<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bangka-belitung &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/bangka-belitung/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bangka-belitung"</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 17:23:27 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA["Haram" Hukumnya Terima CSR dari Korporat Perusak Lingkungan dan Pelanggar HAM (2)]]></title>
<link>http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=486</link>
<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 04:47:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Robert Manurung</dc:creator>
<guid>http://ayomerdeka.wordpress.com/?p=486</guid>
<description><![CDATA[

Mulyadi (2004), peneliti PSKK-UGM menyebutkan, walaupun sulit mengidentifikasi kapan perusahaan-pe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Mulyadi (2004), peneliti PSKK-UGM menyebutkan, walaupun sulit mengidentifikasi kapan perusahaan-perusahaan lain, seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC), memulai program CSR. Namun, fakta menunjukkan bahwa perusahaan milik Aburisal Bakrie ini merealisasi program-program tersebut secara lebih intensif pada tahun-tahun setelah diberlakukannya otonomi daerah. Kebijakan yang telah memberi kebebasan yang lebih besar kepada masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya.</span><!--more--></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">DI Kabupaten Fakfak, Papua, hadirnya PT Freeport Indonesia (1967) yang mengeruk kekayaan bumi (tembaga, emas, uranium) menimbulkan pelanggaran HAM, bukan saja hak-hak ekososbud, tetapi juga hak-hak sipil. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Perusahaan pertambangan Amerika ini dengan leluasa mengeruk sumber daya alam dan merusak lingkungan, sedangkan masyarakat terutama suku asli, Amungme, hanya merasakan remah-remahnya dan terusir dari kampung halaman. Mereka tetap berkubang dalam lumpur kemiskinan dan ketertinggalan, sementara kekayaan alamnya dibawa terbang ke negeri Paman Sam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Tuntutan mereka agar mendapat bagian (<em>shareholder</em>) yang adil dari eksploitasi buminya, justeru dijawab dengan politik represi dan popor senapan. Bahkan, ketika mereka mencoba mengais sisa-sisa pertambangan itu di limbah <em>tailing</em>, mereka justeru harus berhadapan dengan pasukan militer yang dibayar untuk menjaga proyek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kehadiran PT Freeport yang diduga berhubungan erat dengan bantuan pemerintah AS dalam menumbangkan Orde Lama<a name="_ftnref2"></a>, juga berdampak buruk terhadap lingkungan. Setiap hari, perusahaan asing pertama di masa kekuasaan Soeharto ini membuang ratusan ribu ton limbah <em>tailing</em>nya ke sungai Ajkwa, mematikan ratusan hektar hutan alam, merembes dan merendam kebun-kebun nelayan Suku Komoro, bahkan menyebar hingga ke laut Arafuru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Aktivitas pertambangan ini juga menyisakan banyaknya lubang-lubang raksasa, yang akan menjadi danau-danau kecil dengan kadar keasaman tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">PT Kaltim Prima Coal dan Unocal</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">SEKARANG, kita beralih ke Kalimantan. Studi yang dilakukan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada, menunjukkan, program CSR yang dilakukan PT Kaltim Prima Coal (pertambangan terbesar batu bara) dan Unocal (minyak) terkesan untuk menghindari konflik dengan masyarakat sekitar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Unocal yang sudah beroperasi sejak tahun 1970-an di daerah Marangkayu, Kutai Timur, baru menjalankan program comdev pada tahun 2002 setelah masyarakat melakukan protes dengan demonstrasi massal. Demonstrasi yang berlangsung dan sulit dikendalikan di sekitar lokasi pengolahan minyak memaksa Unocal untuk melakukan kegiatan-kegiatan filantropis dalam program comdev. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kehadiran Unocal sendiri telah membuat tambak dan lahan pertanian yang merupakan sumber pendapatan penting masyarakat tercemar minyak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Mulyadi (2004), peneliti PSKK-UGM menyebutkan, walaupun sulit mengidentifikasi kapan perusahaan-perusahaan lain, seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC), memulai program CSR. Namun, fakta menunjukkan bahwa perusahaan milik Aburisal Bakrie ini merealisasi program-program tersebut secara lebih intensif pada tahun-tahun setelah diberlakukannya otonomi daerah. Kebijakan yang telah memberi kebebasan yang lebih besar kepada masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Jeleknya lagi, dalam merealisasikan programnya, Unocal dan KPC menggandeng LSM bentukan pemerintah daerah, Kapital, yang tidak memiliki kapasitas dan sarat dengan kepentingan elite, korupsi, dan realisasi program yang tidak menyentuh kepentingan masyarakat yang terkena dampak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">Caltex dan PT RAPP</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">SEKARANG menuju Riau. Masyarakat Duri yang hidup di daerah operasi CPI mengalami kerugian yang besar dalam bidang kesehatan dan ekonomi. Ekspansi perusahaan minyak terbesar yang berasal dari negeri yang mengaku sebagai kampiun demokrasi dan hak asasi manusia, Amerika Serikat, ini membuat jarak titik-titik pengeboran minyak dengan pemukiman penduduk hanya sekitar 200 meter. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Akibatnya, sumur-sumur penduduk menjadi kering dan ketersediaan air minum menjadi kritis. Masyarakat kemudian harus membeli air untuk air minum. Begitu juga dengan usaha kolam ikan, menjadi terancam kekeringan dan menurunkan sumber pendapatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kerusakan lingkungan dan pelanggaran hak asasi manusia yang tidak kalah dahsyat juga terjadi atas kehadiran pabrik <em>pulp</em> dan <em>paper</em> skala terbesar dunia di Riau. Kehadiran PT RAPP, saudara kandung Indorayon/TPL, beroperasi sejak tahun 1995 dan kini (sejak 2001) berkapasitas 2 juta ton per tahun (bandingkan dengan PT Toba Pulp Lestari berkapasitas 225.000 ton), juga menyisakan masalah dengan penduduk setempat. Setidaknya 40,000 hektar konsesi yang dimiliki perusahaan, di mana pabrik RAPP kini berada, diklaim penduduk desa Delik, Sering, dan Kerinci sebagai tanah milik mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Karena kasus ini beberapa orang penduduk desa dipenjarakan. Kasus serupa juga terjadi di desa Lubuk Jambi di mana sejumlah penduduk desa dilaporkan tertikam hingga meninggal selama protes pada 1998.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Untuk bisa memproduksi <em>pulp</em> sebesar 2.000.000 ton kertas sebanyak 350.000 ton pertahun, RAPP harus menebang kayu sebanyak 9.000.000 juta m<sup>3</sup> pertahun. Untuk itu mereka harus memiliki hutan tanaman industri (HTI) minimal seluas 418,665 hektar untuk sekali rotasi (setiap enam tahun). Namun hingga Juni 2006, mereka menyatakan baru memiliki seluas 265.407 hektar, selain penguasaan lahan para mitranya seluas 651.539 hektar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">Asian Agri &#38; Sukanto Tanoto</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">KARENA itu, permohonan konsesi baru untuk HTI di Provinsi Riau terus dilakukan. Keseluruhan konsesi yang diajukan merupakan kawasan yang masih berhutan, memiliki potensi kayu alam yang sangat kaya, bahkan merupakan kubah gambut sampai kedalaman 20 meter.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Ironisnya, baru-baru ini, Direktorat Pajak mengungkap dugaan penyelewengan pajak sebesar Rp. 1,3 triliun yang dilakukan Asian Agri, grup perusahaan yang di bawahnya terdiri dari belasan perusahaan (meliputi bisnis cokelat, karet, dan, terutama, kelapa sawit), salah satu anak perusahaan Grup Raja Garuda Mas milik Sukanto Tanoto, pengusaha yang pada tahun 2006 dinobatkan majalah <em>Forbes</em> sebagai orang terkaya di Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Akan tetapi, tidak lama kemudian, datang berita dari Ho Chi Minh, Vietnam, salah satu anak perusahaan yang telah mengukuhkannya sebagai industrialis global, RAPP, menerima penghargaan CSR AWARD for Excellency Poverty Alleviation dari Forum Asia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Secara keseluruhan, industri <em>pulp</em> dan <em>paper</em> di Riau telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap hilangnya 3,7 juta hektar hutan alam Riau selama periode 1982-2005. Diakibatkan berdirinya industri-industri <em>pulp</em> dan <em>paper</em> tanpa didahului pembangunan HTI sebagai sumber bahan baku. Hal tersebut menimbulkan kesenjangan bahan baku sebesar 7.841.147,59 m<sup>3</sup>, di mana kapasitas total industri perkayuan mencapai 22.685.250 m<sup>3 </sup>pertahun, sedangkan kemampuan hutan alam untuk berproduksi secara lestari hanya sebesar 14.844.102,41 m<sup>3</sup> per tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Terakhir, adalah hasil penelitian terbaru yang dilakukan Walhi terhadap lima perusahaan nasional dan multinasional terhadap PT RAPP, PT DPM, PT Medco E &#38; P Rimau, PT KPC, dan PT Newmont Nusa Tenggara, yang menyimpulkan, antara lain: pertama, konsep dan praktik CSR tidak berkontribusi secara memadai terhadap pemenuhan hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat yang hidup di sekitar kelima perusahaan tambang dan kayu tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">Timah dan Laskar Pelangi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">CSR digembar-gemborkan begitu rupa pada saat terjadi pelanggaran terhadap hak-hak ekososbud masyarakat dan ketentuan-ketentuan hukum lingkungan. Kedua, dengan menyerahkan urusan pemenuhan hak ekososbud pada korporasi-korporasi itu, pada saat yang sama negara telah melalaikan kewajiban dan tanggung jawabnya untuk melindungi, memenuhi, dan menghormati hak-hak ekososbud masyarakat. Singkatnya, program-program CSR kelima korporasi itu ditengarai sebagai sekadar <em>kosmetik</em> belaka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Tambahan, di Bangka-Belitung, kehadiran PN Timah yang memiliki dampak yang sangat besar terhadap lingkungan. Kehidupan di pabrik yang serba mewah dan bergaya kolonial sangat kontras dengan kehidupan masyarakat sekitar yang hidup dalam kemiskinan, baik dalam ekonomi, akses pendidikan, dan gaya hidup. Sampai-sampai, keberadaan pabrik ini diumpamakan laksana <em>the Tower of Babel</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Hal inilah yang secara impresif dideskripsikan Andrea Hirata, dalam novelnya yang sangat terkenal berjudul <em>Laskar Pelangi. </em><strong>(bersambung)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sumber : <a href="http://tapanuligo.blogspot.com/">http://tapanuligo.blogspot.com/</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JAWABAN...]]></title>
<link>http://mybangka.wordpress.com/?p=63</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 17:21:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>mybangka</dc:creator>
<guid>http://mybangka.wordpress.com/?p=63</guid>
<description><![CDATA[Saya sudah agak lama juga nggak update atau membuat tulisan baru di Blog ini. Biasa lah, sindrom ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Saya sudah agak lama juga nggak update atau membuat tulisan baru di Blog ini. Biasa lah, sindrom 'sedikit males menulis' mulai menggerogoti pikiran dan mempengaruhi secara mutlak keseluruh bagian saraf yang terangkai ditengan sampi ke ujung jari tangan. Awalnya pengen ngulis soal kedatangan SBY ke Bangka yang memberikan efek teratur pada antrian BBM di SPBU sepanjangan kota Pangkalpinang hingga Sungailiat. Ini akibat kalau suka mengembang biakkan rasa males, ujung - ujungnya nggak satu hurufpun dari ide yang sudah tersusun secara apik di otak mampu dituangkan kedalam tulisan, baik dikertas atau di Blog ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Padahal, saya tau banget, satu - satunya cara untuk mengikat makna adalah dengan menuliskannya. Ini pelajaran yang saya dapatkan dari Mas Hernowo, dulu waktu bertemu di salah satu Toko Buku di Jogja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Hanya saja, waktu pelatihan internet di SMA Negeri 1 Sungailiat tanggal 6 Agustus 2008 kemarin, pas buka Blog ini lagi, eh... ada beberapa komentar yang diberikan oleh kawan - kawan yang mengunjungi Blog saya. Wah... saya merasa senang banget begitu mendapati ada 5 komentar yang menunggu untuk dimoderasi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Komentar – komentar yang disampaikan kawan – kawan, sungguh fantastic, dan saya sangat berterima kasih untuk hal ini, selain itu juga, ada beberapa komentar dari kawan – kawan juga yang begitu menarik buatku sehingga aku benar – benar ingin menjawab nya secara langsung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Pertama, saya ingin coba menjawab komentar yang disampaikan oleh kawan kita, EPITH, one of the belinyu.net’s crew.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Here is the comment : </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Salut bos kek tulisan ni……</span></strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(Thanks banget untuk hal ini, tentu saja saya sendiri jauh lebih salut dengan situs web <a href="http://www.belinyu.net/">www.belinyu.net</a> yang kawan-kawan buat)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">yang harus dirubah satu hal cara berpikir orang belinyu...</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> <em>sendiri </em></span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(Saya pikir ini benar, hanya saja terkadang kita harus menerima kenyataan bahwa, tidak semua hal didunia ini berjalan sesuai dengan yang kita inginkan/yang kita harapkan. Kita tidak akan mampu, tidak pernah mampu meminta ’orang – orang Belinyu’ untuk mengubah cara berpikir mereka. Kita juga tidak akan pernah mampu meminta warga Belinyu untuk mengikuti cara pandang kita terhadap Belinyu. Akan tetapi, kita memiliki kemampuan untuk mengubah cara berpikir kita. Kita memiliki kuasa penuh atas diri kita sendiri. Jadi, sebagai awal, kita harus memulainya dari diri sendiri. Tidak peduli orang lain memiliki pandangan yang berbeda, akan tetapi jangan sampai hal itu mempengaruhi semangat, visi, dan tujuan yang kita yakini. Jadi, untuk tahap ini, kita tidak usah berpikir jauh dan berharap mampu mengubah cara berpikir orang belinyu, tapi lebih pada menjaga pikiran kita untuk tetap fokus pada tujuan, cita-cita, visi, dan impian untuk membuat Belinyu maju. )</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">trus sebener e… belinyu kultur yang unik dari orang2 e.. sampe daerah e…</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">kalo memang ikak jeli cubo lah teliti dulu bener2 baru ikak bangun, kalo emang tepat belinyu jadi kota industri yo silahkan….</span></strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(sebetul e kami dalam tahap berusaha saat ini, dan kami tidak pernah berhenti untuk usaha – kalau yang dibicarakan disini adalah soal rencana industri yang sedang kami usahakan agar didanai-, dan kenapa harus Belinyu yang kami pilih. Terlepas dari fakta kalau beberapa penggagas adalah orang Belinyu, kami sudah melakukan survey lapangan jauh sebelum master plan nya kami rancang. Belinyu lah yang memiliki semua syarat yang kami inginkan. Belinyu memiliki pelabuhan yang dalam, sangat ideal untuk kapal – kapal besar merapat. Warga yang kami survey pun, sudah siap untuk pegembangan perkebunan jarak kaliki. Tentu saja, posisi pelabuhan yang bagus sangat menunjang pabrik – pabrik yang memproduksi<span> </span>produk untuk di eksport, khususnya ke Singapura, Malaysia, dll. Ini sangat menghemat cost transport, dan banyak lagi faktor lain yang menjadikan Belinyu sangat ideal.)</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">kalo pariwisata bole juga…</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> <em>(sepakat)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">banyak ide yang kamek punyo dari generasi mudo untuk belinyu, tapi mungkin dak didenger kamek yang mudo ni oleh ikak2 yang tuo tu</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(wah..wah, ni kuralat dikit lah, ku ge kebetulan agik mudo nih Kang Epith, guarantee 100% dak lebih tuo lah dari Bang Epith),</span></em><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">dan pecayo dak kalo yang mudo2 ngelola e… masalh ken disitu.. selamo ni.. orang yang tampil di belinyu wong tuo galo, wong mudo (ikak tau apo ge.. istilah e… keyoyo igek) lah pernah kamek diomong cemtu, kamek nek bantu sebuah forum belinyu tapi dianggep batu sandungan…</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(nah di bagian ni yang paling menarik. Insya Allah ku bisa berbagi ide dengan kawan – kawan soal yang terakhir disampaikan nih. Tentang ide yang banyak, ini sangat fantastic. Luar biasa, artinya yang kita butuhkan saat ini adalah ’mecem mano mengeluarkan ide-ide tuh, menggodok e dengan mateng, dilanjutkan dengan pengaplikasian e, dan pada tahap terakhir... tentu evaluasi untuk menjadikan ’produk pikiran’ kito tuh bener-bener valuable.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Soal orang-orang tuo yang dak pecayo kek orang mudo… wah wah... mecem mano yo caro terbaik untuk menjawab hal sikok ni ni...</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Dulu... waktu T.A. Edison mau menciptakan lampu pijar, dia mengumumkan kepada masyarakat bahwa dia akan menciptakan ’suatu benda yang akan mampu menerangi dunia’. Hasilnya adalah; dia di cap sebagai seorang tolol yang bermimpi terlalu tinggi, dikatakan juga kepadanya bahwa hal itu sama sekali mustahil untuk diwujudkan, bahkan ada yang begitu ekstrim dengan mengatakan bahwa Edison adalah orang gila. Apa yang kemudian dilakukan Edison dengan fakta bahwa ia hanya menemukan apresiasi yang sangat-sangat negatif dari masyarakat atas ide – idenya. Mundurkah dia??? </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Tanpa mempedulikan apa pendapat masyarakat tentang ide nya, Edison memutuskan untuk mengerjakan apa yang ia yakini. Edison terus maju, bahkan sekalipun dia dihadapkan dengan ribuan kegagalan -secara teknis- terhadap percobaannya, Edison tetap tidak menyerah. Saya mencatat dengan baik tentang percakapannya yang begitu monumental yang banyak sekali dikutip para penulis ketika berbicara tentang edison, saya kutipkan sedikit :</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Partner kerja Edison, ”Kita sudah mencoba segala cara, 10.000 bahan sudah kita gunakan dan semuanya gagal”. Edison menjawab, ”Kita sama sekali tidak gagal, hingga saat ini paling tidak kita menemukan 10.000 cara dan bahan yang tidak bisa digunakan untuk membuat lampu itu menyala. Rahasianya adalah, terus mencoba hingga ke 10.001”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Apa inti dari cerita ini, saya Cuma ingin berbagi kepada kawan-kawan.. untuk setiap inci pohon yang kita tanam bertambah tinggi, percayalah... akan semakin kuat angin meniup dan menggoyang pohon tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah, memperkuat akar dan terus bertumbuh. Tak peduli apa pendapat orang tentang cita-cita kita, kejar terus... jangan pernah sedikitpun kita turunkan gas untuk mewujudkan yang kita cita-citakan. Jadi... tetaplah maju, Epith dan kawan-kawan belinyu.net. Tidak peduli apa kata orang – orang tua belinyu atas ide kawan – kawan semua, GO!!!)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">And the second comment is come from Anjar, here it is:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Salam kawan!!!</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(Salam balik untuk Anjar, thanks untuk comment nya…)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">saya sendiri sudah membaca artikel di belinyu.net cuma saya tidak setuju dengan pendapat anda dengan keluhan kesulitan</span></strong><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">,</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> <em>(Sangat menggembirakan mendapati suatu pandangan berbeda terhadap apa yang saya kemukakan. </em></span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Ini menjadikannya lebih komplit, dan lebih meyakinkan saya kalau manusia itu memang unik dengan pikirannya masing – masing.)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">yang saya salut dengan mereka</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">1. mereka tidak menggurui siapa</span></strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> <strong>pun</strong></span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> <em>(benar sekali, saya juga tidak menemukan sepatah katapun dari tulisan artikel kawan-kawan belinyu.net yang sifatnya menggurui. Saya sependapat dengan anda, bahkan saya dibawa kembali untuk mengingat betapa menyenangkannya bermain anak ella dan lain – lainnya, dalam artikel Nostalgia.... wah menyenangkan sekali..)</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">2. mereka anak muda atau pun orang tua yang jujur dengan keadaan tidak ditutup-tutupi belinyu memang seperti itu adanya</span></strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(Ini juga benar, tidak ada yang perlu disembunyikan atau ditutup – tutupi dari keadaan belinyu saat ini. Itulah faktanya. Nah dengan keadaan belinyu seperti ini... apa yang terlintas dipikiran kita tentang belinyu? Soal Belinyu memang tidak sederhana, akan tetapi dalam banyak kasus... ketika kita sudah mampu mendefenisikan masalahnya... tentu kita juga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan solusi seperti apa yang akan kita pilih untuk dilakukan.... Kita tidak boleh hanya diam.... dan berkata... ya.. beginilah belinyu...</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Bebarapa waktu yang lalu, dalam sebuah pelatihan untuk para UKM, kami menanyakan satu soal yang cukup sepele; ’Jika and melihat sebuah rumah tempat tinggal, yang pemiliknya adalah peternak ayam. Kebetulan pemiliknya tidak mengkandangkan ayam-ayam peliharaannya dengan baik, alhasil, kotoran ayam bertebaran dimana-mana disekitar rumahnya dan menimbulkan bau yang kurang enak dilingkungan rumahnya. Nah, dengan kondisi seperti ini.. apa yang terlintas dipikiran anda tentang keadaan rumah dan sipemiliknya?’ Kami lemparkan pertanyaan ini kepada para peserta untuk kami mintai pandangannya, dan hasilnya... hampir semua peserta menjawab... ”Penghuni rumah itu adalah orang yang sangat jorok, dan lingkungan rumahnya sangat – sangat menjijikkan serta tentu saja, tidak sehat”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Kecuali satu orang dari 70 peserta yang menjawab lain, dan jawabannya sangat menarik. 1 orang itu menjawab begini, ”Wah, saya melihat kondisi ini sebagai sebuah peluang,” kata beliau, ”paling tidak ada 3 hal yang bisa aku pikirkan untuk aku lakukan. Pertama, aku akan mencari orang yang membutuhkan pupuk kandang, aku akan menawarkan diri kepada sipemilik rumah untuk mengumpulkan kotoran – kotorannya, dan ini bisa aku jual ke yang butuh pupuk kandang. Kedua, aku akan coba menawarkan sapu kepada sipemilik rumah, mungkin dia membutuhannya. Alternatif ketiga, aku akan coba menawarkan pengharum ruangan kepada si pemilik rumah.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">Yang ingin saya tekankan dari pengalaman diatas, tenyata sebagian besar peserta hanya melihat dari persoalannya saja dan menerima apa adanya dari hal yang terjadi pada sipemilik rumah. Tanpa ada pikiran positif untuk melakukan sesuatu. Berbeda dengan 1 orang tadi, ternyata ia memikirkan solusi nya dibandingkan dengan hanya melihat dan menerima begitu saja keadaan si pemilik rumah. Nah, sebetulnya saya Cuma mengharapkan ini saja... yuk kita coba lihat solusi nya... bukan sekedar menceritakan keadaan belinyu saja... )</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">3. mereka mengeluarkan keluhan kesulitan saya rasa bukan untuk di komentari tapi memancing ada tidaknya satu orang minimal yang bisa mengeluarkan solusi.</span></strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(pernyataan ini sedikit menggugah saya nih, semoga apa yang saya tuliskan khususnya pendapat saya terhadap artikel kawan – kawan disini, tidak dianggap sebagai kritikan. Saya cuma berniat untuk share, berbagi pandangan dengan kawan – kawan Belinyu saja. Dan soal untuk memancing orang lain untuk mengeluarkan solusi... kalau saya sih berpikirnya... kenapa kita nggak memancing solusinya dari diri kita sendiri... kenapa harus mengharapkan orang lain yang memikirkan solusinya. Saya percaya, Epith, Adhie dan kawan – kawan belinyu.net selalu memancing solusi dari diri mereka sendiri. Bukti yang sangat kongkrit tentu saja... hadrinya <a href="http://www.belinyu.net/">www.belinyu.net</a> ketengah – tengah masyarakat kita. Situs ini adalah salah satu asset yang sangat-sangat potensial untuk dikelola dan bisa menjadi batu awal untuk perubahan di Belinyu.)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">saya rasa begitu</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">and the last comment yang cukup menarik perhatian ku, dari kawan kita Dian, ini dia :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">Hidup Belinyu,….. </span><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(Hidup !!!)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">beberapa waktu yang lalu 2 hari saya pulang ke belinyu dan saya ketemu dengan adminnya di warung kopi dan mereka ternyata orang2 yang berbeda pekerjaan akan tetapi ide solusi semangat yang hebat satu dengan wadah belinyu.net(crewnya hanya 4 orang) satu orang yang tau membangun web, 3 orangnya internet aja nggak tau sebelum diberi pengetahuan oleh si admin( itu menurut cerita adminnya) ya gimana kita nggak salut dari satu orang yang tau jadi berkembang dan berkembang, setidaknya anak muda belinyu nggak gaptek dan dari 1 orang jadi 4 orang dan membangun web belinyu.net dengan segala keterbatasan dana dan prasarana. dan sekarang bertebaran web tentang belinyu saya rasa terinpirasi dari mereka termasuk anda di tulisan ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Calibri;">coba anda bekerja sama dengan mereka saya rasa lebih baik lagi, dengan bangga saya bangga menjadi orang belinyu-bangka itu juga karena mereka<em> </em></span><em><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;">(Saya juga sangat berharap bisa bekerja sama dengan mereka, nggak tau nih mereka mau menerimanya atau tidak ha ha... maklum, orang bodoh dan tolol ini kl diajak bergabung, bisa – bisa hanya akan merepotkan. Thanks friend… semoga sukses)</span></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Paspamres Larang Nganggung]]></title>
<link>http://mancung64.wordpress.com/?p=61</link>
<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 21:36:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>mancung64</dc:creator>
<guid>http://mancung64.wordpress.com/?p=61</guid>
<description><![CDATA[Nganggung adalah suatu tradisi turun temurun yang hanya bisa dijumpai di Bangka. Karena tradisi ngan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mancung64.files.wordpress.com/2008/08/nganggung1.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-66" src="http://mancung64.wordpress.com/files/2008/08/nganggung1.jpeg?w=85" alt="" width="85" height="96" /></a>Nganggung adalah suatu tradisi turun temurun yang hanya bisa dijumpai di Bangka. Karena tradisi nganggung merupakan identitas Bangka , sesuai dengan slogan Sepintu Sedulang. Yang mencerminkan sifat kegotong royongan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.</p>
<p>Adapun Nganggung  merupakan suatu kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam rangka memperingati hari besar agama Islam, menyambut tamu kehormatan, acara selamatan orang meninggal, acara pernikahan atau acara apapun yang melibatkan orang banyak.<br />
Namun dalam perkembangannya sekarang  kegiatan nganggung yang masih eksis dipertahankan  pada saat memperingati hari besar agama Islam, dan menyambut  tamu kehormatan.<!--more--></p>
<p>Dalam acara ini, setiap kepala keluarga  membawa dulang yaitu sejenis nampan bulat sebesar tampah yang terbuat dari aluminium dan ada juga yang terbuat dari kuningan. Untuk yang terakhir ini sekarang sudah agak langka, tapi sebagian masyarakat Bangka masih mempunyai dulang kuningan ini. Didalam dulang ini tertata aneka jenis makanan sesuai dengan kesepakatan apa yang harus dibawa. Kalau nganggung kue, yang dibawa kue, nganggung nasi, isi dulang nasi dan lauk pauk, nganggung ketupat biasanya pada saat lebaran. Dulang ini ditutup dengan tudung saji yang dibuat dari daun, sejenis pandan, dan di cat, tudung saji ini banyak terdapat dipasaran.<br />
Dulang ini dibawa ke masjid, atau tempat acara yang sudah ditetapkan, untuk dihidangkan dan dinikmati bersama.<br />
Sekarang karena alasan kepraktisan, banyak orang yang beralih membawa rantang. Terutama yang rumahnya jauh dari dari masjid, atau tempat kegiatan. Membawa dulang sambil naik sepeda  motor agak beresiko tinggi, bisa jadi  hidangan tidak sampai tujuan.</p>
<p>Sayang sekali, dalam  peringatan Isra  Mi’raj Nabi besar Muhammad SAW, 30 juli 2008 kemaren, sekaligus menyambut tamu kehormatan Bapak Presiden RI, serta pejabat Negara yang  lain dalam peringatan Isra Mi’raj Nasional di Bangka Belitung tahun ini, tradisi  nganggung dihilangkan  atau ditiadakan  karena  dilarang oleh PASPAMRES. Demi alasan keamanan. Padahal ada 2 hal utama untuk alasan diadakannya nganggung , Peringatan Hari Besar  Islam dan menyambut tamu kehormatan.<br />
Bapak Presiden tahu nggak ya tentang adanya larangan itu ? Lebih lengkap tentang larangan nganggung lihat <a href="http://bangkapos.com">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[RoMantika jaLan hiDup]]></title>
<link>http://heartisopen.wordpress.com/?p=9</link>
<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 10:17:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>heartisopen</dc:creator>
<guid>http://heartisopen.wordpress.com/?p=9</guid>
<description><![CDATA[hidup di Bangka mungkin pas pertama nyampe sini&#8230;.ya, gak betah.
soalnya&#8230;apa-apa serba su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>hidup di Bangka mungkin pas pertama nyampe sini....ya, gak betah.</p>
<p>soalnya...apa-apa serba sulit. untung disini banyak temen yang saling membantu. dan untungnya juga daku gak sendirian pas nyampe sini.</p>
<p>tau gak ? pikiran yang pertama melintas?</p>
<p>kenapa di bandara sepi yak?</p>
<p>udah gitu akses jalan dari bandara sepi banged....sumpe....gag ada orang....trus ya.....kaya' bukan bandara lah...</p>
<p>ah, mungkin karena waktu itu daku nyampe sini nya pas malem...jadi gak kelihatan.</p>
<p>sekarang...daku tinggalnya di Sungailiat....tau dech, di peta indonesia itu sebelah mana....</p>
<p>yang jelas disini enak banget....temen2 senior baik banged....trus ya....</p>
<p>aku kangen ma ayaNk ku yang sekarang masih di jogja.....</p>
<p>hiks....kapan pulang ya?</p>
<p>i loph yu cyanK....muaaachhh......</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;"><a href="http://heartisopen.wordpress.com/files/2008/07/1041863128_4.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-8" src="http://heartisopen.wordpress.com/files/2008/07/1041863128_4.jpg?w=128" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sekolah di Babel Dilarang Menjual Buku]]></title>
<link>http://infokito.wordpress.com/?p=1879</link>
<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 13:14:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>infokito™</dc:creator>
<guid>http://infokito.wordpress.com/?p=1879</guid>
<description><![CDATA[Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung melarang pihak sekolah, khususnya  sekolah negeri, melakuk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung melarang pihak sekolah, khususnya  sekolah negeri, melakukan jual-beli buku kepada siswa. Kebijakan tersebut  dikeluarkan setelah muncul keluhan dari orangtua siswa.</p>
<p>”Tahun ajaran baru ini sangat dimungkinkan adanya sekolah atau oknum guru  jual-beli buku paket di sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA. Kami melarang itu,”  kata Kepala Dinas Pendidikan Babel Usman Saleh di Pangkal Pinang, Senin  (21/7).</p>
<p><!--more-->Oleh karena itu, Usman memastikan, pihaknya akan segera melayangkan surat  edaran kepada dinas pendidikan kabupaten dan kota terkait dengan hal tersebut.  Pemerintah kabupaten dan kota mengawasi praktik jual-beli buku di sekolah negeri  dan menertibkannya serta menindak jika ada oknum guru di sekolah negeri yang  melakukan hal itu.</p>
<p>Dinas Pendidikan Provinsi Babel hanya berwenang mengeluarkan surat edaran  kepada dinas pendidikan di kabupaten dan kota untuk ditindaklanjuti.</p>
<p><strong>Hak cipta</strong></p>
<p>Usman juga menjelaskan, saat ini ada sekitar 225 judul buku paket yang hak  ciptanya dibeli Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk disebarkan ke sekolah  di seluruh Indonesia.</p>
<p>Terkait dengan hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Babel Sarpin  mengatakan, persoalan jual-beli buku di sekolah, khususnya sekolah negeri, sudah  menjadi masalah klasik. Masalah tersebut sudah terjadi sejak lama, tetapi sulit  ditertibkan.</p>
<p>”Praktik jual-beli buku di sekolah ini sangat dilematis, sering ditemukan,  tetapi sulit untuk ditindak. Oleh karena itu, kadang- kadang ada oknum guru yang  terlibat dalam bisnis buku di sekolah,” ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, sepanjang tidak ada unsur paksaan dari pihak sekolah, sebenarnya  penjualan buku tidak perlu dilarang. (antara/BOY)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Salam Untuk Kawan Belinyu...]]></title>
<link>http://mybangka.wordpress.com/?p=45</link>
<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 08:58:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>mybangka</dc:creator>
<guid>http://mybangka.wordpress.com/?p=45</guid>
<description><![CDATA[Harus saya akui, saya salut banget dengan anak – anak muda Belinyu yang dalam keterbatasannya baik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Harus saya akui, saya salut banget dengan anak – anak muda Belinyu yang dalam keterbatasannya baik dari segi fasilitas (including masalah listrik) dan informasi, ternyata mampu menciptakan sebuah media yang fantastic untuk saling berbagi, saling bertukar pendapat, melemparkan masukan termasuk kritikan, dan jutaan fungsi positif lainnya yang dikemas secara apik dalam <a title="Komunitas anak Belinyu" href="http://www.belinyu.net/" target="_blank">www.belinyu.net</a>. Yap, sebuah web yang bagi sebagian orang adalah perkara mudah, tapi suatu hal yang cukup sulit untuk aku sendiri kalau mau bikin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Saya senang banget ketika membaca beberapa artikel yang ditulisken kawan – kawan di media ini, terutama untuk kategori tulisan ‘Nostalgia….’, jadi inget masa kecil dulu yang memang sering memainkan permainan – permainan yang diceritakan dalam tulisan itu. Kebetulan saya juga orang belinyu (sebagian), tapi saya pribadi lebih merasa saya sebagai orang BANGKA saat ini, dibanding hanya berpikir sebagai orang Belinyu. Saya memang lahir dan menghabiskan sedikit masa kecil di Belinyu, paling tidak sampai tamat SD lah saya di sana, dan selebihnya di Sungailiat (plus 5,5 tahun menuntut ilmu di Jogja). Tapi sekali lagi saya tegaskan kediri saya sendiri khususnya, soal mindset, saya lebih suka berpikir ‘saya adalah orang bangka’, dari sekedar merasa ‘saya orang belinyu’ akan coba saya paparkan ke kawan – kawan disini alasannya… semoga kawan bisa maklum.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Okay, memang saya sangat kagum dengan media yang kawan – kawan Belinyu ciptakan ini, tapi jujur saja, saya merasa sedikit prihatin dengan ‘beberapa’ tulisan<span> </span>yang kawan – kawan buat. Bukan soal tulisannya, tapi isinya… mohon maaf nih… kok, menurut saya, lebih banyak berisi soal keluhan, kesulitan, dan lain – lain kondisi memprihatinkan yang terjadi di Belinyu saat ini. Sungguh sayang kalau pola pikir yang dimiliki generasi muda Belinyu yang luar biasa hanya terbatas pada ‘kesulitan belinyu’. Maksud saya, kita hanya melihat ‘masalah’ nya saja, tapi belum mencoba melihat atau menuliskan ‘solusi’ nya untuk dipikirkan, bahkan bukan hanya sekedar dipikirkan saja, melainkan segera follow up dengan tindakan / aksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kawan – kawan belinyu, kawan mu yang bodoh ini (atau silakan lah kl kawan – kawan mau menganggap saya hanyalah anak Sungailiat yang gak tau apa-apa lagi soal kesulitan Belinyu) ingin mengajak kawan – kawan untuk : <strong>BERHENTI MENGELUH, BERHENTI MENYALAHKAN KEADAAN, BERHENTI MENCARI KAMBING HITAM, DAN BERHENTI MENUNJUK HIDUNG SESEORANG UNTUK DISALAHKAN</strong> atas apa yang menimpa Belinyu saat ini. Kita terima kenyataan saat ini, B<strong>ELINYU DALAM KESULITAN</strong>, kita sama – sama tau hal ini. Lupakan dulu kejayaan Belinyu dimasa lalu (kita nggak hidup dimasa lalu), tapi mari kita lihat Belinyu sekarang, tentu saja dari banyak sudut pandang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Listrik yang susah, sebagian penduduk yang enggan keluar dari rasa nyaman, pembangunan yang tersendat, dan kalau ada kesempatan, menyalahkan pemerintah karena merasa belinyu di anak tirikan… inilah kondisi belinyu saat ini. Nah, kawan – kawan, maukah sedikit kita mengubah mindset kita??? Dengan kondisi belinyu seperti ini, <em>SOLUSI APA YANG DAPAT KITA LAKUKAN / TAWARKAN UNTUK BELINYU???.</em> Solusi apa yang dapat kita -para generasi muda- lakukan untuk mengubah Belinyu??? Membuat Belinyu menjadi hidup, maju, berkembang, dan menjadi sebuah kota yang dinamis? Mari mulai sekarang kita hanya akan memikirkan solusi, menilai aspek - aspek positif yang ada, melihat peluang besar yang mungkin belum kita sadari, bukan menyalahkan keadaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Baiklah, mungkin kawan – kawan sedikit marah dengan tulisan ini. Semoga nggak ya, belinyu orangnya luar biasa baik kok :-) Saya sangat yakin hal ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Mungkin saya ceritakan sedikit deh apa yang sudah kami, saya dan kawan – kawan di Sungailiat, lakukan untuk Belinyu (Biar adil, jadi nggak sekedar ngomong doank dengan tulisan ini). Cuma memang sampai saat ini belum berhasil, tapi paling tidak kami sudah berusaha cukup keras untuk belinyu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kami bersama dengan PD. Bangka Global Mandiri (BGM), didukung pula oleh Pak Bupati, sedang berusaha mendatangkan Investor untuk menjadikan Belinyu sebagai pusat kota industri di Kab. Bangka. Ini sudah kami mulai sejak bulan Desember Tahun 2007 yang lalu. Rencana nya, project yang akan dibangun di Belinyu adalah : Tangker Cleaning, Port Container, PLTU dengan daya 50 MW, Kawasan Berikat, Perkebunan Jatropha + Pabrik Biodiesel, dan pabrik Palm Cooking Oil (PCO). Memang belum berhasil, tapi kami juga belum berhenti berusaha. Insya Allah, kalau memang diizinkan Allah, usaha ini bisa berhasil. Atau sekalipun gagal, paling tidak kami sudah berusaha keras untuk membuat hal ini terwujud. (Insya Allah rabu ini, 16 Juli 2008, kawan – kawan BGM kita dan juga kawan yang ada di Bandung akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Investor yang ada di Surabaya). Kami berjuang keras untuk membangun Bangka ini secara utuh, bukan semata Belinyu saja, Sungailiat, Pemali, Bakam, atau cuma kecamatan Riau Silip. Tapi Bangka secara keseluruhan. Bangka maju dengan Belinyu sebagai sentra Industri. Ini yang kami cita – citakan. Kami sebagai anak belinyu juga sebagai penduduk Kabupaten Bangka cita-citakan bersama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><a href="http://mybangka.files.wordpress.com/2008/07/peta_kab_bangka.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-46" src="http://mybangka.wordpress.com/files/2008/07/peta_kab_bangka.gif?w=300" alt="" width="300" height="246" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Karena itu, saya mengharapkan kawan – kawan lebih banyak menuliskan solusi – solusi yang mungkin bisa – saya yakin bisa – lebih mempercepat terciptanya suatu perubahan positif di Belinyu. Belinyu Harus Bangkit, atau lebih tepatnya… Bangka harus Bangkit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Ada banyak hal yang bisa kawan – kawan lakukan untuk belinyu, dengan memanfaatkan media yang sudah kawan – kawan ciptakan ini, saya yakin peluang Belinyu untuk berkembang cukup besar. Saya percaya, kawan – kawan mampu memberdayakan media ini dengan pikiran – pikiran kreatif yang kawan – kawan belinyu miliki. Mari berpikir besar, dan kalau boleh saya mohon, saya harap kawan – kawan jangan berpikir secara terkotak – kotak, atau hanya dari satu sudut sempit yang bernama 'BELINYU' saja. Menurut saya, menjadi Kabupaten belum tentu merupakan sebuah solusi terbaik buat Belinyu, tapi tentu saja… hal ini tetap layak untuk dipikirkan. Tapi tetap saja, saya lebih cenderung mengajak untuk berpikir tentang BANGKA secara keseluruhan. Bangka harus maju, bangka harus berdaya saing tinggi, bangka harus makmur…. Mari sama – sama kita cita – citakan….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><a href="http://mybangka.files.wordpress.com/2008/07/bangkamix.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-47" src="http://mybangka.wordpress.com/files/2008/07/bangkamix.jpg?w=300" alt="" width="300" height="228" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerjasama Selat Karimata]]></title>
<link>http://spatzi.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 12:22:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ramses Nadeak</dc:creator>
<guid>http://spatzi.wordpress.com/?p=16</guid>
<description><![CDATA[Konsep Kerjasama Selat Karimata
Bukan hal baru lagi bila dikatakan sumberdaya perairan Indonesia san]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_35" align="aligncenter" width="510" caption="Konsep Kerjasama Selat Karimata"]<a href="http://spatzi.files.wordpress.com/2008/07/ajuan-kerjasama-karimata1.jpg"><img class="size-full wp-image-35" src="http://spatzi.wordpress.com/files/2008/07/ajuan-kerjasama-karimata1.jpg" alt="Konsep Kerjasama Selat Karimata" width="510" height="382" /></a>[/caption]
<p>Bukan hal baru lagi bila dikatakan sumberdaya perairan Indonesia sangat besar, tak terkecuali <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Karimata"><span style="text-decoration:underline;">Selat Karimata</span></a>. Selat yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan ini mengandung begitu besar kekayaan yang siap dimanfaatkan, seperti perikanan, pariwisata, pertambangan, dan perhubungan. Selat Karimata juga mempunyai cakupan area yang cukup luas yang meliputi 4 provinsi, yaitu Prov. Kalimantan Barat, Prov. Kepulauan Riau, Prov. Bangka Belitung, dan Prov. Jambi.</p>
<p>Potensi yang begitu besar dapat memicu konflik bila pemanfaatan sumberdaya tidak memperhatikan kelestarian sumberdaya itu sendiri dan kepentingan antar wilayah. Wilayah yang memanfaatkan sumberdaya tanpa melihat kepentingan wilayah lain dapat menghambat perkembangan wilayah lainnya dan pada muaranya akan menimbulkan konflik pemanfaatan potensi. Sebagai ilustrasi, kita ambil contoh Provinsi A mengeluarkan kebijakan melakukan konversi besar - besaran lahan hutan mangrovenya menjadi tambak atau industri. Secara pelan tapi pasti, jumlah kuota sumber daya ikan (di dalamnya termasuk udang dan biota air lainnya) yang ada di perairan provinsi A, B dan C. Setelah diselidiki, ternyata penurunan jumlah sumber daya ikan di perairan tersebut disebabkan oleh hilangnya hutan mangrove di Provinsi A. Kebijakan Provinsi A tentunya akan menimbulkan konflik antar wilayah yang memiliki kepentingan di kawasan perairan tersebut.</p>
<p>Dalam mengelola sebuah badan air yang luas (misalnya selat atau laut) dirasakan perlu dilakukan integrasi kegiatan oleh masing-masing wilayah dalam memanfaatkan badan air tersebut. Integrasi kegiatan dapat terangkum dalam bentuk kerjasama antar wilayah dengan mempertimbangkan kegiatan pemanfaatan sumberdaya secara lestari. Dampak positif lain dari bentuk kerjasama antar wilayah adalah menekan kemungkinan terjadinya konflik dan sumberdaya yang dieksploitasi dapat memberikan keuntungan berkesinambungan bagi masing - masing pihak yang bekerjasama. Sebagai ilustrasi misalnya Provinsi A yang memiliki ketersediaan lahan yang luas dapat membangun pusat industri pengolahan perikanan; bahan baku dapat diperoleh dari Provinsi B yang memiliki fasilitas pendaratan ikan dengan hasil tangkapan yang besar; dan Provinsi C berperan dalam menjaga habitat penyangga bagi kehidupan ikan dan biota air lain di perairan yang dimanfaatkan secara bersama oleh ketiga provinsi tersebut. Provinsi C mendapatkan kompensasi dari Provinsi A dan B sebagai konsekuensi adanya kerjasama. Dalam kerjasama ini, Provinsi A memperoleh keuntungan berupa kepastian pasokan bahan baku (ikan hasil tangkapan), Provinsi B memperoleh keuntungan dari adanya kepastian pasar yang siap menampung limpahan hasil tangkapannya dan Provinsi C memperoleh keuntungan dari kompensasi yang diberikan oleh Provinsi A dan B. Jika dilihat secara sekilas maka Provinsi C mungkin dirugikan karena habitat habitat penyangga yang dijaganya memungkin untuk dikonversi menjadi lahan yang dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar lagi. Akan tetapi jika lahan tersebut dikonversi menjadi lahan usaha, maka dapat dipastikan ketersediaan ikan diperairan tersebut akan terganggu dan pada muaranya akan mengganggu aktivitas usaha perikanan di seluruh provinsi tersebut.</p>
<p>Menyadari pentingnya kerjasama dalam pengelolaan sumberdaya Selat Karimata, maka empat provinsi yang ada di Selat Karimata, yaitu Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kepulauan Riau,Provinsi Bangka Belitung, dan Provinsi Jambi, dengan difasilitasi Departemen Kelautan dan Perikanan, sepakat bekerjasama dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan di Selat Karimata. Kesepakatan kerjasama ini tertuang dalam "Naskah Kesepakatan Bersama Tentang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Terpadu Selat Karimata" yang ditandatangani 4 (empat) Gubernur pada tanggal 7 Desember 2005 di Jakarta. Dalam Nota Kesepakatan ini secara umum telah dikemukakan 3 bidang pengembangan yang dikerjasamakan, yaitu bidang pengembangan kerjasama dalam pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan, pengembangan kerjasama dalam pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan, dan pengembangan kerjasama dalam mitigasi bencana alam.</p>
<p>Komitmen <a href="http://www.dkp.go.id/"><span style="text-decoration:underline;">Departemen Kelautan dan Perikanan</span></a> dalam mendukung adanya kerjasama dalam pengelolaan Selat Karimata selanjutnya ditindaklanjuti dengan beberapa kegiatan seperti Penyusunan Rencana Tindak Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Laut Kawasan Selat Karimata, yang menghasilkan 4 rencana tindak yaitu transportasi, pengembangan kegiatan, kelembagaan dan investasi. dan Penyusunan Rencana Bisnis Kegiatan Prioritas Selat Karimata, yang mencakup analisis kelayakan ekonomi, margin usaha dan peluang pasar kegiatan prioritas Selat Karimata. Kedua kajian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan perekonomian di kawasan ini melalui penciptaan kegiatan investasi dan peningkatan skala produksi. Langkah strategis yang diformulasikan dalam kedua kajian ini dapat diterapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi.</p>
<p>Selat Karimata dengan segudang potensinya menunggu sentuhan pengelolaan yang berkelanjutan. Sekarang saatnya untuk mewujudkan kerjasama antar wilayah ini sehingga diperoleh manfaat dan keuntungan optimal yang berkesinambungan bagi keempat provinsi tersebut. Seperti pepatah lama, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, pengelolaan Selat Karimata akan lebih mudah bila dilakukan kerjasama dan hasilnyapun akan lebih terasa dan nyata. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi ???</p>
<p>(<em><strong>Penulis</strong> : R.K.H Nugrahani, <strong>Editor </strong>: Ramses Nadeak &#38; Rido Batubara</em>)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bangka Belitung's Dance]]></title>
<link>http://indonesiantourism.wordpress.com/?p=28</link>
<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 10:45:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Arif Budiman</dc:creator>
<guid>http://indonesiantourism.wordpress.com/?p=28</guid>
<description><![CDATA[TEPULUT DANCE

]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEPULUT DANCE</strong></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/m9TQ5vOMQCU'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/m9TQ5vOMQCU&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tari Campak]]></title>
<link>http://mancung64.wordpress.com/?p=9</link>
<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 22:20:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>mancung64</dc:creator>
<guid>http://mancung64.wordpress.com/?p=9</guid>
<description><![CDATA[Berburu rusa rebah dijerat, kena diburu patah kakinya, berguru muda mudah didapat, semoga ilmu tak s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berburu rusa rebah dijerat, kena diburu patah kakinya, berguru muda mudah didapat, semoga ilmu tak salah guna........</p>
<p><strong>Tari Campak</strong> merupakan <a class="new" title="Tarian (belum dibuat)" href="http://mancung64.wordpress.com/w/index.php?title=Tarian&#38;action=edit&#38;redlink=1">tarian</a> dari daerah <a title="Pulau Bangka" href="http://mancung64.wordpress.com/wiki/Pulau_Bangka">Bangka</a>-<a title="Pulau Belitung" href="http://mancung64.wordpress.com/wiki/Pulau_Belitung">Belitung</a> yang menggambarkan keceriaan bujang dan dayang (muda-mudi)di <a title="Kepulauan Bangka Belitung" href="http://mancung64.wordpress.com/wiki/Kepulauan_Bangka_Belitung">Kepulauan Bangka Belitung</a>. Tarian ini biasanya dibawakan setelah panen padi atau sepulang dari uma (kebun).<!--more--></p>
<p>Tarian ini berupa pantun  bersambut  yang  biasanya didendangkan oleh sepasang penari yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, dengan irama yang khas. Mereka menari diiringi tabuhan gendang, biola dan gong yang ditabuh secara berkala. Para penari menggunakan selembar saputangan yang dikibas-kibaskan mengiringi lenggok gemulai sang penari. Pada saat  tarian ini berlangsung biasanya penonton bebas memberi sawer kepada "nduk campak" sebutan bagi penari perempuan pada tarian ini. Sedangkan penari laki-laki disebut "penandak"</p>
<p>Tari ini digunakan juga sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu atau pada pesta pernikahan di Bangka Belitung. Tarian ini berkembang pada masa pendudukan bangsa <a class="mw-redirect" title="Portugis" href="http://mancung64.wordpress.com/wiki/Portugis">Portugis</a> di Bangka Belitung. </p>
<p>Sumber : wikipedia dengan perubahan .</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mancung ]]></title>
<link>http://mancung64.wordpress.com/?p=7</link>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 21:40:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>mancung64</dc:creator>
<guid>http://mancung64.wordpress.com/?p=7</guid>
<description><![CDATA[Prolog
Episode ini berisi rangkaian kenangan /history saya, yang akan membawa anda untuk mengenal Ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Prolog</strong></p>
<p style="text-align:left;">Episode ini berisi rangkaian kenangan /history saya, yang akan membawa anda untuk mengenal Mancung.  Mancung adalah salah satu desa kecil yang terletak di kec.Kelapa, Kab. Bangka Barat, Propinsi Bangka Belitung. Mungkin ini adalah yang pertamakalinya bagi anda mendengar nama ini. Tapi pastinya anda sudah mengenal propinsi kepulauan Bangka Belitung, sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia. Selain itu propinsi Babel juga mempunyai banyak potensi SDM yang berkualitas, baik dari jajaran negarawan, intelektual maupun seniman.  Mancung, sebagai salah satu bagian dari Babel juga menyimpan banyak potensi yang belum terpublikasi  secara luas. Melalui Blog ini saya ingin mengajak anda untuk jalan-jalan menikmati keindahan wisata Pulau Bangka dan melihat dari dekat budaya dan tradisi Bangka serta mencium aroma semerbak dari bau khas lada putih dan seni kuliner Bangka (tentunya dengan indra penciuman yang mancung ). Semoga melalui Blog ini saya bisa membantu memuaskan keingin tahuan anda untuk mengenal lebih jauh potensi dan budaya Pulau Bangka, khususnya Mancung.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Laskar Pelangi [Save Our Movie]]]></title>
<link>http://learningrevolution.wordpress.com/?p=133</link>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 00:25:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>namakuananda</dc:creator>
<guid>http://learningrevolution.wordpress.com/?p=133</guid>
<description><![CDATA[Meski kalah (ditolaknya permohonan) Pengujian UU No. 8 tahun 1992 oleh Mahkamah Konstitusi (MK), ten]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ffff;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Meski kalah (ditolaknya permohonan) Pengujian UU No. 8 tahun 1992 oleh Mahkamah Konstitusi (MK), tentang perfilman terhadap UUD ’45, para pemohon yang tergabung dalam Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia (YMMFI) masih bisa tersenyum dan </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">berikhlas diri. </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ffff;"><a href="http://www.mahkamahkonstitusi.go.id" target="_blank">Baca selengkapnya hasil persidangan</a>.</span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Beredarnya film-film lokal dengan genre tertentu saat ini memberikan angin segar pada masyarakat kita. Mulai dari Ayat-ayat Cinta sampai Tali Pocong Perawan. Bahkan film import yang sudah punya fans tersendiri mulai mencuri perhatian di kalangan pemirsa film kita. Untuk mengimbangi laju film import saat ini banyak sineas muda yang tampil beda untuk memunculkan pakem dalam membuat film. Bermula dari munculnya film Ada Apa Dengan Cinta, Jalailangkung garapan Jay Subijakto/Rizal dan yang terakhir Ayat-ayat Cinta besutan sutradara muda, mas Hanung.</span><!--more--></span><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Untuk menonton film Indonesia, aku cenderung masih memilih. Film yang masih berkesan di dalam benakku adalah Film yang berjudul Daun di Atas Bantal karya Garin Nugroho dan Naga Bonar 1 setelah itu belum ada film Indonesia yang bisa mengusik pikiranku. Dan akhirnya Naga Bonar 1 diputar kembali untuk mengenang 100 tahun Kebangkitan Bangsa. Ya, moment yang pas untuk memutar film ini. Memang layak. Kesan nasionalismenya sangat kental. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sekali waktu nonton film karya <a href="http://http://www.akirakurosawa.com/" target="_blank">legendaris Akira Kurosawa</a> sutradara Jepang, sudut pengambilan gambarnya asyik dan terkesan nyleneh. Kolaborasi teknik pencahayaan dan suara sangat dramastis. Karakter penokohan sangat kuat, komplit. Coba deh tonton karyanya, bisa-bisa jenuh dan pengin tidur aja..he..he..he. Untuk masalah film layar lebar di negeri ini, mas Garin emang jagonya, dia lebih suka mengikutsertakan karyanya terlebih dahulu ke pentas dunia daripada di putar di sini dan hasilnya pasti menyabet penghargaan. Kalo di putar di Indonesia terlebih dahulu takut kena sensor X Y ? Atau </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">sistem penjurian di sono-no lebih siap dan independent?</span><strong><span> </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Untuk film <a href="http://http://id.wikipedia.org/wiki/Under_The_Tree" target="_blank">Under The Tree</a>, kapan diputar di sini mas? Filmnya lagi jalan-jalan ke negeri tetangga dulu ya?  :-)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tidak kalah hebatnya dengan Mas Garin, Sineas Muda, Mira Lesmana dan M. Rivai Riza (Riri) tidak lama lagi akan meramaikan film layar lebar yang berjudul <a href="http://http://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi" target="_blank">Laskar Pelangi</a> yang diambil dari Tetralogi karya Andre Hirata Seman. Andre sendiri berharap paling tidak film Laskar Pelangi dapat memberikan pencerahan dan aspirasi di dunia perfilman dan pendidikan. Untuk masalah popularitas dan membandingkan dengan film Ayat-ayat Cinta, Andre cuma tersenyum, “Paling tidak, sama dengan AAC atau lebih”. </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><span style="color:#00ff00;">Mendengar selentingan bahwa film ini akan mulai syuting pada tanggal 25 Mei mendatang. Jangan lama-lama ya Mbak Mira buat filmnya, 4 bulan cukup khan? Ya.... abis lebaran gitu, biar pas momentnya hi..hi...hik.   Untuk film yang satu ini, pasti aku tonton. Save Our Movie.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://learningrevolution.wordpress.com" target="_self">[ Kembali ke Asal ]</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MASALAH LINGKUNGAN DAN SOLUSINYA DI PROPINSI BENGKULU, BANGKA BELITUNG DAN LAMPUNG]]></title>
<link>http://uripsantoso.wordpress.com/2008/04/03/masalah-lingkungan-dan-solusinya-di-propinsi-bengkulu-bangka-belitung-dan-lampung/</link>
<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 03:23:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>uripsantoso</dc:creator>
<guid>http://uripsantoso.wordpress.com/2008/04/03/masalah-lingkungan-dan-solusinya-di-propinsi-bengkulu-bangka-belitung-dan-lampung/</guid>
<description><![CDATA[Pendahuluan
            Berbagai bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini perlu ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b><font face="Times New Roman">Pendahuluan</font></b></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Berbagai bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini perlu dicermati oleh semua pihak. Salah satu sebab timbulnya bencana di tanah air adalah dikarenakan adanya kerusakan ekosistem/lingkungan yang mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem. Untuk mengurangi<span>  </span>bencana<span>  </span>atau mengurangi kerugian akibat bencana tidak ada jalan lain selain memperbaiki lingkungan yang telah rusak. Tentunya hal ini memerlukan partisipasi semua pihak. <!--more--></font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><b><font face="Times New Roman">Masalah lingkungan di Propinsi Bengkulu</font></b></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Masalah utama lingkungan di Propinsi Bengkulu adalah kerusakan hutan, termasuk di dalamnya hutan lindung, TNKS, hutan mangrove dan hutan pantai. Kerusakan hutan ini disebabkan oleh antara lain pembalakan liar (illegal logging), konversi hutan menjadi berbagai usaha seperti perkebunan, tambak, permukiman, </font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:-36pt;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tabel 1. Masalah lingkungan di Propinsi Bengkulu</font></p>
<table border="1" width="571" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:428.4pt;border-collapse:collapse;border:medium none;" class="MsoTableGrid">
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="width:32.4pt;background-color:transparent;border:windowtext 1pt solid;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">No.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Deskripsi Permasalahan</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lokasi</font></p>
</td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Alternatif Penanganan Masalah</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">1.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Asap oleh kebakaran hutan dan lahan</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Penggunaan masker, pencegahan kebakaran hutan, pengubahan system pengolahan lahan.</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">2.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kerusakan hutan mangrove/bakau </font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Reboisasi berbasis masyarakat, penegakan hukum.</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">3.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kerusakan hutan pantai</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Reboisasi berbasis masyarakat, penegakan hukum.</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">4.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kerusakan terumbu karang</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Penegakan hukum, perbaikan ekosistem terumbu karang.</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">5.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kebakaran hutan</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pengubahan system pengolahan lahan, penyuluhan, peningkatan pengawasan hutan</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">6.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Penebangan liar</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Peningkatan pengawasan, penegakan hukum</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">7.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kelangkaan RTH</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Penanaman pohon</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">8.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kerusakan hutan</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Reboisasi berbasis masyarakat, penegakkan hukum, peningkatan pengawasan hutan.</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">9.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Banjir</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pembuatan peta rawan banjir, pem-bersihan drainase, normalisasi su-ngai, rehabilitasi drainase terpadu.</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">10.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Persampahan</font></p>
</td>
<td width="96" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:72pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
<td width="252" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:189pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pengelolaan sampah menjadi produk, pemilahan sampah, daur ulang sampah anorganik.</font></p>
</td>
</tr>
</table>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">kawasan industri, wisata dll. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain adalah reboisasi berbasis masyarakat. Artinya, kegiatan reboisasi atau perbaikkan ekosistem hutan menyertakan masyarakat sekitar, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, peningkatan pengawasan hutan dan penegakkan hukum<span>  </span>amat penting bagi suksesnya perbaikkan ekosistem hutan.</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Akibat kerusakan hutan di Propinsi Bengkulu telah terasa seperti banjir di musim hujan dan<span>  </span>kekurangan air di musim kemarau, berkurangnya keanekaragaman hayati, menurunnya mutu air di DAS dll. Disamping itu, di beberapa tempat akibat kegiatan<span>  </span>di hulu sungai seperti pertambangan batubara dan perkebunan telah menurunkan mutu air sungai padahal sungai tersebut digunakan sebagai sumber air minum PDAM. </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Kerusakan terumbu karang di Propinsi Bengkulu masih tergolong<span>  </span>kerusakan ringan. Namun demikian, untuk mencegah kerusakan lebih lanjut perlu dipikirkan berbagai kebijakan untuk mempertahankan terumbu karang di Propinsi Bengkulu.</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Masalah lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah<span>  </span>masih perlu ditingkatkan. Meskipun telah ada program Adipura, namun pada kenyataannya program ini masih belum mampu meningkatkan kebersihan<span>  </span>dan keteduhan kota secara nyata. Keberhasilan pengelolaan sampah disamping<span>  </span>ditegakkannya Perda yang ada, juga perlu melibatkan masyarakat yang kegiatan ini dapat dijadikan sumber pendapatan yang dapat diandalkan. </font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><b><font face="Times New Roman">Masalah Lingkungan dan Solusinya di Propinsi Babel</font></b></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Kerusakan hutan mangrove di sepanjang pantai Bangka Belitung perlu segera ditangani dengan sungguh-sungguh. Hutan mangrove banyak yang rusak misalnya di Kayu Arang, Kelapa, Bangka Barat. Lahan mangrove ini biasanya dibabat untuk penggalian tambang inkonvensional. Akibatnya Dermaga Kayu Arang mulai rusak akibat abrasi. Hal ini juga terjadi di muara sungai Kurau, Koba, Bangka Tengah, dan daerah aliran sungai (DAS) Perimping, Riau Silip, Bangka.</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Akibat dari rusaknya hutan mangrove antara lain berkurangnya populasi kepiting, rajungan dan hewan-hewan yang habitatnya di muara. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Kehutanan Bangka Belitung, luas hutan mangrove yang rusak akibat penambangan dan penebangan liar sekitar 36.000 hektar dari total 120.000 hektar hutan mangrove.</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman"></font></span></p>
<p style="text-indent:-36pt;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tabel 2. Masalah lingkungan dan solusinya di Propinsi Babel</font></p>
<table border="1" width="571" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:428.4pt;border-collapse:collapse;border:medium none;" class="MsoTableGrid">
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="width:32.4pt;background-color:transparent;border:windowtext 1pt solid;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">No.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Deskripsi Permasalahan</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lokasi</font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Alternatif Penanganan Masalah</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">1.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pencemaran oleh kendaraan bermotor</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pangkal Pinang</font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">2.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pencemaran air oleh limbah rumah tangga/pasar</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pangkal Pinang</font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pembuatan IPAL terpadu</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">3.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kerusakan hutan mangrove/bakau</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Times New Roman">Belitung. Tj Pandang</font></font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pembuatan papan larangan pemakaian hutan mangrove untuk kawasan komersial, pembuatan batas zona hutan mangrove, rehabilitasi hutan mangrove</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">4.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pencemaran air tanah</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pangkal Pinang</font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pembuatan IPAL terpadu</font></p>
</td>
</tr>
</table>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><br />
</span></p>
<p style="text-indent:-36pt;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tabel 2. Masalah lingkungan dan solusinya di Propinsi Babel</font></p>
<table border="1" width="571" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:428.4pt;border-collapse:collapse;border:medium none;" class="MsoTableGrid">
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="width:32.4pt;background-color:transparent;border:windowtext 1pt solid;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">No.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Deskripsi Permasalahan</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lokasi</font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Alternatif Penanganan Masalah</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">5.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kerusakan DAS</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Times New Roman">Bangka Barat</font></font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pembangunan zona penyangga sekitar DAS</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">6.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kerusakan lingkungan dari pertambangan dari golongan C dan Peti</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Times New Roman">Bangka Tengah</font></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Times New Roman">Bangka Selatan</font></font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Reboisasi, revegetasi, penegakan hukum.</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">7.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lahan kritis</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Times New Roman">Bangka Tengah</font></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Times New Roman">Bangka Selatan</font></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Times New Roman">Bangka Barat</font></font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Reboisasi, revegetasi, normalisasi sungai.</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">8.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kelangkaan RTH</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pangkal Pinang</font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Penanaman tanaman penghijauan pada jalan protocol, pembuatan hutan kota, pilot project kawasan RTH.</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">9.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Penebangan liar</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3"><font face="Times New Roman">Bangka Selatan</font></font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Penegakkan hukum, peningkatan pengawasan. </font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">10.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Banjir</font></p>
</td>
<td width="120" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:90pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pangkal Pinang</font></p>
</td>
<td width="228" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:171pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pembuatan sumur-sumur resapan di kawasan pemukiman, rehabilitasi saluran drainase, membangun kawasan penyangga untuk menampung limpasan air hujan.</font></p>
</td>
</tr>
</table>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Kelangkaan RTH terutama di Pangkal Pinang perlu mendapatkan perhatian yang serius. RTH berguna<span>  </span>terutama bagi produksi oksigen, penyaring debu, polusi udara, resapan air dll. Untuk itu disarankan untuk melakukan penghijauan terutama di jalan protokol, pembuatan hutan kota, dan pembangunan kawasan RTH.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><b><font face="Times New Roman">Masalah Lingkungan dan Solusinya di Propinsi Lampung</font></b></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Jika kita rangkum dari table 3, maka dapat kita simpulkan bahwa masalah utama yang harus segera diperbaiki adalah kerusakan ekosistem/lingkungan wilayah pesisir yang meliputi kerusakan terumbu karang, hutan mangrove, pesisir pantai dan pencemaran laut.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:-36pt;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tabel 3. Masalah lingkungan dan solusinya di Propinsi Lampung</font></p>
<table border="1" width="571" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:428.4pt;border-collapse:collapse;border:medium none;" class="MsoTableGrid">
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="width:32.4pt;background-color:transparent;border:windowtext 1pt solid;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">No.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Deskripsi Permasalahan</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lokasi</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Alternatif Penanganan Masalah</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">1.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pencemaran oleh kendaraan bermotor</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lampung Tengah</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Bandar Lampung</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pengukuran mutu udara</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">2.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pencemaran di DAS oleh industri</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lampung Tengah</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lampung Utara</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Tulang Bawang</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pemantauan berkala</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pengukuran berkala</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">3.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><font size="3"><font face="Times New Roman">Pencemaran laut</font></font></b></td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Bandar Lampung</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pengukuran berkala</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">4.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pencemaran air oleh limbah rumah tangga/pasar</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Perkotaan</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pemberdayaan masyarakat</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Tata Ruang</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">5.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><font size="3"><font face="Times New Roman">Kerusakan hutan mangrove/bakau</font></font></b></td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pantai Timur</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pemberdayaan masyarakat</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Rehabilitasi yang sistematis</font></p>
</td>
</tr>
</table>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><br />
</span></p>
<p style="text-indent:-36pt;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tabel 3. Masalah lingkungan dan solusinya di Propinsi Lampung</font></p>
<table border="1" width="571" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:428.4pt;border-collapse:collapse;border:medium none;" class="MsoTableGrid">
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="width:32.4pt;background-color:transparent;border:windowtext 1pt solid;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">No.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Deskripsi Permasalahan</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lokasi</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:windowtext 1pt solid;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Alternatif Penanganan Masalah</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">6.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><font size="3"><font face="Times New Roman">Kerusakan pesisir pantai</font></font></b></td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pantai Timur</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Tulang Bawang</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pantai Barat</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Rehabilitasi yang sistematis</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">7.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><font size="3"><font face="Times New Roman">Kerusakan terumbu karang</font></font></b></td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pantai Timur</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Tulang Bawang</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pantai Barat</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Rehabilitasi yang sistematis</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">8.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pencemaran air tanah</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Bandar Lampung</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Rehabilitasi yang sistematis</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">9.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kerusakan lingkungan dari pertambangan dari golongan C dan Peti</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lampung Tengah</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lampung Selatan</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Tanggamus</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Rehabilitasi yang sistematis</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">10.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kerusakan DAS</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lampung Tengah</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Tanggamus</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Rehabilitasi </font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">11.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><font size="3"><font face="Times New Roman">Penebangan liar</font></font></b></td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lampung Barat</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Peningkatan pengawasan dan penegakkan hukum</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">12</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lahan kritis</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Bandar Lampung</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lampung Tengah</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Rehabilitasi</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">12.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><font size="3"><font face="Times New Roman">Kelangkaan RTH</font></font></b></td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Bandar Lampung</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Tata Ruang</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">13.</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Persampahan</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Bandar Lampung</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">14</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">AMDAL</font></p>
</td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Seluruh Kab/Kota di Lampung</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Pelatihan aparat</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Kontrol</font></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:windowtext 1pt solid;width:32.4pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">15</font></p>
</td>
<td width="180" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:135pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><b><font size="3"><font face="Times New Roman">Banjir</font></font></b></td>
<td width="132" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:99pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;">
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Lampung Tengah</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman">Bandar Lampung</font></p>
</td>
<td width="216" vAlign="top" style="border-right:windowtext 1pt solid;border-top:#ece9d8;border-left:#ece9d8;width:162pt;border-bottom:windowtext 1pt solid;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;"><font size="3" face="Times New Roman"> </font></td>
</tr>
</table>
<p><font face="Times New Roman"> </font><b><font face="Times New Roman">Masalah<span>  </span>di Tiga Propinsi</font></b></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><b><span>            </span></b>Dari pembahasan di tiga propinsi ini, maka dapat disarikan bahwa masalah utama pada ketiga propinsi ini adalah kerusakan ekosistem wilayah pantai pesisir, kelangkaan RTH di beberapa tempat/kota, penebangan liar yang berarti kerusakan hutan, banjir. Keempat kerusakan tersebut mengakibatkan terjadinya menurunnya keanekaragaman hayati. Banjir yang menimpa ketiga propinsi ini sebenarnya sebagai akibat dari kerusakan ekosistem seperti hutan, drainase yang kurang baik – baik karena tata drainase yang kurang baik maupun tersumbatnya saluran oleh sampah/gulma dan sedimentasi--, dan<span>  </span>sebab lain.</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Dari ketiga propinsi, masalah yang serius yang harus segera ditangani adalah perbaikkan ekosistem wilayah pesisir, baru jika masih ada dana maka masalah yang lain dapat ditangani.</font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>            </span>Untuk memperbaiki ekosistem wilayah pesisir perlu dilakukan pembangunan sumberdaya pesisir dan lautan secara berkelanjutan, pengelolaan sumberdaya berbasis masyarakat, dan pengembangan iptek dan budaya bahari. Pelibatan masyarakat sebagai subjek sentral dan kemitraan antara masyarakat pantai dengan LSM dan pemerintah merupakan suatu kesepakatan dan komitmen untuk mendukung kegiatan pengelolaan sumberdaya<span>  </span>pesisir dan lautan secara berkelanjutan. Otonomi daerah haruslah dipersepsikan sebagai upaya pengembalian hak-hak masyarakat daerah. Oleh karena itu,<span>  </span>diharapkan semua Perda yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya pesisir, pantai dan pulau-pulau kecil haruslah berdasarkan hasil rumusan dari masyarakat local. Berikutnya, intervensi Negara yang berlebihan sudah harus diakhiri, sehingga masyarakat benar-benmar menjadi pelaku utama dalam semua aspek pembangunan. Khusus untuk pemerintah daerah, disarankan agar pengelolaan pesisir, pantai dan pulau-pulau kecil menjadi prioritas utama dalam rencana pembangunan daerah.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Daftar Pustaka</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:-36pt;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Anonimus. 2000. Prosiding Konperensi Nasional II Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Indonesia.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:-36pt;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kompas. 2006. Perusakan Mangrove di Bangka Terus Berlangsung. Kompas 26-5-2006.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:-36pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">PSL Bangka Belitung. 2007. Permasalahan dan<span>  </span>solusi pengelolaan lingkungan hidup di Propinsi Bangka Belitung. Pertemuan PSL PT se-Sumatera tanggal 20 Februari 2006 di Pekanbaru.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:-36pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">PSL Lampung. 2007. Permasalahan dan<span>  </span>solusi pengelolaan lingkungan hidup di Propinsi Lampung. Pertemuan PSL PT se-Sumatera tanggal 20 Februari 2006 di Pekanbaru.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:-36pt;text-align:justify;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Santoso, U. 2007. Permasalahan dan<span>  </span>solusi pengelolaan lingkungan hidup di Propinsi Bengkulu. Pertemuan PSL PT se-Sumatera tanggal 20 Februari 2006 di Pekanbaru.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:-36pt;margin:0 0 0 36pt;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Santoso, U. 2007. Hutan mangrove, permasalahan dan solusinya. Acara Diskusi PSL dan Le