu. Semenjak dirimu merangkak dalam setiap celah gunungku, berbaur dengan desah dan cucuran keringat ditimpa butiran kerikil lepas</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Tidak terlalu lama memang…….</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Tentu masih terbayang dalam imajimu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Keelokan tubuhku, dalam sajian ngarai berukir aliran air, keperakan dalam lebatnya hutan perawan. Bahkan matahari, tak kuasa mengusir halimun disela sela pucuk gunungku, sembunyikan puncak menikam penasaran dalam hasrat manusiamu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Tentu masih terbayang dalam imajimu, rasa nyaman dan segar saat kubelai seluruh tubuhmu, usir penat dan gerah, tawarkan semilir kesegaran mengantarkan ke negeri di awan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Tentu masih terbayang dalam imajimu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Sebab belum terpaut lama…..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Memang belum terpaut lama…..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Kau nodai setiap lekuk tubuhku, torehkan kebanggaan egomu bahwa kau pernah menikmatiku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Kau taburkan dalam setiap kulitku, jejak jejak kehidupanmu yang tak lagi dapat kumengerti.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Satwaku kehilangan kanopi, tempat mereka berumah dan menjagaku tetap menawan, kau rambah<span> </span>memuaskan hasrat kecintaanmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Tubuhku kehilangan kemolekan dari setiap jengkal yang kau gali, sekarat dalam setiap air yang kau kucurkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Kau koyak selimutku, dengan setiap hembusan cerobongmu, tegak angkuh tak terperi dalam setiap gerak geligimu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Ah……</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Haruskah kau nodai aku, saat kau mengaku mencintaiku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Haruskan kau lukai aku, saat kau menikmati tubuhku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;"><span style="font-size:10pt;">Haruskah kau hancurkan diriku memuaskan hasrat egomu……</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Lihatlah……..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Anginku tak lagi semilir memelaimu, tapi meruyak kejam dalam beliung berputaran kejam</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Lihatlah…..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Desah nafasku tak lagi sejuk menyegarkan, namun mengendap, gerah dalam dekapan panas meradang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Lihatlah….</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Airku tak lagi gerecik keperakan, tapi membadai dalam hentakan, menggulung diantara Lumpur dan puing</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Lihatlah gunungku tak lagi mendekapmu dalam kenikmatan, namun menabur abu, menimbun mengubur setiap kehidupanmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Lihatlah….., dengarlah…… rasalah……</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Setaip derit tanahku bergeser</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Setiap kerlip api melentik diantara puing rumahmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Setiap tangis bayimu…. Dalam dekapan lapar….. gerah menyesak…..dalam setiap kesadaranmu </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Belum terpaut lama memang……….dan dirimu tetap tak mengerti………..</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;">untuk simon</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;">yang merasa dirinya cantik</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;">adamu menyadarkan bahwa bumiku menuju ajal</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;">tetap untuk simon</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;">yang merasa dirinya pethok walau sebenarnya oon</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:10pt;">VLCamp, medio mei 2008</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[khan untuk kepentingan publik..]]></title>
<link>http://bhumicara.wordpress.com/?p=59</link>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 05:48:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>bhumicara</dc:creator>
<guid>http://bhumicara.wordpress.com/?p=59</guid>
<description><![CDATA[ Masalah banjir yang saat ini masih menghantui warga Jakarta (mungkinkah) akan terjawab dengan dibua]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bhumicara.files.wordpress.com/2008/04/bkt13.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-63" src="http://bhumicara.wordpress.com/files/2008/04/bkt13.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a> Masalah banjir yang saat ini masih menghantui warga Jakarta (mungkinkah) akan terjawab dengan dibuatnya BKT (banjir kanal timur) yang dibuat melalui APBN hingga triliyunan rupiah. Kali ciliwung disudet di sekitar Cipinang Besar Utara ke arah timur melalui Duren Sawit dan langsung diarahkan ke Pantai Utara melalui kawasan Cakung dan Marunda. Di atas kertas, seolah rencana yang sudah sejak lama digembar-gemborkan ini tampak cantik tetapi dlam level pelaksanaan dan pasca konstruksi proyek BKT ini mungkin masih perlu dilihat secar konkret apakah Jakarta akan menjadi lebih baik atau sebaliknya.</p>
<p>Lalau ada apa dengan kampung-kampung yang 'dihapus' dari peredaran Jakarta, karena kelewatan proyek tersebut? Memang sih..dari sisi kepentingan, proyek ini lebih mengutamakan kepentingan publik dan kota Jakarta dalam jangka panjang. Jadi sah-sah saja kalau pemerintah terus menghitung dana yang dikeluarkan untuk mengganti rugi ribuan bangunan dan tanah warga, puluhan kampung tradisional. Meski dari sisi nominal jumlahnya cukup sebagai nilai ganti rugi, tetapi akar sejarah, budaya dan relasi sosial warga yang sudah terbanun puluhan tahun hilang begitu saja karena KEPENTINGAN PUBLIK. Ini adalah nilai-nilai dalam masyarakat yang menjadi warna tersendiri bagi Jakara yang tentunya harus juga mendapat sebuah 'harga' yang tak ternilai,  bukan saja bentukan fisik rumah dan luas sebidang tanah  yang menjadi ukuran layak atau tidak sebuah kampung untuk DIGUSUR.</p>
<p><a href="http://bhumicara.files.wordpress.com/2008/04/bkt21.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-65" src="http://bhumicara.wordpress.com/files/2008/04/bkt21.jpg?w=224" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p>Jadi, sebagai warga biasa di kota Jakarta atau (mungkin) kota-kota lain di Indonesia, yang selama ini dianggap hanya sebagai penonton (pinggggiran) dan bukan sebagai bagian dari kota yang juga berhak memberikan usul atau ide atas rencana kota ke depan, silakan anda siap-siap saja bila sang penguasa kota berkata: "..saudara-saudara sekalian, untuk kepentingan publik kami persilakan saudara untuk siap-siap menerima uang kerohiman, karena kampung ini akan digunakan sebagai proyek pengembangan kota supaya anaka cucu kita bisa menikmati kota kita bersama ke depan.." (kita..?loe kaleee...!!)</p>
<p><a href="http://bhumicara.files.wordpress.com/2008/04/bkt21.jpg"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dunia di Masa Depan]]></title>
<link>http://akbarindonesia.wordpress.com/2007/11/28/dunia-di-masa-depan/</link>
<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 03:51:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>akbarindonesia</dc:creator>
<guid>http://akbarindonesia.wordpress.com/2007/11/28/dunia-di-masa-depan/</guid>
<description><![CDATA[Banyak orang yang mempertanyakan tentang apa yang akan terjadi pada mereka kelak di masa mendatang, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang yang mempertanyakan tentang apa yang akan terjadi pada mereka kelak di masa mendatang, sampai-sampai mereka mempertanyakan kepada sesuatu hal yang tidak pasti dengan menggunakan ramalan. Siapa yang mengetahui tentang nasib seseorang di masa mendatang ??? jawabannya adalah tidak ada, kecuali Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Tetapi jika kita akan dapat menduga nasib dunia dan bumi kita di masa depan dengan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Tuhan di alam semesta ini. Kita sebagai khalifah di muka bumi ini akan memiliki andil besar akan masa depan dunia, jika kita terlalu serakah dan tidak memikirkan tentang kemungkinan yang akan terjadi kelak maka dunia ini akan menjadi dunia yang tidak bersahabat, begitu juga sebalinya.</p>
<p>Saya pernah menonton film "The Day after Tomorrow", sebuah film yang mengisahkan tentang ramalan masa depan dunia ketika manusia tidak mengindahkan bahaya global warming. Ceritanya keren abis, dari film itu kita dapat mengambil beberapa hikmah bahwa dunia ini pun membutuhkan perawatan seperti halnya diri kita, bahwa semua manusia diciptakan sama baik di negara adidaya maupun di negara "ketiga"(kata yang diambil dari film itu). Film itu meceritakan hal-hal yang kemungkinan akan terjadi di dunia yang sebenarnya apabila dunia mengalami global warming. Es pada Kutub selatan akan mencair yang akan mengakibatkan naiknya permukaan air laut, yang kemudian dapat menenggelamkan negara-negara kepulauan, kemudian belahan dunia utara akan mengalami musim dingin yang ekstrim dan panjang, yang akhirnya akan menimbulkan kelumpuhan aktivitas manusia secara total. Saat ini es di kutub utara telah banyak yang mencair, rata-rata berat badan beruang kutub mengalami penurunan karena kesulitan memperoleh makanan dan mereka mulai memasuki wilayah hunian manusia.</p>
<p>Tak hanya itu, kemungkinan besar di masa depan akan timbul ledakan penduduk di semua negara yang dapat mengakibatkan kekurangan lahan tempat tinggal, sehingga mereka akan menggunakan lahan yang semestinya digunakan sebagai penyeimbang dunia(semisal hutan) yang kemudian dapat berakibat keseimbangan dunia terganggu.</p>
<p>Di lain sisi, kebutuhan manusia akan sulit terpenuhi. Di satu pendapat karena peningkatan jumlah penduduk adalah menggunakan deret ukur sedangkan kebutuhannya meningkat berdasarkan deret hitung. Di lain pihak ada orang menyatakan bahwa sebenarnya kebutuhan di dunia ini sudah mencukupi hanya saja pendistribusian yang salah maka terjadi kesulitan di beberapa pihak, apabila di zaman sekarang saja banyak yang kesuliatan maka apa yang akan terjadi di masa mendatang yang kemungkinan besar bakalan lebih banyak orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri.</p>
<p>Itu semua hanya kemungkinan yang bakalan dialami oleh dunia yang kita huni. Terjadi atau tidak itu semua tergantung akan tindakan yang kita ambil untuk dunia ini.</p>
<p>Save Your World !!!!</p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
