<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>arjuna &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/arjuna/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "arjuna"</description>
	<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 04:39:36 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Mendaki Gunung (Lagi)]]></title>
<link>http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=63</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 10:11:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>abdurrosyid</dc:creator>
<guid>http://abdurrosyid.wordpress.com/?p=63</guid>
<description><![CDATA[Kemarin selama tiga hari untuk keempat kalinya saya mendaki gunung. Sebelumnya, saya sudah tiga kali]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin selama tiga hari untuk keempat kalinya saya mendaki gunung. Sebelumnya, saya sudah tiga kali mendaki gunung. Gunung yang pertama kali saya daki adalah Gunung Penanggungan. Ketika itu saya melakukan pendakian dari Jolotundo, Mojokerto. Itu adalah debut pendakian saya yang mengesankan karena pendakian tersebut dilakukan tanpa penunjuk jalan. Ceritanya, pendakian akan dilakukan dari Pandaaan. Kami sudah menyiapkan seorang penunjuk jalan yang sudah pernah mendaki Penanggungan dari Pandaan. Eh, ternyata dalam perjalanan berangkat ada kesalahan teknis yang cukup fatal. Ada miskomunikasi dengan sopir kendaraan yang kami carter. Kami bukannya diturunkan di Pandaan, tetapi diturunkan di Jolotundo Mojokerto. Alhasil, penunjuk jalan yang sudah kami siapkan pun seolah-olah tidak berguna. Terpaksa akhirnya kami pun melakukan pendakian tanpa penunjuk jalan.</p>
<p>Waktu itu kami tiba di kaki gunung ba'da maghrib. Penjaga pos mengingatkan agar kami tidak jadi naik karena tidak ada penunjuk jalannya. Sesudah melakukan sholat jamak qashar magrib dan isya', kami pun berdiskusi apakah akan tetap melakukan pendakian. Akhirnya kami memutuskan untuk tetap mendaki, malam itu juga. Sebuah keputusan yang sangat berani! Mendaki gunung tanpa penunjuk jalan pada malam hari.<!--more--></p>
<p>Kami pun mendaki dengan penuh optimis. Kami mendaki dan terus mendaki melewati lintasan-lintasan yang cukup mendebarkan. Berkali-kali kami mendapati jalan buntu, sesuatu yang mulai menyiratkan dugaan dalam pikiran kami bahwa kami sedang tersesat. Yang paling mendebarkan adalah jurang 90 derajat hanya setengah meter di sebelah kiri kami dan tebing 80 derajat persis di sebelah kanan kami. Kami pun berteriak,"Mepet kanan, jangan lihat ke kiri." Anda yang pernah mendaki ke Penanggungan dari Jolotundo mungkin tidak pernah mendapati lintasan ini, karena lintasan ini memang bukan lintasan pendakian yang biasanya.</p>
<p>Setelah mendaki dan terus mendaki, akhirnya selepas tengah malam kami pun dipaksa beristirahat sejenak. Ketika itu, tidak ada komando untuk beristirahat lama disitu. Tetapi tanpa komando, semuanya langsung terlelap disitu, karena saking hebatnya rasa capek dan mengantuk. Tahu-tahu, kami sudah terbangun saat shubuh, dengan udara yang sangat dingin menusuk tulang-tulang kami. Begitu matahari pagi menerangi sekeliling, kami baru sadar bahwa kami telah tersesat. Kami telah mencapai puncak tetapi puncak yang lain, dan bukan puncak yang biasanya. Puncak yang kami capai memang bukan yang tertinggi, tetapi belakangan kami tahu bahwa perjalanan mendaki yang kami lewati jauh lebih sulit dan exhausting daripada pendakian dengan jalur yang benar. Jauh lebih sulit dan exhausting-nya saya rasa terutama dari segi mental, karena kami berkali-kali mendapati jalan buntu dan dihantui dengan perasaan telah tersesat, disamping juga lintasan-lintasanya yang sebagiannya jauh lebih mendebarkan daripada lintasan yang biasanya.</p>
<p>Merasa belum puas dengan pendakian ke Penanggungan yang berakhir tersesat tersebut, pada waktu yang lain pun saya melakukan pendakian untuk yang kedua kalinya, tetap ke Penanggungan. Namun kali ini kami ditemani oleh seorang penunjuk jalan. Dan sudah bisa diduga, kamipun sampai ke puncak Penanggungan. Yang paling mengesankan saya rasa adalah beberapa saat sebelum mencapai puncak, kami harus merangkak untuk bisa melewati jalur yang sangat terjal dan licin.</p>
<p>Pendakian saya yang ketiga adalah ke Arjuna, gunung tertinggi di Jawa Timur sesudah Semeru (katanya sih begitu). Waktu yang kami butuhkan molor dari yang kami rencanakan. Kami merencanakan mulai mendaki Sabtu ba'da maghrib dan bisa sampai kembali ke kaki gunung Ahad maghrib. Kenyataannya, kami baru bisa sampai kembali di kaki gunung Senin shubuh. Yang paling mengesankan, kami menuruni gunung persis setelah hujan melewati jalur tanah untuk gerobak belerang. Sudah begitu, kami semua kehabisan baterai senter di saat bulan sedang tidak nampak. Bisa dibayangkan bukan? Jalan yang sangat licin tanpa penerangan yang memadahi! Saya sendiri terjatuh, terpeleset, dan 'kecekluk' tidak kurang dari seratus kali. Perjalanan menuruni gunung tersebut benar-benar mengesankan, dimulai ba'da maghirb dan baru berakhir saat shubuh. Semalaman penuh!</p>
<p>Adapun pendakian saya yang keempat ya yang kemarin itu. Kami mendaki Gunung Wilis dari Roro Kuning di Nganjuk. Medannya terasa lebih alami karena tidak terlalu sering didaki, dibandingkan dengan Arjuna, Welirang atau Lawu. Kami mendaki dan menuruni gunung pada malam hari, dengan penerangan lampu-lampu senter kami. Siangnya, kami beristirahat. Karena keterbatasan waktu dan lain hal, kami mengakhiri pendakian di bahu gunung, tepatnya di Pos Watu Koco. Namun, itu sudah cukup tinggi, dan sudah merupakan areal Eidel Weis. Kami semua juga sudah merasa kelelahan.</p>
<p>Dengan demikian, sudah empat kali saya mendaki gunung. Sebetulnya sih lima kali jika  pendakian saya ke Van der Mann di Batu Malang diikutsertakan. Van der Mann adalah sebuah bukit, atau kalau mau sebutlah ia sebuah gunung kecil. Akankah saya mendaki lagi pada waktu yang akan datang?</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Penghargaan "Aku Bangga Jadi Orang Indonesia" kepada Sri Sultan]]></title>
<link>http://sultanforpresident.wordpress.com/?p=99</link>
<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 07:08:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>cahmbantul</dc:creator>
<guid>http://sultanforpresident.wordpress.com/?p=99</guid>
<description><![CDATA[
8 April 2007
Bertepatan dengan ulang tahunnya ke-61, raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sul]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sultanforpresident.files.wordpress.com/2008/07/hbx_thumb.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-101" src="http://sultanforpresident.wordpress.com/files/2008/07/hbx_thumb.jpg?w=270" alt="" width="270" height="181" /></a></p>
<p>8 April 2007</p>
<p>Bertepatan dengan ulang tahunnya ke-61, raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan dirinya tidak bersedia lagi menjadi Gubernur DIY setelah masa jabatan periode 2003-2008 mendatang.</p>
<p>Keputusan tersebut disampaikan dalam Perayaan Ulang Tahun Sri Sultan Hamenghu Buwono X yang ke-61, Sabtu (7/4) tadi malam di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Sedangkan Sri Sultan Hamengku Buwono X lahir pada 2 April 1946.</p>
<p>Perayaan resmi yang disampaikan melalui Orasi Budaya berjudul " Ruh Yogyakarta untuk Indonesia Berbhakti Bagi Ibu Pertiwi" tersebut tentu saja cukup mengagetkan para tamu undangan yang hadir malam itu. <!--more--></p>
<p>Terlihat di meja undangan Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, Menteri Perumahan Rakyat Hasyim As'ari, para bupati/walikota se-DIY, Wakil Gubernur Sri Paku Alam IX, Sekda DIY Tri Harjun Ismaji dan para pejabat Pemprov DIY, para duta besar (Dubes) negara sahabat dan lain-lain.<br />
Selain terkejut, para tamu undangan yang menghadiri acara itu bisa jadi pulang dengan gambar di kepalanya masing-masing, gambar-gambar yang penuh pertanyaan.</p>
<p>Mengenakan busana batik dan berdiri di atas panggung, saat menyampaikan statemen tersebut Sultan terlihat tenang. "Selanjutnya setelah saya pertimbangkan secara mendalam dengan laku spiritual memohon petunjuk-Nya, maka saya mengambil ketegasan Sikap Spiritual-Kultural yang saya tuangkan dalam sebuah penyataan sejarah," tutur Sultan.</p>
<p>Adapun penyataan sejarah tersebut terdiri dari dua poin. Poin pertama, "Dengan tulus ikhlas saya menyatakan tidak bersedia lagi menjabat sebagai Gubernur/Kepala Daerah Provinsi DIY pada purna tugas masa jabatan 2003-2008 nanti."</p>
<p>Selanjutnya pada poin kedua, Sultan menitipkan masyarakat DIY kepada gubernur yang akan menggantikan posisi dirinya nanti." Selanjutnya saya titipkan Masyarakat DIY kepada Gubernur/Kepala Daerah Provinsi DIY yang akan datang," tutur Sultan.</p>
<p>Mengingat yang hadir dalam acara tersebut banyak warga asing, Sultan pun mengulang Pernyataan Sejarah tersebut dalam bahasa Inggris.</p>
<p>Dia mengatakan, sesungguhnya sudah lama warga masyarakat DIY ingin memiliki regulasi yuridis yang memadai guna mengatur kompleksitas predikat keistimewaan DIY sebagai "roh Yogyakarta" tetapi sampai sekarang kandungan "ruh" keistimewaan itu belum juga terwujud.</p>
<p>Sultan juga mengatakan peneguhan tekad Tahta untuk Rakyat, demikian pula Tahta bagi Kesejahteraan Kehidupan Sosial-Budaya Rakyat. "Adalah komitmen Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang akan selalu membela kepentingan rakyat, dengan berusaha untuk bersama rakyat dan memihak rakyat, " ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, keberadaan Keraton karena adanya rakyat, sementara rakyat memerlukan dukungan Keraton agar terhindar dari eksploitasi yang bersumber dari ketidakadilan dan keterpurukan. "Keraton tidak akan ragu-ragu memperlihatkan keberpihakan terhadap rakyat, sebagamaimana pernah dilaksanakan pada masa Revolusi lalu," paparnya.</p>
<p>Sebelumnya, Anand Krishna dari National Integration Movement (NIM) yang memberikan penghargaan khusus kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai sosok yang bangga dengan bangsa dan budaya sendiri meminta Sultan untuk meninggalkan Jogja. "Ini suara rakyat. Sudah saatnya meninggalkan Jogja. Datanglah ke Jakarta sebagai Arjuna. Indonesia sangat membutuhkan Sri Sultan, " kata Anand Krishna.</p>
<p>Sementara itu jalannya acara Ulang Tahun ke-61 Sri Sultan Hamengku Buwono X berlangsung dalam suasana yang meriah dan santun. Kegiatan tersebut dikemas dalam "Malam Bhakti Bagi Ibu Pertiwi".<br />
Selain permaisuri GKR Hemas, kerabat Keraton Yogyakarta juga hadir antara lain KGPH Hadiwinoto, GBPH Yudhoningrat termasuk para putri dalem.</p>
<p>Acara tersebut juga dimeriahkan Beksan Bedhoyo Herjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa, Tarian Sufi Mehfil, Tarian Whirling, salawatan, violis Idris Sardi serta refleksi religi oleh Butet K. (hul)</p>
<p><em>Sumber: Bernas Jogja, Minggu 8 April 2007 </em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arjuna Into Another World/Arjuna Onna No Minato Ost 1 - 2 (Download)]]></title>
<link>http://ilovejmusicx.wordpress.com/?p=75</link>
<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 19:57:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>akira100130</dc:creator>
<guid>http://ilovejmusicx.wordpress.com/?p=75</guid>
<description><![CDATA[Wow que excelente musica para esta serie de anime.
Compositors:
Gabriel Robin y Yoko Kano
Album: Arj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Wow que excelente musica para esta serie de anime.</p>
<p>Compositors:</p>
<p>Gabriel Robin y Yoko Kano</p>
<p>Album: Arjuna into another world</p>
<p>Track list:</p>
<p><a href="http://ilovejmusicx.wordpress.com/files/2008/07/arjuna-ost.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-76" src="http://ilovejmusicx.wordpress.com/files/2008/07/arjuna-ost.jpg?w=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>Arjuna OST ~Into The Another World~<br />
01. Early Bird<br />
02. Kakusei<br />
03. Cloe<br />
04. Time To Die<br />
05. 2nd Life<br />
06. Diving<br />
07. Clone<br />
08. Feel The Circle<br />
09. Earobi<br />
10. Omega Blue<br />
11. Toki No Shizuku<br />
12. Chikyuu Kyoumei<br />
13. Yogensha<br />
14. Before Breakfast<br />
15. Bells For Her<br />
16. Motorcycle<br />
17. Diamond<br />
18. Mameshiba<br />
19. Kuuki To Hoshi<br />
20. Aqua Aqua<br />
21. Mameshiba (Instrumental)</p>
<p>Album: Arjuna onna no minato</p>
<p><a href="http://ilovejmusicx.wordpress.com/files/2008/07/arjunaonnanominatojw3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-78" src="http://ilovejmusicx.wordpress.com/files/2008/07/arjunaonnanominatojw3.jpg?w=275" alt="" width="275" height="275" /></a></p>
<p>Track list:</p>
<p>Arjuna OST ~Onna no Minato~<br />
01. Gold Fish<br />
02. Enka<br />
03. Mawaru Spoke<br />
04. Butter Sea<br />
05. Veggie<br />
06. Shizukana Seikatsu<br />
07. Didn't it Rain<br />
08. Sanctuary<br />
09. Girl with Power<br />
10. Asura Jittaika<br />
11. Teresa<br />
12. One<br />
13. Saigo no Mameshiba<br />
14. Appare Genki Theme</p>
<p>Descarga = Download</p>
<p><a href="http://www.megaupload.com/es/?d=T94EPVVC">http://www.megaupload.com/es/?d=T94EPVVC</a></p>
<p>Creditos: Kotenok</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalamandalam Gopi - The Man Who Popularized Kathakali]]></title>
<link>http://shabdarasaya.wordpress.com/?p=107</link>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 01:58:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Chamith Buthgumwa</dc:creator>
<guid>http://shabdarasaya.wordpress.com/?p=107</guid>
<description><![CDATA[
Born in 1937 in the village of Kothachira, Kerala, Kalamandalam Gopi (Vadakka Manalath govindan) wa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://shabdarasaya.files.wordpress.com/2008/06/img_3790copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-108" src="http://shabdarasaya.wordpress.com/files/2008/06/img_3790copy.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a><a href="http://shabdarasaya.files.wordpress.com/2008/06/chd21.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-110" src="http://shabdarasaya.wordpress.com/files/2008/06/chd21.jpg" alt="" width="250" height="230" /></a></p>
<p>Born in 1937 in the village of Kothachira, Kerala, Kalamandalam Gopi (Vadakka Manalath govindan) was initiated in kathakali.One afternoon in 1951, a 14-year-old dark, lanky boy came with his father to Kerala Kalamandalam, a school for performing arts in Thrissur district in Kerala.There, he ran into veteran Kathakali artistes Ramankutty Nair and Padmanabhan Nair who were between classes, playing cards in a tiny room. “Do you want to join us?” they asked the boy who had come to join the mandalam as a student of Kathakali. He later trained at Kerala Kalamandalam with Gurus Ramankutty nair, Padmanabhan nair, Kumaran nair and others.Through his improvisations and expressive style of acting, Gopi has transformed the highly technical theatrical language of Kathakali into pure entertainment. But for him, this art form, with all its technicalities that can’t be grasped by a lay person, would have remained confined to a limited audience, gradually becoming another classical art form of yore.</p>
<p>Over a thirty year career Kalamandalam Gopi has established himself as an outstanding Kathakali actor. He has played all major Kathakali roles, excelling as Bhima, Arjuna and Nala. The most notable representative of the Kalluvazhi school today, he has enriched the northern Kathakali style in many respects. He was on the teaching faculty of Kerala Kalamandalam from 1958 upto his retirement. For his eminence in dance and his contribution to its enrichment Kalamandalam Gopi received the Sangeet Natak Akademi Award in 1987.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Antara Milarepa, Marpa dan Temans Ashram]]></title>
<link>http://triwidodo.wordpress.com/?p=236</link>
<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 06:29:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>triwidodo</dc:creator>
<guid>http://triwidodo.wordpress.com/?p=236</guid>
<description><![CDATA[Tuntutan hukum terhadap FPI  akibat peristiwa 1 Juni 2008 di Monas, harus terus diupayakan. Kejahat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tuntutan hukum terhadap FPI<span>  </span>akibat peristiwa 1 Juni 2008 di Monas, harus terus diupayakan. Kejahatan akan merajalela kalau orang baik diam. Vibrasi, semangat menegakkan kebenaran, dan gelora meneguhkan NKRI harus terus dikumandangkan. Mereka yang bilang Aku Cinta Indonesia dan telah melihat dengan jelas pihak yang mengkotak-kotakkan Indonesia harus terus dibangkitkan untuk bersuara. Silent Majority telah membiarkan virus perusak Tubuh NKRI berpestapora. Disarankan mengkonsumsi minuman kesehatan yang membangkitkan virus penyehat tubuh NKRI. Mereka yang sengaja tidak mau keluar dari Comfort Zone harus diingatkan. Mereka yang memberi tanggapan secara politis dan membelakangkan kebenaran agar segera sadar. Tetapi izinkan kami menyentuh hati Arjunas, Srikandis, temans yang telah berkorban secara pribadi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>    </span>Dengan perjalanan yang melelahkan Yang Mulia Milarepa menemui Yang Mulia Marpa. YM Marpa bersuara, Apa? kau ingin mendapatkan ilmu, berguru denganku? Dapatkah kau mengembalikan areal tanaman yang tertutup tanah longsor akibat ulahmu dahulu? Dapatkah kau mengembalikan nyawa orang yang sengsara akibat tindakan darimu dahulu? Sang Milarepa semakin<span>  </span>menyesal, tetapi tetap ingin berguru. Baik! Sang Marpa menyuruh Milarepa membuat menara bulat di timur puncak gunung yang dikerjakannya dengan penuh semangat. Berhari-hari dan baru setengah selesai Sang Marpa datang, Runtuhkan dan kembalikan batu, pasir dan tanah seperti sebelumnya, siapa yang menyuruhmu begitu. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span>    </span>Kemudian, buatlah serupa di barat puncak gunung. Belum lagi perintah sang Marpa diselesaikan, kembali dia disuruh meruntuhkan dan mengembalikan seperti semula. Sang Marpa berucap, Aku tidak menyuruh yang demikian! Buatlah Menara Yogi Tantra segitiga di utara puncak gunung. Dalam pelaksanaan ada tiga orang tamu meletakkan batu yang lain di sudat dan Milarepa meneruskan pekerjaan berminggu-minggu lagi. Tetapi kembali disuruh meruntuhkan dan mengembalikan seperti semula gara-gara batu yang tidak sesuai yang dipasang tamu. Memang akhirnya ditunjukkan sebuah tempat dan Milarepa diminta membuat Menara putih persegi setinggi sembilan tingkat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sang Milarepa diajari bahwa mengembalikan kejadian itu sangat sulit bahkan mustahil. Sebuah sebab pernah dibuat dan harus dipertanggungjawabkan setelah akibatnya terjadi. Dapatkah rombongan FPI mengembalikan kondisi pisik dan psikis teman-teman seperti sebelum ada kejadian. Setiap anggota tubuh harus mempertanggungjawabkan. Akibat akan datang pada hari pembalasan dan selama itu belum tiba, nurani tidak akan tenang. Tetapi biarlah, Gusti Ora Sare. Tuhan tidak tidur. </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&#34;">Konon seorang Master dapat meningkatkan kesadaran Sang Murid dengan quantum leap. Tetapi hukum sebab akibat harus diselesaikannya lebih dahulu. Lewat alam lain penyelesaian bisa<span>  </span>lebih cepat, misalnya penyelesaian lewat mimpi. Konon pula, hanya sang Milarepa yang dapat menyelesaikan seluruh sebab-akibat yang pernah dibuat hanya dalam satu masa kehidupan. Dan quantum leap terjadi. Transmutasi energi terjadi. Temans semoga bilur-bilur gebukan FPI mempercepat peningkatan kesadaran.<span>  </span>Ibu Pertiwi mencatat pengorbananmu. Semoga teman-teman semua tetap berada didekat Sang Master. NIM, Koperasi, Kesehatan Holistik hanya alat Sang Master untuk meningkatkan kesadaran kita. Beliau hanya hidup demi temans dan telah kita dengar dengan telinga kita sendiri. Semoga quantum leap terjadi. Semoga mempercepat kejayaan Indonesia. Dari sahabatmu Triwidodo.</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bekerja dan Berkarya]]></title>
<link>http://secarikehidupan.wordpress.com/?p=109</link>
<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 07:26:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>secarikehidupan</dc:creator>
<guid>http://secarikehidupan.wordpress.com/?p=109</guid>
<description><![CDATA[Kerja adalah cinta yang mengejawantah&#8230;
dan apabila engkau tiada sanggup bekerja dengan cinta]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#808080;"><em>Kerja adalah cinta yang mengejawantah...<br />
dan apabila engkau tiada sanggup bekerja dengan cinta...<br />
maka akan lebih baik jika engkau meninggalkannya...<br />
dan mengambil tempat di depan gapura candi...<br />
meminta sedekah dari mereka...<br />
yang bekerja dengan suka cita...<br />
<strong>(<a title="Who is Kahlil Gibran?" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kahlil_Gibran" target="_blank">Kahlil Gibran</a>)</strong></em></span></p>
<p>Sepenggal cuplikan puisi dari Kahlil Gibran di atas telah menginspirasi kehidupan aku. Sebelumnya, aku<!--more--> berusaha menyelami nasihat <a title="Who is Krishna?" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Krisna" target="_blank">Krishna</a> kepada <a title="Who is Arjuna?" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arjuna" target="_blank">Arjuna</a> ketika menjadi kusir dalam medan <a title="Kurukshetra War." href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kurukshetra_war" target="_blank">kurukshetra</a> <em>"karya jangan memikirkan tujuan akhir"</em>. Mungkin bekerja dan berkarya merupakan dua hal yang berbeda secara esensi, namun kita dapat merangkainya dengan indah menjadi <span style="text-decoration:underline;">bekerja dengan berkarya</span> untuk menghasilkan karya terbaik kita dengan kerja tanpa memikirkan hasil apa yang akan kita peroleh nantinya. Karena menurutku, hasil kerja itu sendiri merupakan karya terbesar kita terhadap hidup dan kehidupan.
</p>
<p style="text-align:left;">Disembari mendengarkan alunan lagu dari <a title="About Kla Project." href="http://id.wikipedia.org/wiki/KLa_Project" target="_blank">Kla Project</a> yang berjudul <a title="Hey! Lyric &#38; Video Music." href="http://secarikehidupan.wordpress.com/2008/06/06/hey/" target="_self">Hey!</a>, lagu yang (diintronya tercantum penggalan puisi di atas) dibawakan dengan penuh semangat oleh Katon-Lilo-Adi itu mampu meng-<em>energizer</em> aku untuk selalu memandang hidup tanpa keluh kesah.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arjuna]]></title>
<link>http://cdzdownloads1.wordpress.com/?p=31</link>
<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 07:43:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Felipe Aiolia Martins</dc:creator>
<guid>http://cdzdownloads1.wordpress.com/?p=31</guid>
<description><![CDATA[



Sinopse



 O anime conta a história de Juna Ariyoshi, que durante um passeio de motocicleta, s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:verdana;font-size:xx-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"><img src="http://www.animeshade.kit.net/AS-Arjuna.jpg" alt="" /></span></span><!--more--></p>
<table id="table1" style="height:5px;border-style:none;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="430" bgcolor="#f2f2f2">
<tbody>
<tr>
<td style="border-bottom-color:green;border-style:none;" width="210" height="9" bgcolor="#aba9a9"><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;">Sinopse</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"> O anime conta a história de Juna Ariyoshi, que durante um passeio de motocicleta, sofre um acidente e morre! Antes de chegar ao mundo espiritual ela tem uma visão do futuro, o fim do mundo com muitas catástrofes.</span><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;">Após a visão, Juna recebe uma mensagem de Chris, que de início ela imagina ser um anjo. Chris fala sobre os Raajas (espíritos malignos que querem destruir a Terra), e revela a Juna o seu poder : como Avatar do Tempo, ela pode sentir os efeitos que a Terra está sofrendo por causa da destruição ambiental.<br />
Juna renasce com a condição de evitar que a sua visão se torne realidade : o fim do mundo. E claro manter a sua vida normal, não deixando que sua missão a impessa de conseguir alguma coisa pela pessoa por quem está apaixonada.</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:xx-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"><strong>Fonte: <a href="http://www.wikipedia.org/" target="blank">Wikipédia.org</a></strong></span></span></p>
<table id="table1" style="height:5px;border-style:none;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="430" bgcolor="#f2f2f2">
<tbody>
<tr>
<td style="border-bottom-color:green;border-style:none;" width="210" height="9" bgcolor="#aba9a9"><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;">Anime Info</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Título:</strong> Chikyuu Shoujo Arjuna<br />
<strong>Título em inglês:</strong> Arjuna<br />
<strong>Formato:</strong> Série de TV<br />
<strong>Episódios</strong>: 13<br />
<strong>Gênero:</strong> [Magia] [Romance]<br />
<strong>Exibido em:</strong> Janeiro / 2001 até Março / 2001<br />
<strong>Estúdio:</strong> Victor Entertainment<br />
<span style="font-family:verdana;font-size:xx-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"> </span></span></p>
<table id="table1" style="height:5px;border-style:none;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="430" bgcolor="#f2f2f2">
<tbody>
<tr>
<td style="border-bottom-color:green;border-style:none;" width="210" height="9" bgcolor="#aba9a9"><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;">Episódios para download</span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:xx-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"><br />
<img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna01.jpg" alt="" /><br />
<strong>01 - O Pingente do Tempo</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 69 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3913103" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></span></span></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna02.jpg" alt="" /><br />
<strong>02 - A Luz Azul</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 63 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3913064" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna03.jpg" alt="" /><br />
<strong>03 - Lágrimas da Floresta</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 70 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3913110" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna04.jpg" alt="" /><br />
<strong>04 - Transmigração</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 86 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3913886" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna05.jpg" alt="" /><br />
<strong>05 - As Pequenas Vozes</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 78 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3913851" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna06.jpg" alt="" /><br />
<strong>06 - O Primeiro</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 72 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3913779" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna07.jpg" alt="" /><br />
<strong>07 - As Palavras Invisíveis</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 82 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3914750" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna08.jpg" alt="" /><br />
<strong>08 - A Chuva Distante</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 71 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3914681" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna09.jpg" alt="" /><br />
<strong>09 - Antes do Nascimento</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 89 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3914882" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna10.jpg" alt="" /><br />
<strong>10 - Os Genes Flutuantes</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 68 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3915499" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna11.jpg" alt="" /><br />
<strong>11 - O Dia sem Retorno</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 68 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3915592" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna12.jpg" alt="" /><br />
<strong>12 - A Morte de uma Nação</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 77 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3915682" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><img src="http://www.animeshade.kit.net/Arjuna/arjuna13.jpg" alt="" /><br />
<strong>13 - O Aqui e Agora [Final]</strong><br />
<strong>Tamanho:</strong> 87 Mb<br />
<strong>Legendas:</strong> #ANNBR<br />
<strong>Uploader:</strong> Tgarr<br />
<strong>Download:</strong> <a href="http://www.badongo.com/file/3919865" target="blank"> Clique Aqui </a><strong> (Apenas clique)</strong></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:xx-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:xx-small;"><br />
</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ARJUNA - Awal Yang Sempurna]]></title>
<link>http://36club.wordpress.com/?p=85</link>
<pubDate>Sun, 18 May 2008 02:07:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>hadiwiguna</dc:creator>
<guid>http://36club.wordpress.com/?p=85</guid>
<description><![CDATA[
Track List :
* 01. Cerita Cinta
* 02. Sumpah Demi Cinta
* 03. KSK
* 04. Cahaya Surga
* 05. Sadarkan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i86.photobucket.com/albums/k82/mcenzi/arjuna.jpg"><img src="http://i86.photobucket.com/albums/k82/mcenzi/arjuna.jpg" alt="" width="149" height="172" /></a></p>
<p>Track List :<br />
* 01. Cerita Cinta<br />
* 02. Sumpah Demi Cinta<br />
* 03. KSK<br />
* 04. Cahaya Surga<br />
* 05. Sadarkan Aku<br />
* 06. Penantian<br />
* 07. Ku Hampa Tanpamu<br />
* 08. Kau Yang Terindah<br />
* 09. Abadikan Cinta<br />
* 10. Bye Bye</p>
<p><a href="http://rapidshare.com/files/115554678/Arjuna_-_Awal_Yang_Sempurna.rar" target="_blank">Download</a></p>
<p>Pass: http://36club.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Putra Batara Indra vs Sabdo Palon vs Semar]]></title>
<link>http://eddycorret.wordpress.com/?p=137</link>
<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 16:17:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>eddycorret</dc:creator>
<guid>http://eddycorret.wordpress.com/?p=137</guid>
<description><![CDATA[&#8220;pasukan makhluk halus sama-sama berbaris,
berebut garis yang benar tak kelihatan, tak berbent]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>"pasukan makhluk halus sama-sama berbaris,<br />
berebut garis yang benar tak kelihatan, tak berbentuk;<br />
yang memimpin adalah putra Batara Indra, bersenjatakan trisula wedha.</strong><br />
<em>Jongko Joyoboyo bait 162</em></p>
<p style="text-align:justify;">Putra Batara Indra sebagaimana kita ketahui merupakan sebutan yang ditujukan pada salah satu laki-laki dari 5 laki-laki Pandawa Lima. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna" target="_blank">Dialah Arjuna putra Kunti</a>, adik dari Bima dan Yudistira serta kakak tiri dari Nakula dan Sadewa. Dalam cerita Mahabarata disebutkan bahwa Kunti menerima anugerah dari Resi Durwasa agar mampu memanggil Dewa-Dewa sesuai dengan keinginannya, dan juga dapat memperoleh anak dari Dewa tersebut. Pandu dan Kunti memanfaatkan anugerah tersebut kemudian memanggil Dewa Yama, Dewa Bayu, dan Dewa Indra yang kemudian memberi mereka tiga putera. Arjuna merupakan putera ketiga yang lahir dari Indra, pemimpin para Dewa.<br />
<!--more--><br />
Sementara itu di Indonesia kita mengenal adanya ramalan dari Prabu Joyoboyo yang selama ini dikenal dengan sebutan Jongko Joyoboyo. <a href="http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/bait-terakhir-ramalan-jayabaya/" target="_blank">Prabu Joyoboyo pada bait-bait terakhir ramalannya</a> menyebutkan bila kelak Putra Batara Indra akan hadir untuk membawa Indonesia memasuki jaman kalasuba atau jaman suka ria setelah sebelumnya melewati jaman kalabendu atau jaman penuh huru hara. Sebutan Putra Batara Indra inilah yang mengindikasikan bila orang yang dimaksud adalah Arjuna, lebih tepatnya titisan Arjuna sesuai dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reinkarnasi" target="_blank">paham Reinkarnasi</a> yang dianut Prabu Joyoboyo.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak para kalangan termasuk juga paranormal meyakini bahwa ramalan Joyoboyo akan kehadiran Putra Batara Indra di Indonesia mendekati kenyataan. Sebagian kalangan percaya bahwa  dalam beberapa tahun kedepan bahkan juga dalam beberapa bulan lagi Putra Batara Indra segera muncul di Indonesia. Namun menjelang kemunculannya sebagian orang yang menelaah tentang sosok beliau meyakini bila Putra Batara Indra sebenarnya titisan Semar, ada juga yang bilang titisan Sabdo palon. Benarkah keyakinan sebagian orang tersebut ?</p>
<p style="text-align:justify;">Silahkan anda ambil keputusan sendiri apakah percaya ataukah tidak bahwa Putra Batara Indra merupakan Sabdo Palon atau Semar ataukah Arjuna. Pilih saja sendiri, bebas kok. Yang pasti dari ketiga sosok tersebut memiliki perbedaan-perbedaan yang nyata untuk diketahui. Untuk itu sebaiknya kita periksa terlebih dahulu letak perbedaannya sehingga dapat diketahui mana yang lebih tepat dikatakan sebagai Putra Batara Indra.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Siapa Arjuna, Sabdo Palon dan Semar.</strong><br />
Semua orang telah mengetahui bahwa Arjuna adalah putra Kunti  yang terlahir karena anugerah dari Batara Indra. Dari anugerah Dewa Indra inilah maka Arjuna dikenal dengan sebutan Putra Batara Indra dan hingga detik ini tidak terdengar ada sosok lain selain Arjuna yang mendapat sebutan tersebut. Sementara Sabdo Palon semua orang khususnya orang Jawa telah mengetahuinya bahwa Sabdo Palon merupakan sahabat setia Prabu Brawijaya yang karena setianya dia ikut melarikan diri dari kerajaan Majapahit bersama Prabu yang saat itu diserang oleh putranya Raden Patah dibantu Walisongo. Anda dapat menemukan kisah ini dalam <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/02/25/serat-darmogandul/" target="_blank">Serat Darmogandul</a> pada bagian dialog Sunan Kalijaga dengan Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon. Sedangkan Semar semua orang juga telah mengetahuinya bahwa dia merupakan salah satu dari 4 sosok Punokawan yang   mengasuh Pandawa Lima khususnya Arjuna. Sehingga kita akan biasa melihat kemunculan Semar ini dalam cerita wayang pada saat Pandawa Lima ditampilkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari ketiga sosok di atas maka tampaklah jelas perbedaan diantara ketiganya. Yang satu sebagai anugerah Dewa Indra, yang satu lagi sebagai sahabat Prabu Brawijaya dan yang satunya lagi sebagai Punokawan Pandawa. Sehingga sebutan Putra Batara Indra hingga detik ini masih saja tetap melekat pada Arjuna dan belum diserahkan pada siapapun. Apakah anda akan mengatakan bahwa Sabdo Palon merupakan Putra Batara Indra ? dan apakah anda juga akan mengatakan bahwa Semar merupakan Putra Batara Indra ? hahaha yang benar saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Identitas Arjuna, Sabdo Palon dan Semar.</strong><br />
Bicara mengenai identitas sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa Arjuna memiliki identitas sebagai salah satu dari 5 laki-laki bersaudara yang biasa disebut dengan<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pandawa" target="_blank"> Pandawa Lima</a>. Arjuna sebagai adik dari Bima dan Yudistira serta kakak tiri dari Nakula dan Sadewa. Sementara Sabdo Palon sebagaimana kita ketahui bersama, identitasnya merupakan pengasuh dari Raja-raja Jawa mulai dari leluhur pertama dulu hingga Prabu Brawijaya dan kelak Ratu Adil sebagai raja Jawa yang hadir di bumi Indonesia. Sedangkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semar" target="_blank">Semar</a> sebagaimana orang kebanyakan masyarakat Jawa mengetahuinya bahwa dia merupakan pengasuh Pandawa Lima atau yang dikenal dengan <a href="http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Wayang/contents/punakawan.htm" target="_blank">Punokawan</a> dengan 3 sosok lainnya bernama Gareng, Petruk dan Bagong.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari ketiga identitas sosok di atas nyata sekali perbedaannya. Satu sisi Arjuna sebagai salah satu dari Pandawa Lima, satu sisi lagi Sabdo Palon sebagai pengasuh Raja-raja Jawa dan satu sisi lainnya Semar sebagai pengasuh Pandawa Lima. Apakah anda akan mengatakan bila Sabdo Palon merupakan salah satu dari Pandawa Lima ? dan apakah anda juga akan mengatakan bila Semar merupakan salah satu dari Pandawa Lima ? sebaliknya apakah anda akan mengatakan bila Arjuna adalah pengasuh Raja-raja Jawa ? hehehe yang benar saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Posisi Arjuna, Sabdo Palon dan Semar.</strong><br />
Setiap orang menjalani kehidupan terbagi dalam posisi yang berbeda-beda. Ada yang menjadi anak, ada yang menjadi orang tua, ada kakak, ada adik dan lain sebagainya. Arjuna yang apabila disebut namanya, orang akan langsung mengerti posisinya sebagai putra atau anak. Sementara Sabdo Palon sebagaimana yang tersirat dalam naskah Darmogandul memiliki posisi sebagai pembantu atau pengasuh dan tidak ada sebutan baginya sebagai putra siapa maupun ayah siapa. Yang pasti setiap disebut namanya, secara otomatis posisi sebagai pengasuh menempel padanya. Sedangkan Semar juga sama saja tidak ada sebutan putra dipasangkan kepadanya, tetapi yang biasa ditempelkan yaitu posisinya sebagai orang tua dari 3 sosok <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_tokoh_wayang" target="_blank">Punokawan</a> Gareng, Petruk dan Bagong. Meskipun demikian setiap namanya disebut maka secara otomatis posisi sebagai pengasuh Pandawa Lima menempel padanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari posisi ketiga sosok di atas nampak nyata siapa yang layak mendapat sebutan putra seseorang. Tentunya dialah Arjuna sebagai putra Batara Indra. Apakah anda akan mengatakan bila Sabdo Palon merupakan Putra dari Batara Indra ? dan apakah anda juga akan mengatakan bila Semar merupakan Putra dari Batara Indra ? huahuahua yang benar saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Jati Diri Arjuna, Sabdo Palon dan Semar.</strong><br />
Sejarah mencatat bila yang namanya Arjuna baik di India, di Indonesia maupun tempat-tempat lain di muka bumi ini merupakan makhluk manusia ciptaan Tuhan. Dia dilahirkan mulai dari bayi kemudian anak-anak, remaja, dewasa lalu lanjut usia dan akhirnya meninggal dunia. Jati diri sebagai manusia nyata terlihat padanya dan tidak satupun yang akan mengatakan bahwa Arjuna adalah Jin maupun Malaikat. Anda juga demikian kan. Sementara Sabdo Palon sebagaimana tersirat dalam<a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/02/25/serat-darmogandul/" target="_blank"> Serat Darmogandul</a> bahwa makhluk ini telah berusia 2000 lebih 3 tahun 8O . Nyata sekali bahwa dia bukan manusia, tetapi usia yang mencapai ribuan tahun tentunya hanya ada pada makhluk Jin. Sedangkan Semar seperti yang tertulis dalam judul <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/03/10/semar-sejatinya-hayalan/" target="_blank">Semar sejatinya hayalan</a>, bahwa makhluk ini bukanlah Jin, ataupun manusia bahkan malaikatpun juga tidak. <strong>Lantas makhluk macam apa dia itu?</strong> Ketidakjelasan jati dirinya sebagai makhluk di muka bumi ini akhirnya harus rela untuk mengatakan bahwa jati diri Semar adalah hayalan. Tuhan tidak pernah menciptakan makhluk seperti dia. Sehingga wajar saja kalau dia hanya ada dalam cerita wayang, dan lebih parah lagi hanya cerita wayang di Indonesia saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari perbedaan ketiga sosok di atas sudah dapat dipastikan jati dirnya, mana yang manusia mana yang jin dan mana yang hayalan belaka. Hanya Arjuna saja satu-satunya yang lebih tepat dikatakan sebagai manusia. Apakah anda akan memaksakan kehendak pada orang lain untuk mengatakan bahwa Sabdo Palon merupakan manusia ? dan apakah anda juga akan memaksakan kehendak agar orang pada mengatakan Semar itu manusia ? hohoho yang benar saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Musuh Arjuna, Sabdo Palon dan Semar.</strong><br />
Hukum keseimbangan alam menyebutkan bila ada teman maka dipastikan akan ada musuh. Ajuna sebagaimana kita ketahui memiliki musuh besar yaitu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korawa" target="_blank">para kurawa</a>. dalam cerita wayang banyak sekali diwarnai dengan peristiwa akan permusuhan mereka. Sementara Sabdo Palon menurut <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/02/25/serat-darmogandul/" target="_blank">Serat Darmogandul</a> tidak memiliki musuh. Akan tetapi karena Prabu Brawijaya masuk islam maka terlihatlah gelagat dia untuk memusuhi islam dan Walisongo khususnya Sunan Kalijaga yang telah mengislamkan Prabu Brawijaya. Dalam serat itu pula terjadi adu kekuatan antara Sabdo Palon dengan Sunan Kalijaga sebelum akhirnya Sabdo Palon meninggalkan Prabu Brawijaya untuk selamanya. Sedangkan Semar hingga saat ini kok tidak terdengar siapa musuhnya. Apakah anda mengetahui siapa musuh Semar? Mau dikatakan kurawa juga tidak mungkin karena kurawa musuh pandawa. Tetapi kalupun punya musuh tentunya musuh Semar adalah para pengasuh Kurawa, namun kok tidak terdengar yah ceritanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari keberadaan musuh yang tidak sama diantara ketiganya, maka tentunya kita memandang beda ketiga sosok di atas. Yang satu musuhnya Kurawa yang satu  musuhnya Sunan Kalijaga dan yang satu lagi mungkin musuhnya pengasuh Kurawa. Apakah anda akan mengatakan bahwa Arjuna merupakan musuh dari Sunan Kalijaga ? atau apakah anda akan mengatakan bila Sabdo Palon musuhnya Kurawa ? ataukah juga anda akan mengatakan bila Semar itu musuhnya Sunan Kalijaga ? hiahiahia yang benar saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Senjata Arjuna, Sabdo Palon dan Semar.</strong><br />
Coba anda lihat movie Arjuna yang menyamar sebagai Brihannala melawan para Ksatria Kurawa <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/04/20/brihannala-vs-ksatria-kurawa/" target="_blank">di halaman ini</a>. Senjata-senjata yang digunakan Arjuna adalah panah sakti. Selain tidak pernah habis, segudang jenis panah dia miliki yang siap digunakan sewaktu-waktu. Panah-panah sakti Arjuna pastilah pemberian dari Batara Indra. Sementara Sabdo Palon sebagaimana dalam Serat Darmogandul memiliki senjata kencing dan kentut (wakakakaka senjatanya jorok semua :oops: ). Dengan senjata itu dia dapat membuat kawah pada gunung-gunung di Nusantara sehingga tidak meletus. Sedangkan Semar memiliki senjata <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pusaka_Hyang_Kalimusada" target="_blank">Hyang Kalimasada</a>, dengan senjata tersebut maka Pandawa Lima akan selamat dari gangguan para Kurawa yang selalu mencoba mencelakainya (tau nih senjata apa dan sejarahnya gimana).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari jenis senjata yang dimiliki maka menunjukkan kemampuan dan kesaktian mereka berbeda-beda. Seluruh panah sakti milik Batara Indra diberikan semua pada Arjuna karena memang Arjuna putra kesayangannya. Apakah anda akan mengatakan bila senjatanya Sabdo Palon berupa kencing dan kentut merupakan pemberian Batar Indra ? apakah anda juga akan mengatakan bila senjata milik  Semar berupa Hyang Kalimasada juga pemberian Batara Indra ? huhuhuhu yang bener saja.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. Penitisan Arjuna, Sabdo Palon dan Semar.</strong><br />
Dalam kepercayaan Reinkarnasi disebut bahwa setiap kita suatu saat nanti pasti akan dilahirkan kembali dalam tubuh fisik yang berbeda. Sebutan Putra Batara Indra yang disebutkan oleh Prabu Joyoboyo dalam Jongko Joyoboyonya mengarah kepada Arjuna yang menitis ke tubuh fisik Ratu Adil di Indonesia. Terlepas apakah anda percaya maupun tidak dengan kepercayaan Reinkarnasi, yang pasti Prabu Joyoboyo mengatakan demikian karena beliau mempercayai paham Reinkarnasi tersebut.<br />
Sementara Sabdo Palon kalo menitis ke fisik Ratu Adil sepertinya tidak mungkin karena Prabu Joyoboyo menyebut bila <a href="http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/bait-terakhir-ramalan-jayabaya/" target="_blank">Putra Batara Indra itu asuhannya Sabdo Palon</a>. Di dalam serat Darmogandul juga disebut bila Sabdo Palon menyatakan untuk meninggalkan Prabu Brawijaya dan kelak akan kembali lagi bersama Ratu Adil. Sehingga nyata sudah Sabdo Palon itu bukan Ratu Adil tetapi yang akan mengasuh Ratu Adil.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan Semar nasibnya juga sama dengan Sabdo Palon, kalo menitis ke fisik Ratu Adil juga mustahil tuh bisa dipercaya. Semar kan pengasuhnya Arjuna sehingga arah menitisnya yaitu untuk Arjuna menitis ke fisik Ratu Adil dan untuk Semar menitis ke fisik pengasuh Ratu Adil. Loh nanti rebutan dong antara Sabdo Palon dengan Semar ? Coba anda pikirkan siapa yang akan menitis ke pengasuh Ratu Adil ? apakah Sabdo Palon ataukah Semar ?<br />
Dari arah penitisan ketiga sosok di atas kiranya sudah jelas bila Arjuna sajalah yang akan menitis pada tubuh fisik baru Ratu Adil. Apakah anda tetep akan mengatakan bila Sabdo Palonlah yang akan menitis ke tubuh fisik Ratu Adil ? dan apakah anda juga memaksa untuk mengatakan bila Semarlah yang akan menitis ke tubuh fisik Ratu Adil ? uhuk uhuk uhuk yang bener saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih membicarakan mengenai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reinkarnasi" target="_blank">kepercayaan Reinkarnasi</a> bahwa tubuh non fisik manusia yang kita kenal dengan jiwa kelak akan dilahirkan kembali ke dalam tubuh fisik baru untuk menjalani kehidupan. Pengertian singkatnya yaitu bahwa jiwa akan berganti-ganti tubuh fisik, sehingga tubuh fisik lama dengan tubuh fisik baru menggunakan jiwa yang sama. Apa yang disampaikan Prabu Joyoboyo mengenai Putra Batara Indra mengarah kepada Jiwa Arjuna yang menitis kepada tubuh fisik Ratu Adil, sehingga Arjuna dan Ratu Adil menggunakan jiwa yang sama. <strong>Sekali lagi yang menitis adalah jiwa Arjuna dan bukan fisik Arjuna</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila pengertian kita dibawa menuju kepada Sabdo Palon maupun Semar yang kelak menitis kepada fisik Ratu Adil, <strong><em>maka posisi Arjuna ada dimana ?</em></strong> Apakah fisik Arjuna bangkit kembali dari kuburnya lalu datang ke Indonesia menjadi Ratu Adil dan didalam tubuhnya menitis Sabdo Palon atau Semar ? beginikah paham Reinkarnasi ? sepertinya anda telah mengetahui bukan demikian paham reinkarnasi. Tubuh fisik tidak akan bangkit kembali dari kuburnya tetapi jiwa yang akan hadir kembali ke fisik baru, demikian kan. Sehingga tubuh fisik Ratu Adil di dalamnya adalah jiwa Arjuna yang biasa disebut Putra Batara Indra dan bukannya Sabdo Palon maupun Semar. Lantas kemana Sabdo Palon dan Semar ? jawabnya tentu saja ke tubuh fisik pengasuh dari Ratu Adil. Anda berfikir lain, hohoho boleh saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang coba dibandingkan arah dari sosok Arjuna, Sabdo Palon dan Semar akan kemanakah mereka kelak. Siapakah yang pantas menitis ke tubuh fisik Ratu Adil.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Pertama Arjuna yang telah disebutkan di atas merupakan Putra Batara Indra</em>.<br />
Karena sebutan Putra Batara Indra tentu saja Arjunalah yang lebih bisa diterima sebagai yang akan menitis ke Ratu Adil, dia kan manusia yang bersenjatakan panah pemberian Batara Indra. Hal ini sangat cocok dengan isyarat Prabu Joyoboyo mengenai sosok Putra Batara Indra yang akan hadir di Indonesia. Jati diri manusia itulah yang sesuai paham Reinkarnasi akan terlahir kembali dengan fisik baru.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kedua Sabdo Palon seperti yang telah disebutkan di atas merupakan pengasuh raja-raja Jawa</em>.<br />
Tidak pernah ada sebutan Putra Batara Indra mengarah kepadanya. Selain itu identitas dia sebagai Jin mana mungkin menitis ke manusia. Kalo Jin menitis ke manusia namanya kesurupan, iya bener gitu kan huakakakaka. Selain itu akan menggunakan kencing dan kentutnya sebagai senjata untuk membenahi rusaknya Nusantara, wah wah bisa semrawut jadinya. Para pejabat kerjanya hanya kencing dan kentut saja nantinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ketiga Semar seperti yang telah disebutkan di atas merupakan pengasuh Pandawa</em>.<br />
Tidak pernah juga terdengar sebutan Putra Batara Indra mengarah kepadanya. Sementara <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/03/10/semar-sejatinya-hayalan/" target="_blank">Jati diri Semar adalah hayalan belaka</a>, dia bukan manusia bukan jin dan bukan malaikat. Mau menitis ke tubuh fisik baru mana bisa dipercaya. Yang bisa menitis ke tubuh fisik baru kan manusia yang dahulu pernah meniti kehidupan, bukankah begitu paham Reinkarnasi ?</p>
<p style="text-align:justify;">Kiranya sudah bisa dibedakan mana yang Putra Batara Indra dan mana yang bukan seperti yang dimaksudkan oleh Prabu Joyoboyo. Sekarang kembali kepada anda-anda sekalian secara pribadi.<br />
Apakah masih percaya bahwa Sabdo Palon yang akan menjadi Ratu Adil ?<br />
Apakah juga masih percaya bahwa Semar yang akan menjadi Ratu Adil ?</p>
<p style="text-align:center;">Senin, 21 April 2008<br />
Eddy Corret</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Brihannala vs Ksatria Kurawa]]></title>
<link>http://eddycorret.wordpress.com/?p=146</link>
<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 17:22:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>eddycorret</dc:creator>
<guid>http://eddycorret.wordpress.com/?p=146</guid>
<description><![CDATA[Arjuna menyamar sebagai Brihannala
dengan sais kereta Pangeran Utara
sendirian menghadapi Ksatria Ku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Arjuna menyamar sebagai Brihannala<br />
dengan sais kereta Pangeran Utara<br />
sendirian menghadapi Ksatria Kurawa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Singkat cerita pada saat Kerajaan Matsya akan diserang oleh para Kurawa, maka Brihannala yang tiada lain adalah Arjuna yang sedang dalam masa pengasingan menghadapi seorang diri. Dengan didampingi oleh sais kereta yang tiada lain adalah Pangeran Utara Brihannalapun maju ke medan peperangan tanpa mengenakan baju perang. Hanya busana sebagai abdi kerajaan saja yang dia kenakan dan tentunya mudah tertembus oleh anak panah.<br />
Satu persatu Ksatria Kurawa dihadapinya dengan gagah berani, Kakeknya Bisma, Gurunya Dorna, Lalu Guru Kripa, Raja Anga Karna, Pangeran Doryodana, Dursasana dan  Aswatama. Seluruh senjata musuh dapat dihentikan dan dipatahkan. Dua kekuatan beradu antara Brihannala dan Ksatria Kurawa. Namun Brihannala sangat mengkawatirkan nasib sais kereta yang tiada lain Pangeran Utara, maka Brihannala mengeluarkan panah biusnya. Satu persatu Ksatria Kurawa terbius dan pingsan. Lebih jelas lihat saja movie di bawah ini :<br />
<!--more--></p>
<p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/TLVGiaE38Ls'></param><param name='wmode' value='transparent'></param><embed src='http://www.youtube.com/v/TLVGiaE38Ls&rel=0' type='application/x-shockwave-flash' wmode='transparent' width='425' height='350'></embed></object></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Shree Kirateshwar  Shiva Temple (Mandir), Legshep]]></title>
<link>http://beacononline.wordpress.com/?p=1306</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 12:56:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>barunroy</dc:creator>
<guid>http://beacononline.wordpress.com/?p=1306</guid>
<description><![CDATA[ 
I remember driving down through the enchanted tea gardens of North Tukver and Singla, contemplatin]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://beacononline.files.wordpress.com/2008/04/kirateshwara.gif"><img class="alignright alignnone size-full wp-image-1304" style="border:2px solid black;float:right;margin:5px 6px;" src="http://beacononline.wordpress.com/files/2008/04/kirateshwara.gif" alt="" width="300" height="634" /> </a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">I remember driving down through the enchanted tea gardens of North Tukver and Singla, contemplating deep inside my hollow self whether my mother had survived or not. Every time my mobile rung struggling inside my trouser pocket like an agitated fish, I silently closed my eyes and prayed, “Lord, please protect her, save her.” On the fateful month of January 2007, when the world celebrated a new year, I fought my way through emotions to reach Legshep, to prostrate myself before the Supreme Lord Kirateswara and beg for my mother’s life. My mother herself, in coma for more than a week, at the intensive care unit at Mitra’s Clinic in Siliguri was on the verge of losing her struggle for survivable. It was certainly, the gloomiest day of my life. We lost our direction, had to change tires and ultimately the car itself. I was wrecked but on advice of a friend’s mother some how found strength to carry on. I was heartbroken when I reached the temple but suddenly I felt relieved and at peace. It was as if some one had placed his hand on my shoulder and given me hope. Deep inside I was convinced that nothing would happen to my mother. We performed puja and at the end of the puja and prayers, I received a call from my father saying that Mom was now doing well and that there was nothing to worry about. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">My faith in the temple and my reverence of the Lord changed my life for ever so can yours be, after you visit Shree  Kirateshwar Shiva  Temple (Mandir) at Legshep. In fact, there are many whose lives have changed miraculously and the divine aura of the temple upon the sacred banks of the Rangeet at Legshep grown over the years. Today, it attracts thousands of devotees from all over the world. The hallowed ‘Shiva Linga’ (the revered mark of Lord Shiva), the main idol of the sanctum sanctorum is believed to have originated ages ago lying revealed and concealed by the receding and growing waters of the Rangeet. Once there used to be a cowshed upon the flat of the bank and cattle grazed on the delicious green in the vicinity. The story goes that sometime in 1918 a cowherd had dreamt of the presence of the ‘Linga’ and was guided to revere it to usher in prosperity. The following morning he had searched and located it upon the base of an old ‘Duneri’ tree. Soon the neighbours had collected and prayers had begun. As time went by, news of the holy spot had spread and devotees flocked in to worship. Meanwhile the cattle had flourished and the people had prospered. Later a fair came to be held where people congregated to sing ‘<em>Kirtans’</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--more--><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Today, each year ‘<em>Balachaturdasi</em> <em>mela’</em> (a religious fair) a month after ‘Diwali’ (the Hindu festival of lights) and ‘<em>Mahashivaratri</em> <em>Mela’</em> in February are held thronged by devouts from Nepal, Bhutan and different parts of the country. In 1972 the local temple committee had raised a small temple on the spot which was revamped to the present one in 1984. The temple complex now has a ‘<em>Hom Kund’</em>, a Ram temple, a Devi temple and also a ‘Dharamsala’ where devotees spend a night for free. An escapade from the Mahabharata relates that Arjuna during their years in exile had a duel with Lord Shiva (in the form of a mortal) over the possession of a wild boar which had been struck by both their arrows. The contention had arisen on whose arrow had struck first and who would possess the beast, so the two had wrestled. Soon Arjuna had found that he was no match for this powerful stranger and had begun to wield his matchless skill on the bow. To his utter bewilderment, that too seemed ineffective and so he sought to wield his most powerful weapon, the arrow of his Lord Shiva called the ‘Gandiv Astra’. It was then that it suddenly dawned upon him that the person he was trying to defeat was none other than his very Lord Shiva. Arjuna immediately fell at his Lord’s feet seeking reprieve. It is believed that the spot where the present ‘Linga’ was discovered was the very spot where Arjuna had sat in deep meditation of his Lord Shiva before his famous duel with the Lord. It is also said that offering water from the sacred Khecheopalri Lake to the ‘Linga’ was most auspicious as the lake had been the one where Yudhisthira, the eldest of the Pandavas had revived all his brothers by his wise answers to the divine ‘Yaksha’ of the lake.</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">The temple had later been renamed the Kirateshwar Shiva Mandir by a visiting sage, Rishi Bhirgu Baba of the Kamakhya temple. Today, as the Hindu m</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">onth of ‘<em>Shravana’</em> sets in hundreds of devotees descend from afar to offer water to the ‘Linga’, an arduous journey undertaken each year since the age of the ancient, an act perhaps or a yearning that could somehow make a devout feel closer to this maker, the Lord. </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Day 12: Bhagavad-Gita]]></title>
<link>http://100goalsin1000days.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 04:09:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>100goalsin1000days</dc:creator>
<guid>http://100goalsin1000days.wordpress.com/?p=16</guid>
<description><![CDATA[Goal 69: Hinduism is really plurality more than a single religion; nevertheless, if one text repr]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Goal 69</strong>: Hinduism is really plurality more than a single religion; nevertheless, if one text represents the general ethos of this wisdom tradition from India, it is the <em>Bhagavad-Gita. </em>This Sanskrit poem, the 'Song of God' details a metaphysical conversation between Krishna and Arjuna on the eve of a great battle. Last night, I began re-reading this classic and I finished it this evening. I think every Westerner should have to read this book as it offers another way to view one's roles, duties, and successes via the framework of Nishkam Karma Yoga or the Yoga of Selfless Action. </p>
<p>This is a great book, regardless of your current belief system. Gandhi often used it as a guide during his non-violent struggle for Indian independence. Here is what he wrote about the <em>Bhagavad Gita</em> :</p>
<p>"The <em>Gita</em> is the universal mother. She turns away nobody. Her door is wide open to anyone who knocks. A true votary of <em>Gita</em> does not know what disappointment is. He ever dwells in perennial joy and peace that passeth understanding. But that peace and joy come not to skeptic or to him who is proud of his intellect or learning. It is reserved only for the humble in spirit who brings to her worship a fullness of faith and an undivided singleness of mind. There never was a man who worshipped her in that spirit and went disappointed. I find a solace in the <em>Bhagavad-Gita</em> that I miss even in the Sermon on the Mount. When disappointment stares me in the face and all alone I see not one ray of light, I go back to the <em>Bhagavad-Gita</em>. I find a verse here and a verse there , and I immediately begin to smile in the midst of overwhelming tragedies -- and my life has been full of external tragedies -- and if they have left no visible or indelible scar on me, I owe it all to the teaching of <em>Bhagavad-Gita</em>. "</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[THE STATE OF STHITAPRAJNA – INTEGRATION STATE ]]></title>
<link>http://sahajapower.wordpress.com/?p=102</link>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 13:04:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Peter</dc:creator>
<guid>http://sahajapower.wordpress.com/?p=102</guid>
<description><![CDATA[




As you know yoga is union, connection or integration between individual and the collective cons]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="None"><img class="alignnone size-full wp-image-103" src="http://sahajapower.wordpress.com/files/2008/04/priti8r-fv.jpg" alt="" /></a></p>
<table class="MsoNormalTable" style="width:100%;" border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:3pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">As you know yoga is union, connection or integration between individual and the collective consciousness. This state was beautifully described in Gita, chapter 2. </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:3pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">54. What, O Krishna, is the description of him who has steady wisdom and is merged in the state of Sthitaprajna? How does one of steady wisdom speak? How does he sit? How does he walk?</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">55. When a man completely casts off, O Arjuna, all the desires of the mind and is satisfied in the Self by the Self, then is he said to be one of steady wisdom!</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">56. He whose mind is not shaken by adversity, who does not hanker after pleasures, and who is free from attachment, fear and anger, is called a sage of steady wisdom.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">57. He who is everywhere without attachment, on meeting with anything good or bad, who neither rejoices nor hates, his wisdom is fixed.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">58. When, like the tortoise which withdraws its limbs on all sides, he withdraws his senses from the sense-objects, then his wisdom becomes steady.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">59. The objects of the senses turn away from the abstinent man, leaving the longing (behind); but his longing also turns away on seeing the Supreme.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">60. The turbulent senses, O Arjuna, do violently carry away the mind of a wise man though he be striving (to control them)!</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">61. Having restrained them all he should sit steadfast, intent on Me; his wisdom is steady whose senses are under control.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">62. When a man thinks of the objects, attachment to them arises; from attachment desire is born; from desire anger arises.</span></em></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:3pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">This description is in compliance with Patanjali’s <strong><a href="http://sahajapower.wordpress.com/2008/04/15/yoga-is-to-still-the-patterning-of-consciousness/" target="_blank">“Yogas citta vrtti nirodhah”</a></strong></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The God of Life is the Soul of the Earth OR The Wired in the Seeds of Life OR Myself in Anime Part Two: Every Eternity Gushes Forth the Majesty of the Present]]></title>
<link>http://21stcenturydigitalboy.wordpress.com/?p=163</link>
<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 05:20:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>21stcenturydigitalboy</dc:creator>
<guid>http://21stcenturydigitalboy.wordpress.com/?p=163</guid>
<description><![CDATA[There isn&#8217;t much I can actually say about Earth Maiden Arjuna, you&#8217;ll just have to o wat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>There isn't much I can actually say about Earth Maiden Arjuna, you'll just have to o watch it yourself. NOW. GO WATCH IT. IMMEDIATELY. Even if you've seen it already, go watch it again. And again.</p>
<p>To say that I... liked Arjuna, that's not really correct. I didn't even love Arjuna. I am Arjuna. Yes, I'm pretty much just quoting the last part of the show, so you could even say that I'm only immitating it, but considering that this show coincides with my way of thinkings... in EVERY way, the phrase suits this situation the best. Like I said, there isn't een much I can say about it if you've seen Arjuna then you'eev already seen everything I have to tell you. The reason I say to go watch it again is because you will be seeing this blog post. You will be seeing exactly what I want to say to you. And if you watch it and you don't understand what I'm trying to say to you, keep watching it until you do if you care what I have to say. If you don't, thats fine too, I'm not forcing myself on you or anything, but if you want to hear me, that's how to do it.</p>
<p>For the sake of being a little more descriptive, I've seen a few other shows that were like this before. The first one was Evangelion which shocked me with how well it paralleled my way of thinking and then there was Boogiepop and Lain and Manabi Straight and most effectively ef ~a tale of memories~. And now there's Arjuna, the best of the whole batch. And all I can say is 'I am Arjuna'.</p>
<p style="text-align:center;"><em> We barely remember who or what came before this precious moment,<br />
We are Choosing to be here, right now. Hold on, stay inside...<br />
This holy reality, this holy experience.<br />
Choosing to be here in...<br />
This body. This body holding me. Be my reminder here that I am not alone in<br />
This body, this body holding me, feeling eternal all this pain is an illusion.</em></p>
<p><em>Aliiiiive!</em></p>
<p><em>In this holy reality, in this holy experience. Choosing to be here in...<br />
This body. This body holding me. Be my reminder here that I am not alone in<br />
This body, this body holding me, feeling eternal all this pain is an illusion...</em></p>
<p><em>Twirling round with this familiar parable.<br />
Spinning, weaving round each new experience.<br />
Recognize this as a holy gift and, celebrate this<br />
chance to be alive and breathing</em></p>
<p><em>This body holding me reminds me of my own mortality.<br />
Embrace this moment. Remember. we are eternal.<br />
all this pain is an illusion.</em></p>
<p style="text-align:center;">- Tool - Parabola</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bhagavadgita]]></title>
<link>http://agamabooks.wordpress.com/?p=719</link>
<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 17:11:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://agamabooks.wordpress.com/?p=719</guid>
<description><![CDATA[The Bhagavadgita (the Lord&#8217;s Song) is the heart of the great classical Indian Epic, the Mahabh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p ALIGN="justify"><a HREF="http://www.amazon.com/dp/0048910295?tag=agaboo-20&#38;camp=14573&#38;creative=327641&#38;linkCode=as1&#38;creativeASIN=0048910295&#38;adid=0BVFJ97J0N9KZYG3H9EK&#38;" TITLE="agamabooks.wordpress.com - Bhagavadgita" TARGET="_blank"><img ALIGN="left" SRC="http://agamabooks.wordpress.com/files/2008/04/agamabookswordpresscom-bhagavadgita.thumbnail.jpeg" ALT="agamabooks.wordpress.com - Bhagavadgita" /></a>The Bhagavadgita (the Lord's Song) is the heart of the great classical Indian Epic, the Mahabharata. The hero of this epic is given the choice, just before a great war, whether to take the offer of a mighty army- or to choose a single charioteer. Of course, that charioteer is Krishna (the avatar of the god Vishnu on earth.) Krishna will not be able to intervene supernaturally in the conflict, but only offer teaching and advice. The hero, Arjuna, chooses Krishna and his advice over the mighty army, for he knows that to be in accord with God's will is all that truly matters. Besides, he also realises that Vishnu only incarnates on our plane of existence when things have deteriorated far out of control and it is time for Him to once again restore peace, justice, and harmony to the world. In other words, he KNOWS that he will be on the side of God, for God will literally be at his side.</p>
<p ALIGN="justify">This text represents the teachings that Krishna imparts to the hero, Arjuna. It is a message of how to put one's self and soul into accord, and in doing so, put one's self into mystic union with the divine. It is a message that one should do one's duty in the world without becoming too attached to one's actions or rewards (to be in the world but not of it.) It is also an assurance that the body is merely the body- to lose it is not to cease to exist. It is also a declaration that doing right for the sake of right is far more important that observing rigid rules and rituals of religious conduct.</p>
<p ALIGN="justify">This text is the excellent verse translation of Sir Edwin Arnold (1832-1904.) The Sanscrit terminology is all explained either in the forward, in footnotes, or immediately in the poetical, but highly comprehendable, text. I am not sure why this particular volume is listed as "abridged" for it is not. It is only abridged in the sense that the Bhagavadgita is an abridgment of the larger Mahabharata.</p>
<p ALIGN="justify">This is yet another marvelous selection in the highly affordable and tastefully selected Dover Thrift Editions collection. <a HREF="http://www.amazon.com/dp/0048910295?tag=agaboo-20&#38;camp=14573&#38;creative=327641&#38;linkCode=as1&#38;creativeASIN=0048910295&#38;adid=0BVFJ97J0N9KZYG3H9EK&#38;" TARGET="_blank" TITLE="Bhagavadgita">See details</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anime - Earth Girl Arjuna]]></title>
<link>http://ddoc.wordpress.com/?p=115</link>
<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 01:56:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>ddoc</dc:creator>
<guid>http://ddoc.wordpress.com/?p=115</guid>
<description><![CDATA[Genero: Aventura, Drama, Ciencia Ficción
Reseña
Earth Girl Arjuna o Arjuna, es una serie de anime ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Genero: Aventura, Drama, Ciencia Ficción</p>
<p><font color="#ff0000">Reseña</font></p>
<p>Earth Girl Arjuna o Arjuna, es una serie de anime japonés con intensa conciencia ecologista y un clima expectante a cada minuto, consta de trece episodios, su banda sonora está a cargo de <a href="http://es.wikipedia.org/wiki/Yoko_Kanno" class="mw-redirect" title="Yoko Kanno">Yoko Kanno</a> y creado por <a href="http://es.wikipedia.org/w/index.php?title=Shoji_Kawamori&#38;action=edit&#38;redlink=1" class="new" title="Shoji Kawamori (aún no redactado)">Shoji Kawamori</a> y por el equipo detrás de series como <a href="http://es.wikipedia.org/wiki/Escaflowne" class="mw-redirect" title="Escaflowne">Escaflowne</a> y <a href="http://es.wikipedia.org/wiki/Macross_Plus" title="Macross Plus">Macross Plus</a> que fue emitida originalmente por <a href="http://es.wikipedia.org/w/index.php?title=TV_Tokio&#38;action=edit&#38;redlink=1" class="new" title="TV Tokio (aún no redactado)">TV Tokio</a> entre el 9 de enero 2001 y el 27 de marzo 2001.</p>
<p>Earth Girl Arjuna es una historia basada en mitos hindúes e historias de ecología que tratan de dejar una lección de por medio, sin dejar de lado el conflicto de cada personaje involucrado en la historia. La música combinada con la animación <span class="mw-redirect">3D</span> contenida en la serie, sin duda, lo que más la favorece, ya que crea una ambientación totalmente realista que sólo tiene por objetivo hundirte más en tu asiento haciéndote preguntas sobre lo que vendrá a continuación. <a href="http://es.wikipedia.org/wiki/Arjuna_(anime)">Leer más...</a></p>
<p><font color="#ff0000">Personajes Principales</font></p>
<p><font color="#ffcc00">Juna Ariyoshi                 Tokio Ooshima            Chris Hawken<br />
</font></p>
<p><img src="http://www.anime-planet.com/anirec/images/mainimages/earthgirlarjuna.jpg" height="95" width="95" />                  <img src="http://www.yo-anime.com.ar/personajes/earthgirlarjuna/tokio_oshima_c.jpg" height="95" width="90" />                <img src="http://img264.imageshack.us/img264/9418/chrishawkenbo0.jpg" height="98" width="105" /></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[接近神]]></title>
<link>http://artoflivinghkc.wordpress.com/?p=123</link>
<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 18:07:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>artoflivinghk</dc:creator>
<guid>http://artoflivinghkc.wordpress.com/?p=123</guid>
<description><![CDATA[古儒吉專欄文章1
________________________________________

接近 神  Reaching God

未 有 ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#333399">古儒吉專欄文章1<br />
________________________________________<br />
</font></p>
<h2><font color="#333399"><font color="#993300">接近 神  Reaching God</font></font></h2>
<p><a href="http://artoflivinghk.files.wordpress.com/2008/03/47.jpg" title="47.jpg"><img src="http://artoflivinghk.files.wordpress.com/2008/03/47.jpg" alt="47.jpg" /></a></p>
<p><font color="#333399">未 有 與 神  統 合 的 生 命 是 不 圓 滿 的 。 成 熟 的 心 智 和 綻 放 的 心 會 自 然 而然 地 奮 力  達 致 與 神  統 合 。 從 古 至 今 ， 無 數 的 哲 學 思 想 興 起 ， 不 絕 的 辯 論 ， 以 至 音樂、 藝 術 及 文 學 的 產 生 ， 都 是 萌 於 這 個 渴 求 。 各 派 的宗 教 、 哲 學 、 修 練 、 習 俗 及 修 行， 都 有 著 同 一 個 追 求 ---- 與 神 相 會 。</font></p>
<p><font color="#333399">一 般 人 醒 覺 到 生 命 中 的 痛 苦 及 折 磨 ， 希 望 可 以 得 到 解 脫 。 他 尋 求 超 越 創 造 界 的 力 量 以 求 擺 脫 俗 世 的 枷 鎖 。他 愈 是 在 意 一 己 生 命 中 的 不 幸 及 缺 失 ，  便 愈 遠 離 而 難 感 受 到 內 裹 蘊 含的 神 性 本 性 。 他 的 心 反 而 往 另 一 邊 廂 尋 覓 另一 些 溝 通 。 人 類 從 遠 古 開 始 巳 不 斷 努 力 拉 近 與 神 的 距 離 。當 中 方 法 有 二 ： 一 是 人 類 提 升 自 己 歸 向 神 性 ---- 這 是 Siddha &#60;悉 達&#62; ， 即 心 智 上 達 到 圓 滿 ； 另 一 途 徑 是 天 神 下 凡 ( Avatar) ---- 神  暫 且 把 完 美 放 下，  化 身 成 人 ，把 神 帶 到 人 的 層 面 。 為 着 世 人 的 原 故 ， 神 顯 現 自 己 。 人 提 升 自 已 達 致 神 性 為 之 Siddha &#60;悉 達&#62; ； 神 降 世 凡 間 ， 因 為 衪 關 顧 您 ， 此 則 為 Avatar 。 為 能 與 虔 信 者 直 接 溝 通 ， 神 化 身 成 凡 人 在 我 們 當 中 。</font></p>
<p><font color="#333399">天 神 下 凡 ， 道 成 肉 身 ， 您 得 以 一 瞥 神 的 本 性 。 在 古 印 度 創 世 史 詩 的 描 述 中 ，諸 神 都 擁 有 人 的 各 種 情 緒 及 傾 向 。 他 們 的 作 為 與 凡 人 無 異 ------ 會 有 悲 、 怒 、 愛 … 等 等 之 情 。 拉 摩 及 克 里 斯 納 都 經 歷 過 所 有 人 類 的 情 緒 ， 為 的 是 令 您 明 白 神 其  實 與 您 距 離 不 遠 ， 衪 正 正 活 在 您 們 當 中 ， 神 已 降 世 為 人 ， 不 要 企 圖 在 衪的 化 身 當 中 尋 找 那 些 超 自 然 的 特 質 ---- 否則  ， 整 個 降 世 為 人 以 縮 窄 神 人 之 距 離 的目 的 就 會 被 破 壞 。 Avatar 是 神 對 您 的 愛 的 一 種 表 達 ， 並 且 是 在 人 類 智 慧 ， 最 能 夠 理 解 及 體 會 到 的 層 面 。</font></p>
<p><font color="#333399">Avatar 的 概 念 在 東 方 傅 统 是 很 普 遍 的 ---- 例 如 印 度 、 中 國 、 日 本 、 韓 國 、 尼 泊 爾 。 在 這 些 東 方 國 家 ， 其 统 治 者 或 國 王 都 是 如 Avatar 般 的 被 祟 敬 。 歷 史 上 </font><font color="#333399">國 王</font><font color="#333399"> Nripo Narayano Hari  及 醫 師  Vaidhyo Narayano Hari 均 被 尊 為   Vishnu 的 化 身。西 方 傅 统 有 神 的 使 者 的 概 念 ，但 東 方 社 會 則 沒 有 這 個 「使 者」 的 觀 念 。 神 和 您 的 關 係 是 這 麽 的 親 密 ， 神 紓 尊 降 貴 ， 親 自 顯 現 自 己 。 就 如 母 親 會 親 自 照 顧 孩 子 ， 神 對 人 類 的 愛 是 這 麼 的 浩 大 ， 牠 選 擇 親 自 與 我 們 接 觸 。 東 方 傅 统 懂 得 從 心 的 領 受 而 一 般 的 智 力 只 能 理 解 使 者 的 觀 念 。</font></p>
<p><font color="#333399">「 使 者 」的 概 念 帶 給 bhaktus 及 Sufis 痛 苦 ---- 他 們 比 較 接 受 Avatar 的 概 念。 為 了 這 個 親 密 的 關 係 ， 神 親 自 降 臨 。 當 您 能 確 切 肯 定 神 對 您 的 愛 ， 您 對 神 的 愛 亦 會 更 加 堅 定 。 在 薄 伽 梵 歌 中 記 載 ， 是 克 里 斯 納 先 告 訴 亞 朱 那 ： 「 您 對 我 來 說 是 珍 貴 的 。 」 ， 至 令 亞 朱 那  完 全 臣 服 。</font></p>
<p><font color="#333399">每 當 您 感 受 到 無 限 的 敬 意 ， 每 當 您 窺 見 到 神  性 ，  知 道 這 就是 神 的 降 世 。 神  降 臨 於 能 識 別 者 當 中， 而 創 造 界  萬 事 萬 物 都 變</font><font color="#333399"> </font><font color="#333399">得 鮮 活 靈  現，彰 顯 神 性 。 這 是 悟 出 「 我 是 」的 前 序 。</font></p>
<p><font color="#333399">創 造 界 的 整 個 現 象 是 意 識 派 生 為 不  同  的 名 相 。天 神 下 凡 ， 是 要 您 體 悟 到 您 是 祂 的 一 部 份 。 天 神 下 凡 不 是 要 您 神 魂 顛 倒 ， 而 是 要 您 平 靜 下 來 ， 引 領 您 回  家 。</font></p>
<p><font color="#333399">天 神 下 凡 ，</font><font color="#333399">亦 是 要 您 知 道 您 就 是 那  。 當 您 能 識 別 出 「神」的 臨 在 的 一 刻 ， 瞬 間 整 個 創 造  界 的 萬 事 萬 物 都 充 滿 着「那 」 ， 而 您 就 是 「 那 」 。 神 紓 尊 降 貴 ， 是 要 您 知 道 本 來 就 沒 有 上 下 之 分 ， 沒 有 高 低 之 分 ， 更 沒 有 上  天  下 凡 的 差 異！ 根 本 只 有 一，沒 有 二 。</font></p>
<h2><font><font><font color="#333399"><font color="#993300">Reaching God</font></font></font></font></h2>
<p><font color="#333399">Life<b> </b>is incomplete without union with God. It’s quite natural that a matured mind and blossomed heart strives for this union. From ages philosophies were born, debates happened, music, art and literature have sprung up from this need. Religions, philosophies, practices, customs and austerities have all pointed to one thing — union with the Divine.</font></p>
<p><font color="#333399">The common man wakes up to the pain and suffering in his life and wants to be free from it. And he looks for the super power of creation to free him from the clutches of the world. The more he looks at the misery and shortcomings in his life, the farther away he feels from the Divinity, which is his very nature. And his heart yearns for some sort of communication from the other side. For time immemorial man has been striving to lessen this gap between himself and God. There are two ways to do this: one is to elevate mankind towards Divinity — this is called Siddha, one who has attained perfection and the second is to bring God to human level — Avatar, one who is not striving for perfection. Divinity has manifested itself for the sake of mankind. Man rising up to God is Siddha; God coming down, because he cares for you, is Avatar. To communicate directly with devotees, God comes in the form of Avatar.</font></p>
<p><font color="#333399">Avatar is the humaneness where you can get a glimpse of Divinity. In the Puranas, all the devas are depicted with human emotions and tendencies. They do normal things — get upset, angry, are in love, etc. Rama and Krishna went through all the experiences of the human mind just to make you understand that God is not too far away from you, but one among you. Don’t look for the supernatural in Avatar — then the whole purpose of coming close to humans is defeated. The expression of God’s love for you on the most understandable human level is Avatar.</font></p>
<p><font color="#333399">This concept of Avatar is prevalent in the east - India, China, Japan, Korea, Nepal etc. In these eastern countries, the monarch is revered as Avatar. Nripo Narayano Hari - the king is regarded as Avatar of Vishnu; Vaidhyo Narayano Hari - the doctor is regarded as Avatar of Vishnu. In the west, the concept is that of messenger, but in the east this concept does not exist as the intimacy between you and God is so much, God, himself, comes down. Like a mother would personally go to her child, God’s love for man is so much, he would prefer to go Himself. The east looks from the value of the heart whereas the intellect has the perspective of messenger.</font></p>
<p><font color="#333399">The concept of messenger was painful to bhaktas and Sufis - they are more comfortable with Avatar. For an intimate relationship, God comes directly. Your love for God becomes authentic when you are assured of his love for you. In Gita, it is Krishna who first tells Arjuna, ‘You are dear to me’, which enabled Arjuna to surrender.</font></p>
<p><font color="#333399">Wherever you feel immense respect, wherever you get a glimpse of Divinity, know it is Avatar. Avatar lies in those who recognise - and the entire creation becomes alive as Divinity. This is the stage before the awareness of “I Am”.</font></p>
<p><font color="#333399">The entire phenomenon of creation is the descent of consciousness in various names and forms. And the whole purpose of Avatar is to make you realise that you are part of Him. Avatar is not there to charm you but to calm you, to make you return home.</font></p>
<p><font color="#333399">And to make you realise you are that. Once you recognise the Avatar, suddenly the entire creation is filled with ‘that’ and you are that. The descent of God is to make you realise there is no up or down, there is no high or low, there is no ascension or descent! There is no two.</font></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Bhagavad Gita and the West]]></title>
<link>http://agamabooks.wordpress.com/?p=672</link>
<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 00:22:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Admin</dc:creator>
<guid>http://agamabooks.wordpress.com/?p=672</guid>
<description><![CDATA[This combination of two volumes in Rudolf Steiner&#8217;s Collected Works presents Steiner&#8217;s p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p ALIGN="justify"><a TARGET="AmazonHelp" HREF="http://www.amazon.com/dp/0880106042?tag=agaboo-20&#38;camp=14573&#38;creative=327641&#38;linkCode=as1&#38;creativeASIN=0880106042&#38;adid=1X82JT54T1TRQ6MD8751&#38;"><img ALT="The Bhagavad Gita and the West" BORDER="0" ALIGN="left" HEIGHT="75" SRC="http://rcm-images.amazon.com/images/I/51DBrUMgtcL._SL75_.jpg" /></a>This combination of two volumes in Rudolf Steiner's Collected Works presents Steiner's profound engagement with Hindu thought and, above all, the Krishna in the Bhagavad Gita as they illuminate Western Christian esotericism.</p>
<p ALIGN="justify"> In his masterly introduction, Robert McDermott, a longtime student both of Rudolf Steiner and of Hindu spirituality, explores the complex ways in which the "Song of the Lord," or Bhagavad Gita, has been understood in East and West. He shows how Krishna's revelation to Arjuna--a foundation of spirituality in India for more than two and a half millennia--assumed a similarly critical role in the Western spiritual revival of the nineteenth and twentieth centuries. In the West, for instance, leading up to Steiner's engagement, he describes the different approaches manifested by Emerson, Thoreau, H.P. Blavatsky, and William James. In the East, he engages with the interpretation of historical figures such as <a TITLE="Mahatma Gandhi" HREF="http://agamabooks.wordpress.com/2008/03/01/gandhi-an-autobiography-the-story-of-my-experiments-with-truth/">Mahatma Gandhi</a> and Sri Aurobindo, relating them to Steiner's unique perspective. At the same time, and most valuable, he illuminates the various technical terms and assumptions implicit in the worldview expressed in the Bhagavad Gita.</p>
<p ALIGN="justify">The main body of the book consists of two lecture courses by Rudolf Steiner: "The Bhagavad Gita and the Epistles of St. Paul" and "The Esoteric Meaning of the Bhagadvad Gita." In the first, the main purpose, as Robert McDermott shows in his introduction, is to integrate the flower of Hindu spirituality into his view of the evolution of consciousness and the pivotal role played in it by the Mystery of Golgotha--the incarnation, death, and resurrection of Jesus Christ.</p>
<p ALIGN="justify">Steiner sees Krishna as a great spiritual teacher and the Bhagavad Gita as a preparation, though still abstract, for the coming of Christ and the Christ impulse as the living embodiment of the world, law, and devotion, represented by the three Hindu streams of Veda, Sankhya, and Yoga. For him, the epic poem of the Bhagavad Gita represents the "fully ripened fruit" of Hinduism, whereas Paul is related but represents "the seed of something entirely new." In the last lecture, Steiner reveals Krishna as the sister soul of Adam, incarnated as Jesus, and claims Krisha's Yoga teachings streamed from Christ into Paul.</p>
<p ALIGN="justify">In the second lecture course, given five months later, Steiner engages the text of the Bhagavad Gita on its own terms, as signaling the beginning of a new soul consciousness. To aid in the understanding of both these important cycles, this volume includes the complete text of the Bhagavad Gita in Eknath Easwaran's luminous translation.</p>
<p ALIGN="justify">In our age, when East and West are growing closer together and we live increasingly in a global, intercultural, and religiously pluralistic world, this volume is necessary reading for all who are interested in a truly spiritual approach to the new reality. <a TARGET="_blank" HREF="http://www.amazon.com/dp/0880106042?tag=agaboo-20&#38;camp=14573&#38;creative=327641&#38;linkCode=as1&#38;creativeASIN=0880106042&#38;adid=1X82JT54T1TRQ6MD8751&#38;">See details</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arjuna]]></title>
<link>http://earthpages.wordpress.com/?p=1405</link>
<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 22:31:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>Earthpages.ca</dc:creator>
<guid>http://earthpages.wordpress.com/?p=1405</guid>
<description><![CDATA[Arjuna Renowned hero in Indian culture and Krishna&#8217;s charioteer in the Bhagavad Gita.
Arjuna a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img src="http://earthpages.files.wordpress.com/2008/02/gita.jpg" border="0" alt="" width="245" height="199" align="right" />Arjuna</strong> Renowned hero in Indian culture and <strong>Krishna</strong>'s charioteer in the <em><strong>Bhagavad Gita</strong>.</em></p>
<p>Arjuna arguably has the status of a demigod among of much the Hindu-Indian populace.</p>
<p>In the <em>Gita</em> he is prodded by Krishna to fight kith and kin.</p>
<p>Despite his initial reluctance, he overcomes the chronic procrastination which <strong>Shakespeare</strong>'s <strong>Hamlet</strong> cannot--that is, a crippling fear, self-doubt and over-thinking that leads to inaction.</p>
<p>Krishna instructs Arjuna that the body dies but the soul is immortal. Arjuna's <strong>kshatriya</strong> caste demands as sacred duty (<strong>dharma</strong>) that he fight.</p>
<p>According to a literal interpretation of the Gita, it is far better to do one's dharma - even if this entails killing - than to ignore it.</p>
<p>Today the <em>Gita</em> is cherished for its psychological and spiritual value. Arjuna's "killing" is usually understood as the death of negative attitudes which otherwise would bind the eternal soul (<strong>atman</strong>) to worldly pleasures and desires.</p>
<p>On the political level, however, the <em>Gita</em> may be interpreted as roughly paralleling the Christian notion of the <strong>just war</strong> and the Moslem idea of <strong>Jihad</strong>.</p>
<p>Image Source:</p>
<ul>
<li>
<div>Cropped from original by <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:GitaUpadeshTirumala.jpg"><span style="color:#265e15;">Raji.srinivas</span></a>, <a class="extiw" title="Text_of_the_GNU_Free_Documentation_License" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Text_of_the_GNU_Free_Documentation_License"><span style="color:#265e15;">GNU Free Documentation License</span></a></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><em><strong><span style="color:#ff6600;"><em><strong><span style="color:#ff6600;">Add to this, report errors, suggest edits or voice your opinion<br />
by posting a comment</span></strong></span></em></span></strong></em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The Pregnant King]]></title>
<link>http://aalasanthosh.wordpress.com/?p=96</link>
<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 20:00:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>aalasanthosh</dc:creator>
<guid>http://aalasanthosh.wordpress.com/?p=96</guid>
<description><![CDATA[I look forward to weekends.  Saturday to be more precise. This is the day I and Akhil often go out f]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>I look forward to weekends.  Saturday to be more precise. This is the day I and <a href="http://lazybug.wordpress.com" title="Akhil Tandulwadikar">Akhil</a> often go out for lunch. We make it a point to eat at a different restaurant each time. However, the exciting part begins after the lunch. A visit to the Crossword book store and then a cup of coffee in Brio. The restaurant located in the store. Do check out their range of coffees. Personally I think they are much better and cheaper than the range one would get elsewhere.</p>
<p>As usual last Saturday we had lunch at Indijoe. Followed it up with a visit Crossword to and picked up some books. The only sore point was that we couldn't get a cup of hot coffee. Bad luck. Of the three books we picked up, one book caught my attention - The Pregnant King.</p>
<p>Mahabharatha and Ramayana are my favourite epics. I particularly remember Mahabharatha quite well. This is where the story of Yuvanshva caught my attention as I never came across this character in Mahabharatha. To my delight I found this was the work of the author -- a fictional story.</p>
<p><b>The Pregnant King</b></p>
<p><a href="http://aalasanthosh.wordpress.com/files/2008/03/the_pregnant_king.jpg" title="The Pregnant King"><img src="http://aalasanthosh.wordpress.com/files/2008/03/the_pregnant_king.jpg" alt="The Pregnant King" /></a></p>
<p><b>Publisher: </b>Penguin Books India<br />
<b>Author: </b>Devdutt Pattanaik<br />
<b>Published in:</b> February 2008<br />
<b>Price: </b>Rs. 295<br />
<b>Classification:</b>  Fiction</p>
<p><b>Verdict:</b> Interesting Read</p>
<p><b>Description:</b></p>
<p>Author Devdutt Pattanaik takes the liberty of using his imaganation and inspiration from folklores to sketch an impressive story. This is the story of a King who becomes a mother to become a father to become a king.  A story of Vallabhi, a kingdom which yearns for the rightful king who never comes.</p>
<p>Set during the time of the Kurukshetra war, the story unfolds the desires and egos of the inhabitants of the royal palace of Vallabhi. It starts with the crowning of the new King of Vallabhi -- Shilavati the widow queen (as a regent) as she carries the heir (Yuvanshva) to the kingdom in her womb. Then the struggle of Shilavati, a woman with the head of a king, to hand over the power to her childless son who has three wives. The son for whom things go awry. There is also the brahman couple who return as brahma rakshasas to seek revenge on him.</p>
<p>In brief the story is of Yuvanshva's many questions for which he seeks answers. About his failure to produce children even with three wives, why his mother doesn't crown him the king and finally the question of whether is a mother or a father.</p>
<p>And there are other characters like his son who finds the story behind his birth unbelievable. The second queen who rejects Yuvanshva as a husband. Arjuna and his story of how he felt being like a woman. The ugly-looking yaksha, Sthunakarna who spends his life as a woman and a man helping characters like Shikandi and Somvat. The book ends with Yuvanshva finding the reasons for his confusing existence and events that happened in his life. Overall a good book to read once.</p>
<p>And do head to <a href="http://www.goodreads.com/about/how_it_works" id="#$zS2eQ3">Goodreads.</a> This is yet another online service that helps us see what our friends are reading. We can also keep track of books read and organize them into shelves.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sabdo Palon Bukan Pengasuh Putra Batara Indra]]></title>
<link>http://eddycorret.wordpress.com/?p=161</link>
<pubDate>Mon, 05 May 2008 17:14:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>eddycorret</dc:creator>
<guid>http://eddycorret.wordpress.com/?p=161</guid>
<description><![CDATA[Sabdo Palon datang membawa huru hara
Putra Batara Indra datang untuk mengakhiri huru hara
Artinya Pu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Sabdo Palon datang membawa huru hara<br />
Putra Batara Indra datang untuk mengakhiri huru hara<br />
Artinya Putra Batara Indra datang untuk mengakhiri hidup Sabdo Palon.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/02/25/serat-darmogandul/" target="_blank">Serat Darmogandul</a> disebutkan bahwa Sabdo Palon merupakan sahabat Prabu Brawijaya yang karena persahabatan tersebut dia ikut mendampingi Prabu Brawijaya melarikan diri dari kerajaan Majapahit sesaat setelah diserang Raden Patah dan Walisongo. Namun karena Sunan Kalijaga berhasil membujuk Prabu Brawijaya untuk memeluk agama islam, maka Sabdo Palon akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Prabu Brawijaya kembali ke alamnya. Sebelum pergi Sabdo Palon berjanji akan datang kembali 500 tahun kemudian untuk menyebar Gama Buda.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara dalam <a href="http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/bait-terakhir-ramalan-jayabaya/" target="_blank">Jongko Joyoboyo</a> bait 160 disebutkan bahwa Putra Batara Indra kelak akan datang ke Indonesia untuk mengakhiri carut marutnya keadaan di Nusantara menggantinya dengan jaman suka ria (<a href="http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1998/12/06/0003.html" target="_blank">Kalasuba</a>). Putra Batara Indra ini dalam Ugo Siliwangi disebut sebagai pemuda penggembala (bocah angon), dan memiliki beberapa sebutan yaitu Herucokro oleh Ronggowarsito, Satrio Piningit oleh Joyoboyo. Putra Batara Indra inilah yang kelak akan disebut sebagai Ratu Adil membawa Nusantara menuju kemakmuran.<br />
<!--more--><br />
Sabdo Palon mengaku sebagai pengasuh Raja-raja Jawa sejak pertama dahulu kala hingga Prabu Brawijaya dan kelak juga mengasuh Ratu Adil sebagai raja Jawa. Semua orang telah meyakini sedemikian rupa apa yang disebutkan dalam serat Darmogandul tersebut sebagai kebenaran. Namun bila mau meneliti lebih jauh lagi, maka sebenarnya yang dikatakan Sabdo Palon sebagai pengasuh Ratu Adil diragukan kebenarannya. Berikut beberapa kejanggalan yang dapat dijadikan alasan untuk membantah identitas Sabdo Palon yang katanya sebagai pengasuh Putra Batara Indra (Ratu Adil) :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Sabdo Palon datang untuk menjalankan misi menyebar Gama Buda.</strong><br />
Dalam <a href="http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/ramalan-sabdo-palon/" target="_blank">Ramalannya</a> "Sabdo Palon <em>kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (kawruh budi), saya sebar seluruh tanah Jawa. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang."</em> Sudah mulai menyebarkan Gama Buda. Pada bulan Mei 2006 <a href="http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/15/sh01.html" target="_blank">gunung merapi telah meletus dan laharnya ke barat daya.</a> Berarti Sabdo Palon telah datang kembali. (genderang perang ditabuh).</p>
<p style="text-align:justify;">Pekerjaan pertama yang dilakukan Sabdo Palon ketika datang kembali yaitu membunuh rakyat tidak berdosa dengan letusan gunung merapi dan gempa bumi 6,9 SL di Jogjakarta. Dari fakta tersebut sudah jelas bila dia datang kembali untuk menjalankan misi yaitu menyebar Gama Buda dan akan menghancurkan siapa saja yang tidak menerimanya. Fakta ini mengindikasikan bila Sabdo palonlah pencetus terjadinya huru hara di Indonesia. <strong>Sabdo Palon datang bukan untuk mengasuh Putra Batara Indra, kehadirannya untuk menyebar gama buda sendiri.</strong> Apabila memang akan mengasuh Putra Batara Indra maka tentunya dia akan mengatakan maksudnya tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Fakta menyebutkan bahwa mayoritas islam di Indonesia mencapai 80 %. Apabila Sabdo Palon yang beragama buddha memaksakan kehendak untuk menjalankan misinya menyebar gama buda kepada penduduk Indonesia maka yang terjadi adalah munculnya konflik berkepanjangan seperti yang dialami Birma, Tibet, Palestina dan lain sebagainya. <strong>Disisi lain Putra Batara Indra sendiri beragama islam yang tentunya akan terjadi konflik juga antara Sabdo Palon dengan Putra Batara Indra</strong> apabila memang Sabdo Palon merupakan pengasuhnya. Misi Sabdo Palon menyebar gama buda yang diprediksi akan menuai konflik,  sangat bertentangan dengan Joyoboyo yang menyebut bahwa kehadiran Putra Batara Indra akan menjadikan Indonesia memasuki jaman suka ria (<a href="http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1998/12/06/0003.html" target="_blank">kalasuba</a>) bukannya jaman konflik berkepanjangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehadiran Sabdo Palon pada mei 2006 ditandai dengan merapi meletus kemudian disusul gempa di Jogjakarta pertanda bila Sabdo Palon melancarkan dendam pertamanya kepada rakyat Jogjakarta. Padahal pada saat tersebut Putra Batara Indra belum muncul juga belum diketahui keberadaannya hingga saat ini. <strong>Mana mungkin Nusantara akan menjadi makmur kalo dipenuhi dengan gempa yang dilakukan Sabdo Palon ?</strong> Jadi Sabdo Palon bukanlah pengasuh Putra Batara Indra, namun dia datang lagi untuk menjalankan misi menyebar Gama Buda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Sabdo Palon tidak bersedia masuk islam.</strong><br />
<em>“Apa kamu tidak mau masuk agama Islam?” tanya Prabu Brawijaya. Sabdopalon berkata dengan sedih, “Ikut agama lama, kepada agama baru tidak! Kenapa Paduka berganti agama tidak bertanya hamba? Apakah Paduka lupa nama hamba, Sabdopalon? Sabdo artinya kata-kata, Palon artinya kayu pengancing kandang. Naya artinya pandangan, Genggong artinya langgeng tidak berubah. Jadi bicara hamba itu, bisa untuk pedoman orang tanah Jawa, langgeng selamanya.”</em> (<a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/02/25/serat-darmogandul/" target="_blank">Serat Darmogandul</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Serat Darmogandul disebutkan bila Sabdo Palon tidak bersedia masuk agama islam seperti yang dilakukan Prabu Brawijaya. Dia lebih memilih untuk meninggalkan Brawijaya dengan tetap beragama Buddha. Sebelum pergi Sabdo Palon menghina Prabu Brawijaya yang mau beralih agama juga menghina Sunan Kalijaga dengan kata-katanya yang kasar. Nyata sekali Sabdo Palon menolak untuk masuk islam dan kemudian berjanji bila kelak 500 tahun datang lagi akan mengganti Gama Buda disebar ke seluruh Jawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara dalam <a href="http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/kitab-musarar-jayabaya/" target="_blank">Kitab Musasar Joyoboyo</a> disebutkan bila <em>Putra Batara Indra "Lahir di bumi Mekah"</em>. Artinya Putra Batara Indra merupakan sosok yang beragama islam. Apabila Sabdo Palon akan mengasuh Putra Batara Indra, tentunya bertentangan dengan fakta bahwa dia telah menghina islam, Prabu Brawijaya yang masuk islam juga Sunan Kalijaga seperti yang tertera dalam Serat Darmogandul. <strong>Mana mungkin Sabdo Palon akan mengasuh Putra Batara Indra yang diprediksi beragama islam sejak dilahirkan, sedangkan dia sendiri meninggalkan Brawijaya karena baru saja beragama islam.</strong> Hal yang dilakukan Sabdo Palon sama saja dengan melepas harimau lalu mendapatkan singa. Jadi mustahil Sabdo Palon mau mengasuh Putra Batara Indra yang kata Joyoboyo adalah seorang beragama islam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Sabdo Palon sebagai pelaku utama huru hara.</strong><br />
Dalam Serat Darmogandul disebutkan bahwa Sabdo Palon telah meramalkan akan kejadian huru hara di Jawa dan sekitarnya. Sementara pada mei 2006 dia telah datang kembali dengan tanda letusan gunung merapi disusul gempa di Jogjakarta. Orang akan sangat tertarik dengan kejadian tersebut dan meyakini apa yang terjadi di Jawa merupakan ulah Sabdo Palon. Secara sadar maupun tidak semua akan menempatkan Sabdo Palon sebagai pelaku utama segala bencana di Jawa dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Padahal peristiwa utama dan terpenting adalah bergantinya jaman huru hara dengan jaman suka ria diawali munculnya Putra Batara Indra. <em>Fakta bahwa Sabdo Palon telah datang dan menghancurkan Jawa dengan gempa bumi, gunung meletus dll menjadi faktor penting yang terjadi pada masa huru hara. Kemudian Putra Batara Indra akan muncul untuk mengganti masa huru hara tersebut dengan jaman suka ria.</em> <strong>Hal tersebut berarti Putra Batara Indra mengakhiri masa Sabdo Palon dalam aksinya menghancurkan Jawa.</strong> Mana mungkin dia pengasuh Putra Batara Indra padahal kenyataannya justru dia yang akan diakhiri aksinya oleh Putra Batara Indra.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah dalam Serat Darmogandul disebutkan <em>"Gunung-gunung hamba kentuti. Puncaknya pun kemudian berlubang, apinya banyak yang keluar, maka tanah Jawa kemudian tidak bergoyang, maka gunung-gunung tinggi puncaknya, keluar apinya serta ada kawahnya, berisi air panas dan air tawar. Itu hamba yang membuat'</em> . Kalo memang Sabdo palon pengasuh Putra Batara Indra maka seharusnya dia bekerjasama dengan Putra Batara Indra mengatasi huru hara di Nusantara. Tetapi <strong>kenyataannya yang seharusnya gunung dikentuti jadi tidak meletus malah diletuskan sebagai tanda dirinya telah datang.</strong> Ini maunya apa sebenarnya. Jelas-jelas dia buat huru hara berarti dia juga yang akan disingkirkan Putra Batara Indra.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Sabdo Palon itu jin kok mengasuh manusia.</strong><br />
<em>'Sampai sekarang umur hamba sudah 2000 lebih 3 tahun dalam mengasuh raja-raja Jawa".</em> Dari pernyataan Sabdo Palon tersebut menunjukkan bahwa dia bukanlah manusia, umur mencapai ribuan tentunya dialami oleh jin. Identitas Sabdo Palon sebagai Jin yang mengasuh manusia sepertinya akan memunculkan banyak pertanyaan yang dirasa aneh kedengarannya. <strong>Apalagi jin memiliki 1001 kemungkinan untuk menyesatkan manusia.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semua orang telah mengetahui bila alam jin dan alam manusia berbeda. Jin memiliki kehidupan sendiri sama dengan manusia yang juga memiliki kehidupan sendiri. Baik jin maupun manusia sama-sama butuh makan, minum juga berkembang biak dan lain sebagainya dalam menjalani kehidupan seperti yang telah digariskan Tuhan Sang Pencipta. Jin karena alamnya lebih tinggi tempatnya dari alam manusia maka dapat mudah memasuki alam manusia. Sedangkan Manusia karena alamnya lebih rendah tempatnya maka manusia akan kesulitan memasuki alam jin.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalo jin mengasuh manusia apakah memang di alam jin sana sudah tidak ada lagi yang bisa diasuh?  apalagi Sabdo Palon menyatakan dirinya Ratu Dang Hyang tentunya memiliki kerajaan dan prajurit untuk di atur, ini kok malah ke alam manusia sepertinya aneh-aneh aja jadinya. Dalam Serat Darmogandul disebutkan bahwa <strong>Prabu Brawijaya melarikan diri bersama sahabatnya, dan tidak dikatakan bersama pengasuhnya yang kemudian Sabdo Palon mengaku sebagai pengasuhnya.</strong> Apabila Raja jin bersahabat dengan raja manusia sepertinya dapat dimaklumi, akan tetapi raja jin mengasuh raja manusia masih diragukan kebenarannya terlebih tidak setiap manusia dapat mengetahui jin dan alam jin. Ini besar kemungkinan merupakan tipuan saja tentunya untuk mengelirukan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Sabdo Palon senjatanya jorok.</strong><br />
Sejak Adam hingga detik ini setiap tokoh-tokoh yang muncul menggunakan senjata yang berkharisma. Musa misalnya dengan tongkat, Arjuna dengan busur dan anak panah, Bima dengan Gada, Kresna dengan Cakra, Sunan Kalijaga dengan keris, Rambo dengan basoka, Son Goku dengan tongkat saktinya, Highlander dengan pedangnya dan lain sebagainya. Tapi coba Sabdo Palon apa senjatanya? senjatanya adalah kelamin dan pantat dengan pelurunya kentut dan kencing seperti yang tertera dalam Serat Darmoogandul. Senjata apakah itu, mengapa hal yang jorok menjadi senjatanya. <strong>Padahal Sabdo Palon kan Ratu Dang Hyang kok senjatanya jorok sekali.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>"Gunung-gunung hamba kentuti. Puncaknya pun kemudian berlubang, apinya banyak yang keluar, maka tanah Jawa kemudian tidak bergoyang, maka gunung-gunung tinggi puncaknya, keluar apinya serta ada kawahnya, berisi air panas dan air tawar. Itu hamba yang membuat" (Serat Darmogandul).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak usah diajarkan kepada Putra Batara Indra karena sebagai manusia sejak dilahirkan tentunya naluri untuk kencing dan kentut telah menjadi kebiasaan rutin. Kalo memang Sabdo Palon memang pengasuh Putra Batara Indra tentunya diajarkan jurus yang berwibawa dan karismatik, ini malah diprediksi akan diajarkan jurus kentut dan kencing yang semua orang mengetahui bahwa kedua hal tersebut merupakan barang yang jorok bahkan menjijikkan. Selama diasuh, Putra Batara Indra akan selalu melihat Sabdo Palon melatih kelamin dan pantatnya sebagi senjata, jelas sangat akan mempengaruhi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kresna menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan Cakra miliknya. Arjuna menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan busur dan panah-panah shaktinya. Bima menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan gada miliknya. Rambo menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan basoka miliknya. <strong>Putra Batara Indra menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan Trisula Weda miliknya.</strong> Tetapi Sabdo Palon menghadapi musuh tentunya akan menyodorkan kelaminnya atau pantatnya. Itupun kalo sekali tembak kena, kalo meleset berarti harus menyodorkannya berkali-kali kan sampe kena.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah cerita Arjuna (asli dari India) yang ketika menempuh masa pembuangan dan pengasingan. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arjuna" target="_blank">Arjuna pergi ke kahyangan tempat kerajaan Batara Indra berada.</a> Disana dia diberi senjata panah shakti berikut dilatih juga bagaimana cara menggunakan seluruh senjata tersebut. Dengan senjata panah yang digunakannya, Arjuna terlihat wibawa dan kharismatik hingga disegani oleh musuh-musuhnya. Ini Putra Batara Indra oleh Sabdo Palon akan diajarkan menggunakan senjata kentut dan kencing, dimana letak wibawanya sebagai Ratu Adil.<strong> Apakah kentut dan kencing itu juga akan digunakan untuk membenahi carut marutnya Nusantara</strong>. yang benar saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihatlah dalam Jongko Joyoboyo disebutkan bila Putra Batara Indra bersenjatakan Trisula Weda. Tuh kan dari namanya saja terdengar wibawa dan karismatik. Belum lagi senjata tersebut digunakan untuk membenahi nusantara, yang satu untuk meluruskan segala hal yang perlu untuk diluruskan dan yang lainnya digunakan untuk mencegah sekaligus melawan semua kejahatan. Sangat cocok dan membuat rakyat Indonesia merasa tentram dekat dengan Putra Batara Indra dengan senjata Trisula Weda. Rakyat akan selalu was-was dekat dengan Putra Batara Indra kalo sering kentut melulu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Sabdo Palon melepas kutukan.</strong><br />
<a href="http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/ramalan-sabdo-palon/" target="_blank">Sabdo Palon membuat ramalan</a> akan peristiwa huru hara dan berbagai kejadian menyengsarakan di tanah jawa. Semua orang meyakini ramalan Sabdo Palon tersebut telah menjadi kenyataan setelah kedatangannya kembali pada mei 2006 dengan letusan merapi dan gempa yang menghancurkan Jogjakarta. Apabila dicermati maka ramalan Sabdo Palon berikut kutukannya hanya mengarah ke Jawa saja. Padahal bencana gempa  bumi yang terjadi di seluruh wilayah Nusantara merupakan <a href="http://edu4jogja.depdiknas.org/master.php?id_berita=97" target="_blank">rangkaian gempa dari peristiwa gempa dan tsunami di aceh</a>. Belum lagi ancaman Global warming yang telah membuat seluruh gunung baik di indonesia maupun di internasional menjadi aktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketahuilah bila jauh sebelum Sabdo Palon memberikan ramalan dan kutukan, ingatlah anda akan Jongko Joyoboyo? dalam Jongko Joyoboyo juga banyak disebutkan adanya kejadian menyengsarakan di tanah Jawa. Apakah kejadian tersebut yang saat ini menimpa Indonesia merupakan bukti dari ramalan Sabdo Palon ataukah bukti dari ramalan Joyoboyo ?</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah sebelum Sabdo Palon memberikan ramalan dan kutukan, Nostradamus telah lebih dulu memberikan ramalan tentang gempa di Asia yang tersirat dalam <a href="http://home.comcast.net/~plutarch/nostra3.html" target="_blank">Century 3 Kuantrin 3</a> yaitu :<br />
<em>Mars et Mercure, et l'argent joint ensemble,<br />
Vers le midy extreme siccité:<br />
Au fond d'Asie on dira terre tremble,<br />
Corinthe, Ephese lors en perplexité.</em><br />
<strong>Ketika Mars Merkurius berhubungan erat mengarah ke selatan<br />
maka akan terjadi kekeringan besar.<br />
Sebuah gempa bumi akan terdengar dari kedalaman Asia<br />
baik Corinth maupun Ephesus berada dalam kondisi gawat.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Semua bencana alam yang terjadi di Indonesia baik di Jawa maupun di luar Jawa merupakan bagian kecil dari <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2007/12/03/desember-2012/" target="_blank">bencana besar yang melanda seluruh kawasan di muka bumi ini</a>. Pada saat bencana terjadi isu Global Warming juga mengiringi dibelakangnya. Mana mungkin semua itu karena Sabdo Palon. Bahkan banyak kalangan Internasional menyebut saat ini telah terjadi masa pemurnian untuk Bumi. Apakah masa pemurnian ini juga ulah Sabdo Palon. <strong>Kutukan Sabdo Palon itu hanya ancaman yang diberikan setelah melihat Prabu Brawijaya memeluk agama islam.</strong> <em>Tanpa dia memberikan kutukanpun Global warming, gempa bumi, tsunami dll juga akan terjadi dan menghancurkan Indonesia.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. Sabdo Palon vs Batara Indra.</strong><br />
Dalam <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/02/25/serat-darmogandul/" target="_blank">Serat Darmogandul</a> disebutkan bila Sabdo Palon:<em> “Hamba ini Ratu Dang Hyang yang menjaga tanah Jawa, Siapa yang bertahta menjadi asuhan hamba".</em> Kemudian dalam <a href="http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/bait-terakhir-ramalan-jayabaya/" target="_blank">Jongko Joyoboyo bait 160</a> disebutkan <em>"itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak datang di bumi untuk membantu orang Jawa'</em>. Antara Serat Darmogandul dan Jongko Joyoboyo terdapat 2 sosok yaitu Sabdo Palon dan Batara Indra.</p>
<p style="text-align:justify;">Joyoboyo dalam bait 160 dan 162 ramalannya menyebut Putra Batara Indra. Sebutan tersebut ditujukan pada Arjuna. Hal ini mengindikasikan bila yang datang ke Indonesia menurut kepercayaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Reinkarnasi" target="_blank">Reinkarnasi</a> yang dianut Joyoboyo adalah titisan Arjuna berikut Batara Indra ikut bersamanya. <strong>Seandainya Batara Indra tidak menyertai Putranya maka Joyoboyo dipastikan akan menyebut Arjuna dan bukannya Putra Batara Indra.</strong> Seandainya bukan titisan Arjuna maka Joyoboyo akan menyebutnya asuhan Sabdo Palon. Lantas siapa Batara Indra sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata penyebutan Batara hanya ada di India dan sekitarnya yang diartikan sama dengan Dewa. Namun ketika kata Batara memasuki Indonesia maka kata tersebut jadi asing. Di Indonesia tidak begitu dikenal dengan istilah Batara juga Dewa meskipun beberapa kalangan di Indonesia juga memiliki kepercayaan akan adanya dewa dan batara tersebut. Apabila mencermati makhluk ciptaan Tuhan yang ada yaitu Malaikat dan Jin maka apakah Batara merupakan salah satu dari kedua jenis tersebut. <em>Bisakah Batara berarti malaikat atau berarti jin.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apakah Batara bisa disamakan dengan jin ciptaan Tuhan.</strong> Kalo memang dia jin berarti sama dengan Sabdo Palon, tetapi apakah Batara Indra adalah Sabdo palon? sepertinya semua akan menjawab tidak. Ingatlah bahwa Jin memiliki seribu kemungkinan untuk menyesatkan manusia sehingga kalo jin menjadi pengasuh manusia maka kemungkinan mengelirukan manusia besar peluangnya. Kemudian <strong>apakah Batara bisa disamakan dengan Malaikat ciptaan Tuhan?</strong> kemungkinan ini bisa terjadi karena Tuhan menciptakan malaikat juga bisa menjadi abdi manusia. Kalo memang dia malaikat bisa dimaklumi menjadi pengasuh manusia karena malaikat diciptakan dari cahaya yang bisa menerangi manusia dan tidak akan mengelirukan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Fakta penyebutan Putra Batara Indra oleh Joyoboyo dan tidak menyebut langsung nama Arjuna mengindikasikan bila Batara Indra (sepertinya malaikat) ikut serta dan tentunya untuk mengasuh Arjuna seperti yang tejadi pada masa lalu pada jaman kisahnya Mahabarata di India.<em> Kehadiran malaikat untuk mengasuh manusia bisa dimengerti mengingat peristiwa para Nabi dan Rosul yang mereka dibimbing oleh para malaikat ciptaan Tuhan</em> tentunya untuk mengarahkan yang dibimbing kepada tujuan yang sebenarnya dalam menjalani kehidupan. <strong>Sekarang anda lebih cenderung yang mana? Ratu Adil lebih baik diasuh Jin atau lebih baik diasuh malaikat?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tujuh point di atas sudah dapat dijadikan bahan acuan untuk menyangkal bahwa Sabdo Palon merupakan pengasuh Putra Batara Indra. Apabila anda percaya dengan naskah peninggalan leluhur seperti Serat Darmogandul, Jongko Joyoboyo dan lain-lain tentunya anda mendapati data-data di atas tersirat dalam naskah leluhur tersebut. Dengan demikian Sabdo Palon sebagai pengasuh Putra Batara Indra diragukan kebenarannya. Bisa jadi apa yang tersirat dalam naskah tersebut sengaja dihadirkan untuk memunculkan nama Sabdo Palon yang sebenarnya tidak jelas identitasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di satu sisi Sabdo Palon telah terbukti bukanlah pengasuh Putra Batara Indra. Disisi lain <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/04/07/sabdo-palon-ngaku-ngaku-semar/" target="_blank">Sabdo Palon mengaku-ngaku Semar</a> yang sebenarnya <a href="http://eddycorret.wordpress.com/2008/03/10/semar-sejatinya-hayalan/" target="_blank">Semar sejatinya hanya hayalan</a> belaka. Pada sisi yang lain lagi Sabdo Palon sebagai pencetus letusan merapi dan gempa di Jawa sebagai bagian dari jaman huru hara. Padahal Putra Batara Indra datang untuk membereskan semua masalah huru hara tersebut yang berarti mengakhiri masa Sabdo Palon melakukan misi penghancurannya. <strong>Sabdo palon akan menghancur leburkan siapa saja yang tidak menerima Gama Buda dan Ratu Adil akan menghadapinya agar Nusantara bebas dari kehancuran akibat ulah Sabdo Palon.</strong></p>
<p>Apakah anda masih percaya saat ini Putra Batara Indra sedang diasuh oleh Sabdo Palon ?<br />
Apakah anda masih percaya Sabdo Palon pengasuh Putra Batara Indra ?</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Senin, 5 Mei 2008<br />
Eddy Corret</strong></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
