<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bekicot &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/bekicot/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bekicot"</description>
	<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 13:18:36 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kosan Baruu.. Syalalala..]]></title>
<link>http://ayuhasyyati.wordpress.com/?p=146</link>
<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 17:21:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>aJOemOni</dc:creator>
<guid>http://ayuhasyyati.wordpress.com/2008/06/26/kosan-baruu-syalalala/</guid>
<description><![CDATA[Udah hampir 2 minggu, eh 3 ding, eh lupa brapa minggu ya? 2 setengah lah.. Hehe..
Nah udah selama it]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Udah hampir 2 minggu, eh 3 ding, eh lupa brapa minggu ya? 2 setengah lah.. Hehe..</p>
<p class="MsoNormal">Nah udah selama itu saya nempatin kosan baru.. Hehe..</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Niatnya di kosan mau konsen menggarap sesuatu.. Hayah, sesuatu.. Hehe..</p>
<p class="MsoNormal">Tapi ternyata saya masih juga sering tewas diantara laptop, buku dan makanan.. :mrgreen: Gawat ini.. Hehe.</p>
<p class="MsoNormal">Lebih gawat lagi, tewasnya di atas karpet dan di depan fan yang lagi nyala. Alhasil bangun2 punggung sakit semua.. Ditambah masuk angin pula.. Weleh.. Weleh..</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Karena keterbatasan informasi yang saya dapat klo mendekam di kamar saja, maka setiap pagi saya jalan ke belakang MSU sekalian gaul untuk membeli koran. Gaul donk ah. Hehe. Untuk konsumsi harian, ternyata kompas itu gak cucok untuk kantong mahasiswa ya?? Hehe.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Saya juga sempat bingung sama makanan di sekitar kampus. Ternyata porsi setengah itu masih kebanyakan ya? Jadi sekarang pesannya porsi seperempat. Hehehe.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kosan saya itu diluar, nempel banget sama rumah penduduk. Jadi ternyata klo saya ngomong "Aa", nenek tetangga juga denger "A". Hehe. Lucu. Klo nenek batuk, di kamar juga kedengeran. Hehe.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Klo ada temen berkunjung pasti ditanyain sama monster-monster kecil, "Mbak ayu, tadi temennya siapa?". Hehe. Ternyata banyak monster2 kecil berkeliaran jadi mata-mata. Tiap hari teriak-teriak di depan kamar, "Mbaaak aaaayuuuuu... Mbaaak aayuuu maeeeen yuuu". Jah. Dah dianggep temen sebaya aja. Hehe. Klo ketemu di gang, mereka langsung ngejar saya, kayak monster2 di TV gitu. Kejar2an lah kita di gang yang sempit ituh. Ampun deh. Mereka pada terima raport hari sabtu depan. Saya ngejanjiin coklat kalau raport mereka bagus. Hehehe. Keliatannya mereka antusias banget tu. Bagus deh, hehe.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bisnis kos-kosan di daerah sekitar kampus itu menggiurkan. Banyak kosan baru yang sedang dibangun. Dan ternyata sawah kebanggaan bersama pun harus dilahap traktor jadi kos-kosan.  Kalau semua lahan hijau udah alih fungsi untuk bisnis, siapa yang tanggung jawab ya? Tanya si-a-pa? Hehe.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Oks deh, sekian aja ngedabrus bekicotnya.. (bekicot = banyak bacot, hehe, vocab baru.. maksa :mrgreen: ). Dadahbabaeh.. Hehehe. :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bekicot (Escargot)]]></title>
<link>http://myunusw.wordpress.com/?p=87</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 06:29:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>myunusw</dc:creator>
<guid>http://myunusw.wordpress.com/2008/05/09/bekicot-escargot/</guid>
<description><![CDATA[Bekicot Lezat dan Kaya Protein 

Bagi orang JADUL (jaman dulu) di Indonesia, bekicot mengingatkan me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;color:orange;">Bekicot Lezat dan Kaya Protein </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><a name="newsitem1023426104,75724,"></a><strong></strong><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Bagi orang JADUL (jaman dulu) di Indonesia, bekicot mengingatkan mereka pada jaman penjajahan Jepang yang menyengsarakan, sehingga terpaksa makan <strong><em>bekicot</em></strong>. Tapi mengapa daging bekicot menjadi makanan prestisius di negara lain?<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jika Anda ke Perancis, di sana ada masakan yang kondang disebut escargot. Apa itu? Anda mungkin terkejut bahwa escargot merupakan masakan berbahan baku daging bekicot. Di Jepang pun demikian halnya, bahkan pengolahan bekicot ini begitu sederhana, hanya dengan bumbu jahe, cuka dan pemanis. Tapi, betapa lezatnya daging bekicot itu!</span></p>
<p>Itu sebabnya Perancis dan Jepang selalu mengandalkan pasokan daging bekicot. Beberapa negara lain juga selalu mengimpor daging bekicot, seperti Hongkong, Belanda, Taiwan, Yunani, Belgia, Luxemburg, Kanada, Jerman dan Amerika Serikat.</p>
<p>Kita termasuk salah satu negara eksportir bekicot. Tapi volume dan kontinuitasnya belum memenuhi kebutuhan pasar importir. Nah, bukankah ini peluang agribisnis yang terbentang di depan mata kita?</p>
<p>Kalsium dan Asam Amino<br />
Barangkali menimbulkan tanda tanya, kenapa orang menyukai daging bekicot? Ya, lihat saja kandungannya. Dalam rangka memenuhi tuntutan kecukupan gizi, bekicot merupakan salah satu alternatif yang patut diperhitungkan.</p>
<p>Creswell dan Kopiang (1981) merinci komposisi kimia bekicot, ternyata dagingnya memang kaya protein. Cangkang bekicot kaya kalsium, dan dalam daging tersebut masih terdapat banyak asam-asam amino (tabel 1).</p>
<p>Sementara itu sumber data lain menunjukkan, protein yang terkandung sekitar 12 gram per 100 gram dagingnya. Kandungan lain adalah lemak 1%, hidrat arang 2%, kalsium 237 mg, fospor 78 mg, Fe 1,7 mg serta vitamin B komplek terutama vitamin B2.</p>
<p>Selain itu kandungan asam amino daging bekicot cukup menonjol. Dalam 100 gr daging bekicot kering antara lain terdiri atas leusin 4,62 gr, lisin 4,35 gr, arginin 4,88 gr, asam aspartat 5,98 gr, dan asam glutamat 8,16 gr.</p>
<p>Bukankah daging bekicot mengandung bakteri salmonella? Memang betul! Tapi ada cara untuk mengusir bakteri tersebut, yakni teknik pengolahan yang benar. Malahan dari temuan di lapangan, di Kediri, mereka yang biasa makan daging bekicot mengaku dapat menyembuhkan gatal-gatal, batuk, kudis dan sebagainya.</p>
<p>Langkah Pengolahan<br />
Kediri dikenal sebagai Kota Tahu, tapi juga sebagai cikal bakal produsen bekicot. Di awal 1970-an hanya satu dua penduduk Desa Jengkol dan Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri yang mulai tertarik mengembangkan dan memanfaatkan bekicot.</p>
<p>Adalah Sadi Suryaatmaja dari Plosokidul yang boleh dibilang sebagai 'aktor bekicot' karena berhasil mendayagunakannya. Entah sebagai keripik bekicot, sate bekicot, rempeyek bekicot, dan sebagainya.</p>
<p>Semula usaha beternak bekicot di daerah itu hanya kecil-kecilan saja. Kemudian dibuka warung bekicot, dan ada pula yang dijual keliling. Makin lama makin banyak orang yang ikut mencoba mengusahakannya.<br />
Lebih lanjut <strong><em>Kediri</em></strong> dengan bekicotnya mampu menarik perhatian pengusaha dari kota lain. Hal ini dapat dibuktikan dengan hadirnya peminat-peminat ternak bekicot, yang belajar dan menimba pengalaman ke Kediri.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman peternak bekicot di Kediri, rendemen daging bekicot sekitar 15-18%. Artinya, dari setiap 100 kg bekicot segar (hidup) akan didapatkan daging bekicot sekitar 15-18 kg.</p>
<p>Untuk mendapatkan hasil yang baik, daging bekicot harus melalui 7 tahap pengolahan :<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pemberakan atau pembersihan      kotoran. Bekicot yang masih hidup dimasukkan ke dalam bak penampung selama      2 hari, tanpa diberi pakan apa pun. Lakukan penyiraman setiap sore.      Pemberakan ini bertujuan untuk memacu pengeluaran kotoran dan lendir serta      menghilangkan bau apek.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Perendaman. Sesudah dilakukan      pemberakan, bekicot direndam dalam air garam yang diberi sedikit cuka.      Perendaman berlangsung sekitar 5-10 menit sambil diaduk atau dikopyok,      lantas airnya dibuang. Perendaman ini dilakukan 3-4 kali hingga air      rendaman menjadi jernih. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Perebusan awal. Bekicot yang      telah direndam dimasukkan ke dalam air mendidih selama 15 menit sambil dibolak      balik, lalu didinginkan. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pemisahan. Bekicot yang telah      direbus awal itu harus dipisahkan antara cangkang, kotoran, telur dan      dagingnya. Caranya ialah dengan mencungkil daging bekicot tersebut dari      cangkangnya dengan alat pencungkil. Setelah daging, telur dan kotoran      bekicot keluar dari cangkangnya kemudian dipisah-pisahkan. Telur bekicot      dapat langsung dicuci bersih, digoreng dan dimakan. Sedangkan dagingnya      masih perlu pengolahan selanjutnya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Pencucian. Daging bekicot      yang telah terpisah dari cangkang, lantas dicuci bersih. Lebih baik jika      pencucian ini dilakukan dengan air yang mengalir. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Perendaman. Daging yang telah      dicuci bersih, direndam dengan air cuka selama 15 menit. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Perebusan akhir. Daging      bekicot yang telah direndam itu direbus lagi selama 15 menit. Sesudah      direbus, dicuci sekali lagi sampai bersih dan diiris-iris menurut selera      kita. Inilah daging bekicot yang telah siap dimasak. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Prosentase Komposisi Kimia Bekicot Berdasarkan Bahan Kering :<br />
</span></strong></p>
<p>No Uraian Daging Cangkang Total<br />
1. Protein 60,90<br />
2,80<br />
16,10</p>
<p>2. Mineral 9,60<br />
54,50<br />
46,00</p>
<p>3. Serat kasar 4,50<br />
-<br />
-</p>
<p>4. Lemak kasar 6,10<br />
1,00<br />
2,00</p>
<p>5. Calcium 2,00<br />
36,10<br />
31,10</p>
<p>6. Phospor 0,84<br />
0,14<br />
-</p>
<p>7. Lysine 4,35<br />
-<br />
-</p>
<p>8. Histidine 1,43<br />
-<br />
-</p>
<p>9. Arginin 4,88<br />
-<br />
-</p>
<p>10. Aspartic acid 5,98<br />
-<br />
-</p>
<p>11. Threonin 2,76<br />
-<br />
-</p>
<p>12. Sering 2,96<br />
-<br />
-</p>
<p>13. Glutanic acid 8,16<br />
-<br />
-</p>
<p>14. Pralin 2,79<br />
-<br />
-</p>
<p>15. Glycin 3,82<br />
-<br />
-</p>
<p>16. Alanin 3,31<br />
-<br />
-</p>
<p>17. Cystin 0,60<br />
-<br />
-</p>
<p>18. Valin 3,07<br />
-<br />
-</p>
<p>19. Methionin 1,00<br />
-<br />
-</p>
<p>20. Isoleucin 2,64<br />
-<br />
-</p>
<p>21. Leucin 4,62<br />
-<br />
-</p>
<p>22. Tyrosin 2,44<br />
-<br />
-</p>
<p>23. Phenylallanin 2,62<br />
-<br />
-</p>
<p>* dalam satuan persen (%) <em>Sumber: Creswell dan Kopiang, 1981</em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><strong><span style="font-size:13pt;font-family:Verdana;color:orange;">Nah ini dia Resep Masakannya :</span></strong>[gallery]</p>
<ul>
<li><strong><em><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">M</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:12pt;font-family:Verdana;">embuat Kripik dan Sate Bekicot</span></em></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> Barangkali Anda ingin membuat sendiri keripik bekicot dan sate bekicot? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ikuti pedoman praktis berikut ini :<br />
</span></p>
<h3><strong>Keripik Bekicot Kediri<br />
</strong></h3>
<p><em><strong>Bahan yang diperlukan :</strong></em></p>
<p>250 gr daging bekicot (dari 1,5 kg bekicot segar)<br />
250 cc minyak goreng</p>
<p><em><strong>Bumbu:</strong></em><br />
2 butir bawang putih<br />
3 butir kemiri<br />
1/2 sendok teh ketumbar<br />
1/2 rimpang jahe<br />
1 lembar daun jeruk purut<br />
1 mata asam<br />
garam dan penyedap rasa secukupnya</p>
<p><strong><em>Cara Membuat:</em></strong><br />
Daging bekicot yang telah siap olah diiris tipis-tipis. Lalu irisan tersebut dicampur dengan bumbu yang telah dihaluskan. Diamkan beberapa saat agar bumbu meresap.<br />
Jemur di bawah sinar matahari langsung (usahakan sekali jemur sudah kering).<br />
Goreng sampai kering. @</p>
<h3><strong><strong>Sate Bekicot Kediri<br />
</strong></strong></h3>
<p>Sate bekicot sudah cukup beken. Setiap warung bekicot atau warung "nol dua" hampir pasti ada sate bekicotnya. Jika Anda ingin membuat sendiri sate bekicot, silakan mengikuti resep ini.</p>
<p><strong><em>Bahan:</em></strong><br />
500 gram daging bekicot (dari 3 kg bekicot segar)<br />
25 bilah tusuk sate</p>
<p><strong><em>Bumbu:</em></strong><br />
1/4 kg kacang tanah<br />
5 sendok makan minyak goreng<br />
5 sendok makan kecap<br />
5 butir bawang merah<br />
5 butir merica<br />
3 butir bawang putih<br />
3 lembar daun jeruk purut<br />
2 buah jeruk nipis<br />
1/4 sendok teh penyedap rasa<br />
Cabe rawit, cuka, garam sesuai selera</p>
<p><strong><em>Cara Membuat:</em></strong><br />
Daging bekicot yang telah siap olah diiris menjadi dua bagian, tusuk dengan tusukan sate.</p>
<p>Masukkan ke dalam bumbu yang telah dihaluskan (bawang putih, merica campur kecap dan cuka), lalu diamkan sementara waktu agar bumbunya meresap.</p>
<p>Buat bumbu kacang: goreng kacang tanah dan tumbuk hingga halus. Campur dengan bawang putih, garam, daun jeruk purut, cabe rawit dan penyedap rasa yang telah dihaluskan. Beri air sedikit lalu rebus hingga berminyak dan diberi sedikit kecap.</p>
<p>Panggang daging bekicot sampai matang, lalu disiram bumbu kacang, taburi bawang merah mentah dan irisan jeruk nipis.</p>
<p>Selamat menikmati. <strong>[myunusw-2008]</strong></p>
<div style="display:none;">
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DJENGKOL : Sebuah Catatan Kilas Balik]]></title>
<link>http://djengkol.wordpress.com/?p=4</link>
<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 23:27:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>djengkol</dc:creator>
<guid>http://djengkol.wordpress.com/2008/04/07/djengkol-sebuah-catatan-kilas-balik/</guid>
<description><![CDATA[DJENGKOL KEDIRI JATIM

Sebuah Catatan Kilas Balik

Djengkol, hanya sebuah tempat di Desa Plosokidul,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:right;"><span style="font-weight:bold;color:#ff0000;">DJENGKOL KEDIRI JATIM</span>
</div>
<div style="text-align:right;"><span style="font-style:italic;font-family:trebuchet ms;"><span style="color:#3366ff;">Sebuah Catatan Kilas Balik</p>
<p></span></span></div>
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYzvdZd5RdI/AAAAAAAAAAY/8FjP7N1rdNA/s1600-h/DSC00340.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYzvdZd5RdI/AAAAAAAAAAY/8FjP7N1rdNA/s320/DSC00340.JPG" border="0" alt="" /></a>Djengkol, hanya sebuah tempat di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Menelusuri Djengkol di Internet dengan menggunakan fasilitas Google Search, atau Yahoo atau yang lainnya, jika hanya menuliskan Jengkol, tidak akan menemukan secara spesifik mengenai Djengkol yang dimaksud. Yang muncul adalah Jengkol sejenis bahan makanan serupa dengan Pete, untuk lalap dan sayuran.</p>
<div style="text-align:left;"><span style="font-size:78%;"><span style="color:#ff0000;">Gambar 01 : Gerbang Masuk Perumahan Djengkol</span></span></div>
<p>Secara Geografis (http://www.fallingrain.com/world/ID/8/Jengkol.html) Djengkol terletak di antara 7° 54' dan 7° 18' Lintang Selatan dan 112° 42' dan 112° 1' Bujur Timur, dengan batas batas wilayah :<br />
<a href="http://bp1.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYzwipd5RfI/AAAAAAAAAAo/lHZNnq2cniM/s1600-h/DSC00383.JPG"><img style="float:right;cursor:pointer;margin:0 0 10px 10px;" src="http://bp1.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYzwipd5RfI/AAAAAAAAAAo/lHZNnq2cniM/s200/DSC00383.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
-Utara / Lor : Dusun Mangunrejo Desa Pranggang<br />
-Timur/ Wetan : Dusun Trisulo<br />
-Selatan/ Kidul : Dusun Bendo Desa Jarak<br />
-Barat/ Kulon : Dusun Blendri Desa Plosokidul</p>
<div style="text-align:right;"><span style="color:#ff0000;font-size:78%;">Gambar 02 : Eks.Pasar Tradisional Djengkol</span>
</div>
<p>Djengkol bukan sebuah Dusun atau perdukuhan, tetapi sebuah nama/ tempat perkebunan yang kini menjadi bagian dari PTP X - PG.Pesantren Baru Kediri. Entah sejak kapan dinamakan Djengkol (dengan penulisan ejaan lama – bahkan hingga kini) orang sekitar Kediri, lebih mengetahuinya sebagai daerah perkebunan Tebu sejak dahulu dan letaknya di antara jalan raya yang menghubungkan Kota Pare (17 km arah utara) dan Wates (7 km arah selatan). Bahkan masyarakat utara Djengkol jika hendak menuju ke Blitar, lebih memilih lewat jalan raya ini mengingat lebih dekat daripada melewati Kediri.</p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://bp3.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYzxdJd5RgI/AAAAAAAAAAw/4la2wxdRh2M/s1600-h/DSC00358.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYzxdJd5RgI/AAAAAAAAAAw/4la2wxdRh2M/s320/DSC00358.JPG" border="0" alt="" /></a><span style="color:#ff0000;font-size:78%;">Gambar 03 :<br />
Ladang Tebu dengan Latar Belakang Gunung Kelut, Hutan Tropis Djengkol (Alas Jamban) dan Kebun Jambu Mente.</p>
<p></span></div>
<p><span style="font-weight:bold;font-size:100%;">DJENGKOL &#38; SISA SISA NEDERLAND INDISH</span></p>
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz04pd5RjI/AAAAAAAAABI/lPZdJdG3SB4/s1600-h/pesantren+baru+1926.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz04pd5RjI/AAAAAAAAABI/lPZdJdG3SB4/s200/pesantren+baru+1926.jpg" border="0" alt="" /></a>Periode 1800 – 1900an, manakala Belanda menjadikan kawasan ini sebagai perkebunan dan dihuni pula oleh para pengelolanya yang berkebangsaan Belanda, dan ada diantaranya menikah dengan pribumi. Sebuah kuburan tua yang kini tidak terawat lagi, terletak di ujung timur belakang deretan rumah dinas Sinder yang sering di sebut dengan Loji bagian selatan, cukup untuk menjadi buktinya.<br />
<span style="font-size:78%;"><span style="color:#ff0000;">Gambar 04:<br />
Pabrik Gula Pesantren Kediri 1920 (dari KITLV - Nederland)</span></span></p>
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz2oZd5RkI/AAAAAAAAABs/cVjrgkOZO78/s1600-h/bendoredjo+1920.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz2oZd5RkI/AAAAAAAAABs/cVjrgkOZO78/s200/bendoredjo+1920.jpg" border="0" alt="" /></a>Membaca beberapa batu nisan di kuburan itu meski sudah lapuk dimakan usia, tertera beberapa nama Asing/ Belanda. Diperkiran ada lebih dari 20 makam, yang bentuknya sangat lebar layaknya kuburan Belanda di kota-kota besar. Hingga tahun 1980an masih banyak warga blasteran (Belanda – Pribumi) yang tinggal di wilayah Perkebunan, bukan hanya di Djengkol. Bahkan ada diantaranya menjadi teman sekelas saat di Taman Kanak Kanak Penataran Djengkol.<br />
<span style="font-size:78%;"><span style="color:#ff0000;">Gambar 05 : Vervoer van agavebladeren per lorrie op tapioca- en vezelonderneming Bendoredjo bij Kediri 1920 (dari KITLV - Nederland)</span></span></p>
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz0Dpd5RiI/AAAAAAAAABA/blogU4X5IdM/s1600-h/djengkol+13+full+%2B+pabrik.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz0Dpd5RiI/AAAAAAAAABA/blogU4X5IdM/s200/djengkol+13+full+%2B+pabrik.jpg" border="0" alt="" /></a>Jika kita menelusurinya lewat Google Earth, melalui foto satelit tetap tertuliskan Djengkol bukan Jengkol dan disejajarkan dengan Kota Kediri, Pare, Wates maupun Blitar. Diperkirakan yang menjadi dasarnya adalah Peta jaman penjajahan Belanda dulu. Dari sebuah Website di sebutkan bahwa Djengkol dulunya adalah kawasan perkebunan untuk pabrik Tapioca (de ondernemingen Djengkol-Kallasan). Karena menjadi kawasan perkebunan maka banyak juga pendatang lokal yang datang ke tempat yang akhirnya di peta-kan dengan nama Djengkol ini untuk menjadi buruh perkebunan dan pabrik.<br />
<span style="font-size:78%;"><span style="color:#ff0000;">Gambar 06: Djengkol dari Udara - dari Google Earth</span></span><br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
DJENGKOL &#38; PALU ARIT DILADANG TEBU</span></p>
<p>Periode 1960 – 1970an adalah puncak ketenaran Djengkol, dimana, namanya mencuat seiring dengan sejarah kelam bangsa ini yang berujung pada Peristiwa GESTAPU - G30S/PKI, Bung Karno Presiden pertama RI sering menyebutnya dengan GESTOK.</p>
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz4UZd5RlI/AAAAAAAAAB0/k2hQLroqcDA/s1600-h/palu+arit.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;width:111px;height:161px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz4UZd5RlI/AAAAAAAAAB0/k2hQLroqcDA/s200/palu+arit.jpg" border="0" alt="" /></a>Masa – masa itu adalah saat terjadinya peristiwa “ Palu Arit di Ladang Tebu” meminjam istilah, dari bukunya Hermawan Sulistyo <span style="font-style:italic;color:#3366ff;font-size:85%;">(Hermawan Sulistyo adalah Peneliti Senior pada  Puslitbang Politik dan Kewilayahan LIPI.  Gelar doktornya diperoleh dari  D</span><span style="font-style:italic;color:#3366ff;font-size:85%;">epartment of History, Arizona State University, Amerika Serikat). </span>Versi pemerintah menyebutkan bahwa Peristiwa Djengkol didalangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) yang memprovokasi Barisan Tani Indonesia (BTI) sebuah Organisasi Underbouw-nya PKI. Karena peristiwa ini banyak simpatisan Partai berlambang Palu Arit itu atau bahkan mereka yang tidak tahu menahu akan PKI, diciduk dan di tahan, bahkan banyak yang di bunuh.<br />
<span style="font-size:78%;"><span style="color:#ff0000;">Gambar 07: Buku Palu Arit di Ladang Tebu </span></span></p>
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz5eZd5RmI/AAAAAAAAAB8/KP9WhQLhwTY/s1600-h/DSC00410.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp0.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz5eZd5RmI/AAAAAAAAAB8/KP9WhQLhwTY/s320/DSC00410.JPG" border="0" alt="" /></a>Periswiwa itu hingga kini masih menyisakan pertanyaan bagi keluarga yang ditinggalkan (anak, cucu) dimana masih ada diantaranya yang mendapatkan label/cap kakek atau nenek mereka dulu adalah PKI. Mereka yang masih hidup kini, tentu banyak kenangan pahit akan hal tersebut. Seorang lelaki berusia sekitar 60tahunan, yang hingga kini masih bermukim di Djengkol menyebutkan dirinya adalah salah satu korban peristiwa yang sangat kelam itu.<span style="font-size:78%;"><span style="color:#ff0000;"></p>
<p>Gambar 08: Rumah Dinas Buruh yang sudah tidak dihuni, saksi bisu " Peristiwa Djengkol"</span></span></p>
<p>Disebutkannya, saat itu tahun (60an) dirinya dan beberapa pemuda di Djengkol dan sekitarnya diminta bergabung ke organisasi pemuda untuk berlatih baris berbaris, sebagai persiapan Upacara Hari Kemerdekaan, yang diselenggarakan setiap tanggal 17 Agustus di tingkat Kabupaten. Pemuda itu akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Pemuda Rakyat. Akibatnya, pasca peristiwa G 30 S tersebut, dia dan beberapa orang pemuda lainnya diangkut dengan truk tentara dan dipenjarakan di LP Kediri.</p>
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz6h5d5RnI/AAAAAAAAACE/Tu-eQdqlYak/s1600-h/HARTO_TIME.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp2.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz6h5d5RnI/AAAAAAAAACE/Tu-eQdqlYak/s200/HARTO_TIME.jpg" border="0" alt="" /></a>Karena tidak terindikasi langsung, maka akhirnya pemuda ini di bebaskan, dan diwajibkan lapor ke aparat TNI setiap minggunya. Bukan itu saja, dengan jaminan sejumlah uang akhirnya dia bisa bebas, meski orang tuanya pontang panting menjual hewan ternaknya untuk menebus sang pemuda tadi. Dampak dari peristiwa itu dirasakannya sangat berat. Selama bertahun tahun jaman ORDE BARU dia tidak bisa leluasa mencari pekerjaan karena cap yang melekat tadi. Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya, pemuda itu yang kini telah menjadi kakek, dikaruniai lebih dari 10 cucu itu, bekerja serabutan.<br />
Pendek kata, saking begitu hebohnya Djengkol kala itu, sehingga banyak orang di sekitarnya bahkan di dunia ini selalu mengkaitkannya dengan Peristiwa Djengkol dimaksud.<span style="color:#ff0000;font-size:78%;"></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;font-size:78%;">Gambar 09 : MAJALAH TIME July 15, 1966 Vol. 88 No. 3</span><br />
<span style="font-weight:bold;"><br />
DJENGKOL &#38; SATE BEKICOT</span></p>
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz7HJd5RoI/AAAAAAAAACM/ob77uGYY1mY/s1600-h/bkicot2.jpg"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp3.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz7HJd5RoI/AAAAAAAAACM/ob77uGYY1mY/s320/bkicot2.jpg" border="0" alt="" /></a>Tahun 1980an, Djengkol kembali populer karena BEKICOT. Sebenarnya Bekicot yang menjadi masakan khas Djengkol itu sudah dikonsumsi warga Djengkol sejak jaman penjajahan Jepang, dimana saat itu rakyat Indonesia krisis pangan akibat Eksploitasi segala potensi Jepang dalam Perang Dunia II. Maka sebagai gantinya, pada jaman susah itu penduduk Djengkol memasak bekicot, sebagai sate dan kripik yang menyerupai paru sapi yang digoreng kering.<span style="color:#ff0000;font-size:78%;"></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;font-size:78%;">Gambar 10 : Primadona Djengkol tahun 80an, kaya protein, di ekspor ke Perancis</p>
<p></span>Pioner dalam memasak bekicot ini diantaranya adalah DJAIS yang mulai menjual sate bekicot untuk umum sejak tahun 1970an. Adanya alternative pangan ini rupanya dilirik pemerintah setempat dengan menggalakkan masyarakatnya untuk membudidayakan/ ternak bekicot.</p>
<p>Adalah SADI,seorang pensiunan Kepala Sekolah yang tinggal di desa Plosokidul, 1 kilometer barat Djengkol menajdi pionirnya dalam ternak bekicot tahun 1980an. Bahkan Plosokidul/Djengkol sempat dikunjungi Menteri Penerangan kala itu di jabat oleh Harmoko, karena budidaya bekicot ini. Sebelum adanya bekicot hasil budidaya, saat itu Djengkol kebanjiran bekicot dari berbagai daerah di luar Kediri.</p>
<p>Hampir setiap hari lebih dari 2 truk bekicot liar yang dikumpulkan warga luar kediri dari kebun dan tanah pekarangan sekitar rumah mereka, dikumpulkan oleh pengepul dan dalam jumlah yang besar baru dikirim ke Djengkol untuk dijual kepada para pemasak bekicot. Kini sisa-sisa kejayaan dan keemasan bekicot masih bisa ditemui. Lebih dari 10 warung makan menyediakan sajian sate bekicot dan kripiknya. Warung warung itu terletak di sepanjang jalan raya Djengkol, diantaranya Warung Mbak Sri, Warung Lumintu dll.</p>
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz7-pd5RpI/AAAAAAAAACU/61jWaAVhuBc/s1600-h/DSC00377.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_HONAvHNKaQA/RYz7-pd5RpI/AAAAAAAAACU/61jWaAVhuBc/s320/DSC00377.JPG" border="0" alt="" width="314" height="187" /></a>Selain dijual di warung warung di Dengkol, tahun 80an lebih dari 50 pedagang sate bekicot berjualan dengan cara berkeliling dengan sepeda onthel. Mungkin kini, mereka yang berjualan keliling sudah tidak ada. Kalaupun ada mungkin tidak lebih dari 5 orang. Di Kota Blitar dan Kota Kediri, tidak sulit menemukan sate bekicot ini. Meski bukan produksi Djengkol lagi, banyak pengusaha makanan ini, menitipkannya di warung – warung makan tradisional.<br />
<span style="color:#ff0000;font-size:78%;"></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;font-size:78%;">Gambar 11 : " Dulu Djengkol rame. Kini sepi mas" kata </span><span style="color:#ff0000;font-size:78%;">Mbah Mangun, mantan pedagang kelontong  Pasar Djengkol (Akhir Nov 2006)</span></p>
<p>Kepopuleran nama Djengkol, sebenarnya pernah terjadi pada saat beberapa periode kehidupan yang lalu. Kini mungkin bagi siapapun yang melintasi Djengkol akan mendapatkan kesan kusam. Yang terlihat sepintas hanyalah komplek perumahan yang tidak semuanya terisi.</p>
<p>Belum lagi perumahan yang dulu menjadi hunian bagi karyawan/ buruh perkebunan, kini banyak yang tidak dihuni dan tidak terawat lagi. Jika mungkin berkesempatan untuk lebih jauh mengetahui, cobalah untuk masuk ke emplacement Djengkol. Gedung Gedung yang berdiri kokoh itu kini layaknya sebuah bangunan kuno bergaya eropa tanpa keindahan. Deretan rumah rumah sinder Belanda yang kini juga tidak seperti dulu, terawat dengan taman taman yang rapi dan asri.(gp/161206)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kuliner ala pondok]]></title>
<link>http://lidahwali.wordpress.com/2008/02/21/kuliner-ala-pondok/</link>
<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 16:14:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>lidahwali</dc:creator>
<guid>http://lidahwali.wordpress.com/2008/02/21/kuliner-ala-pondok/</guid>
<description><![CDATA[ 				SATE &amp; KRIPIK BEKICOT
Beberapa santri terpuruk sakit di pondok. Kyai Fuad memanggil Thoyib,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lidahwali.com" title="Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah"> 				SATE &#38; KRIPIK BEKICOT</p>
<p>Beberapa santri terpuruk sakit di pondok. Kyai Fuad memanggil Thoyib, santri yang lincah rajin. “Yib, Thoyib. Sana kamu cari bekicot. Masakkan bekicot sedap untuk santri-santri yang sakit. Mungkin temen-temenmu kurang gizi.” Lho, koq Kyai Fuad nyuruh santri masak dan makan bekicot.</p>
<p>Bekicot itu boleh kita santap.<br />
Hukumnya halal lagi thoyib bagi kesehatan. Mosok Kyai Fuad asal.</p>
<p>Bekicot kaya nutrisi. Daging bekicot 100 gram mengandung daging: protein (12%), lemak (1%), hidrat arang (2%), kalsium (237 mg), fospor (78 mg), Fe 1,7 (mg) serta vitamin B komplek (terutama vit B2). Juga asam amino yakni leusin (4,62 gr), lisin (4,35 gr), arginin (4,88 gr), asam aspartat (5,98 gr) dan asam glutamate (8,16gr).</p>
<p>Bagaimana dengan bakteri salmonella yang terdapat pada daging bekicot? Jangan khawatir, bakteri ini bisa diatasi (konon malah berguna untuk obat batuk, gatal-gatal,  kudis dan sebagainya, lho).</p>
<p>Tips Mengolah Bekicot:<br />
Pembersihan kotoran<br />
1.Masukkan bekicot hidup ke dalam bak penampung selama 2 hari<br />
2.Sirami bak tiap sore untuk memacu pengeluaran kotoran dan lendir serta  menghilangkan bau apek.<br />
Perendaman<br />
3.Bekicot direndam dalam air garam dengan diberi sedikit cuka selama 5-10 menit sambil dikopyok.<br />
4,Buang air rendaman.<br />
5.Lakukan 3-4 kali perendaman hingga air rendaman menjadi jernih.<br />
Perebusan awal<br />
6.Masukkan bekicot ke dalam air mendidih selama 15 menit sambil dibolak balik lalu didinginkan.<br />
Pemisahan<br />
7.Cungkil daging bekicot dari cangkang dengan alat pencungkil. Telur bekicot dicuci bersih, digoreng dan disantap.<br />
8.Cuci daging bekicot dengan air yang mengalir<br />
9.Rendam daging bekicot  dengan air cuka selama 15 menit.<br />
10. Rebus daging bekicot selama 15 menit.<br />
11.Cuci lagi hingga bersih kemudian dipotong /diiris-iris<br />
12.Daging siap dimasak sesuai selera.</p>
<p>Membuat Keripik Bekicot<br />
Bahan:<br />
250 gr daging bekicot (dari 1,5 kg bekicot segar)<br />
250 cc minyak goreng<br />
Bumbu:<br />
2 butir bawang putih<br />
3 butir kemiri<br />
1/2 sendok teh ketumbar<br />
1/2 rimpang jahe<br />
1 lembar daun jeruk purut<br />
1 mata asam<br />
garam dan penyedap rasa secukupnya<br />
Cara Membuat:<br />
1.Daging bekicot yang telah siap olah diiris tipis-tipis.<br />
2.Campur dengan bumbu yang telah dihaluskan<br />
3.Diamkan beberapa saat agar bumbu meresap.<br />
4.Jemur di bawah sinar matahari langsung (usahakan sekali jemur bisa kering)<br />
5.Goreng daging bekicot sampai kering.</p>
<p>Sate Bekicot<br />
Bahan:<br />
500 gram daging bekicot (dari 3 kg bekicot segar)<br />
25 bilah tusuk sate<br />
Bumbu:<br />
1/4 kg kacang tanah<br />
5 sendok makan minyak goreng<br />
5 sendok makan kecap<br />
5 butir bawang merah<br />
5 butir merica<br />
3 butir bawang putih<br />
3 lembar daun jeruk purut<br />
2 buah jeruk nipis<br />
1/4 sendok teh penyedap rasa<br />
Cabe rawit, cuka, garam sesuai selera<br />
Meracik bumbu:<br />
1.Goreng kacang tanah lalu tumbuk kacang tanah hingga halus.<br />
2.Campur dengan bawang putih, garam, daun jeruk purut, cabe rawit dan penyedap rasa yang telah dihaluskan. Tambahkan air sedikit<br />
3.Rebus hingga berminyak dan diberi sedikit kecap.</p>
<p>Memasak Sate<br />
1.Daging yang telah siap olah diiris jadi dua bagian, tusuk dengan tusukan sate.<br />
2.Masukkan ke dalam bumbu yang telah dihaluskan (bawang putih, merica campur kecap dan cuka),<br />
3.Diamkan beberapa saat agar bumbunya meresap.<br />
4.Panggang daging bekicot sampai matang,<br />
5.Siramkan bumbu kacang, taburi bawang merah mentah dan irisan jeruk nipis.</p>
<p>Daging bekicot mantap. Mak nyussz ... Kang!<br />
Jika sampeyan sempet pit-pitan ke negeri jiran Perancis (dunia mah kecil, Perancis  ga jauh) bisa ngicipi escargot. Kondang bahkan termasuk ikon kuliner Perancis. Prestisius banget di sana. Seporsi ampun-ampun harganya itu masakan bekicot.</p>
<p>Masak sendiri aja ah. Selamat mbekicot</p>
<p>(by: BO Muhsinations)			 		 					 				 					Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 19 February 2008 )</a></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
