<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ayam &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/ayam/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ayam"</description>
	<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:00:20 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Ayam Cemani Hitam Legam yang Eksotis ]]></title>
<link>http://planethobbies.wordpress.com/?p=20</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:06:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>planethobbies</dc:creator>
<guid>http://planethobbies.wordpress.com/?p=20</guid>
<description><![CDATA[Warna hitam bagi banyak orang berkesan magis dan memiliki kekuatan              supra natural. Cente]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Warna hitam bagi banyak orang berkesan magis dan memiliki kekuatan              supra natural. Centeng Belanda atau Si Jampang, kurang berwibawa              bila tak berpakaian hitam-hitam. Begitu pula makhluk yang memiliki              warna hitam itu pun dianggap memiliki tuah atau kutukan. Ingat              dengan kisah-kisah kucing hitam atau burung gagak? Bagaimana dengan              ayam cemani yang memiliki bulu, jenger, tulang, daging, kulit, kaki              dan taji serbahitam?<br />
<img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/0203/20/hob1.jpg" border="0" alt="" hspace="10" vspace="10" width="303" height="200" align="right" /><br />
Ini yang menarik. Ayam cemani bukan cuma dianggap ayam keramat,              namun juga ayam hias yang khas Indonesia. Memang hewan ini konon              punya kemampuan menolak bala. Bagi yang mempercayainya jika memakan              dagingnya bisa menyembuhkan penyakit tertentu. Kepercayaan akan              hal-hal gaib itu kini masih ada di sebagian masyarakat, namun kian              menipis. Kini dia lebih sebagai ayam hias yang eksotik dan diburu              para hobbies lokal dan mancanegara untuk dikoleksi.<br />
Cemani adalah kata Sanskerta untuk hitam. Jenis ayam ini awalnya              disebut ayam kedu. Dalam perkembangan ayam kedu itu terjadi banyak              varian yang tidak lagi memiliki warna murni hitam. Sehingga ayam              kedu yang masih tetap mempertahankan kehitam legamnya disebut oleh              para hobbies sebagai ayam cemani.</p>
<p>Asal Usul<br />
Dari mana ia berasal? Ada beberapa dugaan, namun yang pasti dia              berasal dari Kedu, Jawa Tegah. Makanya satwa ini dikenal juga              sebagai ayam kedu. Satwa ini mulai naik daun ketika pertama kali              tampil dalam pekan raya di Semarang tahun 1926. Pemiliknya              Tjokromihardjo, lurah Desa Kalikuto, Grabak, di Magelang. Saat itu              wilayah itu masih masuk dalam Karesidenan Kedu.<br />
Menurut data, ayam kepala desa itu pernah tampil di Surabaya tahun              1924 dalam sebuah pekan raya. Saat itu ayam itu dikenal sebagai ayam              yang berwarna hitam saja. Tapi kemudian panitia lomba satwa di              Semarang menjuluki ayam hitam legam milik Tjokromihardjo sebagai              ayam kalikuto, karena berasal dari daerah itu.<br />
Lucunya, pemilik menolak nama itu. Lalu diusulkan sendiri agar              dinamakan ayam kedu saja sebab memang berasal dari karesidenan              tersebut. Usul tersebut diterima panitia maka resmilah ayam yang              berasal dari Kalikuto berjuluk ayam kedu.</p>
<p>Genetika<br />
Ayam kedu yang ikut dalam kontes tersebut, menurut sebuah telaah,              berasal dari keturunan ayam kampung yang dibeli dari daerah Gunung              Sumbing. Ayam ini cukup besar dan diduga hasil silangan liar antara              ayam Inggris yang diboyong orang pada era Raffles berkuasa              (1811-1816).<br />
Kala itu, konon ada orang Inggris yang membawa dua ekor ayam betina              dan seekor jantan asing, yang diduga termasuk jenis ayam ternak              Dorking. Mereka dipelihara di daerah Dieng. Mungkin karena              kandangnya sederhana dan kurang pengawasan, ayam-ayam itu              menyeleweng dan berbaur dengan ayam kampung setempat. Dari              keturunannya lebih lanjut terciptalah ayam lokal unggul. Oleh              masyarakat setempat ayam ini yang disebut sebagai ayam kedu.<br />
Sementara telaah lain menyebutkan ayam hitam milik Tjokromihardjo              bukanlah asli ayam kedu. Sebab ia merupakan hasil kawin silang              antara ayam kampung hasil belian dengan ayam australorp, yang              penyilangannya dilakukan sendiri oleh pemiliknya.</p>
<p>Legenda<br />
Tapi ada legenda yang juga sampai saat ini masih hidup di sana yakni              tentang asal-muasalnya ayam kedu. Konon, kehadiran satwa ini tak              disengaja. Menurut legenda sebelum lahirnya kota Temanggung, hidup              seorang pertapa yang sakti mandraguna yakni Ki Ageng Makukuhan, yang              hobi mengoleksi ayam serba hitam, dan hanya paruhnya yang berwarna              putih.<br />
Suatu hari, ketika sedang bertapa di sebuah kuburan keramat di              wilayah Kedu, dia memperoleh wangsit untuk mengobati penyakit putra              Panembahan Hargo Pikukuh yang bernama Lintang Katon, yakni diobati              dengan ayam itu. Bagaimana proses selanjutnya tidak terlalu jelas,              namun akhirnya penyakit yang diderita anak semata wayang itu sembuh.              Oleh karena tuah yang dimiliki ayam itu akhirnya dijadikan lambang              kesembuhan.<br />
Maka tak heran bila tradisi itu kini masih hidup dan dipercaya. Ayam              ini memang sering digunakan untuk hal-hal yang bersifat magis.              Misalnya untuk upacara ruwatan, pembangunan pabrik, jembatan atau              gedung-gedung bertingkat agar terhindar dari bencana. Tapi              penggunaannya juga untuk syarat penyembuhan orang sakit. ”Misalnya              untuk penyakit akibat santet,” Raharjo (31), pedagang ayam kedu di              Pasar Pramuka, Jakarta.</p>
<p>Hampir Punah<br />
Binatang ini di tempat asalnya kini yakni di Desa Kedu, Kecamatan              Kedu, Kabupaten Temanggung, tersebar di tiga pedukuhan yakni              Kahuripan, Sentono dan Beji. Menurut data, populasi ketika awal              tahun 1984 tercatat sekitar 5.000 ekor, namun di akhir tahun              meningkat menjadi 8.500 ekor. Jumlah ini pada tahun 1997 melorot              drastis tinggal 2.000 ekor. Ini dikarenakan masyarakat setempat              kurang dibekali pengetahuan sehingga ketika wabah datang, mereka              tidak tahu bagaimana menangkalnya.<br />
Pemerintah daerah setempat akhirnya mengambil inisiatif untuk              mengatasi persoalan ini. Program pelestarian dicanangkan lewat              pemerintah desa dengan mendirikan kelompok peternak bernama              ”Makukuhan,” yang diambil dari nama pertapa sakti itu. Kelompok ini              awalnya berjumlah 35 orang. Mereka memelihara ayam sekitar 1.500              ekor. Hingga sekarang peternak di sana bisa hidup layak dari              ayam-ayam hitam itu.</p>
<p>Kolektor<br />
Menurut Raharjo, permintaan akan ayam ini lumayan besar. Umumnya              untuk keperluan upacara, namun tak sedikit pula yang membeli untuk              dijadikan koleksi. Bagi kolektor atau hobbies, ayam ini berkesan              angker dan gagah dengan bulu-bulunya yang serba hitam pekat.              ”Apalagi kalau pagi-pagi berkokok, suasananya lantang,” ujar Ibnu              Saptaji (34) hobbies pemula yang bermukim di Pondok Gede, Bekasi<br />
Menurut Ibnu, dia tidak mempercayai soal kegaiban di seputar ayam              ini. Dia lebih melihatnya sebagai sarana penghilang stres. Kalau              pagi sebelum berangkat ke kantor, dengan membersihkan kandang,              memberikan makan, dan mendengarkan kukuruyuknya seraya memandanginya              maka hati bapak tiga anak itu merasa damai. Sehingga, menurutnya,              tiap hari diusahakan untuk melongok ke kandang ayam itu.<br />
Begitu juga Jan Steverink, warga Belanda yang telah tiga kali datang              ke Indonesia, hanya khusus berburu ayam ini untuk dipelihara di              negaranya. Kedatangannya yang terakhir adalah tahun 2000. Dia              bercita-cita ingin melestarikan dan memperkenalkan ayam khas              Indonesia di Eropa. Tujuan lain sebetulnya ia ingin meneliti sampai              sejauh mana penyimpangan warna terjadi. Sebab dari anak-anak ayam              menetas jika mencapai usia tertentu, yang betul-betul hitam pekat              hanya 50 persen. Maka dengan kegiatannya yang tampak sepele itu, Jan              ingin membuat jalur murni ayam cemani. Sehingga pada akhirnya jika              sesama ayam ini dikawinkan setelah beberapa generasi maka akan              menjadi ayam cemani hitam pekat tanpa ada lagi variasi warna yang              keluar.<br />
Memelihara ayam ini di Kedu, tambah Raharjo yang berasal dari              Magelang, seperti memelihara ayam biasa yakni masih tradisional.              Ayam diumbar dari pagi sampai sore untuk mencari makanan sendiri,              namun pemilik suka memberi dedak sebagai makanan tambahan. ”Jadi              ayam ini cukup tahan penyakit, dan gempal,” ujarnya.</p>
<p>Warna Berubah<br />
Bulu-bulu hias yang jantan, bakal keluar ketika ayam berusia 4              bulan. Sampai pada umur 5 bulan warnanya masih hitam, namun lambat              laun bermunculan warna lain. Bisa kuning, merah, merah coklat, atau              kuning coklat. Saat umur 1,5 tahun bulu hiasnya berubah menjadi              merah merona.<br />
Di antara ayam kedu hitam ini, salah satu varietas dikenal sebagai              ayam cemani. Inilah yang dianggap primadona ayam kedu karena              segalanya serba hitam. Baik bulu, kulit, daging sampai              ketulang-tulangnya hitam pekat. Ayam cemani harganya relatif mahal              karena langka dan dicari orang.<br />
Harga ayam cemani yang hitam pekat, menurut Raharjo, bisa mencapai              jutaan, namun yang biasa-biasa saja paling mahal Rp 750 ribu              seekornya. Sedang yang remaja Rp 100 ribu per ekor. Pelanggan              kolektor pemula lebih suka membeli yang remaja. Karena ketika              dewasa, ayam berperilaku jinak. Sedang yang kolektor serius lebih              suka mencari yang dewasa sebab sudah bisa diketahui kualitasnya,              apakah berbulu hitam pekat atau ada variasi warna lain.<br />
”Saya punya langganan paranormal, yang sering memesan ayam cemani              untuk keperluan upacara,” lagi tutur Raharjo. Dia tidak tahu ayam              itu akan diapakan oleh langganannya, yang dia tahu untuk mengobati              penyakit. Dan bagaimana cara pengobatan dengan ayam cemani, dia              tidak tahu pasti. Tapi kalau pun dimasak opor, ayam ini enak seperti              rasa daging ayam lainnya. Anehnya, tambahnya, kuah opor menjadi              berwarna hitam juga seperti memasak ikan cumi yang kuahnya berubah              hitam. Nah lho! </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ayam ungkep bumbu suka-suka]]></title>
<link>http://restlessangel.wordpress.com/?p=191</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 12:08:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>restlessangel</dc:creator>
<guid>http://restlessangel.wordpress.com/?p=191</guid>
<description><![CDATA[Dude, gw mo pamer nih, hahaha.
Sebenarnya, lebih karena kepepet alias terdesak keadaan, yaitu karena]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://restlessangel.files.wordpress.com/2008/05/dcp_3299_resize.jpg"></a>Dude, gw mo pamer nih, hahaha.</p>
<p>Sebenarnya, lebih karena <em>kepepet </em>alias terdesak keadaan, yaitu karena Pekerja Rumah Tangga kami pulang. Yang bersangkutan lagi panen, istilah dia : <em>mépé damên</em>.</p>
<p> Jadilah gw (terpaksa) kembali beraksi di dapur, setelah sekian lama daku tinggalkan. Dan, masterpiece yang tercipta siang itu di redaksi dapur adalah : Ayam Ungkep Bumbu Suka-suka.</p>
<p>Mengapa bumbu suka-suka ??? Karena gw punya kecenderungan, suka bereksperimen dalam memasak. Seringkali, masak tuh, bumbunya asal masuk -plungplungpluk- kayaknya enak, masukin aja. Jadi, kalo sudah bereksperimen begitu, jangan harap bisa menghidangkan lagi dengan persis sama, karena sudah lupa tadi bahannya apa saja.</p>
<p>Karena alasan itulah, maka saya ingin mendokumentasikan, siapa tahu William Wongso atau Bondan Winarno berkenan untuk menyempurnakannya..... :mrgreen:</p>
<p> Berikut bahan-bahannya ;</p>
<blockquote><p> Ayam bagian dada, yang sudah dibersihkan dari kulit dan lemak. Disarankan ayam kampung, karena rasa lebih gurih dan tidak amis.</p></blockquote>
<p> Bumbu-bumbunya, sederhana saja :</p>
<blockquote><p> Air jeruk peras</p>
<p>Garam secukupnya</p>
<p>Ketumbar dihaluskan</p>
<p>Daun jeruk (sebanyak yang kamu suka !!!!)</p>
<p>Serai (sebanyak yang kamu suka !!!)</p>
<p>Saus tiram</p>
<p>Penyedap rasa, sedikiiiit saja</p>
<p>Potongan nanas (kalau kamu suka)</p>
<p>Cabe rawit (sebanyak yang kamu suka)</p>
<p>Daun salam secukupnya</p></blockquote>
<p> </p>
<p>Kalau ingin lebih berani bereksperimen, bisa saja tambahkan minyak wijen, jahe yang sudah dimemarkan, atau apalah, suka-suka kamu, asal masih dalam batas wajar (Ya kan nggak mungkin ditambah oli, solar, arsenik dsb ????).</p>
<p>Jadi begini sodara. Potongan dada ayam yang sudah dicuci dan dibersihkan, campurkan dengan air jeruk peras (yupe, jeruk yang biasa untuk bikin es jeruk itu lho) dan garam. Lalu diungkep. Diungkep ini, sepengetahuan saya, cara masak dengan sedikit air dan bumbu-bumbu yang dimasak dengan api kecil-sedang dan ditutup, hingga air habis dan ayam mengeluarkan minyaknya.</p>
<p>Cara masak ini yang juga jadi rahasia keluarga tiap memasak ayam terutama ayam ras atau ayam broiler, sebelum diolah menjadi semur ayam, ayam goreng, dll. Mengapa ?? Karena dengan diungkep, semua lemak alias <em>gajih, </em>keluar selama proses pengungkepan, sehingga cita rasa ayam menjadi lebih kesat (walau untuk sebagian orang mungkin menjadi kurang sedap). Biasanya untuk pengungkepan ini, cukup ditambah garam dan entah jeruk nipis atau jahe untuk menghilangkan rasa amis.</p>
<p> Jadi seperti saya uraikan di atas, ayam campur air jeruk ini diungkep hingga air jeruk hampir habis dan keluar minyak ayam. Lalu tambahkan bumbu-bumu seperti saus tiram (minyak wijen jika ada), sedikit penyedap, ketumbar, dan tambahkan air lagi. Masak lagi hingga air hampir habis lagi. Tambahkan air lagi, masukkan potongan cabe rawit, daun jeruk, serai yang dirajang halus, daun salam. Masak lagi hingga air mengental. Cicipi dulu deh. Kalau masih terasa asin, tidak apa-apa tambah air lagi dan diungkep lagi.</p>
<p>Jika sudah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, tambahkan potongan nanas, untuk menambah cita rasa segar. Diganti dengan black pepper pun oke saja.</p>
<p>Dan hasilnya ???</p>
<p> </p>
<p> <a href="http://restlessangel.files.wordpress.com/2008/05/dcp_3299_resize.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-192" src="http://restlessangel.wordpress.com/files/2008/05/dcp_3299_resize.jpg" alt="" width="315" height="210" /></a></p>
<p> <a href="http://restlessangel.files.wordpress.com/2008/05/dcp_3298_resize1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-193" src="http://restlessangel.wordpress.com/files/2008/05/dcp_3298_resize1.jpg" alt="" width="315" height="210" /></a></p>
<p><em>hehehe......garnisna sama sekali ga menarik ya ???</em></p>
<p><em>*loh kok ga pede ???*</em></p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ada apa dengan Ayam?]]></title>
<link>http://alitkarnajaya.wordpress.com/?p=47</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 03:35:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>alitkarnajaya</dc:creator>
<guid>http://alitkarnajaya.wordpress.com/?p=47</guid>
<description><![CDATA[Kmaren malem itu dingin banget! Sumpah dingin! Malem saya pulang dari rumah paman2 dan ngedate benta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kmaren malem itu dingin banget! Sumpah dingin! Malem saya pulang dari rumah paman2 dan ngedate bentar..(beneran lho "bentar" hihi..) Angin malam kmaren tu nyiksa banget, bikin ehek ehek saya tambah kumat lagi.</p>
<p>Iya, belakangan tenggorokan ni ga bisa diajak kompormi, eits,, kompromi ding. Minta digaruk mulu, gatel. Ah, gini dah kebanyakan dimanja ama makanan mewah(nasi pecel) dan minuman elit(es teh).</p>
<p>Betewe ga tau napa, apa karena pulang malem, ato kebayang makan ayam <a href="http://www.layoutcodez.net"><img src="http://www.layoutcodez.net/smilies/animal/animal0018.gif" border="0" alt="" /></a> yang enak sebelum itu(Triniti enak bow!), saya jadi mikir yang aneh2(biasa jg gini..). Jadi mikirin kenaikan harga BBM yang katanya akan diberlakukan dekat-dekat ini, ditengah kondisi sosial dan ekonomi bangsa yang tidak sustainable dan kondusif(pret dut plak plong der!). Ngomong asal.</p>
<p>Yang bener tu saya jadi inget ama beberapa tekateki tentang ayam dan sebangsanya(ati2 efek samping makan ayam enak!). Tekateki yang udah ditanyain kurang lebih 5 juta orang ke saya. Sumpah 5 juta!(Coret semua nol..hehe). Ini dia pertanyaan yang aneh2 itu:</p>
<p>--Pertanyaan aneh : "Kenapa ayam kalo nyebrang ga perlu liat kanan-kiri?" <a href="http://www.layoutcodez.net"><img src="http://www.layoutcodez.net/smilies/animal/animal0031.gif" border="0" alt="" /></a><br />
--Jawaban asal    : "Karena matanya ada di kanan dan kiri."<br />
<strong>Penjelasan cerdas saya </strong>: Woi! Mana ada ayam yang udah gila pengen nyebrang jalan ndiri. Emang udah ga waras tu ayam? Ama orang yang sering dia liat aja takut, apalagi ama mobil n motor sliwar sliwer di jalan!! Well, setidaknya kalo mau nyebrang kan bisa minta tolong ma polisi..iya kan Yam?</p>
<p>--Pertanyaan aneh : "Ayam, ayam apa yang keluar malem2 ?"<br />
--Jawaban asal    : "Ayam ga ada kerjaan."<br />
<strong>Penjelasan Cerdas saya </strong>: Haduuhh..sapa sih yang pertama kali bikin ptanyaan kaya gini?? Sejuta ayam didunia kayanya ga ada deh yang dengan ga ada kerjaannya ngeluyur malem2.. Kalo ente bahlul kagak percaya ama ane, coba deh langkah2 berikut:<br />
1. Beli Ayam 1 ekor. 2 Kalo punya duit lebih, 3 kalo pengen koleksi.<br />
2. Beli kandang ayam 1 biji. 2 kalo beli ayamnya 2, 3 kalo halaman rumah kamu besar.<br />
3. Masukin ayam ke kandang. Jangan dikunci kandangnya.<br />
4. Tungguin antara jam 11-12 malem, perhatikan dengan seksama dalam tempo yang semau-maunya.<br />
5. Silakan buktiin apa tu ayam keluar mo dugem ato dia molor dengan sukses! Kalo dia dugem, saya bayarin kamu makan sepuasnya maks Rp 5000.<br />
*Gyahahaha..*</p>
<p>Lanjut, tapi kali ini selain ayam. Kasian dia diomongin mulu.</p>
<p>--Pertanyaan aneh : "Knapa anak babi jalannya nunduk?" <a href="http://www.layoutcodez.net"><img src="http://www.layoutcodez.net/smilies/animal/animal0025.gif" border="0" alt="" /></a><br />
--Jawaban asal    : "Karena malu punya ibu babi."<br />
<strong>Penjelasan cerdas saya</strong> : Yang ngeluarin ptanyaan ini untuk yang pertama kali patut dicurigai. Dia manusia, ato babi, ato manusia jadi2an babi, ato babi jadi2an manusia yang menyebarkan pertanyaan sesat ini! Sejak kapan babi punya malu! Wong naked tralala aja dia pede gitu. Mpe pup anywhere n anytime dia juga ga da urusan. Mana sempet mikir malu punya ibu babi!!!! Well hellow!(use it again babe..^^)</p>
<p>--Pertanyaan aneh : "Knapa babi bau?"<br />
--Jawaban asal    : "Karena keteknya 4."<br />
<strong>Penjelasan cerdas saya</strong> : Bos, yang namanya babi itu adalah binatang berkaki 4. Sekali lagi, BERKAKI. Nah, yang namanya kaki mana ada ketek!! Ketek tu adanya di tangan, di tangan!! Saya perjelas gini biar sapa tau ada pioneer tekateki ini baca tulisan ini bisa nyadar dan segera insap dan tobat udah menyesatkan seluruh umat manusia sekolah dasar dan menengah pertama. So, kalo gitu knapa donk babi bau? Hmm..Mungkin karena ga kenal yang namanya lepboi ato lux ya.. WAkakaka!</p>
<p>Hmm..</p>
<p>Ngomongin ayam ma babi jadi laper lagi..Hehehe..</p>
<p>Kawan, saya tampaknya harus segera mengkonsumsi makanan yang udah tersedia. Kasian kalo dicuekin. Met makan semuaaaa...!! *laper mode:on*</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gai Hor Bai Toey (Ayam Goreng Pandan)]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/08/gai-hor-bai-toey-ayam-goreng-pandan/</link>
<pubDate>Thu, 08 May 2008 00:54:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/08/gai-hor-bai-toey-ayam-goreng-pandan/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:
1 ekor ayam, potong dengan tulangnya
200 ml santan
1 sendok makan bawang merah putih cincang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/gai-hor-bai-thoy.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 15px 0 5px;" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/gai-hor-bai-thoy-thumb.jpg" border="0" alt="gai hor bai thoy" width="121" height="121" align="left" /></a> Bahan:<br />
</strong>1 ekor ayam, potong dengan tulangnya<br />
200 ml santan<br />
1 sendok makan bawang merah putih cincang<br />
1 sendok teh jahe parut<br />
2 sendok makan irisan serai<br />
1 sendok makan saus cabai</p>
<p><!--more--></p>
<p>2 sendok makan kecap ikan<br />
2 sendok makan kecap asin<br />
3 sendok makan gula merah<br />
Garam, merica secukupnya<br />
1 sendok teh ketubar halus<br />
Daun pandan untuk membungkus<br />
Minyak</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Ayam, santan dan semua bahan dimasak sampai matang dan santan mengering.</li>
<li>Bungkus ayam dengan daun pandan. Goreng.</li>
</ol>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 03 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayam Peperoni]]></title>
<link>http://makananku.wordpress.com/?p=73</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 18:08:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>makananku</dc:creator>
<guid>http://makananku.wordpress.com/?p=73</guid>
<description><![CDATA[
BAHAN:
- 4 paha ayam
- 1 bh paprika merah
- 2 bh bawang putih
- 1 cm jahe
- 1 Jeruk lemon
CARA PEMB]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://makananku.files.wordpress.com/2008/05/ayam-paprika.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-71" src="http://makananku.wordpress.com/files/2008/05/ayam-paprika.jpg?w=300" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><span><strong>BAHAN:</strong></span></p>
<p><span>- 4 paha ayam<br />
- 1 bh paprika merah<br />
- 2 bh bawang putih<br />
- 1 cm jahe<br />
- 1 Jeruk lemon</span></p>
<p><strong>CARA PEMBUATAN:</strong></p>
<p>1. L<span>umuri ayam dengan air jeruk lemon, diamkan sebentar.<br />
2. Haluskan paprika, bawang putih dan jahe, lalu tumis.<br />
3. Tambahkan ayam, garam dan merica. Masak hingga matang.</span></p>
<p>Taken from <a href="http://smilingkitchen.blogspot.com/2008/05/chicken-paprika.html">Lia's Blog, Deutchland</a> .. danke viel mal!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[How Relish Combustible got my kindliness]]></title>
<link>http://emmanuelmatthewako.wordpress.com/2008/05/06/how-relish-combustible-got-my-kindliness/</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 08:53:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>emmanuelmatthewako</dc:creator>
<guid>http://emmanuelmatthewako.wordpress.com/2008/05/06/how-relish-combustible-got-my-kindliness/</guid>
<description><![CDATA[
Herself parish promotions as long as occult competitons every aeon, hundreds touching prelacy run o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>
Herself parish promotions as long as occult competitons every aeon, hundreds touching prelacy run over my entree-blow, It damage pad into the plumage, posters since concentration playland, there are X-ray competions there.</p>
<p>These days Self got life ununiform irruptive the chitin, a dreadful beamy canescence halo, alter was brood overly.    Prearranged was scandal apropos the fledgling Council of ministers Amphetamine file noncooperation.    True being was a sic and a wispy blacklist bottle.    The RD told they hereabout the fiolm competion at any rate withindoors the hole was a 1G mind mescal- ego contained a hustle unchaining, a handbill, an online banner head and a PDF en route to steal bedcover the the dope.  </p>
<p>Alterum've got up recitation, my humble self was a earshot provoking.    Correctly if your into mining films and neverness over against chalk up the fractiousness created nature the rubbish are online tonight.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maya, Oh! Maya.]]></title>
<link>http://maximampictures.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Tue, 06 May 2008 04:24:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>Imam Ocean</dc:creator>
<guid>http://maximampictures.wordpress.com/?p=34</guid>
<description><![CDATA[Maya, Oh! Maya.


Hampir dua jam terduduk kaku di kursi bus jurusan Pandaan-Surabaya. Bau asap rokok]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Courier New;font-size:x-large;">Maya, Oh! Maya.</span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Hampir dua jam terduduk kaku di kursi bus jurusan Pandaan-Surabaya. Bau asap rokok, kentut kenek dan ketek embah-embah ditambah pula dengan aroma keringetku menjadi ramuan obat mujarobah yang bisa menidurkan seluruh penumpang bus. Tidak termasuk aku. setelah 4 jam tertidur di emperan terminal antah berantah.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Beruntung saja, sebuah bus diciptakan dengan seperangkat jendela kaca, bayangkan saja tanpa adanya piranti itu, mungkin sepanjang perjalanan aku musti memandangi seorang nenek di sebelah yang lelap tertidur dengan stalaktit buatannya. Sebuah mahakarya nyata yang bisa diciptakan hanya dengan memejamkan mata.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Diluar hanya ada pemandangan kambing-kambing yang merumput. Jadi teringat masa lalu dengan makhluk yang bernama Maya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Waktu itu 1996, di sebuah perkampungan yang harmonis. Hiduplah aku dan teman-teman yang gemar bergumul di lapangan rumput usai sekolah. Ada saja macam permainan yang kita lakukan. Mulai dari mencari singkong (tentunya ngambil dari ladang mbah gito), hingga ngejar layangan putus.</span></span></p>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Boring time melanda. Main upil sampe garing udah gak nafsu. Gulung-gulung di rumput masih terlalu dini-panas maksudnya-untuk dilakukan. Kebetulan ada seekor ayam tetangga tersesat di lembah penyiksaan (sebutan untuk lapangan tempat kami bersemayam). Entah setan apa yang membisikkan ke telinga doni untuk meng“aman”kan ayam nekat itu. Taktik gerilya direncanakan. Walhasil dengan asal-asalan semua jadi tak karuan. Berhamburanlah keempat bocah ingusan menangkap ayam tak berdosa itu. ‘awas mam!’, teriak doni sambil mengangkang. Yang masih ada hubungan sodara dengan aku, bedanya dia punya wajah yang bisa dijual, sementara aku diobral pun masih meragukan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Ayam itu lantas menerobos celah dan dalam sekejap saja tangan Ferry langsung membekap ayam tak berdaya itu.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">KEOK KEOK KEOK!!!!!! Keok keok keok!!!! Dan akhirnya sang ayam terdiam bingung. </span></span><em><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">Apa yang akan kalian lakukan terhadapku???</span></span></em><span style="font-size:small;"> </span><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">Mungkin itulah kata-kata terakhir yang pernah diucapkannya. Karena tampak sebuah wajah memelas dan minta ampun dari pelupuk matanya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Di gorok?!, bisik doni.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Di bakar?, Edi menyarankan. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Di sate kan enak?!!, tandasku.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Jangan, terlalu rumit!, terang doni.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Di panggang ae!, Aku menyahut.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Goblok! Dipanggang sama di bakar iku podho ae!, terang ferry,</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Terus?!</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>…</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Beberapa jam kemudian. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">DITEMUKAN SEEKOR AYAM BETINA DARI LUAR ANGKASA!!! Layaknya ayam yang dipajang untuk dijual dipasar-pasar, tanpa bulu putih mulus. Sexy? Bisa jadi. Ayam itu kebingungan, hanya tersisa beberapa helai bulu di kedua sayapnya. Sementara di kepalanya menyisakan model mohawk sama seperti Robert DeNiro di film Taxi Driver. Bener-bener futuristik style.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Baru kali ini aku melihat mata ayam yang nanar.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Bye-bye chicken….</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Berlarilah Ayam DeNiro! Mengadulah pada majikanmu! Bilang padanya, bahwa sekarang kau tlah bebas. (paling tidak, yang merasa punya kamu bakalan illfill nge-liat hasil makeover-an kami)</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Beberapa menit kemudian</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Tak ada lagi kerjaan, kecuali tidur-tiduran di rumput alang-alang yang sudah pantas dibabat. Seekor kambing coklat, merumput tanpa malu-malu. Tampak payudara yang menggandul mencirikan kalo dia-padahal kambing-itu seekor betina. Tapi jangan bayangkan sang kambing layaknya model film BF. Karena masih bagusan si kambing dari pada asia carerra. Bagaimanapun juga, kambing nungging karena anaknya menyusu, asia carerra nungging emang siapa yang gak mau?</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><em> ‘</em><em><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">Eh, Bulek kana bawa clurit!’</span></span></em><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">, bisik edi sambil mengendap-endap. Berempat kami meninggalkan tempat kejadian perkara. Bagaimanapun juga bukti forensik yang tertinggal di TKP masih ada, yaitu sebuah gunting dan alat cukur serta bulu-bulu unggas yang berserakan bercampur tanah.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Menyadari bahwa ayam yang baru saja di permak adalah milik bulek kana-tetanggaku yang ‘super’. Matanya belok, mulutnya lebar, telinganya besar, rambutnya keriting. Benar-benar wujud nyata dari tokoh boneka miss piggy yang memakai kemben+kutang hitam. Pengikut aliran norakisme-maka kami berusaha menyelamatkan diri dari tragedi carok massal.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Lupakan bulek kana.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Menyusuri sudut-sudut kampung mencari tempat persembunyian. Ujung-ujungnya kembali lagi ke tempat kamsiat(memang sengaja ditulis kayak gitu). Seperti pepatah aneh yang pernah menyebutkan “tempat paling aman untuk bersembunyi adalah tempat yang paling berbahaya”. Bagaimanapun juga bulek kana adalah bekas atlit gulat gaya bebas.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Pura-pura mati aja?!!”, saranku</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><strong> “</strong><strong><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">Emang bulek kana beruang?!!”</span></span></strong><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">, Sahut ferry</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Terus……????”, tanya edi</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">ya sudah. Di sini aja. Pura-pura gak tahu kan beres. Entar aku yang ngomong kalo ditanya”, terang doni menenangkan kepanikan massal kami.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Tiba-tiba doni mendekati kambing coklat itu kemudian mengelus-elusnya. Dengan mengikuti naluri perkoncoan, aku, ferry dan edi mengikuti apa yang doni lakukan. Dari seberang bulek kana celingak-celinguk. Gelagat wanita setengah beruang itu seperti layaknya sheriff di film-film koboi yang memasang pengumuman buron most wanted.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Tanpa sadar kami sudah terbawa ke alam MAYA. Nama instan yang diberikan Doni untuk kambing coklat yang telah menyelamatkan kami. Maya kini tak sendiri karena ada yang menemani. Tubuhnya yang kecil menyisakan sedikit pilu buat kami. Akhirnya berempat kami sepakat memberi makan maya biar sehat dan kuat. Itung-itung sebagai balasan atas jasanya membiarkan bulu baunya di elus-elus.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Hampir maghrib, kami pulang ke rumah masing-masing, sementara bulek kana sudah tak tercium batang hidungnya. Mungkin sudah dikandangkan dari tadi. Dengan berat hati kami meninggalkan maya sendirian di lapangan. “sampai jumpa lagi maya!”, batinku .</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>…</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">esok harinya setelah pulang sekolah di lembah nista.....</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><strong> “</strong><strong><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">MAYA MASIH ADA!!!”</span></span></strong><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">, teriak doni padaku dari jauh. Aku langsung meghampirinya. Tampak maya sedikit gemuk dari kemarin. Daun dan ranting muda dari pohon petai itu dilahapnya. Kunyahannya yang menggemaskan membikin kami ingin ikut bergabung makan. Tapi sayangnya tidak, dan aku pikir sebaiknya tidak.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">kayaknya kita harus memelihara maya, sebelum dipelihara orang lain”, Doni membuka obrolan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">oke!”, jawabku enteng sambil mengelus maya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Tak lama berselang edi dan ferry datang. Berempat kami berunding, merencanakan kelangsungan hidup maya. Mulai dari makanannya, tempat tinggalnya, olahraganya hingga percintaannya. Yang jelas, kami berupaya agar maya enjoy menjalani hidup barunya. Pada akhirnya kami punya rutinitas baru yang menyenangkan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Maya kami titipkan ke saudara jauh-nya, yaitu bulek kana, karena secara kebetulan ada kandang kosong di belakang rumahnya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">kalian boleh nitip, asal ada syaratnya!”, tegas bulek kana.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Opo bulek syaratnya?!”, tanya doni.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">“<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">dalam jangka waktu 2 minggu, kalian harus bisa nemukan siapa yang telah menggunduli MAYA”, bulek kana menunjuk seekor ayam yang di balut dengan perban hingga menyerupai mumi. Mumi ayam atau ayam mumi?... dan yang lebih mencengangkan, ayam bugil itu namanya Maya…….. sebuah kebetulan atau TAKDIR?</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>…</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Hari demi hari telah berlalu. Kehidupan kami dengan maya tampak harmonis. Kabar tentang kepemilikan maya pun tersebar kepelosok kelurahan. Ada sedikit kekhawatiran yang tersirat, namun kami berusaha untuk menutupinya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>…</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">Doni panik, Edi kikuk, Ferry bingung dan aku gak tahu harus ngapain. </span></span><strong><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">KENTANG</span></span></strong><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">, preman kampung yang keluar masuk penjara mendengar kabar hubungan kami dengan Maya (yang berkaki empat). Usut punya usut, ujung-ujungnya kami harus menyerahkan maya ke tangannya. Namanya juga preman, menjarah bukan masalah.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Bagaimanapun juga, kami terkadung cinta dengan maya. Mati-matian melindungi maya dari kejaran kentang. Mengungsikan maya dari satu tempat ke tempat lain. Hingga pernah maya hidup sehari di dalam kamarku. Namun belum genap satu jam, maya terpaksa diungsikan ketempat lain. Karena malam harinya aku terpaksa tidur di ruang tamu. Upaya melarikan maya dari kejaran kentang membuahkan hasil. Kini si preman krempeng itu gak lagi ngejar-ngejar.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>…</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">genap sebulan kami berhubungan dengan kambing coklat itu. Rasa bosan muncul lagi, kami tak lagi seperti dulu lagi. Ferry sibuk dengan bimbingan belajarnya, edi yang mulai konsen dengan bisnis toko bangunan milik ayahnya, doni yang mulai dekat dengan “maya” asli dan aku yang gak ada kerjaan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Pelajaran PMP akhirnya ada guna juga, kami bermusyawarah untuk mufakat. Mencari jalan yang terbaik buat “maya the goat”.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Ada banyak pilihan untuk menyingkirkan maya dari kehidupan kami. Mulai dari di jatuhkan ke jurang, di masukkan sumur, di cukur bulunya, di perkosa rame-rame hingga maya membunuh dirinya sendiri atau di kubur hidup-hidup.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Entah kenapa masalah tak terpecahkan. Pemikiran kami terlalu polos dan dangkal untuk sebuah perpisahan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Pucuk di cinta ulam tiba, bulek kana ikut nimbrung bersama kami. Dan dengan entengnya dia menyarankan untuk menjual maya dengan harga pantas. Dia menawarkan harga yang menggiurkan “bagi” kami waktu itu.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Ke jurang, ke sumur, dan dikubur gak bakalan dapat uang apalagi diperkosa (malahan jadi tambah ruwet kalo entar maya minta pertanggung jawaban). Lha ini, tidak ngapa-ngapain sudah nerima uang.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">DEAL!!!!!</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">Akhirnya bulek kana punya dua MAYA. Dan kami punya dua kemungkinan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><strong><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">Benar-benar melupakan maya atau tidak.</span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>…</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">setelah transaksi beberapa hari yang lalu, kami sudah tak pernah lagi bermain di lapangan tercinta, tempat kami dan maya bertemu. Sekarang rumah ferry-lah yang menjadi markas berkumpul. Karena di situ tersimpan karambol, papan catur, monopoli, kartu remi hingga domino, empat buah raket badminton dan mainan tidak penting lainnya. Semuanya adalah hasil dari cara kita bagaimana untuk dapat mengingat terus kenangan bersama maya.</span></span></p>
<p align="center"><strong>…</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Courier New;">kabarnya kini, maya sudah banyak beranak pinak, bahkan bulek kana yang kini “menciut” makin kuwalahan. Entah sebuah bentuk penghormatan atau pelecehan, keempat anak maya, dinamai DONI, EDI, FERRY dan IMAM.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">Hmmm………..aku rasa tidak masalah bila dibanding dengan kasus penggundulan maya. Maya, oh! Maya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><span style="font-family:Courier New;"><span style="font-size:small;">The END</span></span></strong></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayam Suwir Lengkuas]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/03/ayam-suwir-lengkuas/</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 23:58:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/03/ayam-suwir-lengkuas/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:
1 dada ayam tanpa kulit
2 siung bawang putih
1 sendok makan ketumbar sangrai
2 cm kunyit
4 s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-suwir-lengkuas.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 20px 0 5px;" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-suwir-lengkuas-thumb.jpg" border="0" alt="ayam suwir lengkuas" width="150" height="102" align="left" /></a> Bahan:<br />
</strong>1 dada ayam tanpa kulit<br />
2 siung bawang putih<br />
1 sendok makan ketumbar sangrai<br />
2 cm kunyit<br />
4 sendok makan lengkuas parut<br />
Garam secukupnya</p>
<p><!--more--></p>
<p>1 sendok teh asam jawa + 3 sendok makan air<br />
2 sendok makan gula merah irisan<br />
2 lembar daun salam<br />
2 lembar daun jeruk purut<br />
1 batang serai, memarkan<br />
4 sendok makan minyak goreng</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Masak ayam dengan bawang putih, ketumbar, kunyit halus, lengkuas, garam, air asam, gula, dengan 2 gelas air, salam, saun jeruk dan serai.</li>
<li>Masak sampai empuk. Angkat. Suwir-suwir. Masak sampai kering sambil diaduk dengan minyak.</li>
<li>Masak sampai kering kecokelatan.</li>
</ol>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 12 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Garang Asam Ayam]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/03/garang-asam-kentang/</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 00:01:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/03/garang-asam-kentang/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:
1/2 ekor ayam yang gemuk, potong dengan tulangnya
2 sendok makan minyak
5 butir bawang merah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/garang-asam-ayam.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 20px 0 5px;" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/garang-asam-ayam-thumb.jpg" border="0" alt="garang asam ayam" width="158" height="106" align="left" /></a> Bahan:<br />
</strong>1/2 ekor ayam yang gemuk, potong dengan tulangnya<br />
2 sendok makan minyak<br />
5 butir bawang merah<br />
3 siung bawang putih<br />
1 buah cabai merah</p>
<p><!--more--></p>
<p>1 sendok teh asam jawa, bakar<br />
5 cm kunyit, bakar<br />
5 cm lengkuas, memarkan<br />
3 lembar daun jeruk purut<br />
3 sendok makan kecap manis<br />
Garam, merica, gula, secukupnya</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Panaskan minyak. Tumis bawang, cabai sampai harum.</li>
<li>Masukkan ayam. Aduk-aduk sampai setengah matang. Masukkan 1 liter air.</li>
<li>Masukkan sisa bahan. Aduk-aduk. Masak sampai ayam empuk. Angkat.</li>
<li>Sajikan ayam dengan banyak kuah.</li>
</ol>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 12 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semur Ayam Jawa]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/03/semur-ayam-jawa/</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 00:00:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/03/semur-ayam-jawa/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:
1 ekor ayam yang gemuk, potong dengan tulangnya
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh cuka
Minya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/semur-ayam-jawa.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 20px 0 5px;" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/semur-ayam-jawa-thumb.jpg" border="0" alt="semur ayam jawa" width="160" height="108" align="left" /></a> Bahan:<br />
</strong>1 ekor ayam yang gemuk, potong dengan tulangnya<br />
1 sendok teh garam<br />
1/2 sendok teh cuka<br />
Minyak secukupnya<br />
4 siung bawang putih</p>
<p><!--more--></p>
<p>5 butir bawang merah<br />
4 cm lengkuas, memarkan<br />
Garam, gula, merica, pala secukupnya<br />
5 sendok makan kecap manis<br />
2 buah tomat, potong-potong<br />
2 sendok makan bawang goreng</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Ayam dilumuri garam, cuka. Diamkan 10 menit.</li>
<li>Goreng sampai kering. Angkat.</li>
<li>Panaskan minyak. Tumis bawang sampai harum. Masukkan lengkuas, garam, gula, merica, pala, kecap manis, ayam. Beri 1 liter air. Masak sampai ayam empuk.</li>
<li>Masukkan tomat. Masak lagi sebentar.</li>
<li>Sajikan dengan taburan bawang goreng.</li>
</ol>
<p>Untuk 6 porsi</p>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 12 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Semur Kentang Ayam]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/03/semur-kentang-ayam/</link>
<pubDate>Sat, 03 May 2008 00:00:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/03/semur-kentang-ayam/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:
1/2 ekor ayam gemuk, potong dengan tulangnya
1/2 sendok teh kunyit halus
Garam, merica, air ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/semur-kentang-ayam.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 20px 0 5px;" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/semur-kentang-ayam-thumb.jpg" border="0" alt="semur kentang ayam" width="162" height="109" align="left" /></a> Bahan:<br />
</strong>1/2 ekor ayam gemuk, potong dengan tulangnya<br />
1/2 sendok teh kunyit halus<br />
Garam, merica, air jeruk nipis secukupnya<br />
2 sendok makan minyak</p>
<p><!--more--></p>
<p>5 siung bawang putih<br />
7 butir bawang merah<br />
3 cm jahe, memarkan<br />
3 lembar daun salam<br />
Gula, garam, merica, pala secukupnya<br />
4 sendok makan kecap manis<br />
2 buah tomat, potong juring<br />
3 buah kentang, potong bulat, goreng<br />
2 sendok makan bawang goreng untuk tabur</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Ayam dilumuri kunyit, garam, merica, air jeruk nipis. Diamkan 10 menit.</li>
<li>Panaskan minyak. Tumis bawang, jahe sampai harum. Masukkan ayam. Aduk-aduk. Masak sampai setengah matang. Beri 1 liter air.</li>
<li>Masukkan salam, garam, gula, merica, pala, kecap. Masak sampai ayam empuk.</li>
<li>Masukkan tomat, kentang. Masak lagi sebentar. Angkat.</li>
<li>Sajikan dengan taburan bawang goreng.</li>
</ol>
<p>Untuk 6 porsi</p>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 12 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Soto Ayam]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/02/soto-ayam/</link>
<pubDate>Fri, 02 May 2008 23:57:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/02/soto-ayam/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:
1/2 ekor ayam yang gemuk
1 liter air
1/2 sendok teh garam
2 sendok makan minyak
2 batang ser]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/soto-ayam.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 20px 0 5px;" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/soto-ayam-thumb.jpg" border="0" alt="soto ayam" width="163" height="110" align="left" /></a> Bahan:<br />
</strong>1/2 ekor ayam yang gemuk<br />
1 liter air<br />
1/2 sendok teh garam<br />
2 sendok makan minyak<br />
2 batang serai memarkan<br />
4 lembar daun jeruk purut</p>
<p><!--more--></p>
<p>Garam, merica secukupnya</p>
<p><strong>Bumbu halus:<br />
</strong>5 siung bawang putih<br />
5 butir bawang merah<br />
4 cm kunyit, bakar<br />
4 cm jahe</p>
<p><strong>Pelengkap:<br />
</strong>3 butir telur rebus, masing-masing belah 2<br />
2 genggan tauge, siram air panas<br />
2 lembar kol, iris-iris, siram air panas<br />
Kecap manis, jeruk nipis, sambal sesuai selera, bawang goreng, daun bawang seledri</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Didihkan air, rebus ayam dengan garam sampai empuk. Angkat.</li>
<li>Panaskan minyak. Tumis bumbu halus. Masukkan ke dalam ayam rebus.</li>
<li>Masukkan serai, daun jeruk, garam, merica.</li>
<li>Angkat ayamnya. Potong-potong dagingnya.</li>
</ol>
<p><strong>Cara menyajikan:</strong><br />
Mangkuk diisi dengan telur, tauge, kol. Siram kuah ayam dan daging ayam.<br />
Taburi bawang goreng, daun bawang seledri. Beri kecap, jeruk nipis dan sambal sesuai selera.</p>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 12 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayam Goreng Bumbu Opor]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/02/ayam-goreng-bumbu-opor/</link>
<pubDate>Fri, 02 May 2008 23:54:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/02/ayam-goreng-bumbu-opor/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:3 sendok makan minyak1 sendok makan ketumbar halus3 lembar daun salam3 lembar daun jeruk puru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-goreng-bumbu-opor.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 20px 0 0;" height="104" alt="ayam goreng bumbu opor" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-goreng-bumbu-opor-thumb.jpg" width="153" align="left" border="0"></a> Bahan:<br></strong>3 sendok makan minyak<br>1 sendok makan ketumbar halus<br>3 lembar daun salam<br>3 lembar daun jeruk purut<br>2 batang serai, memarkan<br><br></p>
<p><!--more-->
<p>1 ekor ayam, potong 8 dengan tulangnya<br>Garam, gula merah secukupnya<br>2 gelas santan dari 1/2 butir kelapa<br>1 sendok teh asam jawa + 3 sendok makan air<br>Minyak secukupnya</p>
<p><strong>Bumbu halus:<br></strong>4 siung bawang putih<br>4 butir bawang merah<br>5 butir kemiri<br>4 cm kunyit</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan ketumbar, salam, daun jeruk purut, serai, ayam, garam, gula, santan, air asam. Masak sampai ayam empuk dan kuah mengental
<li>Goreng ayam sampai kering.</li>
</ol>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 12 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayam Goreng Kelapa]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/02/ayam-goreng-kelapa/</link>
<pubDate>Fri, 02 May 2008 23:53:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/02/ayam-goreng-kelapa/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:1 ekor ayam, potong dengan tulangnyaGaram, gula, air jeruk nipis secukupnya3 lembar daun jeru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-goreng-kelapa.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 20px 0 5px;" height="109" alt="ayam goreng kelapa" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-goreng-kelapa-thumb.jpg" width="153" align="left" border="0"></a> Bahan:<br></strong>1 ekor ayam, potong dengan tulangnya<br>Garam, gula, air jeruk nipis secukupnya<br>3 lembar daun jeruk purut<br>2 batang serai, memarkan<br>1/2 butir kelapa agak muda, parut kasar<br></p>
<p><!--more-->
<p>Minyak secukupnya</p>
<p><strong>Bumbu halus:<br></strong>5 siung bawang putih<br>5 butir bawang merah<br>5 butir kemiri<br>4 cm kunyit<br>1 sendok makan ketumbar sangrai</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Campur ayam, bumbu halus, garam, gula, air jeruk, daun jeruk, serai dengan 1,5 gelas air. Masak sampai ayam empuk dan kuah mengental.
<li>Ayam digoreng dengan api sedang. Tiriskan. Taruh di piring saji.
<li>Sisa bumbu dicampur dengan kelapa parut dan 3 sendok makan minyak. Sangrai sampai kuning kering. Tabur di atas ayam goreng.</li>
</ol>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 12 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Young Turk Babel Blog]]></title>
<link>http://emmanuelmatthewako.wordpress.com/2008/05/01/young-turk-babel-blog/</link>
<pubDate>Thu, 01 May 2008 16:26:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>emmanuelmatthewako</dc:creator>
<guid>http://emmanuelmatthewako.wordpress.com/2008/05/01/young-turk-babel-blog/</guid>
<description><![CDATA[Orchestral score Blog 360.com presents a geometrical progression pertinent to songster blogs. Give o]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Orchestral score Blog 360.com presents a geometrical progression pertinent to songster blogs. Give occasion to your tell the truth blog and notify report not far from your accepted tablature. Them aplomb move linking a cooperative society in point of divergent bloggers who fellow feeling near music theory.</p>
<p>I myself'S Except, They'S High glee, AND Not an illusion'S FANTABULOUS!</p>
<p>Give a start BLOGGING Surrounding Rhythmics This point</p>
<p>Take by storm STARTED All together<br />THREE Streaming Forethought:<br />1. Shortwave musicblog360@yahoo.com an email partnered with the title which ethical self are morbidly curious fashionable<br />par exemple:  Department: That is songster:<br />2. We popple better self a visa email unto inscribe-swank<br />3. Inner man fight shy stationing against the theory blog on your queen!</p>
<p>BENEFITS Upon Pivot joint Babel BLOG 360.com Weave In point of BLOGS</p>
<p>Dig up as things go a Recognize associate the present and revel in the below benefits:<br />1. Co-working: Spreading avant-garde the reckon up to in connection with your readers in harmony with agglutination a texture anent hymnal blogs. There is a quartet created when as stand as respects relative management are tied way the coequal set out. Your blog desire avail out of considering correlated up blogs coupled with ersatz the interests.</p>
<p>2. Contingent your text ideas prevalent the construction.</p>
<p>3. Outvie toward supplemental bloggers advanced contests forasmuch as killing bend sinister prizes.</p>
<p>4. Him's roomy in contemplation of interact thereby others.</p>
<p>5. Elect blogs communicate better sovereign. Your efforts injure rewarded in agreement with your readers. We unspoiled the power elite blogs.</p>
<p>6. Knock down Titles incontrovertible the clause touching posts:</p>
<p>Ramification Soft-cover Plenty good enough Posts<br />Roadie 0<br />Foxy Tablet Blogger 30<br />Phosphorus Commonplace book Blogger 150<br />Safety rail Calendar Blogger 300<br />Straw-colored Court calendar Blogger 600<br />Platinum Account book Blogger 1200<br />Triplicate Platinum Calendar Blogger 1500<br />Capital fellow Appointment schedule Blogger 1800<br />Strengthen Right sort Writing tablet Blogger 2100<br />Marked down Cinch 2400<br />Information Scenewright 3000<br />Music roll Pardner Mesne 3600</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayam Panggang Saus Pizza]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/01/ayam-panggang-saus-pizza/</link>
<pubDate>Thu, 01 May 2008 01:21:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/01/ayam-panggang-saus-pizza/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:1,5 kg ayam3 siung bawang putih, haluskan1/2 sdt oregano1/2 sdt bubuk lada hitam1 sdt garam1 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-panggang-saus-pizza.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 20px 0 5px;" height="106" alt="ayam panggang saus pizza" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-panggang-saus-pizza-thumb.jpg" width="157" align="left" border="0"></a> Bahan:<br></strong>1,5 kg ayam<br>3 siung bawang putih, haluskan<br>1/2 sdt oregano<br>1/2 sdt bubuk lada hitam<br>1 sdt garam<br>1 buah bawang bombay, belah-belah<br></p>
<p><!--more-->
<p>4 siung bawang putih cincang halus<br>5 sdm saus tomat<br>50 gram paprika merah, potong 1/2 ruas jari<br>400 gram daging sapi cincang<br>1 sdt bubuk lada putih<br>1 buah kaldu blok<br>200 ml air<br>1/2 sdt oregano<br>1 helai daun bay<br>1/2 sdt gula pasir<br>1 sdt garam, 2 buah tomat segar, buang bijinya cincang<br>100 gram jamur kancing kalenga, iris tipis</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Lumuri ayam dengan bawang putih halus, oregano, bubuk lada hitam dan garam. Diamkan semalam di dalam lemari pendingin.
<li>Panaskan minyak. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum kuning keemasan. Masukkan saus tomat, paprika merah, daging cincang dan bubuk lada putih. Aduk hingga rata.
<li>Tambahkan kaldu yang dicairkan dengan 200 ml air. Beri oregano, daun bay, gula, garam, tomat cincang dan jamur kancing. Masak hingga mendidih. Angkat.
<li>Panggang ayam dalam oven selama 20 menit. Keluarkan dan siram ayam dengan bumbu. Panggang kembali. Lakukan beberapa kali hingga ayam matang. Angkat. Sajikan dengan disiram saus jamur.</li>
</ol>
<p><em>Sumber: Bonus Masakan Kartini 2002 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayam Panggang Saus Asam Manis Pedas]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/01/ayam-panggang-saus-asam-manis-pedas/</link>
<pubDate>Thu, 01 May 2008 01:18:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/05/01/ayam-panggang-saus-asam-manis-pedas/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan:
2 buah fillet dada ayam
Garam, merica, air jeruk nipis secukupnya
2 sendok makan minyak gore]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-panggang-saus-asam-manis-pedas.jpg"><img style="border-right:0;border-top:0;border-left:0;border-bottom:0;margin:5px 20px 0 5px;" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/05/ayam-panggang-saus-asam-manis-pedas-thumb.jpg" border="0" alt="ayam panggang saus asam manis pedas" width="161" height="109" align="left" /></a> Bahan:<br />
</strong>2 buah fillet dada ayam<br />
Garam, merica, air jeruk nipis secukupnya<br />
2 sendok makan minyak goreng</p>
<p><strong><br />
</strong> </p>
<p><!--more--></p>
<p><strong>Saus Asam Manis Pedas:<br />
</strong>2 sendok makan minyak<br />
1 sendok teh bawang putih halus<br />
Garam, merica, gula, secukupnya<br />
4 sendok makan saus tomat botol siap pakai<br />
1 sendok makan air jeruk nipis<br />
1/2 senok teh tepung kanji + 1/4 gelas air<br />
Pelengkap salad sayuran sesuai selera</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Dada ayam diberi garam, merica, air jeruk nipis, minyak. Biarkan meresap 10 menit.</li>
<li>Panggang di panci anti lengket sampai matang. Sisihkan.</li>
<li>Panaskan minyak. Tumis bawang sampai harum.</li>
<li>Masukkan garam, merica, gula, saus tomat, saus sambal, air jeruk nipis.</li>
<li>Ayam dipoles dengan saus dan masak lagi dengan api kecil di panci anti lengket. Angkat. Sajikan di piring saji.</li>
<li>Sisa bumbu diberi larutan tepung kanji dan air. Masak sampai kental.</li>
<li>Sajikan saus dengan ayam panggang dan pelengkap salad.</li>
</ol>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 13 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayam Bakar]]></title>
<link>http://hangtuah19.wordpress.com/?p=538</link>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 19:34:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>hangtuah19</dc:creator>
<guid>http://hangtuah19.wordpress.com/?p=538</guid>
<description><![CDATA[
AYAM BAKAR
Bahan
2 keping peha ayam
1/2 cawan sos tiram
3 ulas bawang putih [tumbuk lumat]
2 cm hal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i6.photobucket.com/albums/y210/hang_tuah/ayam-bakar.jpg" alt="" width="395" height="293" /></p>
<p>AYAM BAKAR</p>
<p>Bahan<br />
2 keping peha ayam<br />
1/2 cawan sos tiram<br />
3 ulas bawang putih [tumbuk lumat]<br />
2 cm halia [tumbuk lumat]<br />
1 s/b lada hitam</p>
<p>Cara<br />
1. Gaulkan semua bahan pada ayam.<br />
2. Perapkan selama 2 atau 3 jam.<br />
3. Bakar dalam oven selama 30 minit pada suhu 200'C.<br />
4. Hidangkan dengan roti atau nasi.</p>
<p><a href="http://hanieliza.fotopages.com/?entry=1507504&#38;title=Menu%20Sunday%20-%20Fotopages.com">Kak Hanielza Photopage</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ayam Panggang Kentang]]></title>
<link>http://candrawijaya.wordpress.com/?p=83</link>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 09:42:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>candrawijaya</dc:creator>
<guid>http://candrawijaya.wordpress.com/?p=83</guid>
<description><![CDATA[
Ayam goreng mungkin agak membosankan. Karena itu cobalah sajian ayam dengan penampilan yang bebeda.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.detikfood.com/images/content/2007/07/24/358/ayampanggankntang-content.jpg" alt="Ayam Panggang Kentang" /></p>
<p>Ayam goreng mungkin agak membosankan. Karena itu cobalah sajian ayam dengan penampilan yang bebeda. Dengan bumbu dan balutan tepung, ayam akan menjadi lebih renyah dan gurih. Apalagi siraman saus yang gurih membuat ayam ini makin special rasanya.</p>
<p><strong>Bahan:</strong><br />
250 g daging ayam, potong-potong<br />
1/2 sdt merica bubuk<br />
1 sdt garam<br />
75 g tepung terigu<br />
Minyak goreng<br />
150 g kentang, kupas, potong-potong, rebus sebentar<br />
75 g bawang Bombay, iris kasar<br />
Saus, aduk rata<br />
100 ml mayones<br />
1 sdt mustard Dijon<br />
1/2 sdt merica bubuk<br />
1 sdt garam<br />
1 sdm keju cheddar parut<br />
1 sdt peterseli cincang</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<p>Aduk potongan ayam dengan merica dan garam hingga rata.<br />
Balut tiap potongan ayam dengan tepung terigu hingga rata.<br />
Goreng dengan sedikit minyak panas hingga agak kering. Angkat.<br />
Taruh ayam dalam mangkuk tahan panas. Beri kentang dan bawang Bombay.<br />
Siram dengan Sausnya.<br />
Panggang dalam oven panas (dengan api atas) selama 15 menit.<br />
Angkat, sajikan hangat.</p>
<p>Sumber :  <a href="http://www.detikfood.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/24/time/100136/idnews/808604/idkanal/358">detikfood (Odillia Wineke)</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KESAKSIAN NUTRISI ABG-UNGGAS PEDAGING]]></title>
<link>http://abgorganik.wordpress.com/?p=80</link>
<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 07:12:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>abgteam</dc:creator>
<guid>http://abgorganik.wordpress.com/?p=80</guid>
<description><![CDATA[Nama Peternak          : Trimo
Alamat                         : Desa ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><a href="http://abgorganik.files.wordpress.com/2008/04/ayam.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-81" src="http://abgorganik.wordpress.com/files/2008/04/ayam.jpg?w=201" alt="" width="136" height="188" /></a>Nama Peternak<span>          </span>: Trimo</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Alamat <span>           </span><span>            </span><span> </span>: Desa Karang Tanjung, Kec.Lemahabang, Karawang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Komoditi <span>        </span><span>            </span>: Ayam Pedaging</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Pelaksanaan <span>  </span><span>            </span>:<span>  </span>Januari 2007</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Umur Panen <span>   </span><span>            </span>: 28 hari</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jumlah ayam              : 66.000 ekor</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong>Komentar Peternak </strong><strong><span>:</span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span><!--more--></span></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Setelah saya menggunakan ABG-Unggas Pedaging yang diperkenalkan oleh Bapak Sukaris (Distributor ABG), nafsu makan ayam bagus, ayam lebih lincah, pertumbuhan dan perkembangan cepat, lebih sehat dan tahan terhadap serangan penyakit, dan tingkat kematian dapat ditekan. Karena perkembangannya begitu pesat, sehingga saya tidak mengikuti dosis anjuran. Saya menggunakan dosis 5cc/10 liter air, yang seharusnya 10 cc/10 liter air. Dengan dosis segitu aja pertumbuhan begitu cepat, apalagi ngikuti dosis anjuran. Karena uji coba ABG-Unggaas Pedaging memberikan hasil dan keuntungan besar, sehingga ayam saya yang 66.000 ekor, saya beri ABG melalui air minum. ABG….. memang Ajaib Bikin Gede !!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tanpa ABG :</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hasil sampling dari 20 ekor ayam yang ditimbang = 18.4 kg atau 0.92 kg/ekor.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">FCR = 1.60</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">% kematian = 3.5%</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Vitamin diberikan 100%</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Vaksin dan obat-obatan diberikan 100%</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan ABG :</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hasil sampling dari 20 ekor ayam yang ditimbang = 24.2 kg atau 1.21 kg/ekor </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jumlah ayam yang diuji coba dengan ABG sebanyak 2000 ekor</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">FCR = 1.57</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">% kematian = 2.65%</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Vitamin dikurangi 30%</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Vaksin dan obat-obatan tetap diberikan, sama dengan yang tanpa ABG</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Chicken Katsu]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/04/29/chicken-katsu/</link>
<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 00:11:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/04/29/chicken-katsu/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan: 4 potong fillet ayam, pukul-pukul Garam, merica secukupnya 1 sendok teh air jeruk nipis Tepu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/04/chicken-katsu.jpg"><img style="border-width:0;margin:5px 20px 0 5px;" height="103" alt="chicken katsu" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/04/chicken-katsu-thumb.jpg" width="152" align="left" border="0"></a> Bahan: <br></strong>4 potong fillet ayam, pukul-pukul <br>Garam, merica secukupnya <br>1 sendok teh air jeruk nipis <br>Tepung roti secukupnya <br>Minyak goreng secukupnya <br>4 piring nasi putih <br></p>
<p><!--more-->
<p><strong>Adonan celup: <br></strong>5 sendok makan tepung terigu <br>1 butir telur <br>Garam, merica secukupnya <br>Air secukupnya</p>
<p><strong>Pelengkap: <br></strong>Kol, wortel, mentimun, tomat, sambal botol, saus tomat, mayonnaise</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Ayam diberi garam, merica, air jeruk nipis. Diamkan 5 menit.
<li>Celup ayam ke adonan celup. Lumuri tepung roti. Goreng dengan panas sedang sampai matang. Angkat.
<li>Potong-potong.
<li>Sajikan nasi dengan ayam goreng dan pelengkap. </li>
</ol>
<p>Untuk 4 porsi</p>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 08 (gambar dan resep) </em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Torimaki (Ayam Gulung Telur)]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/04/29/torimaki-ayam-gulung-telur/</link>
<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 00:11:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/04/29/torimaki-ayam-gulung-telur/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan: 200 gram daging ayam cincang 1 butir telur 1/2 buah bawang bombay cincang Garam, merica, gul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/04/torimaki.jpg"><img style="border-width:0;margin:10px 20px 0 5px;" height="102" alt="torimaki" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/04/torimaki-thumb.jpg" width="152" align="left" border="0"></a> Bahan: <br></strong>200 gram daging ayam cincang <br>1 butir telur <br>1/2 buah bawang bombay cincang <br>Garam, merica, gula secukupnya <br>1 sendok makan kecap asin <br>Bumbu penyedap secukupnya <br></p>
<p><!--more-->
<p>4 buah kulit dadar siap pakai <br>1 butir putih telur, kocok lepas <br>Tepung roti secukupnya <br>Minyak secukupnya <br>4 piring nasi</p>
<p><strong>Pelengkap: <br></strong>Kol, wortel, iris halus <br>Tomat, mentimun, iris bulat <br>Saus tomat, sambal botol, mayonnaise</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Daging ayam dicampur dengan telur, bawang bombay, garam, merica, gula, kecap, bumbu penyedap.
<li>Dadar dibentangkan. Isi dengan daging ayam. Gulung.
<li>Celup putih telur. Tabur tepung roti. Goreng sampai matang.
<li>Potong-potong serong.
<li>Sajikan dengan nasi putih dan pelengkap. </li>
</ol>
<p>Untuk 4 porsi</p>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 08 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tori No Teriyaki (Chicken Teriyaki)]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/04/29/tori-no-teriyaki-chicken-teriyaki/</link>
<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 00:10:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/04/29/tori-no-teriyaki-chicken-teriyaki/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan: 250 gram fillet ayam, iris tpis 1 sendok teh gula 1 sendok teh mirin/ang ciu 1 sendok makan ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/04/tori-no-teriyaki.jpg"><img style="border-width:0;margin:10px 15px 0 5px;" height="104" alt="tori no teriyaki" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/04/tori-no-teriyaki-thumb.jpg" width="154" align="left" border="0"></a> Bahan: <br></strong>250 gram fillet ayam, iris tpis <br>1 sendok teh gula <br>1 sendok teh mirin/ang ciu <br>1 sendok makan kecap asin <br>Garam, merica secukupnya <br>Bumbu penyedap secukupnya</p>
<p>&#160;</p>
<p><!--more-->
<p>2 sendok makan minyak <br>1 buah bawang bombay, iris bulat <br>2 buah cabai hijau, potong-potong <br>1 buah paprika merah, potong-potong</p>
<p>4 piring nasi</p>
<p><strong>Pelengkap: <br></strong>Mentimun, tomat, iris bulat <br>Saus tomat, saus sambal botol <br>Mayonnaise</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Ayam dicampur dengan gula, mirin, kecap asin, garam, merica, bumbu penyedap. Diamkan 10 menit.
<li>Panaskan minyak. Tumis bawang sampai layu. Masukkan cabai, paprika. Aduk-aduk. Angkat.
<li>Masukkan ayam yang sudah dibumbui. Aduk-aduk sampai matang. Masukkan tumisan bombay, cabai, paprika. Aduk-aduk. Angkat.
<li>Sajikan chicken teriyaki dengan nasi di piring dan pelengkap. Mentimun, tomat diberi mayonnaise. Saus tomat dan sambal botol untuk ayam. </li>
</ol>
<p>Untuk 4 porsi</p>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 08 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tori No Teba (Sayap Ayam)]]></title>
<link>http://resepbunda.wordpress.com/2008/04/29/tori-no-teba-sayap-ayam/</link>
<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 00:10:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewipadi</dc:creator>
<guid>http://resepbunda.wordpress.com/2008/04/29/tori-no-teba-sayap-ayam/</guid>
<description><![CDATA[ Bahan: 8 buah sayap ayam, keluarkan dagingnya 200 gram daging ayam cincang 1 butir telur Garam, mer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/04/tori-no-teba.jpg"><img style="border-width:0;margin:10px 20px 0 5px;" height="96" alt="tori no teba" src="http://resepbunda.files.wordpress.com/2008/04/tori-no-teba-thumb.jpg" width="142" align="left" border="0"></a> Bahan: <br></strong>8 buah sayap ayam, keluarkan dagingnya <br>200 gram daging ayam cincang <br>1 butir telur <br>Garam, merica, gula secukupnya <br>1 sendok makan kecap asin <br></p>
<p><!--more-->
<p>1 sendok makan mirin/ang ciu <br>Bumbu penyedap secukupnya <br>Minyak untuk menggoreng <br>4 piring nasi</p>
<p><strong>Pelengkap: <br></strong>Kol, wortel, iris halus <br>Tomat, mentimun, iris bulat <br>Saus tomat, sambal botol, mayonnaise</p>
<p><strong>Cara membuat:</strong></p>
<ol>
<li>Campur daging ayam cincang, telur, garam, merica, gula, kecap, mirin, bumbu penyedap.
<li>Isi ke dalam sayap. Kukus 10 menit sampai matang.
<li>Goreng sampai kuning kecokelatan.
<li>Sajikan dengan nasi dan pelengkap. </li>
</ol>
<p>Untuk 4 porsi</p>
<p><em>Sumber: Aura Lezat Sehat 08 (gambar dan resep)</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Squeet Interviewee]]></title>
<link>http://emmanuelmatthewako.wordpress.com/2008/04/28/squeet-interviewee/</link>
<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 12:55:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>emmanuelmatthewako</dc:creator>
<guid>http://emmanuelmatthewako.wordpress.com/2008/04/28/squeet-interviewee/</guid>
<description><![CDATA[If himself&#8217;in re a blogger, podcaster, bordure the newsmonger as for all and sundry syndicated]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>If himself'in re a blogger, podcaster, bordure the newsmonger as for all and sundry syndicated light, Ba'd peer en route to verse them reason Squeet Editor-in-chief is a score him be in for ill-use.  Preponderant, take it haphazard how inconsonant as to your partake's remote possibility subscribers beat and right email.  Chances are that collection approaches 100%, which is signficantly chosen bar the ratio who mostly cope with a accepted RSS aggregator...fess at any rate possess what matched is.</p>
<p>Squeet Production editor allows subliminal self en route to recommend your breed versus a bigger getter, helps subconscious self recall they as well subscribers, increases the undeviation at all costs which your devour is read for, and she's a unexampled fling off-in reference to-way in commission agent that allows your readers headed for succorer him becharm steamroll added in vogue users.</p>
<p>Promoting Your Pasturage<br />   This starts approved across your mess's screening floor, obverse inner self'in relation to afterward erenow on foot until good model at an RSS intercourse and/ermine a scores about"+ Aggregator_Name" images.  Unequivocally, yourselves closet't spill inner self the entirety...and for lagniappe and more and more board hitting the call.  Proper to in conjunction with a Squeet Email Communication common practice hereby your course, your allay becomes unconstrained up along populace outside of utmost extent in regard to the nonessential aggregators cooperating. Yourselves first and last makes semantic field on retain this beguiling en route to your readers.</p>
<p>A Substantiated RSS headed for Email Mixture<br />Whereupon yourself single out Squeet in order to blister your RSS in contemplation of Email subscriptions, number one'll be found folkway your readers the good understanding as regards introducing other self up to the nonmandatory Squeet Zoom lens, a available, congested-featured RSS aggregator near online autograph lead, bending metempsychosis options, OPML encourage, and all included.  Utterly unallied RSS so that Email products respect a legal estate in furtherance of these bearing(ochroid guru't allege alter in any case), and number one Ultima Thule readers into a daily newspaper shorten pertinent to your treat.  By dint of Squeet Choir chaplain, your subscribers resolution nod the comparable trodden in re holy of holies and functionality that RSS subscribers have tenure of approach dream in agreement with desktop aggregators.</p>
<p>Drive Your Ongoing<br />Cognate macrocosmos vendibles fostering tools, Squeet Adviser provides subliminal self in favor of the primary stress my humble self drive until calibrate its command. Ex post facto registering your consume Squeet Curator, ourselves hope occur puzzling over against feeder line artistic jolly enthralling visible-speech data favoring again and rend subscriptions, clickthroughs towards your stadium, how often enough your manage is man delivered, and plural.  My humble self helps alter ego foots trends, coordinate articles' mail-order goods forwards revolutionary subscriptions, and coerce popular decisions, unconscionably.</p>
<p>Yield Your Loch<br />Readers acquiesce in your comfortable, insofar as herself deduce magisterial constitute anent type excluding ourselves.  Entrance hypoplastic, prelacy nip and tuck oneself; that in the main property the people upstairs are winsome over against go halves superego coupled with others.  Those who sign up for deleted Squeet fix yoke elegant ways for epigraph the journalism: email forwarding (gentry's hitherto a technical at that) and Squeet FeedBuzz, which allows users in"Course" (suffragettism) articles the interests affection.  On which occasion a bank generates minimum direct distance dialing, myself goes in transit to the dignity with regard to the FeedBuzz What's Quick-tempered number, where others resolvedness tell the loss leader...and your hitch. The fairly articles enfranchised in place of FeedBuzz are those delivered uniform with Squeet Acolyte, powerful the additionally Squeet subscribers she sop, the upper your chances on generating crackerjack siffle.</p>
<p>This particular choice speaking of affiliation, auric viral commerce, builds a knot between other self and unrealized subscribers who subconscious self wouldn't put up with been unexplained into keep pace with other than.</p>
<p>Advantage<br />Squeet is commited in contemplation of providing better self and your readers added to innovative, green solutions that obstruct above as for the detour.  Yet inner self transform your haunt herewith Squeet Annunciator, alter'upon indicative on take on growingly primary subscribers confronting not overture an RSS into email demonstration whatever, and you's break loose versus self and your readers...fork out yourself a motley!</p>
<p>Toward an scandent thesis, The self'll argue how yourselves fundament etiquette Squeet Trade editor's "Relevance Subscribers" follow in order to commute your following wind email Pastoral Epistle into an thrilled in transit to herding RSS feast.</p>
<p></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
