<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>bakso &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/bakso/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "bakso"</description>
	<pubDate>Mon, 12 May 2008 00:29:59 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[BAKSO BERACUN]]></title>
<link>http://arifmalik.wordpress.com/?p=106</link>
<pubDate>Wed, 07 May 2008 00:15:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Cak Arif</dc:creator>
<guid>http://arifmalik.wordpress.com/?p=106</guid>
<description><![CDATA[Hari jum&#8217;at siang 25 April 2008, hari yang tidak mengenakkan bagi saya dan Saiful putra saya, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hari jum'at siang 25 April 2008, hari yang tidak mengenakkan bagi saya dan Saiful putra saya, karena siang  dan hari-hari berikutnya, yang seharusnya diisi dengan berbagai kegiatan kunjungan ke UKM Indonesia menjadi terbengkalai.  Dikarenakan dua mangkok <a title="bakso" href="http://www.bakso-cakman.com/">bakso</a> yang beracun, memang racun disini bukan karena disengaja oleh pedagang bakso keliling itu, tapi karena kekurang tahuan pedagang bakso tentang batas penggunaan bahan tambahan.<!--more--></p>
<p>Blengg <a title="borax" href="http://www.vaksin.com/2006/0506/borax.htm">(Borax)</a> atau garam tambahan yang berfungsi untuk mengeyalkan adonan bakso, dengan ditambahkan bahan ini bakso menjadi kenyal, seperti komposisi daging dan sagu/ tapioka sebanding,  padahal karena blengg. Kalau dulu kenyal hanya karena daging, tapioka yang diuleni dengan air es aja.</p>
<p>Vitcin, memang perasa ini sekarang lebih dominan pada bakso yang beredar di masyarakat sampai lidah sampai terasa getir (kalau lidah nya peka) tapi kalau lidahnya sudah keseleo ya gak terasa.</p>
<p>Banyaknya pedagang bakso yang berkeliling di Kota Malang dengan keaneka ragaman karakter, menimbulkan segmentasi yang berbeda-beda 1) Ada yang berani mengambil keputusan kenaikan harga dengan resiko pasar yang terbatas. 2) Ada yang tidak berani mengambil keputusan macam2 akan tetapi kualitas bakso sama tapi dengan mengecilkan ukuran bakso, 3) Yang lebih parah tidak berani menaikkan harga tapi ingin tetap dengan ukuran bakso yang standar, dengan mensiasati penggunaan blengg dan vitsin untuk meningkatkan penampilan dan rasa.</p>
<p>Saya sempat berfikir bagaimana kalau semua pedagang bakso bersatu,  ini pernah saya dan rekan Lagzis kerjakan di wilayah Universitas Brawijaya Malang, yaitu semua pedagang yang berjualan di wilayah kampus kita wajibkan pakai stiker Brawijaya dan kita lakukan pembinaan terutama pengenalan bahan baku, masalah sopan santun serta budaya bersih.  Sehingga semua pedangang jualannya layak konsumsi, bahkan terkadang kalau ada acara kampus kita tinggal memanggil pedangan sekeliling, sehingga bisa sama sama berhemat.</p>
<p>Ini juga lebih mudah mengadakan pembinaan masalah  kredit karena dengan berkelompok UKM mempunyai kekuatan, karena dengan kelompok bisa dilakukan model penyaluran kredit model <a title="Grameen Bank" href="http://www.grameenfoundation.org/?gclid=CJOc662Nk5MCFRQbewodinyRTw">Grammen Bank</a> atau dengan pola tanggung renteng. Apalagi kalau ada partai politik yang menengok dan berminat maka akan jadi lain, bisa-bisa pedagang bakso bisa menjadi anggota DPRD suatu  daerah, kenapa tidak...</p>
<p>Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kekuatan kelompok bisa menjadi inspirasi kebersamaan untuk mencapai kekuatan optimal suatu usaha .... bagaimana dengan UKM di sekitar anda !!!!</p>
<p>Salam,<br />
<a title="Cak Arif" href="http://www.ctlcjatim.com">Cak Arif </a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arakan Obor Olimpiadhe]]></title>
<link>http://catetanlaen.wordpress.com/?p=173</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 04:09:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>neorhazes</dc:creator>
<guid>http://catetanlaen.wordpress.com/?p=173</guid>
<description><![CDATA[
Kemaren sore, ada arakan OBOR OLIMPIADE. 1st runner by Bang Oji, yang udah dari pagi sibuk. Ada ban]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-176" src="http://catetanlaen.wordpress.com/files/2008/04/kauldronolympic.jpg?w=300" alt="" width="300" height="242" /></p>
<p>Kemaren sore, ada arakan OBOR OLIMPIADE. 1st runner by Bang Oji, yang udah dari pagi sibuk. Ada banyak juga orang-orang yang ikut, semacem mbak Nirina Zubir, terus Taufik Hidayat, selese juga di tangannya Pak Adhyaksa. Sayang, kok arakan OBOR OLIMPIADE ini serasa restricted banget? Ini kan the first time Indonesia menerima obor olimpiade yang seharusnya diarak keliling jalan protokol, lewat HI-SUDIRMAN-GATSU-SENAYAN.</p>
<p>Wah, pemerintah Cina emang mulai paranoid.<!--moreLanjut..--></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://catetanlaen.files.wordpress.com/2008/04/kamiteurido.jpg" alt="null" width="308" height="224" /></p>
<p>Kemaren siang, pendukungnya pasangan nomer dua, Aman, demo di depan KPU. Mereka nolak hasil pemilu yang udah di-sahkan. Kata-katanya ada penggelembungan suara salah satu pasangan, ya itu, mereka pasti nge-blame HADE. Liat di Bekasi, giliran mereka menang, gak ada protes apa-apa kan dari kubu SUKA? Gak adil banget pas mereka liat HADE menang, langsung jadi gak seneng. Apa salahnya sih? Udahlah, yang penting Gubernur Jawa Barat lebih baek dari yang kemaren-maren.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://catetanlaen.wordpress.com/files/2008/04/mmd.jpg" alt="null" /></p>
<p>Guru privat RV ane, Mr. Seto bakal diundang ke Kick Andy. Berhubung jadwal yang padat, bisa-bisa Mr. Seto gak bisa dateng. Bukannya sok sibuk, justru karena posisi Mr. Seto sebagai "bawahan" di LIPI, kerjanya jadi makin militan. Gak kayak Mentri, yang tinggal sign, setiap hari dateng cuma buat duduk santai, ikut rapat, mampir sana-sini, selesai. Kadangkala yang udah punya jabatan suka gak tau juga urusan yang di bawah itu justru lebih banyak dan susah. Di atas kan udah ngatur-ngatur aja. Hha.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Cuanki Mang Asep.]]></title>
<link>http://monikceltic.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 07:38:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>wiryanata</dc:creator>
<guid>http://monikceltic.wordpress.com/?p=109</guid>
<description><![CDATA[
Pedagang bakso Cuanki bernama Mang Asep ini keberadaan nya di halaman Monik House tidak bisa dipred]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-110" src="http://monikceltic.wordpress.com/files/2008/04/bakso-001.jpg?w=400" alt="" width="400" height="300" /><br />
Pedagang bakso Cuanki bernama Mang Asep ini keberadaan nya di halaman Monik House tidak bisa diprediksi. Tapi jika datang, beliau biasanya nangkring sekitar jam 11.30 sampe sore menjelang maghrib. Karena keberadaannya yang rada-rada tidak berpola ini, kadang kala tempatnya nongkrong disalip oleh pedagang cuanki lainnya. Namun kebanyakan anak Setiabudhi 56 tetap lebih memilih Mang Asep dan menanti kedatangannya.</p>
<p>Kalau dirasa-rasa bakso nya Mang Asep ini kalah jauh dengan Bakso Malang Karapitan misalnya, bahan-bahan yang digunakan pun sebenarnya sudah tidak bisa disebut segar. Cuma dikala duit cuma goceng, dan mulut ingin yang gurih-gurih disiang bolong, pada akhirnya kuah berlarut vetsin inilah penawarnya.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-111" src="http://monikceltic.wordpress.com/files/2008/04/bakso-003.jpg" alt="" width="250" height="250" />Satu paket goceng isinya bakso kecil 2 biji, somay 2 biji, tahu kulit satu buah dan tahu putih satu buah. Diberi kuah secukupnya plus bumbu garam, seledri, bawang goreng dan tentunya Ajinomoto.</p>
<p>Soal rasa, tidak bisa dibilang jempolan, bahkan tidak akan ada satupun jempol terangkat. Kami terpaksa menikmatinya karena terlalu malas untuk keluar dari pelataran Setiabudhi 56, atau karena lagi akhir bulan ga ada duit jajan di The Kiosk.</p>
<p>Tetapi kami tetap berdoa semoga Mang Asep bisa "Cuan" dan "Lucky" seperti nama dagangannya Cuanki, jadi usaha nya Cari UAng jalan kaKi nya ga sia-sia.</p>
<p>Rasa : 3.9<br />
Pelayanan : full services. 7-9 tergantung mood do'i</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[aa-gim jualan mie ayam]]></title>
<link>http://andymse.wordpress.com/2008/04/08/aa-gim-jualan-mie-ayam/</link>
<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 16:32:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>cahsholeh</dc:creator>
<guid>http://andymse.wordpress.com/2008/04/08/aa-gim-jualan-mie-ayam/</guid>
<description><![CDATA[Gara-gara beristri dua, aa-gim bangkrut dan sekarang jualan mie ayam dan bakso. Ini buktinya&#8230;
]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Gara-gara beristri dua, aa-gim bangkrut dan sekarang jualan mie ayam dan bakso. Ini buktinya...<br />
<a href="http://bp3.blogger.com/_xGfUmqQJ5qQ/R_uiKoe0WsI/AAAAAAAAApg/182BlNffkg8/s1600-h/mibaksoaagym.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;margin:0 auto 10px;" src="http://bp3.blogger.com/_xGfUmqQJ5qQ/R_uiKoe0WsI/AAAAAAAAApg/182BlNffkg8/s400/mibaksoaagym.jpg" border="0" alt="" /></a>Wisata kuliner ini bisa kamu temui di sebelah selatan lapangan Kalisari Semarang. Dari Tugu Muda ke arah selatan kira-kira 1km. (jepretan Andy MSE 08/04/2008 jam 18.21)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Goreng &amp; Tumis Sayur Asin]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/04/04/bakso-goreng-tumis-sayur-asin/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 02:46:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/04/04/bakso-goreng-tumis-sayur-asin/</guid>
<description><![CDATA[
Bakso Goreng

Bahan:
500 gr daging ayam cincang
200 gr udang, dicincang halus
2 daun bawang, diiris]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p style="margin-bottom:12pt;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">Bakso Goreng</span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><br />
<strong>Bahan:</strong><strong><br />
</strong>500 gr daging ayam cincang</span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;"><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">200 gr udang, dicincang halus<br />
2 daun bawang, diiris halus<br />
3 putih telur<br />
100 gr tepung sagu<br />
1 1/2 sendok teh garam<br />
1/2 sendok teh merica<br />
1/4 sendok teh gula</span></p>
<p><strong>Cara membuat</strong>:<br />
Semua bahan dijadikan satu, aduk sampai rata. Panaskan minyak untuk menggoreng, cemplungkan adonan bentuk bulat-bulat. Goreng sampai masak dan kecoklatan. Tiriskan dan hidangkan.</p>
<p><em><span style="font-style:normal;">Catatan: kalau mau lebih banyak putih telur juga boleh. Dicoba digoreng sedikit dulu, lalu cicipi. Kalau kurang kenyal bisa ditambahi sagu.</span></em><br />
<span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"><br />
<strong>Tumis Sayur Asin</strong></span></p>
<p><strong>Bahan:</strong><strong><br />
</strong>250 gr sayur asin<br />
400 gr tahu<br />
50 gr udang segar<br />
200 gr taoge segar<br />
500 cc air<br />
1000 cc santan<br />
2 sendok teh garam<br />
1 sendok teh gula</p>
<p><strong>Bumbu yang dihaluskan</strong>:<br />
5-6 butir bawang merah, atau 1/2 bagian bawang bombay<br />
2 buah cabai merah, atau 1/4 bagian bell pepper merah</p>
<p><strong>Cara membuat</strong>:<br />
1. Sayur asin dicuci bersih, lalu diiris. Tahu digoreng tapi jangan sampai terlalu kering. Udang segar dicuci bersih, buang kulitnya.<br />
2. Bumbu yang sudah dihaluskan ditumis dengan 1-2 sendok makan minyak di panci yang cukup besar. Tumis sampai wangi, lalu masukkan udang, aduk sampai udang berubah warna. Tambahkan sayur asin dan air. Didihkan.<br />
3. Masukkan santan, masak dengan api sedang sambil diaduk-aduk supaya santan tidak pecah. Didihkan lagi, lalu masukkan tahu goreng, garam dan gula. Cicipi. Setelah itu baru masukkan taoge. Hidangkan.</p>
<p><em><span style="font-size:10pt;font-style:normal;font-family:Tahoma;">Catatan: dua masakan ini biasanya dihidangkan bersama dan dimakan dengan sambal ulek. </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;"></span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAKSO MALANG]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/04/04/bakso-malang/</link>
<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 02:43:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/04/04/bakso-malang/</guid>
<description><![CDATA[
BAHAN BAKSO:
350 gr daging sapi yang segar
50 gr tepung sagu
100 cc air es
1 butir telur
4 siung ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;color:#993399;font-family:Tahoma;">BAHAN BAKSO:<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Tahoma;">350 gr daging sapi yang segar<br />
50 gr tepung sagu<br />
100 cc air es<br />
1 butir telur<br />
4 siung bawang putih<br />
1/2 sdt merica<br />
3 sdt garam</span></p>
<p><strong><span style="color:#993399;">KUAH:<br />
</span></strong>2 liter air<br />
600 gr lutut sapi/tulang sapi<br />
6 siung bawang putih<br />
1/2 sdt merica<br />
2 batang daun bawang, iris<br />
3 sdt garam</p>
<p><strong><span style="color:#993399;">PELENGKAP:<br />
</span></strong>10 lembar kulit pangsit, goreng<br />
150 gr mi kuning basah<br />
10 tahu goreng, serong, toreh sedikit<br />
Bawang goreng secukupnya<br />
Sambal rebus</p>
<p><strong><span style="color:#993399;">CARA MEMBUAT:<br />
</span></strong>1. Buat bakso: haluskan bawang putih, merica, dan garam. Giling daging hingga halus. Campur dengan tepung sagu, bumbu halus, telur, dan<br />
air es. Aduk rata sambil dibanting-banting. Ambil 1/3 adonan untuk isian tahu.<br />
2. Didihkan air, lalu matikan apinya. Buat bulatan bakso dua macam, satu besar dan satu kecil. Celupkan dalam rebusan air. Lakukan sampai habis.<br />
3. Masak kembali hingga baksonya mengapung, angkat, tiriskan.<br />
4. 1/3 adonan bakso masukkan dalam tahu. Kukus sebentar.<br />
5. Buat kuah: haluskan bawang putih, merica, dan garam. Didihkan air, bum<br />
bu, dan tulang, masak hingga mendidih, saring. Taburi daun bawang, angkat.<br />
6. Siapkan mangkuk, tata mi, bakso, dan tahu. Tuangi dengan kuahnya, taburi daun bawang, dan bawang goreng. Sajikan dengan pangsit goreng dan sambal rebus.</p>
<p><strong><span style="color:olive;">Untuk: 6 orang.</span></strong></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menjajal tawaran waralaba Bakso Kota Cak Man]]></title>
<link>http://blogkage.wordpress.com/?p=127</link>
<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 00:02:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogkage</dc:creator>
<guid>http://blogkage.wordpress.com/?p=127</guid>
<description><![CDATA[WARALABA
Tabloid KONTAN No. 10, Tahun X, 12 Desember 2005
Bakso Malang Penebar Untung
Menjajal tawar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>WARALABA</b><br />
Tabloid KONTAN No. 10, Tahun X, 12 Desember 2005</p>
<p>Bakso Malang Penebar Untung<br />
<b>Menjajal tawaran waralaba Bakso Kota Cak Man</b></p>
<p>Sukses di Malang, tempat asalnya, Bakso Kota Cak Man menawarkan waralaba di kota-kota lain. Cak Man, si pemilik waralaba, akan turun langsung untuk memastikan terwaralaba berjalan lancar. Maka, dengan modal sekitar Rp 100 juta, terwaralaba bisa menikmati laba bersih sekitar 20% dan balik modal dalam setahun.</p>
<p>Berkunjung ke Malang, Jawa Timur, rasanya kurang lengkap kalau tak mencicipi bakso khas kota apel ini. Ada banyak bakso legendaris di sini. Sebut saja Bakso Stasiun dikawasan stasiun Malang dan Bakso President yang umurnya sudah puluhan tahun. Tapi, jika benar-benar hendak menjajal kenikmatan bakso asli Malang, biasanya arek Malang dan pendatang tak akan melewatkan Bakso Kota, atau yang lebih dikenal dengan nama Bakso Cak Man.</p>
<p><!--more-->Abdurahman Toekiman, pemilik sekaligus pendiri Bakso Kota, barangkali tak mengira usahanya bakal sesukses sekarang. Hampir 25 tahun silam, ketika dia meninggalkan tanah kelahirannya Trenggalek, dan merantau ke Malang, niatnya hanya memperpanjang hidup. Berawal dari ikut jualan pada juragan bakso, tak sampai lima tahun, lelaki yang akrab disapa Cak Man itu sudah bisa menyewa tempat dan punya gerobak sendiri. Setelah beberapa kali berpindah lokasi gara-gara diusir tramtib, dari sebuah garasi rumah, Bakso Kota kini sudah memiliki enam gerai di Malang.</p>
<p>Ada yang khas dari bakso buatan Cak Man. Umumnya, kiblat jagat bakso adalah Solo. Bakso Solo umumnya terdiri dari bulatan bakso kasar atau halus, mi kuning atau putih, dan kuah segar. Nah, Cak Man justru merintis kiblatnya sendiri. Bakso buatannya bukan cuma berisi bakso dan mi, melainkan juga bakwan, paru, ati, tahu, siomay, usus ayam, telur, bahkan lontong. "Sampai saat ini, saya sudah memiliki 14 macam produk pengisi mangkuk yang bisa dipilih sendiri oleh pelanggan," jelasnya. Oh, ya, Anda cukup bayar menu yang Anda pilih. Kuah baksonya gratis.</p>
<p>Sukses di Malang, setahun terakhir, Bakso Kota mulai merambah ke kota-kota lain. Dimulai di Jakarta dan sekitarnya, belakangan gerai bakso ini merangsek ke Jogja, Kediri, dan terakhir Samarinda. Pengembangan bisnis di luar Malang ini menawarkan sistem waralaba (franchise). "Dengan keuntungan kotor 40% dari omzet, investor bisa balik modal paling lama dua tahun," ungkapnya.</p>
<p>Untuk menjadi terwaralaba, Anda harus menyetor franchise fee Rp 50 juta selama lima tahun. Plus, sediakan pula modal awal sekitar Rp 50 juta. Selebihnya, setelah kedai bakso buka, maka terwaralaba harus setor royalty fee 5% dari omzet.</p>
<p>Selain persyaratan duit, ada beberapa persyaratan penting lain yang ditetapkan lelaki lulusan SD itu. Salah satu syarat utama adalah mitranya harus muslim. "Saya ingin menjamin bakso saya tetap halal," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Cak Man akan turun langsung untuk mengecek kelayakan si terwaralaba. Mulai dari menyurvei kelayakan lokasi usaha, memeriksa kondisi pasar, pasokan bahan baku, dan pesaing terdekat. Soal pasar, Cak Man akan menolak jika terwaralaba ingin membidik satu segmen tertentu, misalnya mahasiswa. Ini akibat pengalamannya dulu saat membuka Bakso Kota di kawasan kampus. Belakangan gerai itu tutup karena merugi. "Dari hitungan hari dan waktu efektif untuk jualan sama sekali tak memungkinkan," jelasnya.</p>
<p>Jika semua kriteria sudah terpenuhi, barulah Cak Man bersedia menerima permohonan si terwaralaba. Kata Cak Man, dia sengaja membuat persyaratan yang ketat dan turun langsung mengecek karena tak ingin gerai terwaralaba kelak merugi. "Saya tak ingin mengecewakan mitra. Kerja sama kita harus membuahkan hasil yang bagus," tandasnya.</p>
<p><b>Meracik rasa sesuai dengan lidah setempat</b></p>
<p>Untuk mempertahankan kualitas Bakso Kota sesuai dengan aslinya, Cak Man menempatkan karyawannya untuk bagian produksi. Tugas mereka adalah belanja bahan baku dan mengolah bahan baku. Untuk daging sapi bahan bakso, misalnya, Cak Man menentukan spesifikasi tersendiri dan langsung berhubungan dengan pemasok setempat. "Untuk membuat bakso yang enak, dagingnya harus diambil dari daging sapi tertentu dan harus segar," jelasnya. Dari hasil survei langsung, Cak Man juga bakal meracik rasa khusus untuk kuah bakso sesuai dengan lidah dan selera setempat.</p>
<p>Keperluan belanja semua bahan baku memang ditanggung terwaralaba. Lewat orangnya, Cak Man hanya memastikan hasil olahan baksonya harus sesuai dengan standar Bakso Kota. Untuk bumbu kuah, terwaralaba harus membeli langsung ke Cak Man. "Kami akan memasok racikan bumbu jadi dengan resep khusus. Mitra tinggal mencampurnya dengan air sesuai dengan takaran," tuturnya. Untuk menjaga keteraturan pasokan, Cak Man mewajibkan mitra untuk menyetor deposito 60% dari harga bumbu. "Jumlahnya kecil, kok. Rp 100.000 bisa untuk sebulan," ungkapnya.</p>
<p>Harga per item isi mangkuk memang beragam. "Tergantung dari biaya bahan baku dan besar kecil investasinya," kata Cak Man. Untuk menjamin supaya produknya tak dianggap kemahalan oleh konsumen, Cak Man bersama mitranya akan menentukan besaran harga per item-nya. "Kita tak ingin pengembalian investasi lambat gara-gara harga bakso terlalu murah," tuturnya. Yang pasti, harganya bervariasi dari Rp 500 sampai Rp 12.000 per item. "Harga sebesar itu bisa menjangkau dari pelajar, mahasiswa, sampai karyawan," katanya.</p>
<p>Risiko usaha waralaba Bakso Kota ini, menurut Gatot Sujono, yang dipasrahi mengurusi manajemen waralaba, hampir tak ada. "Nama produk Bakso Kota sudah cukup kuat. Setiap produk baru yang dibuat bakal diterima pasar," ungkapnya. Dengan asumsi margin kotor yang didapat 40%, dari pengalaman selama ini, untung bersihnya bisa mencapai 20%.</p>
<p>Lantas, apa bukti waralaba ini menguntungkan? "Ada mitra yang selama ini sudah mengambil hak waralaba mengajukan lagi untuk di tempat lain," jelasnya.</p>
<p>Salah satu yang telah mengenyam untung dari waralaba ini adalah PT Kharisma Datayu Raya yang punya gerai di Plaza Semanggi. Dengan modal awal sekitar Rp 100 juta, setelah 10 bulan berjalan, target balik modal di tahun pertama tampaknya bakal tercapai. "Porsi Bakso Kota ini bisa untuk semua umur," puji Ardantya Syahreza, Presiden Direktur PT Kharisma Datayu Raya.</p>
<p>Dalam waktu dekat, Ardantya bakal membuka satu gerai lagi di Cibubur Junction. "Saya yakin, lidah kita tak pernah bohong. Walaupun ada makanan impor, tetap saja doyan makanan lokal," tandasnya. Tantangannya: sesama makanan lokal pun bersaing ketat, Cak!</p>
<p>+++++</p>
<p><b><font color="Blue">Bakso Kota dari Orang Desa</font></b></p>
<p>Nama Bakso Kota, yang dipilih Abdurahman Toekiman untuk usahanya, menggambarkan perjuangannya sebagai orang desa yang sukses di kota. Lahir di Trenggalek, Jawa Timur, Cak Man, begitu nama bekennya, pertama kali merantau ke Malang sebagai penjaja bakso pikulan. Lantaran juragannya bangkrut, Cak Man dititipkan ke juragan lain. Bedanya, sekarang dia membawa gerobak bakso dorong. Dari juragan kedua ini, Cak Man menggali seluk-beluk berbisnis bakso, mulai dari belanja dan memilih bahan baku sampai meracik bumbu.</p>
<p>Keinginan untuk mandiri mulai terpupuk. Tiga tahun bekerja pada juragan bakso, Cak Man memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan modal awal Rp 77.000. Tahun 1984, dia menyewa tempat jualan bakso yang ditinggalkan pemiliknya. Setelah beberapa kali berpindah tempat, dalam dua tahun, Cak Man sudah memiliki 12 gerobak bakso.</p>
<p>Nama Bakso Kota semakin mengharum. Maka, sejak 1990, Cak Man mulai membuka beberapa gerai di Malang. Kini, setelah 25 tahun berdagang bakso, Cak Man mulai menyebar wangi gerai baksonya ke kota lain.</p>
<p><b> Bagus Marsudi</b></p>
<p>Tabel simulasi perhitungan bisa di donlod di <a href="http://gudangupload.com/filelink.php?filecode=681a9010877aaf6fbeb01cc54d4debea" target="_blank"><b>SINI</b></a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Embong Wungu]]></title>
<link>http://ciha.wordpress.com/?p=13</link>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 06:38:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>ciha</dc:creator>
<guid>http://ciha.wordpress.com/?p=13</guid>
<description><![CDATA[Buat pecinta bakso, ada bakso yang lumayan enak nih di jalan embong wungu. Deketnya SMU Petra. Rame ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:8pt;font-family:'verdana';">Buat pecinta bakso, ada bakso yang lumayan enak nih di jalan embong wungu. Deketnya SMU Petra. Rame banget, sampe antri2 [kalo pas jam makan siang]. Rp. 5.000 semangkuk. Ada goreng, pentol kecil, pentol isi telur puyuh, tahu. Bawangnya kerasa banget. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:'verdana';">Untuk menu minumannya cuman ada teh botol, estea dan frutea. Namun, kita bisa bikin es lemon tea sendiri. Caranya tinggal beli estea/teh botol, terus tambahin air jeruk nipis, jadilah lemon tea. Hehehehe. Cobain aja.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Iso Enak di Jogja]]></title>
<link>http://mustfree.wordpress.com/2008/03/25/bakso-iso-enak-di-jogja/</link>
<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 03:49:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>mustfree</dc:creator>
<guid>http://mustfree.wordpress.com/2008/03/25/bakso-iso-enak-di-jogja/</guid>
<description><![CDATA[Ini tulisan pertama dalam katagori kuliner  
Bagi anda yang suka makan bakso, di jogja ada satu temp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ini tulisan pertama dalam katagori kuliner :-)</p>
<p>Bagi anda yang suka makan bakso, di jogja ada satu tempat makan bakso yang enak. Lokasinya di sekitar stasiun lempuyangan, tepatnya di jalan hayam wuruk (nomornya lupa), mangkal di depan kantor CNI. Bukanya sore, mulai jam 4an sampai malam jam 9an.<br />
Baksonya dari daging sapi, rasanya gurih, terasa banget daging sapi-nya, empuk, dan yaang spesial adalah tambahan iso (usus) sapi yang bikin rasanya makin gurih. Minggu kemarin kesana harganya udah naik jadi 6rb semangkuk..sebelumnya 5rb.</p>
<p>Saya rekomended tempat ini..silakan dicoba. :-)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jogja Hujan Bakmi Bakso]]></title>
<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/24/jogja-hujan-bakmi-bakso/</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 04:57:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>sstkr</dc:creator>
<guid>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/24/jogja-hujan-bakmi-bakso/</guid>
<description><![CDATA[24/03/2008 09:24:08 l ACARA ”Jogja Hujan Bakmi Bakso” di JEC, Sabtu 22-3-2008 meriah. Tiap peng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span class="date2">24/03/2008 09:24:08</span> <span style="margin-right:5px;padding:5px;">l ACARA ”Jogja Hujan Bakmi Bakso” di JEC, Sabtu 22-3-2008 meriah. Tiap pengunjung gratis makan mi-ayam dan bakso, yang disediakan 1000 pedagang mi-bakso se-DIY. Banyak pengunjung sangat kekenyangan. Ada yang sudah makan 4 porsi mi dan bakso, masih minta dibungkuskan beberapa porsi! Wah, mentang-mentang gratis!—(Kiriman: Sudjatmaka, RT 42 RW 10 Dalem, Purbayan, Kotagede, DIY 55173)-f </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Kepiting]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/24/bakso-kepiting/</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 01:53:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/24/bakso-kepiting/</guid>
<description><![CDATA[
Bahan:
½ kg udang, buang kulit, cincang halus
5 ekor kepiting, rebus ± 15 menit, ambil isinya
1 b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Bahan:</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">½ kg udang, buang kulit, cincang halus</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">5 ekor kepiting, rebus ± 15 menit, ambil isinya</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">1 buah wortel, cincang halus</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">1 ikat daun bawang, iris halus</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">2 siung bawang putih, cincang halus</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">1 butir putih telur</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">½ sdt garam</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">1 sdm gula pasir</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">½ sdt merica</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">2 sdt minyak wijen</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">½ sdm kecap asin</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">4 sdm tepung maizena (jagung)</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">2 lembar kulit tahu</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">minyak secukupnya untuk menggoreng</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Cara Membuat:</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Campur semua bahan kecuali kulit tahu menjadi satu.  Uleni hingga merata.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Bentuk adonan bakso bulat-bulat dengan diameter 2-3 cm.  Kemudian bungkus bulatan bakso dengan kulit tahu.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Kukus bakso selama 15 menit.   Angkat dan sisihkan.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Panaskan minyak banyak di dalam wajan dengan api besar.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Goreng kukusan bakso hingga berwarna kekuningan.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Angkat dan siap dihidangkan.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Verdana;">Untuk 15-20 bakso.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
</div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TUMIS BROKOLI BASO SAPI]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/22/tumis-brokoli-baso-sapi/</link>
<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 03:29:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/2008/03/22/tumis-brokoli-baso-sapi/</guid>
<description><![CDATA[BAHAN:
300 gr brokoli,
100 gr touge
200 gr daging sukiyaki
4 buah baso sapi, iris tipis
4 butir bawa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">BAHAN:<br />
</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">300 gr brokoli,<br />
100 gr touge<br />
200 gr daging sukiyaki<br />
4 buah baso sapi, iris tipis<br />
4 butir bawang merah, iris tipis<br />
2 siung bawang putih, iris tipis<br />
75 gr paprika merah, iris tipis memanjang<br />
1 sdm saus tiram<br />
½ sdm kecap inggris<br />
1 sdm soy sauce<br />
½ sdt garam<br />
1 sdm gula pasir<br />
2 sdm minyak untuk menumis<br />
25 ml air matang</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><strong>CARANYA:</strong><br />
1. Campur daging sukiyaki dengan kecap inggris selama 1 jam. Sisihkan.<br />
2. panaskan minyak. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga<br />
harum.<br />
3. Masukkan daging sukiyaki dan irisan baso, aduk-aduk dan masak hingga<br />
setengah matang.<br />
4. Masukkan brokoli, touge dan paprika. Aduk rata.<br />
5. Tambahkan air, kemudian saus tiram, soy sauce, garam dan gula pasir.<br />
Aduk rata.<br />
6. masak hingga semua bahan matang. Angkat.<br />
7. Sajikan.</p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAKSO CORNET MASAK KECAP]]></title>
<link>http://asikinbusiness.wordpress.com/?p=4</link>
<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 03:59:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>asikinbusiness</dc:creator>
<guid>http://asikinbusiness.wordpress.com/?p=4</guid>
<description><![CDATA[Bahan :
Bakso :
1 kaleng kornet (170 gr)
1 butir telur
2 sdm tepung teriguSaus :
1 sdm minyak goreng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview"><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Bahan :</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"><br />
Bakso :<br />
1 kaleng kornet (170 gr)<br />
1 butir telur<br />
2 sdm tepung terigu</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;">Saus :<br />
1 sdm minyak goreng<br />
1/2 butir bawang bombay, potong 1/2 cm<br />
6 sdm kecap manis</p>
<p><strong>Cara olah :</strong><br />
1. Campur bahan bakso hingga rata, pulungi bulat2, jangan terlalu besar, kira kira sesuai selera.<br />
2. Goreng bakso hingga matang kecoklatan, sisihkan,<br />
3. Tumis bawang bombay sampai layu, tambahkan kecap manis, masukkan bakso, aduk rata, sajikan.</p>
<p></span></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Indonesia (Jakarta-Bandung) dalam pandangan seorang Malaysia]]></title>
<link>http://boediarto.wordpress.com/?p=68</link>
<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 08:01:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>boediarto</dc:creator>
<guid>http://boediarto.wordpress.com/?p=68</guid>
<description><![CDATA[Awalnya cuma browsing Penginapan di Bandung yang bersih tapi muarh (under 200rebet dekat-dekat Stasi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya cuma browsing Penginapan di Bandung yang bersih tapi muarh (under 200rebet dekat-dekat Stasiun Kebon Kawung, buat pembaca kalau ada kasih info ya...)</p>
<p>Menemukan sebuat <a target="_blank" href="http://jhuu8280.fotopages.com/?entry=1242919">fotoblog journey </a>seorang Malaysia Jakarta-Bandung. Komentar pertama adalah <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15517395/tambang-parkir-di-indonesiamurah-maa.html">begitu murahnya parkir di Indonesia</a>. Padahal kalau dia tahu itu sungguh memeras kantong kita. Hobby orang ini adalah makan. So, beberapa makanan asli Indonesia dicicipinya. <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15520577/pelbagai-hidangan-di-serve.html">Nasi Padang</a>, <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15520555/ini-lah-bakso-aslisodappp.html">bakso </a>dan teh botol menjadi kegemarannya. Selain jalan-jalan untuk makan, juga mampir ke tempat wisata standar yaitu <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15517416/monumen-terkenal-di-indonesia.html">Monas</a>, <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15520600/bergambo-di-depan-taman-minii-jakarta.html">Taman Mini </a>dan <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15520972/ni-salah-satu-gunung-berapi-yg-dh-x-aktifnmpk-x-kesan-lavanye.html">Tangkuban Perahu</a>. Disamping itu masjid Istiqlal dan <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15520701/cantik-sungguh-pemandangan-depan-masjid.html">masjid Puncak</a> menjadi kekagumannya. <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15517433/masjid-terbesar-di-indonesiacam-opis-jek.html">Komentarnya tentang masjid istiqlal diibaratkan seperti perkantoran</a>. Seringkali dia membandingkan apa yang ada di Indonesia dengan di negaranya seperti <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15517431/nasi-udukmaksdnya-nasi-lemak-kat-mesia-ningeh3x.html">nasi uduk</a>. Pernahkah kita menghargai produk kita sendiri? Baginya, keberadaan <a target="_blank" href="http://shw.fotopages.com/15520876/teh-botol-air-botol-yg-mengalahkan-pepsicoke-dll.html">Teh Botol </a>sungguh mengagumkan karena katanya melebihi pepsi dan coca cola.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bandung Beautiful 'Euy' !!!]]></title>
<link>http://mybloglove.wordpress.com/?p=26</link>
<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 17:14:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>bloglove</dc:creator>
<guid>http://mybloglove.wordpress.com/?p=26</guid>
<description><![CDATA[Have you go Bandung&#8230;???
Lovely place with lovely people and lovely food&#8230;
You will love t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Have you go <b>Bandung</b>...???</p>
<p>Lovely place with lovely people and lovely food...</p>
<p>You will love to stay here... i guarantee...</p>
<p><b>Gedung Sate</b> <img src="http://serpong.org/image/sate.jpg" align="middle" height="467" hspace="10" vspace="10" width="625" /></p>
<p>Bakso traditional food (<a href="http://mybloglove.wordpress.com/2008/02/24/why-obama/" title="Yunike said, “I like Obama because he like bakso (meet ball) likes me”">Obama like this food -bakso- meet ball</a>)</p>
<p><img src="http://rockercoaster.files.wordpress.com/2007/10/mandeep.jpg" align="middle" height="375" hspace="10" vspace="10" width="500" /><!--more--><br />
'People Struggle Monument' <b>Monumen Perjuangan Rakyat</b></p>
<p><img src="http://i165.photobucket.com/albums/u80/Trip2Java/Bandung%20baru/88162254_c3aec571bb.jpg" align="middle" height="375" hspace="10" vspace="10" width="500" /></p>
<p>dago view</p>
<p><img src="http://i165.photobucket.com/albums/u80/Trip2Java/Bandung%20baru/511038675_d97f290630_o.jpg" align="middle" height="469" hspace="10" vspace="10" width="626" /></p>
<p>Bandung is must visited place in the world...<br />
Do you have any special memory in Bandung. Bring big <b><a href="http://www.amazon.com/gp/search?ie=UTF8&#38;keywords=travel%20bag&#38;tag=mybllo-20&#38;index=tools&#38;linkCode=ur2&#38;camp=1789&#38;creative=9325">travel bag</a></b><img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=mybllo-20&#38;l=ur2&#38;o=1" style="border:medium none !important;margin:0 !important;" border="0" height="1" width="1" /> to take a gift from Bandung to your family. And don't forget to bring <b><a href="http://www.amazon.com/gp/search?ie=UTF8&#38;keywords=camera&#38;tag=mybllo-20&#38;index=photo&#38;linkCode=ur2&#38;camp=1789&#38;creative=9325">camera</a></b><img src="http://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=mybllo-20&#38;l=ur2&#38;o=1" style="border:medium none !important;margin:0 !important;" border="0" height="1" width="1" /> to save your beautiful memory...</p>
<p>So, when you will come...?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Negeri Bakso]]></title>
<link>http://kalangkabut.wordpress.com/?p=39</link>
<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 07:09:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>kalangkabut</dc:creator>
<guid>http://kalangkabut.wordpress.com/?p=39</guid>
<description><![CDATA[SAYA teringat tulisan Umar Kayam di kumpulan kolom yang dulu hadir seminggu sekali &#8211;kalo belia]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAYA</strong> teringat tulisan Umar Kayam di kumpulan kolom yang dulu hadir seminggu sekali --kalo beliau tidak sedang gerah atau berhalangan-- di koran <a target="_blank" href="http://www.kr.co.id/" title="Koran KR">Kedaulatan Rakyat</a> tentang Bakso. Almarhum memang terkenal suka makan meski kadang melawan amanat dokter.</p>
<p>Tapi ulasan beliau tentang bakso begitu menggelitik saya. Bagaimana tidak, beliau menulis bahwa bisa-bisa bangsa Endonesia tidak kreatif lagi untuk urusan kuliner. Beliau keliatannya ketakutan suatu saat Endonesia menjadi negeri bakso!<!--more--></p>
<p>COBA SAMPEYAN JALAN-JALAN DARI SABANG SAMPAI MERAUKE, INSYA ALLAH SAMPEYAN AKAN MENEMUKAN MAKANAN BERNAMA BAKSO.</p>
<p>Lain harga lain rasa apalagi jika bicara kualitas. Makin murah harga bakso maka makin diragukan porsi daging yang dikandung oleh sebutir bakso, tapi biasanya akan makin kental kandungan gajih (lemak) dalam kuahnya. Mungkin ini trik agar meski baksonya terasa betul tepungnya namun kuahnya akan terasa meyakinkan. Tapi bisa saja, indil-indilnya penuh tepung terus kuahnya juga encer.</p>
<p>BAKSO OH BAKSO!</p>
<p><a href="http://kalangkabut.wordpress.com/files/2008/02/bakso-laptemsenayan.jpg" title="bakso laptembsenayan"><img src="http://kalangkabut.wordpress.com/files/2008/02/bakso-laptemsenayan.jpg" alt="bakso laptembsenayan" /></a></p>
<p>Hari minggu kemarin (24/02/08) Bakso Lapangan Tembak Senayan dibuka di Ternate. Dan warga Ternate baik yang pernah ke Betawi maupun yang belum dengan serta merta berduyun-duyun datang kesana mencicipi indil-indil asli Lapangan Tembak Senayan, Betawi tersebut.</p>
<p>Bagi mereka jika produk dari jauh mau buka cabang di Ternate maka akan lain nuansanya dibanding dengan jika ada lelaki kurus kering merantau dari Lamongan, Jawa Timur untuk jualan bakso di Ternate.</p>
<p>MAKANAN MEMANG KENAL NUANSA.</p>
<p>Maka produk itu akan jadi standar kelezatan, kualitas,  bahkan standar gaul! Terbukti, saya dan  <a target="_blank" href="http://thebini.wordpress.com" title="Bini">bini</a> memang benar-benar tidak gaul, karena kami sama sekali tidak tertarik untuk berdesak-desakkan makan bakso di sana. Beberapa orang bahkan bangga karena bakso cabang betawi tersebut buka cabang di ternate karena buat beliau hal ini menunjukkan bahwa Ternate kini sudah menjadi incaran para pengusaha untuk menanam modal di sini.</p>
<p>JAYALAH KAU NEGERI BAKSO!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Daging Menghilang di Jakarta]]></title>
<link>http://mimbarsaputro.wordpress.com/?p=1446</link>
<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 03:16:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mimbar SAPUTRO</dc:creator>
<guid>http://mimbarsaputro.wordpress.com/?p=1446</guid>
<description><![CDATA[Begitulah yang saya baca di sebuah harian langganan keluarga kami. Harga pereksemplar koran sama den]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Begitulah yang saya baca di sebuah harian langganan keluarga kami. Harga pereksemplar koran sama dengan sekali parkir motor namun tata letak, redaksi yang ditampilkan santun dan informatif. Sudah beberapa tahun ini kami tidak pernah berlangganan koran yang semangkin tebal halamannya semangkin gersang akan berita yang kami butuhkan.  Dalam harian diperlihatkan kios pedagang daging yang sepi, lalu diceritakan bahwa pedagang bakso banyak yang menganggur karena kelangkaan daging.</p>
<p>Saya menoleh kepada menko keuangan pada RepVblik Mimbar (begitu teman saya memberi judul). Enakan jaman dulu, nggak ada nih cerita langka ini langka itu  (maksudnya selalu jaman penguasa yang dulu). Maka  diera sekarang selain menuding rezim yang sudah jatuh sebagai penyebab gonjang-ganjing maka maka kelangkaan daging, kelangkaan minyak tanah memang sebuah prestasi pemerintah kita yang perlu digurat dalam prasasti kegagalan.</p>
<p>Menko langsung mencerocos, tetapi saya tidak boleh memperlihatkan rasa ingin tahu sebab kalau ia sadar dirinya sedang saya jadikan sumber berita, biasanya langsung mogok. Seperti halnya kesulitan menyembunyikan wajahnya untuk sekedar tersenyum saat difoto.</p>
<p>Menurutnya, kalau kita menghadapi kelangkaan daging adalah dengan menyerbu pasar modern, misalnya supermarket Nobita - karena saya tidak boleh menyebut merek - "<b>Harganya lebih murah, kualitas terjamin, timbangan nggak nyolong - maksudnya kalau mengaku satu kilo bukan sebetulnya 8 ons, jauh dari lalat, berpendingin udara</b>." Pendeknya bisa belanja pakai hak tinggi. Ini istilah Menko saya untuk pasar yang modern.</p>
<p>"<b>Daging di pasar, entah daging sapi atau ayam selalu basah. Daging yang kita beli banyak airnya, apalagi daging ayam</b>," welakadalah belum selesai to mengomelnya. "<b>Kadang supermarket memberikan hadiah, misalnya belanja seratus ribu rupiah kita dapat membeli minyak sayur separuh miring, bukankah itu lumayan?</b>"</p>
<p>Lantas bagaimana dengan kebijakan seperti pembatasan pembelian daging hanya tiga kilo gram perkepala?</p>
<p>Mudah saja, bawa anak, keponakan, pembantu, kan bisa beli lebih dari sepuluh kilo kalau mau...</p>
<p>Tapi ada yang terlewatkan, kalau tukang bakso, apakah sempat membaca internet.</p>
<p>Akhir-akhirnya kembali golongan menengah keatas yang memiliki mobilitas dan konektivitas (informasi) yang menikmati gonjang-ganjing daging ini.</p>
<p>Terus bagaimana dengan jenis sayuran tomat gondol, cabe keriting apakah masih miring melirik pasar berhak tinggi? - Nah kalau itu kita harus ke ke pasar pakai boot karet maksudnya tentu rela berbecek dan berprengus ria demi memburu harga sayuran yang murah.</p>
<p>mimbarsaputro.wordpress.com<br />
Artikel #1446<br />
Februari 2008</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sebuah Ide]]></title>
<link>http://oraumum.wordpress.com/?p=6</link>
<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 03:28:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>starboard</dc:creator>
<guid>http://oraumum.wordpress.com/?p=6</guid>
<description><![CDATA[Hmmmmm ini tentang ide, ide membuat bakso yang super, dan mungkin suatu saat, anda bisa merealisasik]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmmmm ini tentang ide, ide membuat bakso yang super, dan mungkin suatu saat, anda bisa merealisasikan nya.</p>
<p>Idenya sangat sederhana, yakni membuat bakso yang fenomenal, membuat bakso yang berbeda daripada yang lain nya. </p>
<p>Ide saya ini adalah, membuat bakso di dalam bakso, hmmmm.. terlihat sudah bisa memahami apa ide saya?<br />
Begini, setiap kali kita makan bakso, maka akan ada mangkuk sebagai tempatnya, kuah, mie dan berbagai bumbu serta daging dan bakso nya.</p>
<p>Nah kebiasaan yang bertahun-tahun sudah tertanam sebagai image sebuah bakso, akan sedikit dirubah, keluar dari pattern nya.</p>
<p>Ide sayaini adalah, dimana ingin saya ciptakan sebuah bakso yang besar, yang berfungsi sebagai mangkuk dalam penyajiannya, jd kita membikin bakso dengan bulatan yang besar dan di dalamnya kosong, ketika akan menyajikan bakso, maka bakso itu di potong bagian atasnya seperlunya, sehingga di dalamnya bisa di isi dengan bakso kecil daging dan bumbu-bumbu lain nya. Kemudian potongan tadi digunakan lagi sehingga bakso besar td yang sudah terisi tertutup kembali, kemudian sajikan di atas piring yang agak besar.</p>
<p>Hmmmmm.... sepertinya menyenangkan, memakan bakso yang besar. Atau sudah ada penjual bakso seperti ini? sepertinya aku pengin segera memakan nya :D</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Indonesia]]></title>
<link>http://inikuliner.wordpress.com/2007/12/31/bakso-indonesia/</link>
<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 04:39:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mila</dc:creator>
<guid>http://inikuliner.wordpress.com/2007/12/31/bakso-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Aneka Bakso
oleh Mary Winata
Harga 	: 	Rp 20.000,-
Ukuran 	: 	17 x 20 cm
Tebal 	: 	40 halaman
Terbit]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h3>Aneka Bakso</h3>
<p><i>oleh</i> Mary Winata<br />
Harga 	: 	Rp 20.000,-<br />
Ukuran 	: 	17 x 20 cm<br />
Tebal 	: 	40 halaman<br />
Terbit 	: 	April 2002</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2266/2151161436_77c9a42c1b_m.jpg" height="240" width="203" />  Selain resep-resep aneka bakso, buku ini juga memuat bagaimana mengolah bakso menjadi hidangan yang lezat dalam berbagai cita rasa. Sebuah buku yang tidak hanya bermanfaat bagi para ibu rumah tangga tetapi juga bisa menjadi sumber ide bagi yang akan atau sedang menjalankan bisnis di bidang makanan.</p>
<h3>Membuat Sendiri Frozen Food - Bakso Spesial</h3>
<p><i>   oleh </i>Yuyun Alamsyah<br />
Harga 	: 	Rp 47.500,-<br />
Ukuran 	: 	21 x 24 cm<br />
Tebal 	: 	60 halaman<br />
Terbit 	: 	Desember 2004</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2219/2150371971_5f66ccb0bf_m.jpg" height="240" width="209" />  Ingin makanan praktis siap saji dan sehat? Ingin makanan lebih awet tapi sehat buat keluarga? Bosan dengan frozen food yang dijual di pasar swalayan? Ingin memcoba membuat bakso?</p>
<p>Buku yang membuat 25 varian bakso ini akan membantu Anda. Dilengkapi dengan teknik praktis membuat i&#62;frozen food, khusunya dim sum sebagai makanan favorit keluarga Anda.</p>
<h3>Bakso Dalam Berbagai Variasi</h3>
<p><i>oleh </i>Sisca Susanto<br />
Harga 	: 	Rp 18.000,-<br />
Ukuran 	: 	14.5 x 24 cm<br />
Tebal 	: 	32 halaman<br />
Terbit 	: 	Juli 2006<br />
Soft Cover<br />
Pesan Sekarang</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2077/2151162594_ed5a8a8cca_m.jpg" height="240" width="144" /> Sepertinya semua orang-tua, muda, dan anak-anak -- menyukai bakso dan memperolehnya juga mudah, mulai dari warung bakso, gerobak keliling, tukang sayur keliling, pasar tradisional sampai pasar swalayan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kalau kita belajar membuatnya. Membuat bakso itu mudah, tidak sesulit yang kita bayangkan dan hasilnya pun dijamin aman, lebih sehat, dan lezat.</p>
<p>Ada berbagai jenis bakso, dari yang hanya menggunaana bahan dasar sampai yang variatif. Bukan hanya dari daging sapi, tapi bisa juga dibuat dari ayam, ikan, udang, dan ditambahkan berbagai bahan lainnya. Bakso buatan sendiri tidak akan kalah enak dari yang kita beli jika dibuat dengan ukuran tepat dan bahan dasar yang segar.</p>
<p>Dalam buku ini ditampilkan beberapa variasi bakso, seperti bakso halus, bakso gepeng, bakso goreng, bakso ikan, dan bakso isi telur. Semua resep di sini sudah diuji coba. Rasanya? Anda buktikan sendiri dengan mempraktikkannya. Selamat mencoba dan bersiplah menerima pujian dari mereka yang menikmati bakso buatan Anda.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso v. Meatball]]></title>
<link>http://inikuliner.wordpress.com/2007/12/31/bakso-v-meatball/</link>
<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 04:30:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mila</dc:creator>
<guid>http://inikuliner.wordpress.com/2007/12/31/bakso-v-meatball/</guid>
<description><![CDATA[
Daging ayam, sapi, atau ikan yang diolah dengan adonan tepung atau remah roti dan berbagai bumbu (m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2350/2150916114_7f45ce6bb1_m.jpg" height="97" width="125" /></p>
<p>Daging ayam, sapi, atau ikan yang diolah dengan adonan tepung atau remah roti dan berbagai bumbu (merica, garam, bawang putih, dll.), jika dibentuk bundar-bundar biasa diberi nama "bakso" atau "meatball". Bakso dikenal di seluruh dunia. Jika di Indonesia diberi mi kuning atau bihun dan kuah kaldu sapi, di luar negeri bisa dijadikan isi taco, pizza, hamburger hingga dipanggang seperti sate.</p>
<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2147/2150916284_4fe7f72263_m.jpg" height="92" width="125" />  <img src="http://farm3.static.flickr.com/2393/2150125559_0e1bb1d0c4_m.jpg" height="65" width="97" />  <img src="http://farm3.static.flickr.com/2036/2150916456_75bdc630d1_m.jpg" height="70" width="52" />  <img src="http://farm3.static.flickr.com/2211/2150125245_3142a5f80a_m.jpg" height="86" width="86" /></p>
<p>    * Afghanistan: bakso adalah makanan tradisional dalam sup, juga bisa ditemui sebagai topping pizza.</p>
<p>* Albania: bakso goreng (Qofte të fërguara) ditaburi keju feta.</p>
<p>* Portugal dan Brazil: bakso diberi nama "almôndegas" dan biasanya digoreng serta disajikan dengan pasta spaghetti.</p>
<p>* Cina: terutama di masakan Shanghai biasa terbuat dari daging babi, dikukus atau direbus dan disajikan dengan kecap. Bakso Kanton biasa dimasak dari daging sapi dan ikan yang dicincang.</p>
<p>* Denmark: bakso daging babi atau sapi cincang diberi nama "Frikadeller" biasa digoreng dengan bumbu bawang, telur, garam, merica. Olahan ini dibentuk seperti bola tapi dipipihkan sedikit untuk memudahkan proses menggorengnya.</p>
<p>* Finlandia: biasa diberi nama "Lihapullat" terbuat dari daging sapi cincang atau campuran sapi-babi, dengan remah roti yang dicampur susu, merica, garam, dan cincangan bawang merah. Biasa disajikan dengan kentang ber-<i>gravy</i> acar timun dan selai.</p>
<p align="center">&#160;</p>
<p>* Jerman: diberi nama "Frikadellen" (daerah utara) atau "Buletten" (daerah timur) atau "Fleischpflanzerl" dan "Fleischküchle" (daerah selatan Jerman). Secara umum namanya adalah "Hackbällchen".</p>
<p>* Austria: diberi nama "Fleischlaberl".</p>
<p>* Yunani: diberi nama "Keftedes" dan biasa dicampur dengan bawang dan daun mint. Bisa juga direbus dengan berbagai bumbu <i>stew</i> dan diberi nama "Yuvarlakia".</p>
<p>* Bulgaria: diberi nama "Kyufte" dan biasa dibuat dari campuran daging babi dan sapi, remah roti, dan cincangan bawang. Variasi lain dicampur dengan sayuran dan berbagai macam daging lain.</p>
<p>* Romania: diberi nama "Chiftele" dan "Pârjoale" biasa digoreng dengan minyak penuh (deep fried) dan dibuat dari daging ayam atau babi, dicampur bawang putih."Chiftele" biasanya lebih kecil dan banyak daging, juga bisa menjadi campuran sup yang kemudian sup itu diberi nama"Ciorbă de perişoare".</p>
<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2279/2150342051_d1ef2fa7ef_m.jpg" height="103" width="137" />  Chiftele</p>
<p>* Iran: beberapa macam bakso dikonsumsi; jika direbus bernama "Kufteh" (bahasa Persia untuk cincang yang bisa untuk membungkus telur atau buah kering). Jika digoreng (biasanya bakso kecil) diberi nama "Kal-e Gonjeshki" (berarti "kepala burung"). Keduanya dimakan bersama roti atau nasi. Biasa juga dimasak dengan memberikan bumbu-bumbu. Ada sekitar 10 jenis "Kufteh", dan yang terkenal adalah "Kufteh Tabrizi", yang berasal dari Tabriz di barat laut Iran.</p>
<p>* Italia: biasa diberi nama "Polpette" dan disajikan sebagai makanan utama atau dicampur dalam sup (makan pembuka). Bahan utamanya adalah daging sapi atau babi atau ayam kalkun, dicampur garam, lada hitam, bubuk bawang putih, minyak zaitun, keju romano, telur, remah roti, seledri, yang semuanya diaduk dengan tangan untuk membentuk bakso seukuran bola golf.</p>
<p>* Jepang: biasa disajikan dalam hamburger steak "Hanbāgu".</p>
<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2185/2151131470_b89e5e19af_m.jpg" height="105" width="137" />  Hanbāgu</p>
<p>* Norwegia: biasa diberi nama "Kjøttkaker" atau  bisa disamakan dengan kue daging yang mirip dengan "Frikadeller" dari Denmark. Bakso daging ini disajikan dengan kentang rebus, gravy, atau kacang polong rebus. Terkadang malah disajikan dengan bawang goreng atau bawang karamel.</p>
<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2342/2151131956_7bbe20d1b5_m.jpg" height="117" width="106" /> Kjøttkaker</p>
<p>* Swedia: diberi nama "Köttbullar"</p>
<p>* Filipina: diberi nama "Almondigas" atau "Bola-bola", dan jika menjadi campuran sup pasta  vermicelli diberi nama "Misua" yang disajikan dengan roti bawang dan jeruk peras.</p>
<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2335/2151132106_5183313f9a_m.jpg" height="144" width="138" />  Almondigas</p>
<p>* Spanyol dan Amerika Latin: diberi nama "Albóndigas"  dan biasa disajikan sebagai makanan pembuka atau utama, dengan saus tomat. Di Meksiko, masakan ini disajikan dalam sup sayuran.</p>
<p>* Belanda dan Belgia: bola daging biasanya diberi nama"Gehaktbal" dan disajikan dengan kentang serta sayuran.</p>
<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2336/2151131790_cf3c901da6_m.jpg" height="123" width="112" />  Gehaktbal</p>
<p>* Turki: ada 80 macam bola daging ("Köfte") yang biasa dibuat dengan nama-nama dan bahan lokal.</p>
<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2200/2150342397_dda6cc45d4_m.jpg" height="93" width="124" /> Köfte</p>
<p>* Hungaria: diberi nama "Fasirt" atau "Fasirozott".</p>
<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2163/2150341077_3cc0bebfe1_m.jpg" height="89" width="118" />  Fasirt</p>
<p>* Amerika Serikat: bola daging biasa dimasak dengan spaghetti, sebagai masakan yang diimpor dari Italia daerah selatan awal abad ke-19, padahal di tempat asal pasta biasa hanya dimakan dengan saus tomat, dan bola daging dimakan terpisah.<br />
* Indonesia: tentu kita mengenal "Bakso" yang disajikan di dalam mangkok seperti sup, dengan mi atau mihun, tahu, terkadang berisi telur rebus utuh. Jika digoreng bisa juga menjadi batagor atau makan dengan bumbu kacang diberi nama siomai.</p>
<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2114/2151100682_5b29f35514_m.jpg" height="107" width="143" />  <img src="http://farm3.static.flickr.com/2308/2151100800_2694d294d8_m.jpg" height="107" width="143" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[saya juga tidak mau ITB lagi]]></title>
<link>http://djayawikarta.wordpress.com/2007/12/10/saya-juga-tidak-mau-itb-lagi/</link>
<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 20:02:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>djayawikarta</dc:creator>
<guid>http://djayawikarta.wordpress.com/2007/12/10/saya-juga-tidak-mau-itb-lagi/</guid>
<description><![CDATA[Sebenarnya, saya sudah cukup lama tidak ITB lagi.
Apalagi tahun 98 saat Pemilu yang lumayan bebas,
s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya, saya sudah cukup lama tidak ITB lagi.<br />
Apalagi tahun 98 saat Pemilu yang lumayan bebas,<br />
saya sudah bisa mencapai prestasi puncak dalam<br />
karier politik.....sebagai ketua KPPS-RW. Ketua<br />
Pelaksana Pemungutan Suara di RW saya di <span style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;" class="yshortcuts">Bandung</span>.</p>
<p>Jabatan Ketua KPPS di era demokrasi merupakan kiprah<br />
pengabdian tertinggi saya untuk negara dan bangsa.<br />
Saya membingkai SK pengangkatan yang ditandatangani<br />
Lurah, menggantungnya di ruang tamu. Dan dua foto<br />
copynya saya pajang di rumah mertua dan rumah Abah.</p>
<p>Untuk saya, jabatan Ketua KPPS merupakan "magnum opus",<br />
setara dengan Canon in D Major nya Johann Pachellbel,<br />
atau penggalan Spring dari 4 Season-nya Vivaldi.<br />
Indah dan abadi.</p>
<p>Dulu saya berjuang dan bersaing memperebutkan jabatan<br />
Ketua KPPS, berjuang untuk bisa memberikan pengabdian.<br />
Terus terang saja, saya saat itu main money politik.<br />
Lebih dua kali kandidat lainnya saya traktir makan Bakso.<br />
Dan akhirnya mereka ngalah, hanya jadi ketua pengamanan,<br />
wakil ketua, anggota saja dan penggembira... sisanya.</p>
<p>Tentu, akan selalu ada udang dibalik rempeyek....<br />
Karena mustahil ada "pengabdian" tanpa pamrih, tidak<br />
ada yang pordeo....demikian Abah saya bilang.<br />
Setiap orang punya mimpi yang menemani tidurnya,<br />
dan menjadi penuntun langkah disaat-saat melek-nya.</p>
<p>Dan...bukankah hidup adalah juga perniagaan ?....<br />
Kalau yang ini bukan dari Abah, tapi dari mang Ohan<br />
yang punya kios rokok di jalan Lingkar Selatan<br />
dan buka 7 hari x 24 jam. Suka ngasih utangan.</p>
<p>Menjadi Ketua KPPS....adalah bagian dari upaya mengejar<br />
impian sekaligus arena perniagaan hidup saya.</p>
<p>Dan saya... merasa telah membayar dengan menjadi KPPS.<br />
Hampir 14 hari begadang, mulai rapat di Kecamatan, rapat<br />
di kantor Desa, rapat rutin anggota, sampai menjaga TPS<br />
agar kain blacu dan lembaran plastik bilik suara tidak<br />
di angkut pemulung yang suka keluyuran di pagi buta.</p>
<p>Dan bayaran termahal dari saya, priceless kata orang...<br />
karena saya mencintai jabatan saya sebagai ketua KPPS,<br />
dan Pemilu 98 menjadi tonggak sejara bangsa....harusnya.</p>
<p>Dan semua itu, saya telah membayar untuk bisa mengeluhkan<br />
pengelolaan negara, untuk bisa mengkritik pemerintah,<br />
untuk bisa menilai kerja para pejabat.....bahkan untuk bisa<br />
memaksa pemerintah diganti, sak-mau-maunya saya...<br />
karena saya sudah bayar.</p>
<p>Menjadi ketua KPPS adalah harga yang telah saya bayarkan.<br />
Ikutan pusing mengkritik pemerintah adalah belanjaan saya.</p>
<p>Itu semua...tak lebih dari keinginan saya<br />
supaya tidak menjadi orang ITB.  (Ingin Tau Beres).</p>
<p>Mudah-mudahan saja perniagaan saya sepadan.</p>
<p>NB:<br />
ITB = Ingin Tau Beres adalah FKK-PTDI property right.<br />
pertamakali di launched....saat air liur menetes nunggu uang PHK.</p>
<p>Somerfield Store, 20071210</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bakso Rusuk]]></title>
<link>http://sikendi.wordpress.com/2007/12/07/bakso-rusuk/</link>
<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 09:00:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Kendi™</dc:creator>
<guid>http://sikendi.wordpress.com/2007/12/07/bakso-rusuk/</guid>
<description><![CDATA[yah, nambah lagi nih perbendaharaan kuliner bakso, khususnya yang di posting di blog ini  
tempatnya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img border="0" vspace="7" align="left" width="288" src="http://www.geocities.com/kendi191/baksorusuk.jpg" hspace="7" alt="bakso rusuk" height="230" />yah, nambah lagi nih perbendaharaan kuliner bakso, khususnya yang di posting di blog ini :)</p>
<p>tempatnya sih ada di<em> jalan raya bogor ciracas KM 26</em> jakarta timur, tepatnya sebelah <em>Gelael Ciracas</em> kalo dari arah <em>Ps. Rebo,</em> tiap pulang gawe tempatnya rame terus, dan menambah 1 titik kemacetan lalu lintas di situ :) ternyata ini cabang yang kesekian gitu deh, yang sebelumya udah buka di jalan <em>Raden Inten Duren Sawit</em>.</p>
<p>bakso rusuk...mmm... yang kebayang sih waktu pertama kali, bakso dari bahan rusuk atau bakso yang di tusuk sama rusuk :)</p>
<p>eh ternyata, hanya bakso biasa yang di temani sepotong daging rusuk, yah kayak gulai or soto rusuk gitu lah... mmm... jadi inget sama gulai asem2 nyokap tercinta di bogor, pokoke Te-O-Pe deh rasanya...ups kok jadi ngomongin gulai asem2 rusuk :P</p>
<p>seperti biasa, gw mesen semangkok bakso rusuk (tumben :P ) dan bunda seperti biasa, mie ayam tanpa rusuk, ngga doyan rusuk katanya sih.</p>
<p>rasanya... mmm... kalo mie ayam, kebetulan di mangkok pesanan bunda sedikit baik hati ngasih garem/kecap asin nya :) kalo baksonya sendiri, lumayan lah, meskipun tastenya menurut gw dan bunda, masih belum nyaingin taste bakso tenis lapangan tembak dan <a href="http://sikendi.wordpress.com/2007/10/08/bakso-keraton/" title="bakso keraton"><font color="#0000ff">bakso kraton</font></a>.</p>
<p>list kuliner :<br />
<img border="0" vspace="7" align="left" width="292" src="http://www.geocities.com/kendi191/baksorusukmenu.jpg" hspace="7" alt="bakso rusuk" height="210" /></p>
<ul>
<li><em>bakso rusuk Rp. 8500</em></li>
<li><em>mie Ayam (biasa) Rp. 7500</em></li>
<li><em>es campur Rp. 5000</em></li>
<li><em>es teh manis Rp. 2500</em></li>
<li><em>es teh tawar Rp. 1500</em></li>
</ul>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
