<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>amanah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://wordpress.com/tag/amanah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "amanah"</description>
	<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 02:37:31 +0000</pubDate>

	<generator>http://wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tidak ada tempat di surga untuk mediocre !?!]]></title>
<link>http://irsalinasalsabila.wordpress.com/?p=40</link>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 13:33:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>irsalina</dc:creator>
<guid>http://irsalinasalsabila.wordpress.com/?p=40</guid>
<description><![CDATA[ Yang ahli, yang profesional, yang menekuni, yang serius lah yang dicari, yang dibutuhkan. Yang set]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p> Yang ahli, yang profesional, yang menekuni, yang serius lah yang dicari, yang dibutuhkan. Yang setengah-setengah, entah dimana tempatnya, entah dikenal atau tidak, entah dicari atau tidak.</p>
<p>Begitu juga dengan beribadah. Mediocre dalam beribadah? Jangan coba-coba berharap surga.</p>
<p>Solat lima waktu tapi juga rajin nyontek, rajin berpuasa tapi juga senang berbohong, sering bersedekah dan sering juga berdua-duaan dengan non muhrim, rajin baca Quran tapi juga senang berpakaian ketat, dan lain-lainnya yang juga saya, anda masih sering lakukan. Setengah-setengah, biasanya juga belum tentu ikhlas. Kalau ikhlas tidak mungkin setengah-setengah, tapi total, sepenuh hati, niat dan sungguh-sungguh. Kalau begini, manusia pun juga akan memandang sebelah mata, apalagi berharap Tuhan menerima amal kita. Yap, di surga tidak ada tempat untuk mediocre.</p>
<p>Mari kita sama-sama introspeksi dari sekarang. Sekarang, sebelum tersadar umur sudah 40an, sebelum tersadar sudah punya anak cucu, sebelum tersadar sakaratul maut, sebelum tersadar sudah di alam kubur, dan sebelum tersadar sudah di padang mahsyar. Saya banyak salah, kita banyak salah, tapi kita belum terlambat. Mari kita saling mengingatkan, saling mengoreksi. </p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;"> <a href="http://irsalinasalsabila.files.wordpress.com/2008/08/ramadhan.jpg"><img class="aligncenter" src="http://irsalinasalsabila.files.wordpress.com/2008/08/ramadhan.jpg" alt="" width="318" height="302" /></a></p>
<p> Tidak perlu menjadi <em>extraordinary </em>untuk dicintai Allah. Biasa-biasa juga cukup, asal ikhlas dan konsisten. Mari saling menyemangati. Mari sama-sama belajar dari teladan terbaik di dunia ini, <span style="text-decoration:underline;">Muhammad Saw.</span></p>
<p style="font-size:11pt;font-family:Calibri;margin:0;">Marhaban ya Ramadhan. Mari manfaatkan bulan ini sebaik-baiknya. Mulai dari sekarang, belajar dari sekarang. Baca quran dan pahami maknanya setiap hari, belajar solat malam, berlatih berpuasa sunnah, semua mulai sekarang. Mari saling mengingatkan keluarga, saudara dan teman-teman. Mari kita berjuang bersama-sama. Untuk diri sendiri, masyarakat dan bangsa yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Arti Pemimpin]]></title>
<link>http://rikemanis.wordpress.com/?p=3</link>
<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 03:16:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>rikemanis</dc:creator>
<guid>http://rikemanis.wordpress.com/?p=3</guid>
<description><![CDATA[Pemimpin merupakan sosok yang diharapkan dapat mengemban amanah yang telah diberikan padanya
Gaya ke]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://junaidichaniago.wordpress.com" target="_blank">Pemimpin </a>merupakan sosok yang diharapkan dapat mengemban amanah yang telah diberikan padanya<!--more--></p>
<p>Gaya kepemimpinan yang dapat digunakan oleh seorang pemimpin harus mampu merangkul semua karyawan/bawahan sehingga setiap bawahan merasa terintegrasi, merasa memiliki organisasi tempat dimana dia bekerja. Ingat bahwa segala sesuatu yang dilakukan ada pertanggung jawaban</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[I just don't like it]]></title>
<link>http://irsalinasalsabila.wordpress.com/?p=34</link>
<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 13:38:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>irsalina</dc:creator>
<guid>http://irsalinasalsabila.wordpress.com/?p=34</guid>
<description><![CDATA[Banyak amanah, tapi tak bisa bertanggung-jawab.
Banyak tugas, tapi tak dikerjakan sepenuh hati.
Bany]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak amanah, tapi tak bisa bertanggung-jawab.</p>
<p>Banyak tugas, tapi tak dikerjakan sepenuh hati.</p>
<p>Banyak kewajiban, tapi gak komitmen.</p>
<p>Mungkin hal-hal di atas sering terjadi pada banyak orang. Semangat di awal, tapi lama kelamaan gak amanah. Banyak kewajiban diambil tapi hanya buat keren-kerenan.</p>
<p>Sometimes I wonder why, and I found that.. I just don't like it.  I don't have any interest in those things which must be done.</p>
<p>Someone said:</p>
<blockquote><p>Suka gak suka, yang namanya kewajiban harus dikerjakan.</p></blockquote>
<p>Yap, I know that. But, I'm so sorry. I didn't mean to.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Re: Harga dari Sebuah Kepercayaan]]></title>
<link>http://theaegis.wordpress.com/?p=29</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 07:22:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>h4ru</dc:creator>
<guid>http://theaegis.wordpress.com/?p=29</guid>
<description><![CDATA[Ha3, berasa lagi nulis di milis aja.
Seorang temanku menulis begini di blog-nya.
Yah, ini masalah wa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Ha3, berasa lagi nulis di milis aja.</p>
<p>Seorang temanku menulis <a href="http://agylardi.wordpress.com/2008/08/05/harga-dari-sebuah-kepercayaan/" target="_blank">begini</a> di blog-nya.</p>
<p>Yah, ini masalah wajar suatu organisasi. Kadang sebenarnya terasa agak birokratis..</p>
<p>Wel, saat kita memimpin biasanya akan timbul ego dalam diri bahwa semua keputusan harus atas sepengetahuanku! bahwa semua orang harus menuruti perintahku! dsb.. Itu wajar, tapi perasaan seperti itu harus ditekan dan kalau bisa dibuang jauh-jauh.</p>
<p>Lalu <a href="http://agungfirmansyah.wordpress.com/" target="_blank">temanku yang lain</a> berkata,</p>
<blockquote><p>Salah satu ciri pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak membuat anak buahnya tergantung pada dirinya.</p></blockquote>
<p>Wew!</p>
<p>betthhuL sekali. Dulu aku pernah membaca, bahwa memimpin suatu organisasi itu bukan sekedar membuat orang lain tunduk di bawah perintah kita melainkan membantu mereka memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Ini yang namanya memberdayakan anggota. (jadi bukan sekedar memforsir anggota untuk bekerja sesuai kehendak kita) *<em>aku jadi teringat dengan kuliah Pengembangan Komunitas..mirip.</em>*</p>
<p>Semoga dengan ini, kita semua semakin banyak belajar..</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadi ‘Raja’ di Daerah, Siapa Takut?.....]]></title>
<link>http://dermawanwibisono.wordpress.com/?p=94</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 04:09:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>dermawanwibisono</dc:creator>
<guid>http://dermawanwibisono.wordpress.com/?p=94</guid>
<description><![CDATA[Jadi ‘Raja’ di Daerah, Siapa Takut?&#8230;..

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, demikian kal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jadi ‘Raja’ di Daerah, Siapa Takut?.....</span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="IN">Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un</span></em><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="IN">, demikian kalimat yang diucapkan oleh Abu Bakar Sidiq pada saat diangkat menjadi Khalifah yang pertama kali, disusul dengan untaian sambutan yang terkenal:’....<em>aku bukanlah yang terbaik di antara kalian, oleh karena itu jika kalian dapati aku menyimpang dari Qur’an dan Sunnah Rasul maka copotlah aku</em>....’. Ungkapan dan sambutan itu telah melegenda, namun tidak banyak yang mengikuti jejaknya, terlebih di Indonesia. Mayoritas ‘Tokoh’ di Indonesia jika terpilih menduduki suatu jabatan akan mengucapkan ‘..<em>Ahamdulillah</em>, puji syukur, <em>Allahu Akbar</em>, <em>I am the best</em>, merdeka!!’ sembari membatin ‘<em>selamat datang masa kesejahteraan keluarga, dan golongan pendukungku’</em>.<span>  </span>Sebuah sudut pandang yang kontradiksi antara betapa takutnya Sang Khalifah jika tidak dapat menunaikan kewajibannya dengan baik dan dimintai pertanggungjawaban bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat dan betapa bahagianya sang ‘tokoh’ menduduki kursi empuk seolah mendapatkan hibah, sedekah atau hadiah. Dan masyarakat akan mulai mencermati fenomena ini seiring <span> </span>semaraknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang telah dan sedang dilaksanakan di hampir seluruh Kabupaten, Kotamadya dan Propinsi di Indonesia dalam waktu dekat. Pilkada yang tentu menghabiskan biaya bermilyar rupiah yang seringkali dimeriahkan dengan adu otot para pengikut sang tokoh, sebagai penari latarnya. Setelah gegap gempita pesta sang pemenang, sebaiknya sang ‘tokoh’ segera tafakur dan menyadari betapa beratnya tanggung jawab yang harus dijalankannya. Seperti yang pernah dilakukan oleh Khalifah Umar, yang selalu menyamar dan berkeliling negeri di malam hari. Khalifah Umar begitu gusar saat mendapati seorang wanita sedag menanak batu hanya untuk menghibur anaknya yang kelaparan, bahwa sang ibu sedang menanak sesuatu dan ada harapan untuk segera dimakan oleh si anak. Saat mendapati hal itu Umar bertanya dan berkata, alangkah tidak masuk akalnya apa yang dilakukan oleh sang ibu dengan berbuat sesuatu yang percuma. Batu yang ditanak tak akan pernah menjadi makanan. Serta merta sang ibu marah dan mengatakan: "laknatlah pemimpin negeri ini, yang telah membiarkan rakyatnya kelaparan, sehingga saya pun harus melakukan pekerjaan sia-sia seperti ini." Demi mendengar sumpah serapah seperti itu, Umar serta merta lari ke gudang dan memanggul sendiri gandum untuk diserahkan kepada sang ibu. Sang pengawal yang akan menolong memangul gandum itu justru dimarahi, karena Umar sangat takut akan azab yang diterimanya kelak sebagai pemimpin karena  membiarkan rakyatnya lapar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="IN">Jadi masihkah kita berlomba-lomba mencari celah untuk memanggul tanggung jawab dan kemungkinan azab yang menimpa jika ternyata tidak dapat memenuhi janji yang diucapkan semasa kampanye?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;" lang="IN">Orang Indonesia memang gagah berani.</span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pitulasan]]></title>
<link>http://customs6th.wordpress.com/?p=321</link>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 00:29:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>customs6th</dc:creator>
<guid>http://customs6th.wordpress.com/?p=321</guid>
<description><![CDATA[Sebuah renungan dari teman , sahabat dan saudara , yang pasti guru kita semua&#8230;. WAHYU TRI MULY]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah renungan dari teman , sahabat dan saudara , yang pasti guru kita semua.... <a href="http://cepu-tjepoe.blogspot.com/" target="_blank">WAHYU TRI MULYO</a> dari postingan blog yang baru saja di garapnya, yang beliau judulkan dengan <a href="http://cepu-tjepoe.blogspot.com/" target="_blank">"Hidup Hanya Sekali" </a>sebuah judulblog dengan makna yang begitu dalam.</p>
<p>Manfaat bagi kita semua adalah harapannya.....</p>
<p><span style="font-size:130%;"><span style="font-family:trebuchet ms;">entah kenapa.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">mendekati pitulasan (17 Agustus), kampung yang biasanya kumuh mulai benah-benah. tetangga yang biasanya cuek, ikut-ikutan kerja bakti. tetangga yang biasanya pelitnya ngaudubillah tiba-tiba mau maving jalan. itu terjadi di gang ku gang siji balun aryojipang.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">entah kenapa.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">aku yang cuma sekali seminggu pulang, dengan semangatnya ikut beres-beres jalan. walau kalau malam badan rasanya gak karu-karuan. berat ternyata jadi kuli. kuli beneran. kerja kasar yang kadang dibayar karena belas kasihan. aku jadi ingat mbah ndolo-ndolo. disebut begitu karena dia jualan kue basah berbentuk bulat kayak bola pinpong terbuat dari menyok (ketela pohon) berwarna-warni dengan parutan kelapa yang ditusuk dengan potongan bambu kecil. karena gak tahu namanya trus disebut kue ndolo-ndolo. walau lansia, matanya udah rabun, jalannya udah gak tegak lagi, dengan semangatnya mbah ndolo-ndolo menjajakan ndolo-ndolonya seharga dua ratus perak setusuk. ya dua ratus perak.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">UTG, siapa gak kenal dia. selebritis baru di dunia kriminal. </span></span><!--more--><span style="font-size:130%;"><span style="font-family:trebuchet ms;">disebut apa ya dia penjahat kah. ah kalau penjahat kok kayaknya kurang ada 'value' nya. bajingan. ya bajingan, lebih mantap dan ada rasanya gitu. ada emosi yang keluar. dia itu jaksa yang bajingan atau bajingan yang jadi jaksa. bajingan. ya bajingan. gak ada kata yang tepat untuk perbuatannya. naudzubillah.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">seandainya UTG jadi tetangganya mbah ndolo-ndolo. pasti dia akan belajar hidup dari mbah ndolo-ndolo. gak akan minta disuap karena nasi sepiring aja udah cukup.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">beberapa minggu yang lalu aku ketemu mbah ndolo-ndolo, dia udah gak kuat jalan lagi. dia sedang di depan pintu sambil menadahkan tangannya. minta uang.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">entah kenapa.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">anak-anak tertawa-tawa sambil berusaha makan kerupuk yang digantungkan tepat di jidat. ramai. murah. ada juga yang nangis karena terjatuh. bangkit lagi sambil nangis. ketawa lagi.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">ada yang mencoba mengambil koin yang ditempelkan pada buah semangka. walau pun muka terkena arang, gak papa yang penting menang, gak peduli juara satu atau juara penutupan. ibu-ibu yang udah gak muda lagi mencoba menangkap belut sambil ketakutan. geli. tapi asyik. tertawa-tawa. entah apa yang ditertawakan. ceria walau di bawah rimbunan pohon bambu di pekarangan belakang. dekat blumbang (kolam) tempat buang kotoran. alami. gak ada tipuan.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">sejenak lupa akan persoalan. bahagianya. aku tersentuh.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">entah kenapa.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">hampir tiap hari, pagi, sore di jalan-jalan banyak orang cari sumbangan. barongan, gendruwon (gendruwo-gendruwo an), pentul (topeng dengan warna merah berhidung panjang), dan entah apalagi namanya menari-nari sak enak e dewe diiringi gamelan seadanya. tong te tong gling. tong te tong gling. gitu suaranya. 'ceret-ceret (e dibaca seperti e pada kata enak) barongan mata beling' teriak anak-anak kecil sambil berlarian. histeris. berharap dikejar barongan. barongan natak-natak (mengatup-ngatupkan mulutnya) biar terkesan seram. suaranya tak-tak-tak. pura-pura trance. sementara temannya mengulur-ngulurkan kotak sumbangan. untuk pitulasan.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">entah kenapa.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">pitulasan di istana gitu-gitu aja.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">para orang-orang itu. pura-pura khidmat. senyum-senyum lihat orang kepanasan. teringat rekening di bank yang terus berbunga-bunga, lupa kalo nanti akan diperhitungkan. ingat pengorbanan para pejuang merasa sudah seperti pahlawan.</span><br />
<span style="font-family:trebuchet ms;">ah .... amanah yang disalahgunakan. sayang.</span><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tunjuk sana , Tunjuk sini]]></title>
<link>http://mutiarabernilai.wordpress.com/?p=292</link>
<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 08:56:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>mutiarabernilai</dc:creator>
<guid>http://mutiarabernilai.wordpress.com/?p=292</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari yang lepas ana ade menghadiri ‘discussion’ yang sangat2 membekas di hati. 
Terkada]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Beberapa hari yang lepas ana ade menghadiri ‘discussion’ yang sangat2 membekas di hati. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Terkadang terlintas di hati<span> </span><em>Betul ke aku terlibat dalam<span> </span>discussion tu ?macam tak percaya pula.. </em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Ini bukan discussion sebarangan . Bukan sekadar discussion picisan , tapi ini discussion yang sangat penting yang perlu kami sama2 rungkaikan keserabutan ’jabatan’ kami..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Discussion yang di bawah kelolaan ’orang- orang hebat’ yang pastinya bukan ’orang sebarangan’ ini sedikit sebanyak agak mempengaruhi mental ana pada malam tu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Siapa tidak berdebar untuk berbincang dan brainstorming dalam keadaan diperhatikan secara penuh oleh ’manusia manusia hebat’ ini ,sedangkan sebelum kaki melangkah masuk ke perkarangan lokasi , hati ini sudah berdetak detup penuh cemas. Seboleh bolehnya ana ingin pulang semula ke kolej. Kenapa jadi begini? Sebab mereka orang yang hebat , jadi secara tak langsung memberi kesan psikologi kepada ana.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Discussion yang dikendalikan oleh orang2 yang hebat sudah semestinya memberi impak yang hebat kepada kami , kepada ana khususnya . Pada kemuncak perbincangan , terdapat satu modul yang perlu kami lakukan (slot turning over) , yang betul-betul menyentak hati ana , akhirnya tersuluh kepasa satu kesimpulan yang nyata , sepatutnya kami pegang tali masing masing sambil mendekati ketua untuk mambantunya<span> </span>, Tidak mengabaikan yang ini dan tidak mengabaikan yang itu,begitulah semoleknya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Situasi <em>tunjuk menunjuk</em> juga telah di realitikan melalui modul turning over itu. Di saat itu terasa sangat berat bebanan menghimpap diri , Ana menyedari sesuatu yang sangat sangat ana kesali ,ana kesal pada diri ana sendiri , ana kecewa dengan diri ana sendiri . Rasa bersalah <span> </span>yang teramat itu benar benar mengganggu fikiran dan hati ana , sehinggakan waktu resolusi ana dah tak mampu melontarkan cadangan malah untuk berkata – kata , terbayang betapa sikap tunjuk menunjuk ini merosakkan jabatan kami , dan ana sendiri telah merosakkan jabatan ana dengan bersikap begitu . </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV">Fazrena , kau yang bersalah , semuanya salah kau , BUSUKnya hati kau Fazrena ,tunjuk sana , tunjuk sini , diri kau macam mane? Perfect ke? <span> </span>mak dan abah tak didik kau macam itu , islam tak ajar kau macam itu , pejuang islam ke kau ni ? pejuang islam bersikap macam kau ke ??! huh, kau tak layak Fazrena .. <span> </span></span></em><span lang="SV">Bekali kali persoalan ini menerjah fikiran ana , sepanjang modul turning over dan ketika membincangkan resolusi hanya ini yang bermain di fikiran ana sehingga menyebabkan ana sedikit berdiam diri sepanjang turning over dan resolusi . <em>Ana minta maaf ,ana sangat sangat kecewa dengan diri sendiri di saat itu . </em>Memandangkan ramai yang berdiam diri semasa resolusi jadi di kolej kami berbincang bagi memperkemaskan lagi resolusi kami .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">********</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;color:purple;" lang="SV">MANUSIA SERING MENUNTUT HAK TETAPI ACAP KALI MELUPAKAN HAK DIRINYA KEPADA ORANG LAIN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kenapa ana berkata begitu ? Secara rambangnya kita dapat perhatikan betapa <em><span> </span>sibuknya </em><span> </span>dan betapa <em>ghairahnya </em><span> </span>manusia dalam memperjuangkan haknya , berkata orang itu tidak jalan kan haknya ,tanggungjawabnya dan peranannya tetapi tidak pula mempersoalkan dirinya yang belum lagi menjalankan amanahnya sepenuhnya . Manusia sering sensitif dan peka dengan amanah dan tanggungjawab orang lain<span> </span>tetapi tidak pula peka dengan amanah dan tanggungjawab diri sendiri . Kerana apa ? kerana kita hanya fikirkan kepentingan diri kita dan tidak memikirkan kepentingan orang lain</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sebagai TP3 hampir setiap hari akan ada yang datang ke bilik ana <span> </span>menceritakan permasalahan masing masing kepada ana , ana meraikan perkongsian masalah , tapi sekadar memberitahu betapa ramai yang datang menemui ana hampir kesemuanya menceritakan tentang hak dan peranan , hak dan peranan ketua biro atau setiausaha atau exco malahan peranan dan tanggungjawab rakan biro . Tidak di nafikan ada di kalangan mereka yang <em>teraniaya</em> dan <em>di buli </em><span> </span><span> </span>tetapi apa yang dapat ana simpulkan adalah kesemuanya permasalahan berkisar mengenai <em>menuntut hak dan memperjuangkan peranan orang lain kepada dirinya </em></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Contoh kedua pula , tidak perlu ana mengambil contoh yang jauh , cukup sekadar diri ana sendiri yang ana jadikan contoh . Semasa ’discussion ’ ramai yang mempersoalkan<span> </span>peranan dan tanggungjawab ketua , termasuklah diri ana sendiri . Mempersoalkan tanggungjawab dan sikap ketua , tetapi ana langsung tidak mempersoalkan diri ana dan tanggungjawab ana sebagai anak buah . Ana sendiri tidak pula menjalankan hak ana kepada ketua , seharusnya apabila ana melihat kesilapannya maka sudah menjadi tanggung jawab ana sebagai anak buah menasihatinya, bukan asyik mempersoalkan . Bukankah selayaknya anak buah berperanan membantu ketua ? <em>jadi apakah ana sendiri membantu ketua ?</em> <em>Apakah ana sudah menjalankan peranan ana kepada ketua?? </em><span> </span>Soalan muhasabah untuk diri ana sendiri. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jadi dapat kita lihat bukan?? Betapa permasalahan ini semuanya bermula dari sifat pentingkan diri sendiri , hanya memperjuangkan hak untuk dirinya . Seandainya semua manusia menjalankan hak nya , maka tak akan ada permasalahan lagi . Sesuai dengan janji Allah <em>kamu dapat seperti mana yang kamu beri . </em>Apabila ketua menjalankan haknya kepada anak buah , anak buah jalankan haknya kepada ketua , suami jalankan haknya kepada isteri dan sebaliknya , ibu bapa jalankan haknya kepada anaknya dan sebaliknya , maka insyaAllah hak kedua –dua belah pihak akan di penuhi . Maka kesimpulannya , sibukkan diri kita dengan memenuhi hak orang lain , apabila semua orang begitu , pasti segalanya berjalan lancar . </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Teringat ayat ayat cinta dari Allah , </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">’ Sesiapa yang membuat kebaian maka sesugguhnya kebaikan itu untuk dirinya dan sesiapa yag membuat keburukan maka keburukan itu untuk dirinya <span> </span>’</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Al isra’ ayat 7</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Teringat juga nasihat ma , </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV">’ Jangan asyik salah kan orang bila berlaku begini dan berlaku begitu , jikaa da apa apa permasalahan berlaku di sekeliling kita , pertamanya periksa diri kita , selalunya setiap apa yang kita alami itu adalah berpunca dari diri kita sendiri ’</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jadi ayuh Fazrena! Ayuh sahabat2 ,,, mari berlumba –lumba jalankan hak kita kepada orang lain..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">******</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Jika di ikutkan hati dan ego , sejujurnya ana segan , ana malu untuk bersua muka <span> </span>dengan <em>orang orang hebat</em> lagi <span> </span>. MALU !!. Tak nak dah terserempak lagi dengan mereka .Tetapi jika di perhalusikan semula kenapa ana harus malu dengan mereka , seharusnya ana malu kepada ALLAH yang begitu pengasih dan penyayang . Yang memberi tanpa meminta , walau begitu banyak noda dan dosa yang ana lakukan , tetapi DIA masih lagi memberi ana waktu untuk memperbaiki keadaan dan memperbaiki diri ini . Walau kesekian kali <span> </span>ana telah khianati amanah dan tanggungjawab yang DIA taklifkan pada ana ,tetapi tetap DIA hadirkan <em><span> </span>insan insan hebat </em><span> </span>untuk membantu ana dan menegur ana . Apa apa pun , jika tanpa keizinanNYA , walau ana di tegur oleh insan2 hebat <span> </span>tetap ana tidak akan sedar dari kesilapan andainya DIA tidak membuka pintu hati ana . Terima kasih Ya ALLAH !! Asykurulillah ya Rabb !</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Terima kasih juga Ya Allah kerana walau begitu banyak kesilapan dan dosa ana , tetapi kau tetap memberi peluang untuk ana berada di atas jalan ini , KAU pilih ana yang telah penuh karat dosa ini untuk berada dalam hadaf ini..berada dalam perjuangan sahabat2 dan juga insan2 yang kesemuanya hebat<span> </span>dalam memeperjuangkan KAU Yang Satu . Walau jauh di sudut hati ana , ana tahu ana tidak menyumbang dalam jalan ini kepadaMU , Ana tidaklah sehebat sahabat2, tetapi tetap Ya ALLAH , ana tetap <span> </span>mempunyai hasrat dan keinginan yang melonjak lonjak untuk bersama2<span> </span>sahabat2 yang hebat ini untuk membantu agamaMU . Hanya satu pintaku Ya Allah , Janganlah kiranya Kau <span> </span><strong><span style="color:green;"><span> </span><em>tapis</em></span></strong><em> </em><span> </span><span> </span>aku<span> </span>dari perjuangan ini <span> </span>walau kesekian kali kesilapan diri ana sentiasa mencacatkan perjalanan perjuangan untukMU ini .. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="color:green;" lang="SV">Jadikanlah aku sebagai insan terpilih untuk berada dalam golongan yang memperjuangkan agamaMU.</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV">p/s <span> </span>sekalung kemaafan dan terima kasih buat sahabat2 terutamanya buat  sahabatku SAKINAH</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anak Amanah Ilahi]]></title>
<link>http://opungregar.wordpress.com/?p=43</link>
<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 09:06:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>opungregar</dc:creator>
<guid>http://opungregar.wordpress.com/?p=43</guid>
<description><![CDATA[Bismillah. Berikut info buku terbaru dari penerbit Al Husna.
Semoga bermanfaat!

 



Judul Asli: ا]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah. Berikut info buku terbaru dari penerbit Al Husna.<br />
Semoga bermanfaat!</p>
<div class="entrytitle">
<h1><a title="Link to Anak Amanah Ilahi" rel="nofollow" href="http://al-husna.com/penerbitan/?p=5" target="_blank"> </a></h1>
</div>
<div class="entrybody">
<p><a rel="nofollow" href="http://al-husna.com/penerbitan/wp-content/uploads/2008/07/cover-anak-amanah-ilahi1.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-medium wp-image-9" src="http://al-husna.com/penerbitan/wp-content/uploads/2008/07/cover-anak-amanah-ilahi1.jpg" alt="" width="118" height="175" /></a></p>
<p>Judul Asli: التبيين لوجوب تربية البنين<br />
Penulis: Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri<br />
Judul Indonesia: Anak Amanah Ilahi<br />
Penerjemah: Abu Abdurrahman Abdul Aziz As Salafy dan Ummu Abdurrahman<br />
Editor, Desain Sampul, dan Tata Letak: Tim Al-Husna<br />
Cover: Dov Jumlah Halaman: 100 halaman Bulan terbit: Jumadits Tsani 1429 H - Juni 2008 Harga: Rp. 20.000</p>
<p>Rasulullah shallallahu waalaihi wasallam bersabda,</p>
<p>"Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau <!--more-->Majusi." (HR. Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Pada asalnya anak itu muslim, dilahirkan di atas Islam dan fitrah. Orang tuanya lah yang kemudian mendapatkan amanah untuk mendidik mereka agar mereka tetap dalam keislaman mereka, tumbuh dan berkembang menjadi orang-orang yang shalih dan berbakti kepada kedua orang tuanya.</p>
<p>Apa saja hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh kedua orang tua? Apakah cukup bagi orang tua hanya memberikan beragam fasilitas dan materi saja? Metode pendidikan seperti apakah yang paling baik bagi anak-anak kaum muslimin?</p>
<p>Insya Allah buku yang merupakan transkrip khutbah jumat Syaikh Yahya Al Hajuri -salah seorang ulama ahli hadits Negeri Yaman- ini akan menjawab tuntas beragam pertanyaan tentang hak anak serta kewajiban orang tua.</p>
<p>Buku terbitan pertama dari Al Husna ini pun bertambah nilainya dengan disertakannya tanya-jawab tentang masalah pendidikan dan perkembangan anak.</p></div>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Usia Perjalanan diriku..]]></title>
<link>http://mutiarabernilai.wordpress.com/?p=252</link>
<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 00:30:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>mutiarabernilai</dc:creator>
<guid>http://mutiarabernilai.wordpress.com/?p=252</guid>
<description><![CDATA[

27 JULAI 1987 – 27 JULAI 2008

Alhamdulillah adalah lafaz pertama ana di awal waktu 27 julai 200]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ff00;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#00ff00;"><strong><span style="font-size:22pt;">27 JULAI 1987 – 27 JULAI 2008</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Alhamdulillah adalah lafaz pertama ana di awal waktu 27 julai 2008 , syukur Ya Allah kerana Engkau masih lagi memanjangkan usia ku ( walhal sebenarnya tempoh waktu ana semakin pendek untuk menemuiMU ) untuk ana terus memperbaiki diri dan terus memperjuangkan hakMU..</p>
<p class="MsoNormal">Lafaz istighfar juga turut membasahi bibir ana ,apabila mengenangkan betapa sudah sekian kali ana mempersia sia kan setiap kurniaan masa ( kurniaan atau amanah ? ) ruang dan peluang yang di berikanNYA . Acapkali ana lalai dan leka dalam menunaikan amanah ana sebagai mukmin terutamanya . Apakah benar ana telah menjadi hamba dakwah ? Kuli Islah ? Abdi Allah ?</p>
<p class="MsoNormal">Timbul sekelumit rasa gembira dan menjadi motivasi kepada diri apabila Allah masih lagi memberi peluang untuk ana bernafas dalam iman dan islam , berkobar kobar  semangat dan kefahaman di jiwa untuk menegakkan kalimahNYA . Tetapi tidak dapat di nafikan , timbul juga perasaan takut jika ana langsung tidak menjalankan amanahNYA walaupun sudah di beri ruang waktu dan peluang yang terbuka luas.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam pengembaraan ini ana masih memerlukan pelbagai nasihat bahkan sebarang kritikan dalam mendepani hari yang kian di monopoli tarbiyyah jahiliyyah .  Ana kepingin menjadi orang islam yang menguntungkan islam , yang begitu memaknai usia dirinya  penuh izzah dengan haruman kalimah <span style="color:#339966;"><strong>LA ILA HAILLALLAH..</strong></span></p>
<p class="MsoNormal">***</p>
<p class="MsoNormal">Apabila mengenangkan usia diri yang sudah memasuki 21 tahun ini , ana sedar dan teramat sedar , seharusnya ucapan maaf dan terima kasih kita hulurkan buat kedua ibu bapa, ahli keluarga dan sahabat handai yang banyak membantu ana , melayan kerenah ana , mempertahankan hak ana ,memarahi ana, menasihati ana dan juga begitu menyayangi ana selama usia ana di bumi sementara ini. Tidak lupa terima kasih juga pada pengkritik2 bebas yang agak ' tegang ' dengan ana , penyokong2 ideologi sekular dan jahiliyyah yang banyak mencungkil dan mengesan kelemahan ana selama ini . Sekalung penghargaan atas bantuan ' tanpa sedar ' anda .</p>
<p class="MsoNormal">****</p>
<p class="MsoNormal">Emak (MA) - YM subuh tadi</p>
<p class="MsoNormal">' Sedih .. Terharu .. Jika dulu Azrena hanya lah  seorang budak comot .. sehinggakan hingus sendiri pun tangan ini yang mengelap .. Jika menangis pun tangan ini yang mengusap kepala memujukmu TAPI sekarang Ma dah tak mampu melayan Azrena begitu .. Azrena di sana jauh dari pandangan Ma sedang berusaha berdikari dan mendewasakan diri selayaknya .. Kadang2 jatuh bangun Azrena mengusik hati Ma , tapi Ma tahu , kekecawaan dan kesedihan itu perlu Azrena lalui demi 'kekuatan' diri.. dan kadang2 hati Ma agak risau apabila Azrena sentiasa berjaya kerana Ma takut Azrena tak mampu hadapi saat2 kegagalan.. Tapi Ma tahu , Azrena mampu membentuk diri selayaknya.. kerana apa Ma yakin? kerana Azrena anak Ma dan Abah.. satu2 nya anak yang bernama NURUL FAZRENA BT KAMAL yang ma dan abah bimbing.. Hepi Bufday my dear young gurl.. to have a daughter like u , i know that I will be blessed .. Thanx 4 being my cute daugther for this 21 years . luv u..</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Abah ( call )</p>
<p class="MsoNormal">Salam, salam hari lahir . terima kasih sebab sayangkan abah dan ma sepanjang usia adik ( confuse ana sebentar , sepatutnya ana yang kena cakap terima kasih)  Sekejap je  masa berlalu yek.. abah akan rindukan saat2 adik kecil dahulu..</p>
<p class="MsoNormal">so, anak mithali babah.., study memolek , sembahyang jgn lupa , pergi masjid  dengar kuliyyah agama , kesihatan tu jage memolek , dan sentiasa berbuat baik dengan orang.. remember why i've called u <span style="color:#800080;">mutiara</span>.. babah nak adik jadi macam <span style="color:#800080;">mutiara</span>, malah lebih dari itu.. ~ bah , kalu org nak jadi macam berlian leh tak? hehe  :)  ~</p>
<p class="MsoNormal">Hanisah</p>
<p class="MsoNormal">' Salam.. selamat hari lahir yang ke 21 ( Tua nya ).. semoga menjadi <span style="color:#800080;">mutiara</span> yang menyinar kilauan di lautan untuk menerangi <span style="color:#800080;">mutiara</span> lain agar gemilang dalam taman islam</p>
<p class="MsoNormal">dan ramai lagi .. ukhti asma, syida , Hisma , aimie , umi kalsom , kak dilah , kak Su , Kak 'uyun , Sakinah ,Salfiza , hasrul , uda , tommy , akh ismail , hafiz garfield , hafiz hairil , hilmi taman melati , hilmi USJ , kak ngan , along ,kak de , my adek2 mithali , adik2 usrah ku.. dll ( asift tak dapat na list semua sebab agak 'rush' untuk ke kuliyah )</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:22pt;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:22pt;">DAN TAK LUPA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Buat sahabat2 JKM  ( Farizi , taufik ,choy meng onn, azim fahada , sunah , rosmanifah , ana badar , azim j , hasrul , fadila, akmal, safwan,aizat, sajfiza, haziq , sara , ismail, nafis , fiza dan hafiz mokhtar ) + Thamma d indonesian + Hadi d indonesian + Wei Sen + Guna  dan yang lain2 yang telah menyanyikan lagu hari lahir sebayak 4 versi . Syukran atas ingatan .</p>
<p class="MsoNormal">Kak Lin cafe + Bro Jawa cafe  juga ana ucapkan terima kasih..</p>
<p class="MsoNormal">Abdul Salam d iranian pun..</p>
<p class="MsoNormal">hafiz presiden kolej petronas UUM</p>
<p class="MsoNormal">izzah n farhan JPM UUM</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ana sayang sahabat sekalian... :)</p>
<p class="MsoNormal">got to go ~</p>
<p class="MsoNormal">Salam..</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">( dalam usaha memperbaiki penulisan ana dalam pengaplikasian bahasa Malaysia sebetul betulnya..  credit to <strong><span style="color:#0000ff;">Abg Wanto n Abg Hamim</span></strong>.. terima kash atas teguran .. tapi post ini masih belum sepenuhnya mengaplikasikan tatabahasa dan ejaan yang betul.. on the way ~ )</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Amanah Itu Berat...Subhanallah]]></title>
<link>http://yakeshi.wordpress.com/?p=201</link>
<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 16:07:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>yakeshi</dc:creator>
<guid>http://yakeshi.wordpress.com/?p=201</guid>
<description><![CDATA[Amanah Itu Berat Dari Abdur Rahman bin Samurah r.a katanya:”Rasulullah s.a.w bersabda kepadaku:”]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Amanah Itu Berat Dari Abdur Rahman bin Samurah r.a katanya:”Rasulullah s.a.w bersabda kepadaku:”Hai Abdur Rahman! Janganlah engkau meminta-minta hendak jadi pembesar negara kerana jika engkau jadi pembesar kerana permintaan, tanggungjawabmu akan besar sekali. Dan jika engkau diangkat tanpa permintaan, engkau akan dibantu orang dalam tugasmu.” (Muslim)</p></blockquote>
<p>Amanah itu berat. Benar...Aku dapat forward msg dari seorang abg senior di dalam YM. Arghhh~!! Tersedarku dari angan dan leka. BERAT! BERAT! BERAT! Sejak minggu orientasi hingga la nie aku sibuk memanjang. Terlupa pada prioriti aku dengan STUDY. huhuhu...Tapi Alhamdulillah, sesibuk mana pun aku masih boleh jenguk family aku. Sebut tentang amanah, aku boleh ke pikul amanah nie? Aku pegang 2-2 HICOM dalam persatuan yg berbeza. Huhuhu...mesti diorang kata aku giler kuasa. Giler pangkat....Tuhan bantu aku. InsyaAllah aku akan cube mengimbangkan diri aku dengan kedua-duanya dan tak lupa juga untuk study aku. Aku Boleh! I Can Do It! InsyaAllah. :)</p>
<p>Oklah..saje nak mengulas...banyak documentation nak buat. Nampaknya tido lewat gak lah malam nieh...huhu.</p>
<p>Wasalam :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Amanah Kehidupan]]></title>
<link>http://triajinugroho.wordpress.com/?p=56</link>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 01:24:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>Tri Aji Nugroho</dc:creator>
<guid>http://triajinugroho.wordpress.com/?p=56</guid>
<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim.
Kehidupan adalah sebuah amanah yang diberikan oleh Allah swt. Manusia atau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmanirrahim.</p>
<p>Kehidupan adalah sebuah amanah yang diberikan oleh Allah swt. Manusia ataupun makhluk lainnya tidak pernah merencanakan untuk hidup di dunia ini, tetapi Allah swt yang menentukannya. Pun ketika kita menjalaninya, kita jua tak memiliki hak tuk mengakhirinya. Kehidupan tidak lain adalah amanah bagi kita.</p>
<p>Amanah harus dipertanggungjawabkan. Allah swt memberikan kepercayaan kepada Manusia untuk membuktikan dirinya sebagai <!--more-->makhluk yang paling sempurna penciptaannya dan yang paling baik amalnya untuk segenap alam ini. Kepercayaan tersebut suatu saat akan dievaluasi pelaksanaannya. Tanggung jawab itulah yang membuat amanah kehidupan ini harus mau kita laksanakan dengan memberikan usaha terbaik yang kita miliki.</p>
<p>Ada yang unik dari amanah kehidupan ini, yaitu akhir dari amanah itu sendiri. Akhir kehidupan ini dirahasiakan olehNya. Ia bisa saja tahun kemudian, atau bulan esok, atau bahkan hari ini, jam ini dan detik ini. Hanya Dia yang mengetahui kapan amanah ini harus dicabut. Walaupun sebagian orang berusaha dengan sangat keras mengakhiri hidupnya, tatkala Allah swt belum mencabut amanah ini maka ia akan tetap berada pada amanah kehidupan. Begitupun sebagian orang lain yang berusaha mempertahankan dan memanjangkan usianya, tatkala Allah swt telah menentukan akhir amanah ini maka berakhirlah kesempatannya menunaikan amanah kehidupan. Kita, pemangku amanah ini tidak mengetahui bilamana waktu kita selesai. Unik.</p>
<p>Keunikan tersebut berujung pada satu hal. Ketaqwaan. Taqwa yang berlaku pada setiap saat, setiap momen, setiap detik. Karena begitu pula amanah ini akan dievaluasi. Setiap saat, setiap momen, setiap detik, dan sekecil apapun amal-amal yang ditunaikan dalam amanah kehidupan ini.</p>
<p>Akankah kita mampu menunaikannya dengan sempurna sesuai dengan apa yang diamanahkanNya. Ataukah kita lupa bahwa kehidupan kita adalah amanah yang singkat, yang unik, dan yang suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban dengan segala konsekuensi yang mengikutinya.</p>
<p>-that's what shortlife means.</p>
<p>Alhamdulillahirabbil alamin.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Seberapa berani kita menerima amanah ]]></title>
<link>http://ditoyudistira.wordpress.com/?p=8</link>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 01:13:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ditya Rizky  Yudistira</dc:creator>
<guid>http://ditoyudistira.wordpress.com/?p=8</guid>
<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu,saya ditunjuk untuk menjadi ketua dari sebuah seminar yang akan diselenggara]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu,saya ditunjuk untuk menjadi ketua dari sebuah seminar yang akan diselenggarakan laboratorium saya.Alhamdullilah,memang sebelumnya saya pernah menjadi koordinator juga untuk sebuah acara seminar di organisasi intra kampus.jadi mungkin gara-gara itulah teman-teman tanpa pikir panjang langsung menunjuk saya untuk menjadi ketua.dan memang,budaya beberapa kampus memang begitu.menunjuk ketua hanya dalam hitungan detik.luar biasa.dan budaya ini terjadi juga di kampus saya,atau lebih tepatnya laboratorium tempat saya bernaung.dan tentu saja saya orang pertama yang dijadikan tumbal oleh tradisi budaya tersebut.damn!<br />
Bukan sombong tapi kebetulan saya memang orang yang cukup berani untuk menerima amanah sebagai ketua.bagi saya,ada di posisi ketua membuat hubungan saya dengan teman-teman terasa sangat akrab.posisi ini juga menuntut saya untuk benar-benar menggali potensi saya sebanyak mungkin.OK.sampai disini mungkin tidak ada yang much dari hal ini.tapi tunggu...ternyata ini adalah seminar pertama yang digelar lab kami dalam scope nasional (Bandung),dan yang lebih mengejutkan ini juga adalah seminar pertama tingkat nasional yang dilakukan setelah kampus kami berganti nama.kampus saya memang barusan saja bertransformasi dari Sekolah Tinggi Teknologi Telkom menjadi Institut Teknologi Telkom.jelas ini akan menimbulkan konsekwensi tersendiri menyangkut nama institusi yang kami bawa.<br />
Nah,hampir semalaman saya memikirkan penunjukan diri saya ini.saya coba membayangkan diri saya memimpin tim dengan anggota kurang lebih 20 orang ini.oya,waktu yang disediakan untuk menyiapkan semianr tersebut hanya satu bulan.dan ini tentunya sebuah tantangan tersendiri.jelas jam demi jam malam itu saya lewati dengan hati dan perasaan yang mengambang.samai akhirnya saya coba meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya bisa dan Insya Allah mampu mengemban amanah ini.saya coba hibur diri saya sendiri.di satu sisi memang ini adalah hal yang cukup berat mengingat kami belum pernah menggelar seminar nasional.namun di sisi lain ini adalah sebuah peluang untuk memajukan nama lab dan institusi (dengan nama barunya) di tingkat yang lebih tinggi.kira-kira begitu pikir saya.sampai akhirnya tertidur dengan lamunan-lamunan tentang seminar itu.saat saya menulis postingan ini,tim kami sedang bergerak untuk mencari sumber pendanaan buat seminar kami.<br />
Mungkin diantara rekan pembaca pernah mengalami hal yang saya rasakan diatas.ada di posisi yang membingungkan antara menerima atau menolak sebuah amanah.bagi saya amanah adalah tentang kepercayaan yang diberikan orang lain terhadap saya.amanah terhadap sebuah posisi bagi saya juga berarti penilaian orang akan kapabilitas kita terhadap amanah tersebut.saya juga percaya bahwa amanah demi amanah pekerjaan yang kita lalui dalam keseharian kita adalah layaknya sebuah pelatihan terhadap diri kita,dan Insya Allah itu akan membuat kita semakin dewasa dan kompeten akan suatu bidang.jadi sekarang terserah anda untuk menimbang kembali amanah yang mungkin sedang disodorkan kepada anda.kalo saya boleh sedikit kasih saran.lihat diri kita(kemampuan,spesialisasi,dll) dan ambil amanah itu serta iringi dengan do'a dan istikharah yang istiqomah.meminta saran ata pendapat kepada mentor kita atau orang yang kita anggap mampu juga bisa dilakukan unutk semakin menambah keyakinan kita.dan setidaknya ini yang telah saya lakukan.mengutip perkataan steve jobs,pendiri Apple.Inc dalam sebuah sambutannya di acara wisuda mahasiswa Stanford University.dia berkata di akhir penutup sambutannya."stay hungry,stay foolish!".</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sultan HBX: Kekuasaan Bukan untuk Diperebutkan]]></title>
<link>http://sultanforpresident.wordpress.com/?p=124</link>
<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 02:31:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>cahmbantul</dc:creator>
<guid>http://sultanforpresident.wordpress.com/?p=124</guid>
<description><![CDATA[
25 Februari 2008
Gubernur Yogyakarta, Sri  Sultan Hamengku Buwono X hanya akan mencalonkan diri se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sultanforpresident.files.wordpress.com/2008/07/bandung.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-125" src="http://sultanforpresident.wordpress.com/files/2008/07/bandung.jpg?w=298" alt="" width="268" height="205" /></a></p>
<p>25 Februari 2008</p>
<p>Gubernur Yogyakarta, Sri  Sultan Hamengku Buwono X hanya akan mencalonkan diri sebagai presiden jika dipastikan memenangi persaingan dalam pemilihan presiden pada tahun 2009. Menurut Gubernur Yogyakarta itu dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai capres jika dalam pemilu mendatang diketahui bahwa dirinya akan kalah dari calon lain.<!--more--></p>
<p>Demikian diungkapkan Hamengku Buwono X Sabtu (23/2) di Restauran Sari Sunda, Bandung. Jumpa pers tersebut diadakan dalam rangka sarasehan kebangsaan dengan thema REKONSILIASI SEJARAH yang rencananya diadakan di Bandung pada April mendatang. Hadir dalam jumpa pers tersebut, Mantan Wakasad Letjen (P) Kiki Syahnakri (Ketua Umum Pejuang Siliwangi Indonesia) dan Ketua Umum Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), kelompok wartawan lintas media.</p>
<p>"Ada paradigma yang harus diubah di Indonesia. Orang selalu melihat kekuasaan sebagai bahan rebutan. Padahal kekuatan itu sebagai amanah dari rakyat yang harus dijalankan. Amanah itu pengabdian dan bukan kekuasaan. Pemahaman ini berasal dari orang tua saya (Sri Sultan Hamengkubuwono IX-red), kekuasan bukanlah sesuatu untuk diperebutkan." Ujar Sri Sultan yang sebelum jumpa pers menghadiri sebagai pembicara seminar Pemekaran Daerah Dalam Konteks Tata Ruang Wilayah Indonesia yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Nasional (ITENAS), Bandung. .</p>
<p>Ditegaskan bahwa Indonesia membutuhkan paradigma yang baik dan benar tentang kekuasaan. Dirinya akan mencalonkan diri jika rakyat benar-benar mendukungnya dan itu artinya rakyat memberikan amanahnya kepada seseorang. Oleh karena itu, ditambahkan, dirinya hanya akan mencalonan diri jika dirasa akan memenangi pemilu. Sultan menyatakan sia menjadi calon presiden apabila rakyat menghendakinya menjadi Presiden Republik Indonesia.</p>
<p>"Saya harus jeli melihat keinginan dan kebutuhan rakyat. Dukungan rakyat menjadi pokok dalam pemilu kita. Khan rakyat yang nanti memili pemimpinnya dan bukan parpol. Ya, kalau rakyat tidak mendukung, buat apa saya maju? Maju kok hanya untuk kalah pemilu. Yang saya inginkan parpol dan rakyat meminta saya untuk mencalonkan diri. Dan, dan menjadi tugas medialah untuk melihat apakah amanah rakyat itu untuk saya," jelas Sultan HBX.</p>
<p><strong>Rekonsiliasi Sejarah</strong></p>
<p>Sementara itu Kiki Syahnakri menjelaskan bahwa sarasehan kebangsaan ini merupakan lanjutan dari gerakan sarasehan kebangsaan yang telah diadakan sejak Agustus 2007 dan terakhir diadakan di Yogya di mana Sri Sultan dan dirinya juga menjadi pembicara.</p>
<p>Sarasehan terakhir diadakan di Universitas Taman Siswa pada Januari 2008. Selain Sri Sultan HBX hadir juga beberapa wartawan senior dari berbagai media. Dalam sarasehan itu hadir lebih dari 500 peserta yang berasal dari berbagai kota di Indonesia.</p>
<p>"Sarasehan semacam ini perlu diadakan di mana-mana dan untuk terus menjadi virus agar banyak orang mulai memilikirkan kembali soal kebangsaan," ujar Kiki Syahnakri, yang juga menyatakan siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan sarasehan kebangsaan tersebut.</p>
<p>Sedangkan Putut Prabantoro menjelaskan bahwa sudah disepakati bahwa rekonsiliasi sejarah akan menjadi thema dari sarasehan kebangsaan. Thema ini perlu diangkat agar generasi Indonesia saat ini perlu kembali menapaki sejarah untuk kejadian negatif tidak terulang lagi. Dan diharapkan bahwa rekonsiliasi sejarah ini akan awal dari rekonsiliasi yang akan diadakan pada tahun-tahun mendatang. (wsn)</p>
<p><em>Sumber : www.kompas.com/read/xml/2008/02/25/08062342/sultan.hbx.kekuasaan.bukan.untuk.diperebutkan</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Muda, Belia, dan Berkreasi dengan Amanah Bakery]]></title>
<link>http://itsmeitet.wordpress.com/?p=16</link>
<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 04:03:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
<guid>http://itsmeitet.wordpress.com/?p=16</guid>
<description><![CDATA[arif
Itulah Arief Rohman Wijojo Sastro. Cowok yang kerap dipanggil Arief atau Rohman yang tergabung ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_81" align="alignleft" width="300" caption="arif"]<a href="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/07/dscf5751.jpg"><img class="size-medium wp-image-81" src="http://itsmeitet.wordpress.com/files/2008/07/dscf5751.jpg?w=300" alt="arif" width="300" height="225" /></a>[/caption]
<p>Itulah Arief Rohman Wijojo Sastro. Cowok yang kerap dipanggil Arief atau Rohman yang tergabung di grup Debu sejak satu tahu terakhir ini memang bisa dibilang masih belia. Meski begitu, ia tidak merasa “terlalu muda” untuk memimpin sejumlah karyawan yang bekerja pada Amanah Bakery.</p>
<p>Ditemui di rumahnya yang asri di kawasan Cinere, Jakarta Selatan, bungsu dari empat bersaudara ini bercerita soal brand Amanah yang kini dipercayakan kedua orangtuanya untuk ia kelola.</p>
<p>“Saya total ngelola Amanah sendirian itu sejak 2006,” ujar kelahiran 28 Maret 1984 ini. Sebelum dipercayakan total padanya, Amanah yang didirikan kedua orangtua Arif sejak 1997 ini, Arief yang waktu itu masih SMP, hanya sesekali menyambangi pabrik yang dibangun persis di samping rumahnya itu.<!--more--></p>
<p>Awalnya, Amanah Bakery dirintis oleh kedua orangtua Arif, dua orang pensiunan yang kemudian merintis untuk mengelola usaha rumahan. Awal mereka membuka bisnis itu pada tahun 1997, belum banyak usaha roti yang dikelola. Hal tersebut membuat Amanah Bakery berjalan dengan pesat. Dari modal awal tak lebih dari 50 juta, orangtua Arief mampu merekrut karyawan sampai 100 orang. Dan jangka  1 tahun dapat balik modal.</p>
<p>Namun, seiring waktu, Amanah Bakery yang saat itu berkembang pesat pun harus mengalami stagnasi. Pada tahun 2000, usaha roti rumahan mulai menjamur di kawasan Jakarta, persaingan tentunya semakin ketat. Omset Amanah Bakery dari hari ke hari semakin menurun.</p>
<p>Selidik punya selidik, ternyata ada beberapa oknum dari Amanah Bakery yang memanipulasi harga di pasaran. Beberapa sales Amanah menjual roti tidak dengan harga yang semestinya. Sehingga berakibat pada kepercayaan dari konsumen.</p>
<p>Orang tua Arief kemudian tergerak untuk menyelidiki para oknum-oknum yang bersarang di perusahaannya hingga di dapatlah beberapa orang provokator yang memang berniat mengeruk keuntungan. Bukannya takut karena kecurangannya tercium bos, Si Provokator ini malah memengaruhi temannya untuk keluar Amanah Bakery.  Karena karyawan Amanah Bakery rata-rata berasal dari daerah yang sama, dan Si Provokator memiliki pengaruh yang cukup kuat diantara teman-temannya maka terpengaruhlah hampir semua karyawan Amanah untuk hengkang dari pekerjaannya.</p>
<p>Tahun 2000, perusahaan Arief pun sempat reses. Selama dua bulan perusahaan tidak berproduksi karena memang tidak memiliki karyawan dan tenaga ahli. Pada masa-masa inilah orangtua Arief mulai berpikir untuk mengembangkan usaha ini di daerah lain. Meski demikian, usaha roti Amanah di Jakarta tetap berjalan kembali setelah menemukan chef dan karyawan baru.</p>
<p>Tahun 2004, orangtua Arief mulai hijrah ke Solo, mereka mencoba mengembangkan Amanah Bakery di kota itu. Sementara di Amanah Bakery Jakarta dipercayakan pada Arief dan kakaknya.</p>
<p>Meski telah terjadi pergantian karyawan besar-besaran dalam manajemen Amanah Bakery di Jakarta, namun, bukan berarti masalah internal selesai. Karena, lagi-lagi provokator muncul dan mengacaukan semuanya.</p>
<p>Untungnya Arief sigap. Karyawan yang ia rekrut berasal dari daerah yang berlainan hingga tidak gampang terpengaruh satu orang provokator. Namun, justru kenaikan harga BBM di tahun yang sama membuat Amanah Bakery kembali terengah-engah lagi.</p>
<p>“Amanah Bakery kan keliling nyuplai roti-nya pake motor. Makanya berat banget waktu kenaikan BBM yang hampir 100% waktu itu,” kenang Arief.</p>
<p>Awal 2006, sang kakak yang selama ini mendampingi Arief mengelola Amanah Bakery harus hijrah dari rumah karena turut suami. Maka, perusahaan pun dipercayakan pada si Bungsu yang pada saat itu usianya baru menginjak 20 tahun serta belum lulus kuliah.</p>
<p>“Awal 2006 omset Amanah sempet naik,” ujarnya. Semenjak total dipercayakan pada dirinya, Arief membuat inovasi-inovasi baru dengan roti-nya. Ia berkreasi menciptakan roti rasa baru, diantaranya roti raspberry yang pada waktu itu belum terlalu umum.</p>
<p>Namun, lagi-lagi si Bungsu ini diuji. Desember 2007, sebulan yang lalu. Kenaikan harga tepung yang gila-gilaan telah membuatnya pusing tujuh keliling.</p>
<p>“Wah, sempet bingung juga tuh gimana caranya. Masa mau naikin harga roti gila-gilaan juga,” ujarnya. Alhasil, Arief pun mengurangi jumlah karyawannya. Kini karyawan Amanah Bakery dari 22 berkurang hanya tinggal 11 karyawan dengan produksi harian hanya 15 bal terigu.</p>
<p>Meski demikian dengan produksi dan karyawan terbatas, namun Amanah Bakery terus berproduksi. Apalagi langganan mereka sejak tahun 1997 ternyata masih banyak yang mencari-cari. Arief si Belia ini optimis akan usaha yang kini sedang digelutinya.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KISAH 5 PERKARA ANEH]]></title>
<link>http://pendekarpribumi.wordpress.com/?p=17</link>
<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 05:24:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>maczreal</dc:creator>
<guid>http://pendekarpribumi.wordpress.com/?p=17</guid>
<description><![CDATA[Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.<br />
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."</p>
<p>Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."<br />
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.</p>
<p>Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.<br />
Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.</p>
<p>Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."<br />
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."</p>
<p>Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.<br />
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."</p>
<p>Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.<br />
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."</p>
<p>Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."</p>
<p>Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar</p>
<p>.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terhibur Donat Tralala]]></title>
<link>http://p2kafe.wordpress.com/?p=105</link>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 09:35:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>NiNaGeuLiS</dc:creator>
<guid>http://p2kafe.wordpress.com/?p=105</guid>
<description><![CDATA[Donat dan &quot;tersangka&quot; pembawanya
Stres juga menunggu web p2kp.org &#8220;sembuh&#8221;. Pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[[caption id="attachment_108" align="alignright" width="225" caption="Donat dan &#34;tersangka&#34; pembawanya"]<a href="http://p2kafe.files.wordpress.com/2008/06/dsc08273.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-108" style="border:0 none;margin:5px;" src="http://p2kafe.wordpress.com/files/2008/06/dsc08273.jpg?w=225" alt="Sekotak Donat dan Pak Aries (di belakangnya)" width="225" height="300" /></a>[/caption]
<p>Stres juga menunggu web p2kp.org "sembuh". Pasalnya, selama proses penyembuhan, website terpaksa di-offline-kan kembali. Yang paling pusing, tentunya Web Programmer. Menurut kabar dari Webmaster, Kang Dedi meng-install ulang windows di server, sekaligus instal ulang anti-virus dan anti-spyware.</p>
<p>Mudah-mudahan sehabis ini, web tidak lagi dirangsek virus atau malware lainnya ya..</p>
<p>Meski begitu, kami yang di kantor, cukup terhibur oleh sekotak donat ditambah sekotak croissant. Hehe.. Kemarin saya memang sempat "memalak" donat ke Pak Aries, yang Kamis pagi izin ke Bandung untuk menyelesaikan suatu kepentingan. "Oke bos, yang penting oleh-olehnya ya. Donat kek. Hehe.." begitu pesan pendek jawaban saya ke Pak Aries kemarin pagi. Beliau menjawab, "Sip deh.."</p>
<p>Ternyata benar, hari ini dia menepati janji. Hehe.. Tadinya stres, jadi terhibur deh oleh donat manis nan lezat ini (gratis pulak! :D )</p>
<p><!--more--></p>
<p>Memang sungguh menyenangkan bekerja bareng orang yang bisa memegang amanah, ya.. Bicara soal itu, saya salut terhadap hampir seluruh pelaku P2KP, minimal yang ada di Jakarta ini (baik di Kantor Proyek, Kantor KMP-2, Kantor KMP-3 dan Kantor PMT), karena semuanya adalah orang-orang yang cerdas, humoris, dan pandai menjaga amanah.</p>
<p>Contoh kecil, di toilet wanita (lantai 2 gedung Kantor Proyek P2KP), saya berkali-kali ketinggalan kaca mata. Tapi, selalu saja kaca mata tersebut balik (tetap di tempatnya, atau dibawakan oleh OB), secara mereka hafal bahwa satu-satunya perempuan berkacamata di kantor proyek adalah Nina. Hehe..</p>
<p>Contoh lain, saya pernah melihat koin Rp 500 tergeletak begitu saja di atas kaca wash-basin (washtafel) toilet. Saya mencatat, koin tersebut tetap berada di tempatnya selama 59 hari! hehehe.. Memang sih, hanya Rp 500 (mungkin berbeda ya, kalau yang tergeletak adalah uang Rp 1 miliar. Hahaha..) tapi, dari situ saya bisa melihat betapa rekan-rekan kerja saya memegang teguh kejujuran. Kalau itu bukan miliknya, ya tidak akan diklaim. Jikapun koin tersebut hilang di hari ke-60, itu mungkin diboyong oleh si empunya, atau oleh yang membutuhkan. Habisnya, tidak ada yang mengakui?? :D</p>
<p>Terima kasih Tuhan, mengizinkan saya bergabung di lingkungan yang sehat secara kesadaran religinya..</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? :)</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[sebuah Impian]]></title>
<link>http://feylana.wordpress.com/?p=4</link>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 12:35:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>feylana</dc:creator>
<guid>http://feylana.wordpress.com/?p=4</guid>
<description><![CDATA[nyatanya engkaulah yang merenggut kebahagianku
merengut sebagian waktuku
kau renggut kecerian ini
ha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;">nyatanya engkaulah yang merenggut kebahagianku</p>
<p style="text-align:right;">merengut sebagian waktuku<br />
kau renggut kecerian ini<br />
hanya untuk sebuah angan-angan<br />
angan-angan yang tak kan pernah tersampaikan</p>
<p style="text-align:right;">bahkan keharusan yang tak ternilai akan terhempas</p>
<p style="text-align:right;">terhempas penuh</p>
<p style="text-align:right;">penuh</p>
<p style="text-align:right;">penuh</p>
<p style="text-align:right;">penderitaan</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bila Allah Hendak Membinasakan Seseorang (Hadits)]]></title>
<link>http://donyhasan.wordpress.com/?p=21</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 16:37:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>donyhasan</dc:creator>
<guid>http://donyhasan.wordpress.com/?p=21</guid>
<description><![CDATA[(direvisi tanggal 27/06/200  
&#8220;Suatu hari Rasulullah SAW menjelaskan kepada para sahabat, “S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>(direvisi tanggal 27/06/2008)</p>
<p>"Suatu hari Rasulullah SAW menjelaskan kepada para sahabat, “Sesungguhnya apabila Allah ingin membinasakan seseorang maka Allah cabut rasa malu dari diri orang itu. Bila telah tercabut rasa malu dari orang itu maka tidak engkau dapati orang itu kecuali sangat keras dan kasar. Bila begitu keadaannya maka akan dicabut rasa amanah dari orang itu. Lalu tidak engkau dapati ia kecuali sebagai pengkhianat. Kalau sudah begitu akan dicabut rasa kasih sayang dari dirinya. Maka tidak engkau dapati ia kecuali terkutuk. Kalau sudah begitu akan dicabut tali-tali Islam dari dirinya.”" (HR Ibnu Majah)</p>
<p>sahabat, mari mengukur diri,</p>
<p>apakah rasa malu tlah dicabut dari diri kita, sehingg tabiat kita menjadi begitu keras dan kasar?</p>
<p>apakah tak lagi dapat kita rasakan beratnya amanah, sehingga dapat dengan mudahnya kita menghianati setiap kepercayaan yang dialamatkan kepada kita?</p>
<p>apakah tak ada lagi rasa kasih dan sayang tertinggal pada diri kita? hingga hidup kita dipebuhi oleh perkara-perkara yang buruk dan menjadi terkutuk?</p>
<p>tidak lagi ada kemuliaan hidup dan kesyahidan apabila tali-tali islam telah dicabut dari diri kita.</p>
<p>astagfirullahal 'adziim...</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kepemimpinan Rasulullah SAW Menurut Sarjana Barat    ]]></title>
<link>http://buletintamtama.wordpress.com/?p=15</link>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 10:43:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
<guid>http://buletintamtama.wordpress.com/?p=15</guid>
<description><![CDATA[ 
Bukan sesuatu yang mengherankan lagi bahwa banyak pemimpin yang semakin tinggi puncak karirnya, ma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:&#34;"> <span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Bukan sesuatu yang mengherankan lagi bahwa<span> </span>banyak pemimpin yang semakin tinggi puncak karirnya, maka semakin lupa akan cita-cita dan itikad baik yang diperjuangkannya dahulu. Namun sejarah dunia telah mencatat seorang pemimpin yang memahami hakikat kepemimpinannya sebagai amanah Allah swt yang diberikan kepadanya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Menurut Johan Wolfgang von Goethe, Nabi Muhammad saw. adalah seorang pemimpin terbaik, yang layak ditiru oleh umat manusia, baik dahulu, kini, maupun masa yang akan datang. Beliau adalah manusia yang telah dipilih oleh Tuhan menjadi pemimpin teladan, bukan saja dari sebuah kerajaan duniawi, melainkan juga kerajaan rohani. Beliau merupakan pemimpin yang lahir dan muncul dari bangsanya, setelah berhasil melewati ujian yang berwujud kekufuran, kebiadaban, dan kelaliman, juga setelah melewati masa yang sarat duka derita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Baik kawan maupun lawan mengakui bahwa Rasulullah adalah seorang pemimpin yang berhasil dalam beragam aspek kehidupan. Beliau pemimpin yang menuntun dalam masalah keseharian, di bidang pembinaan<span> </span>kerohanian, hukum perundang-undangan, sosial, ekonomi, kebudayaan, ketatanegaraan, dan bahkan kemiliteran.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Namun beliau juga tetap merupakan pemimpin yang hidup bersahaja di atas puncak kebesarannya. Rasulullah tetap hidup di tengah-tengah rakyat yang<span> </span>dipimpin dan dicintainya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Ada</span><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> tamu negara pemimpin gereja<span> </span>yang akan menghadap Nabi Muhammad saw. semula membayangkan akan bertemu dengan seorang pemimpin dengan pakaian kebesaran yang mewah, dengan mahkota emas, di istana megah, dengan pengawalan yang ketat. Ternyata yang mereka temui adalah seorang yang ramah tamah, dengan pakaian sederhana, keluar dari istana pondok tanah liat, dengan bekas tikar anyaman daun kurma masih tampak di tangan dan pipinya, karena beliau baru saja bangun tidur. Prof.Dr. Philllip K. Hiiti dari Princenton University mengakui, bahwa Rasulullah yang menjadi teladan ratusan juta umat manusia ternyata merupakan orang yang sangat bersahaja. Rumahnya adalah pondok tanah liat yang sempit dengan perabot rumah tangga secukupnya. Beliau adalah pemimpin agung yang membuat pakaian dan menjahit terompah sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Selain kesederhanaannya, Rasulullah saw. juga memiliki sifat toleransi terhadap golongan non-muslim. Beliau kadang menerima kunjungan dan bertukar pikiran dengan rahib Nasrani. Rasulullah memperingatkan agar tidak menyakiti hati dan mengganggu orang Nasrani, sebab hal itu sama halnya menyakiti dirinya sendiri. Beliau tidak pernah mengangkat pedang, kecuali jika musuhnya memulai. Dan terhadap musuh, beliau tidak pernah menunjukkan sikap dengki dan balas dendam. Terbukti saat Rasulullah membebaskan kota Mekkah, seluruh penduduk kota yang pernah menghina dan mendatangkan kesengsaraan pada dirinya, justru diberikan amnesti.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Semoga kita dapat mewarisi dan meneladani kepemimpinan Rasulullah saw. Bukankah kita semua -paling tidak- adalah pemimpin<span> </span>diri kita sendiri dan suatu ketika akan dimintai pertanggungjawaban kita oleh-Nya ?(Soedibya M) </span></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MAMBACA KEHENDAK-NYA]]></title>
<link>http://bapakethufail.wordpress.com/?p=80</link>
<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 05:15:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>bapakethufail</dc:creator>
<guid>http://bapakethufail.wordpress.com/?p=80</guid>
<description><![CDATA[

Ini kisah sepasang suami istri yang harmonis, masing-masing memiliki karier yang bagus. Perjalanan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><a href="http://bapakethufail.files.wordpress.com/2008/06/muthi_melamun.jpg"><img class="size-medium wp-image-84" src="http://bapakethufail.wordpress.com/files/2008/06/muthi_melamun.jpg?w=300" alt="" width="300" height="166" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini kisah sepasang suami istri yang harmonis, masing-masing memiliki karier yang bagus. Perjalanan hidupnya mulus hingga memiliki level dan status sosial yang cukup terhormat di masyarakat. Anak pertama dan keduanya sehat dan selalu mendapat nilai dan ranking tinggi di sekolahnya. Bahkan sering menjadi juara dalam berbagai perlombaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika anak ketiganya lahir dan tumbuh, lalu menyandang predikat berkebutuhan khusus atau autis, pada awalnya mereka kaget dan merasa tidak siap. Namun lewat perenungan yang panjang, mereka kemudian sangat mensyukurinya. ”Kami bersyukur, anak ini menyelamatkan kami dari api neraka, karena keadaan yang sukses selama ini membuat kami bangga akan prestasi duniawi. Kelahiran anak ini, telah mengingatkan kami, untuk apa kami diberi umur oleh Tuhan.”<!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bila meyakini bahwa jodoh sudah ditentukan, maka gen antara suami-istri yang bertemu tentu juga karena Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Karena itu, kita diuji dengan kehadiran anak yang kita miliki sekarang. Itulah pekerjaan rumah, ujian, dan proyek yang Allah SWT berikan. Jika anak kita cerdas, bukan berarti boleh bertepuk dada, tapi ketika sedang diuji dengan anak kita yang memiliki kekurangan, bukan berarti harus malu, justru itu pekerjaan kita untuk merawat dan membesarkan anak yang memiliki keterbatasan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita harus mengurus anak-anak sebaik yang kita mampu. Adapun hasil akhirnya, kita serahkan kepada Sang Pemiliknya. Yang Allah nilai hanya upaya kita apakah sudah maksimal atau tidak. Tidak ada kriteria untuk memasuki surga-NYA harus memiliki anak yang cerdas dan selalu juara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Satu diantara tiga amal yang akan menolong orang tua salah satunya adalah doa anak yang shalih, bukan doa anak yang pintar. Dan bukan pula doa anak yang selalu juara satu. Berusaha untuk punya anak tercanggih dan selalu juara bukan kehendak Allah. Ambisi orang tua untuk menjadikan anak juara justru sering menjadi beban bagi si anak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ibu tadi lalu berkata, “Selama ini kami selalu menjadikan anak-anak kami hebat dengan berbagai predikat juaranya. Namun kami tidak pernah mencari tahu apa maksud Tuhan memberikan anak, dan kami tidak tahu Tuhan ingin anak dididik seperti apa.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setan memang kerap menghasut pikiran kita untuk menjadikan anak sebagai sarana memperoleh rasa bangga. Padahal hanya satu kesalahan setan yang membuatnya dilaknat, yaitu ia merasa “paling” sehingga ia tidak mau tunduk. Manusia pun sering terjebak dalam keinginan seperti itu, termasuk menginginkan anaknya menjadi “paling”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pasangan suami istri di atas akhirnya menyadari bahwa siapapun anak yang diberikan, itulah yang opas untuk mereka, untuk menyelesaikan tugas kehidupan dan untuk mengantar mereka “pulang”. Mereka merasa tidak perlu membandingkan dengan anak tetangga, saudara sepupu, ataupun anak teman-temannya. Siapa yang lahir itulah yang mere abaca (iqra’). Ia membawa pesan dari Allah SWT. IQRA’ adalah perintah pertama yang turun ke muka bumi. IQRA’ adalah juga membaca anak-anak yang dititipkan melalui rahim sang ibu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setiap orang mempunyai pikiran tentang anaknya, tapi manusia harus mencari tahu apa maksud Allah menghadirkan anak-anak yang mereka miliki saat ini. Dan kita harus memperlakukan mereka seperti yang pikiran kita mau. <span style="font-size:8pt;line-height:115%;">*Ida S. Widayanti/Suara Hidayatullah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Sumber :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><em>Suara Hidayatullah/Jendela Keluarga/Celah/Juni 2008</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Enam Persoalan Manusia Menurut Imam Ghozali ]]></title>
<link>http://bacamedia.wordpress.com/?p=61</link>
<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 16:01:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>van alend</dc:creator>
<guid>http://bacamedia.wordpress.com/?p=61</guid>
<description><![CDATA[Imam Ghozali dikenal  sebagai ulama besar. Kitabnya banyak dan hingga kini masih sering dikaji oleh ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Imam Ghozali dikenal  sebagai ulama besar. Kitabnya banyak dan hingga kini masih sering dikaji oleh  santri Indonesia. Yang paling terkenal adalah Ihya' Ulumuddin. Ada sebuah kisah  menarik tentang ajaran Imam Ghozali seputar persoalan hidup. Ajaran ini  termaktub dalam sebuah risalah salaf.<br />
Sahdan, suatu hari, Imam Ghozali  berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Ghozali mengajukan enam pertanyaan  pada murid-muridnya.</p>
<p>Pertanyaan Pertama,<br />
"Apa yang paling  dekat dengan diri kita di dunia ini?"<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab :  orang tua, guru teman dan kerabatnya.<br />
Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban  itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah 'mati'. Sebab itu sudah  janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Oleh karena itu sudah  siapkah kita mati?. Bekal apakah yang akan kita bawa mati?.</p>
<p>Pertanyaan Kedua,<br />
"Apa yang paling jauh dari diri kita di  dunia ini?"<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab : Negeri China, bulan, matahari  dan bintang-bintang.<br />
Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang  mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling jauh dengan kita adalah 'masa  lalu'. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak  bisa  kembali ke masa lalu. Oleh karena itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari  yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Allah.</p>
<p>Pertanyaan Ketiga,<br />
"Apa yang paling besar di dunia ini?"<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab : Gunung, bumi dan matahari..<br />
Imam  Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi  yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"<br />
Justru nafsu  yang menguasai diri kita, menyebabkan manusia gagal menggunakan akal, mata,  telinga dan hati yang dikaruniakan Allah untuk hidup dengan benar.</p>
<p>Pertanyaan Keempat,<br />
"Apa yang paling berat di dunia ini?"<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab : baja, besi dan gajah.<br />
Imam Ghozali  menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang  paling berat adalah "memegang amanah"<br />
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung dan  malaikat, semua itu tidak mampu ketika Allah meminta mereka untuk menjadi  kholifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi  permintaan Allah, namum manusia lupa akan janjinya pada Allah yang tidak bisa  memegang amanah.</p>
<p>Pertanyaan Kelima,<br />
"Apa yang paling ringan di  dunia ini?"<br />
Murid-muridnya ada yang menjawab : kapas, angin, debu dan  daun-daunan.<br />
Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka  berikan adalah benar. Tapi yang paling ringan didunia ini adalah "meninggalkan  sholat".Gara-gara pekerjaan dan urusan dunia kita dengan mudah meninggalkan  sholat.</p>
<p>Pertanyaan Keenam,<br />
"Apa yang paling tajam di dunia  ini?"<br />
Murid-muridnya dengan serentak menjawab Pedang…!!.<br />
Imam Ghozali  menjawab benar, tapi yang paling tajam adalah "lidah manusia".Karena manusia  dengan begitu mudah menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya  sendiri.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5-Habits Menjadi Sukses]]></title>
<link>http://gu5kun.wordpress.com/?p=15</link>
<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 09:37:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>gu5kun</dc:creator>
<guid>http://gu5kun.wordpress.com/?p=15</guid>
<description><![CDATA[
 
Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua selalu berusaha untuk mencari keuntungan. Orang rela ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"><a href="http://www.guskun.com/"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua selalu berusaha untuk mencari keuntungan. Orang rela bermandi peluh mencari nafkah dan berharap memperoleh keuntungan dari usahanya. Dari keuntungan yang diperolehnya, orang berharap kehidupan yang lebih baik, bahkan berharap kemuliaan dari kehidupannya di dunia. Secara sederhana, orang yang beruntung itu adalah orang yang sukses. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Yang menjadi pertanyaan kita adalah siapakah orang-orang yang beruntung itu? Banyak jawaban yang bisa kita berikan, misalnya orang yang beruntung adalah orang yang kekayaannya banyak atau orang yang penghasilannya banyak. Namun ternyata, jawaban hakikinya bukan itu, orang yang beruntung itu ternyata adalah orang yang beriman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Lebih lanjut kita perlu tahu, apa syarat untuk menjadi orang yang beriman agar kita termasuk orang yang beruntung? Jawaban atas pertanyaan ini telah disediakan oleh Allah SWT dalam surat Al-Mu’minun ayat 1-7. Ciri orang yang beriman itu adalah mendirikan shalat dengan khusyuk, menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna, menunaikan zakat, memelihara kemaluannya, dan memelihara amanat dan janji.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Mendirikan shalat dengan khusyuk</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Shalat dengan khusyuk hanya bisa dicapai dengan kedisiplinan dan konsentrasi. Kedisiplinan artinya shalat itu dikerjakan tepat waktu<span>  </span>dan dilaksanakan sesuai dengan tatacara yang ditentukan. Konsentrasi artinya shalat dikerjakan sepenuh hati dan tidak ala kadarnya. Dengan uraian itu kita jadi tahu bahwa agar kita menjadi orang yang sukses, maka kita harus disiplin dan konsentrasi. Wahana untuk melatih kedisiplinan dan konsentrasi adalah mendirikan shalat dengan khusyuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Agar kita terhindar dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna, maka kehidupan kita harus efektif dan efisien. Efektif artinya kita fokus pada tujuan sehingga arah menjadi jelas, tidak kesana kemari, tidak berputar-putar. Efisien artinya kita harus hemat, tidak memboroskan sumber daya, dan tidak berlebihan dalam melakukan sesuatu. Kalau segala tindakan sudah kita lakukan dengan efektif dan efisien, jalan untuk menjadi orang yang beruntung sudah ada di depan mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Menunaikan Zakat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Makna yang terkandung dari menunaikan zakat adalah adanya kesadaran akan adanya hak orang lain yang melekat pada diri kita. Kesadaran ini harusnya menimbulkan kerelaan untuk selalu berbagi dengan orang lain lebih dari sekedar pembayaran zakat yang diwajibkan. Agar kita beruntung, kita harus punya kemauan untuk membantu orang lain. Kalaupun belum mampu secara materiil, kita masih bisa merelakan diri dan waktu kita untuk terlibat dalam melepaskan orang lain dari kesulitan yang menderanya. Tidak ada sifat egois bagi orang yang ingin meraih kesuksesan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Memelihara Kemaluan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Kemaluan adalah salah satu organ tubuh yang disebut dalam ciri orang beriman. Kemaluan secara luas dapat diartikan sebagai organ tubuh secara keseluruhan, dan lebih luas lagi dapat diartikan sebagai kewenangan untuk melakukan sesuatu. Memelihara kemaluan, atau dapat juga disebut memelihara kewenangan, bukan sekedar merawatnya saja, namun juga dengan cara menggunakan secara benar pada saat yang tepat. Tidak ada larangan kita gunakan kemaluan kita sesering mungkin, dengan syarat secara benar pada saat yang tepat. Demikian juga ketika suatu saat kita diijinkan mempunyai kewenangan, maka kewenangan itu harus kita pelihara dengan cara menggunakan secara benar pada saat yang tepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Disisi lain, kemaluan itu adalah aurat, aurat itu adalah rahasia. Memelihara rahasia itu artinya menjaganya dan hanya membukanya secara benar pada saat yang tepat. Tidak ada larangan bagi kita dalam membuka aurat/rahasia, asal dilakukan secara benar pada saat yang tepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Kemaluan ikut menentukan perjalanan untuk menjadi orang yang beruntung, yaitu orang yang bisa menjaga kewenangan dan rahasia pada dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Memelihara Amanat dan Janji</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Memelihara amanat dan janji pada dasarnya adalah memelihara kepercayaan. Kepercayaan yang diberikan oleh orang lain (amanat) dan kepercayaan yang kita berikan kepada orang (lain) harus dipelihara sebagai jalan menjadi orang yang beruntung. Tanpa adanya kepercayaan, maka kita tidak bisa bekerjasama dengan orang lain. Tanpa dukungan orang lain, kita tidak bisa menjadi sukses. Agar kepercayaan tetap terjaga dan semakin besar maka kita harus memelihara amanat dan janji yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Demikian sedikit uraian tentang cirri-ciri orang beriman, dari uraian tersebut ternyata terungkap bahwa panduan yang bersumber dari Al-Qur an tentang cara menjadi orang sukses tidak jauh berbeda dengan kajian-kajian modern yang ada saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">5-Habits adalah jalan meraih kesuksesan, tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat kelak. Mari kita mulai dari sekarang, karena hidup tidak bisa menunggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;">Agus Kuncoro</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"><a href="http://www.guskun.com/">http://www.guskun.com</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Telah Lahir...]]></title>
<link>http://angkatanenambeacukai.wordpress.com/?p=91</link>
<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 03:51:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>angkatanenambeacukai</dc:creator>
<guid>http://angkatanenambeacukai.wordpress.com/?p=91</guid>
<description><![CDATA[
BAROKALLOH…
Telah Lahir Anak yang ke 4 dari Saudara Kita : 
BAMBANG HERU (UBAMB)
Tanggal 04 Juni ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><a href="http://angkatanenambeacukai.files.wordpress.com/2008/06/bayi1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-94" src="http://angkatanenambeacukai.wordpress.com/files/2008/06/bayi1.jpg?w=300" alt="" width="300" height="107" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;">BAROKALLOH…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;">Telah Lahir Anak yang ke 4 dari Saudara Kita : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;">BAMBANG HERU (UBAMB)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;">Tanggal 04 Juni 2008; jam 20.45</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;">Seorang Anak Yang Cantik dan Sehat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;">Berat 2,95 Kg</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;">Panjang 46 Cm</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-size:16pt;line-height:115%;">“ Mudah-mudahan kelak menjadi anak yang sholehah….. “</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;">: keluarga besar angkatan enam ikut merasakan kebahagiaan…</span></p>
<p class="MsoNormal">.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:16pt;line-height:115%;"><span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
